PERATURAN MENTERI HUKUM & HAK ASASI MANUSIA NOMOR : M.09.PR.

07-10 TAHUN 2007
TANGGAL 20 APRIL 2007

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM

TAHUN 2007

1

DAFTAR ISI
I. : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAM R.I NOMOR: M.09PR.07.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM R.I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM Bagian Kesatu : Kedudukan …………………............................... Bagian Kedua : Tugas …………………………............................ Bagian Ketiga : Fungsi …………………………............................ SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ………….................................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………... Bagian Ketiga : Biro Perencanaan …………….............................. Bagian Keempat : Biro Kepegawaian ……....................................... Bagian Kelima : Biro Keuangan ………......................................... Bagian Keenam : Biro Perlengkapan ……………………………... Bagian Ketujuh : Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri ……… .. Bagian Kedelapan : Biro Umum …………………............................ DIREKTORAT UNDANGAN Bagian Kesatu Bagian Kedua Bagian Ketiga Bagian Keempat Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh Bagian Kedelapan BAB V : JENDERAL : : : : : : : : PERATURAN PERUNDANG01

BAB I

:

03 03 03 03 03 04 04 04 04 09 12 16 19 21 25 25 25 25 28 31 35 37 40 43 43 43 43 46 50 51 53 56 58 58 58 58 61 64 66 69 72 75

BAB II
BAB III

: :

BAB IV

:

Tugas dan Fungsi …………….............................. Susunan Organisasi ……………………………... Sekretariat DITJEN …………………………….. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang… undangan Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang… undangan Direktorat Publikasi, Kerja Sama dan … Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Direktorat Litigasi Perundang-undangan … Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan … Daerah

DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Perdata ……………………………. Bagian Kelima : Direktorat Pidana ……………………………. Bagian Keenam : Direktorat Tata Negara …................................... Bagian Ketujuh : Direktorat Hukum Internasional ……………… Bagian Kedelapan : Direktorat Daktiloskopi ……............................... DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Registrasi dan Statistik ……... Bagian Kelima : Direktorat Bina Perawatan ……... Bagian Keenam : Direktorat Bina Bimbingan ……... Kemasyarakatan Bagian Ketujuh : Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi ….... Bagian Kedelapan : Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban ……... Bagian Kesembilan : Direktorat Bina Khusus Narkotika ……….........

BAB VI

:

i

BAB VII

:

DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………......................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Dokumen Perjalanan, ……............. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Bagian Kelima : Direktorat Izin Tinggal dan Status ……............. Keimigrasian Bagian Keenam : Direktorat Intelijen Keimigrasian ……............. Bagian Ketujuh : Direktorat Penyidikan dan ……............. Penindakan Keimigrasian Bagian Kedelapan : Direktorat Lintas Batas dan Kerja ……………. Sama Luar Negeri Keimigrasian Bagian Kesembilan : Direktorat Sistem Informasi ……………. Keimigrasian DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………........................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN …………………………… Bagian Keempat : Direktorat Hak Cipta, Desain …………… Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Bagian Kelima : Direktorat Paten ……………............................. Bagian Keenam : Direktorat Merek ……………............................. Bagian Ketujuh : Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan …… Bagian Kedelapan : Direktorat Teknologi Informasi ………………... DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Hak Asasi Manusia ……... Bagian Kelima : Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak ……... Asasi Manusia Bagian Keenam : Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan ……... Hak Asasi Manusia Bagian Ketujuh : Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi ……... Manusia Bagian Kedelapan : Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak ….. Asasi Manusia INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………….. Bagian Ketiga : Sekretariat ITJEN …………………………….. Bagian Keempat : Inspektorat Kepegawaian ……....................... Bagian Kelima : Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan …... Bagian Keenam : Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan …... Hak Kekayaan Intelektual Bagian Ketujuh : Inspektorat Pemasyarakatan …........................ Bagian Kedelapan : Inspektorat Keimigrasian ……........................ Bagian Kesembilan : Inspektorat Khusus …………………………….. Bagian Kesepuluh : Kelompok Jabatan Fungsional Auditor ..........

78 78 78 78 81 84 86 89 92 95 99 99 99 99 102

BAB VIII :

BAB IX

:

104 107 109 111 115 115 115 115 118 121 124 126 128 131 131 131 131 135 135 136 137 137 138 139 140 140 140 140 143

BAB X

:

BAB XI

:

BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………............................. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………............................. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan …….. Sistem Hukum Nasional

ii

Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh BAB XII :

: Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum …….. Nasional : Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum .......... Nasional : Pusat Penyuluhan Hukum …………………...

145 147 149 152 152 152 152 155 157 159 161 164 164 164 164 167 169 171 173

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………….. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Sipil dan Politik Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Bagian Keenam : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak Asasi Manusia Yang Berat Bagian Ketujuh : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Kelompok Rentan : BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………... Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat Badan …………………………… Bagian Keempat : Pusat Pengembangan Kepemimpinan ……….. dan Manajemen Bagian Kelima : Pusat Pengembangan Teknis ……….. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional dan ……….. HAM : STAF AHLI

BAB XIII

BAB XIV

BAB XV

: PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………… Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………………………….. : KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL : TATA KERJA

174 174 174 176 176 177 177 177

BAB XVI BAB XVII

BAB XVIII : INSTANSI VERTIKAL
BAB XIX

: UNIT PELAKSANA TEKNIS : KETENTUAN PENUTUP

BAB XX

iii

LAMPIRAN I
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Bagan Susunan Organisasi Menteri Hukum dan HAM Bagan Susunan Organisasi Sekretariat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Imigrasi Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal HAM Bagan Susunan Organisasi Inspektorat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Badan Pembinaan Hukum Nasional Bagan Susunan Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan …………………… …………………… …………………… xvi …………………… …………………… …………………… xxiii xxxi i ii ix

…………………… xxxix …………………… xlvi …………………… liii …………………… lxi …………………… lxvii

…………………… lxxiii ………………… lxxviii

LAMPIRAN II
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 91Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/1841/M.PAN/10/2005 Tanggal 5 Oktober 2005 Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/941/M.PAN/4/2007 Tanggal 16 April 2007

………………..

I

2.

………………..

IX

3.

……………….. ……………….. ………………..

XII XIV XVI

4. 5.

iv

6. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3614). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889).09-PR.03-PR-07. 8. Fungsi. 5. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3809). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3474). : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3668).10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 3. 3. Mengingat 1 . perlu mencabut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 33.MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.07.PAN/4/2007 tanggal 16 April 2007. Tugas. dan Tata Kerja Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 2. perlu penataan kembali organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/941/M.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan menetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang baru. Susunan Organisasi. 7. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886). b. 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 13. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 2 . 20. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2004 – 2009. 16. Keputusan Presiden Nomor 139 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kantor Pelayanan Fidusia di setiap Ibukota Propinsi di wilayah Negara Republik Indonesia. Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya-biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 170. 12. 25. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2004 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4045). Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 8 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). Tugas. 11. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 109. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4005 ). 13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4130). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 243.9. 21. 14. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 244. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). 23. Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. 10. 22. 19. 18. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4046 ). Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4131). 24. 15. Fungsi. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Tugas. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 108/1995 tentang Pedoman Perumusan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural di lingkungan Departemen. 17.

BAB I KEDUDUKAN. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. 3 . Inspektorat Jenderal. Sekretariat Jenderal. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. d. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan l. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (2) Departemen dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. f. Staf Ahli. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. penyampaian laporan hasil evaluasi. TUGAS. b. g. c. perumusan kebijakan nasional. d. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. dan e. h. Direktorat Jenderal Imigrasi. saran. DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Kedudukan Pasal 1 (1) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah unsur pelaksana Pemerintah. b. Bagian Kedua Tugas Pasal 2 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. c. kebijakan pelaksanaan. i. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Bagian Ketiga Fungsi Pasal 3 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 . k. j. Badan Pembinaan Hukum Nasional. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. e.

penyusunan evaluasi rencana dan laporan Departemen. Biro Kepegawaian. penyusunan rencana strategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. kementerian Negara. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. 4 . Departemen lain. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. d. c. f. pengorganisasian. dan lembaga lain yang terkait. b. c. dan h. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Biro Perencanaan. Biro Perlengkapan. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. Lembaga Pemerintah Non Departemen. penyusunan program dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pelaksanaan pembinaan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit-unit organisasi di lingkungan Departemen. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. g.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. Biro Umum. Pasal 9 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 8. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 8 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. e. ketatalaksanaan serta evaluasi dan penyusunan laporan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Biro Keuangan. dan d. dan f. pelaksanaan pembinaan organisasi di lingkungan Departemen. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan. d. e. b. koordinasi penyusunan rencana dan anggaran. pengumpulan dan pengolahan data perencanaan Departemen. Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b.

penyajian informasi termasuk data terkait gender serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. e. penyajian dan pemberian layanan data dan informasi. dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Sumatera Utara. Yogyakarta. Sumatera Selatan. Sulawesi Barat. Nusa Tenggara Barat. Bagian Ketatalaksanaan. Gorontalo. Kalimantan Selatan. dan d. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. c. b. serta perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. termasuk data terkait gender. DI. Jawa Tengah. Maluku dan Maluku Utara. Bengkulu. perencanaan. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. serta perencanaan. perangkat dan jaringan situs. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II. Bagian Penyusunan Program dan Anggaran. Banten. b. Bagian Evaluasi dan Laporan. Sulawesi Tenggara. perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Nusa Tenggara Timur. Badan Pembinaan Hukum Nasional. c. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Kepulauan Riau. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Kalimantan Timur. Bagian Organisasi. Jambi. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III. Pasal 14 Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 13 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Pasal 11 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data. pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Kepulauan Bangka Belitung. penyajian informasi serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. dan f. d. Kalimantan Tengah. dan Jawa Timur serta pelaksanaan administrasi surat masuk dan keluar. pengoperasian jaringan situs Departemen dan pemeliharaan file. DKI Jakarta. Riau. dan Lampung serta pengoperasian dan pemeliharaan jaringan situs Departemen dan perangkat keras. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I. Sulawesi Selatan. pengumpulan dan pengolahan data. b. (1) (2) (3) (4) 5 . Papua. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Sekretariat Jenderal.Pasal 10 Biro Perencanaan terdiri atas : a. dan Irian Jaya Barat. Kelompok Jabatan Fungsional. Sumatera Barat. dan d. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Sulawesi Tengah. c. Sulawesi Utara.

Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. b. penyusunan perencanaan. dan Lampung. penyusunan rencana. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Jambi. program dan anggaran. dan e. program dan anggaran. Nusa Tenggara Barat. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. penyusunan rencana. c. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV. b. Maluku. Pasal 18 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. Sumatera Utara. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengolahan dan analisis data. program dan anggaran. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 17 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran terdiri atas : a. penyusunan rencana. Maluku Utara. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III. pengolahan dan analisis data. d. program dan anggaran serta pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Departemen. penyusunan rencana stategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. pengolahan dan analisis data. Gorontalo. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Sulawesi Tengah. program dan anggaran. pengelolaan. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai tugas melakukan pengelolaan. dan d. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. Sumatera Barat. koordinasi penyusunan perencanaan. c. DKI Jakarta. Banten. Pasal 15 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan analisis data. program dan anggaran. penyusunan rencana. Jawa Tengah.pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Kalimantan Selatan. Sulawesi Barat. penyusunan rencana strategis. DI. Kalimantan Tengah. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kepulauan Riau. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. Yogyakarta. Sumatera Selatan. Riau. Bengkulu. penyusunan program. pengolahan dan analisis data. Kalimantan Timur. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I. dan Nusa Tenggara Timur. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan pengelolaan. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Bagian Penyusunan Program. Papua dan Irian Jaya Barat. (1) (2) (3) (4) 6 . Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Sekretariat Jenderal. Jawa Timur dan Bali. Sulawesi Utara.

penyiapan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program Departemen. penyusunan standar. Riau. Sulawesi Tengah. pengevaluasian kelembagaan. dan d. Subbagian Evaluasi dan Laporan I.I Yogyakarta. c. Jawa Tengah. D. Subbagian Evaluasi dan Laporan II. Kalimantan Timur. Bagian Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 22 Subbagian Evaluasi dan Laporan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. pelaksanaan evaluasi kinerja hasil pelaksanaan rencana pembangunan departemen periode sebelumnya. Sumatera Selatan. penghimpunan dan analisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana dan program. Banten.Pasal 19 Bagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penghimpunan dan analisis hasil pemantauan. penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan strategis departemen sebagai bahan rencana pembangunan periode berikutnya. b. c. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. perumusan tugas. b. Kalimantan Tengah. Subbagian Evaluasi dan Laporan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. dan e. Sulawesi Barat. 7 . Maluku. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV. Subbagian Evaluasi dan Laporan III mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Pasal 24 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. dan Jawa Timur. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. dan Irian Jaya Barat. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Gorontalo. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Departemen. c. d. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Utara. Bagian Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 21 Bagian Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Sumatera Utara. Kalimantan Selatan. dan d. Subbagian Evaluasi dan Laporan III. penelaahan. dan Lampung. Jawa Barat. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi di lingkungan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan organisasi. Jambi. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Sulawesi Selatan. Maluku Utara. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Kepulauan Riau. Papua. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi di lingkungan Departemen. Bengkulu. analisa kebutuhan. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Sumatera Barat. (1) (2) (3) (4) Pasal 23 Bagian Organisasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kelembagaan di lingkungan Departemen. b.

Subbagian Evaluasi Tatalaksana. perumusan tugas. Subbagian Kelembagaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan. penelaahan dan penyusunan pembakuan sarana kerja serta pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. fungsi dan susunan organisasi. Lampung. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. serta penyiapan naskah rancangan peraturan di bidang tugas Sekretariat Jenderal. penyusunan sistem dan prosedur administrasi. Papua dan Irian Jaya Barat. (1) (2) (3) (4) 8 . Sulawesi Tengah. metode kerja. Subbagian Pengembangan Sistem. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Subbagian Kelembagaan II. penyusunan standar. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Subbagian Tata Usaha Biro.Pasal 25 Bagian Organisasi terdiri atas : a. Riau. dan Metode Kerja. dan d. Maluku Utara. Kepulauan Bangka Belitung. fungsi dan susunan organisasi. Prosedur. Kepulauan Riau.I Yogyakarta. b. Sumatera Barat. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Subbagian Evaluasi Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. Sulawesi Tenggara. fungsi dan susunan organisasi. Bagian Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. analisa kebutuhan. Jawa Barat. perumusan tugas. Kalimantan Barat. b. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Barat. Bali. Sulawesi Selatan. Pasal 26 Subbagian Kelembagaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan. dan Jawa Timur. analisa kebutuhan. penyusunan standar. Sumatera Selatan. D. Banten. Subbagian Pengembangan Sistem. Subbagian Kelembagaan I. dan Kalimantan Selatan. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. c. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Utara. Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja. dan evaluasi ketatalaksanaan serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. analisa kebutuhan. Kalimantan Timur. Pasal 30 Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. penyusunan pembakuan sarana kerja dan penyiapan pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. penyusunan standar. Subbagian Kelembagaan III. Pasal 28 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. Pasal 29 Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas : a. Prosedur dan Metode Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem dan prosedur administrasi. Bengkulu. dan d. sistem dan prosedur administrasi. Sumatera Utara. Jambi. c. perumusan tugas. analisa jabatan. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Tengah. Subbagian Kelembagaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan. metode kerja dan penyiapan naskah rancangan peraturan. (1) (2) (3) Pasal 27 Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pembakuan sarana kerja. Maluku. Jawa Tengah. Gorontalo. b. dan c.

koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Subbagian Jaminan Sosial. Pasal 36 Bagian Umum Kepegawaian terdiri atas : a. pengelolaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangan-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. Bagian Mutasi Pegawai. penyusunan rencana dan penyiapan pengembangan pegawai. d. Bagian Pemberhentian. pemberhentian dan pensiun pegawai.Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 31 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Departemen. dan d. c. b. Pasal 32 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian Umum Kepegawaian. c. alokasi formasi dan pengendalian kepangkatan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. peraturan perundangan-undangan dan petunjuk kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. kartu isteri/suami dan lain-lain sebagainya. Subbagian Peraturan Perundangan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. kesejahteraan dan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. Bagian Umum Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengadaan. pengadaan dan perencanaan alokasi formasi pegawai di lingkungan Unit Pusat maupun Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia serta perencanaan pengendalian kenaikan pangkat. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. Pasal 33 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. perencanaan dan penyiapan kenaikan pangkat.undangan. dan d. kesejahteraan pegawai. peraturan perundangundangan dan petunjuk kepegawaian. b. 9 . penyiapan penyelesaian urusan jaminan hari tua. perencanaan dan penyiapan cuti. Bagian Pengembangan Pegawai. b. Pasal 34 Bagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. pengendalian kepangkatan. Pasal 37 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan bahan rencana formasi. serta urusan tata usaha Biro Kepegawaian. Pasal 35 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. e. d. pengendalian kepangkatan. pengadaan dan penempatan. dan e. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. dan f. c. b. pengadaan dan alokasi formasi. Pensiun dan Disiplin Pegawai.

b. penempatan dan pengembangan pegawai. Pasal 41 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penganalisaan kebutuhan dan penyusunan kebutuhan pengembangan pegawai serta pemberian piagam penghargaan bagi pegawai yang telah menjalani pensiun. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. penyiapan dan penganalisaan kebutuhan pendidikan dan latihan dalam rangka pengembangan pegawai. 10 . kepangkatan.(3) Subbagian Jaminan Sosial mempunyai tugas melakukan penyelesaian urusan jaminan hari tua/TASPEN. dan d. penyiapan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri. Subbagian Mutasi III. Subbagian Mutasi IV. pengembangan sistem dan pendidikan dan pelatihan luar negeri. penyiapan pengiriman pegawai ke luar negeri. penyiapan pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi. penyiapan penetapan penggajian. dan c. Pasal 40 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. penggajian. dan penyiapan permohonan bantuan dana tabungan perumahan. b. penempatan dan pengembangan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kepegawaian. Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai. Pasal 39 Untuk melaksanakan tugas sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 38. Pasal 38 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan. c. piagam Dayaka Rhudika Pengayoman serta pembekalan bagi pegawai yang akan pensiun. Pasal 42 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan. (2) Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pengembangan sistem kepegawaian. c. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. Pasal 44 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. Subbagian Mutasi I. c. dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan bahan seleksi pegawai. dan d. b. penyiapan penetapan pengangkatan dan kepangkatan pegawai. b. Subbagian Penyaringan Pegawai. kartu isteri/kartu suami. penyiapan penetapan pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil. Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. dan d. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. penganalisaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan luar negeri dan pengurusan pegawai ke luar negeri dalam kerja sama teknis luar negeri serta pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi di lingkungan Departemen. Subbagian Mutasi II. pengangkatan. (3) Subbagian Penyaringan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a.

dan Gorontalo. dan c. golongan IV/b ke atas dan mutasi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. Kalimantan. kepangkatan. kepangkatan. Maluku. Pensiun dan Disiplin Pegawai terdiri atas : a. Irian Jaya Barat. Sulawesi. (2) Subbagian Mutasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. c. Papua. b. dan Irian Jaya Barat. perceraian dan cuti. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Unit Pusat. Pensiunan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan segala sesuatu di bidang pemberhentian dan pemensiunan. Nusa Tenggara serta Cuti Pegawai. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa. Subagian Pemberhentian dan Pensiun I. (3) Subbagian Mutasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Maluku Utara. izin perkawinan dan perceraian serta cuti pegawai. penggajian. kepangkatan. penegakan disipilin.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Maluku. Pasal 49 Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Maluku Utara. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi. Pasal 46 Bagian Pemberhentian. penggajian. penggajian. Pasal 48 Bagian Pemberhentian. Gorontalo. Kepulauan Riau. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian pemberhentian dan penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. dan Kalimantan. Banten. b. 11 . Subagian Pemberhentian dan Pensiun II. Subagian Pemberhentian dan Pensiun III. Kepulauan Bangka Belitung. Bali. (1) (2) (3) (4) Pasal 50 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha kepegawaian. Bagian Pemberhentian. Nusa Tenggara. Subagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai. (4) Subbagian Mutasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Kepulauan Riau. dan d. Jawa dan Banten. penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. penyelesaian permohonan izin perkawinan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Papua. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. Bali. kepangkatan. penggajian. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Pensiun dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Pasal 47 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. penyiapan pemberhentian dan pensiun pegawai.

Pasal 51 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 . pengelolaan arsip kepegawaian secara sistematis serta urusan kartu pegawai (KARPEG). (2) Subbagian Tata Naskah II mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. pembinaan. g. penghimpunan data kepegawaian. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Departemen golongan IV seluruh Indonesia dan pengelolaan arsip kepegawaian golongan III sampai golongan IV pada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. c. j. pelaksanaan penyelesaian kerugian negara. Pasal 53 (1) Subbagian Tata Naskah I mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 54 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. Jawa dan Banten. f. penyusunan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Departemen. e. pengelolaan dan koordinasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. dan d. Subbagian Tata Naskah II. penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. 12 . pengurusan Kartu Pegawai di lingkungan Unit Pusat serta pengelolaan arsip Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa dari Golongan I sampai dengan Golongan IV. dan mutasi kepegawaian dalam buku mutasi dan kartu mutasi pegawai yang bersangkutan. Subbagian Penggandaan I. Pasal 52 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas : a. c. pencatatan mutasi kepegawaian. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Departemen. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Sekretariat Jenderal. b. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan penggandaan. Pasal 55 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 54. Subbagian Penggandaan II. penyusunan daftar urut kepegawaian setiap tahun. dan k. (3) Subbagian Penggandaan I mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. d. pelaksanaan dan pengujian Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) Departemen. pengelolaan. pencatatan mutasi kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:r a. h. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penata usahaan administrasi keuangan Departemen. pencatatan segala pemindahan pegawai. b. c. koordinasi. Subbagian Tata Naskah I. (4) Subbagian Penggandaan II mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. i. dan d. pelaksanaan pengeluaran keuangan Departemen.

pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. D. Sumatera Selatan. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. Maluku Utara. Sumatera Utara. Riau. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Administrasi Hukum Umum. Pasal 59 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas : a. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. c. Maluku. penyiapan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. b. dan Lampung. Bengkulu. d. Sumatera Barat. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. dan d. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar. b. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV. Jambi. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Selatan. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kepulauan Riau. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.I.Pasal 56 Biro Keuangan terdiri atas : a. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Jawa Timur dan Bali. c. DKI Jakarta. Jawa Tengah. 13 . Bagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Departemen. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. d. e. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. penyiapan penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan f. Banten. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan e. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 60 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur. b. Papua dan Irian Jaya Barat. c. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Yogyakarta. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III. Pasal 58 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57.

pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. Pasal 64 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengelolaan. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan d. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Subbagian Kerugian Negara. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Keuangan. Sulawesi Tenggara. pengelolaan urusan tata usaha Biro Keuangan. (1) (2) (3) (4) Pasal 65 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) mempunyai tugas melaksanakan pengujian Surat Perintah Pembayaran (SPP). penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Departemen dan urusan tata usaha Biro Keuangan. Sulawesi Barat. Gorontalo. b. Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar menyelenggarakan fungsi: a. biaya secara terpusat dan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Pasal 66 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. penyiapan bahan penilaian dan penyelesaian kerugian negara. Pasal 63 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha Keuangan. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. e. dan Nusa Tenggara Barat. c. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. Subbagian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian dan pemberian pertimbangan serta mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah perbendaharaan dan ganti rugi. penerbitan Surat Perintah Membayar. c. pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak. monitoring dan pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pembinaan perbendaharaan dan pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan perbendaharaan. Sulawesi Tengah. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Sulawesi Utara. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). Pasal 62 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan pembinaan perbendaharaan. 14 . b.(4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan penyusunan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. Nusa Tenggara Timur. Surat Setoran Bukan Pajak serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. dan f. penyiapan pembinaan dan penetapan pengelola keuangan. tata usaha keuangan. b. c. d. Subbagian Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen.

pelaksanaan monitoring penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Jawa Timur dan Bali serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Kalimantan Timur. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Surat Setoran Bukan Pajak. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Sumatera Utara. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Kalimantan Tengah. 15 . pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Sumatera Barat. Sulawesi Tengah. Bengkulu. Sulawesi Barat. b. DKI Jakarta. Pasal 68 Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Kalimantan Selatan.d. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. dan Lampung serta pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. Perwakilan Imigrasi Luar Negeri. Gorontalo. Banten. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Surat Setoran Bukan Pajak. (1) (2) (3) (4) Pasal 69 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi. Surat Setoran Bukan Pajak. Kepulauan Riau. Yogyakarta. Riau. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Papua dan Irian Jaya Barat serta pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. Sumatera Selatan. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyusunan laporan keuangan Departemen serta bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I. Surat Setoran Bukan Pajak. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. f. dan d. DI. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Jawa Tengah. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. e. dan g. c. Maluku Utara. Sulawesi Tenggara. dan Nusa Tenggara Barat. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Maluku. Pasal 67 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar terdiri atas : a. Jambi. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Timur. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.

Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. pengumpulan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Yogyakarta. pengumpulan. Sulawesi Tengah. Maluku. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan. Jawa Timur dan Bali. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Kalimantan Selatan. Sumatera Barat. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Banten. penyusunan pelaksanaan anggaran. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Sulawesi Barat. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat.Pasal 70 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bengkulu. Sulawesi Utara. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. (1) (2) (3) (4) Bagian Keenam Biro Perlengkapan Pasal 73 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perlengkapan di lingkungan Departemen. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. Sumatera Selatan. Kalimantan Timur. c. b. dan Lampung. Sumatera Utara. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. penyiapan pembinaan dan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Maluku Utara. DI. Pasal 74 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. c. b. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Riau. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pengumpulan. Papua dan Irian Jaya Barat. Kalimantan Tengah. dan Nusa Tenggara Barat. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. Pasal 71 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. Nusa Tenggara Timur. dan e. penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Pasal 72 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. dan d. Jambi. 16 . pengumpulan. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pengumpulan. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. DKI Jakarta.

pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan statistik perlengkapan. Subbagian Pembelian. b. Bagian Inventarisasi. penyaluran dan pemeliharaan perlengkapan. dan penyiapan penetapan kebijakan penghapusan. Pasal 80 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pengadaan perlengkapan Departemen. dan f. penganalisaan kebutuhan dan penyusunan pembakuan perlengkapan. c. e. dan c. Bagian Analisa Kebutuhan menyelenggarakan fungsi : a. b. e. pelaksanaan pembelian perlengkapan. 17 . Pasal 79 (1) Subbagian Penyediaan Data mempunyai tugas melakukan penyediaan data kebutuhan perlengkapan serta penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. b. (2) Subbagian Pembakuan mempunyai tugas melakukan penyiapan analisa kebutuhan perlengkapan dan pembakuan perlengkapan. Bagian Pengadaan. penelahaan dan penyiapan penilaian harga dan mutu perlengkapan. Pasal 76 Bagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan Departemen. b. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perlengkapan. Pasal 81 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. Bagian Analisa Kebutuhan. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi : a. penganalisaan kebutuhan dan penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. b. Bagian Penghapusan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan tender dan penyiapan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. dan c. pelaksanaan penyimpanan. Subbagian Tata Usaha Biro. penyediaan data. pelaksanaan pengadaan perlengkapan. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran. Pasal 82 Bagian Pengadaan terdiri atas : a. Subbagian Pembakuan. dan c. Subbagian Tender. Subbagian Penyediaan Data. Subbagian Harga dan Mutu. Pasal 77 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. Pasal 78 Bagian Analisa Kebutuhan terdiri atas : a. dan c. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perelengkapan.b. d. d. Pasal 75 Biro Perlengkapan terdiri atas : a.

dan c. b. Subbagian Pergudangan dan Penyaluran. b. (3) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. Subbagian Pembukuan. penyiapan pembukuan perlengkapan. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Pendataan Inventaris mempunyai tugas melakukan penelaahan. penyimpanan. pengeluaran dan penyaluran serta pemeliharaan perlengkapan. Pasal 87 (1) Subbagian Pergudangan dan Penyaluran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman. pengolahan data inventaris dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. (2) Subbagian Tender mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tender dan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. (2) Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan mempunyai tugas melakukan pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. Pasal 88 Bagian Inventarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman. 18 . Pasal 91 (1) Subbagian Pembukuan mempunyai tugas melakukan penyusunan pembukuan arsip induk inventaris. penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. Pasal 90 Bagian Inventarisasi terdiri atas : a. pengeluaran serta penyaluran perlengkapan. Pasal 85 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. penyusunan statistik dan laporan. Pasal 89 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. (3) Subbagian Statistik dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik dan laporan. dan c. Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan. penelaahan dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. dan c. pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. b. b. pengaturan inventarisasi serta penyusunan statistik perlengkapan. Subbagian Statistik dan Laporan. Subbagian Pemeliharaan. Pasal 86 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran terdiri atas : a. penyiapan bahan pedoman penyusunan pengaturan dan penyimpanan. Subbagian Pendataan Inventaris. Bagian Inventarisasi menyelenggarakan fungsi : a. penerimaan. Pasal 84 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran mempunyai tugas melaksanakan penerimaan. (3) Subbagian Pembelian mempunyai tugas melakukan pembelian perlengkapan berdasarkan hasil penilaian harga dan mutu perlengkapan yang diperlukan Departemen. penyiapan serta penyusunan rencana penyaluran perlengkapan.Pasal 83 (1) Subbagian Harga dan Mutu mempunyai tugas melakukan pengumpulan informasi dan mengikuti perkembangan harga dan mutu sebagian bahan penilaian perlengkapan yang diperlukan. dan c.

dan c. penelitian dan penilaian serta pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. (3) Subbagian Pelaksanaan Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. Bagian Informasi dan Komunikasi. b. Bagian Hubungan Luar Negeri. penyiapan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. b. c. Lembaga Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan. dan d. dan c. penyiapan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. (2) Subbagian Perubahan Status Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. Subbagian Pelaksanaan Penghapusan. Bagian Penghapusan menyelenggarakan fungsi : a. pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. dan c. Pasal 94 Bagian Penghapusan terdiri atas : a. 19 . Subbagian Penilaian. Pasal 93 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Bagian Ketujuh Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri Pasal 96 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri serta pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. Subbagian Perubahan Status Perlengkapan. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan. penyiapan penelaahan dan pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. Pasal 97 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pelaksanaan hubungan dengan kelembagaan Pemerintah. b. Pasal 99 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan serta kerja sama dengan instansi lain.Pasal 92 Bagian Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman penetapan penghapusan perlengkapan. b. Pasal 95 (1) Subbagian Penilaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 98 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a.

Bagian Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Subbagian Penyusunan Program. pengelolaan dan penyajian berita. (2) Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan.Pasal 100 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. pelaksanaan hubungan kerja sama di bidang hukum dengan negara-negara lain (Antar Negara/Pemerintah). Evaluasi. dokumentasi dan perpustakaan serta urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. dan b. tukar menukar informasi dan pengalaman. Pasal 103 Bagian Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan kerja sama dengan Badanbadan Internasional dan antar negara serta penyusunan program evaluasi dan laporan. dan c. Bagian Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Kerja Sama Antar Negara. pengolahan dan penyajian berita. Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan. Pasal 105 Bagian Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. Pasal 101 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan terdiri atas : a. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan menyelenggaraan fungsi: a. dan c. serta penerbitan berkala. Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. (2) Subbagian Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melakukan penghimpunan produk hukum dan peraturan perundang-undangan dari negara lain. Evaluasi. Subbagian Hubungan Kelembagaan. 20 . Pasal 104 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. b. Pasal 102 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. pemberian penerangan dan penerimaan informasi serta kerja sama dengan organisasi masyarakat. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Badan-badan Internasional (Organisasi/Lembaga Internasional). penerbitan dan penyebaran kuasa hasil penerbitan. b. pendistribusian dan penyebaran bahan hasil penerbitan. pelaksanaan penyusunan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. Pasal 106 (1) Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan penyiapan bahan hubungan kerja sama Badan-badan Internasional dan perwakilan asing yang berada di Indonesia. dan Laporan. Pasal 107 Bagian Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian informasi tentang kegiatan Departemen. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. Pasal 108 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. (3) Subbagian Penyusunan Program.

c. pengumpulan bahan informasi yang berasal dari dalam maupun luar Departemen untuk diolah. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. dan d. (1) (2) (3) (4) 21 . Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa. Bagian Pengamanan. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. dan e. pelaksanaan kegiatan pers dan media massa. Bagian Tata Usaha Departemen. b. Pasal 112 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita. dan f. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Bagian Bina Sikap Mental. pembinaan dan pelaksanaan tata usaha di lingkungan Departemen. pelaksanaan urusan keamanan dalam. c. Pasal 115 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114. Pasal 113 Biro Umum terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha Pimpinan. d. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan semua bahan dokumentasi serta pengelolaan perpustakaan. disusun dan disajikan sebagai berita dan penerbitan berkala kegiatan Departemen. c. e.b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. dan d. dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan tata usaha Biro Umum. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan konfrensi pers dan wawancara serta bahan informasi untuk penerbitan majalah interen dan eksteren. d. Bagian Kedelapan Biro Umum Pasal 111 Biro Umum mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Departemen. c. Subbagian Tata Usaha Biro. pengelolaan kearsipan. b. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 109 Bagian Informasi dan Komunikasi terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengurusan pengetikan dan penggandaan. pengelolaan urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Pasal 110 Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita mempunyai tugas melakukan pencarian. pelaksanaan pembinaan sikap mental pegawai. penyiapan urusan surat menyurat. b. Pasal 114 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melaksanakan dan menyiapkan pembinaan tata usaha dan kearsipan di lingkungan Departemen. Bagian Rumah Tangga.

pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. kesehatan. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. dan c. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. 22 . dan d. pelaksanaan urusan tata usaha Staf Ahli. dan d. dan kesejahteraan pegawai lainnya. pelaksanaan urusan pembinaan rohani dan sosial pegawai. Pasal 117 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pengurusan pembinaan surat menyurat. Bagian Bina Sikap Mental menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan pengelolaan kearsipan. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. dan d. penyiapan pelaksanan rapat dan acara Pimpinan Departemen. b. penggandaan dan penjilidan. Subbagian Agenda dan Pengiriman. Pasal 119 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. c. Subbagian Agenda dan Pengiriman mempunyai tugas melakukan pengagendaan dan pengiriman surat. (1) (2) (3) (4) Pasal 118 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. b. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengurusan pengetikan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Staf Ahli. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. Subbagian Persuratan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. b. c.Pasal 116 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Pasal 123 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 . Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 120 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Menteri. c. Pasal 121 Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri. (1) (2) (3) (4) Pasal 122 Bagian Bina Sikap Mental mempunyai tugas melaksanakan urusan pembinaan rohani. Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan protokol meliputi penerimaan tamu. b. pelaksanaan urusan protokol. Subbagian Protokol. Subbagian Arsip. pelaksanaan urusan kesehatan.

Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas.Pasal 124 Bagian Bina Sikap Mental terdiri atas : a. pengurusan penggunaan sarana fisik dan sarana lainnya di Kantor Departemen. pengaturan dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan d. pelaksanaan pengamanan fisik pimpinan Departemen. Pasal 129 Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pemeliharaan sarana fisik dan sarana lainnya. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. c. Subbagian Urusan Dalam. b. b. pelaksanaan penerbitan dan pengamanan fisik bangunan dan perlengkapan di lingkungan Departemen. Subbagian Pengamanan Pimpinan. (1) (2) (3) (4) Pasal 130 Bagian Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan di lingkungan Departemen. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi. dan c. Subbagian Kesehatan Pegawai. (2) Subbagian Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan kesehatan pegawai. b. Subbagian Tata Usaha Biro. pengurusan pengangkutan dan perjalanan dinas. Subbagian Gaji. air. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengurusan penggunaan kendaraan dinas. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. listrik. Pasal 131 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Subbagian Kesejahteraan. Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar gaji. Pasal 125 (1) Subbagian Rohani dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan mental dan rohani serta usaha sosial pegawai. telepon. pembuatan daftar gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Rohani dan Sosial. Subbagian Pengamanan Lingkungan. Pasal 128 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. pelaksanaan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia. Pasal 126 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai lainnya. dan c. Pasal 132 Bagian Pengamanan terdiri atas : a. dan d. dan c. 23 . pengangkutan pegawai serta administrasi perjalanan dinas. c. Pasal 127 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. penggunaan rumah dinas/jabatan di lingkungan Departemen dan penyiapan tempat rapat/pertemuan. Bagian Pengamanan menyelenggarakan fungsi : a. b.

24 . (2) Subbagian Pengamanan Lingkungan mempunyai tugas melakukan ketertiban di lingkungan Departemen. (3) Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi mempunyai tugas melakukan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia di lingkungan Departemen.Pasal 133 (1) Subbagian Pengamanan Pimpinan mempunyai tugas melakukan pengamanan fisik Pimpinan Departemen dan tamu penting.

c. c. serta Pasal 135 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. c. dan e. Direktorat Publikasi. Pasal 138 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. d.undangan. dan e. perumusan standar. penyusunan laporan kegiatan peraturan perundang-undangan. publikasi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 134 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan perundang. pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan. b. 25 . pengelolaan arsip dan dokumentasi. harmonisasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 137 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengelolaan urusan administrasi keuangan. harmonisasi. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. kriteria dan prosedur di bidang perancangan.undangan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. norma. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. b. litigasi perundangundangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. Bagian Kepegawaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 136 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. evaluasi. harmonisasi. b.undangan. publikasi. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. d. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 139 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perancangan. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan tata usaha. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a.undangan. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. program dan anggaran. publikasi. dan f. d. d. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pedoman. b. Direktorat Litigasi Perundang. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pengelolaan urusan kepegawaian. e.

Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengolahan. b. Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jabatan Fungsional. Pemberhentian dan Pensiun. b. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Subbagian Mutasi. Subbagian Data. kepangkatan. Pasal 144 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. program dan anggaran. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 143 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan f. 26 . penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan penyusunan formasi. pengolahan . pengelolaan. Pasal 142 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengolahan. Pasal 147 (1) Subbagian Umum Kepegawaian dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. (2) Subbagian Mutasi. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Bagian Tata Usaha. Pasal 146 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Informasi dan Laporan. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pendataan. Pasal 141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. dan b. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. evaluasi program. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Data. penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi. penggajian. dan c. program dan anggaran. Informasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. Pasal 145 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144. penyiapan pengelolaan. Pasal 140 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. program dan anggaran. dan c. dan b.e.

pelaksanaan anggaran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 150 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pembuatan daftar gaji dan pelaksanaan pembayaran gaji pegawai. Pasal 152 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penggandaan dan pengiriman. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan serta urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 157 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 156 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan hubungan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan b. b. serta pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 155 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 151 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan surat menyurat. hubungan masyarakat dan protokol.Pasal 148 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 149 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148. pengetikan. dan b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga. serta pembukuan. Pasal 153 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. urusan dalam dan pengamanan. Pasal 154 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. serta pembukuan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. 27 . perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan b. dan b. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. Subbagian Perlengkapan.

c. e. pengevaluasian pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan. d. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi. Teknik.undangan. Pasal 162 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. dan e. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan.undang. pembimbingan teknis di bidang perencanaan. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. Pasal 161 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. metode. pedoman. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. d.undangan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 163 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Metode. 28 . teknik perancangan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang. hubungan masyarakat dan protokol.Pasal 158 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a.undangan. Subbagian Tata Usaha. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. b. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. dan g. dan c. penggandaan. pembahasan rancangan undang-undang. serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pembahasan rancangan undang. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 160 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perancangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. c. metode.undangan. metode. norma. pembahasan rancangan undang-undang. pengetikan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. metode. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. penyusunan standar. f. Pasal 159 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pembahasan rancangan undang-undang. dan pengiriman. Subbagian Persuratan. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perencanaan. b. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang.

serta penyiapan materi perancangan peraturan perundang-undangan. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pedoman. Pasal 168 Subdirektorat Metode. b. norma. Subdirektorat Metode. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. pedoman. Pasal 170 Subdirektorat Metode. Teknik. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program serta pengumpulan dan pengolahan data penyusunan peraturan perundang-undangan.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan serta penyiapan konsep rancangan peraturan perundang-undangan. norma. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi : a. b. penyusunan standar. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan. pedoman. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode. c. penyiapan evaluasi perancangan peraturan perundang-undangan. kriteria. penyiapan penyusunan standar. dan b. Pasal 165 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. prosedur. norma. penyiapan evaluasi pelaksanaan dan laporan di bidang penyusunan rencana dan program penyusunan peraturan perundang-undangan. pedoman. Pasal 167 (1) Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyusunan standar. kriteria. Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang-undangan. bimbingan teknis dan evaluasi di bidang metode dan teknik. penyiapan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program. norma. Pasal 169 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. kriteria. prosedur di bidang pengumpulan dan pengolahan bahan pengkajian dan penyusunan usul prakarsa perancangan peraturan perundangundangan. Pasal 166 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas : a. kriteria. penyiapan penyusunan standar. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. dan d. dan d. (2) Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang. c.undangan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengembangan metode. Seksi Penyusunan Rencana dan Program. penyiapan bimbingan teknis peraturan perundang-undangan. teknik dan bahasa perundang-undangan. Pasal 171 (1) Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang. 29 . prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang perencanaan dan pengevaluasian penyusunan peraturan perundang-undangan. dan bahasa perundang-undangan. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan laporan pelaksanaan program penyusunan peraturan perundang-undangan.Pasal 164 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. prosedur di bidang penyusunan rencana dan program. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. teknik. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan program kegiatan tahunan dan 5 (lima) tahunan.

penyiapan konsep keterangan pemerintah. Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. penyiapan konsep keterangan pemerintah. Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. d. f.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. penyiapan penilaian dan pengajuan usul pengangkatan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. Pasal 176 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. dan d. pembimbingan dan pembinaan teknis perancang peraturan perundang-undangan. Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. Pasal 177 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. b. jawaban pemerintah. jawaban pemerintah dan sambutan pemerintah mengenai rancangan undang. penyiapan konsep keterangan pemerintah. serta sistem dan metode pendidikan teknis perancang peraturan perundang. dan b. Pasal 178 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. b. pengkoordinasian pendidikan teknis jabatan fungsional perancang peraturan perundang. dan g. pemantauan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. jawaban pemerintah. dan penyiapan laporan mengenai jabatan fungsional perancang peraturan perundang-undangan. Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan. dan silabus. pelaksanaan evaluasi dan laporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. pengelolaan administrasi pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. c.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. dan b. perlengkapan dan akomodasi pembahasan. kurikulum.undangan. penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah dan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah rancangan undang. c.undangan berdasarkan kebijakan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan.Pasal 172 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan penyiapan bahan pembahasan rancangan undang-undang. Pasal 175 (1) Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan pembahasan rancangan undang-undang untuk disampaikan kepada Presiden dan penyiapan daftar inventarisasi masalah beserta jawabannya untuk dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 174 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang terdiri atas : a. 30 . penyiapan data dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang. e. sambutan pemerintah. penyiapan evaluasi dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. penyusunan pedoman. Pasal 173 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. (2) Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan fasilitasi pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat.undangan. sambutan pemerintah. serta pemantauan dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. pengevaluasian. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang menyelenggarakan fungsi : a.

buku hukum dan peraturan perundang-undangan. Bagian Kelima Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Pasal 184 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. pembulatan dan pemantapan konsepsi prakarsa Rancangan Undang-Undang. e. Seksi Perpustakaan Hukum. Pasal 182 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan terdiri atas : a. d. dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan. 31 . dan penilaian perancang peraturan perundangundangan. b. dan pemantapan konsepsi/ prakarsa rancangan undang-undang dan rancangan peraturan perundang-undangan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektor. pengharmonisasian. (2) Seksi Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian fasilitasi pencarian bahan hukum. f. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumentasi dan rancangan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 179 (1) Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang. dan b.undangan. dan c. koordinasi. penghimpunan dan penginventarisasian peraturan perundang-undangan untuk bahan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemantauan perkembangan peraturan perundang-undangan. penyiapan pengusulan pengangkatan. penyediaan dan penyajian data atau bahan hukum dan peraturan perundang-undangan untuk dipublikasikan. Pasal 181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. penginventarisasian. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan. dan g. dan penyajian bahan hukum. Pasal 180 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengelolaan dokumentasi dan pengelolaan perpustakaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundangundangan.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan perancang peraturan perundang-undangan. perumusan. buku hukum. dan peraturan perundang-undangan. penyediaan.undangan. pengharmonisasian. Pasal 183 (1) Seksi Pengelolaan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penghimpunan. evaluasi dan analisa pelaksanaan kebijakan harmonisasi peraturan perundang-undangan. pembulatan. (2) Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pendataan. Pasal 185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184. c. Seksi Pengelolaan Dokumentasi.

dan d. keamanan. pertahanan. peradilan. b. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. pertanahan.undangan di bidang politik. pengharmonisasian. dalam negeri. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. pembulatan dan pemantapan konsepsi / prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. penyusunan rancangan peraturan perundang. hukum dan hak asasi manusia. luar negeri. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang dalam negeri. Pasal 192 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. Perdagangan. luar negeri. kejaksaan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. keamanan. d. peradilan.undangan di bidang politik. lembaga keuangan bukan bank. Pasal 191 (1) Seksi Analisa Bidang Politik. peradilan. hukum dan hak asasi manusia. Pasal 190 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. kejaksaan. Pasal 188 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. dan f. pembulatan. dan badan usaha milik negara. (2) Seksi Analisa Bidang Politik. pertanahan. pertanahan. pertanahan. keamanan. keamanan. peradilan. luar negeri. Pasal 187 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan. dan b. peradilan. pertahanan. luar negeri. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. Subbagian Tata Usaha. luar negeri. Hukum dan Keamanan I. kejaksaan. c.Pasal 186 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Hukum dan Keamanan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. perbankan. hukum dan hak asasi manusia. b. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan. keamanan. pertahanan. dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. Pasal 189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang. kejaksaan dan peradilan. hukum dan hak asasi manusia. Hukum dan Keamanan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. pertanahan. e. serta hukum dan hak asasi manusia. Seksi Analisa Bidang Politik. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat. kejaksaan. Seksi Analisa Bidang Politik. Hukum dan Keamanan terdiri atas : a. dalam negeri. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan.dalam negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. 32 . pertahanan. Hukum dan Keamanan II. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. hukum dan hak asasi manusia. Riset dan Teknologi. keamanan. pertahanan. pertahanan. investasi. penganalisaan. c. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang politik.undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang politik. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang. komunikasi dan informasi. Hukum dan Keamanan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. luar negeri. Hukum dan Keamanan menyelenggarakan fungsi : a. Hukum dan Keamanan. kejaksaan. pertanahan.dalam negeri.dalam negeri.

transmigrasi. riset dan teknologi. perbankan. komunikasi. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pengharmonisasian. penyusunan rancangan peraturan perundang. perikanan. dan b. usaha kecil dan menengah. koperasi. riset dan teknologi. riset dan teknologi. Pasal 196 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. energi sumber daya mineral. penganalisaan. perikanan. perbankan. pembangunan kawasan tertinggal. Riset dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. dan perhubungan. energi sumber daya mineral. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pekerjaan umum. pertanian. pekerjaan umum. pekerjaan umum. pekerjaan umum. dan d. komunikasi. riset dan teknologi. dan perhubungan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 194 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan terdiri atas : a. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang lembaga keuangan bukan bank. usaha kecil dan menengah. ketenagakerjaan. dan badan usaha milik negara. perbankan. lembaga keuangan bukan bank. pembangunan kawasan tertinggal. dan badan usaha milik negara. ketenagakerjaan. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I. komunikasi. transmigrasi. kelautan. ketenagakerjaan. b. b. pertanian. energi sumber daya mineral. energi sumber daya mineral.undangan di bidang industri. perikanan. perdagangan. pertanian. kelautan. dan perhubungan. usaha kecil dan menengah. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. investasi. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. investasi. lembaga keuangan bukan bank. investasi dan badan usaha milik negara. peternakan. kelautan. usaha kecil dan menengah. transmigrasi. perdagangan. dan d. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II. peternakan. investasi. ketenagakerjaan. pertanian. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. ketenagakerjaan. Perdagangan. perkebunan. perkebunan. perkebunan. koperasi. tata ruang. perikanan. Perdagangan. koperasi. perkebunan. tata ruang. transmigrasi. dan perhubungan. c. peternakan. koperasi.undangan di bidang industri. riset dan teknologi. perkebunan. tata ruang. peternakan. Riset dan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. dan badan usaha milik negara. dan pembangunan kawasan tertinggal. pembangunan kawasan tertinggal. lembaga keuangan bukan bank. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang keuangan dan perbankan. pekerjaan umum. pertanian. kelautan. (2) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. tata ruang. kelautan. 33 . pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. perbankan. perdagangan. komunikasi. peternakan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. koperasi. perdagangan. pengharmonisasian. c. komunikasi. dan badan usaha milik negara. pembangunan kawasan tertinggal. Pasal 195 (1) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. dan perhubungan. penganalisaan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan.Pasal 193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. tata ruang. usaha kecil dan menengah. perikanan. lembaga keuangan bukan bank. energi sumber daya mineral. Pasal 197 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang industri. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. investasi. transmigrasi. perdagangan.

perumahan rakyat. aparatur negara. Perdagangan. lingkungan hidup. lingkungan hidup. pekerja umum. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. budaya. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. budaya. Pasal 199 (1) Seksi Analisa Bidang Industri. kesehatan. pemberdayaan perempuan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang agama. budaya. sosial. perumahan rakyat. lingkungan hidup. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pariwisata. dan b. budaya. pemuda dan olah raga. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. pariwisata. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pemberdayaan perempuan. pemuda dan olah raga. pariwisata. pariwisata. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang agama. kelautan. pariwisata. ketenagakerjaan. pemuda dan olah raga. perumahan rakyat. kesehatan. (2) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. budaya. kesehatan. pengharmonisasian. budaya. dan pemberdayaan perempuan. Pasal 203 (1) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang industri. sosial. aparatur negara. Perdagangan. sosial. 34 . pertanian. komunikasi. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II. pendidikan. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. transmigrasi. aparatur negara. Seksi Analisa Bidang Industri. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. perumahan rakyat. sosial. lingkungan hidup. kesehatan. perumahan rakyat. Riset dan Teklonogi terdiri atas : a. pemberdayaan perempuan. pemuda dan olah raga. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang perdagangan. Pasal 201 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. dan b. lingkungan hidup. Perdagangan. Perdagangan. peternakan. riset dan teknologi. pariwisata. pendidikan. pendidikan. koperasi. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang kesehatan. dan pembangunan kawasan tertinggal.undangan di bidang agama. dan d. c. perkebunan. lingkungan hidup. pendidikan. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I. aparatur negara. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. pendidikan. sosial. Riset dan Teknologi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. perikanan. (2) Seksi Analisa Bidang Industri. pemberdayaan perempuan. Pasal 202 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri atas : a. tata ruang dan pembangunan kawasan tertinggal. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Riset dan Teknologi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Riset dan Teknologi I. usaha kecil dan menengah. Riset dan Teknologi II. Perdagangan. kesehatan. aparatur negara. energi sumber daya mineral. sosial. pendidikan. Seksi Analisa Bidang Industri.Pasal 198 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. penganalisaan. Pasal 200 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. b. pemberdayaan perempuan. perumahan rakyat. perhubungan. aparatur negara.

undangan. d. perumusan dan pembahasan dokumen perjanjian kerja sama dan publikasi peraturan perundangundangan dengan pihak luar negeri. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. dan pendistribusian peraturan perundang-undangan. g. bersama instansi terkait. b. percetakan dan penerbitan peraturan perundang-undangan dan dokumen-dokumen hukum. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan publikasi. c. distribusi dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan. dan i. Pasal 206 Direktorat Publikasi.undangan baik di tingkat nasional maupun internasional dengan instansi terkait. Kelompok Jabatan Fungsional. pendokumentasian. Pasal 205 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. Subdirektorat Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi program kerja sama dan publikasi peraturan perundang-undangan dengan negara berkembang dan negara maju. evaluasi dan laporan pemanfaatan kerja sama dan publikasi bahan peraturan perundang-undangan. pendistribusian. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penggandaan. c. Pasal 208 Subdirektorat Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. pelaksanaan administrasi kerja sama pengembangan tenaga perancang peraturan perundangundangan dan tenaga lain yang terkait. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. penyiapan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 204 Direktorat Publikasi. pengundangan. penyiapan dan penerjemahan bahan hukum untuk mendukung kegiatan perancangan dan bahan pertimbangan peraturan perundang-undangan. d.Bagian Keenam Direktorat Publikasi. dan f. b. d. e. e. Subdirektorat Publikasi. h. f. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan kepada instansi terkait dan masyarakat. penyusunan. 35 .undangan. pengkoordinasian penyelenggaraan kerja sama dan publikasi peraturan perundang. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang publikasi. Pasal 207 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. Subdirektorat Kerja Sama. Direktorat Publikasi. b. Pasal 209 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. penyelenggaraan sistem informasi peraturan perundang. penginvetarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan digandakan. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. c. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan administrasi.

Pasal 217 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Distribusi dan Penyebarluasan. dan d. pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang. dan b. b.e. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan serta publikasi bahan pendukung perancangan peraturan perundang-undangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan publikasi. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan diundangkan. Pasal 211 (1) Seksi Penerbitan mempunyai tugas melakukan kegiatan penerbitan dan penerjemahan bahan pendukung perancangan dan termasuk peraturan perundang-undangannya.undangan. pengelolaan administrasi lembaran negara. instansi pemerintah maupun non pemerintah serta pengevaluasian dan penyiapan laporan pelaksanaan kegiatan. dan f.undangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi pengundangan. penyiapan. Subdirektorat Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kerja sama. 36 .undangan. penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. Pasal 213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. Pasal 214 Subdirektorat Kerja Sama membawahi Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan. penyusunan pedoman kerja sama dan petunjuk pelaksanaan kerja sama di bidang peraturan perundang. c. Pasal 212 Subdirektorat Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengembangan program kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan baik tingkat nasional maupun internasional serta evaluasi dan laporan. pendokumentasian dan pengelolaan berkas peraturan perundangundangan. tambahan lembaran negara. dan d. Seksi Penerbitan. pendistribusian dan penyebarluasan bahan pendukung peraturan perundang-undangan kepada pihak yang relevan. penyusunan rencana kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. Pasal 216 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang. c. Pasal 210 Subdirektorat Publikasi terdiri atas : a. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengundangan peraturan perundangundangan. Pasal 215 Seksi Perencanaan dan Penyelenggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan perencanaan program dan penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan dengan pihak luar negeri. berita negara dan tambahan berita negara. (2) Seksi Distribusi dan Penyebarluasan mempunyai tugas melakukan pendistribusian. b.

Prasarana. pengelolaan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang litigasi perundangundangan.undangan dan pengelolaan administrasi lembaran negara. Pasal 219 (1) Seksi Administrasi Pengundangan mempunyai tugas melakukan penyiapan. Seksi Sarana. dan b. Seksi Dokumentasi. Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan Pasal 224 Direktorat Litigasi Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang litigasi perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Prasarana. Pasal 223 (1) Seksi Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisa. dan Implementasi.Pasal 218 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Pasal 221 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. Seksi Administrasi Pengundangan. pengelolaan data dan implementasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. sarana dan prasarana sistem informasi peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Litigasi Perundangundangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 222 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. perumusan pedoman dan petunjuk pelaksanaan dalam penyusunan atau pembuatan keterangan pemerintah permohonan pengujian undang-undang. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang.undangan. pengelolaan sistem. Pasal 220 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang. (2) Seksi Sarana. berita negara dan tambahan berita negara. 37 . dan Implementasi mempunyai tugas melakukan persiapan. pengundangan peraturan perundang. dan b. jaringan dan perangkat keras sistem dan pengolahan data. dan d.undangan mempunyai tugas melaksanakan sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 225 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang. b. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. c. tambahan lembaran negara. b. Seksi Aplikasi. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang-undangan serta penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas. perencanaan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan sistem informasi peraturan perundangundangan. serta implementasi sistem informasi peraturan perundang-undangan.undangan yang akan diundangkan.

Pasal 228 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penyusunan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. (2) Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan mempunyai tugas melakukan koordinasi dan monitoring persidangan. c. d.c. pelaksanaan pendampingan atas setiap pengujian undang-undangterhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis. Pasal 227 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. Pasal 226 Direktorat Litigasi Perundang-undangan. penyiapan dan pengkordinasian dalam rangka pendampingan persidangan atas setiap pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 229 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. dan d. c. Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah. risalah persidangan dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas pengujian suatu undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dengan departemen/lembaga pemerintah non departemen terkait. d. pengkajian dan analisis putusan atas permohonan pengujian undang. e. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah dan pendampingan atas pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. terdiri atas : a. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan menyelenggarakan fungsi : a. 38 . penelaahan. pencarian. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan. dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang terhadap undang undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan b. dan e. Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan. g. pengkoordinasian. jadual persidangan. Pasal 230 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan terdiri atas : a. pemantauan. pemantauan. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemeritah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. persiapan dan penyampaian kelengkapan persidangan serta menerima release. perencanaan. dan h. b. b. f. Subbagian Tata Usaha. penyusunan. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama dan koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 serta pendampingan persidangan di Mahkamah Konstitusi. penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undangundang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga. pengumpulan. Pasal 231 (1) Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan. sinkronisasi dan pemantapan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang.

evaluasi dan penyiapan dan penyusunan laporan di bidang litigasi perundangundangan. penyusunan perencanaan. b. c. pengolahan dan pendokumentasian bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang. dan b. penyelenggaraan dan pengembangan program kerja sama antar lembaga serta koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.Pasal 232 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. Laporan dan Dokumentasi. (2) Seksi Analisis. Pasal 235 (1) Seksi Penyiapan Bahan dan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 238 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga membawahi Seksi Kerja sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat. Pasal 234 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis terdiri atas : a. Pasal 233 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. d.undang dasar negara republik indonesia tahun serta melaksanakan analisis dan pendokumentasian bahan dan putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan d. Pasal 237 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. Seksi Analisis.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. b. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis menyelenggarakan fungsi : a.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang fasilitasi bahan dan analisis atas pelaksanaan pengujian undang. penyusunan perencanaan. penganalisaan atas bahan dan putusan atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. penyiapan. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi antar lembaga penyelenggara negara.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Laporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan analisis putusan atas permohonan pengujian undang-undang. pemantauan. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. pengolahan bahan keterangan pemerintah dan pendokumentasian data dalam rangka pelaksanaan pengujian undang. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan . Seksi Penyiapan Bahan dan Data.undang terhadap undang. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi dengan masyarakat. dan e. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja sama dalam rangka pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. c. Pasal 236 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan. 39 . monitoring dan penyusunan laporan direktorat litigasi serta pendokumentasian bahan/data dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. evaluasi.

penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data. f. penyediaan sarana mediasi dan konsultasi dalam perancangan peraturan daerah. pengolahan. Pasal 246 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. e. dan h. d. c. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. b. c. Pasal 244 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data peraturan daerah. Pasal 241 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240.undangan. penyiapan dan pengolahan data serta penyajian dan penyaluran informasi peraturan daerah. dan f. Pasal 243 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan teknik perancangan peraturan daerah. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. d. dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi. pengumpulan. e. penyajian dan pengolahan data peraturan daerah. Kabupaten/Kota. b. dan b.Pasal 239 Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama antar lembaga penyelenggara negara dan masyarakat. penyajian dan penyaluran informasi. Pasal 242 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah terdiri atas : a. Pasal 245 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. Bagian Kedelapan Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah Pasal 240 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. pemantauan. pengumpulan dan penyusunan secara peraturan daerah. Seksi Pengolahan Data. penelaahan dan perumusan serta pelaporan kegiatan direktorat. Seksi Pengumpulan Data. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan c. b. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah. analisa. penyusunan. g. 40 . Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi.

(2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi perancangan peraturan daerah. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas bimbingan dan latihan. Kabupaten/Kota. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dalam rangka pelaksanaan atas bimbingan dan latihan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia maupun instansi terkait lainnya. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan analisa dan evaluasi peraturan daerah. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. penyusunan jadual dan pelaksanaan bimbingan dan latihan. dan b. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. 41 . Pasal 251 (1) Seksi Perencanaan dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 252 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pemberian pembinaan teknik kepada tenaga perancang peraturan perundang-undangan dalam penyusunan dan perancangan peraturan daerah baik di Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan latihan. Kabupaten/Kota serta penyajian dan penyaluran informasi. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 256 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas penyiapan. Seksi Perencanaan dan Program. pengevaluasian dan penyusunan laporan hasil kegiatan bimbingan dan latihan. c. Pasal 254 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah membawahi Seksi Bimbingan dan Latihan. koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait serta evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 253 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. Pasal 250 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan terdiri atas : a. dan d. Pasal 249 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. Pasal 248 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. b. dan b. sarana mediasi dan konsultasi penyusunan dan perancangan peraturan daerah.Pasal 247 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Pasal 255 Seksi Bimbingan dan Latihan mempunyai tugas melakukan persiapan bimbingan dan latihan. Kabupaten/Kota. penyusunan.

Pasal 259 Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan mediasi dan konsultasi. b. pemantauan. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas mediasi dan konsultasi perancangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 258 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi membawahi Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi. dan c. pelaksanaan mediasi dan konsultasi terhadap pihak yang memerlukan. pengevaluasian dan penyusunan laporan atas kegiatan mediasi dan konsultasi. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 257 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. pelaksanaan kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait serta penyusunan evaluasi dan laporan. penelaahan. 42 .

dan f. evaluasi. program dan anggaran. kriteria dan prosedur di bidang perdata. pelaksanaan kebijakan di bidang perdata. tata negara dan hukum internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengelolaan urusan kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha.BAB V DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 260 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. b. e. Bagian Keuangan. pidana. Pasal 265 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. dan e. Pasal 264 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263. Direktorat Pidana. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perdata. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI Pasal 262 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdiri atas : a. Direktorat Tata Negara. tata negara dan hukum internasional. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. d. b. pengelolaan urusan administrasi keuangan. c. Direktorat Hukum Internasional. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. c. pidana. norma. d. pidana. b. tata negara dan hukum internasional. Direktorat Daktiloskopi. c. dan e. c. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 263 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. 43 . Direktorat Perdata. dan f. Pasal 261 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. penyusunan laporan kegiatan administrasi hukum umum. pedoman. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengelolaan arsip dan dokumentasi. e. d. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. perumusan standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.

Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Evaluasi dan Laporan. c. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. kepangkatan penggajian. dan c. Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. pendataan dan pengembangan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 272 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. hubungan masyarakat. pemindahan dan mutasi kepegawaian 44 . Subbagian Umum Kepegawaian. penyajian data dan informasi. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyajian data dan informasi. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. evaluasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. b. program dan anggaran. b. program dan anggaran. protokol. pengurusan Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Data dan Informasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pengelolaan. pengolahan . Pasal 271 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol.Pasal 266 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 268 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. (2) Subbagian Mutasi dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. dan d. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengolahan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan penyusunan formasi. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyiapan pengelolaan. Pasal 269 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. c. program dan anggaran. Subbagian Hubungan Masyarakat. Pasal 273 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. dan d. b. dan c. pengolahan. b. (1) (2) (3) (4) Pasal 270 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 267 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penyajian data dan informasi. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.

dan pembayaran gaji pegawai. dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Perlengkapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan pembukuan. Pasal 274 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . b. 45 . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan c. pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 275 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. Pasal 278 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan. Pasal 277 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Pasal 280 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 281 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. dan c. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Subbagian Perjalanan Dinas. dan c. Pasal 282 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pelaksanaan anggaran. Pasal 276 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pembuatan daftar gaji. perhitungan. dan penyusunan laporan keuangan. b. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 279 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. angkutan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan c. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas.

Bagian Keempat Direktorat Perdata Pasal 286 Direktorat Perdata mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum perdata sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. b. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. dan pengiriman. bimbingan dan pedoman teknis serta pelayanan di bidang hukum perdata.Pasal 283 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. dan pendokumentasian badan hukum. Subdirektorat Badan Hukum. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. f. pemantauan dan evaluasi notaris. penyiapan urusan surat menyurat. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia. dan g. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 285 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. c. (1) (2) (3) (4) 46 . pendapat hukum. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan. c. c. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia. Subdirektorat Notariat. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pembinaan. dan f. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. Pasal 284 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. pemberian pertimbangan. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pengurusan pengagendaan dan pengiriman. d. b. persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. legalisasi dan penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum. dan d. e. dan d. pemberian pertimbangan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. pemberian pertimbangan. Direktorat Perdata menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 287 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. Subdirektorat Harta Peninggalan. Subdirektorat Hukum Perdata Umum. penggandaan. d. Subbagian Tata Usaha. pengarsipan. Pasal 288 Direktorat Perdata terdiri atas : a. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan. b. c. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. penataan.

Seksi Legalisasi. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. pemberian pendapat hukum (legal opinion). Subdirektorat Hukum Perdata Umum menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan dan pertimbangan masalah di bidang hukum perdata serta penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum termasuk pemberian pendapat hukum (legal opinion). Pasal 291 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. Seksi Perubahan Nama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan persetujuan perubahan nama orang. dan d. pertimbangan dan penyelesaian urusan hukum perdata umum serta penyiapan pendapat hukum (legal opinion) baik yang diminta oleh lembaga resmi pemerintah. dan d. pengelolaan arsip. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. b. pemberian persetujuan. Seksi Legalisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah pada dokumen yang akan dipergunakan di luar negeri atau dokumen dari luar negeri yang akan dipergunakan di Indonesia. c. Seksi Perubahan Nama. b. pengecekan. Pasal 293 Seksi Pendapat Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penyiapan penyelesaian persetujuan perubahan nama. Subdirektorat Badan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. pemberian bimbingan. pengelolaan. 47 . dan c. c. dan pengelolaan pengurusan dokumentasi. pelaksanaan penelitian akta pendirian. penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. usaha khusus dan badan hukum sosial. dan dokumentasi. dan penyelesaian masalah di bidang hukum perorangan. pengelolaan arsip dan pengurusan dokumentasi. (1) (2) (3) (4) Pasal 294 Subdirektorat Badan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pengurusan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. pemberian legalisasi. permohonan persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan tertutup. Pasal 295 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. pengarsipan. usaha umum. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 292 Subdirektorat Hukum Perdata Umum terdiri atas : a. pelaksanaan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah. swasta atau perorangan. penyelesaian permohonan pengesahan. Seksi Pendapat Hukum. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perseroan tertutup. Pasal 290 Subdirektorat Hukum Perdata Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan di bidang hukum perdata. Seksi Arsip dan Dokumentasi. b.Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata.

pengelolaan arsip dan dokumentasi. pengelolaan arsip dan dokumen. pencatatan dan pendaftaran fidusia. pendaftaran. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan pencoretan jaminan fidusia. Seksi Perseroan Terbuka mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian. Pasal 302 Subdirektorat Harta Peninggalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Badan Hukum Sosial mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar badan hukum sosial. Seksi Arsip dan Dokumentasi. penyerahan sertifikat jaminan fidusia. (1) (2) (3) (4) Pasal 298 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan urusan pengesahan. b. pengecekan. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. penyelesaian permohonan pengesahan. pengelolaan arsip dan dokumen. Seksi Perseroan Terbuka. Seksi Badan Hukum Sosial. pemeriksaan kelengkapan dokumen dan memberikan tanda penerimaan sesuai dengan waktu yang sebenarnya. pengevaluasian atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia. b. (3) Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. meliputi pengolahan. permohonan persetujuan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan publik. dan d. pencatatan. pelaksanaan penerimaan. penerbitan. c. pemberian surat keterangan wasiat. b. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia menyelenggarakan fungsi : a. pemberian nomor registrasi. d. Seksi Arsip dan Dokumentasi. dan pendistribusian berkas permohonan. c. Pasal 300 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia terdiri atas : a. Seksi Perseroan Tertutup. lembaga keuangan dan perseroan dengan fasilitas penanaman modal. pelaksanaan evaluasi terhadap pendaftaran jaminan fidusia atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pendaftaran fidusia. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan surat keterangan pencoretan jaminan fidusia. pengecekan. 48 . dan c. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan dan penanganan daftar wasiat. dan e. Pasal 301 (1) Seksi Penerimaan dan Pemrosesan mempunyai tugas melakukan penyiapan akta. pencatatan dan penyerahan pengganti sertifikat jaminan fidusia. pencatatan dan pendistribusian dokumen fidusia serta membuat data base jaminan fidusia secara nasional. mengeluarkan pengganti sertifikat jaminan fidusia. pengelolaan arsip dan dokumen. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia dan melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. Pasal 299 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. Seksi Evaluasi dan Laporan. Seksi Penerimaan dan Pemrosesan.Pasal 296 Subdirektorat Badan Hukum terdiri atas : a. Pasal 297 Seksi Perseroan Tertutup mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan usaha umum dan khusus.

pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengolahan arsip dan dokumentasi. pemantauan. penyusunan dan pembuatan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris dan penelitian data formal daftar wasiat serta pemberian surat keterangan wasiat. Subdirektorat Harta Peninggalan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Pasal 309 (1) Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (2) Seksi Pengawasan Notaris mempunyai tugas melakukan pengawasan rutin atas Notaris. pengawasan. pengecekan. b. b. pengangkatan. (3) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi daftar wasiat dan dokumen-dokumen harta peninggalan. pemberian cuti notaris. b. Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan. mengolah dan menindaklanjuti laporan dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta membuat laporan hasil pengawasan. pengawasan. Pasal 306 Subdirektorat Notariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris. evaluasi. 49 . pembinaan teknis. dan c. penyajian dan penyimpanan data perkembangan notaris. evaluasi temuan. meneliti data formal daftar wasiat dan penyiapan bahan penyelesaian permohonan surat keterangan wasiat. pemindahan. menerima. Seksi Dokumentasi Notariat. penataan. penyusunan formasi penelitian dan pendaftaran laporan Notaris. pembinaan teknis. b. pelaksanaan pengolahan. Seksi Pengawasan Notaris. penyiapan bahan. pengangkatan. pemantauan. Seksi Daftar Wasiat. penghimpunan. penataan. (3) Seksi Dokumentasi Notariat mempunyai tugas melakukan pengolahan. pemberhentian. Subdirektorat Notariat menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan teknis. telaahan. mengevaluasi. Pasal 304 Subdirektorat Harta Peninggalan terdiri atas : a. dan evaluasi notaris. pengelolaan dokumentasi Notariat. dan dokumentasi Notariat. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Dokumentasi. Pasal 307 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta penerbitan Surat Tanda Terdaftar sebagai kurator dan pengurus. pemberhentian. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta menerima pendaftaran dan penyiapan penerbitan Surat Tanda Terdaftar Kurator dan Pengurus. Pasal 305 (1) Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan petunjuk teknis. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan. penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan masyarakat tentang perilaku notaris. dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas. Pasal 308 Subdirektorat Notariat terdiri atas : a.Pasal 303 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. penyiapan rancangan kebijakan. (2) Seksi Daftar Wasiat mempunyai tugas melakukan penyusunan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris. penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. penunjukan pejabat penampung protokol. dan c. dan c.

(2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan hukum pidana dan pengelolaan dokumentasi serta data perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. dan e.Bagian Kelima Direktorat Pidana Pasal 310 Direktorat Pidana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum pidana berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 314 Subdirektorat Pidana Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan di bidang hukum pidana umum. Pasal 316 Subdirektorat Pidana Umum terdiri atas : a. b. analisa dan pertimbangan di bidang hukum pidana. dan d. Direktorat Pidana menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. b. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. c. Pasal 315 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. 50 . penyiapan rancangan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. bimbingan. b. Seksi Pemantauan dan Evaluasi. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan c. Subdirektorat Pidana Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pembinaan. pertimbangan masalah hukum pidana. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi hukum pidana. pemberian pertimbangan mengenai masalah hukum pidana. Pasal 312 Direktorat Pidana terdiri atas : a. pelaksanaan urusan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. c. Pasal 311 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. pemantauan dan evaluasi serta pengurusan dokumentasi. d. Subdirektorat Pidana Umum. dan b. Pasal 317 (1) Seksi Analisa Hukum Pidana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan dan pelaksanaan teknis di bidang hukum pidana. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. Seksi Analisa Hukum Pidana. pelaksanaan urusan dokumentasi hukum pidana dan pengolahan serta menyajikan data perkembangan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang hukum pidana.

pemantauan. pembinaan. rancangan perjanjian. rancangan perjanjian. Pasal 321 (1) Seksi Ekstradisi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pembimbingan. Pasal 323 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 322. pemantauan. pembinaan. dan b. Pasal 324 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas : a. rancangan perjanjian.Pasal 318 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. 51 . (2) Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Seksi Ekstradisi. Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. pengangkatan. bimbingan. pemberian pertimbangan. pemantauan. penyajian data dan pembuatan laporan perkembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pemberian pertimbangan. Pasal 325 (1) Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 322 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. penataan. Pasal 320 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik terdiri atas : a. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstadisi. pemutasian. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan b. Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pengolahan. dan b. rancangan perjanjian. Seksi Dokumentasi. pemberhentian. dan b. pemberian pertimbangan. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 319 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. pemberian pertimbangan. pengangkatan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi. rancangan perjanjian. Bagian Keenam Direktorat Tata Negara Pasal 326 Direktorat Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang tata negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pemberian pertimbangan. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyimpanan. pengangkatan.

Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan pengumuman nama di bidang pewarganegaraan. dan d. Seksi Analisa dan Pertimbangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kewarganegaraan. pengelolaan dokumentasi di bidang tata negara. (3) Seksi Pendaftaran Partai Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pelaksanaan pendaftaran partai politik serta urusan dokumentasi pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. dan c. Seksi Pendaftaran Partai Politik. pendapat hukum. Pasal 335 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. pemberian bimbingan. penyiapan pelaksanaan pedaftaran partai politik. Subbagian Tata Usaha. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan. Subdirektorat Pewarganegaraan menyelenggarakan fungsi : a. pendapat hukum. pemberian bimbingan. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. pengujian dan pemantauan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 331 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. b. Pasal 334 Subdirektorat Pewarganegaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. c. Pasal 332 Subdirektorat Hukum Tata Negara terdiri atas : a. penyelesaian permohonan pewarganegaraan dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 330 Subdirektorat Hukum Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. analisa dan pemberian pertimbangan pendapat hukum serta penyelesaian masalah hukum tata negara. 52 . dan penyelenggaraan pendaftaran partai politik. Subdirektorat Pewarganegaraan. dan penyelesaian masalah di bidang hukum tata negara. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. pertimbangan. pertimbangan dan pendapat hukum tata negara serta pendaftaran partai politik. Direktorat Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Seksi Dokumentasi. penelitian. b. Subdirektorat Hukum Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. urusan dokumentasi hukum tata negara. Pasal 328 Direktorat Tata Negara terdiri atas : a. pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. c.Pasal 327 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. Pasal 329 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. penyelesaian proses kewarganegaraan. Subdirektorat Hukum Tata Negara. Pasal 333 (1) Seksi Analisa dan Pertimbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. b. pemeriksaan. pertimbangan.

(3) Seksi Pengujian dan Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengujian Formulir Dwi Kewarganegaraan dan bukti-bukti kewarganegaraan lainya serta pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Seksi Pengujian dan Pemantauan. analisa dan proses permohonan pewarganegaraan dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. dan c. dan c. dan b. Pasal 339 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. Pasal 341 (1) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus mempunyai tugas melakukan pemeriksaan.b. b. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang Kewarganegaraan Republik Indonesia. (2) Seksi Penyelesaian mempunyai tugas melakukan penyelesaian dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan pewarganegaraan. (2) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. penyusunan dan pemeliharaan daftar pengujian data perkembangan dan pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 338 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis penilaian pemeriksaan. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi : a. b. Seksi Penyelesaian. analisa dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Formulir ex Dwi Kewarganegaraan RI-RRC. Pasal 336 Subdirektorat Pewarganegaraan terdiri atas : a. penilaian dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional Pasal 342 Direktorat Hukum Internasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum internasional berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 337 (1) Seksi Analisa Pewarganegaraan mempunyai tugas melakukan analisa dan proses permohonan pewarganegaraan (Naturalisasi) dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum. Pasal 340 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia terdiri atas : a. analisa dan penyelesaian masalah kewarganegaraan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan bukti kewarganegaraan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pemeriksaan. pengumuman nama orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan kewarganegaraan. pengujian dan pemantauan di bidang bukti kewarganegaraan republik indonesia. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus. Seksi Analisa Pewarganegaraan. 53 .

Seksi Hukum Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 349 Seksi Hukum Humaniter mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penyelesaian masalah serta penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundangundangan di bidang hukum pidana internasional. pemberian bimbingan. inventarisasi. dan penyelesaian masalah hukum internasional umum. hukum laut. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional umum. tanggapan. dan c. pengembangan di bidang hukum internasional. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara. Pasal 344 Direktorat Hukum Internasional terdiri atas : a. dan d. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional. b. inventarisasi. pertimbangan. Subdirektorat Hukum Internasional Umum. pemberian petunjuk pelaksanaan hukum internasional umum. dan hukum angkasa. inventarisasi dan pengolahan serta penyajian data perkembangannya. pemberian bimbingan. tanggapan dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional. Pasal 345 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. dan f. Subdirektorat Hukum Internasional Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. d. (1) (2) (3) (4) 54 . sosialisasi. sosialisasi perjanjian dan masalah internasional. pertimbangan petunjuk pelaksanaan. c. dan masalah internasional. pendapat hukum. Seksi Hukum Lingkungan. pelayanan yang meliputi pemberian informasi di bidang hukum internasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. pembinaan. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan. c. Pasal 347 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. evaluasi. Pasal 346 Subdirektorat Hukum Internasional Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional umum. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Direktorat Hukum Internasional menyelenggarakan fungsi : a. penyelesaian masalah pencemaran dan pelestarian lingkungan serta inventarisasi dan sosialisasi. dan d. pertimbangan dan tanggapan. pendapat hukum. e. c. penyelesaian masalah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. tanggapan.Pasal 343 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. b. penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundang-undangan di bidang hukum humaniter. Pasal 348 Subdirektorat Hukum Internasional Umum terdiri atas : a. sosialisasi perjanjian. pemberian bimbingan. Seksi Dokumentasi. b. pemberian bimbingan. Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi hukum internasional. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional. pendapat hukum. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Seksi Hukum Humaniter.

dan b. penyebarluasan penyelesaian masalah mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan bilateral. pemantauan dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. sosialisasi. Pasal 352 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional terdiri atas : a. (2) Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. evaluasi di bidang hukum ekonomi. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum udara. Seksi Hukum Udara. Pasal 357 (1) Seksi Hukum Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut multilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral. pemberian bimbingan dan pertimbangan kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. pemberian bimbingan dan pertimbangan. b. regional dan bilateral. dan c. pemantauan dan evaluasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan dan tanggapan masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. pemantauan dan evaluasi. pemantauan. dan b. pemantauan. dan c. 55 . Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Pasal 356 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara terdiri atas : a. pemberian bimbingan. tanggapan. tanggapan. sosialisasi serta penyelesaian masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. tanggapan. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara menyelenggarakan fungsi : a. b. mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan regional dan multilateral. regional dan bilateral. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan. Pasal 353 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan. Seksi Hukum Laut. dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pemberian bimbingan. pertimbangan dan pendapat hukum di bidang hukum laut dan hukum udara. dan kelembagaan internasional. penyelesaian masalah. pemberian bimbingan. regional dan bilateral dan pendapat hukum. pertimbangan di bidang hukum mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. pertimbangan. pemantauan dan evaluasi. Pasal 355 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. Pasal 351 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. legal opinion. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut dan hukum udara.Pasal 350 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Pasal 354 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. (2) Seksi Hukum Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis.

Subdirektorat Data dan Informasi. dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. perumusan slip teraan jari seseorang. perumusan dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. urusan dokumentasi serta informasi daktiloskopi dan penyimpanan slip sidik jari. c. penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang daktiloskopi. pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari dan pengolahan. Seksi Identifikasi. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi. pengolahan dan penyajian data perkembangan daktiloskopi. Pasal 360 Direktorat Daktiloskopi terdiri atas : a. b. Pasal 363 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. dan d. dan b. (2) Seksi Identifikasi mempunyai tugas melakukan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. b. pemantauan. dan d. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. 56 . dan b. Pasal 365 (1) Seksi Perumusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. perumusan. Pasal 359 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. Pasal 361 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. Pasal 366 Subdirektorat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan data. Pasal 362 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengidentifikasian berdasarkan sidik jari. pemberian keterangan mengenai sidik jari seseorang. pembinaan monitoring.Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi Pasal 358 Direktorat Daktiloskopi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang daktiloskopi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pelaksanaan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. Subbagian Tata Usaha. Pasal 364 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi terdiri atas : a. penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan serta melakukan penataan dan pemberian informasi sidik jari. penyiapan rancangan kebijakan teknis. c. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Perumusan. Direktorat Daktiloskopi menyelenggarakan fungsi : a.

Pasal 370 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan mempunyai tugas melaksanakan pengolahan. dan b. Subdirektorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Seksi Arsip Teraan. (2) Seksi Penataan dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengolahan dan penataan slip sidik jari serta pemberian informasi slip sidik jari. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 373 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data.Pasal 367 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 366. Pasal 371 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. dan b. Pasal 369 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan dan penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan dan identifikasi. Seksi Penataan dan Informasi. dan penyimpanan slip sidik jari. b. serta evaluasi dan penyusunan laporan. Seksi Pengumpulan Data. penyajian data perkembangan daktiloskopi. 57 . pengolahan. evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Seksi Arsip Teraan mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari serta evaluasi dan penyusunan laporan. melakukan penataan dan pemberian informasi tentang sidik jari. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan c. urusan dokumentasi. penyajian data perkembangan daktiloskopi dan urusan dokumentasi daktiloskopi serta evaluasi dan penyusunan laporan. penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari. Pasal 372 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan terdiri atas : a. perumusan slip sidik jari seseorang yang akan dirumus. penyajian dan penyiapan serta pendokumentasian daktiloskopi. Pasal 368 Subdirektorat Data dan Informasi terdiri atas : a. Seksi Dokumentasi.

norma. program dan anggaran. f. Sekertariat Direktorat Jenderal. dan e. Direktorat Bina Khusus Narkotika. d. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 378 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. 58 . bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. pelaksanaan kebijakan di bidang bina registrasi dan statistik. evaluasi. bina bimbingan kemasyarakatan. dan g. Bagian Kepegawaian. penyusunan standar. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Pasal 379 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pengelolaan urusan kepegawaian. bina latihan kerja dan produksi. bina bimbingan kemasyarakatan. penyusunan laporan kegiatan pemasyarakatan. Pasal 375 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. pedoman. e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. dan e. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. c. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 376 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terdiri atas: a. bina perawatan. bina perawatan. kriteria dan prosedur di bidang bina registrasi dan statistik. bina perawatan. d. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. bina latihan kerja dan produksi. bina latihan kerja dan produksi. d. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. bina bimbingan kemasyarakatan. b. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang bina registrasi dan statistik. b. Direktorat Bina Perawatan.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 374 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasyarakatan. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. c. b.

Pasal 385 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 384. b. dan c. Pasal 381 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 380. Subbagian Data dan Informasi. program dan anggaran. d. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. penghimpunan peraturan perundang-undangan. Pasal 382 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. Subbagian Umum Kepegawaian. e. penyajian data dan informasi. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Tata Usaha. Bagian Keuangan. Pasal 384 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a.c. program dan anggaran. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. program dan anggaran. Pasal 380 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan pengelolaan. dan c. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. f. (3) Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan. penyajian data dan informasi. pengolahan. penyiapan penyusunan formasi. penghimpunan peraturan perundang-undangan. pengolahan. penghimpunan peraturan perundang-undangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. b. 59 . dan c. dan c. penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. pengolahan. b. penyajian data dan informasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengelolaan. Pasal 383 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 386 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. evaluasi dan penyusunan laporan.

Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b. dan c. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan peyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 390 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 387 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pengelolaan urusan rumah tangga. b. Pasal 394 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas: a. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 392 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pengurusan Asuransi Kesehatan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 60 . pengembangan pegawai. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Perlengkapan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. pengangkutan. dan c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. (2). mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 391 (1). pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. dan b. kepangkatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Pasal 389 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388. Subbagian Rumah Tangga. dan b. penggajian. Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pendataan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pemindahan. Pasal 388 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 393 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. pelaksanaan urusan pembukuan. (3). Pasal 395 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan.

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. c. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 401 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang statistik dan dokumentasi tahanan. c. Subbagian Tata Usaha. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. d. dan e. Pasal 402 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik terdiri atas: a. dan e. pelaksanaan urusan persuratan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Pasal 399 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. penyiapan rancangan kebijakan. (1) (2) (3) (4) 61 . dan d. Subdirektorat Sidik Jari. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 397 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan tahanan. Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik Pasal 400 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang registrasi dan statistik tahanan. pengetikan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi. c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. penggandaan dan pengiriman. pengelolaan arsip dan dokumentasi. benda sitaan negara. hubungan masyarakat dan protokol.Pasal 396 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 398 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. b. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi. d. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Persuratan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. dan d. dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. b. b. penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. pengetikan. Subdirektorat Registrasi. penggandaan.

62 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang klien pemasyarakatan. mutasi tahanan dan benda sitaan negara. penyiapan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi klien pemasyarakatan. pemindahan tahanan dan benda sitaan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara. dan c. Pasal 411 (1) Seksi Penempatan. Mutasi Tahanan. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 407 (1) Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Registrasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi tahanan. Pasal 408 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan. Mutasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.Pasal 403 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan dan pemberian remisi. Pasal 405 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. dan b. (3) Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (2) Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan Benda Sitaan Negara. Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. dan b. Seksi Penempatan. pembinaan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 409 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 410 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 406 Subdirektorat Registrasi terdiri atas: a. Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. Pasal 404 Subdirektorat Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. b.

Dokumentasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 413 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. penyiapan rancangan kebijakan.(2) Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. 63 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. perumusan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara serta warga binaan pemasyarakatan. dan c. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. Seksi Statistik. (2) Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan. dan b. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. dan b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. Dokumentasi Tahanan. b. pembebasan narapidana dan anak didik pemasyarakatan serta mutasi dan pengakhiran pembimbingan klien pemasyarakatan. dan Benda Sitaan Negara. Pasal 412 Subdirektorat Sidik Jari mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 418 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi terdiri atas: a. Seksi Statistik. penyiapan rancangan kebijakan. mutasi. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan dan perumusan. Pasal 415 (1) Seksi Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 417 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. Seksi Perumusan dan Identifikasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. perumusan dan identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 419 (1) Seksi Statistik. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Sidik Jari menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 416 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 414 Subdirektorat Sidik Jari terdiri atas: a. dan c. identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. identifikasi.

dan d. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan Pasal 420 Direktorat Bina Perawatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan dan makanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. perlengkapan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan perawatan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 422 Direktorat Bina Perawatan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan.(2) Seksi Statistik. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 425 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. pengembangan pelayanan kesehatan. standardisasi dan penetapan gizi serta pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Direktorat Bina Perawatan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana dan evaluasi perawatan tahanan. (3) Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. c. 64 . penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. b. b. dan d. Pasal 421 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. pengelolaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara serta sarana dan evaluasi perawatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Tata Usaha. b. warga binaan pemasyarakatan. perlengkapan tahanan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan . dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. c. pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani. Pasal 424 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. Pasal 423 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan dan makanan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.

dan c. Seksi Penilaian Jenis dan Mutu. b. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan teknis dan pemantauan di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 430 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara terdiri atas: a. (1) (2) (3) (4) Pasal 428 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Pengendalian Bahan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani. 65 .Pasal 426 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan terdiri atas: a. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pengelolaan sarana serta evaluasi dan pelaporan perawatan tahanan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 429 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. Pasal 427 Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan teknis serta pemantauan di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 431 (1) Seksi Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penilaian jenis dan mutu serta penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. c. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (2) Seksi Penilaian Jenis dan Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan. Seksi Pemeliharaan. Pasal 432 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. dan d. Seksi Pengendalian Bahan Makanan. (3) Seksi Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Penghapusan.

Pasal 433 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Subdirektorat Pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan. (2) Seksi Pengelolaan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 438 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan terdiri atas: a. pembinaan. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b. dan e. Seksi Pengelolaan Sarana. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pelaksanaan evaluasi dan laporan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. b. d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. 66 . Subdirektorat Pendidikan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. dan e. c. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pendidikan dan bimbingan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 434 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi terdiri atas: a. dan c. Subdirektorat Pembimbingan. Seksi Analisa Kebutuhan. d. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan. Seksi Evaluasi dan Laporan Pasal 435 (1) Seksi Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. distribusi dan pengendalian sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. b. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang alokasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan perawatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang analisa kebutuhan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Bagian Keenam Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan Pasal 436 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pelayanan dan penyuluhan. b. Pasal 437 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436.

b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. bimbingan hukum. Pasal 445 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. orientasi dan observasi. dan d. dan d. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan. Pasal 440 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 441 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. kewarganegaraan. Pasal 442 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan terdiri atas: a. c. (1) (2) (3) (4) Pasal 444 Subdirektorat Pembinaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan mental rohani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum. Subdirektorat Pembinaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembinaan Mental Rohani. Seksi Orientasi dan Observasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. b.Pasal 439 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. Seksi Penelitian Kemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Penelitian Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 446 Subdirektorat Pembinaan terdiri atas: a. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian. b. c. Seksi Evaluasi dan Laporan. penelitian kemasyarakatan serta evaluasi dan laporan. Seksi Orientasi dan Observasi. dan d. dan d. olah raga dan kesenian serta pembinaan badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan. 67 . Seksi Bimbingan Hukum. Pasal 443 Seksi Bimbingan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang bimbingan hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. c. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.

Pasal 450 Subdirektorat Pendidikan terdiri atas: a. Pasal 453 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452.(1) (2) (3) (4) Pasal 447 Seksi Pembinaan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 449 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. integrasi dan pendayagunaan tim pengamat pemasyarakatan bagi warga binaan pemasyarakatan. 68 . Subdirektorat Pembimbingan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang peran serta badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pendidikan Luar Sekolah. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang integrasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Pasal 448 Subdirektorat Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan. Pasal 452 Subdirektorat Pembimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. asimilasi. (2) Seksi Pendidikan Luar Sekolah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. c. Pasal 451 (1) Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan b. b. dan b. Subdirektorat Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan. pendidikan luar sekolah serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembimbingan klien.

Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi Pasal 456 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pelatihan keterampilan kerja. c. Seksi Asimilasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana. pengembangan kewirausahaan. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 460 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Ketrampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat. Pasal 459 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kemitraan dan pemasaran hasil produksi. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendayagunaan tenaga kerja. penyiapan rancangan kebijakan. tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. Pasal 457 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan pelatihan keterampilan kerja. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan. Seksi Integrasi. c. produksi dan pendayagunaan tenaga kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran hasil produksi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. (1) (2) (3) (4) 69 . Seksi Asimilasi. Subdirektorat Produksi. Subdirektorat Kegiatan kerja. Seksi Bimbingan Klien. e. anak pidana dan anak negara. b. d. Pasal 458 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi terdiri atas: a. dan d. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan. bimbingan keterampilan dan kerja lingkungan. dan f. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. b. b. Subdirektorat Tenaga Kerja. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan dan latihan keterampilan kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. d. dan f. Seksi Integrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan di bidang anak pidana dan anak negara. e. Pasal 455 Seksi Bimbingan Klien mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan.Pasal 454 Subdirektorat Pembimbingan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi.

Pasal 462 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan terdiri atas: a. Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. Pasal 465 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. dan d. 70 . perikanan dan peternakan. Seksi Bimbingan Keterampilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pertanian dan perkebunan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. a. Seksi Bimbingan Minat dan Bakat. Pasal 467 (1) Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. Seksi Pengembangan Kewirausahaan. Subdirektorat Kegiatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Kegiatan Pertanian dan Perkebunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan. (1) (2) (3) (4) Pasal 464 Subdirektorat Kegiatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja industri rumah tangga dan jasa. Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan. penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. Seksi Bimbingan Keterampilan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. dan d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan . Seksi Pengembangan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa. dan c. dan c.Pasal 461 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. b. Pasal 463 Seksi Bimbingan Minat dan Bakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 466 Subdirektorat Kegiatan Kerja terdiri atas. c.

penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Evaluasi dan Laporan. Seksi Pembinaan Produksi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Pasal 473 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. dan b. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. penyiapan rancangan kebijakan.(3) Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. (2) Seksi Pembinaan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang bimbingan produksi. Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi. pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. pembinaan produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Pasal 469 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. Pasal 468 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. b. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. dan c. Pasal 470 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. pemasaran serta pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. Subdirektorat Produksi meyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan produksi. 71 . pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. Seksi Standardisasi dan Pengendalian. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. Pasal 474 Subdirektorat Tenaga Kerja terdiri atas: a. (3) Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi dan Pengendalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Subdirektorat Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 475 (1) Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 476 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. Pasal 472 Subdirektorat Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan b. b. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. dan c.

penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan teknis petugas keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Pemasaran. d. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. dan e. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pemasaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. b. Pasal 478 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran terdiri atas: a. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi: a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. 72 . c. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan e. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pengawasan dan pengendalian Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan c. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 479 (1) Seksi Pembinaan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 482 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban terdiri atas: a. (3) Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan. pembinaan teknis sarana petugas pengamanan serta pengawasan dan pengendalian keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. c. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban Pasal 480 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. Rumah Penyimpanan Benda sitaan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. Pasal 481 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. b. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Kemitraan.Pasal 477 Untuk melaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk-bentuk usaha dan kegiatan. Subdirektorat Sarana. Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan. b.

pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pengelolaan dan pemeliharaan sarana serta pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan dan pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis kerja sama di bidang keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. b. dan c. dan b. dan b. Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban. Pasal 484 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. b. Pasal 485 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban. Pasal 489 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488.Pasal 483 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Pasal 488 Subdirektorat Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 486 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan c. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 487 (1) Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 490 Subdirektorat Sarana terdiri atas: a. 73 .

(2) Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan. penindakan gangguan keamanan dan ketertiban. b. penyiapan rancangan kebijakan. b. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 495 (1) Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban. pembinaan. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 492 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan. pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban serta keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. dan 74 . dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 493 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. (3) Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (2) Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan.Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi dan Pengembangaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan serta pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi : a. dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. Pasal 494 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian terdiri atas: a. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan c. dan c. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 497 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. dan Lembaga Pemasyarakatan. pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin dan pemberian bantuan hukum kepada petugas pengamanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan.

dan b. dan e. b. d. Pasal 501 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. Pasal 498 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan terdiri atas: a. Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika Pasal 500 Direktorat Bina Khusus Narkotika mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan. b. Pasal 504 Subdirektorat Perawatan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Subdirektorat Kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kemitraan.b. c. perawatan jasmani. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. Subdirektorat Bimbingan Hukum. c. Subdirektorat Perawatan Kesehatan. Pasal 502 Direktorat Bina Khusus Narkotika terdiri atas : a. pelayanan sosial. Pasal 505 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. (2) Seksi Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan e. Direktorat Bina Khusus Narkotika menyelenggerakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. Pasal 499 (1) Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani. bimbingan hukum dan kemitraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan sosial bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Subdirektorat Perawatan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. Subdirektorat Pelayanaan Sosial. perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Bantuan Hukum. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c. 75 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. d. Pasal 503 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya. dan d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang ketrampilan dan usaha. (2) Seksi Ketrampilan dan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan keterampilan dan usaha. c. (2) Seksi Perawatan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika. Pasal 512 Subdirektorat Bimbingan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum. dan c. Subdirektorat Bimbingan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pelayanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pembinaan kesadaran hukum. pembinaan berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan.Pasal 506 Subdirektorat Perawatan Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan lanjutan. Pasal 508 Subdirektorat Pelayanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. b. Pasal 509 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. Seksi Ketrampilan dan Usaha. b. Seksi Perawatan Mental Rohani. bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 507 (1) Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Perawatan Jasmani. Pasal 510 Subdirektorat Pelayanan Sosial terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c. Pasal 511 (1) Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan dan bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. 76 . (3) Seksi Perawatan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. seni dan budaya. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. keterampilan dan usaha. Pasal 513 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. Seksi Seni dan Budaya. (3) Seksi Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.

Pasal 517 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi. Pasal 518 Subdirektorat Kemitraan terdiri atas : a. (3) Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara. Seksi Konsultasi Hukum. (3) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah.Pasal 514 Subdirektorat Bimbingan Hukum terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. Seksi Monitoring dan Evaluasi. monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 519 (1) Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama intansi pemerintah bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. dan c. Pasal 516 Subdirektorat Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. 77 . Subdirektorat Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah. Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara. (2) Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum. Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. b. Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum. kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. dan c. Pasal 515 (1) Seksi Konsultasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. (2) Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c.

pengelolaan urusan administrasi keuangan. d. d. penyusunan laporan kegiatan keimigrasian. dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. intelijen. Sekretariat Direktorat Jenderal. norma. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 523 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. visa dan fasilitas. 78 . Bagian Kepegawaian. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. evaluasi. b. Direktorat Intelijen Keimigrasian. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. kriteria dan prosedur di bidang dokumen perjalanan. c. Pasal 524 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. lintas batas. intelijen. dan e. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. penyidikan. e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. b. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. visa dan fasilitas. pedoman. dan e. penyidikan dan penindakan. izin tinggal dan status. Pasal 525 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. hubungan masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. dan penindakan. c. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. b. izin tinggal dan status. d. pelaksanaan kebijakan di bidang dokumen perjalanan. b. c. program dan anggaran. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang dokumen perjalanan. penyidikan. f. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. protokoler. Pasal 521 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. pengelolaan urusan kepegawaian.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 520 Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang imigrasi. perumusan standar. pengelolaan dokumentasi dan kepustakaan. hukum. visa dan fasilitas. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 522 Direktorat Jenderal Imigrasi terdiri atas : a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Imigrasi. Direktorat Dokumen Perjalanan. dan penindakan. izin tinggal dan status. dan g. intelijen. pelaksanaan urusan tata usaha.

penataan. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. Subbagian Umum Kepegawaian. penyajian data dan informasi. perencanaan pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. (1) (2) (3) (4) Pasal 530 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan d. c. dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. Litigasi dan Tata Usaha. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. program dan anggaran. 79 . f. d. b. e. Bagian Keuangan. c. Pasal 529 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penyusunan dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. Pasal 526 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. b. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. c. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bagian Hubungan Masyarakat.c. program dan anggaran. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. pengkoordinasian rancangan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian data dan informasi. dan d. Pasal 528 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Subbagian Pengembangan. b. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. penyajian data dan informasi. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. penghimpunan peraturan perundang-undangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Imigrasi. b. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyusunan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 532 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 527 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. dan c. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 531 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiunan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

dan c. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Pasal 537 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. dan c. Pasal 535 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. c. dan c. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 539 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. (3) Subbagian Pengembangan. Subbagian Perbendaharaan. b. penyusunan rencana. pengangkutan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pelaksanaan urusan pembukuan. kepangkatan. b. pembakuan dan penghapusan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Pengadaan dan Peralatan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pelaksanaan urusan dalam. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pemindahan. evaluasi. pendataan. perhitungan. penggajian. penyusunan rencana pengadaan fisik dan pengadaan dokumen keimigrasian. Pasal 538 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembukuan. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan pengembangan sumber daya manusia. penggunaan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun.Pasal 533 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyusunan formasi. perhitungan. serta pemeliharaan prasarana dan sarana. dan penyusunan laporan keuangan. mutasi pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. 80 . dan laporan pelaksanaan kegiatan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. inventarisasi. b. Pasal 536 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 540 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelayanan administrasi Asuransi Kesehatan. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pelaksanaan anggaran. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 534 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan d. dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Analisa Kebutuhan. b.

pengangkutan. Litigasi. Litigasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang dokumen perjalanan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal dan protokoler. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pengetikan. penyimpanan dan pemeliharaan prasarana dan sarana serta pengadaan dan penyimpanan dokumen keimigrasian. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Pasal 546 Direktorat Dokumen Perjalanan. pemberian pendapat hukum. dan sosialisasi hukum.Pasal 541 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan analisa penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana. izin masuk. c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumen perjalanan. penghapusan. pengelolaan arsip. c. pelaksanaan hubungan masyarakat. b. dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan teknis di bidang dokumen perjalanan. dan e. Subbagian Litigasi. dan Tata Usaha terdiri atas : a. dokumentasi dan perpustakaan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan d. pelaksanaan urusan persuratan. Pasal 542 Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 543 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. izin masuk. b. pengelolaan arsip. dokumentasi. pembakuan dan rencana penggunaan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang dokumen perjalanan. d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol. Dokumentasi dan Kepustakaan. Pasal 547 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. izin masuk. penggandaan dan pendistribusian. (1) (2) (3) (4) Bagian Keempat Direktorat Dokumen Perjalanan. Subbagian Tata Persuratan. Direktorat Dokumen Perjalanan. c. Subbagian Litigasi mempunyai tugas melakukan pemberian bantuan hukum mewakili Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadapi setiap gugatan di pengadilan. visa. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. visa. b. Dokumentasi dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip. visa. pelaksanaan pemberian bantuan hukum. dokumentasi dan perpustakaan. 81 . visa. dan kepustakaan keimigrasian. Visa dan Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Litigasi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan hubungan masyarakat. Pasal 545 Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Pengadaan dan Peralatan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pengadaan fisik. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 544 Bagian Hubungan Masyarakat. pendapat hukum dan sosialisasi hukum. izin masuk. Subbagian Tata Persuratan. pemberian pendapat dan bantuan hukum serta sosialisasi hukum di bidang keimigrasian. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. Subbagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler.

SPLP dan PLB) bagi WNI dan orang asing. SPLP. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. visa. e. c. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 551 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. dan e. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Pasal 550 Subdirektorat Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Visa. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia. izin masuk. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Subbagian Tata Usaha. 82 . Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. SPLP. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 548 Direktorat Dokumen Perjalanan. dan PLB mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi warga negara indonesia (WNI) dan orang asing. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. pemberian dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan (Paspor. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. Seksi Paspor.d. dan b. d. pemberian pelayanan di bidang dokumen perjalanan. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian. Pasal 555 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. b. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Dokumen Perjalanan menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi WNI dan orang asing yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Pasal 554 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. dan f. Visa dan Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. Pasal 549 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. Subdirektorat Dokumen Perjalanan. Pasal 553 (1) Seksi Paspor. dan PLB. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak. Pasal 552 Subdirektorat Dokumen Perjalanan terdiri atas : a.

Evaluasi dan Laporan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI.Pasal 556 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI terdiri atas : a. (2) Seksi Visa Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja keluar negeri bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 558 Subdirektorat Visa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. evaluasi. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. pembinaan dan bimbingan teknis. Subdirektorat Visa menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. pengevaluasian dan penyusunan laporan serta penyelesaian dan persetujuan visa. Pasal 563 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. Pasal 560 Subdirektorat Visa terdiri atas : a. Pasal 559 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 558. dan penyusunan laporan pemberian visa. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan pemberian visa. (3) Seksi Visa Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. dan c. dan b. Seksi Visa Tinggal Terbatas. Pasal 562 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. izin masuk darurat dan tanda bertolak. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. 83 . Pasal 557 (1) Seksi Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan RI yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. pelaksanaan. penelaahan. dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. b. dan d. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. Pasal 561 (1) Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Paspor TKI. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. izin masuk kembali. c. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. Seksi Visa Kunjungan. penelaahan.

dan c. Bagian Kelima Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Pasal 570 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. b. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Fasilitas Wisatawan Asing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. b. 84 . Seksi Izin Bertolak. Pasal 565 (1) Seksi Izin Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan wisatawan asing ke Indonesia.Pasal 564 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak terdiri atas : a. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. Frequent Travel Card (FTC) dan Layanan Elektronis Keimigrasian lainnya). wisatawan asing. pengevaluasian fasilitas keimigrasian untuk ibadah keagamaan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. Pasal 567 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. (3) Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Izin Masuk. dan b. alih status keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi wisatawan asing ke Indonesia. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian layanan elektronis keimigrasian (Smart Card. Pasal 566 Subdirektorat Fasilitas Kemigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan ibadah keagamaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi pemberian fasilitas layanan elektronis keimigrasian. Seksi Fasilitas Wisatawan Asing. (2) Seksi Izin Bertolak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. b. APEC Bussiness Travel Card (ABTC). pembinaan dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan layanan elektronis keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal. Pasal 568 Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi perjalanan untuk ibadah keagamaan. penelaahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang izin tinggal. Pasal 569 (1) Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian. alih status keimigrasian. Pasal 571 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570.

c. dan e. Subdirektorat Izin Tinggal. Pasal 574 Subdirektorat Izin Tinggal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin tinggal kunjungan dan perpanjangannya. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian izin tinggal terbatas dan perpanjangannya. Seksi Izin Tinggal Kunjungan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Izin Tinggal Tetap. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal tetap dan perpanjangannya. Subdirektorat Izin Tinggal menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pengaturan pemberian izin tinggal beserta perpanjangannya bagi orang asing pemegang izin tinggal kunjungan. terdampar. Subdirektorat Status Keimigrasian. izin tinggal terbatas. (1) (2) (3) (4) Pasal 578 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pemberian pelayanan dan informasi di bidang izin tinggal. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal khusus/darurat bagi orang asing yang bekerja pada alat apung dan atau instalasi lepas pantai di wilayah perairan Indonesia. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian. dan pemberian izin tinggal dan perpanjanganya bagi orang asing pengungsi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. dan d. izin tinggal terbatas. Pasal 576 Subdirektorat Izin Tinggal terdiri atas : a. b. perencanaan teknis di bidang izin tinggal. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat. Subbagian Tata Usaha. dan d. alih status keimigrasian. alih status keimigrasian. Pasal 577 Seksi Izin Tinggal Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. menunggu proses peradilan dan lain sebagainya. d. Pasal 575 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. korban bencana alam. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. pemeriksaan status kewarganegaraan dan pewarganegaraan serta surat keterangan keimigrasian dan izin tinggal khusus/darurat. Pasal 572 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian terdiri atas: a. b. evaluasi dan laporan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal berupa izin tinggal kunjungan. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. Seksi Izin Tinggal Terbatas. 85 . c. Pasal 573 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. c. pembinaan dan bimbingan teknis pemberian persetujuan alih status keimigrasian serta penelaahan. Seksi Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat.

pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas.Pasal 579 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. Pasal 584 Subdirektorat Status Keimigrasian terdiri atas : a. dan c. Pasal 581 (1) Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Seksi Status Keimigrasian. pembinaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. penyiapan penetapan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. dan c. pelaksanaan penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian dan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. bimbingan teknis di bidang pemeriksaan dan penetapan status keimigrasian serta persetujuan pemberian surat keterangan keimigrasian. Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian Pasal 586 Direktorat Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang operasi intelijen. Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas. Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap. pembinaan. Seksi Evaluasi dan Laporan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. kerja sama dan pelaksanaan kegiatan intelijen keimigrasian serta pengamanan perizinan keimigrasian. Pasal 580 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian terdiri atas: a. dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. dan b. Pasal 583 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. dan pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. Seksi Surat Keterangan Keimigrasian. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. b. (2) Seksi Surat Keterangan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. penelaahan. penyajian produk intelijen. (2) Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 582 Subdirektorat Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan. penelaahan dan pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. 86 . dan c. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 585 (1) Seksi Status Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.

Kalimantan Selatan. pengolahan dan penyusuna dan penyajian informasi yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelanggaran keimigrasian. Direktorat Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Lampung. Kalimantan Barat. (2) Seksi Operasi Intelijen Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Jawa Tengah. Gorontalo. Jambi. Kalimantan Tengah. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian. Pasal 589 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Intelijen Keimigrasian. Kepulauan Bangka Belitung. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian. Pasal 588 Direktorat Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Kalimantan Timur. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian. dan b. Sumatera Selatan. c. c. Banten. Sulawesi Selatan. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 590 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengamanan. pelaksanaan kegiatan kerja sama intelijen dan operasi intelijen keimigrasian. Jawa Barat. Pasal 594 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Sumatera Barat. d. dan e. Daerah Istimewa Yogyakarta. Maluku. Pasal 593 (1) Seksi Operasi Intelijen Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Sumatera Utara. Pasal 591 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Subbagian Tata Usaha. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang produksi intelijen keimigrasian. Papua dan Irian Jaya Barat. pelaksanaan kerja sama di bidang operasi intelijen keimigrasian. pelaksanaan penelaahan dan analisa informasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyajian produk intelijen keimigrasian. Sulawesi Tenggara. Riau. b. Sulawesi Barat. Kepulauan Riau. Bengkulu. Sulawesi Tengah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 592 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Maluku Utara. Seksi Operasi Intelijen Wilayah I. pelaksanaan pengamanan terhadap perizinan keimigrasian. dan d. Nusa Tenggara Timur. Seksi Operasi Intelijen Wilayah II. pembinaan dan operasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyelidikan. b. pengumpulan. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian. 87 . Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. dan Jawa Timur.Pasal 587 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586.

dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen lain baik antar negara maupun dalam negeri. Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian. pengolahan dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. pengolahan. Pasal 596 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. pelaksanaan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen negara lain. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen di dalam negeri. (2) Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. dan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. dan b. Pasal 599 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. b. Pasal 601 (1) Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan penyiapan kerja sama serta pelaksanaannya. Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara. dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. (2) Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pembuatan perkiraan keadaan dan pemberian peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. 88 . (3) Seksi Produksi Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengumpulan. Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian. Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri. Pasal 600 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen lain di dalam negeri. Pasal 597 (1) Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 602 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. dan b.Pasal 595 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. Seksi Produksi Intelijen. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen negara lain. Pasal 598 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan perkiraan keadaan. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Pengamanan Perizinan WNI. dan b. pelaksanaan penyidikan terhadap setiap orang asing yang melanggar undang-undang keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan f. Pasal 605 (1) Seksi Pengamanan Perizinan WNI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 608 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana 89 .Pasal 603 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan kerja sama antar instansi dalam rangka pengamanan teknis perizinan keimigrasian. b. penindakan terhadap orang asing yang melanggar peraturan keimigrasian di wilayah Negara Republik Indonesia. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. pembinaan. Pasal 609 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Bagian Ketujuh Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Pasal 606 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian. penyiapan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian c. dan f. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan informasi di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. e. penyiapan kerja sama antar instansi di bidang pengamanan perizinan WNI. (2) Seksi Pengamanan Perizinan WNA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengamanan Perizinan WNA. Pasal 607 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. d. e. penyiapan kerja sama antar instansi dan pelaksanaan operasi pengamanan atas keberadaan dan kegiatan orang asing. bimbingan teknis di bidang pengamanan keimigrasian. dan pelaksanaannya. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. c. pembinaan. bimbingan teknis. Pasal 610 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Pasal 604 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian terdiri atas: a. d.

Seksi Penyidikan Wilayah I. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. dan Jawa Timur. Kalimantan Barat. Bengkulu. Pasal 616 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. Kalimantan Timur. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. Kepulauan Riau. Maluku. Jawa Barat. Pasal 615 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. Sulawesi Utara. pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Jawa Tengah. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. 90 . bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi serta evaluasi dan laporan di bidang tindakan keimigrasian atas pelanggaran keimigrasian. Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Kalimantan Selatan. Jambi. Kepulauan Bangka Belitung. Gorontalo. (2) Seksi Penyidikan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. Kalimantan Tengah. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Pasal 611 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. b. Daerah Istimewa Yogyakarta. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penindakan keimigrasian. penyidik pegawai negeri sipil keimigrasian serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Sumatera Utara. (3) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan. dan c.keimigrasian. Seksi Penindakan Wilayah II. evaluasi dan penyusunan laporan penindakan keimigrasian seluruh wilayah negara Republik Indonesia. dan c. c. Pasal 614 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Sulawesi Tenggara. Pasal 612 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian terdiri atas : a. Sulawesi Selatan. Maluku Utara. Sulawesi Tengah. Irian Jaya Barat dan Papua. b. Pasal 613 (1) Seksi Penyidikan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . pemantauan pelaksanaan penyidik keimigrasian dan pembaharuan data Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Banten. Seksi Penyidikan Wilayah II. Sulawesi Barat. Seksi Evaluasi dan Laporan. pengaturan operasi-operasi rutin maupun khusus sebagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Republik Indonesia. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan operasi penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Seksi Penindakan Wilayah I. Lampung. Sumatera Barat. dan d. pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil keimigrasian. Riau.

penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penanganan imigran ilegal. Nusa Tenggara Barat. pembinaan. b. Sulawesi Selatan. Sumatera Selatan. Maluku. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan. Nusa Tenggara Timur. pembinaan. Seksi Pencegahan. Pasal 619 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Kepulauan Riau. Gorontalo. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Timur. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pencegahan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan keluar wilayah Republik Indonesia dan penyebaran informasi pencegahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sulawesi Utara. Jawa Tengah. Pasal 623 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan menyelenggarakan fungsi : a. Sumatera Barat. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan deportasi orang asing. dan b. Riau. dan penangkalan. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penindakan keimigrasian. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan penyebaran informasi di bidang pencegahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 621 (1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Banten. Sulawesi Tengah. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Pasal 622 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. deportasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi. dan Jawa Timur. Daerah Istimewa Yogyakarta. penanganan imigran ilegal dan pelaksanaan perlindungan bagi korban kejahatan lintas negara. penangkalan. Jambi. Kalimantan Selatan. Pasal 620 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan terdiri atas : a. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. Seksi Penangkalan. Kalimantan Tengah. Irian Jaya Barat dan Papua. (2) Seksi Penindakan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Jawa Barat. Sulawesi Barat. dan penyebaran informasi. Sumatera Utara. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 618 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan penangkalan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan atau penolakan masuk ke wilayah Republilk Indonesia dan penyebaran informasi penangkalan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pasal 617 (1) Seksi Penindakan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Maluku Utara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi dan deportasi. pembinaan. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan dan penangkalan. Kalimantan Barat. (2) Seksi Penangkalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. 91 . pembinaan. dan d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Lampung. Bengkulu. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan korban kejahatan lintas negara. Sulawesi Tenggara. dan c.

Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. Seksi Detensi Imigrasi. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. d. dan e. dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. b. 92 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pengawasan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi . Pasal 629 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai fungsi : a. Bagian Kedelapan Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian Pasal 626 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang lintas batas dan kerja sama luar negeri keimigrasian berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. b. lintas batas. lintas batas dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. c. Pasal 628 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian terdiri atas : a. Subdirektorat Lintas Batas. pelaksanaan urusan tata usaha. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. c. Pasal 625 (1) Seksi Detensi Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. perancangan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. pengendalian dan pencegahan imigran gelap dan perlindungan korban kejahatan lintas negara. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. dan f. b. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan. lintas batas. d. dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pemberian pelayanan dan informasi di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan deportasi terhadap setiap orang asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian. (2) Seksi Deportasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. lintas batas. (3) Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. e. Pasal 627 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. Seksi Deportasi.Pasal 624 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi terdiri atas : a. penyiapan kerja sama di bidang keimigrasian dengan negara lain dan organisasi internasional. Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara. perjanjian lintas batas.

Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 631 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa.Pasal 630 Subdirektorat Lintas Batas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 634 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Lintas Batas Malaysia. Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea. (2) Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. persetujuan. pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan non Perserikatan Bangsa-Bangsa. evaluasi. pemberian pas lintas batas. bimbingan teknis. dan b. dan laporan. Pasal 637 (1) Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. Pasal 635 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. persetujuan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemberian pas lintas batas dan izin perlintasan tradisional di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan Philipina. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2) Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 633 (1) Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis perundingan. pemberian pas lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Timor Leste dan Papua New Guinea. dan b. Subdirektorat Lintas Batas menyelenggarakan fungsi : a. dan b. 93 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. perundingan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan dengan organisasi internasional dan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. Pasal 636 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. Pasal 632 Subdirektorat Lintas Batas terdiri atas: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang lintas batas tradisional di wilayah perbatasan antar negara Republik Indonesia dengan negara lain berdasarkan peraturan atau perjanjian lintas batas yang berlaku. dan pelaksanaan perjanjian lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Malaysia dan Philipina. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. pembinaan.

b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. b. perundingan. Pasal 639 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. pelaksanaan kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pelanggaran keimigrasian yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kepariwisataan. Pasal 640 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Multilateral. Seksi Penyebaran Informasi. dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. Seksi Kerja Sama Bilateral. peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya. persetujuan. c. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi atau pejabat lainnya yang menangani bidang keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan d. Pasal 642 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 641 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. persetujuan. pelanggaran keimigrasian di bidang ketenagakerjaan dan kepariwisataan. b. dan c. 94 . Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarakan fungsi : a. penanggulangan kejahatan. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Asia Pasifik dan Afrika. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. pembinaan dan bimbingan teknis kerja sama di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama multilateral antar negara.Pasal 638 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan kerja sama keimigrasian antar negara di bidang keimigrasian termasuk repatriasi. kerja sama keimigrasian antar negara. perundingan. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan dan bimbingan teknis. Pasal 643 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. pelaksanaan diseminasi informasi keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Seksi Amerika dan Eropa. dan b. dalam hal repatriasi. Pasal 644 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan terdiri atas : a. Pasal 645 (1) Seksi Asia Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Asia Pasifik dan Afrika. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penanggulangan kejahatan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia.

perencanaan. penyimpanan dan pengamanan data WNI. distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. pengembangan. dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Amerika dan Eropa. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. Pasal 648 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian terdiri atas : a. lalu lintas WNI-WNA dan WNIWNA di Perwakilan RI. perencanaan. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. d. (3) Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan dan pengamanan data keimigrasian WNI. d. Pasal 647 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646.(2) Seksi Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. WNA. c. meliputi pengumpulan. Subdirektorat Registrasi. pengolahan. e. WNA. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian Pasal 646 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. Pasal 651 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. e. Kelompok Jabatan Fungsional. dan g. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. pengolahan. Pasal 650 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengelolaan data keimigrasian. Subbagian Tata Usaha. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyebaran informasi keimigrasian dari deaerah ke perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ke daerah. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. f. Subdirektorat Perencanaan. dan f. pelaksanaan kerja sama di bidang sistem dan pertukaran informasi keimigrasian dalam dan luar negeri. b. c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. pengembangan. pemantauan. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. dan pemeliharaan serta operasi komunikasi elektronik. pelaksanaan registrasi. pengamanan dan pengkajian sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. penyimpanan dan pengamanan data WNI. Pasal 649 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. 95 . lalu lintas dan perwakilan Republik Indonesia. pengolahan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian.

penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. d. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri. pengolahan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan serta pengamanan data WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian di bidang pendataan. Pasal 652 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran dan pertukaran informasi dalam dan luar negeri serta kerja sama sistem informasi dalam dan luar negeri. pemantauan dan pemeliharaan komunikasi elektronik. b. pengolahan. penyimpanan dan pengamanan data WNA. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi dalam negeri. c. Pasal 655 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pengolahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasioal teknis di bidang pengumpulan. pengolahan. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. penyimpanan serta pengamanan data WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. pengolahan. dan d. dan d. penyimpanan dan pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA di Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan tempat lain yang ditentukan. dan b. penyimpanan dan pengamanan data WNI dan WNA di Perwakilan RI. pengolahan. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi dalam negeri. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 653 Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.b. keberadaan dan mutasi statusnya. 96 . pengolahan. Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri. penyimpanan serta pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. penyimpanan serta pengamanan data WNI sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. Pasal 656 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi luar negeri. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri. pengembangan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi luar negeri. (1) (2) (3) (4) Pasal 654 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. dan e. b.

pengkajian dan pengaman sistem informasi keimigrasian. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengkajian program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. Pasal 662 Subdirektorat Registrasi. b. Pasal 658 Subdirektorat Perencanaan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka koordinasi dan harmonisasi sistem informasi dengan instansi pemerintah dan atau lembaga lain terkait. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemantuan kualitas dokumen keimigrasian. Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka harmonisasi antar negara dan atau institusi internasional. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 97 . pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang perencanaan dan pemgembangan program aplikasi dan penunjang aplikasi dalam rangka pelayanan.Pasal 657 (1) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. c. Pasal 660 Subdirektorat Perencanaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 661 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian kartu elektronik. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. Pasal 659 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. (2) Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengembangan. Subdirektorat Perencanaan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengembangan program SIMKIM. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Subdirektorat Registrasi . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penggunaan dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang pengamanan dan pengkajian program aplikasi dalam rangka pelayanan. Pasal 663 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan program SIMKIM. (2) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan d.

Seksi Pemantuan Kualitas Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian. Pasal 665 Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang analisa dan evaluasi standardisasi desain dan spesifikasi teknis blanko Dokumen Perjalanan R. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian terdiri atas: a. blanko KITAS/KITAP. (1) (2) (3) (4) 98 . SPLP.. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. stiker visa. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi untuk penerbitan kartu elektronik berupa Frequent Traveller Card (FTC). dokumen imigrasi dan formulir-formulir keimigrasian sesuai perkembangan teknologi dan standar internasional. dan d. c. PLB. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengajuan permintaan dokumen blanko Paspor.Pasal 664 Subdirektorat Registrasi. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . kartu kedatangan/keberangkatan. b.I. Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian. formulir dan voucher bank ke bagian perlengkapan dan rumah tangga untuk diregistrasi dan didistribusi atas permintaan pengguna di dalam dan luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian penggunaan blanko dokumen keimigrasian dalam rangka pengamanan dokumen keimigrasian.

99 . norma. b. Bagian Kepegawaian. dan e. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. e. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. Desain Industri. desain industri. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. kriteria dan prosedur di bidang Hak cipta. d. c. Bagian Keuangan. d. d. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Hak Cipta. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang hak cipta. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 669 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. program dan anggaran. pengelolaan urusan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Merek. pedoman. merek. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 666 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan kebijakan di bidang hak cipta. Pasal 671 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. merek. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. desain industri. dan f. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. merek. perumusan standar. penyusunan laporan kegiatan hak kekayaan intelektual. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 667 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 666. c. desain industri. d. Direktorat Teknologi Informasi. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. peten. Direktorat Paten. dan e. c. b. dan f. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. c. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. paten. paten. Bagian Tata Usaha.. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 668 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas : a. Pasal 670 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. e. b.

100 . pendataan. Pasal 673 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 676 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengolahan data. c. pemberhentian dan pensiun. penyajian data dan informasi. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 677 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan formasi. pendataan pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. penggajian. dan d. dan c. Pasal 679 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. program dan anggaran. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Subbagian Administrasi Penyidik. pemberhentian dan pensiun pegawai serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengumpulan dan pengolahan data. penyajian data dan informasi. b.Pasal 672 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 674 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 678 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 675 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan bahan penetapan mutasi. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya. program dan anggaran. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengembangan dan pembinaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (2) Subbagian Mutasi. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. b. program dan anggaran. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Hubungan Masyarakat. evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual serta urusan hubungan masyarakat dan protokol. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. b. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. dan c. dan c.

pengelolaan urusan perlengkapan. b. dan c. Pasal 681 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. Pasal 684 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 680 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. pelaksanaan urusan pembukuan. 101 . Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 687 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga.(3) Subbagian Administrasi Penyidik mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pengelolaan urusan rumah tangga. dan c. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 686 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. b. Pasal 685 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Pasal 683 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional. Pasal 682 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Perlengkapan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan c. Pasal 688 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.

desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. c. penggandaan dan pengiriman. b. pembatalan. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan urusan administrasi hak kekayaan intelektual dan pengelolaan dokumen aplikan. penegakan. Desain Industri. Desain Industri. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hak cipta. c. dan h. pelaksanaan pengetikan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. b. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hak cipta. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 690 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan d. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Pasal 692 Direktorat Hak Cipta. pelaksanaan penerimaan permohonan. litigasi. penghapusan dan pengumuman di bidang hak cipta. administrasi penolakan. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual. desain industri. Pasal 693 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. pelaksanaan bimbingan teknis dan penelusuran dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permintaan pendaftaran. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang hak cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 694 Direktorat Hak Cipta. Subdirektorat Desain Industri. pelaksanaan administrasi hak kekayaan intelektual. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. desain industri. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang hak cipta. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. c. dan penggandaan. Desain Industri. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengetikan. desain industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pencatatan lisensi. f. penyidikan dan penyelesaian sengketa. Bagian Keempat Direktorat Hak Cipta. desain industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Subbagian Persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Desain Industri. Pasal 691 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pengalihan perubahan. (1) (2) (3) (4) 102 . pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas dan substantif di bidang hak cipta. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. pelaksanaan pendaftaran. g. e. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 689 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Direktorat Hak Cipta. dan d. desain industri. desain industri. pelaksanan urusan surat menyurat. Desain Industri. d.

Subbagian Tata Usaha. Seksi Pemeriksaan dan Publikasi. (3) Seksi Sertifikasi. penghapusan dan pembatalan serta petikan resmi. pelaksanaan penyiapan pemberian sertifikat serta persiapan administrasi penolakan. f. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir.c. pelaksanaan penerimaan aplikasi. penyelesaian permohonan. dan f. b. Mutasi dan Lisensi. dan c. Pasal 697 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pemeriksaan substantif. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. e. pemantauan dan pengendalian permohonan. Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis. pemberian salinan resmi dan petikan resmi. Pasal 698 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pencatatan pemeriksaan kelengkapan berkas. Pasal 695 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian permohonan. alamat. e. Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian sertifikat serta melakukan pencatatan perjanjian lisensi. pemeriksaan substantif. pemeriksaan kelengkapan persyaratan. penelusuran dalam menentukan tolak atau daftar atas permohonan pendaftaran di bidang desain produk industri. Desain Industri. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pencatatan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penelusuran dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permohonan hak cipta. pencatatan lisensi. pengadministrasian aplikasi serta pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. d. Pasal 699 (1) Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan aplikasi. Subdirektorat Hak Cipta. Subdirektorat Pelayanan Hukum. pelaksanaan pemeriksaan kebenaran dokumen. penghapusan. mutasi dan lisensi serta penyiapan bahan sertifikasi dan pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. surat menyurat dan pemberitahuan peringatan berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. (2) Seksi Pemeriksaan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan kebenaran dokumen dan pemberitahuan peringatan. pembimbingan teknis. pemindahan hak. Pasal 701 Subdirektorat Hak Cipta. b. pemberian tanggal penerimaan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. 103 . c. perubahan nama. Seksi Sertifikasi. d. berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. pelaksanaan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi dan penerimaan sanggahan dari masyarakat. pembatalan. Pasal 700 Subdirektorat Desain Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengendalian. melakukan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi serta menerima sanggahan dari masyarakat untuk proses lebih lanjut. pemberian tanda terima dan pengklasifikasian. pengklasifikasian. perubahan nama dan alamat. pelaksanaan pemberian pelayanan kebutuhan operasional teknis pemeriksaan. pemindahan hak. Pasal 696 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan pemeriksaan kelengkapan persyaratan.

penegakan. dan b. Pasal 703 Subdirektorat Hak Cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang.Pasal 702 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 701. Pasal 704 (1) Seksi Hak Cipta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelusuran. publikasi 104 . pelaksanaan pemeriksaan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan evaluasi akhir terhadap permohonan pendaftaran hak cipta. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar terhadap permohonan hak cipta. pelaksanaan litigasi dalam sengketa di pengadilan. Direktorat Paten menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. dan b. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. b. Bagian Kelima Direktorat Paten Pasal 709 Direktorat Paten mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang paten berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. c. c. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan litigasi dan penyidikan dalam sengketa di pengadilan. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pemeriksaan substantif. pengadministrasian permohonan paten dan dokumen pemeriksaan substantif. (2) Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penelusuran pemeriksaan substantif dan evaluasi akhir dalam menentukan usulan ditolak atau didaftar atas permohonan desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 706 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 705. Pasal 707 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. pelaksanaan penerimaan permohonan paten dan permohonan pemeriksaan substantif. Seksi Penyidikan dan Litigasi. pelayanan hukum. Seksi Hak Cipta. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pelaksanaan dan penyiapan pengendalian pembimbingan teknis. penyidikan dan litigasi. pembinaan dan pemberian bimbingan teknis di bidang paten. Subdirektorat Hak Cipta. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang paten. b. dan b. pelaksanaan pengelolaan dan pendataan hak cipta. Seksi Pertimbangan Hukum. Pasal 705 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 708 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. dan d. Pasal 710 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 709.

pemberian pertimbangan. pengalihan paten. pelaksanaan publikasi paten. e. penyidikan dan administrasi komisi banding paten. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. serta pemprosesan dan pengadministrasian permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT) serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. pengklasifikasian. Pasal 716 (1) Seksi Permohonan dan Formalitas mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan paten. dan f. Pasal 715 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. Pasal 711 Direktorat Paten terdiri atas : a. pelaksanaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. Subdirektorat Pemeriksa Paten III. (2) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. litigasi. Seksi Permohonan dan Formalitas. pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. penerimaan permohonan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. f. pemeriksaan administratif. pemberian tanggal penerimaan dan penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.permohonan paten. b. Seksi Sertifikasi. e. Seksi Pelayanan Teknis. c. Pasal 712 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. penelusuran. Seksi Publikasi. d. mekanik/teknologi umum dan kimia/farmasi/biologi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan sertifikasi pemberian paten. pengelolaan administrasi permohonan paten dan penyiapan bahan sertifikasi dan publikasi. Subdirektorat Pelayanan Hukum. dan penyiapan bahan pembuatan sertifikat pemberian paten. Pasal 713 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan paten. serta pemrosesan dan pengelolaan urusan administrasi permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT). dan f. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. b. 105 . b. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif dan melakukan korespondensi dengan Pemohon. pelaksanaan pemeriksaan administratif dan substantif. pemantauan pemeliharaan paten. c. Subdirektorat Pemeriksa Paten I. c. Pasal 714 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. dan d. dan g. e. pendapat dan penegakan serta pelayanan hukum. pelaksanaan korespondensi dengan pemohon. permohonan paten dan pengambilan keputusan pemberian atau penolakan paten dalam bidang keahlian elektro/fisika. penerimaan permohonan paten. d. d. pendaftaran lisensi. Subdirektorat Pemeriksa Paten II. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten.

farmasi dan biologi. litigasi. Pasal 721 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. pemantauan. diproses. dan d. d. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima.(3) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan publikasi permohonan paten dan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. pelaksanaan penyidikan dan litigasi. administrasi komisi banding paten. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Seksi Pemeliharaan. pemantauan. dan pembinaan Pemeriksa Paten. diproses. pelaksanaan administrasi komisi banding paten. (4) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pembuatan sertifikat paten. dan e. Pasal 718 Subdirektorat Pemeriksaan Paten II mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. Seksi Administrasi Komisi Banding. pemantauan. Seksi Pemeliharaan. c. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Pengalihan Hak dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang kimia. penerimaan permohonan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. b. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten serta pengalihan hak dan lisensi. Pasal 720 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 719 Subdirektorat Pemeriksaan Paten III mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. Pasal 723 Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. penerimaan permintaan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. diproses. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. Seksi Penyidikan dan Litigasi. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. c. Pasal 717 Subdirektorat Pemeriksaan Paten I mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. Seksi Pertimbangan Hukum. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang elektro dan fisika. b. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. pelayanan hukum. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang mekanik dan teknologi umum. Pengalihan Hak dan Lisensi. penegakan. Pasal 722 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum dan penyelesaian sengketa di pengadilan serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. dan pembinaan Pemeriksa Paten. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. (1) (2) (3) (4) 106 . dan pembinaan Pemeriksa Paten. Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi komisi banding paten.

litigasi dan administrasi komisi banding. Pasal 729 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. b. sertifikasi. pelaksanaan penerimaan aplikasi. pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa. pembatalan dan penghapusan. mutasi dan pencatatan lisensi. penyidikan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan fungsional di bidang merek. Pasal 728 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan. perubahan nama dan/atau alamat. pengendalian dan pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan persyaratan aplikasi. pengalihan hak. pelaksanaan pengumuman dan publikasi merek. pembatalan. penghapusan dan perubahan. pemberian kode unsur figuratif. dan h. dan g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. e. dan d. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan. pencatatan lisensi. f. Subdirektorat Indikasi Geografis. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administrasi permohonan. perpanjangan. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. b. pemberian tanggal penerimaan (filing date). b. c. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. 107 . e. pengawasan. pemantauan dan pengendalian permohonan merek. pemberian kode unsur figuratif. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman. pelaksanaan pendaftaran. pelaksanaan klasifikasi kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode unsur figuratif. penerimaan permohonan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis. pemeriksaan persyaratan aplikasi. perubahan nama dan atau alamat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang merek. pengklasifikasian. penghapusan dan pembatalan. pencatatan lisensi. lisensi. pelaksanaan perpanjangan. Subdirektorat Pemeriksaan. lisensi. mutasi. penegakan. g. penyiapan bahan untuk pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. pengalihan hak. petikan. pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. Direktorat Merek menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Pelayanan Hukum. Pasal 727 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. c. permintaan perpanjangan. permohonan indikasi geografis dan indikasi asal. f. Pasal 726 Direktorat Merek terdiri atas : a.Bagian Keenam Direktorat Merek Pasal 724 Direktorat Merek mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang merek sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengolahan dan pendaftaran merek terkenal serta pemeriksaan substantif. c. perpanjangan. Pasal 725 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. pengklasifikasian. pemberian kode unsur konfiguratif. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pengalihan hak.

b. pencatatan pengalihan hak. perubahan nama dan / atau alamat. mutasi. penghapusan dan pembatalan. penghapusan. Pasal 733 Subdirektorat Indikasi Geografis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan. pengelolaan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. lisensi. pengendalian. (3) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan teknis operasional pemeriksaan substantif. pemeriksaan formalitas. Seksi Klasifikasi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan atas permohonan pendaftaran indikasi geografis. pembatalan dan lisensi. perpanjangan. 108 . bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan terhadap permohonan pendaftaran merek. permintaan pendaftaran indikasi geografis. dan b. Seksi Pemeriksaan Formalitas.Pasal 730 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. Seksi Permohonan. Pasal 734 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 733. Seksi Mutasi dan Lisensi. pengumuman dan publikasi. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. dan d. evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan pendaftaran indikasi geografis. c. Seksi Pelayanan Teknis. dan b. Pasal 738 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 737. Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis. klasifikasi kelas barang dan/atau jasa. pemberian kode unsur figuratif dan pemberian tanggal penerimaan (filling date). penyiapan bahan untuk pengumuman dan publikasi merek. Subdirektorat Indikasi Geografis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 732 Subdirektorat Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian pemeriksaan substantif. pelaksanaan sertifikasi dan administrasi penolakan. dan b. Pasal 736 (1) Seksi Pemeriksaan Formalitas mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. Pasal 735 Subdirektorat Indikasi Geografis terdiri atas : a. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan perpanjangan. Pasal 737 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan sertifikasi. (2) Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan. Pasal 731 (1) Seksi Permohonan mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan. petikan. (4) Seksi Klasifikasi mempunyai tugas melakukan pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode umum figuratif terhadap permohonan merek.

litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. b. Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Pasal 745 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pemantauan. pelaksanaan litigasi dan penyidikan. c. d.Pasal 739 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman terdiri atas : a. pembinaan teknis pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. Pasal 741 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 744 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum di bidang merek. dan c. Seksi Pertimbangan Hukum . Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Penyidikan dan Litigasi . penyiapan bahan koordinasi kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi. pelaksanaan urusan administrasi komisi banding. Seksi Sertifikasi. Pasal 740 (1) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan administrasi pendaftaran dan penolakan. serta pembuatan sertifikat merek. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. (2) Seksi Pengumuman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumuman dan publiksasi merek. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penegakan. Seksi Pengumuman. Pasal 742 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741. Seksi Administrasi Komisi Banding. litigasi dan penyidikan serta administrasi komisi banding. b. 109 . (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. (3) Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan urusan administrasi komisi banding. dan b. dan c. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum baik litigasi maupun non litigasi. Pasal 743 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. Pasal 746 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 745. dan e.

Seksi Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan mengenai sistem hak kekayaan intelektual dan peraturan perundang-undangan. b. Subdirektorat Kerja Sama Nasional. pelaksanaan kompilasi berbagai peraturan perundang-undangan. Pasal 749 Subdirektorat Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. pengklasifikasian. kegiatan Pasal 750 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. Seksi Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan materi. b. pemantauan dan evaluasi berbagai kegiatan kerja sama imternasional di bidang hak kekayaan intelektual. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama internasional di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Perpustakaan. pemeliharaan. dan pelayanan bahan pustaka dan informasi hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Pasal 748 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. dan e. Seksi Penyebaran Informasi. dan d. c. (1) (2) Pasal 752 Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi dan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. masalah dan kasus di bidang hak kekayaan intelektual. Subbagian Tata Usaha. dan d. Pasal 751 Subdirektorat Pengembangan terdiri atas: a. dan d. serta evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. c. dan pemantauan pelaksanaan kegiatan pelatihan di bidang hak kekayaan intelektual. pemantauan tindak lanjut penanganan perkara hak kekayaan intelektual dan hasil putusan pengadilan. c. pelaksanaan pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Pengkajian dan Pengembangan. b. pengelolaan perpustakaan dan pelaksanaan pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. 110 . penjadualan. pelaksanaan kebijakan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. penyiapan bahan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. c. d. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Subdirektorat Pengembangan. (3) (4) Pasal 753 Subdirektorat Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi internasional. Seksi Pelatihan. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati dalam forum internasional. b. Pasal 754 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 753.Pasal 747 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas : a. Subdirektorat Kerja Sama Internasional.

dan d. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama bilateral. pelaksanaan pengembangan sistem teknologi informasi. Pasal 757 Subdirektorat Kerja Sama Nasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi nasional. dan b. dan c. Seksi Kerja Sama Regional. Seksi Kerja Sama Multilateral. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama multilateral.Pasal 755 Subdirektorat Kerja Sama Internasional terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah. Direktorat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi Pasal 761 Direktorat Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang teknologi informasi dan pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. 111 . penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang teknologi informasi. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati di tingkat nasional. (2) Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. Seksi Kerja Sama Bilateral. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. b. Pasal 760 (1) Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 756 (1) Seksi Kerja Sama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama regional. Pasal 758 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 757. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang–undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan nasional di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 759 Subdirektorat Kerja Sama Nasional terdiri atas : a. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. b. c. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi non Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 762 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 761. Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah. Subdirektorat Kerja Sama Nasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual.

b. dan b. dan e. pelaksanaan administrasi pengembangan database. pelaksanaan manajemen kontrak teknologi informasi. Seksi Pengembangan Aplikasi. Pasal 769 Subdirektorat Pendukung Sistem mempunyai tugas melaksanakan sistem pendukung teknologi informasi. pelaksanaan pemeliharaan perangkat keras. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan identifikasi. Subdirektorat Pengembangan Sistem. pelaksanaan pengembangan sistem aplikasi. g. Subdirektorat Pendukung Sistem. b. pelaksanaan peralatan instalasi dan jaringan. 112 . dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. Subdirektorat Pendukung Sistem menyelenggarakan fungsi: a. e. pemeliharaan dan pengembangan sistem database. d. Subdirektorat Pengembangan Sistem menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 765 Subdirektorat Pengembangan Sistem mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. pelaksanaan pendukung sistem teknologi informasi. e. pelaksanaan penanganan kapasitas peralatan teknologi informasi. integrasi. c. Pasal 767 Subdirektorat Pengembangan Sistem terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. f. Pasal 766 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. analisis serta pemantauan dan pengamanan sistem perangkat lunak. c. pelaksanaan pengembangan database. d. b.c. dan d. pelaksanaan evaluasi penggunaan teknologi informasi. Pasal 764 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem aplikasi hak kekayaan intelektual dan pemeliharaan sistem keamanan dan aplikasi. Subdirektorat Dokumentasi. pelaksanaan administrasi pengembangan sistem aplikasi. Seksi Administrasi dan Pengembangan Database. Subdirektorat Pengembangan Proses. Pasal 763 Direktorat Teknologi Informasi terdiri atas : a. Pasal 770 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 769. d. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. c. pelaksanaan operasional sistem komputer. dan f. Pasal 768 (1) Seksi Administrasi dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan penyiapan bahan. perangkat keras dan sistem jaringan.

(2) Seksi Administrasi Sistem Jaringan mempunyai tugas melakukan integrasi. Desain Industri. penghimpunan. b. Subdirektorat Pengembangan Proses menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pengembangan Situs Internet. Pasal 778 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 777. Seksi Dokumentasi Hak Paten. Pasal 775 Subdirektorat Pengembangan Proses terdiri atas : a. b. c. Pasal 777 Subdirektorat Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dokumentasi hak kekayaan intelektual. penyiapan uji coba dan perubahan sistem. Pasal 774 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 773. analisis. Subdirektorat Dokumentasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan implementasi pengembangan proses. b. Seksi Dokumentasi Hak Cipta.Pasal 771 Subdirektorat Pendukung Sistem terdiri atas : a. Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi. 113 . pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs internet. pemantauan dan pengamanan sistem di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Pasal 773 Subdirektorat Pengembangan Proses mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pemantauan dan implementasi pengembangan proses serta identifikasi pengembangan proses yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan b. dan d. pelaksanaan identifikasi pengembangan proses. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Seksi Administrasi Sistem Jaringan. Pasal 776 (1) Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan penataan proses kerja Direktorat Jenderal yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi informasi serta penyiapan bahan evaluasi administrasi kontrak dan management outsourcing teknologi informasi dengan pihak ketiga. dan c. (2) Seksi Pengembangan Situs Internet mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Pasal 772 (1) Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemeliharaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak serta pengelolaan seluruh aset sistem teknologi informasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Seksi Dokumentasi Hak Merek. penyiapan bahan informasi hak kekayaan intelektual di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. dan b. Pasal 779 Subdirektorat Dokumentasi terdiri atas : a.

Desain Industri. desain industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penghimpunan. 114 . (3) Seksi Dokumentasi Merek mempunyai tugas melakukan penghimpunan. (2) Seksi Dokumentasi Paten mempunyai tugas melakukan penghimpunan. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi merek. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi paten. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak cipta.Pasal 780 (1) Seksi Dokumentasi Hak Cipta.

kriteria dan peraturan di bidang pembinaan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 784 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. c. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pembinaan. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. Pasal 785 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. c. norma. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 783 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. d. Pasal 782 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781 . pedoman. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan. Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. b. perlindungan dan pemenuhan. dan f. b. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. b. c. kerjasama pemajuan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Pasal 786 Sekertariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. evaluasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. program dan anggaran. dan f. kerjasama pemajuan. c. perlindungan. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan rencana aksi nasional hak asasi manusia dengan instansi terkait. penyusunan laporan kegiatan hak asasi manusia. e. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. perlindungan dan pemenuhan. Bagian Kepegawaian. d. kerja sama pemajuan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. perumusan standar. e. dan e. d. 115 . Sekretariat Direktorat Jenderal.BAB IX DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas Dan Fungsi Pasal 781 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak asasi manusia. Bagian Keuangan. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. dan sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia.

116 . pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 794 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pengumpulan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. pengurusan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.d. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b. dan c. pengolahan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. Bagian Tata Usaha. program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Bagian Umum. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengolahan. pendataan. penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. Subbagiaan Data dan Informasi. penyiapan bahan penetapan mutasi. Subbagian Evaluasi dan Laporan. penyajian data dan informasi. administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 787 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. program dan anggaran. dan d. b. program dan anggaran. e. penyajian data dan informasi serta penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. Pasal 788 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. penyiapan penyusunan formasi. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 791 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 793 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 790 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Mutasi. b. dan c. b. Pasal 789 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 792 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791 . Subbagiaan Umum Kepegawaian. dan f. c. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.

pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Perjalanan Dinas. Bagian Umum Pasal 802 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 798 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 796 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. Subbagian Perlengkapan. 117 . perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. b. dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan anggaran. kepangkatan. pelaksanaan urusan pembukuan. b. dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. 799. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pengelolaan urusan rumah tangga dan pengamanan.(2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penggajian. dan c. Pasal 799 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga serta administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan rumah tangga dan pengamanan. Pasal 801 Bagian Umum terdiri atas : a. Bagian Keuangan meyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan perlengkapan. dan c. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 795 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Rumah Tangga. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. perhitungan. Pasal 800 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal menyelenggarakan fungsi : a. b. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan c. Pasal 797 Bagian Keuangan terdiri atas : a.

penggandaan dan pengiriman surat. dan f. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia Pasal 807 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang bina hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. c. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang bina hak asasi manusia. (1) (2) (3) (4) 118 .Pasal 803 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 808 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 807. pelaksanaan urusan persuratan. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia. Pasal 805 Bagian Tata Usaha Terdiri atas : a. d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. c. b. c. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait serta pembinaan alumni dalam institusi hak asasi manusia. Pasal 804 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 803. e. Subdirektorat Bahan Diseminasi. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 809 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. dan e. dan d. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia. penyiapan perumusan rancangan kebijakan teknis di bidang bina hak asasi manusia. Subbagian Tata Usaha. b. dan d. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. penyusunan pelaporan pelaksanaan kegiatan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. d. pengetikan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. hubungan masyarakat dan protokol. b. b. pelaksanaan kegiatan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. serta urusan tata usaha Pimpinan. Pasal 806 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia.

Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah. b. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia. Pasal 817 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 812 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. Pasal 813 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pengkoordinasian dan kerja sama pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. c. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia dengan instansi terkait. dan c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia. (3) Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang kurikulum pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait serta evaluasi kegiatan. Seksi Pendidikan Luar Negeri.Pasal 810 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait di dalam negeri. b. dan c. Pasal 816 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan luar negeri. dan d. penyiapan perumusan kebijakan teknis pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. (2) Seksi Pendidikan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 815 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia serta pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. Seksi Pendidikan Dalam Negeri. Pasal 811 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri. Pasal 814 (1) Seksi Pendidikan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah. pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. dan c. b. 119 .

(2) Seksi Diseminasi Penegak Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk penegak hukum dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. c. pelaksanaan kegiatan diseminasi hak asasi manusia. Pasal 820 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 819. pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Subdirektorat Bahan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. dan d. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang bahan diseminasi. Seksi Diseminasi Masyarakat. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang diseminasi hak asasi manusia. (3) Seksi Diseminasi Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk warga masyarakat dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan masyarakat non pemerintah melalui instansi terkait. (3) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. c. perumusan kebijakan teknis dan penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. b. (2) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia non pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. Seksi Diseminasi Aparatur Negara. dengan instansi terkait. penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia. pengkoordinasian dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. Seksi Diseminasi Penegak Hukum. dan c. Pasal 823 Subdirektorat Bahan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. pembuatan rancangan bahan diseminasi dan pendistribusian. 120 . Pasal 822 (1) Seksi Diseminasi Aparatur Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk aparatur negara dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait.Pasal 818 (1) Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. pengkoordinasian. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dalam negeri dan luar negeri. Pasal 821 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. b. dan d. b. Pasal 819 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 824 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 823.

Pasal 832 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831 . d. Seksi Bahan Instrumen Nasional. Sudirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarkan fungsi : a. Seksi Bahan Instrumen Internasional. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. dan e. b. d. (2) Seksi Bahan Instrumen Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen internasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan. b. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kelima Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia Pasal 827 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama bilateral antar negara untuk pemajuan hak asasi manusia. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. b. penyiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hak asasi manusia. (3) Seksi Bahan Instrumen Praktis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen praktis hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaan dengan instansi terkait. Pasal 828 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827 . c. Pasal 829 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.Pasal 825 Subdirektorat Bahan Diseminasi terdiri atas : a. Seksi Bahan Instrumen Praktis. penyiapan ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Subbagian Tata Usaha. Pasal 831 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengembangan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia. dan f. dan c. Pasal 826 (1) Seksi Bahan Instrumen Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen nasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. Pasal 830 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. c. penyiapan pelaksanaan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia.Sosial dan Budaya. e. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik. dan 121 . Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional.

b. Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 840 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalan Pasal 839. Pasal 834 (1) Seksi Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Asia Pasifik. (2) Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. b. Pasal 837 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. dan c. Seksi Kerja Sama Asia Pasifik. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. dan c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama organisasi internasional. dan c. (3) Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan kerja sama pemajuan hak asasi manusia dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. (2) Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerjasama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Amerika dan Eropa. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak sipil dan politik. dan c. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 836 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. b. 122 . pelaksanaan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia.c. Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional. Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah. Pasal 839 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerjasama pemajuan hak sipil dan politik . Pasal 838 (1) Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 835 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia . evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama antar negara. Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 833 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Afrika dan Timur Tengah. b.

Pasal 844 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. Sosial dan Budaya terdiri atas: a. sosial dan budaya. 123 . Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Kerja Sama Hak Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak budaya. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. dan b. sosial dan budaya. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak ekonomi. Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi. sosial dan budaya. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional. Pasal 847 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. sosial dan budaya. dan b. Pasal 845 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. b. Seksi Kerja Sama Hak Sosial. Pasal 848 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847.Pasal 841 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. Pasal 843 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Pasal 849 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Hak Budaya. Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional. Pasal 846 (1) Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. Pasal 842 (1) Seksi Kerja Sama Hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sipil . ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak ekonomi. b. Seksi Kerja Sama Hak Sipil. (2) Seksi Kerja Sama Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak politik. penyiapan rancangan kebijakan pengembangan kerja sama pemajuan hak ekonomi. penyiapan rancangan kebijakan teknis ratifikasi terhadap instrumen hak asasi manusia internasional. dan c. (2) Seksi Kerja Sama Hak Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sosial. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Seksi Kerja Sama Hak Politik. harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah.

d. Sosial. Pasal 852 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 . Seksi Hak Ekonomi. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Pasal 855 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program. b. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. khususnya bagi anak-anak. perempuan. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak menyelenggarakan fungsi : a. c. Subbagian Tata Usaha. b. perempuan. Pasal 853 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.Pasal 850 (1) Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan materi ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. dan e. b. Pasal 856 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas. khususnya bagi anak-anak. Pasal 854 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. Seksi Hak Sipil dan Politik. dan d. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan . penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. (2) Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan koordinasi pelaksanaan kegiatan harmonisasi. Bagian Keenam Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Pasal 851 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. dan b. dan Budaya. dan kelompok minoritas. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja. 124 . penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. tenaga kerja dan kelompok minoritas. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. c. dan e. d. penyusunan program dan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia secara umum. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia secara umum. pelaksanaan progam kegiatan. rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak. Pasal 857 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak terdiri atas : a. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. tenaga kerja. c.

Pasal 858 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan politik bagi anak. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi anak. Pasal 859 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan. Pasal 860 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 859, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak perempuan; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak perempuan; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. Pasal 861 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Pasal 862 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi perempuan. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan teknis serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi perempuan. Pasal 863 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi tenaga kerja. Pasal 864 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak tenaga kerja; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak tenaga kerja; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja. Pasal 865 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Hak Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

125

Pasal 866 (1) Seksi Hak Sipil dan Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi tenaga kerja. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Pasal 867 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi kelompok minoritas. Pasal 868 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak kelompok minoritas; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak kelompok minoritas; c. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas. Pasal 869 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Pasal 870 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi kelompok minoritas. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Bagian ketujuh Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Pasal 871 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 872 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang sistem informasi hak asasi manusia; b. pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan serta penyajian data dan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pembangunan dan pengembangan serta pemeliharaan sistem dan jaringan informasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

126

Pasal 873 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data; b. Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; c. Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 874 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Pasal 875 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penganalisaan serta penyajian data hak asasi manusia. Pasal 876 Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 875 , Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan data hak asasi manusia; b. pengolahan, penganalisaan dan penyajian data hak asasi manusia; c. pelaksanaan dokumen data hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 877 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Seksi Pengumpulan Data; dan b. Seksi Pengolahan Data. Pasal 878 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan data pelanggaran hak asasi manusia serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan dan analisis data serta penyiapan bahan penyajian data pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 879 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis serta pemenuhan, penganalisaan data pengembangan dan pemeliharaan sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia. Pasal 880 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemenuhan dan penganalisaan data hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan program sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pengembangan sistem komunikasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 881 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia.

127

Pasal 882 (1) Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman dan bimbingan teknis analisa program sistem informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman pengembangan dan pemeliharaan peralatan komputer, sarana komputer, sarana komunikasi data hak asasi manusia sebagai satu kesatuan sistem informasi hak asasi manusia serta pengembangan komunikasi data hak asasi manusia serta pemeliharaan otomasi sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 883 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan teknis, penyajian, penerbitan, dokumentasi dan perpustakaan serta pendiseminasian data informasi hak asasi manusia. Pasal 884 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883, Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia; b. penyiapan bahan penyebaran informasi hak asasi manusia; c. pendiseminasian data dan informasi hak asasi manusia; d. pengelolaan dokumentasi sistem informasi hak asasi manusia; dan e. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia. Pasal 885 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 886 (1) Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyebaran serta pendiseminasian informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Kedelapan Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia Pasal 887 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 888 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887, Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyajian data informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pemantauan terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia; d. pelaksanaan evaluasi terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 889 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia; b. Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia;

128

c. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia; d. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 890 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 891 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan hak asasi manusia penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 892 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891, Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data penerapan hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam penerapan hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan penerapan hak asasi manusia pada penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 893 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah; dan b. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha. Pasal 894 (1) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di pemerintah. (2) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di masyarakat dan dunia usaha. Pasal 895 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 896 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895, Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data mengenai permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 897 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia. Pasal 898 (1) Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan hak asasi manusia. (2) Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap diskriminasi hak asasi manusia.

129

dan c. Pasal 902 (1) Seksi Pra Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. (2) Seksi Pasca Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. penerapan. Pasal 901 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. penyusunan laporan pemantauan penerapan. c. dan d. Pasal 903 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan pemantauan permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pengolahan dan penyajian data mengenai pemantauan penerapan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. (2) Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan pemantauan. pelaksanaan kegiatan pemantauan proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. dan b.Pasal 899 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Seksi Pra Peradilan. pengolahan dan penyajian data mengenai proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Pasal 904 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Pasal 905 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pasca peradilan. pelaksanaan evaluasi kegiatan pemantauan penerapan. Pasal 906 (1) Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi pemantauan. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pra peradilan. pengumpulan. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan. dan b. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia. Pasal 900 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia. penerapan. 130 . b. Seksi Pasca Peradilan. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait evaluasi dan pelaporan hak asasi manusia.

Bagian Laporan Hasil Pengawasan II. pengelolaan urusan kepegawaian. c. dan d. program dan anggaran. Bagian Kepegawaian. dan protokol. c. 131 . dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan laporan hasil pengawasan. penyajian data dan informasi. b. Inspektorat Keimigrasian. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. d. Inspektorat Pemasyarakatan. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pelaksanaan pengawasan kinerja. hubungan masyarakat. f. dokumentasi. keuangan. program dan anggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 910 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. evaluasi. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. d. Pasal 913 Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 908 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. administarsi keuangan. Inspektorat Khusus.BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 907 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Pasal 911 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. penyusunan laporan kegiatan pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengolahan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 909 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I. Bagian Penyusunan Program. b. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. tata usaha. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Inspektorat Kepegawaian. pengumpulan. dan g. e. c. penyusunan laporan. Pasal 912 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. Inspektorat Hukum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. dan d. c. tata usaha pimpinan. Bagian Umum. dan e. b. evaluasi.

Pasal 918 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penelitian dan penyajian laporan hasil 132 . analisis dan evaluasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I. Kepulauan Bangka Belitung. program. serta urusan dokumentasi. pengujian. Sumatera Barat. penyajian data dan informasi. D.I Yogyakarta. dan anggaran pengawasan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan. Inspektorat Hukum. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengolahan. dan urusan dokumentasi. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I menyelenggarakan fungsi : a. c. dan c. Kalimantan Tengah dan Bali serta Sekretariat Jenderal. b. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. Lampung. penyajian data dan informasi. b. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. pemantauan. penyiapan evaluasi program kerja dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Inspektorat Hukum. Sumatera Utara. pengolahan. Kepulauan Riau. Riau. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Data dan Informasi. pengujian. pengumpulan. Sumatera Selatan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 917 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melaksanakan analisis. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Hak Asasi Manusia. dan c. penilaian. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. pengolahan. pengolahan data. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penilaian. Jawa Barat. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 916 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Inspektorat Hukum.K. Kalimantan Barat. program dan anggaran pengawasan. Jambi. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengolahan. Bengkulu. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. dan d. Kalimantan Selatan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan c. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. penyusunan dan penyajian bahan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. b. penelaahan. Jawa Timur. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. D. penyiapan bahan evaluasi program dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Pasal 919 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I terdiri atas : a. Jawa Tengah.I Jakarta. Inspektorat Hukum.Pasal 914 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. Pasal 920 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. b. Kalimantan Timur. Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi : a. Banten. Pasal 915 Bagian Penyusunan Program terdiri atas : a.

Pasal 923 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II terdiri atas : a. pengujian. pengolahan. Nusa Tenggara Timur. (3) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penilaian. pengolahan. Inspektorat Jenderal.I. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah dan unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. dan c. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Hukum. Jawa Barat. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Nusa Tenggara Barat. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Sulawesi Utara. Banten. Jawa Timur. c. pengujian. Kepulauan Bangka Belitung. Maluku Utara. kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pasal 924 Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penelitian dan penyajian laporan hasil (1) (2) (3) (4) 133 . Badan Pembinaan Hukum Nasional. Jambi. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keimigrasian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh unit pelaksana teknis imigrasi. Inspektorat Keimigrasian. Nusa Tenggara Barat. Maluku Utara. pengolahan. pengujian. penyusunan dan penyajian bahan laporan kegiatan pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Jawa Tengah. penilaian. Sulawesi Tengah. Lampung. penelaahan. Kepulauan Riau. penilaian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II menyelenggarakan fungsi : a. Kalimantan Selatan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penghimpunan. D. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus. b. Sulawesi Tengah.I. Pasal 921 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melaksanakan analisis. dan Inspektorat Khusus. Sulawesi Barat. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Sulawesi Tenggara. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. D.pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Kalimantan Barat. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM. Sumatera Selatan. Inspektorat Keimigrasian. pengolahan. pengolahan. Sumatera Barat. Maluku. pengujian. Maluku. Sumatera Utara. Riau. dan Inspektorat Khusus.K. Pasal 922 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah serta unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. penilaian. Sulawesi Tenggara. pengolahan. dan d. pengolahan. Inspektorat Khusus dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. pengujian. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan.I Yogyakarta. Inspektorat Keimigrasian. b. Kalimantan Timur. Gorontalo. dan Inspektorat Khusus. penilaian. Inspektorat Keimigrasian. pengujian. analisis dan evaluasi laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. penilaian. pengolahan. Sulawesi Utara. Bengkulu. (4) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum.I Jakarta. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Nusa Tenggara Timur. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II. Kalimantan Tengah dan Bali. Gorontalo. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sulawesi Barat.

Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. hubungan masyarakat dan protokol serta pemberian informasi hasil pemeriksaan kepada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dan di luar Departemen. Subbagian Umum. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 925 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan d. serta hubungan masyarakat dan protokol. administrasi Asuransi Kesehatan. tata usaha pimpinan. b. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. hubungan masyarakat dan protokol. c. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. Pasal 930 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. b. tata usaha. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. Subbagian Keuangan. administrasi keuangan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. Kartu Pegawai dan Tabungan Asuransi Pensiun serta penetapan 134 . b.pemeriksaan kasus Inspektorat Khusus. dan c. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. Pasal 926 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 925. b. penyiapan bahan penetapan pemberhentian. pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pensiun dan disiplin pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penetapan mutasi dan promosi serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai. Subbagian Mutasi dan Promosi. Pasal 928 Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pengelolaan tata usaha kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 931 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. c. Pasal 932 (1) Subbagian Umum. Kantor Wilayah dan unit pelaksanaan teknis serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyiapan penyusunan formasi. c. pendataan dan pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. dan d. (1) (2) (3) (4) Pasal 929 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan d. Pasal 927 Bagian Umum terdiri atas : a.

pengujian. terhadap pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. perencanaan dan program pengawasan di bidang kepegawaian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal.pemberhentian. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. dan g. pengujian. pengusutan dan penilaian di bidang keuangan dan perlengkapan sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. f. e. perencanaan dan program pengawasan di bidang keuangan dan perlengkapan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Keempat Inspektorat Kepegawaian Pasal 933 Inspektorat Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dan sumber daya manusia di lingkungan Departemen. pengusutan. dan penilaian. 135 . Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. penghimpunan. d. dan perlengkapan di lingkungan Departemen. dan b. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. Bagian Kelima Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan Pasal 937 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat Jenderal. penggajian. kepangkatan. Pasal 938 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. (2) Subbagian Mutasi dan Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Inspektorat Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan pemeriksaan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pengujian. pensiun. Pasal 936 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. b. pengusutan dan penilaian di bidang kepegawaian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pemindahan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 935 Inspektorat Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 934 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. mutasi dan promosi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. b. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan.

pengusutan. e. pengujian. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. dan g. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. e. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pelaksanaan pemeriksaan. f. Subbagian Tata Usaha. dan hak kekayaan intelektual. pelaksanaan pemeriksaan. Inspektorat Hukum. Pasal 944 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. d. penghimpunan. dan hak kekayaan intelektual. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Pasal 943 Inspektorat Hukum. b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengusutan dan penilaian di bidang hukum. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Subbagian Tata Usaha. f. pengujian. perencanaan dan program pengawasan di bidang hukum. pengusutan. Pasal 940 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. dan b. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. 136 . Pasal 939 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. hak asasi manusia. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang hukum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. dan b. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. hak asasi manusia. Pasal 942 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. Bagian Keenam Inspektorat Hukum. c. pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. dan hak kekayaan intelektual di lingkungan Departemen. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. d. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan penilaian di bidang pengelolaan keuangan dan perlengkapan. perlengkapan. hak asasi manusia. penghimpunan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan g. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pengujian.c. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual Pasal 941 Inspektorat Hukum. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keuangan.

tahanan negara. perencanaan dan program pengawasan di bidang keimigrasian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan Pasal 945 Inspektorat Pemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan. dan benda sitaan negara. pengusutan. Pasal 946 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. pengusutan dan penilaian di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. tahanan negara. pengusutan dan penilaian di bidang keimigrasian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. pelaksanaan pemeriksaan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. perencanaan dan program pengawasan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. dan b. b. Subbagian Tata Usaha. f. f. e. tahanan negara. pengusutan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. 137 . pengujian. tahanan negara serta benda sitaan negara sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. Pasal 950 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. penghimpunan. pengujian. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. dan benda sitaan negara di lingkungan Departemen. dan g. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. d. Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian Pasal 949 Inspektorat Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian di lingkungan Departemen. dan benda sitaan negara yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. pelaksanaan pemeriksaan. dan g. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. d. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. penghimpunan. pengujian. b. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pemasyarakatan. c. Inspektorat Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. c. e. Pasal 948 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. Pasal 947 Inspektorat Pemasyarakatan terdiri atas : a. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keimigrasian. Inspektorat Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pengujian.

Pasal 954 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. Pasal 957 Pelaksanaan tugas pemeriksaan pada setiap Inspektorat didasarkan atas dasar perintah dan persetujuan dari Inspektur Jenderal. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. f. pengusutan dan penilaian di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. dan g. d. Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus Pasal 953 Inspektorat Khusus mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri dalam rangka penertiban. Pasal 952 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. penindakan terhadap penyelewengan. b.Pasal 951 Inspektorat Keimigrasian terdiri atas : a. informasi dan laporan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. c. pengujian. dan masalah-masalah pengaduan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. penyimpangan di lingkungan Departemen. penyimpangan. dan penilaian di bidang kasus-kasus penyelewengan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri. Inspektorat Khusus menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. 138 . Pasal 958 Unit Pelaksana Teknis Bidang Keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan permasalahan-permasalahan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri akan dilakukan oleh sebuah tim yang ditentukan oleh Inspektur Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. dan b. pengujian. penghimpunan. e. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. dan b. Subbagian Tata Usaha. perencanaan dan program pengawasan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengaduan. Pasal 955 Inspektorat Khusus terdiri atas : a. Pasal 956 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. pelaksanaan pemeriksaan. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan informasi laporan. pengusutan.

Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal. Jenis dan jenjang jabatan fungsional Auditor diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (1) (2) (3) (4) (5) (6) 139 . terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan Jabatan Fungsional lain yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Kelompok jabatan fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Inspektorat bertanggung jawab kepada masing-masing Inspektur.Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Pasal 959 Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 960 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal.

kriteria dan prosedur di bidang pembinaan hukum nasional. koordinasi dan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. pengelolaan urusan kepegawaian. perencanaan pembangunan hukum nasional. b. norma. Pasal 966 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. penyusunan laporan kegiatan pembinaan hukum nasional. c. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. b. Badan Pembinaan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. d. dan e. program dan anggaran. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. dan e. evaluasi. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha BPHN. perumusan standar. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPHN. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 964 BPHN terdiri atas : a. c. pedoman. Pasal 963 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. b. 140 . Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 965 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPHN. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pembinaan hukum nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. Pasal 962 BPHN mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Sekretariat Badan. d.BAB XI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 961 (1) Badan Pembinaan Hukum Nasional yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPHN. perencanaan pembangunan hukum nasional. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. d. (2) BPHN dipimpin oleh seorang Kepala. pengelolaan urusan administrasi keuangan. Pusat Penyuluhan Hukum. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional.

dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 968 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Kepegawaian.Pasal 967 Sekretariat Badan terdiri atas : a. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 974 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 972 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan BPHN. Bagian Keuangan. pengumpulan. dan penyusunan laporan BPHN. penyiapan penyusunan formasi. pengolahan data. 141 . d. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. e. dan c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. b. f. Subbagian Data dan Informasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan BPHN. program dan anggaran. penetapan pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan BPHN. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha. dan c. b. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 970 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. dan c. Pasal 971 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Subbagian Umum Kepegawaian. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan BPHN. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyajian data dan informasi. dan c. b. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. evaluasi. c. program dan anggaran. penyajian data dan informasi. b. Pasal 973 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 972. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Pasal 969 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. program dan anggaran.

Pasal 975 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. dan c. b. dan c. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. dan protokol di lingkungan BPHN. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan anggaran. Pasal 982 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. 142 . Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan urusan pembukuan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan c. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Pasal 977 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 976. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. kepangkatan. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 981 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. b. penggajian. pelaksanaan hubungan masyarakat. rumah tangga. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 976 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPHN. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 978 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Perlengkapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pengelolaan urusan perlengkapan. dan c. Pasal 980 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. b. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan . perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga. dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPHN. Pasal 979 (1) (2) (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pendataan dan pengembangan pegawai. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan. dan pembinaan pegawai di lingkungan BPHN. b.

Subbagian Arsip. dan c.Pasal 983 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan. Kelompok Jabatan Fungsional. penelitian. Pasal 989 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas. dan pelayanan teknis. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Pasal 984 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha BPHN. penyiapan bahan penyusunan program penelitian. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan. pengelolaan urusan persuratan. b. Pasal 985 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. pengelolaan arsip. penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. Pelayanan Teknis dan Administrasi. Pasal 986 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. penyusunan laporan. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Subbagian Persuratan. Pasal 990 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional terdiri atas: a. b. Pasal 987 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan meliputi penerimaan. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemeliharaan arsip. dan pengembangan sistem hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. c. dan d. pelaksanaan penelitian. dan c. Bidang Program. b. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. b. Bidang Pertemuan Ilmiah. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Pasal 988 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan. pengaturan tata naskah persuratan dan ekspedisi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. pengkajian dan pertemuan ilmiah. evaluasi kegiatan. (2) (3) 143 . pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. dan d. c.

Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program. dan c. pelaksanaan pelayanan teknis dan administrasi. (3) Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan kerja sama penelitian hukum antar lembaga pusat dan daerah dan persiapan pelaksanaan monitoring hasil penelitian hukum pusat dan daerah. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil pengkajian hukum. b. pembuatan abstrak. (2) Subbidang Pengkajian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan pengkajian. penyiapan bahan penyusunan program. pembuatan abstrak. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil penelitian dan pengkajian hukum. dan b. laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. kerja sama antar lembaga penelitian hukum. Pasal 996 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995.Pasal 991 Bidang Program. Pelayanan Teknis dan Administrasi terdiri atas : a. b. evaluasi. dan pengkajian hukum. Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Pasal 992 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 991. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administrasi. 144 . evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Pasal 994 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 997 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum terdiri atas : a. rekomendasi hasil penelitian. Pasal 995 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. Bidang Program Pelayanan Teknis dan Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. pelayanan teknis. Pasal 998 (1) Subbidang Penelitian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penelitian. penyiapan pelaksanaan kerja sama antar lembaga penelitian hukum. rekomendasi dan kesimpulan hasil penelitian hukum. penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. dan b. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pengkajian Hukum. Subbidang Penelitian Hukum. Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian. dan c. Pasal 999 Bidang Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. Pasal 993 Bidang Program.

dan b. Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah. dan b. c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. evaluasi. Pasal 1002 (1) Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan pertemuan ilmiah dan pengelolaan hasil pertemuan ilmiah. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum. pelaksanaan koordinasi program peta permasalahan hukum nasional. 145 . Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah. anotasi yurisprudensi dan kompilasi hukum. dan c. dan e. b. b. kompendium. pelaksanaan pelayanan teknis administratif pada Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. d. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pemantauan hasil pertemuan ilmiah. penyiapan bahan penyusunan program kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. b. d. perencanaan dan penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. Bidang Perencanaan Legislasi. penyusunan rencana dan program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis. Pasal 1005 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional terdiri atas: a. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 1000 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. Bidang Pertemuan Ilmiah menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1007 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006. dan e. Pasal 1004 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. Bidang Program dan Pelayanan Teknis . penyiapan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. dan pemberian pelayanan teknis administratif. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan monitoring dan inventarisasi hasil pertemuan ilmiah pusat dan daerah. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik. analisa-evaluasi peraturan perundang-undangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional. laporan. Bagian Kelima Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional Pasal 1003 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. Pasal 1001 Bidang Pertemuan Ilmiah terdiri atas : a. Pasal 1006 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program perencanaan. perencanaan kerja sama nasional dan internasional di bidang pengembangan hukum.

(2) Subbidang Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administratif. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum. dan b. (2) Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengembangan hukum tidak tertulis. Pasal 1012 Bidang Perencanaan Legislasi terdiri atas : a. Subbidang Pelayanan Teknis. Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi. 146 . Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis. Pasal 1014 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja sama pengembangan hukum baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. Pasal 1010 Bidang Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengelolaan rencana program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis melalui kerja sama antar lembaga pusat dan daerah. dan b. pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan program legislasi nasional dan pelaksanaan konsultasi publik program legislasi nasional di daerah. Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama hukum di tingkat internasional baik bilateral. Pasal 1009 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana dan program serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional.Pasal 1008 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas: a. regional maupun multilateral untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. Pasal 1016 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum terdiri atas : a. dan b. Pasal 1011 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. Pasal 1013 (1) Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program legislasi nasional. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama di tingkat pusat dan daerah untuk perencanaan pembangunan hukum nasional. Bidang Perencanaan Legislasi menyelenggarakan fungsi : a. dan b. pelaksanaan inventarisasi dan rencana pengembangan hukum tidak tertulis. dan b. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1015 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014.

