Buku Orta Depkumham

PERATURAN MENTERI HUKUM & HAK ASASI MANUSIA NOMOR : M.09.PR.

07-10 TAHUN 2007
TANGGAL 20 APRIL 2007

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM

TAHUN 2007

1

DAFTAR ISI
I. : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAM R.I NOMOR: M.09PR.07.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM R.I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM Bagian Kesatu : Kedudukan …………………............................... Bagian Kedua : Tugas …………………………............................ Bagian Ketiga : Fungsi …………………………............................ SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ………….................................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………... Bagian Ketiga : Biro Perencanaan …………….............................. Bagian Keempat : Biro Kepegawaian ……....................................... Bagian Kelima : Biro Keuangan ………......................................... Bagian Keenam : Biro Perlengkapan ……………………………... Bagian Ketujuh : Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri ……… .. Bagian Kedelapan : Biro Umum …………………............................ DIREKTORAT UNDANGAN Bagian Kesatu Bagian Kedua Bagian Ketiga Bagian Keempat Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh Bagian Kedelapan BAB V : JENDERAL : : : : : : : : PERATURAN PERUNDANG01

BAB I

:

03 03 03 03 03 04 04 04 04 09 12 16 19 21 25 25 25 25 28 31 35 37 40 43 43 43 43 46 50 51 53 56 58 58 58 58 61 64 66 69 72 75

BAB II
BAB III

: :

BAB IV

:

Tugas dan Fungsi …………….............................. Susunan Organisasi ……………………………... Sekretariat DITJEN …………………………….. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang… undangan Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang… undangan Direktorat Publikasi, Kerja Sama dan … Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Direktorat Litigasi Perundang-undangan … Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan … Daerah

DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Perdata ……………………………. Bagian Kelima : Direktorat Pidana ……………………………. Bagian Keenam : Direktorat Tata Negara …................................... Bagian Ketujuh : Direktorat Hukum Internasional ……………… Bagian Kedelapan : Direktorat Daktiloskopi ……............................... DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Registrasi dan Statistik ……... Bagian Kelima : Direktorat Bina Perawatan ……... Bagian Keenam : Direktorat Bina Bimbingan ……... Kemasyarakatan Bagian Ketujuh : Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi ….... Bagian Kedelapan : Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban ……... Bagian Kesembilan : Direktorat Bina Khusus Narkotika ……….........

BAB VI

:

i

BAB VII

:

DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………......................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Dokumen Perjalanan, ……............. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Bagian Kelima : Direktorat Izin Tinggal dan Status ……............. Keimigrasian Bagian Keenam : Direktorat Intelijen Keimigrasian ……............. Bagian Ketujuh : Direktorat Penyidikan dan ……............. Penindakan Keimigrasian Bagian Kedelapan : Direktorat Lintas Batas dan Kerja ……………. Sama Luar Negeri Keimigrasian Bagian Kesembilan : Direktorat Sistem Informasi ……………. Keimigrasian DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………........................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN …………………………… Bagian Keempat : Direktorat Hak Cipta, Desain …………… Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Bagian Kelima : Direktorat Paten ……………............................. Bagian Keenam : Direktorat Merek ……………............................. Bagian Ketujuh : Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan …… Bagian Kedelapan : Direktorat Teknologi Informasi ………………... DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Hak Asasi Manusia ……... Bagian Kelima : Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak ……... Asasi Manusia Bagian Keenam : Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan ……... Hak Asasi Manusia Bagian Ketujuh : Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi ……... Manusia Bagian Kedelapan : Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak ….. Asasi Manusia INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………….. Bagian Ketiga : Sekretariat ITJEN …………………………….. Bagian Keempat : Inspektorat Kepegawaian ……....................... Bagian Kelima : Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan …... Bagian Keenam : Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan …... Hak Kekayaan Intelektual Bagian Ketujuh : Inspektorat Pemasyarakatan …........................ Bagian Kedelapan : Inspektorat Keimigrasian ……........................ Bagian Kesembilan : Inspektorat Khusus …………………………….. Bagian Kesepuluh : Kelompok Jabatan Fungsional Auditor ..........

78 78 78 78 81 84 86 89 92 95 99 99 99 99 102

BAB VIII :

BAB IX

:

104 107 109 111 115 115 115 115 118 121 124 126 128 131 131 131 131 135 135 136 137 137 138 139 140 140 140 140 143

BAB X

:

BAB XI

:

BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………............................. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………............................. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan …….. Sistem Hukum Nasional

ii

Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh BAB XII :

: Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum …….. Nasional : Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum .......... Nasional : Pusat Penyuluhan Hukum …………………...

145 147 149 152 152 152 152 155 157 159 161 164 164 164 164 167 169 171 173

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………….. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Sipil dan Politik Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Bagian Keenam : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak Asasi Manusia Yang Berat Bagian Ketujuh : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Kelompok Rentan : BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………... Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat Badan …………………………… Bagian Keempat : Pusat Pengembangan Kepemimpinan ……….. dan Manajemen Bagian Kelima : Pusat Pengembangan Teknis ……….. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional dan ……….. HAM : STAF AHLI

BAB XIII

BAB XIV

BAB XV

: PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………… Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………………………….. : KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL : TATA KERJA

174 174 174 176 176 177 177 177

BAB XVI BAB XVII

BAB XVIII : INSTANSI VERTIKAL
BAB XIX

: UNIT PELAKSANA TEKNIS : KETENTUAN PENUTUP

BAB XX

iii

LAMPIRAN I
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Bagan Susunan Organisasi Menteri Hukum dan HAM Bagan Susunan Organisasi Sekretariat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Imigrasi Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal HAM Bagan Susunan Organisasi Inspektorat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Badan Pembinaan Hukum Nasional Bagan Susunan Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan …………………… …………………… …………………… xvi …………………… …………………… …………………… xxiii xxxi i ii ix

…………………… xxxix …………………… xlvi …………………… liii …………………… lxi …………………… lxvii

…………………… lxxiii ………………… lxxviii

LAMPIRAN II
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 91Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/1841/M.PAN/10/2005 Tanggal 5 Oktober 2005 Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/941/M.PAN/4/2007 Tanggal 16 April 2007

………………..

I

2.

………………..

IX

3.

……………….. ……………….. ………………..

XII XIV XVI

4. 5.

iv

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3668). Fungsi. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/941/M. Mengingat 1 .MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan menetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang baru. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3614). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587).10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. perlu mencabut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M. 5.PAN/4/2007 tanggal 16 April 2007. 8. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 3. 6.09-PR. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168.07. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209). dan Tata Kerja Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. b. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3809). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. perlu penataan kembali organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.03-PR-07. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 13. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3474). Susunan Organisasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889). 4. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886). Tugas. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77. 7. 2. Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 33. : 1.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 243. Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Fungsi. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2004 – 2009. Tugas. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242. 13. 21. 2 . 11. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 244. 24. 23. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4046 ). 17. Keputusan Presiden Nomor 139 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kantor Pelayanan Fidusia di setiap Ibukota Propinsi di wilayah Negara Republik Indonesia. 14.9. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. 22. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4131). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). 25. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 10. 19. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4045). 20. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044). Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya-biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 170. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 109. 12. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2004 tentang Kedudukan. 16. Fungsi. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 8 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). 18. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4130). Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 108/1995 tentang Pedoman Perumusan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural di lingkungan Departemen. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 8. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 15. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). Tugas. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4005 ).

penyampaian laporan hasil evaluasi. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. d. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. k.BAB I KEDUDUKAN. Sekretariat Jenderal. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Bagian Ketiga Fungsi Pasal 3 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 . 3 . kebijakan pelaksanaan. Staf Ahli. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. perumusan kebijakan nasional. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. c. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. d. c. Badan Pembinaan Hukum Nasional. (2) Departemen dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Direktorat Jenderal Imigrasi. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. b. saran. dan l. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. j. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. e. g. h. DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Kedudukan Pasal 1 (1) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah unsur pelaksana Pemerintah. dan e. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. TUGAS. b. Bagian Kedua Tugas Pasal 2 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. f. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. i. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.

c. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Keuangan. Pasal 9 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 8. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. e. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. pelaksanaan pembinaan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen. koordinasi penyusunan rencana dan anggaran. f. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. dan f. g. b. Departemen lain. Biro Kepegawaian. pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit-unit organisasi di lingkungan Departemen. Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. e. penyusunan rencana strategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. Biro Perencanaan. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 8 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. dan h. ketatalaksanaan serta evaluasi dan penyusunan laporan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. kementerian Negara. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. d. pengumpulan dan pengolahan data perencanaan Departemen. Biro Perlengkapan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Lembaga Pemerintah Non Departemen. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. 4 . pengorganisasian. Biro Umum. dan d. dan lembaga lain yang terkait. penyusunan evaluasi rencana dan laporan Departemen. d. pelaksanaan pembinaan organisasi di lingkungan Departemen. c. b.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan. b. penyusunan program dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen.

DKI Jakarta. (1) (2) (3) (4) 5 . DI. pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. dan d. pengoperasian jaringan situs Departemen dan pemeliharaan file. c. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Sulawesi Barat. Pasal 14 Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Maluku dan Maluku Utara. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Papua. Bagian Organisasi. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan dan Direktorat Jenderal Imigrasi. b. Gorontalo. dan Jawa Timur serta pelaksanaan administrasi surat masuk dan keluar. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Sekretariat Jenderal. Banten. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. c. Sulawesi Utara. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II. dan Irian Jaya Barat. Jawa Tengah. serta perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Kepulauan Riau. Bengkulu. dan f. Sulawesi Tengah. b. e. Sumatera Selatan. Sulawesi Selatan. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. pengumpulan dan pengolahan data. perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Kepulauan Bangka Belitung. perencanaan. c. Kalimantan Timur. dan d. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Pasal 13 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. penyajian informasi serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. Yogyakarta. d. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. penyajian informasi termasuk data terkait gender serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. Pasal 11 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data. b. Bagian Ketatalaksanaan. dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Nusa Tenggara Barat. Bagian Penyusunan Program dan Anggaran. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV. Kalimantan Selatan. Sumatera Utara. Bagian Evaluasi dan Laporan. termasuk data terkait gender.Pasal 10 Biro Perencanaan terdiri atas : a. serta perencanaan. dan Lampung serta pengoperasian dan pemeliharaan jaringan situs Departemen dan perangkat keras. Kelompok Jabatan Fungsional. penyajian dan pemberian layanan data dan informasi. Jambi. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Riau. perangkat dan jaringan situs. Kalimantan Tengah. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I. Sumatera Barat.

program dan anggaran. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. DI. DKI Jakarta. penyusunan rencana. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III. Kalimantan Timur. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. penyusunan rencana stategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. d. Pasal 15 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. program dan anggaran. penyusunan rencana strategis. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. Kalimantan Tengah. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Sekretariat Jenderal. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Utara. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. penyusunan rencana. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I. Jawa Timur dan Bali. pengolahan dan analisis data. Gorontalo. Kepulauan Bangka Belitung. Bengkulu. Bagian Penyusunan Program. pengelolaan. Sulawesi Utara. Pasal 18 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. penyusunan perencanaan. c. pengolahan dan analisis data. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III mempunyai tugas melakukan pengelolaan. c. b. Kalimantan Selatan. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. penyusunan program. Riau. penyusunan rencana. program dan anggaran serta pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Departemen. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pengolahan dan analisis data. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Sumatera Selatan. Yogyakarta. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 17 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran terdiri atas : a. program dan anggaran. dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. pengolahan dan analisis data. b. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Maluku. Banten. (1) (2) (3) (4) 6 . penyusunan rencana. pengolahan dan analisis data. Sulawesi Barat. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. program dan anggaran. Sumatera Barat. program dan anggaran. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Kepulauan Riau. koordinasi penyusunan perencanaan. dan e. Maluku Utara. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Jawa Tengah. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II. dan Lampung. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan.pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. dan d. Papua dan Irian Jaya Barat. Jambi. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis.

pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan organisasi. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. dan e. Sumatera Utara. Maluku Utara. Kalimantan Timur. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi di lingkungan Departemen. D. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi di lingkungan Departemen. Maluku.I Yogyakarta. Bagian Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Selatan. penyusunan standar. Bagian Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Barat. c. Kalimantan Selatan. penelaahan. Kepulauan Riau. Kalimantan Tengah. Subbagian Evaluasi dan Laporan II. dan d. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Departemen. Riau. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. analisa kebutuhan. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Jambi. Pasal 21 Bagian Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. penghimpunan dan analisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana dan program. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. perumusan tugas. Bengkulu. dan Jawa Timur. Jawa Tengah. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. b. Sulawesi Tengah. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Sulawesi Utara. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV.Pasal 19 Bagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penghimpunan dan analisis hasil pemantauan. Subbagian Evaluasi dan Laporan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Subbagian Evaluasi dan Laporan I. Sumatera Selatan. Pasal 22 Subbagian Evaluasi dan Laporan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. pelaksanaan evaluasi kinerja hasil pelaksanaan rencana pembangunan departemen periode sebelumnya. Subbagian Evaluasi dan Laporan III mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Subbagian Evaluasi dan Laporan III. 7 . (1) (2) (3) (4) Pasal 23 Bagian Organisasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kelembagaan di lingkungan Departemen. c. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. dan Lampung. dan d. d. Pasal 24 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. pengevaluasian kelembagaan. Jawa Barat. b. dan Irian Jaya Barat. Banten. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program Departemen. penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan strategis departemen sebagai bahan rencana pembangunan periode berikutnya. Gorontalo. Sulawesi Barat. Kepulauan Bangka Belitung. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. b. Sulawesi Tenggara. penyiapan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Papua. c. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19.

