PERATURAN MENTERI HUKUM & HAK ASASI MANUSIA NOMOR : M.09.PR.

07-10 TAHUN 2007
TANGGAL 20 APRIL 2007

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM

TAHUN 2007

1

DAFTAR ISI
I. : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAM R.I NOMOR: M.09PR.07.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM R.I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM Bagian Kesatu : Kedudukan …………………............................... Bagian Kedua : Tugas …………………………............................ Bagian Ketiga : Fungsi …………………………............................ SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ………….................................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………... Bagian Ketiga : Biro Perencanaan …………….............................. Bagian Keempat : Biro Kepegawaian ……....................................... Bagian Kelima : Biro Keuangan ………......................................... Bagian Keenam : Biro Perlengkapan ……………………………... Bagian Ketujuh : Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri ……… .. Bagian Kedelapan : Biro Umum …………………............................ DIREKTORAT UNDANGAN Bagian Kesatu Bagian Kedua Bagian Ketiga Bagian Keempat Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh Bagian Kedelapan BAB V : JENDERAL : : : : : : : : PERATURAN PERUNDANG01

BAB I

:

03 03 03 03 03 04 04 04 04 09 12 16 19 21 25 25 25 25 28 31 35 37 40 43 43 43 43 46 50 51 53 56 58 58 58 58 61 64 66 69 72 75

BAB II
BAB III

: :

BAB IV

:

Tugas dan Fungsi …………….............................. Susunan Organisasi ……………………………... Sekretariat DITJEN …………………………….. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang… undangan Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang… undangan Direktorat Publikasi, Kerja Sama dan … Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Direktorat Litigasi Perundang-undangan … Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan … Daerah

DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Perdata ……………………………. Bagian Kelima : Direktorat Pidana ……………………………. Bagian Keenam : Direktorat Tata Negara …................................... Bagian Ketujuh : Direktorat Hukum Internasional ……………… Bagian Kedelapan : Direktorat Daktiloskopi ……............................... DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Registrasi dan Statistik ……... Bagian Kelima : Direktorat Bina Perawatan ……... Bagian Keenam : Direktorat Bina Bimbingan ……... Kemasyarakatan Bagian Ketujuh : Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi ….... Bagian Kedelapan : Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban ……... Bagian Kesembilan : Direktorat Bina Khusus Narkotika ……….........

BAB VI

:

i

BAB VII

:

DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………......................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Dokumen Perjalanan, ……............. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Bagian Kelima : Direktorat Izin Tinggal dan Status ……............. Keimigrasian Bagian Keenam : Direktorat Intelijen Keimigrasian ……............. Bagian Ketujuh : Direktorat Penyidikan dan ……............. Penindakan Keimigrasian Bagian Kedelapan : Direktorat Lintas Batas dan Kerja ……………. Sama Luar Negeri Keimigrasian Bagian Kesembilan : Direktorat Sistem Informasi ……………. Keimigrasian DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………........................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN …………………………… Bagian Keempat : Direktorat Hak Cipta, Desain …………… Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Bagian Kelima : Direktorat Paten ……………............................. Bagian Keenam : Direktorat Merek ……………............................. Bagian Ketujuh : Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan …… Bagian Kedelapan : Direktorat Teknologi Informasi ………………... DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Hak Asasi Manusia ……... Bagian Kelima : Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak ……... Asasi Manusia Bagian Keenam : Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan ……... Hak Asasi Manusia Bagian Ketujuh : Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi ……... Manusia Bagian Kedelapan : Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak ….. Asasi Manusia INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………….. Bagian Ketiga : Sekretariat ITJEN …………………………….. Bagian Keempat : Inspektorat Kepegawaian ……....................... Bagian Kelima : Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan …... Bagian Keenam : Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan …... Hak Kekayaan Intelektual Bagian Ketujuh : Inspektorat Pemasyarakatan …........................ Bagian Kedelapan : Inspektorat Keimigrasian ……........................ Bagian Kesembilan : Inspektorat Khusus …………………………….. Bagian Kesepuluh : Kelompok Jabatan Fungsional Auditor ..........

78 78 78 78 81 84 86 89 92 95 99 99 99 99 102

BAB VIII :

BAB IX

:

104 107 109 111 115 115 115 115 118 121 124 126 128 131 131 131 131 135 135 136 137 137 138 139 140 140 140 140 143

BAB X

:

BAB XI

:

BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………............................. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………............................. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan …….. Sistem Hukum Nasional

ii

Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh BAB XII :

: Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum …….. Nasional : Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum .......... Nasional : Pusat Penyuluhan Hukum …………………...

145 147 149 152 152 152 152 155 157 159 161 164 164 164 164 167 169 171 173

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………….. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Sipil dan Politik Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Bagian Keenam : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak Asasi Manusia Yang Berat Bagian Ketujuh : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Kelompok Rentan : BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………... Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat Badan …………………………… Bagian Keempat : Pusat Pengembangan Kepemimpinan ……….. dan Manajemen Bagian Kelima : Pusat Pengembangan Teknis ……….. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional dan ……….. HAM : STAF AHLI

BAB XIII

BAB XIV

BAB XV

: PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………… Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………………………….. : KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL : TATA KERJA

174 174 174 176 176 177 177 177

BAB XVI BAB XVII

BAB XVIII : INSTANSI VERTIKAL
BAB XIX

: UNIT PELAKSANA TEKNIS : KETENTUAN PENUTUP

BAB XX

iii

LAMPIRAN I
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Bagan Susunan Organisasi Menteri Hukum dan HAM Bagan Susunan Organisasi Sekretariat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Imigrasi Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal HAM Bagan Susunan Organisasi Inspektorat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Badan Pembinaan Hukum Nasional Bagan Susunan Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan …………………… …………………… …………………… xvi …………………… …………………… …………………… xxiii xxxi i ii ix

…………………… xxxix …………………… xlvi …………………… liii …………………… lxi …………………… lxvii

…………………… lxxiii ………………… lxxviii

LAMPIRAN II
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 91Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/1841/M.PAN/10/2005 Tanggal 5 Oktober 2005 Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/941/M.PAN/4/2007 Tanggal 16 April 2007

………………..

I

2.

………………..

IX

3.

……………….. ……………….. ………………..

XII XIV XVI

4. 5.

iv

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3809). 7. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. Menimbang : a. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3614).09-PR. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. b. Fungsi. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 13. 6. 8. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 33.07. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209).10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan menetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang baru. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889). Susunan Organisasi. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886).03-PR-07. 4.PAN/4/2007 tanggal 16 April 2007. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3668). Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168. 2. 5. : 1. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/941/M. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3474). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587). Mengingat 1 . perlu penataan kembali organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77. Tugas.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. perlu mencabut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M. dan Tata Kerja Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia.

13. 12. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 243. 17. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2004 tentang Kedudukan. 23. 11. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 19. 22. 16. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4005 ). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 109. 20. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya-biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 170. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044).9. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 8 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 108/1995 tentang Pedoman Perumusan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural di lingkungan Departemen. Fungsi. Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Fungsi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 244. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2004 – 2009. Tugas. 21. 15. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4045). 14. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4131). 24. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). 2 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4130). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 8. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4046 ). 18. 10. Keputusan Presiden Nomor 139 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kantor Pelayanan Fidusia di setiap Ibukota Propinsi di wilayah Negara Republik Indonesia. 25. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242.

DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Kedudukan Pasal 1 (1) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah unsur pelaksana Pemerintah. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. TUGAS. b. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. h. k. Inspektorat Jenderal. kebijakan pelaksanaan. i. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. penyampaian laporan hasil evaluasi. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. 3 . Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. f. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Bagian Ketiga Fungsi Pasal 3 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 . dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. d. c. d. Bagian Kedua Tugas Pasal 2 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. dan e. j. g.BAB I KEDUDUKAN. b. dan l. Direktorat Jenderal Imigrasi. perumusan kebijakan nasional. Staf Ahli. (2) Departemen dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. saran. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sekretariat Jenderal. c. e.

d. 4 . penyusunan program dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 9 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 8. koordinasi penyusunan rencana dan anggaran. c. penyusunan evaluasi rencana dan laporan Departemen. dan lembaga lain yang terkait. c. Lembaga Pemerintah Non Departemen. pelaksanaan pembinaan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen. Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. Biro Umum. penyusunan rencana strategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 8 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. Departemen lain. ketatalaksanaan serta evaluasi dan penyusunan laporan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Biro Perencanaan. pengorganisasian. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Kepegawaian. pengumpulan dan pengolahan data perencanaan Departemen. Biro Keuangan. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. e. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. e.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. Biro Perlengkapan. f. dan h. g. dan f. dan d. pelaksanaan pembinaan organisasi di lingkungan Departemen. c. b. b. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. b. pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit-unit organisasi di lingkungan Departemen. kementerian Negara.

Pasal 10 Biro Perencanaan terdiri atas : a. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Jawa Tengah. b. Maluku dan Maluku Utara. Nusa Tenggara Timur. serta perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. perencanaan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Bengkulu. pengumpulan dan pengolahan data. d. perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Pasal 13 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Pasal 11 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data. dan f. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. Badan Pembinaan Hukum Nasional. dan Lampung serta pengoperasian dan pemeliharaan jaringan situs Departemen dan perangkat keras. Sulawesi Utara. Jambi. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. perangkat dan jaringan situs. Riau. Bagian Penyusunan Program dan Anggaran. Pasal 14 Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyajian informasi serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. b. pengoperasian jaringan situs Departemen dan pemeliharaan file. Kalimantan Timur. Sumatera Barat. termasuk data terkait gender. Gorontalo. Papua. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III. dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Sulawesi Barat. Sulawesi Selatan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. c. penyajian informasi termasuk data terkait gender serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Bagian Evaluasi dan Laporan. serta perencanaan. dan d. Sulawesi Tenggara. (1) (2) (3) (4) 5 . DI. Sumatera Utara. Kepulauan Riau. DKI Jakarta. dan Irian Jaya Barat. penyajian dan pemberian layanan data dan informasi. e. Kepulauan Bangka Belitung. b. Banten. Bagian Ketatalaksanaan. Kalimantan Selatan. c. Bagian Organisasi. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Sulawesi Tengah. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Tengah. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I. Yogyakarta. dan Jawa Timur serta pelaksanaan administrasi surat masuk dan keluar. Sumatera Selatan. dan d. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV.

Kepulauan Bangka Belitung. Riau. Nusa Tenggara Barat. pengolahan dan analisis data. Pasal 17 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran terdiri atas : a. Gorontalo. Kalimantan Tengah. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Sulawesi Utara. Sumatera Barat. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I. dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Kalimantan Timur. Bengkulu. Pasal 18 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III mempunyai tugas melakukan pengelolaan. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. program dan anggaran. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II. c. penyusunan rencana. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai tugas melakukan pengelolaan. program dan anggaran. pengolahan dan analisis data. Jawa Tengah. DKI Jakarta. penyusunan rencana. Sumatera Selatan. program dan anggaran. Kalimantan Selatan. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Sekretariat Jenderal. pengolahan dan analisis data. penyusunan rencana strategis. d. Sulawesi Tenggara. (1) (2) (3) (4) 6 . Papua dan Irian Jaya Barat. dan e. b. dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. program dan anggaran serta pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Departemen. c. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. Maluku. program dan anggaran. dan d. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Sumatera Utara. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan pengelolaan. penyusunan rencana. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Yogyakarta. penyusunan rencana. Bagian Penyusunan Program. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengolahan dan analisis data. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III. Maluku Utara. Jawa Timur dan Bali. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam.pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. penyusunan rencana stategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. Sulawesi Tengah. Kepulauan Riau. Pasal 15 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Sulawesi Barat. program dan anggaran. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. DI. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyusunan program. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. Jambi. dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. dan Lampung. pengelolaan. penyusunan perencanaan. pengolahan dan analisis data. koordinasi penyusunan perencanaan. Banten.

Subbagian Evaluasi dan Laporan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. dan Lampung. perumusan tugas. penghimpunan dan analisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana dan program. b. Jambi. analisa kebutuhan. penyusunan standar. Kepulauan Riau. Sumatera Selatan. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Riau. Banten. Sumatera Utara. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Subbagian Evaluasi dan Laporan II. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Selatan. 7 . Pasal 22 Subbagian Evaluasi dan Laporan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis.Pasal 19 Bagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penghimpunan dan analisis hasil pemantauan. Kalimantan Selatan. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program Departemen. Gorontalo. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Departemen. Bengkulu. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi di lingkungan Departemen. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi di lingkungan Departemen. dan Jawa Timur. Sulawesi Barat. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. d. Sulawesi Tenggara. penelaahan. Sumatera Barat. D. (1) (2) (3) (4) Pasal 23 Bagian Organisasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kelembagaan di lingkungan Departemen. c. c. Subbagian Evaluasi dan Laporan I. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV. Bagian Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 24 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan strategis departemen sebagai bahan rencana pembangunan periode berikutnya. Maluku. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan organisasi. Papua. pengevaluasian kelembagaan. Maluku Utara. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Subbagian Evaluasi dan Laporan III mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. penyiapan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. dan e. Pasal 21 Bagian Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. dan d.I Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Evaluasi dan Laporan III. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. c. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Bagian Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Barat. Kalimantan Tengah. Sulawesi Utara. Sulawesi Tengah. dan d. Kalimantan Timur. b. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. pelaksanaan evaluasi kinerja hasil pelaksanaan rencana pembangunan departemen periode sebelumnya. dan Irian Jaya Barat. Jawa Tengah. b. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat.

Riau. Pasal 29 Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas : a.Pasal 25 Bagian Organisasi terdiri atas : a. Pasal 30 Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. Sulawesi Selatan. Kalimantan Barat. Kalimantan Timur. perumusan tugas. serta penyiapan naskah rancangan peraturan di bidang tugas Sekretariat Jenderal. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Subbagian Kelembagaan I. analisa kebutuhan. penyusunan standar. metode kerja. Kalimantan Tengah. Jambi. fungsi dan susunan organisasi. Subbagian Pengembangan Sistem. c. Bagian Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi : a. Nusa Tenggara Barat. Pasal 26 Subbagian Kelembagaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Subbagian Tata Usaha Biro. Sumatera Utara. analisa jabatan. perumusan tugas. Maluku Utara. dan Kalimantan Selatan. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Maluku. Subbagian Evaluasi Tatalaksana. Banten. evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. penyusunan pembakuan sarana kerja dan penyiapan pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Jawa Barat. perumusan tugas. b. Gorontalo. Subbagian Kelembagaan II. dan Metode Kerja. analisa kebutuhan. Prosedur. fungsi dan susunan organisasi. Lampung. Subbagian Kelembagaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan. Sulawesi Tenggara. Jawa Tengah. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Utara. c. dan evaluasi ketatalaksanaan serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. dan d. dan c. analisa kebutuhan. Papua dan Irian Jaya Barat. Bali. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Selatan. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. dan d. fungsi dan susunan organisasi. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Bengkulu.I Yogyakarta. Sumatera Barat. Kepulauan Riau. (1) (2) (3) (4) 8 . Pasal 28 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. Subbagian Pengembangan Sistem. Prosedur dan Metode Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem dan prosedur administrasi. b. b. D. Sulawesi Barat. penyusunan standar. Subbagian Kelembagaan III. Subbagian Evaluasi Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. dan Jawa Timur. penyusunan standar. Subbagian Kelembagaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan. (1) (2) (3) Pasal 27 Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pembakuan sarana kerja. penelaahan dan penyusunan pembakuan sarana kerja serta pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Sulawesi Tengah. penyusunan sistem dan prosedur administrasi. sistem dan prosedur administrasi. Kepulauan Bangka Belitung. metode kerja dan penyiapan naskah rancangan peraturan.

pengadaan dan perencanaan alokasi formasi pegawai di lingkungan Unit Pusat maupun Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia serta perencanaan pengendalian kenaikan pangkat. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. c. Kelompok Jabatan Fungsional. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. Bagian Pemberhentian. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 36 Bagian Umum Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 32 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyusunan rencana dan penyiapan pengembangan pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai. peraturan perundangundangan dan petunjuk kepegawaian. Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai. c. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangan-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. Subbagian Peraturan Perundangan. Subbagian Jaminan Sosial. pemberhentian dan pensiun pegawai. dan d. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. perencanaan dan penyiapan kenaikan pangkat. b. dan f. c. penyiapan penyelesaian urusan jaminan hari tua. c. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. pengendalian kepangkatan. pengadaan dan penempatan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. kartu isteri/suami dan lain-lain sebagainya. d. b. kesejahteraan dan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. Bagian Mutasi Pegawai. pengendalian kepangkatan. kesejahteraan pegawai. Bagian Umum Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 34 Bagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Pasal 37 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan bahan rencana formasi. Pasal 35 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. Pensiun dan Disiplin Pegawai.Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 31 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Departemen. b. perencanaan dan penyiapan cuti. dan d. 9 . Bagian Umum Kepegawaian.undangan. koordinasi dan penyusunan rencana formasi. d. dan e. e. pengelolaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengadaan. Pasal 33 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. peraturan perundangan-undangan dan petunjuk kepegawaian. alokasi formasi dan pengendalian kepangkatan. b. pengadaan dan alokasi formasi. serta urusan tata usaha Biro Kepegawaian.

penggajian. dan penyiapan permohonan bantuan dana tabungan perumahan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. Pasal 41 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penganalisaan kebutuhan dan penyusunan kebutuhan pengembangan pegawai serta pemberian piagam penghargaan bagi pegawai yang telah menjalani pensiun. penyiapan pengiriman pegawai ke luar negeri. 10 . Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. penempatan dan pengembangan. b. Subbagian Mutasi I. Pasal 42 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan. c. Pasal 44 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. kepangkatan. piagam Dayaka Rhudika Pengayoman serta pembekalan bagi pegawai yang akan pensiun. penyiapan penetapan pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil. penyiapan dan penganalisaan kebutuhan pendidikan dan latihan dalam rangka pengembangan pegawai. penyiapan pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi. penganalisaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan luar negeri dan pengurusan pegawai ke luar negeri dalam kerja sama teknis luar negeri serta pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi di lingkungan Departemen. c. dan d. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 40 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. Subbagian Penyaringan Pegawai. c. penyiapan penetapan penggajian. penempatan dan pengembangan pegawai. Subbagian Mutasi II. b. Pasal 39 Untuk melaksanakan tugas sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 38. Pasal 38 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan. dan d. Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai. dan d. pengembangan sistem dan pendidikan dan pelatihan luar negeri. b. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kepegawaian.(3) Subbagian Jaminan Sosial mempunyai tugas melakukan penyelesaian urusan jaminan hari tua/TASPEN. penyiapan penetapan pengangkatan dan kepangkatan pegawai. Subbagian Mutasi III. Subbagian Mutasi IV. b. pengangkatan. kartu isteri/kartu suami. (2) Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pengembangan sistem kepegawaian. Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri. (3) Subbagian Penyaringan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. dan c. dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan bahan seleksi pegawai.

c. penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. 11 . permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. Jawa. Pasal 47 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. Subagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai. b. Maluku Utara. Kepulauan Bangka Belitung. Subagian Pemberhentian dan Pensiun II. Papua. Kepulauan Riau. Jawa dan Banten. penggajian. penggajian. penyiapan pemberhentian dan pensiun pegawai.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Nusa Tenggara. Pensiun dan Disiplin Pegawai terdiri atas : a. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. kepangkatan. Kalimantan. (1) (2) (3) (4) Pasal 50 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha kepegawaian. dan c. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Unit Pusat. Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian pemberhentian dan penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. dan Irian Jaya Barat. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. penggajian. Gorontalo. Pasal 49 Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. (4) Subbagian Mutasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penegakan disipilin. golongan IV/b ke atas dan mutasi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. (2) Subbagian Mutasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. b. Banten. Subagian Pemberhentian dan Pensiun III. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. Bali. kepangkatan. kepangkatan. Maluku. Pasal 48 Bagian Pemberhentian. Irian Jaya Barat. Subagian Pemberhentian dan Pensiun I. Bagian Pemberhentian. penggajian. Bali. Maluku Utara. (3) Subbagian Mutasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Riau. penyelesaian permohonan izin perkawinan. dan Gorontalo. dan d. Nusa Tenggara serta Cuti Pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Pasal 46 Bagian Pemberhentian. perceraian dan cuti. dan Kalimantan. kepangkatan. izin perkawinan dan perceraian serta cuti pegawai. Maluku. Pensiun dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Sulawesi. Pensiunan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan segala sesuatu di bidang pemberhentian dan pemensiunan. Papua.

Jawa dan Banten. pengelolaan arsip kepegawaian secara sistematis serta urusan kartu pegawai (KARPEG). Pasal 52 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 53 (1) Subbagian Tata Naskah I mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. e. 12 . dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. b. Subbagian Tata Naskah II. pelaksanaan pengeluaran keuangan Departemen. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Departemen. dan d. (2) Subbagian Tata Naskah II mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. g. dan d. pencatatan mutasi kepegawaian. Subbagian Tata Naskah I. pengelolaan. pencatatan mutasi kepegawaian. dan mutasi kepegawaian dalam buku mutasi dan kartu mutasi pegawai yang bersangkutan. (4) Subbagian Penggandaan II mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. pembinaan. dan k. penyusunan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Departemen. h. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:r a. pelaksanaan dan pengujian Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) Departemen. penyusunan daftar urut kepegawaian setiap tahun. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 54 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Sekretariat Jenderal. Subbagian Penggandaan I. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan. (3) Subbagian Penggandaan I mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen. c. penghimpunan data kepegawaian. pengelolaan dan koordinasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. c. pelaksanaan penyelesaian kerugian negara. b. c. d. pencatatan segala pemindahan pegawai. pengurusan Kartu Pegawai di lingkungan Unit Pusat serta pengelolaan arsip Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa dari Golongan I sampai dengan Golongan IV. Subbagian Penggandaan II. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Departemen golongan IV seluruh Indonesia dan pengelolaan arsip kepegawaian golongan III sampai golongan IV pada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. i. f. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. b. pengelolaan penggandaan. Pasal 55 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 54.Pasal 51 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 . pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. j. koordinasi. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penata usahaan administrasi keuangan Departemen.

Bagian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar. Riau. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta bimbingan teknis pelaksanaan anggaran.I. d. dan e. D. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Maluku Utara. Jambi. Sumatera Utara. Pasal 60 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Administrasi Hukum Umum. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III. Bengkulu. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan d. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. c. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Kepulauan Bangka Belitung. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 59 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas : a.Pasal 56 Biro Keuangan terdiri atas : a. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Kalimantan Timur. e. Sumatera Selatan. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Departemen. b. dan f. Jawa Timur dan Bali. DKI Jakarta. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Maluku. penyiapan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Kalimantan Tengah. Kepulauan Riau. Kalimantan Selatan. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. b. 13 . Jawa Tengah. penyiapan penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. c. c. dan Lampung. Papua dan Irian Jaya Barat. pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan. Pasal 58 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. d. (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sumatera Barat. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Banten. Yogyakarta.

pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. b. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Utara. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penerbitan Surat Perintah Membayar. Pasal 64 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengelolaan. monitoring dan pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. Sulawesi Tenggara. b. 14 . penyiapan pembinaan dan penetapan pengelola keuangan. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Surat Setoran Bukan Pajak serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Subbagian Tata Usaha Biro. tata usaha keuangan. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Keuangan.(4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. e. Subbagian Kerugian Negara. penyiapan penyusunan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. c. bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Departemen dan urusan tata usaha Biro Keuangan. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan pembinaan perbendaharaan. Pasal 66 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian dan pemberian pertimbangan serta mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah perbendaharaan dan ganti rugi. c. biaya secara terpusat dan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Subbagian Tata Usaha Keuangan. Sulawesi Tengah. pengelolaan urusan tata usaha Biro Keuangan. Pasal 62 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. dan Nusa Tenggara Barat. dan f. pembinaan perbendaharaan dan pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. Nusa Tenggara Timur. c. (1) (2) (3) (4) Pasal 65 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) mempunyai tugas melaksanakan pengujian Surat Perintah Pembayaran (SPP). penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. Gorontalo. pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak. dan d. penyiapan bahan penilaian dan penyelesaian kerugian negara. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Sulawesi Barat. Pasal 63 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas : a. b. d. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP).

pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. c. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Perwakilan Imigrasi Luar Negeri. dan g. Sumatera Utara. Sumatera Barat. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Jawa Tengah. Kalimantan Tengah. (1) (2) (3) (4) Pasal 69 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi. Kalimantan Selatan. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Banten. Kalimantan Timur. Kepulauan Riau. Papua dan Irian Jaya Barat serta pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Yogyakarta. Jambi. Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV. Sumatera Selatan. DI. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Jawa Timur dan Bali serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. 15 . Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Pasal 67 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar terdiri atas : a. Sulawesi Tenggara. Bengkulu. Gorontalo. Maluku. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Sulawesi Barat. dan d. pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. f. Surat Setoran Bukan Pajak. Pasal 68 Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Sulawesi Tengah. Sulawesi Utara. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. e. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. dan Lampung serta pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. DKI Jakarta. Kepulauan Bangka Belitung. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Riau. b. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III. dan Nusa Tenggara Barat.d. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II. Surat Setoran Bukan Pajak. penyusunan laporan keuangan Departemen serta bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. pelaksanaan monitoring penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. Maluku Utara.

penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. dan e. Jawa Tengah. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Yogyakarta. DKI Jakarta. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Sumatera Barat. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Sulawesi Utara. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. dan d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Kepulauan Riau. DI. pengumpulan. Bengkulu. Maluku. Banten. d. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. pengumpulan. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Pasal 71 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas : a. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Sulawesi Barat. Sumatera Utara. Pasal 74 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Kalimantan Selatan. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan. Sulawesi Tengah. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. Pasal 72 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. b. Riau. dan Nusa Tenggara Barat. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Jawa Timur dan Bali. Maluku Utara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Kalimantan Timur. (1) (2) (3) (4) Bagian Keenam Biro Perlengkapan Pasal 73 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perlengkapan di lingkungan Departemen. penyusunan pelaksanaan anggaran. Sulawesi Tenggara. penyiapan pembinaan dan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan. 16 . pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . Papua dan Irian Jaya Barat. dan Lampung. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan.Pasal 70 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Sumatera Selatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Nusa Tenggara Timur. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. pengumpulan. Kalimantan Tengah. Jambi. Kepulauan Bangka Belitung. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Gorontalo. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pengumpulan. penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. c. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. b. pengumpulan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. c.

Bagian Pengadaan.b. penyediaan data. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perlengkapan. pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan statistik perlengkapan. dan c. penganalisaan kebutuhan dan penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perelengkapan. pelaksanaan tender dan penyiapan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. Bagian Penghapusan. d. pelaksanaan pembelian perlengkapan. penganalisaan kebutuhan dan penyusunan pembakuan perlengkapan. Pasal 82 Bagian Pengadaan terdiri atas : a. b. penelahaan dan penyiapan penilaian harga dan mutu perlengkapan. Pasal 80 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pengadaan perlengkapan Departemen. e. dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyiapan penetapan kebijakan penghapusan. Subbagian Pembakuan. c. Bagian Analisa Kebutuhan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. b. Pasal 76 Bagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan Departemen. dan c. Subbagian Tender. pelaksanaan pengadaan perlengkapan. Bagian Analisa Kebutuhan. Pasal 75 Biro Perlengkapan terdiri atas : a. Pasal 79 (1) Subbagian Penyediaan Data mempunyai tugas melakukan penyediaan data kebutuhan perlengkapan serta penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. b. d. Bagian Inventarisasi. pelaksanaan penyimpanan. Pasal 78 Bagian Analisa Kebutuhan terdiri atas : a. 17 . dan c. Subbagian Harga dan Mutu. Pasal 81 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. b. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi : a. e. Subbagian Tata Usaha Biro. (2) Subbagian Pembakuan mempunyai tugas melakukan penyiapan analisa kebutuhan perlengkapan dan pembakuan perlengkapan. Subbagian Penyediaan Data. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran. c. b. penyaluran dan pemeliharaan perlengkapan. Pasal 77 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. Subbagian Pembelian.

pengolahan data inventaris dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. penerimaan. (2) Subbagian Pendataan Inventaris mempunyai tugas melakukan penelaahan. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran menyelenggarakan fungsi : a. 18 . Pasal 84 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran mempunyai tugas melaksanakan penerimaan. dan c. Pasal 87 (1) Subbagian Pergudangan dan Penyaluran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman. (2) Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan mempunyai tugas melakukan pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan.Pasal 83 (1) Subbagian Harga dan Mutu mempunyai tugas melakukan pengumpulan informasi dan mengikuti perkembangan harga dan mutu sebagian bahan penilaian perlengkapan yang diperlukan. penyimpanan. pengeluaran dan penyaluran serta pemeliharaan perlengkapan. b. Subbagian Pergudangan dan Penyaluran. penyiapan serta penyusunan rencana penyaluran perlengkapan. Pasal 91 (1) Subbagian Pembukuan mempunyai tugas melakukan penyusunan pembukuan arsip induk inventaris. pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. (3) Subbagian Pembelian mempunyai tugas melakukan pembelian perlengkapan berdasarkan hasil penilaian harga dan mutu perlengkapan yang diperlukan Departemen. b. Pasal 90 Bagian Inventarisasi terdiri atas : a. b. Pasal 86 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran terdiri atas : a. Subbagian Pemeliharaan. pengaturan inventarisasi serta penyusunan statistik perlengkapan. penyusunan statistik dan laporan. penelaahan dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. Subbagian Pembukuan. penyiapan pembukuan perlengkapan. Bagian Inventarisasi menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan. (3) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. Pasal 88 Bagian Inventarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman. (3) Subbagian Statistik dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik dan laporan. pengeluaran serta penyaluran perlengkapan. b. Pasal 89 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Pasal 85 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. dan c. dan c. (2) Subbagian Tender mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tender dan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. Subbagian Pendataan Inventaris. Subbagian Statistik dan Laporan. penyiapan bahan pedoman penyusunan pengaturan dan penyimpanan.

pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri. (3) Subbagian Pelaksanaan Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. dan c.Pasal 92 Bagian Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman penetapan penghapusan perlengkapan. penyiapan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. Bagian Informasi dan Komunikasi. dan c. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pelaksanaan Penghapusan. Lembaga Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan. dan c. Subbagian Perubahan Status Perlengkapan. pelaksanaan hubungan dengan kelembagaan Pemerintah. Pasal 98 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. penyiapan penelaahan dan pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 94 Bagian Penghapusan terdiri atas : a. penyiapan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. 19 . Bagian Ketujuh Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri Pasal 96 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri serta pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. dan d. c. Bagian Hubungan Luar Negeri. Pasal 97 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan. Subbagian Penilaian. (2) Subbagian Perubahan Status Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. Pasal 93 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Pasal 95 (1) Subbagian Penilaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. b. Bagian Penghapusan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 99 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan serta kerja sama dengan instansi lain. pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. b. penelitian dan penilaian serta pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan.

