Anda di halaman 1dari 4

WEIGHT MANAGEMENT AND LIFE CYCLE

Guidelines for Treatment of Obesity NHLBI (National of Heart, Lung and Blood Institue) membuat suatu comprehensive model yang dapat digunakan dalam assessment dan treatment dari overweight dan obesity. Table dibawah ini secara umum merekomendasikan treatment berdasarkan research and experience of scientific and health care communities.

Weight Management Goals Tujuan umum (general goals) nya adalah untuk menurunkan berat badan, dan mencegah penambahan berat badan. Attaining (mencapai) dan maintaining (memelihara) suatu moderate weigth loss membutuhkan beberapa jenis terapi. Simpen dulu penjelasan mengenai detil penurunan berapa pound per minggu selama 6 bulan Treatment Strategies Terdapat suatu strong consensus yang menyatakan bahwa weight loss atau prevention of weight gain terkait dengan energy balance. Untuk menaikkan berat badan, energy intake seseorang harus melebihi energy expenditure. Untuk mencegah kenaikan berat badan, seseorang harus mengkonsumi less energy atau meningkatkan energy expenditure. Terdapat multiple intervensi dan strategi dalam weight management, meliputi dietary therapy, physical activity, behavior therapy, pharmacotherapy, dan surgery.

Dietary Therapy

Rata-rata weight loss pada suatu low calorie diet (1200 kcal/day) adalah 8.5 kg dalam waktu 20 minggu Dietary therapy meliputi petunjuk bagaimana cara mengatur suatu diet untuk menurunkan jumlah kalori yang dimakan. Penurunan kalori secara moderate sangat penting untuk mencapai suatu penurunan berat badan yang slow namun stabil, yang mana penting dalam maintenance of weight loss. Strategies of dietary therapy terdiri dari teaching about calorie content of different foods, food composition (fats, carbohydrates, and proteins), reading nutrition labels, types of foods to buy, dan how to prepare foods. Low Calorie Diets (LCD) direkomendasikan pada pasien overweight and obese persons. Rata-rata weight loss pada suatu low calorie diet (1200 kcal/day) adalah 8.5 kg dalam waktu 20 minggu.

Diet rendah kalori ini akan membatasi asupan sumber karbohidrat dan lemak yang merupakan sumber energy atau tenaga bagi tubuh. Sumber karbohidrat kompleks yang perlu dibatasi adalah nasi, roti, sagu, talas, jagung, dan gandum. Sementara itu, makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti gula dan madu ataupun yang biasa didapatkan dari soft drink juga sangat perlu dibatasi karena cukup memberikan energy, padahal kandungan zat gizi lainnya hampir tidak ada, serta karena struktur molekul yang sederhana membuatnya menjadi mudah diserap. Sedangkan untuk lemak sendiri ada yang berasal dari hewani seperti lemak kambing, ayam, ikan, juga ada yang berasal dari tumbuhan (lemak nabati), seperti minyak kelapa, minyak jagung, dll. Deficit kalori per hari pada diet ini sekitar 800-1500 kalori, disesuaikan dengan kemampuan pasien. Sebaliknya, deficit kalori ini diaplikasikan ke zat gizi yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang, yaitu protein 20%, karbohidrat 60%, dan lemak 20%. Dibawah ini contoh menu makanan rendah

kalori (1500 kalori) dalam sehari dengan komposisi karbohidrat 230 gram, protein 76 gram, dan lemak 34 gram. Dengan mengkonsumsi menu rendah kalori ini (1500 kalori per hari) diperkirakan akan terjadi penurunan berat badan sebanyak 1 kg dalam seminggu.

Physical Activity
Terdapat suatu bukti yang kuat (strong evidence) bahwa exercise berhubungan dengan long-term weight loss dan mencegah weight gain. Namun exercise alone tidak berhubungan dengan significant weight loss ketika dibandingkan dengan diet alone atau kombinasi antara diet dan exercise. Physical activity dapat meneybabkan weight loss, khususnya ketika dikombinasikan dengan calorie reduction. Regular physical activity sangat bermanfaat dalam pencegahan overweight dan obesity. Regular physical activity sangat penting dalam maintaining weight loss. Sebagai tambahan dalam weight control, physical activity membantu mencegah heart disease, mengontrol cholesterol levels dan diabetes, memperlambat bone loss yang berhubungan dengan advancing age, menurunkan anxiety dan depression.

Behavioral target dalam physical activity adalah : 1) reduksi sedentary behavior (menonton tv, bermain video games, menggunakan computer, dll) dan 2) meningkatkan lifestyle physical activity. Types of Physical Activity Latihan ringan : merupakan kegiatan-kegiatan ringan yang dapat dilakukan sebagai olahraga bagi seseorang yang bukan atlet atau tidak menyukai olahraga berat. Yang tergolong latihan ringan ini adalah berjalan lambat, bersepeda, berenang, bermain golf, bowling, memancing, dan merawat rumah/berkebun. Latihan cukup : bagi orang yang suka melakukan olahraga (misalnya seminggu 1-3 kali) namun bukan atlet yang mana dapat melakukan latihan yang cukup proporsinya. Latihan yang cukup ini, misalnya berjalan 3-4 mil/jam, bersepeda 10 mil/jam, berenang (dibawah standar tlet), tenis meja, dan memancing atau mengecat rumah. Latihan berat : latihan yang berat, misalnya latihan 6 kali seminggu, berjalan 4-5 mil/45 menit setiap hari dan 5 kali seminggu, bersepeda cepat 10 mil/jam selama 4 kali seminggu, latihan panjat tebing (2-3 jam/minggu) dan latihan tenis.

Activity and Energy Expenditure Lampiran table dibelakang akan menunjukkan seberapa banyak energy yang digunakan dalam beraktivitas. Ketika seseorang telah mengalami penurunan berat badan, bandingkan kembali penggunaan energy dalam beraktivitas pada berat badan yang baru (akan menggunakan lebih sedikit energy).

Activity and Basal Metabolism Basal metabolism akan meningkat setelah beberapa jam latihan yang intense dan lama. Setelah jangka waktu yang lama, contohnya seseorang yang terus melakukan aktivitas berat selama beberapa minggu secara bertahap akan melibatkan jaringan tubuh lebih banyak. Sejalan dengan ini, metabolic rate akan meningkat juga dan men-support penurunan berat badan.

Activity and Body Composition Aktivitas fisik juga akan merubah komposisi tubuh; lemak tubuh berkurang dan jaringan massa tubuh meningkat.

Activity and Appetite Control Aktivitas fisik membantu mengontrol nafsu makan. Orang yang aktif memiliki nafsu makan yang baik, mereka justru kurang merasa ingin makan. Mereka mungkin merasa haus dan ingin mandi. Alasannya bahwa tubuh akan melepas cadangan energy dalam tubuh untuk men-support aktivitas fisik, jadi glukosa dan fatty acids dalam jumlah berlimpah dalam darah. Dalam waktu yang bersamaan, tubuh akan men-suppress fungsi digestive-nya.

Behavioral Treatments
Behavior therapy atau behavior modification merupakan suatu strategi dalam treatment overweight dan obesity. Teknik ini pertama kali digunakan pada tahun 1960s yang didasarkan pada energy balance model of obesity, dan focus pada maladaptive eating dan exercise pattern yang menghasilkan suatu positive energy balance yang nantinya akan mempengaruhi berat badan. Komponen dari behavior therapy terdiri dari penekanan yang unik dari modifikasi faktor lingkungan yang berhubungan denga perilaku makan dan exercise yang dapat diubah. Cognitive-behavioral strategies juga digunakan, antara lain meliputi proses berpikir, emosi, dan sikap yang berhubungan dengan perilaku makan dan exercise.

Goal setting Ini merupakan teknik yang penting dalam inisiasi treatment program. Pasien melakukan setting goals terhadap kalori, physical activity, dan modifiable behaviors lainnya. Misalnya membuat short term goals, yaitu menurunkan 1-2 lbs berat badan per minggu dengan mengatur daily caloric intake. Juga long-term goals yang dibuat secara realistis.

Self-monitoring Teknik ini dianggap sebagai cornerstone dari behavioral treatment. Monitoring dari semua yang dimakan dan exercise behaviors dilakukan untuk meningkatkan awareness akan behavior pattern dan untuk mengidentifikasi faulty eating dan actinity patterns.

Stimulus control Teknik ini digunakan untuk memodifikasi lingkungan yang mempengaruhi eating atau activity patterns. Tujuannya adalah untuk merestriksi environmental circumstances yang memberikan suatu discriminative simuli untuk maladaptive eating atau sedentary behavior. Teknik ini terdiri atas: eating 3 meals, eating pada waktu dan tempat yang sama, changing serving dan food storage techniques. Prosedur ini digunakan untuk mengurangi jumlah conditioned stimuli atau situasi yang dapat men-trigger eating behavior.

Modification of eating and activity patterns/nutrition Tujuan teknik ini adalah untuk memodifikasi faulty eating behaviors yang dapat mempengaruhi rasa kenyang atau menyebabkan excessive calorie intake. Teknik ini terdiri atas slowing pace of eating, reducing portion size, measuring food intake, leaving food on plate, improving food choices, dan eliminating secong servings. Selain itu sedentary behaviors juga menjadi target dan effort untuk memasukkan peningkatan activity ke dalam daily routine.

Cognitive behavioral strategies Strategi ini menekankan pola pikir yang dapat mempengaruhi eating behaviors. Intervensi ini focus pada negative self-statements, unrealistic weight loss goals, justifications for eating, dan limited self-control. Tujuannya adalah untuk mengubah mood, irrational beliefs, unrealistic standards, dan negative evaluations yang mempengaruhi pola makan.

Stress management Stress adalah suatu primary predictor dari overeating. Stress management skills meliputi suatu progressive muscle relaxation, diaphragmatic breathing, dan meditation. Disamping itu yang terpenting juga adalah mengenali dan mengurangi penyebab stress. Tujuan dari stress management adalah reduce arousal dan mendistraksi stressful events.

Referensi : http://new.dhh.louisiana.gov/assets/oph/pcrh/obesity/effectivenessreport.pdf http://books.google.co.id/