Pasal 25 Bagian Organisasi terdiri atas : a. Sulawesi Barat. Subbagian Kelembagaan II. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Utara. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. b. fungsi dan susunan organisasi. c. fungsi dan susunan organisasi. Bali. sistem dan prosedur administrasi. Pasal 28 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. Gorontalo. Prosedur dan Metode Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem dan prosedur administrasi. fungsi dan susunan organisasi. Prosedur. Sulawesi Tenggara. Bagian Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi : a. Maluku Utara. Maluku. metode kerja dan penyiapan naskah rancangan peraturan. Subbagian Pengembangan Sistem. Subbagian Kelembagaan III. perumusan tugas. dan evaluasi ketatalaksanaan serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Sulawesi Selatan. Sumatera Utara. Riau. perumusan tugas. Subbagian Tata Usaha Biro. dan d. analisa kebutuhan. penyusunan standar. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. (1) (2) (3) (4) 8 . perumusan tugas. penelaahan dan penyusunan pembakuan sarana kerja serta pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Pasal 26 Subbagian Kelembagaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan. c. Sumatera Selatan. dan Kalimantan Selatan. b. Kalimantan Tengah. b. Subbagian Evaluasi Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. penyusunan sistem dan prosedur administrasi. dan d. Jawa Tengah. Bengkulu. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Kalimantan Barat. Lampung. penyusunan standar. Nusa Tenggara Timur. serta penyiapan naskah rancangan peraturan di bidang tugas Sekretariat Jenderal. Subbagian Kelembagaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan. analisa kebutuhan. Papua dan Irian Jaya Barat. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. D. (1) (2) (3) Pasal 27 Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pembakuan sarana kerja. Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja.I Yogyakarta. Subbagian Evaluasi Tatalaksana. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Subbagian Pengembangan Sistem. dan c. Sumatera Barat. Kalimantan Timur. metode kerja. dan Jawa Timur. penyusunan pembakuan sarana kerja dan penyiapan pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. penyusunan standar. Kepulauan Riau. analisa jabatan. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Barat. Pasal 29 Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas : a. Pasal 30 Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. Subbagian Kelembagaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan. dan Metode Kerja. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. analisa kebutuhan. Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Barat. Subbagian Kelembagaan I. Banten. evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. Jambi.

Pasal 32 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Pasal 35 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. Subbagian Peraturan Perundangan. c. b. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. Pasal 34 Bagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Bagian Umum Kepegawaian. Pasal 37 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan bahan rencana formasi. b. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. Pensiun dan Disiplin Pegawai. penyiapan penyelesaian urusan jaminan hari tua.Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 31 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Departemen. b. Pasal 36 Bagian Umum Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangan-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. pengadaan. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. pengendalian kepangkatan. peraturan perundangan-undangan dan petunjuk kepegawaian. Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai. pengadaan dan penempatan. 9 . Bagian Pengembangan Pegawai.undangan. perencanaan dan penyiapan kenaikan pangkat. pemberhentian dan pensiun pegawai. b. koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Bagian Pemberhentian. perencanaan dan penyiapan cuti. pengadaan dan perencanaan alokasi formasi pegawai di lingkungan Unit Pusat maupun Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia serta perencanaan pengendalian kenaikan pangkat. d. kesejahteraan pegawai. penyusunan rencana dan penyiapan pengembangan pegawai. dan e. alokasi formasi dan pengendalian kepangkatan. d. Pasal 33 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. pengelolaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. kartu isteri/suami dan lain-lain sebagainya. c. serta urusan tata usaha Biro Kepegawaian. Subbagian Jaminan Sosial. Bagian Umum Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. c. dan f. pengadaan dan alokasi formasi. pengendalian kepangkatan. Subbagian Tata Usaha Biro. Kelompok Jabatan Fungsional. e. dan d. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. c. peraturan perundangundangan dan petunjuk kepegawaian. kesejahteraan dan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Mutasi Pegawai. dan d. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi.

dan d. penempatan dan pengembangan.(3) Subbagian Jaminan Sosial mempunyai tugas melakukan penyelesaian urusan jaminan hari tua/TASPEN. Pasal 42 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan. Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai. penyiapan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. penganalisaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan luar negeri dan pengurusan pegawai ke luar negeri dalam kerja sama teknis luar negeri serta pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi di lingkungan Departemen. dan c. pengembangan sistem dan pendidikan dan pelatihan luar negeri. piagam Dayaka Rhudika Pengayoman serta pembekalan bagi pegawai yang akan pensiun. Subbagian Mutasi IV. penyiapan pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi. c. pengangkatan. (2) Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pengembangan sistem kepegawaian. dan d. Pasal 38 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan. c. b. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kepegawaian. penyiapan penetapan penggajian. penempatan dan pengembangan pegawai. Pasal 40 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. Pasal 39 Untuk melaksanakan tugas sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 38. 10 . Subbagian Mutasi I. kepangkatan. dan penyiapan permohonan bantuan dana tabungan perumahan. b. penyiapan pengiriman pegawai ke luar negeri. b. dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan bahan seleksi pegawai. dan d. c. Pasal 41 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penganalisaan kebutuhan dan penyusunan kebutuhan pengembangan pegawai serta pemberian piagam penghargaan bagi pegawai yang telah menjalani pensiun. (3) Subbagian Penyaringan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. b. penyiapan dan penganalisaan kebutuhan pendidikan dan latihan dalam rangka pengembangan pegawai. kartu isteri/kartu suami. Subbagian Penyaringan Pegawai. Subbagian Mutasi III. Pasal 44 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Mutasi II. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. penyiapan penetapan pengangkatan dan kepangkatan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. penggajian. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri. penyiapan penetapan pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil.

kepangkatan. Nusa Tenggara. (4) Subbagian Mutasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. c. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. (2) Subbagian Mutasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Pensiun dan Disiplin Pegawai terdiri atas : a. Kepulauan Riau. golongan IV/b ke atas dan mutasi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. Bali. Gorontalo. Pensiun dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. penggajian. penggajian. Kalimantan. b. Maluku. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Subagian Pemberhentian dan Pensiun III. Banten. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa dan Banten. izin perkawinan dan perceraian serta cuti pegawai. Sulawesi. Pasal 49 Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. kepangkatan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Unit Pusat. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Subagian Pemberhentian dan Pensiun II. dan Irian Jaya Barat. dan Kalimantan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. Pasal 46 Bagian Pemberhentian. Irian Jaya Barat. Pasal 48 Bagian Pemberhentian. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. penyiapan pemberhentian dan pensiun pegawai. kepangkatan. dan d. Bali. Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian pemberhentian dan penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. Maluku Utara. Subagian Pemberhentian dan Pensiun I. Nusa Tenggara serta Cuti Pegawai. 11 . Kepulauan Bangka Belitung. Maluku. b. dan Gorontalo. Bagian Pemberhentian. Jawa. (3) Subbagian Mutasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 47 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. Pensiunan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan segala sesuatu di bidang pemberhentian dan pemensiunan. kepangkatan. (1) (2) (3) (4) Pasal 50 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha kepegawaian. Subagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai. Maluku Utara. dan c. penggajian. penyelesaian permohonan izin perkawinan. penggajian. Kepulauan Riau. Papua. Papua. perceraian dan cuti. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi. penegakan disipilin.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan.

pengurusan Kartu Pegawai di lingkungan Unit Pusat serta pengelolaan arsip Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa dari Golongan I sampai dengan Golongan IV. koordinasi. penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. penyusunan daftar urut kepegawaian setiap tahun. Jawa dan Banten. dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Subbagian Penggandaan I mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. b. Subbagian Penggandaan I. c. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Departemen. pencatatan mutasi kepegawaian. 12 . dan k. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:r a. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. b. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Departemen golongan IV seluruh Indonesia dan pengelolaan arsip kepegawaian golongan III sampai golongan IV pada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. pengelolaan arsip kepegawaian secara sistematis serta urusan kartu pegawai (KARPEG). (4) Subbagian Penggandaan II mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan. pengelolaan. pelaksanaan penyelesaian kerugian negara. penyusunan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Departemen. pembinaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penata usahaan administrasi keuangan Departemen. pengelolaan penggandaan. dan d. (2) Subbagian Tata Naskah II mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. Subbagian Tata Naskah I. i. pelaksanaan dan pengujian Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) Departemen. h. j. pengelolaan dan koordinasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Pasal 52 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas : a. b. c. dan d. e. f. d. g. penghimpunan data kepegawaian. Subbagian Tata Naskah II. pencatatan mutasi kepegawaian. pelaksanaan pengeluaran keuangan Departemen. Pasal 53 (1) Subbagian Tata Naskah I mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. dan mutasi kepegawaian dalam buku mutasi dan kartu mutasi pegawai yang bersangkutan. Subbagian Penggandaan II. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Sekretariat Jenderal. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 54 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan.Pasal 51 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 . Pasal 55 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 54. pencatatan segala pemindahan pegawai. c.

Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. penyiapan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 60 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Kepulauan Bangka Belitung.I. Sumatera Barat. D. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. c. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar. c. Bengkulu. penyiapan penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. b. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kelompok Jabatan Fungsional. Kalimantan Timur. Yogyakarta. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. Kalimantan Selatan. dan Lampung. Maluku Utara. Jawa Tengah. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran.Pasal 56 Biro Keuangan terdiri atas : a. Bagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 59 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas : a. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan d. DKI Jakarta. 13 . (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kepulauan Riau. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. Maluku. Pasal 58 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. c. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Papua dan Irian Jaya Barat. dan f. Riau. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. e. d. b. pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV. Sumatera Utara. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. Jambi. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan e. Kalimantan Tengah. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Jawa Timur dan Bali. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Departemen. d. b. Banten. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Administrasi Hukum Umum. Sumatera Selatan.

penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). monitoring dan pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. Pasal 64 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengelolaan. dan d. pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak. dan Nusa Tenggara Barat. b. Surat Setoran Bukan Pajak serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Pasal 63 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas : a. tata usaha keuangan. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Utara. Subbagian Perbendaharaan. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Nusa Tenggara Timur. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan pembinaan perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. c. c. Gorontalo. dan f. penyiapan bahan penilaian dan penyelesaian kerugian negara. b. bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Departemen dan urusan tata usaha Biro Keuangan. e. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. b. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Sulawesi Tenggara. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian dan pemberian pertimbangan serta mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah perbendaharaan dan ganti rugi. Sulawesi Barat. Sulawesi Tengah. penyiapan pembinaan dan penetapan pengelola keuangan. c. pengelolaan urusan tata usaha Biro Keuangan. Subbagian Tata Usaha Keuangan.(4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penerbitan Surat Perintah Membayar. penyiapan penyusunan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. 14 . Pasal 62 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. d. Subbagian Tata Usaha Biro. (1) (2) (3) (4) Pasal 65 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) mempunyai tugas melaksanakan pengujian Surat Perintah Pembayaran (SPP). pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Keuangan. biaya secara terpusat dan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. pembinaan perbendaharaan dan pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan perbendaharaan. Pasal 66 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. Subbagian Kerugian Negara.

c. pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Pasal 68 Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Surat Setoran Bukan Pajak. Jambi. b. dan g. Riau. Kalimantan Selatan. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Sulawesi Barat. Kepulauan Bangka Belitung.d. dan Lampung serta pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Sumatera Selatan. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. dan Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Jawa Timur dan Bali serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Kalimantan Tengah. Papua dan Irian Jaya Barat serta pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Sulawesi Tengah. Gorontalo. Maluku. (1) (2) (3) (4) Pasal 69 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I. DI. Yogyakarta. Sulawesi Utara. f. 15 . Sumatera Utara. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. penyusunan laporan keuangan Departemen serta bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. DKI Jakarta. Maluku Utara. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Bengkulu. Kalimantan Timur. Surat Setoran Bukan Pajak. dan d. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. e. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Jawa Tengah. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kepulauan Riau. Sumatera Barat. Surat Setoran Bukan Pajak. Pasal 67 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar terdiri atas : a. pelaksanaan monitoring penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II. Banten. Surat Setoran Bukan Pajak. Sulawesi Tenggara. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV. Perwakilan Imigrasi Luar Negeri.

Maluku. pengumpulan. Sulawesi Tengah. Sulawesi Tenggara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Sumatera Utara. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur. 16 . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Nusa Tenggara Timur. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. c. Sulawesi Utara. d. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . pengumpulan. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. dan Nusa Tenggara Barat. Pasal 74 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. penyusunan pelaksanaan anggaran. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Maluku Utara. pengumpulan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Jawa Timur dan Bali. Banten. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. dan d. pengumpulan. dan Lampung. Kepulauan Riau. Gorontalo. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Kalimantan Selatan. penyiapan pembinaan dan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. dan e. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. DKI Jakarta. Sumatera Barat. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. b. pengumpulan. Pasal 71 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas : a. c. penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. DI.Pasal 70 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Pasal 72 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Jambi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Jawa Tengah. (1) (2) (3) (4) Bagian Keenam Biro Perlengkapan Pasal 73 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perlengkapan di lingkungan Departemen. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Sumatera Selatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Yogyakarta. Bengkulu. Riau. Sulawesi Barat. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Kepulauan Bangka Belitung. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. b. Papua dan Irian Jaya Barat.

penganalisaan kebutuhan dan penyusunan pembakuan perlengkapan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perlengkapan. pelaksanaan pembelian perlengkapan. penelahaan dan penyiapan penilaian harga dan mutu perlengkapan. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran. Bagian Penghapusan. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Pembakuan mempunyai tugas melakukan penyiapan analisa kebutuhan perlengkapan dan pembakuan perlengkapan. e. pelaksanaan penyimpanan. dan c. Pasal 78 Bagian Analisa Kebutuhan terdiri atas : a. penyaluran dan pemeliharaan perlengkapan. d. penganalisaan kebutuhan dan penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. dan penyiapan penetapan kebijakan penghapusan. Subbagian Pembelian. Pasal 79 (1) Subbagian Penyediaan Data mempunyai tugas melakukan penyediaan data kebutuhan perlengkapan serta penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. b. Pasal 76 Bagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan Departemen. 17 . (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perelengkapan. d. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Analisa Kebutuhan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Inventarisasi. Subbagian Harga dan Mutu. b. Pasal 77 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. Pasal 80 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pengadaan perlengkapan Departemen. e. b. Bagian Pengadaan. b. Subbagian Tender. c. pelaksanaan pengadaan perlengkapan. Pasal 81 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. c. dan f. b. Pasal 82 Bagian Pengadaan terdiri atas : a. Subbagian Penyediaan Data. penyediaan data. Bagian Analisa Kebutuhan. dan c. dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. dan c. Pasal 75 Biro Perlengkapan terdiri atas : a.b. pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan statistik perlengkapan. Subbagian Pembakuan. pelaksanaan tender dan penyiapan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan.