Pasal 101 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan terdiri atas : a. Evaluasi. dokumentasi dan perpustakaan serta urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. dan c. dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. Subbagian Penyusunan Program. Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan. b. pengolahan dan penyajian berita. pengelolaan dan penyajian berita. Bagian Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 105 Bagian Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. Subbagian Kerja Sama Antar Negara. tukar menukar informasi dan pengalaman. pelaksanaan penyusunan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. b. Pasal 108 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. pemberian penerangan dan penerimaan informasi serta kerja sama dengan organisasi masyarakat. Subbagian Hubungan Kelembagaan. Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional. Evaluasi. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Badan-badan Internasional (Organisasi/Lembaga Internasional). penerbitan dan penyebaran kuasa hasil penerbitan. pendistribusian dan penyebaran bahan hasil penerbitan. (2) Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan. 20 . dan b. (2) Subbagian Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melakukan penghimpunan produk hukum dan peraturan perundang-undangan dari negara lain. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan menyelenggaraan fungsi: a.Pasal 100 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. (3) Subbagian Penyusunan Program. dan b. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. Pasal 102 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. serta penerbitan berkala. Pasal 103 Bagian Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan kerja sama dengan Badanbadan Internasional dan antar negara serta penyusunan program evaluasi dan laporan. dan Laporan. pelaksanaan hubungan kerja sama di bidang hukum dengan negara-negara lain (Antar Negara/Pemerintah). Pasal 104 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. Pasal 107 Bagian Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian informasi tentang kegiatan Departemen. dan c. Pasal 106 (1) Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan penyiapan bahan hubungan kerja sama Badan-badan Internasional dan perwakilan asing yang berada di Indonesia.

b. dan f. Bagian Bina Sikap Mental. d. pengelolaan kearsipan. b. pengumpulan bahan informasi yang berasal dari dalam maupun luar Departemen untuk diolah. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. e. d. Bagian Rumah Tangga. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan semua bahan dokumentasi serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan urusan surat menyurat. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan konfrensi pers dan wawancara serta bahan informasi untuk penerbitan majalah interen dan eksteren. pelaksanaan urusan keamanan dalam. Pasal 112 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. dan e. Subbagian Tata Usaha Biro. pengurusan pengetikan dan penggandaan. Bagian Kedelapan Biro Umum Pasal 111 Biro Umum mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Departemen. pelaksanaan pembinaan sikap mental pegawai. dan d. dan c. pengelolaan urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. c. Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan pelaksanaan tata usaha di lingkungan Departemen. (1) (2) (3) (4) 21 .b. Pasal 113 Biro Umum terdiri atas : a. c. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa. Pasal 115 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114. b. Pasal 109 Bagian Informasi dan Komunikasi terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 114 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melaksanakan dan menyiapkan pembinaan tata usaha dan kearsipan di lingkungan Departemen. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Tata Usaha Departemen. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita. disusun dan disajikan sebagai berita dan penerbitan berkala kegiatan Departemen. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Pengamanan. Pasal 110 Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita mempunyai tugas melakukan pencarian. c. c. b. pelaksanaan urusan rumah tangga dan tata usaha Biro Umum. pelaksanaan kegiatan pers dan media massa.

pembinaan dan pengelolaan kearsipan. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Pasal 117 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pengurusan pembinaan surat menyurat. pelaksanaan urusan kesehatan. dan d. (1) (2) (3) (4) Pasal 122 Bagian Bina Sikap Mental mempunyai tugas melaksanakan urusan pembinaan rohani. b. Pasal 120 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas : a. Pasal 123 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 . Pasal 121 Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri. Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan protokol meliputi penerimaan tamu. Subbagian Protokol. dan d. dan d. Subbagian Agenda dan Pengiriman mempunyai tugas melakukan pengagendaan dan pengiriman surat. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Staf Ahli. Pasal 119 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Subbagian Tata Usaha Menteri. c. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengurusan pengetikan. pelaksanaan urusan tata usaha Staf Ahli. b. dan c. c. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. (1) (2) (3) (4) Pasal 118 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. kesehatan. pelaksanaan urusan pembinaan rohani dan sosial pegawai. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. penyiapan pelaksanan rapat dan acara Pimpinan Departemen. pelaksanaan urusan protokol. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. c.Pasal 116 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri atas : a. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. Subbagian Arsip. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi : a. 22 . Bagian Bina Sikap Mental menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Persuratan. dan kesejahteraan pegawai lainnya. penggandaan dan penjilidan. b. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Agenda dan Pengiriman. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. b.

(1) (2) (3) (4) Pasal 130 Bagian Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan di lingkungan Departemen. pelaksanaan penerbitan dan pengamanan fisik bangunan dan perlengkapan di lingkungan Departemen. pembuatan daftar gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 125 (1) Subbagian Rohani dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan mental dan rohani serta usaha sosial pegawai. b. c. telepon. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai lainnya. 23 . Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengurusan penggunaan kendaraan dinas. listrik. Subbagian Kesehatan Pegawai. dan c. pelaksanaan pengamanan fisik pimpinan Departemen. Pasal 129 Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pemeliharaan sarana fisik dan sarana lainnya. Subbagian Rohani dan Sosial. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas. dan c. pelaksanaan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia. Pasal 131 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Subbagian Pengamanan Lingkungan. Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi. Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar gaji. Pasal 128 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. b. penggunaan rumah dinas/jabatan di lingkungan Departemen dan penyiapan tempat rapat/pertemuan. b. pengangkutan pegawai serta administrasi perjalanan dinas. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 126 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. b.Pasal 124 Bagian Bina Sikap Mental terdiri atas : a. dan c. dan d. Subbagian Pengamanan Pimpinan. Subbagian Gaji. dan d. Subbagian Kesejahteraan. Pasal 127 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. b. pengaturan dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengurusan pengangkutan dan perjalanan dinas. pengurusan penggunaan sarana fisik dan sarana lainnya di Kantor Departemen. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Pasal 132 Bagian Pengamanan terdiri atas : a. Bagian Pengamanan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan kesehatan pegawai. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Urusan Dalam. air.

Pasal 133 (1) Subbagian Pengamanan Pimpinan mempunyai tugas melakukan pengamanan fisik Pimpinan Departemen dan tamu penting. 24 . (3) Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi mempunyai tugas melakukan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia di lingkungan Departemen. (2) Subbagian Pengamanan Lingkungan mempunyai tugas melakukan ketertiban di lingkungan Departemen.

Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. pedoman. penyusunan laporan kegiatan peraturan perundang-undangan. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perancangan. Bagian Kepegawaian. pengelolaan arsip dan dokumentasi. d. b. pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. norma. pengelolaan urusan administrasi keuangan. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan e. Direktorat Publikasi.undangan.undangan. b. Pasal 139 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. e. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. harmonisasi. pelaksanaan urusan tata usaha. publikasi. harmonisasi. Direktorat Litigasi Perundang. serta Pasal 135 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. c. perumusan standar. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pengelolaan urusan kepegawaian. harmonisasi. publikasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 137 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Sekretariat Direktorat Jenderal. 25 . c. kriteria dan prosedur di bidang perancangan. litigasi perundangundangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. evaluasi. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan e.undangan.undangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 136 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. d. d. d.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 134 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan perundang. publikasi. c. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. c. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Bagian Keuangan. dan f. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. program dan anggaran. Pasal 138 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137.

evaluasi program. Pasal 144 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 147 (1) Subbagian Umum Kepegawaian dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pengolahan . (2) Subbagian Mutasi. program dan anggaran. Pasal 140 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. 26 . pendataan. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Data. program dan anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Data. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyajian data dan informasi. Pasal 143 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyajian data dan informasi. dan c. penyiapan pengelolaan. dan f. dan b. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Mutasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jabatan Fungsional.e. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 145 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144. b. b. Bagian Tata Usaha. Pasal 146 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. pengolahan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. kepangkatan. Pasal 142 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. dan c. program dan anggaran. pengelolaan. penyajian data dan informasi. Informasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. Informasi dan Laporan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. penggajian. dan penyusunan laporan. dan b. pengolahan.

pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 154 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. dan b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 156 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan hubungan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan anggaran. pengelolaan urusan rumah tangga. pengetikan. Pasal 155 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penggandaan dan pengiriman. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 150 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 149 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan c. dan b. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. serta pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. hubungan masyarakat dan protokol. b. serta pembukuan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 152 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 153 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan serta urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 151 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pembuatan daftar gaji dan pelaksanaan pembayaran gaji pegawai. 27 . pengelolaan urusan perlengkapan. dan b. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. Pasal 157 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. dan b. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Perlengkapan. serta pembukuan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 148 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. urusan dalam dan pengamanan.

pedoman. d. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. Subbagian Persuratan. dan c. metode.undang. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 160 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perancangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan.Pasal 158 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. metode. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang. Kelompok Jabatan Fungsional. hubungan masyarakat dan protokol. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi. pembimbingan teknis di bidang perencanaan. pengetikan. 28 . (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. b. serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. dan g. pengevaluasian pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan. Pasal 162 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a.undangan. pembahasan rancangan undang-undang. Pasal 159 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat.undangan. penggandaan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. pembahasan rancangan undang-undang. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. dan e. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. Teknik. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perencanaan. penyusunan standar. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. f. Pasal 163 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. b. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. e. pembahasan rancangan undang-undang. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang. Subdirektorat Metode. c. metode. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Tata Usaha. c. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.undangan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. b. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. d. Pasal 161 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160.undangan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan. pembahasan rancangan undang. metode. dan pengiriman. norma.

Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. norma. Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program serta pengumpulan dan pengolahan data penyusunan peraturan perundang-undangan. pedoman. Pasal 167 (1) Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. penyiapan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan serta penyiapan konsep rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 165 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. prosedur.Pasal 164 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. 29 . prosedur di bidang pengumpulan dan pengolahan bahan pengkajian dan penyusunan usul prakarsa perancangan peraturan perundangundangan. prosedur di bidang penyusunan rencana dan program. dan d. teknik dan bahasa perundang-undangan. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan penyusunan standar. penyiapan bimbingan teknis peraturan perundang-undangan. prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang perencanaan dan pengevaluasian penyusunan peraturan perundang-undangan. kriteria. penyiapan penyusunan standar. pedoman. pedoman. c. Pasal 166 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas : a. Pasal 171 (1) Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang. Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang-undangan. kriteria. Pasal 170 Subdirektorat Metode. b. kriteria. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan program kegiatan tahunan dan 5 (lima) tahunan. norma. dan d. norma. Pasal 169 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. serta penyiapan materi perancangan peraturan perundang-undangan. norma. b. penyusunan standar. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis.undangan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengembangan metode. c. dan bahasa perundang-undangan. Subdirektorat Metode. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan laporan pelaksanaan program penyusunan peraturan perundang-undangan. dan b. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. Seksi Penyusunan Rencana dan Program. kriteria. bimbingan teknis dan evaluasi di bidang metode dan teknik. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. teknik. (2) Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang. pedoman. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan evaluasi pelaksanaan dan laporan di bidang penyusunan rencana dan program penyusunan peraturan perundang-undangan. penyusunan standar. Pasal 168 Subdirektorat Metode. penyiapan evaluasi perancangan peraturan perundang-undangan. Teknik.

Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. Pasal 178 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. (2) Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan fasilitasi pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. dan b. penyusunan pedoman. jawaban pemerintah dan sambutan pemerintah mengenai rancangan undang. kurikulum. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 177 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. perlengkapan dan akomodasi pembahasan. penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah dan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah rancangan undang. 30 .undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat.Pasal 172 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan penyiapan bahan pembahasan rancangan undang-undang. serta pemantauan dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. penyiapan evaluasi dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. pelaksanaan evaluasi dan laporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. b. pengelolaan administrasi pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. pemantauan. dan b. pengevaluasian. pembimbingan dan pembinaan teknis perancang peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. dan penyiapan laporan mengenai jabatan fungsional perancang peraturan perundang-undangan. jawaban pemerintah. f. e. sambutan pemerintah. Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan. c.undangan berdasarkan kebijakan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan silabus. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 174 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang terdiri atas : a. dan d. Pasal 176 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. sambutan pemerintah. penyiapan konsep keterangan pemerintah. penyiapan konsep keterangan pemerintah.undangan. penyiapan data dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang. Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. penyiapan konsep keterangan pemerintah. penyiapan penilaian dan pengajuan usul pengangkatan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. jawaban pemerintah. c. d. Pasal 173 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. dan g. Pasal 175 (1) Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan pembahasan rancangan undang-undang untuk disampaikan kepada Presiden dan penyiapan daftar inventarisasi masalah beserta jawabannya untuk dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. b.undangan. serta sistem dan metode pendidikan teknis perancang peraturan perundang. pengkoordinasian pendidikan teknis jabatan fungsional perancang peraturan perundang.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat.

pembulatan dan pemantapan konsepsi prakarsa Rancangan Undang-Undang. penyiapan pengusulan pengangkatan. 31 . dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. dan penyajian bahan hukum. Pasal 181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. c. pengharmonisasian. d. perumusan dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan. penghimpunan dan penginventarisasian peraturan perundang-undangan untuk bahan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemantauan perkembangan peraturan perundang-undangan.undangan. dan c. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 180 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengelolaan dokumentasi dan pengelolaan perpustakaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundangundangan. dan pemantapan konsepsi/ prakarsa rancangan undang-undang dan rancangan peraturan perundang-undangan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektor. koordinasi. penyediaan. Seksi Perpustakaan Hukum. buku hukum. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. pengharmonisasian. Bagian Kelima Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Pasal 184 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. Seksi Pengelolaan Dokumentasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan. e. b. b. dan b. Pasal 182 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan terdiri atas : a. perumusan.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan perancang peraturan perundang-undangan. evaluasi dan analisa pelaksanaan kebijakan harmonisasi peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumentasi dan rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian fasilitasi pencarian bahan hukum. penginventarisasian. (2) Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pendataan. dan peraturan perundang-undangan. f.Pasal 179 (1) Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang. Pasal 185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184.undangan. Pasal 183 (1) Seksi Pengelolaan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penyediaan dan penyajian data atau bahan hukum dan peraturan perundang-undangan untuk dipublikasikan. dan penilaian perancang peraturan perundangundangan. dan g. buku hukum dan peraturan perundang-undangan. pembulatan.

pertahanan. b. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri.undangan di bidang politik. Hukum dan Keamanan. peradilan. luar negeri. kejaksaan. hukum dan hak asasi manusia. pertanahan. kejaksaan. kejaksaan dan peradilan. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang. penyusunan rancangan peraturan perundang. hukum dan hak asasi manusia. peradilan. dalam negeri. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat. Pasal 187 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan.undangan di bidang politik. Hukum dan Keamanan II. Pasal 188 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. luar negeri. Subbagian Tata Usaha. hukum dan hak asasi manusia. peradilan. dan d. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang. hukum dan hak asasi manusia. dalam negeri. Hukum dan Keamanan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Analisa Bidang Politik. e. Kelompok Jabatan Fungsional. keamanan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Pasal 192 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. keamanan. dan f. pertahanan. keamanan. pembulatan dan pemantapan konsepsi / prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. c. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan. luar negeri. Riset dan Teknologi. Seksi Analisa Bidang Politik. investasi. (2) Seksi Analisa Bidang Politik. pertahanan. pertanahan. dan b. Hukum dan Keamanan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Pasal 190 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. kejaksaan. pertanahan. Hukum dan Keamanan I. luar negeri. pertanahan. b. pengharmonisasian. luar negeri. kejaksaan. Hukum dan Keamanan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. peradilan.Pasal 186 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang dalam negeri.dalam negeri.dalam negeri. keamanan. keamanan. penganalisaan. Hukum dan Keamanan terdiri atas : a. serta hukum dan hak asasi manusia. dan badan usaha milik negara. lembaga keuangan bukan bank. 32 . Hukum dan Keamanan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. peradilan. pertanahan. kejaksaan. komunikasi dan informasi. Perdagangan. luar negeri. pertahanan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang politik. Pasal 189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. pertanahan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pertahanan. d. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. c. hukum dan hak asasi manusia.dalam negeri.undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang politik. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. pembulatan. Pasal 191 (1) Seksi Analisa Bidang Politik. keamanan. pertahanan. perbankan.

perkebunan. pembangunan kawasan tertinggal. Riset dan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. dan perhubungan. transmigrasi. pertanian. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. usaha kecil dan menengah. peternakan. energi sumber daya mineral. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. investasi. riset dan teknologi. koperasi. pembangunan kawasan tertinggal. komunikasi. komunikasi. dan perhubungan. b. penganalisaan. peternakan. ketenagakerjaan. riset dan teknologi. (2) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. energi sumber daya mineral. perbankan. Perdagangan. ketenagakerjaan. pertanian. Pasal 197 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan.undangan di bidang industri. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. Riset dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. perikanan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang keuangan dan perbankan. c. perkebunan. riset dan teknologi. ketenagakerjaan. Pasal 196 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. energi sumber daya mineral. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. dan d. lembaga keuangan bukan bank. Pasal 195 (1) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. transmigrasi. perikanan. lembaga keuangan bukan bank. koperasi. peternakan. ketenagakerjaan. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I. ketenagakerjaan. kelautan. tata ruang. investasi. perkebunan. b. Pasal 194 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan terdiri atas : a. perbankan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. peternakan. perbankan. perdagangan. lembaga keuangan bukan bank. tata ruang. dan d. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. perkebunan. lembaga keuangan bukan bank. pertanian. investasi. pembangunan kawasan tertinggal. dan perhubungan. investasi dan badan usaha milik negara. pekerjaan umum. riset dan teknologi. dan b. pertanian. tata ruang. transmigrasi.undangan di bidang industri. energi sumber daya mineral. pekerjaan umum. transmigrasi. perikanan. Perdagangan. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II. koperasi. pekerjaan umum. usaha kecil dan menengah. komunikasi. komunikasi. pembangunan kawasan tertinggal. koperasi. perkebunan. pekerjaan umum. perdagangan. riset dan teknologi. peternakan. komunikasi. penganalisaan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. penyusunan rancangan peraturan perundang. dan perhubungan. usaha kecil dan menengah. pengharmonisasian. perdagangan. perbankan. pekerjaan umum. perikanan. koperasi. tata ruang. investasi. energi sumber daya mineral.Pasal 193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. dan badan usaha milik negara. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang industri. perdagangan. kelautan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan menyelenggarakan fungsi : a. kelautan. dan badan usaha milik negara. tata ruang. usaha kecil dan menengah. pengharmonisasian. 33 . kelautan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. dan badan usaha milik negara. pertanian. perdagangan. dan perhubungan. c. perikanan. kelautan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang lembaga keuangan bukan bank. dan pembangunan kawasan tertinggal. dan badan usaha milik negara. usaha kecil dan menengah. transmigrasi.

pendidikan. Riset dan Teknologi I. aparatur negara. lingkungan hidup. dan d. kelautan. perikanan. pariwisata. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. transmigrasi. (2) Seksi Analisa Bidang Industri. Pasal 201 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang kesehatan. Pasal 202 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri atas : a. aparatur negara. sosial. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. aparatur negara. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang industri. Pasal 199 (1) Seksi Analisa Bidang Industri. sosial. budaya. pemberdayaan perempuan. komunikasi. Perdagangan. budaya. b. aparatur negara. pariwisata. pendidikan. Perdagangan. budaya. perhubungan. Perdagangan. Perdagangan. pendidikan. perumahan rakyat. pemberdayaan perempuan. pariwisata. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. c. sosial. pendidikan. budaya. sosial. tata ruang dan pembangunan kawasan tertinggal. kesehatan. perkebunan. pengharmonisasian. ketenagakerjaan. energi sumber daya mineral. aparatur negara. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pariwisata. 34 . dan pemberdayaan perempuan. kesehatan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. Pasal 203 (1) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Riset dan Teklonogi terdiri atas : a. kesehatan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Analisa Bidang Industri. budaya. budaya. pemuda dan olah raga. pemberdayaan perempuan. lingkungan hidup. riset dan teknologi. pariwisata. penganalisaan. Riset dan Teknologi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. sosial. perumahan rakyat. pendidikan. sosial. Pasal 200 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. peternakan. koperasi. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang perdagangan. kesehatan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang agama. pertanian. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. perumahan rakyat. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pemuda dan olah raga.Pasal 198 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. pemberdayaan perempuan. pemberdayaan perempuan. Seksi Analisa Bidang Industri. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. perumahan rakyat. dan b. Riset dan Teknologi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Perdagangan. pekerja umum. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I. dan pembangunan kawasan tertinggal. lingkungan hidup. usaha kecil dan menengah.undangan di bidang agama. lingkungan hidup. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II. lingkungan hidup. perumahan rakyat. pemuda dan olah raga. aparatur negara. dan b. lingkungan hidup. pemuda dan olah raga. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. kesehatan. Riset dan Teknologi II. perumahan rakyat. pariwisata. (2) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pendidikan.

pelaksanaan administrasi kerja sama pengembangan tenaga perancang peraturan perundangundangan dan tenaga lain yang terkait. Subbagian Tata Usaha. dan f. percetakan dan penerbitan peraturan perundang-undangan dan dokumen-dokumen hukum. Direktorat Publikasi. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang publikasi. g. penggandaan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelenggaraan sistem informasi peraturan perundang. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. pengkoordinasian penyelenggaraan kerja sama dan publikasi peraturan perundang. d. pengundangan.undangan baik di tingkat nasional maupun internasional dengan instansi terkait.undangan. dan pendistribusian peraturan perundang-undangan.Bagian Keenam Direktorat Publikasi. Pasal 205 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan publikasi. pendistribusian. penyiapan dan penerjemahan bahan hukum untuk mendukung kegiatan perancangan dan bahan pertimbangan peraturan perundang-undangan. b. evaluasi dan laporan pemanfaatan kerja sama dan publikasi bahan peraturan perundang-undangan. dan i. penginvetarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan digandakan. f. e. penyusunan. Subdirektorat Publikasi. pendokumentasian. c. c. h. Subdirektorat Kerja Sama.undangan. d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. penyiapan. Pasal 209 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. d. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan kepada instansi terkait dan masyarakat. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. b. koordinasi program kerja sama dan publikasi peraturan perundang-undangan dengan negara berkembang dan negara maju. Subdirektorat Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi. bersama instansi terkait. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. c. distribusi dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan. Pasal 207 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. e. Pasal 206 Direktorat Publikasi. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan. Pasal 208 Subdirektorat Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. Kelompok Jabatan Fungsional. 35 . perumusan dan pembahasan dokumen perjanjian kerja sama dan publikasi peraturan perundangundangan dengan pihak luar negeri. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 204 Direktorat Publikasi.

penyusunan pedoman kerja sama dan petunjuk pelaksanaan kerja sama di bidang peraturan perundang. penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. Seksi Penerbitan. tambahan lembaran negara.e. c. Subdirektorat Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. instansi pemerintah maupun non pemerintah serta pengevaluasian dan penyiapan laporan pelaksanaan kegiatan. dan d. Pasal 210 Subdirektorat Publikasi terdiri atas : a. Pasal 213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. dan b. dan f. Pasal 215 Seksi Perencanaan dan Penyelenggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan perencanaan program dan penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan dengan pihak luar negeri.undangan. Seksi Distribusi dan Penyebarluasan. (2) Seksi Distribusi dan Penyebarluasan mempunyai tugas melakukan pendistribusian. pengelolaan administrasi lembaran negara. pendokumentasian dan pengelolaan berkas peraturan perundangundangan. penyusunan rencana kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan diundangkan. Pasal 212 Subdirektorat Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengembangan program kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan baik tingkat nasional maupun internasional serta evaluasi dan laporan. Pasal 214 Subdirektorat Kerja Sama membawahi Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan. berita negara dan tambahan berita negara. Pasal 217 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216. penyiapan. c.undangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi pengundangan. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang. dan d. b. Pasal 211 (1) Seksi Penerbitan mempunyai tugas melakukan kegiatan penerbitan dan penerjemahan bahan pendukung perancangan dan termasuk peraturan perundang-undangannya. Pasal 216 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kerja sama. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengundangan peraturan perundangundangan. 36 . pendistribusian dan penyebarluasan bahan pendukung peraturan perundang-undangan kepada pihak yang relevan. b.undangan. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan serta publikasi bahan pendukung perancangan peraturan perundang-undangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan publikasi.

undangan mempunyai tugas melaksanakan sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. sarana dan prasarana sistem informasi peraturan perundang-undangan. pengelolaan sistem. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang litigasi perundangundangan. Pasal 223 (1) Seksi Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisa.undangan yang akan diundangkan. dan b. Pasal 225 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. pengelolaan. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang. dan d. pengelolaan data dan implementasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan Implementasi mempunyai tugas melakukan persiapan. perencanaan. b. Seksi Dokumentasi. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang. 37 . Direktorat Litigasi Perundangundangan menyelenggarakan fungsi : a. tambahan lembaran negara. Pasal 219 (1) Seksi Administrasi Pengundangan mempunyai tugas melakukan penyiapan. (2) Seksi Sarana. Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan Pasal 224 Direktorat Litigasi Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang litigasi perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 220 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang. Seksi Aplikasi. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan sistem informasi peraturan perundangundangan. Pasal 222 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Prasarana. Seksi Administrasi Pengundangan. jaringan dan perangkat keras sistem dan pengolahan data. dan Implementasi. Seksi Sarana.Pasal 218 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. c. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang-undangan serta penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas. serta implementasi sistem informasi peraturan perundang-undangan. Prasarana. berita negara dan tambahan berita negara.undangan dan pengelolaan administrasi lembaran negara.undangan. dan b. perumusan pedoman dan petunjuk pelaksanaan dalam penyusunan atau pembuatan keterangan pemerintah permohonan pengujian undang-undang. b. pengundangan peraturan perundang. Pasal 221 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220.

pencarian. pengumpulan. sinkronisasi dan pemantapan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan. pengkajian dan analisis putusan atas permohonan pengujian undang. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan menyelenggarakan fungsi : a. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan h. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis. b. pengkoordinasian. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas pengujian suatu undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dengan departemen/lembaga pemerintah non departemen terkait. Subbagian Tata Usaha.c. g. persiapan dan penyampaian kelengkapan persidangan serta menerima release. penyusunan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. (2) Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan mempunyai tugas melakukan koordinasi dan monitoring persidangan. c. penyusunan. jadual persidangan. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. pemantauan. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemeritah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang. Pasal 226 Direktorat Litigasi Perundang-undangan. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga. Pasal 228 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penyiapan dan pengkordinasian dalam rangka pendampingan persidangan atas setiap pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undangundang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan b. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah dan pendampingan atas pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. d. dan d. f. pemantauan. Pasal 230 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan terdiri atas : a.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 serta pendampingan persidangan di Mahkamah Konstitusi. c. terdiri atas : a. 38 . penelaahan. Pasal 227 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. e. Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah. b. dan e. dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. d. Pasal 231 (1) Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama dan koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pasal 229 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. risalah persidangan dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan.undang terhadap undang undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pelaksanaan pendampingan atas setiap pengujian undang-undangterhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. perencanaan.

Laporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan analisis putusan atas permohonan pengujian undang-undang.Pasal 232 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. Seksi Penyiapan Bahan dan Data. dan d. evaluasi. 39 . d. pemantauan. b. penyelenggaraan dan pengembangan program kerja sama antar lembaga serta koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja sama dalam rangka pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. evaluasi dan penyiapan dan penyusunan laporan di bidang litigasi perundangundangan. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi antar lembaga penyelenggara negara. dan e. monitoring dan penyusunan laporan direktorat litigasi serta pendokumentasian bahan/data dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. pengolahan dan pendokumentasian bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang. Pasal 234 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis terdiri atas : a. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Analisis.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Laporan dan Dokumentasi.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. (2) Seksi Analisis. c. dan b. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. penyusunan perencanaan. pengolahan bahan keterangan pemerintah dan pendokumentasian data dalam rangka pelaksanaan pengujian undang. Pasal 236 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 235 (1) Seksi Penyiapan Bahan dan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 233 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. penyiapan. penyusunan perencanaan. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi dengan masyarakat. c. penganalisaan atas bahan dan putusan atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. Pasal 237 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236.undang terhadap undang. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a.undang dasar negara republik indonesia tahun serta melaksanakan analisis dan pendokumentasian bahan dan putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 238 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga membawahi Seksi Kerja sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang fasilitasi bahan dan analisis atas pelaksanaan pengujian undang. pemantauan .undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.

pengolahan. Pasal 246 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah. d. d. penyajian dan penyaluran informasi. penelaahan dan perumusan serta pelaporan kegiatan direktorat. dan c. analisa. b. e.Pasal 239 Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama antar lembaga penyelenggara negara dan masyarakat. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi. penyiapan dan pengolahan data serta penyajian dan penyaluran informasi peraturan daerah. Subbagian Tata Usaha. Pasal 241 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. dan h. penyediaan sarana mediasi dan konsultasi dalam perancangan peraturan daerah. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Kabupaten/Kota. c. penyusunan. penyiapan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. pemantauan. penyajian dan pengolahan data peraturan daerah. Pasal 242 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah terdiri atas : a. pelaksanaan pembinaan teknik perancangan peraturan daerah. Seksi Pengolahan Data. b. Pasal 243 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. pengumpulan dan penyusunan secara peraturan daerah. b. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. pengumpulan. dan b. 40 .undangan. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah. Bagian Kedelapan Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah Pasal 240 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. c. Pasal 244 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data peraturan daerah. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi: a. f. Seksi Pengumpulan Data. e. g. Pasal 245 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. dan f.

Pasal 247 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. dan b. Pasal 251 (1) Seksi Perencanaan dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Kabupaten/Kota. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 255 Seksi Bimbingan dan Latihan mempunyai tugas melakukan persiapan bimbingan dan latihan. Pasal 248 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Pasal 254 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah membawahi Seksi Bimbingan dan Latihan. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas bimbingan dan latihan. Seksi Perencanaan dan Program. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan analisa dan evaluasi peraturan daerah. dan d. penyusunan jadual dan pelaksanaan bimbingan dan latihan. Pasal 256 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas penyiapan. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Kabupaten/Kota. penyusunan. sarana mediasi dan konsultasi penyusunan dan perancangan peraturan daerah. 41 . c. Kabupaten/Kota serta penyajian dan penyaluran informasi. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 253 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan pelaporan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan latihan. Pasal 250 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 252 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pemberian pembinaan teknik kepada tenaga perancang peraturan perundang-undangan dalam penyusunan dan perancangan peraturan daerah baik di Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Pasal 249 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan b. b. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dalam rangka pelaksanaan atas bimbingan dan latihan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia maupun instansi terkait lainnya. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pengevaluasian dan penyusunan laporan hasil kegiatan bimbingan dan latihan. Seksi Evaluasi dan Pelaporan.

Pasal 259 Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan mediasi dan konsultasi. pengevaluasian dan penyusunan laporan atas kegiatan mediasi dan konsultasi. dan c. Pasal 258 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi membawahi Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi. b.Pasal 257 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan mediasi dan konsultasi terhadap pihak yang memerlukan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemantauan. 42 . pelaksanaan kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait serta penyusunan evaluasi dan laporan. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas mediasi dan konsultasi perancangan. penelaahan.

program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 263 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Direktorat Tata Negara. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menyelenggarakan fungsi : a. c. kriteria dan prosedur di bidang perdata. pelaksanaan kebijakan di bidang perdata. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Keuangan. dan e. Direktorat Hukum Internasional. d. pengelolaan arsip dan dokumentasi. c. tata negara dan hukum internasional. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kepegawaian. evaluasi. Pasal 265 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Tata Usaha. d. pengelolaan urusan kepegawaian. tata negara dan hukum internasional. pengelolaan urusan administrasi keuangan. tata negara dan hukum internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. b. c. pedoman. e. dan e. pidana. pidana. dan f. b. pelaksanaan urusan tata usaha. norma. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perdata. pidana. Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI Pasal 262 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdiri atas : a. perumusan standar. d. b. Pasal 264 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263. Direktorat Pidana. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.BAB V DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 260 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Direktorat Perdata. d. penyusunan laporan kegiatan administrasi hukum umum. Direktorat Daktiloskopi. dan f. 43 . e. Pasal 261 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. c.

penyiapan pengelolaan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. c. protokol. Pasal 271 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. b. program dan anggaran. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 272 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. (1) (2) (3) (4) Pasal 270 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 273 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. penyiapan penyusunan formasi. hubungan masyarakat. pengolahan. Pasal 267 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. dan c. b. Subbagian Hubungan Masyarakat. pendataan dan pengembangan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pengelolaan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. dan d. dan d. pemindahan dan mutasi kepegawaian 44 . pengurusan Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengolahan . penyajian data dan informasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan c. (2) Subbagian Mutasi dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 269 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Umum Kepegawaian. dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. c. Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. evaluasi. kepangkatan penggajian. b. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. program dan anggaran. penyajian data dan informasi. Pasal 268 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a.Pasal 266 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengolahan. program dan anggaran. b.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. 45 . Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 279 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. dan penyusunan laporan keuangan. pembuatan daftar gaji. Pasal 282 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pelaksanaan anggaran. Subbagian Perjalanan Dinas. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. b. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan c. dan c. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 278 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan pembukuan. dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. perhitungan. Pasal 280 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. dan c. b. Pasal 274 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengelolaan urusan rumah tangga. angkutan. Pasal 281 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Rumah Tangga. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 276 Bagian Keuangan terdiri atas : a.lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 275 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 277 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas.

dan g. c. Pasal 288 Direktorat Perdata terdiri atas : a. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan. (1) (2) (3) (4) 46 . pemberian pertimbangan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia. b. pengarsipan. c. Subbagian Persuratan. b. e. f. penyiapan rancangan kebijakan. b. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan. d. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia. pemantauan dan evaluasi notaris. c. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. dan pengiriman. bimbingan dan pedoman teknis serta pelayanan di bidang hukum perdata. Pasal 284 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. b. pemberian pertimbangan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. Subdirektorat Harta Peninggalan. pendapat hukum. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan pendokumentasian badan hukum. penyiapan urusan surat menyurat. Pasal 285 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subdirektorat Badan Hukum. e. Subdirektorat Hukum Perdata Umum. penataan. dan f. Subdirektorat Notariat. pemberian pertimbangan. Pasal 287 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. Direktorat Perdata menyelenggarakan fungsi : a. dan d. persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. dan d. d. c. legalisasi dan penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum. penggandaan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pengurusan pengagendaan dan pengiriman. pembinaan.Pasal 283 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. Bagian Keempat Direktorat Perdata Pasal 286 Direktorat Perdata mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum perdata sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum.

Pasal 292 Subdirektorat Hukum Perdata Umum terdiri atas : a. b. dan dokumentasi. b.Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. pengecekan. dan c. b. Seksi Pendapat Hukum. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. Seksi Legalisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah pada dokumen yang akan dipergunakan di luar negeri atau dokumen dari luar negeri yang akan dipergunakan di Indonesia. 47 . Subdirektorat Badan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. penyiapan rancangan kebijakan teknis. usaha umum. Seksi Perubahan Nama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan persetujuan perubahan nama orang. Seksi Legalisasi. penyelesaian permohonan pengesahan. Seksi Arsip dan Dokumentasi. pemberian bimbingan. dan pengelolaan pengurusan dokumentasi. pengelolaan. penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. pertimbangan dan penyelesaian urusan hukum perdata umum serta penyiapan pendapat hukum (legal opinion) baik yang diminta oleh lembaga resmi pemerintah. Pasal 295 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. dan d. permohonan persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan tertutup. Pasal 291 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. penyiapan penyelesaian persetujuan perubahan nama. pelaksanaan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah. (1) (2) (3) (4) Pasal 294 Subdirektorat Badan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pengurusan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. pengelolaan arsip. dan d. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. c. pemberian pendapat hukum (legal opinion). penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perseroan tertutup. pemberian persetujuan. pemberian bimbingan dan pertimbangan masalah di bidang hukum perdata serta penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum termasuk pemberian pendapat hukum (legal opinion). Subdirektorat Hukum Perdata Umum menyelenggarakan fungsi : a. swasta atau perorangan. c. pengelolaan arsip dan pengurusan dokumentasi. pelaksanaan penelitian akta pendirian. pengarsipan. usaha khusus dan badan hukum sosial. pemberian legalisasi. dan penyelesaian masalah di bidang hukum perorangan. Pasal 293 Seksi Pendapat Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Seksi Perubahan Nama. Pasal 290 Subdirektorat Hukum Perdata Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan di bidang hukum perdata.

Pasal 302 Subdirektorat Harta Peninggalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Evaluasi dan Laporan. pengecekan. Pasal 297 Seksi Perseroan Tertutup mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan usaha umum dan khusus. Pasal 300 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia terdiri atas : a. Seksi Arsip dan Dokumentasi. Seksi Badan Hukum Sosial. penyelesaian permohonan pengesahan. meliputi pengolahan. (3) Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. 48 . pencatatan. dan c. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. b. lembaga keuangan dan perseroan dengan fasilitas penanaman modal. pelaksanaan penerimaan. permohonan persetujuan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan publik. pencatatan dan penyerahan pengganti sertifikat jaminan fidusia. pengelolaan arsip dan dokumen. pengelolaan arsip dan dokumen. pemberian surat keterangan wasiat. pencatatan dan pendistribusian dokumen fidusia serta membuat data base jaminan fidusia secara nasional. dan e. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan evaluasi terhadap pendaftaran jaminan fidusia atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. pengelolaan arsip dan dokumentasi. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia dan melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. pengevaluasian atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan pencoretan jaminan fidusia. pendaftaran. Seksi Perseroan Tertutup. Pasal 299 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. Seksi Perseroan Terbuka mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian. pemberian nomor registrasi. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan. penerbitan. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan surat keterangan pencoretan jaminan fidusia. dan d. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pendaftaran fidusia. pengecekan. pencatatan dan pendaftaran fidusia. dan pendistribusian berkas permohonan.Pasal 296 Subdirektorat Badan Hukum terdiri atas : a. c. b. b. pengelolaan arsip dan dokumen. Seksi Penerimaan dan Pemrosesan. Seksi Badan Hukum Sosial mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar badan hukum sosial. Pasal 301 (1) Seksi Penerimaan dan Pemrosesan mempunyai tugas melakukan penyiapan akta. pemeriksaan kelengkapan dokumen dan memberikan tanda penerimaan sesuai dengan waktu yang sebenarnya. mengeluarkan pengganti sertifikat jaminan fidusia. d. Seksi Perseroan Terbuka. (1) (2) (3) (4) Pasal 298 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan urusan pengesahan. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan dan penanganan daftar wasiat. penyerahan sertifikat jaminan fidusia. Seksi Arsip dan Dokumentasi.

Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 307 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas. (2) Seksi Daftar Wasiat mempunyai tugas melakukan penyusunan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris. Seksi Dokumentasi. Seksi Daftar Wasiat. dan c. pemberian cuti notaris. Pasal 306 Subdirektorat Notariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. mengevaluasi. 49 . pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta menerima pendaftaran dan penyiapan penerbitan Surat Tanda Terdaftar Kurator dan Pengurus. Seksi Dokumentasi Notariat. pemantauan. Subdirektorat Harta Peninggalan menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta penerbitan Surat Tanda Terdaftar sebagai kurator dan pengurus. pemberhentian. penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan masyarakat tentang perilaku notaris. pembinaan teknis. Pasal 308 Subdirektorat Notariat terdiri atas : a. (2) Seksi Pengawasan Notaris mempunyai tugas melakukan pengawasan rutin atas Notaris. penyusunan dan pembuatan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris dan penelitian data formal daftar wasiat serta pemberian surat keterangan wasiat. penyiapan rancangan kebijakan. b. penataan. Subdirektorat Notariat menyelenggarakan fungsi : a. pengangkatan. pengangkatan. (3) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi daftar wasiat dan dokumen-dokumen harta peninggalan. penghimpunan. menerima. evaluasi temuan. mengolah dan menindaklanjuti laporan dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta membuat laporan hasil pengawasan. penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. penunjukan pejabat penampung protokol. Pasal 304 Subdirektorat Harta Peninggalan terdiri atas : a. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengolahan arsip dan dokumentasi. pengecekan. dan dokumentasi Notariat. b. Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan. telaahan. pembinaan teknis. penyusunan formasi penelitian dan pendaftaran laporan Notaris. dan c. meneliti data formal daftar wasiat dan penyiapan bahan penyelesaian permohonan surat keterangan wasiat. pemberhentian. pengawasan. b. Pasal 305 (1) Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan petunjuk teknis. penataan. dan c. evaluasi. (3) Seksi Dokumentasi Notariat mempunyai tugas melakukan pengolahan. b. pengelolaan dokumentasi Notariat. Seksi Pengawasan Notaris. Pasal 309 (1) Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pengawasan. pembinaan teknis. pelaksanaan pengolahan. dan evaluasi notaris. pemindahan. dan c. penyiapan bahan.Pasal 303 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. penyajian dan penyimpanan data perkembangan notaris.

b. pelaksanaan urusan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Subdirektorat Pidana Umum menyelenggarakan fungsi : a. c. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik. bimbingan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pemantauan dan evaluasi serta pengurusan dokumentasi. dan e. dan d. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 315 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan hukum pidana dan pengelolaan dokumentasi serta data perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. Seksi Analisa Hukum Pidana.Bagian Kelima Direktorat Pidana Pasal 310 Direktorat Pidana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum pidana berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 312 Direktorat Pidana terdiri atas : a. b. pelaksanaan urusan ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. dan c. dan b. Seksi Pemantauan dan Evaluasi. c. pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang hukum pidana. d. 50 . pembinaan. Pasal 316 Subdirektorat Pidana Umum terdiri atas : a. Pasal 317 (1) Seksi Analisa Hukum Pidana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. analisa dan pertimbangan di bidang hukum pidana. Pasal 311 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pidana Umum. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi hukum pidana. Direktorat Pidana menyelenggarakan fungsi : a. pertimbangan masalah hukum pidana. b. pemberian bimbingan dan pelaksanaan teknis di bidang hukum pidana. pemberian pertimbangan mengenai masalah hukum pidana. pelaksanaan urusan dokumentasi hukum pidana dan pengolahan serta menyajikan data perkembangan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. Pasal 314 Subdirektorat Pidana Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan di bidang hukum pidana umum.

pemberian pertimbangan. dan b. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan. pemberian pertimbangan. pembimbingan. pemantauan. pemantauan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstadisi. pengangkatan. penyajian data dan pembuatan laporan perkembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pembinaan. pemberian pertimbangan. Seksi Ekstradisi. Pasal 325 (1) Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemantauan. Pasal 324 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas : a. rancangan perjanjian. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. rancangan perjanjian. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyimpanan. pemberian pertimbangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penataan. rancangan perjanjian. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik menyelenggarakan fungsi : a. dan b. pengangkatan. Pasal 323 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 322. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemutasian. dan b. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 322 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Seksi Dokumentasi. (2) Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 321 (1) Seksi Ekstradisi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 320 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik terdiri atas : a. Bagian Keenam Direktorat Tata Negara Pasal 326 Direktorat Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang tata negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pembinaan. pemberhentian. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. 51 . rancangan perjanjian. pengangkatan. dan b. dan pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil.Pasal 318 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik. pengolahan. rancangan perjanjian. Pasal 319 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi. bimbingan.

Subdirektorat Hukum Tata Negara. Pasal 333 (1) Seksi Analisa dan Pertimbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis.Pasal 327 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. dan pengumuman nama di bidang pewarganegaraan. pendapat hukum. c. pemberian bimbingan. pertimbangan. penelitian. pemberian bimbingan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. Pasal 330 Subdirektorat Hukum Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyelesaian proses kewarganegaraan. Subdirektorat Pewarganegaraan. pendapat hukum. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kewarganegaraan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan. analisa dan pemberian pertimbangan pendapat hukum serta penyelesaian masalah hukum tata negara. Pasal 335 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. Pasal 334 Subdirektorat Pewarganegaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. c. dan penyelesaian masalah di bidang hukum tata negara. pengujian dan pemantauan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. b. dan c. dan penyelenggaraan pendaftaran partai politik. pengelolaan dokumentasi di bidang tata negara. Direktorat Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. urusan dokumentasi hukum tata negara. Pasal 332 Subdirektorat Hukum Tata Negara terdiri atas : a. pemeriksaan. pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. penyelesaian permohonan pewarganegaraan dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. Subdirektorat Hukum Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan pelaksanaan pedaftaran partai politik. Seksi Analisa dan Pertimbangan. Pasal 329 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. dan d. pertimbangan. Subdirektorat Pewarganegaraan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Pendaftaran Partai Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pelaksanaan pendaftaran partai politik serta urusan dokumentasi pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. pertimbangan dan pendapat hukum tata negara serta pendaftaran partai politik. dan d. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. Subbagian Tata Usaha. b. Seksi Dokumentasi. b. Seksi Pendaftaran Partai Politik. penyiapan rancangan kebijakan teknis. b. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. dan c. Pasal 328 Direktorat Tata Negara terdiri atas : a. Pasal 331 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. 52 .

53 . (2) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. (2) Seksi Penyelesaian mempunyai tugas melakukan penyelesaian dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan pewarganegaraan. b. (3) Seksi Pengujian dan Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengujian Formulir Dwi Kewarganegaraan dan bukti-bukti kewarganegaraan lainya serta pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 339 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 336 Subdirektorat Pewarganegaraan terdiri atas : a. dan c. Pasal 337 (1) Seksi Analisa Pewarganegaraan mempunyai tugas melakukan analisa dan proses permohonan pewarganegaraan (Naturalisasi) dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. pengumuman nama orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan kewarganegaraan. penilaian dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia.b. Seksi Penyelesaian. Pasal 338 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis penilaian pemeriksaan. Seksi Analisa Pewarganegaraan. b. pemeriksaan. Seksi Pengujian dan Pemantauan. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum. Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional Pasal 342 Direktorat Hukum Internasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum internasional berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengujian dan pemantauan di bidang bukti kewarganegaraan republik indonesia. analisa dan penyelesaian masalah kewarganegaraan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan bukti kewarganegaraan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan c. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 340 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia terdiri atas : a. analisa dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Formulir ex Dwi Kewarganegaraan RI-RRC. Pasal 341 (1) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. dan c. penyusunan dan pemeliharaan daftar pengujian data perkembangan dan pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. analisa dan proses permohonan pewarganegaraan dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. dan b. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus.

Pasal 344 Direktorat Hukum Internasional terdiri atas : a. pemberian bimbingan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional. Subdirektorat Hukum Internasional Umum. pelayanan yang meliputi pemberian informasi di bidang hukum internasional. c. hukum laut. b. Seksi Hukum Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. tanggapan. sosialisasi perjanjian. Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi hukum internasional. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional umum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. pemberian bimbingan dan pertimbangan. dan d. pendapat hukum. Seksi Hukum Humaniter. Pasal 345 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. pengembangan di bidang hukum internasional. b. pendapat hukum. sosialisasi. pemberian pertimbangan. Seksi Hukum Lingkungan. inventarisasi. pendapat hukum. tanggapan dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional. penyelesaian masalah pencemaran dan pelestarian lingkungan serta inventarisasi dan sosialisasi. b. penyelesaian masalah serta penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundangundangan di bidang hukum pidana internasional. penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundang-undangan di bidang hukum humaniter. pemantauan. Subdirektorat Hukum Internasional Umum menyelenggarakan fungsi : a. d. Pasal 346 Subdirektorat Hukum Internasional Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. evaluasi. Direktorat Hukum Internasional menyelenggarakan fungsi : a. c. dan hukum angkasa. Subbagian Tata Usaha. dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional umum. pertimbangan petunjuk pelaksanaan. dan masalah internasional. Seksi Dokumentasi. pemberian petunjuk pelaksanaan hukum internasional umum. pertimbangan. sosialisasi perjanjian dan masalah internasional. tanggapan. pertimbangan dan tanggapan. pemberian bimbingan. dan d. Pasal 348 Subdirektorat Hukum Internasional Umum terdiri atas : a. dan f. c. penyelesaian masalah. inventarisasi dan pengolahan serta penyajian data perkembangannya. pemberian bimbingan. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara. inventarisasi. hukum ekonomi dan kelembagaan internasional.Pasal 343 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional. pembinaan. pemberian bimbingan. Pasal 347 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. dan penyelesaian masalah hukum internasional umum. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. (1) (2) (3) (4) 54 . b. Pasal 349 Seksi Hukum Humaniter mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. e. dan c.

b. pemberian bimbingan dan pertimbangan. pemantauan dan evaluasi. dan kelembagaan internasional. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 357 (1) Seksi Hukum Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan. regional dan bilateral. sosialisasi. pertimbangan. Seksi Kerja Sama Bilateral. Pasal 352 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional terdiri atas : a. legal opinion. b. Seksi Hukum Udara. dan b. 55 . regional dan bilateral. tanggapan. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum udara. Pasal 355 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara menyelenggarakan fungsi : a. regional dan bilateral dan pendapat hukum. penyelesaian masalah. mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan regional dan multilateral. pemberian bimbingan. pemantauan dan evaluasi. penyebarluasan penyelesaian masalah mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan bilateral. Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral. pemantauan dan evaluasi. Seksi Hukum Laut. dan c. pemberian bimbingan. pemberian bimbingan dan pertimbangan kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. pertimbangan dan pendapat hukum di bidang hukum laut dan hukum udara. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut multilateral. tanggapan. tanggapan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan dan tanggapan masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional.Pasal 350 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan. Pasal 356 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara terdiri atas : a. pemberian bimbingan dan pertimbangan. (2) Seksi Hukum Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan c. Pasal 353 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemantauan. evaluasi di bidang hukum ekonomi. penyiapan rancangan kebijakan teknis. (2) Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan. sosialisasi serta penyelesaian masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. Pasal 354 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 351 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. pemberian bimbingan dan pertimbangan. pemantauan dan evaluasi. pemberian bimbingan. pemantauan dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut dan hukum udara. pemantauan. dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pertimbangan di bidang hukum mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. dan b.

Pasal 361 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. dan b. perumusan dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. Pasal 363 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari dan pengolahan. pemberian keterangan mengenai sidik jari seseorang. urusan dokumentasi serta informasi daktiloskopi dan penyimpanan slip sidik jari. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan serta melakukan penataan dan pemberian informasi sidik jari. perumusan. pemantauan.Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi Pasal 358 Direktorat Daktiloskopi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang daktiloskopi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi. Pasal 359 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. Subdirektorat Data dan Informasi. pengolahan dan penyajian data perkembangan daktiloskopi. penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang daktiloskopi. dan d. Pasal 362 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengidentifikasian berdasarkan sidik jari. pembinaan monitoring. c. 56 . Seksi Perumusan. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi menyelenggarakan fungsi : a. c. Pasal 360 Direktorat Daktiloskopi terdiri atas : a. Direktorat Daktiloskopi menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan. Pasal 366 Subdirektorat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan data. dan b. dan d. b. b. Pasal 365 (1) Seksi Perumusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. perumusan slip teraan jari seseorang. dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. Pasal 364 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi terdiri atas : a. Seksi Identifikasi. Subbagian Tata Usaha. (2) Seksi Identifikasi mempunyai tugas melakukan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari.

b. Subdirektorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 367 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 366. Seksi Dokumentasi. penyajian data perkembangan daktiloskopi dan urusan dokumentasi daktiloskopi serta evaluasi dan penyusunan laporan. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan b. Pasal 368 Subdirektorat Data dan Informasi terdiri atas : a. Pasal 372 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan terdiri atas : a. melakukan penataan dan pemberian informasi tentang sidik jari. Seksi Penataan dan Informasi. perumusan slip sidik jari seseorang yang akan dirumus. penyiapan rancangan kebijakan teknis. evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 370 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan mempunyai tugas melaksanakan pengolahan. penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari. penyajian data perkembangan daktiloskopi. Pasal 369 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan dan penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan dan identifikasi. (2) Seksi Penataan dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengolahan dan penataan slip sidik jari serta pemberian informasi slip sidik jari. dan b. penyajian dan penyiapan serta pendokumentasian daktiloskopi. 57 . dan c. Pasal 371 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. urusan dokumentasi. Pasal 373 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. Seksi Pengumpulan Data. dan penyimpanan slip sidik jari. pengolahan. (2) Seksi Arsip Teraan mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari serta evaluasi dan penyusunan laporan. Seksi Arsip Teraan.

b. c. dan g. b. bina perawatan. bina perawatan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. bina latihan kerja dan produksi. kriteria dan prosedur di bidang bina registrasi dan statistik. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan e. pengelolaan urusan administrasi keuangan. b. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pedoman. f. d. c. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang bina registrasi dan statistik. bina bimbingan kemasyarakatan. 58 . bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. evaluasi. bina latihan kerja dan produksi. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. bina latihan kerja dan produksi. d. Direktorat Bina Khusus Narkotika. Pasal 379 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 374 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasyarakatan. program dan anggaran. penyusunan standar. d. pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 376 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terdiri atas: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. bina perawatan. bina bimbingan kemasyarakatan. b. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. norma. Pasal 378 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. dan e. e. Direktorat Bina Perawatan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. Sekertariat Direktorat Jenderal. penyusunan laporan kegiatan pemasyarakatan. bina bimbingan kemasyarakatan. Pasal 375 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. c. pelaksanaan kebijakan di bidang bina registrasi dan statistik.

(3) Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. pengolahan. e. b. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 386 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Data dan Informasi. penyajian data dan informasi. Pasal 383 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 380 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 385 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 384. penghimpunan peraturan perundang-undangan. dan c. Subbagian Umum Kepegawaian. dan c. penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penghimpunan peraturan perundang-undangan. 59 . Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 381 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 380. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan.c. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Pasal 384 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pengolahan. Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan c. penyajian data dan informasi. pengolahan. penghimpunan peraturan perundang-undangan. penyiapan penyusunan formasi. evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Keuangan. program dan anggaran. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan pengelolaan. Pasal 382 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. program dan anggaran. penyajian data dan informasi. dan c. pengelolaan. f. program dan anggaran. perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. d.

penggajian. (2). pengangkutan. Subbagian Rumah Tangga. 60 . pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai.Pasal 387 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. dan c. pelaksanaan urusan pembukuan. pengembangan pegawai. pengurusan Asuransi Kesehatan. Pasal 392 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 391 (1). Pasal 390 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan b. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pemindahan. Pasal 389 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388. pengelolaan urusan rumah tangga. kepangkatan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pengelolaan urusan perlengkapan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Pasal 388 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan peyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pendataan. Pasal 394 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas: a. pelaksanaan anggaran. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perlengkapan. mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 393 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. dan b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3). (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. dan c. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 395 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

dan e. Subdirektorat Registrasi. penggandaan dan pengiriman. c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan tahanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. pelaksanaan urusan persuratan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. b. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik Pasal 400 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang registrasi dan statistik tahanan. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Sidik Jari. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi. d. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi. Pasal 399 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 401 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. c. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. c.Pasal 396 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. penyiapan rancangan kebijakan. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. penggandaan. (1) (2) (3) (4) 61 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. hubungan masyarakat dan protokol. penyiapan rancangan kebijakan. b. benda sitaan negara. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang statistik dan dokumentasi tahanan. dan e. c. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Subbagian Persuratan. dan d. b. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. pengetikan. pengetikan. Pasal 397 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. Pasal 402 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik terdiri atas: a. b. Pasal 398 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan d.

Mutasi Tahanan. Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara. dan c. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan dan pemberian remisi. (3) Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. Mutasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan. Pasal 408 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan. Pasal 411 (1) Seksi Penempatan. b. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 404 Subdirektorat Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang klien pemasyarakatan. dan b. Pasal 405 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. dan b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi tahanan. dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi klien pemasyarakatan. Subdirektorat Registrasi menyelenggarakan fungsi: a. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan. penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. dan Benda Sitaan Negara. Pasal 410 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. mutasi tahanan dan benda sitaan negara. b. Seksi Penempatan. Pasal 407 (1) Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. (2) Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. 62 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan.Pasal 403 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. Pasal 409 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. pemindahan tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 406 Subdirektorat Registrasi terdiri atas: a.

perumusan dan identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembebasan narapidana dan anak didik pemasyarakatan serta mutasi dan pengakhiran pembimbingan klien pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. dan c. Subdirektorat Sidik Jari menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. b. penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan dan perumusan. mutasi. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan. Seksi Statistik. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 412 Subdirektorat Sidik Jari mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara serta warga binaan pemasyarakatan. identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 419 (1) Seksi Statistik. identifikasi. Pasal 417 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 413 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 414 Subdirektorat Sidik Jari terdiri atas: a. dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. Seksi Perumusan dan Identifikasi. dan c. dan b. b. Pasal 418 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. dan Benda Sitaan Negara. Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan. Dokumentasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. 63 . (2) Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.(2) Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan b. Dokumentasi Tahanan. Pasal 415 (1) Seksi Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. perumusan. Pasal 416 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan rancangan kebijakan.

penyiapan rancangan kebijakan. (3) Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.(2) Seksi Statistik. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. dan d. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi. b. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan dan makanan. pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. perlengkapan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 423 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. b. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan . c. Pasal 421 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan perawatan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Direktorat Bina Perawatan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana dan evaluasi perawatan tahanan. b. dan d. Pasal 425 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. penyiapan rancangan kebijakan. perlengkapan tahanan. pengembangan pelayanan kesehatan. Pasal 422 Direktorat Bina Perawatan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. standardisasi dan penetapan gizi serta pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 424 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. c. pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani. dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. pengelolaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara serta sarana dan evaluasi perawatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. dan d. Subbagian Tata Usaha. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan Pasal 420 Direktorat Bina Perawatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan dan makanan. 64 .

