Anda di halaman 1dari 25

ANGGARAN PENJUALAN

A. DEFINISI ANGGARAN PENJUALAN Anggaran penjualan menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah barang jadi yang akan dijual oleh perusahaan dan harga jual yang diharapkan diperoleh untuk periode anggaran mendatang.

B. LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN ANGGARAN PENJUALAN Dalam penyusunan anggaran penjualan yang ada pada makalah ini, kami menggunakan ilustrasi secara langsung dengan menggunakan PT SINAR TERANG ELEKTRONIK sebagai nama perusahaan yang akan kami buatkan anggaran penjualannya. ILUSTRASI: PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) yang berdiri pada ahun 2011 adalah sebuah perusahaan yang memproduksi lampu jenis LED yang hemat energi. Semua produknya merupakan produk unggulan karena merupakan lampu hemat energi dengan harga yang murah tapi berkualitas baik. Lampu LED Bohlam dan lampu LED Tube merupakan dua produk yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. PT STE juga memprediksi harga yang akan dikenakan untuk setiap produk yang akan dijual ditahun 2013. Berikut ini adalah tabel yang menyajikan jumlah penjualan produk dalam unit dan harga jual per-unitnya selama tahun 2012.

Keterangan Penjualan (dalam unit) Harga jual per unit

LED Bohlam 1.000.000 Rp 10.000 Rp

LED Tube 800.000 20.000

Untuk bulan januari tahun 2013 manajemen menargetkan kenaikan penjualan (dalam unit) untuk LED Bohlam dan LED Tube masing-masing 20% dan 25%, namun tidak ada perubahan harga jual. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun anggaran penjualan PT STE untuk bulan januari tahun 2013.
Anggaran Penjualan & Produksi | 1

Langkah 1 Menghitung penjualan dalam unit untuk produksi lampu LED Bohlam dan LED Tube untuk bulan Januari 2013. Penjualan dalam unit untuk bulan januari 2013 diperoleh dengan menggunakan data-data penjualan di bulan desember tahun 2012 ditambah dengan tingkat pertumbuhan penjualan yang diharapkan di bulan januari 2013. Penjualan bulan Januari = Penjualan Desember x (1 + Pertumbuhan penjualan Januari) LED Bohlam 1.000.000 x (1 + 20%) = 1.200.000 LED Tube 800.000 x (1 + 25%) = 1.000.000

Langkah 2 Menghitung penjualan untuk seluruh produk dengan mengalikan penjualan dalam unit dengan harga jualnya. Penjualan (Rp) = Penjualan (unit) x Harga jual per unit Penjualan (Rp) LED Bohlam 1.200.000 x Rp 10.000 = Rp 12.000.000.000 Penjualan (Rp) LED Tube 1.000.000 x RP 20.000 = Rp 20.000.000.000

Langkah 3 Menyusun anggaran penjualan januari 2013 dengan memasukkan angka-angka yang diperoleh dari langkah 2. PT STE Anggaran penjualan untuk Bulan yang Berakhir pada Januari 2013 LED Bohlam LED Tube Total Penjualan barang 1.200.000 1.000.000 jadi dalam unit Dikalikan harga jual Penjualan barang jadi Rp 10.000 Rp 20.000 Rp 32.000.000.000

Rp 12.000.000.000

Rp 20.000.000.000

ANGGARAN PENJUALAN LEBIH DARI SATU BULAN Anggaran penjualan sering kali disusun untuk periode waktu satu tahun, enam bulan, atau kuartalan (tiga bulan).
Anggaran Penjualan & Produksi | 2

ILUSTRASI: Dari data berikut kami akan membuat anggaran penjualan per-kuartal untuk kuartal pertama tahun 2013. 1. Data penjualan aktual tahun 2012 Penjualan Tahun 2012 LED Bohlam 10.000.000 Rp 10.000

LED Tube Rp 8.000.000 20.000

Penjualan (dalam unit) Harga jual per unit

2. Perusahaan menargetkan kenaikan penjualan untuk setiap produk sebesar 10% ditahun 2013. Harga jual untuk setiap produk juga akan naik sebesar 10%. 3. Penjualan bulan Januari, Februari, dan Maret untuk kedua produk adalah 20%, 15% dan 25% dari penjualan tahun 2012.

