Anda di halaman 1dari 7

Bahasa adalah alat untuk mengungkapkan suatu kata, dan bahasa cinta

adalah alat untuk mengungkap suatu perasaan kita terhadap sesuatu atau orang
yang kita sukai, ada yang sederhana, ada juga teramat halus dan perlu banyak
kamus untuk menafsirkannya. Sederhana atau tidaknya bahasa cinta bergantung
pada sifat alami wanita.
Sebagian besar wanita teramat sungkan menggunakan bahasa cinta
sederhana. Misalnya, ” Eh, saya seneng kamu, deh ”. Ini jarang terjadi.
Mungkin, lingkungan yang membuat wanita jadi berbahasa sederhana. Atau,
bisa juga pengaruh luar. Film barat, misalnya. Walau efisien dan efektif, tapi
biasanya pria jadi jengah meresponnya. Ada sesuatu yang hilang dari kekhasan
wanita.
Semakin tinggi tingkat bahasa cinta, makin sulit bahasa diterjemahkan. Dan,
buat kebanyakkan pria, justru makin jadi penasaran. Selain itu, pria biasanya
menaruh hormat lebih buat wanita yang berbahasa cinta tingkat tinggi.
Mungkin itu rahasianya kenapa Al-Qur’an menggunakan kalimat tertentu saat
mengungkap sesuatu seputar rasa cinta wanita. Dalam surah Ali Imran ayat 14,
Allah swt berfirman, ” dijadikan indah pada ( pandangan ) manusia kecintaan
kepada apa – apa yang diingini, yaitu : wanita – wanita, anak – anak, harta yang
banyak .......”
Ayat itu sama sekali tidak menyebutkan kecintaan kepada pria. Padahal,
wanita juga manusia. Dan wanita tentu saja punya rasa cinta kepada pria. Kenapa ?
Ulama menafsirkan, di sinilah bagaimana Allah yang maha tahu soal ciptaannya
berusaha menjaga perasaan wanita. Karena bahasa cinta wanita begitu halus, nyaris
tak terlihat. Begitu juga ayat tentang pernikahan Allah SWT berfirman dalam surah
Ar – Rum ayat 21, ” dan diantara tanda – tanda kekuasaannya ialah dia
menciptakan untukmu istri – istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung
dan merasa tenteram kepadanya ...” apakah cuma laki – laki saja yang cenderung
dan tenteram kepada wanita ? bukankah wanita juga punya rasa yang sama ?
Bayangkan, kalau dua ayat di atas menyebut kenyataan yang sebenarnya tentang
wanita. Tentu, wanita akan tersipu – sipu malu, karena rahasia cintanya disebut – sebut
Al – Qur`an.
Bahkan, pada saat wanita harus menyatakan dengan terang – terangan pun, bahasa
cinta tetap bermain. Dan itu dianjurkan Rasulullah SAW. Beliau SAW bersabda, ” ....
jawaban setujunya seorang gadis adalah diamnya ”, seorang gadis tak perlu
menanggalkan bahasa cintanya yang tinggi dan Diam adalah bahasa yang paling terang
untuk menyatakan cintanya pada seorang pria.
Ada banyak ungkapan cinta yang biasa diperlihatkan wanita. Diantaranya, sapaan,
senyum, lirikan mata, tatapan, dan kemanjaan, bahkan, marahpun bagian dari bahasa
cinta. Ungkapan marah ini biasanya disebut pria sebagai Cemburu.
Ada juga ungkapan lain yang tidak langsung melalui bahasa tubuh. Misalnya,
tampilan busana, hadiah, wangi – wangian, dan lain – lain. Biasanya, model bahasa ini
dilakukan terencana. Kalau seorang wanita ingin membahasakan cintanya pada seorang
pria di hari tertentu, misalnya, pada hari itu ia akan mengenakan busana yang paling
menarik : harganya mahal, rapi, bersih, warna yang serasi. Ia berharap, bahasa itu bisa
diterjemahkan sang pria sebagai ungkapan Cinta. Setelah itu, balasan pun dinanti –
nanti.
Repotnya, kalau pria yang bersangkutan tidak mampu menerjemahkan
bahasa itu. Karena, tidak semua pria terlatih menggunakan kamus bahasa
seperti itu. Ungkapan tinggallah ungkapan dan penantian hanyalah sebuah
penantian semuanya berujung pada kekecewaan.
Boleh jadi, pria itu memang tidak mau membalas. Alasannya ? mungkin,
karena tidak suka atau ingin membalasnya dengan cara yang teramat baik.
Misalnya, dengan pintu pernikahan. Tapi, karena modal untuk itu belum
kunjung datang, balasan pun tetap tenggelam.
Tinggallah bagaimana seorang wanita menjaga tingkat bahasa cintanya.
Kecantikan seorang wanita bisa dilihat dari bahasanya, kecantikan seorang
wanita sangat berbanding lurus dengan bahasa cintanya. Apalah arti cantiknya
rupa, kalau bahasa cintanya ceplas – ceplos.
Lalu ....

Bagaimana Dengan Anda ... ???


/ By : samsul
asb_sam_sul@yahoo.co.id