Pasal 83 (1) Subbagian Harga dan Mutu mempunyai tugas melakukan pengumpulan informasi dan mengikuti perkembangan harga dan mutu sebagian bahan penilaian perlengkapan yang diperlukan. (2) Subbagian Tender mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tender dan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. dan c. (2) Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan mempunyai tugas melakukan pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. Pasal 86 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran terdiri atas : a. penelaahan dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. dan c. b. b. Pasal 89 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Subbagian Statistik dan Laporan. penyusunan statistik dan laporan. Pasal 87 (1) Subbagian Pergudangan dan Penyaluran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman. Subbagian Pemeliharaan. Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan. (3) Subbagian Statistik dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik dan laporan. Subbagian Pergudangan dan Penyaluran. pengaturan inventarisasi serta penyusunan statistik perlengkapan. Subbagian Pembukuan. (3) Subbagian Pembelian mempunyai tugas melakukan pembelian perlengkapan berdasarkan hasil penilaian harga dan mutu perlengkapan yang diperlukan Departemen. b. dan c. (3) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. Pasal 90 Bagian Inventarisasi terdiri atas : a. Subbagian Pendataan Inventaris. b. penyiapan pembukuan perlengkapan. Bagian Inventarisasi menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan data inventaris dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. dan c. pengeluaran dan penyaluran serta pemeliharaan perlengkapan. pengeluaran serta penyaluran perlengkapan. Pasal 88 Bagian Inventarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman. penyimpanan. Pasal 85 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. Pasal 91 (1) Subbagian Pembukuan mempunyai tugas melakukan penyusunan pembukuan arsip induk inventaris. penyiapan serta penyusunan rencana penyaluran perlengkapan. (2) Subbagian Pendataan Inventaris mempunyai tugas melakukan penelaahan. penerimaan. 18 . Bagian Penyimpanan dan Penyaluran menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan pedoman penyusunan pengaturan dan penyimpanan. Pasal 84 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran mempunyai tugas melaksanakan penerimaan.

Lembaga Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan. Subbagian Pelaksanaan Penghapusan. b. 19 . dan c. Pasal 93 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penyiapan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. Pasal 97 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. b. (3) Subbagian Pelaksanaan Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. (2) Subbagian Perubahan Status Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. Subbagian Perubahan Status Perlengkapan. Bagian Informasi dan Komunikasi. Subbagian Penilaian. dan c.Pasal 92 Bagian Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman penetapan penghapusan perlengkapan. dan d. Bagian Hubungan Luar Negeri. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 98 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. Bagian Penghapusan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 99 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan serta kerja sama dengan instansi lain. Bagian Ketujuh Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri Pasal 96 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri serta pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. pelaksanaan hubungan dengan kelembagaan Pemerintah. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan. penyiapan penelaahan dan pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. penyiapan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri. c. b. penelitian dan penilaian serta pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. dan c. Pasal 95 (1) Subbagian Penilaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 94 Bagian Penghapusan terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional.

tukar menukar informasi dan pengalaman. (3) Subbagian Penyusunan Program. Bagian Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan menyelenggaraan fungsi: a. pemberian penerangan dan penerimaan informasi serta kerja sama dengan organisasi masyarakat. Pasal 103 Bagian Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan kerja sama dengan Badanbadan Internasional dan antar negara serta penyusunan program evaluasi dan laporan. Subbagian Kerja Sama Antar Negara. Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. (2) Subbagian Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melakukan penghimpunan produk hukum dan peraturan perundang-undangan dari negara lain. dan c. Pasal 101 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan terdiri atas : a. dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. penerbitan dan penyebaran kuasa hasil penerbitan. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. Pasal 108 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. Bagian Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Badan-badan Internasional (Organisasi/Lembaga Internasional). Evaluasi. pengolahan dan penyajian berita. Pasal 102 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. pendistribusian dan penyebaran bahan hasil penerbitan. dokumentasi dan perpustakaan serta urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. pelaksanaan penyusunan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. Pasal 105 Bagian Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. dan b. pelaksanaan hubungan kerja sama di bidang hukum dengan negara-negara lain (Antar Negara/Pemerintah). b. dan c. Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan. Subbagian Penyusunan Program. b. dan Laporan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. serta penerbitan berkala. Pasal 106 (1) Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan penyiapan bahan hubungan kerja sama Badan-badan Internasional dan perwakilan asing yang berada di Indonesia. pengelolaan dan penyajian berita. Pasal 107 Bagian Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian informasi tentang kegiatan Departemen. (2) Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan. dan b. 20 .Pasal 100 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Evaluasi. Pasal 104 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103.

Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. d. c. pengelolaan urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan konfrensi pers dan wawancara serta bahan informasi untuk penerbitan majalah interen dan eksteren. c. b. Pasal 110 Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita mempunyai tugas melakukan pencarian. b. dan d. Bagian Tata Usaha Departemen. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa. pengumpulan bahan informasi yang berasal dari dalam maupun luar Departemen untuk diolah. disusun dan disajikan sebagai berita dan penerbitan berkala kegiatan Departemen. pengelolaan kearsipan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Tata Usaha Pimpinan. (1) (2) (3) (4) 21 . pelaksanaan pembinaan sikap mental pegawai. Bagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan rumah tangga dan tata usaha Biro Umum. b. Pasal 113 Biro Umum terdiri atas : a. Pasal 112 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pelaksanaan kegiatan pers dan media massa. Subbagian Tata Usaha Biro. pembinaan dan pelaksanaan tata usaha di lingkungan Departemen. b. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan semua bahan dokumentasi serta pengelolaan perpustakaan. Bagian Pengamanan. dan e. d. Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. c. Pasal 114 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melaksanakan dan menyiapkan pembinaan tata usaha dan kearsipan di lingkungan Departemen. Bagian Kedelapan Biro Umum Pasal 111 Biro Umum mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Departemen. pengurusan pengetikan dan penggandaan.b. pelaksanaan urusan keamanan dalam. Pasal 109 Bagian Informasi dan Komunikasi terdiri atas : a. penyiapan urusan surat menyurat. dan d. Bagian Bina Sikap Mental. dan f. dan c. c. e. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. Pasal 115 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114.

pelaksanaan urusan kesehatan. Bagian Bina Sikap Mental menyelenggarakan fungsi : a. b. kesehatan. Subbagian Agenda dan Pengiriman mempunyai tugas melakukan pengagendaan dan pengiriman surat. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. (1) (2) (3) (4) Pasal 118 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. c. dan kesejahteraan pegawai lainnya. dan d. (1) (2) (3) (4) Pasal 122 Bagian Bina Sikap Mental mempunyai tugas melaksanakan urusan pembinaan rohani. Pasal 119 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. Subbagian Persuratan. dan c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. penyiapan pelaksanan rapat dan acara Pimpinan Departemen. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Staf Ahli. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengurusan pengetikan. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 121 Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri. b. Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan protokol meliputi penerimaan tamu. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Agenda dan Pengiriman. b.Pasal 116 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri atas : a. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. penggandaan dan penjilidan. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Subbagian Protokol. dan d. Pasal 120 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas : a. pembinaan dan pengelolaan kearsipan. Pasal 117 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pengurusan pembinaan surat menyurat. Subbagian Arsip. pelaksanaan urusan tata usaha Staf Ahli. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. b. pelaksanaan urusan pembinaan rohani dan sosial pegawai. Pasal 123 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 . Subbagian Tata Usaha Menteri. 22 . c. pelaksanaan urusan protokol. c. dan d.

dan c. Subbagian Rohani dan Sosial. Pasal 131 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Subbagian Gaji. pengangkutan pegawai serta administrasi perjalanan dinas. dan c. Subbagian Kesehatan Pegawai. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. (2) Subbagian Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan kesehatan pegawai. Subbagian Pengamanan Pimpinan. (1) (2) (3) (4) Pasal 130 Bagian Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan di lingkungan Departemen. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar gaji. b. b. b. dan d. pembuatan daftar gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. c. Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi. telepon. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengurusan penggunaan kendaraan dinas. Pasal 127 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. dan d. Subbagian Urusan Dalam. penggunaan rumah dinas/jabatan di lingkungan Departemen dan penyiapan tempat rapat/pertemuan. pengurusan pengangkutan dan perjalanan dinas. listrik. pelaksanaan pengamanan fisik pimpinan Departemen. Pasal 126 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal.Pasal 124 Bagian Bina Sikap Mental terdiri atas : a. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai lainnya. air. Pasal 129 Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pemeliharaan sarana fisik dan sarana lainnya. Subbagian Pengamanan Lingkungan. 23 . b. Pasal 125 (1) Subbagian Rohani dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan mental dan rohani serta usaha sosial pegawai. Bagian Pengamanan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penerbitan dan pengamanan fisik bangunan dan perlengkapan di lingkungan Departemen. Pasal 132 Bagian Pengamanan terdiri atas : a. pengaturan dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Biro. pengurusan penggunaan sarana fisik dan sarana lainnya di Kantor Departemen. pelaksanaan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia. dan c. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas. Pasal 128 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Kesejahteraan. c. b.

24 . (2) Subbagian Pengamanan Lingkungan mempunyai tugas melakukan ketertiban di lingkungan Departemen.Pasal 133 (1) Subbagian Pengamanan Pimpinan mempunyai tugas melakukan pengamanan fisik Pimpinan Departemen dan tamu penting. (3) Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi mempunyai tugas melakukan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia di lingkungan Departemen.

Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. e. Direktorat Publikasi.undangan. dan e. publikasi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 136 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 134 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan perundang. d. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pedoman. serta Pasal 135 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.undangan. d. c. Bagian Keuangan. dan e. 25 . dan f. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pelaksanaan urusan tata usaha. kriteria dan prosedur di bidang perancangan. evaluasi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan kepegawaian. b. litigasi perundangundangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah.undangan. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang. c. c. harmonisasi. penyusunan laporan kegiatan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. harmonisasi. pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. Bagian Kepegawaian. d. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perancangan. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 137 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang. program dan anggaran. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. b. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Sekretariat Direktorat Jenderal. norma. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. d. c. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Pasal 139 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. publikasi.undangan. Pasal 138 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. perumusan standar. Direktorat Litigasi Perundang. publikasi. harmonisasi.

26 . penggajian. Pasal 142 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. Pasal 145 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pendataan. Pasal 143 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun. dan f. penyiapan pengelolaan. (2) Subbagian Mutasi. penyajian data dan informasi. dan penyusunan laporan. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. b. Informasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. Pasal 147 (1) Subbagian Umum Kepegawaian dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyajian data dan informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. program dan anggaran. Bagian Tata Usaha. evaluasi program. Subbagian Data. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 140 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. kepangkatan. (2) Subbagian Data. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. program dan anggaran. pengolahan . serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 146 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. program dan anggaran. dan b. penyajian data dan informasi. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. pengolahan. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 144 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengolahan.e. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. b. Informasi dan Laporan. pengelolaan. dan c. Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jabatan Fungsional. dan b.

pengelolaan arsip dan dokumentasi. Pasal 157 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. serta pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. hubungan masyarakat dan protokol. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 150 Bagian Keuangan terdiri atas : a. dan b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. b. pengelolaan urusan rumah tangga. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan serta urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. pelaksanaan anggaran. Pasal 153 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. penggandaan dan pengiriman. serta pembukuan. Pasal 154 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. dan c. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pembuatan daftar gaji dan pelaksanaan pembayaran gaji pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 151 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. urusan dalam dan pengamanan. Pasal 155 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 152 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. 27 . pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.Pasal 148 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan b. dan b. pengetikan. Pasal 149 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148. pengelolaan urusan perlengkapan. serta pembukuan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 156 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan hubungan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Rumah Tangga.

metode. pembahasan rancangan undang.undangan. d. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. hubungan masyarakat dan protokol. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Metode. metode. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. e. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. d. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. penyusunan standar.undangan. Subbagian Tata Usaha.undangan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. dan pengiriman. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang. metode. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perencanaan. c. pembahasan rancangan undang-undang. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi. c. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. metode. pembahasan rancangan undang-undang. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 160 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perancangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. Pasal 162 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Pasal 159 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.undang. Subbagian Persuratan. norma. pembahasan rancangan undang-undang. b. pengevaluasian pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan. penggandaan. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. dan e.Pasal 158 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. 28 . Pasal 161 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. Teknik. b. Pasal 163 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. pedoman. pembimbingan teknis di bidang perencanaan. pengetikan.undangan. dan g. b. dan c.

Subdirektorat Metode. Pasal 165 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Pasal 167 (1) Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang perencanaan dan pengevaluasian penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan bimbingan teknis peraturan perundang-undangan. penyiapan evaluasi pelaksanaan dan laporan di bidang penyusunan rencana dan program penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode. prosedur di bidang penyusunan rencana dan program. Pasal 170 Subdirektorat Metode. pedoman. Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang-undangan. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan laporan pelaksanaan program penyusunan peraturan perundang-undangan. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program. kriteria. (2) Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program serta pengumpulan dan pengolahan data penyusunan peraturan perundang-undangan. dan d. teknik dan bahasa perundang-undangan. penyiapan penyusunan standar. dan bahasa perundang-undangan. b. Pasal 166 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas : a. c. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan b. prosedur di bidang pengumpulan dan pengolahan bahan pengkajian dan penyusunan usul prakarsa perancangan peraturan perundangundangan. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a.undangan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengembangan metode. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. b. penyiapan penyusunan standar. Pasal 168 Subdirektorat Metode. Seksi Penyusunan Rencana dan Program. norma. penyiapan evaluasi perancangan peraturan perundang-undangan. dan b. Teknik. kriteria. 29 . kriteria. teknik. kriteria. dan d. prosedur. Pasal 169 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. c. norma. pedoman. pedoman. Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan serta penyiapan konsep rancangan peraturan perundang-undangan. serta penyiapan materi perancangan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 164 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. bimbingan teknis dan evaluasi di bidang metode dan teknik. penyusunan standar. penyusunan standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. norma. Pasal 171 (1) Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan program kegiatan tahunan dan 5 (lima) tahunan. norma.

Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. Pasal 178 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. pembimbingan dan pembinaan teknis perancang peraturan perundang-undangan. jawaban pemerintah dan sambutan pemerintah mengenai rancangan undang. kurikulum. pelaksanaan evaluasi dan laporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat.Pasal 172 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan penyiapan bahan pembahasan rancangan undang-undang. penyiapan konsep keterangan pemerintah. dan b. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang menyelenggarakan fungsi : a. pengevaluasian. serta pemantauan dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. c. e. sambutan pemerintah. b. Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. penyusunan pedoman.undangan. c. pengelolaan administrasi pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. 30 . penyiapan konsep keterangan pemerintah. dan b.undangan. b. dan penyiapan laporan mengenai jabatan fungsional perancang peraturan perundang-undangan. d. penyiapan penilaian dan pengajuan usul pengangkatan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. dan silabus. Pasal 176 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. jawaban pemerintah. penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah dan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah rancangan undang. Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. Pasal 177 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. Pasal 174 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang terdiri atas : a.undangan berdasarkan kebijakan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. penyiapan evaluasi dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. perlengkapan dan akomodasi pembahasan. jawaban pemerintah. pemantauan. dan d. penyiapan konsep keterangan pemerintah. Pasal 175 (1) Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan pembahasan rancangan undang-undang untuk disampaikan kepada Presiden dan penyiapan daftar inventarisasi masalah beserta jawabannya untuk dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. sambutan pemerintah. pengkoordinasian pendidikan teknis jabatan fungsional perancang peraturan perundang. dan g. (2) Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan fasilitasi pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. serta sistem dan metode pendidikan teknis perancang peraturan perundang. penyiapan data dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang. Pasal 173 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. f.

pembulatan. perumusan. d. penyediaan dan penyajian data atau bahan hukum dan peraturan perundang-undangan untuk dipublikasikan. Bagian Kelima Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Pasal 184 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. dan c. penghimpunan dan penginventarisasian peraturan perundang-undangan untuk bahan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemantauan perkembangan peraturan perundang-undangan.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan perancang peraturan perundang-undangan. dan pemantapan konsepsi/ prakarsa rancangan undang-undang dan rancangan peraturan perundang-undangan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektor. Pasal 182 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumentasi dan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 180 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengelolaan dokumentasi dan pengelolaan perpustakaan. perumusan dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan. pembulatan dan pemantapan konsepsi prakarsa Rancangan Undang-Undang. Pasal 185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184. penginventarisasian.undangan. pengharmonisasian. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengelolaan Dokumentasi.undangan. buku hukum dan peraturan perundang-undangan. Pasal 181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. b. penyiapan pengusulan pengangkatan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. dan penilaian perancang peraturan perundangundangan. (2) Seksi Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian fasilitasi pencarian bahan hukum. buku hukum. koordinasi. pengharmonisasian. evaluasi dan analisa pelaksanaan kebijakan harmonisasi peraturan perundang-undangan. e. Pasal 183 (1) Seksi Pengelolaan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penghimpunan. (2) Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pendataan. 31 . pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundangundangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan. c. dan g. dan b. b. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. dan penyajian bahan hukum. dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan.Pasal 179 (1) Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang. penyediaan. f. Seksi Perpustakaan Hukum. dan peraturan perundang-undangan.

Pasal 191 (1) Seksi Analisa Bidang Politik. dan b. pertahanan. Hukum dan Keamanan II. hukum dan hak asasi manusia. perbankan. Pasal 192 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. peradilan. Hukum dan Keamanan menyelenggarakan fungsi : a. dan d. keamanan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. Seksi Analisa Bidang Politik. luar negeri. keamanan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Hukum dan Keamanan. Perdagangan. pertanahan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. peradilan.undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang politik. dalam negeri. luar negeri.undangan di bidang politik. hukum dan hak asasi manusia.dalam negeri. keamanan. pertahanan.Pasal 186 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. peradilan. c. peradilan. e. Hukum dan Keamanan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Seksi Analisa Bidang Politik. Hukum dan Keamanan I. 32 . peradilan. pertahanan. kejaksaan. penganalisaan. keamanan. Riset dan Teknologi. pertanahan. Hukum dan Keamanan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. luar negeri. Hukum dan Keamanan terdiri atas : a.dalam negeri. luar negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. luar negeri. keamanan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan. hukum dan hak asasi manusia. pembulatan dan pemantapan konsepsi / prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. b. dan badan usaha milik negara. dalam negeri. Pasal 189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188.undangan di bidang politik. Subbagian Tata Usaha. Pasal 187 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan. pengharmonisasian. Pasal 190 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. komunikasi dan informasi. pertanahan. keamanan. kejaksaan. kejaksaan. hukum dan hak asasi manusia. lembaga keuangan bukan bank. pembulatan. Pasal 188 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik.dalam negeri. hukum dan hak asasi manusia. kejaksaan dan peradilan. dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. dan f. luar negeri. d. (2) Seksi Analisa Bidang Politik. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang dalam negeri. pertanahan. pertanahan. pertanahan. pertahanan. pertahanan. serta hukum dan hak asasi manusia. c. investasi. kejaksaan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. penyusunan rancangan peraturan perundang. Hukum dan Keamanan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. kejaksaan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang politik. b. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang. pertahanan.

pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. perkebunan. Pasal 194 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan terdiri atas : a. peternakan. energi sumber daya mineral. pengharmonisasian. tata ruang. Perdagangan. perdagangan.Pasal 193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. dan perhubungan. Riset dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. dan badan usaha milik negara. perbankan. perikanan. 33 . Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I. investasi. perdagangan. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. investasi. pembangunan kawasan tertinggal. koperasi. perbankan. perikanan. pekerjaan umum. pertanian. kelautan. dan perhubungan. pekerjaan umum. perkebunan. usaha kecil dan menengah. pembangunan kawasan tertinggal. pekerjaan umum. energi sumber daya mineral. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang lembaga keuangan bukan bank. perikanan. komunikasi. ketenagakerjaan. b. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. dan perhubungan.undangan di bidang industri. riset dan teknologi. usaha kecil dan menengah. kelautan. usaha kecil dan menengah. perikanan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang industri. kelautan. tata ruang. dan d. pekerjaan umum. Pasal 196 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. tata ruang. kelautan. investasi dan badan usaha milik negara. transmigrasi. riset dan teknologi. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. perbankan. riset dan teknologi. peternakan. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. Riset dan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. pertanian. energi sumber daya mineral. penyusunan rancangan peraturan perundang. penganalisaan. dan badan usaha milik negara.undangan di bidang industri. komunikasi. dan perhubungan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. koperasi. komunikasi. transmigrasi. riset dan teknologi. ketenagakerjaan. komunikasi. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. perkebunan. pertanian. koperasi. transmigrasi. peternakan. peternakan. transmigrasi. kelautan. riset dan teknologi. tata ruang. dan d. perkebunan. b. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II. pertanian. tata ruang. dan badan usaha milik negara. investasi. komunikasi. Perdagangan. koperasi. ketenagakerjaan. energi sumber daya mineral. ketenagakerjaan. energi sumber daya mineral. perdagangan. perdagangan. dan b. perdagangan. dan badan usaha milik negara. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pembangunan kawasan tertinggal. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang keuangan dan perbankan. perbankan. dan pembangunan kawasan tertinggal. dan perhubungan. perkebunan. transmigrasi. ketenagakerjaan. koperasi. Pasal 195 (1) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. usaha kecil dan menengah. pekerjaan umum. Pasal 197 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. pengharmonisasian. peternakan. c. investasi. lembaga keuangan bukan bank. usaha kecil dan menengah. lembaga keuangan bukan bank. lembaga keuangan bukan bank. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan menyelenggarakan fungsi : a. perikanan. penganalisaan. (2) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pertanian. pembangunan kawasan tertinggal. lembaga keuangan bukan bank. c.

Pasal 202 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri atas : a. Perdagangan. budaya. pendidikan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang industri. pariwisata. pariwisata. transmigrasi. (2) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Pasal 199 (1) Seksi Analisa Bidang Industri. Riset dan Teknologi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. perumahan rakyat. komunikasi. lingkungan hidup. pendidikan. ketenagakerjaan. dan pemberdayaan perempuan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang perdagangan. pekerja umum. Pasal 203 (1) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Perdagangan. pemuda dan olah raga. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II. aparatur negara. (2) Seksi Analisa Bidang Industri. pemberdayaan perempuan. kelautan. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. perumahan rakyat. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. lingkungan hidup. aparatur negara. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Pasal 200 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. pariwisata. pemberdayaan perempuan. aparatur negara. perumahan rakyat. perumahan rakyat. budaya. Seksi Analisa Bidang Industri. sosial. riset dan teknologi. 34 . pemberdayaan perempuan. kesehatan. pemberdayaan perempuan. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. pendidikan. kesehatan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang kesehatan. pertanian. Pasal 201 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. perhubungan. Riset dan Teknologi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pemuda dan olah raga. b. sosial. lingkungan hidup. koperasi. penganalisaan. budaya.undangan di bidang agama.Pasal 198 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. pendidikan. aparatur negara. budaya. c. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. dan b. perumahan rakyat. pemberdayaan perempuan. Riset dan Teknologi I. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang agama. perkebunan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. dan pembangunan kawasan tertinggal. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pendidikan. perikanan. sosial. kesehatan. lingkungan hidup. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. Perdagangan. kesehatan. perumahan rakyat. dan d. pemuda dan olah raga. Riset dan Teklonogi terdiri atas : a. Seksi Analisa Bidang Industri. sosial. budaya. usaha kecil dan menengah. pengharmonisasian. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pariwisata. pariwisata. Perdagangan. aparatur negara. energi sumber daya mineral. sosial. pariwisata. tata ruang dan pembangunan kawasan tertinggal. budaya. dan b. aparatur negara. pendidikan. lingkungan hidup. kesehatan. Perdagangan. Riset dan Teknologi II. pemuda dan olah raga. sosial. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang agama. peternakan. lingkungan hidup.

kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. pelaksanaan administrasi kerja sama pengembangan tenaga perancang peraturan perundangundangan dan tenaga lain yang terkait. penyusunan. penggandaan. c. pendistribusian. percetakan dan penerbitan peraturan perundang-undangan dan dokumen-dokumen hukum. pelaksanaan administrasi. distribusi dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan. Pasal 208 Subdirektorat Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. dan f. c. b. 35 .undangan. perumusan dan pembahasan dokumen perjanjian kerja sama dan publikasi peraturan perundangundangan dengan pihak luar negeri. penyiapan dan penerjemahan bahan hukum untuk mendukung kegiatan perancangan dan bahan pertimbangan peraturan perundang-undangan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 204 Direktorat Publikasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan publikasi. e. dan pendistribusian peraturan perundang-undangan. f.undangan baik di tingkat nasional maupun internasional dengan instansi terkait. pendokumentasian. pengundangan. d. e. bersama instansi terkait. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan kepada instansi terkait dan masyarakat. koordinasi program kerja sama dan publikasi peraturan perundang-undangan dengan negara berkembang dan negara maju. penyiapan. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan. dan i. g. d. d. penginvetarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan digandakan. penyelenggaraan sistem informasi peraturan perundang. c. Subdirektorat Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Keenam Direktorat Publikasi. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan.undangan. Direktorat Publikasi. pengkoordinasian penyelenggaraan kerja sama dan publikasi peraturan perundang. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Pasal 205 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. h. Subdirektorat Kerja Sama. Pasal 209 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. Pasal 206 Direktorat Publikasi. evaluasi dan laporan pemanfaatan kerja sama dan publikasi bahan peraturan perundang-undangan. b. Subdirektorat Publikasi. b. Subbagian Tata Usaha. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 207 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang publikasi.

Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a.undangan. Seksi Penerbitan. (2) Seksi Distribusi dan Penyebarluasan mempunyai tugas melakukan pendistribusian. Subdirektorat Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. 36 .undangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi pengundangan. c. penyusunan rencana kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan diundangkan.undangan. tambahan lembaran negara. Pasal 211 (1) Seksi Penerbitan mempunyai tugas melakukan kegiatan penerbitan dan penerjemahan bahan pendukung perancangan dan termasuk peraturan perundang-undangannya. pendistribusian dan penyebarluasan bahan pendukung peraturan perundang-undangan kepada pihak yang relevan. c. dan d. dan b. Pasal 217 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan serta publikasi bahan pendukung perancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 210 Subdirektorat Publikasi terdiri atas : a. pendokumentasian dan pengelolaan berkas peraturan perundangundangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengundangan peraturan perundangundangan.e. dan f. pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang. Pasal 213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. dan d. b. b. Pasal 216 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang. berita negara dan tambahan berita negara. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kerja sama. penyiapan. Pasal 215 Seksi Perencanaan dan Penyelenggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan perencanaan program dan penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan dengan pihak luar negeri. pengelolaan administrasi lembaran negara. Pasal 214 Subdirektorat Kerja Sama membawahi Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan. penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. instansi pemerintah maupun non pemerintah serta pengevaluasian dan penyiapan laporan pelaksanaan kegiatan. penyusunan pedoman kerja sama dan petunjuk pelaksanaan kerja sama di bidang peraturan perundang. Pasal 212 Subdirektorat Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengembangan program kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan baik tingkat nasional maupun internasional serta evaluasi dan laporan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan publikasi. Seksi Distribusi dan Penyebarluasan.

37 . Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan Pasal 224 Direktorat Litigasi Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang litigasi perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan sistem informasi peraturan perundangundangan. Seksi Administrasi Pengundangan.undangan dan pengelolaan administrasi lembaran negara. Pasal 223 (1) Seksi Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisa. Seksi Aplikasi. pengelolaan.undangan. dan b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang litigasi perundangundangan. berita negara dan tambahan berita negara. dan d. Prasarana. dan Implementasi. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang. tambahan lembaran negara. pengundangan peraturan perundang. Prasarana.undangan yang akan diundangkan. pengelolaan data dan implementasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. b. Seksi Dokumentasi. Pasal 220 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang. Seksi Sarana. sarana dan prasarana sistem informasi peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang-undangan serta penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas. b. Pasal 219 (1) Seksi Administrasi Pengundangan mempunyai tugas melakukan penyiapan. Direktorat Litigasi Perundangundangan menyelenggarakan fungsi : a. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang. dan b.undangan mempunyai tugas melaksanakan sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. (2) Seksi Sarana. Pasal 222 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a.Pasal 218 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 225 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. perencanaan. jaringan dan perangkat keras sistem dan pengolahan data. pengelolaan sistem. serta implementasi sistem informasi peraturan perundang-undangan. dan Implementasi mempunyai tugas melakukan persiapan. c. perumusan pedoman dan petunjuk pelaksanaan dalam penyusunan atau pembuatan keterangan pemerintah permohonan pengujian undang-undang. Pasal 221 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220.

penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undangundang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan d. terdiri atas : a. dan e. Pasal 228 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penelaahan. Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga. c. Pasal 226 Direktorat Litigasi Perundang-undangan. dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. risalah persidangan dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. d.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. d. Pasal 230 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan terdiri atas : a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. pemantauan. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan. pelaksanaan pendampingan atas setiap pengujian undang-undangterhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah dan pendampingan atas pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 229 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama dan koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pasal 227 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. dan h. perencanaan. b. penyiapan dan pengkordinasian dalam rangka pendampingan persidangan atas setiap pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang terhadap undang undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas pengujian suatu undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dengan departemen/lembaga pemerintah non departemen terkait. pencarian. Subbagian Tata Usaha. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. f.c. b. dan b. jadual persidangan. penyusunan. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemeritah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang. pengkoordinasian. Pasal 231 (1) Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan. pemantauan. sinkronisasi dan pemantapan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. persiapan dan penyampaian kelengkapan persidangan serta menerima release. (2) Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan mempunyai tugas melakukan koordinasi dan monitoring persidangan. 38 . Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan. pengkajian dan analisis putusan atas permohonan pengujian undang.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 serta pendampingan persidangan di Mahkamah Konstitusi. c. g. penyusunan. e. pengumpulan. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan menyelenggarakan fungsi : a.

penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi dengan masyarakat. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang fasilitasi bahan dan analisis atas pelaksanaan pengujian undang. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja sama dalam rangka pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan d. pengolahan dan pendokumentasian bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang. Laporan dan Dokumentasi. pemantauan .undang terhadap undang. penyusunan perencanaan.Pasal 232 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. Pasal 238 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga membawahi Seksi Kerja sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat. dan b. Pasal 233 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. c. monitoring dan penyusunan laporan direktorat litigasi serta pendokumentasian bahan/data dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. Pasal 235 (1) Seksi Penyiapan Bahan dan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyelenggaraan dan pengembangan program kerja sama antar lembaga serta koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. 39 . Seksi Penyiapan Bahan dan Data.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Laporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan analisis putusan atas permohonan pengujian undang-undang. b. c.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. d. b.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. evaluasi. Pasal 237 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. penganalisaan atas bahan dan putusan atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan penyiapan dan penyusunan laporan di bidang litigasi perundangundangan.undang dasar negara republik indonesia tahun serta melaksanakan analisis dan pendokumentasian bahan dan putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan e. Pasal 234 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis terdiri atas : a. penyiapan. pengolahan bahan keterangan pemerintah dan pendokumentasian data dalam rangka pelaksanaan pengujian undang. pemantauan. (2) Seksi Analisis. penyusunan perencanaan. Pasal 236 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan. Seksi Analisis. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi antar lembaga penyelenggara negara.