Langkah 1 Membuat format anggaran untuk tiga bulan pertama di tahun 2013. PT STE Anggaran penjualan untuk tiga bulan yang berakhir pada 31 maret 2013 LED Bohlam Januari Penjualan barang jadi (unit) dikalikan: Harga jual Penjualan barang jadi Februari Penjualan barang jadi (unit) dikalikan: Harga jual Penjualan barang jadi Maret Penjualan barang jadi (unit) dikalikan: Harga jual Penjualan barang jadi Total Penjualan Tiga Bulan LED Tube Total

Anggaran Penjualan & Produksi | 3

Langkah 2 Menghitung jumlah unit yang direncanakan untuk dijual dan harga jual setiap produk untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2013. LED Bohlam Penjualan (unit) tahun 2012 Penjualan (unit) Januari Penjualan (unit) Februari Penjualan (unit) Maret Harga jual tahun 2012 10.000.000 x 110% 11.000.000 x 20% 11.000.000 x 15% 11.000.000 x 25% Rp 10.000 x 10% = = = = = Rp 11.000.000 2.200.000 1.650.000 2.750.000 11.000

LED Tube Penjualan (unit) tahun 2012 Penjualan (unit) Januari Penjualan (unit) Februari Penjualan (unit) Maret Harga jual tahun 2012 8.000.000 x 110% 8.800.000 x 20% 8.800.000 x 15% 8.800.000 x 25% Rp 20.000 x 10% = = = = = Rp 8.800.000 1.760.000 1.320.000 2.200.000 22.000

Langkah 2 Menghitung penjualan setiap produk untuk bulan Januari, Februari dan Maret 2013 penjualan setiap bulan per produk diperoleh dengan mengalikan unit yang dijual dengan harga jualnya.

LED Bohlam Penjualan Januari Penjualan Februari Penjualan Maret 2.200.000 x Rp11.000 1.650.000 x Rp11.000 2.750.000 x Rp11.000 = Rp 24.200.000.000 = Rp 18.150.000.000 = Rp 30.250.000.000

Anggaran Penjualan & Produksi | 4

LED Tube Penjualan Januari Penjualan Februari Penjualan Maret 1.760.000 x Rp22.000 1.320.000 x Rp22.000 2.200.000 x Rp22.000 = Rp 38.000.000.000 = Rp 29.040.000.000 = Rp 48.400.000.000

Langkah 4 Menyelesaikan penyusunan anggaran dengan memasukaan data langkah 2 dan 3. PT STE Anggaran penjualan untuk tiga bulan yang berakhir pada 31 maret 2013 LED Bohlam LED Tube Total Januari Penjualan barang jadi (unit) 2.220.000 dikalikan: Harga jual 11.000 Penjualan barang jadi 24.200.000.000 Februari Penjualan barang jadi (unit) 1.650.000 dikalikan: Harga jual 11.000 Penjualan barang jadi 18.150.000.000 Maret Penjualan barang jadi (unit) 2.750.000 dikalikan: Harga jual 11.000 Penjualan barang jadi 30.250.000.000 Total Penjualan Tiga Bulan 1.760.000 22.000 38.000.000.000 1.320.000 22.000 29.040.000.000 2.200.000 22.000 48.400.000.000

62.200.000.000

47.190.000.000

78.650.000.000 188.040.000.000

C. Memperkirakan Penjualan Penyusunan anggaran penjualan mengharuskan perusahaan memperkirakan jumlah unit yang akan dijual dan harga jualnya untuk satu periode anggaran. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk memperkirakan penjualan dalam satu periode anggaran. Metode-metode tersebut dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitaif. Pada makalah ini kami akan membahas pengguanaan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis statistika dalam memperkirakan penjualan. Setelah itu, akan

dibahas pada penggunaan analisis industri dalam menentuka jumlah penjualan perusahaan.
Anggaran Penjualan & Produksi | 5

1. Metode Rata-Rata Bergerak (Moving Average) Menggunakan sejumlah data dari masa lalu untuk memperoleh perkiraan hasil dimasa mendatang. Metode ini akan sangat bermanfaat apabila kita dapat memastikan bahwa permintaan pasar (pelanggan) akan tumbuh secara stabil untuk beberapa periode mendatang. Proyeksi dengan Metode Rata-Rata Bergerak ILUSTRASI: Manajemen PT STE selalu membuat perkiraan penjualan lampu LED untuk bulan berikutnya setiap tanggal 25 bulan sebelumnya. Perkiraan penjualan bulan Januari 2013 dibuat pada tanggal 25 Desember 2012. Perkiraan penjualan untuk jauari diperoleh dengan menggunakan data penjualan tiga bulan sebelumnya yaitu oktober, november dan desember. Langkah 1 Jumlah penjualan 3 bulan sebelumnya. Tabelnya adalah sebagai berikut: Penjualan (kuantitas) LED Bohlam LED Tube 2.000.000 1.800.000 2.100.000 1.650.000 2.300.000 1.830.000 6.400.000 5.280.000

Bulan Oktober November Desember Total Langkah 2

Cari rata-rata penjualan 3 bulan dengan membagi total penjualan Oktober, November dan Desember 2012. Bulan Total Penjualan 3 bulan Sebelumnya Dibagi 3 Rata-rata penjualan 3 bulan Langkah 3 Penjualan bulan Januari 2013 adalah rata-rata penjualan 3 bulan sebelumnya (Oktober, November, dan Desember 2012), yaitu LED Bohlam 2.200.000 unit dan LED Tube 1.760.000 (Lihat tabel langkah 2). Penjualan Kuantitas LED Bohlam LED Tube 6.400.000 5.280.000 :3 :3 2.200.000 1.760.000