Pasal 1023 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. pelaksanaan analisis evaluasi dan penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. Pasal 1024 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional terdiri atas : a. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Keenam Pusat Dokumentasi Dan Informasi Hukum Nasional Pasal 1022 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pengelolaan. pelaksanaan penerbitan dan publikasi hukum. dan g. Pasal 1018 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. c. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum. Bidang Jaringan Dokumentasi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan analisis evaluasi peraturan perundangundangan. Bidang Pengolahan Data Elektronik. pembinaan dan pengembangan teknis dokumentasi dan informasi hukum. program. d. f. dan pelaksanaan analisis evaluasi. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan dalam rangka menunjang pembangunan hukum nasional. (2) Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat internasional untuk mendukung pengembangan hukum nasional. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan dokumentasi dan informasi hukum nasional serta pelayanan teknis. pembinaan dan pengembangan pengelolaan data elektronik. Pasal 1021 Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pembinaan dan pengembangan perpustakaan serta pelayanan informasi hukum. program. b. dan d. Informasi dan Perpustakaan Hukum. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. Pasal 1019 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. c. 147 . dan b.Pasal 1017 (1) Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat nasional . pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum nasional. e. Pasal 1020 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik membawahi Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. b.

ekstranet dan internet. Monitoring. Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik. penyebarluasan bahan hukum. pelaksanaan pengembangan. pengamanan. dan pemeliharaan sarana teknologi informasi. dan b.Pasal 1025 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. dan c. secara elektronik serta pelaksanaan kerjasama otomasi hukum. b. penyusunan laporan dan pelayanan teknis. pengolahan. dan b. Pasal 1031 Bidang Pengolahan Data Elektronik terdiri atas : a. pelaksanaan penerbitan. b. Pasal 1032 (1) Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan pengumpulan. jaringan komputer. penjilidan dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya. pelaksanaan pemrograman komputer dan jaringan elektronik. perawatan data elektronik dan jaringan komputer serta sarana teknologi informasi. situs jaringan internet. Pasal 1026 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025. monitoring kinerja. pembuatan laporan dan pelayanan teknis. laporan. reproduksi. Pasal 1027 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. data hukum lainnya. dan kerja sama otomasi hukum. Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database. pemrograman komputer. (2) Subbidang Penyusunan Program. penyusunan program. Pasal 1030 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1029. Subbidang Penyusunan Program. jaringan elektronik. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. penjilidan dan penyebarluasan bahan hukum. Bidang Pengolahan Data Elektronik menyelenggarakan fungsi : a. monitoring. dan pelayanan teknis. 148 . (2) Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik mempunyai tugas melakukan pembuatan dan pengembangan pemrograman komputer. penyajian database peraturan perundang-undangan dan bahan data hukum lainnya. Monitoring dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dokumentasi dan informasi hukum. perawatan dan pengamanan data elektronik. dan c. (3) Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi. Pasal 1028 (1) Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan. dan Pelayanan Teknis. Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum. Pasal 1029 Bidang Pengolahan Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan pengembangan database peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan serta pengembangan database peraturan perundangundangan dan data hukum lainnya secara elektronik dan kerja sama otomasi hukum. penyiapan penyusunan program. reproduksi. pengembangan. Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi.

penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan serta pelayanan teknis penyuluhan hukum. Informasi dan Perpustakaan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. dan d. penyiapan perumusan kebijakan. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. pelaksanaan pengembangan dan kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. pengembangan perpustakaan hukum. b. Pasal 1036 (1) Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. (2) Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan. c. pemberian bimbingan dan petunjuk pelaksanaan di bidang penyuluhan hukum. dan d. Pasal 1034 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1033. pembinaan. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 1039 Pusat Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. Informasi dan Perpustakaan Hukum terdiri atas : a. pengumpulan. dan c. Pusat Penyuluhan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan. penyiapan. Bidang Program dan Pelayanan Teknis. 149 . regional dan internasional. Pasal 1038 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. Subbidang Perpustakaan Hukum. Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum Pasal 1037 Pusat Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan dan pembimbingan penyuluhan hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. b. regional dan internasional. dan pembudayaan kesadaran hukum. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum. pelaksanaan pengumpulan. Pasal 1035 Bidang Jaringan Dokumentasi. Informasi dan Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. dan perawatan bahan informasi hukum. evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penyuluhan hukum. Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. (3) Subbidang Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pengembangan kerja sama secara nasional. b. dan d. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. regional dan internasional. b. pengelolaan.Pasal 1033 Bidang Jaringan Dokumentasi. c. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengembangan penyuluhan hukum. Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum. Bidang Jaringan Dokumentasi. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum.

temu wicara dan diskusi. koordinasi dan kerja sama. Pasal 1043 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelayanan teknis. Subbidang Temu Wicara dan Diskusi. Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 1040 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan program. penyusunan program penyuluhan hukum. pemberian bimbingan. Pasal 1047 (1) Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan bimbingan teknis penyuluhan hukum dan koordinasi penyuluhan hukum dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama. pendapat umum dan pengembangan metode di bidang penyuluhan hukum. menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Pasal 1045 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. dan c. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. pendapat umum. temu wicara dan diskusi. Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode. dan pengembangan metode penyuluhan hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan hukum. 150 . dan b. Pasal 1041 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. Pasal 1044 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. evaluasi. b. Subbidang Pemantauan dan Evaluasi. dan c. (3) Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan pengolahan pendapat umum mengenai hukum yang berkembang dan pengembangan metode penyuluhan hukum sesuai dengan kebutuhan dalam masyarakat. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan hukum. (3) Subbidang Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan penyuluhan hukum. Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis. bimbingan teknis. b. Subbidang Penyusunan Program. Pasal 1042 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. c. b. laporan kegiatan penyuluhan hukum. Pasal 1046 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. pemantauan. (2) Subbidang Temu Wicara dan Diskusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi kegiatan temu wicara dan diskusi . pelayanan teknis dan penyusunan laporan kegiatan penyuluhan hukum. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan penyusunan laporan pelaksanaan penyuluhan hukum. penyusunan program pelaksanaan penyuluhan hukum.

temu sadar hukum. Konsultasi dan Bantuan Hukum. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Media Cetak dan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyuluhan hukum melalui media cetak dan elektronik. Subbidang Pameran. Pementasan. 151 . media cetak dan elektronik. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembudayaan kesadaran hukum. dan Temu Sadar Hukum. diskusi. konsultasi hukum. bantuan hukum. diskusi dan temu sadar hukum.Pasal 1048 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui ceramah. b. Pementasan. pementasan. (3) Subbidang Pameran. Konsultasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan kegiatan pameran. pelaksanaan ceramah. dan b. media cetak dan elektronik dalam upaya membentuk budaya hukum masyarakat. konsultasi dan bantuan hukum. Subbidang Media Cetak dan Elektronik. pameran. konsultasi hukum. bantuan hukum. dan c. pameran. pementasan. temu sadar hukum. Pasal 1051 (1) Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui kegiatan ceramah. Pasal 1050 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum terdiri atas : a. diskusi. Pasal 1049 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1048. Subbidang Ceramah. pementasan.

d.hak Sipil dan Politik. Balitbang HAM menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. b. d. evaluasi. Pasal 1053 Balitbang HAM mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. pelaksanaan urusan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balitbang HAM. pengelolaan urusan data dan informasi. c. dan e. Pasal 1054 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1053. c. d. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri.BAB XII BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1052 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Balitbang HAM. penyiapan perumusan bahan kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. evaluasi pelaksanaan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1055 Balitbang HAM terdiri atas : a. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . b. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1056 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Balitbang HAM. pengelolaan urusan kepegawaian. 152 . penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan program penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. dan e. dan e. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. (2) Balitbang HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1057 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. Sosial dan Budaya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Sekretariat Badan. b.hak Ekonomi. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan administrasi keuangan. program dan anggaran.hak Kelompok Rentan.

penyiapan bahan penetapan mutasi. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. Subbagian Mutasi dan Pensiun. program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan penyusunan laporan Balitbang HAM. dan b. penggajian. e. dan b. Subbagian Evaluasi dan Laporan. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Balitbang HAM.Pasal 1058 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Data dan Informasi. dan f. b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pengangkatan. jabatan struktural. penyiapan penyusunan formasi. Bagian Keuangan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. pemindahan dan mutasi. program dan anggaran. d. pendataan. Pasal 1063 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Balitbang HAM. dan b. Pasal 1060 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. Bagian Umum. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 1066 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. dan b. Pasal 1062 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. 153 . pengelolaan administrasi jabatan fungsional. c. Pasal 1065 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. pemberhentian dan pensiun. Pasal 1064 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Balitbang HAM. kepangkatan. (2) Subbagian Mutasi dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan. Pasal 1061 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Pasal 1059 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Kepegawaian. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. administrasi jabatan fungsional. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Umum Kepegawaian.

pengolahan. pengumpulan. Pasal 1076 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1075. pengelolaan urusan ketatausahaan dan pelaksanaan urusan administrasi perjalanan dinas. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1073 Bagian Umum terdiri atas : a. Pasal 1075 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. 154 . pelaksanaan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. dan b. Pasal 1071 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1068 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1067. Pasal 1072 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1071. b. pengangkutan. pengangkutan dan pengamanan di lingkungan Balitbang HAM. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran. dan b. dan c. pengamanan dan administrasi perjalanan dinas. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. penyajian data dan informasi. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. Pasal 1069 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pengolahan. tata usaha dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Balitbang HAM. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1070 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. b. (2) Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. pengelolaan dokumentasi di lingkungan Balitbang HAM. penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. dan c.Pasal 1067 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Balitbang HAM. penyajian dan pendistribusian data. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 1074 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.

dan 155 . penyajian dan pendistribusian data permasalahan hak asasi manusia. Pasal 1083 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082.hak sipil dan politik.Pasal 1077 Bagian Data dan Informasi terdiri atas : a.hak Sipil dan Politik. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. b. h. pengolahan. dan b. b. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak.hak Sipil dan Politik. Pasal 1082 Bidang Penelitian Hak-hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak sipil dan politik. Bidang Pengembangan Hak.hak sipil dan politik. d.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. Bidang Penelitian Hak.Hak Sipil Dan Politik Pasal 1079 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . f. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. b. Pasal 1080 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. penegakan.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Pasal 1081 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. daftar inventarisasi masalah. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri. c. penyusunan rencana. pedoman.hak Sipil dan Politik.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik.hak sipil dan politik berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. koordinasi program. e. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak. Subbagian Informasi dan Dokumentasi.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. g. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. d.hak sipil dan politik dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. c. norma. program penelitian hak. pemenuhan. Pasal 1078 (1) Subbagian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak. penyiapan perumusan standar. Subbagian Data. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia.hak Sipil dan Politik. dan i. Bidang Evaluasi dan Laporan.hak sipil dan politik. c. dan d.

penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. c. pelaksanaan kerja sama. kriteria dan prosedur.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan perumusan standar norma. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak. dan b. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Politik. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak sipil dan politik. dan b. pedoman. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak politik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. perumusan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. pelaksanaan analisa. pedoman.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. daftar inventarisasi masalah.hak sipil dan politik. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak sipil. norma. perumusan rancangan kebijakan. Subbidang Pengembangan Hak. Subbidang Penelitian Hak. Pasal 1086 Bidang Pengembangan Hak. e.undangan.hak Sipil. Pasal 1088 Bidang Pengembangan Hak.undangan. inventarisasi.hak sipil dan politik. norma. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak. Subbidang Pengembangan Hak. program dan perumusan rancangan kebijakan. dan f. penyelenggaraan sosialisasi. Pasal 1089 (1) Subbidang Pengembangan Hak. Pasal 1090 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak-hak sipil dan politik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. standar.hak sipil dan politik.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.hak sipil.hak Sipil. penyelenggaraan sosialisasi. (2) Subbidang Penelitian Hak. (2) Subbidang Pengembangan Hak. pelaksanaan kerja sama.hak Politik.hak politik. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak-hak sipil dan politik. analisa. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik.hak Sipil dan Politik. analisa. daftar inventarisasi masalah. Pasal 1087 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086. naskah akedemik.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. Bidang Pengembangan Hakhak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penelitian Hak. d.e. perumusan rancangan kebijakan. naskah akedemik. Pasal 1085 (1) Subbidang Penelitian Hak. b.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. daftar inventarisasi masalah.hak sipil dan politik. penyusunan rencana dan program pengembangan hak. standar. pedoman. Pasal 1084 Bidang Penelitian Hak. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak. 156 .hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. inventarisasi.

dan b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik.hak Sipil dan Politik. 157 . Pasal 1095 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia.hak sipil dan politik. Sosial dan Budaya. Bidang Penelitian Hak.hak ekonomi.hak Ekonomi. b.hak Sipil dan Politik. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. d. Bidang Evaluasi dan Laporan. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi.hak sipil dan politik.hak Ekonomi. dan d.undangan dalam perspektif hak asasi manusia.hak Ekonomi. norma. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1092 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. b. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Subbidang Laporan. penegakan. sosial dan budaya. koordinasi program. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. sosial dan budaya berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. Sosial Dan Budaya Pasal 1094 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. dan e. Pasal 1096 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya. Sosial dan Budaya. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian di bidang penelitian dan pengembangan hak. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya. dan i. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. c. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. Bidang Pengembangan Hak. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. daftar inventarisasi masalah.hak Ekonomi.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. g. h. penyiapan perumusan standar. pemenuhan.hak Ekonomi.hak Sipil dan Politik. c. pedoman. e. Bagian Kelima Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak.hak Ekonomi. Pasal 1093 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.Hak Ekonomi.hak ekonomi. b. d. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Subbidang Evaluasi.Pasal 1091 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. f.

undangan dalam perspektif hak asasi manusia.hak ekonomi.hak Sosial dan Budaya. Pasal 1104 (1) Subbidang Pengembangan Hak.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan rancangan pengembangan hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Hak. sosial dan budaya.hak Ekonomi. sosial dan budaya. 158 . Pasal 1099 Bidang Penelitian Hak.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak. sosial dan budaya. dan budaya. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. Pasal 1100 (1) Subbidang Penelitian Hak. Pasal 1101 Bidang Pengembangan Hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. c. pelaksanaan kerjasama penelitian hak.hak Sosial dan Budaya.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. pedoman.hak ekonomi. Bidang Penelitian Hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.hak Ekonomi. sosial dan budaya. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak.hak sosial dan budaya. e. penyiapan bahan perumusan standar. dan budaya. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak. (2) Subbidang Pengembangan Hak. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.hak sosial dan budaya. d.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Penelitian Hak. sosial dan budaya dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri.hak Ekonomi.hak ekonomi. (2) Subbidang Penelitian Hak. c. Pasal 1103 Bidang Pengembangan Hak. b.hak ekonomi. sosial dan budaya. Subbidang Pengembangan Hak.hak ekonomi.hak Ekonomi. sosial. norma. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. dan b. sosial dan budaya.hak Ekonomi.hak ekonomi. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. dan b.hak ekonomi. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerjasama hak asasi manusia. d.Pasal 1097 Bidang Penelitian Hak. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak. daftar inventarisasi masalah. sosial dan budaya. penyusunan program pengembangan hak. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a.hak ekonomi. serta penyusunan program penelitian hak.hak ekonomi. dan e. sosial. program dan rancangan pengembangan hak. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak ekonomi. Pasal 1102 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. Subbidang Penelitian Hak. b.hak ekonomi. sosial dan budaya. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak.hak Ekonomi. Pasal 1098 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. dan f. Bidang Pengembangan Hakhak Ekonomi.hak ekonomi.hak ekonomi.hak ekonomi. sosial dan budaya.

penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. dan b. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. daftar inventarisasi masalah. e. i. Pasal 1108 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak asasi manusia yang berat. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Pasal 1107 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. penegakan. Pasal 1106 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. Pasal 1110 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. Sosial. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan atas kasus. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi. b. Subbidang Evaluasi. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Subbidang Laporan. koordinasi program. Bagian Keenam Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat Pasal 1109 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. c. penyiapan perumusan standar.kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. d.hak Ekonomi.hak Ekonomi. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. dan Budaya. c. d. g. pedoman. sosial dan budaya. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam perspektif hak asasi manusia. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. norma. f. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat.hak ekonomi. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. h. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak ekonomi.hak Ekonomi. 159 . b. Sosial dan Budaya. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat.Pasal 1105 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. Sosial dan Budaya. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. dan f. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. sosial dan budaya. dan j. pemenuhan. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. e.

pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. Pasal 1113 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112 . program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan genosida. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida. c. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan terhadap kemanusiaan. (2) Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. b. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. 160 . dan b. dan penyusunan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Pasal 1115 (1) Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak asasi manusia yang berat. c. penyiapan bahan perumusan standar norma. Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak asasi manusia yang berat. Pasal 1112 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. daftar inventarisasi masalah. dan f. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak asasi manusia yang berat. pedoman. b. dan b. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1116 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. dan d. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak asasi manusia yang berat. d. b. e. dan penyusunan program penelitian hak asasi manusia yang berat. Pasal 1117 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1116.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. c.Pasal 1111 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. Pasal 1114 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida. pelaksanaan kerja sama penelitian hak asasi manusia yang berat dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1118 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. d. Bidang Evaluasi dan Laporan. kriteria dan prosedur pengembangan hak asasi manusia yang berat. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. dan e. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik.

Pasal 1119 (1) Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan genosida. (2) Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 1120 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1121 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1120, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1122 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1123 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan Pasal 1124 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. Pasal 1125 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1124, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; b. penyiapan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan, penegakan, pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia; c. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri;

161

e. koordinasi dan sosialisasi di bidang hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia hakhak kelompok rentan; f. koordinasi program, evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; i. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak- hak kelompok rentan; dan j. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. Pasal 1126 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; b. Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; c. Bidang Evaluasi dan Laporan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1127 Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian, pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program penelitian hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. Pasal 1128 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127, Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri; c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; d. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1129 Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas: a. Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas. Pasal 1130 (1) Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di perempuan dan anak. (2) Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di kelompok minoritas. Pasal 1131 Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program pengembangan hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak

162

Pasal 1132 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131, Bidang Pengembangan Hakhak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; c. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. penyiapan bahan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan hakhak perempuan, anak dan kelompok minoritas; e. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan f. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1133 Bidang Pengembangan Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas. Pasal 1134 (1) Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak perempuan dan anak. (2) Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak kelompok minoritas. Pasal 1135 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-hak Kelompok Rentan. Pasal 1136 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak kelompok rentan; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan. Pasal 1137 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1138 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan.

163

BAB XIII BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1139 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPSDM Hukum dan HAM, adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengembangan sumber daya manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. (2) BPSDM Hukum dan HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1140 BPSDM Hukum dan HAM mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140, BPSDM Hukum dan HAM menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; c. pelaksanaan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; d. koordinasi dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; e. pemberian bimbingan teknis tata penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; f. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; dan g. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1142 BPSDM Hukum dan HAM terdiri atas : a. Sekretariat Badan; b. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen; c. Pusat Pengembangan Teknis; d. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1143 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1144 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143, Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. pelaksanaan dan koordinasi kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia;

164

c. pengelolaan urusan kepegawaian, tata usaha dan administrasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; d. pengelolaan urusan administrasi keuangan; dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1145 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama; b. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1146 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, pengelolaaan data, penyusunan laporan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan serta kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1147 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146, Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi; c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan; d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan; e. penyiapan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh; dan f. penyiapan penyusunan pelaksanaan kerja sama pengembagan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1148 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran; b. Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 1149 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan serta melakukan urusan hubungan masyarakat dan keprotokolan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh serta pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1150 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, administarsi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM.

165

Pasal 1151 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150, Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi, pendataan, dan pengembangan pegawai, penyiapan bahan penetapan mutasi, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengelolaan urusan surat-menyurat, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan pengelolaan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM; dan c. pengelolaan urusan administrasi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1152 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian; b. Subbagian Tata Usaha; dan c. Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1153 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi, pendataan, pengembangan pegawai, pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan, pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia, penyiapan bahan penetapan pengangkatan, kepangkatan, penggajian, pemindahan dan mutasi pegawai, pemberhentian dan pensiun, pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat meliputi penerimaan, pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM. (3) Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan seleksi dan pemanggilan peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1154 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1155 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas; dan c. pelaksanaan urusan pembukuan, perhitungan, dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1156 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan; dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1157 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan, perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.

166

dan c. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Pasal 1162 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen menyelenggarakan fungsi : a. pengamanan dalam serta pelaksanaan urusan pengangkutan. penyiapan penyusunan standar. pengamanan dalam. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. e. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbagian Rumah Tangga. dan c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. pengelolaan urusan rumah tangga. norma. Bidang Penyelenggaraan. 167 . c. perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (3) Subbagian Perpustakaan dan Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Subbagian Perpustakaan dan Arsip. Pasal 1159 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1158. b. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pengangkutan. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1163 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1162. Pasal 1160 Bagian Umum terdiri atas : a.Pasal 1158 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. Bidang Program. rumah tangga. d. b. pengamanan dalam dan pengangkutan. dan f. b. dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1164 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen terdiri atas : a. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1161 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. c. b. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. pengelolan urusan perlengkapan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Perlengkapan. pedoman.

Bidang Program menyelenggarakan fungsi : a. metode dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1172 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1169 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. 168 . Pasal 1166 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. jumlah. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Standardisasi dan Metode. penggandaan. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan.Pasal 1165 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. kurikulum dan silabus. Pasal 1171 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. penyiapan penyusunan standardisasi. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. dan jenis peserta berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. dan b. pemanggilan tenaga pengajar. Pasal 1168 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Pengajaran. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. dan b. dan b. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Subbidang Penyusunan Program. penjadualan. Pasal 1173 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. dan pengelolaan urusan dokumentasi. kurikulum dan silabus. Pasal 1167 Bidang Program terdiri atas : a. dan b. Pasal 1170 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. pemanggilan tenaga pengajar.

dan f. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Teknis Pasal 1177 Pusat Pengembangan Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan teknis berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. norma. b. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. c. 169 . b.Pasal 1174 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1173. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Teknis. Bidang Penyelenggaraan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Subbidang Evaluasi. Pasal 1180 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. e. Pusat Pengembangan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1176 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1179 Pusat Pengembangan Teknis terdiri atas : a. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Bidang Program. c. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. d. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. dan b. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. pedoman. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen serta pengelolaan urusan dokumentasi. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1175 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. penyiapan penyusunan standar. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dan pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1178 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1177. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d.

berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis serta pengelolaan urusan dokumentasi. penjadualan. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Pasal 1182 Bidang Program terdiri atas : a. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Pasal 1183 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan.Pasal 1181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1180. penyiapan penyusunan standardisasi dan metode. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. kurikulum dan silabus. Pasal 1189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1188 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. dan b. serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. jumlah dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penggandaan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Standardisasi dan Metode. 170 . kurikulum dan silabus. Subbidang Penyusunan Program. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1184 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. dan b. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. Subbidang Pengajaran. dan b. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1187 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. pemanggilan tenaga pengajar. Pasal 1186 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. serta pengelolaan urusan dokumentasi.

Pasal 1190 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis dan pengelolaan urusan dokumentasi. c. e. pedoman. c. dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan penyusunan standar. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Evaluasi. dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1196 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional Dan Hak Asasi Manusia Pasal 1192 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Bidang Penyelenggaraan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 1191 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Program. norma. dan b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia. b. dan d. kriteria. dan f. b. Pasal 1195 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1192. dan b. Pasal 1194 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan standardisasi. 171 . metode. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi.

dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Pasal 1202 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Subbidang Evaluasi. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1203 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan. dan b. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dan pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1198 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan b. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. penjadualan. penjadualan kegiatan pelatihan. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. 172 . kurikulum dan silabus. penggandaan. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelatihan. Subbidang Standardisasi dan Metode. Subbidang Penyusunan Program. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Pasal 1205 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. Pasal 1204 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1200 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. dan pengelolaan urusan dokumentasi. Subbidang Pengajaran. dan b. jumlah. pemanggilan tenaga pengajar. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 1197 Bidang Program terdiri atas : a. dan b. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Pasal 1199 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyusunan kurikulum dan silabus. Pasal 1201 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a.

(3) Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah hukum lingkungan dan pertanahan. sosial dan keamanan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Sosial dan Keamanan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah politik. Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri. Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan. Pasal 1208 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum. Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia. (4) Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah pengembangan budaya hukum. (3) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. pemikiran dan pengkajian aspek ekonomi dan hubungan luar negeri. 173 . Staf Ahli menyelenggarakan fungsi: a. e. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia serta pengelolaan urusan dokumentasi. (2) Staf Ahli Bidang Politik. (5) Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pelanggaran hak asasi manusia. dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. pemikiran dan pengkajian aspek politik. c. b. c. pemikiran dan pengkajian aspek hukum lingkungan dan pertanahan. Pasal 1209 (1) Staf Ahli terdiri dari : a. b. Staf Ahli Bidang Politik. sosial dan keamanan. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Badan dan Inspektorat Jenderal. pemikiran dan pengkajian aspek hak asasi manusia.Pasal 1206 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Direktorat Jenderal. Pasal 1210 (1) Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah perekonomian dan hubungan luar negeri. BAB XIV STAF AHLI Pasal 1207 Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahlianya. d. dan d. Sosial dan Keamanan.

pelaksanaan pengkajian dan pengembangan serta perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. c. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dalam Pasal 1215. c. Bidang Penyusunan Program dan Laporan. Pusjianbang menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan tata usaha dan kepegawaian. Pasal 1213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. dan d. administrasi keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 1212 Pusjianbang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. d. program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan Pusjianbang. kepegawaian. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif. keimigrasian. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. penyusunan rencana. pemasyarakatan. b. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Pusjianbang. 174 . Subbagian Keuangan. keuangan. keimigrasian. b. dan c. Pasal 1215 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. Bagian Umum.BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1211 (1) Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Pusjianbang adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengkajian dan pengembangan kebijakan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. dan c. Pasal 1216 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi : a. serta pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. (2) Pusjianbang dipimpin oleh seorang Kepala. pemasyarakatan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. kepegawaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1214 Pusjianbang terdiri atas : a. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Bidang Pengkajian dan Pengembangan. dan e. pengelolaan urusan tata usaha. b. Bagian Umum Pasal 1217 Bagian Umum terdiri atas : a. pengelolaan administrasi Jabatan Fungsional. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Subbidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi program dan laporan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pusjianbang. pembuatan perumusan rekomendasi kebijakan. penerimaan. perumusan rekomendasi kebijakan serta pengelolaan urusan perpustakaan dan dokumentasi. pengelolaan urusan dokumentasi dan perpustakaan. dan b. penataan kearsipan. pelaksanaan kegiatan pengkajian kebijakan. pengolahan dan analisa data serta penyajian hasil pengkajian kebijakan. program dan anggaran di lingkungan Pusjianbang. pembukuan. c. perawatan barang inventaris dan pengamanan sarana dan prasarana. Pasal 1219 Bidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 1225 Bidang Pengkajian dan Pengembangan terdiri atas : a. Pasal 1226 (1) Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan mempunyai tugas melakukan pengkajian melalui pengumpulan. dan c. Pasal 1222 (1) Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan. Bidang Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbidang Evaluasi dan Laporan. Pasal 1221 Bidang Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran. pelaksanaan kegiatan pengembangan hasil pengkajian kebijakan. dan b. Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan. (2) Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan melalui kegiatan diskusi dan seminar atas hasil pengkajian kebijakan serta perumusan atas hasil pengembangan kebijakan guna dijadikan rekomendasi kepada Pimpinan Departemen. 175 . pemeliharaan. b. program dan anggaran . Pasal 1224 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. b. program dan anggaran serta laporan Pusjianbang.Pasal 1218 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat. Bidang Pengkajian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. dan kepegawaian di lingkungan Pusjianbang. dan d. (3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 1223 Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Pasal 1220 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. analisa dan pengembangan kebijakan. (3) Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan atas hasil pengkajian dan pengembangan kebijakan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan guna mendukung kegiatan pengkajian dan pengembangan.

Staf Ahli. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Departemen serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Kepala Subbidang. terdiri atas Jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Pasal 1232 Setiap pimpinan satuan organisasi dan pejabat fungsional wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Kelompok Jabatan Fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Biro/Sekretariat Direktorat Jenderal/Direktorat/Sekretariat Badan/Pusat secara administratif bertanggung jawab kepada masing-masing Kepala Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Direktur/Sekretaris Badan/Kepala Pusat. Kepala Seksi. 176 . Kepala Bagian. Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Kepala Badan. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Pasal 1233 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (1) (2) (3) (4) (5) (6) BAB XVII TATA KERJA Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Jenderal. Direktur. Pasal 1230 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Inspektur. Sekretaris Direktorat Jenderal.BAB XVI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1227 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sekretaris Badan. Kepala Subdirektorat. Inspektur Jenderal. Kepala Biro. Kepala Bidang. Pasal 1231 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Kepala UPT dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 1228 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. Kepala Pusat. Direktur Jenderal. Kepala Subbagian. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1238 (1) Di lingkungan Departemen terdapat Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Departemen sesuai dengan kebutuhan. (2) Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pasal 1242 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Pasal 1239 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 1234 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 1241 Peraturan Menteri Nomor M. 177 . BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL Pasal 1236 (1) Instansi Vertikal Departemen adalah Kantor Wilayah Departemen di Propinsi. Pasal 1235 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuansatuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.07.03-PR. (2) Pembentukan. BAB XX KETENTUAN PENUTUP Pasal 1240 Perubahan atas susunan Organisasi dan Tata Kerja dalam peraturan ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Tugas dan Fungsi. Pasal 1237 Instansi Vertikal di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. ditetapkan dengan Peraturan Menteri tersendiri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 April 2007 178 .

09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA STAF AHLI INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA i .I Nomor : M.

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERLENGKAPAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ii .I Nomor : M.07.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN LAPORAN BAGIAN ORGANISASI BAGIAN KETATALAKSANAAN Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Evaluasi dan Laporan I Subbagian Evaluasi dan Laporan II Subbagian Evaluasi dan Laporan III Subbagian Evaluasi dan Laporan IV Subbagian Kelembagaan I Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja Subbagian Pengembangan Sistem Prosedur dan Metode Kerja Subbagian Evaluasi Tatalaksana Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Kelembagaan II Subbagian Kelembagaan III iii .

BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN PEMBERHENTIAN. PENSIUN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai Subbagian Peraturan Perundangundangan Subbagian Jaminan Sosial Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai Subbagian Pengembangan Sistem dan Diklat Luar Negeri Subbagian Penyaringan Pegawai Subbagian Mutasi I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai Subbagian Tata Naskah I Subbagian Mutasi II Subbagian Tata Naskah II Subbagian Mutasi III Subbagian Penggandaan I Subbagian Mutasi IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Penggandaan II iv .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN DAN TATA USAHA KEUANGAN BAGIAN PENGUJIAN DAN PENERBITAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN Subbagian Pelaksanaan Anggaran I Subbagian Pelaksanaan Anggaran II Subbagian Pelaksanaan Anggaran III Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM I Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM II Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM III Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM IV Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV Subbagian Tata Usaha Keuangan Subbagian Kerugian Negara Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL v .

BIRO PERLENGKAPAN BAGIAN ANALISA KEBUTUHAN BAGIAN PENGADAAN BAGIAN PENYIMPANAN DAN PENYALURAN BAGIAN INVENTARISASI BAGIAN PENGHAPUSAN Subbagian Penyediaan Data Subbagian Harga dan Mutu Subbagian Pergudangan dan Penyaluran Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan Subbagian Pemeliharaan Subbagian Pembukuan Subbagian Penilaian Subbagian Pembakuan Subbagian Tender Subbagian Pendataan Inventaris Subbagian Perubahan Status P l k Subbagian Pelaksanaan Penghapusan Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pembelian Subbagian Statistik dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vi .

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAGIAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI Subbagian Hubungan Kelembagaan Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Subbagian Kerja Sama BadanBadan Internasional Subbagian Kerja Sama Antar Negara Subbagian Penyusunan Program. Evaluasi dan Laporan Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vii .

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA DEPARTEMEN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN BINA SIKAP MENTAL BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PENGAMANAN Subbagian Persuratan Subbagian Tata Usaha Menteri Subbagian Tata Usaha Sekretariat Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Protokol Subbagian Rohani dan Sosial Subbagian Kesehatan Pegawai Subbagian Kesejahteraan Subbagian Urusan Dalam Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas Subbagian Gaji Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pengamanan Pimpinan Subbagian Pengamanan Lingkungan Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi Subbagian Arsip Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Agenda dan Pengiriman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL viii .

09-PR. KERJA SAMA DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH ix .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT PUBLIKASI.I Nomor : M.07.

Informasi dan Laporan Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Arsip dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat x .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jafung Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Data.

TEKNIK. DAN PENYIAPAN PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan P d d Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundangundangan SUBDIREKTORAT PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG UNDANG SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN Seksi Penyusunan Rencana dan Program Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-undang Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-undang KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengelolaan Dokumentasi Seksi Perpustakaan Hukum xi .DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI SUBDIREKTORAT METODE.

DAN KEAMANAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG INDUSTRI. Hukum. Riset dan Teknologi II SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II Seksi Analisa Bidang Politik. dan Keamanan II Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xii . Perdagangan. Riset dan Teknologi I Seksi Analisa Bidang Industri. Perdagangan.DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG POLITIK. dan Keamanan I Seksi Analisa Bidang Politik. Hukum. PERDAGANGAN. HUKUM. RISET DAN TEKNOLOGI Seksi Analisa Bidang Industri.

Prasarana dan Implementasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xiii . DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PUBLIKASI SUBDIREKTORAT KERJA SAMA SUBDIREKTORAT PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Seksi Penerbitan Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan Seksi Administrasi Pengundangan Seksi Aplikasi Seksi Distribusi dan Penyebarluasan Seksi Dokumentasi Seksi Sarana. KERJA SAMA.DIREKTORAT PUBLIKASI.

DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIAPAN DAN PENDAMPINGAN PERSIDANGAN SUBDIREKTORAT FASILITASI BAHAN DAN ANALISIS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR LEMBAGA Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan Seksi Penyiapan Bahan dan Data Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat Seksi Analisis. Laporan dan Dokumentasi xiv .

DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN PELAPORAN SUBDIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIK PERANCANGAN PERATURAN DAERAH SUBDIREKTORAT MEDIASI DAN KONSULTASI Seksi Pengumpulan Data 4 Seksi Perencanaan d P Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Bimbingan dan Latihan Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi Seksi Pengolahan Data KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xv .

I Nomor : M.07.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERDATA DIREKTORAT PIDANA DIREKTORAT TATA NEGARA DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL DIREKTORAT DAKTILOSKOPI xvi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendahara an Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas Subbagian Pengetikan dan P d Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan xvii .

DIREKTORAT PERDATA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM PERDATA UMUM SUBDIREKTORAT BADAN HUKUM SUBDIREKTORAT PENDAFTARAN FIDUSIA SUBDIREKTORAT HARTA PENINGGALAN SUBDIREKTORAT NOTARIAT Seksi Pendapat Hukum Seksi Legalisasi Seksi Perseroan Tertutup Seksi Perseroan Terbuka Seksi Badan Hukum Sosial Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Penerimaan dan Pemrosesan Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan Seksi Daftar Wasiat Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris Seksi Pengawasan Notaris Seksi Dokumentasi Notariat Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Perubahan Nama Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Dokumentasi xviii .

DIREKTORAT PIDANA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PIDANA UMUM SUBDIREKTORAT EKSTRADISI DAN BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK SUBDIREKTORAT PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL Seksi Analisa Hukum Pidana Seksi Ekstradisi Seksi Bimbingan dan Pemantauan PPNS Seksi Pemantauan dan Evaluasi Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik Seksi Dokumentasi xix .

I Seksi Analisa dan Pertimbangan Seksi Analisa Pewarganegaraan Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Khusus Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Seksi Dokumentasi Seksi Penyelesaian Seksi Pendaftaran Partai Politik Seksi Pengujian dan Pemantauan xx .DIREKTORAT TATA NEGARA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM TATA NEGARA SUBDIREKTORAT PEWARGANEGARAAN SUBDIREKTORAT BUKTI KEWARGANEGARAAN R.

DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL UMUM SUBDIREKTORAT HUKUM EKONOMI DAN KELEMBAGAAN INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT HUKUM LAUT DAN HUKUM UDARA Seksi Hukum Humaniter Seksi Hukum Lingkungan Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral Seksi Hukum Laut Seksi Hukum Udara Seksi Dokumentasi xxi .

DIREKTORAT DAKTILOSKOPI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERUMUSAN DAN IDENTIFIKASI SUBDIREKTORAT DATA DAN INFORMASI SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN ARSIP TERAAN Seksi Perumusan Seksi Pengumpulan Data Seksi Penataan dan Informasi Seksi Dokumentasi Seksi Identifikasi Seksi Arsip Teraan xxii .

09-PR.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK DIREKTORAT BINA PERAWATAN DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA xxiii .07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Perundangundangan d Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Humas dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxiv .

DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT REGISTRASI

SUBDIREKTORAT PENEMPATAN DAN MUTASI

SUBDIREKTORAT SIDIK JARI

SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN DOKUMENTASI

Seksi Registrasi Tahanan dan Basan Seksi Registrasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan

Seksi Penempatan, Mutasi Tahanan dan Basan Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan

Seksi Perumusan dan Identifikasi Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan

Seksi Statistik, Dokumentasi Tahanan dan Basan Seksi Statistik, Dokumentasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan

xxv

DIREKTORAT BINA PERAWATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESEHATAN DAN MAKANAN

SUBDIREKTORAT BASAN DAN BARAN

SUBDIREKTORAT SARANA DAN EVALUASI

Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi Seksi Pengendalian Bahan Makanan

Seksi Pemeliharaan Seksi Penilaian Jenis dan Mutu

Seksi Analisa Kebutuhan Seksi Pengelolaan Sarana Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Penghapusan

xxvi

DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DAN BIMBINGAN

SUBDIREKTORAT PEMBINAAN

SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT PEMBIMBINGAN

Seksi Bimbingan Hukum Seksi Orientasi dan Observasi Seksi Penelitian Kemasyarakatan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Mental Rohani Seksi Pembinaan Kewarganegaraan Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan

Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan Seksi Pendidikan Luar Sekolah

Seksi Bimbingan Klien

Seksi Asimilasi

Seksi Integrasi Seksi Pendayagunaan Kerja TPP

xxvii

DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT BIMBINGAN DAN LATIHAN KETERAMPILAN

SUBDIREKTORAT KEGIATAN KERJA

SUBDIREKTORAT PRODUKSI

SUBDIREKTORAT TENAGA KERJA

SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN PEMASARAN

Seksi Bimbingan Minat dan Bakat Seksi Pengembangan Kewirausahaan Seksi Bimbingan Keterampilan Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan

Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan

Seksi Standardisasi dan Pengendalian Seksi Pembinaan Produksi Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi

Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Kemitraan

Seksi Pemasaran Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan

xxviii

DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN

SUBDIREKTORAT SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TEKNIS PETUGAS PENGAMANAN

Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Kamtib

Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Kamtib Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Kamtib Seksi Evaluasi dan Laporan Kamtib

Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Kamtib Seksi Penindakan Gangguan Kamtib Seksi Keselamatan dan Keamanan Basan dan Baran

Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan Seksi Bantuan Hukum

xxix

DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERAWATAN KESEHATAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT BIMBINGAN HUKUM SUBDIREKTORAT KEMITRAAN Seksi Identifikasi Ketergantung an Seksi Perawatan Jasmani Seksi Perawatan Mental Rohani Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan Seksi Keterampilan dan Usaha Seksi Seni dan Budaya Seksi Konsultasi Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah Seksi Kerja Sama LSM dan Antar Negara Seksi Monitoring dan Evaluasi xxx .

07. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN xxxi .09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN.I Nomor : M.

LITIGASI DAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Analisa Kebutuhan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pengembangan.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN HUMAS. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengadaan dan Peralatan Subbagian Litigasi Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Tata Persuratan. Dokumentasi & Kepustakaan Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Subbagian Peraturan Perundangundangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxii .

SPLP. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN TKI SUBDIREKTORAT VISA SUBDIREKTORAT IZIN MASUK DAN BERTOLAK SUBDIREKTORAT FASILITAS KEIMIGRASIAN Seksi Paspor.DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN. Evaluasi dan Laporan Seksi Visa Kunjungan Seksi Izin Masuk Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI Seksi Izin Bertolak Seksi Fasilitas Wisatawan Asing Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian Seksi Visa Tinggal Terbatas xxxiii . dan PLB Seksi Paspor TKI Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan.

DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT IZIN TINGGAL SUBDIREKTORAT ALIH STATUS KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT STATUS KEIMIGRASIAN Seksi Izin Tinggal Kunjungan Seksi Izin Tinggal Terbatas Seksi Izin Tinggal Tetap Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Status Keimigrasian Seksi Surat Keterangan Keimigrasian Seksi Izin Tinggal Khusus / Darurat xxxiv .

DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT OPERASI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PRODUKSI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENGAMANAN PERIZINAN KEIMIGRASIAN Seksi Operasi Intelijen Wilayah I Seksi Operasi Intelijen Wilayah II Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri Seksi Pengamanan Perizinan WNI Seksi Pengamanan Perizinan WNA Seksi Produksi Intelijen xxxv .

DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIDIKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENINDAKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENANGKALAN SUBDIREKTORAT DETENSI IMIGRASI DAN DEPORTASI Seksi Penyidikan Wilayah I Seksi Penindakan Wilayah I Seksi Pencegahan Seksi Detensi Imigrasi Seksi Penyidikan Wilayah II Seksi Penindakan Wilayah II Seksi Penangkalan Seksi Deportasi Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara Seksi Pembinaan PPNS Imigrasi Seksi Evaluasi dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxvi .

DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT LINTAS BATAS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN KERJA SAMA KEIMIGRASIAN PERWAKILAN Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina Seksi Lintas Batas Timor Leste. dan Papua New Guinea Seksi Organisasi Internasional PBB Seksi Organisasi Internasional Non PBB Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Asia Pasifik dan Afrika Seksi Amerika dan Eropa Seksi Penyebaran Informasi xxxvii .

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENYEBARAN DAN KERJA SAMA SISTEM INFORMASI Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam N i Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri SUBDIREKTORAT PERENCANAAN. PENGEMBANGAN DAN PENGAMANAN SISTEM INFORMASI Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi SUBDIREKTORAT REGISTRASI. DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN DOKUMEN Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian xxxviii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMISI BANDING SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT HAK CIPTA.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.07. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG DIREKTORAT PATEN DIREKTORAT MEREK DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI xxxix . DESAIN INDUSTRI.I Nomor : M.

Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Administrasi Penyidik Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional Subbagian Administrasi HKI Subbagian Tata Usaha Pimpinan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xl .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi.

DESAIN INDUSTRI. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis Seksi Pemeriksaan dan Publikasi Seksi Sertifikasi. Mutasi dan Lisensi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Hak Cipta Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang xli . DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT DESAIN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HAK CIPTA.DIREKTORAT HAK CIPTA.

DIREKTORAT PATEN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN I SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN II SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN III SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Formalitas Seksi Pelayanan Teknis Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemeliharaan. Pengalihan Hak dan Lisensi Seksi Publikasi Seksi Sertifikasi xlii .

DIREKTORAT MEREK Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERMOHONAN DAN PELAYANAN SUBDIREKTORAT PEMERIKSAAN SUBDIREKTORAT INDIKASI GEOGRAFIS SUBDIREKTORAT SERTIFIKASI DAN PENGUMUMAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan Seksi Pemeriksaan Formalitas Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Seksi Sertifikasi Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding Seksi Mutasi dan Lisensi Seksi Pelayanan Teknis Seksi Klasifikasi Seksi Pengumuman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xliii .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA NASIONAL Seksi Penyebaran Informasi Seksi Pengkajian dan Pengembangan Seksi Kerja Sama Regional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah Seksi Pelatihan Seksi Perpustakaan xliv .

Desain Industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Seksi Dokumentasi Hak Paten Seksi Dokumentasi Hak Merek KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlv .DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM SUBDIREKTORAT PENDUKUNG SISTEM SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PROSES SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI Seksi Administrasi dan Pengembangan Data Base Seksi Pengembangan Aplikasi Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan Seksi Administrasi Sistem Jaringan Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi I f i Seksi Situs Internet Seksi Dokumentasi Hak Cipta.

07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA xlvi .09-PR.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Mutasi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perjalanan Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlvii .

DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN ALUMNI DAN INSTITUSI HAM SUBDIREKTORAT DISEMINASI HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT BAHAN DISEMINASI Seksi Pendidikan Dalam Negeri Seksi Pendidikan Luar Negeri Seksi Kurikulum Pendidikan HAM Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri Seksi Institusi HAM Non Pemerintah Seksi Institusi HAM Pemerintah Seksi Diseminasi Aparatur Negara Seksi Diseminasi Penegak Hukum Seksi Diseminasi Masyarakat Seksi Bahan Instrumen Nasional Seksi Bahan Instrumen Internasional Seksi Bahan Instrumen Praktis xlviii .

DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK SIPIL DAN POLITIK SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK EKONOMI. SOSIAL DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT INSTRUMEN HAM Seksi Kerja Sama Asia Pasifik Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi LSM Internasional Seksi Kerja Sama Hak Sipil Seksi Kerja Sama Hak Politik Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi Seksi Kerja Sama Hak Sosial Seksi Kerja Sama Hak Budaya Seksi Ratifikasi Instrumen HAM Internasional Seksi Harmonisasi Instrumen HAM Nasional xlix .

DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PEREMPUAN SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK TENAGA KERJA SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya l . Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM INFORMASI HAM SUBDIREKTORAT PENDAYAGUNAAN INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Seksi Pengumpulan Data Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi HAM Penerbitan dan Penyebaran Informasi HAM Seksi Seksi Pengolahan Data Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan li .

DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PERMASALAHAN DAN DISKRIMINASI HAM SUBDIREKTORAT PROSES PENEGAKAN HUKUM DAN HAM SUBDIREKTORAT EVALUASI DAN PELAPORAN HAM Seksi Penerapan HAM di Pemerintah Seksi Permasalahan HAM Seksi Pra Peradilan Seksi Evaluasi HAM Seksi Penerapan HAM di Masyarakat dan Dunia Usaha Seksi Diskriminasi HAM Seksi Pasca Peradilan Seksi Pelaporan HAM lii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN INSPEKTORAT HUKUM.07.09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. HAK ASASI MANUSIA DAN HKI PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN INSPEKTORAT KHUSUS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liii .I Nomor : M.

Pemberhentian Subbagian Mutasi dan Promosi Subbagian Pengembangan Pegawai KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liv . dan Perlengkapan Subbagian Analisis LHP Hukum. HAM dan HKI Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan I Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan II Subbagian Analisis LHP Keimigrasian Subbagian Analisis LHP Khusus Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Umum.SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN I BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN II BAGIAN UMUM BAGIAN KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Analisis LHP Kepegawaian I Subbagian Analisis LHP Kepegawaian II Subbagian Analisis LHP Keuangan.

INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lv .

INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvi .

HAK ASASI MANUSIA DAN HKI Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvii .INSPEKTORAT HUKUM.

PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lviii .

INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lix .

INSPEKTORAT KHUSUS Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lx .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.I Nomor : M.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL PUSAT PENYULUHAN HUKUM lxi .

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Arsip Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM. PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI BIDANG PENELITIAN DAN PENGKAJIAN HUKUM BIDANG PERTEMUAN ILMIAH Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi Subbidang Penelitian Hukum Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah Subbidang Pengkajian Hukum Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiii .

PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PERENCANAAN LEGISLASI BIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN HUKUM BIDANG ANALISIS EVALUASI DAN PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis Subbidang Kerja sama Nasional Pengembangan Hukum Subbidang Kerja sama Internasional Pengembangan Hukum Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiv .

dan Pelayanan Teknis Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Data Base Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Perpustakaan Hukum lxv . Monitoring. INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN HUKUM Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum Subbidang Penyusunan Program.PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL BIDANG PUBLIKASI HUKUM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK BIDANG JARINGAN DOKUMENTASI.

Pementasan.PUSAT PENYULUHAN HUKUM BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGEMBANGAN PENYULUHAN HUKUM BIDANG PEMBUDAYAAN KESADARAN HUKUM Subbidang Penyusunan Program Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis Subbidang Temu Wicara dan Diskusi Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum Subbidang Media Cetak dan Elektronik Subbidang Pameran. Konsultasi dan Bantuan Hukum Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan Subbidang Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxvi .

07.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK SIPIL DAN POLITIK PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK EKONOMI.I Nomor : M. SOSIAL DAN BUDAYA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN lxvii .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN DATA DAN INFORMASI Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Subbagian Data Subbagian Mutasi dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas Subbagian Informasi dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan lxviii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENELITIAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Sipil Subbidang Pengembangan Hak-hak Sipil Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Politik Subbidang Pengembangan Hak-hak Politik Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxix .

SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENELITIAN HAK–HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hakhak Ekonomi Subbidang Pengembangan Hak-hak Ekonomi Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hakhak Sosial dan Budaya KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Sosial dan Budaya Subbidang Laporan lxx .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT BIDANG PENELITIAN HAM YANG BERAT BIDANG PENGEMBANGAN HAM YANG BERAT BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Keman siaan Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxi .

ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Kelompok Minoritas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas Subbidang Laporan lxxii . ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG PENGEMBANGAN HAKHAK PEREMPUAN.PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN BIDANG PENELITIAN HAK-HAK PEREMPUAN.

I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA AKIP AIM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiii .07.09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

Laporan dan Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Kerja Sama Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perpustakaan dan Arsip KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiv .SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data.

PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxv .

PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvi .

PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BAGIAN UMUM Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan BIDANG PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbidang Evaluasi dan Laporan BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxviii .PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.09 – PR.07.

dan tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. dan Fungsi Pasal 25 (1) (2) Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah. d. Departemen menyelenggarakan fungsi : a. Departemen dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. FUNGSI. kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidangnya. perumusan kebijakan nasional. Mengingat Menetapkan I . pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Tugas. : 1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. b. 3. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. penyampaian laporan hasil evaluasi. SUSUNAN ORGANISASI. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437).PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 26 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan. susunan organisasi. TUGAS. e. Menimbang : bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kabinet Indonsia Bersatu dan untuk lebih meningkatkan koordinasi serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan negara yang berdaya guna dan berhasil guna. tugas. fungsi. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. FUNGSI. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. 2. saran. MEMUTUSKAN : : PERATURAN PRESIDEN TENTANG KEDUDUKAN. SUSUNAN ORGANISASI. BAB III DEPARTEMEN Bagian Pertama Kedudukan. TUGAS. c. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. dipandang perlu menetapkan kedudukan. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.

saran. e. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. Departemen Sosial. 7. 17. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan kebijakan nasional. 3. Menteri. c. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Departemen Keuangan. Bagian Kelima Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 35 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Departemen Perindustrian 8. 2. b.Pasal 28 Departemen terdiri dari : 1. d. e. Departemen Pekerjaan Umum. 15. Departemen Kesehatan. Departemen Perhubungan. Departemen Kehutanan. Direktorat Jenderal. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Staf Ahli. 20. 18. Badan dan/atau Pusat. f. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. 11. c. 10. penyampaian laporan hasil evaluasi. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Dalam Luar Negeri. Bagian Keduapuluh Dua Susunan Organisasi Pasal 69 Departemen terdiri dari : a. 12. Inspektorat Jenderal. 6. b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. 4. kebijakan pelaksanaan. Departemen Perdagangan. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. d. Departemen Kelautan dan Perikanan. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 5. II . Departemen Pendidikan Nasional. 14. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. Departemen Dalam Negeri. Departemen Komunikasi dan Informatika. Sekretariat Jenderal. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Departemen Pertahanan. Departemen Pertanian. 16. 9. Departemen Agama. 13. 19.

Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. Lembaga Pemerintah Non Departemen. yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. c. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal Pasal 75 Direktorat Jenderal mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidangnya. (3) Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. kriteria. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidangnya. Departemen lain. Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Direktorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal dan paling banyak 5 (lima) Direktorat. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 77 Jumlah Direktorat Jenderal ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Keduapuluh Tiga Sekretariat Jenderal Pasal 70 Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. b. Pasal 73 (1) Sekretariat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Biro. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. penyusunan standar. pelaksanakan kebijakan di bidangnya. koordinasi kegiatan Departemen. d. (1) (2) Pasal 71 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. c. norma. Pasal 76 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75. dan prosedur di bidangnya. pedoman. Bagian Keduapuluh Empat Direktorat Jenderal Pasal 74 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. (2) Biro terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. b. e. dan Lembaga lain yang terkait. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. d. Kementerian Negara. (1) (2) (3) (4) (5) III . Subdirektorat terdiri dari 2 (dua) Seksi.

Pasal 79 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. penyusunan laporan hasil pengawasan. (2) Badan terdiri dari Sekretariat Badan dan paling banyak 4 (empat) Pusat/Biro. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Keduapuluh Enam Badan dan/atau Pusat Pasal 82 Di lingkungan Departemen dapat dibentuk Badan dan/atau Pusat sebagai pelaksana tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup dalam tugas Sekretariat Jenderal dan/atau Direktorat Jenderal dan/atau Inspektorat Jenderal sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. IV . (4) Pusat/Biro terdiri dari kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang/Bagian. c.Bagian Keduapuluh Lima Inspektorat Jenderal Pasal 78 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (5) Pusat yang tempat kedudukannya tidak satu lokasi dengan tempat kedudukan Sekretariat Badan terdiri dari Subbagian Tata Usaha atau Bagian Tata Usaha yang terdiri dari 2 (dua) Subbagian. dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. pelaksanaan pengawasan kinerja. Pasal 81 (1) Inspektorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Jenderal dan paling banyak 4 (empat) Inspektorat. keuangan. dan masing-masing Bidang/Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbidang/Subbagian. dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang yang masing-masing Bidang terdiri dari 2 (dua) Subbidang. Pasal 83 (1) Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. d. b. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. (2) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. dan Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbagian. (3) Inspektorat membawahkan Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 84 (1) Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (3) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal.

susunan organisasi. Bagian Keduapuluh Tujuh Staf Ahli Pasal 85 (1) Menteri dapat dibantu oleh paling banyak 5 (lima) Staf Ahli. dan Inspektorat Jenderal. Inspektur. (2) Staf Ahli berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Jenderal. (5) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Sekretaris Badan. Direktur. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas. (2) Pembentukan. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. Inspektur Jenderal. (3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal.(2) Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang. Direktur Jenderal. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya. Sekretaris Jenderal. DAN PEMBERHENTIAN Pasal 132 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. Bagian Keduapuluh Delapan Instansi Vertikal Pasal 86 (1) Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang tidak diserahkan kepada Daerah dapat membentuk instansi vertikal. V . (5) Kepala Subbagian. Kepala Bidang. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Bagian Keduapuluh Sembilan Lain-lain Pasal 87 (1) Departemen secara selektif dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang. Sekretaris Kementerian Negara.b. Asisten Deputi. Badan. Kepala Subbidang. (2) Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.a.a. (3) Kepala Biro. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II.a. Kepala Pusat. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (3) Bagian Tata Usaha terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. BAB VI ESELON. (4) Bidang terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbidang. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administrasi berada di bawah Sekretaris Jenderal. (4) Kepala Bagian. dan tata laksana instansi vertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden. PENGANGKATAN. Deputi.a. Sekretaris Direktorat Jenderal.

masing-masing Pusat terdiri dari kelompok jabatan fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bidang. Sekretaris Kementerian Negara. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri yang bersangkutan. Moneter dan Fiskal Nasional serta Agama. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. dan masingmasing Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. dan masing-masing Bidang terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbidang. 3) Direktorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. Inspektur Jenderal. masing-masing Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. Justisi. jumlah unit organisasinya ditetapkan sebagai berikut : b. dan masing-masing Bagian dapat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri. dan persandian diselenggarakan oleh masing-masing Kementerian Koordinator. VI . masing-masing Biro terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. dan Kementerian Negara. Pasal 139 Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Politik Luar Negeri. Keamanan. BAB VII ADMINISTRASI DAN PEMBIAYAAN Pasal 134 Pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 135 Segala pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas masing-masing Kementerian Koordinator. kearsipan. Kepala Badan. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia 1) Sekretariat Jenderal terdiri paling banyak 6 (enam) Biro. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Direktur Jenderal. BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 137 Pada Kementerian Koordinator. 4) Badan terdiri dari : a) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. Departemen. dan masing-masing Subdirektorat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Seksi. b) Inspektorat paling banyak 6 (enam). Departemen dan Kementerian Negara dapat ditetapkan Jabatan Fungsional.Pasal 133 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. keuangan. Pertahanan. dan Kementerian Negara dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan. b) Direktorat paling banyak 6 (enam). Departemen. Sekretaris Jenderal. Deputi. 2) Inspektorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. perlengkapan. b) Pusat paling banyak 4 (empat). dan masing-masing Inspektorat terdiri dari Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional.

Susunan Organisasi. Pasal 144 (1) Rincian tugas. Fungsi. dan tata kerja Kementerian Koordinator. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. (2) Salinan Peraturan Menteri tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkan.Pasal 142 Pejabat Struktural Eselon Ia yang dialih tugaskan pada jabatan staf ahli tetap diberikan Eselon Ia Pasal 143 (1) Unit organisasi dan tugas eselon I pada masing-masing Kementerian Koordinator. VII . pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum dan hak asasi manusia dilakukan oleh perangkat Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Departemen. Tugas. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Kewenangan. yang operasionalnya dikendalikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sampai dengan ditetapkannya organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Peraturan Presiden ini. (2) Penyesuaian terhadap Peraturan Presiden ini dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden. fungsi. Departemen. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Departemen. dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 146 (2) Sebelum organisasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terbentuk. Dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan Peraturan Presiden ini. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada masing-masing Kementerian Koordinator. dan Kementerian Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Presiden atas Usul Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen. Pasal 147 (1) Keputusan Menteri yang merupakan pelaksanaan : c. Pasal 145 Pengecualian terhadap organisasi Kementerian Koordinator.

Pasal 149 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. DR.H. VIII . Kewenangan. ttd. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan Tugas. Fungsi. Nahattands. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. ttd Lambock V.BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 148 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. Dinyatakan tidak berlaku. maka : c.

dan untuk menjamin terselenggaranya tugas pemerintahan. Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia. Badan Pembinaan Hukum Nasional. 3. : 1. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Fungsi. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. d. Staf Ahli. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Mengingat (1) IX . g. Direktorat Jenderal Imigrasi. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. f. Fungsi. Inspektorat Jenderal. c. i. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Tugas. j. 4. b. Susunan Organisasi. dipandang perlu menetapkan Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Pasal 14 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. e. BAB II DEPARTEMEN Bagian Keempat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. k. 2. h. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Susunan Organisasi.

b. Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2004. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. Badan. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara Koordinator. Penyesuaian unit organisasi dan tugas eselon I pada Kementerian Negara Republik Indonesia. dan Inspektorat Jenderal. X . (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Direktorat Jenderal. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. maka : a. (7) Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perlindungan hak asasi manusia. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 (2) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. dinyatakan tidak berlaku. dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden ini. c.(2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2004. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Keputusan Menteri tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini dinyatakan tetap berlaku. (11) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Lambock V. DR. H. ttd. Nahattands.Pasal 71 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. XI . SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet dan Bidang Hukum dan Perundang-undangan.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. Ketentuan Pasal 13 diubah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. b. Fungsi. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Tugas. c. 4. Mengingat XII . Nomor 66 Tahun 2006. dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2006. Nomor 15 Tahun 2005. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. d. b. Nomor 80 Tahun 2005. 3.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Diubah sebagai berikut : 1. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. : 1. c. d. Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Nomor 63 Tahun 2005. Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. 2. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden : a. Susunan Organisasi.

Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. 2. Ketentuan Pasal 14 diubah. Nahattands. Staf Ahli. j. i. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal.e. (2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. ttd. Direktorat Jenderal Imigrasi. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 2 Nopember 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. H. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 14 (1) Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. (7) Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknik di bidang hak asasi manusia. l. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. h. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (12) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. g. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. Inspektorat Jenderal. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. Pasal II Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi anusia. DR. f. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. dan Inspektorat Jenderal. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. Direktorat Jenderal. (11) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. XIII . k. Badan. ttd Lambock V.

Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM.PAN/10/2005 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah Jakarta.07. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : M. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penataan organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan HAM. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan HAM. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XIV . disampaikan terima kasih.PR. 5 Oktober 2005 Kepada Yth. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. Tembusan Yth. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan HAM atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan HAM.10-26 tanggal 10 Agustus 2005 perihal Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan HAM dan salinannya disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.: 1.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/1841/M.

4.PAN Nomor : B/1841/M. 9. 2. Hukum dan Hak Asasi Manusia 11. 7.Lampiran Surat Men. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Pusat Pengkajian dan Pengembangan 12. UNIT ORGANISASI Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Imigrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia Insperktorat Jenderal I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 JUMLAH ESELON II III IV 6 27 96 6 6 7 7 6 6 7 5 5 1 1 63 25 22 29 29 26 25 5 18 17 4 3 230 52 67 92 85 65 68 24 46 35 13 8 651 Badan Pembinaan Hukum Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan 10.PAN/10/2005 Tanggal : 5 Oktober 2005 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM NO 1. Kebijakan JUMLAH XV . 6. 5. 8. 3.

Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. disampaikan terima kasih. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XVI . yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : MUM.06-02 tanggal 5 Januari 2007 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3.01.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/941/M. dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.: 1. 16 April 2007 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepada Yth. Tembusan Yth. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.PAN/4/2007 Jakarta. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

7.PAN/4/2007 Tanggal : 16 April 2007 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NO 1. UNIT ORGANISASI Kepala Badan Sekretariat Badan Kepala Pusat Kepala Bagian Kepala Bidang Kepala Subbagian Kepala Subbidang JUMLAH Ia 1 1 JUMLAH ESELON IIa IIIa IVa 1 3 4 4 9 13 12 18 30 XVII . 2.Lampiran Surat Men.PAN Nomor : B/941/M. 3. 6. 5. 4.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.