PERATURAN MENTERI HUKUM & HAK ASASI MANUSIA NOMOR : M.09.PR.

07-10 TAHUN 2007
TANGGAL 20 APRIL 2007

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM

TAHUN 2007

1

DAFTAR ISI
I. : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAM R.I NOMOR: M.09PR.07.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM R.I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM Bagian Kesatu : Kedudukan …………………............................... Bagian Kedua : Tugas …………………………............................ Bagian Ketiga : Fungsi …………………………............................ SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ………….................................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………... Bagian Ketiga : Biro Perencanaan …………….............................. Bagian Keempat : Biro Kepegawaian ……....................................... Bagian Kelima : Biro Keuangan ………......................................... Bagian Keenam : Biro Perlengkapan ……………………………... Bagian Ketujuh : Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri ……… .. Bagian Kedelapan : Biro Umum …………………............................ DIREKTORAT UNDANGAN Bagian Kesatu Bagian Kedua Bagian Ketiga Bagian Keempat Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh Bagian Kedelapan BAB V : JENDERAL : : : : : : : : PERATURAN PERUNDANG01

BAB I

:

03 03 03 03 03 04 04 04 04 09 12 16 19 21 25 25 25 25 28 31 35 37 40 43 43 43 43 46 50 51 53 56 58 58 58 58 61 64 66 69 72 75

BAB II
BAB III

: :

BAB IV

:

Tugas dan Fungsi …………….............................. Susunan Organisasi ……………………………... Sekretariat DITJEN …………………………….. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang… undangan Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang… undangan Direktorat Publikasi, Kerja Sama dan … Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Direktorat Litigasi Perundang-undangan … Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan … Daerah

DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Perdata ……………………………. Bagian Kelima : Direktorat Pidana ……………………………. Bagian Keenam : Direktorat Tata Negara …................................... Bagian Ketujuh : Direktorat Hukum Internasional ……………… Bagian Kedelapan : Direktorat Daktiloskopi ……............................... DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Registrasi dan Statistik ……... Bagian Kelima : Direktorat Bina Perawatan ……... Bagian Keenam : Direktorat Bina Bimbingan ……... Kemasyarakatan Bagian Ketujuh : Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi ….... Bagian Kedelapan : Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban ……... Bagian Kesembilan : Direktorat Bina Khusus Narkotika ……….........

BAB VI

:

i

BAB VII

:

DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………......................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Dokumen Perjalanan, ……............. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Bagian Kelima : Direktorat Izin Tinggal dan Status ……............. Keimigrasian Bagian Keenam : Direktorat Intelijen Keimigrasian ……............. Bagian Ketujuh : Direktorat Penyidikan dan ……............. Penindakan Keimigrasian Bagian Kedelapan : Direktorat Lintas Batas dan Kerja ……………. Sama Luar Negeri Keimigrasian Bagian Kesembilan : Direktorat Sistem Informasi ……………. Keimigrasian DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………........................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN …………………………… Bagian Keempat : Direktorat Hak Cipta, Desain …………… Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Bagian Kelima : Direktorat Paten ……………............................. Bagian Keenam : Direktorat Merek ……………............................. Bagian Ketujuh : Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan …… Bagian Kedelapan : Direktorat Teknologi Informasi ………………... DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Hak Asasi Manusia ……... Bagian Kelima : Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak ……... Asasi Manusia Bagian Keenam : Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan ……... Hak Asasi Manusia Bagian Ketujuh : Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi ……... Manusia Bagian Kedelapan : Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak ….. Asasi Manusia INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………….. Bagian Ketiga : Sekretariat ITJEN …………………………….. Bagian Keempat : Inspektorat Kepegawaian ……....................... Bagian Kelima : Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan …... Bagian Keenam : Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan …... Hak Kekayaan Intelektual Bagian Ketujuh : Inspektorat Pemasyarakatan …........................ Bagian Kedelapan : Inspektorat Keimigrasian ……........................ Bagian Kesembilan : Inspektorat Khusus …………………………….. Bagian Kesepuluh : Kelompok Jabatan Fungsional Auditor ..........

78 78 78 78 81 84 86 89 92 95 99 99 99 99 102

BAB VIII :

BAB IX

:

104 107 109 111 115 115 115 115 118 121 124 126 128 131 131 131 131 135 135 136 137 137 138 139 140 140 140 140 143

BAB X

:

BAB XI

:

BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………............................. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………............................. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan …….. Sistem Hukum Nasional

ii

Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh BAB XII :

: Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum …….. Nasional : Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum .......... Nasional : Pusat Penyuluhan Hukum …………………...

145 147 149 152 152 152 152 155 157 159 161 164 164 164 164 167 169 171 173

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………….. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Sipil dan Politik Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Bagian Keenam : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak Asasi Manusia Yang Berat Bagian Ketujuh : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Kelompok Rentan : BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………... Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat Badan …………………………… Bagian Keempat : Pusat Pengembangan Kepemimpinan ……….. dan Manajemen Bagian Kelima : Pusat Pengembangan Teknis ……….. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional dan ……….. HAM : STAF AHLI

BAB XIII

BAB XIV

BAB XV

: PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………… Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………………………….. : KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL : TATA KERJA

174 174 174 176 176 177 177 177

BAB XVI BAB XVII

BAB XVIII : INSTANSI VERTIKAL
BAB XIX

: UNIT PELAKSANA TEKNIS : KETENTUAN PENUTUP

BAB XX

iii

LAMPIRAN I
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Bagan Susunan Organisasi Menteri Hukum dan HAM Bagan Susunan Organisasi Sekretariat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Imigrasi Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal HAM Bagan Susunan Organisasi Inspektorat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Badan Pembinaan Hukum Nasional Bagan Susunan Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan …………………… …………………… …………………… xvi …………………… …………………… …………………… xxiii xxxi i ii ix

…………………… xxxix …………………… xlvi …………………… liii …………………… lxi …………………… lxvii

…………………… lxxiii ………………… lxxviii

LAMPIRAN II
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 91Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/1841/M.PAN/10/2005 Tanggal 5 Oktober 2005 Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/941/M.PAN/4/2007 Tanggal 16 April 2007

………………..

I

2.

………………..

IX

3.

……………….. ……………….. ………………..

XII XIV XVI

4. 5.

iv

dan Tata Kerja Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Menimbang : a. 5.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209).03-PR-07. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3474).09-PR. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3614).MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 3. Mengingat 1 . Fungsi.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan menetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang baru. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3668). 8. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 33. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/941/M. perlu mencabut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M. Tugas.PAN/4/2007 tanggal 16 April 2007. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886). 6. 4. 7. : 1. b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 13. 2. perlu penataan kembali organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3809). Susunan Organisasi.07.

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 244. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4131). 25. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4130).9. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). 23. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Tugas. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044). 20. Keputusan Presiden Nomor 139 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kantor Pelayanan Fidusia di setiap Ibukota Propinsi di wilayah Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 8 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). 17. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya-biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 170. 16. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4046 ). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 15. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 109. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 22. Tugas. 14. 10. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 108/1995 tentang Pedoman Perumusan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural di lingkungan Departemen. 12. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4045). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2004 – 2009. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4005 ). 19. 21. 2 . Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 8. 24. Fungsi. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2004 tentang Kedudukan. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242. 11. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). 13. 18. Fungsi. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 243.

e. dan e. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. (2) Departemen dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Inspektorat Jenderal. j. Bagian Kedua Tugas Pasal 2 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. saran. Staf Ahli. perumusan kebijakan nasional. TUGAS. f. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. c. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. d. Direktorat Jenderal Imigrasi. c. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. kebijakan pelaksanaan. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Bagian Ketiga Fungsi Pasal 3 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 . pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. b. DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Kedudukan Pasal 1 (1) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah unsur pelaksana Pemerintah. g. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. d. b. penyampaian laporan hasil evaluasi. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. i. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. k.BAB I KEDUDUKAN. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. 3 . h. dan l. Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia.

Lembaga Pemerintah Non Departemen. dan h. pelaksanaan pembinaan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen. dan lembaga lain yang terkait. penyusunan evaluasi rencana dan laporan Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. Biro Keuangan. c. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. penyusunan program dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. d. Pasal 9 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 8. Biro Umum. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan. pengorganisasian. Biro Perencanaan. Departemen lain. d. pengumpulan dan pengolahan data perencanaan Departemen. ketatalaksanaan serta evaluasi dan penyusunan laporan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit-unit organisasi di lingkungan Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. b. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. koordinasi penyusunan rencana dan anggaran. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 8 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. Biro Perlengkapan.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. e. 4 . dan f. kementerian Negara. f. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. g. pelaksanaan pembinaan organisasi di lingkungan Departemen. c. dan d. penyusunan rencana strategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. Biro Kepegawaian. b. b.

Bagian Organisasi. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II. Badan Pembinaan Hukum Nasional. dan d. Sumatera Barat. Yogyakarta. Papua. e. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tengah. penyajian informasi serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. DKI Jakarta. Bagian Penyusunan Program dan Anggaran. termasuk data terkait gender. perangkat dan jaringan situs. Bengkulu. Bagian Evaluasi dan Laporan. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III. perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. b.Pasal 10 Biro Perencanaan terdiri atas : a. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. d. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengumpulan dan pengolahan data. Kalimantan Timur. Gorontalo. Bagian Ketatalaksanaan. dan Jawa Timur serta pelaksanaan administrasi surat masuk dan keluar. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Sulawesi Utara. penyajian dan pemberian layanan data dan informasi. perencanaan. DI. Nusa Tenggara Barat. pengoperasian jaringan situs Departemen dan pemeliharaan file. serta perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Sulawesi Selatan. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Sulawesi Barat. Kalimantan Tengah. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Riau. (1) (2) (3) (4) 5 . b. Pasal 13 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. dan Irian Jaya Barat. Maluku dan Maluku Utara. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. Kepulauan Riau. dan Lampung serta pengoperasian dan pemeliharaan jaringan situs Departemen dan perangkat keras. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I. c. dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Sumatera Utara. Jawa Tengah. c. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Tenggara. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV. Nusa Tenggara Timur. b. Banten. Pasal 14 Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 11 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data. Sumatera Selatan. dan f. Jambi. penyajian informasi termasuk data terkait gender serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Sekretariat Jenderal. serta perencanaan.

penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Sulawesi Utara. program dan anggaran serta pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Departemen. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. c. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. program dan anggaran. Sumatera Barat. Kalimantan Selatan. Pasal 17 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran terdiri atas : a. Yogyakarta. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III mempunyai tugas melakukan pengelolaan. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Jambi. Pasal 18 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Papua dan Irian Jaya Barat. dan e. Sulawesi Barat. pengolahan dan analisis data. penyusunan rencana. Nusa Tenggara Barat. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Sulawesi Tengah. Pasal 15 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyusunan rencana. Banten. Sumatera Utara. program dan anggaran. pengolahan dan analisis data. dan d. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. penyusunan program.pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. b. dan Nusa Tenggara Timur. Maluku Utara. Kalimantan Timur. Jawa Tengah. dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana. Sulawesi Tenggara. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III. koordinasi penyusunan perencanaan. d. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I. Gorontalo. program dan anggaran. pengolahan dan analisis data. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Sumatera Selatan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II. pengelolaan. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Sekretariat Jenderal. pengolahan dan analisis data. Kepulauan Bangka Belitung. (1) (2) (3) (4) 6 . penyusunan rencana strategis. pengolahan dan analisis data. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. Bagian Penyusunan Program. program dan anggaran. b. penyusunan perencanaan. program dan anggaran. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. penyusunan rencana. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Riau. c. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Maluku. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. dan Lampung. Jawa Timur dan Bali. Kalimantan Tengah. DKI Jakarta. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. DI. penyusunan rencana stategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. Kepulauan Riau. Bengkulu.

I Yogyakarta. Sulawesi Selatan. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Subbagian Evaluasi dan Laporan I. Banten. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Barat. d. 7 . Riau. Kalimantan Tengah. dan d. Sulawesi Utara. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Bagian Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. penyusunan standar. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Maluku Utara. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Kalimantan Selatan. perumusan tugas. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. c. Bengkulu. Subbagian Evaluasi dan Laporan III mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis.Pasal 19 Bagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penghimpunan dan analisis hasil pemantauan. b. c. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Departemen. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV. D. Sulawesi Barat. Gorontalo. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Sumatera Utara. Subbagian Evaluasi dan Laporan II. penelaahan. Jambi. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan organisasi. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. b. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. (1) (2) (3) (4) Pasal 23 Bagian Organisasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kelembagaan di lingkungan Departemen. Sulawesi Tenggara. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi di lingkungan Departemen. Jawa Barat. b. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi di lingkungan Departemen. Bagian Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. analisa kebutuhan. dan Jawa Timur. Maluku. penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan strategis departemen sebagai bahan rencana pembangunan periode berikutnya. Sumatera Selatan. dan Lampung. Pasal 24 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. Sulawesi Tengah. Subbagian Evaluasi dan Laporan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Papua. dan Irian Jaya Barat. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Pasal 21 Bagian Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. c. pelaksanaan evaluasi kinerja hasil pelaksanaan rencana pembangunan departemen periode sebelumnya. pengevaluasian kelembagaan. dan d. penghimpunan dan analisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. dan e. Pasal 22 Subbagian Evaluasi dan Laporan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Subbagian Evaluasi dan Laporan III. Kalimantan Timur. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program Departemen.

perumusan tugas. Pasal 29 Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas : a. Lampung. perumusan tugas. perumusan tugas. Papua dan Irian Jaya Barat. dan Kalimantan Selatan. analisa kebutuhan. Maluku. analisa kebutuhan. Bengkulu.Pasal 25 Bagian Organisasi terdiri atas : a. penelaahan dan penyusunan pembakuan sarana kerja serta pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Tengah. penyusunan standar. Banten. Pasal 30 Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. dan evaluasi ketatalaksanaan serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Maluku Utara. Bali. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Riau. dan d. Kalimantan Timur. Subbagian Pengembangan Sistem. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Utara. penyusunan standar. Subbagian Kelembagaan III. Kepulauan Riau. Jawa Tengah. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. D. Sulawesi Tenggara. analisa kebutuhan. (1) (2) (3) Pasal 27 Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pembakuan sarana kerja. Sumatera Utara. Jambi. Pasal 28 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. sistem dan prosedur administrasi. Subbagian Kelembagaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan. fungsi dan susunan organisasi. metode kerja. Sumatera Barat. Pasal 26 Subbagian Kelembagaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan.I Yogyakarta. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Tengah. Subbagian Kelembagaan II. dan c. penyusunan pembakuan sarana kerja dan penyiapan pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Gorontalo. Subbagian Kelembagaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan. Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja. Subbagian Tata Usaha Biro. fungsi dan susunan organisasi. Sulawesi Barat. Subbagian Pengembangan Sistem. Prosedur dan Metode Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem dan prosedur administrasi. dan d. c. Subbagian Evaluasi Tatalaksana. Prosedur. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. metode kerja dan penyiapan naskah rancangan peraturan. dan Metode Kerja. evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. Jawa Barat. b. (1) (2) (3) (4) 8 . b. Subbagian Kelembagaan I. dan Jawa Timur. Kalimantan Barat. penyusunan sistem dan prosedur administrasi. Bagian Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. serta penyiapan naskah rancangan peraturan di bidang tugas Sekretariat Jenderal. fungsi dan susunan organisasi. Sumatera Selatan. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Sulawesi Selatan. Subbagian Evaluasi Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. analisa jabatan. Nusa Tenggara Timur. b. c. penyusunan standar. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi.

kartu isteri/suami dan lain-lain sebagainya. Pensiun dan Disiplin Pegawai. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. dan d. perencanaan dan penyiapan kenaikan pangkat. Pasal 33 Biro Kepegawaian terdiri atas : a.Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 31 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Departemen. c. kesejahteraan dan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. Pasal 32 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangan-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. 9 . d. alokasi formasi dan pengendalian kepangkatan. koordinasi dan penyusunan rencana formasi. kesejahteraan pegawai. Pasal 34 Bagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Bagian Pengembangan Pegawai. Bagian Umum Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengadaan dan alokasi formasi. b. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. pengadaan. pengelolaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. pengendalian kepangkatan. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Tata Usaha Biro. peraturan perundangan-undangan dan petunjuk kepegawaian. pengadaan dan perencanaan alokasi formasi pegawai di lingkungan Unit Pusat maupun Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia serta perencanaan pengendalian kenaikan pangkat. perencanaan dan penyiapan cuti. dan d. pengendalian kepangkatan. b. Bagian Mutasi Pegawai. dan f. Bagian Pemberhentian. b. Pasal 35 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pemberhentian dan pensiun pegawai.undangan. Pasal 36 Bagian Umum Kepegawaian terdiri atas : a. e. d. peraturan perundangundangan dan petunjuk kepegawaian. penyiapan penyelesaian urusan jaminan hari tua. pengadaan dan penempatan. serta urusan tata usaha Biro Kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. b. Pasal 37 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan bahan rencana formasi. Subbagian Peraturan Perundangan. Subbagian Jaminan Sosial. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. Bagian Umum Kepegawaian. penyusunan rencana dan penyiapan pengembangan pegawai. dan e. Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. c. c. c.

c. (3) Subbagian Penyaringan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. penyiapan penetapan penggajian. c.(3) Subbagian Jaminan Sosial mempunyai tugas melakukan penyelesaian urusan jaminan hari tua/TASPEN. dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan bahan seleksi pegawai. penempatan dan pengembangan pegawai. b. Pasal 44 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. Pasal 42 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan. Subbagian Mutasi IV. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. kepangkatan. piagam Dayaka Rhudika Pengayoman serta pembekalan bagi pegawai yang akan pensiun. kartu isteri/kartu suami. Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri. dan penyiapan permohonan bantuan dana tabungan perumahan. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan dan penganalisaan kebutuhan pendidikan dan latihan dalam rangka pengembangan pegawai. dan d. Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. penempatan dan pengembangan. penyiapan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. penyiapan penetapan pengangkatan dan kepangkatan pegawai. dan d. pengembangan sistem dan pendidikan dan pelatihan luar negeri. dan d. Pasal 41 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penganalisaan kebutuhan dan penyusunan kebutuhan pengembangan pegawai serta pemberian piagam penghargaan bagi pegawai yang telah menjalani pensiun. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kepegawaian. b. penyiapan pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi. Pasal 38 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. penyiapan penetapan pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil. Subbagian Mutasi II. Pasal 40 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. Subbagian Penyaringan Pegawai. Subbagian Mutasi I. penyiapan pengiriman pegawai ke luar negeri. pengangkatan. b. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. dan c. 10 . Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai. b. Subbagian Mutasi III. Pasal 39 Untuk melaksanakan tugas sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 38. penggajian. (2) Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pengembangan sistem kepegawaian. penganalisaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan luar negeri dan pengurusan pegawai ke luar negeri dalam kerja sama teknis luar negeri serta pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi di lingkungan Departemen. c.

(1) (2) (3) (4) Pasal 50 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha kepegawaian. Pasal 49 Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Maluku. Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian pemberhentian dan penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. Kepulauan Riau. Irian Jaya Barat. kepangkatan. Subagian Pemberhentian dan Pensiun II. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. c. penegakan disipilin. (4) Subbagian Mutasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Nusa Tenggara. Pasal 48 Bagian Pemberhentian. izin perkawinan dan perceraian serta cuti pegawai. kepangkatan. Subagian Pemberhentian dan Pensiun III.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. Sulawesi. b. Pensiun dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Jawa dan Banten. Jawa. Bali. Maluku Utara. Kepulauan Bangka Belitung. dan Kalimantan. Gorontalo. Pensiunan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan segala sesuatu di bidang pemberhentian dan pemensiunan. Pensiun dan Disiplin Pegawai terdiri atas : a. (2) Subbagian Mutasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Papua. (3) Subbagian Mutasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Maluku Utara. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi. Kepulauan Bangka Belitung. penyelesaian permohonan izin perkawinan. Kalimantan. kepangkatan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. penyiapan pemberhentian dan pensiun pegawai. Bagian Pemberhentian. dan d. Papua. Banten. kepangkatan. Subagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai. penggajian. Pasal 46 Bagian Pemberhentian. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Unit Pusat. Kepulauan Riau. 11 . golongan IV/b ke atas dan mutasi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. dan Irian Jaya Barat. dan Gorontalo. Maluku. b. Pasal 47 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. penggajian. Nusa Tenggara serta Cuti Pegawai. Subagian Pemberhentian dan Pensiun I. penggajian. Bali. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. perceraian dan cuti. penggajian.

Subbagian Tata Naskah II. pembinaan. pengelolaan penggandaan.Pasal 51 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 . Pasal 52 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Naskah I. dan k. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 54 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. pengurusan Kartu Pegawai di lingkungan Unit Pusat serta pengelolaan arsip Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa dari Golongan I sampai dengan Golongan IV. f. penyusunan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Departemen. (2) Subbagian Tata Naskah II mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. dan d. Jawa dan Banten. c. pengelolaan arsip kepegawaian secara sistematis serta urusan kartu pegawai (KARPEG). Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:r a. penyusunan daftar urut kepegawaian setiap tahun. Pasal 55 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 54. e. penghimpunan data kepegawaian. b. pencatatan mutasi kepegawaian. j. b. pengelolaan. dan d. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Sekretariat Jenderal. c. pencatatan mutasi kepegawaian. h. pencatatan segala pemindahan pegawai. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Departemen. c. pelaksanaan pengeluaran keuangan Departemen. b. (3) Subbagian Penggandaan I mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Pasal 53 (1) Subbagian Tata Naskah I mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. g. d. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. pelaksanaan penyelesaian kerugian negara. koordinasi. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Departemen golongan IV seluruh Indonesia dan pengelolaan arsip kepegawaian golongan III sampai golongan IV pada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. Subbagian Penggandaan I. dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan. dan mutasi kepegawaian dalam buku mutasi dan kartu mutasi pegawai yang bersangkutan. (4) Subbagian Penggandaan II mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penata usahaan administrasi keuangan Departemen. Subbagian Penggandaan II. pengelolaan dan koordinasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. 12 . penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen. pelaksanaan dan pengujian Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) Departemen. i.

Pasal 59 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas : a. penyiapan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. e. Riau. dan e. dan d. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III. d. Pasal 58 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. c. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Sumatera Barat. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar. b.Pasal 56 Biro Keuangan terdiri atas : a. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. D. Bagian Pelaksanaan Anggaran. Banten. DKI Jakarta. Bengkulu. Kelompok Jabatan Fungsional. Kepulauan Riau. Jambi. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Papua dan Irian Jaya Barat. c. b. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.I. Maluku Utara. b. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Administrasi Hukum Umum. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. dan f. penyiapan penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 60 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Departemen. Maluku. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. Kalimantan Selatan. penyiapan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Kalimantan Timur. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan. pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. Sumatera Selatan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Yogyakarta. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Jawa Timur dan Bali. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sumatera Utara. dan Lampung. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Jawa Tengah. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. Kalimantan Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. 13 . c. d.

d. penyiapan bahan penilaian dan penyelesaian kerugian negara. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan pembinaan perbendaharaan. b. bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Departemen dan urusan tata usaha Biro Keuangan. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar menyelenggarakan fungsi: a. penerbitan Surat Perintah Membayar. Subbagian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian dan pemberian pertimbangan serta mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah perbendaharaan dan ganti rugi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. dan d. Pasal 63 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas : a. pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). dan f. Sulawesi Utara. penyiapan penyusunan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. tata usaha keuangan. pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. c. Pasal 62 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Tata Usaha Keuangan. b. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 64 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengelolaan. c. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 14 . Subbagian Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. monitoring dan pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Gorontalo. penyiapan pembinaan dan penetapan pengelola keuangan. biaya secara terpusat dan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). Sulawesi Barat. pembinaan perbendaharaan dan pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan perbendaharaan. pengelolaan urusan tata usaha Biro Keuangan. e. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 66 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. (1) (2) (3) (4) Pasal 65 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) mempunyai tugas melaksanakan pengujian Surat Perintah Pembayaran (SPP). b. Sulawesi Tengah. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Keuangan. c. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Surat Setoran Bukan Pajak serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. Sulawesi Tenggara.(4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subbagian Kerugian Negara. dan Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur.

Pasal 68 Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. DKI Jakarta. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I. Kepulauan Bangka Belitung. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Jawa Tengah. Yogyakarta. Kalimantan Tengah. Jambi. 15 . Sulawesi Tengah. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Surat Setoran Bukan Pajak. Bengkulu. Sumatera Barat. DI. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Kalimantan Selatan. Riau. Jawa Timur dan Bali serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Sulawesi Utara. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. Nusa Tenggara Timur. f.d. (1) (2) (3) (4) Pasal 69 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi. b. dan Lampung serta pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Surat Setoran Bukan Pajak. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kalimantan Timur. dan Nusa Tenggara Barat. Perwakilan Imigrasi Luar Negeri. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Pasal 67 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar terdiri atas : a. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Papua dan Irian Jaya Barat serta pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Gorontalo. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV. Sumatera Utara. penyusunan laporan keuangan Departemen serta bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. dan g. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. dan d. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Kepulauan Riau. Sumatera Selatan. pelaksanaan monitoring penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. Sulawesi Tenggara. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II. Maluku Utara. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. e. c. Surat Setoran Bukan Pajak. Maluku. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Banten. Sulawesi Barat. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak.

Jawa Tengah. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. pengumpulan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. Sumatera Barat. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Selatan. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Bengkulu. pengumpulan. Kalimantan Timur. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Sulawesi Tengah. Kalimantan Tengah. Pasal 74 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73.Pasal 70 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. c. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Sulawesi Tenggara. b. Sumatera Utara. Sulawesi Barat. Yogyakarta. Maluku. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. dan e. Pasal 71 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas : a. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. dan d. pengumpulan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV. pengumpulan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan. penyiapan pembinaan dan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan. DI. Kepulauan Riau. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Pasal 72 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Kepulauan Bangka Belitung. dan Nusa Tenggara Barat. DKI Jakarta. Maluku Utara. Jambi. (1) (2) (3) (4) Bagian Keenam Biro Perlengkapan Pasal 73 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perlengkapan di lingkungan Departemen. Sulawesi Utara. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Banten. Kalimantan Selatan. Papua dan Irian Jaya Barat. penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. penyusunan pelaksanaan anggaran. Gorontalo. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . c. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. b. dan Lampung. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Jawa Timur dan Bali. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Riau. 16 .

penyaluran dan pemeliharaan perlengkapan. Subbagian Tender. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 80 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pengadaan perlengkapan Departemen. Pasal 77 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. penganalisaan kebutuhan dan penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. Subbagian Pembakuan. penelahaan dan penyiapan penilaian harga dan mutu perlengkapan. dan c. c. pelaksanaan pembelian perlengkapan. (2) Subbagian Pembakuan mempunyai tugas melakukan penyiapan analisa kebutuhan perlengkapan dan pembakuan perlengkapan. Pasal 76 Bagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan Departemen. Bagian Penghapusan. Subbagian Pembelian. pelaksanaan tender dan penyiapan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. dan c. dan c. Subbagian Harga dan Mutu. penganalisaan kebutuhan dan penyusunan pembakuan perlengkapan. Pasal 81 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. dan penyiapan penetapan kebijakan penghapusan. pelaksanaan pengadaan perlengkapan. b. c. Pasal 79 (1) Subbagian Penyediaan Data mempunyai tugas melakukan penyediaan data kebutuhan perlengkapan serta penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perlengkapan. Bagian Inventarisasi. dan f. Subbagian Tata Usaha Biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perelengkapan. e. Pasal 82 Bagian Pengadaan terdiri atas : a. Bagian Analisa Kebutuhan. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran. d. Pasal 75 Biro Perlengkapan terdiri atas : a. Pasal 78 Bagian Analisa Kebutuhan terdiri atas : a. b. d. penyediaan data.b. dan c. b. Bagian Pengadaan. pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan statistik perlengkapan. 17 . b. Bagian Analisa Kebutuhan menyelenggarakan fungsi : a. e. pelaksanaan penyimpanan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Penyediaan Data.

Pasal 84 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran mempunyai tugas melaksanakan penerimaan. b. pengeluaran serta penyaluran perlengkapan. pengolahan data inventaris dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. penyiapan bahan pedoman penyusunan pengaturan dan penyimpanan. penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. penerimaan. Pasal 90 Bagian Inventarisasi terdiri atas : a. b. pengeluaran dan penyaluran serta pemeliharaan perlengkapan. Pasal 85 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. Pasal 86 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran terdiri atas : a. (3) Subbagian Pembelian mempunyai tugas melakukan pembelian perlengkapan berdasarkan hasil penilaian harga dan mutu perlengkapan yang diperlukan Departemen.Pasal 83 (1) Subbagian Harga dan Mutu mempunyai tugas melakukan pengumpulan informasi dan mengikuti perkembangan harga dan mutu sebagian bahan penilaian perlengkapan yang diperlukan. pengaturan inventarisasi serta penyusunan statistik perlengkapan. dan c. penyiapan serta penyusunan rencana penyaluran perlengkapan. b. Subbagian Pembukuan. Subbagian Pergudangan dan Penyaluran. dan c. penyimpanan. penyiapan pembukuan perlengkapan. 18 . dan c. (2) Subbagian Tender mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tender dan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. penelaahan dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. Subbagian Pendataan Inventaris. Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan. Pasal 91 (1) Subbagian Pembukuan mempunyai tugas melakukan penyusunan pembukuan arsip induk inventaris. Subbagian Pemeliharaan. Pasal 89 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran menyelenggarakan fungsi : a. dan c. (2) Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan mempunyai tugas melakukan pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. (3) Subbagian Statistik dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik dan laporan. Pasal 87 (1) Subbagian Pergudangan dan Penyaluran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman. (2) Subbagian Pendataan Inventaris mempunyai tugas melakukan penelaahan. b. Bagian Inventarisasi menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan statistik dan laporan. Pasal 88 Bagian Inventarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman. pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. Subbagian Statistik dan Laporan. (3) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan.

Pasal 92 Bagian Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman penetapan penghapusan perlengkapan. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pelaksanaan Penghapusan. dan d. 19 . pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri. b. dan c. dan c. b. pelaksanaan hubungan dengan kelembagaan Pemerintah. Pasal 98 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 94 Bagian Penghapusan terdiri atas : a. Pasal 99 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan serta kerja sama dengan instansi lain. penyiapan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. Bagian Penghapusan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Pelaksanaan Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. penyiapan penelaahan dan pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. Subbagian Perubahan Status Perlengkapan. Pasal 97 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. penelitian dan penilaian serta pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. b. c. (2) Subbagian Perubahan Status Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. Subbagian Penilaian. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan. Bagian Hubungan Luar Negeri. Pasal 95 (1) Subbagian Penilaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Bagian Ketujuh Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri Pasal 96 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri serta pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. Bagian Informasi dan Komunikasi. dan c. penyiapan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. b. pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. Lembaga Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan. Pasal 93 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92.

penerbitan dan penyebaran kuasa hasil penerbitan. (2) Subbagian Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melakukan penghimpunan produk hukum dan peraturan perundang-undangan dari negara lain. Pasal 107 Bagian Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian informasi tentang kegiatan Departemen. (3) Subbagian Penyusunan Program. Subbagian Kerja Sama Antar Negara. dan c. Bagian Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan hubungan kerja sama di bidang hukum dengan negara-negara lain (Antar Negara/Pemerintah). Pasal 108 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional. pengolahan dan penyajian berita. dokumentasi dan perpustakaan serta urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. pelaksanaan penyusunan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. pendistribusian dan penyebaran bahan hasil penerbitan. pengelolaan dan penyajian berita. Pasal 105 Bagian Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. dan c. Pasal 103 Bagian Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan kerja sama dengan Badanbadan Internasional dan antar negara serta penyusunan program evaluasi dan laporan. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. b. Subbagian Penyusunan Program. Pasal 102 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. dan Laporan. dan b. Pasal 104 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan menyelenggaraan fungsi: a. (2) Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan. Evaluasi. pemberian penerangan dan penerimaan informasi serta kerja sama dengan organisasi masyarakat. Pasal 106 (1) Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan penyiapan bahan hubungan kerja sama Badan-badan Internasional dan perwakilan asing yang berada di Indonesia. dan b. serta penerbitan berkala. 20 . Pasal 101 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan terdiri atas : a. tukar menukar informasi dan pengalaman. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Badan-badan Internasional (Organisasi/Lembaga Internasional). Evaluasi.Pasal 100 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. b. Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen.

Bagian Tata Usaha Departemen. pelaksanaan pembinaan sikap mental pegawai. c. b. e. pelaksanaan urusan keamanan dalam. (1) (2) (3) (4) 21 . pengelolaan kearsipan. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pengumpulan bahan informasi yang berasal dari dalam maupun luar Departemen untuk diolah. dan f. pengurusan pengetikan dan penggandaan. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Bina Sikap Mental. b. disusun dan disajikan sebagai berita dan penerbitan berkala kegiatan Departemen. Pasal 114 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melaksanakan dan menyiapkan pembinaan tata usaha dan kearsipan di lingkungan Departemen. dan e. Bagian Kedelapan Biro Umum Pasal 111 Biro Umum mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Departemen. Bagian Pengamanan. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan konfrensi pers dan wawancara serta bahan informasi untuk penerbitan majalah interen dan eksteren. Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. c. c. penyiapan urusan surat menyurat. b. d. Pasal 113 Biro Umum terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 115 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114. Pasal 109 Bagian Informasi dan Komunikasi terdiri atas : a. Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita. Bagian Tata Usaha Pimpinan. dan c. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa. pelaksanaan urusan rumah tangga dan tata usaha Biro Umum. pelaksanaan kegiatan pers dan media massa. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan semua bahan dokumentasi serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 110 Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita mempunyai tugas melakukan pencarian. dan d. pembinaan dan pelaksanaan tata usaha di lingkungan Departemen. dan d. pengelolaan urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri.b. d. c. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Rumah Tangga. Pasal 112 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol.

Subbagian Agenda dan Pengiriman mempunyai tugas melakukan pengagendaan dan pengiriman surat. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Staf Ahli. pembinaan dan pengelolaan kearsipan. Subbagian Persuratan. Subbagian Protokol. dan d. Pasal 119 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan protokol meliputi penerimaan tamu. Subbagian Tata Usaha Menteri. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengurusan pengetikan. b. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. c. dan d. b. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. Pasal 123 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 . b. (1) (2) (3) (4) Pasal 122 Bagian Bina Sikap Mental mempunyai tugas melaksanakan urusan pembinaan rohani. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. dan kesejahteraan pegawai lainnya. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. c. dan d. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan protokol. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. penggandaan dan penjilidan. Subbagian Agenda dan Pengiriman. 22 . pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha Staf Ahli. Subbagian Arsip. Pasal 117 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pengurusan pembinaan surat menyurat. kesehatan. Pasal 120 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas : a. (1) (2) (3) (4) Pasal 118 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. c. penyiapan pelaksanan rapat dan acara Pimpinan Departemen. Bagian Bina Sikap Mental menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 121 Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri.Pasal 116 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri atas : a. b. pelaksanaan urusan kesehatan. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan pembinaan rohani dan sosial pegawai.

Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas. b. b. Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi. Pasal 127 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. pengurusan penggunaan sarana fisik dan sarana lainnya di Kantor Departemen. Subbagian Tata Usaha Biro. b. dan c. Pasal 132 Bagian Pengamanan terdiri atas : a. c. pelaksanaan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia. Subbagian Kesehatan Pegawai. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pengurusan pengangkutan dan perjalanan dinas. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengurusan penggunaan kendaraan dinas. listrik.Pasal 124 Bagian Bina Sikap Mental terdiri atas : a. Pasal 128 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. c. telepon. pengaturan dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengangkutan pegawai serta administrasi perjalanan dinas. Pasal 131 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. dan d. (1) (2) (3) (4) Pasal 130 Bagian Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan di lingkungan Departemen. dan d. b. Subbagian Rohani dan Sosial. pelaksanaan pengamanan fisik pimpinan Departemen. Pasal 129 Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pemeliharaan sarana fisik dan sarana lainnya. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai lainnya. Subbagian Kesejahteraan. pelaksanaan penerbitan dan pengamanan fisik bangunan dan perlengkapan di lingkungan Departemen. Subbagian Pengamanan Pimpinan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Bagian Pengamanan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Subbagian Urusan Dalam. Pasal 126 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. 23 . Subbagian Pengamanan Lingkungan. Pasal 125 (1) Subbagian Rohani dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan mental dan rohani serta usaha sosial pegawai. pembuatan daftar gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. penggunaan rumah dinas/jabatan di lingkungan Departemen dan penyiapan tempat rapat/pertemuan. Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar gaji. (2) Subbagian Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan kesehatan pegawai. Subbagian Gaji. air. dan c.

(3) Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi mempunyai tugas melakukan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia di lingkungan Departemen. 24 . (2) Subbagian Pengamanan Lingkungan mempunyai tugas melakukan ketertiban di lingkungan Departemen.Pasal 133 (1) Subbagian Pengamanan Pimpinan mempunyai tugas melakukan pengamanan fisik Pimpinan Departemen dan tamu penting.

harmonisasi. Bagian Kepegawaian. b. penyusunan laporan kegiatan peraturan perundang-undangan. evaluasi. c. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. b. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. publikasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. d.undangan. d. dan e. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang.undangan. c.undangan.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 134 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan perundang. Sekretariat Direktorat Jenderal. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Direktorat Litigasi Perundang. publikasi. Pasal 139 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. harmonisasi. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. norma. serta Pasal 135 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. Direktorat Publikasi. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan. c. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. dan f. 25 . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 136 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 137 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. litigasi perundangundangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. d. d. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perancangan. program dan anggaran. e. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. kriteria dan prosedur di bidang perancangan. dan e. pengelolaan urusan kepegawaian. publikasi. c.undangan. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 138 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Keuangan. harmonisasi. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pedoman. perumusan standar. b. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang.

Pasal 144 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi. (2) Subbagian Mutasi. penggajian. dan f. Pasal 145 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144. serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan c. Pasal 143 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 146 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. 26 . pendataan. Pemberhentian dan Pensiun. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Data. kepangkatan. penyiapan pengelolaan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengolahan . Bagian Tata Usaha.e. Subbagian Mutasi. dan b. Pasal 140 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. penyiapan penyusunan formasi. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. evaluasi program. program dan anggaran. pengelolaan. dan c. b. dan penyusunan laporan. dan b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. (2) Subbagian Data. pengolahan. Informasi dan Laporan. pengolahan. program dan anggaran. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 147 (1) Subbagian Umum Kepegawaian dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Pasal 142 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. b. penyajian data dan informasi. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Informasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan.

Pasal 153 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 155 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan serta urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 151 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan b. urusan dalam dan pengamanan. dan b.Pasal 148 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 152 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penggandaan dan pengiriman. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan anggaran. dan c. serta pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Perlengkapan. b. Pasal 157 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. serta pembukuan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 150 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pengetikan. 27 . (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembuatan daftar gaji dan pelaksanaan pembayaran gaji pegawai. dan b. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. serta pembukuan. Pasal 149 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148. dan b. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 154 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. Pasal 156 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan hubungan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengelolaan urusan perlengkapan.

b.Pasal 158 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 163 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. d. pembahasan rancangan undang. Subbagian Tata Usaha. Teknik.undang.undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perencanaan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. dan g. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi. 28 . metode.undangan. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang. pembahasan rancangan undang-undang. pengevaluasian pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan. e. b. metode. c. pembahasan rancangan undang-undang. Subbagian Persuratan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. dan c. hubungan masyarakat dan protokol. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pengetikan. d. pembimbingan teknis di bidang perencanaan. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. norma. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 160 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perancangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. penggandaan. dan pengiriman. Subdirektorat Metode. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 159 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat.undangan.undangan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan. b. Pasal 161 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penyusunan standar. metode. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pedoman. c. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. metode. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 162 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. pembahasan rancangan undang-undang. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. dan e. f.

Pasal 166 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas : a. norma. b. Subdirektorat Metode. pedoman. prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang perencanaan dan pengevaluasian penyusunan peraturan perundang-undangan. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program serta pengumpulan dan pengolahan data penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan evaluasi perancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 171 (1) Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang. Pasal 168 Subdirektorat Metode. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi : a. Teknik. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. dan d.Pasal 164 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan serta penyiapan konsep rancangan peraturan perundang-undangan.undangan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengembangan metode. Seksi Penyusunan Rencana dan Program. Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan penyusunan standar. pedoman. penyusunan standar. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan laporan pelaksanaan program penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode. kriteria. norma. kriteria. 29 . pedoman. Pasal 167 (1) Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pedoman. kriteria. dan d. teknik. prosedur di bidang penyusunan rencana dan program. serta penyiapan materi perancangan peraturan perundang-undangan. prosedur di bidang pengumpulan dan pengolahan bahan pengkajian dan penyusunan usul prakarsa perancangan peraturan perundangundangan. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. c. Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan teknis dan evaluasi di bidang metode dan teknik. dan bahasa perundang-undangan. norma. penyiapan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program. c. penyusunan standar. teknik dan bahasa perundang-undangan. Pasal 169 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. penyiapan evaluasi pelaksanaan dan laporan di bidang penyusunan rencana dan program penyusunan peraturan perundang-undangan. b. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 170 Subdirektorat Metode. penyiapan penyusunan standar. norma. prosedur. dan b. kriteria. penyiapan bimbingan teknis peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang. dan b. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan program kegiatan tahunan dan 5 (lima) tahunan. Pasal 165 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164.

undangan. c. b. 30 . penyiapan konsep keterangan pemerintah. penyiapan evaluasi dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. dan b. e. penyusunan pedoman.undangan. sambutan pemerintah. Pasal 176 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. pemantauan. jawaban pemerintah dan sambutan pemerintah mengenai rancangan undang. penyiapan konsep keterangan pemerintah. penyiapan konsep keterangan pemerintah. penyiapan penilaian dan pengajuan usul pengangkatan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. (2) Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan fasilitasi pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. f. jawaban pemerintah. pengelolaan administrasi pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. perlengkapan dan akomodasi pembahasan. penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah dan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah rancangan undang. sambutan pemerintah. serta sistem dan metode pendidikan teknis perancang peraturan perundang. pembimbingan dan pembinaan teknis perancang peraturan perundang-undangan. Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. serta pemantauan dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 173 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pengevaluasian. Pasal 178 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. c. Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang.undangan berdasarkan kebijakan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan penyiapan laporan mengenai jabatan fungsional perancang peraturan perundang-undangan.Pasal 172 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan penyiapan bahan pembahasan rancangan undang-undang. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang menyelenggarakan fungsi : a. dan g. penyiapan data dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang. dan b. dan silabus. pengkoordinasian pendidikan teknis jabatan fungsional perancang peraturan perundang. Pasal 175 (1) Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan pembahasan rancangan undang-undang untuk disampaikan kepada Presiden dan penyiapan daftar inventarisasi masalah beserta jawabannya untuk dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. kurikulum. pelaksanaan evaluasi dan laporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. dan d. Pasal 174 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang terdiri atas : a. d. Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan. Pasal 177 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. jawaban pemerintah.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. b.

pengharmonisasian. Seksi Pengelolaan Dokumentasi. Pasal 180 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengelolaan dokumentasi dan pengelolaan perpustakaan. Pasal 183 (1) Seksi Pengelolaan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pengharmonisasian. f. dan c. Pasal 185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184. dan b. b.undangan. pembulatan. pembulatan dan pemantapan konsepsi prakarsa Rancangan Undang-Undang. (2) Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pendataan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan. penyediaan dan penyajian data atau bahan hukum dan peraturan perundang-undangan untuk dipublikasikan. evaluasi dan analisa pelaksanaan kebijakan harmonisasi peraturan perundang-undangan. dan penyajian bahan hukum. koordinasi. Pasal 181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. dan g. Seksi Perpustakaan Hukum. 31 . buku hukum dan peraturan perundang-undangan. dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan perancang peraturan perundang-undangan. Bagian Kelima Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Pasal 184 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. c. penyiapan pengusulan pengangkatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan. perumusan dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan. d. Pasal 182 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan terdiri atas : a. dan peraturan perundang-undangan.undangan.Pasal 179 (1) Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang. penginventarisasian. dan pemantapan konsepsi/ prakarsa rancangan undang-undang dan rancangan peraturan perundang-undangan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektor. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumentasi dan rancangan peraturan perundang-undangan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundangundangan. e. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. buku hukum. dan penilaian perancang peraturan perundangundangan. perumusan. penghimpunan dan penginventarisasian peraturan perundang-undangan untuk bahan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemantauan perkembangan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian fasilitasi pencarian bahan hukum. b.

pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang. hukum dan hak asasi manusia.dalam negeri. keamanan. kejaksaan dan peradilan. Hukum dan Keamanan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. c. pembulatan dan pemantapan konsepsi / prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. Hukum dan Keamanan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan. Seksi Analisa Bidang Politik. kejaksaan.dalam negeri. Hukum dan Keamanan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. keamanan. pembulatan. hukum dan hak asasi manusia. Pasal 188 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. b. pertahanan. b. (2) Seksi Analisa Bidang Politik. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. hukum dan hak asasi manusia. peradilan. Pasal 190 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat. dan b. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik.Pasal 186 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. peradilan.undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang politik. keamanan. Hukum dan Keamanan I. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. lembaga keuangan bukan bank. luar negeri. pertanahan. Pasal 187 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan. komunikasi dan informasi. dalam negeri. keamanan. dan f. Pasal 191 (1) Seksi Analisa Bidang Politik. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang. Perdagangan. kejaksaan. pertanahan. dalam negeri. luar negeri. luar negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. Hukum dan Keamanan terdiri atas : a. penyusunan rancangan peraturan perundang. dan badan usaha milik negara. Hukum dan Keamanan II. investasi. pertanahan. Seksi Analisa Bidang Politik. kejaksaan. kejaksaan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang politik. Pasal 189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang dalam negeri. pertanahan. pertahanan. pertanahan. pertahanan.dalam negeri. 32 . luar negeri. pengharmonisasian. hukum dan hak asasi manusia. Riset dan Teknologi. Pasal 192 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. peradilan. serta hukum dan hak asasi manusia. pertahanan. c. Hukum dan Keamanan menyelenggarakan fungsi : a. pertanahan. d. peradilan. penganalisaan. peradilan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. e. keamanan. Hukum dan Keamanan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. kejaksaan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik.undangan di bidang politik. hukum dan hak asasi manusia. perbankan. pertahanan. luar negeri. pertahanan. dan d.undangan di bidang politik. luar negeri. keamanan.

Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I. pertanian. lembaga keuangan bukan bank. energi sumber daya mineral. energi sumber daya mineral. usaha kecil dan menengah. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II. pekerjaan umum. peternakan. perikanan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. penganalisaan. dan badan usaha milik negara. (2) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. perkebunan. perikanan. pengharmonisasian. kelautan. kelautan. energi sumber daya mineral. dan d. dan perhubungan. perikanan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. perbankan. pembangunan kawasan tertinggal. perikanan. pembangunan kawasan tertinggal. perkebunan. investasi. perdagangan. dan perhubungan. investasi. Riset dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. peternakan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang lembaga keuangan bukan bank. transmigrasi. peternakan. pembangunan kawasan tertinggal. Pasal 195 (1) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. ketenagakerjaan. tata ruang. c. dan pembangunan kawasan tertinggal. transmigrasi. riset dan teknologi. tata ruang. c. investasi. pembangunan kawasan tertinggal. investasi. koperasi. pertanian. koperasi. usaha kecil dan menengah. dan perhubungan. ketenagakerjaan. ketenagakerjaan. investasi dan badan usaha milik negara. riset dan teknologi. Perdagangan. perbankan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pekerjaan umum. pekerjaan umum. komunikasi. penganalisaan. Pasal 196 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. usaha kecil dan menengah. transmigrasi. perkebunan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan menyelenggarakan fungsi : a. dan badan usaha milik negara. tata ruang. komunikasi. energi sumber daya mineral. koperasi. Riset dan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. pengharmonisasian. Pasal 194 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan terdiri atas : a. komunikasi. b. peternakan. penyusunan rancangan peraturan perundang. komunikasi. perdagangan.undangan di bidang industri. pekerjaan umum. tata ruang. Pasal 197 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. riset dan teknologi. Perdagangan. dan perhubungan. pertanian. perikanan. koperasi. dan badan usaha milik negara. energi sumber daya mineral. dan b. lembaga keuangan bukan bank. dan perhubungan. ketenagakerjaan. pertanian.Pasal 193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. transmigrasi. lembaga keuangan bukan bank. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. peternakan. riset dan teknologi. transmigrasi. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. koperasi. komunikasi. tata ruang. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang industri. perdagangan. ketenagakerjaan. perkebunan.undangan di bidang industri. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. usaha kecil dan menengah. perbankan. usaha kecil dan menengah. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang keuangan dan perbankan. b. kelautan. pekerjaan umum. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. kelautan. perkebunan. perbankan. dan badan usaha milik negara. pertanian. 33 . perdagangan. perdagangan. dan d. lembaga keuangan bukan bank. riset dan teknologi. kelautan.

riset dan teknologi. energi sumber daya mineral. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. budaya. perumahan rakyat. pemberdayaan perempuan. usaha kecil dan menengah. sosial. sosial. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I. 34 . sosial. pertanian. pendidikan. penganalisaan. lingkungan hidup. lingkungan hidup. aparatur negara. kelautan. sosial. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II. transmigrasi. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. dan pemberdayaan perempuan. budaya. Riset dan Teklonogi terdiri atas : a. Riset dan Teknologi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. b. dan b. pemberdayaan perempuan. pendidikan. dan b. Riset dan Teknologi II. dan d. Seksi Analisa Bidang Industri. aparatur negara. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. kesehatan. Perdagangan. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. aparatur negara. budaya. koperasi.Pasal 198 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. aparatur negara. budaya. Perdagangan. pemberdayaan perempuan. Pasal 201 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. pendidikan. pariwisata. pendidikan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang kesehatan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang industri. sosial. Perdagangan. perumahan rakyat. c. pemuda dan olah raga. pariwisata. Perdagangan. perkebunan. perumahan rakyat. ketenagakerjaan. pendidikan. perumahan rakyat. pariwisata. dan pembangunan kawasan tertinggal. sosial. budaya. peternakan. pemberdayaan perempuan. pemuda dan olah raga. pariwisata. Seksi Analisa Bidang Industri. perikanan. Pasal 203 (1) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pekerja umum. Pasal 200 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. perhubungan. Riset dan Teknologi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. perumahan rakyat. pemuda dan olah raga. pendidikan. tata ruang dan pembangunan kawasan tertinggal. pariwisata. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang agama. pemuda dan olah raga. aparatur negara. pariwisata. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang agama. perumahan rakyat. lingkungan hidup. pengharmonisasian. budaya. lingkungan hidup. Perdagangan. (2) Seksi Analisa Bidang Industri. lingkungan hidup. kesehatan. Pasal 199 (1) Seksi Analisa Bidang Industri. kesehatan.undangan di bidang agama. pemberdayaan perempuan. lingkungan hidup. (2) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. kesehatan. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. Pasal 202 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri atas : a. komunikasi. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. kesehatan. aparatur negara. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang perdagangan. Riset dan Teknologi I. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan.

penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan publikasi. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang publikasi. dan f. h. pendokumentasian. c. evaluasi dan laporan pemanfaatan kerja sama dan publikasi bahan peraturan perundang-undangan. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan kepada instansi terkait dan masyarakat. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 204 Direktorat Publikasi. Subdirektorat Publikasi. e. g. penyelenggaraan sistem informasi peraturan perundang.Bagian Keenam Direktorat Publikasi. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. dan i. b. pengundangan. Pasal 208 Subdirektorat Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. 35 . Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan. Kelompok Jabatan Fungsional. bersama instansi terkait. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 206 Direktorat Publikasi. pengkoordinasian penyelenggaraan kerja sama dan publikasi peraturan perundang. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. e. c. d.undangan. d. percetakan dan penerbitan peraturan perundang-undangan dan dokumen-dokumen hukum. koordinasi program kerja sama dan publikasi peraturan perundang-undangan dengan negara berkembang dan negara maju. perumusan dan pembahasan dokumen perjanjian kerja sama dan publikasi peraturan perundangundangan dengan pihak luar negeri. penyusunan. Subdirektorat Kerja Sama. Pasal 207 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. Direktorat Publikasi. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. d. dan pendistribusian peraturan perundang-undangan. b.undangan. pelaksanaan administrasi kerja sama pengembangan tenaga perancang peraturan perundangundangan dan tenaga lain yang terkait. Pasal 209 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. Pasal 205 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. pelaksanaan administrasi.undangan baik di tingkat nasional maupun internasional dengan instansi terkait. Subbagian Tata Usaha. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. f. b. pendistribusian. penginvetarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan digandakan. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan. distribusi dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan. penggandaan. penyiapan dan penerjemahan bahan hukum untuk mendukung kegiatan perancangan dan bahan pertimbangan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. c.

dan b. c. berita negara dan tambahan berita negara. Pasal 212 Subdirektorat Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengembangan program kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan baik tingkat nasional maupun internasional serta evaluasi dan laporan. Subdirektorat Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Pasal 215 Seksi Perencanaan dan Penyelenggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan perencanaan program dan penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan dengan pihak luar negeri. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan serta publikasi bahan pendukung perancangan peraturan perundang-undangan. c. Pasal 217 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengundangan peraturan perundangundangan. pendistribusian dan penyebarluasan bahan pendukung peraturan perundang-undangan kepada pihak yang relevan.undangan. tambahan lembaran negara. b. Seksi Distribusi dan Penyebarluasan. Pasal 214 Subdirektorat Kerja Sama membawahi Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan.undangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi pengundangan. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan diundangkan. instansi pemerintah maupun non pemerintah serta pengevaluasian dan penyiapan laporan pelaksanaan kegiatan. Pasal 211 (1) Seksi Penerbitan mempunyai tugas melakukan kegiatan penerbitan dan penerjemahan bahan pendukung perancangan dan termasuk peraturan perundang-undangannya. Seksi Penerbitan. Pasal 216 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang. dan f. pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang. Pasal 210 Subdirektorat Publikasi terdiri atas : a. pengelolaan administrasi lembaran negara.e. 36 . penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kerja sama. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan publikasi. (2) Seksi Distribusi dan Penyebarluasan mempunyai tugas melakukan pendistribusian. Pasal 213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. penyiapan. dan d. pendokumentasian dan pengelolaan berkas peraturan perundangundangan. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. b. penyusunan rencana kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. penyusunan pedoman kerja sama dan petunjuk pelaksanaan kerja sama di bidang peraturan perundang.undangan.

pengelolaan data dan implementasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 222 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Seksi Administrasi Pengundangan. (2) Seksi Sarana. Seksi Dokumentasi. serta implementasi sistem informasi peraturan perundang-undangan. dan b. c.undangan yang akan diundangkan. dan Implementasi mempunyai tugas melakukan persiapan. perumusan pedoman dan petunjuk pelaksanaan dalam penyusunan atau pembuatan keterangan pemerintah permohonan pengujian undang-undang. Pasal 223 (1) Seksi Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisa. b. perencanaan. Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan Pasal 224 Direktorat Litigasi Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang litigasi perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan.undangan. pengundangan peraturan perundang. Seksi Aplikasi. Pasal 225 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Prasarana. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang. dan d. dan Implementasi. Prasarana.Pasal 218 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a.undangan dan pengelolaan administrasi lembaran negara. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang-undangan serta penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas. 37 . Direktorat Litigasi Perundangundangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 220 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang. dan b. pengelolaan sistem. tambahan lembaran negara. b. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang.undangan mempunyai tugas melaksanakan sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang litigasi perundangundangan. berita negara dan tambahan berita negara. Pasal 221 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. pengelolaan. Seksi Sarana. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. sarana dan prasarana sistem informasi peraturan perundang-undangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan sistem informasi peraturan perundangundangan. jaringan dan perangkat keras sistem dan pengolahan data. Pasal 219 (1) Seksi Administrasi Pengundangan mempunyai tugas melakukan penyiapan.

g. Pasal 229 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. 38 . (2) Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan mempunyai tugas melakukan koordinasi dan monitoring persidangan. Pasal 231 (1) Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan. b.c. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pemantauan. Subbagian Tata Usaha.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 serta pendampingan persidangan di Mahkamah Konstitusi. dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pelaksanaan pendampingan atas setiap pengujian undang-undangterhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 228 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan d. persiapan dan penyampaian kelengkapan persidangan serta menerima release. c. Pasal 226 Direktorat Litigasi Perundang-undangan. risalah persidangan dan putusan atas permohonan pengujian undangundang.undang terhadap undang undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemeritah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang. penyusunan. penyiapan dan pengkordinasian dalam rangka pendampingan persidangan atas setiap pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pencarian. c. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah dan pendampingan atas pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama dan koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga. d. pengkajian dan analisis putusan atas permohonan pengujian undang. penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undangundang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas pengujian suatu undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dengan departemen/lembaga pemerintah non departemen terkait. f. e. dan h. dan b. sinkronisasi dan pemantapan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. Pasal 230 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan terdiri atas : a. pengumpulan. pemantauan. dan e. b. penelaahan. penyusunan. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. Pasal 227 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. jadual persidangan. Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan. pengkoordinasian. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan. terdiri atas : a. Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis. d. perencanaan. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan menyelenggarakan fungsi : a.

