PERATURAN MENTERI HUKUM & HAK ASASI MANUSIA NOMOR : M.09.PR.

07-10 TAHUN 2007
TANGGAL 20 APRIL 2007

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM

TAHUN 2007

1

DAFTAR ISI
I. : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAM R.I NOMOR: M.09PR.07.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM R.I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM Bagian Kesatu : Kedudukan …………………............................... Bagian Kedua : Tugas …………………………............................ Bagian Ketiga : Fungsi …………………………............................ SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ………….................................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………... Bagian Ketiga : Biro Perencanaan …………….............................. Bagian Keempat : Biro Kepegawaian ……....................................... Bagian Kelima : Biro Keuangan ………......................................... Bagian Keenam : Biro Perlengkapan ……………………………... Bagian Ketujuh : Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri ……… .. Bagian Kedelapan : Biro Umum …………………............................ DIREKTORAT UNDANGAN Bagian Kesatu Bagian Kedua Bagian Ketiga Bagian Keempat Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh Bagian Kedelapan BAB V : JENDERAL : : : : : : : : PERATURAN PERUNDANG01

BAB I

:

03 03 03 03 03 04 04 04 04 09 12 16 19 21 25 25 25 25 28 31 35 37 40 43 43 43 43 46 50 51 53 56 58 58 58 58 61 64 66 69 72 75

BAB II
BAB III

: :

BAB IV

:

Tugas dan Fungsi …………….............................. Susunan Organisasi ……………………………... Sekretariat DITJEN …………………………….. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang… undangan Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang… undangan Direktorat Publikasi, Kerja Sama dan … Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Direktorat Litigasi Perundang-undangan … Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan … Daerah

DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Perdata ……………………………. Bagian Kelima : Direktorat Pidana ……………………………. Bagian Keenam : Direktorat Tata Negara …................................... Bagian Ketujuh : Direktorat Hukum Internasional ……………… Bagian Kedelapan : Direktorat Daktiloskopi ……............................... DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Registrasi dan Statistik ……... Bagian Kelima : Direktorat Bina Perawatan ……... Bagian Keenam : Direktorat Bina Bimbingan ……... Kemasyarakatan Bagian Ketujuh : Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi ….... Bagian Kedelapan : Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban ……... Bagian Kesembilan : Direktorat Bina Khusus Narkotika ……….........

BAB VI

:

i

BAB VII

:

DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………......................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Dokumen Perjalanan, ……............. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Bagian Kelima : Direktorat Izin Tinggal dan Status ……............. Keimigrasian Bagian Keenam : Direktorat Intelijen Keimigrasian ……............. Bagian Ketujuh : Direktorat Penyidikan dan ……............. Penindakan Keimigrasian Bagian Kedelapan : Direktorat Lintas Batas dan Kerja ……………. Sama Luar Negeri Keimigrasian Bagian Kesembilan : Direktorat Sistem Informasi ……………. Keimigrasian DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………........................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN …………………………… Bagian Keempat : Direktorat Hak Cipta, Desain …………… Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Bagian Kelima : Direktorat Paten ……………............................. Bagian Keenam : Direktorat Merek ……………............................. Bagian Ketujuh : Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan …… Bagian Kedelapan : Direktorat Teknologi Informasi ………………... DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Hak Asasi Manusia ……... Bagian Kelima : Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak ……... Asasi Manusia Bagian Keenam : Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan ……... Hak Asasi Manusia Bagian Ketujuh : Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi ……... Manusia Bagian Kedelapan : Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak ….. Asasi Manusia INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………….. Bagian Ketiga : Sekretariat ITJEN …………………………….. Bagian Keempat : Inspektorat Kepegawaian ……....................... Bagian Kelima : Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan …... Bagian Keenam : Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan …... Hak Kekayaan Intelektual Bagian Ketujuh : Inspektorat Pemasyarakatan …........................ Bagian Kedelapan : Inspektorat Keimigrasian ……........................ Bagian Kesembilan : Inspektorat Khusus …………………………….. Bagian Kesepuluh : Kelompok Jabatan Fungsional Auditor ..........

78 78 78 78 81 84 86 89 92 95 99 99 99 99 102

BAB VIII :

BAB IX

:

104 107 109 111 115 115 115 115 118 121 124 126 128 131 131 131 131 135 135 136 137 137 138 139 140 140 140 140 143

BAB X

:

BAB XI

:

BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………............................. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………............................. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan …….. Sistem Hukum Nasional

ii

Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh BAB XII :

: Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum …….. Nasional : Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum .......... Nasional : Pusat Penyuluhan Hukum …………………...

145 147 149 152 152 152 152 155 157 159 161 164 164 164 164 167 169 171 173

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………….. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Sipil dan Politik Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Bagian Keenam : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak Asasi Manusia Yang Berat Bagian Ketujuh : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Kelompok Rentan : BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………... Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat Badan …………………………… Bagian Keempat : Pusat Pengembangan Kepemimpinan ……….. dan Manajemen Bagian Kelima : Pusat Pengembangan Teknis ……….. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional dan ……….. HAM : STAF AHLI

BAB XIII

BAB XIV

BAB XV

: PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………… Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………………………….. : KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL : TATA KERJA

174 174 174 176 176 177 177 177

BAB XVI BAB XVII

BAB XVIII : INSTANSI VERTIKAL
BAB XIX

: UNIT PELAKSANA TEKNIS : KETENTUAN PENUTUP

BAB XX

iii

LAMPIRAN I
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Bagan Susunan Organisasi Menteri Hukum dan HAM Bagan Susunan Organisasi Sekretariat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Imigrasi Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal HAM Bagan Susunan Organisasi Inspektorat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Badan Pembinaan Hukum Nasional Bagan Susunan Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan …………………… …………………… …………………… xvi …………………… …………………… …………………… xxiii xxxi i ii ix

…………………… xxxix …………………… xlvi …………………… liii …………………… lxi …………………… lxvii

…………………… lxxiii ………………… lxxviii

LAMPIRAN II
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 91Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/1841/M.PAN/10/2005 Tanggal 5 Oktober 2005 Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/941/M.PAN/4/2007 Tanggal 16 April 2007

………………..

I

2.

………………..

IX

3.

……………….. ……………….. ………………..

XII XIV XVI

4. 5.

iv

perlu penataan kembali organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.07.PAN/4/2007 tanggal 16 April 2007. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3474). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889).03-PR-07. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3614). 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209). bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mengingat 1 . Susunan Organisasi. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 3. Tugas. Menimbang : a. dan Tata Kerja Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3809). : 1.09-PR. 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886).10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan menetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang baru. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77. 5. 6. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/941/M. 3.MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3668). Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 33. b. Fungsi. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 13. 4. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168. perlu mencabut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M. 2.

13. 21. 16. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 243. 12. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 11. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2004 tentang Kedudukan. Tugas. 20. 15. 23. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4045). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 244. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 109. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 108/1995 tentang Pedoman Perumusan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural di lingkungan Departemen. Fungsi. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2004 – 2009. 25. 17. 19. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). 22. Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 14. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4131). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4130). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4046 ). Keputusan Presiden Nomor 139 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kantor Pelayanan Fidusia di setiap Ibukota Propinsi di wilayah Negara Republik Indonesia. 2 . Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 8. 18. 10. Tugas. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya-biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 170.9. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 8 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4005 ). 24.

b. h. DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Kedudukan Pasal 1 (1) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah unsur pelaksana Pemerintah. Badan Pembinaan Hukum Nasional. b. f. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. k. saran. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 3 . perumusan kebijakan nasional. g. i. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Staf Ahli. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. penyampaian laporan hasil evaluasi. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. e. Direktorat Jenderal Imigrasi.BAB I KEDUDUKAN. dan e. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. j. Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. TUGAS. c. dan l. Bagian Kedua Tugas Pasal 2 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. c. kebijakan pelaksanaan. (2) Departemen dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. d. d. Bagian Ketiga Fungsi Pasal 3 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 .

pengorganisasian. 4 . dan h. b. koordinasi penyusunan rencana dan anggaran. b. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit-unit organisasi di lingkungan Departemen. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. dan f. Lembaga Pemerintah Non Departemen. f. kementerian Negara. penyusunan program dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. ketatalaksanaan serta evaluasi dan penyusunan laporan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Departemen lain. Biro Keuangan. Pasal 9 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 8. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan. Biro Umum. pelaksanaan pembinaan organisasi di lingkungan Departemen. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. penyusunan rencana strategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. penyusunan evaluasi rencana dan laporan Departemen. c. pelaksanaan pembinaan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen. g. b. Biro Kepegawaian. e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. Biro Perencanaan. e. pengumpulan dan pengolahan data perencanaan Departemen. d. c. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. c. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. Biro Perlengkapan. d. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 8 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. dan lembaga lain yang terkait. dan d.

Sulawesi Selatan. dan f. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Kalimantan Timur. dan Lampung serta pengoperasian dan pemeliharaan jaringan situs Departemen dan perangkat keras. Kalimantan Tengah. Maluku dan Maluku Utara. b. dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. penyajian dan pemberian layanan data dan informasi. c. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Ketatalaksanaan. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV. Jambi. perangkat dan jaringan situs. Bagian Evaluasi dan Laporan. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Selatan. perencanaan. Pasal 11 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data.Pasal 10 Biro Perencanaan terdiri atas : a. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. Sulawesi Tengah. Jawa Tengah. Kalimantan Selatan. Papua. dan d. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Sumatera Utara. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Sekretariat Jenderal. DI. c. perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. d. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan dan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan Irian Jaya Barat. Sumatera Barat. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Sulawesi Tenggara. Pasal 13 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Sulawesi Utara. Sulawesi Barat. Pasal 14 Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. DKI Jakarta. serta perencanaan. Riau. Bagian Organisasi. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I. pengumpulan dan pengolahan data. termasuk data terkait gender. serta perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Kepulauan Riau. penyajian informasi termasuk data terkait gender serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. penyajian informasi serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. Banten. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. pengoperasian jaringan situs Departemen dan pemeliharaan file. c. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II. Nusa Tenggara Barat. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III. Bengkulu. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. dan d. (1) (2) (3) (4) 5 . e. dan Jawa Timur serta pelaksanaan administrasi surat masuk dan keluar. Bagian Penyusunan Program dan Anggaran. Gorontalo. b. Kelompok Jabatan Fungsional. b.

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. dan Nusa Tenggara Timur. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengolahan dan analisis data. Banten. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Sekretariat Jenderal. Kalimantan Timur. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. dan e. pengolahan dan analisis data. program dan anggaran serta pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Departemen. c. Sulawesi Utara. Pasal 17 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran terdiri atas : a. Pasal 18 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai tugas melakukan pengelolaan. DI. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Papua dan Irian Jaya Barat. Maluku Utara. Kalimantan Tengah. penyusunan program. penyusunan rencana. Riau. Jawa Tengah. dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Sumatera Selatan. penyusunan rencana strategis. program dan anggaran. Jawa Timur dan Bali. penyusunan rencana. dan d. Yogyakarta. penyusunan rencana stategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. Sumatera Barat. koordinasi penyusunan perencanaan. Sumatera Utara. Jambi. DKI Jakarta. program dan anggaran. program dan anggaran. (1) (2) (3) (4) 6 . Nusa Tenggara Barat. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Sulawesi Barat. program dan anggaran. program dan anggaran. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III. penyusunan rencana. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pengelolaan.pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai tugas melakukan pengelolaan. penyusunan rencana. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I. Pasal 15 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II. Maluku. penyusunan perencanaan. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV. Sulawesi Tengah. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Selatan. pengolahan dan analisis data. dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan analisis data. Kepulauan Riau. Bagian Penyusunan Program. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Bengkulu. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. Gorontalo. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. b. d. pengolahan dan analisis data. b. dan Lampung. c.

pelaksanaan evaluasi kinerja hasil pelaksanaan rencana pembangunan departemen periode sebelumnya.I Yogyakarta. Riau. dan Jawa Timur. Sulawesi Barat. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program Departemen. Jawa Barat. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi di lingkungan Departemen. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Kalimantan Timur. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Kalimantan Selatan. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Sulawesi Selatan. pengevaluasian kelembagaan. perumusan tugas. penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan strategis departemen sebagai bahan rencana pembangunan periode berikutnya. dan e. Jambi. dan d. b. Kepulauan Riau. Kalimantan Tengah. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan organisasi. Pasal 21 Bagian Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbagian Evaluasi dan Laporan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Bengkulu. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. c. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi di lingkungan Departemen. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Pasal 22 Subbagian Evaluasi dan Laporan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. dan Lampung. Subbagian Evaluasi dan Laporan III mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. b.Pasal 19 Bagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penghimpunan dan analisis hasil pemantauan. c. d. Sulawesi Utara. Sulawesi Tenggara. Sumatera Barat. dan Irian Jaya Barat. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Banten. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Papua. Jawa Tengah. c. Kepulauan Bangka Belitung. Gorontalo. dan d. penyiapan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. penyusunan standar. Subbagian Evaluasi dan Laporan III. b. analisa kebutuhan. Maluku. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. penghimpunan dan analisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana dan program. Sumatera Selatan. Bagian Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Utara. Subbagian Evaluasi dan Laporan II. 7 . Bagian Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV. Subbagian Evaluasi dan Laporan I. Sulawesi Tengah. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. D. Maluku Utara. penelaahan. Pasal 24 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. (1) (2) (3) (4) Pasal 23 Bagian Organisasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kelembagaan di lingkungan Departemen.

metode kerja.I Yogyakarta. analisa jabatan. Nusa Tenggara Timur. dan Kalimantan Selatan. c. serta penyiapan naskah rancangan peraturan di bidang tugas Sekretariat Jenderal. Prosedur. Sulawesi Tengah. penelaahan dan penyusunan pembakuan sarana kerja serta pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Jawa Tengah. perumusan tugas. Sumatera Selatan. (1) (2) (3) (4) 8 . D. (1) (2) (3) Pasal 27 Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pembakuan sarana kerja. Subbagian Evaluasi Tatalaksana. Subbagian Kelembagaan I. Kalimantan Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 29 Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas : a. dan Jawa Timur. Sulawesi Barat. Prosedur dan Metode Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem dan prosedur administrasi. Jambi. penyusunan standar. Subbagian Kelembagaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan. evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. Pasal 28 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. dan d. b. penyusunan pembakuan sarana kerja dan penyiapan pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Sulawesi Tenggara. dan evaluasi ketatalaksanaan serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. c. Subbagian Evaluasi Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. penyusunan standar. fungsi dan susunan organisasi. penyusunan standar. analisa kebutuhan. b. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Maluku. Gorontalo. Bengkulu. Riau. analisa kebutuhan. penyusunan sistem dan prosedur administrasi. dan d. Bali. Kepulauan Riau. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. perumusan tugas. Subbagian Kelembagaan III. analisa kebutuhan. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Bagian Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi : a. b. perumusan tugas. Sulawesi Selatan. Subbagian Pengembangan Sistem. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Utara. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Papua dan Irian Jaya Barat. Lampung. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Pasal 26 Subbagian Kelembagaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan. Maluku Utara. Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja. Subbagian Tata Usaha Biro. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Jawa Barat. metode kerja dan penyiapan naskah rancangan peraturan. dan Metode Kerja. Pasal 30 Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. Kalimantan Timur.Pasal 25 Bagian Organisasi terdiri atas : a. Sumatera Utara. Subbagian Pengembangan Sistem. Nusa Tenggara Barat. fungsi dan susunan organisasi. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. dan c. sistem dan prosedur administrasi. Subbagian Kelembagaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan. Kalimantan Barat. Sumatera Barat. fungsi dan susunan organisasi. Banten. Subbagian Kelembagaan II.

Pasal 37 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan bahan rencana formasi. serta urusan tata usaha Biro Kepegawaian. b. c. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. d. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 35 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. dan e. Pasal 36 Bagian Umum Kepegawaian terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Biro. c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. perencanaan dan penyiapan kenaikan pangkat. pengadaan dan perencanaan alokasi formasi pegawai di lingkungan Unit Pusat maupun Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia serta perencanaan pengendalian kenaikan pangkat. pengelolaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. kesejahteraan pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai. pengadaan. perencanaan dan penyiapan cuti. Bagian Pemberhentian. kesejahteraan dan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. dan d. Pasal 33 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. Subbagian Jaminan Sosial. peraturan perundangan-undangan dan petunjuk kepegawaian. pengadaan dan penempatan. Pasal 34 Bagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. koordinasi dan penyusunan rencana formasi. penyusunan rencana dan penyiapan pengembangan pegawai. b. dan f. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangan-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian.undangan. Bagian Mutasi Pegawai. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. b. kartu isteri/suami dan lain-lain sebagainya. Bagian Umum Kepegawaian. pengendalian kepangkatan. pemberhentian dan pensiun pegawai. Pensiun dan Disiplin Pegawai. b.Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 31 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Departemen. peraturan perundangundangan dan petunjuk kepegawaian. c. Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai. Pasal 32 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengadaan dan alokasi formasi. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. e. alokasi formasi dan pengendalian kepangkatan. pengendalian kepangkatan. penyiapan penyelesaian urusan jaminan hari tua. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. Bagian Umum Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. dan d. 9 . Subbagian Peraturan Perundangan.

Subbagian Mutasi II. kartu isteri/kartu suami. Pasal 44 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan bahan seleksi pegawai. (3) Subbagian Penyaringan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. dan c. Subbagian Mutasi I. penyiapan pengiriman pegawai ke luar negeri. dan d. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kepegawaian. Subbagian Mutasi III. Pasal 39 Untuk melaksanakan tugas sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 38. 10 . penganalisaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan luar negeri dan pengurusan pegawai ke luar negeri dalam kerja sama teknis luar negeri serta pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi di lingkungan Departemen. dan penyiapan permohonan bantuan dana tabungan perumahan. Pasal 38 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan. c. dan d. b. (2) Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pengembangan sistem kepegawaian. Pasal 42 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan.(3) Subbagian Jaminan Sosial mempunyai tugas melakukan penyelesaian urusan jaminan hari tua/TASPEN. penyiapan dan penganalisaan kebutuhan pendidikan dan latihan dalam rangka pengembangan pegawai. penggajian. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Penyaringan Pegawai. piagam Dayaka Rhudika Pengayoman serta pembekalan bagi pegawai yang akan pensiun. penyiapan penetapan pengangkatan dan kepangkatan pegawai. b. Pasal 41 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penganalisaan kebutuhan dan penyusunan kebutuhan pengembangan pegawai serta pemberian piagam penghargaan bagi pegawai yang telah menjalani pensiun. Pasal 40 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai. penyiapan penetapan penggajian. penempatan dan pengembangan. Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri. c. Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. penempatan dan pengembangan pegawai. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. b. c. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. b. pengangkatan. kepangkatan. Subbagian Mutasi IV. pengembangan sistem dan pendidikan dan pelatihan luar negeri. penyiapan penetapan pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil. penyiapan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. penyiapan pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi. dan d.

Bali. Subagian Pemberhentian dan Pensiun II. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. penyelesaian permohonan izin perkawinan. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Unit Pusat. dan Kalimantan. perceraian dan cuti. kepangkatan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. golongan IV/b ke atas dan mutasi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. Nusa Tenggara serta Cuti Pegawai. Gorontalo. kepangkatan. Jawa dan Banten. (2) Subbagian Mutasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. kepangkatan. Pensiun dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Irian Jaya Barat. Kepulauan Riau. Subagian Pemberhentian dan Pensiun I. Pensiunan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan segala sesuatu di bidang pemberhentian dan pemensiunan. (3) Subbagian Mutasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penggajian. dan Gorontalo. Papua. Maluku Utara. Kepulauan Riau. 11 . penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. penggajian. Jawa. Maluku. Pasal 46 Bagian Pemberhentian. (1) (2) (3) (4) Pasal 50 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha kepegawaian. Subagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai. dan Irian Jaya Barat. dan c. Pasal 47 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian pemberhentian dan penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. (4) Subbagian Mutasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Sulawesi. penyiapan pemberhentian dan pensiun pegawai. Pasal 49 Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Maluku Utara. Pasal 48 Bagian Pemberhentian. Kalimantan. b. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. c. Subagian Pemberhentian dan Pensiun III. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Bagian Pemberhentian. izin perkawinan dan perceraian serta cuti pegawai. penggajian. Nusa Tenggara. Bali. kepangkatan. Banten. penggajian. Kepulauan Bangka Belitung. Maluku. b. dan d. Papua. penegakan disipilin. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Pensiun dan Disiplin Pegawai terdiri atas : a.

koordinasi. pencatatan mutasi kepegawaian. Subbagian Tata Naskah II. c. b. penghimpunan data kepegawaian. penyusunan daftar urut kepegawaian setiap tahun. c. penyusunan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Departemen. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengeluaran keuangan Departemen. i. dan mutasi kepegawaian dalam buku mutasi dan kartu mutasi pegawai yang bersangkutan. pelaksanaan dan pengujian Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) Departemen. Subbagian Penggandaan I. pengelolaan dan koordinasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. pencatatan mutasi kepegawaian. Pasal 53 (1) Subbagian Tata Naskah I mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 54 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen. 12 . penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Departemen golongan IV seluruh Indonesia dan pengelolaan arsip kepegawaian golongan III sampai golongan IV pada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. Subbagian Penggandaan II. (2) Subbagian Tata Naskah II mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. b. f. pengelolaan penggandaan. Subbagian Tata Naskah I. e. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:r a. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Departemen. (3) Subbagian Penggandaan I mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. dan d. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan. Pasal 55 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 54. g. penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. pelaksanaan penyelesaian kerugian negara. pembinaan. b.Pasal 51 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 . pengurusan Kartu Pegawai di lingkungan Unit Pusat serta pengelolaan arsip Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa dari Golongan I sampai dengan Golongan IV. h. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penata usahaan administrasi keuangan Departemen. dan d. Jawa dan Banten. pengelolaan. pengelolaan arsip kepegawaian secara sistematis serta urusan kartu pegawai (KARPEG). d. (4) Subbagian Penggandaan II mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. j. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pencatatan segala pemindahan pegawai. dan k. Pasal 52 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas : a.

D. dan Lampung. Jawa Tengah. Bengkulu. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV. d. Papua dan Irian Jaya Barat. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. b. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Sumatera Selatan. Sumatera Utara. Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur. Yogyakarta. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Departemen. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Administrasi Hukum Umum. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan e. d. c. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Bagian Akuntansi dan Pelaporan.I. (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kepulauan Bangka Belitung. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. penyiapan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Jawa Timur dan Bali.Pasal 56 Biro Keuangan terdiri atas : a. penyiapan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. c. Pasal 59 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas : a. Kepulauan Riau. Pasal 58 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Sumatera Barat. Riau. dan f. Bagian Pelaksanaan Anggaran. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Maluku. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. Banten. c. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. e. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Jambi. b. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. DKI Jakarta. 13 . Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. Pasal 60 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Maluku Utara. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Selatan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran.

Subbagian Tata Usaha Keuangan. dan f. Subbagian Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. Pasal 63 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas : a. c. Sulawesi Barat. c. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Keuangan. Sulawesi Tengah. pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. Gorontalo. Sulawesi Utara. c. Subbagian Kerugian Negara. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. penyiapan bahan penilaian dan penyelesaian kerugian negara. b. Subbagian Tata Usaha Biro. pembinaan perbendaharaan dan pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan perbendaharaan.(4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 64 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengelolaan. penyiapan penyusunan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. monitoring dan pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Departemen dan urusan tata usaha Biro Keuangan. Pasal 66 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. penyiapan pembinaan dan penetapan pengelola keuangan. dan d. Sulawesi Tenggara. biaya secara terpusat dan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak. 14 . (1) (2) (3) (4) Pasal 65 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) mempunyai tugas melaksanakan pengujian Surat Perintah Pembayaran (SPP). Nusa Tenggara Timur. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan pembinaan perbendaharaan. e. b. Subbagian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian dan pemberian pertimbangan serta mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah perbendaharaan dan ganti rugi. pengelolaan urusan tata usaha Biro Keuangan. Pasal 62 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. tata usaha keuangan. dan Nusa Tenggara Barat. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Surat Setoran Bukan Pajak serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. penerbitan Surat Perintah Membayar. b. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d.

Pasal 68 Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Sulawesi Utara. 15 . pelaksanaan monitoring penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. Sulawesi Tenggara. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. DI. pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. b. Riau. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Banten. pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Kalimantan Tengah. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. penyusunan laporan keuangan Departemen serta bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Kalimantan Timur. dan g. Perwakilan Imigrasi Luar Negeri. dan Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tengah. Kalimantan Selatan. dan d. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah. Maluku Utara. Jawa Timur dan Bali serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Pasal 67 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar terdiri atas : a. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Papua dan Irian Jaya Barat serta pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Sumatera Barat. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Surat Setoran Bukan Pajak. Bengkulu. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Kepulauan Riau. Surat Setoran Bukan Pajak. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Maluku. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II. (1) (2) (3) (4) Pasal 69 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi. Sumatera Selatan. Sulawesi Barat. DKI Jakarta. f. Sumatera Utara. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Surat Setoran Bukan Pajak. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. e. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Jambi. dan Lampung serta pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I.d. Gorontalo. Surat Setoran Bukan Pajak. c. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Yogyakarta.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Sumatera Utara. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan. Jambi. Banten. Gorontalo. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. c. Nusa Tenggara Timur. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Kalimantan Selatan. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. DI. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Kalimantan Timur. Kepulauan Riau. Sulawesi Tenggara. dan e. Sulawesi Tengah. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Papua dan Irian Jaya Barat.Pasal 70 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. penyiapan pembinaan dan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan. Sumatera Barat. c. dan Lampung. pengumpulan. Sulawesi Barat. Pasal 74 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan Nusa Tenggara Barat. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV. pengumpulan. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Pasal 71 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas : a. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. penyusunan pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. DKI Jakarta. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. Sulawesi Utara. Sumatera Selatan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Yogyakarta. 16 . Bengkulu. Maluku. dan d. Jawa Timur dan Bali. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. pengumpulan. Jawa Tengah. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. b. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. d. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Maluku Utara. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. pengumpulan. Pasal 72 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Riau. (1) (2) (3) (4) Bagian Keenam Biro Perlengkapan Pasal 73 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perlengkapan di lingkungan Departemen. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Kalimantan Tengah. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. pengumpulan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran.

17 . Pasal 78 Bagian Analisa Kebutuhan terdiri atas : a. pelaksanaan pembelian perlengkapan. Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian Pengadaan. Pasal 81 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. Pasal 76 Bagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan Departemen. Bagian Penghapusan. penelahaan dan penyiapan penilaian harga dan mutu perlengkapan. pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan statistik perlengkapan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perelengkapan. d. Subbagian Penyediaan Data. Subbagian Pembakuan. b. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perlengkapan. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran. dan c. d. Subbagian Tender. Pasal 80 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pengadaan perlengkapan Departemen. penganalisaan kebutuhan dan penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. e. penyediaan data. Pasal 77 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. b. dan c. dan f. Bagian Inventarisasi. Bagian Analisa Kebutuhan menyelenggarakan fungsi : a. penyaluran dan pemeliharaan perlengkapan. c. Subbagian Harga dan Mutu. pelaksanaan pengadaan perlengkapan. Pasal 75 Biro Perlengkapan terdiri atas : a. Subbagian Pembelian. (2) Subbagian Pembakuan mempunyai tugas melakukan penyiapan analisa kebutuhan perlengkapan dan pembakuan perlengkapan. Pasal 82 Bagian Pengadaan terdiri atas : a. dan penyiapan penetapan kebijakan penghapusan. b. e. Bagian Analisa Kebutuhan.b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi : a. b. b. dan c. pelaksanaan penyimpanan. pelaksanaan tender dan penyiapan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. c. Pasal 79 (1) Subbagian Penyediaan Data mempunyai tugas melakukan penyediaan data kebutuhan perlengkapan serta penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. dan c. penganalisaan kebutuhan dan penyusunan pembakuan perlengkapan.

penerimaan. (2) Subbagian Pendataan Inventaris mempunyai tugas melakukan penelaahan. dan c. (2) Subbagian Tender mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tender dan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. Subbagian Pembukuan. dan c. penyiapan bahan pedoman penyusunan pengaturan dan penyimpanan. (3) Subbagian Pembelian mempunyai tugas melakukan pembelian perlengkapan berdasarkan hasil penilaian harga dan mutu perlengkapan yang diperlukan Departemen. b. Subbagian Pemeliharaan. Subbagian Pendataan Inventaris. penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. Pasal 84 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran mempunyai tugas melaksanakan penerimaan. Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan. b. penyusunan statistik dan laporan. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan data inventaris dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. 18 . penyimpanan. dan c. (2) Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan mempunyai tugas melakukan pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. b. Subbagian Statistik dan Laporan. pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. Pasal 86 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran terdiri atas : a. (3) Subbagian Statistik dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik dan laporan. Pasal 88 Bagian Inventarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman. Subbagian Pergudangan dan Penyaluran. Pasal 91 (1) Subbagian Pembukuan mempunyai tugas melakukan penyusunan pembukuan arsip induk inventaris. Pasal 90 Bagian Inventarisasi terdiri atas : a.Pasal 83 (1) Subbagian Harga dan Mutu mempunyai tugas melakukan pengumpulan informasi dan mengikuti perkembangan harga dan mutu sebagian bahan penilaian perlengkapan yang diperlukan. Pasal 87 (1) Subbagian Pergudangan dan Penyaluran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman. b. Pasal 85 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. dan c. pengeluaran serta penyaluran perlengkapan. penelaahan dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. pengeluaran dan penyaluran serta pemeliharaan perlengkapan. Bagian Inventarisasi menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. pengaturan inventarisasi serta penyusunan statistik perlengkapan. penyiapan serta penyusunan rencana penyaluran perlengkapan. penyiapan pembukuan perlengkapan. Pasal 89 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88.

Pasal 98 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. Subbagian Penilaian. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan. dan c. Pasal 93 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Pasal 99 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan serta kerja sama dengan instansi lain. penyiapan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. dan c. dan d. penyiapan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. penelitian dan penilaian serta pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. Bagian Informasi dan Komunikasi. pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri. c. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Lembaga Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan. Bagian Hubungan Luar Negeri. Subbagian Pelaksanaan Penghapusan. Pasal 94 Bagian Penghapusan terdiri atas : a. penyiapan penelaahan dan pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. Bagian Penghapusan menyelenggarakan fungsi : a. b. b. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Perubahan Status Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. Subbagian Perubahan Status Perlengkapan. pelaksanaan hubungan dengan kelembagaan Pemerintah. 19 . pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Penilaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.Pasal 92 Bagian Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman penetapan penghapusan perlengkapan. b. Pasal 97 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Bagian Ketujuh Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri Pasal 96 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri serta pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. (3) Subbagian Pelaksanaan Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. b. dan c.

pendistribusian dan penyebaran bahan hasil penerbitan. serta penerbitan berkala. Bagian Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi : a. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. pengelolaan dan penyajian berita. pemberian penerangan dan penerimaan informasi serta kerja sama dengan organisasi masyarakat. Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. Pasal 108 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. Pasal 101 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan terdiri atas : a. b. pengolahan dan penyajian berita. (2) Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan. penerbitan dan penyebaran kuasa hasil penerbitan. dan c. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan menyelenggaraan fungsi: a. dan b. Pasal 103 Bagian Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan kerja sama dengan Badanbadan Internasional dan antar negara serta penyusunan program evaluasi dan laporan. dan c. Evaluasi. tukar menukar informasi dan pengalaman. dokumentasi dan perpustakaan serta urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Pasal 105 Bagian Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. Bagian Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Penyusunan Program. pelaksanaan hubungan kerja sama di bidang hukum dengan negara-negara lain (Antar Negara/Pemerintah). Subbagian Kerja Sama Antar Negara. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Badan-badan Internasional (Organisasi/Lembaga Internasional). Evaluasi. (2) Subbagian Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melakukan penghimpunan produk hukum dan peraturan perundang-undangan dari negara lain. (3) Subbagian Penyusunan Program.Pasal 100 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Pasal 102 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. dan b. Pasal 104 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. dan Laporan. dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. Pasal 106 (1) Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan penyiapan bahan hubungan kerja sama Badan-badan Internasional dan perwakilan asing yang berada di Indonesia. Subbagian Hubungan Kelembagaan. Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan. pelaksanaan penyusunan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. 20 . b. Pasal 107 Bagian Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian informasi tentang kegiatan Departemen.

Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan konfrensi pers dan wawancara serta bahan informasi untuk penerbitan majalah interen dan eksteren. e. pengurusan pengetikan dan penggandaan. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi : a. b. pengelolaan kearsipan. dan d. c. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Pasal 109 Bagian Informasi dan Komunikasi terdiri atas : a. disusun dan disajikan sebagai berita dan penerbitan berkala kegiatan Departemen. pengelolaan urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Pasal 112 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. dan d. pelaksanaan urusan keamanan dalam. pembinaan dan pelaksanaan tata usaha di lingkungan Departemen. dan e. pelaksanaan urusan rumah tangga dan tata usaha Biro Umum. pelaksanaan pembinaan sikap mental pegawai. dan c. b. Pasal 113 Biro Umum terdiri atas : a. Bagian Pengamanan. Pasal 115 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114. penyiapan urusan surat menyurat. Bagian Tata Usaha Departemen. Bagian Rumah Tangga. c. Kelompok Jabatan Fungsional.b. b. pengumpulan bahan informasi yang berasal dari dalam maupun luar Departemen untuk diolah. d. Bagian Tata Usaha Pimpinan. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. b. Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Bina Sikap Mental. c. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa. Subbagian Tata Usaha Biro. pelaksanaan kegiatan pers dan media massa. Bagian Kedelapan Biro Umum Pasal 111 Biro Umum mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Departemen. Pasal 110 Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita mempunyai tugas melakukan pencarian. c. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan semua bahan dokumentasi serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 114 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melaksanakan dan menyiapkan pembinaan tata usaha dan kearsipan di lingkungan Departemen. d. (1) (2) (3) (4) 21 .

b. pembinaan dan pengelolaan kearsipan. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. c. b. penggandaan dan penjilidan. b. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengurusan pengetikan. Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan protokol meliputi penerimaan tamu. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Arsip. Subbagian Protokol. Subbagian Agenda dan Pengiriman mempunyai tugas melakukan pengagendaan dan pengiriman surat. (1) (2) (3) (4) Pasal 118 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. Bagian Bina Sikap Mental menyelenggarakan fungsi : a. dan d. pelaksanaan urusan protokol. Subbagian Agenda dan Pengiriman.Pasal 116 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri atas : a. dan kesejahteraan pegawai lainnya. b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. c. Subbagian Tata Usaha Menteri. dan d. dan d. Pasal 123 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 . 22 . Pasal 119 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. penyiapan pelaksanan rapat dan acara Pimpinan Departemen. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. c. Pasal 120 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Staf Ahli. (1) (2) (3) (4) Pasal 122 Bagian Bina Sikap Mental mempunyai tugas melaksanakan urusan pembinaan rohani. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan pembinaan rohani dan sosial pegawai. pelaksanaan urusan kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. Pasal 117 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pengurusan pembinaan surat menyurat. dan c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Staf Ahli. Pasal 121 Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. Subbagian Persuratan. kesehatan.

Subbagian Rohani dan Sosial. b. dan d. Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar gaji. Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi. dan c. Subbagian Kesehatan Pegawai. pelaksanaan penerbitan dan pengamanan fisik bangunan dan perlengkapan di lingkungan Departemen. (2) Subbagian Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan kesehatan pegawai. dan c. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengurusan penggunaan kendaraan dinas. pengurusan pengangkutan dan perjalanan dinas. Subbagian Pengamanan Pimpinan. c. pengangkutan pegawai serta administrasi perjalanan dinas. Subbagian Kesejahteraan. air. (1) (2) (3) (4) Pasal 130 Bagian Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan di lingkungan Departemen. Pasal 126 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengurusan penggunaan sarana fisik dan sarana lainnya di Kantor Departemen. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. b. Pasal 128 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Urusan Dalam. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pengaturan dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan c. pelaksanaan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia. telepon. listrik. Subbagian Gaji. Pasal 129 Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pemeliharaan sarana fisik dan sarana lainnya. b.Pasal 124 Bagian Bina Sikap Mental terdiri atas : a. Subbagian Pengamanan Lingkungan. Pasal 131 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. b. Pasal 125 (1) Subbagian Rohani dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan mental dan rohani serta usaha sosial pegawai. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas. c. dan d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Pasal 132 Bagian Pengamanan terdiri atas : a. b. penggunaan rumah dinas/jabatan di lingkungan Departemen dan penyiapan tempat rapat/pertemuan. Bagian Pengamanan menyelenggarakan fungsi : a. 23 . Subbagian Tata Usaha Biro. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai lainnya. pelaksanaan pengamanan fisik pimpinan Departemen. pembuatan daftar gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 127 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126.

(3) Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi mempunyai tugas melakukan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia di lingkungan Departemen. 24 . (2) Subbagian Pengamanan Lingkungan mempunyai tugas melakukan ketertiban di lingkungan Departemen.Pasal 133 (1) Subbagian Pengamanan Pimpinan mempunyai tugas melakukan pengamanan fisik Pimpinan Departemen dan tamu penting.

Bagian Kepegawaian. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. dan f. b. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pedoman. d. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. harmonisasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. publikasi. dan e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 137 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. e. dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan. b.undangan. Direktorat Publikasi. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. norma. d. c.undangan. d. Direktorat Litigasi Perundang. Sekretariat Direktorat Jenderal.undangan. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 134 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan perundang. program dan anggaran.undangan. evaluasi. pengelolaan urusan kepegawaian. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. publikasi. d. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. b. pengelolaan arsip dan dokumentasi. 25 . publikasi. serta Pasal 135 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. harmonisasi. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perancangan. pelaksanaan urusan tata usaha. kriteria dan prosedur di bidang perancangan. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Keuangan. Pasal 138 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. harmonisasi. b. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan administrasi keuangan. penyusunan laporan kegiatan peraturan perundang-undangan. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 136 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. perumusan standar. c. c. Pasal 139 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. litigasi perundangundangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah.

penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 142 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. Informasi dan Laporan. penggajian. program dan anggaran. dan b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 144 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 140 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. program dan anggaran. dan c. penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi. penyiapan pengelolaan. Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyajian data dan informasi. kepangkatan. program dan anggaran. (2) Subbagian Data. Subbagian Data. pengolahan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengelolaan. Pasal 147 (1) Subbagian Umum Kepegawaian dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Mutasi. pengolahan. Informasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. (2) Subbagian Mutasi. evaluasi program. penyiapan penyusunan formasi. Pemberhentian dan Pensiun. Pasal 146 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. b. dan c. pendataan. dan f. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyusunan laporan. Pasal 143 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Tata Usaha. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. b. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 145 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan b. 26 .e. Pasal 141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. pengolahan .

Pasal 151 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan serta urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 149 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan b. dan c. Pasal 152 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 153 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. Pasal 157 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. pengelolaan urusan perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. dan b. penggandaan dan pengiriman. hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. serta pembukuan. dan b. Pasal 156 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan hubungan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 155 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. dan b. pengetikan. pelaksanaan urusan surat menyurat. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran. 27 . pembuatan daftar gaji dan pelaksanaan pembayaran gaji pegawai. Pasal 154 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. urusan dalam dan pengamanan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.Pasal 148 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 150 Bagian Keuangan terdiri atas : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Rumah Tangga. serta pembukuan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. Subbagian Perlengkapan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. serta pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.

c. Pasal 161 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Subdirektorat Metode. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. penggandaan. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 160 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perancangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. Pasal 162 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. pembahasan rancangan undang. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Pasal 163 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha. penyusunan standar. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. dan g. Teknik.undangan.undangan.undang. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perencanaan. e. 28 . teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. norma. b. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengetikan. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi. pembahasan rancangan undang-undang. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. dan pengiriman. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. f. dan e. metode.undangan. pembimbingan teknis di bidang perencanaan. Pasal 159 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. b. c. pembahasan rancangan undang-undang. dan c. pembahasan rancangan undang-undang. hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.Pasal 158 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. d. metode. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. d. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. metode. Subbagian Persuratan. pengevaluasian pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan. b. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang.undangan. metode. pedoman.

Pasal 170 Subdirektorat Metode. penyiapan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program. dan b. Pasal 171 (1) Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. dan bahasa perundang-undangan. Subdirektorat Metode. dan b. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. prosedur. c. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. prosedur di bidang penyusunan rencana dan program. dan d. pedoman. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode. serta penyiapan materi perancangan peraturan perundang-undangan. norma. penyiapan bimbingan teknis peraturan perundang-undangan. Pasal 165 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. norma. prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang perencanaan dan pengevaluasian penyusunan peraturan perundang-undangan. penyusunan standar. Seksi Penyusunan Rencana dan Program. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. penyusunan standar. penyiapan penyusunan standar. Pasal 167 (1) Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 166 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas : a. pedoman. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan evaluasi perancangan peraturan perundang-undangan. norma. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyiapan evaluasi pelaksanaan dan laporan di bidang penyusunan rencana dan program penyusunan peraturan perundang-undangan. pedoman. b. dan d. (2) Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang. kriteria. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program serta pengumpulan dan pengolahan data penyusunan peraturan perundang-undangan. 29 .Pasal 164 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. c. Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang-undangan. prosedur di bidang pengumpulan dan pengolahan bahan pengkajian dan penyusunan usul prakarsa perancangan peraturan perundangundangan. kriteria. b. teknik dan bahasa perundang-undangan. norma. kriteria. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan laporan pelaksanaan program penyusunan peraturan perundang-undangan. Teknik.undangan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengembangan metode. bimbingan teknis dan evaluasi di bidang metode dan teknik. penyiapan penyusunan standar. pedoman. Pasal 169 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan program kegiatan tahunan dan 5 (lima) tahunan. Pasal 168 Subdirektorat Metode. teknik.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan serta penyiapan konsep rancangan peraturan perundang-undangan.

undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. Pasal 173 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. sambutan pemerintah. Pasal 177 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pelaksanaan evaluasi dan laporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. jawaban pemerintah dan sambutan pemerintah mengenai rancangan undang. Pasal 178 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. penyiapan konsep keterangan pemerintah. dan b. Pasal 176 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. e. dan d. Pasal 175 (1) Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan pembahasan rancangan undang-undang untuk disampaikan kepada Presiden dan penyiapan daftar inventarisasi masalah beserta jawabannya untuk dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. pemantauan. perlengkapan dan akomodasi pembahasan. pembimbingan dan pembinaan teknis perancang peraturan perundang-undangan. c. dan penyiapan laporan mengenai jabatan fungsional perancang peraturan perundang-undangan. dan g. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah dan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah rancangan undang. b.Pasal 172 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan penyiapan bahan pembahasan rancangan undang-undang.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang.undangan. d. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan fasilitasi pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. jawaban pemerintah. penyiapan evaluasi dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. kurikulum. dan silabus. 30 . Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. c. pengkoordinasian pendidikan teknis jabatan fungsional perancang peraturan perundang. pengelolaan administrasi pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. jawaban pemerintah.undangan berdasarkan kebijakan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan b.undangan. b. penyiapan konsep keterangan pemerintah. sambutan pemerintah. serta sistem dan metode pendidikan teknis perancang peraturan perundang. penyusunan pedoman. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan konsep keterangan pemerintah. penyiapan data dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang. Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan. penyiapan penilaian dan pengajuan usul pengangkatan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. serta pemantauan dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. pengevaluasian. Pasal 174 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang terdiri atas : a.

undangan.undangan. Seksi Perpustakaan Hukum. penyiapan pengusulan pengangkatan. Pasal 181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. Pasal 182 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan terdiri atas : a. (2) Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pendataan. penyediaan dan penyajian data atau bahan hukum dan peraturan perundang-undangan untuk dipublikasikan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundangundangan. e.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan perancang peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. buku hukum dan peraturan perundang-undangan. koordinasi.Pasal 179 (1) Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang. dan g. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan. dan penyajian bahan hukum. 31 . Pasal 185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184. Pasal 183 (1) Seksi Pengelolaan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penghimpunan. c. buku hukum. b. f. evaluasi dan analisa pelaksanaan kebijakan harmonisasi peraturan perundang-undangan. d. pengharmonisasian. dan b. penghimpunan dan penginventarisasian peraturan perundang-undangan untuk bahan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemantauan perkembangan peraturan perundang-undangan. perumusan dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan. penyediaan. pengharmonisasian. dan peraturan perundang-undangan. b. pembulatan dan pemantapan konsepsi prakarsa Rancangan Undang-Undang. Bagian Kelima Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Pasal 184 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. perumusan. Seksi Pengelolaan Dokumentasi. penginventarisasian. dan penilaian perancang peraturan perundangundangan. dan c. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumentasi dan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 180 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengelolaan dokumentasi dan pengelolaan perpustakaan. (2) Seksi Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian fasilitasi pencarian bahan hukum. pembulatan. dan pemantapan konsepsi/ prakarsa rancangan undang-undang dan rancangan peraturan perundang-undangan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektor. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a.

kejaksaan. luar negeri. pertahanan. keamanan. luar negeri. keamanan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang. luar negeri.dalam negeri. pertanahan. Hukum dan Keamanan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. dan b. penyusunan rancangan peraturan perundang. Seksi Analisa Bidang Politik. kejaksaan dan peradilan. Hukum dan Keamanan. Pasal 187 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan. peradilan. Pasal 188 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. Pasal 191 (1) Seksi Analisa Bidang Politik. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Hukum dan Keamanan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pertahanan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang dalam negeri. lembaga keuangan bukan bank. Riset dan Teknologi. kejaksaan. luar negeri. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. dalam negeri. Hukum dan Keamanan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. hukum dan hak asasi manusia. pembulatan dan pemantapan konsepsi / prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik.dalam negeri. Pasal 190 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Pasal 192 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. Perdagangan. luar negeri. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat. kejaksaan. luar negeri. Seksi Analisa Bidang Politik. keamanan. Hukum dan Keamanan terdiri atas : a. pertanahan. b. dan badan usaha milik negara.undangan di bidang politik. e. 32 . pertahanan. pertanahan. keamanan. peradilan. Hukum dan Keamanan menyelenggarakan fungsi : a. c. b. keamanan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan. hukum dan hak asasi manusia. hukum dan hak asasi manusia. c. hukum dan hak asasi manusia. dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. (2) Seksi Analisa Bidang Politik. perbankan. dan f. pertahanan. pertanahan. Kelompok Jabatan Fungsional. investasi. keamanan. Subbagian Tata Usaha. kejaksaan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang politik.Pasal 186 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a.dalam negeri. Hukum dan Keamanan I. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang. komunikasi dan informasi. hukum dan hak asasi manusia.undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang politik. pertahanan. pertanahan. peradilan. peradilan. pertanahan. peradilan. pembulatan. pertahanan. kejaksaan. penganalisaan. dan d. serta hukum dan hak asasi manusia. d. Pasal 189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188.undangan di bidang politik. Hukum dan Keamanan II. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. pengharmonisasian. dalam negeri.

pengharmonisasian. kelautan.Pasal 193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. peternakan. pekerjaan umum. kelautan. pertanian. koperasi. tata ruang. peternakan. perbankan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. usaha kecil dan menengah. usaha kecil dan menengah. tata ruang. pertanian. perikanan. dan perhubungan. lembaga keuangan bukan bank. pekerjaan umum. usaha kecil dan menengah. lembaga keuangan bukan bank. ketenagakerjaan. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. peternakan. investasi. investasi dan badan usaha milik negara. kelautan. pembangunan kawasan tertinggal. dan perhubungan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. perkebunan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. lembaga keuangan bukan bank. pengharmonisasian. riset dan teknologi. b. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. perkebunan. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. riset dan teknologi. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang lembaga keuangan bukan bank. kelautan. komunikasi. Perdagangan. ketenagakerjaan. perdagangan. perkebunan. koperasi. pertanian. komunikasi. peternakan. ketenagakerjaan. c. pembangunan kawasan tertinggal. dan badan usaha milik negara. lembaga keuangan bukan bank. perkebunan. dan pembangunan kawasan tertinggal. pekerjaan umum. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang keuangan dan perbankan. komunikasi. dan badan usaha milik negara. ketenagakerjaan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. riset dan teknologi. pekerjaan umum. usaha kecil dan menengah. transmigrasi. tata ruang. pembangunan kawasan tertinggal. Pasal 195 (1) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. transmigrasi. energi sumber daya mineral. kelautan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. koperasi. transmigrasi. energi sumber daya mineral. perikanan. energi sumber daya mineral. Perdagangan.undangan di bidang industri. riset dan teknologi. pertanian. komunikasi. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. Riset dan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I. ketenagakerjaan. perdagangan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang industri. b. transmigrasi.undangan di bidang industri. dan perhubungan. perikanan. dan badan usaha milik negara. perdagangan. pembangunan kawasan tertinggal. investasi. tata ruang. investasi. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan menyelenggarakan fungsi : a. dan badan usaha milik negara. dan perhubungan. Riset dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. usaha kecil dan menengah. koperasi. riset dan teknologi. penganalisaan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. perdagangan. perbankan. peternakan. Pasal 196 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. perbankan. tata ruang. perkebunan. investasi. Pasal 197 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. 33 . perikanan. perikanan. pertanian. komunikasi. transmigrasi. penyusunan rancangan peraturan perundang. dan b. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II. perdagangan. penganalisaan. pekerjaan umum. perbankan. dan d. dan d. (2) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. dan perhubungan. energi sumber daya mineral. energi sumber daya mineral. Pasal 194 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan terdiri atas : a. koperasi. c.

budaya. sosial. lingkungan hidup. perumahan rakyat. Pasal 199 (1) Seksi Analisa Bidang Industri. (2) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pemberdayaan perempuan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang industri. budaya. Perdagangan. Perdagangan. dan b. Perdagangan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pendidikan. dan b. aparatur negara. sosial. aparatur negara. budaya. kesehatan. perhubungan. pariwisata. transmigrasi. Seksi Analisa Bidang Industri. pemuda dan olah raga. budaya. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. aparatur negara. sosial. Pasal 200 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. peternakan. pariwisata. pemberdayaan perempuan. riset dan teknologi. kesehatan. perumahan rakyat. pemuda dan olah raga. Pasal 202 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri atas : a. koperasi. sosial. budaya. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang perdagangan. Perdagangan. Riset dan Teklonogi terdiri atas : a. pemuda dan olah raga. perumahan rakyat. perumahan rakyat. aparatur negara. pendidikan. ketenagakerjaan. budaya. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. c. pekerja umum. pendidikan. (2) Seksi Analisa Bidang Industri. lingkungan hidup. usaha kecil dan menengah. pendidikan. perikanan. pemberdayaan perempuan. kesehatan. lingkungan hidup. energi sumber daya mineral. Riset dan Teknologi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. komunikasi. Pasal 201 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. perumahan rakyat. dan pemberdayaan perempuan. pendidikan. pariwisata. kesehatan. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. pertanian. sosial. kelautan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pendidikan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. kesehatan. Riset dan Teknologi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pengharmonisasian. dan pembangunan kawasan tertinggal. pariwisata. Perdagangan.undangan di bidang agama. dan d. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pariwisata. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang agama. Seksi Analisa Bidang Industri. perkebunan. lingkungan hidup. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang kesehatan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. pariwisata. aparatur negara. penganalisaan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. lingkungan hidup. pemuda dan olah raga. Pasal 203 (1) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. lingkungan hidup. tata ruang dan pembangunan kawasan tertinggal. Riset dan Teknologi II. 34 . pemberdayaan perempuan. Riset dan Teknologi I. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama.Pasal 198 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. sosial. perumahan rakyat. pemberdayaan perempuan. aparatur negara. b. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I.

Pasal 206 Direktorat Publikasi. perumusan dan pembahasan dokumen perjanjian kerja sama dan publikasi peraturan perundangundangan dengan pihak luar negeri.undangan. Pasal 207 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. pendokumentasian.undangan. percetakan dan penerbitan peraturan perundang-undangan dan dokumen-dokumen hukum. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan. Pasal 205 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. penyelenggaraan sistem informasi peraturan perundang. dan f. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan. d.Bagian Keenam Direktorat Publikasi. 35 . penyusunan. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan publikasi. penggandaan. pengundangan.undangan baik di tingkat nasional maupun internasional dengan instansi terkait. Direktorat Publikasi. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. h. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan kepada instansi terkait dan masyarakat. pendistribusian. dan pendistribusian peraturan perundang-undangan. d. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang publikasi. pelaksanaan administrasi. Subdirektorat Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. c. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 204 Direktorat Publikasi. pelaksanaan administrasi kerja sama pengembangan tenaga perancang peraturan perundangundangan dan tenaga lain yang terkait. c. b. g. c. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan dan penerjemahan bahan hukum untuk mendukung kegiatan perancangan dan bahan pertimbangan peraturan perundang-undangan. d. koordinasi program kerja sama dan publikasi peraturan perundang-undangan dengan negara berkembang dan negara maju. penginvetarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan digandakan. b. bersama instansi terkait. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Pasal 209 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. pengkoordinasian penyelenggaraan kerja sama dan publikasi peraturan perundang. Subdirektorat Kerja Sama. distribusi dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. f. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 208 Subdirektorat Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. Subdirektorat Publikasi. dan i. e. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan laporan pemanfaatan kerja sama dan publikasi bahan peraturan perundang-undangan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan.

b. 36 . dan f. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 210 Subdirektorat Publikasi terdiri atas : a. Pasal 213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. Pasal 211 (1) Seksi Penerbitan mempunyai tugas melakukan kegiatan penerbitan dan penerjemahan bahan pendukung perancangan dan termasuk peraturan perundang-undangannya. penyiapan. instansi pemerintah maupun non pemerintah serta pengevaluasian dan penyiapan laporan pelaksanaan kegiatan. pengelolaan administrasi lembaran negara. Pasal 217 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan serta publikasi bahan pendukung perancangan peraturan perundang-undangan. pendokumentasian dan pengelolaan berkas peraturan perundangundangan.undangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi pengundangan. Pasal 215 Seksi Perencanaan dan Penyelenggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan perencanaan program dan penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan dengan pihak luar negeri. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kerja sama.undangan. c. Seksi Penerbitan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengundangan peraturan perundangundangan. pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang. berita negara dan tambahan berita negara. Subdirektorat Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. pendistribusian dan penyebarluasan bahan pendukung peraturan perundang-undangan kepada pihak yang relevan. Pasal 216 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang. dan d. b. dan b. tambahan lembaran negara. Seksi Distribusi dan Penyebarluasan. Pasal 214 Subdirektorat Kerja Sama membawahi Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan. c. penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan diundangkan. penyusunan pedoman kerja sama dan petunjuk pelaksanaan kerja sama di bidang peraturan perundang. penyusunan rencana kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan.undangan. Pasal 212 Subdirektorat Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengembangan program kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan baik tingkat nasional maupun internasional serta evaluasi dan laporan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan publikasi. (2) Seksi Distribusi dan Penyebarluasan mempunyai tugas melakukan pendistribusian. dan d.e.

Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 225 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan sistem informasi peraturan perundangundangan. Prasarana. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang litigasi perundangundangan. pengundangan peraturan perundang. berita negara dan tambahan berita negara. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang. Seksi Sarana. b. Seksi Aplikasi. Seksi Administrasi Pengundangan.undangan mempunyai tugas melaksanakan sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.Pasal 218 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Prasarana. Pasal 221 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. Pasal 219 (1) Seksi Administrasi Pengundangan mempunyai tugas melakukan penyiapan. Pasal 220 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang. Seksi Dokumentasi.undangan. dan b. Pasal 223 (1) Seksi Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisa. c. sarana dan prasarana sistem informasi peraturan perundang-undangan. Pasal 222 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. perumusan pedoman dan petunjuk pelaksanaan dalam penyusunan atau pembuatan keterangan pemerintah permohonan pengujian undang-undang. perencanaan. dan Implementasi. pengelolaan sistem. pengelolaan data dan implementasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. (2) Seksi Sarana. serta implementasi sistem informasi peraturan perundang-undangan. b. Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan Pasal 224 Direktorat Litigasi Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang litigasi perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan.undangan yang akan diundangkan. dan b. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang-undangan serta penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas. 37 .undangan dan pengelolaan administrasi lembaran negara. jaringan dan perangkat keras sistem dan pengolahan data. dan d. tambahan lembaran negara. dan Implementasi mempunyai tugas melakukan persiapan. pengelolaan. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang. Direktorat Litigasi Perundangundangan menyelenggarakan fungsi : a.

risalah persidangan dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. penelaahan. pengumpulan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. penyiapan dan pengkordinasian dalam rangka pendampingan persidangan atas setiap pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 228 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama dan koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. g. e. Pasal 226 Direktorat Litigasi Perundang-undangan. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas pengujian suatu undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dengan departemen/lembaga pemerintah non departemen terkait. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah dan pendampingan atas pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. c. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemeritah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang.undang terhadap undang undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. sinkronisasi dan pemantapan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. dan e. Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan. jadual persidangan.c. Pasal 229 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. dan d. Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah. f. dan h. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 serta pendampingan persidangan di Mahkamah Konstitusi. dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan. pelaksanaan pendampingan atas setiap pengujian undang-undangterhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pencarian. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis. pengkajian dan analisis putusan atas permohonan pengujian undang. pemantauan. Pasal 231 (1) Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan. (2) Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan mempunyai tugas melakukan koordinasi dan monitoring persidangan. persiapan dan penyampaian kelengkapan persidangan serta menerima release. penyusunan. c. penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undangundang dasar negara republik indonesia tahun 1945. d. penyusunan. dan b. perencanaan. b. b. Pasal 227 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. terdiri atas : a. d. pengkoordinasian. Subbagian Tata Usaha. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. 38 . Pasal 230 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan terdiri atas : a. pemantauan.

penyusunan perencanaan. (2) Seksi Analisis. penyiapan. monitoring dan penyusunan laporan direktorat litigasi serta pendokumentasian bahan/data dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang fasilitasi bahan dan analisis atas pelaksanaan pengujian undang. evaluasi. Pasal 235 (1) Seksi Penyiapan Bahan dan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Laporan dan Dokumentasi. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi antar lembaga penyelenggara negara.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pengolahan dan pendokumentasian bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang. c. Seksi Penyiapan Bahan dan Data. pemantauan . Laporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan analisis putusan atas permohonan pengujian undang-undang. c. Pasal 237 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236.undang dasar negara republik indonesia tahun serta melaksanakan analisis dan pendokumentasian bahan dan putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. b. dan d.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 234 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis terdiri atas : a. pemantauan.undang terhadap undang. penganalisaan atas bahan dan putusan atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. dan e. Pasal 236 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan dan pengembangan program kerja sama antar lembaga serta koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. b. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan bahan keterangan pemerintah dan pendokumentasian data dalam rangka pelaksanaan pengujian undang. d.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan b. 39 . evaluasi dan penyiapan dan penyusunan laporan di bidang litigasi perundangundangan. Seksi Analisis. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi dengan masyarakat. Pasal 238 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga membawahi Seksi Kerja sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat. penyusunan perencanaan. Pasal 233 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja sama dalam rangka pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.Pasal 232 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang.

pelaksanaan pembinaan teknik perancangan peraturan daerah. penyusunan. c. d. dan b. f. pengumpulan. pengumpulan dan penyusunan secara peraturan daerah. b. analisa. Kabupaten/Kota. penyajian dan pengolahan data peraturan daerah. Pasal 245 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. g. d.Pasal 239 Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama antar lembaga penyelenggara negara dan masyarakat. penyiapan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. dan c. Seksi Pengumpulan Data. dan f. dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. pemantauan. b. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 243 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. e. Pasal 246 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. penyediaan sarana mediasi dan konsultasi dalam perancangan peraturan daerah. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 242 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah terdiri atas : a. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah.undangan. Bagian Kedelapan Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah Pasal 240 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi. penyajian dan penyaluran informasi. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. Pasal 244 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data peraturan daerah. pengolahan. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan. Seksi Pengolahan Data. Pasal 241 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. penyiapan dan pengolahan data serta penyajian dan penyaluran informasi peraturan daerah. 40 . b. e. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Tata Usaha. dan h. penelaahan dan perumusan serta pelaporan kegiatan direktorat. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a.

dan pelaporan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. sarana mediasi dan konsultasi penyusunan dan perancangan peraturan daerah. koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait serta evaluasi dan penyusunan laporan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan analisa dan evaluasi peraturan daerah. Pasal 254 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah membawahi Seksi Bimbingan dan Latihan. Kabupaten/Kota. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan latihan. Pasal 251 (1) Seksi Perencanaan dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyusunan jadual dan pelaksanaan bimbingan dan latihan. Pasal 252 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pemberian pembinaan teknik kepada tenaga perancang peraturan perundang-undangan dalam penyusunan dan perancangan peraturan daerah baik di Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. dan b. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 249 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Kabupaten/Kota serta penyajian dan penyaluran informasi. Pasal 256 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas penyiapan. Pasal 253 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. Pasal 250 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan terdiri atas : a. Seksi Perencanaan dan Program. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi perancangan peraturan daerah. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dalam rangka pelaksanaan atas bimbingan dan latihan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia maupun instansi terkait lainnya. Pasal 255 Seksi Bimbingan dan Latihan mempunyai tugas melakukan persiapan bimbingan dan latihan. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas bimbingan dan latihan.Pasal 247 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. c. dan b. Pasal 248 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. pengevaluasian dan penyusunan laporan hasil kegiatan bimbingan dan latihan. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. b. 41 . Seksi Evaluasi dan Pelaporan. dan d. Kabupaten/Kota. penyusunan. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait serta penyusunan evaluasi dan laporan. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas mediasi dan konsultasi perancangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan c. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan.Pasal 257 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. b. pengevaluasian dan penyusunan laporan atas kegiatan mediasi dan konsultasi. penelaahan. pelaksanaan mediasi dan konsultasi terhadap pihak yang memerlukan. Pasal 259 Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan mediasi dan konsultasi. Pasal 258 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi membawahi Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi. 42 .

penyusunan laporan kegiatan administrasi hukum umum. b. b. pengelolaan arsip dan dokumentasi. norma. e. Sekretariat Direktorat Jenderal. pidana. c. dan f. pidana. Direktorat Hukum Internasional. e. kriteria dan prosedur di bidang perdata. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perdata. d.BAB V DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 260 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. d. Pasal 261 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. Bagian Tata Usaha. c. pedoman. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 263 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pelaksanaan urusan tata usaha. d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. b. c. dan f. perumusan standar. Direktorat Perdata. b. Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI Pasal 262 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdiri atas : a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 265 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Direktorat Daktiloskopi. Direktorat Tata Negara. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Keuangan. 43 . pengelolaan urusan administrasi keuangan. c. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Direktorat Pidana. tata negara dan hukum internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tata negara dan hukum internasional. Bagian Kepegawaian. program dan anggaran. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan kebijakan di bidang perdata. evaluasi. Pasal 264 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263. tata negara dan hukum internasional. dan e. pidana.

b. b. b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 271 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pengolahan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 273 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. program dan anggaran. Subbagian Umum Kepegawaian. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. program dan anggaran. pemindahan dan mutasi kepegawaian 44 . c. Pasal 269 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyajian data dan informasi. hubungan masyarakat. Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. c. (2) Subbagian Mutasi dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penyiapan penyusunan formasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pendataan dan pengembangan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. protokol. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.Pasal 266 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. (1) (2) (3) (4) Pasal 270 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 267 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. dan d. penyiapan pengelolaan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. evaluasi. pengolahan . Subbagian Hubungan Masyarakat. pengurusan Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyajian data dan informasi. pengolahan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 268 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. dan c. b. dan d. penyajian data dan informasi. Pasal 272 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. kepangkatan penggajian.

b. perhitungan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 280 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. angkutan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengelolaan urusan rumah tangga. dan c. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 275 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. dan c. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. dan pembayaran gaji pegawai. b. pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perjalanan Dinas. dan c. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 281 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 279 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. 45 . Subbagian Perlengkapan. pembuatan daftar gaji. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan pembukuan. Pasal 277 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 276 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 282 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. b. Pasal 274 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . Pasal 278 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.

Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Pasal 287 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. d. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penataan. pembinaan. Subdirektorat Notariat. b. pendapat hukum. Pasal 285 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan pendokumentasian badan hukum. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia. Pasal 284 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. legalisasi dan penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum. penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. e. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Perdata menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. c. e. persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. c. penyiapan urusan surat menyurat. bimbingan dan pedoman teknis serta pelayanan di bidang hukum perdata. Subdirektorat Hukum Perdata Umum. penggandaan. dan f. dan g. pemberian pertimbangan. d. pengarsipan. b. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. b. dan pengiriman. pemberian pertimbangan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. f. Subdirektorat Badan Hukum. dan d. pengurusan pengagendaan dan pengiriman. Pasal 288 Direktorat Perdata terdiri atas : a. (1) (2) (3) (4) 46 . c. pemantauan dan evaluasi notaris. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Persuratan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi.Pasal 283 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. c. pengelolaan arsip dan dokumentasi. dan d. Bagian Keempat Direktorat Perdata Pasal 286 Direktorat Perdata mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum perdata sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subdirektorat Harta Peninggalan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan. pemberian pertimbangan.

pelaksanaan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah. pemberian legalisasi. dan d. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan penelitian akta pendirian. penyiapan penyelesaian persetujuan perubahan nama. Seksi Perubahan Nama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan persetujuan perubahan nama orang. dan dokumentasi. Pasal 293 Seksi Pendapat Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. usaha umum. swasta atau perorangan. Seksi Legalisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah pada dokumen yang akan dipergunakan di luar negeri atau dokumen dari luar negeri yang akan dipergunakan di Indonesia. pemberian persetujuan. pengelolaan arsip. usaha khusus dan badan hukum sosial. Seksi Arsip dan Dokumentasi. dan d. pemberian bimbingan. Pasal 291 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. Subdirektorat Hukum Perdata Umum menyelenggarakan fungsi : a. 47 . pengecekan. penyelesaian permohonan pengesahan. pertimbangan dan penyelesaian urusan hukum perdata umum serta penyiapan pendapat hukum (legal opinion) baik yang diminta oleh lembaga resmi pemerintah. pemberian bimbingan dan pertimbangan masalah di bidang hukum perdata serta penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum termasuk pemberian pendapat hukum (legal opinion). perseroan terbuka dan badan hukum sosial. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. b. c. Pasal 290 Subdirektorat Hukum Perdata Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan di bidang hukum perdata. Subdirektorat Badan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. dan penyelesaian masalah di bidang hukum perorangan. Seksi Perubahan Nama. b. permohonan persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan tertutup. pengelolaan arsip dan pengurusan dokumentasi. Pasal 295 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. Seksi Legalisasi. b. (1) (2) (3) (4) Pasal 294 Subdirektorat Badan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pengurusan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. Pasal 292 Subdirektorat Hukum Perdata Umum terdiri atas : a.Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. Seksi Pendapat Hukum. pengarsipan. pemberian pendapat hukum (legal opinion). c. pengelolaan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perseroan tertutup. penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. dan pengelolaan pengurusan dokumentasi.

sertifikat perubahan jaminan fidusia dan surat keterangan pencoretan jaminan fidusia. dan c. pengelolaan arsip dan dokumen. pengecekan. pencatatan dan penyerahan pengganti sertifikat jaminan fidusia. d. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan pencoretan jaminan fidusia. pengecekan. Pasal 299 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. penyelesaian permohonan pengesahan. pemeriksaan kelengkapan dokumen dan memberikan tanda penerimaan sesuai dengan waktu yang sebenarnya. Seksi Badan Hukum Sosial. c. Pasal 300 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia terdiri atas : a. pencatatan dan pendistribusian dokumen fidusia serta membuat data base jaminan fidusia secara nasional. c.Pasal 296 Subdirektorat Badan Hukum terdiri atas : a. meliputi pengolahan. (3) Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. lembaga keuangan dan perseroan dengan fasilitas penanaman modal. Pasal 302 Subdirektorat Harta Peninggalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penerbitan. mengeluarkan pengganti sertifikat jaminan fidusia. Seksi Evaluasi dan Laporan. pencatatan dan pendaftaran fidusia. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. pencatatan. pengevaluasian atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia. Seksi Perseroan Terbuka. b. pengelolaan arsip dan dokumen. permohonan persetujuan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan publik. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan. pemberian nomor registrasi. Seksi Perseroan Tertutup. pendaftaran. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. pelaksanaan evaluasi terhadap pendaftaran jaminan fidusia atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. (1) (2) (3) (4) Pasal 298 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan urusan pengesahan. Seksi Badan Hukum Sosial mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar badan hukum sosial. dan e. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pendaftaran fidusia. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pemberian surat keterangan wasiat. Seksi Arsip dan Dokumentasi. dan pendistribusian berkas permohonan. pelaksanaan penerimaan. Pasal 297 Seksi Perseroan Tertutup mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan usaha umum dan khusus. pengelolaan arsip dan dokumen. Seksi Perseroan Terbuka mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian. 48 . Subdirektorat Pendaftaran Fidusia menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia dan melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. b. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan dan penanganan daftar wasiat. penyerahan sertifikat jaminan fidusia. dan d. Seksi Arsip dan Dokumentasi. Seksi Penerimaan dan Pemrosesan. Pasal 301 (1) Seksi Penerimaan dan Pemrosesan mempunyai tugas melakukan penyiapan akta. b.

dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas. Pasal 305 (1) Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan petunjuk teknis. Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan. pemantauan. Seksi Dokumentasi. pengawasan. pembinaan teknis. penyusunan formasi penelitian dan pendaftaran laporan Notaris. pengelolaan dokumentasi Notariat. 49 . Seksi Dokumentasi Notariat. b. b. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan. pemberhentian. telaahan. dan c. evaluasi temuan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Pengawasan Notaris. Pasal 307 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta penerbitan Surat Tanda Terdaftar sebagai kurator dan pengurus. Subdirektorat Harta Peninggalan menyelenggarakan fungsi : a. pengangkatan. Seksi Daftar Wasiat. Pasal 308 Subdirektorat Notariat terdiri atas : a. dan c. penghimpunan. dan c. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta menerima pendaftaran dan penyiapan penerbitan Surat Tanda Terdaftar Kurator dan Pengurus. penyiapan rancangan kebijakan. penunjukan pejabat penampung protokol. (3) Seksi Dokumentasi Notariat mempunyai tugas melakukan pengolahan. (2) Seksi Daftar Wasiat mempunyai tugas melakukan penyusunan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris. (2) Seksi Pengawasan Notaris mempunyai tugas melakukan pengawasan rutin atas Notaris. dan evaluasi notaris. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengolahan arsip dan dokumentasi. Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris. penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. (3) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi daftar wasiat dan dokumen-dokumen harta peninggalan. penataan. evaluasi. pemberhentian. pelaksanaan pengolahan. mengolah dan menindaklanjuti laporan dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta membuat laporan hasil pengawasan. pembinaan teknis. pengecekan. b. b. penyusunan dan pembuatan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris dan penelitian data formal daftar wasiat serta pemberian surat keterangan wasiat. penyajian dan penyimpanan data perkembangan notaris. pemberian cuti notaris. penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan masyarakat tentang perilaku notaris.Pasal 303 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. Pasal 306 Subdirektorat Notariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 304 Subdirektorat Harta Peninggalan terdiri atas : a. pengangkatan. pemindahan. penataan. Subdirektorat Notariat menyelenggarakan fungsi : a. dan c. penyiapan bahan. dan dokumentasi Notariat. pembinaan teknis. mengevaluasi. pemantauan. pengawasan. Pasal 309 (1) Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. meneliti data formal daftar wasiat dan penyiapan bahan penyelesaian permohonan surat keterangan wasiat. menerima.

pemberian pertimbangan mengenai masalah hukum pidana. bimbingan. Pasal 314 Subdirektorat Pidana Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan di bidang hukum pidana umum. Pasal 316 Subdirektorat Pidana Umum terdiri atas : a. b. 50 . dan d. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan urusan dokumentasi hukum pidana dan pengolahan serta menyajikan data perkembangan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. pelaksanaan urusan ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. Pasal 312 Direktorat Pidana terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subbagian Tata Usaha. Pasal 315 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang hukum pidana. analisa dan pertimbangan di bidang hukum pidana. dan b. d. Subdirektorat Pidana Umum menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pidana Umum. Seksi Pemantauan dan Evaluasi. dan c.Bagian Kelima Direktorat Pidana Pasal 310 Direktorat Pidana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum pidana berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Seksi Analisa Hukum Pidana. pertimbangan masalah hukum pidana. pemantauan dan evaluasi serta pengurusan dokumentasi. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. Pasal 317 (1) Seksi Analisa Hukum Pidana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik. pelaksanaan urusan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. b. c. dan e. pemberian bimbingan dan pelaksanaan teknis di bidang hukum pidana. Direktorat Pidana menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan hukum pidana dan pengelolaan dokumentasi serta data perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. pembinaan. b. c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi hukum pidana. Pasal 311 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310.

evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik.Pasal 318 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Bagian Keenam Direktorat Tata Negara Pasal 326 Direktorat Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang tata negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. rancangan perjanjian. Pasal 323 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 322. pengolahan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstadisi. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan b. Pasal 322 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pengangkatan. dan b. 51 . penataan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. dan b. rancangan perjanjian. pembimbingan. pemberian pertimbangan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi. pengangkatan. pemutasian. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan. Pasal 320 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik terdiri atas : a. rancangan perjanjian. Pasal 324 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas : a. pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 325 (1) Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan. dan b. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pembinaan. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. pengangkatan. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. rancangan perjanjian. bimbingan. penyajian data dan pembuatan laporan perkembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. rancangan perjanjian. pemantauan. dan pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 321 (1) Seksi Ekstradisi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Seksi Ekstradisi. pemberian pertimbangan. Pasal 319 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. pemberian pertimbangan. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyimpanan. Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik. Seksi Dokumentasi. pemantauan. pemantauan. pemberian pertimbangan. pemberhentian. penyiapan rancangan kebijakan teknis. (2) Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis.

pemberian bimbingan. Direktorat Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Dokumentasi. (3) Seksi Pendaftaran Partai Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pelaksanaan pendaftaran partai politik serta urusan dokumentasi pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. urusan dokumentasi hukum tata negara. Pasal 328 Direktorat Tata Negara terdiri atas : a. pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. Subdirektorat Pewarganegaraan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. dan d. analisa dan pemberian pertimbangan pendapat hukum serta penyelesaian masalah hukum tata negara. pertimbangan. penyelesaian permohonan pewarganegaraan dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. penyelesaian proses kewarganegaraan. Pasal 334 Subdirektorat Pewarganegaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pendapat hukum. Pasal 330 Subdirektorat Hukum Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. b. Seksi Analisa dan Pertimbangan. Subdirektorat Hukum Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 331 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. b. Pasal 332 Subdirektorat Hukum Tata Negara terdiri atas : a. pemberian bimbingan. dan penyelenggaraan pendaftaran partai politik. Pasal 335 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. Subdirektorat Hukum Tata Negara. dan penyelesaian masalah di bidang hukum tata negara. b. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pengelolaan dokumentasi di bidang tata negara. Pasal 333 (1) Seksi Analisa dan Pertimbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. b. c.Pasal 327 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. dan c. Subdirektorat Pewarganegaraan. dan pengumuman nama di bidang pewarganegaraan. dan d. pertimbangan dan pendapat hukum tata negara serta pendaftaran partai politik. penyiapan pelaksanaan pedaftaran partai politik. c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kewarganegaraan. penelitian. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. pengujian dan pemantauan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. pemeriksaan. pendapat hukum. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan. pertimbangan. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. 52 . Pasal 329 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. Seksi Pendaftaran Partai Politik.

penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang Kewarganegaraan Republik Indonesia. dan b. (3) Seksi Pengujian dan Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengujian Formulir Dwi Kewarganegaraan dan bukti-bukti kewarganegaraan lainya serta pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. analisa dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Formulir ex Dwi Kewarganegaraan RI-RRC. Pasal 340 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia terdiri atas : a. b. Seksi Pengujian dan Pemantauan. Pasal 338 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis penilaian pemeriksaan. pemeriksaan. analisa dan penyelesaian masalah kewarganegaraan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan bukti kewarganegaraan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan c. analisa dan proses permohonan pewarganegaraan dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. Seksi Penyelesaian. (2) Seksi Penyelesaian mempunyai tugas melakukan penyelesaian dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan pewarganegaraan.b. (2) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. dan c. Pasal 336 Subdirektorat Pewarganegaraan terdiri atas : a. Pasal 341 (1) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. b. Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional Pasal 342 Direktorat Hukum Internasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum internasional berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. penilaian dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. penyusunan dan pemeliharaan daftar pengujian data perkembangan dan pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Seksi Analisa Pewarganegaraan. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi : a. pengumuman nama orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan kewarganegaraan. dan c. Pasal 339 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. Pasal 337 (1) Seksi Analisa Pewarganegaraan mempunyai tugas melakukan analisa dan proses permohonan pewarganegaraan (Naturalisasi) dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. 53 . Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum. pengujian dan pemantauan di bidang bukti kewarganegaraan republik indonesia. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus.

pemberian bimbingan dan pertimbangan. Seksi Hukum Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. b. dan masalah internasional. pemberian bimbingan. Subdirektorat Hukum Internasional Umum. dan hukum angkasa. penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundang-undangan di bidang hukum humaniter. Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi hukum internasional. pertimbangan petunjuk pelaksanaan. pemantauan. e. Pasal 347 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. Subbagian Tata Usaha. tanggapan dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional. Seksi Hukum Humaniter. evaluasi. pemberian bimbingan. Pasal 349 Seksi Hukum Humaniter mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. tanggapan. pengembangan di bidang hukum internasional. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional. penyelesaian masalah. dan penyelesaian masalah hukum internasional umum. sosialisasi perjanjian. dan d. b. d. dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional umum. Pasal 345 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. Pasal 344 Direktorat Hukum Internasional terdiri atas : a. pemberian bimbingan. c. sosialisasi perjanjian dan masalah internasional. pemberian petunjuk pelaksanaan hukum internasional umum. Pasal 346 Subdirektorat Hukum Internasional Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pendapat hukum. inventarisasi. pemberian pertimbangan. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara. pertimbangan dan tanggapan. Pasal 348 Subdirektorat Hukum Internasional Umum terdiri atas : a. inventarisasi dan pengolahan serta penyajian data perkembangannya. pendapat hukum. dan f. c. Direktorat Hukum Internasional menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional. pemberian bimbingan. pendapat hukum. pemberian bimbingan dan pertimbangan. b. pertimbangan. tanggapan. c. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional umum. hukum laut. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis.Pasal 343 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Seksi Dokumentasi. dan d. hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. penyelesaian masalah pencemaran dan pelestarian lingkungan serta inventarisasi dan sosialisasi. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional. inventarisasi. Seksi Hukum Lingkungan. Subdirektorat Hukum Internasional Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. (1) (2) (3) (4) 54 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. pelayanan yang meliputi pemberian informasi di bidang hukum internasional. sosialisasi. pembinaan. penyelesaian masalah serta penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundangundangan di bidang hukum pidana internasional.

sosialisasi serta penyelesaian masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis. 55 . pemberian bimbingan. pemberian bimbingan. pemantauan. dan kelembagaan internasional. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum udara. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Seksi Hukum Udara. regional dan bilateral. pemantauan dan evaluasi. evaluasi di bidang hukum ekonomi.Pasal 350 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut dan hukum udara. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut multilateral. pemantauan dan evaluasi. pertimbangan dan pendapat hukum di bidang hukum laut dan hukum udara. pemberian bimbingan. pertimbangan. sosialisasi. penyelesaian masalah. dan b. mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan regional dan multilateral. pemberian bimbingan. regional dan bilateral. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan dan tanggapan masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. Seksi Hukum Laut. dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pemberian bimbingan dan pertimbangan. (2) Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan b. Pasal 354 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. (2) Seksi Hukum Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 355 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. dan c. Pasal 353 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. legal opinion. pertimbangan di bidang hukum mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. penyebarluasan penyelesaian masalah mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan bilateral. Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral. Pasal 352 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional terdiri atas : a. Pasal 357 (1) Seksi Hukum Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan dan pertimbangan kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral. tanggapan. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. b. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Pasal 356 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara terdiri atas : a. Pasal 351 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. tanggapan. pemantauan dan evaluasi. tanggapan. regional dan bilateral dan pendapat hukum. dan c. pemantauan dan evaluasi. pertimbangan. b. pertimbangan.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. Seksi Perumusan. (2) Seksi Identifikasi mempunyai tugas melakukan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. dan d. dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang.Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi Pasal 358 Direktorat Daktiloskopi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang daktiloskopi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan d. Seksi Identifikasi. perumusan dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang daktiloskopi. b. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan. perumusan. pemantauan. Direktorat Daktiloskopi menyelenggarakan fungsi : a. c. b. Subdirektorat Data dan Informasi. Pasal 366 Subdirektorat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan data. perumusan slip teraan jari seseorang. Pasal 365 (1) Seksi Perumusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian keterangan mengenai sidik jari seseorang. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 359 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan b. 56 . Subbagian Tata Usaha. urusan dokumentasi serta informasi daktiloskopi dan penyimpanan slip sidik jari. penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan serta melakukan penataan dan pemberian informasi sidik jari. Pasal 363 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. Pasal 361 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari dan pengolahan. pelaksanaan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. Pasal 364 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi terdiri atas : a. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi. Pasal 362 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengidentifikasian berdasarkan sidik jari. dan b. pembinaan monitoring. Pasal 360 Direktorat Daktiloskopi terdiri atas : a. c. pengolahan dan penyajian data perkembangan daktiloskopi.

penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari. Seksi Penataan dan Informasi. dan b. Seksi Dokumentasi. dan c. 57 . Pasal 368 Subdirektorat Data dan Informasi terdiri atas : a. Pasal 371 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 367 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 366. Subdirektorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan penyimpanan slip sidik jari. melakukan penataan dan pemberian informasi tentang sidik jari. dan b. Pasal 373 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. dan b. (2) Seksi Penataan dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengolahan dan penataan slip sidik jari serta pemberian informasi slip sidik jari. Pasal 369 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan dan penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan dan identifikasi. pengolahan. Pasal 370 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan mempunyai tugas melaksanakan pengolahan. perumusan slip sidik jari seseorang yang akan dirumus. Seksi Arsip Teraan. b. penyajian dan penyiapan serta pendokumentasian daktiloskopi. penyajian data perkembangan daktiloskopi dan urusan dokumentasi daktiloskopi serta evaluasi dan penyusunan laporan. Seksi Pengumpulan Data. serta evaluasi dan penyusunan laporan. urusan dokumentasi. evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Seksi Arsip Teraan mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari serta evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 372 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan terdiri atas : a. penyajian data perkembangan daktiloskopi.

bina bimbingan kemasyarakatan. dan g. c. bina bimbingan kemasyarakatan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 376 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan di bidang bina registrasi dan statistik. Bagian Kepegawaian. evaluasi. Sekertariat Direktorat Jenderal. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. c. f. dan e. bina perawatan. penyusunan standar. Direktorat Bina Perawatan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. d. pengelolaan urusan administrasi keuangan. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. b. Pasal 379 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pedoman. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang bina registrasi dan statistik. c. b. e. program dan anggaran. b. bina perawatan. norma. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 58 . bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 375 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. Direktorat Bina Khusus Narkotika.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 374 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasyarakatan. b. dan e. bina latihan kerja dan produksi. bina latihan kerja dan produksi. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. kriteria dan prosedur di bidang bina registrasi dan statistik. pengelolaan urusan kepegawaian. bina latihan kerja dan produksi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. penyusunan laporan kegiatan pemasyarakatan. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. d. bina perawatan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. bina bimbingan kemasyarakatan. d. Pasal 378 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan. Pasal 383 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. b. e. penyajian data dan informasi. (3) Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. d. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 386 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan c. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengolahan. Pasal 380 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penghimpunan peraturan perundang-undangan. b. Bagian Keuangan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. program dan anggaran. penghimpunan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. program dan anggaran. f. Subbagian Data dan Informasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Umum Kepegawaian. dan c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengolahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 384 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pengelolaan. Pasal 381 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 380. Pasal 385 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 384. perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. program dan anggaran. b. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun.c. penyajian data dan informasi. dan c. penghimpunan peraturan perundang-undangan. penyajian data dan informasi. b. pengolahan. dan c. 59 . penyiapan pengelolaan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 382 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a.

Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (2). Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 387 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan peyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pelaksanaan urusan pembukuan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. pendataan. dan b. pengurusan Asuransi Kesehatan. pelaksanaan anggaran. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Perbendaharaan. pengembangan pegawai. mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b. dan c. Pasal 391 (1). dan b. 60 . perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 388 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pengelolaan urusan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan. pengangkutan. Pasal 392 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. b. dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 395 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. (3). penggajian. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. dan c. Pasal 393 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. pemindahan. Pasal 389 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 390 Bagian Keuangan terdiri atas: a. kepangkatan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 394 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas: a.

benda sitaan negara. c. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. dan e. Pasal 398 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Pasal 402 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik terdiri atas: a. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. c. b. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan tahanan. penggandaan. Subdirektorat Sidik Jari. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Registrasi. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi. dan d. Pasal 401 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. penyiapan rancangan kebijakan. d. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Subbagian Persuratan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang statistik dan dokumentasi tahanan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pengetikan. (1) (2) (3) (4) 61 . Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan persuratan.Pasal 396 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. penggandaan dan pengiriman. b. dan e. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 397 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. pengetikan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Pasal 399 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. penyiapan rancangan kebijakan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik Pasal 400 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang registrasi dan statistik tahanan. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. c. hubungan masyarakat dan protokol. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. d. c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan.

pembinaan. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara. penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan. pemindahan tahanan dan benda sitaan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. Pasal 409 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. penyiapan rancangan kebijakan. (2) Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. Mutasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. penyiapan rancangan kebijakan. b.Pasal 403 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi tahanan. Pasal 404 Subdirektorat Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan b. Pasal 407 (1) Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi klien pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. dan b. Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan. (3) Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. Pasal 406 Subdirektorat Registrasi terdiri atas: a. Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Mutasi Tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan dan pemberian remisi. Subdirektorat Registrasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 411 (1) Seksi Penempatan. Pasal 405 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang klien pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 408 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 410 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi terdiri atas: a. mutasi tahanan dan benda sitaan negara. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan. 62 . Seksi Penempatan. dan Benda Sitaan Negara. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan.

Subdirektorat Sidik Jari menyelenggarakan fungsi: a. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.(2) Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. dan Benda Sitaan Negara. penempatan. Pasal 419 (1) Seksi Statistik. Pasal 418 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. dan c. 63 . Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 416 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan rancangan kebijakan. identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembebasan narapidana dan anak didik pemasyarakatan serta mutasi dan pengakhiran pembimbingan klien pemasyarakatan. perumusan dan identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. identifikasi. dan b. Seksi Statistik. Dokumentasi Tahanan. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara serta warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan dan perumusan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. dan b. dan c. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. b. (2) Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. penyiapan rancangan kebijakan. Dokumentasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. perumusan. Pasal 414 Subdirektorat Sidik Jari terdiri atas: a. Pasal 417 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. Pasal 412 Subdirektorat Sidik Jari mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan. dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 415 (1) Seksi Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Statistik. mutasi. Seksi Perumusan dan Identifikasi. Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 413 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412.

pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani. Pasal 422 Direktorat Bina Perawatan terdiri atas: a. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pengelolaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara serta sarana dan evaluasi perawatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana dan evaluasi perawatan tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan . Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan dan makanan. dan d. pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan Pasal 420 Direktorat Bina Perawatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan dan makanan. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi. Pasal 424 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 423 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. b. b. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. perlengkapan tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. c. perlengkapan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 425 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. standardisasi dan penetapan gizi serta pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Direktorat Bina Perawatan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pengembangan pelayanan kesehatan. dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. c. dan d. 64 . b. Pasal 421 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420.(2) Seksi Statistik. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan perawatan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. dan d. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan. Subbagian Tata Usaha.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b. Seksi Pemeliharaan. b. Pasal 427 Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (2) Seksi Penilaian Jenis dan Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan c. Seksi Penghapusan. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara.Pasal 426 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan terdiri atas: a. Seksi Pengendalian Bahan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 430 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara terdiri atas: a. c. pembinaan teknis serta pemantauan di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan. pembinaan teknis dan pemantauan di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. 65 . penilaian jenis dan mutu serta penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pengendalian Bahan Makanan. dan d. b. pengelolaan sarana serta evaluasi dan pelaporan perawatan tahanan. Pasal 431 (1) Seksi Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (1) (2) (3) (4) Pasal 428 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi. Pasal 432 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Pasal 429 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penilaian Jenis dan Mutu. (3) Seksi Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan c.

Subdirektorat Sarana dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Seksi Pengelolaan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b.Pasal 433 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang analisa kebutuhan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pendidikan dan bimbingan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. d. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. distribusi dan pengendalian sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan e. Subdirektorat Pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Subbagian Tata Usaha. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 438 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan terdiri atas: a. dan c. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pelaksanaan evaluasi dan laporan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b. Bagian Keenam Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan Pasal 436 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pelayanan dan penyuluhan. dan c. Subdirektorat Pendidikan. Pasal 437 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang alokasi. Seksi Analisa Kebutuhan. 66 . c. pembinaan. dan e. b. Seksi Evaluasi dan Laporan Pasal 435 (1) Seksi Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. Subdirektorat Pembimbingan. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan. Pasal 434 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan perawatan. Seksi Pengelolaan Sarana.

Seksi Penelitian Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian. dan d. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum. olah raga dan kesenian serta pembinaan badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (1) (2) (3) (4) Pasal 444 Subdirektorat Pembinaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan mental rohani. b. b. c. Seksi Pembinaan Mental Rohani. kewarganegaraan. Seksi Evaluasi dan Laporan. orientasi dan observasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. Subdirektorat Pembinaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. penelitian kemasyarakatan serta evaluasi dan laporan. Pasal 442 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan terdiri atas: a. Seksi Bimbingan Hukum. Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. c. 67 . c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d.Pasal 439 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. bimbingan hukum. penyiapan rancangan kebijakan. dan d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 446 Subdirektorat Pembinaan terdiri atas: a. Pasal 440 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan. b. Pasal 443 Seksi Bimbingan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang bimbingan hukum. dan d. Pasal 445 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 441 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Orientasi dan Observasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. b. Seksi Penelitian Kemasyarakatan. Seksi Orientasi dan Observasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi.

Subdirektorat Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. integrasi dan pendayagunaan tim pengamat pemasyarakatan bagi warga binaan pemasyarakatan. asimilasi. dan d. b. Pasal 451 (1) Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan b. Pasal 450 Subdirektorat Pendidikan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang integrasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Pasal 449 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembimbingan klien. Pasal 448 Subdirektorat Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan.(1) (2) (3) (4) Pasal 447 Seksi Pembinaan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (2) Seksi Pendidikan Luar Sekolah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 453 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang peran serta badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pembimbingan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. 68 . Pasal 452 Subdirektorat Pembimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pendidikan luar sekolah serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Pendidikan Luar Sekolah. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.

(1) (2) (3) (4) 69 . c. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan kewirausahaan. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. Seksi Integrasi. Seksi Asimilasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendayagunaan tenaga kerja. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. Pasal 458 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi terdiri atas: a. Seksi Integrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan di bidang anak pidana dan anak negara. b. Seksi Asimilasi. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan.Pasal 454 Subdirektorat Pembimbingan terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kemitraan dan pemasaran hasil produksi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan pelatihan keterampilan kerja. Subdirektorat Kegiatan kerja. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 455 Seksi Bimbingan Klien mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan dan latihan keterampilan kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 460 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Ketrampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan. Pasal 457 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. Subdirektorat Tenaga Kerja. penyiapan rancangan kebijakan. d. c. dan f. c. dan d. anak pidana dan anak negara. e. Subbagian Tata Usaha. e. Subdirektorat Produksi. tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 459 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. produksi dan pendayagunaan tenaga kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran hasil produksi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. dan f. bimbingan keterampilan dan kerja lingkungan. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi Pasal 456 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pelatihan keterampilan kerja. d. Seksi Bimbingan Klien.

Seksi Bimbingan Keterampilan. (2) Seksi Kegiatan Pertanian dan Perkebunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. Pasal 467 (1) Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. b. b. dan d. Seksi Pengembangan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. b. Seksi Bimbingan Keterampilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 465 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan. 70 . Seksi Bimbingan Minat dan Bakat. Pasal 463 Seksi Bimbingan Minat dan Bakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan. penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pengembangan Kewirausahaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan.Pasal 461 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan menyelenggarakan fungsi: a. (1) (2) (3) (4) Pasal 464 Subdirektorat Kegiatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja industri rumah tangga dan jasa. Pasal 466 Subdirektorat Kegiatan Kerja terdiri atas. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. Pasal 462 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan terdiri atas: a. dan d. a. perikanan dan peternakan. c. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. dan c. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan. Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan . c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. pertanian dan perkebunan. Subdirektorat Kegiatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Pembinaan Produksi. Subdirektorat Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pembinaan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang bimbingan produksi. Pasal 468 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan c. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. pemasaran serta pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. Pasal 472 Subdirektorat Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. (3) Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Standardisasi dan Pengendalian. Subdirektorat Produksi meyelenggarakan fungsi: a. Pasal 476 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. dan c. Seksi Evaluasi dan Laporan. Pasal 469 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. dan b. Pasal 470 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. b. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi. pembinaan produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Pasal 475 (1) Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi dan Pengendalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian.(3) Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. dan b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. Pasal 474 Subdirektorat Tenaga Kerja terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. Pasal 473 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi. pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. 71 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan produksi.

Pasal 478 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran terdiri atas: a. Subdirektorat Sarana. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pengawasan dan pengendalian Rumah Tahanan Negara. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pemasaran. c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. d. penyiapan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan.Pasal 477 Untuk melaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. dan c. Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan teknis petugas keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. b. pembinaan teknis sarana petugas pengamanan serta pengawasan dan pengendalian keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembinaan Kemitraan. b. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi: a. Rumah Penyimpanan Benda sitaan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. c. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban Pasal 480 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. Pasal 482 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban terdiri atas: a. Pasal 481 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. dan e. dan c. penyiapan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. dan e. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk-bentuk usaha dan kegiatan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. (2) Seksi Pemasaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (3) Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. 72 . dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 479 (1) Seksi Pembinaan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. d.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan dan pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 489 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. Pasal 485 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. dan Lembaga Pemasyarakatan. pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan b. Pasal 487 (1) Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban. 73 . Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pembinaan dan pelaksanaan teknis kerja sama di bidang keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 486 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas: a. Pasal 490 Subdirektorat Sarana terdiri atas: a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan b. Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 484 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan c. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. (2) Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Keamanan dan Ketertiban. Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 488 Subdirektorat Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Sarana menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. pengelolaan dan pemeliharaan sarana serta pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban.Pasal 483 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban. b. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara.

penindakan gangguan keamanan dan ketertiban. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban. pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban serta keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan 74 . pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian. Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. (3) Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi : a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan. b. pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin dan pemberian bantuan hukum kepada petugas pengamanan. (2) Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. b. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 493 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. Pasal 495 (1) Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 497 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan.Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi dan Pengembangaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan serta pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 492 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. (2) Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 494 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian terdiri atas: a.

Subdirektorat Kemitraan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan sosial bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 505 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. Pasal 502 Direktorat Bina Khusus Narkotika terdiri atas : a. c. perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan e. dan b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan.b. Subdirektorat Bimbingan Hukum. Seksi Bantuan Hukum. Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika Pasal 500 Direktorat Bina Khusus Narkotika mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan. dan c. 75 . perawatan jasmani. Direktorat Bina Khusus Narkotika menyelenggerakan fungsi : a. Subdirektorat Pelayanaan Sosial. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 499 (1) Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. c. (2) Seksi Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan. Subbagian Tata Usaha. pelayanan sosial. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. Subdirektorat Perawatan Kesehatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani. Subdirektorat Perawatan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 498 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. Pasal 504 Subdirektorat Perawatan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. Pasal 501 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. dan e. Pasal 503 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. bimbingan hukum dan kemitraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. penyiapan rancangan kebijakan. d.

dan c. b. (2) Seksi Perawatan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.Pasal 506 Subdirektorat Perawatan Kesehatan terdiri atas : a. Pasal 513 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. Subdirektorat Bimbingan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan lanjutan. Pasal 511 (1) Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan dan bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 509 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. Pasal 510 Subdirektorat Pelayanan Sosial terdiri atas : a. pembinaan kesadaran hukum. Seksi Ketrampilan dan Usaha. Seksi Seni dan Budaya. Seksi Perawatan Mental Rohani. Seksi Perawatan Jasmani. pembinaan berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Subdirektorat Pelayanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c. b. Pasal 508 Subdirektorat Pelayanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. c. 76 . b. Pasal 507 (1) Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. b. keterampilan dan usaha. (3) Seksi Perawatan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan d. (2) Seksi Ketrampilan dan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan keterampilan dan usaha. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya. Pasal 512 Subdirektorat Bimbingan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum. Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika. (3) Seksi Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang ketrampilan dan usaha. seni dan budaya. dan c.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara. dan c. Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum. dan c. Subdirektorat Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. 77 . b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah.Pasal 514 Subdirektorat Bimbingan Hukum terdiri atas : a. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. dan c. Pasal 519 (1) Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama intansi pemerintah bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Konsultasi Hukum. b. Pasal 515 (1) Seksi Konsultasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 517 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. b. Pasal 518 Subdirektorat Kemitraan terdiri atas : a. (2) Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah. kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. Pasal 516 Subdirektorat Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. (2) Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum. (3) Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara. (3) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.

Direktorat Dokumen Perjalanan. c. intelijen. b. dan penindakan. d. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. penyidikan dan penindakan. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. pengelolaan dokumentasi dan kepustakaan. c.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 520 Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang imigrasi. lintas batas. hubungan masyarakat. Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan fungsi : a. norma. evaluasi. penyidikan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. intelijen. izin tinggal dan status. dan penindakan. f. perumusan standar. pelaksanaan urusan tata usaha. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. d. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. izin tinggal dan status. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. Pasal 521 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. hukum. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang dokumen perjalanan. kriteria dan prosedur di bidang dokumen perjalanan. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. protokoler. b. izin tinggal dan status. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Imigrasi. Direktorat Intelijen Keimigrasian. e. pedoman. dan e. penyidikan. program dan anggaran. d. visa dan fasilitas. intelijen. visa dan fasilitas. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan e. visa dan fasilitas. pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 524 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. c. penyusunan laporan kegiatan keimigrasian. b. pelaksanaan kebijakan di bidang dokumen perjalanan. dan g. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. Pasal 525 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. 78 . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 522 Direktorat Jenderal Imigrasi terdiri atas : a. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 523 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Bagian Kepegawaian. b.

penataan. b. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 527 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. e. penghimpunan peraturan perundang-undangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Imigrasi. program dan anggaran. c. Pemberhentian dan Pensiun. Pasal 531 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. Subbagian Umum Kepegawaian. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. perencanaan pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. d. Pasal 529 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Hubungan Masyarakat. (1) (2) (3) (4) Pasal 530 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 532 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Subbagian Pengembangan. c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. dan c. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyajian data dan informasi. f. pengkoordinasian rancangan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiunan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. b. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. program dan anggaran. dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyusunan. penyusunan dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.c. penyajian data dan informasi. Pasal 526 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Data dan Informasi. dan d. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. program dan anggaran. c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 528 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Bagian Keuangan. dan d. dan d. Litigasi dan Tata Usaha. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. 79 . penyajian data dan informasi.

penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. penggunaan. perhitungan. serta pemeliharaan prasarana dan sarana. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pendataan. Pasal 534 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan laporan pelaksanaan kegiatan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. inventarisasi. Subbagian Analisa Kebutuhan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pemindahan. dan c. penggajian. b. 80 . pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. b. b. dan c. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Pasal 540 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Pengadaan dan Peralatan. perhitungan. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana.Pasal 533 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyusunan formasi. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan dalam. pelaksanaan anggaran. Subbagian Rumah Tangga. penyusunan rencana. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Pengembangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembukuan. Pasal 537 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pelayanan administrasi Asuransi Kesehatan. mutasi pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. c. pengangkutan. dan c. dan d. Pasal 536 Bagian Keuangan terdiri atas : a. kepangkatan. Pasal 539 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Pasal 535 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan penyusunan laporan keuangan. evaluasi. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan pengembangan sumber daya manusia. penyusunan rencana pengadaan fisik dan pengadaan dokumen keimigrasian. Pasal 538 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pembakuan dan penghapusan. dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan pembukuan. b.

pengelolaan arsip. Litigasi. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Pasal 546 Direktorat Dokumen Perjalanan. Subbagian Litigasi. dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan hubungan masyarakat. c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumen perjalanan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang dokumen perjalanan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal dan protokoler. b. dokumentasi. Litigasi. Pasal 547 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. pelaksanaan urusan persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. Subbagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. Visa dan Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan perpustakaan Direktorat Jenderal Imigrasi. izin masuk. Pasal 545 Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. (2) Subbagian Pengadaan dan Peralatan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pengadaan fisik. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. visa. c. b. Direktorat Dokumen Perjalanan. Pasal 542 Bagian Hubungan Masyarakat. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. izin masuk. dokumentasi dan perpustakaan. penyimpanan dan pemeliharaan prasarana dan sarana serta pengadaan dan penyimpanan dokumen keimigrasian. Subbagian Tata Persuratan. pengelolaan arsip. pelaksanaan hubungan masyarakat.Pasal 541 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan analisa penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana. izin masuk. pengetikan. Dokumentasi dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip. pembakuan dan rencana penggunaan. pengangkutan. perencanaan teknis di bidang dokumen perjalanan. b. dan d. Dokumentasi dan Kepustakaan. Pasal 544 Bagian Hubungan Masyarakat. pemberian pendapat hukum. d. dan kepustakaan keimigrasian. visa. Litigasi. izin masuk. dan e. pelaksanaan pemberian bantuan hukum. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang dokumen perjalanan. Subbagian Tata Persuratan. Pasal 543 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pendapat hukum dan sosialisasi hukum. Subbagian Litigasi mempunyai tugas melakukan pemberian bantuan hukum mewakili Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadapi setiap gugatan di pengadilan. dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. 81 . penggandaan dan pendistribusian. visa. penghapusan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. visa. dan sosialisasi hukum. Bagian Hubungan Masyarakat. (1) (2) (3) (4) Bagian Keempat Direktorat Dokumen Perjalanan. c. pemberian pendapat dan bantuan hukum serta sosialisasi hukum di bidang keimigrasian. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol. dan Tata Usaha terdiri atas : a.

dan e. Subdirektorat Dokumen Perjalanan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 549 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. SPLP dan PLB) bagi WNI dan orang asing. Pasal 554 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. SPLP. d. Visa dan Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Subdirektorat Visa. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. visa. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan rancangan kebijakan. SPLP. dan b. dan f. c. dan PLB. Subbagian Tata Usaha. Pasal 550 Subdirektorat Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan. Pasal 548 Direktorat Dokumen Perjalanan. Pasal 553 (1) Seksi Paspor. dan PLB mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi warga negara indonesia (WNI) dan orang asing. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Pasal 555 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. pemberian dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan (Paspor. Subdirektorat Dokumen Perjalanan menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia. Pasal 551 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. 82 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI menyelenggarakan fungsi : a. dan b. e. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi WNI dan orang asing yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. pemberian pelayanan di bidang dokumen perjalanan. izin masuk. Seksi Paspor. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing.d. Pasal 552 Subdirektorat Dokumen Perjalanan terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan.

pengevaluasian dan penyusunan laporan serta penyelesaian dan persetujuan visa. dan c. Pasal 557 (1) Seksi Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Visa Tinggal Terbatas. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja keluar negeri bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pasal 562 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. pembinaan dan bimbingan teknis. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. dan d. dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. Pasal 563 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. izin masuk kembali. 83 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.Pasal 556 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI terdiri atas : a. (3) Seksi Visa Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 559 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 558. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. dan penyusunan laporan pemberian visa. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan pemberian visa. Seksi Visa Kunjungan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. penelaahan. pembinaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 561 (1) Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan RI yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. evaluasi. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. Seksi Paspor TKI. c. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Visa Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. b. Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI. penelaahan. pelaksanaan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. Pasal 558 Subdirektorat Visa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Visa menyelenggarakan fungsi : a. izin masuk darurat dan tanda bertolak. penelaahan. Pasal 560 Subdirektorat Visa terdiri atas : a. Evaluasi dan Laporan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan.

pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan ibadah keagamaan. (2) Seksi Fasilitas Wisatawan Asing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi perjalanan untuk ibadah keagamaan. Pasal 565 (1) Seksi Izin Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. alih status keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang izin tinggal. Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian layanan elektronis keimigrasian (Smart Card. APEC Bussiness Travel Card (ABTC). Frequent Travel Card (FTC) dan Layanan Elektronis Keimigrasian lainnya). alih status keimigrasian. b. Pasal 571 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 84 . Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Izin Bertolak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b.Pasal 564 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak terdiri atas : a. Pasal 569 (1) Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi wisatawan asing ke Indonesia. Seksi Izin Bertolak. pengevaluasian fasilitas keimigrasian untuk ibadah keagamaan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Izin Masuk. Pasal 567 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi pemberian fasilitas layanan elektronis keimigrasian. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan wisatawan asing ke Indonesia. wisatawan asing. Pasal 566 Subdirektorat Fasilitas Kemigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Bagian Kelima Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Pasal 570 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. dan layanan elektronis keimigrasian. Seksi Fasilitas Wisatawan Asing. dan b. (3) Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. Pasal 568 Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. dan c. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat.

dan d. Pasal 572 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian terdiri atas: a. Seksi Izin Tinggal Kunjungan. Seksi Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. korban bencana alam. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pengaturan pemberian izin tinggal beserta perpanjangannya bagi orang asing pemegang izin tinggal kunjungan. Seksi Izin Tinggal Terbatas. c. b. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal khusus/darurat bagi orang asing yang bekerja pada alat apung dan atau instalasi lepas pantai di wilayah perairan Indonesia. pembinaan dan bimbingan teknis pemberian persetujuan alih status keimigrasian serta penelaahan. Pasal 573 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. terdampar. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan laporan. Subdirektorat Izin Tinggal. Subdirektorat Status Keimigrasian. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. d. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin tinggal kunjungan dan perpanjangannya. Pasal 575 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. Pasal 577 Seksi Izin Tinggal Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian izin tinggal terbatas dan perpanjangannya. alih status keimigrasian. Pasal 574 Subdirektorat Izin Tinggal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 85 . pemberian pelayanan dan informasi di bidang izin tinggal. izin tinggal terbatas. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat. menunggu proses peradilan dan lain sebagainya. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal berupa izin tinggal kunjungan. Seksi Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. izin tinggal terbatas. perencanaan teknis di bidang izin tinggal. alih status keimigrasian. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian. (1) (2) (3) (4) Pasal 578 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan e. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal tetap dan perpanjangannya. c. Subdirektorat Izin Tinggal menyelenggarakan fungsi : a. dan pemberian izin tinggal dan perpanjanganya bagi orang asing pengungsi.c. Seksi Izin Tinggal Tetap. b. pemeriksaan status kewarganegaraan dan pewarganegaraan serta surat keterangan keimigrasian dan izin tinggal khusus/darurat. Pasal 576 Subdirektorat Izin Tinggal terdiri atas : a.

bimbingan teknis di bidang pemeriksaan dan penetapan status keimigrasian serta persetujuan pemberian surat keterangan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. Pasal 585 (1) Seksi Status Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian dan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. penyiapan penetapan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Status Keimigrasian. Pasal 580 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian terdiri atas: a. dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. penelaahan. Seksi Evaluasi dan Laporan. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian.Pasal 579 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. Pasal 581 (1) Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. dan c. Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas. pembinaan. penelaahan dan pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan penelaahan. Pasal 582 Subdirektorat Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan. Pasal 583 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian Pasal 586 Direktorat Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang operasi intelijen. Pasal 584 Subdirektorat Status Keimigrasian terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian. (2) Seksi Surat Keterangan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. (2) Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. b. kerja sama dan pelaksanaan kegiatan intelijen keimigrasian serta pengamanan perizinan keimigrasian. pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. Seksi Surat Keterangan Keimigrasian. dan c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 86 . evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. dan b. dan pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. penyajian produk intelijen.

Sulawesi Barat. Nusa Tenggara Barat. pelaksanaan pengamanan terhadap perizinan keimigrasian. Pasal 589 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Intelijen Keimigrasian. dan e. Pasal 591 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Kepulauan Bangka Belitung. pelaksanaan kerja sama di bidang operasi intelijen keimigrasian. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian.Pasal 587 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 594 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 590 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengamanan. Pasal 588 Direktorat Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan b. Maluku Utara. Kalimantan Tengah. Riau. Lampung. Pasal 592 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Sumatera Selatan. b. Sulawesi Tengah. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian. (2) Seksi Operasi Intelijen Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Sulawesi Tenggara. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian. Kalimantan Selatan. Seksi Operasi Intelijen Wilayah II. d. Jawa Barat. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian. pengumpulan. Banten. c. c. Papua dan Irian Jaya Barat. Maluku. Nusa Tenggara Timur. 87 . Jawa Tengah. Sulawesi Selatan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang produksi intelijen keimigrasian. pengolahan dan penyusuna dan penyajian informasi yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelanggaran keimigrasian. dan b. Bengkulu. Sumatera Utara. Jambi. Kepulauan Riau. Seksi Operasi Intelijen Wilayah I. dan Jawa Timur. Kalimantan Timur. b. pelaksanaan penelaahan dan analisa informasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyajian produk intelijen keimigrasian. Direktorat Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 593 (1) Seksi Operasi Intelijen Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian. Gorontalo. pelaksanaan kegiatan kerja sama intelijen dan operasi intelijen keimigrasian. Subbagian Tata Usaha. Sulawesi Utara. pembinaan dan operasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyelidikan. dan d. Sumatera Barat. Kalimantan Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Pasal 598 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen negara lain. (2) Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. dan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. dan b. pengolahan dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. Pasal 602 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen lain di dalam negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. pengolahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen negara lain. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen di dalam negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan penyiapan kerja sama serta pelaksanaannya. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen lain baik antar negara maupun dalam negeri. Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. Seksi Produksi Intelijen. 88 . dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. (3) Seksi Produksi Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan perkiraan keadaan.Pasal 595 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. (2) Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pembuatan perkiraan keadaan dan pemberian peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian. dan c. Pasal 597 (1) Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. b. Pasal 596 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri. Pasal 601 (1) Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b. Pasal 599 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. Pasal 600 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian. pelaksanaan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian.

Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan. Seksi Pengamanan Perizinan WNA. Pasal 605 (1) Seksi Pengamanan Perizinan WNI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 610 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. d. c. penyiapan. Pasal 608 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. b. penyiapan kerja sama antar instansi dalam rangka pengamanan teknis perizinan keimigrasian. Seksi Pengamanan Perizinan WNI. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan f. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana 89 . dan f. e. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. penindakan terhadap orang asing yang melanggar peraturan keimigrasian di wilayah Negara Republik Indonesia. dan b. pembinaan. Pasal 609 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. penyiapan informasi di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. bimbingan teknis di bidang pengamanan keimigrasian.Pasal 603 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. Bagian Ketujuh Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Pasal 606 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. b. Pasal 607 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian c. dan pelaksanaannya. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. dan b. penyiapan kerja sama antar instansi di bidang pengamanan perizinan WNI. bimbingan teknis. (2) Seksi Pengamanan Perizinan WNA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 604 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian terdiri atas: a. pelaksanaan penyidikan terhadap setiap orang asing yang melanggar undang-undang keimigrasian. pembinaan. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi. penyiapan kerja sama antar instansi dan pelaksanaan operasi pengamanan atas keberadaan dan kegiatan orang asing. d. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian.

Jambi. Seksi Penindakan Wilayah I. Sumatera Selatan. b. Seksi Penyidikan Wilayah II. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. dan d. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pengaturan operasi-operasi rutin maupun khusus sebagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Republik Indonesia. Seksi Evaluasi dan Laporan. Pasal 613 (1) Seksi Penyidikan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . dan c. Jawa Tengah. 90 . b. penyidik pegawai negeri sipil keimigrasian serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Sulawesi Tengah. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Nusa Tenggara Barat. dan c. Nusa Tenggara Timur. (3) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan. Banten. Pasal 612 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian terdiri atas : a. Kalimantan Selatan. Maluku. Seksi Penindakan Wilayah II. Seksi Penyidikan Wilayah I. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Sumatera Utara. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Riau. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi serta evaluasi dan laporan di bidang tindakan keimigrasian atas pelanggaran keimigrasian. Irian Jaya Barat dan Papua. Kalimantan Barat. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penindakan keimigrasian. evaluasi dan penyusunan laporan penindakan keimigrasian seluruh wilayah negara Republik Indonesia. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Pasal 614 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Kepulauan Riau. Sulawesi Tenggara.keimigrasian. Kalimantan Timur. b. Pasal 615 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. Sumatera Barat. Sulawesi Utara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian. Sulawesi Barat. (2) Seksi Penyidikan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Gorontalo. Jawa Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Maluku Utara. Bengkulu. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. pembinaan. pemantauan pelaksanaan penyidik keimigrasian dan pembaharuan data Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Pasal 616 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Lampung. pelaksanaan operasi penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. dan c. Kalimantan Tengah. dan Jawa Timur. Sulawesi Selatan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil keimigrasian. Pasal 611 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610.

penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan deportasi orang asing. Maluku Utara. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penindakan keimigrasian. Sumatera Barat. Pasal 622 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Kalimantan Barat. dan Jawa Timur. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi. Sumatera Utara. Kalimantan Selatan. penanganan imigran ilegal dan pelaksanaan perlindungan bagi korban kejahatan lintas negara. pembinaan. Nusa Tenggara Timur. dan b. Riau. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. Gorontalo. Kepulauan Bangka Belitung. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan menyelenggarakan fungsi : a. dan penangkalan. Sulawesi Utara. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan dan penangkalan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi dan deportasi. Bengkulu. dan b. Irian Jaya Barat dan Papua. Maluku. Pasal 621 (1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan penangkalan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan atau penolakan masuk ke wilayah Republilk Indonesia dan penyebaran informasi penangkalan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jawa Barat. dan penyebaran informasi. Seksi Penangkalan. (2) Seksi Penindakan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Daerah Istimewa Yogyakarta. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pencegahan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan keluar wilayah Republik Indonesia dan penyebaran informasi pencegahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan. Sulawesi Selatan. Kalimantan Tengah. penangkalan. Sumatera Selatan. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi menyelenggarakan fungsi : a. 91 . bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penanganan imigran ilegal. Seksi Pencegahan. Pasal 623 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. pembinaan. dan d. deportasi. dan c. pembinaan. Jambi. (2) Seksi Penangkalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Sulawesi Barat. b.Pasal 617 (1) Seksi Penindakan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Banten. pembinaan. Sulawesi Tenggara. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 618 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Kalimantan Timur. Pasal 620 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan terdiri atas : a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nusa Tenggara Barat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan penyebaran informasi di bidang pencegahan. Pasal 619 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Lampung. Sulawesi Tengah. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan korban kejahatan lintas negara.

dan c. Seksi Detensi Imigrasi. lintas batas. b. c. d. 92 . b. pelaksanaan urusan tata usaha. c. Pasal 625 (1) Seksi Detensi Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. e. penyiapan kerja sama di bidang keimigrasian dengan negara lain dan organisasi internasional. pengendalian dan pencegahan imigran gelap dan perlindungan korban kejahatan lintas negara. (2) Seksi Deportasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.Pasal 624 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi terdiri atas : a. b. Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara. Pasal 628 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian terdiri atas : a. Subdirektorat Lintas Batas. dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan f. lintas batas. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi . Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. Pasal 627 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan deportasi terhadap setiap orang asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pasal 629 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. lintas batas. (3) Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. perancangan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. dan e. Bagian Kedelapan Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian Pasal 626 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang lintas batas dan kerja sama luar negeri keimigrasian berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan. perjanjian lintas batas. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pengawasan. pemberian pelayanan dan informasi di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. d. Seksi Deportasi. lintas batas dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Subbagian Tata Usaha.

Pasal 636 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. dan Philipina. bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. pembinaan. Pasal 635 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634.Pasal 630 Subdirektorat Lintas Batas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan dengan organisasi internasional dan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. dan laporan. pemberian pas lintas batas. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang lintas batas tradisional di wilayah perbatasan antar negara Republik Indonesia dengan negara lain berdasarkan peraturan atau perjanjian lintas batas yang berlaku. Pasal 634 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 93 . Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Lintas Batas Malaysia. Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea. Subdirektorat Lintas Batas menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. dan pelaksanaan perjanjian lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Malaysia dan Philipina. persetujuan. Pasal 633 (1) Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 631 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. (2) Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 632 Subdirektorat Lintas Batas terdiri atas: a. bimbingan teknis perundingan. pembinaan. Pasal 637 (1) Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pemberian pas lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Timor Leste dan Papua New Guinea. persetujuan. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemberian pas lintas batas dan izin perlintasan tradisional di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain. dan b. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan non Perserikatan Bangsa-Bangsa. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. pembinaan. perundingan. dan b. dan b. evaluasi. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2) Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.

Pasal 638 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. persetujuan. penanggulangan kejahatan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pelanggaran keimigrasian yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kepariwisataan. Pasal 642 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. dan b. Seksi Kerja Sama Multilateral. Seksi Amerika dan Eropa. Pasal 644 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan terdiri atas : a. dan d. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan menyelenggarakan fungsi : a. dalam hal repatriasi. Seksi Penyebaran Informasi. perundingan. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. persetujuan. pembinaan dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Bilateral. pembinaan dan bimbingan teknis kerja sama di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. pelaksanaan diseminasi informasi keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pelanggaran keimigrasian di bidang ketenagakerjaan dan kepariwisataan. Pasal 645 (1) Seksi Asia Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Asia Pasifik dan Afrika. b. Pasal 639 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarakan fungsi : a. peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi atau pejabat lainnya yang menangani bidang keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. pembinaan dan bimbingan teknis. kerja sama keimigrasian antar negara. penanggulangan kejahatan. Pasal 641 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama multilateral antar negara. perundingan. dan c. Pasal 640 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan kerja sama keimigrasian antar negara di bidang keimigrasian termasuk repatriasi. b. b. c. 94 . Seksi Asia Pasifik dan Afrika. Pasal 643 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642.

lalu lintas WNI-WNA dan WNIWNA di Perwakilan RI. perencanaan. pengembangan. pengelolaan data keimigrasian. Pasal 649 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. c. penyimpanan dan pengamanan data WNI. d. b. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi. perencanaan. Subbagian Tata Usaha. 95 . pengamanan dan pengkajian sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. pengembangan. pemantauan. b. dan g. c. pengolahan. Pasal 647 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Amerika dan Eropa. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian Pasal 646 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan registrasi. pelaksanaan kerja sama di bidang sistem dan pertukaran informasi keimigrasian dalam dan luar negeri. Pasal 651 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyebaran informasi keimigrasian dari deaerah ke perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ke daerah. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. Pasal 650 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. (3) Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengolahan. dan pemeliharaan serta operasi komunikasi elektronik. WNA. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. dan f. WNA. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. Subdirektorat Perencanaan. penyimpanan dan pengamanan data WNI. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a.(2) Seksi Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Registrasi. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. meliputi pengumpulan. lalu lintas dan perwakilan Republik Indonesia. Pasal 648 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian terdiri atas : a. e. f. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. e. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. penyimpanan dan pengamanan data keimigrasian WNI.

(1) (2) (3) (4) Pasal 654 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 655 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi dalam negeri. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran dan pertukaran informasi dalam dan luar negeri serta kerja sama sistem informasi dalam dan luar negeri. c. pengolahan. b. Pasal 653 Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. 96 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. penyimpanan dan pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA di Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan tempat lain yang ditentukan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri. dan d. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan serta pengamanan data WNI sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. penyimpanan serta pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. Pasal 656 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi terdiri atas : a. pemantauan dan pemeliharaan komunikasi elektronik. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi dalam negeri. keberadaan dan mutasi statusnya. dan e. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi luar negeri. c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasioal teknis di bidang pengumpulan. pengolahan. penyimpanan dan pengamanan data WNI dan WNA di Perwakilan RI. d. dan d. Pasal 652 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. pengembangan. penyimpanan dan pengamanan data WNA.b. penyimpanan serta pengamanan data WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian di bidang pendataan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pengolahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. pengolahan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri. pengolahan. c. pengolahan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan serta pengamanan data WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi terdiri atas : a. Pasal 661 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian kartu elektronik. b. (2) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang pengamanan dan pengkajian program aplikasi dalam rangka pelayanan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka harmonisasi antar negara dan atau institusi internasional. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang perencanaan dan pemgembangan program aplikasi dan penunjang aplikasi dalam rangka pelayanan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian dokumen keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengembangan program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka koordinasi dan harmonisasi sistem informasi dengan instansi pemerintah dan atau lembaga lain terkait. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. pengembangan. dan d. c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemantuan kualitas dokumen keimigrasian. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penggunaan dokumen keimigrasian. Pasal 659 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. Subdirektorat Registrasi . Pasal 660 Subdirektorat Perencanaan. b. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. pengkajian dan pengaman sistem informasi keimigrasian.Pasal 657 (1) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 97 . Pasal 662 Subdirektorat Registrasi. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengkajian program SIMKIM. c. Pasal 663 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan program SIMKIM. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 658 Subdirektorat Perencanaan.

dokumen imigrasi dan formulir-formulir keimigrasian sesuai perkembangan teknologi dan standar internasional.I. (1) (2) (3) (4) 98 . blanko KITAS/KITAP. Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian. c. stiker visa.. kartu kedatangan/keberangkatan. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian penggunaan blanko dokumen keimigrasian dalam rangka pengamanan dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang analisa dan evaluasi standardisasi desain dan spesifikasi teknis blanko Dokumen Perjalanan R. b. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengajuan permintaan dokumen blanko Paspor. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian terdiri atas: a. Pasal 665 Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. SPLP. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik. Seksi Pemantuan Kualitas Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian. formulir dan voucher bank ke bagian perlengkapan dan rumah tangga untuk diregistrasi dan didistribusi atas permintaan pengguna di dalam dan luar negeri.Pasal 664 Subdirektorat Registrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi untuk penerbitan kartu elektronik berupa Frequent Traveller Card (FTC). dan d. PLB.

d. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Pasal 667 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 666. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. d. Direktorat Hak Cipta. e. c. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Pasal 670 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. pengelolaan urusan kepegawaian. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 668 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas : a. 99 . Pasal 671 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Direktorat Paten. d. dan f. Bagian Keuangan. c. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan e. evaluasi. dan f. pedoman. Bagian Tata Usaha. d. perumusan standar. desain industri. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. desain industri. peten. pelaksanaan kebijakan di bidang hak cipta. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 669 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Direktorat Merek. paten.. kriteria dan prosedur di bidang Hak cipta. desain industri. Sekretariat Direktorat Jenderal. merek. program dan anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kepegawaian. b. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. b. paten. b. b. dan e. Direktorat Teknologi Informasi. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 666 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak kekayaan intelektual. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penyusunan laporan kegiatan hak kekayaan intelektual. e. norma. merek. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. c. merek. Desain Industri. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang hak cipta.

(3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Pemberhentian dan Pensiun. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Pasal 674 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. kepangkatan. pengumpulan dan pengolahan data. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Pasal 679 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. penyajian data dan informasi. Pasal 677 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. penyiapan bahan penetapan mutasi. (2) Subbagian Mutasi. Pasal 678 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 676 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. b. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual serta urusan hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 675 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. penyiapan penyusunan formasi. pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Umum Kepegawaian. Subbagian Administrasi Penyidik. b. program dan anggaran. Subbagian Evaluasi dan Laporan. pendataan. dan d. dan c. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. Subbagian Hubungan Masyarakat. program dan anggaran. penggajian. c. pengolahan data. pengembangan dan pembinaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.Pasal 672 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Subbagian Mutasi. Pasal 673 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. program dan anggaran. pemberhentian dan pensiun. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pemberhentian dan pensiun pegawai serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. 100 . penyajian data dan informasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pendataan pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan.

pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 681 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 688 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b.(3) Subbagian Administrasi Penyidik mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 685 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Subbagian Perlengkapan. pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan pembukuan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. Pasal 686 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional. Pasal 687 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. dan c. Pasal 683 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. dan c. dan c. Pasal 682 Bagian Keuangan terdiri atas : a. dan c. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan rumah tangga. b. Pasal 680 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. 101 . pengelolaan urusan perlengkapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. b. (3) Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. pelaksanaan anggaran. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 684 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

dan penggandaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang hak cipta. Desain Industri. Pasal 690 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Bagian Keempat Direktorat Hak Cipta. f. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hak cipta. desain industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan urusan administrasi hak kekayaan intelektual dan pengelolaan dokumen aplikan. c. dan d. pelaksanaan administrasi hak kekayaan intelektual. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Desain Industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang hak cipta. dan h. e. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. desain industri. g. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. desain industri. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Hak Cipta.Pasal 689 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. pembatalan. Desain Industri. Pasal 694 Direktorat Hak Cipta. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas dan substantif di bidang hak cipta. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Desain Industri. Subdirektorat Desain Industri. pelaksanaan penerimaan permohonan. penegakan. pelaksanaan bimbingan teknis dan penelusuran dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permintaan pendaftaran. Desain Industri. d. Subbagian Persuratan. penghapusan dan pengumuman di bidang hak cipta. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. desain industri. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. litigasi. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. c. Pasal 691 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Pasal 692 Direktorat Hak Cipta. b. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (1) (2) (3) (4) 102 . administrasi penolakan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengetikan. pelaksanan urusan surat menyurat. dan d. Pasal 693 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hak cipta. desain industri. penyidikan dan penyelesaian sengketa. pelaksanaan pengetikan. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. b. penggandaan dan pengiriman. pelaksanaan pendaftaran. desain industri. c. pencatatan lisensi. pengalihan perubahan.

(2) Seksi Pemeriksaan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan kebenaran dokumen dan pemberitahuan peringatan. d. Pasal 700 Subdirektorat Desain Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengendalian. Pasal 697 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. f. pemantauan dan pengendalian permohonan. pencatatan lisensi. Pasal 696 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan pemeriksaan kelengkapan persyaratan. e. pembimbingan teknis. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pemindahan hak. 103 . desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Seksi Sertifikasi. pelaksanaan pemeriksaan kebenaran dokumen. (3) Seksi Sertifikasi. melakukan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi serta menerima sanggahan dari masyarakat untuk proses lebih lanjut. b. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir. penghapusan. pelaksanaan penerimaan aplikasi. pemindahan hak. pelaksanaan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi dan penerimaan sanggahan dari masyarakat. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. penelusuran dalam menentukan tolak atau daftar atas permohonan pendaftaran di bidang desain produk industri. Seksi Pemeriksaan dan Publikasi. dan f. pemberian tanggal penerimaan. Pasal 695 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. Subdirektorat Hak Cipta. penelusuran dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permohonan hak cipta. Mutasi dan Lisensi. Subdirektorat Pelayanan Hukum. Subbagian Tata Usaha. penyelesaian permohonan. mutasi dan lisensi serta penyiapan bahan sertifikasi dan pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. pengadministrasian aplikasi serta pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. pemeriksaan substantif. pemeriksaan kelengkapan persyaratan. Pasal 701 Subdirektorat Hak Cipta. e. penghapusan dan pembatalan serta petikan resmi. dan c. pelaksanaan pemberian pelayanan kebutuhan operasional teknis pemeriksaan. perubahan nama. d. c. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pemberian salinan resmi dan petikan resmi. pemeriksaan substantif. Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis.c. pembatalan. alamat. Pasal 699 (1) Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan aplikasi. surat menyurat dan pemberitahuan peringatan berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. Desain Industri. pencatatan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian permohonan. pemberian tanda terima dan pengklasifikasian. pelaksanaan penyiapan pemberian sertifikat serta persiapan administrasi penolakan. Pasal 698 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. perubahan nama dan alamat. b. Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian sertifikat serta melakukan pencatatan perjanjian lisensi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pencatatan pemeriksaan kelengkapan berkas. pengklasifikasian.

c. pelaksanaan evaluasi akhir terhadap permohonan pendaftaran hak cipta. Seksi Hak Cipta. Pasal 710 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 709. penyidikan dan litigasi. pengadministrasian permohonan paten dan dokumen pemeriksaan substantif. Seksi Pertimbangan Hukum. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang paten. Pasal 707 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. publikasi 104 . c. Pasal 703 Subdirektorat Hak Cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. Seksi Penyidikan dan Litigasi. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. b. dan b. Direktorat Paten menyelenggarakan fungsi: a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. dan d. Pasal 705 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. dan b. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penelusuran pemeriksaan substantif dan evaluasi akhir dalam menentukan usulan ditolak atau didaftar atas permohonan desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 706 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 705. dan b. pelaksanaan dan penyiapan pengendalian pembimbingan teknis. pelaksanaan litigasi dalam sengketa di pengadilan. Pasal 704 (1) Seksi Hak Cipta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelusuran. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar terhadap permohonan hak cipta. Bagian Kelima Direktorat Paten Pasal 709 Direktorat Paten mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang paten berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan litigasi dan penyidikan dalam sengketa di pengadilan. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pelayanan hukum. pelaksanaan pemeriksaan. penegakan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang.Pasal 702 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 701. pelaksanaan penerimaan permohonan paten dan permohonan pemeriksaan substantif. b. pemeriksaan substantif. pelaksanaan pengelolaan dan pendataan hak cipta. Pasal 708 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pembinaan dan pemberian bimbingan teknis di bidang paten. Subdirektorat Hak Cipta.

Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. pengelolaan administrasi permohonan paten dan penyiapan bahan sertifikasi dan publikasi. Pasal 715 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pemberian pertimbangan. e. d. (2) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. c. serta pemprosesan dan pengadministrasian permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT) serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. litigasi. Subdirektorat Pemeriksa Paten III. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. dan f. Seksi Pelayanan Teknis. pelaksanaan korespondensi dengan pemohon. penerimaan permohonan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. dan penyiapan bahan pembuatan sertifikat pemberian paten. pemeriksaan administratif. Subdirektorat Pelayanan Hukum. Pasal 716 (1) Seksi Permohonan dan Formalitas mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan paten. serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif dan melakukan korespondensi dengan Pemohon. c. dan g. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. Pasal 714 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. b. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. dan d. dan f. pendapat dan penegakan serta pelayanan hukum. e. pelaksanaan publikasi paten. Subbagian Tata Usaha. Seksi Permohonan dan Formalitas. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. permohonan paten dan pengambilan keputusan pemberian atau penolakan paten dalam bidang keahlian elektro/fisika. pemberian tanggal penerimaan dan penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. 105 . f. pemantauan pemeliharaan paten. pendaftaran lisensi. pengalihan paten. pelaksanaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. Pasal 711 Direktorat Paten terdiri atas : a. penerimaan permohonan paten. mekanik/teknologi umum dan kimia/farmasi/biologi. penyidikan dan administrasi komisi banding paten. pelaksanaan sertifikasi pemberian paten. d. pelaksanaan pemeriksaan administratif dan substantif. c. penelusuran. Subdirektorat Pemeriksa Paten I. Subdirektorat Pemeriksa Paten II. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. e. pengklasifikasian. Pasal 712 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. serta pemrosesan dan pengelolaan urusan administrasi permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT). Seksi Publikasi. pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. b. Pasal 713 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan paten. Seksi Sertifikasi.permohonan paten. d.

Seksi Penyidikan dan Litigasi. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. (4) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pembuatan sertifikat paten. Pasal 721 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. pelaksanaan administrasi komisi banding paten. dan d. Pasal 718 Subdirektorat Pemeriksaan Paten II mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang mekanik dan teknologi umum. Pengalihan Hak dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. pemantauan. Seksi Administrasi Komisi Banding. Pasal 717 Subdirektorat Pemeriksaan Paten I mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang elektro dan fisika. pelayanan hukum. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum dan penyelesaian sengketa di pengadilan serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. penerimaan permohonan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. Seksi Pemeliharaan. c. penegakan. penerimaan permintaan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. Pengalihan Hak dan Lisensi. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang kimia. Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. administrasi komisi banding paten. b. Pasal 720 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. d. diproses. Seksi Pertimbangan Hukum. farmasi dan biologi. litigasi. b. (1) (2) (3) (4) 106 .(3) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan publikasi permohonan paten dan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. dan e. pelaksanaan penyidikan dan litigasi. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten serta pengalihan hak dan lisensi. Seksi Pemeliharaan. dan pembinaan Pemeriksa Paten. Pasal 723 Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi komisi banding paten. dan pembinaan Pemeriksa Paten. diproses. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. pemantauan. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. Pasal 719 Subdirektorat Pemeriksaan Paten III mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. diproses. c. Pasal 722 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. dan pembinaan Pemeriksa Paten. pemantauan.

dan g. pencatatan lisensi. d. Pasal 725 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. pelaksanaan pendaftaran. mutasi. penerimaan permohonan. Subdirektorat Pelayanan Hukum. pengolahan dan pendaftaran merek terkenal serta pemeriksaan substantif. lisensi. Subbagian Tata Usaha.Bagian Keenam Direktorat Merek Pasal 724 Direktorat Merek mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang merek sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan d. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. b. pencatatan lisensi. Subdirektorat Pemeriksaan. Pasal 729 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. litigasi dan administrasi komisi banding. pengalihan hak. Direktorat Merek menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan untuk pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. permintaan perpanjangan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administrasi permohonan. lisensi. pemeriksaan persyaratan aplikasi. pemberian kode unsur figuratif. perpanjangan. 107 . pengalihan hak. c. pengklasifikasian. e. mutasi dan pencatatan lisensi. Pasal 727 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. pengawasan. pelaksanaan perpanjangan. pelaksanaan klasifikasi kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode unsur figuratif. pemantauan dan pengendalian permohonan merek. perpanjangan. f. pemantauan. pemberian kode unsur figuratif. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang merek. penghapusan dan perubahan. c. pemberian kode unsur konfiguratif. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman. dan h. pelaksanaan penerimaan aplikasi. b. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. pemberian tanggal penerimaan (filing date). pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. g. permohonan indikasi geografis dan indikasi asal. pengalihan hak. perubahan nama dan atau alamat. f. pengklasifikasian. pelaksanaan pengumuman dan publikasi merek. pembatalan dan penghapusan. sertifikasi. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan fungsional di bidang merek. c. petikan. Pasal 726 Direktorat Merek terdiri atas : a. perubahan nama dan/atau alamat. penyidikan. penghapusan dan pembatalan. pengendalian dan pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan persyaratan aplikasi. pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa. Subdirektorat Indikasi Geografis. pembatalan. e. penegakan.

(3) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan teknis operasional pemeriksaan substantif. perpanjangan. pembatalan dan lisensi. pelaksanaan sertifikasi dan administrasi penolakan. petikan. dan b. Seksi Pelayanan Teknis. pengelolaan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. Pasal 732 Subdirektorat Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian pemeriksaan substantif. permintaan pendaftaran indikasi geografis. Pasal 737 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan sertifikasi. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis. dan d. evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan pendaftaran indikasi geografis. Pasal 736 (1) Seksi Pemeriksaan Formalitas mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan terhadap permohonan pendaftaran merek. Pasal 734 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 733. c. Pasal 733 Subdirektorat Indikasi Geografis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan. Seksi Mutasi dan Lisensi. (2) Seksi Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan perpanjangan. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman menyelenggarakan fungsi : a. pengumuman dan publikasi. pencatatan pengalihan hak. pemeriksaan formalitas. b. (2) Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan. pengendalian. penghapusan dan pembatalan. pemberian kode unsur figuratif dan pemberian tanggal penerimaan (filling date). Pasal 738 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 737. mutasi. klasifikasi kelas barang dan/atau jasa. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan atas permohonan pendaftaran indikasi geografis.Pasal 730 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. Seksi Pemeriksaan Formalitas. dan b. perubahan nama dan / atau alamat. penyiapan bahan untuk pengumuman dan publikasi merek. lisensi. Seksi Permohonan. Pasal 731 (1) Seksi Permohonan mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan. penghapusan. (4) Seksi Klasifikasi mempunyai tugas melakukan pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode umum figuratif terhadap permohonan merek. Seksi Klasifikasi. Subdirektorat Indikasi Geografis menyelenggarakan fungsi: a. 108 . dan b. Pasal 735 Subdirektorat Indikasi Geografis terdiri atas : a.

penegakan. Seksi Pengumuman. Seksi Pertimbangan Hukum . Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan b. Seksi Penyidikan dan Litigasi . pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. penyiapan bahan koordinasi kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi. Pasal 746 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 745. Pasal 742 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741.Pasal 739 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman terdiri atas : a. 109 . Seksi Administrasi Komisi Banding. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan urusan administrasi komisi banding. dan c. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum baik litigasi maupun non litigasi. Pasal 741 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Pasal 745 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan litigasi dan penyidikan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. (2) Seksi Pengumuman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumuman dan publiksasi merek. Seksi Sertifikasi. dan c. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. pemantauan. pelaksanaan urusan administrasi komisi banding. Pasal 744 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum di bidang merek. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. c. Pasal 740 (1) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan administrasi pendaftaran dan penolakan. dan e. pembinaan teknis pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. b. b. litigasi dan penyidikan serta administrasi komisi banding. Pasal 743 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. d. serta pembuatan sertifikat merek.

Seksi Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan materi. pelaksanaan pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan mengenai sistem hak kekayaan intelektual dan peraturan perundang-undangan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama internasional di bidang hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 754 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 753. pengelolaan perpustakaan dan pelaksanaan pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. dan pemantauan pelaksanaan kegiatan pelatihan di bidang hak kekayaan intelektual. 110 . d. c.Pasal 747 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas : a. Pasal 748 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. dan pelayanan bahan pustaka dan informasi hak kekayaan intelektual. Seksi Perpustakaan. b. b. pelaksanaan kompilasi berbagai peraturan perundang-undangan. Seksi Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pemeliharaan. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional di bidang hak kekayaan intelektual. pengklasifikasian. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati dalam forum internasional. b. c. Seksi Penyebaran Informasi. masalah dan kasus di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 749 Subdirektorat Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. Pasal 751 Subdirektorat Pengembangan terdiri atas: a. Seksi Pengkajian dan Pengembangan. (1) (2) Pasal 752 Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi dan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. pemantauan tindak lanjut penanganan perkara hak kekayaan intelektual dan hasil putusan pengadilan. (3) (4) Pasal 753 Subdirektorat Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi internasional. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kerja Sama Nasional. pelaksanaan kebijakan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. dan d. Subdirektorat Pengembangan. penyiapan bahan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. b. Subdirektorat Kerja Sama Internasional. c. dan d. Seksi Pelatihan. dan d. pemantauan dan evaluasi berbagai kegiatan kerja sama imternasional di bidang hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. c. kegiatan Pasal 750 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. dan e. penjadualan.

Seksi Kerja Sama Bilateral. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati di tingkat nasional. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Kerja Sama Regional. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama bilateral. Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi Pasal 761 Direktorat Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang teknologi informasi dan pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan nasional di bidang hak kekayaan intelektual. Direktorat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi non Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Kerja Sama Nasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang teknologi informasi. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang–undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah. dan c. dan b. c. Pasal 762 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 761. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 756 (1) Seksi Kerja Sama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama regional. 111 .Pasal 755 Subdirektorat Kerja Sama Internasional terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Multilateral. b. Pasal 759 Subdirektorat Kerja Sama Nasional terdiri atas : a. dan d. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama multilateral. Pasal 760 (1) Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. pelaksanaan pengembangan sistem teknologi informasi. b. (2) Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. b. Pasal 758 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 757. Pasal 757 Subdirektorat Kerja Sama Nasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi nasional.

b. Subbagian Tata Usaha. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengembangan database. b. Pasal 763 Direktorat Teknologi Informasi terdiri atas : a. Pasal 768 (1) Seksi Administrasi dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan penyiapan bahan. e. dan d. Subdirektorat Pengembangan Sistem menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan operasional sistem komputer. pelaksanaan penanganan kapasitas peralatan teknologi informasi. Subdirektorat Dokumentasi. pelaksanaan pengembangan sistem aplikasi. Pasal 765 Subdirektorat Pengembangan Sistem mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. Seksi Pengembangan Aplikasi. Subdirektorat Pengembangan Sistem. b. pelaksanaan pemeliharaan perangkat keras. f. c. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Pendukung Sistem. pelaksanaan peralatan instalasi dan jaringan. Subdirektorat Pendukung Sistem menyelenggarakan fungsi: a. analisis serta pemantauan dan pengamanan sistem perangkat lunak. perangkat keras dan sistem jaringan. dan b. d. c. integrasi. pelaksanaan pendukung sistem teknologi informasi. e. c. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. Pasal 770 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 769. Pasal 766 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765.c. d. Subdirektorat Pengembangan Proses. pelaksanaan administrasi pengembangan database. 112 . Pasal 769 Subdirektorat Pendukung Sistem mempunyai tugas melaksanakan sistem pendukung teknologi informasi. g. pelaksanaan administrasi pengembangan sistem aplikasi. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem aplikasi hak kekayaan intelektual dan pemeliharaan sistem keamanan dan aplikasi. Seksi Administrasi dan Pengembangan Database. pelaksanaan evaluasi penggunaan teknologi informasi. pelaksanaan manajemen kontrak teknologi informasi. Pasal 764 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. pemeliharaan dan pengembangan sistem database. pelaksanaan identifikasi. dan e. dan f. Pasal 767 Subdirektorat Pengembangan Sistem terdiri atas : a.

pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Pasal 775 Subdirektorat Pengembangan Proses terdiri atas : a. Pasal 772 (1) Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemeliharaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak serta pengelolaan seluruh aset sistem teknologi informasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pemantauan dan pengamanan sistem di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. Seksi Dokumentasi Hak Merek.Pasal 771 Subdirektorat Pendukung Sistem terdiri atas : a. Pasal 773 Subdirektorat Pengembangan Proses mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pemantauan dan implementasi pengembangan proses serta identifikasi pengembangan proses yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan implementasi pengembangan proses. Desain Industri. penghimpunan. Pasal 777 Subdirektorat Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dokumentasi hak kekayaan intelektual. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. dan d. Pasal 779 Subdirektorat Dokumentasi terdiri atas : a. Subdirektorat Dokumentasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 778 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 777. b. Seksi Pengembangan Situs Internet. (2) Seksi Administrasi Sistem Jaringan mempunyai tugas melakukan integrasi. dan c. Seksi Dokumentasi Hak Cipta. (2) Seksi Pengembangan Situs Internet mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Pasal 774 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 773. Seksi Administrasi Sistem Jaringan. Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan. 113 . Subdirektorat Pengembangan Proses menyelenggarakan fungsi : a. b. dan b. dan b. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. c. Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi. penyiapan uji coba dan perubahan sistem. pelaksanaan identifikasi pengembangan proses. Pasal 776 (1) Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan penataan proses kerja Direktorat Jenderal yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi informasi serta penyiapan bahan evaluasi administrasi kontrak dan management outsourcing teknologi informasi dengan pihak ketiga. Seksi Dokumentasi Hak Paten. analisis. penyiapan bahan informasi hak kekayaan intelektual di lingkungan Direktorat Jenderal. b.

114 . (3) Seksi Dokumentasi Merek mempunyai tugas melakukan penghimpunan.Pasal 780 (1) Seksi Dokumentasi Hak Cipta. desain industri. Desain Industri. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak cipta. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi paten. (2) Seksi Dokumentasi Paten mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penghimpunan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi merek.

program dan anggaran. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. norma. perumusan standar.BAB IX DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas Dan Fungsi Pasal 781 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak asasi manusia. kriteria dan peraturan di bidang pembinaan. Sekretariat Direktorat Jenderal. perlindungan dan pemenuhan. b. pengelolaan urusan kepegawaian. d. c. d. b. kerjasama pemajuan. b. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. Pasal 782 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781 . pelaksanaan urusan administrasi keuangan. dan sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pembinaan. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. c. Bagian Keuangan. pedoman. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 783 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 786 Sekertariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. b. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan rencana aksi nasional hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 785 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 784 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. kerja sama pemajuan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. perlindungan dan pemenuhan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan. dan f. perlindungan. c. kerjasama pemajuan. penyusunan laporan kegiatan hak asasi manusia. d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. 115 . pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. evaluasi. c. dan e. dan f. e. Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia.

Bagian Tata Usaha. Pasal 789 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. program dan anggaran. administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengumpulan dan pengolahan data. c. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. pengolahan. Pasal 794 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagiaan Umum Kepegawaian. Pasal 791 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.d. penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi serta penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. pendataan. penyiapan penyusunan formasi. b. penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. 116 . pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 790 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. pengolahan. dan f. Subbagian Mutasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. pengurusan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 792 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791 . Bagian Umum. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. e. dan c. dan c. Pasal 793 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 787 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengumpulan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. program dan anggaran. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 788 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. program dan anggaran. b. Subbagian Evaluasi dan Laporan. dan c. dan d. penyiapan bahan penetapan mutasi. Subbagiaan Data dan Informasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a.

799. Bagian Umum Pasal 802 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 801 Bagian Umum terdiri atas : a. Pasal 797 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Perjalanan Dinas. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penggajian. 117 . Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. kepangkatan. Pasal 800 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. dan c. pelaksanaan urusan pembukuan. dan penyusunan laporan keuangan.(2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Subbagian Rumah Tangga. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. perhitungan. b. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga dan pengamanan. pengelolaan urusan perlengkapan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. b. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan c. dan c. Bagian Keuangan meyelenggarakan fungsi : a. Pasal 795 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 798 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pelaksanaan anggaran. Pasal 799 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga serta administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan rumah tangga dan pengamanan. Pasal 796 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. dan c.

Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia Pasal 807 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang bina hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 808 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 807. b.Pasal 803 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan d. pelaksanaan kegiatan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. b. dan e. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pelaksanaan urusan persuratan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. d. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. d. penyiapan perumusan rancangan kebijakan teknis di bidang bina hak asasi manusia. penggandaan dan pengiriman surat. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. c. dan f. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia. hubungan masyarakat dan protokol. serta urusan tata usaha Pimpinan. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia. c. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang bina hak asasi manusia. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait serta pembinaan alumni dalam institusi hak asasi manusia. Pasal 805 Bagian Tata Usaha Terdiri atas : a. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pengetikan. b. Pasal 804 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 803. penyusunan pelaporan pelaksanaan kegiatan. Pasal 809 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 806 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. e. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. (1) (2) (3) (4) 118 . Subdirektorat Bahan Diseminasi. Subbagian Persuratan. c. dan d. Subbagian Tata Usaha.

evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. dan c. (2) Seksi Pendidikan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri. pengkoordinasian dan kerja sama pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah. Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia. b. Pasal 812 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. Pasal 816 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. Pasal 811 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. dan c. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 814 (1) Seksi Pendidikan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. dan c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia. pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. b. 119 . b. Seksi Pendidikan Luar Negeri. penyiapan perumusan kebijakan teknis pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. dan d. Pasal 813 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan luar negeri. c. (3) Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang kurikulum pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait serta evaluasi kegiatan. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 817 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait di dalam negeri.Pasal 810 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah. Seksi Pendidikan Dalam Negeri. Pasal 815 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia serta pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait.

dengan instansi terkait. c. pembuatan rancangan bahan diseminasi dan pendistribusian. pengkoordinasian. Pasal 824 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 823. pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Seksi Diseminasi Masyarakat. Seksi Diseminasi Aparatur Negara. penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia. (2) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia non pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. 120 . (2) Seksi Diseminasi Penegak Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk penegak hukum dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. Pasal 820 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 819. (3) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. dan d. perumusan kebijakan teknis dan penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. pelaksanaan kegiatan diseminasi hak asasi manusia. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang diseminasi hak asasi manusia. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang bahan diseminasi. Pasal 822 (1) Seksi Diseminasi Aparatur Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk aparatur negara dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Diseminasi Penegak Hukum. (3) Seksi Diseminasi Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk warga masyarakat dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan masyarakat non pemerintah melalui instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dalam negeri dan luar negeri. dan d.Pasal 818 (1) Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 819 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. dan c. Pasal 821 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. b. c. Subdirektorat Bahan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. pengkoordinasian dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. b. Pasal 823 Subdirektorat Bahan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait.

Pasal 831 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengembangan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. dan 121 .Sosial dan Budaya. Seksi Bahan Instrumen Internasional. b. Pasal 826 (1) Seksi Bahan Instrumen Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen nasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. Pasal 829 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 832 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831 . e. Seksi Bahan Instrumen Nasional. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. dan e. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. c. (3) Seksi Bahan Instrumen Praktis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen praktis hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaan dengan instansi terkait. Pasal 828 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827 . dan c. d. b. (2) Seksi Bahan Instrumen Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen internasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. penyiapan pelaksanaan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. Bagian Kelima Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia Pasal 827 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama bilateral antar negara untuk pemajuan hak asasi manusia. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. d. Seksi Bahan Instrumen Praktis. b. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Subbagian Tata Usaha. penyiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hak asasi manusia. b.Pasal 825 Subdirektorat Bahan Diseminasi terdiri atas : a. Sudirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarkan fungsi : a. dan f. evaluasi pelaksanaan kegiatan. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia. Pasal 830 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia.

b. Pasal 840 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalan Pasal 839. pelaksanaan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. (3) Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan kerja sama pemajuan hak asasi manusia dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. b. Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 839 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerjasama pemajuan hak sipil dan politik . Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional. Pasal 833 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak sipil dan politik. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. Pasal 834 (1) Seksi Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Asia Pasifik. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama organisasi internasional. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama antar negara. dan c. dan c. b. (2) Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerjasama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Amerika dan Eropa. Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Seksi Kerja Sama Asia Pasifik. dan c. b. (3) Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Afrika dan Timur Tengah. Pasal 835 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia . dan c. Pasal 838 (1) Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 836 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. Pasal 837 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah. (2) Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. 122 .c.

dan b. Pasal 844 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. Seksi Kerja Sama Hak Sipil. Pasal 847 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. Pasal 849 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Sosial dan Budaya terdiri atas: a. dan b. Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi. Seksi Kerja Sama Hak Sosial. Pasal 846 (1) Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. Pasal 842 (1) Seksi Kerja Sama Hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sipil . ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. (2) Seksi Kerja Sama Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak politik. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Seksi Kerja Sama Hak Politik.Pasal 841 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. dan b. Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak ekonomi. Pasal 843 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. sosial dan budaya. (2) Seksi Kerja Sama Hak Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sosial. b. harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Hak Budaya. sosial dan budaya. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak ekonomi. 123 . b. sosial dan budaya. penyiapan rancangan kebijakan teknis harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. Pasal 848 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. Pasal 845 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional. sosial dan budaya. dan c. (3) Seksi Kerja Sama Hak Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak budaya. penyiapan rancangan kebijakan teknis ratifikasi terhadap instrumen hak asasi manusia internasional. penyiapan rancangan kebijakan pengembangan kerja sama pemajuan hak ekonomi.

khususnya bagi anak-anak. perempuan. tenaga kerja. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja. penyusunan program dan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia secara umum. Pasal 853 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 857 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak terdiri atas : a. c. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 852 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 . dan kelompok minoritas. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak. tenaga kerja dan kelompok minoritas. Seksi Hak Sipil dan Politik. b. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan . penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. c. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Sosial. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. b. perempuan.Pasal 850 (1) Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan materi ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. pelaksanaan progam kegiatan. rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. dan e. Pasal 854 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. dan b. khususnya bagi anak-anak. c. (2) Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan koordinasi pelaksanaan kegiatan harmonisasi. Seksi Hak Ekonomi. dan d. Pasal 856 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak menyelenggarakan fungsi : a. dan Budaya. Bagian Keenam Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Pasal 851 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia secara umum. Pasal 855 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. d. dan e. 124 . b. Subbagian Tata Usaha. d.

Pasal 858 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan politik bagi anak. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi anak. Pasal 859 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan. Pasal 860 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 859, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak perempuan; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak perempuan; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. Pasal 861 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Pasal 862 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi perempuan. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan teknis serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi perempuan. Pasal 863 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi tenaga kerja. Pasal 864 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak tenaga kerja; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak tenaga kerja; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja. Pasal 865 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Hak Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

125

Pasal 866 (1) Seksi Hak Sipil dan Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi tenaga kerja. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Pasal 867 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi kelompok minoritas. Pasal 868 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak kelompok minoritas; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak kelompok minoritas; c. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas. Pasal 869 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Pasal 870 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi kelompok minoritas. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Bagian ketujuh Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Pasal 871 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 872 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang sistem informasi hak asasi manusia; b. pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan serta penyajian data dan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pembangunan dan pengembangan serta pemeliharaan sistem dan jaringan informasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

126

Pasal 873 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data; b. Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; c. Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 874 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Pasal 875 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penganalisaan serta penyajian data hak asasi manusia. Pasal 876 Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 875 , Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan data hak asasi manusia; b. pengolahan, penganalisaan dan penyajian data hak asasi manusia; c. pelaksanaan dokumen data hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 877 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Seksi Pengumpulan Data; dan b. Seksi Pengolahan Data. Pasal 878 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan data pelanggaran hak asasi manusia serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan dan analisis data serta penyiapan bahan penyajian data pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 879 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis serta pemenuhan, penganalisaan data pengembangan dan pemeliharaan sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia. Pasal 880 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemenuhan dan penganalisaan data hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan program sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pengembangan sistem komunikasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 881 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia.

127

Pasal 882 (1) Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman dan bimbingan teknis analisa program sistem informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman pengembangan dan pemeliharaan peralatan komputer, sarana komputer, sarana komunikasi data hak asasi manusia sebagai satu kesatuan sistem informasi hak asasi manusia serta pengembangan komunikasi data hak asasi manusia serta pemeliharaan otomasi sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 883 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan teknis, penyajian, penerbitan, dokumentasi dan perpustakaan serta pendiseminasian data informasi hak asasi manusia. Pasal 884 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883, Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia; b. penyiapan bahan penyebaran informasi hak asasi manusia; c. pendiseminasian data dan informasi hak asasi manusia; d. pengelolaan dokumentasi sistem informasi hak asasi manusia; dan e. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia. Pasal 885 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 886 (1) Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyebaran serta pendiseminasian informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Kedelapan Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia Pasal 887 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 888 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887, Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyajian data informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pemantauan terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia; d. pelaksanaan evaluasi terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 889 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia; b. Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia;

128

c. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia; d. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 890 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 891 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan hak asasi manusia penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 892 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891, Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data penerapan hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam penerapan hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan penerapan hak asasi manusia pada penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 893 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah; dan b. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha. Pasal 894 (1) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di pemerintah. (2) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di masyarakat dan dunia usaha. Pasal 895 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 896 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895, Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data mengenai permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 897 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia. Pasal 898 (1) Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan hak asasi manusia. (2) Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap diskriminasi hak asasi manusia.

129

permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pelaksanaan kegiatan pemantauan proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Pasal 901 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pengumpulan. Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia. dan d. pengolahan dan penyajian data mengenai proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. (2) Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan pemantauan. Pasal 900 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. Seksi Pra Peradilan. Pasal 903 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan pemantauan permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. penerapan. dan b. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait evaluasi dan pelaporan hak asasi manusia. pengolahan dan penyajian data mengenai pemantauan penerapan. dan b. Pasal 906 (1) Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi pemantauan. b. (2) Seksi Pasca Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. pelaksanaan evaluasi kegiatan pemantauan penerapan. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pra peradilan. penerapan. b. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pasca peradilan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia.Pasal 899 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. c. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 904 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Pasal 902 (1) Seksi Pra Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. 130 . Pasal 905 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. penyusunan laporan pemantauan penerapan. Seksi Pasca Peradilan. Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. dan c.

pengumpulan. program dan anggaran. c. Inspektorat Kepegawaian. b. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 909 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. tata usaha pimpinan. Inspektorat Keimigrasian. d. evaluasi. Pasal 912 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. dan protokol. b. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Bagian Umum. f. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I. penyusunan laporan. dan d. evaluasi. b. penyusunan laporan kegiatan pengawasan. program dan anggaran. dokumentasi. b. c. dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. c. Pasal 913 Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. c. pengolahan. Pasal 908 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. hubungan masyarakat.BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 907 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan urusan kepegawaian. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Inspektorat Khusus. dan d. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 910 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. keuangan. Inspektorat Hukum. e. 131 . Bagian Laporan Hasil Pengawasan II. Bagian Penyusunan Program. pelaksanaan pengawasan kinerja. Bagian Kepegawaian. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. dan e. pelaksanaan laporan hasil pengawasan. penyajian data dan informasi. administarsi keuangan. tata usaha. dan g. Inspektorat Pemasyarakatan. Pasal 911 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. d. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal.

b. Kepulauan Riau. dan anggaran pengawasan. Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi : a. Jawa Barat. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Kalimantan Tengah dan Bali serta Sekretariat Jenderal. Kalimantan Barat. Kalimantan Selatan. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Jawa Tengah. dan d. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. penelaahan. pengolahan. penilaian. penyajian data dan informasi. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. pengolahan data. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penilaian. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. pengolahan. pengujian. pengolahan. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. penyiapan evaluasi program kerja dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Riau. Sumatera Barat. penyiapan bahan evaluasi program dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Hak Asasi Manusia.Pasal 914 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. Inspektorat Hukum. serta urusan dokumentasi. D. pemantauan.K. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. b. program dan anggaran pengawasan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penelitian dan penyajian laporan hasil 132 . b. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Sumatera Selatan. b. dan c. pengujian. Jambi. Kalimantan Timur. Jawa Timur. Inspektorat Hukum. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II. dan c. analisis dan evaluasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Inspektorat Hukum. D. pengolahan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan. Subbagian Data dan Informasi. penyusunan dan penyajian bahan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. dan urusan dokumentasi. pengumpulan. Pasal 920 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Pasal 919 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I terdiri atas : a. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pemantauan.I Yogyakarta. penyajian data dan informasi. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I menyelenggarakan fungsi : a. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Sumatera Utara. Pasal 918 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I. Inspektorat Hukum. dan c. program. Lampung. Banten. Pasal 917 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melaksanakan analisis. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 915 Bagian Penyusunan Program terdiri atas : a. c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 916 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Kepulauan Bangka Belitung. Bengkulu. Hak Kekayaan Intelektual.I Jakarta.

Nusa Tenggara Barat. penilaian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I. Maluku.K. Inspektorat Keimigrasian. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Banten. Jawa Tengah. D. pengolahan. Sulawesi Barat. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Pasal 922 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. Inspektorat Keimigrasian. Lampung. c. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Barat. Sumatera Barat. Inspektorat Khusus dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Riau. dan c. penelaahan. Maluku Utara. penilaian. kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kepulauan Bangka Belitung. pengujian. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. penilaian. Kepulauan Riau. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II menyelenggarakan fungsi : a. Bengkulu. Inspektorat Keimigrasian. Sulawesi Utara. Sulawesi Tengah. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus.pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. penelitian dan penyajian laporan hasil (1) (2) (3) (4) 133 . (3) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Pasal 921 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melaksanakan analisis. Jawa Barat. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Inspektorat Keimigrasian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian.I. pengolahan. penilaian. pengujian. pengolahan.I Jakarta. Maluku Utara. b. (4) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penghimpunan.I. penyusunan dan penyajian bahan laporan kegiatan pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. dan d. pengolahan. Sulawesi Utara. pengolahan. dan Inspektorat Khusus. Pasal 923 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II terdiri atas : a.I Yogyakarta. Kalimantan Timur. pengujian. b. Sulawesi Barat. Kalimantan Selatan. penilaian. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah dan unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. penilaian. Sulawesi Tenggara. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keimigrasian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh unit pelaksana teknis imigrasi. Gorontalo. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM. pengujian. Kalimantan Tengah dan Bali. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Utara. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Jambi. Jawa Timur. D. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. dan Inspektorat Khusus. Gorontalo. pengolahan. Maluku. analisis dan evaluasi laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Sulawesi Tengah. pengujian. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Timur. pengolahan. Nusa Tenggara Timur. Pasal 924 Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah serta unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. dan Inspektorat Khusus. pengolahan. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Hukum. Inspektorat Jenderal. pengujian.

tata usaha pimpinan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan penyusunan formasi. serta hubungan masyarakat dan protokol. administrasi keuangan. pendataan dan pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. (1) (2) (3) (4) Pasal 929 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. Pasal 926 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 925. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. Subbagian Tata Usaha. pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. pensiun dan disiplin pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. penyiapan bahan penetapan pemberhentian. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. pengelolaan urusan administrasi keuangan. b. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 930 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. dan c. hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Keuangan. Pasal 932 (1) Subbagian Umum. b. c. Kantor Wilayah dan unit pelaksanaan teknis serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan d. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal.pemeriksaan kasus Inspektorat Khusus. Subbagian Umum. Pasal 927 Bagian Umum terdiri atas : a. Pasal 931 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Subbagian Mutasi dan Promosi. Kartu Pegawai dan Tabungan Asuransi Pensiun serta penetapan 134 . Pasal 925 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai. dan d. hubungan masyarakat dan protokol serta pemberian informasi hasil pemeriksaan kepada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dan di luar Departemen. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. b. dan d. administrasi Asuransi Kesehatan. c. pengelolaan tata usaha kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. tata usaha. Pasal 928 Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan bahan penetapan mutasi dan promosi serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal.

terhadap pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. Pasal 936 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. d. c. pengusutan dan penilaian di bidang keuangan dan perlengkapan sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengusutan. Pasal 938 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. Subbagian Tata Usaha. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. pengujian. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Mutasi dan Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pelaksanaan pemeriksaan. penghimpunan. Bagian Keempat Inspektorat Kepegawaian Pasal 933 Inspektorat Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dan sumber daya manusia di lingkungan Departemen. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. perencanaan dan program pengawasan di bidang kepegawaian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengujian. kepangkatan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pensiun. pengujian. Pasal 935 Inspektorat Kepegawaian terdiri atas : a. dan perlengkapan di lingkungan Departemen. pemindahan. penggajian.pemberhentian. dan g. Pasal 934 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. b. perencanaan dan program pengawasan di bidang keuangan dan perlengkapan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. e. b. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. mutasi dan promosi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengusutan dan penilaian di bidang kepegawaian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Inspektorat Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kelima Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan Pasal 937 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. dan penilaian. f. dan b. 135 . Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a.

penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pengusutan. Bagian Keenam Inspektorat Hukum. dan g. dan hak kekayaan intelektual di lingkungan Departemen. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. b. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. hak asasi manusia. 136 . dan g. dan hak kekayaan intelektual. e. dan b. d. Inspektorat Hukum. pengusutan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keuangan. pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. perlengkapan. e. f. hak asasi manusia. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. dan penilaian di bidang pengelolaan keuangan dan perlengkapan. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan pemeriksaan. dan b. Pasal 942 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. dan hak kekayaan intelektual. perencanaan dan program pengawasan di bidang hukum. c. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang hukum. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pengujian.c. Pasal 943 Inspektorat Hukum. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. f. d. hak asasi manusia. Subbagian Tata Usaha. Pasal 940 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. penghimpunan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 944 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. pengujian. Subbagian Tata Usaha. penghimpunan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual Pasal 941 Inspektorat Hukum. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Pasal 939 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pemeriksaan. pengusutan dan penilaian di bidang hukum. pengujian.

pengusutan dan penilaian di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Pasal 948 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. c. pengusutan dan penilaian di bidang keimigrasian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan benda sitaan negara yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. f. pengujian. dan g. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pemasyarakatan. perencanaan dan program pengawasan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. penghimpunan.Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan Pasal 945 Inspektorat Pemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan. 137 . Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian Pasal 949 Inspektorat Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian di lingkungan Departemen. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keimigrasian. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. pengujian. Pasal 946 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. perencanaan dan program pengawasan di bidang keimigrasian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. Pasal 947 Inspektorat Pemasyarakatan terdiri atas : a. dan g. b. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. tahanan negara serta benda sitaan negara sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. d. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. tahanan negara. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. dan benda sitaan negara di lingkungan Departemen. Inspektorat Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. c. pengusutan. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. pelaksanaan pemeriksaan. d. pelaksanaan pemeriksaan. pengusutan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. dan benda sitaan negara. penghimpunan. Pasal 950 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. e. pengujian. pengujian. Subbagian Tata Usaha. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. tahanan negara. e. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Inspektorat Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. tahanan negara.

c. b. dan informasi laporan. Pasal 956 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. f. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. informasi dan laporan. d. dan penilaian di bidang kasus-kasus penyelewengan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pengujian. e. 138 . pengusutan. Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus Pasal 953 Inspektorat Khusus mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri dalam rangka penertiban. dan b. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri. Inspektorat Khusus menyelenggarakan fungsi : a. dan masalah-masalah pengaduan. Pasal 955 Inspektorat Khusus terdiri atas : a. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. penyimpangan. Pasal 954 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. Subbagian Tata Usaha.Pasal 951 Inspektorat Keimigrasian terdiri atas : a. pengusutan dan penilaian di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. penyimpangan di lingkungan Departemen. dan g. Pasal 957 Pelaksanaan tugas pemeriksaan pada setiap Inspektorat didasarkan atas dasar perintah dan persetujuan dari Inspektur Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Pasal 952 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. Subbagian Tata Usaha. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pengujian. Pasal 958 Unit Pelaksana Teknis Bidang Keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan permasalahan-permasalahan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri akan dilakukan oleh sebuah tim yang ditentukan oleh Inspektur Jenderal. penghimpunan. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penindakan terhadap penyelewengan. perencanaan dan program pengawasan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pemeriksaan. dan b. pengaduan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus.

Jenis dan jenjang jabatan fungsional Auditor diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Kelompok jabatan fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Inspektorat bertanggung jawab kepada masing-masing Inspektur. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal. (1) (2) (3) (4) (5) (6) 139 . Pasal 960 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959.Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Pasal 959 Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan Jabatan Fungsional lain yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

evaluasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan e. Badan Pembinaan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. (2) BPHN dipimpin oleh seorang Kepala. kriteria dan prosedur di bidang pembinaan hukum nasional. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. c. b. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPHN. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. perencanaan pembangunan hukum nasional. b. pelaksanaan urusan tata usaha BPHN. d. perumusan standar. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. penyusunan laporan kegiatan pembinaan hukum nasional. Pasal 962 BPHN mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. Pusat Penyuluhan Hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. dan e. norma. dan e. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. koordinasi dan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 965 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPHN. c. program dan anggaran. d. c. Sekretariat Badan. d. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pembinaan hukum nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. pengelolaan urusan kepegawaian. 140 . penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 964 BPHN terdiri atas : a. Pasal 963 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. pedoman. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 966 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. perencanaan pembangunan hukum nasional.BAB XI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 961 (1) Badan Pembinaan Hukum Nasional yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPHN.

dan penyusunan laporan BPHN. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 971 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 973 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 972. Bagian Kepegawaian. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. c. d. Bagian Tata Usaha. Pasal 970 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian. 141 .Pasal 967 Sekretariat Badan terdiri atas : a. b. dan c. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan BPHN. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. program dan anggaran. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 972 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan BPHN. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. b. b. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 969 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyajian data dan informasi. Subbagian Evaluasi dan Laporan. dan c. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. e. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. Pasal 968 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Keuangan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. program dan anggaran. pengumpulan. dan c. dan c. b. f. penetapan pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan BPHN. Pasal 974 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyajian data dan informasi. Subbagian Data dan Informasi. evaluasi. pengolahan data. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan BPHN. penyiapan penyusunan formasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional.

dan c. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. Pasal 982 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. b. dan c. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. Pasal 977 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 976. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Perlengkapan. pendataan dan pengembangan pegawai. b. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pelaksanaan urusan pembukuan. Subbagian Rumah Tangga. pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 978 Bagian Keuangan terdiri atas : a. rumah tangga. dan pembinaan pegawai di lingkungan BPHN. Pasal 980 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan . dan protokol di lingkungan BPHN. Subbagian Perbendaharaan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 981 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. pelaksanaan anggaran. pelaksanaan hubungan masyarakat. dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPHN.Pasal 975 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Pasal 979 (1) (2) (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. kepangkatan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. penggajian. Pasal 976 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPHN. dan c. dan c. pengelolaan urusan rumah tangga. 142 .

evaluasi kegiatan. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemeliharaan arsip. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Pasal 989 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. Pelayanan Teknis dan Administrasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 984 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha BPHN. dan d. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Pasal 988 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan. dan c. penyiapan bahan penyusunan program penelitian. Pasal 990 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional terdiri atas: a. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan. dan c. pengelolaan urusan persuratan. dan pengembangan sistem hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Pasal 986 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. b. pengaturan tata naskah persuratan dan ekspedisi.Pasal 983 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. dan d. Pasal 987 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan meliputi penerimaan. (2) (3) 143 . b. dan pelayanan teknis. Bidang Program. pengelolaan arsip. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Subbagian Persuratan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. c. Bidang Pertemuan Ilmiah. b. Subbagian Arsip. pelaksanaan penelitian. pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas. penyusunan laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. penelitian. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan. Pasal 985 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984.

Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program. penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. Pasal 998 (1) Subbidang Penelitian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penelitian. rekomendasi dan kesimpulan hasil penelitian hukum. dan c. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil penelitian dan pengkajian hukum. dan b. b. penyiapan pelaksanaan kerja sama antar lembaga penelitian hukum. Subbidang Pengkajian Hukum. Pelayanan Teknis dan Administrasi terdiri atas : a. 144 . Bidang Program Pelayanan Teknis dan Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan program. kerja sama antar lembaga penelitian hukum. Pasal 994 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. dan b. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil pengkajian hukum. Pasal 996 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. (2) Subbidang Pengkajian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan pengkajian. (3) Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan kerja sama penelitian hukum antar lembaga pusat dan daerah dan persiapan pelaksanaan monitoring hasil penelitian hukum pusat dan daerah. dan c. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administrasi. Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. Pasal 999 Bidang Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 993 Bidang Program. Pasal 997 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum terdiri atas : a. Pasal 992 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 991. laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Subbidang Penelitian Hukum. b. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. pembuatan abstrak. pelayanan teknis. pembuatan abstrak.Pasal 991 Bidang Program. Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian. pelaksanaan pelayanan teknis dan administrasi. evaluasi. rekomendasi hasil penelitian. Pasal 995 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. dan pengkajian hukum.

Pasal 1001 Bidang Pertemuan Ilmiah terdiri atas : a. dan b. c. evaluasi. pelaksanaan pelayanan teknis administratif pada Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Pasal 1004 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. Bidang Program dan Pelayanan Teknis . c. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah. pemantauan hasil pertemuan ilmiah. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik. dan pemberian pelayanan teknis administratif. b. penyusunan rencana dan program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis. b. b. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum. Pasal 1005 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional terdiri atas: a. dan b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional. dan e. 145 . pelaksanaan koordinasi program peta permasalahan hukum nasional. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan monitoring dan inventarisasi hasil pertemuan ilmiah pusat dan daerah. Bidang Perencanaan Legislasi. Pasal 1007 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006. perencanaan kerja sama nasional dan internasional di bidang pengembangan hukum. Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah. dan e. penyiapan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. laporan. analisa-evaluasi peraturan perundang-undangan. dan c. Bidang Pertemuan Ilmiah menyelenggarakan fungsi : a. kompendium.Pasal 1000 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. Pasal 1006 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program perencanaan. d. d. anotasi yurisprudensi dan kompilasi hukum. penyiapan bahan penyusunan program kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Pasal 1002 (1) Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan pertemuan ilmiah dan pengelolaan hasil pertemuan ilmiah. Bagian Kelima Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional Pasal 1003 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan dan penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional.

Pasal 1015 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. (2) Subbidang Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administratif. pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan program legislasi nasional dan pelaksanaan konsultasi publik program legislasi nasional di daerah. Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum. Subbidang Pelayanan Teknis. Bidang Perencanaan Legislasi menyelenggarakan fungsi : a. dan b. dan b. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama di tingkat pusat dan daerah untuk perencanaan pembangunan hukum nasional. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis. regional maupun multilateral untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. Pasal 1012 Bidang Perencanaan Legislasi terdiri atas : a. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama hukum di tingkat internasional baik bilateral. Pasal 1010 Bidang Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengelolaan rencana program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis melalui kerja sama antar lembaga pusat dan daerah. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum. Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi. dan b.Pasal 1008 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas: a. Pasal 1016 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum terdiri atas : a. pelaksanaan inventarisasi dan rencana pengembangan hukum tidak tertulis. Pasal 1013 (1) Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program legislasi nasional. Pasal 1009 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana dan program serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. 146 . Pasal 1011 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. Pasal 1014 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja sama pengembangan hukum baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. dan b. (2) Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengembangan hukum tidak tertulis. dan b.

147 . Pasal 1021 Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan analisis evaluasi peraturan perundangundangan. Informasi dan Perpustakaan Hukum. pembinaan dan pengembangan pengelolaan data elektronik. Pasal 1024 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional terdiri atas : a. Bidang Jaringan Dokumentasi. program. b. dan d. program. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis. c. Bidang Pengolahan Data Elektronik. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan dalam rangka menunjang pembangunan hukum nasional. dan pelaksanaan analisis evaluasi. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan penerbitan dan publikasi hukum. Pasal 1020 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik membawahi Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan perpustakaan serta pelayanan informasi hukum. d. e. (2) Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat internasional untuk mendukung pengembangan hukum nasional. pembinaan dan pengembangan teknis dokumentasi dan informasi hukum. f. pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. b. Bagian Keenam Pusat Dokumentasi Dan Informasi Hukum Nasional Pasal 1022 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pengelolaan. Pasal 1019 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. dan b. pelaksanaan analisis evaluasi dan penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik menyelenggarakan fungsi : a. dan g. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan dokumentasi dan informasi hukum nasional serta pelayanan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 1017 (1) Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat nasional . Pasal 1023 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum nasional. c. Pasal 1018 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana.

Pasal 1031 Bidang Pengolahan Data Elektronik terdiri atas : a. data hukum lainnya. b. situs jaringan internet. reproduksi. dan c. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan program. laporan. jaringan elektronik. dan c. penyajian database peraturan perundang-undangan dan bahan data hukum lainnya. pelaksanaan penerbitan. Pasal 1026 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025. pelaksanaan pemrograman komputer dan jaringan elektronik. ekstranet dan internet. Monitoring. pengembangan.Pasal 1025 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. b. (2) Subbidang Penyusunan Program. Pasal 1028 (1) Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan. dan b. monitoring. monitoring kinerja. secara elektronik serta pelaksanaan kerjasama otomasi hukum. Monitoring dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dokumentasi dan informasi hukum. penyusunan laporan dan pelayanan teknis. pelaksanaan pengembangan. pembuatan laporan dan pelayanan teknis. dan pelayanan teknis. Pasal 1029 Bidang Pengolahan Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan pengembangan database peraturan perundang-undangan. dan Pelayanan Teknis. dan b. Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik. Pasal 1027 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. (2) Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik mempunyai tugas melakukan pembuatan dan pengembangan pemrograman komputer. penjilidan dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya. Bidang Pengolahan Data Elektronik menyelenggarakan fungsi : a. dan kerja sama otomasi hukum. pengolahan. perawatan data elektronik dan jaringan komputer serta sarana teknologi informasi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan serta pengembangan database peraturan perundangundangan dan data hukum lainnya secara elektronik dan kerja sama otomasi hukum. Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum. 148 . Subbidang Penyusunan Program. pemrograman komputer. jaringan komputer. Pasal 1032 (1) Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan pengumpulan. perawatan dan pengamanan data elektronik. (3) Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi. penyebarluasan bahan hukum. Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi. reproduksi. pengamanan. penjilidan dan penyebarluasan bahan hukum. Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database. Pasal 1030 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1029. penyiapan penyusunan program. dan pemeliharaan sarana teknologi informasi.

pengembangan kerja sama secara nasional. dan perawatan bahan informasi hukum. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. Bidang Jaringan Dokumentasi. pengembangan perpustakaan hukum. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum.Pasal 1033 Bidang Jaringan Dokumentasi. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. pengumpulan. Pasal 1038 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. penyiapan perumusan kebijakan. Pusat Penyuluhan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1039 Pusat Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. Pasal 1034 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1033. (2) Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan. regional dan internasional. penyiapan. dan c. b. Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum. regional dan internasional. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengembangan penyuluhan hukum. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. Subbidang Perpustakaan Hukum. dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. Informasi dan Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. c. pembinaan. pengelolaan. regional dan internasional. Pasal 1035 Bidang Jaringan Dokumentasi. Informasi dan Perpustakaan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbidang Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pemberian bimbingan dan petunjuk pelaksanaan di bidang penyuluhan hukum. b. pelaksanaan pengumpulan. c. Informasi dan Perpustakaan Hukum terdiri atas : a. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum. 149 . b. c. Pasal 1036 (1) Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. dan d. Bidang Program dan Pelayanan Teknis. b. pelaksanaan pengembangan dan kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. dan d. pengolahan. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan serta pelayanan teknis penyuluhan hukum. Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum Pasal 1037 Pusat Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan dan pembimbingan penyuluhan hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. dan pembudayaan kesadaran hukum. evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penyuluhan hukum.

evaluasi. pemberian bimbingan.Pasal 1040 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan. Subbidang Pemantauan dan Evaluasi. dan b. b. Pasal 1043 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan program penyuluhan hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program. Subbidang Penyusunan Program. Subbidang Temu Wicara dan Diskusi. dan c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan hukum. temu wicara dan diskusi. dan c. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pelayanan teknis dan penyusunan laporan kegiatan penyuluhan hukum. pendapat umum dan pengembangan metode di bidang penyuluhan hukum. koordinasi dan kerja sama. (3) Subbidang Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan penyuluhan hukum. Pasal 1045 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan penyusunan laporan pelaksanaan penyuluhan hukum. (3) Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan pengolahan pendapat umum mengenai hukum yang berkembang dan pengembangan metode penyuluhan hukum sesuai dengan kebutuhan dalam masyarakat. penyusunan program pelaksanaan penyuluhan hukum. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama. Pasal 1044 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1041 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. c. temu wicara dan diskusi. dan pelayanan teknis. dan pengembangan metode penyuluhan hukum. Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis. penyusunan program. pendapat umum. 150 . Pasal 1046 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. menyelenggarakan fungsi : a. b. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan hukum. bimbingan teknis. (2) Subbidang Temu Wicara dan Diskusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi kegiatan temu wicara dan diskusi . Pasal 1047 (1) Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan bimbingan teknis penyuluhan hukum dan koordinasi penyuluhan hukum dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat. b. laporan kegiatan penyuluhan hukum. Pasal 1042 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. dan d.

(3) Subbidang Pameran. Subbidang Media Cetak dan Elektronik. diskusi. konsultasi hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembudayaan kesadaran hukum. diskusi. pameran. Konsultasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan kegiatan pameran. media cetak dan elektronik.Pasal 1048 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui ceramah. bantuan hukum. pementasan. diskusi dan temu sadar hukum. media cetak dan elektronik dalam upaya membentuk budaya hukum masyarakat. Pasal 1049 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1048. pementasan. Konsultasi dan Bantuan Hukum. Pementasan. temu sadar hukum. dan Temu Sadar Hukum. Pementasan. pameran. Pasal 1051 (1) Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui kegiatan ceramah. temu sadar hukum. dan b. pementasan. dan c. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Media Cetak dan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyuluhan hukum melalui media cetak dan elektronik. Subbidang Pameran. 151 . b. pelaksanaan ceramah. konsultasi dan bantuan hukum. Subbidang Ceramah. Pasal 1050 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum terdiri atas : a. konsultasi hukum. bantuan hukum.

penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan program penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. c. dan e.hak Kelompok Rentan. d. penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . Pasal 1053 Balitbang HAM mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1056 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Balitbang HAM.BAB XII BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1052 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Balitbang HAM. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Balitbang HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1054 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1053. 152 . Sosial dan Budaya. evaluasi pelaksanaan. b. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. dan e. pengelolaan urusan administrasi keuangan. c. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. b. pengelolaan urusan data dan informasi. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . Balitbang HAM menyelenggarakan fungsi : a. b. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. program dan anggaran. d.hak Ekonomi. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1057 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. pelaksanaan urusan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balitbang HAM. dan e. Sekretariat Badan. penyiapan perumusan bahan kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia.hak Sipil dan Politik. evaluasi. pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1055 Balitbang HAM terdiri atas : a. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. c. pengelolaan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia.

program dan anggaran. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. program dan anggaran. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. dan b. c. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan.Pasal 1058 Sekretariat Badan terdiri atas : a. penyiapan penyusunan formasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 1063 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Balitbang HAM. dan b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Mutasi dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan. Pasal 1060 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. pemberhentian dan pensiun. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. Kelompok Jabatan Fungsional. e. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. pengangkatan. jabatan struktural. Pasal 1065 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Bagian Kepegawaian. pendataan. pemindahan dan mutasi. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Umum. evaluasi dan penyusunan laporan Balitbang HAM. penggajian. Subbagian Mutasi dan Pensiun. Bagian Keuangan. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. program dan anggaran. 153 . Pasal 1062 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 1061 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Balitbang HAM. dan f. Pasal 1059 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Umum Kepegawaian. Bagian Data dan Informasi. d. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. penyiapan bahan penetapan mutasi. administrasi jabatan fungsional. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. dan b. b. Pasal 1064 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. dan b. Pasal 1066 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. kepangkatan.

pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. pelaksanaan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. pengumpulan. 154 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (2) Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pengangkutan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas. Pasal 1070 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pengelolaan urusan ketatausahaan dan pelaksanaan urusan administrasi perjalanan dinas. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan. Pasal 1072 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1071. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyajian data dan informasi. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. Pasal 1069 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pelaksanaan anggaran. Pasal 1073 Bagian Umum terdiri atas : a. pengelolaan dokumentasi di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1068 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1067. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pengamanan dan administrasi perjalanan dinas. dan b. Pasal 1071 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pengangkutan dan pengamanan di lingkungan Balitbang HAM. dan c. Pasal 1076 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1075. penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. dan b. pengolahan. b. tata usaha dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1074 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.Pasal 1067 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Balitbang HAM. dan c. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. Pasal 1075 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyajian dan pendistribusian data.

c.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik. penyajian dan pendistribusian data permasalahan hak asasi manusia. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. penegakan. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. d. c. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak. g. Bidang Penelitian Hak. Pasal 1082 Bidang Penelitian Hak-hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. penyusunan rencana. Pasal 1078 (1) Subbagian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b.hak sipil dan politik dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. pemenuhan.hak Sipil dan Politik. Bidang Evaluasi dan Laporan. Bidang Penelitian Hak. Pasal 1081 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Pasal 1080 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. f. Bidang Pengembangan Hak.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia.hak sipil dan politik berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. c. dan 155 . penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak. pengolahan. dan d. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan.hak sipil dan politik. daftar inventarisasi masalah.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak. pedoman. b. e. norma. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. dan i. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. Subbagian Data. b. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. penyiapan perumusan standar. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. koordinasi program.hak Sipil dan Politik. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. program penelitian hak. dan b. Pasal 1083 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri.hak Sipil dan Politik. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia.Hak Sipil Dan Politik Pasal 1079 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. h.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik. Kelompok Jabatan Fungsional. d.Pasal 1077 Bagian Data dan Informasi terdiri atas : a.

penyiapan bahan perumusan standar norma. (2) Subbidang Pengembangan Hak. pelaksanaan analisa. pedoman.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. standar. (2) Subbidang Penelitian Hak.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. naskah akedemik. inventarisasi. Pasal 1086 Bidang Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak politik. Pasal 1085 (1) Subbidang Penelitian Hak. Subbidang Penelitian Hak. standar.hak Politik. perumusan rancangan kebijakan. c.hak Sipil. e. penyusunan rencana dan program pengembangan hak. perumusan rancangan kebijakan. daftar inventarisasi masalah. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak. Subbidang Pengembangan Hak. Subbidang Penelitian Hak.hak Sipil dan Politik.hak sipil dan politik. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak.hak sipil dan politik. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak sipil dan politik. perumusan rancangan kebijakan. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak-hak sipil dan politik. pedoman. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Pasal 1084 Bidang Penelitian Hak. Pasal 1087 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak. pelaksanaan kerja sama. penyelenggaraan sosialisasi.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. analisa. dan f.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak-hak sipil dan politik. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak. dan b.hak Sipil. norma. Subbidang Pengembangan Hak.hak sipil dan politik. Pasal 1088 Bidang Pengembangan Hak. penyelenggaraan sosialisasi.hak sipil. pelaksanaan kerja sama. Bidang Pengembangan Hakhak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a.undangan.hak sipil dan politik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. b. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. program dan perumusan rancangan kebijakan. 156 . penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. Pasal 1090 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. kriteria dan prosedur. naskah akedemik. daftar inventarisasi masalah. dan b.hak Politik.e. analisa. pedoman.undangan. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. norma. daftar inventarisasi masalah. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak sipil. Pasal 1089 (1) Subbidang Pengembangan Hak.hak politik. kriteria dan prosedur.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. inventarisasi. d.

157 . koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak.hak Ekonomi.hak Ekonomi. e.hak Ekonomi. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. Pasal 1095 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094. Pasal 1093 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. Bidang Pengembangan Hak.hak sipil dan politik.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. penegakan. f. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. c.hak Sipil dan Politik. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Penelitian Hak.hak Sipil dan Politik. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. c. Sosial dan Budaya. Pasal 1092 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a.hak ekonomi. dan e. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi.Pasal 1091 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090. Sosial dan Budaya. pedoman. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. daftar inventarisasi masalah. d. sosial dan budaya. dan i.hak Sipil dan Politik.Hak Ekonomi. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. h. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. d. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi.hak Ekonomi. Bidang Evaluasi dan Laporan. dan d.hak Ekonomi. dan b. penyiapan perumusan standar.hak sipil dan politik. g. Subbidang Evaluasi. pemenuhan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. Bagian Kelima Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. b. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Pasal 1096 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. b. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian di bidang penelitian dan pengembangan hak.hak ekonomi. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. b. Subbidang Laporan.hak Ekonomi. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Sosial dan Budaya. c. sosial dan budaya berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. Sosial Dan Budaya Pasal 1094 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi program. norma. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak.

hak Ekonomi. Pasal 1099 Bidang Penelitian Hak. norma. 158 . Pasal 1101 Bidang Pengembangan Hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. serta penyusunan program penelitian hak. dan budaya. Pasal 1102 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101.hak Ekonomi.Pasal 1097 Bidang Penelitian Hak. sosial dan budaya. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.hak Ekonomi. Subbidang Pengembangan Hak. sosial dan budaya. sosial dan budaya. Pasal 1100 (1) Subbidang Penelitian Hak. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. b. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak. Bidang Pengembangan Hakhak Ekonomi.hak ekonomi. Pasal 1103 Bidang Pengembangan Hak. Subbidang Penelitian Hak. c.hak ekonomi.hak Sosial dan Budaya.hak sosial dan budaya. pedoman. b.hak sosial dan budaya.hak ekonomi.hak ekonomi. pelaksanaan kerjasama penelitian hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. e.hak ekonomi. dan e. sosial dan budaya. sosial dan budaya. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. program dan rancangan pengembangan hak.hak Ekonomi.hak ekonomi.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan budaya. penyiapan bahan perumusan standar. sosial dan budaya.hak Sosial dan Budaya. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerjasama hak asasi manusia.hak ekonomi. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.hak ekonomi. daftar inventarisasi masalah. dan b. d.hak Ekonomi. d. Bidang Penelitian Hak. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak. program dan rancangan pengembangan hak. dan f. sosial dan budaya. sosial.hak ekonomi.hak Ekonomi. Subbidang Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1098 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. Pasal 1104 (1) Subbidang Pengembangan Hak.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) Subbidang Penelitian Hak. c.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. sosial dan budaya. penyusunan program pengembangan hak.hak Ekonomi. sosial dan budaya dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri.hak ekonomi. Subbidang Penelitian Hak. sosial dan budaya. (2) Subbidang Pengembangan Hak.hak ekonomi. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. dan b. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak ekonomi.hak ekonomi. sosial.hak ekonomi.

penegakan. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak ekonomi. pemenuhan. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Sosial dan Budaya. c. sosial dan budaya.hak Ekonomi. dan f. g. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Subbidang Evaluasi. sosial dan budaya.kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. d. pedoman. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. Subbidang Laporan. b. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1107 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. dan b. dan j.hak Ekonomi. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. 159 .hak ekonomi. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. b. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. Sosial. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan atas kasus. c. Pasal 1110 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Bagian Keenam Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat Pasal 1109 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM.Pasal 1105 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. e. koordinasi program. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. h. penyiapan perumusan standar. norma. d. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak asasi manusia yang berat. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya. i. dan Budaya. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Pasal 1106 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. f. daftar inventarisasi masalah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam perspektif hak asasi manusia. e. Pasal 1108 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi.

160 . pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. Pasal 1113 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112 . Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bidang Evaluasi dan Laporan. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak asasi manusia yang berat. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. daftar inventarisasi masalah. c. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak asasi manusia yang berat. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak asasi manusia yang berat. Pasal 1116 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida. Pasal 1118 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. kriteria dan prosedur pengembangan hak asasi manusia yang berat. dan penyusunan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak asasi manusia yang berat. b. Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. Pasal 1114 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. Pasal 1115 (1) Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.Pasal 1111 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan terhadap kemanusiaan. c. dan e. dan b. pedoman. e. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan kerja sama penelitian hak asasi manusia yang berat dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. penyiapan bahan perumusan standar norma. d. (2) Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan b. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. dan f. Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida. Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. dan penyusunan program penelitian hak asasi manusia yang berat.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. b. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan genosida. d. c. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1112 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Kelompok Jabatan Fungsional. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Pasal 1117 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1116. dan d. b.

Pasal 1119 (1) Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan genosida. (2) Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 1120 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1121 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1120, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1122 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1123 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan Pasal 1124 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. Pasal 1125 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1124, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; b. penyiapan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan, penegakan, pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia; c. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri;

161

e. koordinasi dan sosialisasi di bidang hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia hakhak kelompok rentan; f. koordinasi program, evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; i. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak- hak kelompok rentan; dan j. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. Pasal 1126 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; b. Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; c. Bidang Evaluasi dan Laporan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1127 Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian, pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program penelitian hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. Pasal 1128 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127, Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri; c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; d. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1129 Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas: a. Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas. Pasal 1130 (1) Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di perempuan dan anak. (2) Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di kelompok minoritas. Pasal 1131 Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program pengembangan hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak

162

Pasal 1132 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131, Bidang Pengembangan Hakhak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; c. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. penyiapan bahan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan hakhak perempuan, anak dan kelompok minoritas; e. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan f. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1133 Bidang Pengembangan Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas. Pasal 1134 (1) Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak perempuan dan anak. (2) Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak kelompok minoritas. Pasal 1135 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-hak Kelompok Rentan. Pasal 1136 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak kelompok rentan; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan. Pasal 1137 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1138 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan.

163

BAB XIII BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1139 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPSDM Hukum dan HAM, adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengembangan sumber daya manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. (2) BPSDM Hukum dan HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1140 BPSDM Hukum dan HAM mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140, BPSDM Hukum dan HAM menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; c. pelaksanaan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; d. koordinasi dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; e. pemberian bimbingan teknis tata penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; f. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; dan g. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1142 BPSDM Hukum dan HAM terdiri atas : a. Sekretariat Badan; b. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen; c. Pusat Pengembangan Teknis; d. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1143 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1144 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143, Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. pelaksanaan dan koordinasi kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia;

164

c. pengelolaan urusan kepegawaian, tata usaha dan administrasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; d. pengelolaan urusan administrasi keuangan; dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1145 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama; b. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1146 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, pengelolaaan data, penyusunan laporan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan serta kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1147 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146, Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi; c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan; d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan; e. penyiapan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh; dan f. penyiapan penyusunan pelaksanaan kerja sama pengembagan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1148 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran; b. Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 1149 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan serta melakukan urusan hubungan masyarakat dan keprotokolan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh serta pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1150 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, administarsi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM.

165

Pasal 1151 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150, Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi, pendataan, dan pengembangan pegawai, penyiapan bahan penetapan mutasi, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengelolaan urusan surat-menyurat, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan pengelolaan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM; dan c. pengelolaan urusan administrasi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1152 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian; b. Subbagian Tata Usaha; dan c. Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1153 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi, pendataan, pengembangan pegawai, pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan, pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia, penyiapan bahan penetapan pengangkatan, kepangkatan, penggajian, pemindahan dan mutasi pegawai, pemberhentian dan pensiun, pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat meliputi penerimaan, pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM. (3) Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan seleksi dan pemanggilan peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1154 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1155 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas; dan c. pelaksanaan urusan pembukuan, perhitungan, dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1156 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan; dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1157 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan, perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.

166

Bagian Keempat Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Pasal 1162 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. norma. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengelolan urusan perlengkapan. dan f. dan c. pedoman. (3) Subbagian Perpustakaan dan Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen.Pasal 1158 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga. b. penyiapan penyusunan standar. Pasal 1159 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1158. e. pengamanan dalam serta pelaksanaan urusan pengangkutan. Pasal 1164 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen menyelenggarakan fungsi : a. pengamanan dalam. b. b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen. Bidang Program. Pasal 1160 Bagian Umum terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. pengamanan dalam dan pengangkutan. b. Bidang Penyelenggaraan. Pasal 1163 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1162. pengangkutan. dan d. Subbagian Rumah Tangga. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Perpustakaan dan Arsip. d. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. dan c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. 167 . Pasal 1161 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. rumah tangga. c.

Pasal 1171 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. Subbidang Standardisasi dan Metode. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. pemanggilan tenaga pengajar. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. dan pengelolaan urusan dokumentasi. 168 . penggandaan. Pasal 1169 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Penyusunan Program. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. penjadualan. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. dan b.Pasal 1165 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. kurikulum dan silabus. Pasal 1167 Bidang Program terdiri atas : a. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. jumlah. Pasal 1166 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. dan b. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1173 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Pasal 1172 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. metode dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. dan jenis peserta berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1170 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. dan b. dan b. penyiapan penyusunan standardisasi. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1168 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Pengajaran. kurikulum dan silabus.

Pasal 1180 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. c. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Teknis Pasal 1177 Pusat Pengembangan Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan teknis berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. 169 . (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dan pengelolaan urusan dokumentasi. dan b. pedoman. Subbidang Evaluasi. Pasal 1178 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1177. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 1176 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. c. Bidang Penyelenggaraan. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Teknis. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. dan d. norma. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan penyusunan standar. dan f. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. b. e.Pasal 1174 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1173. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1175 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bidang Program. b. Pasal 1179 Pusat Pengembangan Teknis terdiri atas : a. Pusat Pengembangan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen serta pengelolaan urusan dokumentasi. dan b. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. d.

dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. dan b. Pasal 1185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. Pasal 1183 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. Pasal 1188 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1187 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis serta pengelolaan urusan dokumentasi. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1182 Bidang Program terdiri atas : a. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. 170 . Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Pasal 1189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. Pasal 1186 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. serta pengelolaan urusan dokumentasi. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. pemanggilan tenaga pengajar. kurikulum dan silabus. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. Subbidang Penyusunan Program. penjadualan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Standardisasi dan Metode. dan b. penggandaan. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. jumlah dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Subbidang Pengajaran. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1184 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. penyiapan penyusunan standardisasi dan metode. dan b. serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis.Pasal 1181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1180. kurikulum dan silabus. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.

Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1194 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. dan f. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis dan pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan penyusunan standar. c. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1196 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1191 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis.Pasal 1190 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. norma. Pasal 1195 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. b. dan b. Bidang Penyelenggaraan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Bidang Program. Subbidang Evaluasi. pedoman. e. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. metode. c. 171 . dan b. penyiapan standardisasi. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Pasal 1193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1192. dan d. b. d. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional Dan Hak Asasi Manusia Pasal 1192 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. kriteria.

dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. penggandaan. penyiapan. Pasal 1203 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dan pengelolaan urusan dokumentasi. dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelatihan. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi.Pasal 1197 Bidang Program terdiri atas : a. penyusunan kurikulum dan silabus. pemanggilan tenaga pengajar. Subbidang Pengajaran. Subbidang Standardisasi dan Metode. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. 172 . jumlah. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan pengelolaan urusan dokumentasi. dan b. penjadualan. Subbidang Evaluasi. Pasal 1204 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. Pasal 1198 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. pemanggilan tenaga pengajar. Pasal 1201 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. dan b. dan b. Pasal 1200 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. kurikulum dan silabus. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penjadualan kegiatan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penyusunan Program. dan b. Pasal 1202 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1199 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan b. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1205 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a.

(2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia serta pengelolaan urusan dokumentasi. Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum. Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan. Pasal 1210 (1) Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah perekonomian dan hubungan luar negeri. pemikiran dan pengkajian aspek politik. dan d. (4) Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah pengembangan budaya hukum. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. sosial dan keamanan. Direktorat Jenderal. pemikiran dan pengkajian aspek hukum lingkungan dan pertanahan. Sosial dan Keamanan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah politik. e. Staf Ahli menyelenggarakan fungsi: a. b. Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri. BAB XIV STAF AHLI Pasal 1207 Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahlianya. d. Badan dan Inspektorat Jenderal. (5) Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 1208 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. c. (3) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Sosial dan Keamanan.Pasal 1206 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia. (3) Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah hukum lingkungan dan pertanahan. sosial dan keamanan. dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli Bidang Politik. pemikiran dan pengkajian aspek hak asasi manusia. pemikiran dan pengkajian aspek ekonomi dan hubungan luar negeri. Staf Ahli Bidang Politik. 173 . Pasal 1209 (1) Staf Ahli terdiri dari : a. c.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1214 Pusjianbang terdiri atas : a. Pusjianbang menyelenggarakan fungsi : a. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif. administrasi keuangan. kepegawaian. pemasyarakatan. keimigrasian. pengelolaan urusan tata usaha. Bagian Umum. b. penyusunan rencana. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1216 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi : a.BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1211 (1) Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Pusjianbang adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengkajian dan pengembangan kebijakan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 1212 Pusjianbang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. 174 . Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Bidang Pengkajian dan Pengembangan. b. pengelolaan urusan tata usaha dan kepegawaian. dan c. keuangan. program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan Pusjianbang. c. dan c. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. b. dan d. pemasyarakatan. pengelolaan administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 1213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. serta pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Bidang Penyusunan Program dan Laporan. kepegawaian. Pasal 1215 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. c. dalam Pasal 1215. (2) Pusjianbang dipimpin oleh seorang Kepala. Subbagian Keuangan. pelaksanaan pengkajian dan pengembangan serta perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. dan e. keimigrasian. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Pusjianbang. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Bagian Umum Pasal 1217 Bagian Umum terdiri atas : a. b. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d.

analisa dan pengembangan kebijakan. Bidang Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 1225 Bidang Pengkajian dan Pengembangan terdiri atas : a.Pasal 1218 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat. Subbidang Evaluasi dan Laporan. Pasal 1224 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. b. c. Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran. (2) Subbidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi program dan laporan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pusjianbang. perumusan rekomendasi kebijakan serta pengelolaan urusan perpustakaan dan dokumentasi. Bidang Pengkajian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. pembukuan. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. program dan anggaran di lingkungan Pusjianbang. program dan anggaran . penataan kearsipan. pembuatan perumusan rekomendasi kebijakan. penerimaan. Pasal 1219 Bidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pemeliharaan. 175 . b. pengolahan dan analisa data serta penyajian hasil pengkajian kebijakan. dan c. Pasal 1223 Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Pasal 1222 (1) Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. perawatan barang inventaris dan pengamanan sarana dan prasarana. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. (2) Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan melalui kegiatan diskusi dan seminar atas hasil pengkajian kebijakan serta perumusan atas hasil pengembangan kebijakan guna dijadikan rekomendasi kepada Pimpinan Departemen. dan b. Pasal 1220 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. pelaksanaan kegiatan pengkajian kebijakan. Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan. program dan anggaran serta laporan Pusjianbang. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan. Pasal 1221 Bidang Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. dan b. (3) Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan atas hasil pengkajian dan pengembangan kebijakan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan guna mendukung kegiatan pengkajian dan pengembangan. dan kepegawaian di lingkungan Pusjianbang. pengelolaan urusan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan kegiatan pengembangan hasil pengkajian kebijakan. Pasal 1226 (1) Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan mempunyai tugas melakukan pengkajian melalui pengumpulan. (3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.

Kepala Subbidang. Kepala Biro. Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Kepala Pusat. Pasal 1233 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Direktur. Kepala Bidang. Kepala Badan. Kepala Bagian. (1) (2) (3) (4) (5) (6) BAB XVII TATA KERJA Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Jenderal. Direktur Jenderal. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Staf Ahli. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Kepala UPT dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Inspektur. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Kepala Subbagian. Inspektur Jenderal.BAB XVI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1227 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Departemen serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Sekretaris Badan. Pasal 1228 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. Pasal 1230 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 1231 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. 176 . Pasal 1232 Setiap pimpinan satuan organisasi dan pejabat fungsional wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Kelompok Jabatan Fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Biro/Sekretariat Direktorat Jenderal/Direktorat/Sekretariat Badan/Pusat secara administratif bertanggung jawab kepada masing-masing Kepala Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Direktur/Sekretaris Badan/Kepala Pusat. Kepala Subdirektorat. Sekretaris Inspektorat Jenderal. terdiri atas Jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Kepala Seksi.

07. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1238 (1) Di lingkungan Departemen terdapat Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Departemen sesuai dengan kebutuhan. BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL Pasal 1236 (1) Instansi Vertikal Departemen adalah Kantor Wilayah Departemen di Propinsi. 177 . tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. Tugas dan Fungsi.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. ditetapkan dengan Peraturan Menteri tersendiri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.Pasal 1234 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 1237 Instansi Vertikal di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pembentukan. Pasal 1241 Peraturan Menteri Nomor M. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuansatuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 1239 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini.03-PR. Pasal 1235 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. BAB XX KETENTUAN PENUTUP Pasal 1240 Perubahan atas susunan Organisasi dan Tata Kerja dalam peraturan ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1242 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 April 2007 178 .

07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA STAF AHLI INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA i .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.09-PR.

09-PR.07.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERLENGKAPAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ii .

BIRO PERENCANAAN BAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN LAPORAN BAGIAN ORGANISASI BAGIAN KETATALAKSANAAN Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Evaluasi dan Laporan I Subbagian Evaluasi dan Laporan II Subbagian Evaluasi dan Laporan III Subbagian Evaluasi dan Laporan IV Subbagian Kelembagaan I Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja Subbagian Pengembangan Sistem Prosedur dan Metode Kerja Subbagian Evaluasi Tatalaksana Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Kelembagaan II Subbagian Kelembagaan III iii .

PENSIUN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai Subbagian Peraturan Perundangundangan Subbagian Jaminan Sosial Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai Subbagian Pengembangan Sistem dan Diklat Luar Negeri Subbagian Penyaringan Pegawai Subbagian Mutasi I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai Subbagian Tata Naskah I Subbagian Mutasi II Subbagian Tata Naskah II Subbagian Mutasi III Subbagian Penggandaan I Subbagian Mutasi IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Penggandaan II iv .BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN PEMBERHENTIAN.

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN DAN TATA USAHA KEUANGAN BAGIAN PENGUJIAN DAN PENERBITAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN Subbagian Pelaksanaan Anggaran I Subbagian Pelaksanaan Anggaran II Subbagian Pelaksanaan Anggaran III Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM I Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM II Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM III Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM IV Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV Subbagian Tata Usaha Keuangan Subbagian Kerugian Negara Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL v .

BIRO PERLENGKAPAN BAGIAN ANALISA KEBUTUHAN BAGIAN PENGADAAN BAGIAN PENYIMPANAN DAN PENYALURAN BAGIAN INVENTARISASI BAGIAN PENGHAPUSAN Subbagian Penyediaan Data Subbagian Harga dan Mutu Subbagian Pergudangan dan Penyaluran Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan Subbagian Pemeliharaan Subbagian Pembukuan Subbagian Penilaian Subbagian Pembakuan Subbagian Tender Subbagian Pendataan Inventaris Subbagian Perubahan Status P l k Subbagian Pelaksanaan Penghapusan Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pembelian Subbagian Statistik dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vi .

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAGIAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI Subbagian Hubungan Kelembagaan Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Subbagian Kerja Sama BadanBadan Internasional Subbagian Kerja Sama Antar Negara Subbagian Penyusunan Program. Evaluasi dan Laporan Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vii .

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA DEPARTEMEN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN BINA SIKAP MENTAL BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PENGAMANAN Subbagian Persuratan Subbagian Tata Usaha Menteri Subbagian Tata Usaha Sekretariat Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Protokol Subbagian Rohani dan Sosial Subbagian Kesehatan Pegawai Subbagian Kesejahteraan Subbagian Urusan Dalam Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas Subbagian Gaji Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pengamanan Pimpinan Subbagian Pengamanan Lingkungan Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi Subbagian Arsip Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Agenda dan Pengiriman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL viii .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT PUBLIKASI. KERJA SAMA DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH ix .09-PR.07.

Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Data.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jafung Subbagian Mutasi. Informasi dan Laporan Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Arsip dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat x .

DAN PENYIAPAN PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan P d d Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundangundangan SUBDIREKTORAT PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG UNDANG SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN Seksi Penyusunan Rencana dan Program Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-undang Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-undang KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengelolaan Dokumentasi Seksi Perpustakaan Hukum xi .DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI SUBDIREKTORAT METODE. TEKNIK.

dan Keamanan I Seksi Analisa Bidang Politik.DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG POLITIK. RISET DAN TEKNOLOGI Seksi Analisa Bidang Industri. Perdagangan. Riset dan Teknologi II SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II Seksi Analisa Bidang Politik. Hukum. DAN KEAMANAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG INDUSTRI. Riset dan Teknologi I Seksi Analisa Bidang Industri. dan Keamanan II Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xii . Perdagangan. HUKUM. Hukum. PERDAGANGAN.

DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PUBLIKASI SUBDIREKTORAT KERJA SAMA SUBDIREKTORAT PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Seksi Penerbitan Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan Seksi Administrasi Pengundangan Seksi Aplikasi Seksi Distribusi dan Penyebarluasan Seksi Dokumentasi Seksi Sarana. KERJA SAMA. Prasarana dan Implementasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xiii .DIREKTORAT PUBLIKASI.

DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIAPAN DAN PENDAMPINGAN PERSIDANGAN SUBDIREKTORAT FASILITASI BAHAN DAN ANALISIS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR LEMBAGA Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan Seksi Penyiapan Bahan dan Data Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat Seksi Analisis. Laporan dan Dokumentasi xiv .

DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN PELAPORAN SUBDIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIK PERANCANGAN PERATURAN DAERAH SUBDIREKTORAT MEDIASI DAN KONSULTASI Seksi Pengumpulan Data 4 Seksi Perencanaan d P Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Bimbingan dan Latihan Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi Seksi Pengolahan Data KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xv .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERDATA DIREKTORAT PIDANA DIREKTORAT TATA NEGARA DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL DIREKTORAT DAKTILOSKOPI xvi .09-PR.07.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendahara an Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas Subbagian Pengetikan dan P d Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan xvii .

DIREKTORAT PERDATA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM PERDATA UMUM SUBDIREKTORAT BADAN HUKUM SUBDIREKTORAT PENDAFTARAN FIDUSIA SUBDIREKTORAT HARTA PENINGGALAN SUBDIREKTORAT NOTARIAT Seksi Pendapat Hukum Seksi Legalisasi Seksi Perseroan Tertutup Seksi Perseroan Terbuka Seksi Badan Hukum Sosial Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Penerimaan dan Pemrosesan Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan Seksi Daftar Wasiat Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris Seksi Pengawasan Notaris Seksi Dokumentasi Notariat Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Perubahan Nama Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Dokumentasi xviii .

DIREKTORAT PIDANA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PIDANA UMUM SUBDIREKTORAT EKSTRADISI DAN BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK SUBDIREKTORAT PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL Seksi Analisa Hukum Pidana Seksi Ekstradisi Seksi Bimbingan dan Pemantauan PPNS Seksi Pemantauan dan Evaluasi Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik Seksi Dokumentasi xix .

DIREKTORAT TATA NEGARA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM TATA NEGARA SUBDIREKTORAT PEWARGANEGARAAN SUBDIREKTORAT BUKTI KEWARGANEGARAAN R.I Seksi Analisa dan Pertimbangan Seksi Analisa Pewarganegaraan Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Khusus Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Seksi Dokumentasi Seksi Penyelesaian Seksi Pendaftaran Partai Politik Seksi Pengujian dan Pemantauan xx .

DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL UMUM SUBDIREKTORAT HUKUM EKONOMI DAN KELEMBAGAAN INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT HUKUM LAUT DAN HUKUM UDARA Seksi Hukum Humaniter Seksi Hukum Lingkungan Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral Seksi Hukum Laut Seksi Hukum Udara Seksi Dokumentasi xxi .

DIREKTORAT DAKTILOSKOPI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERUMUSAN DAN IDENTIFIKASI SUBDIREKTORAT DATA DAN INFORMASI SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN ARSIP TERAAN Seksi Perumusan Seksi Pengumpulan Data Seksi Penataan dan Informasi Seksi Dokumentasi Seksi Identifikasi Seksi Arsip Teraan xxii .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK DIREKTORAT BINA PERAWATAN DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA xxiii .09-PR.07.I Nomor : M.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Perundangundangan d Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Humas dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxiv .

DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT REGISTRASI

SUBDIREKTORAT PENEMPATAN DAN MUTASI

SUBDIREKTORAT SIDIK JARI

SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN DOKUMENTASI

Seksi Registrasi Tahanan dan Basan Seksi Registrasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan

Seksi Penempatan, Mutasi Tahanan dan Basan Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan

Seksi Perumusan dan Identifikasi Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan

Seksi Statistik, Dokumentasi Tahanan dan Basan Seksi Statistik, Dokumentasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan

xxv

DIREKTORAT BINA PERAWATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESEHATAN DAN MAKANAN

SUBDIREKTORAT BASAN DAN BARAN

SUBDIREKTORAT SARANA DAN EVALUASI

Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi Seksi Pengendalian Bahan Makanan

Seksi Pemeliharaan Seksi Penilaian Jenis dan Mutu

Seksi Analisa Kebutuhan Seksi Pengelolaan Sarana Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Penghapusan

xxvi

DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DAN BIMBINGAN

SUBDIREKTORAT PEMBINAAN

SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT PEMBIMBINGAN

Seksi Bimbingan Hukum Seksi Orientasi dan Observasi Seksi Penelitian Kemasyarakatan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Mental Rohani Seksi Pembinaan Kewarganegaraan Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan

Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan Seksi Pendidikan Luar Sekolah

Seksi Bimbingan Klien

Seksi Asimilasi

Seksi Integrasi Seksi Pendayagunaan Kerja TPP

xxvii

DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT BIMBINGAN DAN LATIHAN KETERAMPILAN

SUBDIREKTORAT KEGIATAN KERJA

SUBDIREKTORAT PRODUKSI

SUBDIREKTORAT TENAGA KERJA

SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN PEMASARAN

Seksi Bimbingan Minat dan Bakat Seksi Pengembangan Kewirausahaan Seksi Bimbingan Keterampilan Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan

Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan

Seksi Standardisasi dan Pengendalian Seksi Pembinaan Produksi Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi

Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Kemitraan

Seksi Pemasaran Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan

xxviii

DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN

SUBDIREKTORAT SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TEKNIS PETUGAS PENGAMANAN

Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Kamtib

Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Kamtib Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Kamtib Seksi Evaluasi dan Laporan Kamtib

Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Kamtib Seksi Penindakan Gangguan Kamtib Seksi Keselamatan dan Keamanan Basan dan Baran

Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan Seksi Bantuan Hukum

xxix

DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERAWATAN KESEHATAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT BIMBINGAN HUKUM SUBDIREKTORAT KEMITRAAN Seksi Identifikasi Ketergantung an Seksi Perawatan Jasmani Seksi Perawatan Mental Rohani Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan Seksi Keterampilan dan Usaha Seksi Seni dan Budaya Seksi Konsultasi Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah Seksi Kerja Sama LSM dan Antar Negara Seksi Monitoring dan Evaluasi xxx .

VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN xxxi .09-PR.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.

Dokumentasi & Kepustakaan Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Subbagian Peraturan Perundangundangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxii . Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengadaan dan Peralatan Subbagian Litigasi Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Tata Persuratan. LITIGASI DAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Analisa Kebutuhan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pengembangan.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN HUMAS.

SPLP. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN TKI SUBDIREKTORAT VISA SUBDIREKTORAT IZIN MASUK DAN BERTOLAK SUBDIREKTORAT FASILITAS KEIMIGRASIAN Seksi Paspor. dan PLB Seksi Paspor TKI Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Evaluasi dan Laporan Seksi Visa Kunjungan Seksi Izin Masuk Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI Seksi Izin Bertolak Seksi Fasilitas Wisatawan Asing Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian Seksi Visa Tinggal Terbatas xxxiii .DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN.

DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT IZIN TINGGAL SUBDIREKTORAT ALIH STATUS KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT STATUS KEIMIGRASIAN Seksi Izin Tinggal Kunjungan Seksi Izin Tinggal Terbatas Seksi Izin Tinggal Tetap Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Status Keimigrasian Seksi Surat Keterangan Keimigrasian Seksi Izin Tinggal Khusus / Darurat xxxiv .

DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT OPERASI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PRODUKSI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENGAMANAN PERIZINAN KEIMIGRASIAN Seksi Operasi Intelijen Wilayah I Seksi Operasi Intelijen Wilayah II Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri Seksi Pengamanan Perizinan WNI Seksi Pengamanan Perizinan WNA Seksi Produksi Intelijen xxxv .

DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIDIKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENINDAKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENANGKALAN SUBDIREKTORAT DETENSI IMIGRASI DAN DEPORTASI Seksi Penyidikan Wilayah I Seksi Penindakan Wilayah I Seksi Pencegahan Seksi Detensi Imigrasi Seksi Penyidikan Wilayah II Seksi Penindakan Wilayah II Seksi Penangkalan Seksi Deportasi Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara Seksi Pembinaan PPNS Imigrasi Seksi Evaluasi dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxvi .

DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT LINTAS BATAS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN KERJA SAMA KEIMIGRASIAN PERWAKILAN Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina Seksi Lintas Batas Timor Leste. dan Papua New Guinea Seksi Organisasi Internasional PBB Seksi Organisasi Internasional Non PBB Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Asia Pasifik dan Afrika Seksi Amerika dan Eropa Seksi Penyebaran Informasi xxxvii .

PENGEMBANGAN DAN PENGAMANAN SISTEM INFORMASI Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi SUBDIREKTORAT REGISTRASI.DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENYEBARAN DAN KERJA SAMA SISTEM INFORMASI Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam N i Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri SUBDIREKTORAT PERENCANAAN. DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN DOKUMEN Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian xxxviii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMISI BANDING SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT HAK CIPTA.I Nomor : M.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. DESAIN INDUSTRI. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG DIREKTORAT PATEN DIREKTORAT MEREK DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI xxxix .09-PR.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Administrasi Penyidik Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional Subbagian Administrasi HKI Subbagian Tata Usaha Pimpinan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xl .

DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis Seksi Pemeriksaan dan Publikasi Seksi Sertifikasi. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT DESAIN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HAK CIPTA. Mutasi dan Lisensi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Hak Cipta Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang xli .DIREKTORAT HAK CIPTA. DESAIN INDUSTRI.

DIREKTORAT PATEN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN I SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN II SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN III SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Formalitas Seksi Pelayanan Teknis Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemeliharaan. Pengalihan Hak dan Lisensi Seksi Publikasi Seksi Sertifikasi xlii .

DIREKTORAT MEREK Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERMOHONAN DAN PELAYANAN SUBDIREKTORAT PEMERIKSAAN SUBDIREKTORAT INDIKASI GEOGRAFIS SUBDIREKTORAT SERTIFIKASI DAN PENGUMUMAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan Seksi Pemeriksaan Formalitas Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Seksi Sertifikasi Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding Seksi Mutasi dan Lisensi Seksi Pelayanan Teknis Seksi Klasifikasi Seksi Pengumuman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xliii .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA NASIONAL Seksi Penyebaran Informasi Seksi Pengkajian dan Pengembangan Seksi Kerja Sama Regional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah Seksi Pelatihan Seksi Perpustakaan xliv .

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Seksi Dokumentasi Hak Paten Seksi Dokumentasi Hak Merek KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlv .DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM SUBDIREKTORAT PENDUKUNG SISTEM SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PROSES SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI Seksi Administrasi dan Pengembangan Data Base Seksi Pengembangan Aplikasi Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan Seksi Administrasi Sistem Jaringan Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi I f i Seksi Situs Internet Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Desain Industri.

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA xlvi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.07.09-PR.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Mutasi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perjalanan Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlvii .

DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN ALUMNI DAN INSTITUSI HAM SUBDIREKTORAT DISEMINASI HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT BAHAN DISEMINASI Seksi Pendidikan Dalam Negeri Seksi Pendidikan Luar Negeri Seksi Kurikulum Pendidikan HAM Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri Seksi Institusi HAM Non Pemerintah Seksi Institusi HAM Pemerintah Seksi Diseminasi Aparatur Negara Seksi Diseminasi Penegak Hukum Seksi Diseminasi Masyarakat Seksi Bahan Instrumen Nasional Seksi Bahan Instrumen Internasional Seksi Bahan Instrumen Praktis xlviii .

SOSIAL DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT INSTRUMEN HAM Seksi Kerja Sama Asia Pasifik Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi LSM Internasional Seksi Kerja Sama Hak Sipil Seksi Kerja Sama Hak Politik Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi Seksi Kerja Sama Hak Sosial Seksi Kerja Sama Hak Budaya Seksi Ratifikasi Instrumen HAM Internasional Seksi Harmonisasi Instrumen HAM Nasional xlix .DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK SIPIL DAN POLITIK SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK EKONOMI.

Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PEREMPUAN SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK TENAGA KERJA SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya l . Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM INFORMASI HAM SUBDIREKTORAT PENDAYAGUNAAN INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Seksi Pengumpulan Data Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi HAM Penerbitan dan Penyebaran Informasi HAM Seksi Seksi Pengolahan Data Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan li .

DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PERMASALAHAN DAN DISKRIMINASI HAM SUBDIREKTORAT PROSES PENEGAKAN HUKUM DAN HAM SUBDIREKTORAT EVALUASI DAN PELAPORAN HAM Seksi Penerapan HAM di Pemerintah Seksi Permasalahan HAM Seksi Pra Peradilan Seksi Evaluasi HAM Seksi Penerapan HAM di Masyarakat dan Dunia Usaha Seksi Diskriminasi HAM Seksi Pasca Peradilan Seksi Pelaporan HAM lii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN INSPEKTORAT HUKUM. HAK ASASI MANUSIA DAN HKI PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN INSPEKTORAT KHUSUS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liii .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.I Nomor : M.09-PR.

Pemberhentian Subbagian Mutasi dan Promosi Subbagian Pengembangan Pegawai KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liv . HAM dan HKI Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan I Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan II Subbagian Analisis LHP Keimigrasian Subbagian Analisis LHP Khusus Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Umum.SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN I BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN II BAGIAN UMUM BAGIAN KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Analisis LHP Kepegawaian I Subbagian Analisis LHP Kepegawaian II Subbagian Analisis LHP Keuangan. dan Perlengkapan Subbagian Analisis LHP Hukum.

INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lv .

INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvi .

HAK ASASI MANUSIA DAN HKI Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvii .INSPEKTORAT HUKUM.

PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lviii .

INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lix .

INSPEKTORAT KHUSUS Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lx .

I Nomor : M.09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL PUSAT PENYULUHAN HUKUM lxi .07.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Arsip Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxii .

PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI BIDANG PENELITIAN DAN PENGKAJIAN HUKUM BIDANG PERTEMUAN ILMIAH Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi Subbidang Penelitian Hukum Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah Subbidang Pengkajian Hukum Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiii .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM.

PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PERENCANAAN LEGISLASI BIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN HUKUM BIDANG ANALISIS EVALUASI DAN PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis Subbidang Kerja sama Nasional Pengembangan Hukum Subbidang Kerja sama Internasional Pengembangan Hukum Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiv .

dan Pelayanan Teknis Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Data Base Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Perpustakaan Hukum lxv . Monitoring.PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL BIDANG PUBLIKASI HUKUM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK BIDANG JARINGAN DOKUMENTASI. INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN HUKUM Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum Subbidang Penyusunan Program.

Konsultasi dan Bantuan Hukum Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan Subbidang Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxvi . Pementasan.PUSAT PENYULUHAN HUKUM BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGEMBANGAN PENYULUHAN HUKUM BIDANG PEMBUDAYAAN KESADARAN HUKUM Subbidang Penyusunan Program Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis Subbidang Temu Wicara dan Diskusi Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum Subbidang Media Cetak dan Elektronik Subbidang Pameran.

09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. SOSIAL DAN BUDAYA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN lxvii .07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK SIPIL DAN POLITIK PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK EKONOMI.I Nomor : M.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN DATA DAN INFORMASI Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Subbagian Data Subbagian Mutasi dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas Subbagian Informasi dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan lxviii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENELITIAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Sipil Subbidang Pengembangan Hak-hak Sipil Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Politik Subbidang Pengembangan Hak-hak Politik Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxix .

SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENELITIAN HAK–HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hakhak Ekonomi Subbidang Pengembangan Hak-hak Ekonomi Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hakhak Sosial dan Budaya KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Sosial dan Budaya Subbidang Laporan lxx .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT BIDANG PENELITIAN HAM YANG BERAT BIDANG PENGEMBANGAN HAM YANG BERAT BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Keman siaan Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxi .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN BIDANG PENELITIAN HAK-HAK PEREMPUAN. ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG PENGEMBANGAN HAKHAK PEREMPUAN. ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Kelompok Minoritas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas Subbidang Laporan lxxii .

I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA AKIP AIM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiii .09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data. Laporan dan Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Kerja Sama Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perpustakaan dan Arsip KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiv .

PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxv .

PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvi .

PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvii .

07.09 – PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BAGIAN UMUM Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan BIDANG PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbidang Evaluasi dan Laporan BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxviii .PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.

Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. saran. TUGAS. fungsi. kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidangnya. FUNGSI. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. c. BAB III DEPARTEMEN Bagian Pertama Kedudukan. 2. SUSUNAN ORGANISASI. d. perumusan kebijakan nasional. dan Fungsi Pasal 25 (1) (2) Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah. Mengingat Menetapkan I . : 1. e. Pasal 26 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Departemen dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. penyampaian laporan hasil evaluasi. MEMUTUSKAN : : PERATURAN PRESIDEN TENTANG KEDUDUKAN. Departemen menyelenggarakan fungsi : a. dipandang perlu menetapkan kedudukan. dan tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Tugas. b. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. TUGAS.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Menimbang : bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kabinet Indonsia Bersatu dan untuk lebih meningkatkan koordinasi serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan negara yang berdaya guna dan berhasil guna. FUNGSI. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. tugas. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). 3. SUSUNAN ORGANISASI. susunan organisasi.

Departemen Perdagangan. Dalam Luar Negeri. kebijakan pelaksanaan. Departemen Komunikasi dan Informatika. Departemen Perindustrian 8. 13. II . b. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Departemen Pertanian. 20. Departemen Pertahanan. e. Departemen Pendidikan Nasional. Departemen Agama. c. Menteri. perumusan kebijakan nasional. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. 15. Direktorat Jenderal. 9. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. 4. Bagian Kelima Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 35 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. e. 11. 17. 7. 14. Departemen Kelautan dan Perikanan. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. Departemen Dalam Negeri. 3. 2. f. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Departemen Kesehatan. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Badan dan/atau Pusat. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. 6. c. Bagian Keduapuluh Dua Susunan Organisasi Pasal 69 Departemen terdiri dari : a. b. 19. 10. d. Departemen Keuangan. Sekretariat Jenderal. 18. Departemen Kehutanan. 16. Departemen Pekerjaan Umum. 12. d.Pasal 28 Departemen terdiri dari : 1. penyampaian laporan hasil evaluasi. saran. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Departemen Perhubungan. Departemen Sosial. 5. Inspektorat Jenderal. Staf Ahli.

c. kriteria. koordinasi kegiatan Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. (1) (2) (3) (4) (5) III . Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidangnya. Direktorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal dan paling banyak 5 (lima) Direktorat. (1) (2) Pasal 71 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. penyusunan standar. Lembaga Pemerintah Non Departemen. (3) Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Departemen lain. yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (2) Biro terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. d. norma. c. Bagian Keduapuluh Empat Direktorat Jenderal Pasal 74 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. b. d. Pasal 76 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Pasal 77 Jumlah Direktorat Jenderal ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. b. Subdirektorat terdiri dari 2 (dua) Seksi. Pasal 73 (1) Sekretariat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Biro. e. Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Kementerian Negara. pelaksanakan kebijakan di bidangnya. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal Pasal 75 Direktorat Jenderal mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidangnya. dan Lembaga lain yang terkait. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.Bagian Keduapuluh Tiga Sekretariat Jenderal Pasal 70 Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan prosedur di bidangnya.

Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. b. Pasal 81 (1) Inspektorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Jenderal dan paling banyak 4 (empat) Inspektorat. dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (4) Pusat/Biro terdiri dari kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang/Bagian. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. d. (3) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. (3) Inspektorat membawahkan Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. keuangan. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. (2) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. IV . pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. dan masing-masing Bidang/Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbidang/Subbagian. dan Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbagian. penyusunan laporan hasil pengawasan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang yang masing-masing Bidang terdiri dari 2 (dua) Subbidang. Bagian Keduapuluh Enam Badan dan/atau Pusat Pasal 82 Di lingkungan Departemen dapat dibentuk Badan dan/atau Pusat sebagai pelaksana tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup dalam tugas Sekretariat Jenderal dan/atau Direktorat Jenderal dan/atau Inspektorat Jenderal sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. (5) Pusat yang tempat kedudukannya tidak satu lokasi dengan tempat kedudukan Sekretariat Badan terdiri dari Subbagian Tata Usaha atau Bagian Tata Usaha yang terdiri dari 2 (dua) Subbagian. Pasal 83 (1) Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. c. Pasal 79 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen.Bagian Keduapuluh Lima Inspektorat Jenderal Pasal 78 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. (2) Badan terdiri dari Sekretariat Badan dan paling banyak 4 (empat) Pusat/Biro. dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 84 (1) Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan.

dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. Direktorat Jenderal.a. DAN PEMBERHENTIAN Pasal 132 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. Sekretaris Direktorat Jenderal.a. Kepala Pusat. Inspektur Jenderal. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya. dan Inspektorat Jenderal. Deputi. (2) Pembentukan.(2) Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang. Direktur Jenderal. PENGANGKATAN. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. (3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Bagian Keduapuluh Sembilan Lain-lain Pasal 87 (1) Departemen secara selektif dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang. (4) Bidang terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbidang. Bagian Keduapuluh Tujuh Staf Ahli Pasal 85 (1) Menteri dapat dibantu oleh paling banyak 5 (lima) Staf Ahli. Kepala Bidang. Direktur. (2) Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Inspektur. Asisten Deputi. Sekretaris Kementerian Negara. Bagian Keduapuluh Delapan Instansi Vertikal Pasal 86 (1) Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang tidak diserahkan kepada Daerah dapat membentuk instansi vertikal.b. Badan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas. (2) Staf Ahli berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretaris Jenderal. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. V . (3) Kepala Biro. BAB VI ESELON. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (4) Kepala Bagian. (3) Bagian Tata Usaha terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Subbidang. dan tata laksana instansi vertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden.a. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. (5) Kepala Subbagian.a. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administrasi berada di bawah Sekretaris Jenderal. Sekretaris Badan. (5) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya.

4) Badan terdiri dari : a) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. dan Kementerian Negara. Departemen dan Kementerian Negara dapat ditetapkan Jabatan Fungsional. dan masing-masing Bagian dapat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. 3) Direktorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian.Pasal 133 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. VI . kearsipan. masing-masing Biro terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Keamanan. dan masing-masing Subdirektorat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Seksi. b) Direktorat paling banyak 6 (enam). masing-masing Pusat terdiri dari kelompok jabatan fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bidang. Departemen. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri. b) Pusat paling banyak 4 (empat). perlengkapan. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan. BAB VII ADMINISTRASI DAN PEMBIAYAAN Pasal 134 Pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pertahanan. Moneter dan Fiskal Nasional serta Agama. Sekretaris Jenderal. dan masing-masing Bidang terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbidang. dan masingmasing Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 137 Pada Kementerian Koordinator. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Justisi. Deputi. Pasal 135 Segala pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas masing-masing Kementerian Koordinator. b) Inspektorat paling banyak 6 (enam). Kepala Badan. dan masing-masing Inspektorat terdiri dari Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. jumlah unit organisasinya ditetapkan sebagai berikut : b. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia 1) Sekretariat Jenderal terdiri paling banyak 6 (enam) Biro. Inspektur Jenderal. keuangan. Departemen. Direktur Jenderal. Pasal 139 Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Politik Luar Negeri. dan Kementerian Negara dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sekretaris Kementerian Negara. masing-masing Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. dan persandian diselenggarakan oleh masing-masing Kementerian Koordinator. 2) Inspektorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri yang bersangkutan.

Departemen. Pasal 144 (1) Rincian tugas. VII . BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 146 (2) Sebelum organisasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terbentuk. dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. fungsi. Departemen. yang operasionalnya dikendalikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sampai dengan ditetapkannya organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Peraturan Presiden ini. (2) Salinan Peraturan Menteri tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkan. susunan organisasi.Pasal 142 Pejabat Struktural Eselon Ia yang dialih tugaskan pada jabatan staf ahli tetap diberikan Eselon Ia Pasal 143 (1) Unit organisasi dan tugas eselon I pada masing-masing Kementerian Koordinator. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum dan hak asasi manusia dilakukan oleh perangkat Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. (2) Penyesuaian terhadap Peraturan Presiden ini dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden. (2) Unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada masing-masing Kementerian Koordinator. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Kewenangan. Fungsi. Pasal 145 Pengecualian terhadap organisasi Kementerian Koordinator. Tugas. Departemen. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan Kementerian Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Presiden atas Usul Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Susunan Organisasi. Pasal 147 (1) Keputusan Menteri yang merupakan pelaksanaan : c. Departemen. Dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan Peraturan Presiden ini. dan tata kerja Kementerian Koordinator. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan.

ttd. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan. VIII . Fungsi. Nahattands. DR.H. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan Tugas. Pasal 149 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ttd Lambock V. Dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 148 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. Kewenangan. maka : c.

Direktorat Jenderal Imigrasi. Staf Ahli. Mengingat (1) IX . Tugas. Pasal 14 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 3. Susunan Organisasi. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Fungsi. Sekretariat Jenderal. g. Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. BAB II DEPARTEMEN Bagian Keempat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. dan untuk menjamin terselenggaranya tugas pemerintahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. f. k. dipandang perlu menetapkan Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Susunan Organisasi. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Badan Pembinaan Hukum Nasional. : 1. b. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. h. i. j. d. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Fungsi. 2. e. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. 4. c. Tugas. Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia.

dan Inspektorat Jenderal. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden ini. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Keputusan Menteri tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini dinyatakan tetap berlaku. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2004. Penyesuaian unit organisasi dan tugas eselon I pada Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara Koordinator. Badan. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 (2) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2004. b. maka : a. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. X . dinyatakan tidak berlaku. Direktorat Jenderal. c. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. (11) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.(2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. (7) Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perlindungan hak asasi manusia.

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet dan Bidang Hukum dan Perundang-undangan.Pasal 71 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Nahattands. DR. Lambock V. XI . H. ttd. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. b. 4. d. Diubah sebagai berikut : 1. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. Nomor 63 Tahun 2005. Tugas. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden : a. Sekretariat Jenderal. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Mengingat XII . Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Nomor 15 Tahun 2005. c. d. Nomor 66 Tahun 2006. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi. Nomor 80 Tahun 2005. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. : 1. 3. Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ketentuan Pasal 13 diubah. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Fungsi. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2006. 2. b. c.

Pasal II Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ttd Lambock V. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. l. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. k. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. (2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. XIII . ttd. Badan. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. i. Ketentuan Pasal 14 diubah.e. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi anusia. j. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan Inspektorat Jenderal. f. (11) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. (12) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. h. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Inspektorat Jenderal. 2. Staf Ahli. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. Direktorat Jenderal Imigrasi. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. g. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 14 (1) Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. Direktorat Jenderal. (7) Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknik di bidang hak asasi manusia. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 2 Nopember 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. DR. Badan Pembinaan Hukum Nasional. H. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Nahattands.

segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan HAM. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan HAM dan salinannya disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penataan organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan HAM. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku.PR. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/1841/M. Tembusan Yth. 5 Oktober 2005 Kepada Yth.10-26 tanggal 10 Agustus 2005 perihal Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan HAM atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan HAM. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. disampaikan terima kasih.PAN/10/2005 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah Jakarta. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3.07. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XIV . Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : M.: 1. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM.

4. 3.PAN/10/2005 Tanggal : 5 Oktober 2005 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM NO 1. 5. Hukum dan Hak Asasi Manusia 11. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Pusat Pengkajian dan Pengembangan 12. UNIT ORGANISASI Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Imigrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia Insperktorat Jenderal I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 JUMLAH ESELON II III IV 6 27 96 6 6 7 7 6 6 7 5 5 1 1 63 25 22 29 29 26 25 5 18 17 4 3 230 52 67 92 85 65 68 24 46 35 13 8 651 Badan Pembinaan Hukum Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan 10.Lampiran Surat Men. 6. 9. 2. 8. Kebijakan JUMLAH XV .PAN Nomor : B/1841/M. 7.

Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia.PAN/4/2007 Jakarta.: 1. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : MUM. disampaikan terima kasih. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3.01. 16 April 2007 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepada Yth. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2.06-02 tanggal 5 Januari 2007 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/941/M. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tembusan Yth. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XVI . Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

7. UNIT ORGANISASI Kepala Badan Sekretariat Badan Kepala Pusat Kepala Bagian Kepala Bidang Kepala Subbagian Kepala Subbidang JUMLAH Ia 1 1 JUMLAH ESELON IIa IIIa IVa 1 3 4 4 9 13 12 18 30 XVII . 3. 2.PAN Nomor : B/941/M. 6. 4. 5.PAN/4/2007 Tanggal : 16 April 2007 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NO 1.Lampiran Surat Men.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful