PERATURAN MENTERI HUKUM & HAK ASASI MANUSIA NOMOR : M.09.PR.

07-10 TAHUN 2007
TANGGAL 20 APRIL 2007

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM

TAHUN 2007

1

DAFTAR ISI
I. : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAM R.I NOMOR: M.09PR.07.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM R.I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM Bagian Kesatu : Kedudukan …………………............................... Bagian Kedua : Tugas …………………………............................ Bagian Ketiga : Fungsi …………………………............................ SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ………….................................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………... Bagian Ketiga : Biro Perencanaan …………….............................. Bagian Keempat : Biro Kepegawaian ……....................................... Bagian Kelima : Biro Keuangan ………......................................... Bagian Keenam : Biro Perlengkapan ……………………………... Bagian Ketujuh : Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri ……… .. Bagian Kedelapan : Biro Umum …………………............................ DIREKTORAT UNDANGAN Bagian Kesatu Bagian Kedua Bagian Ketiga Bagian Keempat Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh Bagian Kedelapan BAB V : JENDERAL : : : : : : : : PERATURAN PERUNDANG01

BAB I

:

03 03 03 03 03 04 04 04 04 09 12 16 19 21 25 25 25 25 28 31 35 37 40 43 43 43 43 46 50 51 53 56 58 58 58 58 61 64 66 69 72 75

BAB II
BAB III

: :

BAB IV

:

Tugas dan Fungsi …………….............................. Susunan Organisasi ……………………………... Sekretariat DITJEN …………………………….. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang… undangan Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang… undangan Direktorat Publikasi, Kerja Sama dan … Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Direktorat Litigasi Perundang-undangan … Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan … Daerah

DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Perdata ……………………………. Bagian Kelima : Direktorat Pidana ……………………………. Bagian Keenam : Direktorat Tata Negara …................................... Bagian Ketujuh : Direktorat Hukum Internasional ……………… Bagian Kedelapan : Direktorat Daktiloskopi ……............................... DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Registrasi dan Statistik ……... Bagian Kelima : Direktorat Bina Perawatan ……... Bagian Keenam : Direktorat Bina Bimbingan ……... Kemasyarakatan Bagian Ketujuh : Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi ….... Bagian Kedelapan : Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban ……... Bagian Kesembilan : Direktorat Bina Khusus Narkotika ……….........

BAB VI

:

i

BAB VII

:

DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………......................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Dokumen Perjalanan, ……............. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Bagian Kelima : Direktorat Izin Tinggal dan Status ……............. Keimigrasian Bagian Keenam : Direktorat Intelijen Keimigrasian ……............. Bagian Ketujuh : Direktorat Penyidikan dan ……............. Penindakan Keimigrasian Bagian Kedelapan : Direktorat Lintas Batas dan Kerja ……………. Sama Luar Negeri Keimigrasian Bagian Kesembilan : Direktorat Sistem Informasi ……………. Keimigrasian DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………........................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN …………………………… Bagian Keempat : Direktorat Hak Cipta, Desain …………… Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Bagian Kelima : Direktorat Paten ……………............................. Bagian Keenam : Direktorat Merek ……………............................. Bagian Ketujuh : Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan …… Bagian Kedelapan : Direktorat Teknologi Informasi ………………... DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Hak Asasi Manusia ……... Bagian Kelima : Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak ……... Asasi Manusia Bagian Keenam : Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan ……... Hak Asasi Manusia Bagian Ketujuh : Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi ……... Manusia Bagian Kedelapan : Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak ….. Asasi Manusia INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………….. Bagian Ketiga : Sekretariat ITJEN …………………………….. Bagian Keempat : Inspektorat Kepegawaian ……....................... Bagian Kelima : Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan …... Bagian Keenam : Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan …... Hak Kekayaan Intelektual Bagian Ketujuh : Inspektorat Pemasyarakatan …........................ Bagian Kedelapan : Inspektorat Keimigrasian ……........................ Bagian Kesembilan : Inspektorat Khusus …………………………….. Bagian Kesepuluh : Kelompok Jabatan Fungsional Auditor ..........

78 78 78 78 81 84 86 89 92 95 99 99 99 99 102

BAB VIII :

BAB IX

:

104 107 109 111 115 115 115 115 118 121 124 126 128 131 131 131 131 135 135 136 137 137 138 139 140 140 140 140 143

BAB X

:

BAB XI

:

BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………............................. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………............................. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan …….. Sistem Hukum Nasional

ii

Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh BAB XII :

: Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum …….. Nasional : Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum .......... Nasional : Pusat Penyuluhan Hukum …………………...

145 147 149 152 152 152 152 155 157 159 161 164 164 164 164 167 169 171 173

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………….. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Sipil dan Politik Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Bagian Keenam : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak Asasi Manusia Yang Berat Bagian Ketujuh : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Kelompok Rentan : BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………... Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat Badan …………………………… Bagian Keempat : Pusat Pengembangan Kepemimpinan ……….. dan Manajemen Bagian Kelima : Pusat Pengembangan Teknis ……….. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional dan ……….. HAM : STAF AHLI

BAB XIII

BAB XIV

BAB XV

: PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………… Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………………………….. : KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL : TATA KERJA

174 174 174 176 176 177 177 177

BAB XVI BAB XVII

BAB XVIII : INSTANSI VERTIKAL
BAB XIX

: UNIT PELAKSANA TEKNIS : KETENTUAN PENUTUP

BAB XX

iii

LAMPIRAN I
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Bagan Susunan Organisasi Menteri Hukum dan HAM Bagan Susunan Organisasi Sekretariat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Imigrasi Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal HAM Bagan Susunan Organisasi Inspektorat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Badan Pembinaan Hukum Nasional Bagan Susunan Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan …………………… …………………… …………………… xvi …………………… …………………… …………………… xxiii xxxi i ii ix

…………………… xxxix …………………… xlvi …………………… liii …………………… lxi …………………… lxvii

…………………… lxxiii ………………… lxxviii

LAMPIRAN II
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 91Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/1841/M.PAN/10/2005 Tanggal 5 Oktober 2005 Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/941/M.PAN/4/2007 Tanggal 16 April 2007

………………..

I

2.

………………..

IX

3.

……………….. ……………….. ………………..

XII XIV XVI

4. 5.

iv

Susunan Organisasi. perlu penataan kembali organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3614). 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3474).07. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168. dan Tata Kerja Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3668). Menimbang : a. 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 13. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3809). Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209).10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. 5.PAN/4/2007 tanggal 16 April 2007. : 1. 8. Tugas.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan menetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang baru. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/941/M.MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.09-PR. 2. 6. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 33. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. Mengingat 1 . 7.03-PR-07. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889). perlu mencabut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M. b. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886).

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 244. 13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4045). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). Fungsi. Fungsi. Keputusan Presiden Nomor 139 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kantor Pelayanan Fidusia di setiap Ibukota Propinsi di wilayah Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 109. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 14. 16. 22. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 8 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2004 – 2009. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4131). Tugas. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya-biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 170. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4046 ). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. 17. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 108/1995 tentang Pedoman Perumusan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural di lingkungan Departemen. 21. 24. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 8. 20. Tugas. 10. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4130). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4005 ). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 243. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2004 tentang Kedudukan. 2 . 19. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 25. 18. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.9. 12. 11. 15. 23. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.

e. h. Staf Ahli. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Direktorat Jenderal Imigrasi. Bagian Kedua Tugas Pasal 2 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia.BAB I KEDUDUKAN. 3 . (2) Departemen dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. b. saran. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. j. c. dan e. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Kedudukan Pasal 1 (1) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah unsur pelaksana Pemerintah. i. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Inspektorat Jenderal. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. d. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. c. dan l. kebijakan pelaksanaan. TUGAS. d. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. k. g. f. penyampaian laporan hasil evaluasi. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b. Sekretariat Jenderal. Badan Pembinaan Hukum Nasional. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan nasional. Bagian Ketiga Fungsi Pasal 3 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 . dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

e. dan d. c. pelaksanaan pembinaan organisasi di lingkungan Departemen. b. 4 . penyusunan evaluasi rencana dan laporan Departemen. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Biro Umum. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. c. c. f. ketatalaksanaan serta evaluasi dan penyusunan laporan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan pembinaan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen. b. d. pengorganisasian. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. penyusunan program dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Biro Kepegawaian. kementerian Negara. Lembaga Pemerintah Non Departemen.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. pengumpulan dan pengolahan data perencanaan Departemen. Biro Perencanaan. dan h. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 8 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. koordinasi penyusunan rencana dan anggaran. penyusunan rencana strategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. Biro Perlengkapan. dan f. g. Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. d. Biro Keuangan. Departemen lain. dan lembaga lain yang terkait. Pasal 9 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 8. pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit-unit organisasi di lingkungan Departemen. b. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan.

dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Badan Pembinaan Hukum Nasional. dan d. Nusa Tenggara Timur. Pasal 14 Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Nusa Tenggara Barat. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Evaluasi dan Laporan. dan d. penyajian informasi serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. c. Pasal 13 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Sumatera Barat. penyajian dan pemberian layanan data dan informasi. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV. serta perencanaan. Jambi. Maluku dan Maluku Utara. Jawa Tengah.Pasal 10 Biro Perencanaan terdiri atas : a. Sumatera Utara. penyajian informasi termasuk data terkait gender serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. perangkat dan jaringan situs. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Sekretariat Jenderal. Sulawesi Utara. pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Yogyakarta. Banten. termasuk data terkait gender. dan Jawa Timur serta pelaksanaan administrasi surat masuk dan keluar. Sulawesi Selatan. perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. c. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. serta perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. pengoperasian jaringan situs Departemen dan pemeliharaan file. Kepulauan Riau. pengumpulan dan pengolahan data. Bagian Ketatalaksanaan. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Selatan. Papua. b. DI. dan f. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. Bengkulu. e. Sulawesi Tengah. dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. dan Lampung serta pengoperasian dan pemeliharaan jaringan situs Departemen dan perangkat keras. Pasal 11 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data. Kalimantan Timur. DKI Jakarta. (1) (2) (3) (4) 5 . c. Riau. Sulawesi Barat. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I. perencanaan. b. Kalimantan Tengah. dan Irian Jaya Barat. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II. Gorontalo. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Sumatera Selatan. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. b. Bagian Penyusunan Program dan Anggaran. d. Sulawesi Tenggara. Bagian Organisasi.

Sumatera Selatan. program dan anggaran. pengolahan dan analisis data. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. koordinasi penyusunan perencanaan. Sulawesi Tenggara. Pasal 18 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Sulawesi Utara. pengolahan dan analisis data. Bengkulu. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. pengelolaan. Nusa Tenggara Barat. pengolahan dan analisis data. dan d. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. Yogyakarta. program dan anggaran. penyusunan rencana strategis. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. Sumatera Barat. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Sekretariat Jenderal. Maluku Utara. Bagian Penyusunan Program. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II. program dan anggaran. d. penyusunan rencana. Banten. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan pengelolaan. penyusunan rencana. dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. (1) (2) (3) (4) 6 . Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. DKI Jakarta. Pasal 17 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran terdiri atas : a. Pasal 15 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. DI. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyusunan program. penyusunan rencana. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Kalimantan Selatan. Riau. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Gorontalo. program dan anggaran. Jawa Timur dan Bali. pengolahan dan analisis data. Kepulauan Bangka Belitung. program dan anggaran serta pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Departemen. Kepulauan Riau. penyusunan perencanaan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. dan Lampung. Sulawesi Tengah. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Papua dan Irian Jaya Barat. dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Jawa Tengah. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. b. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. dan e. Maluku. Jambi. pengolahan dan analisis data. c. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I. Kalimantan Timur. penyusunan rencana. Kalimantan Tengah. c. program dan anggaran. dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Sulawesi Barat. penyusunan rencana stategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang.pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Sumatera Utara. b.

Sumatera Utara. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan organisasi. Sulawesi Tengah. Maluku. Subbagian Evaluasi dan Laporan II. Papua. Sulawesi Tenggara. penelaahan. Subbagian Evaluasi dan Laporan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. dan Lampung. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV. 7 . (1) (2) (3) (4) Pasal 23 Bagian Organisasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kelembagaan di lingkungan Departemen. Pasal 24 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. Sumatera Selatan. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. dan e. analisa kebutuhan. Kepulauan Riau. Bengkulu. c. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. pengevaluasian kelembagaan. Kalimantan Timur. dan Jawa Timur. d. Jawa Barat. dan Irian Jaya Barat. Kalimantan Selatan. penyusunan standar. Gorontalo. pelaksanaan evaluasi kinerja hasil pelaksanaan rencana pembangunan departemen periode sebelumnya. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Departemen. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. dan d. dan d. Pasal 22 Subbagian Evaluasi dan Laporan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. c. b. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi di lingkungan Departemen. Sulawesi Barat. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. perumusan tugas. penghimpunan dan analisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana dan program. Riau. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19.Pasal 19 Bagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penghimpunan dan analisis hasil pemantauan. Bagian Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Tengah. Pasal 21 Bagian Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. b. Subbagian Evaluasi dan Laporan III mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Sumatera Barat. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program Departemen. Sulawesi Utara. Sulawesi Selatan.I Yogyakarta. Subbagian Evaluasi dan Laporan III. penyiapan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan strategis departemen sebagai bahan rencana pembangunan periode berikutnya. c. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kepulauan Bangka Belitung. Jambi. Banten. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi di lingkungan Departemen. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. b. Subbagian Evaluasi dan Laporan I. Maluku Utara. Jawa Tengah. Bagian Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. D.

Kalimantan Timur. Nusa Tenggara Timur. Pasal 28 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. b.I Yogyakarta. Subbagian Pengembangan Sistem. Subbagian Tata Usaha Biro. Prosedur. Subbagian Evaluasi Tatalaksana. evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. Riau. penelaahan dan penyusunan pembakuan sarana kerja serta pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. dan d. metode kerja dan penyiapan naskah rancangan peraturan. (1) (2) (3) (4) 8 .Pasal 25 Bagian Organisasi terdiri atas : a. (1) (2) (3) Pasal 27 Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pembakuan sarana kerja. analisa kebutuhan. fungsi dan susunan organisasi. Gorontalo. penyusunan pembakuan sarana kerja dan penyiapan pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Prosedur dan Metode Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem dan prosedur administrasi. Jawa Tengah. Bagian Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi : a. Nusa Tenggara Barat. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. sistem dan prosedur administrasi. Pasal 30 Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. metode kerja. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. perumusan tugas. dan evaluasi ketatalaksanaan serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Subbagian Pengembangan Sistem. b. Bali. penyusunan standar. Pasal 26 Subbagian Kelembagaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan. Sulawesi Selatan. Jawa Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Tengah. b. D. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Utara. perumusan tugas. Banten. Subbagian Kelembagaan III. dan Kalimantan Selatan. Kalimantan Tengah. penyusunan standar. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. fungsi dan susunan organisasi. analisa kebutuhan. Subbagian Evaluasi Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. c. Bengkulu. dan d. dan c. Subbagian Kelembagaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan. Sulawesi Tenggara. Maluku. Jambi. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. dan Metode Kerja. Kepulauan Riau. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Subbagian Kelembagaan II. Sulawesi Barat. Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja. serta penyiapan naskah rancangan peraturan di bidang tugas Sekretariat Jenderal. Subbagian Kelembagaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan. Lampung. penyusunan sistem dan prosedur administrasi. perumusan tugas. Sumatera Utara. dan Jawa Timur. Kalimantan Barat. analisa jabatan. fungsi dan susunan organisasi. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Sumatera Selatan. analisa kebutuhan. Pasal 29 Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas : a. Papua dan Irian Jaya Barat. Sumatera Barat. penyusunan standar. c. Subbagian Kelembagaan I. Maluku Utara.

penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Bagian Pengembangan Pegawai. pemberhentian dan pensiun pegawai. dan d. Pasal 36 Bagian Umum Kepegawaian terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. kesejahteraan dan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. c. b. alokasi formasi dan pengendalian kepangkatan. 9 . kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. dan f. b. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. c. d. b. Subbagian Jaminan Sosial. pengendalian kepangkatan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai. pengelolaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. e. perencanaan dan penyiapan cuti. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Pasal 33 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. peraturan perundangundangan dan petunjuk kepegawaian. Bagian Pemberhentian. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. Pasal 32 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Subbagian Peraturan Perundangan. serta urusan tata usaha Biro Kepegawaian.undangan. penyusunan rencana dan penyiapan pengembangan pegawai. penyiapan penyelesaian urusan jaminan hari tua. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. pengadaan dan alokasi formasi. dan d. kartu isteri/suami dan lain-lain sebagainya. dan e. peraturan perundangan-undangan dan petunjuk kepegawaian. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengadaan dan perencanaan alokasi formasi pegawai di lingkungan Unit Pusat maupun Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia serta perencanaan pengendalian kenaikan pangkat. Bagian Umum Kepegawaian. Bagian Umum Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan dan penyiapan kenaikan pangkat. c. Pasal 37 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan bahan rencana formasi. pengadaan dan penempatan. b. Bagian Mutasi Pegawai. Pasal 34 Bagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi.Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 31 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Departemen. pengendalian kepangkatan. d. Pensiun dan Disiplin Pegawai. Pasal 35 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. Subbagian Tata Usaha Biro. kesejahteraan pegawai. pengadaan. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangan-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian.

penggajian. dan penyiapan permohonan bantuan dana tabungan perumahan. b. penganalisaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan luar negeri dan pengurusan pegawai ke luar negeri dalam kerja sama teknis luar negeri serta pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi di lingkungan Departemen. penempatan dan pengembangan. Subbagian Mutasi IV. c. 10 . kepangkatan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri. Pasal 39 Untuk melaksanakan tugas sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 38. Pasal 38 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan. dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan bahan seleksi pegawai. penyiapan penetapan penggajian. Pasal 44 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. piagam Dayaka Rhudika Pengayoman serta pembekalan bagi pegawai yang akan pensiun. pengangkatan. Subbagian Mutasi III. c. penempatan dan pengembangan pegawai. Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai. (3) Subbagian Penyaringan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. penyiapan pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kepegawaian.(3) Subbagian Jaminan Sosial mempunyai tugas melakukan penyelesaian urusan jaminan hari tua/TASPEN. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. b. kartu isteri/kartu suami. c. dan d. penyiapan pengiriman pegawai ke luar negeri. Subbagian Mutasi I. Pasal 40 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. Subbagian Mutasi II. Pasal 41 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penganalisaan kebutuhan dan penyusunan kebutuhan pengembangan pegawai serta pemberian piagam penghargaan bagi pegawai yang telah menjalani pensiun. penyiapan penetapan pengangkatan dan kepangkatan pegawai. penyiapan dan penganalisaan kebutuhan pendidikan dan latihan dalam rangka pengembangan pegawai. penyiapan penetapan pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil. penyiapan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. dan d. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. b. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. pengembangan sistem dan pendidikan dan pelatihan luar negeri. dan d. dan c. Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. Subbagian Penyaringan Pegawai. Pasal 42 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan. b. (2) Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pengembangan sistem kepegawaian.

Subagian Pemberhentian dan Pensiun II. Kepulauan Riau. penggajian. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi. izin perkawinan dan perceraian serta cuti pegawai. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Unit Pusat. (1) (2) (3) (4) Pasal 50 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha kepegawaian. penggajian. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Gorontalo. (3) Subbagian Mutasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Jawa dan Banten. Irian Jaya Barat. Subagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai. Pasal 49 Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. 11 . Pensiun dan Disiplin Pegawai terdiri atas : a. b. Maluku Utara. penyelesaian permohonan izin perkawinan. (4) Subbagian Mutasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. Bali. Pensiun dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. Pasal 46 Bagian Pemberhentian. Pasal 48 Bagian Pemberhentian. Jawa. c. Maluku Utara. b. Bali. golongan IV/b ke atas dan mutasi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. Pasal 47 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. dan Irian Jaya Barat. Subagian Pemberhentian dan Pensiun I. Kepulauan Riau. dan c. kepangkatan. penggajian. penyiapan pemberhentian dan pensiun pegawai. Bagian Pemberhentian. dan Gorontalo. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Kepulauan Bangka Belitung. Maluku. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Kepulauan Bangka Belitung. Nusa Tenggara. kepangkatan. Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian pemberhentian dan penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. penegakan disipilin. dan Kalimantan. Kalimantan. Papua. (2) Subbagian Mutasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Sulawesi. penggajian. Subagian Pemberhentian dan Pensiun III. Banten. Nusa Tenggara serta Cuti Pegawai. Papua. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. dan d. Pensiunan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan segala sesuatu di bidang pemberhentian dan pemensiunan. Maluku. perceraian dan cuti. kepangkatan. kepangkatan.

j. penyusunan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Departemen. c. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Sekretariat Jenderal. penyusunan daftar urut kepegawaian setiap tahun. Subbagian Penggandaan II. (3) Subbagian Penggandaan I mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. i. pelaksanaan penyelesaian kerugian negara. pembinaan. dan mutasi kepegawaian dalam buku mutasi dan kartu mutasi pegawai yang bersangkutan. b. (4) Subbagian Penggandaan II mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan.Pasal 51 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 . d. 12 . f. pencatatan segala pemindahan pegawai. Pasal 55 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 54. Subbagian Penggandaan I. Pasal 52 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas : a. pengelolaan arsip kepegawaian secara sistematis serta urusan kartu pegawai (KARPEG). dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Jawa dan Banten. dan d. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. g. b. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:r a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. pelaksanaan dan pengujian Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) Departemen. Subbagian Tata Naskah II. h. penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. penghimpunan data kepegawaian. pengelolaan. dan d. e. dan k. pelaksanaan pengeluaran keuangan Departemen. (2) Subbagian Tata Naskah II mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. c. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen. pengelolaan dan koordinasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 54 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. pengurusan Kartu Pegawai di lingkungan Unit Pusat serta pengelolaan arsip Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa dari Golongan I sampai dengan Golongan IV. pencatatan mutasi kepegawaian. pencatatan mutasi kepegawaian. Subbagian Tata Naskah I. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Departemen. koordinasi. Pasal 53 (1) Subbagian Tata Naskah I mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. pengelolaan penggandaan. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penata usahaan administrasi keuangan Departemen. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Departemen golongan IV seluruh Indonesia dan pengelolaan arsip kepegawaian golongan III sampai golongan IV pada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa.

d. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan f. d. Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV. Kalimantan Timur. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jawa Timur dan Bali. penyiapan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Jawa Tengah. c. Jambi. 13 . revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. b. DKI Jakarta. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Maluku Utara. Bengkulu. penyiapan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III. D. Pasal 58 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57.I. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Papua dan Irian Jaya Barat. Kelompok Jabatan Fungsional. Kepulauan Riau. c. Kalimantan Selatan. Pasal 59 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas : a. dan Lampung. c. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Riau. dan e. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. e. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Departemen. b. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Administrasi Hukum Umum. Kepulauan Bangka Belitung. b. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Banten. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 60 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Sumatera Selatan. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Sumatera Barat. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. Sumatera Utara. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Bagian Pelaksanaan Anggaran. Kalimantan Tengah. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 56 Biro Keuangan terdiri atas : a. Yogyakarta. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar. Maluku. dan d. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran.

(1) (2) (3) (4) Pasal 65 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) mempunyai tugas melaksanakan pengujian Surat Perintah Pembayaran (SPP). pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. Pasal 66 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan pembinaan perbendaharaan. 14 . Nusa Tenggara Timur. penerbitan Surat Perintah Membayar. monitoring dan pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. c. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Subbagian Kerugian Negara. Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. e.(4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subbagian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian dan pemberian pertimbangan serta mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah perbendaharaan dan ganti rugi. pembinaan perbendaharaan dan pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan perbendaharaan. pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak. dan d. b. d. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Keuangan. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. pengelolaan urusan tata usaha Biro Keuangan. b. b. penyiapan penyusunan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. c. c. Sulawesi Utara. Sulawesi Barat. Subbagian Tata Usaha Keuangan. Pasal 63 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas : a. dan Nusa Tenggara Barat. biaya secara terpusat dan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Sulawesi Tengah. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). Pasal 64 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengelolaan. penyiapan bahan penilaian dan penyelesaian kerugian negara. bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Departemen dan urusan tata usaha Biro Keuangan. Surat Setoran Bukan Pajak serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Pasal 62 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. tata usaha keuangan. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. penyiapan pembinaan dan penetapan pengelola keuangan. Subbagian Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran.

pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Kalimantan Selatan. e. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III. f. Bengkulu. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. (1) (2) (3) (4) Pasal 69 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Kepulauan Bangka Belitung. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Sulawesi Utara. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I. c. DKI Jakarta. dan Nusa Tenggara Barat. pelaksanaan monitoring penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Banten. dan d. dan g. Pasal 67 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar terdiri atas : a. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Sulawesi Tenggara. Sumatera Utara. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. penyusunan laporan keuangan Departemen serta bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Jambi. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Pasal 68 Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Yogyakarta. Kepulauan Riau. Gorontalo. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar.d. Surat Setoran Bukan Pajak. dan Lampung serta pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. b. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Nusa Tenggara Timur. DI. Papua dan Irian Jaya Barat serta pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Maluku Utara. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Sulawesi Barat. Sumatera Barat. Jawa Timur dan Bali serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Surat Setoran Bukan Pajak. Riau. Sumatera Selatan. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Kalimantan Timur. Surat Setoran Bukan Pajak. Perwakilan Imigrasi Luar Negeri. Jawa Tengah. pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. Kalimantan Tengah. 15 . Sulawesi Tengah. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Maluku.

penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. c. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. dan e. penyiapan pembinaan dan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Utara. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. pengumpulan. d. DKI Jakarta. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Jawa Timur dan Bali. Pasal 71 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas : a. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tenggara. (1) (2) (3) (4) Bagian Keenam Biro Perlengkapan Pasal 73 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perlengkapan di lingkungan Departemen. Kalimantan Tengah. pengumpulan. dan d. Pasal 74 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. b. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Kalimantan Selatan. Kepulauan Riau. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. pengumpulan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. dan Nusa Tenggara Barat. Gorontalo. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . Maluku. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. 16 . c. Yogyakarta. Bengkulu. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Sumatera Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. Jawa Tengah. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Sulawesi Tengah. Sumatera Utara. Pasal 72 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Maluku Utara. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Banten. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. b. DI. pengumpulan. Sulawesi Barat. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. dan Lampung. pengumpulan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. Jambi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Sumatera Selatan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Riau. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV.Pasal 70 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Papua dan Irian Jaya Barat. Kalimantan Timur. penyusunan pelaksanaan anggaran.

c. b. pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan statistik perlengkapan. Subbagian Tata Usaha Biro. (2) Subbagian Pembakuan mempunyai tugas melakukan penyiapan analisa kebutuhan perlengkapan dan pembakuan perlengkapan. dan c. Subbagian Harga dan Mutu. c. 17 . Pasal 80 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pengadaan perlengkapan Departemen. Pasal 78 Bagian Analisa Kebutuhan terdiri atas : a. Bagian Inventarisasi. penyaluran dan pemeliharaan perlengkapan. b. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perelengkapan. Bagian Penghapusan. b. Pasal 81 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. Subbagian Pembelian. pelaksanaan pengadaan perlengkapan. pelaksanaan pembelian perlengkapan. e. penganalisaan kebutuhan dan penyusunan pembakuan perlengkapan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perlengkapan. dan penyiapan penetapan kebijakan penghapusan. Pasal 82 Bagian Pengadaan terdiri atas : a. Subbagian Tender. Bagian Analisa Kebutuhan. pelaksanaan tender dan penyiapan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. dan c. d. Pasal 75 Biro Perlengkapan terdiri atas : a. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 76 Bagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan Departemen. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran. Kelompok Jabatan Fungsional. penelahaan dan penyiapan penilaian harga dan mutu perlengkapan. Subbagian Penyediaan Data. Bagian Analisa Kebutuhan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 77 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. d. penyediaan data. dan c. penganalisaan kebutuhan dan penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. Subbagian Pembakuan. pelaksanaan penyimpanan. e. dan f. Bagian Pengadaan. b. Pasal 79 (1) Subbagian Penyediaan Data mempunyai tugas melakukan penyediaan data kebutuhan perlengkapan serta penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. dan c.b.

(2) Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan mempunyai tugas melakukan pengiriman dan pengangkutan perlengkapan.Pasal 83 (1) Subbagian Harga dan Mutu mempunyai tugas melakukan pengumpulan informasi dan mengikuti perkembangan harga dan mutu sebagian bahan penilaian perlengkapan yang diperlukan. b. Pasal 91 (1) Subbagian Pembukuan mempunyai tugas melakukan penyusunan pembukuan arsip induk inventaris. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 85 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. dan c. penerimaan. pengeluaran dan penyaluran serta pemeliharaan perlengkapan. Pasal 89 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. b. pengaturan inventarisasi serta penyusunan statistik perlengkapan. b. (3) Subbagian Statistik dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik dan laporan. penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. Pasal 87 (1) Subbagian Pergudangan dan Penyaluran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman. b. Subbagian Pendataan Inventaris. penyiapan bahan pedoman penyusunan pengaturan dan penyimpanan. Pasal 90 Bagian Inventarisasi terdiri atas : a. (3) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. Bagian Inventarisasi menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Tender mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tender dan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. penyiapan pembukuan perlengkapan. (2) Subbagian Pendataan Inventaris mempunyai tugas melakukan penelaahan. dan c. Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan. Subbagian Pergudangan dan Penyaluran. 18 . penelaahan dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. Pasal 86 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran terdiri atas : a. penyiapan serta penyusunan rencana penyaluran perlengkapan. dan c. Pasal 84 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran mempunyai tugas melaksanakan penerimaan. Pasal 88 Bagian Inventarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman. (3) Subbagian Pembelian mempunyai tugas melakukan pembelian perlengkapan berdasarkan hasil penilaian harga dan mutu perlengkapan yang diperlukan Departemen. Subbagian Statistik dan Laporan. pengolahan data inventaris dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. pengeluaran serta penyaluran perlengkapan. dan c. Subbagian Pembukuan. penyimpanan. penyusunan statistik dan laporan. Subbagian Pemeliharaan.

Pasal 98 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. b. Bagian Ketujuh Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri Pasal 96 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri serta pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan. b. Bagian Hubungan Luar Negeri. Pasal 93 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen.Pasal 92 Bagian Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman penetapan penghapusan perlengkapan. penyiapan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Penilaian. Bagian Penghapusan menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri. Bagian Informasi dan Komunikasi. Lembaga Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan. b. Pasal 94 Bagian Penghapusan terdiri atas : a. penyiapan penelaahan dan pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. (3) Subbagian Pelaksanaan Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. dan c. Pasal 99 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan serta kerja sama dengan instansi lain. Pasal 95 (1) Subbagian Penilaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. dan c. Subbagian Perubahan Status Perlengkapan. dan d. Subbagian Pelaksanaan Penghapusan. pelaksanaan hubungan dengan kelembagaan Pemerintah. 19 . Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. dan c. penelitian dan penilaian serta pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. c. (2) Subbagian Perubahan Status Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. Pasal 97 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. penyiapan penelaahan dan perubahan status perlengkapan.

Pasal 105 Bagian Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. pendistribusian dan penyebaran bahan hasil penerbitan. pengelolaan dan penyajian berita. b. pelaksanaan penyusunan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan menyelenggaraan fungsi: a. Pasal 104 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. Pasal 101 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan terdiri atas : a. Bagian Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Kerja Sama Antar Negara. dan b. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Badan-badan Internasional (Organisasi/Lembaga Internasional). pengolahan dan penyajian berita. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. pelaksanaan hubungan kerja sama di bidang hukum dengan negara-negara lain (Antar Negara/Pemerintah). dan c. tukar menukar informasi dan pengalaman. dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. Bagian Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional. Pasal 107 Bagian Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian informasi tentang kegiatan Departemen. 20 . dokumentasi dan perpustakaan serta urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri.Pasal 100 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Subbagian Hubungan Kelembagaan. Subbagian Penyusunan Program. dan b. pemberian penerangan dan penerimaan informasi serta kerja sama dengan organisasi masyarakat. Evaluasi. Pasal 106 (1) Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan penyiapan bahan hubungan kerja sama Badan-badan Internasional dan perwakilan asing yang berada di Indonesia. penerbitan dan penyebaran kuasa hasil penerbitan. Pasal 103 Bagian Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan kerja sama dengan Badanbadan Internasional dan antar negara serta penyusunan program evaluasi dan laporan. (2) Subbagian Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melakukan penghimpunan produk hukum dan peraturan perundang-undangan dari negara lain. b. serta penerbitan berkala. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. dan c. (2) Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan. (3) Subbagian Penyusunan Program. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. Pasal 102 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. dan Laporan. Pasal 108 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan. Evaluasi.

pelaksanaan kegiatan pers dan media massa. pengelolaan urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. dan e. pembinaan dan pelaksanaan tata usaha di lingkungan Departemen. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi : a. d. e. b. pengurusan pengetikan dan penggandaan. Bagian Tata Usaha Departemen. b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. Pasal 114 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melaksanakan dan menyiapkan pembinaan tata usaha dan kearsipan di lingkungan Departemen. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. c. b. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa. c. Pasal 110 Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita mempunyai tugas melakukan pencarian. dan f. Pasal 113 Biro Umum terdiri atas : a. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan konfrensi pers dan wawancara serta bahan informasi untuk penerbitan majalah interen dan eksteren. d. pelaksanaan pembinaan sikap mental pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. dan c. pengumpulan bahan informasi yang berasal dari dalam maupun luar Departemen untuk diolah. c. Bagian Kedelapan Biro Umum Pasal 111 Biro Umum mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Departemen. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Bina Sikap Mental. Pasal 115 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114.b. dan d. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Pasal 112 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pelaksanaan urusan keamanan dalam. pelaksanaan urusan rumah tangga dan tata usaha Biro Umum. Bagian Rumah Tangga. Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan semua bahan dokumentasi serta pengelolaan perpustakaan. b. Bagian Tata Usaha Pimpinan. disusun dan disajikan sebagai berita dan penerbitan berkala kegiatan Departemen. Pasal 109 Bagian Informasi dan Komunikasi terdiri atas : a. pengelolaan kearsipan. penyiapan urusan surat menyurat. c. (1) (2) (3) (4) 21 . Bagian Pengamanan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a.

Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. dan c. c. Subbagian Arsip. b. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengurusan pengetikan. pelaksanaan urusan protokol. dan d. b. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Subbagian Persuratan. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelaksanaan urusan pembinaan rohani dan sosial pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha Staf Ahli. Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan protokol meliputi penerimaan tamu. Pasal 123 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 . kesehatan. Pasal 120 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. penyiapan pelaksanan rapat dan acara Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Staf Ahli. Subbagian Protokol. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. Subbagian Agenda dan Pengiriman. (1) (2) (3) (4) Pasal 122 Bagian Bina Sikap Mental mempunyai tugas melaksanakan urusan pembinaan rohani. Pasal 117 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pengurusan pembinaan surat menyurat. c. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. b. Subbagian Agenda dan Pengiriman mempunyai tugas melakukan pengagendaan dan pengiriman surat. b.Pasal 116 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri atas : a. c. Pasal 121 Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri. dan d. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. penggandaan dan penjilidan. Pasal 119 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. pembinaan dan pengelolaan kearsipan. Bagian Bina Sikap Mental menyelenggarakan fungsi : a. 22 . (1) (2) (3) (4) Pasal 118 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. pelaksanaan urusan kesehatan. dan d. dan kesejahteraan pegawai lainnya.

Subbagian Urusan Dalam. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Subbagian Kesehatan Pegawai.Pasal 124 Bagian Bina Sikap Mental terdiri atas : a. pelaksanaan pengamanan fisik pimpinan Departemen. telepon. (2) Subbagian Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan kesehatan pegawai. 23 . c. dan d. Subbagian Kesejahteraan. b. Subbagian Tata Usaha Biro. pelaksanaan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia. dan c. Pasal 129 Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pemeliharaan sarana fisik dan sarana lainnya. (1) (2) (3) (4) Pasal 130 Bagian Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan di lingkungan Departemen. Subbagian Rohani dan Sosial. listrik. Pasal 125 (1) Subbagian Rohani dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan mental dan rohani serta usaha sosial pegawai. b. b. Pasal 132 Bagian Pengamanan terdiri atas : a. pengurusan penggunaan sarana fisik dan sarana lainnya di Kantor Departemen. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai lainnya. dan c. c. Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi. Pasal 131 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengurusan penggunaan kendaraan dinas. b. Bagian Pengamanan menyelenggarakan fungsi : a. penggunaan rumah dinas/jabatan di lingkungan Departemen dan penyiapan tempat rapat/pertemuan. Subbagian Pengamanan Lingkungan. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas. pengurusan pengangkutan dan perjalanan dinas. pembuatan daftar gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengaturan dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. dan d. Subbagian Gaji. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Pasal 127 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. Pasal 128 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. pengangkutan pegawai serta administrasi perjalanan dinas. Pasal 126 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. air. Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar gaji. dan c. pelaksanaan penerbitan dan pengamanan fisik bangunan dan perlengkapan di lingkungan Departemen. Subbagian Pengamanan Pimpinan.

Pasal 133 (1) Subbagian Pengamanan Pimpinan mempunyai tugas melakukan pengamanan fisik Pimpinan Departemen dan tamu penting. (3) Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi mempunyai tugas melakukan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia di lingkungan Departemen. 24 . (2) Subbagian Pengamanan Lingkungan mempunyai tugas melakukan ketertiban di lingkungan Departemen.

e. publikasi.undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. Sekretariat Direktorat Jenderal.undangan. publikasi. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 136 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 137 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.undangan. d. b. evaluasi. 25 . norma. pelaksanaan urusan tata usaha. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Pasal 138 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. publikasi. Direktorat Publikasi. dan e. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang. Bagian Kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perancangan. Bagian Keuangan. c. d. c. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan.undangan. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 139 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. program dan anggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang perancangan. b. serta Pasal 135 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. Direktorat Litigasi Perundang. b. pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pedoman. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. penyusunan laporan kegiatan peraturan perundang-undangan. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. pengelolaan arsip dan dokumentasi. harmonisasi. harmonisasi. litigasi perundangundangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 134 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan perundang. harmonisasi. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. d. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. d. dan f. perumusan standar. pengelolaan urusan kepegawaian. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. c. dan e.

program dan anggaran. pengolahan. Subbagian Data. dan f. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penggajian. b. Pasal 140 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pendataan. b. Pasal 143 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pemberhentian dan Pensiun. penyiapan pengelolaan. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 147 (1) Subbagian Umum Kepegawaian dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. kepangkatan. Pasal 142 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 144 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Mutasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. dan c. pengolahan. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Bagian Tata Usaha. penyajian data dan informasi. Pasal 145 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144. Pasal 146 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Mutasi. (2) Subbagian Data. evaluasi program. pengolahan . dan c.e. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyajian data dan informasi. dan b. dan b. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. program dan anggaran. pengelolaan. penyiapan penyusunan formasi. 26 . Informasi dan Laporan. dan penyusunan laporan. Informasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. penyajian data dan informasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jabatan Fungsional. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.

penggandaan dan pengiriman. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Perlengkapan. 27 . perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. urusan dalam dan pengamanan. Pasal 150 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. dan c. dan b. serta pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. hubungan masyarakat dan protokol. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan anggaran. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan serta urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. dan b. b. serta pembukuan. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pengetikan. Pasal 156 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan hubungan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 149 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148. Pasal 155 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 151 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 157 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. pengelolaan urusan perlengkapan. dan b. Pasal 153 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. serta pembukuan. dan b. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 154 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a.Pasal 148 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pembuatan daftar gaji dan pelaksanaan pembayaran gaji pegawai. Pasal 152 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.

Pasal 158 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. hubungan masyarakat dan protokol. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi. penyusunan standar. e. b. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. Pasal 162 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. dan c. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan. pedoman. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Pasal 159 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. metode. penggandaan. dan e. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional.undangan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. norma. dan pengiriman. c. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. metode. pengetikan. Teknik.undang. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 161 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. metode. pembahasan rancangan undang-undang. dan g. metode. d. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 160 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perancangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengevaluasian pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang. c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Metode. pembimbingan teknis di bidang perencanaan. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. pembahasan rancangan undang-undang. d.undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. pembahasan rancangan undang. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perencanaan. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. 28 . teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang.undangan. b.undangan. pembahasan rancangan undang-undang. b. Subbagian Persuratan. Pasal 163 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. f.

penyiapan penyusunan standar. prosedur di bidang penyusunan rencana dan program. Teknik. pedoman. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program serta pengumpulan dan pengolahan data penyusunan peraturan perundang-undangan. kriteria. Pasal 168 Subdirektorat Metode. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan laporan pelaksanaan program penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 169 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. 29 . penyiapan evaluasi perancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 171 (1) Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang. pedoman. b. serta penyiapan materi perancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan penyusunan standar. norma.undangan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengembangan metode. dan d. (2) Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang. penyiapan bimbingan teknis peraturan perundang-undangan. norma. pedoman. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. b.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan serta penyiapan konsep rancangan peraturan perundang-undangan. kriteria. penyiapan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. prosedur. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. penyiapan evaluasi pelaksanaan dan laporan di bidang penyusunan rencana dan program penyusunan peraturan perundang-undangan. dan b. dan b. Pasal 167 (1) Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. dan d. Subdirektorat Metode. norma. Seksi Penyusunan Rencana dan Program. Pasal 165 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Pasal 170 Subdirektorat Metode. Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi : a. c. Pasal 166 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas : a. kriteria. Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan. penyusunan standar. teknik dan bahasa perundang-undangan. teknik. penyusunan standar.Pasal 164 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. kriteria. prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang perencanaan dan pengevaluasian penyusunan peraturan perundang-undangan. dan bahasa perundang-undangan. c. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan program kegiatan tahunan dan 5 (lima) tahunan. bimbingan teknis dan evaluasi di bidang metode dan teknik. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. prosedur di bidang pengumpulan dan pengolahan bahan pengkajian dan penyusunan usul prakarsa perancangan peraturan perundangundangan. pedoman. norma.

pelaksanaan evaluasi dan laporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. penyiapan konsep keterangan pemerintah. pengevaluasian. penyiapan evaluasi dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. sambutan pemerintah. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang menyelenggarakan fungsi : a. kurikulum. dan g. dan b. dan penyiapan laporan mengenai jabatan fungsional perancang peraturan perundang-undangan. Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. serta pemantauan dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. perlengkapan dan akomodasi pembahasan. d. f.Pasal 172 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan penyiapan bahan pembahasan rancangan undang-undang. c. jawaban pemerintah. serta sistem dan metode pendidikan teknis perancang peraturan perundang. Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang.undangan berdasarkan kebijakan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan silabus.undangan. penyiapan data dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang. jawaban pemerintah. pemantauan. sambutan pemerintah.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 176 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. penyiapan penilaian dan pengajuan usul pengangkatan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah dan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah rancangan undang. Pasal 177 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pengelolaan administrasi pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. dan b.undangan. Pasal 175 (1) Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan pembahasan rancangan undang-undang untuk disampaikan kepada Presiden dan penyiapan daftar inventarisasi masalah beserta jawabannya untuk dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan konsep keterangan pemerintah. pembimbingan dan pembinaan teknis perancang peraturan perundang-undangan. penyiapan konsep keterangan pemerintah. b. Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 173 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Pasal 178 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. jawaban pemerintah dan sambutan pemerintah mengenai rancangan undang. dan d. penyusunan pedoman. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. (2) Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan fasilitasi pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. e. 30 . b. c. Pasal 174 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang terdiri atas : a. pengkoordinasian pendidikan teknis jabatan fungsional perancang peraturan perundang.

Bagian Kelima Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Pasal 184 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. penginventarisasian.undangan. dan penilaian perancang peraturan perundangundangan. dan penyajian bahan hukum. f. evaluasi dan analisa pelaksanaan kebijakan harmonisasi peraturan perundang-undangan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundangundangan. buku hukum dan peraturan perundang-undangan. pembulatan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. pengharmonisasian. Pasal 185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184. dan c. Pasal 181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. e. perumusan dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan.undangan. b. penghimpunan dan penginventarisasian peraturan perundang-undangan untuk bahan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemantauan perkembangan peraturan perundang-undangan. dan peraturan perundang-undangan. dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. dan pemantapan konsepsi/ prakarsa rancangan undang-undang dan rancangan peraturan perundang-undangan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektor.Pasal 179 (1) Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang. koordinasi. dan g. perumusan. 31 . penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan. Seksi Perpustakaan Hukum.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan perancang peraturan perundang-undangan. buku hukum. (2) Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pendataan. pembulatan dan pemantapan konsepsi prakarsa Rancangan Undang-Undang. b. dan b. Pasal 182 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan terdiri atas : a. c. Pasal 180 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengelolaan dokumentasi dan pengelolaan perpustakaan. Seksi Pengelolaan Dokumentasi. penyiapan pengusulan pengangkatan. penyediaan dan penyajian data atau bahan hukum dan peraturan perundang-undangan untuk dipublikasikan. d. Pasal 183 (1) Seksi Pengelolaan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penyediaan. (2) Seksi Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian fasilitasi pencarian bahan hukum. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumentasi dan rancangan peraturan perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. pengharmonisasian.

analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. Subbagian Tata Usaha. pertahanan.undangan di bidang politik. Perdagangan. e. pertanahan. dan badan usaha milik negara. d. luar negeri.undangan di bidang politik. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat. keamanan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang. keamanan. (2) Seksi Analisa Bidang Politik. peradilan. peradilan. c.Pasal 186 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. keamanan. pertahanan. serta hukum dan hak asasi manusia. hukum dan hak asasi manusia. keamanan. luar negeri. pertanahan. Pasal 190 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik.dalam negeri. peradilan. kejaksaan. investasi. perbankan. pengharmonisasian. pertanahan. pembulatan. c. Hukum dan Keamanan menyelenggarakan fungsi : a. hukum dan hak asasi manusia. Hukum dan Keamanan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian.dalam negeri. kejaksaan. kejaksaan. Pasal 191 (1) Seksi Analisa Bidang Politik. Kelompok Jabatan Fungsional. keamanan. luar negeri. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang dalam negeri. keamanan. pertanahan. dalam negeri. luar negeri. Pasal 187 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan. pembulatan dan pemantapan konsepsi / prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. Hukum dan Keamanan I. pertahanan. peradilan. luar negeri. lembaga keuangan bukan bank. kejaksaan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang politik. hukum dan hak asasi manusia. dan f. kejaksaan. Hukum dan Keamanan terdiri atas : a. Seksi Analisa Bidang Politik. Pasal 192 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan. dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pertahanan. dan d. hukum dan hak asasi manusia.dalam negeri.undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang politik. penganalisaan. b. Hukum dan Keamanan II. Pasal 189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. Riset dan Teknologi. Hukum dan Keamanan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. kejaksaan dan peradilan. pertanahan. peradilan. Hukum dan Keamanan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. komunikasi dan informasi. luar negeri. pertahanan. dalam negeri. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pertanahan. pertahanan. Hukum dan Keamanan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. b. Pasal 188 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. penyusunan rancangan peraturan perundang. Seksi Analisa Bidang Politik. hukum dan hak asasi manusia. dan b. 32 . Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri.

pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. usaha kecil dan menengah. komunikasi. energi sumber daya mineral. kelautan. komunikasi. koperasi. koperasi. pertanian. transmigrasi. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri.Pasal 193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. pengharmonisasian. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I. peternakan. dan badan usaha milik negara. Riset dan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. perikanan. energi sumber daya mineral. pekerjaan umum. perikanan. kelautan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pertanian. perdagangan. dan badan usaha milik negara. pembangunan kawasan tertinggal. pembangunan kawasan tertinggal. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. perdagangan. penyusunan rancangan peraturan perundang. c. perdagangan. tata ruang. riset dan teknologi. peternakan.undangan di bidang industri. perkebunan. dan badan usaha milik negara. investasi. b. energi sumber daya mineral. penganalisaan. koperasi. dan badan usaha milik negara. perikanan. riset dan teknologi. dan perhubungan. dan perhubungan. tata ruang. koperasi. koperasi. dan b. (2) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pengharmonisasian. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. ketenagakerjaan. transmigrasi. dan d. transmigrasi. perkebunan. perkebunan. riset dan teknologi. pekerjaan umum. investasi. kelautan. b. Pasal 194 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan terdiri atas : a. pertanian. Perdagangan. transmigrasi. lembaga keuangan bukan bank. riset dan teknologi. Pasal 195 (1) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. usaha kecil dan menengah. lembaga keuangan bukan bank. investasi. usaha kecil dan menengah. Riset dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. pertanian. dan perhubungan. pekerjaan umum. tata ruang. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pekerjaan umum. peternakan. kelautan. ketenagakerjaan. Pasal 197 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. tata ruang. peternakan. lembaga keuangan bukan bank. usaha kecil dan menengah. Pasal 196 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. perdagangan. investasi. perikanan. komunikasi. perbankan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. perdagangan. ketenagakerjaan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. 33 . perikanan. perkebunan. perbankan. ketenagakerjaan. energi sumber daya mineral. lembaga keuangan bukan bank. komunikasi. dan pembangunan kawasan tertinggal. komunikasi. Perdagangan. dan perhubungan. perbankan. pembangunan kawasan tertinggal.undangan di bidang industri. usaha kecil dan menengah. pembangunan kawasan tertinggal. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan menyelenggarakan fungsi : a. energi sumber daya mineral. transmigrasi. pertanian. c. dan d. pekerjaan umum. ketenagakerjaan. peternakan. penganalisaan. dan perhubungan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang industri. perbankan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang lembaga keuangan bukan bank. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang keuangan dan perbankan. kelautan. tata ruang. riset dan teknologi. perkebunan. investasi dan badan usaha milik negara.

(2) Seksi Analisa Bidang Industri. pemuda dan olah raga. pertanian. pendidikan. kesehatan. aparatur negara. Perdagangan. aparatur negara. perumahan rakyat. kesehatan. kelautan. perhubungan. lingkungan hidup. pemberdayaan perempuan. kesehatan. c. dan pembangunan kawasan tertinggal. lingkungan hidup. sosial. budaya. aparatur negara. riset dan teknologi. Perdagangan. lingkungan hidup. usaha kecil dan menengah. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. perumahan rakyat. pemuda dan olah raga. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang industri. dan b. aparatur negara. perikanan. Seksi Analisa Bidang Industri. sosial. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II.undangan di bidang agama. sosial. pekerja umum. dan d. peternakan. pemberdayaan perempuan. pemuda dan olah raga. pendidikan. perumahan rakyat. pariwisata. pariwisata. Seksi Analisa Bidang Industri. Pasal 199 (1) Seksi Analisa Bidang Industri. budaya. kesehatan. perumahan rakyat. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. perumahan rakyat. budaya. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Pasal 202 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri atas : a. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I. budaya. penganalisaan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. Pasal 201 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. pendidikan. pemberdayaan perempuan. pariwisata. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang agama. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang perdagangan. pemberdayaan perempuan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. transmigrasi. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. Riset dan Teknologi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pariwisata.Pasal 198 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. ketenagakerjaan. Riset dan Teknologi I. pemberdayaan perempuan. pariwisata. pariwisata. Pasal 200 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. pendidikan. sosial. Pasal 203 (1) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. lingkungan hidup. komunikasi. kesehatan. lingkungan hidup. sosial. Perdagangan. budaya. Perdagangan. Perdagangan. pengharmonisasian. pemuda dan olah raga. perumahan rakyat. tata ruang dan pembangunan kawasan tertinggal. aparatur negara. dan pemberdayaan perempuan. pendidikan. Riset dan Teklonogi terdiri atas : a. lingkungan hidup. (2) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. energi sumber daya mineral. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. Riset dan Teknologi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. perkebunan. Riset dan Teknologi II. dan b. aparatur negara. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. koperasi. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang kesehatan. b. pendidikan. budaya. 34 . sosial.

f. dan i. pengkoordinasian penyelenggaraan kerja sama dan publikasi peraturan perundang. perumusan dan pembahasan dokumen perjanjian kerja sama dan publikasi peraturan perundangundangan dengan pihak luar negeri. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. dan f. b. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. d.undangan. c. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang publikasi. c. e. penyusunan. pendokumentasian. bersama instansi terkait. Subdirektorat Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. pengundangan. Pasal 207 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. penyelenggaraan sistem informasi peraturan perundang. e. Subdirektorat Kerja Sama. penyiapan. g. Pasal 208 Subdirektorat Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. Pasal 209 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. Subdirektorat Publikasi. c. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. koordinasi program kerja sama dan publikasi peraturan perundang-undangan dengan negara berkembang dan negara maju. penyiapan dan penerjemahan bahan hukum untuk mendukung kegiatan perancangan dan bahan pertimbangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan administrasi kerja sama pengembangan tenaga perancang peraturan perundangundangan dan tenaga lain yang terkait. penginvetarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan digandakan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 206 Direktorat Publikasi. evaluasi dan laporan pemanfaatan kerja sama dan publikasi bahan peraturan perundang-undangan. d. Direktorat Publikasi. pendistribusian. percetakan dan penerbitan peraturan perundang-undangan dan dokumen-dokumen hukum. h. 35 . d. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 204 Direktorat Publikasi. pelaksanaan administrasi.Bagian Keenam Direktorat Publikasi. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. b. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan kepada instansi terkait dan masyarakat. Pasal 205 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204.undangan baik di tingkat nasional maupun internasional dengan instansi terkait. Subbagian Tata Usaha.undangan. distribusi dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan. penggandaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan publikasi. dan pendistribusian peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan.

Seksi Distribusi dan Penyebarluasan. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan diundangkan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan publikasi.undangan. pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang. instansi pemerintah maupun non pemerintah serta pengevaluasian dan penyiapan laporan pelaksanaan kegiatan. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan serta publikasi bahan pendukung perancangan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 217 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216. Pasal 213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kerja sama. c. Pasal 214 Subdirektorat Kerja Sama membawahi Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan. tambahan lembaran negara. Pasal 215 Seksi Perencanaan dan Penyelenggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan perencanaan program dan penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan dengan pihak luar negeri. penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. penyusunan pedoman kerja sama dan petunjuk pelaksanaan kerja sama di bidang peraturan perundang. pengelolaan administrasi lembaran negara. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 212 Subdirektorat Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengembangan program kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan baik tingkat nasional maupun internasional serta evaluasi dan laporan.undangan. 36 . (2) Seksi Distribusi dan Penyebarluasan mempunyai tugas melakukan pendistribusian. penyiapan. penyusunan rencana kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. berita negara dan tambahan berita negara.undangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi pengundangan. c. Pasal 216 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang. b. Pasal 211 (1) Seksi Penerbitan mempunyai tugas melakukan kegiatan penerbitan dan penerjemahan bahan pendukung perancangan dan termasuk peraturan perundang-undangannya. Seksi Penerbitan. pendokumentasian dan pengelolaan berkas peraturan perundangundangan. dan f. dan b. Pasal 210 Subdirektorat Publikasi terdiri atas : a. dan d. b. dan d. pendistribusian dan penyebarluasan bahan pendukung peraturan perundang-undangan kepada pihak yang relevan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengundangan peraturan perundangundangan.e.

penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan sistem informasi peraturan perundangundangan. b. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 222 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. perencanaan. Seksi Sarana. b. Pasal 220 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang. perumusan pedoman dan petunjuk pelaksanaan dalam penyusunan atau pembuatan keterangan pemerintah permohonan pengujian undang-undang. c. Pasal 225 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. pengelolaan.undangan yang akan diundangkan. Pasal 223 (1) Seksi Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisa. Direktorat Litigasi Perundangundangan menyelenggarakan fungsi : a.undangan dan pengelolaan administrasi lembaran negara. dan b. sarana dan prasarana sistem informasi peraturan perundang-undangan. pengelolaan data dan implementasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan d.undangan. Pasal 219 (1) Seksi Administrasi Pengundangan mempunyai tugas melakukan penyiapan. pengundangan peraturan perundang. dan b. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang. berita negara dan tambahan berita negara. serta implementasi sistem informasi peraturan perundang-undangan. jaringan dan perangkat keras sistem dan pengolahan data. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang-undangan serta penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas. tambahan lembaran negara. Prasarana. Seksi Aplikasi. 37 .Pasal 218 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Seksi Administrasi Pengundangan. Pasal 221 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. Seksi Dokumentasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang litigasi perundangundangan. pengelolaan sistem. dan Implementasi. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan Pasal 224 Direktorat Litigasi Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang litigasi perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan Implementasi mempunyai tugas melakukan persiapan.undangan mempunyai tugas melaksanakan sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Prasarana. (2) Seksi Sarana.

dan b. d. b. Pasal 226 Direktorat Litigasi Perundang-undangan. penyusunan. c. dan h. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis. e.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. c. Pasal 230 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan terdiri atas : a. pengkoordinasian. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan d. Pasal 229 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pengumpulan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas pengujian suatu undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dengan departemen/lembaga pemerintah non departemen terkait. perencanaan. penyusunan. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah dan pendampingan atas pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. g. penelaahan. dan e. risalah persidangan dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. penyiapan dan pengkordinasian dalam rangka pendampingan persidangan atas setiap pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 227 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. pelaksanaan pendampingan atas setiap pengujian undang-undangterhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemeritah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 serta pendampingan persidangan di Mahkamah Konstitusi. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama dan koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. d. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan menyelenggarakan fungsi : a.undang terhadap undang undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. jadual persidangan. persiapan dan penyampaian kelengkapan persidangan serta menerima release. penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undangundang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 228 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pengkajian dan analisis putusan atas permohonan pengujian undang. pencarian.c. f. pemantauan. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. sinkronisasi dan pemantapan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. b. terdiri atas : a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah. 38 . pemantauan. Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan. (2) Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan mempunyai tugas melakukan koordinasi dan monitoring persidangan. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga. Pasal 231 (1) Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan.

Seksi Analisis.Pasal 232 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja sama dalam rangka pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi dengan masyarakat. dan e. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyiapan dan penyusunan laporan di bidang litigasi perundangundangan. Pasal 236 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan. c.undang dasar negara republik indonesia tahun serta melaksanakan analisis dan pendokumentasian bahan dan putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. d. penyusunan perencanaan. b. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi antar lembaga penyelenggara negara. Pasal 233 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. Laporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan analisis putusan atas permohonan pengujian undang-undang. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang fasilitasi bahan dan analisis atas pelaksanaan pengujian undang. Pasal 235 (1) Seksi Penyiapan Bahan dan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyelenggaraan dan pengembangan program kerja sama antar lembaga serta koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. dan d. pemantauan . (2) Seksi Analisis. pengolahan dan pendokumentasian bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang. Seksi Penyiapan Bahan dan Data. Laporan dan Dokumentasi. 39 .undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyiapan. Pasal 237 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. pengolahan bahan keterangan pemerintah dan pendokumentasian data dalam rangka pelaksanaan pengujian undang.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 238 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga membawahi Seksi Kerja sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. monitoring dan penyusunan laporan direktorat litigasi serta pendokumentasian bahan/data dan putusan atas permohonan pengujian undangundang.undang terhadap undang. penyusunan perencanaan. penganalisaan atas bahan dan putusan atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. pemantauan. c. Pasal 234 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis terdiri atas : a.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. b. dan b.

Pasal 244 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data peraturan daerah. e. Pasal 246 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. g. c. b. dan h. Pasal 242 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah terdiri atas : a. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan b. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. Subbagian Tata Usaha. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data. d. 40 . dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Seksi Pengolahan Data. b. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi: a. penyajian dan pengolahan data peraturan daerah. analisa. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan.undangan. Pasal 245 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. pelaksanaan pembinaan teknik perancangan peraturan daerah. pengumpulan.Pasal 239 Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama antar lembaga penyelenggara negara dan masyarakat. b. penyusunan. penyediaan sarana mediasi dan konsultasi dalam perancangan peraturan daerah. e. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 243 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. penelaahan dan perumusan serta pelaporan kegiatan direktorat. dan f. penyiapan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. f. pemantauan. Seksi Pengumpulan Data. Bagian Kedelapan Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah Pasal 240 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. penyiapan dan pengolahan data serta penyajian dan penyaluran informasi peraturan daerah. Pasal 241 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi. Kabupaten/Kota. pengumpulan dan penyusunan secara peraturan daerah. pengolahan. c. penyajian dan penyaluran informasi. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah.

Pasal 251 (1) Seksi Perencanaan dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan analisa dan evaluasi peraturan daerah. dan b. dan b. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dalam rangka pelaksanaan atas bimbingan dan latihan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia maupun instansi terkait lainnya. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Pasal 248 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. dan pelaporan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 250 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan terdiri atas : a. penyusunan. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan latihan. 41 . Pasal 256 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas penyiapan. penyusunan jadual dan pelaksanaan bimbingan dan latihan. Seksi Perencanaan dan Program. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 255 Seksi Bimbingan dan Latihan mempunyai tugas melakukan persiapan bimbingan dan latihan. Kabupaten/Kota serta penyajian dan penyaluran informasi. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. b. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 253 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 252 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pemberian pembinaan teknik kepada tenaga perancang peraturan perundang-undangan dalam penyusunan dan perancangan peraturan daerah baik di Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi.Pasal 247 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. pengevaluasian dan penyusunan laporan hasil kegiatan bimbingan dan latihan. Pasal 249 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas bimbingan dan latihan. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Kabupaten/Kota. Pasal 254 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah membawahi Seksi Bimbingan dan Latihan. sarana mediasi dan konsultasi penyusunan dan perancangan peraturan daerah. c. dan d. Kabupaten/Kota. koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait serta evaluasi dan penyusunan laporan.

42 . pemantauan. pelaksanaan kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait serta penyusunan evaluasi dan laporan. penelaahan. Pasal 258 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi membawahi Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi. pengevaluasian dan penyusunan laporan atas kegiatan mediasi dan konsultasi. dan c.Pasal 257 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas mediasi dan konsultasi perancangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 259 Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan mediasi dan konsultasi. pelaksanaan mediasi dan konsultasi terhadap pihak yang memerlukan.

pidana. Direktorat Perdata. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 263 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 265 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. c. evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang perdata. kriteria dan prosedur di bidang perdata. e. pengelolaan urusan administrasi keuangan. e. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perdata. c. dan e. 43 . Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pidana. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. program dan anggaran. dan e. Pasal 264 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263. tata negara dan hukum internasional. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Bagian Tata Usaha. pidana. Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI Pasal 262 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdiri atas : a. norma. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. b. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Pidana. Pasal 261 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. penyusunan laporan kegiatan administrasi hukum umum. dan f. Direktorat Daktiloskopi. c. tata negara dan hukum internasional. pedoman. Bagian Kepegawaian. tata negara dan hukum internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. c. dan f.BAB V DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 260 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. d. pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Keuangan. d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. d. Direktorat Hukum Internasional. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan arsip dan dokumentasi. perumusan standar. b. Direktorat Tata Negara. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pelaksanaan urusan tata usaha.

Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 269 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan pengelolaan. b. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan c. Pasal 271 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pengurusan Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Evaluasi dan Laporan. program dan anggaran. c. dan d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyajian data dan informasi. program dan anggaran. dan d. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. hubungan masyarakat. Pasal 268 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Mutasi dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 273 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. kepangkatan penggajian. Subbagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. dan c. penyajian data dan informasi. Subbagian Data dan Informasi. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pendataan dan pengembangan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. penyajian data dan informasi. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 267 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pengolahan . pemindahan dan mutasi kepegawaian 44 . b.Pasal 266 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. c. Pasal 272 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. (1) (2) (3) (4) Pasal 270 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. b. penyiapan penyusunan formasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. program dan anggaran. pengelolaan. protokol. evaluasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengolahan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pengolahan.

pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 282 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 275 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. Pasal 281 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. b. dan c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 277 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. b. pelaksanaan anggaran. angkutan. Subbagian Perjalanan Dinas. pelaksanaan urusan pembukuan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 280 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a.lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan c. b. Pasal 278 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga. pembuatan daftar gaji. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 276 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. 45 . Subbagian Perlengkapan. Pasal 274 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . dan c. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 279 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. perhitungan. dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Rumah Tangga. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan.

dan pendokumentasian badan hukum. Subbagian Tata Usaha. d. bimbingan dan pedoman teknis serta pelayanan di bidang hukum perdata. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pengurusan pengagendaan dan pengiriman. (1) (2) (3) (4) 46 . d. Subbagian Persuratan. pendapat hukum. Direktorat Perdata menyelenggarakan fungsi : a. e. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia. Pasal 284 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. c. dan g. Bagian Keempat Direktorat Perdata Pasal 286 Direktorat Perdata mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum perdata sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Pasal 285 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan d. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. pengarsipan. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. dan pengiriman. b. pemberian pertimbangan. pemberian pertimbangan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. penyiapan rancangan kebijakan. persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. Subdirektorat Notariat. legalisasi dan penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum. dan d. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan. penyiapan urusan surat menyurat. Pasal 288 Direktorat Perdata terdiri atas : a. e. pemantauan dan evaluasi notaris. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. b. penggandaan. dan f. pembinaan. c. Subdirektorat Hukum Perdata Umum. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. penataan. Pasal 287 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. b. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan. pemberian pertimbangan. Subdirektorat Badan Hukum. b.Pasal 283 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. c. f. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia. Subdirektorat Harta Peninggalan.

Pasal 291 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. pengelolaan arsip. Seksi Perubahan Nama. dan pengelolaan pengurusan dokumentasi. Subdirektorat Hukum Perdata Umum menyelenggarakan fungsi : a. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. dan penyelesaian masalah di bidang hukum perorangan. Seksi Legalisasi. dan dokumentasi. pengelolaan. pertimbangan dan penyelesaian urusan hukum perdata umum serta penyiapan pendapat hukum (legal opinion) baik yang diminta oleh lembaga resmi pemerintah. Seksi Perubahan Nama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan persetujuan perubahan nama orang. pemberian bimbingan. 47 . penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perseroan tertutup. permohonan persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan tertutup. Subdirektorat Badan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. penyelesaian permohonan pengesahan. pemberian legalisasi. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. dan d. Pasal 293 Seksi Pendapat Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. b. Pasal 292 Subdirektorat Hukum Perdata Umum terdiri atas : a. pengelolaan arsip dan pengurusan dokumentasi. dan c. Pasal 295 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. usaha umum. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. b. Seksi Arsip dan Dokumentasi. Seksi Pendapat Hukum. Pasal 290 Subdirektorat Hukum Perdata Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan di bidang hukum perdata. penyiapan rancangan kebijakan teknis. b. pemberian pendapat hukum (legal opinion). pelaksanaan penelitian akta pendirian. swasta atau perorangan. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. pemberian bimbingan dan pertimbangan masalah di bidang hukum perdata serta penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum termasuk pemberian pendapat hukum (legal opinion). penyiapan penyelesaian persetujuan perubahan nama. penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. Seksi Legalisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah pada dokumen yang akan dipergunakan di luar negeri atau dokumen dari luar negeri yang akan dipergunakan di Indonesia. usaha khusus dan badan hukum sosial. dan d.Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. c. (1) (2) (3) (4) Pasal 294 Subdirektorat Badan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pengurusan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. pemberian persetujuan. pengarsipan. pelaksanaan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah. pengecekan. c.

b.Pasal 296 Subdirektorat Badan Hukum terdiri atas : a. Seksi Arsip dan Dokumentasi. pencatatan dan pendaftaran fidusia. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pelaksanaan penerimaan. Pasal 297 Seksi Perseroan Tertutup mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan usaha umum dan khusus. pencatatan dan pendistribusian dokumen fidusia serta membuat data base jaminan fidusia secara nasional. b. dan e. c. penerbitan. Pasal 300 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia terdiri atas : a. penyelesaian permohonan pengesahan. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia menyelenggarakan fungsi : a. permohonan persetujuan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan publik. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia dan melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. pengecekan. pencatatan dan penyerahan pengganti sertifikat jaminan fidusia. Pasal 301 (1) Seksi Penerimaan dan Pemrosesan mempunyai tugas melakukan penyiapan akta. pengevaluasian atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia. dan d. b. dan c. pemeriksaan kelengkapan dokumen dan memberikan tanda penerimaan sesuai dengan waktu yang sebenarnya. Seksi Badan Hukum Sosial mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar badan hukum sosial. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan pencoretan jaminan fidusia. mengeluarkan pengganti sertifikat jaminan fidusia. (3) Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. pengelolaan arsip dan dokumen. Seksi Perseroan Terbuka. Seksi Badan Hukum Sosial. pelaksanaan evaluasi terhadap pendaftaran jaminan fidusia atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. pemberian surat keterangan wasiat. dan pendistribusian berkas permohonan. Seksi Perseroan Terbuka mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian. lembaga keuangan dan perseroan dengan fasilitas penanaman modal. Pasal 302 Subdirektorat Harta Peninggalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pencatatan. pengelolaan arsip dan dokumen. pengecekan. Seksi Perseroan Tertutup. c. pemberian nomor registrasi. Seksi Evaluasi dan Laporan. 48 . meliputi pengolahan. pengelolaan arsip dan dokumen. Pasal 299 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. pendaftaran. d. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan dan penanganan daftar wasiat. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan surat keterangan pencoretan jaminan fidusia. Seksi Penerimaan dan Pemrosesan. (1) (2) (3) (4) Pasal 298 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan urusan pengesahan. Seksi Arsip dan Dokumentasi. penyerahan sertifikat jaminan fidusia. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pendaftaran fidusia.

Pasal 308 Subdirektorat Notariat terdiri atas : a. Seksi Dokumentasi. Subdirektorat Harta Peninggalan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan teknis. pengangkatan. pemindahan. b. Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris. dan c. penunjukan pejabat penampung protokol. pemantauan. penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. dan evaluasi notaris. (2) Seksi Pengawasan Notaris mempunyai tugas melakukan pengawasan rutin atas Notaris. pelaksanaan pengolahan. pembinaan teknis. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengolahan arsip dan dokumentasi. (3) Seksi Dokumentasi Notariat mempunyai tugas melakukan pengolahan. Seksi Pengawasan Notaris. Pasal 305 (1) Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan petunjuk teknis. pengecekan. (2) Seksi Daftar Wasiat mempunyai tugas melakukan penyusunan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris. penyusunan formasi penelitian dan pendaftaran laporan Notaris. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan bahan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan. Pasal 307 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. penyajian dan penyimpanan data perkembangan notaris. (3) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi daftar wasiat dan dokumen-dokumen harta peninggalan. pemberian cuti notaris. Pasal 306 Subdirektorat Notariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Notariat menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi temuan. pembinaan teknis. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta menerima pendaftaran dan penyiapan penerbitan Surat Tanda Terdaftar Kurator dan Pengurus. mengevaluasi. b. penyusunan dan pembuatan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris dan penelitian data formal daftar wasiat serta pemberian surat keterangan wasiat. menerima. pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta penerbitan Surat Tanda Terdaftar sebagai kurator dan pengurus. penataan. Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan. Seksi Daftar Wasiat. Pasal 309 (1) Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. 49 . pengawasan. dan dokumentasi Notariat. pengawasan.Pasal 303 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. penghimpunan. telaahan. penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan masyarakat tentang perilaku notaris. mengolah dan menindaklanjuti laporan dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta membuat laporan hasil pengawasan. pemberhentian. Pasal 304 Subdirektorat Harta Peninggalan terdiri atas : a. pemberhentian. pemantauan. penataan. meneliti data formal daftar wasiat dan penyiapan bahan penyelesaian permohonan surat keterangan wasiat. dan c. dan c. dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas. pengangkatan. Seksi Dokumentasi Notariat. evaluasi. dan c. b. pengelolaan dokumentasi Notariat.

Pasal 314 Subdirektorat Pidana Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan di bidang hukum pidana umum. Seksi Pemantauan dan Evaluasi. Subdirektorat Pidana Umum. bimbingan. Seksi Analisa Hukum Pidana. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. pertimbangan masalah hukum pidana. 50 . Pasal 315 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. pelaksanaan urusan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan rancangan kebijakan. dan e. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik. Pasal 311 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. pemberian pertimbangan mengenai masalah hukum pidana. dan b. d. pemantauan dan evaluasi serta pengurusan dokumentasi. Pasal 317 (1) Seksi Analisa Hukum Pidana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi hukum pidana. b. Pasal 312 Direktorat Pidana terdiri atas : a. pelaksanaan urusan ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. Subdirektorat Pidana Umum menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan dan pelaksanaan teknis di bidang hukum pidana.Bagian Kelima Direktorat Pidana Pasal 310 Direktorat Pidana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum pidana berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan hukum pidana dan pengelolaan dokumentasi serta data perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. c. pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang hukum pidana. analisa dan pertimbangan di bidang hukum pidana. dan d. pelaksanaan urusan dokumentasi hukum pidana dan pengolahan serta menyajikan data perkembangan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. b. Subbagian Tata Usaha. pembinaan. Direktorat Pidana menyelenggarakan fungsi : a. c. Pasal 316 Subdirektorat Pidana Umum terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. b.

pengangkatan. pengolahan. Pasal 321 (1) Seksi Ekstradisi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. rancangan perjanjian. dan pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyajian data dan pembuatan laporan perkembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pemantauan. Bagian Keenam Direktorat Tata Negara Pasal 326 Direktorat Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang tata negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 322 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan. dan b. pembimbingan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. rancangan perjanjian. pengangkatan. pemantauan. 51 . pengangkatan. dan b. bimbingan. dan b. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 324 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas : a. Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 323 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 322. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyimpanan. pemberian pertimbangan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstadisi.Pasal 318 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. rancangan perjanjian. Seksi Dokumentasi. Pasal 320 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik terdiri atas : a. pemutasian. pemberhentian. pemberian pertimbangan. pembinaan. penataan. pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. (2) Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. rancangan perjanjian. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik menyelenggarakan fungsi : a. rancangan perjanjian. Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik. pemantauan. pemberian pertimbangan. dan b. Seksi Ekstradisi. pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 319 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. Pasal 325 (1) Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. pemberian pertimbangan.

c. Subdirektorat Pewarganegaraan. pertimbangan. Seksi Dokumentasi. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. c. pengujian dan pemantauan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. urusan dokumentasi hukum tata negara. Pasal 331 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan. Subdirektorat Pewarganegaraan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Pendaftaran Partai Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pelaksanaan pendaftaran partai politik serta urusan dokumentasi pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. Subdirektorat Hukum Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Analisa dan Pertimbangan. b. analisa dan pemberian pertimbangan pendapat hukum serta penyelesaian masalah hukum tata negara. penyiapan pelaksanaan pedaftaran partai politik. Pasal 334 Subdirektorat Pewarganegaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Hukum Tata Negara. Direktorat Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. dan d. dan penyelenggaraan pendaftaran partai politik. Pasal 328 Direktorat Tata Negara terdiri atas : a. b. dan d. pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. pertimbangan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. b. 52 . dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penelitian. pemberian bimbingan. Pasal 329 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. pemeriksaan. dan pengumuman nama di bidang pewarganegaraan. Pasal 333 (1) Seksi Analisa dan Pertimbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kewarganegaraan. Pasal 335 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. b. dan penyelesaian masalah di bidang hukum tata negara.Pasal 327 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. penyelesaian proses kewarganegaraan. Pasal 332 Subdirektorat Hukum Tata Negara terdiri atas : a. pemberian bimbingan. pendapat hukum. Seksi Pendaftaran Partai Politik. Subbagian Tata Usaha. pendapat hukum. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. pertimbangan dan pendapat hukum tata negara serta pendaftaran partai politik. pengelolaan dokumentasi di bidang tata negara. Pasal 330 Subdirektorat Hukum Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan c. penyelesaian permohonan pewarganegaraan dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia.

analisa dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Formulir ex Dwi Kewarganegaraan RI-RRC. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional Pasal 342 Direktorat Hukum Internasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum internasional berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. analisa dan penyelesaian masalah kewarganegaraan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan bukti kewarganegaraan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus. dan b. pemeriksaan. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum. b. (2) Seksi Penyelesaian mempunyai tugas melakukan penyelesaian dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan pewarganegaraan. analisa dan proses permohonan pewarganegaraan dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. pengujian dan pemantauan di bidang bukti kewarganegaraan republik indonesia. (3) Seksi Pengujian dan Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengujian Formulir Dwi Kewarganegaraan dan bukti-bukti kewarganegaraan lainya serta pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. (2) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. Pasal 339 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. Seksi Analisa Pewarganegaraan. Pasal 340 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia terdiri atas : a. dan c. Pasal 336 Subdirektorat Pewarganegaraan terdiri atas : a. Pasal 341 (1) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. Pasal 337 (1) Seksi Analisa Pewarganegaraan mempunyai tugas melakukan analisa dan proses permohonan pewarganegaraan (Naturalisasi) dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. penilaian dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. dan c. dan c. pengumuman nama orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan kewarganegaraan. penyusunan dan pemeliharaan daftar pengujian data perkembangan dan pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia.b. Seksi Pengujian dan Pemantauan. Pasal 338 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis penilaian pemeriksaan. 53 . b. Seksi Penyelesaian. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi : a.

(1) (2) (3) (4) 54 . pemberian bimbingan. Seksi Hukum Lingkungan. Subdirektorat Hukum Internasional Umum. Pasal 349 Seksi Hukum Humaniter mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Seksi Hukum Humaniter. pemberian bimbingan dan pertimbangan. b. inventarisasi. dan masalah internasional. hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. pemberian petunjuk pelaksanaan hukum internasional umum. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional. pemberian bimbingan.Pasal 343 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. pemberian bimbingan. evaluasi. pembinaan. e. Seksi Dokumentasi. dan hukum angkasa. b. Pasal 348 Subdirektorat Hukum Internasional Umum terdiri atas : a. dan d. Subdirektorat Hukum Internasional Umum menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi hukum internasional. Pasal 346 Subdirektorat Hukum Internasional Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyelesaian masalah. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. tanggapan. Direktorat Hukum Internasional menyelenggarakan fungsi : a. pengembangan di bidang hukum internasional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. tanggapan. dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional umum. sosialisasi. Pasal 344 Direktorat Hukum Internasional terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. c. pemantauan. Pasal 345 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. pemberian pertimbangan. tanggapan dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional. pertimbangan dan tanggapan. c. hukum laut. penyelesaian masalah serta penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundangundangan di bidang hukum pidana internasional. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional. b. Pasal 347 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. inventarisasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional umum. c. pendapat hukum. penyelesaian masalah pencemaran dan pelestarian lingkungan serta inventarisasi dan sosialisasi. pertimbangan petunjuk pelaksanaan. dan f. pemberian bimbingan. Seksi Hukum Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundang-undangan di bidang hukum humaniter. dan c. dan d. sosialisasi perjanjian dan masalah internasional. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara. pelayanan yang meliputi pemberian informasi di bidang hukum internasional. pendapat hukum. inventarisasi dan pengolahan serta penyajian data perkembangannya. pemberian bimbingan dan pertimbangan. pertimbangan. sosialisasi perjanjian. d. pendapat hukum. dan penyelesaian masalah hukum internasional umum.

penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum udara. legal opinion. dan b. pemberian bimbingan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan dan tanggapan masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. Pasal 357 (1) Seksi Hukum Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan b. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut dan hukum udara.Pasal 350 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 351 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. Pasal 354 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi. sosialisasi. (2) Seksi Hukum Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemantauan. pemantauan dan evaluasi. dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. Pasal 352 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional terdiri atas : a. mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan regional dan multilateral. regional dan bilateral. pemberian bimbingan dan pertimbangan. penyebarluasan penyelesaian masalah mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan bilateral. pemberian bimbingan. regional dan bilateral dan pendapat hukum. tanggapan. pemberian bimbingan dan pertimbangan kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. pemberian bimbingan. Seksi Hukum Udara. dan c. pertimbangan. evaluasi di bidang hukum ekonomi. tanggapan. b. Seksi Hukum Laut. pemantauan. Seksi Kerja Sama Bilateral. pemberian bimbingan. 55 . dan kelembagaan internasional. pertimbangan. b. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut multilateral. Pasal 356 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara terdiri atas : a. penyelesaian masalah. dan c. pemberian bimbingan dan pertimbangan. pertimbangan dan pendapat hukum di bidang hukum laut dan hukum udara. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional menyelenggarakan fungsi : a. pertimbangan. Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral. Pasal 353 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan di bidang hukum mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. pemantauan dan evaluasi. pemantauan dan evaluasi. (2) Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. regional dan bilateral. pemantauan dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Pasal 355 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. sosialisasi serta penyelesaian masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis. tanggapan.

56 . pemberian keterangan mengenai sidik jari seseorang. dan b. perumusan slip teraan jari seseorang. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi menyelenggarakan fungsi : a. perumusan. c. Seksi Perumusan. Pasal 361 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. Pasal 362 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengidentifikasian berdasarkan sidik jari. perumusan dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. Direktorat Daktiloskopi menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan dan penyajian data perkembangan daktiloskopi. Pasal 366 Subdirektorat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan data. dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. c. pemantauan. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi. penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang daktiloskopi. dan d. penyiapan rancangan kebijakan teknis. (2) Seksi Identifikasi mempunyai tugas melakukan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. Seksi Identifikasi. b.Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi Pasal 358 Direktorat Daktiloskopi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang daktiloskopi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. pelaksanaan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan. pembinaan monitoring. Subdirektorat Data dan Informasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan serta melakukan penataan dan pemberian informasi sidik jari. urusan dokumentasi serta informasi daktiloskopi dan penyimpanan slip sidik jari. Subbagian Tata Usaha. pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari dan pengolahan. Pasal 365 (1) Seksi Perumusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 364 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi terdiri atas : a. dan d. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 360 Direktorat Daktiloskopi terdiri atas : a. Pasal 363 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. Pasal 359 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. dan b.

57 . dan penyimpanan slip sidik jari. Seksi Pengumpulan Data. Pasal 373 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. Subdirektorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. urusan dokumentasi. Pasal 370 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan mempunyai tugas melaksanakan pengolahan. Seksi Penataan dan Informasi. serta evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian data perkembangan daktiloskopi dan urusan dokumentasi daktiloskopi serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan b. dan b. penyiapan rancangan kebijakan teknis. (2) Seksi Penataan dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengolahan dan penataan slip sidik jari serta pemberian informasi slip sidik jari. Seksi Dokumentasi. dan b.Pasal 367 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 366. pengolahan. Pasal 369 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan dan penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan dan identifikasi. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 368 Subdirektorat Data dan Informasi terdiri atas : a. melakukan penataan dan pemberian informasi tentang sidik jari. Seksi Arsip Teraan. b. penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari. penyajian data perkembangan daktiloskopi. penyajian dan penyiapan serta pendokumentasian daktiloskopi. (2) Seksi Arsip Teraan mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari serta evaluasi dan penyusunan laporan. perumusan slip sidik jari seseorang yang akan dirumus. dan c. Pasal 372 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan terdiri atas : a. Pasal 371 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. evaluasi dan penyusunan laporan.

Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. c. Direktorat Bina Khusus Narkotika. Direktorat Bina Perawatan. f. bina perawatan. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. bina perawatan. bina bimbingan kemasyarakatan. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 376 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terdiri atas: a. dan e. Sekertariat Direktorat Jenderal. Pasal 375 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. penyusunan standar. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. 58 . pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. bina latihan kerja dan produksi. bina latihan kerja dan produksi. penyusunan laporan kegiatan pemasyarakatan. norma. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. bina bimbingan kemasyarakatan. d.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 374 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasyarakatan. b. evaluasi. bina bimbingan kemasyarakatan. bina perawatan. c. b. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. b. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Kepegawaian. program dan anggaran. kriteria dan prosedur di bidang bina registrasi dan statistik. pedoman. dan e. c. pelaksanaan kebijakan di bidang bina registrasi dan statistik. pengelolaan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang bina registrasi dan statistik. Pasal 378 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. bina latihan kerja dan produksi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. e. Pasal 379 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. dan g. pengelolaan urusan administrasi keuangan. b.

program dan anggaran. dan c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. program dan anggaran. penghimpunan peraturan perundang-undangan. dan c. Bagian Keuangan. pengolahan. b. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan. penyajian data dan informasi. d. 59 . penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan pengelolaan. pengolahan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pengolahan. Bagian Tata Usaha. evaluasi dan penyusunan laporan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyajian data dan informasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 380 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. b. Pasal 386 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. Subbagian Umum Kepegawaian. e. f. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pasal 382 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. b. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.c. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b. Pasal 384 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. dan c. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengelolaan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 381 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 380. Pasal 385 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 384. penghimpunan peraturan perundang-undangan. program dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. penghimpunan peraturan perundang-undangan. Pasal 383 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan penyusunan formasi. penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan.

Subbagian Perbendaharaan. dan c. Pasal 389 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 388 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 395 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. (3). 60 . dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. kepangkatan. dan c. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 390 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan peyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. penggajian. pengurusan Asuransi Kesehatan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 393 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. Pasal 394 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas: a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 387 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Pasal 391 (1). pengangkutan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pemindahan. pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 392 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. (2). Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan b. pendataan. pelaksanaan urusan pembukuan. mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan b. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. b. pengembangan pegawai. pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan anggaran. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan.

c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan tahanan. penyiapan rancangan kebijakan. dan e. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. b. benda sitaan negara. dan d. Pasal 397 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. (1) (2) (3) (4) 61 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Sidik Jari. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Subbagian Persuratan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. c. pengetikan. Pasal 398 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. d. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang statistik dan dokumentasi tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. d. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi. b. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi. penggandaan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 401 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penggandaan dan pengiriman. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik Pasal 400 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang registrasi dan statistik tahanan. c. penyiapan rancangan kebijakan. hubungan masyarakat dan protokol.Pasal 396 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 402 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik terdiri atas: a. Subdirektorat Registrasi. Pasal 399 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. b. c. pengetikan. dan e. pelaksanaan urusan persuratan. penyiapan rancangan kebijakan. dan d.

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 410 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi terdiri atas: a. mutasi tahanan dan benda sitaan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang klien pemasyarakatan. dan Benda Sitaan Negara. penempatan. pembinaan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan. Mutasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 407 (1) Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 409 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi tahanan. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. pemindahan tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 406 Subdirektorat Registrasi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. b. Pasal 405 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. penyiapan rancangan kebijakan. b. (3) Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan. 62 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan dan pemberian remisi. Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Pasal 408 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan. dan b.Pasal 403 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. (2) Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi klien pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi warga binaan pemasyarakatan. Pasal 404 Subdirektorat Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 411 (1) Seksi Penempatan. Mutasi Tahanan. Seksi Penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. Subdirektorat Registrasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara.

Pasal 418 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. b. (2) Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Pasal 419 (1) Seksi Statistik. dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan.(2) Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. identifikasi. dan Benda Sitaan Negara. penempatan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembebasan narapidana dan anak didik pemasyarakatan serta mutasi dan pengakhiran pembimbingan klien pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. Dokumentasi Tahanan. Seksi Statistik. 63 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara serta warga binaan pemasyarakatan. dan c. dan b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. Pasal 413 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. Seksi Perumusan dan Identifikasi. Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 417 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. Dokumentasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. mutasi. Pasal 415 (1) Seksi Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. perumusan. Pasal 416 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Sidik Jari menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 412 Subdirektorat Sidik Jari mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. Pasal 414 Subdirektorat Sidik Jari terdiri atas: a. dan c. dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. perumusan dan identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan dan perumusan. Seksi Statistik. dan b. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 421 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. Pasal 425 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. perlengkapan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. (3) Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.(2) Seksi Statistik. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. 64 . dan d. perlengkapan tahanan. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan dan makanan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana dan evaluasi perawatan tahanan. dan d. warga binaan pemasyarakatan. pengelolaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara serta sarana dan evaluasi perawatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. standardisasi dan penetapan gizi serta pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan Pasal 420 Direktorat Bina Perawatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan dan makanan. c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. pengembangan pelayanan kesehatan. Subbagian Tata Usaha. pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Pasal 424 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Direktorat Bina Perawatan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan perawatan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. c. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. c. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 423 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan . b. Pasal 422 Direktorat Bina Perawatan terdiri atas: a.

Pasal 426 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan terdiri atas: a. Seksi Penilaian Jenis dan Mutu. dan c. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan. Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani. pembinaan teknis dan pemantauan di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan teknis serta pemantauan di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Pengendalian Bahan Makanan. Seksi Pengendalian Bahan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 432 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Pasal 427 Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pengelolaan sarana serta evaluasi dan pelaporan perawatan tahanan. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penilaian jenis dan mutu serta penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. c. Pasal 429 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. b. (2) Seksi Penilaian Jenis dan Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 431 (1) Seksi Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 430 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara terdiri atas: a. dan c. dan d. 65 . Seksi Pemeliharaan. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (3) Seksi Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (1) (2) (3) (4) Pasal 428 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi. Seksi Penghapusan.

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang analisa kebutuhan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Subdirektorat Pembinaan. b. Bagian Keenam Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan Pasal 436 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pelayanan dan penyuluhan. Seksi Analisa Kebutuhan. Subdirektorat Pembimbingan. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang alokasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan perawatan. Seksi Pengelolaan Sarana. pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. distribusi dan pengendalian sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b. b.Pasal 433 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. c. d. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. (2) Seksi Pengelolaan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. 66 . b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pelaksanaan evaluasi dan laporan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Evaluasi dan Laporan Pasal 435 (1) Seksi Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. pendidikan dan bimbingan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Pendidikan. Pasal 437 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. c. Pasal 438 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan e. dan e. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Subbagian Tata Usaha. d. dan c. Pasal 434 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi terdiri atas: a.

Pasal 439 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. penelitian kemasyarakatan serta evaluasi dan laporan. Seksi Orientasi dan Observasi. Pasal 441 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan. Seksi Penelitian Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. Seksi Penelitian Kemasyarakatan. Seksi Orientasi dan Observasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. Subdirektorat Pembinaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum. Seksi Evaluasi dan Laporan. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan. Pasal 445 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. olah raga dan kesenian serta pembinaan badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. dan d. dan d. Pasal 446 Subdirektorat Pembinaan terdiri atas: a. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 440 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. c. (1) (2) (3) (4) Pasal 444 Subdirektorat Pembinaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan mental rohani. dan d. bimbingan hukum. b. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Bimbingan Hukum. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. Seksi Pembinaan Mental Rohani. dan d. orientasi dan observasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 443 Seksi Bimbingan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang bimbingan hukum. c. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan menyelenggarakan fungsi: a. 67 . Pasal 442 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan terdiri atas: a. kewarganegaraan.

dan b. Pasal 449 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448.(1) (2) (3) (4) Pasal 447 Seksi Pembinaan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 452 Subdirektorat Pembimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembimbingan klien. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang peran serta badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. integrasi dan pendayagunaan tim pengamat pemasyarakatan bagi warga binaan pemasyarakatan. dan b. Pasal 450 Subdirektorat Pendidikan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang integrasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. 68 . Pasal 448 Subdirektorat Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan. Subdirektorat Pembimbingan menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Seksi Pendidikan Luar Sekolah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. Pasal 453 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan. dan d. Pasal 451 (1) Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pendidikan Luar Sekolah. pendidikan luar sekolah serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. asimilasi.

Seksi Integrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan di bidang anak pidana dan anak negara. anak pidana dan anak negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran. (1) (2) (3) (4) 69 . d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan dan latihan keterampilan kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. b. Pasal 457 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendayagunaan tenaga kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi Pasal 456 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pelatihan keterampilan kerja. tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Produksi. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan pelatihan keterampilan kerja. Seksi Asimilasi. Subbagian Tata Usaha.Pasal 454 Subdirektorat Pembimbingan terdiri atas: a. Subdirektorat Tenaga Kerja. Pasal 460 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Ketrampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. d. c. c. Seksi Asimilasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. c. produksi dan pendayagunaan tenaga kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran hasil produksi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. bimbingan keterampilan dan kerja lingkungan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kemitraan dan pemasaran hasil produksi. dan f. Subdirektorat Kegiatan kerja. e. e. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan. b. Seksi Bimbingan Klien. Pasal 458 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi terdiri atas: a. Pasal 459 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. dan f. pengembangan kewirausahaan. Seksi Integrasi. dan d. b. Pasal 455 Seksi Bimbingan Klien mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan.

b. Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. dan d. Subdirektorat Kegiatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pasal 466 Subdirektorat Kegiatan Kerja terdiri atas. Pasal 465 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. Seksi Bimbingan Minat dan Bakat. Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan. b. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan. Pasal 462 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan terdiri atas: a. Seksi Bimbingan Keterampilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pengembangan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. a. Seksi Pengembangan Kewirausahaan. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan. 70 . Pasal 467 (1) Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. perikanan dan peternakan. dan d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan . (2) Seksi Kegiatan Pertanian dan Perkebunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. b. c. Seksi Bimbingan Keterampilan. (1) (2) (3) (4) Pasal 464 Subdirektorat Kegiatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja industri rumah tangga dan jasa. penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pertanian dan perkebunan. dan c. b. Pasal 463 Seksi Bimbingan Minat dan Bakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.Pasal 461 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460.

Seksi Evaluasi dan Laporan. Pasal 468 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pemasaran serta pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. Pasal 472 Subdirektorat Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. (3) Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian.(3) Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. Pasal 473 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. penyiapan rancangan kebijakan. dan b. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi. Pasal 470 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. (2) Seksi Pembinaan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang bimbingan produksi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. Seksi Pembinaan Produksi. dan c. serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. dan c. pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. Pasal 475 (1) Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi dan Pengendalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Seksi Standardisasi dan Pengendalian. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan produksi. b. Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. 71 . Pasal 476 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. pembinaan produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. Subdirektorat Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 469 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. dan b. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. Pasal 474 Subdirektorat Tenaga Kerja terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Produksi meyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan teknis petugas keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian. (2) Seksi Pemasaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan c. b. Subbagian Tata Usaha. c. b.Pasal 477 Untuk melaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. Pasal 482 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban terdiri atas: a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi: a. dan e. Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan. b. Seksi Pemasaran. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. b. Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban Pasal 480 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan. Seksi Pembinaan Kemitraan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Sarana. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 479 (1) Seksi Pembinaan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan teknis sarana petugas pengamanan serta pengawasan dan pengendalian keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk-bentuk usaha dan kegiatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan. (3) Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan e. Pasal 478 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran terdiri atas: a. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan c. d. 72 . c. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pengawasan dan pengendalian Rumah Tahanan Negara. Pasal 481 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. Rumah Penyimpanan Benda sitaan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan.

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 484 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan dan pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Keamanan dan Ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. 73 . dan Lembaga Pemasyarakatan. (2) Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama. dan c. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 486 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas: a. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis.Pasal 483 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 485 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 488 Subdirektorat Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana. Pasal 487 (1) Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan b. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan c. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban. pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 490 Subdirektorat Sarana terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban. Subdirektorat Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis kerja sama di bidang keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. b. Pasal 489 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. pengelolaan dan pemeliharaan sarana serta pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara.

dan c. Pasal 497 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan. dan c. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 493 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. pembinaan. pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin dan pemberian bantuan hukum kepada petugas pengamanan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban. (3) Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban serta keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 492 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 495 (1) Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. b. dan Lembaga Pemasyarakatan. pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan 74 . penindakan gangguan keamanan dan ketertiban. dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b. Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. pembinaan. Pasal 494 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi dan Pengembangaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan serta pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. (2) Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan. (2) Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. Subdirektorat Pelayanaan Sosial. Pasal 499 (1) Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Bimbingan Hukum. c. perawatan jasmani. Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika Pasal 500 Direktorat Bina Khusus Narkotika mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan. Seksi Bantuan Hukum. Pasal 503 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. bimbingan hukum dan kemitraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Direktorat Bina Khusus Narkotika menyelenggerakan fungsi : a. (2) Seksi Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. Pasal 498 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan terdiri atas: a. Pasal 502 Direktorat Bina Khusus Narkotika terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. d. Subdirektorat Kemitraan. b. Pasal 505 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. dan e. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. 75 . Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani.b. dan b. Subdirektorat Perawatan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Subbagian Tata Usaha. dan e. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. Subdirektorat Perawatan Kesehatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan sosial bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 504 Subdirektorat Perawatan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. pelayanan sosial. perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 501 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. d. c.

76 . Pasal 510 Subdirektorat Pelayanan Sosial terdiri atas : a. dan c. Subdirektorat Pelayanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c. dan c. seni dan budaya. Seksi Perawatan Jasmani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan lanjutan. c. b. Pasal 508 Subdirektorat Pelayanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. (2) Seksi Ketrampilan dan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan keterampilan dan usaha. Pasal 509 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. Seksi Seni dan Budaya. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya. Pasal 511 (1) Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan dan bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan. b. keterampilan dan usaha. dan d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang ketrampilan dan usaha. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika. (2) Seksi Perawatan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. Pasal 512 Subdirektorat Bimbingan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum. Seksi Ketrampilan dan Usaha. Subdirektorat Bimbingan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan kesadaran hukum. Pasal 513 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512.Pasal 506 Subdirektorat Perawatan Kesehatan terdiri atas : a. (3) Seksi Perawatan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. (3) Seksi Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 507 (1) Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Perawatan Mental Rohani.

Pasal 514 Subdirektorat Bimbingan Hukum terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. (3) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. dan c. b. Pasal 518 Subdirektorat Kemitraan terdiri atas : a. Pasal 515 (1) Seksi Konsultasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Pasal 516 Subdirektorat Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. Seksi Konsultasi Hukum. 77 . Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi. dan c. Pasal 519 (1) Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama intansi pemerintah bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c. monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. (3) Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara. (2) Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum. Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum. Seksi Monitoring dan Evaluasi. b. (2) Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. Subdirektorat Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 517 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516.

lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. norma. Pasal 524 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. kriteria dan prosedur di bidang dokumen perjalanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. d. intelijen. hubungan masyarakat. dan penindakan. pengelolaan urusan kepegawaian. Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan fungsi : a. penyidikan. evaluasi. f. Pasal 521 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Imigrasi. intelijen. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan g. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 523 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. b. d. 78 . visa dan fasilitas. b. Direktorat Dokumen Perjalanan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. dan e. penyidikan dan penindakan. d. protokoler. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. intelijen. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. penyusunan laporan kegiatan keimigrasian. hukum. program dan anggaran. izin tinggal dan status. Direktorat Intelijen Keimigrasian. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. c. Pasal 525 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang dokumen perjalanan. pengelolaan dokumentasi dan kepustakaan. visa dan fasilitas. dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. c. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pedoman. perumusan standar. visa dan fasilitas. dan penindakan. b. Bagian Kepegawaian. penyidikan. lintas batas.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 520 Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang imigrasi. e. Sekretariat Direktorat Jenderal. izin tinggal dan status. c. dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang dokumen perjalanan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. izin tinggal dan status. pelaksanaan urusan tata usaha. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 522 Direktorat Jenderal Imigrasi terdiri atas : a.

penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Umum Kepegawaian. b. penyajian data dan informasi. e. dan c. penataan. (1) (2) (3) (4) Pasal 530 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. program dan anggaran. dan d. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyusunan. Pasal 532 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiunan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Bagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. Subbagian Data dan Informasi. Pemberhentian dan Pensiun. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. pengkoordinasian rancangan. Pasal 529 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 531 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. f. program dan anggaran. d. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Litigasi dan Tata Usaha. Pasal 526 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Keuangan. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. 79 . Pasal 527 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. b. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. penyajian data dan informasi. program dan anggaran. penyusunan dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. dan d. Subbagian Pengembangan.c. Pasal 528 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. penyajian data dan informasi. dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. penghimpunan peraturan perundang-undangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Imigrasi. c. c. b. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perencanaan pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. penyiapan penyusunan formasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. c. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana.

dan c. mutasi pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. penggajian. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. kepangkatan. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan pengembangan sumber daya manusia. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pelaksanaan anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. Pasal 540 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. b. Pasal 537 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. Subbagian Pengadaan dan Peralatan. evaluasi. pelaksanaan urusan dalam. Subbagian Analisa Kebutuhan. dan d. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan.Pasal 533 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyusunan formasi. pembakuan dan penghapusan. perhitungan. Pasal 538 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. penyusunan rencana. penggunaan. b. Pasal 535 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. serta pemeliharaan prasarana dan sarana. b. Pasal 536 Bagian Keuangan terdiri atas : a. dan c. (3) Subbagian Pengembangan. 80 . inventarisasi. pemindahan. dan penyusunan laporan keuangan. pelayanan administrasi Asuransi Kesehatan. pengangkutan. b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 539 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. penyusunan rencana pengadaan fisik dan pengadaan dokumen keimigrasian. dan penyusunan laporan keuangan. dan laporan pelaksanaan kegiatan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembukuan. c. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pendataan. perhitungan. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pelaksanaan urusan pembukuan. dan c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 534 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

pemberian pendapat dan bantuan hukum serta sosialisasi hukum di bidang keimigrasian. dan d. Pasal 547 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. pelaksanaan urusan persuratan. visa. Subbagian Tata Persuratan. (1) (2) (3) (4) Bagian Keempat Direktorat Dokumen Perjalanan. Subbagian Tata Persuratan. pendapat hukum dan sosialisasi hukum. Visa dan Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pendapat hukum. (2) Subbagian Pengadaan dan Peralatan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pengadaan fisik. dan sosialisasi hukum. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang dokumen perjalanan. Pasal 544 Bagian Hubungan Masyarakat.Pasal 541 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan analisa penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Pasal 546 Direktorat Dokumen Perjalanan. visa. Pasal 543 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. Pasal 545 Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. dan Tata Usaha terdiri atas : a. Pasal 542 Bagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan pemberian bantuan hukum. izin masuk. pelaksanaan hubungan masyarakat. izin masuk. Litigasi. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. dokumentasi. Subbagian Hubungan Masyarakat. pengetikan. dokumentasi dan perpustakaan. izin masuk. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan teknis di bidang dokumen perjalanan. dan e. b. pembakuan dan rencana penggunaan. d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol. c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. Dokumentasi dan Kepustakaan. Litigasi. Litigasi. visa. visa. pengangkutan. 81 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumen perjalanan. penyimpanan dan pemeliharaan prasarana dan sarana serta pengadaan dan penyimpanan dokumen keimigrasian. penggandaan dan pendistribusian. b. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. c. Subbagian Litigasi mempunyai tugas melakukan pemberian bantuan hukum mewakili Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadapi setiap gugatan di pengadilan. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. Direktorat Dokumen Perjalanan. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. penghapusan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. pengelolaan arsip. Bagian Hubungan Masyarakat. c. pengelolaan arsip. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal dan protokoler. Visa dan Fasilitas Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang dokumen perjalanan. Dokumentasi dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip. Subbagian Litigasi. dokumentasi dan perpustakaan Direktorat Jenderal Imigrasi. izin masuk. dan kepustakaan keimigrasian. dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan hubungan masyarakat. b.

Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Pasal 551 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. c. dan e. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. dan PLB. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi WNI dan orang asing yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. dan f. Pasal 553 (1) Seksi Paspor. pemberian dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan (Paspor. visa. SPLP. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Visa. Pasal 549 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. Pasal 554 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. SPLP.d. Subdirektorat Dokumen Perjalanan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Paspor. e. Pasal 555 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. d. Visa dan Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. SPLP dan PLB) bagi WNI dan orang asing. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi warga negara indonesia (WNI) dan orang asing. Subdirektorat Dokumen Perjalanan. Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Pasal 552 Subdirektorat Dokumen Perjalanan terdiri atas : a. 82 . Pasal 550 Subdirektorat Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI. Subbagian Tata Usaha. Pasal 548 Direktorat Dokumen Perjalanan. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pemberian pelayanan di bidang dokumen perjalanan. dan PLB mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan rancangan kebijakan. izin masuk.

izin masuk kembali dan izin masuk darurat. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. izin masuk kembali. penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Pasal 558 Subdirektorat Visa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengevaluasian dan penyusunan laporan serta penyelesaian dan persetujuan visa. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 562 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan pemberian visa. Seksi Visa Tinggal Terbatas. dan b. 83 . dan d. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. dan penyusunan laporan pemberian visa. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan RI yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI. penelaahan. Pasal 561 (1) Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Pasal 563 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. dan c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja keluar negeri bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. (2) Seksi Visa Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 559 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 558. Evaluasi dan Laporan. b. dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. Seksi Paspor TKI. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. pembinaan. evaluasi. Subdirektorat Visa menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Visa Kunjungan. izin masuk darurat dan tanda bertolak. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. Pasal 557 (1) Seksi Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. pelaksanaan.Pasal 556 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI terdiri atas : a. Pasal 560 Subdirektorat Visa terdiri atas : a. (3) Seksi Visa Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.

Pasal 569 (1) Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Bagian Kelima Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Pasal 570 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi perjalanan untuk ibadah keagamaan. wisatawan asing. pengevaluasian fasilitas keimigrasian untuk ibadah keagamaan. Seksi Izin Bertolak. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi pemberian fasilitas layanan elektronis keimigrasian. Pasal 567 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi wisatawan asing ke Indonesia. Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal. Pasal 566 Subdirektorat Fasilitas Kemigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Fasilitas Wisatawan Asing. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. dan b. (2) Seksi Fasilitas Wisatawan Asing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 571 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan wisatawan asing ke Indonesia. b. (2) Seksi Izin Bertolak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang izin tinggal. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan ibadah keagamaan. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. alih status keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 84 . Pasal 565 (1) Seksi Izin Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan. dan layanan elektronis keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian layanan elektronis keimigrasian (Smart Card. (3) Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 568 Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. alih status keimigrasian. APEC Bussiness Travel Card (ABTC). dan c. b.Pasal 564 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak terdiri atas : a. Frequent Travel Card (FTC) dan Layanan Elektronis Keimigrasian lainnya). penelaahan. b. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. Seksi Izin Masuk.

Seksi Izin Tinggal Terbatas. c. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal khusus/darurat bagi orang asing yang bekerja pada alat apung dan atau instalasi lepas pantai di wilayah perairan Indonesia. Subdirektorat Status Keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian izin tinggal terbatas dan perpanjangannya. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. Seksi Izin Tinggal Kunjungan. Pasal 572 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian terdiri atas: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan pemberian izin tinggal dan perpanjanganya bagi orang asing pengungsi. b. Subdirektorat Izin Tinggal menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 575 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin tinggal kunjungan dan perpanjangannya. pembinaan dan bimbingan teknis pemberian persetujuan alih status keimigrasian serta penelaahan. alih status keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 573 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. dan d. d.c. b. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal tetap dan perpanjangannya. (1) (2) (3) (4) Pasal 578 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Izin Tinggal. evaluasi dan laporan. korban bencana alam. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal berupa izin tinggal kunjungan. pemeriksaan status kewarganegaraan dan pewarganegaraan serta surat keterangan keimigrasian dan izin tinggal khusus/darurat. dan e. izin tinggal terbatas. pemberian pelayanan dan informasi di bidang izin tinggal. perencanaan teknis di bidang izin tinggal. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. Pasal 574 Subdirektorat Izin Tinggal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Izin Tinggal Tetap. menunggu proses peradilan dan lain sebagainya. Subbagian Tata Usaha. terdampar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. 85 . izin tinggal terbatas. pembinaan dan bimbingan teknis serta pengaturan pemberian izin tinggal beserta perpanjangannya bagi orang asing pemegang izin tinggal kunjungan. c. alih status keimigrasian. Pasal 576 Subdirektorat Izin Tinggal terdiri atas : a. Pasal 577 Seksi Izin Tinggal Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat.

pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian dan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. penyiapan penetapan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. Subdirektorat Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 583 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan teknis di bidang pemeriksaan dan penetapan status keimigrasian serta persetujuan pemberian surat keterangan keimigrasian. dan pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. Pasal 581 (1) Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian Pasal 586 Direktorat Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang operasi intelijen. Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. dan c. Pasal 585 (1) Seksi Status Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. b. dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 584 Subdirektorat Status Keimigrasian terdiri atas : a. (2) Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. Seksi Status Keimigrasian. penelaahan. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian.Pasal 579 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. Pasal 582 Subdirektorat Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan. Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas. pelaksanaan penelaahan. Seksi Evaluasi dan Laporan. (2) Seksi Surat Keterangan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. dan c. kerja sama dan pelaksanaan kegiatan intelijen keimigrasian serta pengamanan perizinan keimigrasian. b. b. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. penelaahan dan pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. pembinaan. pembinaan. Pasal 580 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian terdiri atas: a. penyajian produk intelijen. 86 . Seksi Surat Keterangan Keimigrasian. dan c.

pembinaan dan operasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyelidikan. Seksi Operasi Intelijen Wilayah I. Sulawesi Selatan. Gorontalo. Jawa Tengah. b. Jambi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Lampung. Pasal 594 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Maluku. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. c. Kalimantan Tengah. Banten. Subbagian Tata Usaha. b. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian. Jawa Barat. Pasal 593 (1) Seksi Operasi Intelijen Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Kalimantan Selatan. pengumpulan. dan d. Sumatera Utara. Pasal 589 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Intelijen Keimigrasian. Nusa Tenggara Barat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kegiatan kerja sama intelijen dan operasi intelijen keimigrasian. Pasal 592 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Pasal 588 Direktorat Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian. Seksi Operasi Intelijen Wilayah II. Kalimantan Barat. Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan kerja sama di bidang operasi intelijen keimigrasian. Pasal 591 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Daerah Istimewa Yogyakarta. Bengkulu. dan Jawa Timur. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang produksi intelijen keimigrasian.Pasal 587 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian. (2) Seksi Operasi Intelijen Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. 87 . pelaksanaan penelaahan dan analisa informasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyajian produk intelijen keimigrasian. dan b. Sulawesi Tengah. dan e. Sumatera Selatan. c. d. Pasal 590 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengamanan. Kepulauan Riau. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian. Sulawesi Barat. Kalimantan Timur. Riau. Sumatera Barat. pengolahan dan penyusuna dan penyajian informasi yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelanggaran keimigrasian. pelaksanaan pengamanan terhadap perizinan keimigrasian. Maluku Utara. Direktorat Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Utara. dan b. Kepulauan Bangka Belitung. Papua dan Irian Jaya Barat.

Pasal 598 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen negara lain. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen lain baik antar negara maupun dalam negeri. Pasal 597 (1) Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. Pasal 600 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. penyiapan penyusunan perkiraan keadaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen di dalam negeri. Pasal 599 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. Pasal 596 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. dan b. dan c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen lain di dalam negeri. dan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 88 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen negara lain. Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara. b. Pasal 601 (1) Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian. Pasal 602 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian. dan b. dan penyiapan kerja sama serta pelaksanaannya. (3) Seksi Produksi Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengumpulan. Seksi Produksi Intelijen. dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. pengolahan. dan c. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pembuatan perkiraan keadaan dan pemberian peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. pengolahan dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. (2) Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.Pasal 595 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan.

pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. bimbingan teknis. Seksi Pengamanan Perizinan WNA. penyiapan kerja sama antar instansi di bidang pengamanan perizinan WNI. d. pelaksanaan penyidikan terhadap setiap orang asing yang melanggar undang-undang keimigrasian. bimbingan teknis di bidang pengamanan keimigrasian. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan. penyiapan. pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana 89 . Pasal 605 (1) Seksi Pengamanan Perizinan WNI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. dan b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 609 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian c. b. dan f. Pasal 607 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan informasi di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. d. Bagian Ketujuh Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Pasal 606 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Pasal 608 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. penyiapan kerja sama antar instansi dan pelaksanaan operasi pengamanan atas keberadaan dan kegiatan orang asing. dan pelaksanaannya. e. penyiapan kerja sama antar instansi dalam rangka pengamanan teknis perizinan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian. dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. penindakan terhadap orang asing yang melanggar peraturan keimigrasian di wilayah Negara Republik Indonesia. Seksi Pengamanan Perizinan WNI. Pasal 610 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. dan b. (2) Seksi Pengamanan Perizinan WNA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 604 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian terdiri atas: a. b. e.Pasal 603 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi.

Jawa Barat. dan c. Sumatera Barat. Jambi. Daerah Istimewa Yogyakarta. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penindakan keimigrasian. (3) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan. Pasal 614 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 613 (1) Seksi Penyidikan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . Sulawesi Barat. Gorontalo. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil keimigrasian. Pasal 616 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. Lampung. penyidik pegawai negeri sipil keimigrasian serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Bengkulu. Sulawesi Selatan.keimigrasian. Sulawesi Utara. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. c. Pasal 615 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. Kalimantan Barat. Kepulauan Riau. Jawa Tengah. Kalimantan Timur. Seksi Penyidikan Wilayah I. Maluku Utara. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Irian Jaya Barat dan Papua. Pasal 612 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian terdiri atas : a. 90 . Seksi Evaluasi dan Laporan. b. (2) Seksi Penyidikan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. Kalimantan Selatan. evaluasi dan penyusunan laporan penindakan keimigrasian seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Sumatera Selatan. dan d. Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. dan c. pelaksanaan operasi penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Seksi Penindakan Wilayah II. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan Jawa Timur. Sumatera Utara. Seksi Penyidikan Wilayah II. Maluku. Kalimantan Tengah. b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi serta evaluasi dan laporan di bidang tindakan keimigrasian atas pelanggaran keimigrasian. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Seksi Penindakan Wilayah I. Sulawesi Tenggara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Kepulauan Bangka Belitung. pemantauan pelaksanaan penyidik keimigrasian dan pembaharuan data Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. pengaturan operasi-operasi rutin maupun khusus sebagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Republik Indonesia. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Pasal 611 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan. Riau. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Banten. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tengah.

Seksi Penangkalan. Bengkulu. Sulawesi Barat. Sulawesi Tengah. Jawa Tengah. Sumatera Barat. Pasal 620 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Sumatera Selatan. Maluku Utara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan penangkalan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan atau penolakan masuk ke wilayah Republilk Indonesia dan penyebaran informasi penangkalan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan. Kalimantan Timur. Sulawesi Selatan. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi. (2) Seksi Penangkalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.Pasal 617 (1) Seksi Penindakan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Jawa Barat. 91 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pencegahan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan keluar wilayah Republik Indonesia dan penyebaran informasi pencegahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seksi Pencegahan. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi menyelenggarakan fungsi : a. Riau. penangkalan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Pasal 623 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Utara. Lampung. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penindakan keimigrasian. pembinaan. Irian Jaya Barat dan Papua. Kepulauan Riau. Maluku. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan penyebaran informasi di bidang pencegahan. dan c. Pasal 619 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Sulawesi Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tenggara. (2) Seksi Penindakan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. pembinaan. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan menyelenggarakan fungsi : a. Kepulauan Bangka Belitung. pembinaan. dan penyebaran informasi. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. Pasal 618 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penanganan imigran ilegal dan pelaksanaan perlindungan bagi korban kejahatan lintas negara. Jambi. Kalimantan Selatan. Kalimantan Tengah. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi dan deportasi. dan Jawa Timur. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan deportasi orang asing. pembinaan. dan b. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan dan penangkalan. Kalimantan Barat. Pasal 621 (1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Pasal 622 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan korban kejahatan lintas negara. deportasi. Gorontalo. Banten. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan penangkalan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penanganan imigran ilegal.

dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. perancangan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi . (3) Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 627 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. c. dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pasal 628 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian terdiri atas : a. perjanjian lintas batas. lintas batas. lintas batas. Seksi Deportasi. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan deportasi terhadap setiap orang asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian. penyiapan kerja sama di bidang keimigrasian dengan negara lain dan organisasi internasional. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan. Bagian Kedelapan Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian Pasal 626 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang lintas batas dan kerja sama luar negeri keimigrasian berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. dan c. b. Pasal 629 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. b. d. c. e. Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pengawasan. pengendalian dan pencegahan imigran gelap dan perlindungan korban kejahatan lintas negara. Subbagian Tata Usaha. (2) Seksi Deportasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. d. dan e. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. pelaksanaan urusan tata usaha. pemberian pelayanan dan informasi di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. lintas batas dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. 92 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. Pasal 625 (1) Seksi Detensi Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. Subdirektorat Lintas Batas. dan f.Pasal 624 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi terdiri atas : a. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai fungsi : a. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. lintas batas. b. Seksi Detensi Imigrasi. dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian.

Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa. dan b. Pasal 636 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. Pasal 632 Subdirektorat Lintas Batas terdiri atas: a. Subdirektorat Lintas Batas menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 631 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. Pasal 634 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea.Pasal 630 Subdirektorat Lintas Batas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. persetujuan. bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. Pasal 637 (1) Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 635 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. dan b. dan Philipina. pemberian pas lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Timor Leste dan Papua New Guinea. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan non Perserikatan Bangsa-Bangsa. perundingan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. 93 . Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. dan laporan. dan pelaksanaan perjanjian lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Malaysia dan Philipina. Seksi Lintas Batas Malaysia. bimbingan teknis perundingan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. pemberian pas lintas batas. dan b. pembinaan. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan dengan organisasi internasional dan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi : a. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2) Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 633 (1) Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang lintas batas tradisional di wilayah perbatasan antar negara Republik Indonesia dengan negara lain berdasarkan peraturan atau perjanjian lintas batas yang berlaku. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemberian pas lintas batas dan izin perlintasan tradisional di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain. bimbingan teknis. (2) Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. persetujuan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. evaluasi.

c. pelanggaran keimigrasian yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kepariwisataan. pelaksanaan diseminasi informasi keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. perundingan. Pasal 642 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Seksi Kerja Sama Multilateral. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarakan fungsi : a. kerja sama keimigrasian antar negara. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia. Pasal 640 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan kerja sama keimigrasian antar negara di bidang keimigrasian termasuk repatriasi. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama multilateral antar negara. 94 . persetujuan. dan b. pelaksanaan kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis. b. dan d. dalam hal repatriasi. perundingan. Seksi Asia Pasifik dan Afrika. pelanggaran keimigrasian di bidang ketenagakerjaan dan kepariwisataan. b. pembinaan dan bimbingan teknis. peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya. Seksi Amerika dan Eropa.Pasal 638 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi atau pejabat lainnya yang menangani bidang keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. penanggulangan kejahatan. Seksi Kerja Sama Bilateral. b. Pasal 644 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis kerja sama di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. dan c. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. Pasal 643 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. persetujuan. Pasal 641 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penanggulangan kejahatan. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 645 (1) Seksi Asia Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Asia Pasifik dan Afrika. Seksi Penyebaran Informasi. Pasal 639 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638.

pembinaan dan bimbingan teknis di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. dan pemeliharaan serta operasi komunikasi elektronik. pemantauan. d. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan. lalu lintas dan perwakilan Republik Indonesia. dan g. pengelolaan data keimigrasian. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. lalu lintas WNI-WNA dan WNIWNA di Perwakilan RI. pengamanan dan pengkajian sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. perencanaan. pelaksanaan registrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyebaran informasi keimigrasian dari deaerah ke perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ke daerah. Pasal 649 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. Pasal 650 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. penyimpanan dan pengamanan data WNI. f. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. pelaksanaan kerja sama di bidang sistem dan pertukaran informasi keimigrasian dalam dan luar negeri. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. pengolahan. penyimpanan dan pengamanan data WNI. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. pengolahan. perencanaan. c. d. Pasal 651 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. meliputi pengumpulan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. dan f. (3) Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b. pengembangan. pengembangan. c. WNA. Subbagian Tata Usaha. Pasal 648 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian terdiri atas : a. penyimpanan dan pengamanan data keimigrasian WNI. e. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi. Subdirektorat Registrasi. Subdirektorat Perencanaan. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. WNA. e.(2) Seksi Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 647 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. b. dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Amerika dan Eropa. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian Pasal 646 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. 95 .

pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. penyimpanan dan pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA di Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan tempat lain yang ditentukan. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. b. penyimpanan serta pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. c. Pasal 653 Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. keberadaan dan mutasi statusnya. pengolahan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran dan pertukaran informasi dalam dan luar negeri serta kerja sama sistem informasi dalam dan luar negeri. pengolahan. dan d. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan.b. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi dalam negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 652 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. penyimpanan dan pengamanan data WNI dan WNA di Perwakilan RI. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. 96 . Pasal 655 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. dan b. Pasal 656 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi terdiri atas : a. c. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. (1) (2) (3) (4) Pasal 654 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. pengembangan. penyimpanan dan pengamanan data WNA. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasioal teknis di bidang pengumpulan. c. pemantauan dan pemeliharaan komunikasi elektronik. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri. dan e. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan serta pengamanan data WNI sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi luar negeri. Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri. b. penyimpanan serta pengamanan data WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian di bidang pendataan. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi luar negeri. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri. pengolahan. dan d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan serta pengamanan data WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi dalam negeri. d. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. pengolahan. pengolahan.

Pasal 659 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. (2) Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang perencanaan dan pemgembangan program aplikasi dan penunjang aplikasi dalam rangka pelayanan. 97 . Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan program SIMKIM. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang pengamanan dan pengkajian program aplikasi dalam rangka pelayanan. Pasal 661 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengembangan. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi terdiri atas : a. Pasal 663 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Subdirektorat Perencanaan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengkajian program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian kartu elektronik. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. Pasal 660 Subdirektorat Perencanaan. Subdirektorat Registrasi . pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka harmonisasi antar negara dan atau institusi internasional. dan d. dan d. (2) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. c. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penggunaan dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemantuan kualitas dokumen keimigrasian. pengkajian dan pengaman sistem informasi keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan program SIMKIM. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian dokumen keimigrasian. Pasal 658 Subdirektorat Perencanaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b.Pasal 657 (1) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. Pasal 662 Subdirektorat Registrasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengembangan program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka koordinasi dan harmonisasi sistem informasi dengan instansi pemerintah dan atau lembaga lain terkait. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

SPLP. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian penggunaan blanko dokumen keimigrasian dalam rangka pengamanan dokumen keimigrasian. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . PLB. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi untuk penerbitan kartu elektronik berupa Frequent Traveller Card (FTC). Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian. dokumen imigrasi dan formulir-formulir keimigrasian sesuai perkembangan teknologi dan standar internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang analisa dan evaluasi standardisasi desain dan spesifikasi teknis blanko Dokumen Perjalanan R. kartu kedatangan/keberangkatan. Seksi Pemantuan Kualitas Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik. c.. blanko KITAS/KITAP. stiker visa. (1) (2) (3) (4) 98 . Pasal 665 Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. formulir dan voucher bank ke bagian perlengkapan dan rumah tangga untuk diregistrasi dan didistribusi atas permintaan pengguna di dalam dan luar negeri. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengajuan permintaan dokumen blanko Paspor. dan d. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian terdiri atas: a.I.Pasal 664 Subdirektorat Registrasi.

merek. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. 99 . b. pelaksanaan kebijakan di bidang hak cipta. desain industri. evaluasi. c. Pasal 670 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. perumusan standar. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan.. pengelolaan urusan kepegawaian. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 669 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 668 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Desain Industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. c. b. paten. e. Direktorat Merek. dan e. e. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang hak cipta. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. dan f. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. c. Direktorat Paten. penyusunan laporan kegiatan hak kekayaan intelektual. Direktorat Teknologi Informasi. desain industri. d. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. merek. norma. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. paten. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. kriteria dan prosedur di bidang Hak cipta. c. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. desain industri. merek. Pasal 667 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 666. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. d. Direktorat Hak Cipta. dan e. program dan anggaran. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. Pasal 671 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Bagian Kepegawaian. Bagian Tata Usaha. d. b. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. pedoman. peten. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. dan f.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 666 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak kekayaan intelektual.

Pasal 678 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 676 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pendataan pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. program dan anggaran. evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual serta urusan hubungan masyarakat dan protokol. pengolahan data. c. Pasal 677 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. penggajian. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. program dan anggaran. dan c. penyajian data dan informasi. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. pemberhentian dan pensiun pegawai serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya. 100 . (2) Subbagian Mutasi. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. pemberhentian dan pensiun. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penyiapan bahan penetapan mutasi. b. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Pemberhentian dan Pensiun. b. Pasal 679 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pengembangan dan pembinaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 673 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. Subbagian Mutasi. Subbagian Administrasi Penyidik. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. b. dan c. penyajian data dan informasi. Subbagian Umum Kepegawaian.Pasal 672 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 675 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. Subbagian Hubungan Masyarakat. pendataan. Pasal 674 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. dan c. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Evaluasi dan Laporan.

Pasal 688 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan urusan rumah tangga. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pengelolaan urusan perlengkapan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. b. Pasal 680 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. 101 . dan c. Subbagian Perbendaharaan. pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. b. dan c. (3) Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. Subbagian Rumah Tangga. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan pembukuan. Pasal 683 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran.(3) Subbagian Administrasi Penyidik mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 684 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. Pasal 686 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 682 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 685 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. b. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 681 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. Pasal 687 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional. pelaksanaan anggaran.

Subdirektorat Desain Industri. b. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Pasal 692 Direktorat Hak Cipta. (1) (2) (3) (4) 102 . g. pelaksanaan administrasi hak kekayaan intelektual. Pasal 691 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 693 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang hak cipta. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. pelaksanaan pengetikan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengetikan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. pencatatan lisensi. litigasi. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 690 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. desain industri. pengalihan perubahan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. administrasi penolakan. b. Desain Industri. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan urusan administrasi hak kekayaan intelektual dan pengelolaan dokumen aplikan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hak cipta. penyidikan dan penyelesaian sengketa. penegakan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. desain industri. dan h. desain industri. f. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang hak cipta. Desain Industri. b. pelaksanaan pendaftaran. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. pelaksanaan penerimaan permohonan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas dan substantif di bidang hak cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Desain Industri. c. e. desain industri. penghapusan dan pengumuman di bidang hak cipta. dan d. b. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hak cipta. pelaksanan urusan surat menyurat. Pasal 694 Direktorat Hak Cipta. Subbagian Persuratan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Desain Industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. pembatalan. dan penggandaan. Bagian Keempat Direktorat Hak Cipta. Direktorat Hak Cipta. c. dan d. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang.Pasal 689 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pelaksanaan bimbingan teknis dan penelusuran dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permintaan pendaftaran. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual. d. penggandaan dan pengiriman. desain industri. c. desain industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. Desain Industri.

e. Desain Industri. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 700 Subdirektorat Desain Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengendalian. pelaksanaan penerimaan aplikasi. penyelesaian permohonan. pemberian tanggal penerimaan. Subdirektorat Hak Cipta. pencatatan pemeriksaan kelengkapan berkas. dan f. Pasal 698 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pengadministrasian aplikasi serta pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pengklasifikasian. Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis. Seksi Sertifikasi. Mutasi dan Lisensi. e. 103 . pembatalan. penghapusan. pencatatan lisensi. pelaksanaan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi dan penerimaan sanggahan dari masyarakat. alamat. pemberian salinan resmi dan petikan resmi. pelaksanaan pemeriksaan kebenaran dokumen. d. Subdirektorat Pelayanan Hukum. penelusuran dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permohonan hak cipta. Pasal 697 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pemberian pelayanan kebutuhan operasional teknis pemeriksaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian sertifikat serta melakukan pencatatan perjanjian lisensi.c. b. Pasal 701 Subdirektorat Hak Cipta. pencatatan. (3) Seksi Sertifikasi. penghapusan dan pembatalan serta petikan resmi. pembimbingan teknis. mutasi dan lisensi serta penyiapan bahan sertifikasi dan pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. d. pemeriksaan substantif. dan c. pemeriksaan kelengkapan persyaratan. berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. c. pemindahan hak. melakukan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi serta menerima sanggahan dari masyarakat untuk proses lebih lanjut. pemberian tanda terima dan pengklasifikasian. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir. f. perubahan nama. Pasal 699 (1) Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan aplikasi. (2) Seksi Pemeriksaan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan kebenaran dokumen dan pemberitahuan peringatan. b. Seksi Pemeriksaan dan Publikasi. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pemindahan hak. Pasal 696 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan pemeriksaan kelengkapan persyaratan. pelaksanaan penyiapan pemberian sertifikat serta persiapan administrasi penolakan. pemantauan dan pengendalian permohonan. penelusuran dalam menentukan tolak atau daftar atas permohonan pendaftaran di bidang desain produk industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian permohonan. Pasal 695 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. perubahan nama dan alamat. surat menyurat dan pemberitahuan peringatan berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. pemeriksaan substantif.

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 705 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pelaksanaan pengelolaan dan pendataan hak cipta. pembinaan dan pemberian bimbingan teknis di bidang paten. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. Pasal 708 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pelaksanaan pemeriksaan. Bagian Kelima Direktorat Paten Pasal 709 Direktorat Paten mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang paten berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengadministrasian permohonan paten dan dokumen pemeriksaan substantif. b. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 706 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 705. pelaksanaan evaluasi akhir terhadap permohonan pendaftaran hak cipta. pelaksanaan litigasi dalam sengketa di pengadilan. pelayanan hukum. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang paten. publikasi 104 . pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. dan b. Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Pasal 704 (1) Seksi Hak Cipta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelusuran. dan d. Seksi Penyidikan dan Litigasi. pemeriksaan substantif. c. dan b. Subdirektorat Hak Cipta. c. pelaksanaan penerimaan permohonan paten dan permohonan pemeriksaan substantif. pelaksanaan dan penyiapan pengendalian pembimbingan teknis.Pasal 702 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 701. dan b. b. (2) Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penelusuran pemeriksaan substantif dan evaluasi akhir dalam menentukan usulan ditolak atau didaftar atas permohonan desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. penyidikan dan litigasi. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan litigasi dan penyidikan dalam sengketa di pengadilan. Seksi Hak Cipta. Seksi Pertimbangan Hukum. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 710 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 709. Direktorat Paten menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 707 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar terhadap permohonan hak cipta. Pasal 703 Subdirektorat Hak Cipta. penegakan.

mekanik/teknologi umum dan kimia/farmasi/biologi. serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif dan melakukan korespondensi dengan Pemohon. e. c. Subbagian Tata Usaha. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. Subdirektorat Pemeriksa Paten III. penerimaan permohonan paten. pelaksanaan korespondensi dengan pemohon. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. dan g. permohonan paten dan pengambilan keputusan pemberian atau penolakan paten dalam bidang keahlian elektro/fisika.permohonan paten. pengklasifikasian. d. Seksi Publikasi. Pasal 715 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pemberian tanggal penerimaan dan penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. Pasal 714 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. 105 . pengalihan paten. (2) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. Pasal 716 (1) Seksi Permohonan dan Formalitas mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan paten. c. dan f. Subdirektorat Pemeriksa Paten I. pelaksanaan pemeriksaan administratif dan substantif. litigasi. dan penyiapan bahan pembuatan sertifikat pemberian paten. b. pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. serta pemprosesan dan pengadministrasian permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT) serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. serta pemrosesan dan pengelolaan urusan administrasi permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT). pemantauan pemeliharaan paten. pelaksanaan publikasi paten. c. e. penerimaan permohonan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. Pasal 713 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan paten. Seksi Pelayanan Teknis. dan f. pelaksanaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. penelusuran. Subdirektorat Pemeriksa Paten II. pemeriksaan administratif. b. pendaftaran lisensi. b. e. pelaksanaan sertifikasi pemberian paten. pemberian pertimbangan. pengelolaan administrasi permohonan paten dan penyiapan bahan sertifikasi dan publikasi. Seksi Sertifikasi. penyidikan dan administrasi komisi banding paten. dan d. Pasal 711 Direktorat Paten terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 712 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. Subdirektorat Pelayanan Hukum. d. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Permohonan dan Formalitas. d. f. pendapat dan penegakan serta pelayanan hukum. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik.

Seksi Administrasi Komisi Banding. Seksi Penyidikan dan Litigasi. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten serta pengalihan hak dan lisensi. Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. dan pembinaan Pemeriksa Paten. Seksi Pemeliharaan. Pasal 720 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi komisi banding paten. c. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Pasal 718 Subdirektorat Pemeriksaan Paten II mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. dan pembinaan Pemeriksa Paten. pemantauan. Pasal 723 Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. diproses. Pasal 719 Subdirektorat Pemeriksaan Paten III mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. c. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang elektro dan fisika. dan d. penegakan. diproses. farmasi dan biologi. penerimaan permintaan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. dan pembinaan Pemeriksa Paten. pemantauan. Pengalihan Hak dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. administrasi komisi banding paten. (1) (2) (3) (4) 106 . diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang mekanik dan teknologi umum. pemantauan. b. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. penerimaan permohonan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum dan penyelesaian sengketa di pengadilan serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang kimia. pelayanan hukum. Pasal 722 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. b. diproses. dan e. Pasal 721 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720.(3) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan publikasi permohonan paten dan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. pelaksanaan penyidikan dan litigasi. litigasi. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. d. Seksi Pemeliharaan. (4) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pembuatan sertifikat paten. pelaksanaan administrasi komisi banding paten. Pengalihan Hak dan Lisensi. Seksi Pertimbangan Hukum. Pasal 717 Subdirektorat Pemeriksaan Paten I mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten.

pelaksanaan pendaftaran. Subdirektorat Pemeriksaan. Pasal 729 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. sertifikasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan fungsional di bidang merek. dan d. Direktorat Merek menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penerimaan aplikasi. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. f. penyiapan bahan untuk pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. pemeriksaan persyaratan aplikasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. penghapusan dan perubahan. perubahan nama dan/atau alamat. dan g. mutasi. Subdirektorat Pelayanan Hukum. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administrasi permohonan. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. b. pengawasan. g. lisensi. c. Pasal 725 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. lisensi. e. pemantauan. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian tanggal penerimaan (filing date). d. b. perubahan nama dan atau alamat.Bagian Keenam Direktorat Merek Pasal 724 Direktorat Merek mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang merek sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. mutasi dan pencatatan lisensi. pelaksanaan perpanjangan. pengolahan dan pendaftaran merek terkenal serta pemeriksaan substantif. b. Pasal 727 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. pengalihan hak. pemberian kode unsur figuratif. litigasi dan administrasi komisi banding. permohonan indikasi geografis dan indikasi asal. penegakan. pencatatan lisensi. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman. permintaan perpanjangan. c. dan h. pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. pencatatan lisensi. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis. penerimaan permohonan. c. penyidikan. pelaksanaan klasifikasi kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode unsur figuratif. pembatalan. pengendalian dan pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan persyaratan aplikasi. e. f. pengalihan hak. perpanjangan. Pasal 728 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan. d. pembatalan dan penghapusan. 107 . Pasal 726 Direktorat Merek terdiri atas : a. perpanjangan. pengklasifikasian. pemberian kode unsur konfiguratif. pemantauan dan pengendalian permohonan merek. pengalihan hak. petikan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. pengklasifikasian. Subbagian Tata Usaha. pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa. pemberian kode unsur figuratif. penghapusan dan pembatalan. Subdirektorat Indikasi Geografis. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang merek. pelaksanaan pengumuman dan publikasi merek.

Seksi Klasifikasi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan terhadap permohonan pendaftaran merek. Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis. 108 . pengendalian. mutasi. lisensi. Seksi Mutasi dan Lisensi. Pasal 737 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan sertifikasi. permintaan pendaftaran indikasi geografis.Pasal 730 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. b. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Indikasi Geografis menyelenggarakan fungsi: a. pemeriksaan formalitas. Seksi Pemeriksaan Formalitas. klasifikasi kelas barang dan/atau jasa. perpanjangan. Seksi Pelayanan Teknis. dan b. petikan. dan b. Pasal 734 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 733. pembatalan dan lisensi. penghapusan. pencatatan pengalihan hak. penghapusan dan pembatalan. Pasal 732 Subdirektorat Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian pemeriksaan substantif. Pasal 733 Subdirektorat Indikasi Geografis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan. (3) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan teknis operasional pemeriksaan substantif. dan b. Pasal 738 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 737. Pasal 736 (1) Seksi Pemeriksaan Formalitas mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. Seksi Permohonan. c. pelaksanaan sertifikasi dan administrasi penolakan. evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan pendaftaran indikasi geografis. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan atas permohonan pendaftaran indikasi geografis. Pasal 731 (1) Seksi Permohonan mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan. (2) Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan. Pasal 735 Subdirektorat Indikasi Geografis terdiri atas : a. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. pemberian kode unsur figuratif dan pemberian tanggal penerimaan (filling date). perubahan nama dan / atau alamat. (4) Seksi Klasifikasi mempunyai tugas melakukan pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode umum figuratif terhadap permohonan merek. pengelolaan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. (2) Seksi Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan perpanjangan. penyiapan bahan untuk pengumuman dan publikasi merek. dan d. pengumuman dan publikasi.

Seksi Penyidikan dan Litigasi . pelaksanaan litigasi dan penyidikan. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Sertifikasi. b. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. d. Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Pasal 745 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Seksi Administrasi Komisi Banding. penyiapan bahan koordinasi kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. b. pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Pertimbangan Hukum . dan c. dan e. Pasal 746 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 745. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. dan c. serta pembuatan sertifikat merek. penegakan. Pasal 742 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741. (2) Seksi Pengumuman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumuman dan publiksasi merek. 109 . pemantauan. Pasal 740 (1) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan administrasi pendaftaran dan penolakan. dan b. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum baik litigasi maupun non litigasi. Pasal 741 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. pembinaan teknis pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. Pasal 743 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a.Pasal 739 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman terdiri atas : a. Pasal 744 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum di bidang merek. pelaksanaan urusan administrasi komisi banding. Seksi Pengumuman. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan urusan administrasi komisi banding. litigasi dan penyidikan serta administrasi komisi banding. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c.

Seksi Pengkajian dan Pengembangan. Subdirektorat Pengembangan. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional di bidang hak kekayaan intelektual. dan d. c. pengklasifikasian. dan pemantauan pelaksanaan kegiatan pelatihan di bidang hak kekayaan intelektual. pemantauan tindak lanjut penanganan perkara hak kekayaan intelektual dan hasil putusan pengadilan. b. pengelolaan perpustakaan dan pelaksanaan pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. b. penyiapan bahan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. pelaksanaan pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. (3) (4) Pasal 753 Subdirektorat Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi internasional. pemantauan dan evaluasi berbagai kegiatan kerja sama imternasional di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 749 Subdirektorat Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. Pasal 751 Subdirektorat Pengembangan terdiri atas: a. serta evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. dan e. Seksi Pelatihan. dan d. penjadualan. Seksi Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Subdirektorat Kerja Sama Internasional. Pasal 754 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 753. pelaksanaan kebijakan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. b. Subdirektorat Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati dalam forum internasional. kegiatan Pasal 750 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. dan d. (1) (2) Pasal 752 Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi dan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. pemeliharaan. 110 . Seksi Perpustakaan. pelaksanaan kompilasi berbagai peraturan perundang-undangan.Pasal 747 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas : a. Seksi Penyebaran Informasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Seksi Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan mengenai sistem hak kekayaan intelektual dan peraturan perundang-undangan. b. d. dan pelayanan bahan pustaka dan informasi hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Kerja Sama Nasional. Subdirektorat Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. c. Pasal 748 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. c. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama internasional di bidang hak kekayaan intelektual. masalah dan kasus di bidang hak kekayaan intelektual. c. Seksi Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan materi.

pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. dan d. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati di tingkat nasional. Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi Pasal 761 Direktorat Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang teknologi informasi dan pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama multilateral.Pasal 755 Subdirektorat Kerja Sama Internasional terdiri atas : a. Subdirektorat Kerja Sama Nasional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Multilateral. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama bilateral. 111 . pelaksanaan kompilasi peraturan perundang–undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 759 Subdirektorat Kerja Sama Nasional terdiri atas : a. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi non Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah. b. c. pelaksanaan pengembangan sistem teknologi informasi. b. Direktorat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Seksi Kerja Sama Regional. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. (2) Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. dan c. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan nasional di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 760 (1) Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. Pasal 757 Subdirektorat Kerja Sama Nasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi nasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang teknologi informasi. Pasal 756 (1) Seksi Kerja Sama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama regional. Seksi Kerja Sama Bilateral. Pasal 762 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 761. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. b. Pasal 758 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 757.

Seksi Pengembangan Aplikasi. pelaksanaan operasional sistem komputer. pemeliharaan dan pengembangan sistem database. perangkat keras dan sistem jaringan. b. e. Pasal 770 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 769. b. Pasal 766 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. Subdirektorat Pengembangan Sistem menyelenggarakan fungsi: a. g. Subbagian Tata Usaha. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. dan d. Pasal 768 (1) Seksi Administrasi dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan penyiapan bahan. Subdirektorat Pendukung Sistem. pelaksanaan pengembangan sistem aplikasi. Pasal 764 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. analisis serta pemantauan dan pengamanan sistem perangkat lunak. d. e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 767 Subdirektorat Pengembangan Sistem terdiri atas : a. pelaksanaan administrasi pengembangan database. pelaksanaan evaluasi penggunaan teknologi informasi. Pasal 765 Subdirektorat Pengembangan Sistem mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. f. pelaksanaan pengembangan database. integrasi. pelaksanaan identifikasi. pelaksanaan peralatan instalasi dan jaringan. b. Subdirektorat Dokumentasi. dan e. d. pelaksanaan administrasi pengembangan sistem aplikasi. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem aplikasi hak kekayaan intelektual dan pemeliharaan sistem keamanan dan aplikasi. c. pelaksanaan penanganan kapasitas peralatan teknologi informasi. dan b. c. Pasal 769 Subdirektorat Pendukung Sistem mempunyai tugas melaksanakan sistem pendukung teknologi informasi. pelaksanaan pendukung sistem teknologi informasi. dan f. d. Subdirektorat Pendukung Sistem menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemeliharaan perangkat keras. Pasal 763 Direktorat Teknologi Informasi terdiri atas : a. Subdirektorat Pengembangan Sistem.c. pelaksanaan manajemen kontrak teknologi informasi. 112 . Seksi Administrasi dan Pengembangan Database. Subdirektorat Pengembangan Proses. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. c.

pemantauan dan pengamanan sistem di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. 113 . dan d. Pasal 776 (1) Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan penataan proses kerja Direktorat Jenderal yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi informasi serta penyiapan bahan evaluasi administrasi kontrak dan management outsourcing teknologi informasi dengan pihak ketiga. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. dan b. penyiapan bahan informasi hak kekayaan intelektual di lingkungan Direktorat Jenderal. Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. dan c. pelaksanaan identifikasi pengembangan proses. penghimpunan. Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Pasal 778 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 777. Subdirektorat Dokumentasi menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Administrasi Sistem Jaringan. Pasal 777 Subdirektorat Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Seksi Dokumentasi Hak Merek. pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs internet. b. penyiapan uji coba dan perubahan sistem. Seksi Dokumentasi Hak Paten. Pasal 775 Subdirektorat Pengembangan Proses terdiri atas : a. b. c. (2) Seksi Administrasi Sistem Jaringan mempunyai tugas melakukan integrasi. (2) Seksi Pengembangan Situs Internet mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Pasal 774 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 773. penyiapan implementasi pengembangan proses. b. Seksi Pengembangan Situs Internet. analisis. Desain Industri. Subdirektorat Pengembangan Proses menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 772 (1) Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemeliharaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak serta pengelolaan seluruh aset sistem teknologi informasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 779 Subdirektorat Dokumentasi terdiri atas : a. Pasal 773 Subdirektorat Pengembangan Proses mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pemantauan dan implementasi pengembangan proses serta identifikasi pengembangan proses yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pasal 771 Subdirektorat Pendukung Sistem terdiri atas : a. Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi. dan b. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang.

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penghimpunan.Pasal 780 (1) Seksi Dokumentasi Hak Cipta. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi merek. Desain Industri. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. 114 . (2) Seksi Dokumentasi Paten mempunyai tugas melakukan penghimpunan. (3) Seksi Dokumentasi Merek mempunyai tugas melakukan penghimpunan. desain industri. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi paten.

Pasal 782 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781 . perlindungan dan pemenuhan. b. norma. perlindungan. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. e. c. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. dan f. dan f. Pasal 785 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 783 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. kriteria dan peraturan di bidang pembinaan. Bagian Keuangan. dan sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. kerjasama pemajuan. b. perumusan standar. pengelolaan urusan kepegawaian. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. d. program dan anggaran. c. Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. 115 . pelaksanaan urusan administrasi keuangan. penyusunan laporan kegiatan hak asasi manusia. d.BAB IX DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas Dan Fungsi Pasal 781 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak asasi manusia. Pasal 786 Sekertariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. kerjasama pemajuan. Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. kerja sama pemajuan. d. dan e. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. perlindungan dan pemenuhan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 784 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. evaluasi. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. c. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan rencana aksi nasional hak asasi manusia dengan instansi terkait. e. Bagian Kepegawaian. b. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pembinaan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

dan f. Bagian Umum. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pengumpulan. pengumpulan dan pengolahan data. e. penyajian data dan informasi serta penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. Pasal 789 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. Pasal 793 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. dan c. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. program dan anggaran. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengolahan. penyiapan penyusunan formasi.d. Pasal 788 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagiaan Umum Kepegawaian. Pasal 792 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791 . Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. program dan anggaran. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. dan d. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. dan c. dan c. pengolahan. b. b. Pasal 790 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. 116 . Pasal 794 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. b. penyiapan bahan penetapan mutasi. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 787 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pendataan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Subbagiaan Data dan Informasi. pengurusan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyajian data dan informasi. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Mutasi. Pasal 791 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.

dan c. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pengelolaan urusan perlengkapan. 799. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. b. Bagian Keuangan meyelenggarakan fungsi : a. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Subbagian Rumah Tangga. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 799 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga serta administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.(2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. b. Pasal 796 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Subbagian Perjalanan Dinas. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Umum Pasal 802 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. perhitungan. kepangkatan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan rumah tangga dan pengamanan. Pasal 797 Bagian Keuangan terdiri atas : a. dan c. dan c. b. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengelolaan urusan rumah tangga dan pengamanan. pelaksanaan urusan pembukuan. pelaksanaan anggaran. penggajian. 117 . Pasal 798 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 795 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 801 Bagian Umum terdiri atas : a. b. dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 800 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal menyelenggarakan fungsi : a.

e. c. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. penyusunan pelaporan pelaksanaan kegiatan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. pelaksanaan kegiatan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia.Pasal 803 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 805 Bagian Tata Usaha Terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subdirektorat Bahan Diseminasi. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan arsip dan dokumentasi. c. pelaksanaan urusan persuratan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. b. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subbagian Persuratan. dan d. dan e. Pasal 808 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 807. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. (1) (2) (3) (4) 118 . d. dan d. b. Pasal 809 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. penyiapan perumusan rancangan kebijakan teknis di bidang bina hak asasi manusia. serta urusan tata usaha Pimpinan. Pasal 804 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 803. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. b. d. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia. penggandaan dan pengiriman surat. b. pengetikan. dan f. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. c. Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia Pasal 807 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang bina hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang bina hak asasi manusia. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait serta pembinaan alumni dalam institusi hak asasi manusia. Subbagian Tata Usaha. Pasal 806 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. c.

Pasal 816 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. Pasal 814 (1) Seksi Pendidikan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. c. b. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan luar negeri. penyiapan perumusan kebijakan teknis pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang kurikulum pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait serta evaluasi kegiatan. b. Pasal 812 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah. dan c. pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. dan d. Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri. dan c. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah. 119 . evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia. (2) Seksi Pendidikan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. pengkoordinasian dan kerja sama pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 813 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. b. Seksi Pendidikan Dalam Negeri. b. Pasal 811 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait di dalam negeri. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pendidikan Luar Negeri. Pasal 817 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 815 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia serta pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. dan c.Pasal 810 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia.

Pasal 822 (1) Seksi Diseminasi Aparatur Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk aparatur negara dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Seksi Diseminasi Masyarakat. pengkoordinasian. pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. perumusan kebijakan teknis dan penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. c. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Diseminasi Penegak Hukum. Pasal 819 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 821 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.Pasal 818 (1) Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang diseminasi hak asasi manusia. dengan instansi terkait. b. (3) Seksi Diseminasi Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk warga masyarakat dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan masyarakat non pemerintah melalui instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dalam negeri dan luar negeri. Subdirektorat Bahan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. pembuatan rancangan bahan diseminasi dan pendistribusian. 120 . (3) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang bahan diseminasi. b. Pasal 820 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 819. Pasal 823 Subdirektorat Bahan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. (2) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia non pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. dan c. penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia. dan d. b. dan d. (2) Seksi Diseminasi Penegak Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk penegak hukum dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. pelaksanaan kegiatan diseminasi hak asasi manusia. Pasal 824 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 823. pengkoordinasian dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. Seksi Diseminasi Aparatur Negara.

b. dan 121 . (2) Seksi Bahan Instrumen Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen internasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. dan c. evaluasi pelaksanaan kegiatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama bilateral antar negara untuk pemajuan hak asasi manusia. Seksi Bahan Instrumen Nasional. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. penyiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hak asasi manusia. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik. Seksi Bahan Instrumen Praktis. Pasal 828 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827 . Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Pasal 831 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengembangan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 826 (1) Seksi Bahan Instrumen Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen nasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. Subbagian Tata Usaha. penyiapan ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. Pasal 832 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831 . d. Sudirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarkan fungsi : a.Sosial dan Budaya. c. b. Seksi Bahan Instrumen Internasional. Pasal 829 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. (3) Seksi Bahan Instrumen Praktis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen praktis hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaan dengan instansi terkait. Pasal 830 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. penyiapan pelaksanaan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. d. Bagian Kelima Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia Pasal 827 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia. b. dan e.Pasal 825 Subdirektorat Bahan Diseminasi terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. dan f. c. b. e. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional untuk pemajuan hak asasi manusia.

Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah. Pasal 833 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. 122 . Pasal 834 (1) Seksi Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Asia Pasifik. b. (3) Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Afrika dan Timur Tengah. b. b.c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama antar negara. (2) Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerjasama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Amerika dan Eropa. (2) Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 836 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. Seksi Kerja Sama Asia Pasifik. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. Pasal 837 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. Pasal 838 (1) Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. (3) Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan kerja sama pemajuan hak asasi manusia dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. b. Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa. Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 839 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerjasama pemajuan hak sipil dan politik . penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional. dan c. Pasal 835 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia . Pasal 840 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalan Pasal 839. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. dan c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama organisasi internasional. dan c. Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa. pelaksanaan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak sipil dan politik. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. dan c.

(3) Seksi Kerja Sama Hak Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak budaya. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. Pasal 845 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. (2) Seksi Kerja Sama Hak Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sosial. Pasal 844 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional. Seksi Kerja Sama Hak Sosial. sosial dan budaya. dan b. dan b. penyiapan rancangan kebijakan teknis ratifikasi terhadap instrumen hak asasi manusia internasional. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Pasal 843 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Seksi Kerja Sama Hak Sipil. Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional. dan c. Pasal 846 (1) Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. Seksi Kerja Sama Hak Budaya. penyiapan rancangan kebijakan teknis harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. sosial dan budaya. Pasal 848 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. 123 . ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Hak Politik. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. sosial dan budaya. b. sosial dan budaya.Pasal 841 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi. dan c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak ekonomi. Pasal 842 (1) Seksi Kerja Sama Hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sipil . pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak ekonomi. b. penyiapan rancangan kebijakan pengembangan kerja sama pemajuan hak ekonomi. harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. Sosial dan Budaya terdiri atas: a. dan b. Pasal 847 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. (2) Seksi Kerja Sama Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak politik. Pasal 849 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.

rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Sosial. c. b. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. Pasal 855 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program. Pasal 853 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas. 124 . c. d. Pasal 856 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan . dan Budaya. dan b. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. perempuan. tenaga kerja dan kelompok minoritas. dan e. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. khususnya bagi anak-anak. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak. Subbagian Tata Usaha. c. dan d. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja. perempuan. penyusunan program dan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia secara umum. dan e. b. (2) Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan koordinasi pelaksanaan kegiatan harmonisasi. b. khususnya bagi anak-anak. d. Pasal 852 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 . pelaksanaan progam kegiatan. Bagian Keenam Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Pasal 851 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. dan kelompok minoritas. Seksi Hak Ekonomi. Pasal 854 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia secara umum.Pasal 850 (1) Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan materi ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. Pasal 857 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak terdiri atas : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. tenaga kerja.

Pasal 858 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan politik bagi anak. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi anak. Pasal 859 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan. Pasal 860 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 859, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak perempuan; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak perempuan; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. Pasal 861 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Pasal 862 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi perempuan. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan teknis serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi perempuan. Pasal 863 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi tenaga kerja. Pasal 864 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak tenaga kerja; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak tenaga kerja; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja. Pasal 865 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Hak Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

125

Pasal 866 (1) Seksi Hak Sipil dan Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi tenaga kerja. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Pasal 867 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi kelompok minoritas. Pasal 868 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak kelompok minoritas; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak kelompok minoritas; c. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas. Pasal 869 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Pasal 870 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi kelompok minoritas. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Bagian ketujuh Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Pasal 871 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 872 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang sistem informasi hak asasi manusia; b. pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan serta penyajian data dan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pembangunan dan pengembangan serta pemeliharaan sistem dan jaringan informasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

126

Pasal 873 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data; b. Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; c. Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 874 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Pasal 875 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penganalisaan serta penyajian data hak asasi manusia. Pasal 876 Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 875 , Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan data hak asasi manusia; b. pengolahan, penganalisaan dan penyajian data hak asasi manusia; c. pelaksanaan dokumen data hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 877 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Seksi Pengumpulan Data; dan b. Seksi Pengolahan Data. Pasal 878 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan data pelanggaran hak asasi manusia serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan dan analisis data serta penyiapan bahan penyajian data pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 879 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis serta pemenuhan, penganalisaan data pengembangan dan pemeliharaan sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia. Pasal 880 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemenuhan dan penganalisaan data hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan program sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pengembangan sistem komunikasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 881 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia.

127

Pasal 882 (1) Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman dan bimbingan teknis analisa program sistem informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman pengembangan dan pemeliharaan peralatan komputer, sarana komputer, sarana komunikasi data hak asasi manusia sebagai satu kesatuan sistem informasi hak asasi manusia serta pengembangan komunikasi data hak asasi manusia serta pemeliharaan otomasi sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 883 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan teknis, penyajian, penerbitan, dokumentasi dan perpustakaan serta pendiseminasian data informasi hak asasi manusia. Pasal 884 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883, Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia; b. penyiapan bahan penyebaran informasi hak asasi manusia; c. pendiseminasian data dan informasi hak asasi manusia; d. pengelolaan dokumentasi sistem informasi hak asasi manusia; dan e. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia. Pasal 885 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 886 (1) Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyebaran serta pendiseminasian informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Kedelapan Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia Pasal 887 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 888 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887, Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyajian data informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pemantauan terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia; d. pelaksanaan evaluasi terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 889 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia; b. Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia;

128

c. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia; d. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 890 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 891 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan hak asasi manusia penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 892 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891, Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data penerapan hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam penerapan hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan penerapan hak asasi manusia pada penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 893 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah; dan b. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha. Pasal 894 (1) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di pemerintah. (2) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di masyarakat dan dunia usaha. Pasal 895 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 896 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895, Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data mengenai permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 897 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia. Pasal 898 (1) Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan hak asasi manusia. (2) Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap diskriminasi hak asasi manusia.

129

Pasal 905 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia. penerapan. Pasal 904 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. pengumpulan. pelaksanaan kegiatan pemantauan proses penegakan hukum dan hak asasi manusia.Pasal 899 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan dan penyajian data mengenai proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. penerapan. Pasal 901 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. c. Pasal 903 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan pemantauan permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. dan b. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pra peradilan. b. pelaksanaan evaluasi kegiatan pemantauan penerapan. penyusunan laporan pemantauan penerapan. Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia. dan b. Pasal 906 (1) Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi pemantauan. pengolahan dan penyajian data mengenai pemantauan penerapan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Seksi Pra Peradilan. (2) Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan pemantauan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. dan c. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pasca peradilan. dan d. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. b. 130 . Seksi Pasca Peradilan. (2) Seksi Pasca Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 902 (1) Seksi Pra Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait evaluasi dan pelaporan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pengumpulan. Pasal 900 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899.

Bagian Laporan Hasil Pengawasan II. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 910 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. program dan anggaran. c. tata usaha pimpinan. pengolahan. Pasal 912 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. penyusunan laporan. penyajian data dan informasi. dan d. Bagian Penyusunan Program. d. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. administarsi keuangan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan laporan hasil pengawasan. program dan anggaran. dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. hubungan masyarakat. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 909 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. e. c. Bagian Umum. keuangan. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I. dan e. Inspektorat Hukum. Bagian Kepegawaian. dan g. tata usaha. pengelolaan urusan kepegawaian. Inspektorat Keimigrasian. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat Kepegawaian.BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 907 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Pasal 908 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. dokumentasi. b. penyusunan laporan kegiatan pengawasan. Inspektorat Khusus. d. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. dan d. c. b. Inspektorat Pemasyarakatan. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. 131 . f. dan protokol. pengumpulan. evaluasi. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. evaluasi. c. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Pasal 913 Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 911 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910.

Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penyajian data dan informasi. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. dan anggaran pengawasan. pemantauan. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II. Pasal 919 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I terdiri atas : a. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan d. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. penyusunan dan penyajian bahan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. pengolahan. Pasal 917 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melaksanakan analisis. Jawa Barat. pengolahan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi : a. Lampung. Pasal 920 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Kalimantan Selatan. Hak Kekayaan Intelektual.K. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I menyelenggarakan fungsi : a. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. dan c. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan. b. analisis dan evaluasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Pasal 918 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Subbagian Evaluasi dan Laporan. dan c. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I. b. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan evaluasi program kerja dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. D. Banten. Riau. dan c. pengujian. dan urusan dokumentasi. Kalimantan Tengah dan Bali serta Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penilaian. Subbagian Data dan Informasi. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. c. Jawa Timur. D. Inspektorat Hukum. penilaian. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Sumatera Selatan. Sumatera Utara. Hak Asasi Manusia. Bengkulu. pengolahan data.Pasal 914 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. Pasal 916 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. serta urusan dokumentasi. pengujian. penelitian dan penyajian laporan hasil 132 . Inspektorat Hukum. pengumpulan. program. penyajian data dan informasi. Inspektorat Hukum. pengolahan.I Yogyakarta. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Kalimantan Barat. Jambi. Jawa Tengah. penyiapan bahan evaluasi program dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Kalimantan Timur. Pasal 915 Bagian Penyusunan Program terdiri atas : a. penelaahan. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Kepulauan Riau. b. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. program dan anggaran pengawasan. Inspektorat Hukum. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. b. Sumatera Barat. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.I Jakarta. pengolahan.

(4) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. Pasal 922 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. pengolahan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Gorontalo. Nusa Tenggara Timur. Kepulauan Bangka Belitung. D. Inspektorat Keimigrasian. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Pasal 923 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II terdiri atas : a. penilaian. pengujian. Inspektorat Keimigrasian. Sulawesi Tenggara. pengujian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Nusa Tenggara Barat. (3) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Imigrasi. pengolahan. Jambi. Pasal 924 Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Sulawesi Barat. penilaian. Maluku Utara. Inspektorat Keimigrasian. Jawa Barat. Nusa Tenggara Barat. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Banten. b. penilaian. penelitian dan penyajian laporan hasil (1) (2) (3) (4) 133 . pengujian. dan Inspektorat Khusus. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I.I Jakarta. Kalimantan Barat. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II. pengolahan.pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Inspektorat Keimigrasian. penilaian. pengolahan. Sumatera Barat.I. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II menyelenggarakan fungsi : a. Maluku. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sulawesi Tenggara. pengolahan. Jawa Timur. dan d. b. dan Inspektorat Khusus.I Yogyakarta. pengujian. pengujian. Maluku. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Hukum. Sumatera Selatan. pengujian. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah dan unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Gorontalo. Nusa Tenggara Timur. penelaahan. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. D. Bengkulu. penilaian. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah serta unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. Maluku Utara. Sulawesi Utara. Pasal 921 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melaksanakan analisis. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keimigrasian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh unit pelaksana teknis imigrasi. pengolahan. Riau. dan c. Sulawesi Barat. Sumatera Utara.K. penyusunan dan penyajian bahan laporan kegiatan pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Kalimantan Timur. Sulawesi Utara. penilaian. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. dan Inspektorat Khusus. Kalimantan Tengah dan Bali. Inspektorat Khusus dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pengolahan.I. Sulawesi Tengah. pengolahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM. Inspektorat Jenderal. Kalimantan Selatan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus mempunyai tugas melakukan penghimpunan. analisis dan evaluasi laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Lampung. Sulawesi Tengah. c.

dan d. b. Kantor Wilayah dan unit pelaksanaan teknis serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pensiun dan disiplin pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 928 Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Umum. c. Pasal 931 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 930 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. administrasi keuangan. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 927 Bagian Umum terdiri atas : a. administrasi Asuransi Kesehatan. dan d.pemeriksaan kasus Inspektorat Khusus. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai. dan d. Pasal 925 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan perlengkapan. hubungan masyarakat dan protokol serta pemberian informasi hasil pemeriksaan kepada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dan di luar Departemen. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan tata usaha kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Mutasi dan Promosi. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. serta hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. tata usaha. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. dan c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. b. Pasal 926 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 925. c. Kartu Pegawai dan Tabungan Asuransi Pensiun serta penetapan 134 . pendataan dan pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Keuangan. hubungan masyarakat dan protokol. b. penyiapan bahan penetapan pemberhentian. Pasal 932 (1) Subbagian Umum. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penetapan mutasi dan promosi serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. tata usaha pimpinan. c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. b. (1) (2) (3) (4) Pasal 929 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan administrasi keuangan.

pengujian. b. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kelima Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan Pasal 937 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. kepangkatan. Pasal 935 Inspektorat Kepegawaian terdiri atas : a. dan perlengkapan di lingkungan Departemen. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Inspektorat Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengusutan dan penilaian di bidang keuangan dan perlengkapan sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 936 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. pelaksanaan pemeriksaan. pemindahan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. pengujian. perencanaan dan program pengawasan di bidang keuangan dan perlengkapan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. penggajian. e. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. penghimpunan. 135 . mutasi dan promosi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengujian. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. terhadap pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengusutan dan penilaian di bidang kepegawaian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.pemberhentian. dan b. dan penilaian. Bagian Keempat Inspektorat Kepegawaian Pasal 933 Inspektorat Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dan sumber daya manusia di lingkungan Departemen. f. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pensiun. Subbagian Tata Usaha. pengusutan. d. (2) Subbagian Mutasi dan Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. perencanaan dan program pengawasan di bidang kepegawaian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 934 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. dan g. Pasal 938 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. c.

evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang hukum. d. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pengusutan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 944 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. e. dan b. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. pelaksanaan pemeriksaan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengusutan. dan b. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. c. pengujian. perlengkapan. e. Subbagian Tata Usaha. perencanaan dan program pengawasan di bidang hukum. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 943 Inspektorat Hukum. pengujian. Pasal 939 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. dan hak kekayaan intelektual. pengusutan dan penilaian di bidang hukum. dan hak kekayaan intelektual. dan hak kekayaan intelektual di lingkungan Departemen. 136 . evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pengujian. hak asasi manusia.c. dan g. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Pasal 942 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual Pasal 941 Inspektorat Hukum. b. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. hak asasi manusia. hak asasi manusia. f. penghimpunan. Pasal 940 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Bagian Keenam Inspektorat Hukum. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keuangan. pelaksanaan pemeriksaan. dan penilaian di bidang pengelolaan keuangan dan perlengkapan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Inspektorat Hukum. penghimpunan.

dan benda sitaan negara di lingkungan Departemen. f. pengusutan dan penilaian di bidang keimigrasian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perencanaan dan program pengawasan di bidang keimigrasian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengujian. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keimigrasian. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. e. dan g. f. dan benda sitaan negara. perencanaan dan program pengawasan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. pengujian. d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. penghimpunan. c. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. tahanan negara. tahanan negara. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pelaksanaan pemeriksaan.Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan Pasal 945 Inspektorat Pemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pemasyarakatan. dan g. Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian Pasal 949 Inspektorat Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian di lingkungan Departemen. Subbagian Tata Usaha. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. tahanan negara serta benda sitaan negara sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. Pasal 946 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. pengujian. dan benda sitaan negara yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pemeriksaan. Pasal 947 Inspektorat Pemasyarakatan terdiri atas : a. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. penghimpunan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. b. Pasal 950 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. e. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. tahanan negara. pengusutan. Inspektorat Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. 137 . c. pengujian. pengusutan dan penilaian di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. Inspektorat Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi : a. dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. b. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. pengusutan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. Pasal 948 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. dan b. d.

Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus Pasal 953 Inspektorat Khusus mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri dalam rangka penertiban. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan informasi laporan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. dan penilaian di bidang kasus-kasus penyelewengan. f. d. c. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 956 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. informasi dan laporan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pengusutan dan penilaian di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. pelaksanaan pemeriksaan. dan b. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. 138 . pengujian. penindakan terhadap penyelewengan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus.Pasal 951 Inspektorat Keimigrasian terdiri atas : a. Pasal 955 Inspektorat Khusus terdiri atas : a. Pasal 952 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. Subbagian Tata Usaha. e. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri. dan b. penyimpangan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengujian. pengaduan. pengusutan. Inspektorat Khusus menyelenggarakan fungsi : a. b. perencanaan dan program pengawasan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha. Pasal 958 Unit Pelaksana Teknis Bidang Keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan permasalahan-permasalahan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri akan dilakukan oleh sebuah tim yang ditentukan oleh Inspektur Jenderal. dan masalah-masalah pengaduan. dan g. Pasal 954 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. Pasal 957 Pelaksanaan tugas pemeriksaan pada setiap Inspektorat didasarkan atas dasar perintah dan persetujuan dari Inspektur Jenderal. penyimpangan di lingkungan Departemen. penghimpunan.

(1) (2) (3) (4) (5) (6) 139 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal.Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Pasal 959 Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jenis dan jenjang jabatan fungsional Auditor diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan Jabatan Fungsional lain yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal. Kelompok jabatan fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Inspektorat bertanggung jawab kepada masing-masing Inspektur. Pasal 960 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959.

Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. norma. perencanaan pembangunan hukum nasional. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan e. Sekretariat Badan. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. Pasal 963 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. evaluasi. d. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pembinaan hukum nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. perencanaan pembangunan hukum nasional. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. dan e. d. Badan Pembinaan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. program dan anggaran. b. dan e. b. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 964 BPHN terdiri atas : a. c. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. b. c. koordinasi dan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. (2) BPHN dipimpin oleh seorang Kepala. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. kriteria dan prosedur di bidang pembinaan hukum nasional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 965 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPHN. pedoman. perumusan standar. Pusat Penyuluhan Hukum. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. d. penyusunan laporan kegiatan pembinaan hukum nasional.BAB XI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 961 (1) Badan Pembinaan Hukum Nasional yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPHN. pelaksanaan urusan tata usaha BPHN. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. 140 . pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPHN. Pasal 962 BPHN mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 966 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. pengelolaan urusan administrasi keuangan. c.

pengolahan data. Subbagian Data dan Informasi. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 968 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. f. Pasal 970 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. dan c. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. penyajian data dan informasi. penetapan pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan BPHN. dan c. Bagian Kepegawaian. Subbagian Umum Kepegawaian. 141 . b. penyajian data dan informasi. Pasal 969 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan BPHN. Pasal 972 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan BPHN. b. evaluasi. c. b. e. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 967 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Pasal 974 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan penyusunan formasi. Bagian Keuangan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan BPHN. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. program dan anggaran. dan penyusunan laporan BPHN. Pasal 971 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Evaluasi dan Laporan. d. pengumpulan. Bagian Tata Usaha. program dan anggaran. Pasal 973 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 972. b. dan c. dan c. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan.

pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan . Subbagian Rumah Tangga. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Perbendaharaan.Pasal 975 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. pelaksanaan urusan pembukuan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. dan c. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 978 Bagian Keuangan terdiri atas : a. b. b. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan c. b. 142 . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 980 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 982 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. rumah tangga. pengelolaan urusan perlengkapan. pelaksanaan anggaran. Pasal 976 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPHN. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 977 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 976. pengelolaan urusan rumah tangga. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. pendataan dan pengembangan pegawai. Pasal 981 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPHN. Pasal 979 (1) (2) (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. b. penggajian. dan c. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan. kepangkatan. dan pembinaan pegawai di lingkungan BPHN. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Perlengkapan. dan protokol di lingkungan BPHN. pelaksanaan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. dan c.

Pasal 986 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan c. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Pasal 988 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan. dan pengembangan sistem hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. pengelolaan arsip. dan c. penyiapan bahan penyusunan program penelitian. pelaksanaan penelitian. Bidang Pertemuan Ilmiah. b. Pasal 987 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan meliputi penerimaan. pengkajian dan pertemuan ilmiah. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Arsip. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan. Kelompok Jabatan Fungsional. penelitian. pengaturan tata naskah persuratan dan ekspedisi. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum. Pasal 984 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha BPHN. Pelayanan Teknis dan Administrasi. evaluasi kegiatan. dan d. b. Pasal 989 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan. b. penyusunan laporan. Subbagian Persuratan. c. Pasal 985 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. Pasal 990 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional terdiri atas: a.Pasal 983 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Bidang Program. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas. dan pelayanan teknis. b. dan d. penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. pengelolaan urusan persuratan. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. (2) (3) 143 . Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemeliharaan arsip. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan.

Subbidang Pengkajian Hukum. Pasal 993 Bidang Program. pelayanan teknis. dan pengkajian hukum. laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Pasal 996 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. Pasal 994 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Subbidang Penelitian Hukum. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil pengkajian hukum. dan c. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil penelitian dan pengkajian hukum. (3) Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan kerja sama penelitian hukum antar lembaga pusat dan daerah dan persiapan pelaksanaan monitoring hasil penelitian hukum pusat dan daerah. (2) Subbidang Pengkajian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan pengkajian. Pasal 999 Bidang Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. Pasal 995 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. pelaksanaan pelayanan teknis dan administrasi. dan b. Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian. dan b. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administrasi. pembuatan abstrak. b. Bidang Program Pelayanan Teknis dan Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi. Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program. Pasal 997 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum terdiri atas : a. evaluasi. b. rekomendasi hasil penelitian. kerja sama antar lembaga penelitian hukum. rekomendasi dan kesimpulan hasil penelitian hukum. penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 998 (1) Subbidang Penelitian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penelitian. dan c. 144 . penyiapan pelaksanaan kerja sama antar lembaga penelitian hukum. Pelayanan Teknis dan Administrasi terdiri atas : a. Pasal 992 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 991. penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional.Pasal 991 Bidang Program. pembuatan abstrak. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional.

(2) Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan monitoring dan inventarisasi hasil pertemuan ilmiah pusat dan daerah. Pasal 1002 (1) Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan pertemuan ilmiah dan pengelolaan hasil pertemuan ilmiah. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik. pemantauan hasil pertemuan ilmiah. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional.Pasal 1000 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. dan e. dan b. Pasal 1004 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. Pasal 1007 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum. perencanaan dan penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah. Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah. Bidang Perencanaan Legislasi. c. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. c. d. Pasal 1005 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan program kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Bidang Pertemuan Ilmiah menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan kerja sama nasional dan internasional di bidang pengembangan hukum. dan c. laporan. dan pemberian pelayanan teknis administratif. penyusunan rencana dan program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis. analisa-evaluasi peraturan perundang-undangan. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional. b. dan e. evaluasi. d. Pasal 1001 Bidang Pertemuan Ilmiah terdiri atas : a. Bidang Program dan Pelayanan Teknis . kompendium. pelaksanaan koordinasi program peta permasalahan hukum nasional. 145 . Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pelayanan teknis administratif pada Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. anotasi yurisprudensi dan kompilasi hukum. Pasal 1006 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program perencanaan. Bagian Kelima Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional Pasal 1003 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. dan b. penyiapan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. b.

Pasal 1011 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. Pasal 1010 Bidang Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengelolaan rencana program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis melalui kerja sama antar lembaga pusat dan daerah. Pasal 1013 (1) Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program legislasi nasional. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1014 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja sama pengembangan hukum baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi. dan b. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. dan b. Pasal 1009 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana dan program serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. dan b. 146 .Pasal 1008 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas: a. pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan program legislasi nasional dan pelaksanaan konsultasi publik program legislasi nasional di daerah. (2) Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengembangan hukum tidak tertulis. Pasal 1016 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum terdiri atas : a. Subbidang Pelayanan Teknis. (2) Subbidang Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administratif. pelaksanaan inventarisasi dan rencana pengembangan hukum tidak tertulis. Bidang Perencanaan Legislasi menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama di tingkat pusat dan daerah untuk perencanaan pembangunan hukum nasional. Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis. Pasal 1015 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. dan b. dan b. Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama hukum di tingkat internasional baik bilateral. Pasal 1012 Bidang Perencanaan Legislasi terdiri atas : a. Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum. regional maupun multilateral untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional.

Kelompok Jabatan Fungsional. program. pembinaan dan pengembangan pengelolaan data elektronik. (2) Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat internasional untuk mendukung pengembangan hukum nasional. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan dalam rangka menunjang pembangunan hukum nasional. dan pelaksanaan analisis evaluasi. Bidang Jaringan Dokumentasi. Pasal 1018 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. c. b. Informasi dan Perpustakaan Hukum. dan b. pelaksanaan analisis evaluasi dan penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. Pasal 1020 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik membawahi Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan pengembangan teknis dokumentasi dan informasi hukum. c. Pasal 1023 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. dan g. 147 . Pasal 1021 Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. d. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan analisis evaluasi peraturan perundangundangan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan dokumentasi dan informasi hukum nasional serta pelayanan teknis. pembinaan dan pengembangan perpustakaan serta pelayanan informasi hukum. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis. dan d. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum. pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum nasional. Bidang Pengolahan Data Elektronik. pelaksanaan penerbitan dan publikasi hukum. Bagian Keenam Pusat Dokumentasi Dan Informasi Hukum Nasional Pasal 1022 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pengelolaan. program.Pasal 1017 (1) Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat nasional . f. e. Pasal 1024 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional terdiri atas : a. b. Pasal 1019 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018.

dan pelayanan teknis. jaringan elektronik. penjilidan dan penyebarluasan bahan hukum. laporan. Pasal 1027 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. reproduksi. penjilidan dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya. dan b. secara elektronik serta pelaksanaan kerjasama otomasi hukum. perawatan dan pengamanan data elektronik. dan c. Pasal 1030 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1029. monitoring kinerja. dan pemeliharaan sarana teknologi informasi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan serta pengembangan database peraturan perundangundangan dan data hukum lainnya secara elektronik dan kerja sama otomasi hukum. penyiapan penyusunan program.Pasal 1025 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. situs jaringan internet. perawatan data elektronik dan jaringan komputer serta sarana teknologi informasi. Pasal 1026 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025. penyusunan laporan dan pelayanan teknis. pengamanan. 148 . Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik. b. Pasal 1031 Bidang Pengolahan Data Elektronik terdiri atas : a. Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database. pelaksanaan pengembangan. pelaksanaan penerbitan. jaringan komputer. Pasal 1028 (1) Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan. pemrograman komputer. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum. monitoring. pembuatan laporan dan pelayanan teknis. dan b. dan Pelayanan Teknis. pengolahan. Monitoring dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 1029 Bidang Pengolahan Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan pengembangan database peraturan perundang-undangan. pengembangan. ekstranet dan internet. Pasal 1032 (1) Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Monitoring. (3) Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi. reproduksi. dan kerja sama otomasi hukum. Bidang Pengolahan Data Elektronik menyelenggarakan fungsi : a. data hukum lainnya. penyajian database peraturan perundang-undangan dan bahan data hukum lainnya. dan c. b. (2) Subbidang Penyusunan Program. (2) Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik mempunyai tugas melakukan pembuatan dan pengembangan pemrograman komputer. Subbidang Penyusunan Program. pelaksanaan pemrograman komputer dan jaringan elektronik. penyebarluasan bahan hukum. Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi. penyusunan program.

Pasal 1038 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. Informasi dan Perpustakaan Hukum terdiri atas : a. pelaksanaan pengumpulan. dan d. regional dan internasional. Pasal 1039 Pusat Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. Pasal 1036 (1) Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. Bidang Jaringan Dokumentasi. penyiapan. Pasal 1034 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1033. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengembangan penyuluhan hukum. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. pembinaan. dan d. dan perawatan bahan informasi hukum. regional dan internasional. dan pembudayaan kesadaran hukum. c. pengumpulan. Subbidang Perpustakaan Hukum. penyiapan perumusan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penyuluhan hukum. pemberian bimbingan dan petunjuk pelaksanaan di bidang penyuluhan hukum. c. Bidang Program dan Pelayanan Teknis. b. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan pengembangan dan kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. Pasal 1035 Bidang Jaringan Dokumentasi.Pasal 1033 Bidang Jaringan Dokumentasi. pengelolaan. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. 149 . pengolahan. Informasi dan Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pengembangan kerja sama secara nasional. Pusat Penyuluhan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Informasi dan Perpustakaan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. b. b. regional dan internasional. dan d. Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum Pasal 1037 Pusat Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan dan pembimbingan penyuluhan hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. c. Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum. (3) Subbidang Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pengembangan perpustakaan hukum. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan serta pelayanan teknis penyuluhan hukum. (2) Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b.

penyusunan program pelaksanaan penyuluhan hukum. penyusunan program. dan b. pendapat umum. pendapat umum dan pengembangan metode di bidang penyuluhan hukum. Pasal 1041 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. b. penyusunan program penyuluhan hukum. 150 . Pasal 1045 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. b. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan. Pasal 1043 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1046 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. Pasal 1044 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan pelayanan teknis. pelayanan teknis dan penyusunan laporan kegiatan penyuluhan hukum. b. evaluasi. (2) Subbidang Temu Wicara dan Diskusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi kegiatan temu wicara dan diskusi . bimbingan teknis. (3) Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan pengolahan pendapat umum mengenai hukum yang berkembang dan pengembangan metode penyuluhan hukum sesuai dengan kebutuhan dalam masyarakat. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama. (3) Subbidang Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan penyuluhan hukum. dan pengembangan metode penyuluhan hukum. Subbidang Temu Wicara dan Diskusi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan hukum. dan c. Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis. pemberian bimbingan. Pasal 1042 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan penyusunan laporan pelaksanaan penyuluhan hukum. dan d. menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pemantauan dan Evaluasi. c. Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode. Subbidang Penyusunan Program. Pasal 1047 (1) Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan bimbingan teknis penyuluhan hukum dan koordinasi penyuluhan hukum dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program. koordinasi dan kerja sama. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan hukum. dan c.Pasal 1040 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. laporan kegiatan penyuluhan hukum. temu wicara dan diskusi. temu wicara dan diskusi. pemantauan. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a.

diskusi. 151 . Pasal 1050 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum terdiri atas : a. (3) Subbidang Pameran. Subbidang Pameran. temu sadar hukum. pameran. Konsultasi dan Bantuan Hukum. media cetak dan elektronik dalam upaya membentuk budaya hukum masyarakat. bantuan hukum. pementasan. Subbidang Ceramah. Pementasan. Subbidang Media Cetak dan Elektronik. (2) Subbidang Media Cetak dan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyuluhan hukum melalui media cetak dan elektronik. media cetak dan elektronik. diskusi. b. pementasan. dan b. bantuan hukum. konsultasi hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembudayaan kesadaran hukum. konsultasi dan bantuan hukum. konsultasi hukum. Konsultasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan kegiatan pameran. Pementasan. Pasal 1051 (1) Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui kegiatan ceramah. Pasal 1049 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1048. dan c. pameran. diskusi dan temu sadar hukum. pelaksanaan ceramah. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 1048 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui ceramah. dan Temu Sadar Hukum. temu sadar hukum. pementasan.

evaluasi.BAB XII BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1052 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Balitbang HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1055 Balitbang HAM terdiri atas : a. b. Sosial dan Budaya. pengelolaan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. b. d. pengelolaan urusan kepegawaian. penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan hak asasi manusia.hak Kelompok Rentan. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Sekretariat Badan. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1056 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Balitbang HAM. c. evaluasi pelaksanaan. pelaksanaan urusan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balitbang HAM. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan bahan kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . Balitbang HAM menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1057 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. dan e. Pasal 1053 Balitbang HAM mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. (2) Balitbang HAM dipimpin oleh seorang Kepala. program dan anggaran. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . Pasal 1054 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1053. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan e. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan program penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. pengelolaan urusan data dan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. dan e. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. 152 . d. c.hak Sipil dan Politik.hak Ekonomi.

dan b. e. pemberhentian dan pensiun. program dan anggaran. dan b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Umum. Pasal 1063 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Balitbang HAM. b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pendataan. Pasal 1059 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penggajian. 153 . penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. dan f. Subbagian Mutasi dan Pensiun. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. Pasal 1061 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. d. program dan anggaran. evaluasi dan penyusunan laporan Balitbang HAM. Pasal 1066 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi.Pasal 1058 Sekretariat Badan terdiri atas : a. (2) Subbagian Mutasi dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan. pemindahan dan mutasi. Bagian Keuangan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Data dan Informasi. pengangkatan. dan b. Pasal 1060 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. kepangkatan. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Balitbang HAM. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Balitbang HAM. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 1064 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. program dan anggaran. administrasi jabatan fungsional. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. c. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. jabatan struktural. dan b. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 1062 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 1065 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan bahan penetapan mutasi. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Balitbang HAM.

Pasal 1068 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1067. Pasal 1071 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pengolahan. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas. b. pelaksanaan anggaran. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.Pasal 1067 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Balitbang HAM. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. 154 . b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. pengolahan. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. pelaksanaan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengangkutan dan pengamanan di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1069 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 1075 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyajian data dan informasi. pengelolaan urusan ketatausahaan dan pelaksanaan urusan administrasi perjalanan dinas. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. dan c. Pasal 1076 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1075. (2) Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. tata usaha dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1070 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. dan c. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. pengangkutan. penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. Pasal 1073 Bagian Umum terdiri atas : a. Pasal 1072 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1071. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengamanan dan administrasi perjalanan dinas. dan b. penyajian dan pendistribusian data. pengelolaan dokumentasi di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1074 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan b.

hak sipil dan politik. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. Subbagian Data. c. f. e. pengolahan. program penelitian hak.hak Sipil dan Politik.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak.hak sipil dan politik. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak. Pasal 1081 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyajian dan pendistribusian data permasalahan hak asasi manusia. g.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Penelitian Hak. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak. daftar inventarisasi masalah. dan i. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. dan b. penyiapan perumusan standar. b.hak Sipil dan Politik. koordinasi program.hak Sipil dan Politik. c. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik.hak sipil dan politik.Hak Sipil Dan Politik Pasal 1079 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . Pasal 1080 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. Pasal 1078 (1) Subbagian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak sipil dan politik. c. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi.hak Sipil dan Politik. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. pemenuhan. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. dan 155 .hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak sipil dan politik. penyusunan rencana. h.hak sipil dan politik berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. d. Pasal 1083 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. penegakan. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri. b. d.hak sipil dan politik dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. dan d. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Pasal 1082 Bidang Penelitian Hak-hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. pedoman. Bidang Evaluasi dan Laporan.hak Sipil dan Politik. norma. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. Bidang Pengembangan Hak. b.undangan dalam perspektif hak asasi manusia.Pasal 1077 Bagian Data dan Informasi terdiri atas : a.

inventarisasi. standar. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak. dan b. Pasal 1089 (1) Subbidang Pengembangan Hak. daftar inventarisasi masalah. penyiapan bahan perumusan standar norma. Subbidang Penelitian Hak.hak Sipil. (2) Subbidang Penelitian Hak.hak Politik. Subbidang Penelitian Hak. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak sipil. Pasal 1090 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. pelaksanaan kerja sama. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. norma. perumusan rancangan kebijakan. Pasal 1088 Bidang Pengembangan Hak.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. dan b. norma. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. naskah akedemik.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Pasal 1084 Bidang Penelitian Hak. e. daftar inventarisasi masalah. penyelenggaraan sosialisasi. b. perumusan rancangan kebijakan.hak sipil dan politik. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak sipil dan politik. penyelenggaraan sosialisasi. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. kriteria dan prosedur. Subbidang Pengembangan Hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. d. pelaksanaan analisa. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak-hak sipil dan politik. (2) Subbidang Pengembangan Hak. kriteria dan prosedur. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak-hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. pedoman. analisa. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak.e.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. pedoman. pedoman.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. pelaksanaan kerja sama. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak.hak sipil dan politik. Bidang Pengembangan Hakhak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a.hak politik.hak sipil dan politik. analisa.undangan. 156 .hak sipil dan politik. Pasal 1085 (1) Subbidang Penelitian Hak. naskah akedemik. c. dan f. perumusan rancangan kebijakan.undangan. daftar inventarisasi masalah. standar. program dan perumusan rancangan kebijakan.hak sipil. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak politik.hak Politik. Subbidang Pengembangan Hak. Pasal 1086 Bidang Pengembangan Hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang.hak Sipil. Pasal 1087 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086. penyusunan rencana dan program pengembangan hak. inventarisasi. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak.

c. Sosial dan Budaya. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi. f. Subbidang Laporan. pemenuhan. dan b. Bidang Pengembangan Hak. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian di bidang penelitian dan pengembangan hak. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi program.hak Ekonomi. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. Kelompok Jabatan Fungsional. h. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. Pasal 1096 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Sosial Dan Budaya Pasal 1094 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi. pedoman. Sosial dan Budaya.hak ekonomi. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. 157 . kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. sosial dan budaya berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. dan i.hak ekonomi. dan d. Bagian Kelima Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. sosial dan budaya. b.hak Ekonomi. daftar inventarisasi masalah.hak Sipil dan Politik. Subbidang Evaluasi. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. Pasal 1093 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik. Sosial dan Budaya. d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Bidang Evaluasi dan Laporan.Pasal 1091 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090.hak Sipil dan Politik. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. c.hak sipil dan politik. Sosial dan Budaya.Hak Ekonomi. penyiapan perumusan standar. norma. b. dan e. g. Bidang Penelitian Hak. penegakan. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Pasal 1092 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. b. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. e.hak Ekonomi. Pasal 1095 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094.hak Ekonomi. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a.hak Ekonomi. d. c. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak.hak sipil dan politik.

sosial dan budaya dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak. b. serta penyusunan program penelitian hak. program dan rancangan pengembangan hak. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak. penyusunan program pengembangan hak.hak Ekonomi. pedoman. dan b.hak Ekonomi. program dan rancangan pengembangan hak.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan budaya. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerjasama hak asasi manusia. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak. pelaksanaan kerjasama penelitian hak. sosial. dan f. Pasal 1103 Bidang Pengembangan Hak. dan budaya. Pasal 1101 Bidang Pengembangan Hak.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Sosial dan Budaya terdiri atas : a.hak ekonomi. sosial dan budaya. 158 . sosial dan budaya. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. norma.hak ekonomi. sosial dan budaya. d.hak sosial dan budaya.hak ekonomi. d. sosial dan budaya.hak Ekonomi.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. sosial dan budaya. Bidang Penelitian Hak.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.hak ekonomi.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.Pasal 1097 Bidang Penelitian Hak.hak ekonomi. Subbidang Penelitian Hak. sosial. Pasal 1104 (1) Subbidang Pengembangan Hak. c. sosial dan budaya. Subbidang Penelitian Hak.hak ekonomi.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak. sosial dan budaya.hak ekonomi. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. dan e. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak.hak ekonomi. c. e.hak Sosial dan Budaya.hak ekonomi. penyiapan bahan perumusan standar.hak ekonomi.hak Ekonomi.hak ekonomi. sosial dan budaya. Bidang Pengembangan Hakhak Ekonomi.hak Ekonomi. Pasal 1098 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. (2) Subbidang Penelitian Hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Sosial dan Budaya terdiri atas : a.hak Sosial dan Budaya. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. daftar inventarisasi masalah.hak ekonomi.hak ekonomi.hak sosial dan budaya. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak. Pasal 1102 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101.hak Ekonomi. sosial dan budaya. Subbidang Pengembangan Hak. b. Subbidang Pengembangan Hak. (2) Subbidang Pengembangan Hak. Pasal 1099 Bidang Penelitian Hak. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. Pasal 1100 (1) Subbidang Penelitian Hak. dan b. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak ekonomi. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a.

dan j. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan.hak Ekonomi. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. b. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. d. Pasal 1108 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a.kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. i. sosial dan budaya.hak Ekonomi. koordinasi program. pedoman. Bagian Keenam Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat Pasal 1109 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Subbidang Evaluasi. dan Budaya. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya. daftar inventarisasi masalah. d. e. pemenuhan. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat.hak ekonomi. 159 . Sosial dan Budaya. Subbidang Laporan.hak Ekonomi. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. dan b. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak ekonomi. penyiapan perumusan standar. f. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Sosial dan Budaya. e.hak Ekonomi. penegakan. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak asasi manusia yang berat. c. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan atas kasus. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. sosial dan budaya. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. h.hak Ekonomi. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. Pasal 1110 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. dan f. c. g.Pasal 1105 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. Pasal 1107 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. norma. Sosial dan Budaya. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. b. Pasal 1106 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105.

Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. d. dan b. Pasal 1115 (1) Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan kerja sama penelitian hak asasi manusia yang berat dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. dan d. Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida. dan b. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. daftar inventarisasi masalah. Pasal 1114 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida. dan penyusunan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. pedoman. dan e. Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak asasi manusia yang berat. Pasal 1112 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan f. 160 . c. c. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak asasi manusia yang berat. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan terhadap kemanusiaan. (2) Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. e. b.Pasal 1111 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. Pasal 1113 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112 . ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Pasal 1118 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Pasal 1116 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan genosida. dan penyusunan program penelitian hak asasi manusia yang berat. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. d. b. kriteria dan prosedur pengembangan hak asasi manusia yang berat. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak asasi manusia yang berat. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1117 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1116. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak asasi manusia yang berat. c. Bidang Evaluasi dan Laporan. penyiapan bahan perumusan standar norma.

Pasal 1119 (1) Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan genosida. (2) Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 1120 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1121 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1120, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1122 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1123 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan Pasal 1124 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. Pasal 1125 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1124, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; b. penyiapan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan, penegakan, pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia; c. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri;

161

e. koordinasi dan sosialisasi di bidang hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia hakhak kelompok rentan; f. koordinasi program, evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; i. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak- hak kelompok rentan; dan j. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. Pasal 1126 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; b. Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; c. Bidang Evaluasi dan Laporan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1127 Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian, pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program penelitian hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. Pasal 1128 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127, Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri; c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; d. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1129 Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas: a. Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas. Pasal 1130 (1) Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di perempuan dan anak. (2) Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di kelompok minoritas. Pasal 1131 Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program pengembangan hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak

162

Pasal 1132 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131, Bidang Pengembangan Hakhak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; c. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. penyiapan bahan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan hakhak perempuan, anak dan kelompok minoritas; e. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan f. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1133 Bidang Pengembangan Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas. Pasal 1134 (1) Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak perempuan dan anak. (2) Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak kelompok minoritas. Pasal 1135 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-hak Kelompok Rentan. Pasal 1136 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak kelompok rentan; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan. Pasal 1137 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1138 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan.

163

BAB XIII BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1139 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPSDM Hukum dan HAM, adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengembangan sumber daya manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. (2) BPSDM Hukum dan HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1140 BPSDM Hukum dan HAM mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140, BPSDM Hukum dan HAM menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; c. pelaksanaan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; d. koordinasi dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; e. pemberian bimbingan teknis tata penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; f. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; dan g. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1142 BPSDM Hukum dan HAM terdiri atas : a. Sekretariat Badan; b. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen; c. Pusat Pengembangan Teknis; d. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1143 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1144 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143, Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. pelaksanaan dan koordinasi kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia;

164

c. pengelolaan urusan kepegawaian, tata usaha dan administrasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; d. pengelolaan urusan administrasi keuangan; dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1145 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama; b. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1146 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, pengelolaaan data, penyusunan laporan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan serta kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1147 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146, Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi; c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan; d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan; e. penyiapan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh; dan f. penyiapan penyusunan pelaksanaan kerja sama pengembagan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1148 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran; b. Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 1149 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan serta melakukan urusan hubungan masyarakat dan keprotokolan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh serta pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1150 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, administarsi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM.

165

Pasal 1151 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150, Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi, pendataan, dan pengembangan pegawai, penyiapan bahan penetapan mutasi, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengelolaan urusan surat-menyurat, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan pengelolaan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM; dan c. pengelolaan urusan administrasi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1152 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian; b. Subbagian Tata Usaha; dan c. Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1153 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi, pendataan, pengembangan pegawai, pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan, pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia, penyiapan bahan penetapan pengangkatan, kepangkatan, penggajian, pemindahan dan mutasi pegawai, pemberhentian dan pensiun, pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat meliputi penerimaan, pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM. (3) Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan seleksi dan pemanggilan peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1154 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1155 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas; dan c. pelaksanaan urusan pembukuan, perhitungan, dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1156 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan; dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1157 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan, perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.

166

Pasal 1164 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen terdiri atas : a. pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. d. pengelolan urusan perlengkapan. dan c. Subbagian Rumah Tangga. dan d. pengamanan dalam. b. c. Pasal 1160 Bagian Umum terdiri atas : a.Pasal 1158 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. b. dan c. Pasal 1161 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. e. penyiapan penyusunan standar. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. 167 . Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen. Subbagian Perlengkapan. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pengamanan dalam serta pelaksanaan urusan pengangkutan. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Program. pedoman. pengelolaan urusan rumah tangga. norma. pengangkutan. Pasal 1163 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1162. Kelompok Jabatan Fungsional. dan f. b. b. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. rumah tangga. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. (3) Subbagian Perpustakaan dan Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. c. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Pasal 1162 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Subbagian Perpustakaan dan Arsip. Bidang Penyelenggaraan. Pasal 1159 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1158. pengamanan dalam dan pengangkutan.

Subbidang Standardisasi dan Metode. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. dan b. Pasal 1166 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Pasal 1173 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. dan jenis peserta berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penyiapan penyusunan standardisasi. pemanggilan tenaga pengajar. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. penggandaan. dan b. kurikulum dan silabus. kurikulum dan silabus. dan b. Subbidang Penyusunan Program. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bidang Program menyelenggarakan fungsi : a. 168 . Pasal 1172 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. penjadualan. Pasal 1169 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. dan pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1171 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a.Pasal 1165 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. metode dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1168 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1167 Bidang Program terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pemanggilan tenaga pengajar. Subbidang Pengajaran. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. jumlah. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. Pasal 1170 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. dan b. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan.

pedoman. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Subbidang Evaluasi. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Teknis Pasal 1177 Pusat Pengembangan Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan teknis berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. dan d. Pasal 1180 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. c. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. dan b. Pasal 1179 Pusat Pengembangan Teknis terdiri atas : a. Bidang Penyelenggaraan. d. b. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dan pengelolaan urusan dokumentasi.Pasal 1174 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1173. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. e. Pusat Pengembangan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. Pasal 1175 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Teknis. b. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. dan f. Pasal 1176 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen serta pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. c. norma. Bidang Program. Pasal 1178 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1177. penyiapan penyusunan standar. 169 .

dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1182 Bidang Program terdiri atas : a. Subbidang Pengajaran. penggandaan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1188 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. dan b. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. jumlah dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. pemanggilan tenaga pengajar. dan b. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. kurikulum dan silabus. Pasal 1186 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. dan b. Pasal 1183 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. pemanggilan tenaga pengajar. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan penyusunan standardisasi dan metode. Pasal 1189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. Pasal 1184 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. serta pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. dan b. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. kurikulum dan silabus. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. 170 . dan b. Pasal 1187 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Subbidang Penyusunan Program. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis serta pengelolaan urusan dokumentasi. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Standardisasi dan Metode. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. penjadualan.Pasal 1181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1180.

b. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1196 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Program. c. dan b. penyiapan penyusunan standar. b. norma. dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. Pasal 1195 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Subbidang Evaluasi. Pasal 1193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1192. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. e. d. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia. dan b. dan d. Pasal 1191 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. kriteria. pedoman. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan.Pasal 1190 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis dan pengelolaan urusan dokumentasi. c. 171 . Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional Dan Hak Asasi Manusia Pasal 1192 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. dan f. metode. Bidang Penyelenggaraan. Pasal 1194 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.

Pasal 1203 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dan pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1201 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. jumlah. dan b. penjadualan. dan b. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan.Pasal 1197 Bidang Program terdiri atas : a. Pasal 1202 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. dan b. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1204 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pemanggilan tenaga pengajar. Pasal 1205 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. dan b. pemanggilan tenaga pengajar. penjadualan kegiatan pelatihan. penyusunan kurikulum dan silabus. kurikulum dan silabus. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. Subbidang Pengajaran. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1200 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Evaluasi. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelatihan. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1198 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penggandaan. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. dan pengelolaan urusan dokumentasi. Subbidang Penyusunan Program. dan b. Subbidang Standardisasi dan Metode. Pasal 1199 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. 172 .

(3) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Politik. Pasal 1210 (1) Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah perekonomian dan hubungan luar negeri. pemikiran dan pengkajian aspek ekonomi dan hubungan luar negeri. (5) Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pelanggaran hak asasi manusia. pemikiran dan pengkajian aspek hak asasi manusia. Sosial dan Keamanan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah politik. sosial dan keamanan. Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (3) Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah hukum lingkungan dan pertanahan. c. Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan. Pasal 1209 (1) Staf Ahli terdiri dari : a. sosial dan keamanan. pemikiran dan pengkajian aspek hukum lingkungan dan pertanahan. dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. BAB XIV STAF AHLI Pasal 1207 Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahlianya. Pasal 1208 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. (4) Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah pengembangan budaya hukum. (2) Staf Ahli Bidang Politik. b. b. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia serta pengelolaan urusan dokumentasi. Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum. Badan dan Inspektorat Jenderal. e. Sosial dan Keamanan. 173 . yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli menyelenggarakan fungsi: a. d. c.Pasal 1206 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan d. Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri. Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia. pemikiran dan pengkajian aspek politik.

penyusunan rencana. keimigrasian. pengelolaan urusan tata usaha dan kepegawaian. Bidang Pengkajian dan Pengembangan. Bagian Umum Pasal 1217 Bagian Umum terdiri atas : a. d. Pasal 1215 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Pasal 1213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. (2) Pusjianbang dipimpin oleh seorang Kepala. administrasi keuangan. program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan Pusjianbang. pengelolaan administrasi Jabatan Fungsional. pengelolaan urusan administrasi keuangan. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Pusjianbang. 174 . serta pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. b. b.BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1211 (1) Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Pusjianbang adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengkajian dan pengembangan kebijakan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. dalam Pasal 1215. b. kepegawaian. dan c. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. dan e. pemasyarakatan. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. pengelolaan urusan tata usaha. pemasyarakatan. Bagian Umum. dan c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1214 Pusjianbang terdiri atas : a. Pasal 1216 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1212 Pusjianbang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. keuangan. c. b. Subbagian Keuangan. c. kepegawaian. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. keimigrasian. Kelompok Jabatan Fungsional. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif. Bidang Penyusunan Program dan Laporan. pelaksanaan pengkajian dan pengembangan serta perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. dan d. Pusjianbang menyelenggarakan fungsi : a.

Pasal 1219 Bidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan atas hasil pengkajian dan pengembangan kebijakan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan guna mendukung kegiatan pengkajian dan pengembangan. pembukuan. pembuatan perumusan rekomendasi kebijakan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. penerimaan. Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bidang Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. b. pemeliharaan. dan b. 175 . Pasal 1221 Bidang Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. b. pengelolaan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 1222 (1) Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. pengolahan dan analisa data serta penyajian hasil pengkajian kebijakan. dan b. Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan. program dan anggaran serta laporan Pusjianbang. dan kepegawaian di lingkungan Pusjianbang. penataan kearsipan. dan c. dan d. program dan anggaran . Pasal 1226 (1) Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan mempunyai tugas melakukan pengkajian melalui pengumpulan. Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan. (2) Subbidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi program dan laporan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pusjianbang. pelaksanaan kegiatan pengembangan hasil pengkajian kebijakan. (2) Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan melalui kegiatan diskusi dan seminar atas hasil pengkajian kebijakan serta perumusan atas hasil pengembangan kebijakan guna dijadikan rekomendasi kepada Pimpinan Departemen. Pasal 1223 Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan. perawatan barang inventaris dan pengamanan sarana dan prasarana. Bidang Pengkajian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. c. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. (3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.Pasal 1218 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat. Pasal 1225 Bidang Pengkajian dan Pengembangan terdiri atas : a. perumusan rekomendasi kebijakan serta pengelolaan urusan perpustakaan dan dokumentasi. Pasal 1220 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. pelaksanaan kegiatan pengkajian kebijakan. Subbidang Evaluasi dan Laporan. analisa dan pengembangan kebijakan. Pasal 1224 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran di lingkungan Pusjianbang.

Kepala UPT dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 1233 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Kepala Subbagian. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Departemen serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Kepala Biro. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Kepala Pusat. Inspektur Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal.BAB XVI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1227 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1232 Setiap pimpinan satuan organisasi dan pejabat fungsional wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1230 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. terdiri atas Jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. 176 . (1) (2) (3) (4) (5) (6) BAB XVII TATA KERJA Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Jenderal. Pasal 1231 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Kelompok Jabatan Fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Biro/Sekretariat Direktorat Jenderal/Direktorat/Sekretariat Badan/Pusat secara administratif bertanggung jawab kepada masing-masing Kepala Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Direktur/Sekretaris Badan/Kepala Pusat. Inspektur. Pasal 1228 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. Kepala Bagian. Kepala Seksi. Kepala Bidang. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Kepala Badan. Staf Ahli. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktur Jenderal. Kepala Subdirektorat. Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Sekretaris Badan. Direktur. Kepala Subbidang.

Pasal 1239 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. Tugas dan Fungsi.Pasal 1234 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. 177 . tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. BAB XX KETENTUAN PENUTUP Pasal 1240 Perubahan atas susunan Organisasi dan Tata Kerja dalam peraturan ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.07. Pasal 1241 Peraturan Menteri Nomor M. ditetapkan dengan Peraturan Menteri tersendiri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuansatuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1235 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (2) Pembentukan. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1238 (1) Di lingkungan Departemen terdapat Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Departemen sesuai dengan kebutuhan. Pasal 1237 Instansi Vertikal di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini.03-PR. BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL Pasal 1236 (1) Instansi Vertikal Departemen adalah Kantor Wilayah Departemen di Propinsi. Pasal 1242 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. (2) Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 April 2007 178 .

09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA STAF AHLI INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA i .I Nomor : M.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERLENGKAPAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ii .09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.07.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN LAPORAN BAGIAN ORGANISASI BAGIAN KETATALAKSANAAN Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Evaluasi dan Laporan I Subbagian Evaluasi dan Laporan II Subbagian Evaluasi dan Laporan III Subbagian Evaluasi dan Laporan IV Subbagian Kelembagaan I Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja Subbagian Pengembangan Sistem Prosedur dan Metode Kerja Subbagian Evaluasi Tatalaksana Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Kelembagaan II Subbagian Kelembagaan III iii .

PENSIUN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai Subbagian Peraturan Perundangundangan Subbagian Jaminan Sosial Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai Subbagian Pengembangan Sistem dan Diklat Luar Negeri Subbagian Penyaringan Pegawai Subbagian Mutasi I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai Subbagian Tata Naskah I Subbagian Mutasi II Subbagian Tata Naskah II Subbagian Mutasi III Subbagian Penggandaan I Subbagian Mutasi IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Penggandaan II iv .BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN PEMBERHENTIAN.

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN DAN TATA USAHA KEUANGAN BAGIAN PENGUJIAN DAN PENERBITAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN Subbagian Pelaksanaan Anggaran I Subbagian Pelaksanaan Anggaran II Subbagian Pelaksanaan Anggaran III Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM I Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM II Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM III Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM IV Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV Subbagian Tata Usaha Keuangan Subbagian Kerugian Negara Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL v .

BIRO PERLENGKAPAN BAGIAN ANALISA KEBUTUHAN BAGIAN PENGADAAN BAGIAN PENYIMPANAN DAN PENYALURAN BAGIAN INVENTARISASI BAGIAN PENGHAPUSAN Subbagian Penyediaan Data Subbagian Harga dan Mutu Subbagian Pergudangan dan Penyaluran Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan Subbagian Pemeliharaan Subbagian Pembukuan Subbagian Penilaian Subbagian Pembakuan Subbagian Tender Subbagian Pendataan Inventaris Subbagian Perubahan Status P l k Subbagian Pelaksanaan Penghapusan Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pembelian Subbagian Statistik dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vi .

Evaluasi dan Laporan Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vii .BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAGIAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI Subbagian Hubungan Kelembagaan Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Subbagian Kerja Sama BadanBadan Internasional Subbagian Kerja Sama Antar Negara Subbagian Penyusunan Program.

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA DEPARTEMEN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN BINA SIKAP MENTAL BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PENGAMANAN Subbagian Persuratan Subbagian Tata Usaha Menteri Subbagian Tata Usaha Sekretariat Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Protokol Subbagian Rohani dan Sosial Subbagian Kesehatan Pegawai Subbagian Kesejahteraan Subbagian Urusan Dalam Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas Subbagian Gaji Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pengamanan Pimpinan Subbagian Pengamanan Lingkungan Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi Subbagian Arsip Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Agenda dan Pengiriman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL viii .

09-PR. KERJA SAMA DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH ix .10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT PUBLIKASI.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jafung Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Data. Informasi dan Laporan Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Arsip dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat x .

DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI SUBDIREKTORAT METODE. DAN PENYIAPAN PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan P d d Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundangundangan SUBDIREKTORAT PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG UNDANG SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN Seksi Penyusunan Rencana dan Program Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-undang Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-undang KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengelolaan Dokumentasi Seksi Perpustakaan Hukum xi . TEKNIK.

RISET DAN TEKNOLOGI Seksi Analisa Bidang Industri. Riset dan Teknologi I Seksi Analisa Bidang Industri. DAN KEAMANAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG INDUSTRI. dan Keamanan II Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xii . HUKUM.DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG POLITIK. Perdagangan. PERDAGANGAN. Hukum. dan Keamanan I Seksi Analisa Bidang Politik. Hukum. Perdagangan. Riset dan Teknologi II SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II Seksi Analisa Bidang Politik.

DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PUBLIKASI SUBDIREKTORAT KERJA SAMA SUBDIREKTORAT PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Seksi Penerbitan Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan Seksi Administrasi Pengundangan Seksi Aplikasi Seksi Distribusi dan Penyebarluasan Seksi Dokumentasi Seksi Sarana.DIREKTORAT PUBLIKASI. KERJA SAMA. Prasarana dan Implementasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xiii .

DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIAPAN DAN PENDAMPINGAN PERSIDANGAN SUBDIREKTORAT FASILITASI BAHAN DAN ANALISIS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR LEMBAGA Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan Seksi Penyiapan Bahan dan Data Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat Seksi Analisis. Laporan dan Dokumentasi xiv .

DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN PELAPORAN SUBDIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIK PERANCANGAN PERATURAN DAERAH SUBDIREKTORAT MEDIASI DAN KONSULTASI Seksi Pengumpulan Data 4 Seksi Perencanaan d P Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Bimbingan dan Latihan Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi Seksi Pengolahan Data KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xv .

09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERDATA DIREKTORAT PIDANA DIREKTORAT TATA NEGARA DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL DIREKTORAT DAKTILOSKOPI xvi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.07.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendahara an Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas Subbagian Pengetikan dan P d Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan xvii .

DIREKTORAT PERDATA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM PERDATA UMUM SUBDIREKTORAT BADAN HUKUM SUBDIREKTORAT PENDAFTARAN FIDUSIA SUBDIREKTORAT HARTA PENINGGALAN SUBDIREKTORAT NOTARIAT Seksi Pendapat Hukum Seksi Legalisasi Seksi Perseroan Tertutup Seksi Perseroan Terbuka Seksi Badan Hukum Sosial Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Penerimaan dan Pemrosesan Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan Seksi Daftar Wasiat Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris Seksi Pengawasan Notaris Seksi Dokumentasi Notariat Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Perubahan Nama Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Dokumentasi xviii .

DIREKTORAT PIDANA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PIDANA UMUM SUBDIREKTORAT EKSTRADISI DAN BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK SUBDIREKTORAT PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL Seksi Analisa Hukum Pidana Seksi Ekstradisi Seksi Bimbingan dan Pemantauan PPNS Seksi Pemantauan dan Evaluasi Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik Seksi Dokumentasi xix .

DIREKTORAT TATA NEGARA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM TATA NEGARA SUBDIREKTORAT PEWARGANEGARAAN SUBDIREKTORAT BUKTI KEWARGANEGARAAN R.I Seksi Analisa dan Pertimbangan Seksi Analisa Pewarganegaraan Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Khusus Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Seksi Dokumentasi Seksi Penyelesaian Seksi Pendaftaran Partai Politik Seksi Pengujian dan Pemantauan xx .

DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL UMUM SUBDIREKTORAT HUKUM EKONOMI DAN KELEMBAGAAN INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT HUKUM LAUT DAN HUKUM UDARA Seksi Hukum Humaniter Seksi Hukum Lingkungan Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral Seksi Hukum Laut Seksi Hukum Udara Seksi Dokumentasi xxi .

DIREKTORAT DAKTILOSKOPI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERUMUSAN DAN IDENTIFIKASI SUBDIREKTORAT DATA DAN INFORMASI SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN ARSIP TERAAN Seksi Perumusan Seksi Pengumpulan Data Seksi Penataan dan Informasi Seksi Dokumentasi Seksi Identifikasi Seksi Arsip Teraan xxii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK DIREKTORAT BINA PERAWATAN DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA xxiii .I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.09-PR.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Perundangundangan d Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Humas dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxiv .

DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT REGISTRASI

SUBDIREKTORAT PENEMPATAN DAN MUTASI

SUBDIREKTORAT SIDIK JARI

SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN DOKUMENTASI

Seksi Registrasi Tahanan dan Basan Seksi Registrasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan

Seksi Penempatan, Mutasi Tahanan dan Basan Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan

Seksi Perumusan dan Identifikasi Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan

Seksi Statistik, Dokumentasi Tahanan dan Basan Seksi Statistik, Dokumentasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan

xxv

DIREKTORAT BINA PERAWATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESEHATAN DAN MAKANAN

SUBDIREKTORAT BASAN DAN BARAN

SUBDIREKTORAT SARANA DAN EVALUASI

Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi Seksi Pengendalian Bahan Makanan

Seksi Pemeliharaan Seksi Penilaian Jenis dan Mutu

Seksi Analisa Kebutuhan Seksi Pengelolaan Sarana Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Penghapusan

xxvi

DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DAN BIMBINGAN

SUBDIREKTORAT PEMBINAAN

SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT PEMBIMBINGAN

Seksi Bimbingan Hukum Seksi Orientasi dan Observasi Seksi Penelitian Kemasyarakatan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Mental Rohani Seksi Pembinaan Kewarganegaraan Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan

Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan Seksi Pendidikan Luar Sekolah

Seksi Bimbingan Klien

Seksi Asimilasi

Seksi Integrasi Seksi Pendayagunaan Kerja TPP

xxvii

DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT BIMBINGAN DAN LATIHAN KETERAMPILAN

SUBDIREKTORAT KEGIATAN KERJA

SUBDIREKTORAT PRODUKSI

SUBDIREKTORAT TENAGA KERJA

SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN PEMASARAN

Seksi Bimbingan Minat dan Bakat Seksi Pengembangan Kewirausahaan Seksi Bimbingan Keterampilan Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan

Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan

Seksi Standardisasi dan Pengendalian Seksi Pembinaan Produksi Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi

Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Kemitraan

Seksi Pemasaran Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan

xxviii

DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN

SUBDIREKTORAT SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TEKNIS PETUGAS PENGAMANAN

Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Kamtib

Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Kamtib Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Kamtib Seksi Evaluasi dan Laporan Kamtib

Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Kamtib Seksi Penindakan Gangguan Kamtib Seksi Keselamatan dan Keamanan Basan dan Baran

Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan Seksi Bantuan Hukum

xxix

DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERAWATAN KESEHATAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT BIMBINGAN HUKUM SUBDIREKTORAT KEMITRAAN Seksi Identifikasi Ketergantung an Seksi Perawatan Jasmani Seksi Perawatan Mental Rohani Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan Seksi Keterampilan dan Usaha Seksi Seni dan Budaya Seksi Konsultasi Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah Seksi Kerja Sama LSM dan Antar Negara Seksi Monitoring dan Evaluasi xxx .

07.09-PR. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN xxxi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN.

Dokumentasi & Kepustakaan Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Subbagian Peraturan Perundangundangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxii .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN HUMAS. LITIGASI DAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Analisa Kebutuhan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pengembangan. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengadaan dan Peralatan Subbagian Litigasi Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Tata Persuratan.

SPLP.DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN TKI SUBDIREKTORAT VISA SUBDIREKTORAT IZIN MASUK DAN BERTOLAK SUBDIREKTORAT FASILITAS KEIMIGRASIAN Seksi Paspor. dan PLB Seksi Paspor TKI Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Evaluasi dan Laporan Seksi Visa Kunjungan Seksi Izin Masuk Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI Seksi Izin Bertolak Seksi Fasilitas Wisatawan Asing Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian Seksi Visa Tinggal Terbatas xxxiii .

DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT IZIN TINGGAL SUBDIREKTORAT ALIH STATUS KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT STATUS KEIMIGRASIAN Seksi Izin Tinggal Kunjungan Seksi Izin Tinggal Terbatas Seksi Izin Tinggal Tetap Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Status Keimigrasian Seksi Surat Keterangan Keimigrasian Seksi Izin Tinggal Khusus / Darurat xxxiv .

DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT OPERASI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PRODUKSI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENGAMANAN PERIZINAN KEIMIGRASIAN Seksi Operasi Intelijen Wilayah I Seksi Operasi Intelijen Wilayah II Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri Seksi Pengamanan Perizinan WNI Seksi Pengamanan Perizinan WNA Seksi Produksi Intelijen xxxv .

DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIDIKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENINDAKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENANGKALAN SUBDIREKTORAT DETENSI IMIGRASI DAN DEPORTASI Seksi Penyidikan Wilayah I Seksi Penindakan Wilayah I Seksi Pencegahan Seksi Detensi Imigrasi Seksi Penyidikan Wilayah II Seksi Penindakan Wilayah II Seksi Penangkalan Seksi Deportasi Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara Seksi Pembinaan PPNS Imigrasi Seksi Evaluasi dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxvi .

dan Papua New Guinea Seksi Organisasi Internasional PBB Seksi Organisasi Internasional Non PBB Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Asia Pasifik dan Afrika Seksi Amerika dan Eropa Seksi Penyebaran Informasi xxxvii .DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT LINTAS BATAS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN KERJA SAMA KEIMIGRASIAN PERWAKILAN Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina Seksi Lintas Batas Timor Leste.

DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN DOKUMEN Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian xxxviii . PENGEMBANGAN DAN PENGAMANAN SISTEM INFORMASI Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi SUBDIREKTORAT REGISTRASI.DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENYEBARAN DAN KERJA SAMA SISTEM INFORMASI Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam N i Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri SUBDIREKTORAT PERENCANAAN.

DESAIN INDUSTRI.09-PR. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG DIREKTORAT PATEN DIREKTORAT MEREK DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI xxxix .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMISI BANDING SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT HAK CIPTA.I Nomor : M.07.

Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Administrasi Penyidik Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional Subbagian Administrasi HKI Subbagian Tata Usaha Pimpinan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xl .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi.

DIREKTORAT HAK CIPTA. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis Seksi Pemeriksaan dan Publikasi Seksi Sertifikasi. DESAIN INDUSTRI. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT DESAIN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HAK CIPTA. Mutasi dan Lisensi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Hak Cipta Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang xli .

DIREKTORAT PATEN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN I SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN II SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN III SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Formalitas Seksi Pelayanan Teknis Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemeliharaan. Pengalihan Hak dan Lisensi Seksi Publikasi Seksi Sertifikasi xlii .

DIREKTORAT MEREK Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERMOHONAN DAN PELAYANAN SUBDIREKTORAT PEMERIKSAAN SUBDIREKTORAT INDIKASI GEOGRAFIS SUBDIREKTORAT SERTIFIKASI DAN PENGUMUMAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan Seksi Pemeriksaan Formalitas Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Seksi Sertifikasi Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding Seksi Mutasi dan Lisensi Seksi Pelayanan Teknis Seksi Klasifikasi Seksi Pengumuman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xliii .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA NASIONAL Seksi Penyebaran Informasi Seksi Pengkajian dan Pengembangan Seksi Kerja Sama Regional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah Seksi Pelatihan Seksi Perpustakaan xliv .

DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM SUBDIREKTORAT PENDUKUNG SISTEM SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PROSES SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI Seksi Administrasi dan Pengembangan Data Base Seksi Pengembangan Aplikasi Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan Seksi Administrasi Sistem Jaringan Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi I f i Seksi Situs Internet Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Desain Industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Seksi Dokumentasi Hak Paten Seksi Dokumentasi Hak Merek KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlv .

07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA xlvi .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Mutasi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perjalanan Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlvii .

DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN ALUMNI DAN INSTITUSI HAM SUBDIREKTORAT DISEMINASI HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT BAHAN DISEMINASI Seksi Pendidikan Dalam Negeri Seksi Pendidikan Luar Negeri Seksi Kurikulum Pendidikan HAM Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri Seksi Institusi HAM Non Pemerintah Seksi Institusi HAM Pemerintah Seksi Diseminasi Aparatur Negara Seksi Diseminasi Penegak Hukum Seksi Diseminasi Masyarakat Seksi Bahan Instrumen Nasional Seksi Bahan Instrumen Internasional Seksi Bahan Instrumen Praktis xlviii .

SOSIAL DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT INSTRUMEN HAM Seksi Kerja Sama Asia Pasifik Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi LSM Internasional Seksi Kerja Sama Hak Sipil Seksi Kerja Sama Hak Politik Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi Seksi Kerja Sama Hak Sosial Seksi Kerja Sama Hak Budaya Seksi Ratifikasi Instrumen HAM Internasional Seksi Harmonisasi Instrumen HAM Nasional xlix .DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK SIPIL DAN POLITIK SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK EKONOMI.

Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PEREMPUAN SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK TENAGA KERJA SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya l . Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM INFORMASI HAM SUBDIREKTORAT PENDAYAGUNAAN INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Seksi Pengumpulan Data Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi HAM Penerbitan dan Penyebaran Informasi HAM Seksi Seksi Pengolahan Data Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan li .

DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PERMASALAHAN DAN DISKRIMINASI HAM SUBDIREKTORAT PROSES PENEGAKAN HUKUM DAN HAM SUBDIREKTORAT EVALUASI DAN PELAPORAN HAM Seksi Penerapan HAM di Pemerintah Seksi Permasalahan HAM Seksi Pra Peradilan Seksi Evaluasi HAM Seksi Penerapan HAM di Masyarakat dan Dunia Usaha Seksi Diskriminasi HAM Seksi Pasca Peradilan Seksi Pelaporan HAM lii .

07. HAK ASASI MANUSIA DAN HKI PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN INSPEKTORAT KHUSUS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liii .10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN INSPEKTORAT HUKUM.09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.

Pemberhentian Subbagian Mutasi dan Promosi Subbagian Pengembangan Pegawai KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liv . HAM dan HKI Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan I Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan II Subbagian Analisis LHP Keimigrasian Subbagian Analisis LHP Khusus Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Umum. dan Perlengkapan Subbagian Analisis LHP Hukum.SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN I BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN II BAGIAN UMUM BAGIAN KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Analisis LHP Kepegawaian I Subbagian Analisis LHP Kepegawaian II Subbagian Analisis LHP Keuangan.

INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lv .

INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvi .

HAK ASASI MANUSIA DAN HKI Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvii .INSPEKTORAT HUKUM.

PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lviii .

INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lix .

INSPEKTORAT KHUSUS Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lx .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL PUSAT PENYULUHAN HUKUM lxi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.09-PR.07.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Arsip Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxii .

PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI BIDANG PENELITIAN DAN PENGKAJIAN HUKUM BIDANG PERTEMUAN ILMIAH Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi Subbidang Penelitian Hukum Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah Subbidang Pengkajian Hukum Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiii .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM.

PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PERENCANAAN LEGISLASI BIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN HUKUM BIDANG ANALISIS EVALUASI DAN PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis Subbidang Kerja sama Nasional Pengembangan Hukum Subbidang Kerja sama Internasional Pengembangan Hukum Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiv .

Monitoring.PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL BIDANG PUBLIKASI HUKUM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK BIDANG JARINGAN DOKUMENTASI. dan Pelayanan Teknis Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Data Base Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Perpustakaan Hukum lxv . INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN HUKUM Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum Subbidang Penyusunan Program.

PUSAT PENYULUHAN HUKUM BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGEMBANGAN PENYULUHAN HUKUM BIDANG PEMBUDAYAAN KESADARAN HUKUM Subbidang Penyusunan Program Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis Subbidang Temu Wicara dan Diskusi Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum Subbidang Media Cetak dan Elektronik Subbidang Pameran. Konsultasi dan Bantuan Hukum Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan Subbidang Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxvi . Pementasan.

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK SIPIL DAN POLITIK PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK EKONOMI.09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. SOSIAL DAN BUDAYA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN lxvii .I Nomor : M.07.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN DATA DAN INFORMASI Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Subbagian Data Subbagian Mutasi dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas Subbagian Informasi dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan lxviii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENELITIAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Sipil Subbidang Pengembangan Hak-hak Sipil Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Politik Subbidang Pengembangan Hak-hak Politik Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxix .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI. SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENELITIAN HAK–HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hakhak Ekonomi Subbidang Pengembangan Hak-hak Ekonomi Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hakhak Sosial dan Budaya KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Sosial dan Budaya Subbidang Laporan lxx .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT BIDANG PENELITIAN HAM YANG BERAT BIDANG PENGEMBANGAN HAM YANG BERAT BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Keman siaan Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxi .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN BIDANG PENELITIAN HAK-HAK PEREMPUAN. ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG PENGEMBANGAN HAKHAK PEREMPUAN. ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Kelompok Minoritas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas Subbidang Laporan lxxii .

I Nomor : M.09-PR.07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA AKIP AIM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiii .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data. Laporan dan Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Kerja Sama Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perpustakaan dan Arsip KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiv .

PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxv .

PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvi .

PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvii .

09 – PR.07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BAGIAN UMUM Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan BIDANG PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbidang Evaluasi dan Laporan BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxviii .PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.

tugas. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. dipandang perlu menetapkan kedudukan. e. SUSUNAN ORGANISASI. dan tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. b. fungsi. 3. Departemen menyelenggarakan fungsi : a. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. FUNGSI. TUGAS. perumusan kebijakan nasional. FUNGSI. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. saran. susunan organisasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). d. SUSUNAN ORGANISASI. Menimbang : bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kabinet Indonsia Bersatu dan untuk lebih meningkatkan koordinasi serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan negara yang berdaya guna dan berhasil guna. dan Fungsi Pasal 25 (1) (2) Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah. Mengingat Menetapkan I . DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. penyampaian laporan hasil evaluasi. BAB III DEPARTEMEN Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 26 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan. MEMUTUSKAN : : PERATURAN PRESIDEN TENTANG KEDUDUKAN. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. TUGAS. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Departemen dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN. Tugas. : 1. 2. kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidangnya.

penyampaian laporan hasil evaluasi. c. Departemen Perdagangan. 13. Departemen Sosial. d. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. 3. d. Sekretariat Jenderal. Departemen Pertahanan. 15. Departemen Pekerjaan Umum. 11. 19. 7. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. 5. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Departemen Kehutanan. Menteri. Departemen Komunikasi dan Informatika. Departemen Perhubungan. b. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. c. Bagian Keduapuluh Dua Susunan Organisasi Pasal 69 Departemen terdiri dari : a. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Departemen Keuangan. e. 2. 9. Direktorat Jenderal. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. 17. Badan dan/atau Pusat. saran. Departemen Dalam Negeri. Bagian Kelima Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 35 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. 16. II . Staf Ahli. Departemen Perindustrian 8. Inspektorat Jenderal. 12. kebijakan pelaksanaan. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 14. Departemen Pertanian. Departemen Kelautan dan Perikanan. Departemen Pendidikan Nasional.Pasal 28 Departemen terdiri dari : 1. 18. b. 4. perumusan kebijakan nasional. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. e. 6. Dalam Luar Negeri. Departemen Kesehatan. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. 20. f. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. 10. Departemen Agama.

d. Subdirektorat terdiri dari 2 (dua) Seksi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. Kementerian Negara. Pasal 77 Jumlah Direktorat Jenderal ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 76 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75. e. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal Pasal 75 Direktorat Jenderal mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidangnya. norma. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. d. Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. pelaksanakan kebijakan di bidangnya. (2) Biro terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. (3) Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. b. c. Departemen lain. Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. penyusunan standar. dan Lembaga lain yang terkait. Pasal 73 (1) Sekretariat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Biro. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidangnya. pedoman. yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. koordinasi kegiatan Departemen. (1) (2) (3) (4) (5) III . penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Direktorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal dan paling banyak 5 (lima) Direktorat. Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dan prosedur di bidangnya. Lembaga Pemerintah Non Departemen. kriteria.Bagian Keduapuluh Tiga Sekretariat Jenderal Pasal 70 Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Keduapuluh Empat Direktorat Jenderal Pasal 74 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. (1) (2) Pasal 71 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen.

penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 84 (1) Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Pasal 83 (1) Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 81 (1) Inspektorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Jenderal dan paling banyak 4 (empat) Inspektorat. dan masing-masing Bidang/Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbidang/Subbagian. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. (3) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.Bagian Keduapuluh Lima Inspektorat Jenderal Pasal 78 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. (5) Pusat yang tempat kedudukannya tidak satu lokasi dengan tempat kedudukan Sekretariat Badan terdiri dari Subbagian Tata Usaha atau Bagian Tata Usaha yang terdiri dari 2 (dua) Subbagian. keuangan. IV . (3) Inspektorat membawahkan Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keduapuluh Enam Badan dan/atau Pusat Pasal 82 Di lingkungan Departemen dapat dibentuk Badan dan/atau Pusat sebagai pelaksana tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup dalam tugas Sekretariat Jenderal dan/atau Direktorat Jenderal dan/atau Inspektorat Jenderal sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang yang masing-masing Bidang terdiri dari 2 (dua) Subbidang. pelaksanaan pengawasan kinerja. c. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. (2) Badan terdiri dari Sekretariat Badan dan paling banyak 4 (empat) Pusat/Biro. (4) Pusat/Biro terdiri dari kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang/Bagian. dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 79 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. dan Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbagian. (2) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. d.

BAB VI ESELON. Direktur. V . Direktur Jenderal. (2) Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administrasi berada di bawah Sekretaris Jenderal.b. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya. Direktorat Jenderal. (5) Kepala Subbagian.a. Sekretaris Kementerian Negara. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. dan Inspektorat Jenderal. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (3) Kepala Biro. Bagian Keduapuluh Sembilan Lain-lain Pasal 87 (1) Departemen secara selektif dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang. (4) Bidang terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbidang.a. (2) Pembentukan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.a. Inspektur Jenderal. DAN PEMBERHENTIAN Pasal 132 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. Inspektur. Sekretaris Jenderal. Asisten Deputi. (5) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Kepala Bidang. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (2) Staf Ahli berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Subbidang. Kepala Pusat. Bagian Keduapuluh Delapan Instansi Vertikal Pasal 86 (1) Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang tidak diserahkan kepada Daerah dapat membentuk instansi vertikal. (4) Kepala Bagian. dan tata laksana instansi vertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden.(2) Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang. susunan organisasi. (3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. PENGANGKATAN. (3) Bagian Tata Usaha terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. Badan. Bagian Keduapuluh Tujuh Staf Ahli Pasal 85 (1) Menteri dapat dibantu oleh paling banyak 5 (lima) Staf Ahli. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas. Deputi. Sekretaris Badan. Sekretaris Direktorat Jenderal.

BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 137 Pada Kementerian Koordinator. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. VI . perlengkapan. jumlah unit organisasinya ditetapkan sebagai berikut : b. masing-masing Biro terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. 3) Direktorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri. Departemen dan Kementerian Negara dapat ditetapkan Jabatan Fungsional. Sekretaris Kementerian Negara. Pertahanan. keuangan. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan. Kepala Badan. masing-masing Pusat terdiri dari kelompok jabatan fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bidang. masing-masing Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri yang bersangkutan. b) Direktorat paling banyak 6 (enam). Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia 1) Sekretariat Jenderal terdiri paling banyak 6 (enam) Biro. Justisi. dan masingmasing Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. dan persandian diselenggarakan oleh masing-masing Kementerian Koordinator. 4) Badan terdiri dari : a) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian.Pasal 133 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. dan masing-masing Subdirektorat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Seksi. Deputi. Direktur Jenderal. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. dan Kementerian Negara dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b) Inspektorat paling banyak 6 (enam). Moneter dan Fiskal Nasional serta Agama. BAB VII ADMINISTRASI DAN PEMBIAYAAN Pasal 134 Pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian. Keamanan. Departemen. Sekretaris Jenderal. Departemen. dan masing-masing Inspektorat terdiri dari Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan masing-masing Bidang terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbidang. Pasal 139 Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Politik Luar Negeri. Pasal 135 Segala pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas masing-masing Kementerian Koordinator. kearsipan. dan Kementerian Negara. dan masing-masing Bagian dapat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. b) Pusat paling banyak 4 (empat). Inspektur Jenderal. 2) Inspektorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian.

Fungsi. (2) Salinan Peraturan Menteri tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkan. Dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan Peraturan Presiden ini. yang operasionalnya dikendalikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sampai dengan ditetapkannya organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Peraturan Presiden ini. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen. Departemen. Susunan Organisasi. Tugas. dan Kementerian Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Presiden atas Usul Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 147 (1) Keputusan Menteri yang merupakan pelaksanaan : c. dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum dan hak asasi manusia dilakukan oleh perangkat Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. dan tata kerja Kementerian Koordinator. (2) Unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada masing-masing Kementerian Koordinator. Departemen. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 146 (2) Sebelum organisasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terbentuk. Departemen. Pasal 144 (1) Rincian tugas. Pasal 145 Pengecualian terhadap organisasi Kementerian Koordinator. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. fungsi. VII .Pasal 142 Pejabat Struktural Eselon Ia yang dialih tugaskan pada jabatan staf ahli tetap diberikan Eselon Ia Pasal 143 (1) Unit organisasi dan tugas eselon I pada masing-masing Kementerian Koordinator. Kewenangan. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Penyesuaian terhadap Peraturan Presiden ini dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden.

VIII .BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 148 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. Pasal 149 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan. maka : c. Nahattands.H. Fungsi. ttd Lambock V. DR. ttd. Kewenangan. Dinyatakan tidak berlaku. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan Tugas.

Susunan Organisasi. Susunan Organisasi. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Imigrasi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. k. Mengingat (1) IX . : 1. Staf Ahli. 3. dan untuk menjamin terselenggaranya tugas pemerintahan. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. e. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Pasal 14 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. g. Inspektorat Jenderal. 2. c. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tugas. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. BAB II DEPARTEMEN Bagian Keempat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. f. Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. d. 4. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia. dipandang perlu menetapkan Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. h. Fungsi. Tugas. i. Badan Pembinaan Hukum Nasional. j. Fungsi. Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia. b.

(7) Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perlindungan hak asasi manusia. dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden ini. c. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2004. X . (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. Badan. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Keputusan Menteri tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini dinyatakan tetap berlaku. maka : a. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. dinyatakan tidak berlaku. Penyesuaian unit organisasi dan tugas eselon I pada Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2004. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara Koordinator. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. (11) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 (2) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. dan Inspektorat Jenderal.(2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. Direktorat Jenderal. b.

Nahattands. XI . Lambock V.Pasal 71 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. ttd. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet dan Bidang Hukum dan Perundang-undangan. DR.

Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2006. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. d. b. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. Nomor 80 Tahun 2005. dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Nomor 66 Tahun 2006. b. Mengingat XII . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Fungsi. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. : 1. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. c. c. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). d. Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Diubah sebagai berikut : 1. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden : a. 3. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 4. Nomor 15 Tahun 2005. 2. Sekretariat Jenderal.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Ketentuan Pasal 13 diubah. Nomor 63 Tahun 2005. Tugas. Susunan Organisasi. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a.

(11) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. f. Direktorat Jenderal. k. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. XIII . (12) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. ttd. dan Inspektorat Jenderal. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. (2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum.e. h. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 2 Nopember 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Inspektorat Jenderal. ttd Lambock V. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. Direktorat Jenderal Imigrasi. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. Staf Ahli. Badan Pembinaan Hukum Nasional. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. Nahattands. (7) Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknik di bidang hak asasi manusia. H. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. i. Ketentuan Pasal 14 diubah. l. DR. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 14 (1) Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. Pasal II Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi anusia. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. j. g. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. Badan. 2.

PAN/10/2005 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah Jakarta. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. 5 Oktober 2005 Kepada Yth. Tembusan Yth.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/1841/M. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : M. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan HAM atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan HAM. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan HAM dan salinannya disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. disampaikan terima kasih. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XIV . yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur.: 1. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut.07. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan HAM. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penataan organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan HAM. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri.PR.10-26 tanggal 10 Agustus 2005 perihal Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3.

2. 9. Kebijakan JUMLAH XV . 7. 6. 4. 5. 8.PAN/10/2005 Tanggal : 5 Oktober 2005 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM NO 1. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Pusat Pengkajian dan Pengembangan 12. Hukum dan Hak Asasi Manusia 11. UNIT ORGANISASI Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Imigrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia Insperktorat Jenderal I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 JUMLAH ESELON II III IV 6 27 96 6 6 7 7 6 6 7 5 5 1 1 63 25 22 29 29 26 25 5 18 17 4 3 230 52 67 92 85 65 68 24 46 35 13 8 651 Badan Pembinaan Hukum Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan 10. 3.PAN Nomor : B/1841/M.Lampiran Surat Men.

Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.: 1. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. disampaikan terima kasih. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : MUM. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.01.06-02 tanggal 5 Januari 2007 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. 16 April 2007 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepada Yth. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XVI . segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia.PAN/4/2007 Jakarta. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. Tembusan Yth.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/941/M. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut.

PAN Nomor : B/941/M. UNIT ORGANISASI Kepala Badan Sekretariat Badan Kepala Pusat Kepala Bagian Kepala Bidang Kepala Subbagian Kepala Subbidang JUMLAH Ia 1 1 JUMLAH ESELON IIa IIIa IVa 1 3 4 4 9 13 12 18 30 XVII .PAN/4/2007 Tanggal : 16 April 2007 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NO 1. 7. 5. 4. 6. 2.Lampiran Surat Men. 3.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.