Pasal 232 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. pengolahan bahan keterangan pemerintah dan pendokumentasian data dalam rangka pelaksanaan pengujian undang. penyelenggaraan dan pengembangan program kerja sama antar lembaga serta koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. c. dan e. Pasal 234 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis terdiri atas : a. Pasal 235 (1) Seksi Penyiapan Bahan dan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pengolahan dan pendokumentasian bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. monitoring dan penyusunan laporan direktorat litigasi serta pendokumentasian bahan/data dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. evaluasi. c. 39 .undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang fasilitasi bahan dan analisis atas pelaksanaan pengujian undang. penganalisaan atas bahan dan putusan atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. pemantauan. Laporan dan Dokumentasi.undang dasar negara republik indonesia tahun serta melaksanakan analisis dan pendokumentasian bahan dan putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis menyelenggarakan fungsi : a. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi dengan masyarakat. d. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyusunan perencanaan. Pasal 233 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232.undang terhadap undang. b. Seksi Penyiapan Bahan dan Data. penyiapan. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja sama dalam rangka pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan d. pemantauan . (2) Seksi Analisis. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi antar lembaga penyelenggara negara. Pasal 236 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan. dan b. evaluasi dan penyiapan dan penyusunan laporan di bidang litigasi perundangundangan. Pasal 238 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga membawahi Seksi Kerja sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Analisis. Laporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan analisis putusan atas permohonan pengujian undang-undang. penyusunan perencanaan. Pasal 237 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236.

e. d. penyajian dan pengolahan data peraturan daerah. penyediaan sarana mediasi dan konsultasi dalam perancangan peraturan daerah. d. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pembinaan teknik perancangan peraturan daerah. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 244 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data peraturan daerah. dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 241 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. dan h. Pasal 245 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. c. e. Pasal 242 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah terdiri atas : a. g. penyiapan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data.Pasal 239 Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama antar lembaga penyelenggara negara dan masyarakat. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. f. c. dan b. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi. Pasal 246 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. penelaahan dan perumusan serta pelaporan kegiatan direktorat. analisa. Pasal 243 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. 40 . pemantauan. Seksi Pengumpulan Data. Seksi Pengolahan Data. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah. Subbagian Tata Usaha. b. b. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan. dan c. Kabupaten/Kota. penyiapan dan pengolahan data serta penyajian dan penyaluran informasi peraturan daerah. pengumpulan dan penyusunan secara peraturan daerah. Bagian Kedelapan Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah Pasal 240 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. b. penyajian dan penyaluran informasi. dan f. penyusunan. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan.undangan. pengumpulan.

c. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. Kabupaten/Kota serta penyajian dan penyaluran informasi. Kabupaten/Kota. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan analisa dan evaluasi peraturan daerah. Kabupaten/Kota. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi perancangan peraturan daerah. dan b. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. penyiapan rancangan kebijakan teknis. sarana mediasi dan konsultasi penyusunan dan perancangan peraturan daerah. penyusunan. koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait serta evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. dan b. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. dan d. Pasal 250 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan terdiri atas : a. pengevaluasian dan penyusunan laporan hasil kegiatan bimbingan dan latihan. penyusunan jadual dan pelaksanaan bimbingan dan latihan. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas bimbingan dan latihan. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dalam rangka pelaksanaan atas bimbingan dan latihan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia maupun instansi terkait lainnya. Seksi Perencanaan dan Program. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan latihan. Pasal 252 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pemberian pembinaan teknik kepada tenaga perancang peraturan perundang-undangan dalam penyusunan dan perancangan peraturan daerah baik di Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Pasal 253 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. b. Pasal 248 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan.Pasal 247 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. 41 . Pasal 255 Seksi Bimbingan dan Latihan mempunyai tugas melakukan persiapan bimbingan dan latihan. Pasal 249 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. Pasal 251 (1) Seksi Perencanaan dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 254 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah membawahi Seksi Bimbingan dan Latihan. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 256 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas penyiapan.

Pasal 259 Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan mediasi dan konsultasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pemantauan. Pasal 258 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi membawahi Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi. pelaksanaan mediasi dan konsultasi terhadap pihak yang memerlukan. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas mediasi dan konsultasi perancangan. penelaahan. pengevaluasian dan penyusunan laporan atas kegiatan mediasi dan konsultasi.Pasal 257 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. 42 . dan c. pelaksanaan kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait serta penyusunan evaluasi dan laporan.

dan f. b. Kelompok Jabatan Fungsional.BAB V DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 260 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. Bagian Tata Usaha. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 263 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pidana. Direktorat Hukum Internasional. tata negara dan hukum internasional. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI Pasal 262 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdiri atas : a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. e. c. pidana. d. perumusan standar. b. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pengelolaan urusan kepegawaian. pedoman. norma. Direktorat Tata Negara. pelaksanaan urusan tata usaha. Bagian Kepegawaian. program dan anggaran. Pasal 265 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Pasal 261 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. 43 . dan e. e. penyusunan laporan kegiatan administrasi hukum umum. tata negara dan hukum internasional. dan f. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Direktorat Daktiloskopi. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perdata. kriteria dan prosedur di bidang perdata. d. b. Pasal 264 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263. Direktorat Pidana. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pidana. pelaksanaan kebijakan di bidang perdata. Direktorat Perdata. tata negara dan hukum internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. evaluasi. c. Bagian Keuangan. dan e.

pengolahan. penyajian data dan informasi. dan d. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. dan c. program dan anggaran. dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. program dan anggaran. Pasal 271 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. (2) Subbagian Mutasi dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. protokol. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Subbagian Umum Kepegawaian. pengelolaan. b. Pasal 269 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 268 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. evaluasi. b. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 273 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian data dan informasi. hubungan masyarakat. pengurusan Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. (1) (2) (3) (4) Pasal 270 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 267 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. c. dan c. b. kepangkatan penggajian. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyiapan penyusunan formasi. pendataan dan pengembangan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. Pasal 272 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. pengolahan. Subbagian Hubungan Masyarakat. penyiapan pengelolaan. penyajian data dan informasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran.Pasal 266 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pemindahan dan mutasi kepegawaian 44 . c. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan d. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pengolahan .

lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. Pasal 281 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perjalanan Dinas. Pasal 278 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 277 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Rumah Tangga. b. pelaksanaan anggaran. perhitungan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 276 Bagian Keuangan terdiri atas : a. dan penyusunan laporan keuangan. dan c. dan c. dan c. angkutan. dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan c. b. pelaksanaan urusan pembukuan. 45 . pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 279 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. Pasal 282 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 275 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan. pengelolaan urusan rumah tangga. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 280 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. dan pembayaran gaji pegawai. pembuatan daftar gaji. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 274 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.

(1) (2) (3) (4) 46 . penggandaan. Direktorat Perdata menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan arsip dan dokumentasi. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 284 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Persuratan. penataan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pemberian pertimbangan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. bimbingan dan pedoman teknis serta pelayanan di bidang hukum perdata. c. b. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Pasal 285 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan. Bagian Keempat Direktorat Perdata Pasal 286 Direktorat Perdata mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum perdata sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subdirektorat Badan Hukum. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan. dan d. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. d. b.Pasal 283 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. penyiapan urusan surat menyurat. b. e. e. Subdirektorat Hukum Perdata Umum. legalisasi dan penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. pengurusan pengagendaan dan pengiriman. pemantauan dan evaluasi notaris. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Notariat. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia. c. dan g. dan pendokumentasian badan hukum. pendapat hukum. pemberian pertimbangan. pemberian pertimbangan. dan d. pembinaan. dan pengiriman. Subdirektorat Harta Peninggalan. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. b. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 288 Direktorat Perdata terdiri atas : a. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Pasal 287 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. c. f. d. pengarsipan. persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. dan f.

47 . penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. pemberian bimbingan dan pertimbangan masalah di bidang hukum perdata serta penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum termasuk pemberian pendapat hukum (legal opinion). Pasal 295 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. b. Pasal 293 Seksi Pendapat Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. b. dan d.Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. pemberian bimbingan. Pasal 291 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. pengelolaan arsip dan pengurusan dokumentasi. Seksi Arsip dan Dokumentasi. Subdirektorat Badan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan arsip. dan c. dan penyelesaian masalah di bidang hukum perorangan. pertimbangan dan penyelesaian urusan hukum perdata umum serta penyiapan pendapat hukum (legal opinion) baik yang diminta oleh lembaga resmi pemerintah. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan penelitian akta pendirian. Subdirektorat Hukum Perdata Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perseroan tertutup. Seksi Legalisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah pada dokumen yang akan dipergunakan di luar negeri atau dokumen dari luar negeri yang akan dipergunakan di Indonesia. Seksi Perubahan Nama. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Seksi Legalisasi. pengecekan. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. c. penyiapan penyelesaian persetujuan perubahan nama. swasta atau perorangan. pelaksanaan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah. b. dan dokumentasi. Seksi Perubahan Nama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan persetujuan perubahan nama orang. usaha khusus dan badan hukum sosial. permohonan persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan tertutup. c. Seksi Pendapat Hukum. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. usaha umum. dan pengelolaan pengurusan dokumentasi. pemberian persetujuan. pemberian pendapat hukum (legal opinion). penyelesaian permohonan pengesahan. Pasal 290 Subdirektorat Hukum Perdata Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan di bidang hukum perdata. pemberian legalisasi. dan d. (1) (2) (3) (4) Pasal 294 Subdirektorat Badan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pengurusan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. pengelolaan. pengarsipan. Pasal 292 Subdirektorat Hukum Perdata Umum terdiri atas : a.

Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan. dan d. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pendaftaran fidusia. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. pencatatan. Pasal 299 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. (1) (2) (3) (4) Pasal 298 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan urusan pengesahan. pemberian nomor registrasi. Seksi Arsip dan Dokumentasi. meliputi pengolahan. pencatatan dan penyerahan pengganti sertifikat jaminan fidusia. b. pencatatan dan pendaftaran fidusia. Seksi Evaluasi dan Laporan. pemberian surat keterangan wasiat. dan e. Pasal 302 Subdirektorat Harta Peninggalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. permohonan persetujuan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan publik. Seksi Arsip dan Dokumentasi. Pasal 301 (1) Seksi Penerimaan dan Pemrosesan mempunyai tugas melakukan penyiapan akta. pengecekan. Pasal 300 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia terdiri atas : a.Pasal 296 Subdirektorat Badan Hukum terdiri atas : a. pengelolaan arsip dan dokumentasi. penerbitan. c. pengelolaan arsip dan dokumen. Seksi Badan Hukum Sosial. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia dan melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. pemeriksaan kelengkapan dokumen dan memberikan tanda penerimaan sesuai dengan waktu yang sebenarnya. dan pendistribusian berkas permohonan. (3) Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan pencoretan jaminan fidusia. pelaksanaan penerimaan. c. penyelesaian permohonan pengesahan. pengecekan. pelaksanaan evaluasi terhadap pendaftaran jaminan fidusia atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. pencatatan dan pendistribusian dokumen fidusia serta membuat data base jaminan fidusia secara nasional. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia menyelenggarakan fungsi : a. 48 . melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. Seksi Perseroan Terbuka mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian. lembaga keuangan dan perseroan dengan fasilitas penanaman modal. pengevaluasian atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia. dan c. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan dan penanganan daftar wasiat. b. d. Seksi Badan Hukum Sosial mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar badan hukum sosial. Pasal 297 Seksi Perseroan Tertutup mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan usaha umum dan khusus. Seksi Perseroan Tertutup. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan surat keterangan pencoretan jaminan fidusia. mengeluarkan pengganti sertifikat jaminan fidusia. Seksi Penerimaan dan Pemrosesan. pendaftaran. pengelolaan arsip dan dokumen. Seksi Perseroan Terbuka. b. penyerahan sertifikat jaminan fidusia. pengelolaan arsip dan dokumen.

meneliti data formal daftar wasiat dan penyiapan bahan penyelesaian permohonan surat keterangan wasiat. penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. telaahan. Pasal 308 Subdirektorat Notariat terdiri atas : a. Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris. dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas. Pasal 304 Subdirektorat Harta Peninggalan terdiri atas : a. pemindahan. Seksi Pengawasan Notaris. (3) Seksi Dokumentasi Notariat mempunyai tugas melakukan pengolahan. penyajian dan penyimpanan data perkembangan notaris. dan dokumentasi Notariat. evaluasi temuan. b. Seksi Dokumentasi. mengevaluasi. dan evaluasi notaris. dan c. pengangkatan. b. Seksi Daftar Wasiat. pengawasan. penyiapan rancangan kebijakan.Pasal 303 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. pengawasan. mengolah dan menindaklanjuti laporan dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta membuat laporan hasil pengawasan. (2) Seksi Pengawasan Notaris mempunyai tugas melakukan pengawasan rutin atas Notaris. b. pemantauan. pembinaan teknis. evaluasi. penghimpunan. penyusunan dan pembuatan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris dan penelitian data formal daftar wasiat serta pemberian surat keterangan wasiat. Pasal 306 Subdirektorat Notariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 305 (1) Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan petunjuk teknis. pembinaan teknis. dan c. Pasal 309 (1) Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan. Pasal 307 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. penyusunan formasi penelitian dan pendaftaran laporan Notaris. pengelolaan dokumentasi Notariat. penyiapan bahan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan. pengangkatan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan. pengecekan. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengolahan arsip dan dokumentasi. Subdirektorat Notariat menyelenggarakan fungsi : a. penunjukan pejabat penampung protokol. pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta penerbitan Surat Tanda Terdaftar sebagai kurator dan pengurus. pemberhentian. pelaksanaan pengolahan. dan c. pembinaan teknis. pemberian cuti notaris. (2) Seksi Daftar Wasiat mempunyai tugas melakukan penyusunan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris. penataan. 49 . pemantauan. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta menerima pendaftaran dan penyiapan penerbitan Surat Tanda Terdaftar Kurator dan Pengurus. Subdirektorat Harta Peninggalan menyelenggarakan fungsi : a. pemberhentian. Seksi Dokumentasi Notariat. penataan. penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan masyarakat tentang perilaku notaris. menerima. b. (3) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi daftar wasiat dan dokumen-dokumen harta peninggalan.

Pasal 316 Subdirektorat Pidana Umum terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang hukum pidana. Seksi Analisa Hukum Pidana. 50 . Direktorat Pidana menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi hukum pidana. dan b. c. b.Bagian Kelima Direktorat Pidana Pasal 310 Direktorat Pidana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum pidana berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pelaksanaan urusan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 314 Subdirektorat Pidana Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan di bidang hukum pidana umum. c. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan hukum pidana dan pengelolaan dokumentasi serta data perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. dan c. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan urusan dokumentasi hukum pidana dan pengolahan serta menyajikan data perkembangan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. b. Subdirektorat Pidana Umum. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Pemantauan dan Evaluasi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik. Pasal 315 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. Pasal 311 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. Pasal 312 Direktorat Pidana terdiri atas : a. dan e. dan d. Pasal 317 (1) Seksi Analisa Hukum Pidana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. d. pertimbangan masalah hukum pidana. Subdirektorat Pidana Umum menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan dan evaluasi serta pengurusan dokumentasi. b. bimbingan. pemberian pertimbangan mengenai masalah hukum pidana. pembinaan. analisa dan pertimbangan di bidang hukum pidana. pemberian bimbingan dan pelaksanaan teknis di bidang hukum pidana.

pemutasian. pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pemantauan. rancangan perjanjian. Pasal 321 (1) Seksi Ekstradisi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. rancangan perjanjian. dan b. Bagian Keenam Direktorat Tata Negara Pasal 326 Direktorat Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang tata negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyimpanan. pengangkatan. rancangan perjanjian. pemberian pertimbangan. pengolahan. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik.Pasal 318 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberhentian. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. pemberian pertimbangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pembinaan. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. pemberian pertimbangan. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pengangkatan. pemberian pertimbangan. Seksi Ekstradisi. Seksi Dokumentasi. Pasal 320 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik terdiri atas : a. Pasal 324 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas : a. Pasal 323 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 322. Pasal 325 (1) Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pembimbingan. rancangan perjanjian. dan b. 51 . penyajian data dan pembuatan laporan perkembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemantauan. bimbingan. (2) Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstadisi. pengangkatan. penataan. rancangan perjanjian. dan pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan b. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. pembinaan. dan b. pemantauan. Pasal 322 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 319 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. Pasal 335 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. pengelolaan dokumentasi di bidang tata negara. penelitian. dan d.Pasal 327 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. dan pengumuman nama di bidang pewarganegaraan. Direktorat Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyiapan pelaksanaan pedaftaran partai politik. Seksi Analisa dan Pertimbangan. penyelesaian permohonan pewarganegaraan dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. b. Pasal 330 Subdirektorat Hukum Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. c. b. pendapat hukum. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. dan c. dan penyelesaian masalah di bidang hukum tata negara. 52 . penyelesaian proses kewarganegaraan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan. dan c. Pasal 332 Subdirektorat Hukum Tata Negara terdiri atas : a. Subdirektorat Hukum Tata Negara. pemeriksaan. dan d. (3) Seksi Pendaftaran Partai Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pelaksanaan pendaftaran partai politik serta urusan dokumentasi pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. Subdirektorat Hukum Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 334 Subdirektorat Pewarganegaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. pemberian bimbingan. Pasal 328 Direktorat Tata Negara terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pewarganegaraan. Seksi Pendaftaran Partai Politik. pemberian bimbingan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kewarganegaraan. Subdirektorat Pewarganegaraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 331 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. analisa dan pemberian pertimbangan pendapat hukum serta penyelesaian masalah hukum tata negara. c. Seksi Dokumentasi. b. Pasal 333 (1) Seksi Analisa dan Pertimbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 329 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. dan penyelenggaraan pendaftaran partai politik. urusan dokumentasi hukum tata negara. pengujian dan pemantauan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. pertimbangan dan pendapat hukum tata negara serta pendaftaran partai politik. pendapat hukum. pertimbangan. b.

Seksi Analisa Pewarganegaraan. pemeriksaan. Pasal 339 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. (3) Seksi Pengujian dan Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengujian Formulir Dwi Kewarganegaraan dan bukti-bukti kewarganegaraan lainya serta pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Seksi Pengujian dan Pemantauan. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum. Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional Pasal 342 Direktorat Hukum Internasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum internasional berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus. Pasal 341 (1) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus mempunyai tugas melakukan pemeriksaan.b. penyusunan dan pemeliharaan daftar pengujian data perkembangan dan pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 336 Subdirektorat Pewarganegaraan terdiri atas : a. Pasal 337 (1) Seksi Analisa Pewarganegaraan mempunyai tugas melakukan analisa dan proses permohonan pewarganegaraan (Naturalisasi) dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. Pasal 338 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis penilaian pemeriksaan. dan b. dan c. pengujian dan pemantauan di bidang bukti kewarganegaraan republik indonesia. analisa dan penyelesaian masalah kewarganegaraan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan bukti kewarganegaraan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 340 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia terdiri atas : a. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi : a. b. (2) Seksi Penyelesaian mempunyai tugas melakukan penyelesaian dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan pewarganegaraan. analisa dan proses permohonan pewarganegaraan dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. dan c. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang Kewarganegaraan Republik Indonesia. analisa dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Formulir ex Dwi Kewarganegaraan RI-RRC. penilaian dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. 53 . Seksi Penyelesaian. pengumuman nama orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan kewarganegaraan. (2) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. dan c.

d. dan f. evaluasi. Pasal 346 Subdirektorat Hukum Internasional Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. inventarisasi dan pengolahan serta penyajian data perkembangannya. pengembangan di bidang hukum internasional. tanggapan. (1) (2) (3) (4) 54 . c. pemantauan. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. c. pertimbangan dan tanggapan.Pasal 343 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. b. Seksi Hukum Humaniter. inventarisasi. dan d. pemberian bimbingan. tanggapan dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional. dan penyelesaian masalah hukum internasional umum. b. pemberian bimbingan. Pasal 344 Direktorat Hukum Internasional terdiri atas : a. dan hukum angkasa. sosialisasi perjanjian dan masalah internasional. Seksi Dokumentasi. pendapat hukum. hukum laut. inventarisasi. pertimbangan petunjuk pelaksanaan. sosialisasi perjanjian. dan d. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Pasal 349 Seksi Hukum Humaniter mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan. Pasal 345 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. pemberian petunjuk pelaksanaan hukum internasional umum. penyelesaian masalah. Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi hukum internasional. penyelesaian masalah pencemaran dan pelestarian lingkungan serta inventarisasi dan sosialisasi. penyelesaian masalah serta penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundangundangan di bidang hukum pidana internasional. Direktorat Hukum Internasional menyelenggarakan fungsi : a. dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional umum. b. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Hukum Internasional Umum menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional. sosialisasi. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional. pemberian bimbingan. pelayanan yang meliputi pemberian informasi di bidang hukum internasional. e. pembinaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional umum. dan masalah internasional. pendapat hukum. Subdirektorat Hukum Internasional Umum. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara. Seksi Hukum Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan dan pertimbangan. hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundang-undangan di bidang hukum humaniter. Pasal 348 Subdirektorat Hukum Internasional Umum terdiri atas : a. b. pertimbangan. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional. Pasal 347 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. Seksi Hukum Lingkungan. pemberian pertimbangan. c. tanggapan. pendapat hukum.

pemantauan dan evaluasi. legal opinion. (2) Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. regional dan bilateral. b. pemberian bimbingan dan pertimbangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan dan tanggapan masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral. pertimbangan di bidang hukum mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. pertimbangan. pemantauan dan evaluasi. pertimbangan. pertimbangan. Pasal 351 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. pemberian bimbingan dan pertimbangan. dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pemberian bimbingan dan pertimbangan. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut multilateral. pemberian bimbingan. regional dan bilateral dan pendapat hukum. pemantauan. 55 . penyelesaian masalah. sosialisasi serta penyelesaian masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. tanggapan. b. (2) Seksi Hukum Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi. Pasal 355 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. pemberian bimbingan. Pasal 356 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara terdiri atas : a. mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan regional dan multilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral. penyiapan rancangan kebijakan teknis. sosialisasi. Pasal 354 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan. evaluasi di bidang hukum ekonomi. Pasal 357 (1) Seksi Hukum Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan dan pertimbangan kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. tanggapan. Seksi Hukum Laut. Pasal 353 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum udara. pertimbangan dan pendapat hukum di bidang hukum laut dan hukum udara. dan c. penyebarluasan penyelesaian masalah mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan bilateral. Seksi Hukum Udara. dan b. dan b. pemberian bimbingan. regional dan bilateral.Pasal 350 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan kelembagaan internasional. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut dan hukum udara. pemantauan dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pemantauan dan evaluasi. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. tanggapan. dan c. Pasal 352 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional terdiri atas : a.

Seksi Identifikasi. dan b. Direktorat Daktiloskopi menyelenggarakan fungsi : a. pemberian keterangan mengenai sidik jari seseorang. Seksi Perumusan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi. Pasal 364 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi terdiri atas : a. Pasal 361 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. pembinaan monitoring. b. perumusan slip teraan jari seseorang. Pasal 366 Subdirektorat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan data. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. c. perumusan. Subdirektorat Data dan Informasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. Pasal 360 Direktorat Daktiloskopi terdiri atas : a. 56 . pemantauan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 363 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. (2) Seksi Identifikasi mempunyai tugas melakukan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari dan pengolahan. c. urusan dokumentasi serta informasi daktiloskopi dan penyimpanan slip sidik jari. penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang daktiloskopi. Pasal 362 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengidentifikasian berdasarkan sidik jari. Pasal 365 (1) Seksi Perumusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan d. perumusan dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. Pasal 359 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan. pelaksanaan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari.Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi Pasal 358 Direktorat Daktiloskopi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang daktiloskopi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengolahan dan penyajian data perkembangan daktiloskopi. penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan serta melakukan penataan dan pemberian informasi sidik jari. dan d. dan b.

penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 368 Subdirektorat Data dan Informasi terdiri atas : a. urusan dokumentasi. Seksi Penataan dan Informasi. Subdirektorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 372 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan terdiri atas : a. dan c. Pasal 373 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. pengolahan. penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari. melakukan penataan dan pemberian informasi tentang sidik jari. penyajian data perkembangan daktiloskopi dan urusan dokumentasi daktiloskopi serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan b. b. penyajian data perkembangan daktiloskopi. Seksi Arsip Teraan.Pasal 367 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 366. dan b. Seksi Dokumentasi. perumusan slip sidik jari seseorang yang akan dirumus. Pasal 371 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. Pasal 370 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan mempunyai tugas melaksanakan pengolahan. 57 . Seksi Pengumpulan Data. Pasal 369 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan dan penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan dan identifikasi. dan b. penyajian dan penyiapan serta pendokumentasian daktiloskopi. evaluasi dan penyusunan laporan. dan penyimpanan slip sidik jari. serta evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Seksi Arsip Teraan mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari serta evaluasi dan penyusunan laporan. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Penataan dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengolahan dan penataan slip sidik jari serta pemberian informasi slip sidik jari.

bina perawatan. Direktorat Bina Khusus Narkotika. bina latihan kerja dan produksi. Pasal 379 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 374 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasyarakatan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 375 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. penyusunan laporan kegiatan pemasyarakatan. kriteria dan prosedur di bidang bina registrasi dan statistik. evaluasi. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. bina latihan kerja dan produksi. 58 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pengelolaan urusan kepegawaian. c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sekertariat Direktorat Jenderal. dan e. b. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 378 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. pedoman. b. d. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. bina latihan kerja dan produksi. d. dan g. e. pelaksanaan kebijakan di bidang bina registrasi dan statistik. Direktorat Bina Perawatan. penyusunan standar. bina perawatan. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang bina registrasi dan statistik. bina bimbingan kemasyarakatan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 376 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terdiri atas: a. bina bimbingan kemasyarakatan. d. pengelolaan urusan administrasi keuangan. f. Bagian Kepegawaian. b. norma. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. program dan anggaran. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. dan e. bina bimbingan kemasyarakatan. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. bina perawatan. c.

dan c. pengolahan. b. penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. penyiapan penyusunan formasi. evaluasi dan penyusunan laporan. dan c. penyajian data dan informasi. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. penyajian data dan informasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan. d.c. penghimpunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Data dan Informasi. 59 . Pasal 386 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penghimpunan peraturan perundang-undangan. Pasal 383 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 380 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 384 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. program dan anggaran. serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b. Bagian Keuangan. pengolahan. pengolahan. Bagian Tata Usaha. pengelolaan. penyajian data dan informasi. program dan anggaran. b. dan c. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan pengelolaan. Pasal 385 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 384. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 381 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 380. Pasal 382 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. e. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. f. b. dan c. penghimpunan peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran.

pelaksanaan urusan pembukuan. (3). mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 395 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 389 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan anggaran. dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengembangan pegawai. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 394 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas: a. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan peyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. dan b. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan.Pasal 387 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 392 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pengurusan Asuransi Kesehatan. pengangkutan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. penggajian. Pasal 391 (1). perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pendataan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. b. dan b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. kepangkatan. dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan c. Pasal 388 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Pasal 393 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. pengelolaan urusan perlengkapan. (2). Pasal 390 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. 60 . pemindahan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.

benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subdirektorat Sidik Jari. Pasal 397 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan tahanan. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik menyelenggarakan fungsi: a. c. pengetikan.Pasal 396 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. Pasal 398 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. Pasal 402 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik terdiri atas: a. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. penyiapan rancangan kebijakan. b. Subbagian Tata Usaha. d. Subbagian Persuratan. dan e. Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik Pasal 400 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang registrasi dan statistik tahanan. penggandaan. penyiapan rancangan kebijakan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. pengetikan. hubungan masyarakat dan protokol. b. Subdirektorat Registrasi. dan e. pelaksanaan urusan persuratan. penggandaan dan pengiriman. dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. benda sitaan negara. pengelolaan arsip dan dokumentasi. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang statistik dan dokumentasi tahanan. dan d. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. penyiapan rancangan kebijakan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi. c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 401 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. c. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. c. (1) (2) (3) (4) 61 . Pasal 399 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan.

mutasi tahanan dan benda sitaan negara. b. (3) Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 411 (1) Seksi Penempatan. Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan. Mutasi Tahanan. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Pasal 407 (1) Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan. Pasal 406 Subdirektorat Registrasi terdiri atas: a.Pasal 403 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. Seksi Penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang klien pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan dan pemberian remisi. Mutasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pemindahan tahanan dan benda sitaan negara. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 410 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi terdiri atas: a. Pasal 408 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. penempatan. dan b. dan b. pembinaan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. dan c. (2) Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi tahanan. Pasal 409 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. 62 . Subdirektorat Registrasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 405 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi klien pemasyarakatan. Pasal 404 Subdirektorat Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi warga binaan pemasyarakatan. dan Benda Sitaan Negara.

63 . Subdirektorat Sidik Jari menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. Pasal 418 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi terdiri atas: a. perumusan dan identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara serta warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan. perumusan. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. dan Benda Sitaan Negara. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 412 Subdirektorat Sidik Jari mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 415 (1) Seksi Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Dokumentasi Tahanan. mutasi. Pasal 417 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. b. identifikasi. dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan dan perumusan. Pasal 413 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. Pasal 416 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. pembebasan narapidana dan anak didik pemasyarakatan serta mutasi dan pengakhiran pembimbingan klien pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. penempatan. Seksi Perumusan dan Identifikasi. Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan. Pasal 414 Subdirektorat Sidik Jari terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. Dokumentasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Pasal 419 (1) Seksi Statistik. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan c. Seksi Statistik. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. (2) Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan b. identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Statistik. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. dan b.(2) Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.

pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pengembangan pelayanan kesehatan.(2) Seksi Statistik. Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan Pasal 420 Direktorat Bina Perawatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan dan makanan. dan d. dan d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. Pasal 421 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. b. Pasal 425 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. standardisasi dan penetapan gizi serta pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan . perlengkapan tahanan. perlengkapan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. Pasal 422 Direktorat Bina Perawatan terdiri atas: a. pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani. b. penyiapan rancangan kebijakan. dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan perawatan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 424 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pengelolaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara serta sarana dan evaluasi perawatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan. Pasal 423 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan dan makanan. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. warga binaan pemasyarakatan. c. (3) Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Direktorat Bina Perawatan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. dan d. 64 . Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana dan evaluasi perawatan tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan.

warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (1) (2) (3) (4) Pasal 428 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan. b. Pasal 429 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. Pasal 432 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. (3) Seksi Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penilaian jenis dan mutu serta penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara.Pasal 426 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 427 Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Penilaian Jenis dan Mutu. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. pembinaan teknis dan pemantauan di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan teknis serta pemantauan di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. 65 . penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi. c. dan c. Seksi Pengendalian Bahan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Pengendalian Bahan Makanan. (2) Seksi Penilaian Jenis dan Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan. Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani. Seksi Penghapusan. Seksi Pemeliharaan. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan. Pasal 430 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara terdiri atas: a. pengelolaan sarana serta evaluasi dan pelaporan perawatan tahanan. b. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Pasal 431 (1) Seksi Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.

Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 438 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan terdiri atas: a. Seksi Evaluasi dan Laporan Pasal 435 (1) Seksi Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan perawatan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pelaksanaan evaluasi dan laporan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. Pasal 437 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. d. Pasal 434 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi terdiri atas: a. pendidikan dan bimbingan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang alokasi. c. b. c. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pendidikan. pembinaan. Subdirektorat Pembimbingan.Pasal 433 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan. dan c. dan e. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan e. distribusi dan pengendalian sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. d. 66 . Bagian Keenam Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan Pasal 436 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pelayanan dan penyuluhan. Seksi Analisa Kebutuhan. Seksi Pengelolaan Sarana. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (2) Seksi Pengelolaan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang analisa kebutuhan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b.

Seksi Pembinaan Kewarganegaraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penelitian kemasyarakatan serta evaluasi dan laporan. Seksi Orientasi dan Observasi. Seksi Bimbingan Hukum. c. b. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian. Subdirektorat Pembinaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. olah raga dan kesenian serta pembinaan badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Penelitian Kemasyarakatan. kewarganegaraan. bimbingan hukum. b. 67 . dan d. Seksi Orientasi dan Observasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. Pasal 440 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. Pasal 442 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan terdiri atas: a. Seksi Penelitian Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. c. b.Pasal 439 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. (1) (2) (3) (4) Pasal 444 Subdirektorat Pembinaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan mental rohani. b. Pasal 445 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. Seksi Evaluasi dan Laporan. Pasal 446 Subdirektorat Pembinaan terdiri atas: a. dan d. Seksi Pembinaan Mental Rohani. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. Pasal 441 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum. orientasi dan observasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. c. Pasal 443 Seksi Bimbingan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang bimbingan hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi.

Subdirektorat Pembimbingan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.(1) (2) (3) (4) Pasal 447 Seksi Pembinaan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. 68 . Subdirektorat Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 450 Subdirektorat Pendidikan terdiri atas: a. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang peran serta badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembimbingan klien. pendidikan luar sekolah serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 452 Subdirektorat Pembimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. (2) Seksi Pendidikan Luar Sekolah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. Seksi Pendidikan Luar Sekolah. asimilasi. Pasal 453 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. Pasal 451 (1) Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. dan b. Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan. Pasal 449 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang integrasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. integrasi dan pendayagunaan tim pengamat pemasyarakatan bagi warga binaan pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan b. dan d. Pasal 448 Subdirektorat Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan.

Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan. Subdirektorat Tenaga Kerja. dan f. c. Seksi Integrasi. Seksi Bimbingan Klien. anak pidana dan anak negara. c. pengembangan kewirausahaan. (1) (2) (3) (4) 69 . d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan dan latihan keterampilan kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. Seksi Integrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan di bidang anak pidana dan anak negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. Pasal 458 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi terdiri atas: a. produksi dan pendayagunaan tenaga kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran hasil produksi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Seksi Asimilasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana. dan d. c. Subdirektorat Kegiatan kerja. Subdirektorat Produksi. e. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan pelatihan keterampilan kerja. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha.Pasal 454 Subdirektorat Pembimbingan terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kemitraan dan pemasaran hasil produksi. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran. Pasal 457 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendayagunaan tenaga kerja. Seksi Asimilasi. e. b. Pasal 455 Seksi Bimbingan Klien mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. Pasal 460 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Ketrampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat. b. bimbingan keterampilan dan kerja lingkungan. Pasal 459 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi Pasal 456 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pelatihan keterampilan kerja.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. 70 . Seksi Bimbingan Minat dan Bakat. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. (2) Seksi Kegiatan Pertanian dan Perkebunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. Seksi Bimbingan Keterampilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pengembangan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. Pasal 465 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. pertanian dan perkebunan. b. (1) (2) (3) (4) Pasal 464 Subdirektorat Kegiatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja industri rumah tangga dan jasa. Pasal 466 Subdirektorat Kegiatan Kerja terdiri atas. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan.Pasal 461 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. a. perikanan dan peternakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. dan d. Seksi Bimbingan Keterampilan. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan. c. b. dan c. Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan. c. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. b. Pasal 462 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan . Seksi Pengembangan Kewirausahaan. dan d. Pasal 467 (1) Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa. dan c. penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. Subdirektorat Kegiatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 463 Seksi Bimbingan Minat dan Bakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Pasal 474 Subdirektorat Tenaga Kerja terdiri atas: a. Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. Pasal 476 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. b. Subdirektorat Produksi meyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. Pasal 472 Subdirektorat Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 468 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi dan Pengendalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. Pasal 469 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. Subdirektorat Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan b. (2) Seksi Pembinaan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang bimbingan produksi. 71 . pembinaan produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. penyiapan rancangan kebijakan. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Evaluasi dan Laporan. b. dan b. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. dan c. Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi. pemasaran serta pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. (3) Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan.(3) Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. Seksi Standardisasi dan Pengendalian. pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. Pasal 473 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Pasal 470 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. Pasal 475 (1) Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Pembinaan Produksi. dan c. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan produksi.

Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. 72 . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 478 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran terdiri atas: a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. d. pembinaan teknis sarana petugas pengamanan serta pengawasan dan pengendalian keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. b. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan. (3) Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Sarana. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pengawasan dan pengendalian Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. penyiapan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda sitaan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 482 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan. Seksi Pemasaran. (2) Seksi Pemasaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban Pasal 480 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan. c. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan e. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian. penyiapan rancangan kebijakan. b. dan Lembaga Pemasyarakatan.Pasal 477 Untuk melaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. b. dan c. Pasal 479 (1) Seksi Pembinaan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan teknis petugas keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 481 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. c. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk-bentuk usaha dan kegiatan. d. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. dan e. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Pembinaan Kemitraan.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Subdirektorat Sarana menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 483 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Pasal 487 (1) Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 485 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. dan b. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan b. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan c. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 488 Subdirektorat Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana. penyiapan rancangan kebijakan teknis. b. Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban. 73 . dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan dan pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. pengelolaan dan pemeliharaan sarana serta pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban. (2) Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis kerja sama di bidang keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 484 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 489 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban. Pasal 490 Subdirektorat Sarana terdiri atas: a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 486 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas: a. Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban.

Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian. b. Pasal 492 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban. Pasal 495 (1) Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban. Pasal 494 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian terdiri atas: a. pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan.Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi dan Pengembangaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan serta pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan. pembinaan. (2) Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban serta keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 493 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin dan pemberian bantuan hukum kepada petugas pengamanan. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penindakan gangguan keamanan dan ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (2) Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi : a. dan 74 . pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. (3) Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 497 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara.

c. Pasal 502 Direktorat Bina Khusus Narkotika terdiri atas : a. (2) Seksi Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani. dan e. Pasal 498 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan terdiri atas: a. b. Pasal 504 Subdirektorat Perawatan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. d. Direktorat Bina Khusus Narkotika menyelenggerakan fungsi : a.b. Pasal 501 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. Pasal 505 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. 75 . dan b. b. Pasal 499 (1) Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan c. perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. d. Subbagian Tata Usaha. Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika Pasal 500 Direktorat Bina Khusus Narkotika mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. pelayanan sosial. Subdirektorat Kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan sosial bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. dan e. Subdirektorat Perawatan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pelayanaan Sosial. bimbingan hukum dan kemitraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. c. Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan. perawatan jasmani. Seksi Bantuan Hukum. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. Subdirektorat Bimbingan Hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. Subdirektorat Perawatan Kesehatan. Pasal 503 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika.

Seksi Ketrampilan dan Usaha. Subdirektorat Pelayanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 513 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. (2) Seksi Perawatan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. b. Pasal 509 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Seni dan Budaya. Pasal 512 Subdirektorat Bimbingan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum. dan c. seni dan budaya. (2) Seksi Ketrampilan dan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan keterampilan dan usaha. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c. dan c. Pasal 510 Subdirektorat Pelayanan Sosial terdiri atas : a. b. Subdirektorat Bimbingan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya. Seksi Perawatan Jasmani. (3) Seksi Perawatan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. 76 . Pasal 507 (1) Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang ketrampilan dan usaha. Pasal 508 Subdirektorat Pelayanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. dan d. Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan. (3) Seksi Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. pembinaan berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.Pasal 506 Subdirektorat Perawatan Kesehatan terdiri atas : a. Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika. Seksi Perawatan Mental Rohani. pembinaan kesadaran hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan lanjutan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. b. bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. c. Pasal 511 (1) Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan dan bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. keterampilan dan usaha.

Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah. kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah.Pasal 514 Subdirektorat Bimbingan Hukum terdiri atas : a. (2) Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum. 77 . dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi. Pasal 516 Subdirektorat Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. (3) Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara. b. (3) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Konsultasi Hukum. dan c. Pasal 518 Subdirektorat Kemitraan terdiri atas : a. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 517 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum. b. b. Pasal 519 (1) Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama intansi pemerintah bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. Pasal 515 (1) Seksi Konsultasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c. Subdirektorat Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.

Visa dan Fasilitas Keimigrasian. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Imigrasi. dan penindakan. izin tinggal dan status. pedoman. Pasal 521 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. Pasal 524 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. c. Pasal 525 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. c. f. izin tinggal dan status. Direktorat Intelijen Keimigrasian. b. e. protokoler. penyusunan laporan kegiatan keimigrasian. intelijen. perumusan standar. intelijen. pelaksanaan urusan tata usaha. penyidikan dan penindakan. program dan anggaran. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. kriteria dan prosedur di bidang dokumen perjalanan. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. visa dan fasilitas. pengelolaan dokumentasi dan kepustakaan. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang dokumen perjalanan. norma. visa dan fasilitas. izin tinggal dan status. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 523 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan fungsi : a. d. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. hukum. dan e. 78 . pelaksanaan kebijakan di bidang dokumen perjalanan. d. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Penyusunan Program dan Laporan.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 520 Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang imigrasi. b. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. d. lintas batas. Direktorat Dokumen Perjalanan. Sekretariat Direktorat Jenderal. penyidikan. visa dan fasilitas. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dan e. dan g. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 522 Direktorat Jenderal Imigrasi terdiri atas : a. penyidikan. pengelolaan urusan kepegawaian. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. b. hubungan masyarakat. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. b. intelijen. evaluasi. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. dan penindakan. c. pengelolaan urusan administrasi keuangan. Bagian Kepegawaian.

dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. b. penyajian data dan informasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. d. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 527 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. penyajian data dan informasi. Pasal 528 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. c. program dan anggaran. penataan. Pasal 526 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 529 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. penyusunan dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. Subbagian Umum Kepegawaian. Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan c. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyusunan. b. b. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Hubungan Masyarakat. perencanaan pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan d. program dan anggaran. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. f. 79 . Bagian Keuangan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. b. Pasal 532 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penghimpunan peraturan perundang-undangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Imigrasi. e. dan d. (1) (2) (3) (4) Pasal 530 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Pengembangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif.c. program dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. penyajian data dan informasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. c. c. Litigasi dan Tata Usaha. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pasal 531 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiunan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan d. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pengkoordinasian rancangan.

b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Perbendaharaan. dan laporan pelaksanaan kegiatan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pasal 538 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembukuan. 80 . penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. kepangkatan. pelaksanaan urusan dalam. pelaksanaan urusan pembukuan. dan d. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. b. dan c. perhitungan. pembakuan dan penghapusan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. serta pemeliharaan prasarana dan sarana. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 539 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. inventarisasi. penggajian. pelaksanaan anggaran. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan pengembangan sumber daya manusia. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pengangkutan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. b. dan c. penyusunan rencana. penggunaan. dan c. perhitungan. pemindahan.Pasal 533 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyusunan formasi. evaluasi. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. mutasi pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 536 Bagian Keuangan terdiri atas : a. (3) Subbagian Pengembangan. Subbagian Pengadaan dan Peralatan. c. b. Pasal 535 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Analisa Kebutuhan. pendataan. Pasal 534 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Rumah Tangga. pelayanan administrasi Asuransi Kesehatan. dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 540 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. penyusunan rencana pengadaan fisik dan pengadaan dokumen keimigrasian. Pasal 537 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran.

Subbagian Litigasi mempunyai tugas melakukan pemberian bantuan hukum mewakili Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadapi setiap gugatan di pengadilan. Subbagian Litigasi. dan d. penggandaan dan pendistribusian. pengelolaan arsip. Subbagian Tata Persuratan. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. dokumentasi dan perpustakaan Direktorat Jenderal Imigrasi. dokumentasi. dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan hubungan masyarakat. Visa dan Fasilitas Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang dokumen perjalanan. Pasal 544 Bagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan hubungan masyarakat. pengetikan. pembakuan dan rencana penggunaan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. dan kepustakaan keimigrasian. Pasal 543 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. (1) (2) (3) (4) Bagian Keempat Direktorat Dokumen Perjalanan. perencanaan teknis di bidang dokumen perjalanan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. d. pengelolaan arsip. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol. izin masuk. 81 . visa. dokumentasi dan perpustakaan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. dan e. Pasal 547 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. pelaksanaan pemberian bantuan hukum. Bagian Hubungan Masyarakat. (2) Subbagian Pengadaan dan Peralatan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pengadaan fisik. pelaksanaan urusan persuratan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumen perjalanan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Pasal 546 Direktorat Dokumen Perjalanan. Pasal 542 Bagian Hubungan Masyarakat. pemberian pendapat hukum.Pasal 541 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan analisa penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. izin masuk. c. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. izin masuk. Litigasi. visa. pendapat hukum dan sosialisasi hukum. Subbagian Hubungan Masyarakat. c. dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 545 Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. b. pengangkutan. pemberian pendapat dan bantuan hukum serta sosialisasi hukum di bidang keimigrasian. penyimpanan dan pemeliharaan prasarana dan sarana serta pengadaan dan penyimpanan dokumen keimigrasian. b. visa. Litigasi. dan Tata Usaha terdiri atas : a. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Direktorat Dokumen Perjalanan. Subbagian Tata Persuratan. dan sosialisasi hukum. izin masuk. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal dan protokoler. Dokumentasi dan Kepustakaan. Dokumentasi dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip. visa. c. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang dokumen perjalanan. b. penghapusan. Litigasi.

Pasal 548 Direktorat Dokumen Perjalanan. Seksi Paspor. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing.d. dan b. visa. pemberian pelayanan di bidang dokumen perjalanan. pemberian dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan (Paspor. dan PLB mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. Subdirektorat Visa. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. SPLP. Pasal 554 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi warga negara indonesia (WNI) dan orang asing. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. c. Pasal 552 Subdirektorat Dokumen Perjalanan terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. b. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian. SPLP. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak. Pasal 550 Subdirektorat Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 551 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 555 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. Pasal 553 (1) Seksi Paspor. dan PLB. dan b. dan b. Subdirektorat Dokumen Perjalanan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Pasal 549 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. 82 . dan e. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. dan f. SPLP dan PLB) bagi WNI dan orang asing. d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi WNI dan orang asing yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Dokumen Perjalanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. izin masuk. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia.

Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 563 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja keluar negeri bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pasal 562 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (3) Seksi Visa Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan penyusunan laporan pemberian visa. dan d. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.Pasal 556 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI terdiri atas : a. pelaksanaan. dan b. penelaahan. dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. pembinaan. pengevaluasian dan penyusunan laporan serta penyelesaian dan persetujuan visa. izin masuk darurat dan tanda bertolak. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Evaluasi dan Laporan. evaluasi. Seksi Visa Kunjungan. pembinaan dan bimbingan teknis. Seksi Visa Tinggal Terbatas. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 560 Subdirektorat Visa terdiri atas : a. Pasal 557 (1) Seksi Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 561 (1) Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. penelaahan. (2) Seksi Visa Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan b. penelaahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 559 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 558. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. Pasal 558 Subdirektorat Visa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 83 . izin masuk kembali. b. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan pemberian visa. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan RI yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. b. Subdirektorat Visa menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. Seksi Paspor TKI. Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan.

alih status keimigrasian. dan c. alih status keimigrasian. dan b. 84 . Seksi Izin Bertolak. Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan. pengevaluasian fasilitas keimigrasian untuk ibadah keagamaan. Pasal 569 (1) Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan wisatawan asing ke Indonesia. dan layanan elektronis keimigrasian. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. APEC Bussiness Travel Card (ABTC). pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi pemberian fasilitas layanan elektronis keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi perjalanan untuk ibadah keagamaan. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Izin Bertolak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.Pasal 564 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. Pasal 566 Subdirektorat Fasilitas Kemigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Fasilitas Wisatawan Asing. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. (2) Seksi Fasilitas Wisatawan Asing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan ibadah keagamaan. wisatawan asing. Frequent Travel Card (FTC) dan Layanan Elektronis Keimigrasian lainnya). b. Seksi Izin Masuk. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian layanan elektronis keimigrasian (Smart Card. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. Pasal 571 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian. Pasal 565 (1) Seksi Izin Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. (3) Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 568 Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. penelaahan. Bagian Kelima Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Pasal 570 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. Pasal 567 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang izin tinggal. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi wisatawan asing ke Indonesia.

Pasal 576 Subdirektorat Izin Tinggal terdiri atas : a. Seksi Izin Tinggal Terbatas. Pasal 573 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. alih status keimigrasian. dan e. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian izin tinggal terbatas dan perpanjangannya. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat. menunggu proses peradilan dan lain sebagainya. 85 . (1) (2) (3) (4) Pasal 578 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. izin tinggal terbatas. Pasal 575 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. Subdirektorat Izin Tinggal menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal berupa izin tinggal kunjungan. izin tinggal terbatas. Seksi Izin Tinggal Tetap. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin tinggal kunjungan dan perpanjangannya. terdampar. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. pembinaan dan bimbingan teknis pemberian persetujuan alih status keimigrasian serta penelaahan. Pasal 574 Subdirektorat Izin Tinggal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. Seksi Izin Tinggal Kunjungan. b. b. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal khusus/darurat bagi orang asing yang bekerja pada alat apung dan atau instalasi lepas pantai di wilayah perairan Indonesia.c. Subdirektorat Status Keimigrasian. d. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal tetap dan perpanjangannya. dan d. alih status keimigrasian. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. pemberian pelayanan dan informasi di bidang izin tinggal. Pasal 572 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian terdiri atas: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Izin Tinggal. pembinaan dan bimbingan teknis serta pengaturan pemberian izin tinggal beserta perpanjangannya bagi orang asing pemegang izin tinggal kunjungan. perencanaan teknis di bidang izin tinggal. dan pemberian izin tinggal dan perpanjanganya bagi orang asing pengungsi. korban bencana alam. c. c. pemeriksaan status kewarganegaraan dan pewarganegaraan serta surat keterangan keimigrasian dan izin tinggal khusus/darurat. Subbagian Tata Usaha. Pasal 577 Seksi Izin Tinggal Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. evaluasi dan laporan.

pembinaan. dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. penyiapan penetapan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. penelaahan dan pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. dan c. (2) Seksi Surat Keterangan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. b. Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. kerja sama dan pelaksanaan kegiatan intelijen keimigrasian serta pengamanan perizinan keimigrasian. Seksi Surat Keterangan Keimigrasian. Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap.Pasal 579 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. 86 . evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 585 (1) Seksi Status Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan penelaahan. b. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. Pasal 584 Subdirektorat Status Keimigrasian terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian Pasal 586 Direktorat Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang operasi intelijen. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian dan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. (2) Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 581 (1) Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. penelaahan. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyajian produk intelijen. Subdirektorat Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 583 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian. dan b. bimbingan teknis di bidang pemeriksaan dan penetapan status keimigrasian serta persetujuan pemberian surat keterangan keimigrasian. dan c. dan pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. Pasal 580 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian terdiri atas: a. Seksi Evaluasi dan Laporan. pembinaan. Seksi Status Keimigrasian. dan c. b. Pasal 582 Subdirektorat Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan.

d. Sulawesi Barat. Pasal 594 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Kalimantan Timur. (2) Seksi Operasi Intelijen Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Sulawesi Utara. Jawa Barat. dan d. Pasal 589 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Intelijen Keimigrasian. 87 . Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian. c. Sulawesi Selatan. pelaksanaan penelaahan dan analisa informasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyajian produk intelijen keimigrasian. pelaksanaan kerja sama di bidang operasi intelijen keimigrasian. Lampung. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. pengolahan dan penyusuna dan penyajian informasi yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelanggaran keimigrasian. Nusa Tenggara Timur. Pasal 591 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian. Jawa Tengah. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang produksi intelijen keimigrasian. Sumatera Barat. c. Seksi Operasi Intelijen Wilayah II. Kalimantan Barat. b. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian. b. Pasal 592 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Sumatera Selatan. Jambi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pengamanan terhadap perizinan keimigrasian. Direktorat Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 587 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. Pasal 590 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengamanan. Gorontalo. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Utara. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 593 (1) Seksi Operasi Intelijen Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Kepulauan Riau. pembinaan dan operasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyelidikan. Pasal 588 Direktorat Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Bengkulu. dan Jawa Timur. Sulawesi Tenggara. Riau. dan e. Seksi Operasi Intelijen Wilayah I. dan b. Nusa Tenggara Barat. Maluku. pelaksanaan kegiatan kerja sama intelijen dan operasi intelijen keimigrasian. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Selatan. Banten. Papua dan Irian Jaya Barat. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Maluku Utara. pengumpulan.

pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen lain di dalam negeri. penyiapan penyusunan perkiraan keadaan. Pasal 599 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. Pasal 598 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara. dan c. pelaksanaan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pembuatan perkiraan keadaan dan pemberian peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. Pasal 602 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen negara lain. pengolahan dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b.Pasal 595 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen lain baik antar negara maupun dalam negeri. Pasal 597 (1) Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. dan penyiapan kerja sama serta pelaksanaannya. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. (2) Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen negara lain. Pasal 601 (1) Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. Pasal 596 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. 88 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (3) Seksi Produksi Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengumpulan. dan b. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen di dalam negeri. Pasal 600 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian. Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri. dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. Seksi Produksi Intelijen.

penyiapan kerja sama antar instansi dalam rangka pengamanan teknis perizinan keimigrasian. c. pelaksanaan penyidikan terhadap setiap orang asing yang melanggar undang-undang keimigrasian. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian. penindakan terhadap orang asing yang melanggar peraturan keimigrasian di wilayah Negara Republik Indonesia. dan b. Pasal 610 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana 89 . d. dan pelaksanaannya. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian c. penyiapan informasi di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.Pasal 603 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Pengamanan Perizinan WNA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 609 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. d. Pasal 604 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian terdiri atas: a. penyiapan kerja sama antar instansi di bidang pengamanan perizinan WNI. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi. bimbingan teknis di bidang pengamanan keimigrasian. e. Bagian Ketujuh Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Pasal 606 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. dan f. Pasal 607 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. penyiapan. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan. Pasal 605 (1) Seksi Pengamanan Perizinan WNI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. dan f. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. Seksi Pengamanan Perizinan WNI. e. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. pembinaan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan. bimbingan teknis. penyiapan kerja sama antar instansi dan pelaksanaan operasi pengamanan atas keberadaan dan kegiatan orang asing. Seksi Pengamanan Perizinan WNA. Pasal 608 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. b.

evaluasi dan penyusunan laporan penindakan keimigrasian seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Banten. (2) Seksi Penyidikan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi serta evaluasi dan laporan di bidang tindakan keimigrasian atas pelanggaran keimigrasian. Pasal 612 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian terdiri atas : a. Pasal 614 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Kalimantan Barat. Lampung. Pasal 611 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. Jambi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Kepulauan Riau. Maluku. Kalimantan Tengah. Sulawesi Selatan.keimigrasian. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Barat. b. Kalimantan Timur. Maluku Utara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian. Seksi Penindakan Wilayah I. pembinaan. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil keimigrasian. Kepulauan Bangka Belitung. Riau. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. dan c. b. dan Jawa Timur. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 613 (1) Seksi Penyidikan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (3) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan. Sulawesi Utara. penyidik pegawai negeri sipil keimigrasian serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Seksi Evaluasi dan Laporan. c. Seksi Penyidikan Wilayah I. dan c. Seksi Penyidikan Wilayah II. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penindakan keimigrasian. pelaksanaan operasi penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Pasal 616 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. dan c. Gorontalo. Sumatera Utara. Pasal 615 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Sulawesi Tengah. pengaturan operasi-operasi rutin maupun khusus sebagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Republik Indonesia. b. Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara Barat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pemantauan pelaksanaan penyidik keimigrasian dan pembaharuan data Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Irian Jaya Barat dan Papua. 90 . Sulawesi Tenggara. Sumatera Selatan. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Jawa Tengah. Sulawesi Barat. Seksi Penindakan Wilayah II. pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Bengkulu. Jawa Barat.

pembinaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 620 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan terdiri atas : a. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Selatan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi. Kalimantan Timur. pembinaan. Bengkulu. Nusa Tenggara Timur. pembinaan. Riau. Sulawesi Utara. dan b. dan b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 618 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan penangkalan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan atau penolakan masuk ke wilayah Republilk Indonesia dan penyebaran informasi penangkalan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kalimantan Barat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pencegahan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan keluar wilayah Republik Indonesia dan penyebaran informasi pencegahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan menyelenggarakan fungsi : a. Gorontalo. Pasal 623 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penanganan imigran ilegal. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan. Lampung. Banten. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi dan deportasi. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penindakan keimigrasian. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 622 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penanganan imigran ilegal dan pelaksanaan perlindungan bagi korban kejahatan lintas negara. Seksi Pencegahan. Sulawesi Selatan. Sumatera Selatan. dan d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan korban kejahatan lintas negara. Jawa Barat. Pasal 619 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Jambi. Maluku. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan dan penangkalan. b. Sumatera Utara. Sulawesi Barat. deportasi. (2) Seksi Penindakan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Sulawesi Tengah. Sumatera Barat.Pasal 617 (1) Seksi Penindakan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan deportasi orang asing. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan penyebaran informasi di bidang pencegahan. Kepulauan Bangka Belitung. penangkalan. Jawa Tengah. Maluku Utara. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 621 (1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan Jawa Timur. dan c. Irian Jaya Barat dan Papua. Seksi Penangkalan. (2) Seksi Penangkalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi menyelenggarakan fungsi : a. Kepulauan Riau. Sulawesi Tenggara. dan penyebaran informasi. dan penangkalan. 91 . pembinaan. Kalimantan Tengah.

Seksi Detensi Imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan. perjanjian lintas batas. dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. d. (3) Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan deportasi terhadap setiap orang asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian. dan c. Pasal 625 (1) Seksi Detensi Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. lintas batas. c. Seksi Deportasi. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. lintas batas. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. lintas batas. lintas batas dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pengawasan.Pasal 624 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi terdiri atas : a. dan e. Bagian Kedelapan Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian Pasal 626 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang lintas batas dan kerja sama luar negeri keimigrasian berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai fungsi : a. pengendalian dan pencegahan imigran gelap dan perlindungan korban kejahatan lintas negara. (2) Seksi Deportasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. d. dan f. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. b. Pasal 628 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian terdiri atas : a. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pasal 627 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. Pasal 629 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. perancangan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. Subdirektorat Lintas Batas. b. penyiapan kerja sama di bidang keimigrasian dengan negara lain dan organisasi internasional. pelaksanaan urusan tata usaha. Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara. c. pemberian pelayanan dan informasi di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. e. b. 92 .

penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan Philipina. dan b. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 637 (1) Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. Seksi Lintas Batas Malaysia. dan b. persetujuan. Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 636 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. Pasal 634 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Lintas Batas menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 635 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang lintas batas tradisional di wilayah perbatasan antar negara Republik Indonesia dengan negara lain berdasarkan peraturan atau perjanjian lintas batas yang berlaku. pemberian pas lintas batas. Pasal 632 Subdirektorat Lintas Batas terdiri atas: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan perjanjian lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Malaysia dan Philipina. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2) Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan. pembinaan. evaluasi. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan dengan organisasi internasional dan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. 93 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. Pasal 631 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. bimbingan teknis perundingan. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemberian pas lintas batas dan izin perlintasan tradisional di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain. dan laporan. pemberian pas lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Timor Leste dan Papua New Guinea. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan non Perserikatan Bangsa-Bangsa. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. persetujuan. pembinaan. perundingan. Pasal 633 (1) Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis. Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa.Pasal 630 Subdirektorat Lintas Batas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

b. Seksi Penyebaran Informasi. Seksi Amerika dan Eropa. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. penanggulangan kejahatan. Seksi Asia Pasifik dan Afrika. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia. peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. b. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 640 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. perundingan. dan d. Seksi Kerja Sama Multilateral. Pasal 643 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. persetujuan. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi atau pejabat lainnya yang menangani bidang keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis. Pasal 639 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. Seksi Kerja Sama Bilateral. dan b. penanggulangan kejahatan.Pasal 638 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis. Pasal 645 (1) Seksi Asia Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Asia Pasifik dan Afrika. pelaksanaan kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. b. pelaksanaan diseminasi informasi keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pelanggaran keimigrasian di bidang ketenagakerjaan dan kepariwisataan. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama multilateral antar negara. Pasal 641 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan kerja sama keimigrasian antar negara di bidang keimigrasian termasuk repatriasi. Pasal 644 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan terdiri atas : a. Pasal 642 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. perundingan. pelanggaran keimigrasian yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kepariwisataan. pembinaan dan bimbingan teknis kerja sama di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. c. kerja sama keimigrasian antar negara. 94 . dalam hal repatriasi. persetujuan.

pengembangan. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. Subdirektorat Registrasi. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian Pasal 646 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyebaran informasi keimigrasian dari deaerah ke perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ke daerah. b. f. e. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. c. b. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. penyimpanan dan pengamanan data keimigrasian WNI. WNA. Pasal 649 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. perencanaan. e. Pasal 650 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. dan f. dan pemeliharaan serta operasi komunikasi elektronik. pengolahan. pelaksanaan registrasi. distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. Pasal 648 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian terdiri atas : a. Pasal 647 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. pemantauan. lalu lintas dan perwakilan Republik Indonesia. perencanaan. Subdirektorat Perencanaan. dan g. WNA. pengamanan dan pengkajian sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. pengolahan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan data keimigrasian. pelaksanaan kerja sama di bidang sistem dan pertukaran informasi keimigrasian dalam dan luar negeri. dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Amerika dan Eropa. penyimpanan dan pengamanan data WNI. pengembangan.(2) Seksi Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. c. Pasal 651 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. (3) Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan dan pengamanan data WNI. 95 . d. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. lalu lintas WNI-WNA dan WNIWNA di Perwakilan RI. d. meliputi pengumpulan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi.

Pasal 656 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi terdiri atas : a. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. dan d. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran dan pertukaran informasi dalam dan luar negeri serta kerja sama sistem informasi dalam dan luar negeri. pengolahan. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. penyimpanan dan pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA di Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan tempat lain yang ditentukan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pengolahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan.b. Pasal 655 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. c. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri. b. Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri. pemantauan dan pemeliharaan komunikasi elektronik. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasioal teknis di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan serta pengamanan data WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian di bidang pendataan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan serta pengamanan data WNI sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. b. Pasal 652 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. pengembangan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi dalam negeri. pengolahan. penyimpanan dan pengamanan data WNA. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. keberadaan dan mutasi statusnya. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi dalam negeri. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 96 . pengolahan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. d. pengolahan. Pasal 653 Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. penyimpanan dan pengamanan data WNI dan WNA di Perwakilan RI. dan e. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi luar negeri. penyimpanan serta pengamanan data WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. c. pengolahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. penyimpanan serta pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. (1) (2) (3) (4) Pasal 654 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan.

penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan program SIMKIM. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 658 Subdirektorat Perencanaan. Subdirektorat Perencanaan. Pasal 661 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian.Pasal 657 (1) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang pengamanan dan pengkajian program aplikasi dalam rangka pelayanan. Pasal 663 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengkajian program SIMKIM. b. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. Pasal 659 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian dokumen keimigrasian. c. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemantuan kualitas dokumen keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka harmonisasi antar negara dan atau institusi internasional. dan d. Subdirektorat Registrasi . (2) Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengembangan. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. pengkajian dan pengaman sistem informasi keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan program SIMKIM. Pasal 660 Subdirektorat Perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengembangan program SIMKIM. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka koordinasi dan harmonisasi sistem informasi dengan instansi pemerintah dan atau lembaga lain terkait. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. b. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang perencanaan dan pemgembangan program aplikasi dan penunjang aplikasi dalam rangka pelayanan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian kartu elektronik. 97 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penggunaan dokumen keimigrasian. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi terdiri atas : a. dan d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 662 Subdirektorat Registrasi.

Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi untuk penerbitan kartu elektronik berupa Frequent Traveller Card (FTC). kartu kedatangan/keberangkatan.. b. stiker visa. (1) (2) (3) (4) 98 . blanko KITAS/KITAP.I. Seksi Pemantuan Kualitas Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. SPLP. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang analisa dan evaluasi standardisasi desain dan spesifikasi teknis blanko Dokumen Perjalanan R. Pasal 665 Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian terdiri atas: a. dan d. dokumen imigrasi dan formulir-formulir keimigrasian sesuai perkembangan teknologi dan standar internasional. Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengajuan permintaan dokumen blanko Paspor.Pasal 664 Subdirektorat Registrasi. formulir dan voucher bank ke bagian perlengkapan dan rumah tangga untuk diregistrasi dan didistribusi atas permintaan pengguna di dalam dan luar negeri. Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian penggunaan blanko dokumen keimigrasian dalam rangka pengamanan dokumen keimigrasian. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. c. PLB.

pedoman. Pasal 667 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 666. Pasal 670 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. dan e. b. d. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. d. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. merek. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 668 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas : a. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a. desain industri. evaluasi. penyusunan laporan kegiatan hak kekayaan intelektual. d. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Bagian Kepegawaian. paten. Kelompok Jabatan Fungsional. paten. program dan anggaran. pengelolaan urusan kepegawaian. c. e..BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 666 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. perumusan standar. desain industri. Bagian Keuangan. desain industri. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 669 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Desain Industri. Direktorat Teknologi Informasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan e. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. norma. kriteria dan prosedur di bidang Hak cipta. pelaksanaan kebijakan di bidang hak cipta. b. 99 . Bagian Tata Usaha. Direktorat Merek. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. b. Direktorat Hak Cipta. c. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. dan f. c. Direktorat Paten. c. merek. d. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. peten. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. merek. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 671 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang hak cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan.

program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian data dan informasi. Pasal 676 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol.Pasal 672 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pemberhentian dan Pensiun. b. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. dan c. penggajian. b. penyajian data dan informasi. dan c. Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya. program dan anggaran. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. penyiapan bahan penetapan mutasi. dan d. b. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Administrasi Penyidik. pengembangan dan pembinaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. pemberhentian dan pensiun pegawai serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 673 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. (2) Subbagian Mutasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Evaluasi dan Laporan. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Pasal 674 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. pendataan. Pasal 679 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pemberhentian dan pensiun. Pasal 677 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. Pasal 678 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengolahan data. evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual serta urusan hubungan masyarakat dan protokol. c. pendataan pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Hubungan Masyarakat. Pasal 675 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. penyiapan penyusunan formasi. kepangkatan. 100 . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Subbagian Umum Kepegawaian. program dan anggaran.

Pasal 687 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. b. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. b. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. 101 . pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 683 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. pelaksanaan urusan pembukuan.(3) Subbagian Administrasi Penyidik mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional. Pasal 682 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pelaksanaan anggaran. Pasal 686 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. dan c. Pasal 685 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. (3) Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 684 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 681 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. dan c. Pasal 680 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. Pasal 688 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. pengelolaan urusan rumah tangga. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.

c. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. c. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. b. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengetikan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. desain industri. pelaksanaan pendaftaran. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hak cipta. Pasal 693 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. dan h. desain industri. pelaksanaan pengetikan. e. dan d. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. c. desain industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. administrasi penolakan. Subdirektorat Desain Industri. Subbagian Persuratan.Pasal 689 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas dan substantif di bidang hak cipta. pelaksanaan penerimaan permohonan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hak cipta. b. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. desain industri. desain industri. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. dan d. Pasal 691 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. (1) (2) (3) (4) 102 . Desain Industri. pengalihan perubahan. penggandaan dan pengiriman. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. g. Pasal 694 Direktorat Hak Cipta. penyidikan dan penyelesaian sengketa. Pasal 690 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. penegakan. pelaksanaan bimbingan teknis dan penelusuran dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permintaan pendaftaran. Direktorat Hak Cipta. Desain Industri. dan penggandaan. Desain Industri. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. litigasi. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Pasal 692 Direktorat Hak Cipta. d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. desain industri. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual. b. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. pencatatan lisensi. f. Desain Industri. pelaksanan urusan surat menyurat. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan urusan administrasi hak kekayaan intelektual dan pengelolaan dokumen aplikan. penghapusan dan pengumuman di bidang hak cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang hak cipta. Desain Industri. pembatalan. Bagian Keempat Direktorat Hak Cipta. pelaksanaan administrasi hak kekayaan intelektual. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang hak cipta.

pemindahan hak. (3) Seksi Sertifikasi. pemeriksaan substantif. pelaksanaan penyiapan pemberian sertifikat serta persiapan administrasi penolakan. penghapusan. penyelesaian permohonan. Pasal 698 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pemindahan hak. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir. (2) Seksi Pemeriksaan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan kebenaran dokumen dan pemberitahuan peringatan. pemberian tanda terima dan pengklasifikasian. pemberian tanggal penerimaan. pelaksanaan pemberian pelayanan kebutuhan operasional teknis pemeriksaan. pelaksanaan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi dan penerimaan sanggahan dari masyarakat. perubahan nama. c. penelusuran dalam menentukan tolak atau daftar atas permohonan pendaftaran di bidang desain produk industri.c. Pasal 696 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan pemeriksaan kelengkapan persyaratan. Desain Industri. perubahan nama dan alamat. pencatatan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 695 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. Seksi Pemeriksaan dan Publikasi. f. pencatatan lisensi. alamat. d. dan c. Pasal 701 Subdirektorat Hak Cipta. berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan penerimaan aplikasi. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian permohonan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan. pemberian salinan resmi dan petikan resmi. Seksi Sertifikasi. dan f. pembatalan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pembimbingan teknis. surat menyurat dan pemberitahuan peringatan berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Mutasi dan Lisensi. Subdirektorat Pelayanan Hukum. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. mutasi dan lisensi serta penyiapan bahan sertifikasi dan pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. Pasal 700 Subdirektorat Desain Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengendalian. d. penelusuran dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permohonan hak cipta. e. Subdirektorat Hak Cipta. melakukan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi serta menerima sanggahan dari masyarakat untuk proses lebih lanjut. pelaksanaan pemeriksaan kebenaran dokumen. pemeriksaan substantif. 103 . pengadministrasian aplikasi serta pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis. Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian sertifikat serta melakukan pencatatan perjanjian lisensi. pemantauan dan pengendalian permohonan. b. Pasal 699 (1) Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan aplikasi. penghapusan dan pembatalan serta petikan resmi. pengklasifikasian. Pasal 697 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pencatatan pemeriksaan kelengkapan berkas. e. b.

penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang paten. Subdirektorat Hak Cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. dan d. c. pelaksanaan evaluasi akhir terhadap permohonan pendaftaran hak cipta. pembinaan dan pemberian bimbingan teknis di bidang paten. pelaksanaan pemeriksaan. pelayanan hukum. c. penyidikan dan litigasi. (2) Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penelusuran pemeriksaan substantif dan evaluasi akhir dalam menentukan usulan ditolak atau didaftar atas permohonan desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Direktorat Paten menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 710 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 709. pelaksanaan penerimaan permohonan paten dan permohonan pemeriksaan substantif. pelaksanaan dan penyiapan pengendalian pembimbingan teknis. Pasal 707 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 704 (1) Seksi Hak Cipta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelusuran. dan b. Bagian Kelima Direktorat Paten Pasal 709 Direktorat Paten mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang paten berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. b. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan pengelolaan dan pendataan hak cipta. Seksi Hak Cipta. Pasal 708 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. publikasi 104 . Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. pelaksanaan litigasi dalam sengketa di pengadilan. dan b. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan litigasi dan penyidikan dalam sengketa di pengadilan. b. Seksi Pertimbangan Hukum. pemeriksaan substantif. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Penyidikan dan Litigasi. Pasal 705 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar terhadap permohonan hak cipta. penegakan. Pasal 706 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 705.Pasal 702 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 701. Pasal 703 Subdirektorat Hak Cipta. pengadministrasian permohonan paten dan dokumen pemeriksaan substantif. dan b.

c. litigasi. d. b. Pasal 711 Direktorat Paten terdiri atas : a. dan penyiapan bahan pembuatan sertifikat pemberian paten. pelaksanaan sertifikasi pemberian paten. penelusuran. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 713 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan paten. pelaksanaan pemeriksaan administratif dan substantif.permohonan paten. Pasal 714 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Seksi Pelayanan Teknis. pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta pemrosesan dan pengelolaan urusan administrasi permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT). penerimaan permohonan paten. f. Seksi Sertifikasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. 105 . Subdirektorat Pemeriksa Paten I. pemberian tanggal penerimaan dan penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. pemantauan pemeliharaan paten. c. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. pengelolaan administrasi permohonan paten dan penyiapan bahan sertifikasi dan publikasi. pelaksanaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. b. Subbagian Tata Usaha. b. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. Pasal 712 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. pengalihan paten. Subdirektorat Pelayanan Hukum. pengklasifikasian. d. serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif dan melakukan korespondensi dengan Pemohon. mekanik/teknologi umum dan kimia/farmasi/biologi. Seksi Permohonan dan Formalitas. pelaksanaan publikasi paten. pelaksanaan korespondensi dengan pemohon. d. e. Subdirektorat Pemeriksa Paten II. penyidikan dan administrasi komisi banding paten. (2) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. pemeriksaan administratif. Seksi Publikasi. e. dan g. dan d. pendaftaran lisensi. Subdirektorat Pemeriksa Paten III. Pasal 715 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. e. c. dan f. pendapat dan penegakan serta pelayanan hukum. penerimaan permohonan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. permohonan paten dan pengambilan keputusan pemberian atau penolakan paten dalam bidang keahlian elektro/fisika. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. serta pemprosesan dan pengadministrasian permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT) serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. dan f. pemberian pertimbangan. Pasal 716 (1) Seksi Permohonan dan Formalitas mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan paten.

Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Pasal 721 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. dan pembinaan Pemeriksa Paten. Pasal 717 Subdirektorat Pemeriksaan Paten I mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. pelaksanaan administrasi komisi banding paten. Pasal 722 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. pelaksanaan penyidikan dan litigasi. Pasal 719 Subdirektorat Pemeriksaan Paten III mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. penegakan. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. (4) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pembuatan sertifikat paten. Pasal 720 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. penerimaan permohonan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. c. dan pembinaan Pemeriksa Paten. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. pemantauan. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang elektro dan fisika. Pengalihan Hak dan Lisensi. dan e. Seksi Pemeliharaan. administrasi komisi banding paten. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. dan d. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum dan penyelesaian sengketa di pengadilan serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. Pasal 723 Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. Seksi Pemeliharaan. pemantauan. farmasi dan biologi. diproses. Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi komisi banding paten. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten serta pengalihan hak dan lisensi. Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. litigasi. Pengalihan Hak dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang mekanik dan teknologi umum. Pasal 718 Subdirektorat Pemeriksaan Paten II mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. pelayanan hukum. c. b. (1) (2) (3) (4) 106 .(3) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan publikasi permohonan paten dan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. pemantauan. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang kimia. d. Seksi Administrasi Komisi Banding. Seksi Pertimbangan Hukum. diproses. diproses. b. penerimaan permintaan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. Seksi Penyidikan dan Litigasi. dan pembinaan Pemeriksa Paten.

e. b. Pasal 727 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. pelaksanaan pengumuman dan publikasi merek. pemberian kode unsur figuratif. pemantauan. penyiapan bahan untuk pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. mutasi dan pencatatan lisensi. pemeriksaan persyaratan aplikasi. 107 . pembatalan dan penghapusan. perubahan nama dan atau alamat. c. Direktorat Merek menyelenggarakan fungsi: a. d. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. g. d. Pasal 726 Direktorat Merek terdiri atas : a. pemantauan dan pengendalian permohonan merek. pelaksanaan perpanjangan. Subbagian Tata Usaha. pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa. pencatatan lisensi. pemberian kode unsur figuratif. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis. pengklasifikasian. penghapusan dan perubahan. Subdirektorat Indikasi Geografis. b. lisensi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. pembatalan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan fungsional di bidang merek. litigasi dan administrasi komisi banding. pencatatan lisensi. pengawasan. pengalihan hak. pengklasifikasian. pelaksanaan pendaftaran. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang merek. Subdirektorat Pelayanan Hukum. f. Pasal 728 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan. penegakan. permintaan perpanjangan. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. perpanjangan. perubahan nama dan/atau alamat. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman. b. dan d. penghapusan dan pembatalan. pemberian kode unsur konfiguratif. lisensi. pemberian tanggal penerimaan (filing date).Bagian Keenam Direktorat Merek Pasal 724 Direktorat Merek mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang merek sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. penerimaan permohonan. pengendalian dan pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan persyaratan aplikasi. petikan. permohonan indikasi geografis dan indikasi asal. f. pelaksanaan penerimaan aplikasi. penyidikan. Pasal 729 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. c. pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. pengolahan dan pendaftaran merek terkenal serta pemeriksaan substantif. dan h. Subdirektorat Pemeriksaan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. e. sertifikasi. Pasal 725 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. perpanjangan. pengalihan hak. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administrasi permohonan. dan g. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pelaksanaan klasifikasi kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode unsur figuratif. mutasi. pengalihan hak.

Seksi Pemeriksaan Formalitas. Subdirektorat Indikasi Geografis menyelenggarakan fungsi: a. perpanjangan. (3) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan teknis operasional pemeriksaan substantif. Pasal 733 Subdirektorat Indikasi Geografis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan terhadap permohonan pendaftaran merek. pengendalian. penghapusan. c. perubahan nama dan / atau alamat. pengumuman dan publikasi. pengelolaan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. Pasal 737 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan sertifikasi. pemeriksaan formalitas. dan b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan atas permohonan pendaftaran indikasi geografis. Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis. dan d.Pasal 730 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. b. Seksi Permohonan. mutasi. dan b. lisensi. Seksi Pelayanan Teknis. pencatatan pengalihan hak. permintaan pendaftaran indikasi geografis. pembatalan dan lisensi. Pasal 736 (1) Seksi Pemeriksaan Formalitas mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. dan b. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 734 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 733. (4) Seksi Klasifikasi mempunyai tugas melakukan pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode umum figuratif terhadap permohonan merek. Pasal 732 Subdirektorat Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian pemeriksaan substantif. 108 . Pasal 731 (1) Seksi Permohonan mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan. klasifikasi kelas barang dan/atau jasa. penyiapan bahan untuk pengumuman dan publikasi merek. Pasal 738 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 737. (2) Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan. Pasal 735 Subdirektorat Indikasi Geografis terdiri atas : a. evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan pendaftaran indikasi geografis. petikan. pemberian kode unsur figuratif dan pemberian tanggal penerimaan (filling date). Seksi Mutasi dan Lisensi. pelaksanaan sertifikasi dan administrasi penolakan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. Seksi Klasifikasi. penghapusan dan pembatalan. (2) Seksi Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan perpanjangan.

Seksi Pertimbangan Hukum . litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. Pasal 740 (1) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan administrasi pendaftaran dan penolakan. pelaksanaan litigasi dan penyidikan. Pasal 741 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Seksi Pengumuman. Pasal 743 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. pembinaan teknis pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. Seksi Penyidikan dan Litigasi . b. Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Pasal 745 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. c. dan b. Pasal 746 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 745. pelaksanaan urusan administrasi komisi banding. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 744 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum di bidang merek. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan e. penegakan. serta pembuatan sertifikat merek. (3) Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan urusan administrasi komisi banding. dan c. Seksi Sertifikasi. Seksi Administrasi Komisi Banding. pemantauan. (2) Seksi Pengumuman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumuman dan publiksasi merek. penyiapan bahan koordinasi kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi. Pasal 742 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741. dan c. litigasi dan penyidikan serta administrasi komisi banding. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum baik litigasi maupun non litigasi. d. 109 . (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan.Pasal 739 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman terdiri atas : a. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. b. b.

pelaksanaan kompilasi berbagai peraturan perundang-undangan. kegiatan Pasal 750 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. Seksi Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan materi. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati dalam forum internasional. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Pelatihan. pelaksanaan pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. c. dan pelayanan bahan pustaka dan informasi hak kekayaan intelektual. b. penjadualan. Pasal 751 Subdirektorat Pengembangan terdiri atas: a. c. pemantauan dan evaluasi berbagai kegiatan kerja sama imternasional di bidang hak kekayaan intelektual. masalah dan kasus di bidang hak kekayaan intelektual. (3) (4) Pasal 753 Subdirektorat Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi internasional. b. Subdirektorat Pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. penyiapan bahan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. Pasal 754 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 753. dan pemantauan pelaksanaan kegiatan pelatihan di bidang hak kekayaan intelektual. c. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama internasional di bidang hak kekayaan intelektual. dan d. Seksi Perpustakaan. dan e. Seksi Pengkajian dan Pengembangan. pemantauan tindak lanjut penanganan perkara hak kekayaan intelektual dan hasil putusan pengadilan. pemeliharaan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Subdirektorat Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. dan d. 110 . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. d. c. Subdirektorat Kerja Sama Nasional. Pasal 749 Subdirektorat Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. b. dan d. Pasal 748 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. Seksi Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan mengenai sistem hak kekayaan intelektual dan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Kerja Sama Internasional. (1) (2) Pasal 752 Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi dan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kebijakan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. b.Pasal 747 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas : a. Seksi Penyebaran Informasi. pengklasifikasian. pengelolaan perpustakaan dan pelaksanaan pelayanan informasi hak kekayaan intelektual.

Pasal 758 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 757. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi non Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama bilateral. Pasal 762 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 761. Subdirektorat Kerja Sama Nasional menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang teknologi informasi. dan b. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati di tingkat nasional. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 756 (1) Seksi Kerja Sama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama regional. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual.Pasal 755 Subdirektorat Kerja Sama Internasional terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Regional. b. Seksi Kerja Sama Bilateral. Pasal 757 Subdirektorat Kerja Sama Nasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi nasional. dan d. Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi Pasal 761 Direktorat Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang teknologi informasi dan pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang–undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 760 (1) Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. pelaksanaan pengembangan sistem teknologi informasi. (2) Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama multilateral. Direktorat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 111 . Seksi Kerja Sama Multilateral. b. c. Pasal 759 Subdirektorat Kerja Sama Nasional terdiri atas : a. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan nasional di bidang hak kekayaan intelektual.

Pasal 766 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. Subdirektorat Pendukung Sistem menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. Seksi Administrasi dan Pengembangan Database. dan f. analisis serta pemantauan dan pengamanan sistem perangkat lunak. Seksi Pengembangan Aplikasi. pelaksanaan manajemen kontrak teknologi informasi. pelaksanaan pemeliharaan perangkat keras. pelaksanaan pengembangan database. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 770 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 769. Pasal 763 Direktorat Teknologi Informasi terdiri atas : a. Pasal 767 Subdirektorat Pengembangan Sistem terdiri atas : a. b. dan d. Subdirektorat Pengembangan Sistem. pelaksanaan peralatan instalasi dan jaringan. perangkat keras dan sistem jaringan. Pasal 769 Subdirektorat Pendukung Sistem mempunyai tugas melaksanakan sistem pendukung teknologi informasi. d.c. c. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. c. Subdirektorat Dokumentasi. c. pelaksanaan penanganan kapasitas peralatan teknologi informasi. e. integrasi. e. pelaksanaan administrasi pengembangan database. dan e. 112 . d. pemeliharaan dan pengembangan sistem database. pelaksanaan evaluasi penggunaan teknologi informasi. pelaksanaan administrasi pengembangan sistem aplikasi. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem aplikasi hak kekayaan intelektual dan pemeliharaan sistem keamanan dan aplikasi. Pasal 764 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. pelaksanaan operasional sistem komputer. pelaksanaan identifikasi. Subdirektorat Pendukung Sistem. Subdirektorat Pengembangan Sistem menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pendukung sistem teknologi informasi. g. Subdirektorat Pengembangan Proses. d. pelaksanaan pengembangan sistem aplikasi. Pasal 768 (1) Seksi Administrasi dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan penyiapan bahan. b. Pasal 765 Subdirektorat Pengembangan Sistem mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. Subbagian Tata Usaha. f. b. dan b.

b. penyiapan bahan informasi hak kekayaan intelektual di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 778 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 777. Subdirektorat Dokumentasi menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Administrasi Sistem Jaringan mempunyai tugas melakukan integrasi. Pasal 775 Subdirektorat Pengembangan Proses terdiri atas : a. Seksi Dokumentasi Hak Paten. penghimpunan. Seksi Dokumentasi Hak Merek. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. dan b. pemantauan dan pengamanan sistem di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (2) Seksi Pengembangan Situs Internet mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan situs internet. pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs internet. dan d. b. 113 . dan c. Seksi Pengembangan Situs Internet. dan b. Subdirektorat Pengembangan Proses menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 779 Subdirektorat Dokumentasi terdiri atas : a. Pasal 776 (1) Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan penataan proses kerja Direktorat Jenderal yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi informasi serta penyiapan bahan evaluasi administrasi kontrak dan management outsourcing teknologi informasi dengan pihak ketiga. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. penyiapan uji coba dan perubahan sistem. c. Seksi Dokumentasi Hak Cipta. analisis. dan c. Pasal 777 Subdirektorat Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dokumentasi hak kekayaan intelektual. pelaksanaan identifikasi pengembangan proses. Seksi Administrasi Sistem Jaringan. b.Pasal 771 Subdirektorat Pendukung Sistem terdiri atas : a. Desain Industri. penyiapan implementasi pengembangan proses. Pasal 772 (1) Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemeliharaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak serta pengelolaan seluruh aset sistem teknologi informasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 773 Subdirektorat Pengembangan Proses mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pemantauan dan implementasi pengembangan proses serta identifikasi pengembangan proses yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan. Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Pasal 774 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 773.

Pasal 780 (1) Seksi Dokumentasi Hak Cipta. (3) Seksi Dokumentasi Merek mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Desain Industri. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi paten. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. desain industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penghimpunan. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak cipta. (2) Seksi Dokumentasi Paten mempunyai tugas melakukan penghimpunan. 114 . inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi merek.

Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. c. pedoman. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 784 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan rencana aksi nasional hak asasi manusia dengan instansi terkait. kriteria dan peraturan di bidang pembinaan. dan f. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Bagian Keuangan. Bagian Kepegawaian. kerjasama pemajuan. dan sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. norma. perumusan standar. Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.BAB IX DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas Dan Fungsi Pasal 781 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak asasi manusia. pengelolaan urusan kepegawaian. perlindungan dan pemenuhan. 115 . kerja sama pemajuan. dan e. b. Pasal 785 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. c. c. d. dan f. Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. penyusunan laporan kegiatan hak asasi manusia. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. b. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. d. e. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pembinaan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan. e. Pasal 786 Sekertariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. evaluasi. b. kerjasama pemajuan. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. program dan anggaran. perlindungan dan pemenuhan. perlindungan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 783 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 782 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781 . pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.

penyiapan bahan penetapan mutasi. penyajian data dan informasi. Pasal 787 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 790 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagiaan Data dan Informasi. Pasal 794 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. c. pengolahan. Pasal 793 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. b. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. program dan anggaran. program dan anggaran. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyajian data dan informasi serta penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pengumpulan dan pengolahan data. dan d. pengolahan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. pendataan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. dan c. b. pengumpulan. dan c. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. dan f. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan.d. penyiapan penyusunan formasi. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagiaan Umum Kepegawaian. pengurusan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. 116 . dan c. penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. Subbagian Evaluasi dan Laporan. b. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 792 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791 . Pasal 788 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. e. b. Bagian Umum. Subbagian Mutasi. Pasal 789 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Pasal 791 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.

b. perhitungan. Pasal 800 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Bagian Umum Pasal 802 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Bagian Keuangan meyelenggarakan fungsi : a. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. Subbagian Perjalanan Dinas. b. 117 . (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Perbendaharaan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan pembukuan. Subbagian Rumah Tangga. 799. Pasal 795 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 801 Bagian Umum terdiri atas : a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Pasal 798 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pengelolaan urusan perlengkapan. dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 796 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. kepangkatan. b. pengelolaan urusan rumah tangga dan pengamanan. b. dan c. dan c. Pasal 797 Bagian Keuangan terdiri atas : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 799 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga serta administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan rumah tangga dan pengamanan. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penggajian.(2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan c.

pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. c. Pasal 804 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 803. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. serta urusan tata usaha Pimpinan. penggandaan dan pengiriman surat. hubungan masyarakat dan protokol. c. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. (1) (2) (3) (4) 118 . Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. dan f. b. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait serta pembinaan alumni dalam institusi hak asasi manusia. Pasal 806 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. c. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Persuratan. penyiapan perumusan rancangan kebijakan teknis di bidang bina hak asasi manusia. d. b. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 808 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 807. Subdirektorat Bahan Diseminasi. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia. dan e. d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. b. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia Pasal 807 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang bina hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. b. pengetikan. Pasal 805 Bagian Tata Usaha Terdiri atas : a. c. Subbagian Tata Usaha.Pasal 803 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. dan d. pelaksanaan kegiatan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. pelaksanaan urusan persuratan. penyusunan pelaporan pelaksanaan kegiatan. e. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang bina hak asasi manusia. dan d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia. Pasal 809 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia.

Pasal 816 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. b. (2) Seksi Pendidikan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Seksi Pendidikan Luar Negeri. Pasal 813 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. dan c. Pasal 811 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. penyiapan perumusan kebijakan teknis pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 817 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. 119 . dan c. Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia. Pasal 815 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia serta pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 814 (1) Seksi Pendidikan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. (3) Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang kurikulum pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait serta evaluasi kegiatan. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. dan c. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia. b. c. Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri.Pasal 810 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah. pengkoordinasian dan kerja sama pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. dan d. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. b. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan luar negeri. Pasal 812 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. Seksi Pendidikan Dalam Negeri. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait di dalam negeri.

Seksi Diseminasi Masyarakat. pengkoordinasian dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. Subdirektorat Bahan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 821 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Diseminasi Aparatur Negara. dan d. Seksi Diseminasi Penegak Hukum. perumusan kebijakan teknis dan penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pembuatan rancangan bahan diseminasi dan pendistribusian. (3) Seksi Diseminasi Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk warga masyarakat dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan masyarakat non pemerintah melalui instansi terkait. c. (2) Seksi Diseminasi Penegak Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk penegak hukum dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. c. (3) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang bahan diseminasi. pengkoordinasian. b. dan d. penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang diseminasi hak asasi manusia.Pasal 818 (1) Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 824 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 823. 120 . b. (2) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia non pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dalam negeri dan luar negeri. Pasal 820 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 819. dan c. dengan instansi terkait. Pasal 823 Subdirektorat Bahan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. Pasal 819 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 822 (1) Seksi Diseminasi Aparatur Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk aparatur negara dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. pelaksanaan kegiatan diseminasi hak asasi manusia. pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait.

Seksi Bahan Instrumen Nasional. b. b. (2) Seksi Bahan Instrumen Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen internasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia. Pasal 830 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. Seksi Bahan Instrumen Praktis. (3) Seksi Bahan Instrumen Praktis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen praktis hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaan dengan instansi terkait. dan e. Pasal 832 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831 . Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 829 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. c. b. Sudirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarkan fungsi : a. Seksi Bahan Instrumen Internasional.Sosial dan Budaya. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 826 (1) Seksi Bahan Instrumen Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen nasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. d. penyiapan pelaksanaan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. d. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama bilateral antar negara untuk pemajuan hak asasi manusia. dan 121 . Pasal 831 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengembangan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia.Pasal 825 Subdirektorat Bahan Diseminasi terdiri atas : a. penyiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hak asasi manusia. penyiapan ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. e. Bagian Kelima Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia Pasal 827 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. c. Subbagian Tata Usaha. dan f. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. evaluasi pelaksanaan kegiatan. dan c. b. Pasal 828 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827 .

evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. dan c. Pasal 835 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia . 122 . dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. (3) Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan kerja sama pemajuan hak asasi manusia dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. pelaksanaan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 836 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. Pasal 834 (1) Seksi Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Asia Pasifik. dan c. (2) Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. dan c. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah. (3) Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Afrika dan Timur Tengah. Pasal 837 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. Pasal 833 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 839 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerjasama pemajuan hak sipil dan politik .c. Pasal 840 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalan Pasal 839. Seksi Kerja Sama Asia Pasifik. Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa. Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional. (2) Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerjasama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Amerika dan Eropa. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama organisasi internasional. Pasal 838 (1) Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak sipil dan politik. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. b. Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama antar negara.

Sosial dan Budaya terdiri atas: a. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 845 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Pasal 842 (1) Seksi Kerja Sama Hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sipil . evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak ekonomi. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Kerja Sama Hak Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak budaya. sosial dan budaya. harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. (2) Seksi Kerja Sama Hak Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sosial. sosial dan budaya. sosial dan budaya. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. dan b. Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak ekonomi. b. Pasal 848 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. Seksi Kerja Sama Hak Budaya. penyiapan rancangan kebijakan pengembangan kerja sama pemajuan hak ekonomi. Pasal 849 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. dan c. 123 . sosial dan budaya. (2) Seksi Kerja Sama Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak politik. Pasal 846 (1) Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. penyiapan rancangan kebijakan teknis ratifikasi terhadap instrumen hak asasi manusia internasional.Pasal 841 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Hak Sosial. dan b. Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional. Pasal 844 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. Pasal 847 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional. dan b. dan c. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. b. Seksi Kerja Sama Hak Politik. Seksi Kerja Sama Hak Sipil. Pasal 843 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional.

Subbagian Tata Usaha. b. dan kelompok minoritas. tenaga kerja dan kelompok minoritas. dan Budaya. pelaksanaan progam kegiatan. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia secara umum. b. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. perempuan. dan e. Pasal 854 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. khususnya bagi anak-anak. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak menyelenggarakan fungsi : a. dan d. khususnya bagi anak-anak. rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Pasal 853 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Hak Ekonomi. c. 124 . dan e. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas.Pasal 850 (1) Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan materi ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Pasal 852 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 . b. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja. penyusunan program dan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia secara umum. tenaga kerja. Pasal 855 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. d. Bagian Keenam Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Pasal 851 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 857 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak terdiri atas : a. Sosial. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan . perempuan. Seksi Hak Sipil dan Politik. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Pasal 856 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855. c. d. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak. (2) Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan koordinasi pelaksanaan kegiatan harmonisasi. dan b. c.

Pasal 858 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan politik bagi anak. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi anak. Pasal 859 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan. Pasal 860 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 859, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak perempuan; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak perempuan; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. Pasal 861 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Pasal 862 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi perempuan. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan teknis serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi perempuan. Pasal 863 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi tenaga kerja. Pasal 864 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak tenaga kerja; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak tenaga kerja; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja. Pasal 865 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Hak Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

125

Pasal 866 (1) Seksi Hak Sipil dan Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi tenaga kerja. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Pasal 867 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi kelompok minoritas. Pasal 868 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak kelompok minoritas; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak kelompok minoritas; c. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas. Pasal 869 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Pasal 870 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi kelompok minoritas. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Bagian ketujuh Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Pasal 871 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 872 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang sistem informasi hak asasi manusia; b. pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan serta penyajian data dan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pembangunan dan pengembangan serta pemeliharaan sistem dan jaringan informasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

126

Pasal 873 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data; b. Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; c. Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 874 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Pasal 875 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penganalisaan serta penyajian data hak asasi manusia. Pasal 876 Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 875 , Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan data hak asasi manusia; b. pengolahan, penganalisaan dan penyajian data hak asasi manusia; c. pelaksanaan dokumen data hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 877 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Seksi Pengumpulan Data; dan b. Seksi Pengolahan Data. Pasal 878 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan data pelanggaran hak asasi manusia serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan dan analisis data serta penyiapan bahan penyajian data pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 879 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis serta pemenuhan, penganalisaan data pengembangan dan pemeliharaan sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia. Pasal 880 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemenuhan dan penganalisaan data hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan program sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pengembangan sistem komunikasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 881 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia.

127

Pasal 882 (1) Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman dan bimbingan teknis analisa program sistem informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman pengembangan dan pemeliharaan peralatan komputer, sarana komputer, sarana komunikasi data hak asasi manusia sebagai satu kesatuan sistem informasi hak asasi manusia serta pengembangan komunikasi data hak asasi manusia serta pemeliharaan otomasi sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 883 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan teknis, penyajian, penerbitan, dokumentasi dan perpustakaan serta pendiseminasian data informasi hak asasi manusia. Pasal 884 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883, Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia; b. penyiapan bahan penyebaran informasi hak asasi manusia; c. pendiseminasian data dan informasi hak asasi manusia; d. pengelolaan dokumentasi sistem informasi hak asasi manusia; dan e. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia. Pasal 885 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 886 (1) Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyebaran serta pendiseminasian informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Kedelapan Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia Pasal 887 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 888 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887, Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyajian data informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pemantauan terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia; d. pelaksanaan evaluasi terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 889 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia; b. Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia;

128

c. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia; d. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 890 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 891 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan hak asasi manusia penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 892 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891, Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data penerapan hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam penerapan hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan penerapan hak asasi manusia pada penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 893 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah; dan b. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha. Pasal 894 (1) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di pemerintah. (2) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di masyarakat dan dunia usaha. Pasal 895 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 896 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895, Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data mengenai permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 897 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia. Pasal 898 (1) Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan hak asasi manusia. (2) Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap diskriminasi hak asasi manusia.

129

permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. c. Pasal 900 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. dan b. pengolahan dan penyajian data mengenai pemantauan penerapan.Pasal 899 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Seksi Pasca Peradilan. Pasal 901 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. 130 . dan b. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pasca peradilan. b. pengumpulan. penerapan. (2) Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan pemantauan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. (2) Seksi Pasca Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. penyusunan laporan pemantauan penerapan. penerapan. Seksi Pra Peradilan. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pra peradilan. dan d. Pasal 905 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pelaksanaan kegiatan pemantauan proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. pelaksanaan evaluasi kegiatan pemantauan penerapan. Pasal 902 (1) Seksi Pra Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Pasal 906 (1) Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi pemantauan. dan c. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. b. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 904 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Pasal 903 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan pemantauan permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pengolahan dan penyajian data mengenai proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pengumpulan. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait evaluasi dan pelaporan hak asasi manusia.

dan protokol. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. penyusunan laporan. tata usaha. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. pengumpulan. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II. d. dokumentasi. e. evaluasi. Bagian Umum. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat Khusus. c. Inspektorat Hukum. Pasal 908 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. c. dan d. b. program dan anggaran. tata usaha pimpinan. administarsi keuangan. Pasal 913 Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. d.BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 907 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. f. Bagian Kepegawaian. keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 909 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. dan g. penyusunan laporan kegiatan pengawasan. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. program dan anggaran. b. Bagian Penyusunan Program. Inspektorat Pemasyarakatan. Inspektorat Kepegawaian. c. hubungan masyarakat. pengolahan. dan d. 131 . pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. dan e. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 910 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I. c. pelaksanaan pengawasan kinerja. b. penyajian data dan informasi. Inspektorat Keimigrasian. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 912 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. b. pelaksanaan laporan hasil pengawasan. evaluasi. Pasal 911 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a.

dan c. Inspektorat Hukum. Jawa Barat. Pasal 916 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Evaluasi dan Laporan. b. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Bengkulu. Hak Asasi Manusia. pengumpulan. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. serta urusan dokumentasi.I Yogyakarta. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I menyelenggarakan fungsi : a. b. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Riau. Subbagian Data dan Informasi.Pasal 914 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian.K. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengujian. Pasal 920 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 919 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I terdiri atas : a. c. pengolahan. program. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengolahan. Jambi. pengolahan. pengolahan data. D. pengolahan. b. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. program dan anggaran pengawasan. penelitian dan penyajian laporan hasil 132 . Pasal 915 Bagian Penyusunan Program terdiri atas : a. penyajian data dan informasi. Kepulauan Riau. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. dan d. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. dan urusan dokumentasi. penyusunan dan penyajian bahan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Kalimantan Timur. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. penelaahan. Jawa Timur. Inspektorat Hukum. Kalimantan Barat. penyiapan bahan evaluasi program dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II. Inspektorat Hukum. Lampung. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. pengujian. penyajian data dan informasi.I Jakarta. Jawa Tengah. analisis dan evaluasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Kalimantan Tengah dan Bali serta Sekretariat Jenderal. penilaian. pemantauan. Sumatera Barat. D. penyiapan evaluasi program kerja dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. dan anggaran pengawasan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I. Inspektorat Hukum. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Banten. Kalimantan Selatan. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan c. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 918 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. dan c. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penilaian. b. Sumatera Utara. Pasal 917 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melaksanakan analisis.

b. analisis dan evaluasi laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. pengolahan. Kalimantan Selatan. Pasal 921 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melaksanakan analisis.I. pengujian. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian. pengujian.pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Imigrasi. penilaian. Sulawesi Barat. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Bengkulu. Inspektorat Jenderal. penyusunan dan penyajian bahan laporan kegiatan pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Inspektorat Keimigrasian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus mempunyai tugas melakukan penghimpunan. dan Inspektorat Khusus. Pasal 922 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Gorontalo. Sumatera Utara. Sulawesi Utara. Kalimantan Barat. Sulawesi Utara. penelaahan. pengolahan. Jambi. Sumatera Selatan.I Jakarta. D. b. Maluku. dan Inspektorat Khusus. penilaian. Sulawesi Tenggara. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Hukum. pengolahan. Inspektorat Keimigrasian. (3) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Riau. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II. Kalimantan Tengah dan Bali. c. Sulawesi Tenggara. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah serta unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. (4) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. dan Inspektorat Khusus.K. penilaian. Jawa Barat. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. pengolahan. penilaian. Pasal 923 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II terdiri atas : a. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keimigrasian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh unit pelaksana teknis imigrasi. Kalimantan Timur. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. pengujian. Nusa Tenggara Timur. pengujian. penilaian. Banten. Maluku Utara. dan c. Sulawesi Barat. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus. Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Barat. penilaian. Sulawesi Tengah. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Gorontalo. Lampung. penelitian dan penyajian laporan hasil (1) (2) (3) (4) 133 . Inspektorat Khusus dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah dan unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. Maluku. Nusa Tenggara Timur. pengolahan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I. D.I. Inspektorat Keimigrasian. Nusa Tenggara Barat. pengujian.I Yogyakarta. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pengolahan. pengujian. Maluku Utara. Badan Pembinaan Hukum Nasional. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM. Jawa Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. dan d. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pengolahan. Inspektorat Keimigrasian. Sulawesi Tengah. Sumatera Barat. Pasal 924 Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pengolahan. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II menyelenggarakan fungsi : a. Jawa Timur.

(1) (2) (3) (4) Pasal 929 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. hubungan masyarakat dan protokol. administrasi Asuransi Kesehatan. c. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. Kantor Wilayah dan unit pelaksanaan teknis serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. administrasi keuangan. pengelolaan tata usaha kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. penyiapan bahan penetapan mutasi dan promosi serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 926 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 925. c. c. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. dan c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Kartu Pegawai dan Tabungan Asuransi Pensiun serta penetapan 134 . Subbagian Mutasi dan Promosi. dan d. Pasal 928 Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. b. Pasal 931 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 932 (1) Subbagian Umum. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai. penyiapan bahan penetapan pemberhentian. Subbagian Keuangan. pendataan dan pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 927 Bagian Umum terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. hubungan masyarakat dan protokol serta pemberian informasi hasil pemeriksaan kepada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dan di luar Departemen. tata usaha pimpinan. Pasal 925 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 930 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. penyiapan penyusunan formasi. b. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. b. dan d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Umum. tata usaha. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a.pemeriksaan kasus Inspektorat Khusus. serta hubungan masyarakat dan protokol. pensiun dan disiplin pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal.

pengusutan dan penilaian di bidang kepegawaian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Inspektorat Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pemeriksaan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. dan g. pensiun. Bagian Kelima Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan Pasal 937 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. dan perlengkapan di lingkungan Departemen. b. kepangkatan. terhadap pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. pengujian. pengusutan. mutasi dan promosi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. e. Pasal 934 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. pengujian. pengusutan dan penilaian di bidang keuangan dan perlengkapan sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penghimpunan. Pasal 936 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. dan b. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Pasal 938 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. perencanaan dan program pengawasan di bidang keuangan dan perlengkapan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. b. Subbagian Tata Usaha.pemberhentian. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. d. (2) Subbagian Mutasi dan Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. c. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 935 Inspektorat Kepegawaian terdiri atas : a. penggajian. 135 . pengujian. pemindahan. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Keempat Inspektorat Kepegawaian Pasal 933 Inspektorat Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dan sumber daya manusia di lingkungan Departemen. perencanaan dan program pengawasan di bidang kepegawaian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan penilaian. f. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Pasal 939 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pengujian. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. c. pengusutan dan penilaian di bidang hukum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual Pasal 941 Inspektorat Hukum. f. pelaksanaan pemeriksaan. hak asasi manusia. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pengusutan. dan g. f. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. perencanaan dan program pengawasan di bidang hukum. pengujian. dan hak kekayaan intelektual. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. e. penghimpunan. hak asasi manusia. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. Pasal 944 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. 136 . evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 942 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. Bagian Keenam Inspektorat Hukum. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang hukum. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Subbagian Tata Usaha.c. penghimpunan. pengujian. d. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. dan hak kekayaan intelektual di lingkungan Departemen. b. Inspektorat Hukum. pelaksanaan pemeriksaan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. dan hak kekayaan intelektual. Pasal 943 Inspektorat Hukum. Subbagian Tata Usaha. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. dan penilaian di bidang pengelolaan keuangan dan perlengkapan. d. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. dan b. pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. pengusutan. perlengkapan. Pasal 940 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. hak asasi manusia. e. dan g. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keuangan.

Pasal 947 Inspektorat Pemasyarakatan terdiri atas : a. Inspektorat Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi : a. dan benda sitaan negara. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Pasal 948 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. pengusutan. pelaksanaan pemeriksaan. dan benda sitaan negara yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal.Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan Pasal 945 Inspektorat Pemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan. pengujian. d. Pasal 946 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. tahanan negara serta benda sitaan negara sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. c. tahanan negara. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. e. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. pengusutan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. f. dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pemasyarakatan. b. 137 . tahanan negara. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keimigrasian. pelaksanaan pemeriksaan. c. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. penghimpunan. b. f. e. Inspektorat Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. perencanaan dan program pengawasan di bidang keimigrasian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 950 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. tahanan negara. dan g. pengujian. pengusutan dan penilaian di bidang keimigrasian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengujian. pengusutan dan penilaian di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. penghimpunan. Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian Pasal 949 Inspektorat Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian di lingkungan Departemen. dan benda sitaan negara di lingkungan Departemen. d. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. dan g. pengujian. perencanaan dan program pengawasan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. dan b.

evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Pasal 955 Inspektorat Khusus terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. dan masalah-masalah pengaduan. dan g. Pasal 957 Pelaksanaan tugas pemeriksaan pada setiap Inspektorat didasarkan atas dasar perintah dan persetujuan dari Inspektur Jenderal. pengaduan. perencanaan dan program pengawasan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus Pasal 953 Inspektorat Khusus mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri dalam rangka penertiban. penghimpunan. informasi dan laporan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. penindakan terhadap penyelewengan. e. penyimpangan di lingkungan Departemen. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Inspektorat Khusus menyelenggarakan fungsi : a. dan informasi laporan. Pasal 952 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. dan penilaian di bidang kasus-kasus penyelewengan. pengusutan dan penilaian di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. pengusutan. pelaksanaan pemeriksaan. f. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. penyimpangan. dan b. pengujian. c. Pasal 958 Unit Pelaksana Teknis Bidang Keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan permasalahan-permasalahan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri akan dilakukan oleh sebuah tim yang ditentukan oleh Inspektur Jenderal. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengujian. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 954 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. d. 138 . Pasal 956 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. Subbagian Tata Usaha. dan b.Pasal 951 Inspektorat Keimigrasian terdiri atas : a.

Kelompok jabatan fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Inspektorat bertanggung jawab kepada masing-masing Inspektur. Jenis dan jenjang jabatan fungsional Auditor diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Pasal 959 Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 960 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal. terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan Jabatan Fungsional lain yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. (1) (2) (3) (4) (5) (6) 139 .

Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. 140 . kriteria dan prosedur di bidang pembinaan hukum nasional. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. perumusan standar. Pusat Penyuluhan Hukum. Pasal 963 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. c. koordinasi dan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 962 BPHN mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. b.BAB XI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 961 (1) Badan Pembinaan Hukum Nasional yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPHN. (2) BPHN dipimpin oleh seorang Kepala. dan e. evaluasi. penyusunan laporan kegiatan pembinaan hukum nasional. program dan anggaran. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pembinaan hukum nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. d. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. norma. Sekretariat Badan. dan e. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPHN. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. pelaksanaan urusan tata usaha BPHN. c. perencanaan pembangunan hukum nasional. Badan Pembinaan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan e. pedoman. b. perencanaan pembangunan hukum nasional. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. b. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 965 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPHN. Pasal 966 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 964 BPHN terdiri atas : a.

Subbagian Data dan Informasi. Pasal 968 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Evaluasi dan Laporan. dan c. Bagian Tata Usaha. dan c. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan BPHN.Pasal 967 Sekretariat Badan terdiri atas : a. dan c. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. Pasal 970 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian. pengumpulan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. program dan anggaran. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. penyajian data dan informasi. Pasal 971 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. e. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. d. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan formasi. Bagian Kepegawaian. dan penyusunan laporan BPHN. Pasal 973 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 972. program dan anggaran. Pasal 974 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. 141 . program dan anggaran. Pasal 969 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. pengolahan data. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan BPHN. evaluasi. penetapan pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan BPHN. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. f. dan c. b. Bagian Keuangan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyajian data dan informasi. Pasal 972 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan BPHN. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. b. c. b.

Subbagian Perlengkapan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan protokol di lingkungan BPHN. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 977 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 976. 142 . dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPHN. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. penggajian. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Rumah Tangga. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan c. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 975 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Pasal 982 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pelaksanaan urusan pembukuan. Pasal 979 (1) (2) (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. pengelolaan urusan perlengkapan. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan . pelaksanaan anggaran. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. b. Pasal 980 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. rumah tangga. dan c. b. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 981 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. Pasal 978 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pendataan dan pengembangan pegawai. Subbagian Perbendaharaan. pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 976 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPHN. dan c. dan pembinaan pegawai di lingkungan BPHN. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. b. pelaksanaan hubungan masyarakat. kepangkatan.

pelaksanaan penelitian. pengelolaan urusan persuratan. Pasal 986 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Persuratan. pengelolaan arsip. Pasal 990 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas. dan d. penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. Pelayanan Teknis dan Administrasi. Pasal 985 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. penyusunan laporan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. evaluasi kegiatan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan. pengaturan tata naskah persuratan dan ekspedisi. Bidang Program.Pasal 983 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. c. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan. Subbagian Arsip. dan d. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Pasal 988 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan. b. penelitian. dan pengembangan sistem hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. b. dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum. dan c. Pasal 989 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. Bidang Pertemuan Ilmiah. c. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Pasal 984 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha BPHN. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemeliharaan arsip. Pasal 987 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan meliputi penerimaan. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. penyiapan bahan penyusunan program penelitian. dan pelayanan teknis. (2) (3) 143 . b.

evaluasi. penyiapan pelaksanaan kerja sama antar lembaga penelitian hukum. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. rekomendasi hasil penelitian. Bidang Program Pelayanan Teknis dan Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. Pasal 998 (1) Subbidang Penelitian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penelitian. Pasal 994 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. b. pelayanan teknis. dan b. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil penelitian dan pengkajian hukum. Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program. pembuatan abstrak. Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi. Pasal 997 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum terdiri atas : a. dan pengkajian hukum. Pasal 996 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. b. (3) Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan kerja sama penelitian hukum antar lembaga pusat dan daerah dan persiapan pelaksanaan monitoring hasil penelitian hukum pusat dan daerah. rekomendasi dan kesimpulan hasil penelitian hukum. Pasal 993 Bidang Program. dan c. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil pengkajian hukum. laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. kerja sama antar lembaga penelitian hukum. pembuatan abstrak. dan c. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administrasi. Pasal 992 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 991.Pasal 991 Bidang Program. (2) Subbidang Pengkajian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan pengkajian. Subbidang Pengkajian Hukum. Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penelitian Hukum. dan b. penyiapan bahan penyusunan program. pelaksanaan pelayanan teknis dan administrasi. Pasal 995 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. 144 . Pelayanan Teknis dan Administrasi terdiri atas : a. Pasal 999 Bidang Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah.

dan b. penyusunan rencana dan program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis. anotasi yurisprudensi dan kompilasi hukum. Bagian Kelima Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional Pasal 1003 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. Pasal 1006 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program perencanaan. (2) Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan monitoring dan inventarisasi hasil pertemuan ilmiah pusat dan daerah. Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah. Pasal 1007 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional. analisa-evaluasi peraturan perundang-undangan. pelaksanaan koordinasi program peta permasalahan hukum nasional. dan e. b. b. pelaksanaan pelayanan teknis administratif pada Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Pasal 1005 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional terdiri atas: a. Pasal 1004 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. b. pemantauan hasil pertemuan ilmiah. Pasal 1002 (1) Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan pertemuan ilmiah dan pengelolaan hasil pertemuan ilmiah. d. dan b. Bidang Program dan Pelayanan Teknis . dan e. evaluasi. laporan. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum. penyiapan bahan penyusunan program kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Bidang Pertemuan Ilmiah menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah. perencanaan kerja sama nasional dan internasional di bidang pengembangan hukum. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. dan pemberian pelayanan teknis administratif. Bidang Perencanaan Legislasi. c. Kelompok Jabatan Fungsional. 145 . penyiapan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. perencanaan dan penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. d. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik. kompendium. dan c.Pasal 1000 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. Pasal 1001 Bidang Pertemuan Ilmiah terdiri atas : a. c.

Pasal 1015 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. Pasal 1013 (1) Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program legislasi nasional. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan program legislasi nasional dan pelaksanaan konsultasi publik program legislasi nasional di daerah. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama di tingkat pusat dan daerah untuk perencanaan pembangunan hukum nasional. Pasal 1009 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana dan program serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama hukum di tingkat internasional baik bilateral. Pasal 1011 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. (2) Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengembangan hukum tidak tertulis. Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum. dan b. Pasal 1010 Bidang Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengelolaan rencana program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis melalui kerja sama antar lembaga pusat dan daerah. dan b. dan b. Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi. Subbidang Pelayanan Teknis. Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis. (2) Subbidang Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administratif. Pasal 1012 Bidang Perencanaan Legislasi terdiri atas : a. dan b. Pasal 1016 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum terdiri atas : a. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. pelaksanaan inventarisasi dan rencana pengembangan hukum tidak tertulis. 146 . dan b. Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum.Pasal 1008 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas: a. Pasal 1014 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja sama pengembangan hukum baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. Bidang Perencanaan Legislasi menyelenggarakan fungsi : a. regional maupun multilateral untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional.

pembinaan dan pengembangan teknis dokumentasi dan informasi hukum. Bagian Keenam Pusat Dokumentasi Dan Informasi Hukum Nasional Pasal 1022 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pengelolaan. 147 .Pasal 1017 (1) Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat nasional . Pasal 1021 Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. d. c. pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. pelaksanaan analisis evaluasi dan penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. dan d. Pasal 1018 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. e. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan dokumentasi dan informasi hukum nasional serta pelayanan teknis. Pasal 1020 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik membawahi Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Jaringan Dokumentasi. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan analisis evaluasi peraturan perundangundangan. Pasal 1019 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. Pasal 1023 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis. b. program. Bidang Pengolahan Data Elektronik. dan pelaksanaan analisis evaluasi. b. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum. pembinaan dan pengembangan pengelolaan data elektronik. pelaksanaan penerbitan dan publikasi hukum. pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum nasional. (2) Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat internasional untuk mendukung pengembangan hukum nasional. Pasal 1024 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional terdiri atas : a. c. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan dalam rangka menunjang pembangunan hukum nasional. dan b. dan g. f. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. program. Informasi dan Perpustakaan Hukum. pembinaan dan pengembangan perpustakaan serta pelayanan informasi hukum.

situs jaringan internet. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan serta pengembangan database peraturan perundangundangan dan data hukum lainnya secara elektronik dan kerja sama otomasi hukum. dan c. monitoring kinerja. perawatan data elektronik dan jaringan komputer serta sarana teknologi informasi. dan b. pemrograman komputer. 148 . Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. penyebarluasan bahan hukum. pengamanan. ekstranet dan internet. dan pelayanan teknis. dan b. Bidang Pengolahan Data Elektronik menyelenggarakan fungsi : a. reproduksi.Pasal 1025 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. reproduksi. b. penyusunan laporan dan pelayanan teknis. b. pelaksanaan pengembangan. data hukum lainnya. penyajian database peraturan perundang-undangan dan bahan data hukum lainnya. Monitoring. penyusunan program. dan pemeliharaan sarana teknologi informasi. pelaksanaan penerbitan. Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik. Pasal 1029 Bidang Pengolahan Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan pengembangan database peraturan perundang-undangan. Pasal 1026 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025. Monitoring dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dokumentasi dan informasi hukum. dan Pelayanan Teknis. (3) Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi. Subbidang Penyusunan Program. pelaksanaan pemrograman komputer dan jaringan elektronik. Pasal 1027 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pengembangan. (2) Subbidang Penyusunan Program. penjilidan dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya. Pasal 1032 (1) Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penyiapan penyusunan program. Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi. perawatan dan pengamanan data elektronik. pembuatan laporan dan pelayanan teknis. penjilidan dan penyebarluasan bahan hukum. secara elektronik serta pelaksanaan kerjasama otomasi hukum. dan kerja sama otomasi hukum. pengolahan. Pasal 1028 (1) Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan. (2) Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik mempunyai tugas melakukan pembuatan dan pengembangan pemrograman komputer. jaringan elektronik. Pasal 1031 Bidang Pengolahan Data Elektronik terdiri atas : a. Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database. Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum. laporan. dan c. Pasal 1030 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1029. monitoring. jaringan komputer.

b. b. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. pemberian bimbingan dan petunjuk pelaksanaan di bidang penyuluhan hukum. Bidang Jaringan Dokumentasi. pengumpulan. b. Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum Pasal 1037 Pusat Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan dan pembimbingan penyuluhan hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum. c. pembinaan. pelaksanaan pengembangan dan kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. Pasal 1034 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1033. (2) Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pengelolaan. penyiapan. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pengolahan. pengembangan perpustakaan hukum. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. penyiapan perumusan kebijakan. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. dan c. evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penyuluhan hukum. 149 . Pasal 1039 Pusat Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. regional dan internasional. c. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. Informasi dan Perpustakaan Hukum terdiri atas : a. Informasi dan Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. dan d. dan perawatan bahan informasi hukum. Subbidang Perpustakaan Hukum. (3) Subbidang Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Pusat Penyuluhan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1038 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. regional dan internasional. dan pembudayaan kesadaran hukum. pelaksanaan pengumpulan. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengembangan penyuluhan hukum. Bidang Program dan Pelayanan Teknis. Informasi dan Perpustakaan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum. Pasal 1036 (1) Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. c. b. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan serta pelayanan teknis penyuluhan hukum. pengembangan kerja sama secara nasional. regional dan internasional. Pasal 1035 Bidang Jaringan Dokumentasi. dan d.Pasal 1033 Bidang Jaringan Dokumentasi.

Subbidang Temu Wicara dan Diskusi. Subbidang Penyusunan Program. bimbingan teknis.Pasal 1040 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1041 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan hukum. pendapat umum dan pengembangan metode di bidang penyuluhan hukum. Subbidang Pemantauan dan Evaluasi. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama. Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode. penyusunan program. dan d. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan. pendapat umum. pemberian bimbingan. pemantauan. (2) Subbidang Temu Wicara dan Diskusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi kegiatan temu wicara dan diskusi . b. Pasal 1045 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. dan c. temu wicara dan diskusi. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pelayanan teknis dan penyusunan laporan kegiatan penyuluhan hukum. Pasal 1047 (1) Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan bimbingan teknis penyuluhan hukum dan koordinasi penyuluhan hukum dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat. penyusunan program penyuluhan hukum. laporan kegiatan penyuluhan hukum. Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan hukum. b. c. koordinasi dan kerja sama. evaluasi. dan pelayanan teknis. Pasal 1046 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. dan b. Pasal 1044 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan penyusunan laporan pelaksanaan penyuluhan hukum. temu wicara dan diskusi. penyusunan program pelaksanaan penyuluhan hukum. dan c. (3) Subbidang Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan penyuluhan hukum. b. (3) Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan pengolahan pendapat umum mengenai hukum yang berkembang dan pengembangan metode penyuluhan hukum sesuai dengan kebutuhan dalam masyarakat. Pasal 1042 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. dan pengembangan metode penyuluhan hukum. Pasal 1043 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 150 .

b. Subbidang Pameran. pameran. (3) Subbidang Pameran. Konsultasi dan Bantuan Hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembudayaan kesadaran hukum. Subbidang Media Cetak dan Elektronik. konsultasi hukum. diskusi. dan Temu Sadar Hukum. dan b. Konsultasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan kegiatan pameran. Pementasan. pementasan. 151 . bantuan hukum. bantuan hukum. (2) Subbidang Media Cetak dan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyuluhan hukum melalui media cetak dan elektronik.Pasal 1048 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui ceramah. Pementasan. pementasan. diskusi dan temu sadar hukum. Pasal 1050 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum terdiri atas : a. temu sadar hukum. diskusi. Pasal 1049 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1048. pementasan. temu sadar hukum. media cetak dan elektronik dalam upaya membentuk budaya hukum masyarakat. konsultasi hukum. dan c. media cetak dan elektronik. pelaksanaan ceramah. pameran. Pasal 1051 (1) Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui kegiatan ceramah. Subbidang Ceramah. konsultasi dan bantuan hukum. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum menyelenggarakan fungsi : a.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Balitbang HAM dipimpin oleh seorang Kepala. dan e. evaluasi. b. pelaksanaan urusan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balitbang HAM. b. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1056 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Balitbang HAM. d. 152 . b. pengelolaan urusan data dan informasi. Sekretariat Badan. d. penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. program dan anggaran.hak Ekonomi.BAB XII BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1052 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Balitbang HAM. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1055 Balitbang HAM terdiri atas : a. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Pasal 1057 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. dan e. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan program penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia.hak Sipil dan Politik. Pasal 1053 Balitbang HAM mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. penyiapan perumusan bahan kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . evaluasi pelaksanaan. c. pengelolaan urusan kepegawaian.hak Kelompok Rentan. dan e. Sosial dan Budaya. c. Pasal 1054 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1053. Balitbang HAM menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . d. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.

administrasi jabatan fungsional. pemberhentian dan pensiun. program dan anggaran. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 1060 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. Pasal 1061 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. dan b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Bagian Kepegawaian. Pasal 1065 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian. Bagian Keuangan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Evaluasi dan Laporan. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Balitbang HAM. dan b. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. kepangkatan. Bagian Data dan Informasi. e. dan b. dan b. penggajian. dan f. jabatan struktural. Pasal 1063 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1059 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 1062 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Mutasi dan Pensiun.Pasal 1058 Sekretariat Badan terdiri atas : a. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. 153 . c. d. b. Pasal 1066 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. evaluasi dan penyusunan laporan Balitbang HAM. penyiapan bahan penetapan mutasi. (2) Subbagian Mutasi dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Balitbang HAM. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 1064 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. pemindahan dan mutasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. program dan anggaran. pengangkatan. pendataan. program dan anggaran. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. penyiapan penyusunan formasi.

(3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. Pasal 1069 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. tata usaha dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1071 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pengamanan dan administrasi perjalanan dinas. dan c. 154 . pengelolaan urusan ketatausahaan dan pelaksanaan urusan administrasi perjalanan dinas. penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. b. Pasal 1073 Bagian Umum terdiri atas : a. penyajian dan pendistribusian data. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. dan c. penyajian data dan informasi. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. Pasal 1075 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. (2) Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas. pelaksanaan anggaran. b. pengangkutan. pengelolaan dokumentasi di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1074 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.Pasal 1067 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Balitbang HAM. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan b. Pasal 1072 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1071. Pasal 1076 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1075. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1070 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pengangkutan dan pengamanan di lingkungan Balitbang HAM. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. Pasal 1068 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1067. pengolahan. dan b. pengolahan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan b. pengumpulan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.

c. f. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. pedoman. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak.Pasal 1077 Bagian Data dan Informasi terdiri atas : a. Pasal 1083 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. b. d. Pasal 1080 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079.Hak Sipil Dan Politik Pasal 1079 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak .hak sipil dan politik. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri. pengolahan. pemenuhan. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan.hak Sipil dan Politik. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak .hak sipil dan politik. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan.hak Sipil dan Politik. penyajian dan pendistribusian data permasalahan hak asasi manusia.hak Sipil dan Politik. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik. Subbagian Data. b. dan i. daftar inventarisasi masalah. penegakan. h. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak. penyiapan perumusan standar. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Kelompok Jabatan Fungsional. c. e.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak.hak sipil dan politik dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. Pasal 1082 Bidang Penelitian Hak-hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi.hak sipil dan politik berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. program penelitian hak. koordinasi program. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. Bidang Pengembangan Hak. g. b. penyusunan rencana. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. norma.hak sipil dan politik. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak.hak sipil dan politik. Pasal 1081 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Pasal 1078 (1) Subbagian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. d. dan d.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. c. Bidang Penelitian Hak. Bidang Evaluasi dan Laporan.hak Sipil dan Politik. dan b. Bidang Penelitian Hak. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. dan 155 .hak sipil dan politik.

hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. e. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak.hak sipil dan politik. inventarisasi. b. pedoman. naskah akedemik. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak-hak sipil dan politik. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak.hak Politik. dan f. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak sipil dan politik. dan b. pelaksanaan kerja sama. naskah akedemik. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyelenggaraan sosialisasi.hak sipil. dan b.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. standar.hak Sipil. pedoman. Pasal 1089 (1) Subbidang Pengembangan Hak. penyiapan bahan perumusan standar norma. program dan perumusan rancangan kebijakan. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak politik. perumusan rancangan kebijakan. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Subbidang Pengembangan Hak.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak. norma. perumusan rancangan kebijakan. d. kriteria dan prosedur.hak politik. inventarisasi. kriteria dan prosedur.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik. norma. daftar inventarisasi masalah.hak Politik. Bidang Pengembangan Hakhak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak-hak sipil dan politik. Pasal 1090 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. standar. Pasal 1087 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086. Pasal 1085 (1) Subbidang Penelitian Hak. Pasal 1086 Bidang Pengembangan Hak. analisa.hak sipil dan politik. Pasal 1088 Bidang Pengembangan Hak. pelaksanaan kerja sama. pelaksanaan analisa. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Pasal 1084 Bidang Penelitian Hak. pedoman.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. (2) Subbidang Pengembangan Hak. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak sipil. Subbidang Penelitian Hak. (2) Subbidang Penelitian Hak.undangan. Subbidang Penelitian Hak.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.e. analisa.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. penyusunan rencana dan program pengembangan hak.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. perumusan rancangan kebijakan. daftar inventarisasi masalah.undangan. c.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Subbidang Pengembangan Hak. 156 . penyelenggaraan sosialisasi.hak Sipil. daftar inventarisasi masalah.

(2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. penegakan. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. Sosial Dan Budaya Pasal 1094 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya. dan e. pedoman. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi. penyiapan perumusan standar. sosial dan budaya. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. c. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. dan d. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. b. Bidang Penelitian Hak.hak sipil dan politik.hak sipil dan politik. d. Subbidang Laporan. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. Pasal 1095 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094. h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Bagian Kelima Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. Kelompok Jabatan Fungsional. Sosial dan Budaya.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Subbidang Evaluasi.hak Ekonomi. f.hak Ekonomi. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. Sosial dan Budaya. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. Pasal 1093 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik.hak Ekonomi. Bidang Pengembangan Hak.hak ekonomi.Hak Ekonomi.Pasal 1091 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090.hak Ekonomi. Pasal 1092 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Pasal 1096 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi. daftar inventarisasi masalah. d. Bidang Evaluasi dan Laporan. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. dan i.hak Sipil dan Politik. koordinasi program. sosial dan budaya berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. b. e. norma. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian di bidang penelitian dan pengembangan hak. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. b.hak ekonomi.hak Ekonomi. c. g. c.hak Sipil dan Politik. 157 . dan b. Sosial dan Budaya. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. pemenuhan.

hak Ekonomi. Subbidang Pengembangan Hak. sosial.hak Sosial dan Budaya. c. Pasal 1098 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. norma.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Pasal 1102 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. Subbidang Penelitian Hak.hak Ekonomi. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. d. sosial dan budaya. sosial dan budaya. (2) Subbidang Penelitian Hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerjasama hak asasi manusia. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak. sosial dan budaya.hak Ekonomi. dan budaya. dan e. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. pelaksanaan kerjasama penelitian hak. b. sosial dan budaya.hak ekonomi. sosial dan budaya. dan b. dan budaya. Pasal 1100 (1) Subbidang Penelitian Hak. sosial dan budaya. 158 . Pasal 1099 Bidang Penelitian Hak.hak Sosial dan Budaya.hak ekonomi. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. b. Subbidang Pengembangan Hak.hak Ekonomi.hak ekonomi. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak ekonomi. serta penyusunan program penelitian hak. e. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. sosial dan budaya.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. d.hak Ekonomi.hak ekonomi.hak Ekonomi. Pasal 1101 Bidang Pengembangan Hak.hak ekonomi. sosial.hak sosial dan budaya. sosial dan budaya dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak.hak ekonomi.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.hak ekonomi. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1104 (1) Subbidang Pengembangan Hak. Pasal 1103 Bidang Pengembangan Hak.hak Ekonomi.hak ekonomi. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. program dan rancangan pengembangan hak. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak.hak ekonomi. sosial dan budaya.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) Subbidang Pengembangan Hak. dan b. Bidang Penelitian Hak. Bidang Pengembangan Hakhak Ekonomi. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.hak ekonomi. Subbidang Penelitian Hak. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak. program dan rancangan pengembangan hak. dan f.hak ekonomi. daftar inventarisasi masalah.hak ekonomi. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. pedoman. sosial dan budaya. penyiapan bahan perumusan standar.hak ekonomi. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak. c. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak. penyusunan program pengembangan hak.Pasal 1097 Bidang Penelitian Hak.hak sosial dan budaya.

Sosial dan Budaya. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. sosial dan budaya. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Pasal 1106 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. b. Sosial dan Budaya. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. d. Subbidang Evaluasi.kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Pasal 1110 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. norma. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. dan j. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak ekonomi. b. koordinasi program. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan atas kasus. daftar inventarisasi masalah. dan b. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam perspektif hak asasi manusia. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. f. Pasal 1108 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. 159 .hak Ekonomi. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. pedoman. h. g. i. pemenuhan. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. penyiapan perumusan standar. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. c. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1107 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Laporan. Sosial. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak asasi manusia yang berat. dan Budaya. Sosial dan Budaya. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. e. penegakan. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak ekonomi. sosial dan budaya.Pasal 1105 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program.hak Ekonomi. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja.hak Ekonomi. dan f. Bagian Keenam Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat Pasal 1109 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat.hak Ekonomi. e. d.

ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. dan penyusunan program penelitian hak asasi manusia yang berat. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat. Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. Pasal 1113 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112 . c. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat. c. pelaksanaan kerja sama penelitian hak asasi manusia yang berat dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. dan b. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1118 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. b. Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. b. Pasal 1112 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. kriteria dan prosedur pengembangan hak asasi manusia yang berat. c. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan standar norma.Pasal 1111 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. d. Bidang Evaluasi dan Laporan. dan f. 160 . Pasal 1116 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. dan d.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Pasal 1114 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. b. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak asasi manusia yang berat. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan b. dan e. Pasal 1115 (1) Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. daftar inventarisasi masalah. Pasal 1117 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1116. pedoman. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak asasi manusia yang berat. e. Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan genosida. dan penyusunan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak asasi manusia yang berat. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak asasi manusia yang berat. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan terhadap kemanusiaan. d. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak asasi manusia yang berat.

Pasal 1119 (1) Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan genosida. (2) Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 1120 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1121 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1120, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1122 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1123 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan Pasal 1124 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. Pasal 1125 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1124, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; b. penyiapan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan, penegakan, pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia; c. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri;

161

e. koordinasi dan sosialisasi di bidang hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia hakhak kelompok rentan; f. koordinasi program, evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; i. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak- hak kelompok rentan; dan j. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. Pasal 1126 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; b. Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; c. Bidang Evaluasi dan Laporan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1127 Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian, pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program penelitian hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. Pasal 1128 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127, Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri; c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; d. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1129 Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas: a. Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas. Pasal 1130 (1) Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di perempuan dan anak. (2) Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di kelompok minoritas. Pasal 1131 Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program pengembangan hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak

162

Pasal 1132 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131, Bidang Pengembangan Hakhak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; c. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. penyiapan bahan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan hakhak perempuan, anak dan kelompok minoritas; e. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan f. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1133 Bidang Pengembangan Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas. Pasal 1134 (1) Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak perempuan dan anak. (2) Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak kelompok minoritas. Pasal 1135 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-hak Kelompok Rentan. Pasal 1136 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak kelompok rentan; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan. Pasal 1137 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1138 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan.

163

BAB XIII BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1139 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPSDM Hukum dan HAM, adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengembangan sumber daya manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. (2) BPSDM Hukum dan HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1140 BPSDM Hukum dan HAM mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140, BPSDM Hukum dan HAM menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; c. pelaksanaan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; d. koordinasi dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; e. pemberian bimbingan teknis tata penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; f. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; dan g. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1142 BPSDM Hukum dan HAM terdiri atas : a. Sekretariat Badan; b. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen; c. Pusat Pengembangan Teknis; d. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1143 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1144 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143, Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. pelaksanaan dan koordinasi kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia;

164

c. pengelolaan urusan kepegawaian, tata usaha dan administrasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; d. pengelolaan urusan administrasi keuangan; dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1145 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama; b. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1146 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, pengelolaaan data, penyusunan laporan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan serta kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1147 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146, Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi; c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan; d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan; e. penyiapan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh; dan f. penyiapan penyusunan pelaksanaan kerja sama pengembagan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1148 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran; b. Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 1149 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan serta melakukan urusan hubungan masyarakat dan keprotokolan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh serta pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1150 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, administarsi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM.

165

Pasal 1151 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150, Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi, pendataan, dan pengembangan pegawai, penyiapan bahan penetapan mutasi, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengelolaan urusan surat-menyurat, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan pengelolaan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM; dan c. pengelolaan urusan administrasi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1152 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian; b. Subbagian Tata Usaha; dan c. Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1153 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi, pendataan, pengembangan pegawai, pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan, pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia, penyiapan bahan penetapan pengangkatan, kepangkatan, penggajian, pemindahan dan mutasi pegawai, pemberhentian dan pensiun, pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat meliputi penerimaan, pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM. (3) Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan seleksi dan pemanggilan peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1154 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1155 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas; dan c. pelaksanaan urusan pembukuan, perhitungan, dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1156 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan; dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1157 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan, perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.

166

Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengamanan dalam. Subbagian Rumah Tangga. e. Pasal 1163 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1162. dan d. pengamanan dalam serta pelaksanaan urusan pengangkutan. pengangkutan. rumah tangga. (3) Subbagian Perpustakaan dan Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. pengelolan urusan perlengkapan. Pasal 1160 Bagian Umum terdiri atas : a. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. c. Pasal 1164 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen terdiri atas : a. b. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen menyelenggarakan fungsi : a. pengamanan dalam dan pengangkutan. b. Subbagian Perpustakaan dan Arsip. pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. 167 . Pasal 1161 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan.Pasal 1158 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. penyiapan penyusunan standar. pengelolaan urusan rumah tangga. dan c. dan f. Subbagian Perlengkapan. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bidang Program. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen. d. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. b. norma. Pasal 1159 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1158. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. b. dan c. pedoman. Bidang Penyelenggaraan. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Pasal 1162 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.

berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. dan b. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1173 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. pemanggilan tenaga pengajar. 168 . dan pengelolaan urusan dokumentasi. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. dan b. Pasal 1169 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. metode dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Penyusunan Program. dan b. Pasal 1167 Bidang Program terdiri atas : a. dan jenis peserta berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. kurikulum dan silabus. Pasal 1172 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. jumlah. Bidang Program menyelenggarakan fungsi : a. penjadualan. Pasal 1170 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. Pasal 1166 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. Pasal 1168 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Standardisasi dan Metode. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.Pasal 1165 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1171 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. dan b. pemanggilan tenaga pengajar. Subbidang Pengajaran. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. penggandaan. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. kurikulum dan silabus. penyiapan penyusunan standardisasi.

penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. Pusat Pengembangan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. b. d. Pasal 1178 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1177. pedoman. Pasal 1180 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. norma. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Teknis. Subbidang Evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. e. Pasal 1179 Pusat Pengembangan Teknis terdiri atas : a. Bidang Program. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. penyiapan penyusunan standar. 169 . Bagian Kelima Pusat Pengembangan Teknis Pasal 1177 Pusat Pengembangan Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan teknis berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Bidang Penyelenggaraan.Pasal 1174 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1173. b. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. c. dan d. c. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen serta pengelolaan urusan dokumentasi. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dan pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1176 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 1175 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. dan f.

Pasal 1183 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. kurikulum dan silabus. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. Pasal 1182 Bidang Program terdiri atas : a. pemanggilan tenaga pengajar. dan b. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. 170 . penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. pemanggilan tenaga pengajar. Subbidang Pengajaran. penggandaan. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1188 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. penjadualan. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Pasal 1184 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Subbidang Standardisasi dan Metode. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penyusunan Program. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Pasal 1185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis serta pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan penyusunan standardisasi dan metode. dan b.Pasal 1181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1180. jumlah dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1187 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1186 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. kurikulum dan silabus. dan b. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. serta pengelolaan urusan dokumentasi.

Subbidang Evaluasi. penyiapan standardisasi. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional Dan Hak Asasi Manusia Pasal 1192 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. 171 . penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1192. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia. b. Bidang Penyelenggaraan. dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan f. dan d. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis dan pengelolaan urusan dokumentasi. c. Bidang Program. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. d. penyiapan penyusunan standar. Pasal 1196 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. e. Pasal 1195 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia.Pasal 1190 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1191 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. pedoman. dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. c. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. dan b. metode. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. dan b. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. norma. Pasal 1194 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. kriteria. b.

Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. penjadualan kegiatan pelatihan. Pasal 1203 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. kurikulum dan silabus.Pasal 1197 Bidang Program terdiri atas : a. dan pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1204 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelatihan. Subbidang Pengajaran. dan b. Pasal 1200 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. penyusunan kurikulum dan silabus. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Subbidang Standardisasi dan Metode. Pasal 1199 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. dan b. Pasal 1205 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1202 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1198 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dan pengelolaan urusan dokumentasi. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyusunan Program. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Evaluasi. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. penggandaan. dan b. dan b. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. penjadualan. 172 . Pasal 1201 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. jumlah. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi.

Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. BAB XIV STAF AHLI Pasal 1207 Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahlianya. e. Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan.Pasal 1206 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia. b. Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia serta pengelolaan urusan dokumentasi. Sosial dan Keamanan. (2) Staf Ahli Bidang Politik. Badan dan Inspektorat Jenderal. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Pasal 1209 (1) Staf Ahli terdiri dari : a. Staf Ahli Bidang Politik. (3) Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah hukum lingkungan dan pertanahan. d. Pasal 1208 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. sosial dan keamanan. Pasal 1210 (1) Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah perekonomian dan hubungan luar negeri. c. pemikiran dan pengkajian aspek hak asasi manusia. pemikiran dan pengkajian aspek politik. dan d. pemikiran dan pengkajian aspek hukum lingkungan dan pertanahan. pemikiran dan pengkajian aspek ekonomi dan hubungan luar negeri. (4) Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah pengembangan budaya hukum. (5) Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pelanggaran hak asasi manusia. Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum. (3) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. c. 173 . Staf Ahli menyelenggarakan fungsi: a. Sosial dan Keamanan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah politik. sosial dan keamanan.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1214 Pusjianbang terdiri atas : a. kepegawaian. c. d. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 174 . pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. keimigrasian. pengelolaan urusan tata usaha dan kepegawaian. Bidang Penyusunan Program dan Laporan. (2) Pusjianbang dipimpin oleh seorang Kepala. dan d. Pasal 1212 Pusjianbang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. b. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan c.BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1211 (1) Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Pusjianbang adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengkajian dan pengembangan kebijakan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. serta pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelaksanaan pengkajian dan pengembangan serta perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. penyusunan rencana. b. pemasyarakatan. Bidang Pengkajian dan Pengembangan. keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Pasal 1215 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. Bagian Umum. Bagian Umum Pasal 1217 Bagian Umum terdiri atas : a. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Pusjianbang. Pasal 1213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. b. Subbagian Keuangan. pemasyarakatan. dan e. b. program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan Pusjianbang. Pusjianbang menyelenggarakan fungsi : a. dalam Pasal 1215. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. keimigrasian. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. administrasi keuangan. Pasal 1216 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi : a. kepegawaian. pengelolaan administrasi Jabatan Fungsional. pengelolaan urusan tata usaha. dan c. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif.

Pasal 1224 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. perawatan barang inventaris dan pengamanan sarana dan prasarana. Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran. (2) Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan melalui kegiatan diskusi dan seminar atas hasil pengkajian kebijakan serta perumusan atas hasil pengembangan kebijakan guna dijadikan rekomendasi kepada Pimpinan Departemen. pengolahan dan analisa data serta penyajian hasil pengkajian kebijakan. penerimaan. Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan. 175 . dan c. pelaksanaan kegiatan pengkajian kebijakan. (3) Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan atas hasil pengkajian dan pengembangan kebijakan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan guna mendukung kegiatan pengkajian dan pengembangan. Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan. Bidang Pengkajian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Evaluasi dan Laporan. program dan anggaran serta laporan Pusjianbang. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. Pasal 1226 (1) Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan mempunyai tugas melakukan pengkajian melalui pengumpulan. dan d. Pasal 1220 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. pemeliharaan. dan kepegawaian di lingkungan Pusjianbang. Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan. pelaksanaan kegiatan pengembangan hasil pengkajian kebijakan. Pasal 1223 Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. dan b. Pasal 1221 Bidang Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Pasal 1225 Bidang Pengkajian dan Pengembangan terdiri atas : a. dan b. perumusan rekomendasi kebijakan serta pengelolaan urusan perpustakaan dan dokumentasi. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. pengelolaan urusan dokumentasi dan perpustakaan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. b. b. pembuatan perumusan rekomendasi kebijakan. Bidang Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. pembukuan. penataan kearsipan.Pasal 1218 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat. program dan anggaran di lingkungan Pusjianbang. Pasal 1219 Bidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. (2) Subbidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi program dan laporan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pusjianbang. c. analisa dan pengembangan kebijakan. Pasal 1222 (1) Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. program dan anggaran .

Kelompok Jabatan Fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Biro/Sekretariat Direktorat Jenderal/Direktorat/Sekretariat Badan/Pusat secara administratif bertanggung jawab kepada masing-masing Kepala Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Direktur/Sekretaris Badan/Kepala Pusat. Pasal 1228 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Sekretaris Inspektorat Jenderal. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Departemen serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Sekretaris Direktorat Jenderal. Direktur Jenderal. Direktur. Kepala UPT dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 1233 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Inspektur Jenderal. Kepala Subdirektorat. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. terdiri atas Jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Kepala Biro. Kepala Pusat. Kepala Badan. Kepala Subbidang. Kepala Bagian.BAB XVI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1227 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sekretaris Badan. Kepala Seksi. 176 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Pasal 1231 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 1232 Setiap pimpinan satuan organisasi dan pejabat fungsional wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 1230 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Staf Ahli. Kepala Bidang. Inspektur. Kepala Subbagian. (1) (2) (3) (4) (5) (6) BAB XVII TATA KERJA Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Jenderal.

BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1238 (1) Di lingkungan Departemen terdapat Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Departemen sesuai dengan kebutuhan. Pasal 1239 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. Pasal 1237 Instansi Vertikal di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. Tugas dan Fungsi. Pasal 1235 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. BAB XX KETENTUAN PENUTUP Pasal 1240 Perubahan atas susunan Organisasi dan Tata Kerja dalam peraturan ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 1241 Peraturan Menteri Nomor M. Pasal 1242 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuansatuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (2) Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).07. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku.03-PR.Pasal 1234 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditetapkan dengan Peraturan Menteri tersendiri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. 177 .10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL Pasal 1236 (1) Instansi Vertikal Departemen adalah Kantor Wilayah Departemen di Propinsi. (2) Pembentukan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 April 2007 178 .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA STAF AHLI INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA i .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.I Nomor : M.07.

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERLENGKAPAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ii .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.I Nomor : M.07.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN LAPORAN BAGIAN ORGANISASI BAGIAN KETATALAKSANAAN Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Evaluasi dan Laporan I Subbagian Evaluasi dan Laporan II Subbagian Evaluasi dan Laporan III Subbagian Evaluasi dan Laporan IV Subbagian Kelembagaan I Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja Subbagian Pengembangan Sistem Prosedur dan Metode Kerja Subbagian Evaluasi Tatalaksana Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Kelembagaan II Subbagian Kelembagaan III iii .

PENSIUN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai Subbagian Peraturan Perundangundangan Subbagian Jaminan Sosial Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai Subbagian Pengembangan Sistem dan Diklat Luar Negeri Subbagian Penyaringan Pegawai Subbagian Mutasi I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai Subbagian Tata Naskah I Subbagian Mutasi II Subbagian Tata Naskah II Subbagian Mutasi III Subbagian Penggandaan I Subbagian Mutasi IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Penggandaan II iv .BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN PEMBERHENTIAN.

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN DAN TATA USAHA KEUANGAN BAGIAN PENGUJIAN DAN PENERBITAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN Subbagian Pelaksanaan Anggaran I Subbagian Pelaksanaan Anggaran II Subbagian Pelaksanaan Anggaran III Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM I Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM II Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM III Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM IV Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV Subbagian Tata Usaha Keuangan Subbagian Kerugian Negara Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL v .

BIRO PERLENGKAPAN BAGIAN ANALISA KEBUTUHAN BAGIAN PENGADAAN BAGIAN PENYIMPANAN DAN PENYALURAN BAGIAN INVENTARISASI BAGIAN PENGHAPUSAN Subbagian Penyediaan Data Subbagian Harga dan Mutu Subbagian Pergudangan dan Penyaluran Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan Subbagian Pemeliharaan Subbagian Pembukuan Subbagian Penilaian Subbagian Pembakuan Subbagian Tender Subbagian Pendataan Inventaris Subbagian Perubahan Status P l k Subbagian Pelaksanaan Penghapusan Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pembelian Subbagian Statistik dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vi .

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAGIAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI Subbagian Hubungan Kelembagaan Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Subbagian Kerja Sama BadanBadan Internasional Subbagian Kerja Sama Antar Negara Subbagian Penyusunan Program. Evaluasi dan Laporan Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vii .

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA DEPARTEMEN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN BINA SIKAP MENTAL BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PENGAMANAN Subbagian Persuratan Subbagian Tata Usaha Menteri Subbagian Tata Usaha Sekretariat Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Protokol Subbagian Rohani dan Sosial Subbagian Kesehatan Pegawai Subbagian Kesejahteraan Subbagian Urusan Dalam Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas Subbagian Gaji Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pengamanan Pimpinan Subbagian Pengamanan Lingkungan Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi Subbagian Arsip Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Agenda dan Pengiriman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL viii .

07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT PUBLIKASI.I Nomor : M.09-PR. KERJA SAMA DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH ix .

Informasi dan Laporan Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Arsip dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat x . Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Data.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jafung Subbagian Mutasi.

DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI SUBDIREKTORAT METODE. TEKNIK. DAN PENYIAPAN PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan P d d Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundangundangan SUBDIREKTORAT PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG UNDANG SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN Seksi Penyusunan Rencana dan Program Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-undang Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-undang KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengelolaan Dokumentasi Seksi Perpustakaan Hukum xi .

Perdagangan.DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG POLITIK. dan Keamanan I Seksi Analisa Bidang Politik. RISET DAN TEKNOLOGI Seksi Analisa Bidang Industri. Riset dan Teknologi II SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II Seksi Analisa Bidang Politik. DAN KEAMANAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG INDUSTRI. Riset dan Teknologi I Seksi Analisa Bidang Industri. PERDAGANGAN. Hukum. dan Keamanan II Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xii . Hukum. HUKUM. Perdagangan.

DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PUBLIKASI SUBDIREKTORAT KERJA SAMA SUBDIREKTORAT PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Seksi Penerbitan Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan Seksi Administrasi Pengundangan Seksi Aplikasi Seksi Distribusi dan Penyebarluasan Seksi Dokumentasi Seksi Sarana. Prasarana dan Implementasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xiii .DIREKTORAT PUBLIKASI. KERJA SAMA.

DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIAPAN DAN PENDAMPINGAN PERSIDANGAN SUBDIREKTORAT FASILITASI BAHAN DAN ANALISIS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR LEMBAGA Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan Seksi Penyiapan Bahan dan Data Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat Seksi Analisis. Laporan dan Dokumentasi xiv .

DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN PELAPORAN SUBDIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIK PERANCANGAN PERATURAN DAERAH SUBDIREKTORAT MEDIASI DAN KONSULTASI Seksi Pengumpulan Data 4 Seksi Perencanaan d P Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Bimbingan dan Latihan Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi Seksi Pengolahan Data KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xv .

I Nomor : M.09-PR.07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERDATA DIREKTORAT PIDANA DIREKTORAT TATA NEGARA DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL DIREKTORAT DAKTILOSKOPI xvi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendahara an Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas Subbagian Pengetikan dan P d Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan xvii .

DIREKTORAT PERDATA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM PERDATA UMUM SUBDIREKTORAT BADAN HUKUM SUBDIREKTORAT PENDAFTARAN FIDUSIA SUBDIREKTORAT HARTA PENINGGALAN SUBDIREKTORAT NOTARIAT Seksi Pendapat Hukum Seksi Legalisasi Seksi Perseroan Tertutup Seksi Perseroan Terbuka Seksi Badan Hukum Sosial Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Penerimaan dan Pemrosesan Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan Seksi Daftar Wasiat Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris Seksi Pengawasan Notaris Seksi Dokumentasi Notariat Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Perubahan Nama Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Dokumentasi xviii .

DIREKTORAT PIDANA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PIDANA UMUM SUBDIREKTORAT EKSTRADISI DAN BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK SUBDIREKTORAT PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL Seksi Analisa Hukum Pidana Seksi Ekstradisi Seksi Bimbingan dan Pemantauan PPNS Seksi Pemantauan dan Evaluasi Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik Seksi Dokumentasi xix .

DIREKTORAT TATA NEGARA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM TATA NEGARA SUBDIREKTORAT PEWARGANEGARAAN SUBDIREKTORAT BUKTI KEWARGANEGARAAN R.I Seksi Analisa dan Pertimbangan Seksi Analisa Pewarganegaraan Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Khusus Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Seksi Dokumentasi Seksi Penyelesaian Seksi Pendaftaran Partai Politik Seksi Pengujian dan Pemantauan xx .

DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL UMUM SUBDIREKTORAT HUKUM EKONOMI DAN KELEMBAGAAN INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT HUKUM LAUT DAN HUKUM UDARA Seksi Hukum Humaniter Seksi Hukum Lingkungan Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral Seksi Hukum Laut Seksi Hukum Udara Seksi Dokumentasi xxi .

DIREKTORAT DAKTILOSKOPI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERUMUSAN DAN IDENTIFIKASI SUBDIREKTORAT DATA DAN INFORMASI SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN ARSIP TERAAN Seksi Perumusan Seksi Pengumpulan Data Seksi Penataan dan Informasi Seksi Dokumentasi Seksi Identifikasi Seksi Arsip Teraan xxii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK DIREKTORAT BINA PERAWATAN DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA xxiii .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.I Nomor : M.09-PR.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Perundangundangan d Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Humas dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxiv .

DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT REGISTRASI

SUBDIREKTORAT PENEMPATAN DAN MUTASI

SUBDIREKTORAT SIDIK JARI

SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN DOKUMENTASI

Seksi Registrasi Tahanan dan Basan Seksi Registrasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan

Seksi Penempatan, Mutasi Tahanan dan Basan Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan

Seksi Perumusan dan Identifikasi Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan

Seksi Statistik, Dokumentasi Tahanan dan Basan Seksi Statistik, Dokumentasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan

xxv

DIREKTORAT BINA PERAWATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESEHATAN DAN MAKANAN

SUBDIREKTORAT BASAN DAN BARAN

SUBDIREKTORAT SARANA DAN EVALUASI

Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi Seksi Pengendalian Bahan Makanan

Seksi Pemeliharaan Seksi Penilaian Jenis dan Mutu

Seksi Analisa Kebutuhan Seksi Pengelolaan Sarana Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Penghapusan

xxvi

DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DAN BIMBINGAN

SUBDIREKTORAT PEMBINAAN

SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT PEMBIMBINGAN

Seksi Bimbingan Hukum Seksi Orientasi dan Observasi Seksi Penelitian Kemasyarakatan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Mental Rohani Seksi Pembinaan Kewarganegaraan Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan

Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan Seksi Pendidikan Luar Sekolah

Seksi Bimbingan Klien

Seksi Asimilasi

Seksi Integrasi Seksi Pendayagunaan Kerja TPP

xxvii

DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT BIMBINGAN DAN LATIHAN KETERAMPILAN

SUBDIREKTORAT KEGIATAN KERJA

SUBDIREKTORAT PRODUKSI

SUBDIREKTORAT TENAGA KERJA

SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN PEMASARAN

Seksi Bimbingan Minat dan Bakat Seksi Pengembangan Kewirausahaan Seksi Bimbingan Keterampilan Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan

Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan

Seksi Standardisasi dan Pengendalian Seksi Pembinaan Produksi Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi

Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Kemitraan

Seksi Pemasaran Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan

xxviii

DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN

SUBDIREKTORAT SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TEKNIS PETUGAS PENGAMANAN

Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Kamtib

Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Kamtib Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Kamtib Seksi Evaluasi dan Laporan Kamtib

Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Kamtib Seksi Penindakan Gangguan Kamtib Seksi Keselamatan dan Keamanan Basan dan Baran

Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan Seksi Bantuan Hukum

xxix

DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERAWATAN KESEHATAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT BIMBINGAN HUKUM SUBDIREKTORAT KEMITRAAN Seksi Identifikasi Ketergantung an Seksi Perawatan Jasmani Seksi Perawatan Mental Rohani Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan Seksi Keterampilan dan Usaha Seksi Seni dan Budaya Seksi Konsultasi Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah Seksi Kerja Sama LSM dan Antar Negara Seksi Monitoring dan Evaluasi xxx .

I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN.09-PR.07. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN xxxi .

LITIGASI DAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Analisa Kebutuhan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pengembangan. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengadaan dan Peralatan Subbagian Litigasi Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Tata Persuratan.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN HUMAS. Dokumentasi & Kepustakaan Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Subbagian Peraturan Perundangundangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxii .

DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN. dan PLB Seksi Paspor TKI Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Evaluasi dan Laporan Seksi Visa Kunjungan Seksi Izin Masuk Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI Seksi Izin Bertolak Seksi Fasilitas Wisatawan Asing Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian Seksi Visa Tinggal Terbatas xxxiii . SPLP. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN TKI SUBDIREKTORAT VISA SUBDIREKTORAT IZIN MASUK DAN BERTOLAK SUBDIREKTORAT FASILITAS KEIMIGRASIAN Seksi Paspor.

DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT IZIN TINGGAL SUBDIREKTORAT ALIH STATUS KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT STATUS KEIMIGRASIAN Seksi Izin Tinggal Kunjungan Seksi Izin Tinggal Terbatas Seksi Izin Tinggal Tetap Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Status Keimigrasian Seksi Surat Keterangan Keimigrasian Seksi Izin Tinggal Khusus / Darurat xxxiv .

DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT OPERASI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PRODUKSI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENGAMANAN PERIZINAN KEIMIGRASIAN Seksi Operasi Intelijen Wilayah I Seksi Operasi Intelijen Wilayah II Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri Seksi Pengamanan Perizinan WNI Seksi Pengamanan Perizinan WNA Seksi Produksi Intelijen xxxv .

DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIDIKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENINDAKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENANGKALAN SUBDIREKTORAT DETENSI IMIGRASI DAN DEPORTASI Seksi Penyidikan Wilayah I Seksi Penindakan Wilayah I Seksi Pencegahan Seksi Detensi Imigrasi Seksi Penyidikan Wilayah II Seksi Penindakan Wilayah II Seksi Penangkalan Seksi Deportasi Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara Seksi Pembinaan PPNS Imigrasi Seksi Evaluasi dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxvi .

DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT LINTAS BATAS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN KERJA SAMA KEIMIGRASIAN PERWAKILAN Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina Seksi Lintas Batas Timor Leste. dan Papua New Guinea Seksi Organisasi Internasional PBB Seksi Organisasi Internasional Non PBB Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Asia Pasifik dan Afrika Seksi Amerika dan Eropa Seksi Penyebaran Informasi xxxvii .

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENYEBARAN DAN KERJA SAMA SISTEM INFORMASI Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam N i Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri SUBDIREKTORAT PERENCANAAN. PENGEMBANGAN DAN PENGAMANAN SISTEM INFORMASI Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi SUBDIREKTORAT REGISTRASI. DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN DOKUMEN Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian xxxviii .

09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMISI BANDING SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT HAK CIPTA. DESAIN INDUSTRI.07. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG DIREKTORAT PATEN DIREKTORAT MEREK DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI xxxix .I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Administrasi Penyidik Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional Subbagian Administrasi HKI Subbagian Tata Usaha Pimpinan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xl .

Mutasi dan Lisensi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Hak Cipta Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang xli . DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis Seksi Pemeriksaan dan Publikasi Seksi Sertifikasi. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT DESAIN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HAK CIPTA. DESAIN INDUSTRI.DIREKTORAT HAK CIPTA.

Pengalihan Hak dan Lisensi Seksi Publikasi Seksi Sertifikasi xlii .DIREKTORAT PATEN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN I SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN II SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN III SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Formalitas Seksi Pelayanan Teknis Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemeliharaan.

DIREKTORAT MEREK Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERMOHONAN DAN PELAYANAN SUBDIREKTORAT PEMERIKSAAN SUBDIREKTORAT INDIKASI GEOGRAFIS SUBDIREKTORAT SERTIFIKASI DAN PENGUMUMAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan Seksi Pemeriksaan Formalitas Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Seksi Sertifikasi Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding Seksi Mutasi dan Lisensi Seksi Pelayanan Teknis Seksi Klasifikasi Seksi Pengumuman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xliii .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA NASIONAL Seksi Penyebaran Informasi Seksi Pengkajian dan Pengembangan Seksi Kerja Sama Regional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah Seksi Pelatihan Seksi Perpustakaan xliv .

DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM SUBDIREKTORAT PENDUKUNG SISTEM SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PROSES SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI Seksi Administrasi dan Pengembangan Data Base Seksi Pengembangan Aplikasi Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan Seksi Administrasi Sistem Jaringan Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi I f i Seksi Situs Internet Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Seksi Dokumentasi Hak Paten Seksi Dokumentasi Hak Merek KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlv . Desain Industri.

I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA xlvi .07.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Mutasi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perjalanan Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlvii .

DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN ALUMNI DAN INSTITUSI HAM SUBDIREKTORAT DISEMINASI HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT BAHAN DISEMINASI Seksi Pendidikan Dalam Negeri Seksi Pendidikan Luar Negeri Seksi Kurikulum Pendidikan HAM Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri Seksi Institusi HAM Non Pemerintah Seksi Institusi HAM Pemerintah Seksi Diseminasi Aparatur Negara Seksi Diseminasi Penegak Hukum Seksi Diseminasi Masyarakat Seksi Bahan Instrumen Nasional Seksi Bahan Instrumen Internasional Seksi Bahan Instrumen Praktis xlviii .

DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK SIPIL DAN POLITIK SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK EKONOMI. SOSIAL DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT INSTRUMEN HAM Seksi Kerja Sama Asia Pasifik Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi LSM Internasional Seksi Kerja Sama Hak Sipil Seksi Kerja Sama Hak Politik Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi Seksi Kerja Sama Hak Sosial Seksi Kerja Sama Hak Budaya Seksi Ratifikasi Instrumen HAM Internasional Seksi Harmonisasi Instrumen HAM Nasional xlix .

Sosial dan Budaya l .DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PEREMPUAN SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK TENAGA KERJA SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM INFORMASI HAM SUBDIREKTORAT PENDAYAGUNAAN INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Seksi Pengumpulan Data Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi HAM Penerbitan dan Penyebaran Informasi HAM Seksi Seksi Pengolahan Data Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan li .

DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PERMASALAHAN DAN DISKRIMINASI HAM SUBDIREKTORAT PROSES PENEGAKAN HUKUM DAN HAM SUBDIREKTORAT EVALUASI DAN PELAPORAN HAM Seksi Penerapan HAM di Pemerintah Seksi Permasalahan HAM Seksi Pra Peradilan Seksi Evaluasi HAM Seksi Penerapan HAM di Masyarakat dan Dunia Usaha Seksi Diskriminasi HAM Seksi Pasca Peradilan Seksi Pelaporan HAM lii .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M. HAK ASASI MANUSIA DAN HKI PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN INSPEKTORAT KHUSUS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liii .10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN INSPEKTORAT HUKUM.09-PR.07.

dan Perlengkapan Subbagian Analisis LHP Hukum.SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN I BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN II BAGIAN UMUM BAGIAN KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Analisis LHP Kepegawaian I Subbagian Analisis LHP Kepegawaian II Subbagian Analisis LHP Keuangan. Pemberhentian Subbagian Mutasi dan Promosi Subbagian Pengembangan Pegawai KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liv . HAM dan HKI Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan I Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan II Subbagian Analisis LHP Keimigrasian Subbagian Analisis LHP Khusus Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Umum.

INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lv .

INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvi .

HAK ASASI MANUSIA DAN HKI Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvii .INSPEKTORAT HUKUM.

PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lviii .

INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lix .

INSPEKTORAT KHUSUS Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lx .

07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL PUSAT PENYULUHAN HUKUM lxi .09-PR.I Nomor : M.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Arsip Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxii .

PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI BIDANG PENELITIAN DAN PENGKAJIAN HUKUM BIDANG PERTEMUAN ILMIAH Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi Subbidang Penelitian Hukum Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah Subbidang Pengkajian Hukum Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiii .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM.

PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PERENCANAAN LEGISLASI BIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN HUKUM BIDANG ANALISIS EVALUASI DAN PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis Subbidang Kerja sama Nasional Pengembangan Hukum Subbidang Kerja sama Internasional Pengembangan Hukum Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiv .

INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN HUKUM Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum Subbidang Penyusunan Program. Monitoring.PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL BIDANG PUBLIKASI HUKUM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK BIDANG JARINGAN DOKUMENTASI. dan Pelayanan Teknis Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Data Base Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Perpustakaan Hukum lxv .

PUSAT PENYULUHAN HUKUM BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGEMBANGAN PENYULUHAN HUKUM BIDANG PEMBUDAYAAN KESADARAN HUKUM Subbidang Penyusunan Program Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis Subbidang Temu Wicara dan Diskusi Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum Subbidang Media Cetak dan Elektronik Subbidang Pameran. Konsultasi dan Bantuan Hukum Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan Subbidang Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxvi . Pementasan.

09-PR.07.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. SOSIAL DAN BUDAYA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN lxvii .10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK SIPIL DAN POLITIK PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK EKONOMI.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN DATA DAN INFORMASI Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Subbagian Data Subbagian Mutasi dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas Subbagian Informasi dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan lxviii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENELITIAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Sipil Subbidang Pengembangan Hak-hak Sipil Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Politik Subbidang Pengembangan Hak-hak Politik Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxix .

SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENELITIAN HAK–HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hakhak Ekonomi Subbidang Pengembangan Hak-hak Ekonomi Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hakhak Sosial dan Budaya KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Sosial dan Budaya Subbidang Laporan lxx .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT BIDANG PENELITIAN HAM YANG BERAT BIDANG PENGEMBANGAN HAM YANG BERAT BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Keman siaan Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxi .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN BIDANG PENELITIAN HAK-HAK PEREMPUAN. ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Kelompok Minoritas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas Subbidang Laporan lxxii . ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG PENGEMBANGAN HAKHAK PEREMPUAN.

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA AKIP AIM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiii .07.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data. Laporan dan Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Kerja Sama Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perpustakaan dan Arsip KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiv .

PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxv .

PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvi .

PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvii .

07.PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BAGIAN UMUM Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan BIDANG PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbidang Evaluasi dan Laporan BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxviii .09 – PR.

Menimbang : bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kabinet Indonsia Bersatu dan untuk lebih meningkatkan koordinasi serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan negara yang berdaya guna dan berhasil guna. BAB III DEPARTEMEN Bagian Pertama Kedudukan. MEMUTUSKAN : : PERATURAN PRESIDEN TENTANG KEDUDUKAN.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. TUGAS. c. Pasal 26 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan. dipandang perlu menetapkan kedudukan. penyampaian laporan hasil evaluasi. 2. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. e. susunan organisasi. perumusan kebijakan nasional. kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidangnya. TUGAS. Tugas. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. fungsi. FUNGSI. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. SUSUNAN ORGANISASI. SUSUNAN ORGANISASI. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). d. Departemen menyelenggarakan fungsi : a. dan tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. : 1. 3. Departemen dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. FUNGSI. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. saran. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. tugas. Mengingat Menetapkan I . pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. dan Fungsi Pasal 25 (1) (2) Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah. b. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden.

14. Departemen Pertahanan. 7. penyampaian laporan hasil evaluasi. Departemen Perdagangan. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. e. Departemen Pertanian. Departemen Kehutanan. Departemen Dalam Negeri. 2. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. 18. Departemen Keuangan. 19. 5. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. Departemen Sosial. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. d. Departemen Kelautan dan Perikanan. Bagian Kelima Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 35 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. c. saran. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. II . pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. 16. Sekretariat Jenderal. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 3. c. Staf Ahli. e. 17. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. b. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Menteri. 10. Departemen Perhubungan. 12. 9. Badan dan/atau Pusat. Departemen Agama. f. kebijakan pelaksanaan. 4. Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan nasional. Dalam Luar Negeri. Departemen Kesehatan. b. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. 15. Departemen Komunikasi dan Informatika. 13. 11. Bagian Keduapuluh Dua Susunan Organisasi Pasal 69 Departemen terdiri dari : a. Departemen Perindustrian 8. Departemen Pekerjaan Umum. 6. Inspektorat Jenderal. 20. d.Pasal 28 Departemen terdiri dari : 1. Departemen Pendidikan Nasional.

c. pedoman. Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat terdiri dari 2 (dua) Seksi. Departemen lain. Pasal 76 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75. dan Lembaga lain yang terkait. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidangnya. kriteria. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. (1) (2) (3) (4) (5) III . Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. b. e. (3) Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal dan paling banyak 5 (lima) Direktorat. pelaksanakan kebijakan di bidangnya. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal Pasal 75 Direktorat Jenderal mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidangnya.Bagian Keduapuluh Tiga Sekretariat Jenderal Pasal 70 Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. Kementerian Negara. d. d. c. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (1) (2) Pasal 71 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. dan prosedur di bidangnya. Bagian Keduapuluh Empat Direktorat Jenderal Pasal 74 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Pasal 77 Jumlah Direktorat Jenderal ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. koordinasi kegiatan Departemen. (2) Biro terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. penyusunan standar. norma. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pasal 73 (1) Sekretariat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Biro.

c. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan. dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. Pasal 83 (1) Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. dan masing-masing Bidang/Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbidang/Subbagian. keuangan. dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (4) Pusat/Biro terdiri dari kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang/Bagian. dan Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbagian. dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang yang masing-masing Bidang terdiri dari 2 (dua) Subbidang. (3) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. (2) Badan terdiri dari Sekretariat Badan dan paling banyak 4 (empat) Pusat/Biro. dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Keduapuluh Enam Badan dan/atau Pusat Pasal 82 Di lingkungan Departemen dapat dibentuk Badan dan/atau Pusat sebagai pelaksana tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup dalam tugas Sekretariat Jenderal dan/atau Direktorat Jenderal dan/atau Inspektorat Jenderal sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. IV . d.Bagian Keduapuluh Lima Inspektorat Jenderal Pasal 78 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Pasal 81 (1) Inspektorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Jenderal dan paling banyak 4 (empat) Inspektorat. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. (2) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. Pasal 79 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. b. pelaksanaan pengawasan kinerja. (3) Inspektorat membawahkan Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 84 (1) Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. (5) Pusat yang tempat kedudukannya tidak satu lokasi dengan tempat kedudukan Sekretariat Badan terdiri dari Subbagian Tata Usaha atau Bagian Tata Usaha yang terdiri dari 2 (dua) Subbagian.

susunan organisasi. (3) Kepala Biro. Sekretaris Direktorat Jenderal. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. Bagian Keduapuluh Tujuh Staf Ahli Pasal 85 (1) Menteri dapat dibantu oleh paling banyak 5 (lima) Staf Ahli. Kepala Subbidang. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (2) Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Bagian Keduapuluh Delapan Instansi Vertikal Pasal 86 (1) Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang tidak diserahkan kepada Daerah dapat membentuk instansi vertikal. Kepala Bidang. Direktur.a. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya.a. Kepala Pusat. Sekretaris Badan. (2) Staf Ahli berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretaris Jenderal. DAN PEMBERHENTIAN Pasal 132 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. (3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.a. (2) Pembentukan. Inspektur. (3) Bagian Tata Usaha terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. dan Inspektorat Jenderal. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Kementerian Negara. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administrasi berada di bawah Sekretaris Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Deputi. Asisten Deputi. Bagian Keduapuluh Sembilan Lain-lain Pasal 87 (1) Departemen secara selektif dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang. (4) Bidang terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbidang. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (5) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (4) Kepala Bagian. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas. V . Badan. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV.a. Direktur Jenderal. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal. BAB VI ESELON. Direktorat Jenderal. PENGANGKATAN. dan tata laksana instansi vertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden.b.(2) Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang.

b) Inspektorat paling banyak 6 (enam). BAB VII ADMINISTRASI DAN PEMBIAYAAN Pasal 134 Pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. kearsipan. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia 1) Sekretariat Jenderal terdiri paling banyak 6 (enam) Biro. VI . Sekretaris Jenderal. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. keuangan. Kepala Badan. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan. jumlah unit organisasinya ditetapkan sebagai berikut : b.Pasal 133 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. Departemen. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri yang bersangkutan. Keamanan. Inspektur Jenderal. Moneter dan Fiskal Nasional serta Agama. dan masing-masing Inspektorat terdiri dari Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan masing-masing Subdirektorat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Seksi. Departemen dan Kementerian Negara dapat ditetapkan Jabatan Fungsional. Justisi. 3) Direktorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. dan masing-masing Bidang terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbidang. 4) Badan terdiri dari : a) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. dan masingmasing Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. masing-masing Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 139 Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Politik Luar Negeri. masing-masing Biro terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. Sekretaris Kementerian Negara. Pasal 135 Segala pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas masing-masing Kementerian Koordinator. Departemen. perlengkapan. dan Kementerian Negara dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri. masing-masing Pusat terdiri dari kelompok jabatan fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bidang. Direktur Jenderal. 2) Inspektorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. dan Kementerian Negara. dan persandian diselenggarakan oleh masing-masing Kementerian Koordinator. BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 137 Pada Kementerian Koordinator. b) Pusat paling banyak 4 (empat). dan masing-masing Bagian dapat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Deputi. Pertahanan. b) Direktorat paling banyak 6 (enam).

VII . Kewenangan. Tugas. Departemen. Pasal 147 (1) Keputusan Menteri yang merupakan pelaksanaan : c. dan tata kerja Kementerian Koordinator. yang operasionalnya dikendalikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sampai dengan ditetapkannya organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Peraturan Presiden ini. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 146 (2) Sebelum organisasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terbentuk. dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. (2) Unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada masing-masing Kementerian Koordinator. susunan organisasi. Departemen. (2) Penyesuaian terhadap Peraturan Presiden ini dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden. Susunan Organisasi. pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum dan hak asasi manusia dilakukan oleh perangkat Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Fungsi. Pasal 145 Pengecualian terhadap organisasi Kementerian Koordinator. Pasal 144 (1) Rincian tugas. fungsi. Departemen. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen. (2) Salinan Peraturan Menteri tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkan. dan Kementerian Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Presiden atas Usul Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.Pasal 142 Pejabat Struktural Eselon Ia yang dialih tugaskan pada jabatan staf ahli tetap diberikan Eselon Ia Pasal 143 (1) Unit organisasi dan tugas eselon I pada masing-masing Kementerian Koordinator. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan Peraturan Presiden ini.

Fungsi. Kewenangan. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan Tugas. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. maka : c.BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 148 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. ttd Lambock V. Nahattands. ttd. Dinyatakan tidak berlaku.H. DR. Pasal 149 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. VIII .

dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. 4. d.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. : 1. Direktorat Jenderal Imigrasi. Fungsi. i. Tugas. Tugas. dan untuk menjamin terselenggaranya tugas pemerintahan. Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 14 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. k. Susunan Organisasi. Susunan Organisasi. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sekretariat Jenderal. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia. 2. Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia. dipandang perlu menetapkan Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Inspektorat Jenderal. g. j. Fungsi. b. BAB II DEPARTEMEN Bagian Keempat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). 3. c. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Staf Ahli. f. h. Mengingat (1) IX . e. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.

dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden ini. b. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual.(2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. (11) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. dinyatakan tidak berlaku. c. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 (2) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. (7) Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perlindungan hak asasi manusia. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2004. Penyesuaian unit organisasi dan tugas eselon I pada Kementerian Negara Republik Indonesia. Badan. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Keputusan Menteri tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini dinyatakan tetap berlaku. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara Koordinator. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. Direktorat Jenderal. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. X . Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2004. maka : a. dan Inspektorat Jenderal.

DR. ttd. Lambock V.Pasal 71 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. XI . Nahattands. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet dan Bidang Hukum dan Perundang-undangan.

Nomor 15 Tahun 2005. c. Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Nomor 80 Tahun 2005. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2006. b. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. : 1. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. d. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Susunan Organisasi. dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Fungsi. c. Sekretariat Jenderal. 2. 4. Nomor 63 Tahun 2005. b. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden : a. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Tugas. d. Nomor 66 Tahun 2006. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Mengingat XII . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Diubah sebagai berikut : 1. Ketentuan Pasal 13 diubah. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 2 Nopember 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi anusia. (7) Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknik di bidang hak asasi manusia. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. i. g. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. (2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. f. Pasal II Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. (11) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. k. (12) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Badan Pembinaan Hukum Nasional. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. h.e. XIII . Inspektorat Jenderal. Badan. Staf Ahli. 2. Direktorat Jenderal. l. ttd Lambock V. dan Inspektorat Jenderal. DR. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 14 (1) Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. H. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. ttd. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. j. Direktorat Jenderal Imigrasi. Nahattands. Ketentuan Pasal 14 diubah.

dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penataan organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan HAM. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. 5 Oktober 2005 Kepada Yth.: 1. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XIV . Kepala Badan Kepegawaian Negara 2.10-26 tanggal 10 Agustus 2005 perihal Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/1841/M. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan HAM. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan HAM atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan HAM. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan HAM dan salinannya disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3.07.PAN/10/2005 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah Jakarta. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : M. Tembusan Yth.PR. disampaikan terima kasih.

6. UNIT ORGANISASI Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Imigrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia Insperktorat Jenderal I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 JUMLAH ESELON II III IV 6 27 96 6 6 7 7 6 6 7 5 5 1 1 63 25 22 29 29 26 25 5 18 17 4 3 230 52 67 92 85 65 68 24 46 35 13 8 651 Badan Pembinaan Hukum Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan 10. 2. 3. 4.PAN/10/2005 Tanggal : 5 Oktober 2005 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM NO 1. 8.Lampiran Surat Men. 9. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Pusat Pengkajian dan Pengembangan 12. 7. Kebijakan JUMLAH XV . 5.PAN Nomor : B/1841/M. Hukum dan Hak Asasi Manusia 11.

Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. disampaikan terima kasih. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut.06-02 tanggal 5 Januari 2007 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.01. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : MUM.PAN/4/2007 Jakarta. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3.: 1.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/941/M. 16 April 2007 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepada Yth. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XVI . Tembusan Yth.

5. 3.PAN/4/2007 Tanggal : 16 April 2007 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NO 1.PAN Nomor : B/941/M. 2. 4. 6. UNIT ORGANISASI Kepala Badan Sekretariat Badan Kepala Pusat Kepala Bagian Kepala Bidang Kepala Subbagian Kepala Subbidang JUMLAH Ia 1 1 JUMLAH ESELON IIa IIIa IVa 1 3 4 4 9 13 12 18 30 XVII . 7.Lampiran Surat Men.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful