Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar belakang Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangansuami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan,mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur intervaldiantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungandengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga(Suratun, 2008).Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah diubahvisinya dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkanKeluarga Berkualitas tahun 2015. Keluarga yang berkualitas adalahkeluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yangideal, berwawasan kedepan, bertanggungjawab, harmonis dan bertaqwakepada Tuhan YME. Dan dalam paradigma baru program ini misinya sangatmenekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagaiupaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Karena keluargaadalah salah satu diantara kelima matra kepentingan kependudukan yangsangat mempengaruhi perwujudan penduduk yang berkualitas.Berdasarkan visi dan misinya program Keluarga Berencana nasionalmempunyai kontribusi penting dalam upaya peningkatan kualitas penduduk.Salah satu kunci dalam rencana strategi nasional Indonesia 2010 adalah bahwa setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang diinginkan. 2Untuk mewujudkan pesan kunci tersebut keluarga berencana merupakanupaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama. Untuk mengoptimalkan keluarga berencana bagi kesehatan, pelayanannya harusdigabungkan dengan pelayanan kesehatan reproduksi yang telah tersedia.Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992(tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluargasejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakatmelalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Arum, 2008).Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatuusaha yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutantidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilantersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matangkehamilan merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehinggaakan terhindar dari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi(Suratun, 2008). B. Tujuan Penulisan 1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian kontrasepsi.2. Mahasiswa mampu menjelaskan macam- macam alat- alat kontrasepsi.3.

Mahasiswa mampu menjelaskan efek samping yang akan timbul dari penggunaan kontrasepsi. 34. Mahasiswa mampu memberi penilaian dalam penanganan efek sampingyang timbul pada pengguanaan kontrasepsi. C. Manfaat Penulisan Mahasiswa dapat lebih aktif dalam proses belajar, denganmempelajari materi- materi yang akan dibahas dalam pembahasan penilaianefek samping yang timbul pada pengguanaan alat- alat kontrasepsimahasiswa dapat lebih mahir dalam memberikan asuhan kepada klien .

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangansuami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan,mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur intervaldiantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungandengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga(Suratun, 2008).Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah diubahvisinya dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkanKeluarga Berkualitas tahun 2015. Keluarga yang berkualitas adalahkeluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yangideal, berwawasan kedepan, bertanggungjawab, harmonis dan bertaqwakepada Tuhan YME. Dan dalam paradigma baru program ini misinya sangatmenekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagaiupaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Karena keluargaadalah salah satu diantara kelima matra kepentingan kependudukan yangsangat mempengaruhi perwujudan penduduk yang berkualitas.Berdasarkan visi dan misinya program Keluarga Berencana nasionalmempunyai kontribusi penting dalam upaya peningkatan kualitas penduduk.Salah satu kunci dalam rencana strategi nasional Indonesia 2010 adalah bahwa setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang diinginkan. 2Untuk mewujudkan pesan kunci tersebut keluarga berencana merupakanupaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama. Untuk mengoptimalkan keluarga berencana bagi kesehatan, pelayanannya harusdigabungkan dengan pelayanan kesehatan reproduksi yang

telah tersedia.Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992(tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluargasejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakatmelalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Arum, 2008).Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatuusaha yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutantidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilantersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matangkehamilan merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehinggaakan terhindar dari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi(Suratun, 2008). B. Tujuan Penulisan 1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian kontrasepsi.2. Mahasiswa mampu menjelaskan macam- macam alat- alat kontrasepsi.3. Mahasiswa mampu menjelaskan efek samping yang akan timbul dari penggunaan kontrasepsi. 34. Mahasiswa mampu memberi penilaian dalam penanganan efek sampingyang timbul pada pengguanaan kontrasepsi. C. Manfaat Penulisan Mahasiswa dapat lebih aktif dalam proses belajar, denganmempelajari materi- materi yang akan dibahas dalam pembahasan penilaianefek samping yang timbul pada pengguanaan alat- alat kontrasepsimahasiswa dapat lebih mahir dalam memberikan asuhan kepada klien . 4 BAB IIPEMBAHASAN A. Pengertian Kontrasepsi Asal kata kontra berarti mencegah atau melawan dan konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan selsperma yang mengakibatkan. Kehamilan Kontrasepsiusaha-usaha untuk mencegahterjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara,dapat pula bersifat permanen.Efektivitas kontrasepsi adalah keunggulan carakontrasepsi tertentudalam mencegah kehamilan dalam kenyataan penggunaan sehari-hari

dayaguna kontrasepsi terdiri atas daya gunateoritis atau fisiologik (theoreticaleffectiveness),daya guna pemakaian (use effectiveness) dan dayagunademografik (demografic effectiveness).Akseptor Keluarga Barencana (KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi (BKKBN, 2007).Efek samping adalah perubahan fisik atau psikis yang timbul akibatdari penggunaan alat/obat kontrasepsi, tetapi tidak berpengaruh seriusterhadap kesehatan klien (BKKBN, 2002). B. Pembinaan Akseptor KB Melalui Konseling Penyuluhan KB adalah kegiatan penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dan masyarakatguna mewujudkan keluarga berkualitas. Tugas penyuluhan KB meliputi persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan dan pembinaan generasi 5muda. Dalam penyuluhan KB terdapat beberapa pendekatan yang dapatdilakukan agar mampu mengubah perilaku kelompok sasaran.Di dalam program KB dikenal istilah Komunikasi, Informasi danEdukasi (KIE) yang merupakan proses penyampaian dan penerimaan pesandalam rangka meningkatkan dan memanfaatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat, dan mendorongnya agar secara sadar menerima program KB. KIE yang responsif gender adalah salah satu pendekatandalam komunikasi yang bertujuan mempercepat perubahan pengetahuan,sikap dan perilaku. Perlunya KIE terutama bagi perempuan disebabkan banyak dari mereka yang masih belum paham tentang hal-hal penting yangterkait dengan kesehatan mereka.Jenis pendekatan lain yang sering digunakan dalam program KBadalah Komunikasi Inter Personal/Konseling (KIP/K). KIP/Konselingmerupakan suatu bentuk tatap muka dua arah antara klien dan petugas yangdilakukan dengan sengaja dan bertujuan membantu kliennya mengambilkeputusan sesuai keinginannya secara sadar dan sukarela. Untuk itu, petugasseyogyanya peka gender dalam proses konseling, klien merasa puas dantidak merasa diabaikan. Melalui proses KIE dan konseling yang berkeadilangender, diharapkan tumbuh kerjasama di antara laki-laki dan perempuandalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan berkeadilan gender karena penyuluhan KB juga perlu memperhatikan dan melibatkan parasuami. 6Selain pendekatan dalam komunikasi, juga diperlukan pelayanan KByang merupakan kegiatan pemberian fasilitas kepada keluarga danmasyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dalam mewujudkan keluarga berkualitas. sedangkan tugas pelayanan KB mencakup persiapan pelayanan, pelaksanaan pelayanan dan pengembangan model pelayanan. C. Praktek Pembinaan Akseptor KB 1. KondomKondom adalah cara KB yang disarungkan ke alat kelamin laki-laki. Kondom dibuat dari karet tipis, kulit, lateks dan plastik. Kondom berguna untuk mencegah pertemuan sel telur wanita dan sel mani darilaki laki sehingga tidak terjadi kehamilan.a. Cara PemakaianSarungkan pada alat kelamin laki

laki saat dalam keadaan tegang, baru kemudian dilakukan hubungan kelamin. b. Keuntungan1) Mencegah kehamilan2) Dapat dipakai sendiri3) Mudah didapat4) Praktis5) Murah6) Memberi perlindungan terhadap penyakit penyakit akibathubungan seks.7) Dapat diandalkan karena cukup efektif

4 BAB IIPEMBAHASAN A. Pengertian Kontrasepsi Asal kata kontra berarti mencegah atau melawan dan konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan selsperma yang mengakibatkan. Kehamilan Kontrasepsiusaha-usaha untuk mencegahterjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara,dapat pula bersifat permanen.Efektivitas kontrasepsi adalah keunggulan carakontrasepsi tertentudalam mencegah kehamilan dalam kenyataan penggunaan sehari-hari dayaguna kontrasepsi terdiri atas daya gunateoritis atau fisiologik (theoreticaleffectiveness),daya guna pemakaian (use effectiveness) dan dayagunademografik (demografic effectiveness).Akseptor Keluarga Barencana (KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi (BKKBN, 2007).Efek samping adalah perubahan fisik atau psikis yang timbul akibatdari penggunaan alat/obat kontrasepsi, tetapi tidak berpengaruh seriusterhadap kesehatan klien (BKKBN, 2002). B. Pembinaan Akseptor KB Melalui Konseling

Penyuluhan KB adalah kegiatan penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dan masyarakatguna mewujudkan keluarga berkualitas. Tugas penyuluhan KB meliputi persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan dan pembinaan generasi 5muda. Dalam penyuluhan KB terdapat beberapa pendekatan yang dapatdilakukan agar mampu mengubah perilaku kelompok sasaran.Di dalam program KB dikenal istilah Komunikasi, Informasi danEdukasi (KIE) yang merupakan proses penyampaian dan penerimaan pesandalam rangka meningkatkan dan memanfaatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat, dan mendorongnya agar secara sadar menerima program KB. KIE yang responsif gender adalah salah satu pendekatandalam komunikasi yang bertujuan mempercepat perubahan pengetahuan,sikap dan perilaku. Perlunya KIE terutama bagi perempuan disebabkan banyak dari mereka yang masih belum paham tentang hal-hal penting yangterkait dengan kesehatan mereka.Jenis pendekatan lain yang sering digunakan dalam program KBadalah Komunikasi Inter Personal/Konseling (KIP/K). KIP/Konselingmerupakan suatu bentuk tatap muka dua arah antara klien dan petugas yangdilakukan dengan sengaja dan bertujuan membantu kliennya mengambilkeputusan sesuai keinginannya secara sadar dan sukarela. Untuk itu, petugasseyogyanya peka gender dalam proses konseling, klien merasa puas dantidak merasa diabaikan. Melalui proses KIE dan konseling yang berkeadilangender, diharapkan tumbuh kerjasama di antara laki-laki dan perempuandalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan berkeadilan gender karena penyuluhan KB juga perlu memperhatikan dan melibatkan parasuami. 6Selain pendekatan dalam komunikasi, juga diperlukan pelayanan KByang merupakan kegiatan pemberian fasilitas kepada keluarga danmasyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dalam mewujudkan keluarga berkualitas. sedangkan tugas pelayanan KB mencakup persiapan pelayanan, pelaksanaan pelayanan dan pengembangan model pelayanan. C. Praktek Pembinaan Akseptor KB 1. KondomKondom adalah cara KB yang disarungkan ke alat kelamin laki-laki. Kondom dibuat dari karet tipis, kulit, lateks dan plastik. Kondom berguna untuk mencegah pertemuan sel telur wanita dan sel mani darilaki laki sehingga tidak terjadi kehamilan.a. Cara PemakaianSarungkan pada alat kelamin laki laki saat dalam keadaan tegang, baru kemudian dilakukan hubungan kelamin. b. Keuntungan1) Mencegah kehamilan2) Dapat dipakai sendiri3)

Mudah didapat4) Praktis5) Murah6) Memberi perlindungan terhadap penyakit penyakit akibathubungan seks.7) Dapat diandalkan karena cukup efektif 78) Sederhana, ringan disposable9) Tidak mempunyai efek samping10) Pria ikut secara aktif dalam program KBc. Kerugian1) Ada kemungkinan bocor, sobek dan tumpah yangmenyebabkan kondom gagal dipakai sebagai alat kontrasepsi.2) Perlu menghentikan sementara aktivitas dan spontanitashubungan seks guna memakai kondom.3) Perlu dipakai secara konsisten, hati hati dan terus menerus pada setiap senggama.d. Tempat memperoleh kondom1) Apotik 2) Klinik KB3) Puskesmas4) BPS / RB5) Warung warung atau kedai tertentue.

Cara pembuangan kondom yang benar 1) Jangan dibuang kedalam toilet2) Jangan dibuang ke dalam selokan atau got/ parit3) Jangan dilempar ke halaman4) Dibakar bersama sampah5) Bersihkan dulu (cuci), bungkus, ikat lalu masukkan ke tempatsampah 86) Ditanam2. PIL KBPil KB berisi zat yang berguna untuk mencegah lepasnya sel telur dari indung telur wanita. Ada 2 macam kemasan pil, yaitu :

Kemasan berisi 21 Pil

Kemasan berisi 28 PilSebelum meminum pil KB, Kesehatan ibu perlu diperiksa terlebihdahulu. Jika menurut hasil pemeriksaan ibu bisa memakai pil KB barulah ibu dapat mulai minum pil KB. Untuk kemasan berisi 21 pil,tablet pertama diminum setiap hari ke lima haid. Untuk kemasan berisi28 pil, tablet pertama diminum pada setiap hari pertama haid, mulai daritanda panah.a. Cara pemakaianPil KB diminum setiap hari satu tablet secara teratur, tidak bolehlupa. Hanya dengan meminum pil secara teratur dapat diperolehmanfaat pil KB sebagai cara mencegah kehamilan. b. Keuntungan1) Pil KB manjur untuk mencegah kahamilan bila dipakai sesuai petunjuk, diminum setiap hari secara teratur.2) Bila ingin mempunyai anak lagi, maka ibu bisa hamil kembalisetelah pemakaian pil dihentikan.3) Siklus haid teratur, banyaknya darah haid berkurang(mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid. 94) Mudah dihentikan setiap saatc.

Kerugian1) Mahal dan membosankan karena harus menggunakannyasetiap hari.2) Pusing3) Nyeri payudara4) Mual, terutama pada 3 bulan pertama5) Berat badan naik sedikit6) Tidak mencegah IMS, HIV, PMS, HBVd. Tempat memperoleh Pil KB1) Apotik 2) Klinik KB3) Puskesmas4) BPS / RB5) Warung warung atau kedai tertentue. Penting untuk diingat1) Bila sudah hampir habis segeralah minta kepada tempat pelayanan, supaya tidak tertunda.2) Jangan lupa, pil KB harus diminum setiap hari secara teratur.3) Apabila lupa, minumlah saat itu juga 1 tablet dan malamnyaminum 1 tablet lagi