Anggaran Penjualan & Produksi | 6

2. Metode Analisis Industri Perusahaan-perusahaan yang memiliki bidang usaha sejenis dapat

dikelompokkan kedalam satu industri. Penjualan perusahaan sering kali dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan industri tempat perusahaan berada. Oleh karena itu, penjualan perusahaan dalam suatu periode juga dapat diperkirakan dengan memperkirakan penjualan industrinya. ILUSTRASI: Pada tahun 2012, PT STE mampu menjual produknya sebesar 18.000.000 unit. Pada tahun yang sama, total penjualan industri mencapai 30.000.000 unit. Jika penjualan industri tahun 2013 diperkirakan naik 10% dan manajemen PT STE memperkirakan pangsa pasar perusahaan untuk tahun 2013 sama dengan pencapaian tahun 2012, maka penentuan penjualan industri dan PT STE untuk tahun 2013, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Langkah 1 Menghitung pangsa pasar (market share) PT STE untuk tahun 2012. Pangsa pasar perusahaan diperoleh dengan membagi penjualan industri pada satu periode yang sama. Jadi pangsa pasar PT STE untuk tahun 2012 adalah sebagai berikut:

Pangsa pasar PT STE tahun 2012

Penjualan PT STE tahun 2012 Penjualan Industri tahun 2012

Pangsa pasar PT STE tahun 2012

18.000.000 30.000.000

Pangsa pasar PT STE tahun 2012

60%

Langkah 2 Menentukan perkiraan penjualan untuk tahun 2013.

Penjualan indusri tahun 2013

= =

30.000.000 x (1 + 10%) 33.000.000

Anggaran Penjualan & Produksi | 7

Langkah 3 Menentukan pangsa pasar PT STE untuk tahun 2013. Manajemen PT STE memperkirakan pangsa pasar untuk tahun 2013 sama dengan pencapaian tahun 2012, yaitu 60%.

Langkah 4 Penjualan PT STE ditahun 2013 diperoleh dengan mengalikan pangsa pasar PT STE ditahun 2013 dengan perkiraan penjualan industri pada tahun yang sama.

Penjualan PT STE th. 2013

= Penjualan industri 2013 x Pangsa pasar PT STE 2013 = 33.000.000 unit x 60% = 19.800.000 unit.

Anggaran Penjualan & Produksi | 8

ANGGARAN PENJUALAN
Anggaran penjualan ialah rencana pendapatan (revenue) perusahaan dalam kurun waktu satu tahun atau lebih. Anggaran merupakan titik sentral semua pembuatan anggaran biaya dan investasi. Oleh karena itu anggaran penjualan merupakan salah satu bagian anggaran perusahaan yang sangat penting. a. Kegunaan Anggaran Penjualan Anggaran penjualan sangat penting bagi manajemen untuk membuat anggaran biaya, anggaran laba dna anggaran investasi. Anggaran penjualan juga berguna bagi pedoman kerja, koordinasi kerja, evaluasi kerja bagi divisi pemasaran, dan sebagai pedoman untuk membuata anggaran biaya pemasaran. Keguanaa yang lainnya anggaran penjualan adalah sebagai acuan untuk membuat anggaran biaya seluruh perusahaan, anggaran laba yang meliputi laba kotor, laba operasi, laba bersi (earning after tax) dan anggaran investasi. Anggaran Penjualan Biaya Keterangan Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba operasi Biaya lain-lain dan pajak Laba bersih Dividen 40% dari laba bersih Laba ditahan Rp 10.000 6.000 4.000 2.000 2.000 1.000 1.000 400 600 % 100 60 40 20 20 10 10 4 6

Ilustrasi table diatas menjelaskan bahwa setelah manajemen menentukan besarnya laba atas penjualan, maka manajer divisi yang lainnya membuat anggaran biaya. Manajer pabrik membuat anggaran harga pokok penjualan, manajer komersial dan manajer kantor pusat membuat anggaran biaya usaha yang terdiri dari biaya pemasaran dan biaya umum dan administrasi, manajer keuangan membuat anggaran biaya lain-lain seperti bunga dan pajak berdasarkan anggaran laba yang ingin dicapai. Berdasarkan pola pemikiran yang demikian, anggaran penjualan dapat digunakan sebagai alat koordinasi.

b. Target penjualan

Anggaran Penjualan & Produksi | 9

Manajer penjualan harus menetapkan target penjualan yang ingin dicapai. Target penjualan itu harus rasional dan realistic; rasional artinya target harus menjelaskan sebabsebab mengapa harus mencapai target tersebut; realistic artinya target harus bisa dicapai oleh tenaga penjual dengan dukungan sumber daya. Disamping itu target penjualan harus memepertimbangkan berbagai factor antara lain: 1. Kondisi volume produk 2. Kondisi kualitas produk 3. Kondisi harga jual produk 4. Kondisi kebutuhan konsumen 5. Kondisi pasar local, regional, nasional, dan internasional 6. Kondisi persaingan 7. Kondisi tenaga penjual 8. Kondisi kondisi imbalan kepada tenaga penjual 9. Kondisi promosi 10. Kondisi distribusi 11. Kondisi modal kerja perusahaan

c. Ramalan penjualan Ramalan penjualan adalah proyeksi jumlah komoditi yang diminta oleh konsumen dan proyeksi harga yang mampu dijangaku oleh konsumen. Dalam membuat ramalan penjualan, manajer pada umumnya menggunakan metode judgement, statistika, dan metode khusus. Sales Forecasting Model Time Serie Moment

Tahun 1 2 3 4 5 Jumlah 6

Sales (Y) 1.200 1.600 2.400 2.800 2.500 10.500

Tahun (X) 0 1 2 3 4

XY 0 1.600 4.800 2.400 10.000 24.800

X2
0 1 4 9 16 30

5*

Anggaran Penjualan & Produksi | 10

Y = a.n + b. X XY = a. X + b. X

10.500 = 5a + 10b(x2) = 21.000 24.800 = 10a + 30b(x1) = 24.800 -3.800 10.500 = 5a + 10(380) b a

10.500 = 5a + 10b

=10a + 20b =10a + 30b =10b =380 =1.340

Y = a + bX Y = a + bX Y = a + bX Ramalan penjualan

Y = 1.340 + 380(5*) = 3.240 unit. Y = 1.340 + 380(6*) = 3.620 unit. Y = 1.340 + 380(7*) = 4.000 unit.

Model Time Serie Least Squares Tahun 1 2 3 4 5 Jumlah 6 a = Y/n = 10.500/5 = 2.100 Y = a + bX Y = 2.100 + 380(3*) Y = 2.100 + 380(5*) Y = 2.100 + 380(6*) Y = 3.240 Y = 3.620 Y = 4.000 Sales (Y) 1.200 1.600 2.400 2.800 2.500 10.500 3* b = XY/ X2 Tahun (X) -2 -1 0 1 2 XY -2.400 -1.600 0 2.800 5.000 3.800

X2
4 1 0 1 4 10

Metode Trend Semi Average Metode ini digunakan jika data jumlahnya genap. Data tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian atau kelompok kemudian tiap-tiap bagian tersebut dicari rata-ratanya. Contoh model semi average adalah sebagai berikut :

Anggaran Penjualan & Produksi | 11

Metode Trend Semi Average Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sales (Y) 1.200 1.600 2.400 2.800 2.800 2.500 2.640 3.060 Total Rata-rata X -3 -1 1 3 5 7 9 11 13 15

8.000

2.000

11.000

2.750

a = 2.000, yaitu rata-rata pada kelompok satu dan b adalah rata-rata kelompok dua dikurangi rata-rata kelompok satu dibagi tahun dalam kelompok, b = (2.750 2.000)/4 = 187,5. Ramalan tahun ke Sembilan adalah : Y9 = a + bX ; Y9 = 2.000 + 187,5(13) = 4.437,5 unit. Sedangkan ramalan untuk tahun ke sepuluh adalah Y10 = a + bX; Y10 = 2.000 + 187,5 (15) = 4.812,5 unit. Kelemahan model peramalan semi average ialah bahwa keakuratannya semakin rendah jika waktu peramalannya semakin jauh kedepan. Metode Rata-rata Penjualan Tahun 6 7 8 Tahun 6 7 8 Rata-rata Unit 2.500 2.640 3.960 Unit 2.500 2.640 3.960 Jakarta 750 1.056 612 Jakarta 0,30 0,4 0,2 0,30 Bandung Surabaya 750 1.056 1.224 1000 528 1224

Bandung Surabaya 0,3 0,4 0,4 0,37 0,4 0,2 0,4 0,33

Penjualan per daerah tahun 9: Jakarta : 0,30 x 4.437,5 = 1.331,25

Anggaran Penjualan & Produksi | 12

Bandung Surabaya

: 0,37 x 4.437,5 = 1.641,875 : 0,33 x 4.437,5 = 1.464,375

Jika persediaan pada akhir tahun ke 8 sebesar 200 unit dan persediaan tahun ditaksir 10% dari volume penjualan tahun 10. Maka dapat disusun volume produksi tahun 9 sebagai berikut : Volume Produksi Tahun 9 Keterangan Penjualan Persediaan akhir 10% x 4.812,5 unit (+) Total Persediaan awal (-) Produksi Unit 4.437,50 481,5 4.918,50 200 4.718,50

Metode Korelasi dan Regresi Tahun 1 2 3 4 5 X 10 11 10 12 13 56 Y 150 160 155 165 170 800 XY 1.500 1.760 1.550 1.980 2.210 9.000 X2 100 121 100 144 169 634 Y2 22.500 25.600 24.025 27.225 28.900 128.250

Keterangan : X = biaya promosi; Y = penjualan dalam rupiah b= b= . . . X2 2 a= . = 5,88

. . = 45.000 44.800 = 200 34 5 634 56 3.170 3.136 a = 800 5,88 56 = 470,72 = 94,14 5 5

Misal biaya promosi (x) tahun ke 6 sebesar Rp 15, maka nilai penjualan tahun ke 6 sebesar : Y = a + bx = 94,14 + 5,88(15) = 182,34 atau Rp 182, 34. Penafsiran koefisien korelasi antara variable bebas (x) dengan variable terikat (y) disajikan dalam notasi (rxy) adalah:

Anggaran Penjualan & Produksi | 13

1) Jika (rxy) lebih kecil dari 1, artinya variable bebas memiliki hubungan positif secara linier dengan variable terikat; jika variable bebas bertambah maka variable terikat bertambah 2) Jika (rxy) negative (-1) artinya variable bebas memiliki hubungan negative secara linear dengan variable terikat; jika variable bebas bertambah maka variable bebas akan berkurang dan sebaliknya. 3) Jika (rxy) mendekati angka 1 maka variable bebas memiliki hubungan erat dengan variable terikat, dan sebaliknya. 4) Jika (rxy) sama dengan 0, maka variable bebas tidak mempunyai hubungan dengan variable terikat, Contoh perhitungan menunjukkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,97 artinya antara variable bebas biaya promosi mempunyai hubungan sangat erat dengan variable terikat nilai penjualan.

d. Metode peramalan khusus Analisis Industri Analisis ini menghubungkan antara peramalan penjualan suatu perusahaan dengan peramalan penjualan industri sejenis (industri pesaing). Perusahaan harus membuat peramalan penjualan ondustri sejenis kemudian membuat peramalan penjualan yang bersangkutan dan dihitung rasionya. Analisis Product Line Metode ini digunakan pada perusahaan yang memiliki banyak produk. Tiap-tiap jenis produk harus dibuat ramalan-ramalan penjualan agar dapat diketahui laba setiap produknya. Analisis Pengguanaan Akhir Perusahaan yang menghasilkan produk setengah jadi, produknya bisa dijual langsung dipasar sebagai bahan baku perusahaan lain, dan bisa diproses lebih lanjut untuk barang konsumsi akhir, perusahaan harus membuat ramalan penjualan barang konsumsi akhir.

e. Faktor-faktor yang mempengaruhi anggaran penjualan Faktor Internal : 1) Kebijakan perusahaan 2) Kapasitas produksi 3) Modal kerja 4) Kemampuan tenaga penjual 5) Data masa lampau penjualan

Anggaran Penjualan & Produksi | 14

Faktor Eksternal : 1) Posisi perusahaan dalam persaingan 2) Daya beli, kebutuhan, dan selera konsumen 3) Kebijakan pemerintah 4) Kondisi politik, sosial, ekonomi, budaya dan bisnis 5) Tingkat pertumbuhan penduduk

f.

Hubungan anggaran penjualan dengan permintaan Pandangan fungsi permintaan adalah untuk barang-barang ekonomis yang memerlukan pengorbanan sumber-sumber daya yang langka. Permintaan merupakan jumlah barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen. Permintaan langsung ialah jumlah barang yang diminta olej konsumen untuk konsumsi, sedangkan permintaan turunan ialah untuk produksi. Barang atau jasa yang diminta langsung oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan yang berorientasi kepuasan disebut consumer goods, sedangkan jumlah barang atau jasa yang diminta industry yang berorientasi laba disebut producer goods. Logika permintaan adalah bahwa : (1) barang atau jasa mempunyai manfaat untuk memenuhi kebutuhan, (2) masyarakat mempunyai pendapatan sebagai daya beli. Karena daya beli masyarakat pada umumnya terbatas, maka permintaan sering berubah berdasar daya beli tersebut. Fungsi Permintaan Fungsi permintaan ditentukan oleh berbagai factor antara lain dapat digambarkan dalam persamaan dibawah ini: Q = aP + aY + aPop + ai + aA Dimana : Q = jumlah barang yang diminta P = price Y = pendapatan masyarakat yang dibelanjakan P = populasi (jumlah penduduk) I = tingkat suku bunga rata-rata A = advertensi a, a, a, a, a = parameter fungsi permintaan

Anggaran Penjualan & Produksi | 15

misalnyasuatu perusahaan memproduksi produk A, mempunyai permintaan atas produknya seperti persamaan dibawah ini : artinya : Permintaan barang A akan turun 2.500 unit, jika harga naik Rp. 1 Meningkat 1.000 unit, jika pendapatan masyarakat naik Rp. 1 Meningkat 0,05 unit, jika penduduk bertambah 1 orang Turun Rp. 1.000 unit, jika bank naik 1% Meningkat 0,05 unit, jika biaya promosi naik Rp. 1

Estimasi Permintaan Barang A Variabel Independen P Y Pop I A Parameter -2500 1000 0,05 1000 0,05 Total Permintaan Ramalan atas Variabel Rp12 Rp23,50 230000 10% Rp300.000 Total permintaan -30000 23500 11500 10000 15000 10000

QA QA

= -2.500(12) + 1.000(23,50) +0,05(230.000) 1.000(10) + 0,05(300.000) = 10.000 = -2.500P + 1.000(23,50) +0,05(230.000) 1.000(10) + 0,05(300.000) = 40.000 2.500P

2.500P = 40.000 - QA P P = (40.000/2.500) (QA/2.500) = Rp 16

Keterangan : Jika P atau harga naik Rp 1, maka turun 2.500 unit dan sebaliknya Jika P = Rp 16, maka Q = 0, harga maksimum, jadi harga harus dibawah Rp 16 Jika Q = 40.000, maka P = 0 Kurva permintaan menunjukkan bahwa harga tertinggi Rp 16 dan Q tertinggi 40.000 unit.

Anggaran Penjualan & Produksi | 16

Kurva fungsi Permintaan P Rp16 Q = 40.000Q 2.500P dan P = Rp 16 Rp 0,0004Q

40.000Q

Anggaran Penjualan & Produksi | 17

ANGGARAN PRODUKSI
A. DEFINISI ANGGARAN PRODUKSI Anggaran produksi adalah anggaran yang disusun perusahaan untuk menentukan jumlah barang jadi yang harus diproduksi oleh perusahaan. Anggaran ini dibuat setelah anggaran penjualan disusun karena perusahaan harus menentukan jumlah barang jadi yang harus diproduksi dalam rangka mendukung target penjualan yang ada dianggaran penjualan. Untuk dapat menyusun anggaran produksi, dibutuhkan berbagai data dan informasi sebagai berikut. 1. Estimasi jumlah unit barang jadi yang akan dijual pada periode mendatang Jumlah unit barang jadi yang akan terjual dapat diperoleh dari anggaran penjualan yang telah dibuat sebelumnya. 2. Estimasi jumlah persediaan barang jadi pada akhir periode anggaran Pada umumnya, perusahaan memproduksi barang jadi lebih banyak dari yang diperkirakan dapat dijual. Hal ini dilakukan karena perusahaan ingin menghindari terjadinya kondisi stock out, yaitu kondisi dimana perusahaan tidak memiliki

persediaan barang ketika perusahaan memperoleh order pembelian dari pelanggan. Terdapat dua kerugian dari kondisi stock out, yaitu: a. Perusahaan mengalami opportunity lost. b. Pelanggan beralih ke pesaing. 3. Estimasi jumlah persediaan barang jadi diawal periode anggaran Estimasi ini merupakan persediaan yang tersisa dari periode sebelumnya. Setelah estimasi jumlah penjualan dalam unit dan persediaan akhir barang jadi telah diperoleh datanya, langkah selanjutnya adalah menentukan jumlah barang jadi yang rencananya aka diproduksi. Jumlah yang akan diproduksi diperoleh dengan mengurangkan jumlah penjualan dalam unit dan persediaan akhir barang jadi dengan persediaan awal barang jadi.

B. LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN ANGGARAN PRODUKSI ILUSTRASI: PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) adalah perusahaan yang menghasilkan lampu hemat energi LED Bohlam dan LED tube. Perusahaan ini sedang menyusun
Anggaran Penjualan & Produksi | 18

anggaran produksi untuk produk lampu LED Bohlam untuk bulan Januari 2013. PT STE memperkirakan dapat menjual 2.200.000 unit lampu LED Bohlam bulan Januari 2013. Selain itu, PT STE juga memperkirakan jumlah unit persediaan akhir dan awal LED Bohlam untuk bulan Januari 2013. No.
1. 2. 3.

Keterangan
Penjualan Persediaan Akhir Persediaan Awal

Jumlah
2.200.000 300.000 500.000

Langkah 1 Menyusun format anggaran produksi dan memasukkan data-data penjualan, persediaan akhir brang jadi, dan persediaan awal barang jadi. Anggaran Produksi PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) Untuk Periode Januari 2013 Nama Produk: Lampu LED Bohlam Penjualan (Unit) Ditambah: Persediaan akhir barang jadi Jumlah barang jadi yang dibutuhkan Dikurangi: Persediaan awal barang jadi Jumlah barang jadi yang akan diproduksi Langkah 2 Menjumlahkan barang jadi yang dibutuhkan dan menyelesaikan anggaran produksi dengan menghitung jumlah barang jadi yang akan diproduksi. Anggaran Produksi PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) Untuk Periode Januari 2013 Nama Produk: Lampu LED Bohlam Penjualan (Unit) Ditambah: Persediaan akhir barang jadi Jumlah barang jadi yang dibutuhkan Dikurangi: Persediaan awal barang jadi Jumlah barang jadi yang akan diproduksi 2.200.000 300.000 2.500.000 500.000 2.000.000 2.200.000 300.000 500.000

Berdasarkan aggaran produksi yang telah disusun, PT STE harus memproduksi LED Bohlam sebanyak 2.000.000 uni untuk bulan Januari 2013.

Anggaran Penjualan & Produksi | 19

Anggaran Produksi Untuk Periode Lebih Dari Satu Bulan Jika perusahaan ingin menyusun anggaran produksi lebih dari satu bulan, maka terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan. 1. Persediaan akhir barang jadi disuatu bulan akan menjadi persediaan awal barang jadi dibulan berikutnya. 2. Persediaan akhir barang jadi di bulan terakhir dalam satu periode akan menjadi persediaan akhir barang jadi untuk anggaran produksi periode tersebut. ILUSTRASI: PT STE ingin menyusun anggaran produksi kuartal pertama ditahun 2013 (JanuariMaret) untuk lampu LED Bohlam. Berikut ini adalah rencana penjualan unit LED Bohlam untuk 3 bulan. Bulan Januari Februari Maret Penjualan Kuantitas LED Bohlam 2.200.000 1.650.000 2.750.000

Selama tahun 2013, PT STE indah ingin agar tingkat persediaan awal barang jadi setiap bulannya adalah 400.000 unit. Jadi, jumlah persediaan akhir dan persediaan awal barang jadi adalah tetap 400.000 unit. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun anggaran produksi lampu LED untuk kuartal pertama tahun 2013.

Langkah 1 Menyusun format anggaran produksi dan memasukkan data-data penjualan selama bulan Januari, Februari dan Maret 2013. Anggaran Produksi PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) Untuk Kuartal yang berakhir 31 Maret 2013 Nama Produk: Lampu LED Bohlam Januari Februari Penjualan (Unit) 2.200.000 1.650.000 Ditambah: Persediaan akhir barang jadi 400.000 400.000 Jumlah barang jadi yang dibutuhkan Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 400.000 400.000 Jumlah barang jadi yang akan diproduksi

Maret 2.750.000 400.000 400.000

Anggaran Penjualan & Produksi | 20

Langkah 2 Menghitung barang jadi yang dibutuhkan untuk setiap bulan selama kuartal pertama tahun 2013 dengan menjumlahkan penjualan setiap bulannya dengan persediaan akhir barang jadi yang relevan. Menghitung total barag jadi yang akan diproduksi selama kuartal pertama tahun 2013. Anggaran Produksi PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) Untuk Kuartal yang berakhir 31 Maret 2013 Nama Produk: Lampu LED Bohlam Januari Februari Penjualan (Unit) 2.200.000 1.650.000 Ditambah: Persediaan akhir barang jadi 400.000 400.000 Jumlah barang jadi yang dibutuhkan 2.600.000 2.050.000 Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 400.000 400.000 Jumlah barang jadi yang akan diproduksi 2.200.000 1.650.000 C. KEBIJAKAN TINGKAT PRODUKSI Ada dua kebijakan yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menentukan jumlah barang yang akan diproduksi, yaitu kebijakan stabilisasi tingkat produksi dan kebijakan stabilisasi tingkat persediaan.

Maret 2.750.000 400.000 3.150.000 400.000 2.750.000

Kebijakan Stabilisasi Produksi Dalam menyusun anggaran produksi untuk periode lebih dari satu bulan, perusahaan seringkali ingin memiliki jumlah produksi yang sama untuk setiap bulannya. Pertimbangannya adalah : 1. Perusahaan ingin memperoleh biaya produksi yang sama setiap bulannya; 2. Jumlah pegawai pabrik cenderung tetap setiap bulannya, maka jumlah produksi tiap bulan yang stabil akan lebih tepat digunakan. 3. Mesin akan berproduksi lebih efisien jika tingkat produksi barang stabil setiap bulannya.

ILUSTRASI PT STE menerapkan kebijakan stabilisasi produksi untuk menyusun anggaran produksi produk Lampu LED Bohlam selama periode triwulan pertama 2013. Berikut ini adalah data penjualan, persediaan awal dan akhir barang jadi selama bulan januari-maret 2013.
Anggaran Penjualan & Produksi | 21

Bulan Januari Februari Maret Nama Produk LED Bohlam

Penjualan Unit 2.200.000 1.650.000 2.750.000 Persediaan Akhir (Maret) 400.000 Persediaan Awal (Januari) 400.0000

Langkah 1 Menyusun format anggaran dan memasukkan data penjualan (unit). PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) Untuk Kuartal yang berakhir 31 Maret 2013 Nama Produk: Lampu LED Bohlam Januari Februari Maret Total Penjualan (Unit) 2.200.000 1.650.000 2.750.000 6.600.000 Ditambah: Persediaan akhir barang jadi 400.000 400.000 Jumlah barang jadi yg dibutuhkan Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 400.000 400.000 Jumlah barang jadi yg akan diproduksi

Langkah 2 Melengkapi kolom total dan membagi jumlah total produksi keseluruhan dengan jumlah bulan dalam anggaran. PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) Untuk Kuartal yang berakhir 31 Maret 2013 Nama Produk: Lampu LED Bohlam Januari Februari Maret Penjualan (Unit) 2.200.000 1.650.000 2.750.000 Ditambah: Persediaan akhir barang jadi 400.000 Jumlah barang jadi yg dibutuhkan Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 400.000 Jumlah barang jadi yg akan diproduksi 2.200.000 2.200.000 2.200.000

Total 6.600.000 400.000 7.000.000 400.000 6.600.000

Langkah 3 Menotal barang jadi yang dibutuhkan dan melengkapinya.


Anggaran Penjualan & Produksi | 22

PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) Untuk Kuartal yang berakhir 31 Maret 2013 Nama Produk: Lampu LED Bohlam Januari Februari Maret Penjualan (Unit) 2.200.000 1.650.000 2.750.000 Ditambah: Persediaan akhir barang jadi 400.000 950.000 400.000 Jumlah barang jadi yg dibutuhkan 2.600.000 2.600.000 3.150.000 Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 400.000 400.000 950.000 Jumlah barang jadi yg akan diproduksi 2.200.000 2.200.000 2.200.000

Total 6.600.000 400.000 7.000.000 400.000 6.600.000

D. KEBIJAKAN STABILISASI TINGKAT PERSEDIAAN Kebijakan stabilisasi persediaan dapat diterapkan untuk perusahaan yang tidak menginginkan tingkat persediaan berfluktuasi secara berlebihan setiap periode yang tercakup dalam anggaran.

ILUSTRASI: PT STE menerapkan kebijakan stabilisasi tingkat persediaan untuk menentukan jumlah produksi produknya untuk triwulan pertama 2013. Berikut adalah data penjualan selengkapnya: Bulan Januari Februari Maret Penjualan Unit 2.200.000 1.650.000 2.750.000

Persediaan Akhir 500.000

Persediaan Awal 350.000

Langkah 1 Menyusun format anggaran, memasukkan data penjualan dan menghitung jumlah tingkat persediaan barang jadi setiap bulannya.

Anggaran Penjualan & Produksi | 23

PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) Untuk Kuartal yang berakhir 31 Maret 2013 Nama Produk: Lampu LED Bohlam Januari Februari Maret Total Penjualan (Unit) 2.200.000 1.650.000 2.750.000 6.600.000 Ditambah: Persediaan akhir barang jadi 500.000 Jumlah barang jadi yg dibutuhkan Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 350.000 400.000 450.000 Jumlah barang jadi yg akan diproduksi

Langkah 2 Memasukkan persediaan akhir dengan ketentuan persediaan akhir suatu bulan akan menjadi persediaan awal bulan berikutnya. PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) Untuk Kuartal yang berakhir 31 Maret 2013 Nama Produk: Lampu LED Bohlam Januari Februari Maret Total Penjualan (Unit) 2.200.000 1.650.000 2.750.000 6.600.000 Ditambah: Persediaan akhir barang jadi 400.000 450.000 500.000 Jumlah barang jadi yg dibutuhkan Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 350.000 400.000 450.000 Jumlah barang jadi yg akan diproduksi

Langkah 3 Menyelesaikan anggaran produksi dengan menghitung total barang jadi yang diperlukan dan jumlah barang jadi yang aka diproduksi untuk bulan Januari-Maret 2013 dan secara total selama 3 bulan. PT SINAR TERANG ELEKTRONIK (STE) Untuk Kuartal yang berakhir 31 Maret 2013 Nama Produk: Lampu LED Bohlam Januari Februari Maret Total Penjualan (Unit) 2.200.000 1.650.000 2.750.000 6.600.000 Ditambah: Persediaan akhir barang jadi 400.000 450.000 500.000 1.350.000 Jumlah barang jadi yg dibutuhkan 2.600.000 2.100.000 3.250.000 7.950.000 Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 350.000 400.000 450.000 1.200.000 Jumlah barang jadi yg akan diproduksi 2.250.000 1.700.000 2.800.000 6.750.000

Anggaran Penjualan & Produksi | 24

Anggaran Penjualan & Produksi | 25

Anda mungkin juga menyukai