Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan, sehingga dapat menyelesaikan laporan yang berjudul Asuhan Bayi Baru Lahir dan Neonatus di rumah, posyandu dan polindes dengan fokus MPS Dalam penyusunan laporan kasus ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Titik Ariyanti, S.SiT, selaku direktur Akademi Kebidanan Mardi Rahayu Kudus yang telah memberikan pengarahan kepada penulis 2. Rifa Caturiningsih,SST , selaku dosen mata kuliah ASKEB V. 3. Kedua orang tua, keluarga, teman-teman, serta pihak lain yang telah mendukung penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Semoga Asuhan Kebidanan ini bermanfaat bagi pembaca, saran dan masukan yang mendukung penulis sangat diharapkan, Atas perhatiannya penulis mengucapkan terima kasih.

Kudus,

Februari 2011

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ KATA PENGANTAR . DAFTAR ISI..................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................

i iii iv

A. Latar Belakang ................................................................................ B. Tujuan Penulisan ............................................................................. BAB II ISI ...................................................................................................... BAB III PENUTUP ....................................................................................... A. Kesimpulan ..................................................................................... B. Saran ............................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Menurut WHO setiap tahunnya, kira-kira 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi kemudian meninggal. Di Indonesia, dari seluruh kematian bayi, sebanyak 57 % meninggal pada masa neonatal (usia dibawah 1 bulan ). Setiap 6 menit terdapat 1 neonatus yang meninggal. Penyebab kematian neonatal di indonesia adalah Bayi Berat Lahir Rendah,asfiksia, trauma lahir, tetanus neonatorum, infeksi lain dan kelainan neonatal. Berbagai upaya yang aman dan efektif untuk mencegah dan mengatasi penyebab utama kematian bayi baru lahir adalah pelayanan antenatal yang berkualitas , asuhan persalinan normal atau dasar dan pelayanan kesehatan neonatal oleh tenaga profesional. Bayi baru lahir adalah suatu organisme yang sedang tumbuh, yang baru mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterine kekehidupan ekstrauterine. Dalam penatalaksanaan bayi baru lahir dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan dan keterampilan manajemen pada bayi baru lahir dengan adanya kunjungan neonatus, dirumah, posyandu dan polindes untuk menekan adanya penyebab utama kematian bayi baru lahir. Peran bidan dalam Dalam melaksanakan asuhan pada bayi baru lahir seorang bidan mengacu pada Kepmenkes RI No. 369/ Menkes/ SK/ III/ 2007 tentang standar profesi bidan, yaitu kompetensi ke-6 Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi baru lahir sehat sampai dengan 1 bulan.

B. Tujuan Penulisan 1. Tujuan umum Mahasiswa mampu melakukan manajemen bayi baru lahir normal di rumah, posyandu dan polindes 2. Tujuan Khusus

Setelah membaca makalah ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan mengenai a. Manajemen bayi baru lahir di rumah,posyandu dan polindes dengan standar MPS.

MANAJEMEN BAYI BARU LAHIR DI RUMAH


1. Menjaga bayi baru lahir tetap hangat a. Mengeringkan bayi segera setelah lahir Segera setelah lahir bayi dikeringkan dengan kain kering dan bersih Setiap kali kain basah ,segera ganti dengan kain lain yang kering dan bersih keluarga perlu menyediakan beberapa helai handuk atau kain

b. Meletakkan dan mendekap bayi di dada ibu Bayi baru lahir mudah sekali kedinginan.serangan dingin dapat berakhir dengan kematian. Ibu harus menjaga bayi tetap hangat dengan cara meletakkan dan mendekap bayi di dada ibu agar terjadi kontak langsung kulit bayi dengan dada ibu. Kontak langsung kulit bayi dan ibu menyebabkan panas tubuh ibu menghangatkan tubuh bayi Sering mendekap bayi pada dada ibu akan memperkuat ikatan batin ibu dengan bayinya secara dini,sekaligs memudahkan bayi menghisap putting susu

c. Membungkus bayi dengan selimut atau kain kering Agar bayi tidak kedinginan, bungkus bayi dengan selimut atu kain yang kering, pakai topi Jangan membungkus bayi terlalu ketata seperti di bedong. Di bedong akan membatasi gerakan pernapasan bayi dan dapat menyebabkan bayi muntah

d. Bayi tidur dengan ibu Bayi tidur dengan ibu untuk memudahkan ibu menyusui setiap saat bayi menginginkan dan mengganti popok atau selimut bayi yang basah atau kotor. Bila ibu melahirkan di rumah sakit, seringkali bayi di tidurkan di ruang bayi terpisah dengan ibu. Anjurkan ibu untuk tidur dengan bayinya dalam satu tempat tidur ( Roming in ). Jangan menidurkan bayi di tempat yang banyak angin seperti di dekat jendela terbuka, depan pintu.

2. Mencegah infeksi pada bayi setelah lahir a. Cuci tangan setiap kali akan memegang bayi Biasakan cuci tangan terlebih dahulu sebelum dan sesudah memegang bayi b. Kontak langung kulit bayi dengan dada ibu

Kontak langsung kulit ibu dengan bayi sedini mungkin setelah lahir akan menularkan kuman kuman ibu ke bayi sekaligus melindungi bayi terhadap infeksi kulit dan saluran cerna karena kuman kuman pada ibu tidak berbahaya bagi bayi. dan bayi memiliki kekebalan tubuh c. Menyusui secara dini, memberikan kolostrum Dalam 30 menit stelah lahir ibu segera menyusui memberikan kolostrum pada bayi Kolostrum atau susu jolong adalah ASI yang keluar pada hari hari pertama,brupa cairan kental berwarna kekuning kuningan yang mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi terhadap infeksi. Isapan bayi pada putting susu ibu akan merangsang produksi ASI serta mempercepat pengeluaran kolostrum dan ASI. Isapan putting susu akan mempercepat pengecilan rahim kembali keukuran normal. dan mencegah perdarahan setelah melahirkan. d. Perawatan tali pusat bersihkan dan keringkan tali pusat hingga pangkalnya setiap kali basah atau kotor. Tali pusat tidak boleh di bubuhi ramuan ramuan tradisional karena bisa menyebabkan infeksi atau tetanus neonatorum.

e. mengganti popok seiap kali popok bayi basah atau kotor, ibu harus segera mengganti dengan popok yang kering dan bersih. popok bayi yang basah oleh kotoran dan air kencing sering menjadi sumber penyakit kulit terutama sumber infeksi karena jamur.

f.

Memberihkan kotoran bayi gunakan ujung popok bayi untuk membersihkan kotoran yang menempel pada bokong, kemudian lipat kearah tengah sehingga menutupi kotoran. Ulangi dengan ujung lainnya apabila bayi masih mengeluarkan kotoran. bersikan bokong bayi dengan kapas basah. membersihkan mulai dari alat kelamin kearah dubur. bilas dengan kapas basah yang bersih.

g. memandikan bayi bayi lahir jangan langsung dimandikan, tunda sampai suhu tubuh bayi stabil. pada bayi normal paling cepat 6 jam setelah lahit. siapkan perlengkapan bayi seperti sabun, aie hangat, handuk dan pakaian bayi yang bersih, kering dan hangat.

memandikan bayi secara cepat. selesai memandikan bayi segera dikeringkan, beri pakaian yang bersih dan kering, pakai topi. sebeluum tali pusat lepas, memandika bayi 1 kali sehari dengan air hangat pakai sabun. setelah tali pusat lepas, memanikan bayi 2 kali sehari. setelah menyusui jangan langsung memandikan bayi, tunggu sekitar 1 jam baru dimandikan. hal ini untuk mencegah agar bayi tidak muntah . hati hati ketika menggunakan minyak penghangat bayi seperti minyak telon, kayu putih karena bisa menimbulkan luka bakar pada kulit bayi. hati hati ketika membedaki bayi jangan sampai masuk mata, hidung mulut, telinga atau alat kemaluan jarena sering menimbulkan alergi dan infeksi.

h. Menyusui yang baik dan benar posisi ibu duduk bayi dipangku ibu, kepala bayi diletakan pada siku ibu sedangkan tangan ibu menahan bokong bayi. bayi miring mengahadap ibu, perut bayi menempel pada perut ibu. rangsang mulut bayi agar terbuka lebar dengan cara menyentuhkan putting susu ibu kebibir atau pipi bayi. setelah mulut bayi lebar, masukan putting susu ibu hingga sebagian besar lingkaran hitam disekitar putting susu ibu. Bibir bawah bayi terdorong keluar dagu bayi menempel kepayudara. susui dari kedua payudara acara bergantian selama bayi menginginkan asi, mulai dari salah satu payudara hingga kosong. bila bayi masih menginginkan asi segera susui dari payudara yang lainnya hingga bayi puas dan kenyang. menyusui berikutnya dimulai dari payudara yang terakhir digunakan hingga kosong. mulai menyusui bisa payudara kiri dulu baru kanan atau sebaliknya sesuai dengan kenyamanan ibu. setelah puas menyusui bayi akan tidur nyenyak. Bila sudah waktunya menyusu bayi masih tidur, bangunkan bayi untuk disusui.

i.

Tanda tanda bayi shat menangis kuat setiap bayi sehat akan menangis kuat karena lapar atau tidak nyaman akibat popok basah atau kepanasan karena selimut terlalu tebal atau ingin digendong ibu. gerakan aktif

bayi yang aktif menggerakan kedua tangan dan kaki sama kuat berarti tidak ditemukan gejala gejala adanya gangguan otak atau syaraf. asi minimal 8 kali sehari setiap bayi memerlukan tenaga yang sangat besar untuk pertumbuhan fisik dan kecerdasannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut ibu menyusui minimal 8 kali sehari. kencing minimal 6 kali sehari bayi yang sering menyusu juga akan sering kencing. Bereaksi kaget terhadap suara keras apbila bayi bereaksi kaget terhadap suara keras seperti membanting pintu dengan kuat, piring pecah, kelakson mobil atau motor berarti tidak ada gangguan pendengaran. kalau menangis bisa ditenangkan bayi digendong, ditimang timang, disentuh dan diusap, apalagi ketika ia menangis. tidur minimal 15 jam bayi sehat sering tidur (minimal 15 jam) karena itu bayi harus dibangunkan bila akan diberi asi. Warna berak kehitaman berubah menjadi kuning emas hari hari pertama setelah lahir warna berak hitam, kemudian setelah banyak mendapat asi, warna berak berubah menjadi kuning emas. berat badab naik tiga sampai lima hari pertaman berat badan bayi turun karena produksi asi belum banyak. sesudah 5 hari berat badab bayi akan naik.

MENEJEMEN BAYI BARU LAHIR NORMAL DI POLINDES


PENILAIAN : Bayi menangis atau bernafas spontan dan teratur

ASUHAN BAYI BARU LAHIR

1. Jaga kehangatan 2. Bersihkan jalan nafas (bila perlu) 3. keringkan dan tetap jaga kehangatan 4. potong dan ikat tali pusat tanpa membubuhi apapun,kira-kira 2 menit setelah lahir 5. lakukan inisiasi menyusu dini dengan cara kontak kulit bayi dengan kulit ibu 6. beri suntikan vitamin K1 1Mg IM dipaha kiri antero lateral 7. Beri salep mata antibiotika tetrasiklin 1% pada kedua mata 8. Beri imunisasi hepatitis B 0,5 ml IM dipaha kanan anterolateral diberikan kira kira 12jam setelah pemberian vit K1

DASAR ASUHAN BBL


1. Kering bersih dan hangat :

sangat penting bagi semua bayi baru lahir untuk dijaga agar tetap kering, bersih dan hangat untuk mencegah bayi kedinginan (hipotermi) yang membahayakan. Prinsip ini tetap dianut dalam penatalaksanan resusitasi bayi baru lahir dan terlebih lagi bayi asfiksia sangat rentang terhadap hipotermi. 2. Bebaskan dan bersihkan jalan nafas BBL 3. Rangsangan taktil : Mengeringkan tubuh bayi pada dasarnya adalah tindakan rangsangan. Untuk bayi yang sehat, prosedur tersebut sudah cukup guna merangasan upaya nafas. 4. inisiasi menyusu dini : Penting sekali untuk melakukan inisiasi menyusu dini dalam 1 jam setelah bayi lahir. Bila bayi sudah bernafas normal, lakukan kontak kulit bayi dan kulit ibu dengan cara meletakkan bayi didada ibu dalam posisi bayi tengkurap, kepala bayi menghadap dada ibu, kepala bayi ditengah antara kedua payudara ibu, lalu selimuti keduanya untuk menjaga kehangatan. ibu dianjurkan bersabar selama sekitar selama 1 jam mengusap atau membelai bayi sambil menunggu bayinya meraih puting susu secara mandiri. biasanya bayi berhasil menyusu pada menit ke 30-60.

MANAGEMEN BAYI DAN NEONATUS DI POSYANDU


1. Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita : a. penimbangan berat badan bayi dan balita setiap bulan. b. pemberian tambahan makanan bagi bayi dan balita yang berat badabnya kurang. c. pemberian imunisasi bayi usia 3 sampai 14 bulan. d. pemberian oralit untuk mengurangi diare. e. pertolongan pertama pada kecelakaan.

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan

Manajemen bayi baru lahir dan neonatus dirumah meliputi : 1. Menjaga bayi baru lahir tetap hangat 2. Mencegah infeksi pada bayi setelah lahir Dasar asuhan BBL 1. Kering bersih dan hangat : sangat penting bagi semua bayi baru lahir untuk dijaga agar tetap kering, bersih dan hangat untuk mencegah bayi kedinginan (hipotermi) yang membahayakan. Prinsip ini tetap dianut dalam penatalaksanan resusitasi bayi baru lahir dan terlebih lagi bayi asfiksia sangat rentang terhadap hipotermi. 2. Bebaskan dan bersihkan jalan nafas BBL 3. Rangsangan taktil : Mengeringkan tubuh bayi pada dasarnya adalah tindakan rangsangan. Untuk bayi yang sehat, prosedur tersebut sudah cukup guna merangasan upaya nafas. 4. inisiasi menyusu dini : Penting sekali untuk melakukan inisiasi menyusu dini dalam 1 jam setelah bayi lahir. Manajemen BBL di posyandu Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita : a. penimbangan berat badan bayi dan balita setiap bulan. b. pemberian tambahan makanan bagi bayi dan balita yang berat badabnya kurang. c. pemberian imunisasi bayi usia 3 sampai 14 bulan. d. pemberian oralit untuk mengurangi diare. e. pertolongan pertama pada kecelakaan.

B. Saran Mahasiswa diharapkan mampu memahami mengenai ASKEB komunitas.

DAFTAR PUSTAKA
DEPKES RI.2010.MANAJEMEN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR UNTUK BIDAN.Jakarta:DEPKES RI Meilani,Niken.2009.Kebidanan Komunitas.Jakarta: Fitramaya. DEPKES RI.2008.Perawatan Bayi Baru Lahir Di rumah.Jakarta:Japan Internasional agency