Anda di halaman 1dari 17

Acquired pneumonia 201 1

PENDAHULUAN
Pnemonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) yang termasuk dalam salah satu infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah. Pneumonia merupakan penyebab biasa yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang ditandai dengan infeksi, inflamasi dan konsolidasi pada paru. Terdapat beberapa penyebab yang berbeda yang dapat menyebabkan terjadinya pneumonia seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing.2 Di samping itu, pneumonia dapat diklasifikasikan berdasarkan pembagian anatomi dan etiologis. Jika berdasarkan anatomis, pneumonia dibagikan menjadi pneumonia lobularis (bronkopneumonia), pneumonia lobaris dan juga pneumonia interstitialis (bronkolitis). Berdasarkan etiologi pula dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda asing. Selain itu, pasien dengan daya tahan terganggu akan menderita pneumonia berulang kali atau tidak mampu mengatasi penyakit ini dengan sempurna dan akhirnya akan menyebabkan terjadinya komplikasi seperti efusi pleura, empiema, pneumothoraks, meningitis dan otitis media akut yang memburukkan lagi penyakit. Sekitar 80% dari seluruh kasus baru praktek umum berhubungan dengan infeksi saluran napas yang terjadi di masyarakat (pneumonia komunitas/PK) atau di dalam rumah sakit (pneumonia nosokomial/PN). Pneumonia yang merupakan bentuk infeksi saluran nafas bawah akut di parenkim paru yang serius dijumpai sekitar 15-20%. Di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, menunjukkan; prevalensi nasional ISPA: 25,5% (16 provinsi di atas angka nasional), angka kesakitan (morbiditas) pneumonia pada Bayi: 2.2 %, Balita: 3%, angka kematian (mortalitas) pada bayi 23,8%, dan Balita 15,5%. 5

[Type text]

Page 1

Acquired pneumonia 201 1


DEFINISI pneumonia adalah radang paru dengan konsolidasi.1 Pneumonia merupakan peradangan akut parenkim paru-paru yang biasanya berasal dari suatu infeksi.2 Pneumonia komunitas atau community acquired pneumonia yaitu pneumonia yang didapat dari masyarakat. Pneumonia nosokomial atau hospitality acquired pneumonia yaitu penyakit itu didapat saat pasien berada di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan.5

[Type text]

Page 2

Acquired pneumonia 201 1


ETIOLOGI Bakteri Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organisme gram posifif seperti : Steptococcus pneumonia, S. aerous, dan streptococcus pyogenesis. Bakteri gram negatif seperti Haemophilus influenza, klebsiella pneumonia dan P. Aeruginosa. Virus Disebabkan oleh virus influensa yang menyebar melalui transmisi droplet.

Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia virus. Jamur Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos. Protozoa Menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia (CPC). Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi. Aspirasi Penyerapan suatu benda oleh paru yang biasanya diakibatkan oleh : makanan, kerosin(minyak tanah,bensin), cairan amnion, dan benda asing lain.3

PATOGENESIS Dalam keadaan sehat pada paru tidak terjadi pertumbuhan mikroorganisme, keadaan ini disebabkan oleh adanya mekanisme pertahanan paru. Apabila terjadi ketidakseimbangan antara daya tahan tubuh, mikroorganisme dan lingkungan, maka mikroorganisme dapat masuk, berkembang biak dan menimbulkan penyakit. Risiko terjadinya infeksi pada paru sangat tergantung pada kemampuan mikroorganisme untuk mencapai dan merusak permukaan epitel saluran napas. Ada beberapa cara

[Type text]

Page 3

Acquired pneumonia 201 1


mikroorganisme untuk mencapai dan merusak permukaan saluran nafas :Inokulasi langsung, penyebaran melalui pembuluh darah, inhalasi bahan aerosol, kolonisasi pada permukaan mukosa. Terbanyak adalah kolonisasi. Di antara semua pneumonia bakteri, patogenesis dari pneumonia pneumokokus merupakan yang paling banyak diselidiki. Pneumokokus umumnya mencapai alveoli lewat percikan mukus atau saliva. Lobus bagian bawah paru-paru paling sering terkena karena efek gravitasi. Setelah mencapai alveoli, maka pneumokokus menimbulkan respon yang khas terdiri dari empat tahap yang berurutan2: a. Kongesti (24 jam pertama) : Merupakan stadium pertama, eksudat yang kaya protein keluar masuk ke dalam alveolar melalui pembuluh darah yang berdilatasi dan bocor, disertai kongesti vena. Paru menjadi berat, edematosa dan berwarna merah. b. Hepatisasi merah (48 jam berikutnya) : Terjadi pada stadium kedua, yang berakhir setelah beberapa hari. Ditemukan akumulasi yang masif dalam ruang alveolar, bersama-sama dengan limfosit dan magkrofag. Banyak sel darah merah juga dikeluarkan dari kapiler yang meregang. Pleura yang menutupi diselimuti eksudat fibrinosa, paru-paru tampak berwarna kemerahan, padat tanpa mengandung udara, disertai konsistensi mirip hati yang masih segar dan bergranula (hepatisasi = seperti hepar). c. Hepatisasi kelabu (3-8 hari) : Pada stadium ketiga menunjukkan akumulasi fibrin yang berlanjut disertai penghancuran sel darah putih dan sel darah merah. Paru-paru tampak kelabu coklat dan padat karena leukosit dan fibrin mengalami konsolidasi di dalam alveoli yang terserang. d. Resolusi (8-11 hari) : Pada stadium keempat ini, eksudat mengalami lisis dan direabsorbsi oleh makrofag dan pencernaan kotoran inflamasi, dengan mempertahankan arsitektur dinding alveolus di bawahnya, sehingga jaringan kembali pada strukturnya semula.

[Type text]

Page 4

Acquired pneumonia 201 1

KLASIFIKASI Berdasarkan anatominya, pneumonia dibagi atas : 1. Pneumonia lobaris Adalah pneumonia yang terjadi pada satu lobus atau lebih yang terkena (percabangan besar dari pohon bronkus) baik kanan maupun kiri. 2. Pneumonia lobularis (bronkopneumonia) Adalah pneumonia yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang mempunyai pola penyebaran berbercak-bercak (ditandai dengan adanya bercak infiltrate), teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan disekitarnya. 3. Pneumonia interstitialis (bronkiolitis)

[Type text]

Page 5

Acquired pneumonia 201 1


Adalah radang pada dinding alveoli (interstitium) dan peribronkhial dan jaringan interlobular.

Berdasarkan etiologi, dibagi atas : a. Bakteri Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organisme gram posifif seperti : Steptococcus pneumonia, S. aerous, dan streptococcus pyogenesis. Bakteri gram negatif seperti Haemophilus influenza, klebsiella pneumonia dan P. Aeruginosa. b. Virus Disebabkan oleh virus influensa yang menyebar melalui transmisi droplet. Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia virus. c. Jamur Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos. d. Protozoa Menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia (CPC). Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi. (Reeves, 2001) e. Aspirasi f. Pneumonia hipostatik Pneumonia yang disebabkan karena bedrest terlalu lama.

Berdasarkan tempat asal penyebabnya :


1. Hospital Acquired Pneumonia (HAP) / Pneumonia nosokomial

Pneumonia yang didapatkan dari rumah sakit, didefinisikan sebagai pneumonia yang terjadi setetalh 48 jam perawatan di rumah sakit, tanpa inkubasi. HAP meurpakan infeksi nosokomial (rumah sakit) kedua tersering infeksi di rumah sakit, dan biasanya

[Type text]

Page 6

Acquired pneumonia 201 1


disebabkan oleh bakteri. Terjadinya infeksi ini disebabkan ketidak seimbangan antara kemampuan pertahanan tubuh penderita dibandingkan kemampuan bakteri untuk tumbuh dan berkembang
2. Environment Acquired Pneumonia / Pneumonia Komunitas

Pneumonia berasal dari lingkungan. Penyebab terjadinya pneumonia komunitas ini dijumpai cenderung penderita dengan faktor resiko tertentu, misalnya H. Influenza pada pasien perokok, patogen atipikal pada lansia, gram negatif pada pasien dari rumah jompo. Faktor resiko terjadinya pneumoni komunitas adalah (1) usia > 65 th, (2) infeksi pada paru yang multilobuler / nekrotikans, (3) penyakit penyerta seperti (infeksi paru kronis, DM, gagal ginjal kronik, gagal jantung, gangguan hati), (4) gangguan fungsi organ lainnya.

Berdasarkan sindrome klinis : 1. Pneumonia Bakterial Pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae adalah pneumonia bakterialis yang paling umum dan paling prevalen setara musim dingin dan musim semi ketika infeksi traktus respiratorius atas paling sering terjadi. Kondisi ini dapat terjadi sebagai bentuk bronkopneumonia/lobaris pada pasien segala kelompok usia dan dapat menyertai penyakit pernafasan yang baru saja dialami. 2. Pneumonia Atipikal Pneumonia yang berkaitan dengan mikoplasma, fungus, klamidia, demam-Q, penyakit Legionnaires, Pneumocystis carinii dan virus termasuk kedalam sindrom pneumonia atipikal. Pneumonia mikoplasma adalah penyebab pneumonia atipikal primer yang paling umum. Mikoplasma adalah organisme kecil yang dikelilingi oleh membran berlapis 3 tanpa dinding sel.

[Type text]

Page 7

Acquired pneumonia 201 1


Berdasarkan frekuensi nafas, tarikan dinding dada bagian bawah, bunyi nafas/stridor : 1. Pneumonia Batuk, demam lebih dari 38C disertai sesak nafas. Frekuensi nafas lebih dari 40x/menit, ada tarikan dinding dada bagian bawah. Pada auskultasi didapati bunyi stridor pada paru. 2. Non Pneumonia Bila pasien batuk, demam 38C tidak disertai nafas cepat lebih dari 40x/menit, tidak ada tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada bunyi stridor pada paru.2,3

MANIFESTASI KLINIS Gejala-gejala yang biasa ditemukan adalah: 1. Batuk berdahak (dahaknya seperti lendir, kehijauan atau seperti nanah) 2. Nyeri dada (bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita menarik nafas dalam atau terbatuk) 3. Menggigil 4. Demam 5. Mudah merasa lelah 6. Sesak nafas 7. Sakit kepala 8. Nafsu makan berkurang 9. Mual dan muntah 10. Merasa tidak enak badan

[Type text]

Page 8

Acquired pneumonia 201 1


11. Kekakuan sendi 12. Kekakuan otot. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan: 1. Kulit lembab 2. Batuk darah 3. Pernafasan yang cepat 4. Cemas, stres, tegang 5. Nyeri perut. 6

DIAGNOSIS Anamnesis : Demam,mengigil, suhu tubuh meningkat >> 400C Batuk dengan dahak mukoid atau purulen, kadang-kadang di sertai darah Sesak nafas Nyeri dada

Pemeriksaan fisik: Kelainan yang ditemukan tergantung pada luasnya penyakit: 1. Inspeksi 2. Palpasi Bagian yang sakit tertinggal dalam pernafasan Fremitus meningkat

[Type text]

Page 9

Acquired pneumonia 201 1


3. Perkusi Redup pekak

4. Auskultasi

- Adanya pleural friction rub - Nafas bronchial - Ronki basah halus kasar nyaring

Pemeriksaan penunjang : 1. Laboratorium a. Sputum - Banyak leukosit PMN - Adanya diplokokus gram positif b. Darah - leukosit 10.000-15.000/mm3 - 30.000/mm3 - Akan tetapi lebih kurang 20% kasus leukosit bisa normal - Kalau leukosit <3000/mm3 prognosa jelek - Hitung jenis (diff.count) leukosit, neutrofil batang banyak - LED /ESR/BBS sangat tinggi

- Bilirubin serum meningkat - Kultur darah (+) pada 20-30%. 2,4

[Type text]

Page 10

Acquired pneumonia 201 1


2. Radiologi Gambaran Radiologis pada foto thorax pada penyakit pneumonia antara lain:

Perselubungan homogen atau inhomogen sesuai dengan lobus atau segment paru secara anantomis. Batasnya tegas, walaupun pada mulanya kurang jelas. Volume paru tidak berubah, tidak seperti atelektasis dimana paru mengecil. Tidak tampak deviasi trachea/septum/fissure/ seperti pada atelektasis. Silhouette sign (+) : bermanfaat untuk menentukan letak lesi paru ; batas lesi dengan jantung hilang, berarti lesi tersebut berdampingan dengan jantung atau di lobus medius kanan.

Seringkali terjadi komplikasi efusi pleura. Bila terjadinya pada lobus inferior, maka sinus phrenicocostalis yang paling akhir terkena. Pada permulaan sering masih terlihat vaskuler. Pada masa resolusi sering tampak Air Bronchogram Sign.3

Faktor Risiko Beberapa kelompok-kelompok mempunyai faktor risiko yang lebih tinggi

[Type text]

Page 11

Acquired pneumonia 201 1


untuk terkena pneumonia, yaitu antara : o Usia lebih dari 65 tahun o Merokok o Malnutrisi baik karena kurangnya asupan makan ataupun dikarenakan o penyakit kronis lain. o Kelompok dengan penyakit paru, termasuk kista fibrosis, asma, PPOK, dan o emfisema. o Kelompok dengan masalah-masalah medis lain, termasuk diabetes dan penyakit jantung. Kelompok dengan sistem imunitas dikarenakan HIV, transplantasi organ, kemoterapi atau penggunaan steroid lama. o Kelompok dengan ketidakmampuan untuk batuk karena stroke, obat-obatan sedatif atau alkohol, atau mobilitas yang terbatas. o Kelompok yang sedang menderita infeksi traktus respiratorius atas oleh virus.2

DIAGNOSIS BANDING 1. Infark Paru 2. Pleuritis eksudativa karena TB 3. Kanker paru. 5

PENATALAKSANAAN Pengobatan terdiri atas antibiotik dan pengobatan suportif. Pemberian antibiotik sebaiknya berdasarkan data mikroorganisme dan hasil uji kepekaannya. a. Pneumonia komuniti (Community acquired pneumonia),

[Type text]

Page 12

Acquired pneumonia 201 1


Gram (+) : golongan penisilin b. Pneumonia nosokomial (hospitality acquired pneumonia), Gram (-) : Ciprofloxacin dan Levofloxacin. Penatalaksanaan secara umum pada klien dengan pneumonia adalah sebagai berikut : 1. Pertahankan suhu tubuh dalam batas normal melalui pemberian kompres. 2. Latihan bentuk efektif dan fisiotherapi paru. 3. Pemberian oksigenasi (oksigen 1-2 liter/menit). 4. Mempertahankan kebutuhan cairan (IVFD dektrose 10% : NaCl 0,9%). 5. Pemberian nutrisi, apabila ringan tidak perlu diberikan antibiotik, tetapi apabila penyakit berat dapat dirawat inap, maka perlu pemberian antibiotik berdasarkan usia, keadaan umum, kemungkinan penyebab, seperti pemberian Ampisilin dan Kloramfenikol. 6. Penatalaksanaan medis dengan cara pemberian pengobatan.6

KOMPLIKASI a. Efusi pleura Efusi pleura merupakan akumulasi cairan di dalam rongga pleura yang dapat terjadi jika terdapat peningkatan tekanan hidrostatik kapiler darah dan juga penurunan tekanan osmotic cairan darah. Cairan pleura dapat digolongkan menjadi transudat dan eksudat akan tetapi pada kasus pneumonia cairan pleura adalah eksudat dan dinamakan sebagai efusi pleura eksudatif. Eksudat ini terjadi akibat peradangan dan infiltrasi pada pleura atau jaringan yang berdekatan dengan pleura seperti paru. Akan tetapi jarang efusi pleura

[Type text]

Page 13

Acquired pneumonia 201 1


disebabkan oleh bakteri penyebab pneumonia dan jumlah cairan efusinya adalah sedikit dan sifatnya sesaat. Efusi seperti ini disebut efusi parapneumonik karena bakterinya sendiri tidak perlu masuk ke dalam rongga pleura untuk menyebabkan terjadinya efusi pleura. b. Empiema Empiema merupakan suatu efusi pleura yang bersifat purulen yang boleh menjadi akut dan kronik. Empiema serimg terjadi disebabkan oleh perluasan infeksi pada parenkim paru. Karena empiema merupakan komplikasi dari pneumonia maka gejalanya berkaitan dengan gejala neumonia. Jika empiema cukup banyak maka pada perkusi akan kedengaran redup dan pada auskultasi akan kedengaran suara napas yang melemah di daerah yang mengalami empiema. Gambaran pada empiemaadalah sama dengan efusi pleura pada umumnya. c. Pneumothoraks Pneumotoraks merupakan keadaan di mana terdapat udara dalam rongga pleura. Udara yang terbendung ini akan menyebabkan tekanan di dalam rongga pleura meningkat yang dapat mengakibatkan paru menjadi kempis yang disebut sebagai koplaps atau atelektasis. Ini akan menyebabkan penderita mengalami sesak napas karena tidak berlaku ventilasi pada paru yang kolaps. Udara ini dapat memasuki rongga pleura melaui lesi pada pleura baik pada pleura viseralis atau pleura parietalis. Gejala yang disebabkan oleh pneumotoraks tergantung pada jumlah uidara yang memasuki rongga pleura. Semakin banyak udara yang masuk maka semakin luas paru yang kolaps.

[Type text]

Page 14

Acquired pneumonia 201 1


d. Meningitis Meningitis merupakan radang pada selaput otak iaitu meninges yang disebabkan infeksi virus, bacteria atau jamur. Meningitis bisa mengakibatkan kematian dan penderita meningitis yang bertahan hidup akan menderita kerusakan otak sehingga lumpuh, tuli, epilepsi, retardasi mental. Penyebab tersering meningitis adalah Streptococcus

pneumonia yang juga menginfeksi paru yang menyebabkan terjadinya pneumonia.8

PROGNOSIS Tahun 1929-1935 sebelum adanya antibiotik, Boston City Hospital angka survival setelah terkena pneumonia 17%, setelah adanya pembelian obat (antisera), serum dari orang atau binatang yang telah menderita pneumonia, angka survival 53%. Tahun 1952-1962 setelah adanya antibiotik antara lain penicillin angka survivalnya 85% . 8

[Type text]

Page 15

Acquired pneumonia 201 1

KESIMPULAN 1. Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). 2. Pneumonia masih merupakan masalah kesehatan masyrakat di Indonesia yang paling banyak menyebabkan kematian pada balita. 3. Secara epidemiologi, pneumonia umumnya banyak diderita oleh balita, disebabkan oleh pneumokokus, di Indonesia sering terjadi pada saat musim hujan, dan rentan terhadap kondisi lingkungan yang padat. 4. Klasifikasi pneumonia dibedakan menjadi 3 macam yaitu pneumonia berat, pneumonia, dan bukan pneumonia. 5. Gejala-gejala yang biasa ditemukan adalah batuk berdahak, nyeri dada, sesak nafas, dll. 6. Penyebab pneumonia yang paling sering memerlukan perawatan rumah sakit adalah pneumonia pneumokokus yang disebabkan oleh Streptococcus pneumonia. 7. Faktor risiko pneumonia dapat dilihat dari faktor anak, ibu, lingkungan, serta kondisi ekonomi.6

[Type text]

Page 16

Acquired pneumonia 201 1

DAFTAR RUJUKAN

1. Dorland, W.A. Newman. 2002. Kamus kedokteran Dorland. Edisi 29. Jakarta; EGC. Hal: 1714 2. Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi : konsep klinis proses-proses penyakit. Ed. 6. Vol. 1. Jakarta: EGC. Hal: 804-810 3. Rasad, Sjariar. 2008, Radiologi Diagnostik, Edisi Kedua. Jakarta ; Balai Penerbit FKUI. Hal: 400-401. 4. Departement Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2005 . Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 2 edisi 4. Jakarta : Pusat penerbitan Departement Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal: 964-970. 5. Qauliyah, A. Referat Kedokteran: Etiologi dan Patofisiologi Penyakit Pneumoni.2010. Available from: www.astaqauliyah.com.Download at 04 July. 6. Bayu, J. Pneumonia.2010.Available from : www.medicinesia.htm.Download at 09 July. 7. Oktavias, D. Artikel Pneumonia (Studi Literatur).2010.Available from:

www.dewioktaviasblog.htm.Download at 09 February. 8. Tobing, R. Pneumonia Paru.2010.Available from : www.rod-tobingweblogTM.htm.Download at 15 July.

[Type text]

Page 17