Pasal 426 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan terdiri atas: a. Seksi Pengendalian Bahan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan. (2) Seksi Penilaian Jenis dan Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b. Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan. b. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 432 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi. Pasal 430 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Penilaian Jenis dan Mutu. penilaian jenis dan mutu serta penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pengelolaan sarana serta evaluasi dan pelaporan perawatan tahanan. 65 . Seksi Penghapusan. dan c. Pasal 431 (1) Seksi Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Pemeliharaan. dan c. (1) (2) (3) (4) Pasal 428 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan. Pasal 429 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. pembinaan teknis serta pemantauan di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (3) Seksi Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan teknis dan pemantauan di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 427 Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. Seksi Pengendalian Bahan Makanan.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. Bagian Keenam Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan Pasal 436 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pelayanan dan penyuluhan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pelaksanaan evaluasi dan laporan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (2) Seksi Pengelolaan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. d. dan c. Pasal 437 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. b. Subdirektorat Pembinaan. Subdirektorat Pembimbingan. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan. pendidikan dan bimbingan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. c. Seksi Evaluasi dan Laporan Pasal 435 (1) Seksi Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. distribusi dan pengendalian sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara.Pasal 433 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pendidikan. Pasal 434 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi terdiri atas: a. Pasal 438 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan terdiri atas: a. Seksi Analisa Kebutuhan. pembinaan. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang analisa kebutuhan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Pengelolaan Sarana. c. d. dan e. dan e. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan perawatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang alokasi. 66 . Subdirektorat Sarana dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 441 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. c. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Penelitian Kemasyarakatan. orientasi dan observasi. Seksi Pembinaan Mental Rohani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. Pasal 445 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. c. (1) (2) (3) (4) Pasal 444 Subdirektorat Pembinaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan mental rohani. Subdirektorat Pembinaan menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Evaluasi dan Laporan. kewarganegaraan. b.Pasal 439 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. penelitian kemasyarakatan serta evaluasi dan laporan. Seksi Orientasi dan Observasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. olah raga dan kesenian serta pembinaan badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. Pasal 440 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian. 67 . dan d. Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 446 Subdirektorat Pembinaan terdiri atas: a. dan d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Orientasi dan Observasi. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. dan d. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan. c. Pasal 443 Seksi Bimbingan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang bimbingan hukum. Seksi Penelitian Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. bimbingan hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum. dan d. Seksi Bimbingan Hukum. c. Pasal 442 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan.

dan b. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang integrasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (2) Seksi Pendidikan Luar Sekolah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.(1) (2) (3) (4) Pasal 447 Seksi Pembinaan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pembimbingan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. Pasal 449 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. Seksi Pendidikan Luar Sekolah. asimilasi. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang peran serta badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 448 Subdirektorat Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan. b. dan b. dan d. 68 . Pasal 450 Subdirektorat Pendidikan terdiri atas: a. pendidikan luar sekolah serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 452 Subdirektorat Pembimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 453 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. c. Subdirektorat Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 451 (1) Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembimbingan klien. integrasi dan pendayagunaan tim pengamat pemasyarakatan bagi warga binaan pemasyarakatan.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran. c. Pasal 458 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. Seksi Asimilasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana. e. c. Pasal 460 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Ketrampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat. Pasal 457 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. d. dan f.Pasal 454 Subdirektorat Pembimbingan terdiri atas: a. b. pengembangan kewirausahaan. Seksi Integrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan di bidang anak pidana dan anak negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendayagunaan tenaga kerja. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kemitraan dan pemasaran hasil produksi. b. dan f. Pasal 455 Seksi Bimbingan Klien mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. bimbingan keterampilan dan kerja lingkungan. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan. Seksi Integrasi. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. anak pidana dan anak negara. Subdirektorat Tenaga Kerja. Subdirektorat Kegiatan kerja. c. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Produksi. (1) (2) (3) (4) 69 . Seksi Bimbingan Klien. e. produksi dan pendayagunaan tenaga kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran hasil produksi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan pelatihan keterampilan kerja. Seksi Asimilasi. d. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan dan latihan keterampilan kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi Pasal 456 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pelatihan keterampilan kerja. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. b. Pasal 459 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. dan d.

(1) (2) (3) (4) Pasal 464 Subdirektorat Kegiatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja industri rumah tangga dan jasa. Pasal 462 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan . b. Seksi Pengembangan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. Pasal 463 Seksi Bimbingan Minat dan Bakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Bimbingan Keterampilan. a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa. 70 . penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. Pasal 465 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. Seksi Pengembangan Kewirausahaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. (2) Seksi Kegiatan Pertanian dan Perkebunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. dan c. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan. b. Subdirektorat Kegiatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 466 Subdirektorat Kegiatan Kerja terdiri atas. c. Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan. pertanian dan perkebunan. Seksi Bimbingan Minat dan Bakat. Seksi Bimbingan Keterampilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. dan d. dan d.Pasal 461 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. perikanan dan peternakan. b. dan c. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 467 (1) Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa.

(2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. 71 . penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. pembinaan produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. dan c. Pasal 476 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. dan b. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Subdirektorat Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. (2) Seksi Pembinaan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang bimbingan produksi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan produksi. Pasal 474 Subdirektorat Tenaga Kerja terdiri atas: a. pemasaran serta pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. Seksi Standardisasi dan Pengendalian. Subdirektorat Produksi meyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 473 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. b. dan c. penyiapan rancangan kebijakan. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi. pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. Pasal 468 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Pasal 472 Subdirektorat Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. (3) Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 470 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi dan Pengendalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. Pasal 469 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi. Seksi Evaluasi dan Laporan. dan b.(3) Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Pasal 475 (1) Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Pembinaan Produksi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan.

Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi: a. dan e. d. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan teknis sarana petugas pengamanan serta pengawasan dan pengendalian keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan.Pasal 477 Untuk melaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi: a. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. (3) Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk-bentuk usaha dan kegiatan. b. Seksi Pemasaran. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban Pasal 480 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan. c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. 72 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. Seksi Pembinaan Kemitraan. Pasal 482 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan e. Pasal 481 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pengawasan dan pengendalian Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan. Rumah Penyimpanan Benda sitaan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. d. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 478 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. (2) Seksi Pemasaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. c. Subdirektorat Sarana. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian. Pasal 479 (1) Seksi Pembinaan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan teknis petugas keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. b. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara.

(2) Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan c. b. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 487 (1) Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban. b. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. 73 . Pasal 486 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas: a. pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama. dan b. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Subdirektorat Sarana menyelenggarakan fungsi: a. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Keamanan dan Ketertiban. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 484 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pengelolaan dan pemeliharaan sarana serta pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban. Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan dan pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan b. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis kerja sama di bidang keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 490 Subdirektorat Sarana terdiri atas: a. Pasal 489 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. Pasal 485 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. Pasal 488 Subdirektorat Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana.Pasal 483 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. Pasal 493 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban. dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. Pasal 492 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 494 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian terdiri atas: a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban. b. (3) Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan c. (2) Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. b. pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban serta keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan. pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin dan pemberian bantuan hukum kepada petugas pengamanan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. penindakan gangguan keamanan dan ketertiban. dan 74 . (2) Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 497 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan.Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi dan Pengembangaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan serta pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 495 (1) Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi : a. pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara.

Subdirektorat Bimbingan Hukum. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. Subdirektorat Perawatan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Kemitraan. bimbingan hukum dan kemitraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Pelayanaan Sosial. b. dan e. Pasal 499 (1) Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.b. c. Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika Pasal 500 Direktorat Bina Khusus Narkotika mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan. Pasal 505 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. Pasal 501 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. dan c. d. Direktorat Bina Khusus Narkotika menyelenggerakan fungsi : a. Pasal 504 Subdirektorat Perawatan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. pelayanan sosial. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan sosial bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 498 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan terdiri atas: a. Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kemitraan. Pasal 503 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. Seksi Bantuan Hukum. dan e. perawatan jasmani. Subdirektorat Perawatan Kesehatan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. c. Pasal 502 Direktorat Bina Khusus Narkotika terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. 75 . Subbagian Tata Usaha. (2) Seksi Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.

bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. keterampilan dan usaha. dan c. b. Pasal 510 Subdirektorat Pelayanan Sosial terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Subdirektorat Bimbingan Hukum menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 506 Subdirektorat Perawatan Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 509 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan. Pasal 512 Subdirektorat Bimbingan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum. dan c. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika. (2) Seksi Ketrampilan dan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan keterampilan dan usaha. (2) Seksi Perawatan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya. Seksi Seni dan Budaya. (3) Seksi Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. 76 . Seksi Ketrampilan dan Usaha. Pasal 507 (1) Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 508 Subdirektorat Pelayanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan lanjutan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang ketrampilan dan usaha. dan d. pembinaan kesadaran hukum. seni dan budaya. b. Pasal 513 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. (3) Seksi Perawatan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. c. pembinaan berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Perawatan Jasmani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Perawatan Mental Rohani. Pasal 511 (1) Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan dan bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Subdirektorat Pelayanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. Subdirektorat Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. (3) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara. Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah. dan c. (3) Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara. Pasal 519 (1) Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama intansi pemerintah bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 517 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. (2) Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. (2) Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum. Pasal 516 Subdirektorat Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi. b.Pasal 514 Subdirektorat Bimbingan Hukum terdiri atas : a. Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum. dan c. Pasal 515 (1) Seksi Konsultasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. 77 . Pasal 518 Subdirektorat Kemitraan terdiri atas : a. Seksi Konsultasi Hukum. Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 523 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. izin tinggal dan status. Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan fungsi : a. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Pasal 524 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. visa dan fasilitas. protokoler. pelaksanaan kebijakan di bidang dokumen perjalanan. b. d. dan penindakan. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 520 Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang imigrasi. Pasal 521 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. program dan anggaran. Direktorat Intelijen Keimigrasian. penyidikan dan penindakan. lintas batas. dan g. evaluasi. kriteria dan prosedur di bidang dokumen perjalanan. intelijen. visa dan fasilitas. visa dan fasilitas. Bagian Kepegawaian. b. pedoman. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 522 Direktorat Jenderal Imigrasi terdiri atas : a. d. izin tinggal dan status. intelijen. intelijen. d. dan e. 78 . norma. dan penindakan. Direktorat Dokumen Perjalanan. pengelolaan dokumentasi dan kepustakaan. Pasal 525 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. perumusan standar. hukum. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. b. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penyidikan. pelaksanaan urusan tata usaha. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang dokumen perjalanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. dan e. b. penyusunan laporan kegiatan keimigrasian. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Imigrasi. f. Sekretariat Direktorat Jenderal. izin tinggal dan status. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. hubungan masyarakat. c. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. penyidikan. pengelolaan urusan kepegawaian. e. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian.

pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian.c. b. Bagian Hubungan Masyarakat. (1) (2) (3) (4) Pasal 530 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. program dan anggaran. Bagian Keuangan. Pasal 532 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiunan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. b. penyajian data dan informasi. dan d. Pasal 526 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. Pasal 529 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. dan c. dan d. Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyusunan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyusunan dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 527 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. perencanaan pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Litigasi dan Tata Usaha. Subbagian Umum Kepegawaian. c. Subbagian Pengembangan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 531 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. penyajian data dan informasi. Pemberhentian dan Pensiun. pengkoordinasian rancangan. penghimpunan peraturan perundang-undangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Data dan Informasi. b. c. f. program dan anggaran. pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. c. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 528 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. program dan anggaran. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. 79 . Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. b. penataan. d. e. dan d. Subbagian Peraturan Perundang-undangan.

Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 540 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Pengadaan dan Peralatan. perhitungan. dan penyusunan laporan keuangan. (3) Subbagian Pengembangan. Pasal 538 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. dan c. b. serta pemeliharaan prasarana dan sarana. c. pelaksanaan urusan pembukuan. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. pelaksanaan anggaran. pengangkutan. dan d. pelayanan administrasi Asuransi Kesehatan. dan c. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan pengembangan sumber daya manusia. Pasal 534 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembukuan. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. b. Pasal 537 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. penggunaan. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Perbendaharaan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 539 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbagian Analisa Kebutuhan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. perhitungan. 80 . (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. mutasi pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. penyusunan rencana pengadaan fisik dan pengadaan dokumen keimigrasian. dan c. pendataan. dan laporan pelaksanaan kegiatan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. kepangkatan. inventarisasi. penggajian. Pasal 535 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. evaluasi. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyusunan rencana. pelaksanaan urusan dalam. dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 536 Bagian Keuangan terdiri atas : a.Pasal 533 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyusunan formasi. pemindahan. pembakuan dan penghapusan. b.

izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pemberian pendapat dan bantuan hukum serta sosialisasi hukum di bidang keimigrasian. d. dan sosialisasi hukum. Subbagian Litigasi.Pasal 541 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan analisa penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana. dan e. Subbagian Tata Persuratan. c. dan kepustakaan keimigrasian. pelaksanaan pemberian bantuan hukum. visa. pembakuan dan rencana penggunaan. Subbagian Hubungan Masyarakat. visa. dokumentasi dan perpustakaan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Tata Persuratan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang dokumen perjalanan. dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan hubungan masyarakat. Pasal 544 Bagian Hubungan Masyarakat. Litigasi. Dokumentasi dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip. 81 . izin masuk. Dokumentasi dan Kepustakaan. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. penghapusan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Pasal 546 Direktorat Dokumen Perjalanan. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. (2) Subbagian Pengadaan dan Peralatan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pengadaan fisik. izin masuk. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. penyimpanan dan pemeliharaan prasarana dan sarana serta pengadaan dan penyimpanan dokumen keimigrasian. dokumentasi. pemberian pendapat hukum. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang dokumen perjalanan. pengetikan. b. Pasal 542 Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 545 Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Pasal 543 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. izin masuk. Visa dan Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pendapat hukum dan sosialisasi hukum. penggandaan dan pendistribusian. Subbagian Litigasi mempunyai tugas melakukan pemberian bantuan hukum mewakili Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadapi setiap gugatan di pengadilan. pelaksanaan hubungan masyarakat. pengelolaan arsip. pelaksanaan urusan persuratan. visa. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. dan d. dan Tata Usaha terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal dan protokoler. perencanaan teknis di bidang dokumen perjalanan. Litigasi. b. Bagian Hubungan Masyarakat. Direktorat Dokumen Perjalanan. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Litigasi. dokumentasi dan perpustakaan. visa. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumen perjalanan. pengelolaan arsip. (1) (2) (3) (4) Bagian Keempat Direktorat Dokumen Perjalanan. Pasal 547 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. c. pengangkutan. c. izin masuk.

Subdirektorat Dokumen Perjalanan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia. 82 . dan PLB mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. dan b. c. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan rancangan kebijakan. Pasal 550 Subdirektorat Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Pasal 553 (1) Seksi Paspor. izin masuk. d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Pasal 555 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554.d. b. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI menyelenggarakan fungsi : a. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Subbagian Tata Usaha. pemberian pelayanan di bidang dokumen perjalanan. dan f. e. Subdirektorat Dokumen Perjalanan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pemberian dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan (Paspor. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI. Pasal 548 Direktorat Dokumen Perjalanan. dan e. Pasal 549 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. SPLP. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. SPLP. dan b. Pasal 554 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 551 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. SPLP dan PLB) bagi WNI dan orang asing. Pasal 552 Subdirektorat Dokumen Perjalanan terdiri atas : a. Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan. dan PLB. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi warga negara indonesia (WNI) dan orang asing. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. Seksi Paspor. Subdirektorat Visa. Visa dan Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi WNI dan orang asing yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. visa.

Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Evaluasi dan Laporan. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan RI yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. pembinaan dan bimbingan teknis. Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 563 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. (2) Seksi Visa Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. evaluasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. (3) Seksi Visa Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 561 (1) Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Visa Kunjungan. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan pemberian visa. Seksi Visa Tinggal Terbatas.Pasal 556 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. penelaahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Pasal 560 Subdirektorat Visa terdiri atas : a. dan b. izin masuk kembali. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. pelaksanaan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Visa menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 562 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Paspor TKI. Pasal 558 Subdirektorat Visa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 559 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 558. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja keluar negeri bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). izin masuk kembali dan izin masuk darurat. c. 83 . Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI. pengevaluasian dan penyusunan laporan serta penyelesaian dan persetujuan visa. b. Pasal 557 (1) Seksi Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan penyusunan laporan pemberian visa. dan b. dan c. izin masuk darurat dan tanda bertolak. pembinaan.

Seksi Izin Bertolak. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan ibadah keagamaan. Pasal 565 (1) Seksi Izin Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. alih status keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi wisatawan asing ke Indonesia. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. (2) Seksi Izin Bertolak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. wisatawan asing. APEC Bussiness Travel Card (ABTC). status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kelima Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Pasal 570 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi.Pasal 564 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak terdiri atas : a. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan wisatawan asing ke Indonesia. dan b. (2) Seksi Fasilitas Wisatawan Asing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi pemberian fasilitas layanan elektronis keimigrasian. Seksi Fasilitas Wisatawan Asing. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian layanan elektronis keimigrasian (Smart Card. Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi perjalanan untuk ibadah keagamaan. dan c. dan layanan elektronis keimigrasian. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 84 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang izin tinggal. b. Frequent Travel Card (FTC) dan Layanan Elektronis Keimigrasian lainnya). Pasal 566 Subdirektorat Fasilitas Kemigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Izin Masuk. pengevaluasian fasilitas keimigrasian untuk ibadah keagamaan. Pasal 569 (1) Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 567 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. b. Pasal 568 Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. (3) Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal. Pasal 571 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. alih status keimigrasian. dan c.

dan e. Pasal 572 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian terdiri atas: a. Seksi Izin Tinggal Kunjungan. Pasal 573 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. b. dan d. Pasal 574 Subdirektorat Izin Tinggal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. izin tinggal terbatas. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pemberian pelayanan dan informasi di bidang izin tinggal. Subdirektorat Izin Tinggal. c. pemeriksaan status kewarganegaraan dan pewarganegaraan serta surat keterangan keimigrasian dan izin tinggal khusus/darurat. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. b. pembinaan dan bimbingan teknis serta pengaturan pemberian izin tinggal beserta perpanjangannya bagi orang asing pemegang izin tinggal kunjungan. Pasal 577 Seksi Izin Tinggal Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis pemberian persetujuan alih status keimigrasian serta penelaahan. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian izin tinggal terbatas dan perpanjangannya. Pasal 576 Subdirektorat Izin Tinggal terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. 85 . perencanaan teknis di bidang izin tinggal. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat. Subdirektorat Status Keimigrasian. dan pemberian izin tinggal dan perpanjanganya bagi orang asing pengungsi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. alih status keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian. menunggu proses peradilan dan lain sebagainya. izin tinggal terbatas. Pasal 575 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. evaluasi dan laporan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal tetap dan perpanjangannya. Subdirektorat Izin Tinggal menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Izin Tinggal Tetap.c. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin tinggal kunjungan dan perpanjangannya. c. terdampar. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal khusus/darurat bagi orang asing yang bekerja pada alat apung dan atau instalasi lepas pantai di wilayah perairan Indonesia. d. Seksi Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal berupa izin tinggal kunjungan. dan d. Seksi Izin Tinggal Terbatas. korban bencana alam. (1) (2) (3) (4) Pasal 578 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. alih status keimigrasian.

evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian.Pasal 579 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian Pasal 586 Direktorat Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang operasi intelijen. Seksi Status Keimigrasian. 86 . Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap. (2) Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. dan pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Surat Keterangan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. pelaksanaan penelaahan. bimbingan teknis di bidang pemeriksaan dan penetapan status keimigrasian serta persetujuan pemberian surat keterangan keimigrasian. penyajian produk intelijen. Seksi Evaluasi dan Laporan. pembinaan. Pasal 582 Subdirektorat Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian dan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. pembinaan. Pasal 580 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian terdiri atas: a. Seksi Surat Keterangan Keimigrasian. Pasal 585 (1) Seksi Status Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. dan b. penelaahan. dan c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas. Subdirektorat Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penetapan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. b. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. dan c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. Pasal 581 (1) Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 583 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 584 Subdirektorat Status Keimigrasian terdiri atas : a. kerja sama dan pelaksanaan kegiatan intelijen keimigrasian serta pengamanan perizinan keimigrasian. b. dan c. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. penelaahan dan pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap.

Lampung. b. Pasal 593 (1) Seksi Operasi Intelijen Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Sulawesi Tenggara. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian. Sulawesi Barat. Kalimantan Timur. dan b. b. (2) Seksi Operasi Intelijen Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. pengolahan dan penyusuna dan penyajian informasi yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelanggaran keimigrasian.Pasal 587 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. c. Pasal 592 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. dan d. 87 . Jawa Barat. Jawa Tengah. Riau. Pasal 589 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Intelijen Keimigrasian. Kepulauan Riau. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang produksi intelijen keimigrasian. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian. Jambi. Sumatera Selatan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian. Pasal 591 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Operasi Intelijen Wilayah I. Sulawesi Utara. d. dan b. c. pelaksanaan kegiatan kerja sama intelijen dan operasi intelijen keimigrasian. pelaksanaan penelaahan dan analisa informasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyajian produk intelijen keimigrasian. Pasal 594 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Direktorat Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian. Nusa Tenggara Timur. Seksi Operasi Intelijen Wilayah II. Papua dan Irian Jaya Barat. Banten. Subbagian Tata Usaha. Gorontalo. pelaksanaan kerja sama di bidang operasi intelijen keimigrasian. Pasal 588 Direktorat Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. pelaksanaan pengamanan terhadap perizinan keimigrasian. Maluku. Maluku Utara. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Barat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Kalimantan Barat. dan Jawa Timur. Sulawesi Tengah. Pasal 590 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengamanan. dan e. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Selatan. pengumpulan. Bengkulu. Kalimantan Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sumatera Utara. pembinaan dan operasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyelidikan. Daerah Istimewa Yogyakarta.

pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen negara lain. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b.Pasal 595 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. (3) Seksi Produksi Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengumpulan. dan b. Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara. dan b. Seksi Produksi Intelijen. Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian. dan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. (2) Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 601 (1) Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 600 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. pelaksanaan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen di dalam negeri. pengolahan dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. Pasal 602 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan penyiapan kerja sama serta pelaksanaannya. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen lain di dalam negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen lain baik antar negara maupun dalam negeri. Pasal 596 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Pasal 597 (1) Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. b. penyiapan penyusunan perkiraan keadaan. Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 598 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen negara lain. (2) Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pembuatan perkiraan keadaan dan pemberian peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. pengolahan. Pasal 599 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. dan c. 88 . Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian.

penindakan terhadap orang asing yang melanggar peraturan keimigrasian di wilayah Negara Republik Indonesia. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. pembinaan. Seksi Pengamanan Perizinan WNI. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana 89 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.Pasal 603 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. b. Pasal 607 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. d. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi. dan pelaksanaannya. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian c. penyiapan kerja sama antar instansi dalam rangka pengamanan teknis perizinan keimigrasian. penyiapan kerja sama antar instansi dan pelaksanaan operasi pengamanan atas keberadaan dan kegiatan orang asing. d. dan f. penyiapan. e. bimbingan teknis. penyiapan informasi di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. b. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Pasal 608 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian. Pasal 610 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Pengamanan Perizinan WNA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan kerja sama antar instansi di bidang pengamanan perizinan WNI. e. pembinaan. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. dan f. bimbingan teknis di bidang pengamanan keimigrasian. Pasal 609 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Seksi Pengamanan Perizinan WNA. Pasal 604 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian terdiri atas: a. Bagian Ketujuh Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Pasal 606 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. dan b. Pasal 605 (1) Seksi Pengamanan Perizinan WNI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. pelaksanaan penyidikan terhadap setiap orang asing yang melanggar undang-undang keimigrasian. c.

Sulawesi Selatan. Jawa Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. evaluasi dan penyusunan laporan penindakan keimigrasian seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Riau. Nusa Tenggara Timur. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. Sulawesi Barat. Lampung. pelaksanaan operasi penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. dan Jawa Timur. Pasal 612 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian terdiri atas : a. b. Pasal 616 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. Jawa Barat. Seksi Evaluasi dan Laporan. Kalimantan Selatan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian. penyidik pegawai negeri sipil keimigrasian serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. b. Kalimantan Timur. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Barat. dan c. Pasal 611 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. pemantauan pelaksanaan penyidik keimigrasian dan pembaharuan data Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta.keimigrasian. Seksi Penindakan Wilayah I. Sumatera Barat. Pasal 614 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Maluku Utara. pembinaan. b. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. dan d. Banten. (2) Seksi Penyidikan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Sulawesi Tenggara. Kepulauan Riau. Kalimantan Barat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil keimigrasian. Sulawesi Tengah. (3) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan. 90 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Jambi. c. Sulawesi Utara. Seksi Penyidikan Wilayah II. pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Seksi Penyidikan Wilayah I. Pasal 613 (1) Seksi Penyidikan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi serta evaluasi dan laporan di bidang tindakan keimigrasian atas pelanggaran keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penindakan keimigrasian. Sumatera Utara. Pasal 615 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. Maluku. Irian Jaya Barat dan Papua. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Gorontalo. Bengkulu. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. Seksi Penindakan Wilayah II. pengaturan operasi-operasi rutin maupun khusus sebagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Republik Indonesia.

dan Jawa Timur. Seksi Pencegahan. Pasal 621 (1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. Pasal 620 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan terdiri atas : a. Pasal 619 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan dan penangkalan. Maluku Utara. Sumatera Selatan. Pasal 622 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan penyebaran informasi di bidang pencegahan. dan b. Pasal 623 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Jawa Tengah. dan b. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. dan penyebaran informasi. Sulawesi Selatan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. deportasi. Kalimantan Barat. Lampung. Sulawesi Tenggara. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. Bengkulu. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan menyelenggarakan fungsi : a. Jawa Barat. Sulawesi Barat. 91 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penanganan imigran ilegal. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan deportasi orang asing. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan penangkalan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan atau penolakan masuk ke wilayah Republilk Indonesia dan penyebaran informasi penangkalan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepulauan Riau. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pencegahan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan keluar wilayah Republik Indonesia dan penyebaran informasi pencegahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seksi Penangkalan. dan c. Kalimantan Tengah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pembinaan. pembinaan. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi menyelenggarakan fungsi : a. Irian Jaya Barat dan Papua. Pasal 618 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Riau. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan. Jambi. Gorontalo. Sulawesi Tengah. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi dan deportasi.Pasal 617 (1) Seksi Penindakan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. Daerah Istimewa Yogyakarta. penangkalan. penanganan imigran ilegal dan pelaksanaan perlindungan bagi korban kejahatan lintas negara. Banten. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi. Sumatera Utara. dan penangkalan. pembinaan. pembinaan. Kalimantan Timur. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penindakan keimigrasian. Sumatera Barat. Maluku. Nusa Tenggara Barat. (2) Seksi Penindakan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan korban kejahatan lintas negara. Kalimantan Selatan. (2) Seksi Penangkalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Sulawesi Utara.

Seksi Deportasi. Seksi Detensi Imigrasi. d. 92 . lintas batas dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pasal 627 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha. c. b. (3) Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b. Subbagian Tata Usaha. dan c. (2) Seksi Deportasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pengawasan. pengendalian dan pencegahan imigran gelap dan perlindungan korban kejahatan lintas negara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi . lintas batas. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan deportasi terhadap setiap orang asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. perjanjian lintas batas. penyiapan kerja sama di bidang keimigrasian dengan negara lain dan organisasi internasional. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. e. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. Bagian Kedelapan Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian Pasal 626 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang lintas batas dan kerja sama luar negeri keimigrasian berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. dan f. Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara. lintas batas. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. Pasal 628 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian terdiri atas : a. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan. d. lintas batas. pemberian pelayanan dan informasi di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. b. perancangan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional.Pasal 624 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi terdiri atas : a. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. Subdirektorat Lintas Batas. dan e. Pasal 629 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. c. Pasal 625 (1) Seksi Detensi Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.

dan b. bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. dan b. Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea. Pasal 632 Subdirektorat Lintas Batas terdiri atas: a. Subdirektorat Lintas Batas menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan teknis. persetujuan. bimbingan teknis perundingan. 93 . Pasal 637 (1) Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 631 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. pemberian pas lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Timor Leste dan Papua New Guinea. Pasal 634 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan dengan organisasi internasional dan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. Pasal 636 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 633 (1) Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. dan pelaksanaan perjanjian lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Malaysia dan Philipina. dan laporan. perundingan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. Pasal 635 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. pembinaan.Pasal 630 Subdirektorat Lintas Batas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemberian pas lintas batas dan izin perlintasan tradisional di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2) Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan non Perserikatan Bangsa-Bangsa. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. persetujuan. Seksi Lintas Batas Malaysia. evaluasi. (2) Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang lintas batas tradisional di wilayah perbatasan antar negara Republik Indonesia dengan negara lain berdasarkan peraturan atau perjanjian lintas batas yang berlaku. dan Philipina. pemberian pas lintas batas.

Seksi Kerja Sama Bilateral. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan kerja sama keimigrasian antar negara di bidang keimigrasian termasuk repatriasi. perundingan. penanggulangan kejahatan. peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya. 94 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis. Seksi Asia Pasifik dan Afrika. Pasal 645 (1) Seksi Asia Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Asia Pasifik dan Afrika. dan b. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b. b. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama multilateral antar negara. Pasal 639 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. Pasal 641 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.Pasal 638 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. b. pelaksanaan diseminasi informasi keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis kerja sama di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. pelaksanaan kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan c. Seksi Amerika dan Eropa. pelanggaran keimigrasian yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kepariwisataan. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi atau pejabat lainnya yang menangani bidang keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. persetujuan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. persetujuan. dalam hal repatriasi. kerja sama keimigrasian antar negara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. c. dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 640 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. Pasal 642 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Seksi Kerja Sama Multilateral. pelanggaran keimigrasian di bidang ketenagakerjaan dan kepariwisataan. Seksi Penyebaran Informasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia. Pasal 643 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. penanggulangan kejahatan. Pasal 644 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan terdiri atas : a. perundingan. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan menyelenggarakan fungsi : a.

c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.(2) Seksi Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan dan pengamanan data keimigrasian WNI. dan pemeliharaan serta operasi komunikasi elektronik. pengamanan dan pengkajian sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. b. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. Pasal 651 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. Pasal 650 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengembangan. pengolahan. perencanaan. perencanaan. Pasal 647 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Pasal 648 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian terdiri atas : a. e. e. pemantauan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pengolahan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyebaran informasi keimigrasian dari deaerah ke perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ke daerah. penyimpanan dan pengamanan data WNI. c. Subdirektorat Perencanaan. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian Pasal 646 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. dan g. pelaksanaan kerja sama di bidang sistem dan pertukaran informasi keimigrasian dalam dan luar negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. b. d. WNA. Subbagian Tata Usaha. meliputi pengumpulan. lalu lintas WNI-WNA dan WNIWNA di Perwakilan RI. lalu lintas dan perwakilan Republik Indonesia. dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Amerika dan Eropa. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan data keimigrasian. distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. 95 . pengolahan. pengembangan. penyimpanan dan pengamanan data WNI. Subdirektorat Registrasi. WNA. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. (3) Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 649 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi. pelaksanaan registrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi. dan f.

b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi luar negeri. c. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran dan pertukaran informasi dalam dan luar negeri serta kerja sama sistem informasi dalam dan luar negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. pengolahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 655 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. penyimpanan serta pengamanan data WNI sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. pemantauan dan pemeliharaan komunikasi elektronik. penyimpanan serta pengamanan data WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian di bidang pendataan. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri. pengolahan. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 656 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. keberadaan dan mutasi statusnya. pengembangan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 653 Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri. dan b. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas. penyimpanan dan pengamanan data WNI dan WNA di Perwakilan RI. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan serta pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. dan e. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi luar negeri. c. dan d. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi dalam negeri. 96 . pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi dalam negeri. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasioal teknis di bidang pengumpulan. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. d. dan d. pengolahan. c. Pasal 652 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. pengolahan. penyimpanan serta pengamanan data WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. pengolahan. penyimpanan dan pengamanan data WNA. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. penyimpanan dan pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA di Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan tempat lain yang ditentukan. pengolahan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. (1) (2) (3) (4) Pasal 654 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan.

penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. Pasal 658 Subdirektorat Perencanaan. pengembangan. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. Pasal 659 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penggunaan dokumen keimigrasian. (2) Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan program SIMKIM. b. c. Subdirektorat Perencanaan. Pasal 662 Subdirektorat Registrasi. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang pengamanan dan pengkajian program aplikasi dalam rangka pelayanan. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan program SIMKIM. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang perencanaan dan pemgembangan program aplikasi dan penunjang aplikasi dalam rangka pelayanan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka harmonisasi antar negara dan atau institusi internasional. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi terdiri atas : a. pengkajian dan pengaman sistem informasi keimigrasian. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengkajian program SIMKIM. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian dokumen keimigrasian.Pasal 657 (1) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 660 Subdirektorat Perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian kartu elektronik. Subdirektorat Registrasi . b. Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. Pasal 661 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemantuan kualitas dokumen keimigrasian. 97 . dan d. (2) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka koordinasi dan harmonisasi sistem informasi dengan instansi pemerintah dan atau lembaga lain terkait. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengembangan program SIMKIM. Pasal 663 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662.

b.. c. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang analisa dan evaluasi standardisasi desain dan spesifikasi teknis blanko Dokumen Perjalanan R. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian penggunaan blanko dokumen keimigrasian dalam rangka pengamanan dokumen keimigrasian.Pasal 664 Subdirektorat Registrasi. formulir dan voucher bank ke bagian perlengkapan dan rumah tangga untuk diregistrasi dan didistribusi atas permintaan pengguna di dalam dan luar negeri. kartu kedatangan/keberangkatan.I. stiker visa. SPLP. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . dokumen imigrasi dan formulir-formulir keimigrasian sesuai perkembangan teknologi dan standar internasional. PLB. Seksi Pemantuan Kualitas Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. (1) (2) (3) (4) 98 . Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengajuan permintaan dokumen blanko Paspor. Pasal 665 Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian terdiri atas: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi untuk penerbitan kartu elektronik berupa Frequent Traveller Card (FTC). blanko KITAS/KITAP. Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian.

c. desain industri. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. merek. dan e. Pasal 667 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 666. b. 99 . perumusan standar. desain industri. b. paten. b. merek. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 668 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas : a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Direktorat Teknologi Informasi. c. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. pengelolaan urusan kepegawaian. evaluasi. b. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 671 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. kriteria dan prosedur di bidang Hak cipta. d.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 666 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Merek. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. desain industri. Kelompok Jabatan Fungsional. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi.. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. d. d. merek. penyusunan laporan kegiatan hak kekayaan intelektual. dan f. Pasal 670 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Tata Usaha. c. dan e. paten. norma. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Direktorat Hak Cipta. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 669 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. d. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. program dan anggaran. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal. Desain Industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. pelaksanaan kebijakan di bidang hak cipta. pedoman. peten. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang hak cipta. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a. e. Direktorat Paten. dan f. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Penyusunan Program dan Laporan.

penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. program dan anggaran. Pasal 678 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. 100 . program dan anggaran. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol.Pasal 672 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 674 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Pasal 676 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Administrasi Penyidik. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan d. b. dan c. Pasal 673 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. (2) Subbagian Mutasi. evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual serta urusan hubungan masyarakat dan protokol. c. Subbagian Evaluasi dan Laporan. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 679 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. b. pendataan pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Umum Kepegawaian. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pendataan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pemberhentian dan pensiun. pengolahan data. kepangkatan. b. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 675 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan bahan penetapan mutasi. program dan anggaran. pemberhentian dan pensiun pegawai serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya. penggajian. pengembangan dan pembinaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi. Pasal 677 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. dan c. Subbagian Mutasi. Subbagian Hubungan Masyarakat. Pemberhentian dan Pensiun. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. dan c.

pengelolaan urusan rumah tangga. 101 . Pasal 686 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 682 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pelaksanaan anggaran. Pasal 684 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Perbendaharaan. dan c. Pasal 680 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 681 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. dan c. Pasal 687 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 688 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan. b. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Pasal 683 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan c. pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional.(3) Subbagian Administrasi Penyidik mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pelaksanaan urusan pembukuan. Pasal 685 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. b. Subbagian Rumah Tangga. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. (3) Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.

dan penggandaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. desain industri. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. penyidikan dan penyelesaian sengketa. Pasal 693 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. desain industri. b. desain industri. Pasal 694 Direktorat Hak Cipta. f. Subdirektorat Desain Industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hak cipta. Desain Industri. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hak cipta. Desain Industri. Bagian Keempat Direktorat Hak Cipta. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. b. Desain Industri. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. e. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan urusan administrasi hak kekayaan intelektual dan pengelolaan dokumen aplikan. dan d. desain industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan pendaftaran. b. pelaksanaan bimbingan teknis dan penelusuran dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permintaan pendaftaran. (1) (2) (3) (4) 102 . Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Pasal 692 Direktorat Hak Cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pembatalan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 690 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. b. pengalihan perubahan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Desain Industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. dan h. pelaksanaan pengetikan. pencatatan lisensi. pelaksanan urusan surat menyurat. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. Desain Industri. g. pelaksanaan penerimaan permohonan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang hak cipta. administrasi penolakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang hak cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. c. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. desain industri. litigasi. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengetikan.Pasal 689 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pelaksanaan administrasi hak kekayaan intelektual. desain industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. d. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas dan substantif di bidang hak cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. c. penegakan. penghapusan dan pengumuman di bidang hak cipta. c. Subbagian Persuratan. Direktorat Hak Cipta. dan d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 691 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penggandaan dan pengiriman.

pemindahan hak. penghapusan. Pasal 701 Subdirektorat Hak Cipta. (3) Seksi Sertifikasi. Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian sertifikat serta melakukan pencatatan perjanjian lisensi. d. Pasal 699 (1) Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan aplikasi. pelaksanaan pemeriksaan kebenaran dokumen. 103 . Subdirektorat Hak Cipta. Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis. perubahan nama dan alamat. surat menyurat dan pemberitahuan peringatan berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. Pasal 698 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pemeriksaan substantif. pelaksanaan pemberian pelayanan kebutuhan operasional teknis pemeriksaan. pengklasifikasian. pemberian tanda terima dan pengklasifikasian. e. Pasal 697 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. penelusuran dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permohonan hak cipta. (2) Seksi Pemeriksaan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan kebenaran dokumen dan pemberitahuan peringatan. Desain Industri. pembatalan. pelaksanaan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi dan penerimaan sanggahan dari masyarakat. pemeriksaan kelengkapan persyaratan. Mutasi dan Lisensi. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir. Pasal 695 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. melakukan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi serta menerima sanggahan dari masyarakat untuk proses lebih lanjut. pemindahan hak. pencatatan pemeriksaan kelengkapan berkas. pelaksanaan penerimaan aplikasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pencatatan lisensi. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pencatatan. pembimbingan teknis. dan f. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penyiapan pemberian sertifikat serta persiapan administrasi penolakan. berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. dan c. Subbagian Tata Usaha. penghapusan dan pembatalan serta petikan resmi. pengadministrasian aplikasi serta pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. penyelesaian permohonan. c. b. e. alamat. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian permohonan. mutasi dan lisensi serta penyiapan bahan sertifikasi dan pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. Pasal 700 Subdirektorat Desain Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengendalian. b. pemberian salinan resmi dan petikan resmi. Pasal 696 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan pemeriksaan kelengkapan persyaratan. pemeriksaan substantif. d. Seksi Sertifikasi. Subdirektorat Pelayanan Hukum.c. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pemberian tanggal penerimaan. penelusuran dalam menentukan tolak atau daftar atas permohonan pendaftaran di bidang desain produk industri. perubahan nama. pemantauan dan pengendalian permohonan. Seksi Pemeriksaan dan Publikasi. f.

(2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan litigasi dan penyidikan dalam sengketa di pengadilan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 702 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 701. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. Pasal 710 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 709. pelaksanaan pemeriksaan. penyidikan dan litigasi. Pasal 707 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. pemeriksaan substantif. pelaksanaan dan penyiapan pengendalian pembimbingan teknis. pengadministrasian permohonan paten dan dokumen pemeriksaan substantif. (2) Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penelusuran pemeriksaan substantif dan evaluasi akhir dalam menentukan usulan ditolak atau didaftar atas permohonan desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Bagian Kelima Direktorat Paten Pasal 709 Direktorat Paten mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang paten berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pembinaan dan pemberian bimbingan teknis di bidang paten. pelaksanaan litigasi dalam sengketa di pengadilan. Subdirektorat Hak Cipta. Pasal 706 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 705. c. pelaksanaan penerimaan permohonan paten dan permohonan pemeriksaan substantif. dan b. Seksi Penyidikan dan Litigasi. dan b. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar terhadap permohonan hak cipta. Pasal 705 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. b. Pasal 704 (1) Seksi Hak Cipta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelusuran. pelaksanaan evaluasi akhir terhadap permohonan pendaftaran hak cipta. penegakan. dan d. Seksi Pertimbangan Hukum. publikasi 104 . penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang paten. c. b. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. dan b. pelayanan hukum. Direktorat Paten menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pelaksanaan pengelolaan dan pendataan hak cipta. Seksi Hak Cipta. Pasal 708 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 703 Subdirektorat Hak Cipta.

Pasal 714 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. e. penerimaan permohonan paten. Subdirektorat Pemeriksa Paten I. serta pemprosesan dan pengadministrasian permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT) serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. Kelompok Jabatan Fungsional. dan g. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. penerimaan permohonan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. pelaksanaan korespondensi dengan pemohon. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan sertifikasi pemberian paten. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. e. pengalihan paten. Pasal 716 (1) Seksi Permohonan dan Formalitas mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan paten. e. pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. pemberian pertimbangan. pendaftaran lisensi. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi permohonan paten dan penyiapan bahan sertifikasi dan publikasi. serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif dan melakukan korespondensi dengan Pemohon. mekanik/teknologi umum dan kimia/farmasi/biologi. f. litigasi. Pasal 713 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan paten. permohonan paten dan pengambilan keputusan pemberian atau penolakan paten dalam bidang keahlian elektro/fisika. pengklasifikasian. c. c. Subdirektorat Pelayanan Hukum. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. d. pemberian tanggal penerimaan dan penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. 105 . Subdirektorat Pemeriksa Paten II. (2) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. b. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. penyidikan dan administrasi komisi banding paten. pemantauan pemeliharaan paten. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. dan d. d. pelaksanaan publikasi paten. Seksi Pelayanan Teknis. b. d. b. pendapat dan penegakan serta pelayanan hukum. c. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. Subdirektorat Pemeriksa Paten III. pelaksanaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. serta pemrosesan dan pengelolaan urusan administrasi permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT). pemeriksaan administratif. dan penyiapan bahan pembuatan sertifikat pemberian paten. dan f. pelaksanaan pemeriksaan administratif dan substantif.permohonan paten. Pasal 712 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. Pasal 715 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. penelusuran. Seksi Sertifikasi. Seksi Publikasi. Seksi Permohonan dan Formalitas. Pasal 711 Direktorat Paten terdiri atas : a.

Seksi Penyidikan dan Litigasi. Pengalihan Hak dan Lisensi. litigasi. Pasal 722 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. b. Pasal 720 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 719 Subdirektorat Pemeriksaan Paten III mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. farmasi dan biologi. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang mekanik dan teknologi umum. dan pembinaan Pemeriksa Paten. pelaksanaan administrasi komisi banding paten. Pasal 718 Subdirektorat Pemeriksaan Paten II mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Pengalihan Hak dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum dan penyelesaian sengketa di pengadilan serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. Seksi Administrasi Komisi Banding. pemantauan. penegakan. administrasi komisi banding paten. pemantauan. pelayanan hukum. Pasal 717 Subdirektorat Pemeriksaan Paten I mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. dan pembinaan Pemeriksa Paten. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. b. Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. diproses. d. Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi komisi banding paten. (1) (2) (3) (4) 106 . penerimaan permohonan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. diproses. diproses. penerimaan permintaan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. dan e. Seksi Pemeliharaan.(3) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan publikasi permohonan paten dan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. Seksi Pertimbangan Hukum. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. dan d. c. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang elektro dan fisika. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten serta pengalihan hak dan lisensi. (4) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pembuatan sertifikat paten. pelaksanaan penyidikan dan litigasi. Seksi Pemeliharaan. pemantauan. Pasal 723 Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang kimia. Pasal 721 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. c. dan pembinaan Pemeriksa Paten.

Pasal 726 Direktorat Merek terdiri atas : a. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. c. b. dan g. Direktorat Merek menyelenggarakan fungsi: a. pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa. penegakan. pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. b. pengklasifikasian. perpanjangan. pelaksanaan pendaftaran. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman. pembatalan. pengklasifikasian. f. pelaksanaan perpanjangan. litigasi dan administrasi komisi banding. pemantauan dan pengendalian permohonan merek. penghapusan dan perubahan. petikan. pengalihan hak. penerimaan permohonan. pelaksanaan pengumuman dan publikasi merek. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan fungsional di bidang merek. perpanjangan. penyiapan bahan untuk pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. pembatalan dan penghapusan. dan d. pelaksanaan klasifikasi kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode unsur figuratif. lisensi. permohonan indikasi geografis dan indikasi asal. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang merek. b. d. Pasal 728 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan. pemantauan. lisensi. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis. dan h.Bagian Keenam Direktorat Merek Pasal 724 Direktorat Merek mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang merek sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. mutasi dan pencatatan lisensi. Kelompok Jabatan Fungsional. pengawasan. pengendalian dan pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan persyaratan aplikasi. pemberian kode unsur figuratif. pengalihan hak. Subdirektorat Pelayanan Hukum. pelaksanaan penerimaan aplikasi. e. Subdirektorat Indikasi Geografis. sertifikasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. Pasal 725 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. Pasal 729 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. pemberian tanggal penerimaan (filing date). pencatatan lisensi. c. penyidikan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administrasi permohonan. pencatatan lisensi. pemberian kode unsur konfiguratif. e. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. d. perubahan nama dan atau alamat. pengalihan hak. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. permintaan perpanjangan. pemberian kode unsur figuratif. g. penghapusan dan pembatalan. pemeriksaan persyaratan aplikasi. perubahan nama dan/atau alamat. f. 107 . Pasal 727 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. pengolahan dan pendaftaran merek terkenal serta pemeriksaan substantif. c. Subdirektorat Pemeriksaan. mutasi.

Seksi Mutasi dan Lisensi. dan d. evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan pendaftaran indikasi geografis. pembatalan dan lisensi. dan b. Seksi Klasifikasi. Pasal 738 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 737. 108 . perubahan nama dan / atau alamat. c. Seksi Pelayanan Teknis. penghapusan. penyiapan bahan untuk pengumuman dan publikasi merek. (2) Seksi Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan perpanjangan. Pasal 731 (1) Seksi Permohonan mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan. Pasal 733 Subdirektorat Indikasi Geografis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan. Seksi Permohonan. pengumuman dan publikasi. dan b. pemeriksaan formalitas. Seksi Pemeriksaan Formalitas. lisensi. pelaksanaan sertifikasi dan administrasi penolakan. permintaan pendaftaran indikasi geografis. pengelolaan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. penghapusan dan pembatalan. Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis. dan b. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan atas permohonan pendaftaran indikasi geografis. mutasi. (2) Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan. pemberian kode unsur figuratif dan pemberian tanggal penerimaan (filling date). Pasal 737 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan sertifikasi. Pasal 734 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 733. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan terhadap permohonan pendaftaran merek. Subdirektorat Indikasi Geografis menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Klasifikasi mempunyai tugas melakukan pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode umum figuratif terhadap permohonan merek. perpanjangan. b. Pasal 735 Subdirektorat Indikasi Geografis terdiri atas : a. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. Pasal 732 Subdirektorat Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian pemeriksaan substantif.Pasal 730 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pencatatan pengalihan hak. petikan. Pasal 736 (1) Seksi Pemeriksaan Formalitas mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. (3) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan teknis operasional pemeriksaan substantif. pengendalian. klasifikasi kelas barang dan/atau jasa.

Seksi Sertifikasi. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. (3) Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan urusan administrasi komisi banding. b. Pasal 740 (1) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan administrasi pendaftaran dan penolakan. Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Pasal 745 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. pelaksanaan urusan administrasi komisi banding. Pasal 744 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum di bidang merek. penyiapan bahan koordinasi kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. litigasi dan penyidikan serta administrasi komisi banding. dan e. Seksi Pertimbangan Hukum . 109 . Pasal 742 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. dan c. Pasal 746 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 745. b. d. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. pemantauan. pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 743 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. Seksi Pengumuman. Seksi Administrasi Komisi Banding. b. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan teknis pelayanan informasi hak kekayaan intelektual.Pasal 739 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman terdiri atas : a. serta pembuatan sertifikat merek. (2) Seksi Pengumuman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumuman dan publiksasi merek. dan b. penegakan. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum baik litigasi maupun non litigasi. c. Pasal 741 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pelaksanaan litigasi dan penyidikan. Seksi Penyidikan dan Litigasi .

pemantauan dan evaluasi berbagai kegiatan kerja sama imternasional di bidang hak kekayaan intelektual. penyiapan bahan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. (3) (4) Pasal 753 Subdirektorat Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi internasional. pengklasifikasian. penjadualan. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional di bidang hak kekayaan intelektual. b. kegiatan Pasal 750 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. dan d. Seksi Pelatihan. Subbagian Tata Usaha. pemantauan tindak lanjut penanganan perkara hak kekayaan intelektual dan hasil putusan pengadilan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Subdirektorat Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama internasional di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Kerja Sama Nasional. Pasal 754 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 753. c. masalah dan kasus di bidang hak kekayaan intelektual. pemeliharaan. pelaksanaan kompilasi berbagai peraturan perundang-undangan. b. pelaksanaan kebijakan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati dalam forum internasional. c. Seksi Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Subdirektorat Kerja Sama Internasional. dan e. pengelolaan perpustakaan dan pelaksanaan pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. Pasal 749 Subdirektorat Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. (1) (2) Pasal 752 Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi dan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. Seksi Perpustakaan. Subdirektorat Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. b. Seksi Pengkajian dan Pengembangan. Subdirektorat Pengembangan. c. dan d. b. Seksi Penyebaran Informasi.Pasal 747 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas : a. Seksi Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan materi. d. c. Seksi Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan mengenai sistem hak kekayaan intelektual dan peraturan perundang-undangan. 110 . dan pelayanan bahan pustaka dan informasi hak kekayaan intelektual. dan pemantauan pelaksanaan kegiatan pelatihan di bidang hak kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. dan d. Pasal 751 Subdirektorat Pengembangan terdiri atas: a. Pasal 748 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan.

pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi Pasal 761 Direktorat Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang teknologi informasi dan pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 762 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 761. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang teknologi informasi. Pasal 756 (1) Seksi Kerja Sama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama regional. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual.Pasal 755 Subdirektorat Kerja Sama Internasional terdiri atas : a. Direktorat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah. dan b. c. Pasal 758 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 757. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang–undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. b. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 757 Subdirektorat Kerja Sama Nasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi nasional. Pasal 760 (1) Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. b. Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati di tingkat nasional. dan c. (2) Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. dan d. pelaksanaan pengembangan sistem teknologi informasi. Seksi Kerja Sama Bilateral. Seksi Kerja Sama Multilateral. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan nasional di bidang hak kekayaan intelektual. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama multilateral. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama bilateral. Pasal 759 Subdirektorat Kerja Sama Nasional terdiri atas : a. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi non Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. 111 . Subdirektorat Kerja Sama Nasional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Regional.

d. dan f. f. Pasal 765 Subdirektorat Pengembangan Sistem mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. Subdirektorat Dokumentasi. Subdirektorat Pengembangan Sistem. Subdirektorat Pengembangan Proses. Subdirektorat Pendukung Sistem. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. pemeliharaan dan pengembangan sistem database. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 763 Direktorat Teknologi Informasi terdiri atas : a. 112 . d. pelaksanaan administrasi pengembangan database. Subdirektorat Pengembangan Sistem menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Aplikasi. dan b. pelaksanaan evaluasi penggunaan teknologi informasi. b. pelaksanaan peralatan instalasi dan jaringan. dan e. pelaksanaan operasional sistem komputer. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem aplikasi hak kekayaan intelektual dan pemeliharaan sistem keamanan dan aplikasi. pelaksanaan manajemen kontrak teknologi informasi. Seksi Administrasi dan Pengembangan Database. pelaksanaan pengembangan sistem aplikasi. b. pelaksanaan pemeliharaan perangkat keras. c. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Pasal 767 Subdirektorat Pengembangan Sistem terdiri atas : a. Pasal 766 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. perangkat keras dan sistem jaringan. pelaksanaan pengembangan database. integrasi. dan d. pelaksanaan pendukung sistem teknologi informasi. Pasal 770 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 769. analisis serta pemantauan dan pengamanan sistem perangkat lunak. Pasal 764 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. c. b. e. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan administrasi pengembangan sistem aplikasi. pelaksanaan identifikasi. pelaksanaan penanganan kapasitas peralatan teknologi informasi. Pasal 769 Subdirektorat Pendukung Sistem mempunyai tugas melaksanakan sistem pendukung teknologi informasi. d. Subdirektorat Pendukung Sistem menyelenggarakan fungsi: a. g.c. Pasal 768 (1) Seksi Administrasi dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan penyiapan bahan. c. e.

b. Pasal 773 Subdirektorat Pengembangan Proses mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pemantauan dan implementasi pengembangan proses serta identifikasi pengembangan proses yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pemantauan dan pengamanan sistem di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan. dan b. Seksi Dokumentasi Hak Merek. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Pasal 778 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 777. Pasal 776 (1) Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan penataan proses kerja Direktorat Jenderal yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi informasi serta penyiapan bahan evaluasi administrasi kontrak dan management outsourcing teknologi informasi dengan pihak ketiga. Pasal 779 Subdirektorat Dokumentasi terdiri atas : a. pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs internet. (2) Seksi Pengembangan Situs Internet mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Seksi Pengembangan Situs Internet. Pasal 777 Subdirektorat Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dokumentasi hak kekayaan intelektual. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Desain Industri. dan b. penyiapan implementasi pengembangan proses. dan c. dan c. b. Seksi Administrasi Sistem Jaringan. penyiapan bahan informasi hak kekayaan intelektual di lingkungan Direktorat Jenderal. 113 . Pasal 775 Subdirektorat Pengembangan Proses terdiri atas : a. b. Pasal 774 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 773. Seksi Dokumentasi Hak Cipta.Pasal 771 Subdirektorat Pendukung Sistem terdiri atas : a. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. (2) Seksi Administrasi Sistem Jaringan mempunyai tugas melakukan integrasi. dan d. Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi. Seksi Dokumentasi Hak Paten. Pasal 772 (1) Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemeliharaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak serta pengelolaan seluruh aset sistem teknologi informasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan identifikasi pengembangan proses. analisis. penghimpunan. Subdirektorat Dokumentasi menyelenggarakan fungsi : a. c. Subdirektorat Pengembangan Proses menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan uji coba dan perubahan sistem.

114 . inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi merek. (3) Seksi Dokumentasi Merek mempunyai tugas melakukan penghimpunan. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak cipta.Pasal 780 (1) Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Desain Industri. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi paten. desain industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penghimpunan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. (2) Seksi Dokumentasi Paten mempunyai tugas melakukan penghimpunan.

BAB IX DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas Dan Fungsi Pasal 781 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak asasi manusia. Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. perlindungan dan pemenuhan. c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. d. pengelolaan urusan kepegawaian. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. b. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. b. kriteria dan peraturan di bidang pembinaan. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. perumusan standar. Pasal 786 Sekertariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 784 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. kerjasama pemajuan. Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pedoman. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pembinaan. program dan anggaran. penyusunan laporan kegiatan hak asasi manusia. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. e. perlindungan dan pemenuhan. dan f. d. dan e. c. Bagian Keuangan. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. kerja sama pemajuan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan. dan sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. c. e. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan rencana aksi nasional hak asasi manusia dengan instansi terkait. 115 . kerjasama pemajuan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 783 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 785 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. norma. c. dan f. Bagian Kepegawaian. perlindungan. Pasal 782 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781 . evaluasi. pelaksanaan urusan administrasi keuangan.

penyajian data dan informasi serta penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. Subbagian Evaluasi dan Laporan. penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. Subbagiaan Data dan Informasi. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Bagian Tata Usaha. b. dan c. penyiapan bahan penetapan mutasi. b. program dan anggaran. pengumpulan. pengolahan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan pengolahan data. pendataan. dan c. pengurusan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Bagian Umum. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. Subbagiaan Umum Kepegawaian. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Mutasi. Pasal 789 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 791 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. program dan anggaran. Pasal 793 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. e. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. dan d. b. c. Pasal 794 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyajian data dan informasi.d. dan f. dan c. pengolahan. penyiapan penyusunan formasi. b. 116 . Pasal 788 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 790 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 792 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791 . (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 787 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. program dan anggaran.

pelaksanaan anggaran. Subbagian Rumah Tangga. dan c. dan c. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. kepangkatan. dan c. b. Pasal 799 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga serta administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 796 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Perjalanan Dinas. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Bagian Umum Pasal 802 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. pengelolaan urusan rumah tangga dan pengamanan. perhitungan. penggajian. pengelolaan urusan perlengkapan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. 799. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. b. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan rumah tangga dan pengamanan. Pasal 797 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 801 Bagian Umum terdiri atas : a.(2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. dan c. Pasal 795 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 798 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. 117 . perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Bagian Keuangan meyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan keuangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pelaksanaan urusan pembukuan. Pasal 800 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal menyelenggarakan fungsi : a.

Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. hubungan masyarakat dan protokol. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia. Pasal 809 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia. penggandaan dan pengiriman surat. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. Subbagian Persuratan. dan d. e. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. (1) (2) (3) (4) 118 . pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. d. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. Pasal 804 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 803. penyusunan pelaporan pelaksanaan kegiatan. Subdirektorat Bahan Diseminasi. Pasal 805 Bagian Tata Usaha Terdiri atas : a. c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan teknis di bidang bina hak asasi manusia. b. c. pelaksanaan urusan persuratan. c. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang bina hak asasi manusia. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia. d. Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia Pasal 807 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang bina hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia.Pasal 803 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. dan e. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. pengetikan. dan f. b. Pasal 808 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 807. pelaksanaan kegiatan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. Pasal 806 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait serta pembinaan alumni dalam institusi hak asasi manusia. pengelolaan arsip dan dokumentasi. serta urusan tata usaha Pimpinan. c.

b. pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. penyiapan perumusan kebijakan teknis pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. pengkoordinasian dan kerja sama pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 817 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. dan c. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah. (2) Seksi Pendidikan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. dan d. (3) Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang kurikulum pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait serta evaluasi kegiatan. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. dan c. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah. dan c. Pasal 811 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan luar negeri. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia.Pasal 810 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. Pasal 814 (1) Seksi Pendidikan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 813 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri. Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia. c. Seksi Pendidikan Dalam Negeri. Pasal 815 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia serta pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait di dalam negeri. Seksi Pendidikan Luar Negeri. Pasal 812 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. 119 . Pasal 816 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815.

Seksi Diseminasi Penegak Hukum. c. b. Pasal 822 (1) Seksi Diseminasi Aparatur Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk aparatur negara dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 823 Subdirektorat Bahan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. 120 . Subdirektorat Bahan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. pengkoordinasian. c. dengan instansi terkait. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 821 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. (2) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia non pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dalam negeri dan luar negeri. Pasal 824 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 823. (3) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. Pasal 820 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 819. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang bahan diseminasi. b. pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. (3) Seksi Diseminasi Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk warga masyarakat dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan masyarakat non pemerintah melalui instansi terkait. Seksi Diseminasi Masyarakat. dan c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang diseminasi hak asasi manusia. perumusan kebijakan teknis dan penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. (2) Seksi Diseminasi Penegak Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk penegak hukum dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 819 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. dan d. pembuatan rancangan bahan diseminasi dan pendistribusian. Seksi Diseminasi Aparatur Negara. dan d.Pasal 818 (1) Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. pengkoordinasian dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia. b. pelaksanaan kegiatan diseminasi hak asasi manusia.

Seksi Bahan Instrumen Praktis. Pasal 829 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Bahan Instrumen Internasional.Sosial dan Budaya. penyiapan ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. dan f. Seksi Bahan Instrumen Nasional. d. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik. Pasal 826 (1) Seksi Bahan Instrumen Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen nasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. b. Pasal 828 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827 . dan 121 . penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama bilateral antar negara untuk pemajuan hak asasi manusia. c. Pasal 832 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831 . dan c. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Sudirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarkan fungsi : a. Bagian Kelima Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia Pasal 827 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. b. Pasal 831 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengembangan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 830 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. penyiapan pelaksanaan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. (3) Seksi Bahan Instrumen Praktis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen praktis hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaan dengan instansi terkait. b. (2) Seksi Bahan Instrumen Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen internasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. d. dan e. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. e. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. penyiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hak asasi manusia.Pasal 825 Subdirektorat Bahan Diseminasi terdiri atas : a.

Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah. Seksi Kerja Sama Asia Pasifik. (3) Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Afrika dan Timur Tengah. Pasal 839 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerjasama pemajuan hak sipil dan politik . pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak sipil dan politik. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. b. dan c. Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 840 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalan Pasal 839. b. Pasal 837 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. pelaksanaan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. dan c. (2) Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerjasama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Amerika dan Eropa. Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 835 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia . (3) Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan kerja sama pemajuan hak asasi manusia dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa. b. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa.c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama antar negara. Pasal 838 (1) Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama organisasi internasional. (2) Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. 122 . penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. dan c. Pasal 833 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. Pasal 834 (1) Seksi Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Asia Pasifik. dan c. b. Pasal 836 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835.

(2) Seksi Kerja Sama Hak Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sosial. 123 . Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional. sosial dan budaya. Seksi Kerja Sama Hak Politik. (2) Seksi Kerja Sama Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak politik. Pasal 844 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. Pasal 847 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 845 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi.Pasal 841 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. dan b. Pasal 848 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. Seksi Kerja Sama Hak Budaya. penyiapan rancangan kebijakan teknis ratifikasi terhadap instrumen hak asasi manusia internasional. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak ekonomi. Pasal 843 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. dan c. sosial dan budaya. Sosial dan Budaya terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. dan b. ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. Seksi Kerja Sama Hak Sosial. b. dan c. Pasal 846 (1) Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. b. Seksi Kerja Sama Hak Sipil. penyiapan rancangan kebijakan pengembangan kerja sama pemajuan hak ekonomi. Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional. Pasal 842 (1) Seksi Kerja Sama Hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sipil . dan b. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak ekonomi. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. sosial dan budaya. (3) Seksi Kerja Sama Hak Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak budaya. sosial dan budaya. Pasal 849 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.

khususnya bagi anak-anak. tenaga kerja dan kelompok minoritas. b. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak menyelenggarakan fungsi : a. dan e. Bagian Keenam Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Pasal 851 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. dan b. b. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia secara umum. tenaga kerja. Seksi Hak Sipil dan Politik. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan . c. perempuan.Pasal 850 (1) Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan materi ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. Pasal 853 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak. Pasal 857 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak terdiri atas : a. penyusunan program dan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia secara umum. Seksi Hak Ekonomi. b. dan kelompok minoritas. Pasal 855 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program. perempuan. Sosial. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. d. Pasal 852 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 . Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas. Pasal 854 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. c. dan Budaya. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. pelaksanaan progam kegiatan. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. dan d. 124 . Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja. c. rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Pasal 856 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855. d. dan e. (2) Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan koordinasi pelaksanaan kegiatan harmonisasi. khususnya bagi anak-anak. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Pasal 858 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan politik bagi anak. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi anak. Pasal 859 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan. Pasal 860 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 859, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak perempuan; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak perempuan; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. Pasal 861 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Pasal 862 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi perempuan. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan teknis serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi perempuan. Pasal 863 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi tenaga kerja. Pasal 864 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak tenaga kerja; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak tenaga kerja; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja. Pasal 865 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Hak Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

125

Pasal 866 (1) Seksi Hak Sipil dan Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi tenaga kerja. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Pasal 867 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi kelompok minoritas. Pasal 868 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak kelompok minoritas; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak kelompok minoritas; c. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas. Pasal 869 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Pasal 870 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi kelompok minoritas. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Bagian ketujuh Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Pasal 871 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 872 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang sistem informasi hak asasi manusia; b. pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan serta penyajian data dan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pembangunan dan pengembangan serta pemeliharaan sistem dan jaringan informasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

126

Pasal 873 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data; b. Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; c. Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 874 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Pasal 875 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penganalisaan serta penyajian data hak asasi manusia. Pasal 876 Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 875 , Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan data hak asasi manusia; b. pengolahan, penganalisaan dan penyajian data hak asasi manusia; c. pelaksanaan dokumen data hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 877 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Seksi Pengumpulan Data; dan b. Seksi Pengolahan Data. Pasal 878 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan data pelanggaran hak asasi manusia serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan dan analisis data serta penyiapan bahan penyajian data pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 879 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis serta pemenuhan, penganalisaan data pengembangan dan pemeliharaan sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia. Pasal 880 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemenuhan dan penganalisaan data hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan program sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pengembangan sistem komunikasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 881 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia.

127

Pasal 882 (1) Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman dan bimbingan teknis analisa program sistem informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman pengembangan dan pemeliharaan peralatan komputer, sarana komputer, sarana komunikasi data hak asasi manusia sebagai satu kesatuan sistem informasi hak asasi manusia serta pengembangan komunikasi data hak asasi manusia serta pemeliharaan otomasi sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 883 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan teknis, penyajian, penerbitan, dokumentasi dan perpustakaan serta pendiseminasian data informasi hak asasi manusia. Pasal 884 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883, Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia; b. penyiapan bahan penyebaran informasi hak asasi manusia; c. pendiseminasian data dan informasi hak asasi manusia; d. pengelolaan dokumentasi sistem informasi hak asasi manusia; dan e. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia. Pasal 885 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 886 (1) Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyebaran serta pendiseminasian informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Kedelapan Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia Pasal 887 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 888 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887, Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyajian data informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pemantauan terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia; d. pelaksanaan evaluasi terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 889 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia; b. Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia;

128

c. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia; d. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 890 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 891 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan hak asasi manusia penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 892 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891, Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data penerapan hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam penerapan hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan penerapan hak asasi manusia pada penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 893 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah; dan b. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha. Pasal 894 (1) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di pemerintah. (2) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di masyarakat dan dunia usaha. Pasal 895 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 896 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895, Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data mengenai permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 897 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia. Pasal 898 (1) Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan hak asasi manusia. (2) Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap diskriminasi hak asasi manusia.

129

penyusunan laporan pemantauan penerapan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pelaksanaan evaluasi kegiatan pemantauan penerapan. pengolahan dan penyajian data mengenai pemantauan penerapan. b.Pasal 899 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. dan d. (2) Seksi Pasca Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pasca peradilan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pengumpulan. Pasal 905 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 903 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan pemantauan permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Seksi Pra Peradilan. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Pasal 904 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. dan b. pengumpulan. pengolahan dan penyajian data mengenai proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. c. Seksi Pasca Peradilan. Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia. Pasal 900 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. penerapan. dan b. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait evaluasi dan pelaporan hak asasi manusia. b. Pasal 906 (1) Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi pemantauan. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 902 (1) Seksi Pra Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. dan c. 130 . penerapan. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pra peradilan. pelaksanaan kegiatan pemantauan proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. (2) Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan pemantauan. Pasal 901 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.

131 . dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. program dan anggaran. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 909 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Inspektorat Hukum. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 910 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. tata usaha pimpinan. Bagian Kepegawaian. pengolahan. penyusunan laporan. dan e.BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 907 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. f. c. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Pasal 913 Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. b. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. tata usaha. b. dan g. program dan anggaran. pengumpulan. evaluasi. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Bagian Penyusunan Program. Pasal 911 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. keuangan. hubungan masyarakat. Bagian Umum. dan d. Inspektorat Pemasyarakatan. c. administarsi keuangan. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II. Inspektorat Keimigrasian. d. dan d. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. b. penyusunan laporan kegiatan pengawasan. Pasal 908 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. c. e. Inspektorat Khusus. pengelolaan urusan kepegawaian. dan protokol. pelaksanaan pengawasan kinerja. evaluasi. Pasal 912 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I. pelaksanaan laporan hasil pengawasan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. b. Inspektorat Kepegawaian. dokumentasi. c.

c. Pasal 920 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Sumatera Selatan. pengolahan. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. b. D. Hak Asasi Manusia. b. penelaahan. b. Pasal 917 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melaksanakan analisis. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Kepulauan Riau. Banten. Bengkulu. pengumpulan. dan urusan dokumentasi. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. dan anggaran pengawasan. Inspektorat Hukum. penyajian data dan informasi. Lampung. D. penilaian. dan c. Pasal 915 Bagian Penyusunan Program terdiri atas : a. Sumatera Barat. program. Inspektorat Hukum.I Jakarta. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengolahan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Riau. Hak Kekayaan Intelektual. pengolahan. penyajian data dan informasi. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. pengujian.I Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Barat. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penilaian. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 916 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi : a. Kalimantan Selatan. Jawa Tengah. Kalimantan Timur. penyusunan dan penyajian bahan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. dan c. penyiapan bahan evaluasi program dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Jambi. Inspektorat Hukum. program dan anggaran pengawasan.K. penyiapan evaluasi program kerja dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Sumatera Utara. Pasal 918 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Pasal 919 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I terdiri atas : a. dan d. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Jawa Timur. Kalimantan Tengah dan Bali serta Sekretariat Jenderal. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan. penelitian dan penyajian laporan hasil 132 . Inspektorat Hukum. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. analisis dan evaluasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. pengolahan. pengolahan data. Jawa Barat. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. pengujian. b. dan c. serta urusan dokumentasi. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual.Pasal 914 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913.

Inspektorat Khusus dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pengolahan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Nusa Tenggara Barat. pengolahan. penelitian dan penyajian laporan hasil (1) (2) (3) (4) 133 .I. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keimigrasian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh unit pelaksana teknis imigrasi. penilaian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan. pengujian. analisis dan evaluasi laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. (4) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. pengolahan. Jawa Timur. Inspektorat Keimigrasian. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan.K. Sulawesi Barat. Sulawesi Utara. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II menyelenggarakan fungsi : a. Kalimantan Tengah dan Bali. dan Inspektorat Khusus. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Inspektorat Keimigrasian. penyusunan dan penyajian bahan laporan kegiatan pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Jambi. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah dan unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. b. Bengkulu. (3) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Maluku. Jawa Barat. Sulawesi Tenggara. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus. Gorontalo. pengujian. Pasal 924 Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. D. pengolahan. penilaian. penilaian. pengujian. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM. Kepulauan Bangka Belitung. penilaian. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah serta unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. Riau. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Kalimantan Barat. dan Inspektorat Khusus. pengujian. pengolahan. Inspektorat Jenderal. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Inspektorat Keimigrasian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Maluku. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tengah. Maluku Utara.I Jakarta. Maluku Utara. pengolahan. Gorontalo. pengolahan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pengujian. Banten. dan c. Pasal 921 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melaksanakan analisis. D. Kalimantan Timur. Sumatera Utara. kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Imigrasi. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Hukum. Sulawesi Tengah. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Sumatera Barat.I Yogyakarta. pengolahan.pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. penelaahan. Sulawesi Utara. penilaian. Sulawesi Tenggara. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian. pengujian. dan d.I. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Inspektorat Keimigrasian. Pasal 922 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. Pasal 923 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II terdiri atas : a. penilaian. dan Inspektorat Khusus. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. b. Sulawesi Barat. c. Lampung.

penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. tata usaha pimpinan. b. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan tata usaha kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. pensiun dan disiplin pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha. serta hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. Pasal 926 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 925. dan d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. administrasi keuangan. dan d. Pasal 930 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. Kantor Wilayah dan unit pelaksanaan teknis serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 927 Bagian Umum terdiri atas : a. b. dan d. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai. pendataan dan pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. c. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. penyiapan bahan penetapan mutasi dan promosi serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Mutasi dan Promosi. penyiapan bahan penetapan pemberhentian. Subbagian Pengembangan Pegawai. administrasi Asuransi Kesehatan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan urusan administrasi keuangan. tata usaha.pemeriksaan kasus Inspektorat Khusus. Pasal 931 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Subbagian Keuangan. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Pasal 928 Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (1) (2) (3) (4) Pasal 929 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 925 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. Kartu Pegawai dan Tabungan Asuransi Pensiun serta penetapan 134 . b. c. c. hubungan masyarakat dan protokol serta pemberian informasi hasil pemeriksaan kepada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dan di luar Departemen. Subbagian Umum. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. Pasal 932 (1) Subbagian Umum.

pelaksanaan pemeriksaan. Pasal 934 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. mutasi dan promosi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. dan penilaian. pengujian. terhadap pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. Inspektorat Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. b. Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pengusutan. penggajian. pensiun. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengujian. f. penghimpunan. 135 . dan b. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. pemindahan. b. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. dan g. dan perlengkapan di lingkungan Departemen. Bagian Kelima Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan Pasal 937 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pengusutan dan penilaian di bidang keuangan dan perlengkapan sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 935 Inspektorat Kepegawaian terdiri atas : a. perencanaan dan program pengawasan di bidang kepegawaian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Mutasi dan Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. d. pengujian. perencanaan dan program pengawasan di bidang keuangan dan perlengkapan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengusutan dan penilaian di bidang kepegawaian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Keempat Inspektorat Kepegawaian Pasal 933 Inspektorat Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dan sumber daya manusia di lingkungan Departemen. e. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Pasal 938 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937.pemberhentian. kepangkatan. Pasal 936 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian.

Pasal 939 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. dan g. pengujian. b. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. penghimpunan. hak asasi manusia. penghimpunan. d. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. dan penilaian di bidang pengelolaan keuangan dan perlengkapan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Pasal 944 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan b. Subbagian Tata Usaha. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. perencanaan dan program pengawasan di bidang hukum. Pasal 940 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. dan hak kekayaan intelektual di lingkungan Departemen. pengujian. d. hak asasi manusia. dan b. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. pengusutan dan penilaian di bidang hukum. pengujian. e. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. f. dan hak kekayaan intelektual. hak asasi manusia. pelaksanaan pemeriksaan. Bagian Keenam Inspektorat Hukum. pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. dan g. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual Pasal 941 Inspektorat Hukum. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang hukum. Inspektorat Hukum. Pasal 942 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941.c. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pengusutan. f. e. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. pelaksanaan pemeriksaan. Pasal 943 Inspektorat Hukum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi : a. perlengkapan. dan hak kekayaan intelektual. 136 . pengusutan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan.

pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. c.Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan Pasal 945 Inspektorat Pemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan. f. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keimigrasian. Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Inspektorat Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi : a. b. dan g. dan b. d. e. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. penghimpunan. pengusutan. Pasal 950 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. perencanaan dan program pengawasan di bidang keimigrasian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengujian. pengusutan dan penilaian di bidang keimigrasian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. penghimpunan. pengusutan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. pengujian. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. f. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. tahanan negara. pengujian. Pasal 948 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. perencanaan dan program pengawasan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. Inspektorat Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. d. c. pengujian. pelaksanaan pemeriksaan. e. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. Pasal 947 Inspektorat Pemasyarakatan terdiri atas : a. dan g. dan benda sitaan negara yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. 137 . b. tahanan negara serta benda sitaan negara sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. dan benda sitaan negara. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pemasyarakatan. dan benda sitaan negara di lingkungan Departemen. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pelaksanaan pemeriksaan. tahanan negara. Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian Pasal 949 Inspektorat Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian di lingkungan Departemen. pengusutan dan penilaian di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. Pasal 946 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. tahanan negara.

evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pengusutan dan penilaian di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. b. dan masalah-masalah pengaduan. penyimpangan di lingkungan Departemen. dan penilaian di bidang kasus-kasus penyelewengan. pengujian. 138 . Pasal 957 Pelaksanaan tugas pemeriksaan pada setiap Inspektorat didasarkan atas dasar perintah dan persetujuan dari Inspektur Jenderal. pelaksanaan pemeriksaan. dan b. e. Pasal 952 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. dan g. d. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Pasal 958 Unit Pelaksana Teknis Bidang Keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan permasalahan-permasalahan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri akan dilakukan oleh sebuah tim yang ditentukan oleh Inspektur Jenderal. dan informasi laporan. Pasal 955 Inspektorat Khusus terdiri atas : a. penyimpangan. f. pengujian. penindakan terhadap penyelewengan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 956 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus.Pasal 951 Inspektorat Keimigrasian terdiri atas : a. pengaduan. informasi dan laporan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri. perencanaan dan program pengawasan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. penghimpunan. pengusutan. Pasal 954 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus Pasal 953 Inspektorat Khusus mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri dalam rangka penertiban. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. c. Subbagian Tata Usaha. Inspektorat Khusus menyelenggarakan fungsi : a. dan b.

Jenis dan jenjang jabatan fungsional Auditor diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Kelompok jabatan fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Inspektorat bertanggung jawab kepada masing-masing Inspektur. Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal. (1) (2) (3) (4) (5) (6) 139 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Pasal 960 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan Jabatan Fungsional lain yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Pasal 959 Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. b. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPHN. pedoman. koordinasi dan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. dan e. norma. b. c. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 962 BPHN mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. perencanaan pembangunan hukum nasional. kriteria dan prosedur di bidang pembinaan hukum nasional. (2) BPHN dipimpin oleh seorang Kepala. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Sekretariat Badan. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha BPHN. perencanaan pembangunan hukum nasional.BAB XI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 961 (1) Badan Pembinaan Hukum Nasional yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPHN. c. perumusan standar. d. Pusat Penyuluhan Hukum. penyusunan laporan kegiatan pembinaan hukum nasional. d. dan e. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pembinaan hukum nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Pasal 966 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. 140 . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 964 BPHN terdiri atas : a. Badan Pembinaan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. pengelolaan urusan kepegawaian. program dan anggaran. b. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 965 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPHN. Pasal 963 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. pengelolaan urusan administrasi keuangan.

dan c. dan c. Bagian Tata Usaha. Pasal 970 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan BPHN. d. pengolahan data. Pasal 973 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 972. Pasal 969 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. program dan anggaran. dan c. b. e. evaluasi. Pasal 968 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan penyusunan laporan BPHN. program dan anggaran. Pasal 971 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Subbagian Data dan Informasi. b. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan BPHN. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. f. 141 . b. Pasal 972 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan BPHN. Bagian Kepegawaian. pengumpulan. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 974 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a.Pasal 967 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. b. b. c. penetapan pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan BPHN. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Bagian Keuangan. penyajian data dan informasi. Subbagian Umum Kepegawaian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan c. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyajian data dan informasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a.

pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 980 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan.Pasal 975 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. b. rumah tangga. dan c. Pasal 978 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 976 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPHN. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. penggajian. pelaksanaan urusan pembukuan. Pasal 982 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pendataan dan pengembangan pegawai. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. Pasal 981 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. Pasal 977 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 976. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pelaksanaan hubungan masyarakat. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan. b. dan protokol di lingkungan BPHN. dan c. Subbagian Rumah Tangga. dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPHN. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. Subbagian Perlengkapan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan anggaran. dan c. Subbagian Perbendaharaan. dan c. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengelolaan urusan rumah tangga. b. pengelolaan urusan perlengkapan. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. kepangkatan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. 142 . Pasal 979 (1) (2) (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan . dan pembinaan pegawai di lingkungan BPHN. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai.

Pasal 985 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984.Pasal 983 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 990 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional terdiri atas: a. penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum. pengkajian dan pertemuan ilmiah. b. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Pasal 988 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan. c. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan arsip. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemeliharaan arsip. pengelolaan urusan persuratan. (2) (3) 143 . penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan. Pasal 986 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan c. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Pasal 984 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha BPHN. pelaksanaan penelitian. Subbagian Persuratan. b. pengaturan tata naskah persuratan dan ekspedisi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. dan d. dan c. Subbagian Arsip. Bidang Program. dan pelayanan teknis. Bidang Pertemuan Ilmiah. b. penyusunan laporan. Pasal 989 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. penyiapan bahan penyusunan program penelitian. penelitian. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas. evaluasi kegiatan. b. Pelayanan Teknis dan Administrasi. Pasal 987 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan meliputi penerimaan. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. dan pengembangan sistem hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. c.

Subbidang Pengkajian Hukum. Pasal 997 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum terdiri atas : a. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administrasi. Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program. pelaksanaan pelayanan teknis dan administrasi. dan b. Pasal 995 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. pembuatan abstrak. Pasal 996 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. Pasal 994 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. b. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. penyiapan bahan penyusunan program. b. laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. pelayanan teknis. evaluasi. Pasal 998 (1) Subbidang Penelitian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penelitian. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil penelitian dan pengkajian hukum.Pasal 991 Bidang Program. kerja sama antar lembaga penelitian hukum. Pasal 993 Bidang Program. dan c. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penelitian Hukum. Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian. Pasal 992 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 991. Pelayanan Teknis dan Administrasi terdiri atas : a. (2) Subbidang Pengkajian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan pengkajian. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. rekomendasi dan kesimpulan hasil penelitian hukum. penyiapan pelaksanaan kerja sama antar lembaga penelitian hukum. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi. dan pengkajian hukum. rekomendasi hasil penelitian. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil pengkajian hukum. penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. (3) Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan kerja sama penelitian hukum antar lembaga pusat dan daerah dan persiapan pelaksanaan monitoring hasil penelitian hukum pusat dan daerah. Pasal 999 Bidang Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. dan c. 144 . pembuatan abstrak. Bidang Program Pelayanan Teknis dan Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. dan b.

Pasal 1004 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Program dan Pelayanan Teknis . Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah. Pasal 1006 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program perencanaan. b. c. d. dan e. dan e. Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah. dan c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional.Pasal 1000 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. 145 . Pasal 1002 (1) Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan pertemuan ilmiah dan pengelolaan hasil pertemuan ilmiah. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional. dan b. Bidang Pertemuan Ilmiah menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pelayanan teknis administratif pada Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. penyiapan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. pelaksanaan koordinasi program peta permasalahan hukum nasional. kompendium. b. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum. penyusunan rencana dan program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis. c. d. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Pasal 1005 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan program kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. evaluasi. Pasal 1007 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006. perencanaan dan penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. pemantauan hasil pertemuan ilmiah. b. Bagian Kelima Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional Pasal 1003 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. (2) Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan monitoring dan inventarisasi hasil pertemuan ilmiah pusat dan daerah. dan pemberian pelayanan teknis administratif. laporan. Pasal 1001 Bidang Pertemuan Ilmiah terdiri atas : a. anotasi yurisprudensi dan kompilasi hukum. analisa-evaluasi peraturan perundang-undangan. Bidang Perencanaan Legislasi. perencanaan kerja sama nasional dan internasional di bidang pengembangan hukum.

(2) Subbidang Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administratif. pelaksanaan inventarisasi dan rencana pengembangan hukum tidak tertulis. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum.Pasal 1008 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas: a. Pasal 1010 Bidang Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengelolaan rencana program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis melalui kerja sama antar lembaga pusat dan daerah. dan b. Pasal 1015 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. dan b. dan b. regional maupun multilateral untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. Subbidang Pelayanan Teknis. Pasal 1012 Bidang Perencanaan Legislasi terdiri atas : a. Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum. Pasal 1013 (1) Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program legislasi nasional. dan b. Pasal 1011 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan program legislasi nasional dan pelaksanaan konsultasi publik program legislasi nasional di daerah. Pasal 1009 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana dan program serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. (2) Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengembangan hukum tidak tertulis. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama hukum di tingkat internasional baik bilateral. Pasal 1014 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja sama pengembangan hukum baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis. 146 . Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi. Pasal 1016 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum terdiri atas : a. dan b. Bidang Perencanaan Legislasi menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama di tingkat pusat dan daerah untuk perencanaan pembangunan hukum nasional.

b. dan g. Pasal 1023 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. Bidang Jaringan Dokumentasi. b. f. pelaksanaan analisis evaluasi dan penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan.Pasal 1017 (1) Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat nasional . Pasal 1019 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. Pasal 1020 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik membawahi Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. Informasi dan Perpustakaan Hukum. pembinaan dan pengembangan perpustakaan serta pelayanan informasi hukum. 147 . penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan dalam rangka menunjang pembangunan hukum nasional. pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum nasional. program. c. Pasal 1021 Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. e. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan analisis evaluasi peraturan perundangundangan. Pasal 1018 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Pasal 1024 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional terdiri atas : a. c. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Pengolahan Data Elektronik. (2) Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat internasional untuk mendukung pengembangan hukum nasional. pembinaan dan pengembangan pengelolaan data elektronik. d. pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. pelaksanaan penerbitan dan publikasi hukum. pembinaan dan pengembangan teknis dokumentasi dan informasi hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. dan b. dan pelaksanaan analisis evaluasi. program. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Keenam Pusat Dokumentasi Dan Informasi Hukum Nasional Pasal 1022 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pengelolaan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan dokumentasi dan informasi hukum nasional serta pelayanan teknis.

dan b. Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi. Pasal 1032 (1) Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan serta pengembangan database peraturan perundangundangan dan data hukum lainnya secara elektronik dan kerja sama otomasi hukum. (2) Subbidang Penyusunan Program. Bidang Pengolahan Data Elektronik menyelenggarakan fungsi : a. b. reproduksi. dan Pelayanan Teknis. Pasal 1028 (1) Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan. penyiapan penyusunan program. pengolahan. pengamanan. Pasal 1027 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. penyajian database peraturan perundang-undangan dan bahan data hukum lainnya. Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database. monitoring. jaringan komputer. penjilidan dan penyebarluasan bahan hukum. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pemrograman komputer. pembuatan laporan dan pelayanan teknis. pelaksanaan pengembangan. Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum. 148 . reproduksi. penjilidan dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya. Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik. dan c. Pasal 1031 Bidang Pengolahan Data Elektronik terdiri atas : a. penyusunan program. pelaksanaan penerbitan. Monitoring. perawatan data elektronik dan jaringan komputer serta sarana teknologi informasi. penyebarluasan bahan hukum. (3) Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi. laporan. monitoring kinerja. Pasal 1030 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1029. penyusunan laporan dan pelayanan teknis. data hukum lainnya. situs jaringan internet. dan pelayanan teknis. perawatan dan pengamanan data elektronik. dan c. Monitoring dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan pemrograman komputer dan jaringan elektronik. Pasal 1026 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025. secara elektronik serta pelaksanaan kerjasama otomasi hukum. dan pemeliharaan sarana teknologi informasi. (2) Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik mempunyai tugas melakukan pembuatan dan pengembangan pemrograman komputer.Pasal 1025 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. jaringan elektronik. dan kerja sama otomasi hukum. Subbidang Penyusunan Program. pengembangan. ekstranet dan internet. Pasal 1029 Bidang Pengolahan Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan pengembangan database peraturan perundang-undangan. b. dan b.

regional dan internasional. penyiapan perumusan kebijakan. Bidang Jaringan Dokumentasi. penyiapan. c. Pasal 1035 Bidang Jaringan Dokumentasi. 149 . pengelolaan. Pasal 1034 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1033. pengumpulan. dan d. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. dan c. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. c. Informasi dan Perpustakaan Hukum terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Informasi dan Perpustakaan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1039 Pusat Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. Pusat Penyuluhan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum. dan d. pembinaan. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan serta pelayanan teknis penyuluhan hukum. dan perawatan bahan informasi hukum. c. pengembangan kerja sama secara nasional. dan d. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. Pasal 1038 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. pemberian bimbingan dan petunjuk pelaksanaan di bidang penyuluhan hukum. dan pembudayaan kesadaran hukum. b. b. b. Pasal 1036 (1) Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. pelaksanaan pengumpulan. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengembangan penyuluhan hukum. pelaksanaan pengembangan dan kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. Bidang Program dan Pelayanan Teknis. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. regional dan internasional. Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum Pasal 1037 Pusat Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan dan pembimbingan penyuluhan hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum. (3) Subbidang Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pengembangan perpustakaan hukum. evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penyuluhan hukum. Subbidang Perpustakaan Hukum. Informasi dan Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pengolahan. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum.Pasal 1033 Bidang Jaringan Dokumentasi. b. (2) Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan. regional dan internasional.

penyusunan program pelaksanaan penyuluhan hukum. dan pengembangan metode penyuluhan hukum. dan c. penyusunan program penyuluhan hukum. Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode. dan c. Subbidang Penyusunan Program. pendapat umum dan pengembangan metode di bidang penyuluhan hukum. c. Subbidang Pemantauan dan Evaluasi. (3) Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan pengolahan pendapat umum mengenai hukum yang berkembang dan pengembangan metode penyuluhan hukum sesuai dengan kebutuhan dalam masyarakat. b. menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program. pemberian bimbingan. dan b. (3) Subbidang Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan penyuluhan hukum. evaluasi. koordinasi dan kerja sama. Pasal 1043 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan program. bimbingan teknis. Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan penyusunan laporan pelaksanaan penyuluhan hukum. b.Pasal 1040 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan hukum. pelayanan teknis dan penyusunan laporan kegiatan penyuluhan hukum. dan d. 150 . Pasal 1044 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. temu wicara dan diskusi. Subbidang Temu Wicara dan Diskusi. temu wicara dan diskusi. dan pelayanan teknis. (2) Subbidang Temu Wicara dan Diskusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi kegiatan temu wicara dan diskusi . Pasal 1042 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama. pemantauan. Pasal 1041 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. Pasal 1047 (1) Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan bimbingan teknis penyuluhan hukum dan koordinasi penyuluhan hukum dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat. Pasal 1045 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. Pasal 1046 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. laporan kegiatan penyuluhan hukum. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan hukum. pendapat umum. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a.

Konsultasi dan Bantuan Hukum. diskusi dan temu sadar hukum. diskusi. dan Temu Sadar Hukum. Subbidang Pameran. pameran. Pasal 1051 (1) Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui kegiatan ceramah. diskusi. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1050 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum terdiri atas : a. pameran. konsultasi dan bantuan hukum. pementasan. dan c. Pementasan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembudayaan kesadaran hukum. Konsultasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan kegiatan pameran. media cetak dan elektronik dalam upaya membentuk budaya hukum masyarakat. Subbidang Media Cetak dan Elektronik.Pasal 1048 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui ceramah. Subbidang Ceramah. Pementasan. konsultasi hukum. dan b. bantuan hukum. konsultasi hukum. (2) Subbidang Media Cetak dan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyuluhan hukum melalui media cetak dan elektronik. temu sadar hukum. pelaksanaan ceramah. media cetak dan elektronik. Pasal 1049 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1048. temu sadar hukum. b. 151 . pementasan. bantuan hukum. (3) Subbidang Pameran. pementasan.

program dan anggaran. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Sekretariat Badan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. dan e. Balitbang HAM menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (2) Balitbang HAM dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan urusan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balitbang HAM. Sosial dan Budaya. evaluasi pelaksanaan. penyiapan perumusan bahan kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. c. pengelolaan urusan kepegawaian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . c. c. d. b. pengelolaan urusan administrasi keuangan. b.hak Ekonomi. dan e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . pengelolaan urusan data dan informasi. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Pasal 1054 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1053. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan program penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. Pasal 1053 Balitbang HAM mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. pengelolaan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1056 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Balitbang HAM. evaluasi.BAB XII BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1052 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Balitbang HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1055 Balitbang HAM terdiri atas : a. d. d. 152 . Pasal 1057 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. dan e.hak Kelompok Rentan.hak Sipil dan Politik.

dan b. program dan anggaran. kepangkatan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Data dan Informasi. program dan anggaran. jabatan struktural. 153 . Subbagian Mutasi dan Pensiun. evaluasi dan penyusunan laporan Balitbang HAM. Pasal 1066 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 1059 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Keuangan. Pasal 1065 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Bagian Umum. dan b. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. pendataan. dan b. Pasal 1062 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. Subbagian Evaluasi dan Laporan.Pasal 1058 Sekretariat Badan terdiri atas : a. penyiapan penyusunan formasi. administrasi jabatan fungsional. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kepegawaian. dan b. (2) Subbagian Mutasi dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1064 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. e. pengangkatan. dan f. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. program dan anggaran. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1061 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. pemindahan dan mutasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pemberhentian dan pensiun. Pasal 1060 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. penggajian. penyiapan bahan penetapan mutasi. Pasal 1063 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Balitbang HAM. c. Subbagian Umum Kepegawaian. d. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. b. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Balitbang HAM.

Pasal 1075 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. tata usaha dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Balitbang HAM. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyajian dan pendistribusian data. pelaksanaan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. Pasal 1069 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pengelolaan dokumentasi di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyajian data dan informasi. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 1071 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1073 Bagian Umum terdiri atas : a. Pasal 1074 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan b. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. pengangkutan. dan b. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1070 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pengelolaan urusan ketatausahaan dan pelaksanaan urusan administrasi perjalanan dinas. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (2) Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. dan b. pengangkutan dan pengamanan di lingkungan Balitbang HAM. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. b. Pasal 1068 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1067. penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. dan c. pengolahan. pelaksanaan anggaran. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. b. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas. pengolahan. pengamanan dan administrasi perjalanan dinas. 154 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.Pasal 1067 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Balitbang HAM. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. Pasal 1072 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1071. Pasal 1076 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1075. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai.

hak sipil dan politik. Pasal 1078 (1) Subbagian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. koordinasi program. f.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. penegakan. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. c. Subbagian Data.hak Sipil dan Politik.Pasal 1077 Bagian Data dan Informasi terdiri atas : a. b. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan.hak sipil dan politik dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. pengolahan. dan i.hak sipil dan politik. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. h. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. d. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak. Pasal 1080 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. norma.Hak Sipil Dan Politik Pasal 1079 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . Bidang Penelitian Hak. Pasal 1081 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyusunan rencana. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak.hak Sipil dan Politik. Pasal 1083 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082. penyiapan perumusan standar. pemenuhan. dan d. g. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. b. e.hak sipil dan politik.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a.hak sipil dan politik. Bidang Evaluasi dan Laporan. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. Pasal 1082 Bidang Penelitian Hak-hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. b. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak. pedoman. program penelitian hak. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. d.hak Sipil dan Politik.hak Sipil dan Politik. daftar inventarisasi masalah. Bidang Penelitian Hak. dan b. c.hak Sipil dan Politik. Bidang Pengembangan Hak. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. dan 155 .hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a.hak sipil dan politik berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . c. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. penyajian dan pendistribusian data permasalahan hak asasi manusia.

penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak-hak sipil dan politik. Pasal 1086 Bidang Pengembangan Hak. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak. naskah akedemik.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.hak sipil dan politik. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak.hak politik. 156 . penyelenggaraan sosialisasi. analisa.hak sipil dan politik.hak Sipil.hak sipil. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak-hak sipil dan politik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. analisa. dan b. Pasal 1087 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086. e. penyelenggaraan sosialisasi. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. standar.hak Politik. dan b.hak sipil dan politik. pedoman.undangan. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. program dan perumusan rancangan kebijakan. norma.hak Sipil. daftar inventarisasi masalah. b.e.hak sipil dan politik. pedoman.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Pasal 1090 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak politik. inventarisasi. (2) Subbidang Pengembangan Hak. Pasal 1084 Bidang Penelitian Hak. Pasal 1085 (1) Subbidang Penelitian Hak. pelaksanaan kerja sama. kriteria dan prosedur. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak. Subbidang Penelitian Hak. kriteria dan prosedur. pelaksanaan analisa.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Subbidang Pengembangan Hak. Subbidang Penelitian Hak. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak sipil. daftar inventarisasi masalah.hak Politik.undangan. norma.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. pedoman. penyiapan bahan perumusan standar norma. Pasal 1088 Bidang Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak. penyusunan rencana dan program pengembangan hak.hak Sipil dan Politik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. c. Pasal 1089 (1) Subbidang Pengembangan Hak. perumusan rancangan kebijakan. dan f. Bidang Pengembangan Hakhak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. standar. perumusan rancangan kebijakan. naskah akedemik. inventarisasi. (2) Subbidang Penelitian Hak. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak sipil dan politik.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. daftar inventarisasi masalah.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Pengembangan Hak. perumusan rancangan kebijakan. d. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. pelaksanaan kerja sama.

penegakan. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri.hak Ekonomi. penyiapan perumusan standar. e. daftar inventarisasi masalah. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. pemenuhan. b. b. Bagian Kelima Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. norma.hak Ekonomi. 157 . Pasal 1096 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak sipil dan politik. d. Subbidang Laporan.hak Ekonomi. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi.hak ekonomi. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. f. Sosial dan Budaya. dan b. sosial dan budaya. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. d. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Subbidang Evaluasi.hak Ekonomi. Bidang Penelitian Hak. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a.Hak Ekonomi. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. dan d. koordinasi program. Sosial dan Budaya. g. h. Sosial dan Budaya. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a.hak Sipil dan Politik. Pasal 1092 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. Kelompok Jabatan Fungsional.hak Sipil dan Politik. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. dan i.hak Ekonomi. Pasal 1095 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094. Bidang Evaluasi dan Laporan. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. sosial dan budaya berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM.hak ekonomi. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian di bidang penelitian dan pengembangan hak. Bidang Pengembangan Hak.hak sipil dan politik.Pasal 1091 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090. b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. Sosial dan Budaya. c.hak Ekonomi. Pasal 1093 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. pedoman.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Sosial Dan Budaya Pasal 1094 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. dan e. c.

sosial. serta penyusunan program penelitian hak. dan b. sosial dan budaya. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak.hak ekonomi.hak ekonomi.hak Ekonomi. d. e. d. sosial dan budaya. (2) Subbidang Penelitian Hak. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Bidang Pengembangan Hakhak Ekonomi. program dan rancangan pengembangan hak. Pasal 1100 (1) Subbidang Penelitian Hak. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.hak Sosial dan Budaya.hak ekonomi. sosial dan budaya. penyiapan bahan perumusan standar.hak Ekonomi. penyusunan program pengembangan hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. daftar inventarisasi masalah. Pasal 1101 Bidang Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. sosial dan budaya dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. b.hak ekonomi. Subbidang Pengembangan Hak. c.hak ekonomi. c. Pasal 1099 Bidang Penelitian Hak.hak ekonomi. Pasal 1102 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101.Pasal 1097 Bidang Penelitian Hak.hak Ekonomi. dan b.hak ekonomi. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerjasama hak asasi manusia. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. Pasal 1104 (1) Subbidang Pengembangan Hak. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. b.hak Ekonomi. dan e.hak ekonomi. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak ekonomi. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak. 158 . sosial dan budaya.hak ekonomi. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik.hak sosial dan budaya.hak ekonomi. Subbidang Penelitian Hak.undangan dalam perspektif hak asasi manusia.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1098 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097.hak ekonomi.hak Ekonomi. pedoman. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak.hak Ekonomi.hak sosial dan budaya.hak Sosial dan Budaya. sosial dan budaya. dan budaya. sosial. sosial dan budaya. Bidang Penelitian Hak. Subbidang Penelitian Hak. Pasal 1103 Bidang Pengembangan Hak. sosial dan budaya. program dan rancangan pengembangan hak. sosial dan budaya. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak. sosial dan budaya. dan f. dan budaya.hak Ekonomi.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan kerjasama penelitian hak. norma. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak. Subbidang Pengembangan Hak.hak ekonomi. Sosial dan Budaya terdiri atas : a.hak ekonomi.

penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan atas kasus. h.kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Sosial dan Budaya.hak ekonomi.hak Ekonomi. penyiapan perumusan standar. norma. Pasal 1110 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Subbidang Evaluasi. penegakan. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak ekonomi. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. pemenuhan. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak asasi manusia yang berat.hak Ekonomi. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1108 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. g. b. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. daftar inventarisasi masalah. Sosial. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. c. pedoman. d. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat.Pasal 1105 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. e. Subbidang Laporan. koordinasi program. sosial dan budaya. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. Bagian Keenam Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat Pasal 1109 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Sosial dan Budaya. Sosial dan Budaya. 159 . koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. b. dan b. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat.hak Ekonomi. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. f. e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. d. sosial dan budaya. Pasal 1107 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Sosial dan Budaya. dan Budaya. Pasal 1106 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. c. dan j. dan f. i.hak Ekonomi. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan.

penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat. c. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak asasi manusia yang berat. Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. dan penyusunan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. Pasal 1115 (1) Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. d. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Pasal 1117 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1116. d. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat. pedoman. dan b. Pasal 1118 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. Bidang Evaluasi dan Laporan. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida. Pasal 1114 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan genosida. dan d. b. Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. b. e. 160 . pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. dan b. kriteria dan prosedur pengembangan hak asasi manusia yang berat. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan terhadap kemanusiaan.Pasal 1111 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1116 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. (2) Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1112 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. c. Pasal 1113 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112 . penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak asasi manusia yang berat.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. daftar inventarisasi masalah. c. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan perumusan standar norma. pelaksanaan kerja sama penelitian hak asasi manusia yang berat dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. dan f. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak asasi manusia yang berat. dan e. b. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak asasi manusia yang berat. dan penyusunan program penelitian hak asasi manusia yang berat.

Pasal 1119 (1) Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan genosida. (2) Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 1120 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1121 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1120, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1122 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1123 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan Pasal 1124 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. Pasal 1125 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1124, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; b. penyiapan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan, penegakan, pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia; c. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri;

161

e. koordinasi dan sosialisasi di bidang hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia hakhak kelompok rentan; f. koordinasi program, evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; i. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak- hak kelompok rentan; dan j. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. Pasal 1126 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; b. Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; c. Bidang Evaluasi dan Laporan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1127 Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian, pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program penelitian hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. Pasal 1128 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127, Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri; c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; d. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1129 Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas: a. Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas. Pasal 1130 (1) Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di perempuan dan anak. (2) Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di kelompok minoritas. Pasal 1131 Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program pengembangan hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak

162

Pasal 1132 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131, Bidang Pengembangan Hakhak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; c. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. penyiapan bahan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan hakhak perempuan, anak dan kelompok minoritas; e. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan f. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1133 Bidang Pengembangan Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas. Pasal 1134 (1) Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak perempuan dan anak. (2) Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak kelompok minoritas. Pasal 1135 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-hak Kelompok Rentan. Pasal 1136 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak kelompok rentan; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan. Pasal 1137 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1138 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan.

163

BAB XIII BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1139 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPSDM Hukum dan HAM, adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengembangan sumber daya manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. (2) BPSDM Hukum dan HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1140 BPSDM Hukum dan HAM mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140, BPSDM Hukum dan HAM menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; c. pelaksanaan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; d. koordinasi dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; e. pemberian bimbingan teknis tata penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; f. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; dan g. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1142 BPSDM Hukum dan HAM terdiri atas : a. Sekretariat Badan; b. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen; c. Pusat Pengembangan Teknis; d. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1143 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1144 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143, Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. pelaksanaan dan koordinasi kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia;

164

c. pengelolaan urusan kepegawaian, tata usaha dan administrasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; d. pengelolaan urusan administrasi keuangan; dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1145 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama; b. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1146 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, pengelolaaan data, penyusunan laporan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan serta kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1147 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146, Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi; c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan; d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan; e. penyiapan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh; dan f. penyiapan penyusunan pelaksanaan kerja sama pengembagan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1148 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran; b. Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 1149 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan serta melakukan urusan hubungan masyarakat dan keprotokolan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh serta pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1150 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, administarsi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM.

165

Pasal 1151 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150, Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi, pendataan, dan pengembangan pegawai, penyiapan bahan penetapan mutasi, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengelolaan urusan surat-menyurat, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan pengelolaan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM; dan c. pengelolaan urusan administrasi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1152 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian; b. Subbagian Tata Usaha; dan c. Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1153 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi, pendataan, pengembangan pegawai, pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan, pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia, penyiapan bahan penetapan pengangkatan, kepangkatan, penggajian, pemindahan dan mutasi pegawai, pemberhentian dan pensiun, pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat meliputi penerimaan, pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM. (3) Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan seleksi dan pemanggilan peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1154 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1155 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas; dan c. pelaksanaan urusan pembukuan, perhitungan, dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1156 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan; dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1157 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan, perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.

166

Bagian Keempat Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Pasal 1162 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. rumah tangga. norma. Bidang Program.Pasal 1158 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. 167 . Subbagian Rumah Tangga. Pasal 1164 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen terdiri atas : a. b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen. pengamanan dalam serta pelaksanaan urusan pengangkutan. e. dan c. perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Bidang Penyelenggaraan. pengamanan dalam dan pengangkutan. Subbagian Perpustakaan dan Arsip. c. c. pengelolan urusan perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1161 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan. pengangkutan. dan c. b. penyiapan penyusunan standar. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. dan f. pengelolaan urusan rumah tangga. pedoman. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. pengamanan dalam. b. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. b. d. Pasal 1159 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1158. (3) Subbagian Perpustakaan dan Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1160 Bagian Umum terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1163 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1162. dan d.

penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1173 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. dan pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1167 Bidang Program terdiri atas : a. pemanggilan tenaga pengajar. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1170 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. penjadualan. jumlah. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1172 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi : a. kurikulum dan silabus. 168 . penyiapan penyusunan standardisasi. Subbidang Pengajaran. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Penyusunan Program. Subbidang Standardisasi dan Metode. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pemanggilan tenaga pengajar. Pasal 1169 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen.Pasal 1165 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. kurikulum dan silabus. metode dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. dan b. penggandaan. dan jenis peserta berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. dan b. Pasal 1168 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1166 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. dan b. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 1171 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. dan b.

penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Pusat Pengembangan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. e. d. Subbidang Evaluasi. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Teknis. dan f. dan b. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen serta pengelolaan urusan dokumentasi. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. b. 169 . Bidang Penyelenggaraan. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dan pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. c. Pasal 1179 Pusat Pengembangan Teknis terdiri atas : a. norma.Pasal 1174 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1173. dan d. Pasal 1176 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1180 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Bidang Program. penyiapan penyusunan standar. Pasal 1178 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1177. b. pedoman. Pasal 1175 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Teknis Pasal 1177 Pusat Pengembangan Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan teknis berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. c. dan b. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 1185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. pemanggilan tenaga pengajar. 170 . penyiapan penyusunan standardisasi dan metode. kurikulum dan silabus. serta pengelolaan urusan dokumentasi. Subbidang Penyusunan Program. Subbidang Standardisasi dan Metode. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1184 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penjadualan.Pasal 1181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1180. dan b. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1182 Bidang Program terdiri atas : a. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. dan b. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis serta pengelolaan urusan dokumentasi. jumlah dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Subbidang Pengajaran. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1188 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. kurikulum dan silabus. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. Pasal 1186 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Pasal 1189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1187 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. pemanggilan tenaga pengajar. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. dan b. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. penggandaan. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1183 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis.

dan f. Pasal 1195 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. e. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1191 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. pedoman. c. Pasal 1193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1192. dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan b. metode. kriteria. Kelompok Jabatan Fungsional. b. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis dan pengelolaan urusan dokumentasi. norma. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Bidang Penyelenggaraan. dan d. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. d. Subbidang Evaluasi. Bidang Program. Pasal 1194 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. penyiapan standardisasi. b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 1190 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. dan b. c. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 1196 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. penyiapan penyusunan standar. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional Dan Hak Asasi Manusia Pasal 1192 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. 171 .

penyusunan kurikulum dan silabus. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1204 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1203 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. dan b. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. 172 . serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. jumlah. Subbidang Pengajaran. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelatihan. penyiapan. dan pengelolaan urusan dokumentasi. pemanggilan tenaga pengajar. Pasal 1198 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penjadualan. dan b. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. pemanggilan tenaga pengajar. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. Pasal 1205 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyusunan Program. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dan pengelolaan urusan dokumentasi. Subbidang Evaluasi. dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. penggandaan. Pasal 1202 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. dan b. Subbidang Standardisasi dan Metode. Pasal 1201 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. kurikulum dan silabus. Pasal 1199 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia.Pasal 1197 Bidang Program terdiri atas : a. dan b. penjadualan kegiatan pelatihan. Pasal 1200 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. dan b.

pemikiran dan pengkajian aspek politik. Pasal 1208 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. pemikiran dan pengkajian aspek hak asasi manusia. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (3) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia serta pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1210 (1) Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah perekonomian dan hubungan luar negeri. sosial dan keamanan. Sosial dan Keamanan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah politik. Direktorat Jenderal. dan d. (3) Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah hukum lingkungan dan pertanahan. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan. pemikiran dan pengkajian aspek hukum lingkungan dan pertanahan. Sosial dan Keamanan. c. pemikiran dan pengkajian aspek ekonomi dan hubungan luar negeri. b. Staf Ahli menyelenggarakan fungsi: a. Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum. Staf Ahli Bidang Politik. d. (4) Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah pengembangan budaya hukum. Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia. b. (2) Staf Ahli Bidang Politik. Pasal 1209 (1) Staf Ahli terdiri dari : a. e. 173 . Badan dan Inspektorat Jenderal. sosial dan keamanan. Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri. (5) Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pelanggaran hak asasi manusia. BAB XIV STAF AHLI Pasal 1207 Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahlianya. dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.Pasal 1206 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. c.

Pusjianbang menyelenggarakan fungsi : a. keimigrasian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1214 Pusjianbang terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi keuangan. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. dan e. pengelolaan urusan administrasi keuangan. 174 . pengelolaan administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 1212 Pusjianbang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. keuangan. serta pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif. d. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Pusjianbang. Pasal 1213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. dan d. b. program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan Pusjianbang. Subbagian Keuangan. keimigrasian. b. Bidang Penyusunan Program dan Laporan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. penyusunan rencana. b. Pasal 1216 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi : a. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1215 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. dan c. pemasyarakatan. c. pemasyarakatan. Bagian Umum. kepegawaian. (2) Pusjianbang dipimpin oleh seorang Kepala. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pengelolaan urusan tata usaha dan kepegawaian. dan c. b. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. pengelolaan urusan tata usaha. Bidang Pengkajian dan Pengembangan. pelaksanaan pengkajian dan pengembangan serta perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. c. kepegawaian. dalam Pasal 1215. Bagian Umum Pasal 1217 Bagian Umum terdiri atas : a.BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1211 (1) Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Pusjianbang adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengkajian dan pengembangan kebijakan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal.

penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. perumusan rekomendasi kebijakan serta pengelolaan urusan perpustakaan dan dokumentasi. program dan anggaran serta laporan Pusjianbang. Pasal 1220 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. Bidang Pengkajian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1225 Bidang Pengkajian dan Pengembangan terdiri atas : a. Pasal 1221 Bidang Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. dan b. Pasal 1223 Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan. analisa dan pengembangan kebijakan. program dan anggaran . c. Subbidang Evaluasi dan Laporan. (3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran. Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Pasal 1219 Bidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. b. pelaksanaan kegiatan pengembangan hasil pengkajian kebijakan. pembukuan. perawatan barang inventaris dan pengamanan sarana dan prasarana. pelaksanaan kegiatan pengkajian kebijakan. pembuatan perumusan rekomendasi kebijakan. dan kepegawaian di lingkungan Pusjianbang. pengolahan dan analisa data serta penyajian hasil pengkajian kebijakan. Bidang Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi program dan laporan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pusjianbang. b. (2) Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan melalui kegiatan diskusi dan seminar atas hasil pengkajian kebijakan serta perumusan atas hasil pengembangan kebijakan guna dijadikan rekomendasi kepada Pimpinan Departemen. penataan kearsipan. dan c. 175 . dan b. Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 1222 (1) Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan d.Pasal 1218 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat. program dan anggaran di lingkungan Pusjianbang. Pasal 1224 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. (3) Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan atas hasil pengkajian dan pengembangan kebijakan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan guna mendukung kegiatan pengkajian dan pengembangan. penerimaan. pemeliharaan. Pasal 1226 (1) Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan mempunyai tugas melakukan pengkajian melalui pengumpulan. pengelolaan urusan dokumentasi dan perpustakaan.

Kepala Subbagian. Kepala Pusat. Direktur Jenderal. Inspektur. (1) (2) (3) (4) (5) (6) BAB XVII TATA KERJA Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Jenderal. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Kepala Subbidang. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. 176 . Kepala Badan. Pasal 1231 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 1228 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. Kelompok Jabatan Fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Biro/Sekretariat Direktorat Jenderal/Direktorat/Sekretariat Badan/Pusat secara administratif bertanggung jawab kepada masing-masing Kepala Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Direktur/Sekretaris Badan/Kepala Pusat.BAB XVI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1227 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Staf Ahli. Kepala Bidang. Pasal 1232 Setiap pimpinan satuan organisasi dan pejabat fungsional wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Kepala Biro. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Departemen serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Seksi. Inspektur Jenderal. Kepala Bagian. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Kepala UPT dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 1233 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Pasal 1230 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. terdiri atas Jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Sekretaris Badan. Kepala Subdirektorat. Sekretaris Direktorat Jenderal. Direktur.

Pasal 1242 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.03-PR.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 1235 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL Pasal 1236 (1) Instansi Vertikal Departemen adalah Kantor Wilayah Departemen di Propinsi. (2) Pembentukan. ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 1241 Peraturan Menteri Nomor M. ditetapkan dengan Peraturan Menteri tersendiri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.Pasal 1234 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. 177 . BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1238 (1) Di lingkungan Departemen terdapat Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Departemen sesuai dengan kebutuhan.07. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuansatuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. BAB XX KETENTUAN PENUTUP Pasal 1240 Perubahan atas susunan Organisasi dan Tata Kerja dalam peraturan ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 1239 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tugas dan Fungsi. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pasal 1237 Instansi Vertikal di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. (2) Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 April 2007 178 .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA STAF AHLI INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA i .07.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.

07.09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERLENGKAPAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ii .

BIRO PERENCANAAN BAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN LAPORAN BAGIAN ORGANISASI BAGIAN KETATALAKSANAAN Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Evaluasi dan Laporan I Subbagian Evaluasi dan Laporan II Subbagian Evaluasi dan Laporan III Subbagian Evaluasi dan Laporan IV Subbagian Kelembagaan I Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja Subbagian Pengembangan Sistem Prosedur dan Metode Kerja Subbagian Evaluasi Tatalaksana Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Kelembagaan II Subbagian Kelembagaan III iii .

BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN PEMBERHENTIAN. PENSIUN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai Subbagian Peraturan Perundangundangan Subbagian Jaminan Sosial Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai Subbagian Pengembangan Sistem dan Diklat Luar Negeri Subbagian Penyaringan Pegawai Subbagian Mutasi I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai Subbagian Tata Naskah I Subbagian Mutasi II Subbagian Tata Naskah II Subbagian Mutasi III Subbagian Penggandaan I Subbagian Mutasi IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Penggandaan II iv .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN DAN TATA USAHA KEUANGAN BAGIAN PENGUJIAN DAN PENERBITAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN Subbagian Pelaksanaan Anggaran I Subbagian Pelaksanaan Anggaran II Subbagian Pelaksanaan Anggaran III Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM I Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM II Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM III Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM IV Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV Subbagian Tata Usaha Keuangan Subbagian Kerugian Negara Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL v .

BIRO PERLENGKAPAN BAGIAN ANALISA KEBUTUHAN BAGIAN PENGADAAN BAGIAN PENYIMPANAN DAN PENYALURAN BAGIAN INVENTARISASI BAGIAN PENGHAPUSAN Subbagian Penyediaan Data Subbagian Harga dan Mutu Subbagian Pergudangan dan Penyaluran Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan Subbagian Pemeliharaan Subbagian Pembukuan Subbagian Penilaian Subbagian Pembakuan Subbagian Tender Subbagian Pendataan Inventaris Subbagian Perubahan Status P l k Subbagian Pelaksanaan Penghapusan Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pembelian Subbagian Statistik dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vi .

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAGIAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI Subbagian Hubungan Kelembagaan Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Subbagian Kerja Sama BadanBadan Internasional Subbagian Kerja Sama Antar Negara Subbagian Penyusunan Program. Evaluasi dan Laporan Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vii .

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA DEPARTEMEN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN BINA SIKAP MENTAL BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PENGAMANAN Subbagian Persuratan Subbagian Tata Usaha Menteri Subbagian Tata Usaha Sekretariat Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Protokol Subbagian Rohani dan Sosial Subbagian Kesehatan Pegawai Subbagian Kesejahteraan Subbagian Urusan Dalam Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas Subbagian Gaji Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pengamanan Pimpinan Subbagian Pengamanan Lingkungan Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi Subbagian Arsip Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Agenda dan Pengiriman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL viii .

07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT PUBLIKASI.I Nomor : M.09-PR. KERJA SAMA DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH ix .

Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Data. Informasi dan Laporan Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Arsip dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat x .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jafung Subbagian Mutasi.

DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI SUBDIREKTORAT METODE. TEKNIK. DAN PENYIAPAN PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan P d d Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundangundangan SUBDIREKTORAT PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG UNDANG SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN Seksi Penyusunan Rencana dan Program Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-undang Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-undang KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengelolaan Dokumentasi Seksi Perpustakaan Hukum xi .

Hukum. DAN KEAMANAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG INDUSTRI. HUKUM. Hukum. dan Keamanan I Seksi Analisa Bidang Politik. PERDAGANGAN. RISET DAN TEKNOLOGI Seksi Analisa Bidang Industri. Riset dan Teknologi I Seksi Analisa Bidang Industri.DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG POLITIK. dan Keamanan II Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xii . Perdagangan. Perdagangan. Riset dan Teknologi II SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II Seksi Analisa Bidang Politik.

DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PUBLIKASI SUBDIREKTORAT KERJA SAMA SUBDIREKTORAT PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Seksi Penerbitan Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan Seksi Administrasi Pengundangan Seksi Aplikasi Seksi Distribusi dan Penyebarluasan Seksi Dokumentasi Seksi Sarana. KERJA SAMA.DIREKTORAT PUBLIKASI. Prasarana dan Implementasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xiii .

DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIAPAN DAN PENDAMPINGAN PERSIDANGAN SUBDIREKTORAT FASILITASI BAHAN DAN ANALISIS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR LEMBAGA Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan Seksi Penyiapan Bahan dan Data Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat Seksi Analisis. Laporan dan Dokumentasi xiv .

DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN PELAPORAN SUBDIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIK PERANCANGAN PERATURAN DAERAH SUBDIREKTORAT MEDIASI DAN KONSULTASI Seksi Pengumpulan Data 4 Seksi Perencanaan d P Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Bimbingan dan Latihan Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi Seksi Pengolahan Data KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xv .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERDATA DIREKTORAT PIDANA DIREKTORAT TATA NEGARA DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL DIREKTORAT DAKTILOSKOPI xvi .07.09-PR.I Nomor : M.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendahara an Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas Subbagian Pengetikan dan P d Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan xvii .

DIREKTORAT PERDATA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM PERDATA UMUM SUBDIREKTORAT BADAN HUKUM SUBDIREKTORAT PENDAFTARAN FIDUSIA SUBDIREKTORAT HARTA PENINGGALAN SUBDIREKTORAT NOTARIAT Seksi Pendapat Hukum Seksi Legalisasi Seksi Perseroan Tertutup Seksi Perseroan Terbuka Seksi Badan Hukum Sosial Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Penerimaan dan Pemrosesan Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan Seksi Daftar Wasiat Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris Seksi Pengawasan Notaris Seksi Dokumentasi Notariat Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Perubahan Nama Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Dokumentasi xviii .

DIREKTORAT PIDANA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PIDANA UMUM SUBDIREKTORAT EKSTRADISI DAN BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK SUBDIREKTORAT PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL Seksi Analisa Hukum Pidana Seksi Ekstradisi Seksi Bimbingan dan Pemantauan PPNS Seksi Pemantauan dan Evaluasi Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik Seksi Dokumentasi xix .

I Seksi Analisa dan Pertimbangan Seksi Analisa Pewarganegaraan Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Khusus Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Seksi Dokumentasi Seksi Penyelesaian Seksi Pendaftaran Partai Politik Seksi Pengujian dan Pemantauan xx .DIREKTORAT TATA NEGARA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM TATA NEGARA SUBDIREKTORAT PEWARGANEGARAAN SUBDIREKTORAT BUKTI KEWARGANEGARAAN R.

DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL UMUM SUBDIREKTORAT HUKUM EKONOMI DAN KELEMBAGAAN INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT HUKUM LAUT DAN HUKUM UDARA Seksi Hukum Humaniter Seksi Hukum Lingkungan Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral Seksi Hukum Laut Seksi Hukum Udara Seksi Dokumentasi xxi .

DIREKTORAT DAKTILOSKOPI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERUMUSAN DAN IDENTIFIKASI SUBDIREKTORAT DATA DAN INFORMASI SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN ARSIP TERAAN Seksi Perumusan Seksi Pengumpulan Data Seksi Penataan dan Informasi Seksi Dokumentasi Seksi Identifikasi Seksi Arsip Teraan xxii .

09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK DIREKTORAT BINA PERAWATAN DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA xxiii .I Nomor : M.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Perundangundangan d Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Humas dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxiv .

DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT REGISTRASI

SUBDIREKTORAT PENEMPATAN DAN MUTASI

SUBDIREKTORAT SIDIK JARI

SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN DOKUMENTASI

Seksi Registrasi Tahanan dan Basan Seksi Registrasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan

Seksi Penempatan, Mutasi Tahanan dan Basan Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan

Seksi Perumusan dan Identifikasi Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan

Seksi Statistik, Dokumentasi Tahanan dan Basan Seksi Statistik, Dokumentasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan

xxv

DIREKTORAT BINA PERAWATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESEHATAN DAN MAKANAN

SUBDIREKTORAT BASAN DAN BARAN

SUBDIREKTORAT SARANA DAN EVALUASI

Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi Seksi Pengendalian Bahan Makanan

Seksi Pemeliharaan Seksi Penilaian Jenis dan Mutu

Seksi Analisa Kebutuhan Seksi Pengelolaan Sarana Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Penghapusan

xxvi

DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DAN BIMBINGAN

SUBDIREKTORAT PEMBINAAN

SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT PEMBIMBINGAN

Seksi Bimbingan Hukum Seksi Orientasi dan Observasi Seksi Penelitian Kemasyarakatan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Mental Rohani Seksi Pembinaan Kewarganegaraan Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan

Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan Seksi Pendidikan Luar Sekolah

Seksi Bimbingan Klien

Seksi Asimilasi

Seksi Integrasi Seksi Pendayagunaan Kerja TPP

xxvii

DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT BIMBINGAN DAN LATIHAN KETERAMPILAN

SUBDIREKTORAT KEGIATAN KERJA

SUBDIREKTORAT PRODUKSI

SUBDIREKTORAT TENAGA KERJA

SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN PEMASARAN

Seksi Bimbingan Minat dan Bakat Seksi Pengembangan Kewirausahaan Seksi Bimbingan Keterampilan Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan

Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan

Seksi Standardisasi dan Pengendalian Seksi Pembinaan Produksi Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi

Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Kemitraan

Seksi Pemasaran Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan

xxviii

DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN

SUBDIREKTORAT SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TEKNIS PETUGAS PENGAMANAN

Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Kamtib

Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Kamtib Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Kamtib Seksi Evaluasi dan Laporan Kamtib

Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Kamtib Seksi Penindakan Gangguan Kamtib Seksi Keselamatan dan Keamanan Basan dan Baran

Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan Seksi Bantuan Hukum

xxix

DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERAWATAN KESEHATAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT BIMBINGAN HUKUM SUBDIREKTORAT KEMITRAAN Seksi Identifikasi Ketergantung an Seksi Perawatan Jasmani Seksi Perawatan Mental Rohani Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan Seksi Keterampilan dan Usaha Seksi Seni dan Budaya Seksi Konsultasi Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah Seksi Kerja Sama LSM dan Antar Negara Seksi Monitoring dan Evaluasi xxx .

VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN xxxi .09-PR.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN.

Dokumentasi & Kepustakaan Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Subbagian Peraturan Perundangundangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxii . Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengadaan dan Peralatan Subbagian Litigasi Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Tata Persuratan.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN HUMAS. LITIGASI DAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Analisa Kebutuhan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pengembangan.

VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN TKI SUBDIREKTORAT VISA SUBDIREKTORAT IZIN MASUK DAN BERTOLAK SUBDIREKTORAT FASILITAS KEIMIGRASIAN Seksi Paspor. Evaluasi dan Laporan Seksi Visa Kunjungan Seksi Izin Masuk Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI Seksi Izin Bertolak Seksi Fasilitas Wisatawan Asing Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian Seksi Visa Tinggal Terbatas xxxiii . dan PLB Seksi Paspor TKI Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. SPLP.DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN.

DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT IZIN TINGGAL SUBDIREKTORAT ALIH STATUS KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT STATUS KEIMIGRASIAN Seksi Izin Tinggal Kunjungan Seksi Izin Tinggal Terbatas Seksi Izin Tinggal Tetap Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Status Keimigrasian Seksi Surat Keterangan Keimigrasian Seksi Izin Tinggal Khusus / Darurat xxxiv .

DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT OPERASI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PRODUKSI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENGAMANAN PERIZINAN KEIMIGRASIAN Seksi Operasi Intelijen Wilayah I Seksi Operasi Intelijen Wilayah II Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri Seksi Pengamanan Perizinan WNI Seksi Pengamanan Perizinan WNA Seksi Produksi Intelijen xxxv .

DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIDIKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENINDAKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENANGKALAN SUBDIREKTORAT DETENSI IMIGRASI DAN DEPORTASI Seksi Penyidikan Wilayah I Seksi Penindakan Wilayah I Seksi Pencegahan Seksi Detensi Imigrasi Seksi Penyidikan Wilayah II Seksi Penindakan Wilayah II Seksi Penangkalan Seksi Deportasi Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara Seksi Pembinaan PPNS Imigrasi Seksi Evaluasi dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxvi .

dan Papua New Guinea Seksi Organisasi Internasional PBB Seksi Organisasi Internasional Non PBB Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Asia Pasifik dan Afrika Seksi Amerika dan Eropa Seksi Penyebaran Informasi xxxvii .DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT LINTAS BATAS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN KERJA SAMA KEIMIGRASIAN PERWAKILAN Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina Seksi Lintas Batas Timor Leste.

PENGEMBANGAN DAN PENGAMANAN SISTEM INFORMASI Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi SUBDIREKTORAT REGISTRASI. DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN DOKUMEN Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian xxxviii .DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENYEBARAN DAN KERJA SAMA SISTEM INFORMASI Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam N i Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri SUBDIREKTORAT PERENCANAAN.

DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG DIREKTORAT PATEN DIREKTORAT MEREK DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI xxxix .07. DESAIN INDUSTRI.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMISI BANDING SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT HAK CIPTA.I Nomor : M.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Administrasi Penyidik Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional Subbagian Administrasi HKI Subbagian Tata Usaha Pimpinan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xl .

Mutasi dan Lisensi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Hak Cipta Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang xli . DESAIN INDUSTRI. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis Seksi Pemeriksaan dan Publikasi Seksi Sertifikasi. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT DESAIN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HAK CIPTA.DIREKTORAT HAK CIPTA.

Pengalihan Hak dan Lisensi Seksi Publikasi Seksi Sertifikasi xlii .DIREKTORAT PATEN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN I SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN II SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN III SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Formalitas Seksi Pelayanan Teknis Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemeliharaan.

DIREKTORAT MEREK Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERMOHONAN DAN PELAYANAN SUBDIREKTORAT PEMERIKSAAN SUBDIREKTORAT INDIKASI GEOGRAFIS SUBDIREKTORAT SERTIFIKASI DAN PENGUMUMAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan Seksi Pemeriksaan Formalitas Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Seksi Sertifikasi Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding Seksi Mutasi dan Lisensi Seksi Pelayanan Teknis Seksi Klasifikasi Seksi Pengumuman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xliii .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA NASIONAL Seksi Penyebaran Informasi Seksi Pengkajian dan Pengembangan Seksi Kerja Sama Regional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah Seksi Pelatihan Seksi Perpustakaan xliv .

Desain Industri.DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM SUBDIREKTORAT PENDUKUNG SISTEM SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PROSES SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI Seksi Administrasi dan Pengembangan Data Base Seksi Pengembangan Aplikasi Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan Seksi Administrasi Sistem Jaringan Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi I f i Seksi Situs Internet Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Seksi Dokumentasi Hak Paten Seksi Dokumentasi Hak Merek KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlv .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA xlvi .09-PR.07.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Mutasi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perjalanan Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlvii .

DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN ALUMNI DAN INSTITUSI HAM SUBDIREKTORAT DISEMINASI HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT BAHAN DISEMINASI Seksi Pendidikan Dalam Negeri Seksi Pendidikan Luar Negeri Seksi Kurikulum Pendidikan HAM Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri Seksi Institusi HAM Non Pemerintah Seksi Institusi HAM Pemerintah Seksi Diseminasi Aparatur Negara Seksi Diseminasi Penegak Hukum Seksi Diseminasi Masyarakat Seksi Bahan Instrumen Nasional Seksi Bahan Instrumen Internasional Seksi Bahan Instrumen Praktis xlviii .

SOSIAL DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT INSTRUMEN HAM Seksi Kerja Sama Asia Pasifik Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi LSM Internasional Seksi Kerja Sama Hak Sipil Seksi Kerja Sama Hak Politik Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi Seksi Kerja Sama Hak Sosial Seksi Kerja Sama Hak Budaya Seksi Ratifikasi Instrumen HAM Internasional Seksi Harmonisasi Instrumen HAM Nasional xlix .DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK SIPIL DAN POLITIK SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK EKONOMI.

Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PEREMPUAN SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK TENAGA KERJA SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya l . Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM INFORMASI HAM SUBDIREKTORAT PENDAYAGUNAAN INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Seksi Pengumpulan Data Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi HAM Penerbitan dan Penyebaran Informasi HAM Seksi Seksi Pengolahan Data Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan li .

DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PERMASALAHAN DAN DISKRIMINASI HAM SUBDIREKTORAT PROSES PENEGAKAN HUKUM DAN HAM SUBDIREKTORAT EVALUASI DAN PELAPORAN HAM Seksi Penerapan HAM di Pemerintah Seksi Permasalahan HAM Seksi Pra Peradilan Seksi Evaluasi HAM Seksi Penerapan HAM di Masyarakat dan Dunia Usaha Seksi Diskriminasi HAM Seksi Pasca Peradilan Seksi Pelaporan HAM lii .

I Nomor : M.07.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN INSPEKTORAT HUKUM.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. HAK ASASI MANUSIA DAN HKI PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN INSPEKTORAT KHUSUS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liii .

dan Perlengkapan Subbagian Analisis LHP Hukum. Pemberhentian Subbagian Mutasi dan Promosi Subbagian Pengembangan Pegawai KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liv .SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN I BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN II BAGIAN UMUM BAGIAN KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Analisis LHP Kepegawaian I Subbagian Analisis LHP Kepegawaian II Subbagian Analisis LHP Keuangan. HAM dan HKI Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan I Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan II Subbagian Analisis LHP Keimigrasian Subbagian Analisis LHP Khusus Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Umum.

INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lv .

INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvi .

HAK ASASI MANUSIA DAN HKI Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvii .INSPEKTORAT HUKUM.

PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lviii .

INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lix .

INSPEKTORAT KHUSUS Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lx .

09-PR.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL PUSAT PENYULUHAN HUKUM lxi .07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Arsip Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM. PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI BIDANG PENELITIAN DAN PENGKAJIAN HUKUM BIDANG PERTEMUAN ILMIAH Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi Subbidang Penelitian Hukum Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah Subbidang Pengkajian Hukum Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiii .

PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PERENCANAAN LEGISLASI BIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN HUKUM BIDANG ANALISIS EVALUASI DAN PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis Subbidang Kerja sama Nasional Pengembangan Hukum Subbidang Kerja sama Internasional Pengembangan Hukum Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiv .

Monitoring. INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN HUKUM Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum Subbidang Penyusunan Program. dan Pelayanan Teknis Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Data Base Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Perpustakaan Hukum lxv .PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL BIDANG PUBLIKASI HUKUM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK BIDANG JARINGAN DOKUMENTASI.

PUSAT PENYULUHAN HUKUM BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGEMBANGAN PENYULUHAN HUKUM BIDANG PEMBUDAYAAN KESADARAN HUKUM Subbidang Penyusunan Program Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis Subbidang Temu Wicara dan Diskusi Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum Subbidang Media Cetak dan Elektronik Subbidang Pameran. Pementasan. Konsultasi dan Bantuan Hukum Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan Subbidang Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxvi .

07.09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK SIPIL DAN POLITIK PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK EKONOMI.I Nomor : M. SOSIAL DAN BUDAYA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN lxvii .

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN DATA DAN INFORMASI Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Subbagian Data Subbagian Mutasi dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas Subbagian Informasi dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan lxviii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENELITIAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Sipil Subbidang Pengembangan Hak-hak Sipil Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Politik Subbidang Pengembangan Hak-hak Politik Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxix .

SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENELITIAN HAK–HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hakhak Ekonomi Subbidang Pengembangan Hak-hak Ekonomi Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hakhak Sosial dan Budaya KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Sosial dan Budaya Subbidang Laporan lxx .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT BIDANG PENELITIAN HAM YANG BERAT BIDANG PENGEMBANGAN HAM YANG BERAT BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Keman siaan Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxi .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN BIDANG PENELITIAN HAK-HAK PEREMPUAN. ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Kelompok Minoritas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas Subbidang Laporan lxxii . ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG PENGEMBANGAN HAKHAK PEREMPUAN.

09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA AKIP AIM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiii .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.I Nomor : M.

Laporan dan Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Kerja Sama Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perpustakaan dan Arsip KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiv .SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data.

PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxv .

PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvi .

PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvii .

PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.07.09 – PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BAGIAN UMUM Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan BIDANG PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbidang Evaluasi dan Laporan BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxviii .

d. SUSUNAN ORGANISASI. Tugas. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. Mengingat Menetapkan I . susunan organisasi. kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidangnya. Menimbang : bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kabinet Indonsia Bersatu dan untuk lebih meningkatkan koordinasi serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan negara yang berdaya guna dan berhasil guna. c. fungsi.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN. TUGAS. perumusan kebijakan nasional. : 1. dan Fungsi Pasal 25 (1) (2) Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah. SUSUNAN ORGANISASI. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. b. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. MEMUTUSKAN : : PERATURAN PRESIDEN TENTANG KEDUDUKAN. BAB III DEPARTEMEN Bagian Pertama Kedudukan. Departemen dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dipandang perlu menetapkan kedudukan. TUGAS. tugas. FUNGSI. penyampaian laporan hasil evaluasi. Pasal 26 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan. 3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. dan tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. saran. e. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. 2. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. FUNGSI. Departemen menyelenggarakan fungsi : a. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.

7. b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Departemen Pertahanan. 10. b. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. kebijakan pelaksanaan. penyampaian laporan hasil evaluasi. c. Departemen Kelautan dan Perikanan. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 28 Departemen terdiri dari : 1. 14. Departemen Komunikasi dan Informatika. e. 16. Menteri. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Bagian Keduapuluh Dua Susunan Organisasi Pasal 69 Departemen terdiri dari : a. Departemen Perdagangan. Departemen Kehutanan. 13. Departemen Perindustrian 8. Inspektorat Jenderal. Departemen Pendidikan Nasional. 9. II . Departemen Agama. f. Direktorat Jenderal. Badan dan/atau Pusat. d. Departemen Pertanian. Departemen Keuangan. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Pekerjaan Umum. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. 20. Departemen Sosial. 11. 6. Sekretariat Jenderal. e. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. Dalam Luar Negeri. 15. Bagian Kelima Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 35 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. 18. saran. 17. 12. 5. c. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. perumusan kebijakan nasional. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Departemen Dalam Negeri. Departemen Perhubungan. d. 19. 4. Staf Ahli. 3. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. 2. Departemen Kesehatan.

Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 76 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75. e. c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. d. Subdirektorat terdiri dari 2 (dua) Seksi.Bagian Keduapuluh Tiga Sekretariat Jenderal Pasal 70 Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan prosedur di bidangnya. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. koordinasi kegiatan Departemen. b. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. (1) (2) (3) (4) (5) III . (1) (2) Pasal 71 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. pelaksanakan kebijakan di bidangnya. pedoman. Bagian Keduapuluh Empat Direktorat Jenderal Pasal 74 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. kriteria. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidangnya. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal dan paling banyak 5 (lima) Direktorat. Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Lembaga Pemerintah Non Departemen. yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal Pasal 75 Direktorat Jenderal mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidangnya. Pasal 73 (1) Sekretariat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Biro. Pasal 77 Jumlah Direktorat Jenderal ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. b. (2) Biro terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. Kementerian Negara. d. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. penyusunan standar. c. Departemen lain. dan Lembaga lain yang terkait. (3) Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. norma.

b. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. dan Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbagian. keuangan. penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a.Bagian Keduapuluh Lima Inspektorat Jenderal Pasal 78 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. (2) Badan terdiri dari Sekretariat Badan dan paling banyak 4 (empat) Pusat/Biro. Pasal 81 (1) Inspektorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Jenderal dan paling banyak 4 (empat) Inspektorat. (5) Pusat yang tempat kedudukannya tidak satu lokasi dengan tempat kedudukan Sekretariat Badan terdiri dari Subbagian Tata Usaha atau Bagian Tata Usaha yang terdiri dari 2 (dua) Subbagian. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. (3) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. Pasal 83 (1) Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. (3) Inspektorat membawahkan Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 84 (1) Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Bagian Keduapuluh Enam Badan dan/atau Pusat Pasal 82 Di lingkungan Departemen dapat dibentuk Badan dan/atau Pusat sebagai pelaksana tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup dalam tugas Sekretariat Jenderal dan/atau Direktorat Jenderal dan/atau Inspektorat Jenderal sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 79 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang yang masing-masing Bidang terdiri dari 2 (dua) Subbidang. dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. (4) Pusat/Biro terdiri dari kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang/Bagian. (2) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. IV . dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. c. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan masing-masing Bidang/Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbidang/Subbagian.

(4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administrasi berada di bawah Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a. Bagian Keduapuluh Tujuh Staf Ahli Pasal 85 (1) Menteri dapat dibantu oleh paling banyak 5 (lima) Staf Ahli. Inspektur. Kepala Bidang. Sekretaris Kementerian Negara. BAB VI ESELON. (2) Pembentukan. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. (5) Kepala Subbagian. Direktur. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III.a. Badan.b. Sekretaris Direktorat Jenderal. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. Bagian Keduapuluh Delapan Instansi Vertikal Pasal 86 (1) Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang tidak diserahkan kepada Daerah dapat membentuk instansi vertikal. Bagian Keduapuluh Sembilan Lain-lain Pasal 87 (1) Departemen secara selektif dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang. Asisten Deputi. (4) Kepala Bagian. susunan organisasi. Sekretaris Badan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Sekretaris Jenderal. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. DAN PEMBERHENTIAN Pasal 132 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. Direktur Jenderal.a. Kepala Subbidang. Deputi. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas. (2) Staf Ahli berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (3) Bagian Tata Usaha terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. dan Inspektorat Jenderal. dan tata laksana instansi vertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden. Inspektur Jenderal. Direktorat Jenderal.(2) Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang. (5) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (4) Bidang terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbidang.a. (2) Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Kepala Pusat. PENGANGKATAN. V . (3) Kepala Biro. (3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.

4) Badan terdiri dari : a) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian.Pasal 133 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. dan persandian diselenggarakan oleh masing-masing Kementerian Koordinator. Pertahanan. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri yang bersangkutan. Keamanan. Pasal 139 Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Politik Luar Negeri. kearsipan. dan Kementerian Negara. jumlah unit organisasinya ditetapkan sebagai berikut : b. Pasal 135 Segala pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas masing-masing Kementerian Koordinator. Kepala Badan. Moneter dan Fiskal Nasional serta Agama. masing-masing Pusat terdiri dari kelompok jabatan fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bidang. b) Inspektorat paling banyak 6 (enam). 2) Inspektorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. dan masing-masing Inspektorat terdiri dari Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan masing-masing Subdirektorat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Seksi. b) Direktorat paling banyak 6 (enam). VI . BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 137 Pada Kementerian Koordinator. Departemen dan Kementerian Negara dapat ditetapkan Jabatan Fungsional. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri. dan masing-masing Bidang terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbidang. BAB VII ADMINISTRASI DAN PEMBIAYAAN Pasal 134 Pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian. masing-masing Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. keuangan. dan Kementerian Negara dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Deputi. 3) Direktorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia 1) Sekretariat Jenderal terdiri paling banyak 6 (enam) Biro. dan masingmasing Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Departemen. Justisi. masing-masing Biro terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. Inspektur Jenderal. perlengkapan. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan. Sekretaris Jenderal. dan masing-masing Bagian dapat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Direktur Jenderal. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Departemen. Sekretaris Kementerian Negara. b) Pusat paling banyak 4 (empat).

dan tata kerja Kementerian Koordinator. Pasal 147 (1) Keputusan Menteri yang merupakan pelaksanaan : c. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum dan hak asasi manusia dilakukan oleh perangkat Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Departemen. VII . Pasal 144 (1) Rincian tugas. dan Kementerian Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Presiden atas Usul Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 146 (2) Sebelum organisasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terbentuk. (2) Unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada masing-masing Kementerian Koordinator. (2) Penyesuaian terhadap Peraturan Presiden ini dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Tugas. Pasal 145 Pengecualian terhadap organisasi Kementerian Koordinator. Kewenangan. Dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan Peraturan Presiden ini. dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. Departemen. fungsi. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Departemen. Fungsi. (2) Salinan Peraturan Menteri tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkan.Pasal 142 Pejabat Struktural Eselon Ia yang dialih tugaskan pada jabatan staf ahli tetap diberikan Eselon Ia Pasal 143 (1) Unit organisasi dan tugas eselon I pada masing-masing Kementerian Koordinator. yang operasionalnya dikendalikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sampai dengan ditetapkannya organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Peraturan Presiden ini. Susunan Organisasi. Departemen.

Pasal 149 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ttd Lambock V. Dinyatakan tidak berlaku.H. Kewenangan. Nahattands. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. DR. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. Fungsi. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan Tugas. maka : c. ttd. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan. VIII .BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 148 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini.

Fungsi. dipandang perlu menetapkan Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia. 4. d. Direktorat Jenderal Imigrasi. i. f. Fungsi. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Staf Ahli. Badan Pembinaan Hukum Nasional. dan untuk menjamin terselenggaranya tugas pemerintahan. b. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 3. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sekretariat Jenderal.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. h. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. k. Susunan Organisasi. Tugas. Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. e. Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia. j. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). c. Pasal 14 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. Tugas. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. : 1. BAB II DEPARTEMEN Bagian Keempat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Mengingat (1) IX . 2. Susunan Organisasi. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Inspektorat Jenderal. g.

dan Inspektorat Jenderal. (11) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden ini. (7) Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perlindungan hak asasi manusia. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 (2) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2004. c. X . Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2004. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia.(2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. dinyatakan tidak berlaku. Penyesuaian unit organisasi dan tugas eselon I pada Kementerian Negara Republik Indonesia. maka : a. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. b. Direktorat Jenderal. Badan. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara Koordinator. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Keputusan Menteri tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini dinyatakan tetap berlaku.

ttd. Nahattands. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Lambock V. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet dan Bidang Hukum dan Perundang-undangan. H.Pasal 71 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. XI . DR.

b. Sekretariat Jenderal.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. b. c. Tugas. Nomor 66 Tahun 2006. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden : a. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Nomor 63 Tahun 2005. Susunan Organisasi. Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Diubah sebagai berikut : 1. d. Nomor 80 Tahun 2005. dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. Ketentuan Pasal 13 diubah. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2006. Fungsi. c. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. 4. d. 3. : 1. Mengingat XII . 2. Nomor 15 Tahun 2005.

i. Ketentuan Pasal 14 diubah. Badan. 2. (11) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. ttd Lambock V. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (12) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. h. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. k. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. DR. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi anusia. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi.e. dan Inspektorat Jenderal. Nahattands. ttd. Direktorat Jenderal Imigrasi. j. f. l. Inspektorat Jenderal. H. XIII . (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Direktorat Jenderal. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 14 (1) Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. (7) Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknik di bidang hak asasi manusia. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal II Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Staf Ahli. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 2 Nopember 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. g. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. (2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan.

Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM.: 1. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan HAM atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan HAM. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan HAM.PR. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penataan organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan HAM. disampaikan terima kasih. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : M. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XIV . adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir.07.PAN/10/2005 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah Jakarta. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan HAM dan salinannya disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.10-26 tanggal 10 Agustus 2005 perihal Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah. Tembusan Yth.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/1841/M. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3. 5 Oktober 2005 Kepada Yth.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Pusat Pengkajian dan Pengembangan 12. 2.PAN Nomor : B/1841/M. UNIT ORGANISASI Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Imigrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia Insperktorat Jenderal I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 JUMLAH ESELON II III IV 6 27 96 6 6 7 7 6 6 7 5 5 1 1 63 25 22 29 29 26 25 5 18 17 4 3 230 52 67 92 85 65 68 24 46 35 13 8 651 Badan Pembinaan Hukum Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan 10. 4. 7. 6. Hukum dan Hak Asasi Manusia 11. 8.PAN/10/2005 Tanggal : 5 Oktober 2005 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM NO 1. 3.Lampiran Surat Men. 9. Kebijakan JUMLAH XV . 5.

dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : MUM. disampaikan terima kasih. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia.: 1. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/941/M. Tembusan Yth. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut.PAN/4/2007 Jakarta. 16 April 2007 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepada Yth.06-02 tanggal 5 Januari 2007 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XVI .01.

2. 6.PAN/4/2007 Tanggal : 16 April 2007 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NO 1.PAN Nomor : B/941/M.Lampiran Surat Men. UNIT ORGANISASI Kepala Badan Sekretariat Badan Kepala Pusat Kepala Bagian Kepala Bidang Kepala Subbagian Kepala Subbidang JUMLAH Ia 1 1 JUMLAH ESELON IIa IIIa IVa 1 3 4 4 9 13 12 18 30 XVII . 5. 3. 4. 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful