P. 1
Kon Seling

Kon Seling

|Views: 4|Likes:
Dipublikasikan oleh Fiqia Nur Alifah

More info:

Published by: Fiqia Nur Alifah on Jun 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2013

pdf

text

original

Tutik Malichah (11.1014) KONSELING DALAM PRAKTIK ASUHAN KEPERAWATAN I.

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal. Saling berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau antar individu di dalam kelompok kecil. Konseling keperawatan adalah pertolongan dalam bentuk wawancara yang menuntut adanya komunikasi interaksi yang mendalam, dan usaha bersama perawat dengan pemecahan masalah, pemenuhan kebutuhan, ataupun perubahan tingkah laku atau sikap dalam ruang lingkup pelayanan keperawatan. Konselor adalah orang yang memberi nasehat, memberi arahan kepada orang lain (klien) untuk memecahkan masalahnya. Sedangkan konseli adalah orang yang mencari (membutuhkan) advis atau nasehat. Tujuan Konseling meliputi mencapai kesehatan psikologi yang positif; memecahkan masalah meningkatkan efektifitas pribadi individu; membantu perubahan pada diri individu yang bersangkutan; membantu mengambil keputusan secara tepat dan cermat; adanya perubahan prilaku dari yang tidak menguntungkan menjadi menguntungkan. Hal-hal yang harus diperhatikan perawat sebagai konselor adalah : (1) membentuk kesiapan konseling, (2) memperoleh informasi, (3) evaluasi psikodiagnostik.

(2) situasi fisik. (d) pembicaraan dengan berbagai topik. kecakapan intelektual. dan harapan terhadap peran konselor. biasanya tercatat dalam rekam medis. . perkiraan hasil konseling. (5) pendekatan kurang. (3) pengalaman konseling yang tidak menyenangkan. kemungkinan teknik konseling. (6) iklim penerimaan pada konseling kurang. pengetahuan klien tentang konseling.Psikodiagnostik Psikodiagnostik meliputi pernyataan masalah klien. 3. (b) teknik survey terhadap masalah klien. • Persiapan terhadap klien (a) Orientasi pra konseling. perkiraan sebabsebab kesulitan. Kesiapan Konseling Faktor yang mempengaruhi kesiapan konseling adalah motivasi memperoleh bantuan.1. (e) menghubungi sumber-sumber referal. tingkat tilikan terhadap masalah. 2. (4) pemahaman konseling kurang. (c) memberikan informasi pada klien. Memperoleh Riwayat Kasus Riwayat kasus merupakan kumpulan informasi sistematis tentang kehidupan sekarang dan masa lalu. • Hambatan dalam persiapan konseling: (1) penolakan. Riwayat kasus keperawatan.

realisasi tujuan bersama. • Tujuannya adalah menjembatani hubungan antara konselor dengan klien. menjamin kerahasiaan. Pembinaan dan pemantapan hubungan baik (rapport) • “En rapport” mempunyai makna saling memahami dan mengenal tujuan bersama. b. Perbedaan Konseling dengan Nasehat · Nasehat Memberitahukan klien apa yang sebaiknya klien lakukan. f. d. topik pembicaraan yangs sesuai. g. menciptakan suasanan yang aman dan nyaman. e.II. memperkenalkan diri. Proses Konseling Hubungan antara konselor dan klien adalah inti proses konseling. sikap penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. Proses konseling meliputi : 1. membuat klien bertanya dan mendiskusikan masalah pribadinya. c. sikap hangat. menghakimi perilakunya di masa lalu dan sekarang · Konseling Memberikan fakta-fakta sehingga klien dapat membuat keputusan. III. • Beberapa teknik untuk menguasai rapport adalah a. memberikan salam. .

e. kesadaran terhadap hakekat klien. c.h. pengambilan keputusan dan pemecahan masalah • MB Apabila data telah lengkap. b. b. mengamati komunikasi nonverbal klien. Hal ini dapat dilakukan dengan cara: a. • Tahapan dalam memecahkan masalah adalah: a. menjabarkan alternatif pemecahan masalah. Pengumpulan dan pemberian informasi Pengumpulan dan pemberian informasi merupakan tugas dari konselor. memilih alternatif terbaik. menjajagi masalah (menetapkan masalah yang dihadapi klien). c. . mengevaluasi alternatif (menilai setiap alternatif dg analisis SWOT). d. mendengar keluhan klien. memahami masalah (mempertegas masalah yang sesungguhnya). g. e. membatasi masalah (menetapkan batas-batas masalah). 2. memberikan penjelasan masalah yang dihadapinya. Perencanaan. bertanya riwayat kesehatan. latar belakang keluarga. f. 3. maka perawat membantu klien untuk memecahkan masalah atau membuat perencanaan dalam pemecahan masalahnya. menerapkan alternatif dan menindaklanjuti pertemuan. d. dan masalah.

(c) Adanya kemandirian dalam pemecahan masalah . memilih salah satu jalan keluar dan melaksanakan jalankeluar tersebut. melengkapi data klien untuk merumuskan penyebab masalah dan menentukan jalan keluar. (b) Bagian Inti/ Pokok Bagian ini mencakup kegiatan mencari jalan keluar.IV. (c) Bagian Akhir Merupakan kegaitan akhir dari konseling yang meliputi penyompulan dari seluruh aspek kegiatan. Langkah ini merupakan langkah penutupan dari pertemuan dan penetapan untuk pertemuan berikutnya. (b) Klien memeiliki pengalaman dalam menghadapi masalah dan pelaksanaan pemecahan masalah kesehatan. Langkah-Langkah Konseling • Langkah-langkah konseling terbagi menjadi tiga bagian yaitu : (a) Pendahuluan Merupakan kegiatan untuk menciptakan kontak. • Tujuan/ harapan dari pelayanan konseling yang telah dilakukan adalah : (a) Peningkatan kemampuan klien dalam upaya mengenal masalah. dan manilai hasil tindakan secara tepat dan cermat. merumuskan alternatif pemecahan masalah.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->