Seksi Pengumpulan Data. dan h. penyediaan sarana mediasi dan konsultasi dalam perancangan peraturan daerah. d. dan b. Bagian Kedelapan Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah Pasal 240 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. e. penyusunan. Pasal 245 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. penyajian dan pengolahan data peraturan daerah. pengumpulan. penyiapan dan pengolahan data serta penyajian dan penyaluran informasi peraturan daerah.undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah. c. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi. d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. pengolahan. dan f. Pasal 244 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data peraturan daerah. pemantauan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 241 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. Kabupaten/Kota. f. pelaksanaan pembinaan teknik perancangan peraturan daerah. analisa. b. penyiapan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. Kelompok Jabatan Fungsional. penyajian dan penyaluran informasi. pengumpulan dan penyusunan secara peraturan daerah. penelaahan dan perumusan serta pelaporan kegiatan direktorat. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data. dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Seksi Pengolahan Data. Pasal 243 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan. g. Pasal 246 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. b. b.Pasal 239 Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama antar lembaga penyelenggara negara dan masyarakat. Pasal 242 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah terdiri atas : a. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi: a. 40 . e. c. dan c.

sarana mediasi dan konsultasi penyusunan dan perancangan peraturan daerah. Pasal 254 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah membawahi Seksi Bimbingan dan Latihan. pengevaluasian dan penyusunan laporan hasil kegiatan bimbingan dan latihan. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dalam rangka pelaksanaan atas bimbingan dan latihan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia maupun instansi terkait lainnya. Pasal 251 (1) Seksi Perencanaan dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait serta evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 248 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. dan pelaporan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 253 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. penyusunan. Pasal 256 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas penyiapan. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Kabupaten/Kota serta penyajian dan penyaluran informasi. dan b. Pasal 249 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas bimbingan dan latihan. Pasal 255 Seksi Bimbingan dan Latihan mempunyai tugas melakukan persiapan bimbingan dan latihan. Pasal 252 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pemberian pembinaan teknik kepada tenaga perancang peraturan perundang-undangan dalam penyusunan dan perancangan peraturan daerah baik di Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan analisa dan evaluasi peraturan daerah. penyusunan jadual dan pelaksanaan bimbingan dan latihan. Seksi Perencanaan dan Program. b. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan latihan. Pasal 250 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan terdiri atas : a. Kabupaten/Kota. Kabupaten/Kota. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. c. 41 . dan d. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah.Pasal 247 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan b. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a.

pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas mediasi dan konsultasi perancangan. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pasal 258 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi membawahi Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi. pemantauan.Pasal 257 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. penelaahan. Pasal 259 Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan mediasi dan konsultasi. pelaksanaan mediasi dan konsultasi terhadap pihak yang memerlukan. pengevaluasian dan penyusunan laporan atas kegiatan mediasi dan konsultasi. pelaksanaan kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait serta penyusunan evaluasi dan laporan. 42 . b. penyiapan rancangan kebijakan teknis.

c. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Pidana. 43 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. d. program dan anggaran. dan e. Pasal 261 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. perumusan standar. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan laporan kegiatan administrasi hukum umum. c. pidana. d. e. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan f. d. Pasal 264 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263. c. Bagian Keuangan. evaluasi. pengelolaan arsip dan dokumentasi. tata negara dan hukum internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tata negara dan hukum internasional. pengelolaan urusan administrasi keuangan. c. Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perdata. d. Bagian Kepegawaian. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Direktorat Daktiloskopi. pedoman. Direktorat Tata Negara. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pengelolaan urusan kepegawaian.BAB V DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 260 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. dan f. Bagian Tata Usaha. b. pidana. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 263 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha. b. pidana. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. norma. e. Pasal 265 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pelaksanaan kebijakan di bidang perdata. Direktorat Hukum Internasional. Direktorat Perdata. kriteria dan prosedur di bidang perdata. Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI Pasal 262 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdiri atas : a. tata negara dan hukum internasional. b.

dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. pemindahan dan mutasi kepegawaian 44 . Pasal 269 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun.Pasal 266 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengelolaan. Pasal 272 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyajian data dan informasi. Pasal 273 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyajian data dan informasi. Subbagian Hubungan Masyarakat. (1) (2) (3) (4) Pasal 270 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 267 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pendataan dan pengembangan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. dan c. program dan anggaran. dan d. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. protokol. b. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 271 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Subbagian Evaluasi dan Laporan. penyiapan penyusunan formasi. hubungan masyarakat. b. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Umum Kepegawaian. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyajian data dan informasi. dan c. Pasal 268 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. c. pengolahan. penyiapan pengelolaan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. kepangkatan penggajian. Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. pengolahan . pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. program dan anggaran. pengolahan. Subbagian Data dan Informasi. evaluasi. dan d. c. program dan anggaran. pengurusan Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. (2) Subbagian Mutasi dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan.

(3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. dan c. Pasal 282 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 280 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan urusan perlengkapan. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 274 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . Subbagian Perlengkapan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Perbendaharaan. dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Pasal 279 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. Pasal 276 Bagian Keuangan terdiri atas : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. dan c. 45 .lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengelolaan urusan rumah tangga. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan c. b. Subbagian Rumah Tangga. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan pembukuan. angkutan. pembuatan daftar gaji. Pasal 281 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 277 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan anggaran. Pasal 275 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. b. perhitungan. Subbagian Perjalanan Dinas. Pasal 278 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan c.

pemberian pertimbangan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. d. dan d. pemberian pertimbangan. persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. dan pendokumentasian badan hukum. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan.Pasal 283 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. Subbagian Persuratan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. dan f. Direktorat Perdata menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan dan evaluasi notaris. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. c. b. dan d. pengarsipan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. e. pembinaan. d. dan pengiriman. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia. (1) (2) (3) (4) 46 . Subdirektorat Hukum Perdata Umum. penyiapan urusan surat menyurat. Pasal 285 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subdirektorat Harta Peninggalan. penataan. Pasal 287 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. Pasal 284 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subdirektorat Badan Hukum. legalisasi dan penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum. dan g. f. c. c. Subdirektorat Notariat. penyiapan rancangan kebijakan. b. Pasal 288 Direktorat Perdata terdiri atas : a. c. bimbingan dan pedoman teknis serta pelayanan di bidang hukum perdata. pengurusan pengagendaan dan pengiriman. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pendapat hukum. b. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. penggandaan. Bagian Keempat Direktorat Perdata Pasal 286 Direktorat Perdata mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum perdata sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan. pemberian pertimbangan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. e. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. pengelolaan arsip dan dokumentasi.

pengecekan. Seksi Perubahan Nama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan persetujuan perubahan nama orang. Seksi Legalisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah pada dokumen yang akan dipergunakan di luar negeri atau dokumen dari luar negeri yang akan dipergunakan di Indonesia. Seksi Pendapat Hukum. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. dan pengelolaan pengurusan dokumentasi. b. penyiapan penyelesaian persetujuan perubahan nama. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perseroan tertutup. 47 . b. penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Seksi Perubahan Nama. permohonan persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan tertutup. c. pengarsipan. dan dokumentasi. dan c. (1) (2) (3) (4) Pasal 294 Subdirektorat Badan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pengurusan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. pengelolaan arsip. c. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. pertimbangan dan penyelesaian urusan hukum perdata umum serta penyiapan pendapat hukum (legal opinion) baik yang diminta oleh lembaga resmi pemerintah. Pasal 291 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. pengelolaan. pemberian bimbingan dan pertimbangan masalah di bidang hukum perdata serta penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum termasuk pemberian pendapat hukum (legal opinion). pemberian legalisasi. pemberian pendapat hukum (legal opinion). dan d. pengelolaan arsip dan pengurusan dokumentasi. Pasal 292 Subdirektorat Hukum Perdata Umum terdiri atas : a. Seksi Arsip dan Dokumentasi. dan penyelesaian masalah di bidang hukum perorangan. usaha umum. Subdirektorat Hukum Perdata Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 293 Seksi Pendapat Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Seksi Legalisasi. usaha khusus dan badan hukum sosial.Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. Subdirektorat Badan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. penyelesaian permohonan pengesahan. pemberian bimbingan. Pasal 290 Subdirektorat Hukum Perdata Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan di bidang hukum perdata. b. Pasal 295 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. pelaksanaan penelitian akta pendirian. swasta atau perorangan. pemberian persetujuan. dan d. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah.

melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. Seksi Badan Hukum Sosial mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar badan hukum sosial. pendaftaran. pencatatan dan pendistribusian dokumen fidusia serta membuat data base jaminan fidusia secara nasional. (1) (2) (3) (4) Pasal 298 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan urusan pengesahan. Seksi Perseroan Terbuka mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian. dan e. pencatatan.Pasal 296 Subdirektorat Badan Hukum terdiri atas : a. pengelolaan arsip dan dokumen. pengelolaan arsip dan dokumen. b. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan dan penanganan daftar wasiat. pelaksanaan evaluasi terhadap pendaftaran jaminan fidusia atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. Pasal 301 (1) Seksi Penerimaan dan Pemrosesan mempunyai tugas melakukan penyiapan akta. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia dan melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. Pasal 302 Subdirektorat Harta Peninggalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Evaluasi dan Laporan. dan d. Seksi Arsip dan Dokumentasi. Seksi Perseroan Terbuka. d. mengeluarkan pengganti sertifikat jaminan fidusia. Seksi Arsip dan Dokumentasi. penyerahan sertifikat jaminan fidusia. dan c. pengevaluasian atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia. (3) Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. pemberian surat keterangan wasiat. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. pencatatan dan penyerahan pengganti sertifikat jaminan fidusia. Pasal 300 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia terdiri atas : a. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan. meliputi pengolahan. pelaksanaan penerimaan. Seksi Badan Hukum Sosial. Pasal 299 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. b. pengelolaan arsip dan dokumentasi. lembaga keuangan dan perseroan dengan fasilitas penanaman modal. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pendaftaran fidusia. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan surat keterangan pencoretan jaminan fidusia. pengecekan. c. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan pencoretan jaminan fidusia. pencatatan dan pendaftaran fidusia. Pasal 297 Seksi Perseroan Tertutup mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan usaha umum dan khusus. dan pendistribusian berkas permohonan. b. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia menyelenggarakan fungsi : a. permohonan persetujuan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan publik. 48 . pengelolaan arsip dan dokumen. Seksi Penerimaan dan Pemrosesan. penerbitan. pemeriksaan kelengkapan dokumen dan memberikan tanda penerimaan sesuai dengan waktu yang sebenarnya. Seksi Perseroan Tertutup. penyelesaian permohonan pengesahan. c. pemberian nomor registrasi. pengecekan.

dan dokumentasi Notariat. 49 . penyiapan bahan. b. pemberhentian. dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas. Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris. penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. Pasal 305 (1) Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan petunjuk teknis. penyiapan rancangan kebijakan. mengevaluasi. Subdirektorat Harta Peninggalan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan. penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan masyarakat tentang perilaku notaris. penyusunan dan pembuatan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris dan penelitian data formal daftar wasiat serta pemberian surat keterangan wasiat. pelaksanaan pengolahan. Seksi Daftar Wasiat. Pasal 304 Subdirektorat Harta Peninggalan terdiri atas : a. pengecekan. telaahan. pengawasan. pemberhentian. pengawasan. penyiapan rancangan kebijakan. pengangkatan. dan c. b. pemindahan. pemantauan. Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan. pembinaan teknis. (2) Seksi Daftar Wasiat mempunyai tugas melakukan penyusunan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris. mengolah dan menindaklanjuti laporan dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta membuat laporan hasil pengawasan. (3) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi daftar wasiat dan dokumen-dokumen harta peninggalan. meneliti data formal daftar wasiat dan penyiapan bahan penyelesaian permohonan surat keterangan wasiat. pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta penerbitan Surat Tanda Terdaftar sebagai kurator dan pengurus. pembinaan teknis. pengangkatan. Pasal 309 (1) Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 307 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. dan c. penataan. penunjukan pejabat penampung protokol. b. pembinaan teknis. dan c. penataan. (3) Seksi Dokumentasi Notariat mempunyai tugas melakukan pengolahan. penyusunan formasi penelitian dan pendaftaran laporan Notaris. Seksi Dokumentasi Notariat. dan c. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta menerima pendaftaran dan penyiapan penerbitan Surat Tanda Terdaftar Kurator dan Pengurus. (2) Seksi Pengawasan Notaris mempunyai tugas melakukan pengawasan rutin atas Notaris. Seksi Dokumentasi. penghimpunan. menerima.Pasal 303 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. pemberian cuti notaris. dan evaluasi notaris. Pasal 308 Subdirektorat Notariat terdiri atas : a. evaluasi temuan. pengelolaan dokumentasi Notariat. pemantauan. Subdirektorat Notariat menyelenggarakan fungsi : a. penyajian dan penyimpanan data perkembangan notaris. evaluasi. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengolahan arsip dan dokumentasi. Seksi Pengawasan Notaris. b. Pasal 306 Subdirektorat Notariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan.

Pasal 312 Direktorat Pidana terdiri atas : a. dan c. pertimbangan masalah hukum pidana. c. penyiapan rancangan kebijakan. bimbingan. b. pemantauan dan evaluasi serta pengurusan dokumentasi. Pasal 316 Subdirektorat Pidana Umum terdiri atas : a. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik. c. pelaksanaan urusan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. d. Subdirektorat Pidana Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 311 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. Pasal 317 (1) Seksi Analisa Hukum Pidana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. analisa dan pertimbangan di bidang hukum pidana. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi hukum pidana.Bagian Kelima Direktorat Pidana Pasal 310 Direktorat Pidana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum pidana berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan b. b. Seksi Analisa Hukum Pidana. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pembinaan. Seksi Pemantauan dan Evaluasi. pemberian pertimbangan mengenai masalah hukum pidana. dan e. Pasal 315 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. Subdirektorat Pidana Umum. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. 50 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. pelaksanaan urusan ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. Direktorat Pidana menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan dan pelaksanaan teknis di bidang hukum pidana. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 314 Subdirektorat Pidana Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan di bidang hukum pidana umum. pelaksanaan urusan dokumentasi hukum pidana dan pengolahan serta menyajikan data perkembangan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan hukum pidana dan pengelolaan dokumentasi serta data perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. b. pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang hukum pidana.

pemutasian. Pasal 321 (1) Seksi Ekstradisi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 323 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 322. 51 . rancangan perjanjian. Pasal 322 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. rancangan perjanjian. Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik. dan pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberhentian. bimbingan. rancangan perjanjian. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Seksi Dokumentasi. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penataan. pengangkatan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. pembinaan. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 319 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. pengolahan. Bagian Keenam Direktorat Tata Negara Pasal 326 Direktorat Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang tata negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Seksi Ekstradisi. dan b. pemberian pertimbangan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstadisi. pembinaan. rancangan perjanjian. pemberian pertimbangan. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan. Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pembimbingan. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyimpanan. pengangkatan. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. dan b. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. pemantauan.Pasal 318 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pengangkatan. dan b. Pasal 320 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik terdiri atas : a. rancangan perjanjian. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyajian data dan pembuatan laporan perkembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 325 (1) Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan. Pasal 324 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas : a. pemberian pertimbangan. pemantauan. dan b.

(2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. b. c. pengelolaan dokumentasi di bidang tata negara. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kewarganegaraan. Pasal 335 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. c. pertimbangan dan pendapat hukum tata negara serta pendaftaran partai politik. Direktorat Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. urusan dokumentasi hukum tata negara. pemberian bimbingan. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penelitian. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. pemeriksaan. 52 . dan d. Pasal 331 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. pengujian dan pemantauan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 333 (1) Seksi Analisa dan Pertimbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan d. penyelesaian permohonan pewarganegaraan dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. penyelesaian proses kewarganegaraan. pertimbangan. dan penyelenggaraan pendaftaran partai politik.Pasal 327 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. pendapat hukum. Subdirektorat Hukum Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Hukum Tata Negara. pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. pendapat hukum. dan penyelesaian masalah di bidang hukum tata negara. penyiapan pelaksanaan pedaftaran partai politik. dan c. Pasal 329 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. Subbagian Tata Usaha. analisa dan pemberian pertimbangan pendapat hukum serta penyelesaian masalah hukum tata negara. Subdirektorat Pewarganegaraan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Dokumentasi. Seksi Pendaftaran Partai Politik. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan. dan c. Seksi Analisa dan Pertimbangan. pertimbangan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. Pasal 328 Direktorat Tata Negara terdiri atas : a. (3) Seksi Pendaftaran Partai Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pelaksanaan pendaftaran partai politik serta urusan dokumentasi pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. Pasal 330 Subdirektorat Hukum Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan pengumuman nama di bidang pewarganegaraan. Pasal 332 Subdirektorat Hukum Tata Negara terdiri atas : a. pemberian bimbingan. Subdirektorat Pewarganegaraan. Pasal 334 Subdirektorat Pewarganegaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis.

53 . Pasal 341 (1) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. (2) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan dan pemeliharaan daftar pengujian data perkembangan dan pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Seksi Analisa Pewarganegaraan. b. Pasal 338 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis penilaian pemeriksaan.b. b. Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional Pasal 342 Direktorat Hukum Internasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum internasional berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Seksi Pengujian dan Pemantauan. Pasal 337 (1) Seksi Analisa Pewarganegaraan mempunyai tugas melakukan analisa dan proses permohonan pewarganegaraan (Naturalisasi) dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. pemeriksaan. (3) Seksi Pengujian dan Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengujian Formulir Dwi Kewarganegaraan dan bukti-bukti kewarganegaraan lainya serta pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. dan c. penilaian dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. analisa dan penyelesaian masalah kewarganegaraan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan bukti kewarganegaraan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus. analisa dan proses permohonan pewarganegaraan dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. pengujian dan pemantauan di bidang bukti kewarganegaraan republik indonesia. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 340 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia terdiri atas : a. analisa dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Formulir ex Dwi Kewarganegaraan RI-RRC. dan b. pengumuman nama orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan kewarganegaraan. dan c. Seksi Penyelesaian. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum. Pasal 339 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. Pasal 336 Subdirektorat Pewarganegaraan terdiri atas : a. (2) Seksi Penyelesaian mempunyai tugas melakukan penyelesaian dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan pewarganegaraan.

c. Pasal 349 Seksi Hukum Humaniter mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 347 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi hukum internasional. dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional umum. dan d. pemberian bimbingan. pendapat hukum. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional. pemberian bimbingan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional umum. Direktorat Hukum Internasional menyelenggarakan fungsi : a. penyelesaian masalah. Seksi Hukum Lingkungan. pertimbangan dan tanggapan. b. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. sosialisasi. pengembangan di bidang hukum internasional. dan f. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional. Seksi Hukum Humaniter. tanggapan. c. pemberian pertimbangan. pemberian bimbingan. penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundang-undangan di bidang hukum humaniter. dan c. b. c. b. pertimbangan. pemantauan. b. e. sosialisasi perjanjian dan masalah internasional. Subdirektorat Hukum Internasional Umum menyelenggarakan fungsi : a. (1) (2) (3) (4) 54 . pemberian bimbingan dan pertimbangan. Seksi Dokumentasi. pemberian bimbingan. Seksi Hukum Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pendapat hukum. pembinaan. pemberian petunjuk pelaksanaan hukum internasional umum. dan penyelesaian masalah hukum internasional umum. Subdirektorat Hukum Internasional Umum. inventarisasi dan pengolahan serta penyajian data perkembangannya. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara. Pasal 344 Direktorat Hukum Internasional terdiri atas : a. Pasal 346 Subdirektorat Hukum Internasional Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. pelayanan yang meliputi pemberian informasi di bidang hukum internasional. inventarisasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. hukum laut.Pasal 343 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. tanggapan. tanggapan dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional. Pasal 348 Subdirektorat Hukum Internasional Umum terdiri atas : a. dan masalah internasional. pendapat hukum. sosialisasi perjanjian. evaluasi. pertimbangan petunjuk pelaksanaan. d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 345 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. penyelesaian masalah serta penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundangundangan di bidang hukum pidana internasional. dan d. inventarisasi. pemberian bimbingan dan pertimbangan. penyelesaian masalah pencemaran dan pelestarian lingkungan serta inventarisasi dan sosialisasi. dan hukum angkasa. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional.

dan c. tanggapan. Pasal 352 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional terdiri atas : a. pemantauan. pemberian bimbingan dan pertimbangan. legal opinion. dan kelembagaan internasional. b. pemantauan dan evaluasi. mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan regional dan multilateral. sosialisasi serta penyelesaian masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral. dan c. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut dan hukum udara. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum udara. pemberian bimbingan. (2) Seksi Hukum Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan dan pertimbangan kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. Pasal 353 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional menyelenggarakan fungsi : a. regional dan bilateral dan pendapat hukum. pemantauan dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pertimbangan di bidang hukum mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara menyelenggarakan fungsi : a. pertimbangan. pemantauan dan evaluasi. pemantauan dan evaluasi. tanggapan. pertimbangan. Seksi Hukum Laut. pemberian bimbingan dan pertimbangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan dan tanggapan masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. dan b.Pasal 350 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Seksi Kerja Sama Bilateral. pertimbangan dan pendapat hukum di bidang hukum laut dan hukum udara. pemberian bimbingan. Pasal 355 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. pemberian bimbingan dan pertimbangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. tanggapan. 55 . regional dan bilateral. Pasal 356 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara terdiri atas : a. regional dan bilateral. penyebarluasan penyelesaian masalah mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan bilateral. b. Seksi Hukum Udara. dan b. evaluasi di bidang hukum ekonomi. penyelesaian masalah. (2) Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. sosialisasi. pemantauan. Pasal 357 (1) Seksi Hukum Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut multilateral. Pasal 354 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan. pemantauan dan evaluasi. dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. Pasal 351 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. pemberian bimbingan.

Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan b. Pasal 363 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. pelaksanaan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. Pasal 366 Subdirektorat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan data. b. dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. Subdirektorat Data dan Informasi. Pasal 360 Direktorat Daktiloskopi terdiri atas : a. pengolahan dan penyajian data perkembangan daktiloskopi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. Seksi Perumusan. Subbagian Tata Usaha. (2) Seksi Identifikasi mempunyai tugas melakukan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari.Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi Pasal 358 Direktorat Daktiloskopi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang daktiloskopi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pemantauan. Pasal 365 (1) Seksi Perumusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan d. Pasal 362 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengidentifikasian berdasarkan sidik jari. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi. penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan serta melakukan penataan dan pemberian informasi sidik jari. Pasal 361 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. pemberian keterangan mengenai sidik jari seseorang. dan d. pembinaan monitoring. perumusan. pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari dan pengolahan. perumusan slip teraan jari seseorang. penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang daktiloskopi. urusan dokumentasi serta informasi daktiloskopi dan penyimpanan slip sidik jari. b. perumusan dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. 56 . dan b. c. Pasal 364 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi terdiri atas : a. c. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan. Seksi Identifikasi. Pasal 359 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. Direktorat Daktiloskopi menyelenggarakan fungsi : a.

Pasal 369 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan dan penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan dan identifikasi. Pasal 368 Subdirektorat Data dan Informasi terdiri atas : a. Pasal 371 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. serta evaluasi dan penyusunan laporan. urusan dokumentasi. penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari. penyajian dan penyiapan serta pendokumentasian daktiloskopi. dan b. Seksi Arsip Teraan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Seksi Pengumpulan Data. evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian data perkembangan daktiloskopi. dan c. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan slip sidik jari seseorang yang akan dirumus. Pasal 370 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan mempunyai tugas melaksanakan pengolahan. b. (2) Seksi Arsip Teraan mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari serta evaluasi dan penyusunan laporan.Pasal 367 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 366. dan b. Seksi Dokumentasi. pengolahan. penyajian data perkembangan daktiloskopi dan urusan dokumentasi daktiloskopi serta evaluasi dan penyusunan laporan. Subdirektorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Penataan dan Informasi. Pasal 373 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. Pasal 372 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan terdiri atas : a. (2) Seksi Penataan dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengolahan dan penataan slip sidik jari serta pemberian informasi slip sidik jari. 57 . dan b. melakukan penataan dan pemberian informasi tentang sidik jari. dan penyimpanan slip sidik jari.

bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. Direktorat Bina Khusus Narkotika. b. program dan anggaran. c. bina latihan kerja dan produksi. c. bina bimbingan kemasyarakatan. f. 58 . pengelolaan urusan kepegawaian. penyusunan standar. Bagian Kepegawaian. d. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. norma. d. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang bina registrasi dan statistik. pedoman. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. bina perawatan. e. bina perawatan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 376 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. evaluasi. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. bina bimbingan kemasyarakatan. kriteria dan prosedur di bidang bina registrasi dan statistik. Pasal 379 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pengelolaan urusan administrasi keuangan.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 374 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasyarakatan. bina perawatan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Pasal 378 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. d. pelaksanaan kebijakan di bidang bina registrasi dan statistik. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. b. dan g. bina latihan kerja dan produksi. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. Direktorat Bina Perawatan. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 375 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. b. bina bimbingan kemasyarakatan. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. penyusunan laporan kegiatan pemasyarakatan. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. dan e. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. bina latihan kerja dan produksi. b. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Sekertariat Direktorat Jenderal.

b. penyajian data dan informasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 382 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. program dan anggaran. Pasal 384 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.c. Pasal 383 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. Subbagian Data dan Informasi. e. Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan. program dan anggaran. penyiapan pengelolaan. pengelolaan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bagian Keuangan. 59 . Pasal 381 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 380. pengolahan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyajian data dan informasi. pengolahan. (3) Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Tata Usaha. penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 380 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. b. pengolahan. b. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. dan c. perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penghimpunan peraturan perundang-undangan. dan c. Pasal 386 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. penghimpunan peraturan perundang-undangan. penyajian data dan informasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. f. d. Subbagian Umum Kepegawaian. evaluasi dan penyusunan laporan. penghimpunan peraturan perundang-undangan. Pasal 385 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 384. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan c. program dan anggaran.

perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan urusan perlengkapan. 60 . pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pengelolaan urusan rumah tangga. kepangkatan. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. (3). pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan pembukuan. dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan peyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. (2). Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 391 (1). Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan b. Pasal 393 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. dan c. b. dan b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. dan c. Pasal 389 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388. penggajian. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 390 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 394 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas: a. Pasal 388 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pengangkutan. pendataan.Pasal 387 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pemindahan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pengembangan pegawai. pengurusan Asuransi Kesehatan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pelaksanaan anggaran. Pasal 395 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 392 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

c. hubungan masyarakat dan protokol. Subdirektorat Sidik Jari. penggandaan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. c. Subdirektorat Registrasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. (1) (2) (3) (4) 61 . c. Pasal 398 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik menyelenggarakan fungsi: a. b. b. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan persuratan. penyiapan rancangan kebijakan. pengetikan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 399 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan tahanan. dan e. Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik Pasal 400 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang registrasi dan statistik tahanan. Pasal 397 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang statistik dan dokumentasi tahanan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. d. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pengetikan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. b.Pasal 396 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. penggandaan dan pengiriman. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. penyiapan rancangan kebijakan. Subbagian Persuratan. Pasal 402 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik terdiri atas: a. dan d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi. c. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi. benda sitaan negara. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. Subbagian Tata Usaha. b. dan d. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 401 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

pembinaan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. penyiapan rancangan kebijakan. dan b. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan dan pemberian remisi. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi tahanan. dan b. Pasal 411 (1) Seksi Penempatan. b. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. (3) Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang klien pemasyarakatan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan.Pasal 403 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. Pasal 406 Subdirektorat Registrasi terdiri atas: a. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan. Pasal 409 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. penyiapan rancangan kebijakan. Mutasi Tahanan. Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan. Subdirektorat Registrasi menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi klien pemasyarakatan. Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan. penempatan. Pasal 407 (1) Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. pemindahan tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 405 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. Pasal 404 Subdirektorat Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara. Mutasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Penempatan. Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. mutasi tahanan dan benda sitaan negara. dan c. dan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. Pasal 410 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi terdiri atas: a. Pasal 408 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. 62 . (2) Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.

klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. mutasi. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. (2) Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 419 (1) Seksi Statistik. pembebasan narapidana dan anak didik pemasyarakatan serta mutasi dan pengakhiran pembimbingan klien pemasyarakatan. Seksi Perumusan dan Identifikasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan.(2) Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan Benda Sitaan Negara. Dokumentasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan c. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan dan perumusan. 63 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara serta warga binaan pemasyarakatan. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. penyiapan rancangan kebijakan. dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. penempatan. dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. perumusan. Pasal 416 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. Dokumentasi Tahanan. Seksi Statistik. perumusan dan identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan b. Pasal 414 Subdirektorat Sidik Jari terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan. penyiapan rancangan kebijakan. identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 413 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. Pasal 417 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan b. Pasal 412 Subdirektorat Sidik Jari mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Statistik. Pasal 418 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi terdiri atas: a. Subdirektorat Sidik Jari menyelenggarakan fungsi: a. identifikasi. Pasal 415 (1) Seksi Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan.

penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. perlengkapan tahanan. Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan Pasal 420 Direktorat Bina Perawatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan dan makanan. Pasal 424 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. c. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan dan makanan. penyiapan rancangan kebijakan. dan d. b. perlengkapan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subbagian Tata Usaha. dan d. b. dan d. dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (3) Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 422 Direktorat Bina Perawatan terdiri atas: a. warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. pengelolaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara serta sarana dan evaluasi perawatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. c. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan. penyiapan rancangan kebijakan. pengembangan pelayanan kesehatan. 64 . standardisasi dan penetapan gizi serta pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana dan evaluasi perawatan tahanan.(2) Seksi Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan . pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Pasal 423 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. Direktorat Bina Perawatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 421 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan perawatan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 425 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan d. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan. Seksi Penilaian Jenis dan Mutu. Pasal 427 Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. 65 . (1) (2) (3) (4) Pasal 428 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pengendalian Bahan Makanan.Pasal 426 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan terdiri atas: a. Seksi Pemeliharaan. Pasal 432 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. b. b. Seksi Pengendalian Bahan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (2) Seksi Penilaian Jenis dan Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 431 (1) Seksi Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (3) Seksi Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan c. c. pembinaan teknis dan pemantauan di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. pembinaan teknis serta pemantauan di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Penghapusan. Pasal 430 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara terdiri atas: a. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pengelolaan sarana serta evaluasi dan pelaporan perawatan tahanan. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi. Pasal 429 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani. penilaian jenis dan mutu serta penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan.Pasal 433 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang analisa kebutuhan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang alokasi. Pasal 434 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. 66 . d. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengelolaan Sarana. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pembinaan. Seksi Evaluasi dan Laporan Pasal 435 (1) Seksi Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Analisa Kebutuhan. (2) Seksi Pengelolaan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan e. b. c. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Subbagian Tata Usaha. dan c. pendidikan dan bimbingan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. distribusi dan pengendalian sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 437 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan e. b. Pasal 438 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan terdiri atas: a. Subdirektorat Pendidikan. pembinaan. b. b. Subdirektorat Pembimbingan. Bagian Keenam Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan Pasal 436 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pelayanan dan penyuluhan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pelaksanaan evaluasi dan laporan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan perawatan.

Pasal 439 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. c. penelitian kemasyarakatan serta evaluasi dan laporan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. Pasal 443 Seksi Bimbingan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang bimbingan hukum. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. bimbingan hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. c. orientasi dan observasi. Pasal 446 Subdirektorat Pembinaan terdiri atas: a. Seksi Pembinaan Mental Rohani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Orientasi dan Observasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. b. kewarganegaraan. Seksi Penelitian Kemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. Pasal 442 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan terdiri atas: a. dan d. Seksi Orientasi dan Observasi. dan d. olah raga dan kesenian serta pembinaan badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian. Seksi Bimbingan Hukum. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 440 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. 67 . b. Pasal 441 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. Seksi Penelitian Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. (1) (2) (3) (4) Pasal 444 Subdirektorat Pembinaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan mental rohani. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b. Subdirektorat Pembinaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Evaluasi dan Laporan. dan d. Pasal 445 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. b.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang integrasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. dan d. c. (2) Seksi Pendidikan Luar Sekolah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. 68 . Seksi Pendidikan Luar Sekolah. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. integrasi dan pendayagunaan tim pengamat pemasyarakatan bagi warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembimbingan klien. Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. asimilasi. dan b. Pasal 451 (1) Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.(1) (2) (3) (4) Pasal 447 Seksi Pembinaan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 453 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 449 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. pendidikan luar sekolah serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 448 Subdirektorat Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan. Pasal 452 Subdirektorat Pembimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang peran serta badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan b. Subdirektorat Pembimbingan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 450 Subdirektorat Pendidikan terdiri atas: a.

Subbagian Tata Usaha. b. dan f. anak pidana dan anak negara. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kemitraan dan pemasaran hasil produksi. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran. Seksi Asimilasi. pengembangan kewirausahaan. Pasal 459 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. Pasal 457 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. penyiapan rancangan kebijakan. e. tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d.Pasal 454 Subdirektorat Pembimbingan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan pelatihan keterampilan kerja. Subdirektorat Produksi. Subdirektorat Tenaga Kerja. produksi dan pendayagunaan tenaga kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran hasil produksi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Seksi Asimilasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana. Pasal 458 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi terdiri atas: a. bimbingan keterampilan dan kerja lingkungan. Seksi Integrasi. Subdirektorat Kegiatan kerja. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan. d. dan f. Seksi Integrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan di bidang anak pidana dan anak negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan dan latihan keterampilan kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (1) (2) (3) (4) 69 . d. c. Pasal 455 Seksi Bimbingan Klien mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendayagunaan tenaga kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi Pasal 456 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pelatihan keterampilan kerja. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan. Pasal 460 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Ketrampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat. e. c. Seksi Bimbingan Klien.

Seksi Bimbingan Keterampilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 465 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan.Pasal 461 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. (1) (2) (3) (4) Pasal 464 Subdirektorat Kegiatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja industri rumah tangga dan jasa. b. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. pertanian dan perkebunan. dan d. Pasal 466 Subdirektorat Kegiatan Kerja terdiri atas. c. dan c. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan . Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Subdirektorat Kegiatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan. a. Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan. Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa. Seksi Bimbingan Keterampilan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. b. Pasal 467 (1) Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. 70 . Seksi Bimbingan Minat dan Bakat. penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan. b. Pasal 462 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan terdiri atas: a. Pasal 463 Seksi Bimbingan Minat dan Bakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. perikanan dan peternakan. dan d. (2) Seksi Kegiatan Pertanian dan Perkebunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. Seksi Pengembangan Kewirausahaan.

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan.(3) Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. (2) Seksi Pembinaan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang bimbingan produksi. pemasaran serta pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi. Pasal 476 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. (3) Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan produksi. Pasal 474 Subdirektorat Tenaga Kerja terdiri atas: a. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. Subdirektorat Produksi meyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 475 (1) Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Subdirektorat Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi dan Pengendalian. Pasal 468 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan b. 71 . pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Pasal 472 Subdirektorat Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Seksi Pembinaan Produksi. Seksi Evaluasi dan Laporan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. Pasal 470 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. b. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. dan c. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi. Pasal 473 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. Pasal 469 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. penyiapan rancangan kebijakan. pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. pembinaan produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi dan Pengendalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. dan c.

72 . dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. (3) Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pengawasan dan pengendalian Rumah Tahanan Negara. Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban Pasal 480 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan. d. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan.Pasal 477 Untuk melaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. b. b. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan teknis petugas keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian. Seksi Pemasaran. c. b. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 482 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban terdiri atas: a. Pasal 481 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. (2) Seksi Pemasaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan. Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan. dan e. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. b. c. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi: a. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk-bentuk usaha dan kegiatan. Pasal 479 (1) Seksi Pembinaan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan e. pembinaan teknis sarana petugas pengamanan serta pengawasan dan pengendalian keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Pembinaan Kemitraan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Pasal 478 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran terdiri atas: a. Subdirektorat Sarana. Rumah Penyimpanan Benda sitaan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan.

dan Lembaga Pemasyarakatan. pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan dan pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. (2) Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Subdirektorat Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis kerja sama di bidang keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pengelolaan dan pemeliharaan sarana serta pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 487 (1) Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan b. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan c. Pasal 489 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama. Pasal 486 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas: a. Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban. b. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 484 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 485 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. Pasal 488 Subdirektorat Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. 73 . dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 490 Subdirektorat Sarana terdiri atas: a. dan b. Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Keamanan dan Ketertiban.Pasal 483 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan.

pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban serta keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. dan 74 . (2) Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 492 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. (2) Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan. Pasal 494 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian terdiri atas: a. Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. Pasal 495 (1) Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penindakan gangguan keamanan dan ketertiban. Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban. b. Pasal 497 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin dan pemberian bantuan hukum kepada petugas pengamanan. Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 493 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian.Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi dan Pengembangaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan serta pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. (3) Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara.

bimbingan hukum dan kemitraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. (2) Seksi Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 502 Direktorat Bina Khusus Narkotika terdiri atas : a. c. Subdirektorat Bimbingan Hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan sosial bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika Pasal 500 Direktorat Bina Khusus Narkotika mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan. Subdirektorat Perawatan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. perawatan jasmani. Subdirektorat Kemitraan. perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. Subdirektorat Pelayanaan Sosial. Pasal 503 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. penyiapan rancangan kebijakan. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kemitraan. d. Pasal 501 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. b. pelayanan sosial. Direktorat Bina Khusus Narkotika menyelenggerakan fungsi : a. dan e. Pasal 499 (1) Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan e. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. dan b. Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan. 75 . Pasal 504 Subdirektorat Perawatan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. b. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. Subdirektorat Perawatan Kesehatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani.b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. Pasal 505 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. d. Pasal 498 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan terdiri atas: a. dan c. Seksi Bantuan Hukum.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan lanjutan. Seksi Seni dan Budaya. pembinaan berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang ketrampilan dan usaha. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya. (3) Seksi Perawatan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c. Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan. Pasal 510 Subdirektorat Pelayanan Sosial terdiri atas : a. Pasal 511 (1) Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan dan bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Subdirektorat Bimbingan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 509 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. keterampilan dan usaha. Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika. 76 . pembinaan kesadaran hukum.Pasal 506 Subdirektorat Perawatan Kesehatan terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. Pasal 512 Subdirektorat Bimbingan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum. b. Seksi Perawatan Mental Rohani. Seksi Perawatan Jasmani. bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. Subdirektorat Pelayanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 507 (1) Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 508 Subdirektorat Pelayanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. Pasal 513 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. (2) Seksi Ketrampilan dan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan keterampilan dan usaha. (2) Seksi Perawatan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. b. dan d. c. b. seni dan budaya. dan c. (3) Seksi Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Ketrampilan dan Usaha. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.

Pasal 517 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. Pasal 515 (1) Seksi Konsultasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Seksi Konsultasi Hukum. b. (3) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. (2) Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum.Pasal 514 Subdirektorat Bimbingan Hukum terdiri atas : a. Subdirektorat Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. dan c. monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. b. Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah. (3) Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara. 77 . dan c. Seksi Monitoring dan Evaluasi. kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. Pasal 516 Subdirektorat Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi. (2) Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum. Pasal 518 Subdirektorat Kemitraan terdiri atas : a. Pasal 519 (1) Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama intansi pemerintah bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b.

kriteria dan prosedur di bidang dokumen perjalanan. dan penindakan. pengelolaan urusan kepegawaian. pengelolaan urusan administrasi keuangan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. Pasal 521 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. 78 . pengelolaan dokumentasi dan kepustakaan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 523 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pasal 524 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. d. f. visa dan fasilitas. dan penindakan. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan laporan kegiatan keimigrasian. e. visa dan fasilitas. b.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 520 Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang imigrasi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Imigrasi. pelaksanaan kebijakan di bidang dokumen perjalanan. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. protokoler. d. hubungan masyarakat. perumusan standar. evaluasi. Pasal 525 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. pedoman. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. b. Bagian Kepegawaian. d. b. izin tinggal dan status. intelijen. c. dan e. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan fungsi : a. penyidikan dan penindakan. izin tinggal dan status. intelijen. Direktorat Dokumen Perjalanan. izin tinggal dan status. intelijen. Direktorat Intelijen Keimigrasian. Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dan e. dan g. hukum. c. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang dokumen perjalanan. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 522 Direktorat Jenderal Imigrasi terdiri atas : a. c. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. norma. pelaksanaan urusan tata usaha. penyidikan. penyidikan. visa dan fasilitas. program dan anggaran. lintas batas. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian.

Bagian Keuangan. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyusunan. dan d. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. perencanaan pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pengkoordinasian rancangan. dan d. program dan anggaran.c. Pasal 528 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. program dan anggaran. dan c. Bagian Hubungan Masyarakat. penyusunan dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. Pasal 531 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. c. e. Pasal 532 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. (1) (2) (3) (4) Pasal 530 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. c. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 526 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Pengembangan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. d. c. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiunan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. penyajian data dan informasi. penghimpunan peraturan perundang-undangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Imigrasi. penyajian data dan informasi. program dan anggaran. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Umum Kepegawaian. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. b. b. penyajian data dan informasi. Litigasi dan Tata Usaha. penataan. f. 79 . Pemberhentian dan Pensiun. b. Pasal 529 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pasal 527 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Subbagian Data dan Informasi. dan d.

pengangkutan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai.Pasal 533 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyusunan formasi. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. mutasi pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan penyusunan laporan keuangan. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan pengembangan sumber daya manusia. Subbagian Analisa Kebutuhan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 536 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pelaksanaan anggaran. b. dan penyusunan laporan keuangan. serta pemeliharaan prasarana dan sarana. Pasal 540 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pembakuan dan penghapusan. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 538 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pasal 539 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. pelaksanaan urusan pembukuan. pelaksanaan urusan dalam. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 535 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Pengadaan dan Peralatan. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pemindahan. perhitungan. c. pendataan. perhitungan. kepangkatan. penggunaan. pelayanan administrasi Asuransi Kesehatan. penggajian. b. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. (3) Subbagian Pengembangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. penyusunan rencana. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. inventarisasi. evaluasi. dan d. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembukuan. penyusunan rencana pengadaan fisik dan pengadaan dokumen keimigrasian. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. dan c. dan laporan pelaksanaan kegiatan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. b. 80 . Pasal 534 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pasal 537 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a.

pembakuan dan rencana penggunaan. visa. b. visa. dan e. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Subbagian Tata Persuratan. dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan hubungan masyarakat. Pasal 545 Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. penyimpanan dan pemeliharaan prasarana dan sarana serta pengadaan dan penyimpanan dokumen keimigrasian. b. pelaksanaan pemberian bantuan hukum. pendapat hukum dan sosialisasi hukum. Litigasi. Subbagian Litigasi. (2) Subbagian Pengadaan dan Peralatan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pengadaan fisik. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Pasal 546 Direktorat Dokumen Perjalanan. c. dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Tata Persuratan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. pengangkutan. dokumentasi. dan sosialisasi hukum. dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. b. 81 . izin bertolak dan fasilitas keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. izin masuk. Pasal 544 Bagian Hubungan Masyarakat. izin masuk. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. Subbagian Hubungan Masyarakat. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal dan protokoler. Pasal 542 Bagian Hubungan Masyarakat. Dokumentasi dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip. izin masuk. dan kepustakaan keimigrasian. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. visa. Pasal 547 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. Visa dan Fasilitas Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang dokumen perjalanan. c. Litigasi. dan d. d.Pasal 541 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan analisa penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana. dokumentasi dan perpustakaan. Subbagian Litigasi mempunyai tugas melakukan pemberian bantuan hukum mewakili Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadapi setiap gugatan di pengadilan. pelaksanaan hubungan masyarakat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang dokumen perjalanan. Direktorat Dokumen Perjalanan. Litigasi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol. pengelolaan arsip. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumen perjalanan. pemberian pendapat dan bantuan hukum serta sosialisasi hukum di bidang keimigrasian. perencanaan teknis di bidang dokumen perjalanan. pelaksanaan urusan persuratan. c. penghapusan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 543 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dokumentasi dan perpustakaan Direktorat Jenderal Imigrasi. izin masuk. (1) (2) (3) (4) Bagian Keempat Direktorat Dokumen Perjalanan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. penggandaan dan pendistribusian. Dokumentasi dan Kepustakaan. Bagian Hubungan Masyarakat. pengetikan. pengelolaan arsip. visa. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pemberian pendapat hukum.

pemberian pelayanan di bidang dokumen perjalanan. dan e. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Pasal 554 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. e. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi warga negara indonesia (WNI) dan orang asing. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi WNI dan orang asing yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. Pasal 550 Subdirektorat Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan rancangan kebijakan. 82 . SPLP. dan b. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. d. dan f. pemberian dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan (Paspor. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI. Pasal 553 (1) Seksi Paspor. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Pasal 551 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. SPLP. SPLP dan PLB) bagi WNI dan orang asing. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. Pasal 549 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. visa. Subdirektorat Visa. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak. Subdirektorat Dokumen Perjalanan menyelenggarakan fungsi : a.d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Dokumen Perjalanan. Pasal 548 Direktorat Dokumen Perjalanan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Pasal 555 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. izin masuk. dan b. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 552 Subdirektorat Dokumen Perjalanan terdiri atas : a. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian. Seksi Paspor. dan b. dan PLB. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia. c. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Visa dan Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. dan PLB mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

penelaahan. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan RI yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (3) Seksi Visa Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 560 Subdirektorat Visa terdiri atas : a. dan b. Pasal 561 (1) Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. pembinaan dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan pemberian visa. dan d. pengevaluasian dan penyusunan laporan serta penyelesaian dan persetujuan visa. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 558 Subdirektorat Visa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. penelaahan. izin masuk kembali. Evaluasi dan Laporan. Pasal 562 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Paspor TKI. penelaahan. dan c.Pasal 556 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. 83 . (2) Seksi Visa Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. evaluasi. dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. Pasal 559 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 558. pelaksanaan. Seksi Visa Kunjungan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Pasal 563 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. dan b. Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja keluar negeri bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). izin masuk darurat dan tanda bertolak. b. dan penyusunan laporan pemberian visa. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Visa menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 557 (1) Seksi Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Visa Tinggal Terbatas. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas.

izin masuk kembali dan izin masuk darurat. penelaahan. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Izin Bertolak. Frequent Travel Card (FTC) dan Layanan Elektronis Keimigrasian lainnya). alih status keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. Bagian Kelima Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Pasal 570 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal. 84 . status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan wisatawan asing ke Indonesia. Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi perjalanan untuk ibadah keagamaan. b. Seksi Fasilitas Wisatawan Asing. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk.Pasal 564 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak terdiri atas : a. Pasal 568 Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. Pasal 565 (1) Seksi Izin Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 571 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. Pasal 569 (1) Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan ibadah keagamaan. dan c. alih status keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. wisatawan asing. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi wisatawan asing ke Indonesia. b. pengevaluasian fasilitas keimigrasian untuk ibadah keagamaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian layanan elektronis keimigrasian (Smart Card. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. (2) Seksi Izin Bertolak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Fasilitas Wisatawan Asing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang izin tinggal. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi pemberian fasilitas layanan elektronis keimigrasian. dan layanan elektronis keimigrasian. Pasal 567 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. Seksi Izin Masuk. Pasal 566 Subdirektorat Fasilitas Kemigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. APEC Bussiness Travel Card (ABTC). (3) Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.

Subbagian Tata Usaha. Seksi Izin Tinggal Kunjungan. korban bencana alam. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian. Subdirektorat Izin Tinggal. dan pemberian izin tinggal dan perpanjanganya bagi orang asing pengungsi. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal tetap dan perpanjangannya. Subdirektorat Izin Tinggal menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis serta pengaturan pemberian izin tinggal beserta perpanjangannya bagi orang asing pemegang izin tinggal kunjungan. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. menunggu proses peradilan dan lain sebagainya. Seksi Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b. Pasal 577 Seksi Izin Tinggal Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. Subdirektorat Status Keimigrasian. d.c. Pasal 573 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. alih status keimigrasian. izin tinggal terbatas. pemeriksaan status kewarganegaraan dan pewarganegaraan serta surat keterangan keimigrasian dan izin tinggal khusus/darurat. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian izin tinggal terbatas dan perpanjangannya. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal khusus/darurat bagi orang asing yang bekerja pada alat apung dan atau instalasi lepas pantai di wilayah perairan Indonesia. c. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat. perencanaan teknis di bidang izin tinggal. Seksi Izin Tinggal Terbatas. Pasal 575 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. evaluasi dan laporan. 85 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal berupa izin tinggal kunjungan. alih status keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Tetap. pembinaan dan bimbingan teknis pemberian persetujuan alih status keimigrasian serta penelaahan. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. izin tinggal terbatas. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin tinggal kunjungan dan perpanjangannya. (1) (2) (3) (4) Pasal 578 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 576 Subdirektorat Izin Tinggal terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. b. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. Seksi Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 572 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian terdiri atas: a. dan d. terdampar. Pasal 574 Subdirektorat Izin Tinggal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pemberian pelayanan dan informasi di bidang izin tinggal.

penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. Subdirektorat Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan. dan c. penelaahan. dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian dan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. Pasal 585 (1) Seksi Status Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan penelaahan. dan c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas. dan pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. b. Seksi Surat Keterangan Keimigrasian. kerja sama dan pelaksanaan kegiatan intelijen keimigrasian serta pengamanan perizinan keimigrasian. Pasal 584 Subdirektorat Status Keimigrasian terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penetapan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. Seksi Evaluasi dan Laporan. (2) Seksi Surat Keterangan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. Pasal 582 Subdirektorat Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan. Pasal 583 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. b. dan c. Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian Pasal 586 Direktorat Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang operasi intelijen. 86 . Subdirektorat Alih Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 579 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. Pasal 581 (1) Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. penelaahan dan pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. (2) Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 580 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian terdiri atas: a. Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap. penyajian produk intelijen. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. bimbingan teknis di bidang pemeriksaan dan penetapan status keimigrasian serta persetujuan pemberian surat keterangan keimigrasian. pembinaan. Seksi Status Keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b.

Nusa Tenggara Timur. Banten. Direktorat Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Kepulauan Bangka Belitung. pelaksanaan pengamanan terhadap perizinan keimigrasian. pelaksanaan kegiatan kerja sama intelijen dan operasi intelijen keimigrasian. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 588 Direktorat Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Bengkulu. Nusa Tenggara Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Maluku Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tengah. dan b. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian. b. Kalimantan Barat. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian. Kepulauan Riau. Seksi Operasi Intelijen Wilayah II. Sulawesi Utara. pelaksanaan kerja sama di bidang operasi intelijen keimigrasian. d. Sumatera Selatan. Pasal 590 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengamanan. Gorontalo. dan Jawa Timur. Jambi. Kalimantan Timur. (2) Seksi Operasi Intelijen Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Pasal 589 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Intelijen Keimigrasian. Sulawesi Selatan. c. Pasal 594 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. Pasal 592 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Jawa Tengah. Sulawesi Barat. Sulawesi Tenggara.Pasal 587 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. pembinaan dan operasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyelidikan. pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Papua dan Irian Jaya Barat. pengolahan dan penyusuna dan penyajian informasi yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelanggaran keimigrasian. Sumatera Barat. Maluku. pelaksanaan penelaahan dan analisa informasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyajian produk intelijen keimigrasian. Jawa Barat. Subbagian Tata Usaha. c. Kalimantan Selatan. 87 . Seksi Operasi Intelijen Wilayah I. dan e. Sumatera Utara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang produksi intelijen keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian. Pasal 591 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Kalimantan Tengah. Lampung. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian. Riau. dan b. Pasal 593 (1) Seksi Operasi Intelijen Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian. b.

dan c. penyiapan penyusunan perkiraan keadaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen di dalam negeri. dan penyiapan kerja sama serta pelaksanaannya. Pasal 601 (1) Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen lain di dalam negeri. b. (3) Seksi Produksi Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengumpulan. dan b. pengolahan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen negara lain. Pasal 596 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 599 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian. (2) Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pembuatan perkiraan keadaan dan pemberian peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. Seksi Produksi Intelijen. dan c. Pasal 598 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 602 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. Pasal 600 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. (2) Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. 88 . dan b. dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 597 (1) Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian.Pasal 595 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen negara lain. Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen lain baik antar negara maupun dalam negeri. b. pelaksanaan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. pengolahan dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian.

Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi. Pasal 607 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. Pasal 608 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. dan f. dan pelaksanaannya. e.Pasal 603 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pembinaan. Seksi Pengamanan Perizinan WNI. dan b. b. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan. d. c. penindakan terhadap orang asing yang melanggar peraturan keimigrasian di wilayah Negara Republik Indonesia. Kelompok Jabatan Fungsional. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. pelaksanaan penyidikan terhadap setiap orang asing yang melanggar undang-undang keimigrasian. penyiapan kerja sama antar instansi dan pelaksanaan operasi pengamanan atas keberadaan dan kegiatan orang asing. Bagian Ketujuh Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Pasal 606 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. bimbingan teknis di bidang pengamanan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. dan b. dan f. d. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. Seksi Pengamanan Perizinan WNA. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana 89 . Pasal 610 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian c. penyiapan. penyiapan kerja sama antar instansi dalam rangka pengamanan teknis perizinan keimigrasian. b. (2) Seksi Pengamanan Perizinan WNA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 609 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 605 (1) Seksi Pengamanan Perizinan WNI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 604 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian terdiri atas: a. penyiapan kerja sama antar instansi di bidang pengamanan perizinan WNI. penyiapan informasi di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. bimbingan teknis. pembinaan.

Seksi Penindakan Wilayah II. Pasal 613 (1) Seksi Penyidikan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . Sulawesi Tenggara. Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah. Pasal 616 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. Seksi Penindakan Wilayah I. Sulawesi Tengah. pengaturan operasi-operasi rutin maupun khusus sebagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Republik Indonesia. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Maluku Utara. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan. Pasal 611 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. b. dan d. dan Jawa Timur. Jambi. Bengkulu. Jawa Barat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penindakan keimigrasian. Pasal 614 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Sulawesi Selatan. Kalimantan Timur. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. c. dan c. pemantauan pelaksanaan penyidik keimigrasian dan pembaharuan data Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Nusa Tenggara Timur. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi serta evaluasi dan laporan di bidang tindakan keimigrasian atas pelanggaran keimigrasian. pelaksanaan operasi penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Sumatera Barat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Evaluasi dan Laporan. Jawa Tengah. Sumatera Selatan. evaluasi dan penyusunan laporan penindakan keimigrasian seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Maluku. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Barat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian. b. dan c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.keimigrasian. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Sulawesi Utara. pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Sumatera Utara. b. Kalimantan Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. dan c. 90 . Banten. Pasal 615 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. penyidik pegawai negeri sipil keimigrasian serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Nusa Tenggara Barat. Lampung. Seksi Penyidikan Wilayah I. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil keimigrasian. b. Gorontalo. Irian Jaya Barat dan Papua. Pasal 612 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian terdiri atas : a. (2) Seksi Penyidikan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Riau. Kepulauan Riau. (3) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Seksi Penyidikan Wilayah II.

dan b. Sulawesi Tenggara. Pasal 621 (1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan Jawa Timur. Nusa Tenggara Barat. penangkalan. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Tengah. Seksi Penangkalan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Riau. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi dan deportasi. pembinaan. Bengkulu. Kalimantan Timur. Pasal 618 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Jawa Barat. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pencegahan.Pasal 617 (1) Seksi Penindakan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan penangkalan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan atau penolakan masuk ke wilayah Republilk Indonesia dan penyebaran informasi penangkalan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 620 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penanganan imigran ilegal. Sulawesi Selatan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. dan c. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan deportasi orang asing. Pasal 623 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. Maluku Utara. dan b. Maluku. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penindakan keimigrasian. (2) Seksi Penangkalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Kepulauan Riau. Sulawesi Utara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi. Jambi. Kalimantan Barat. Pasal 622 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Penindakan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Lampung. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan penyebaran informasi di bidang pencegahan. pembinaan. Banten. Kalimantan Selatan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan korban kejahatan lintas negara. Kalimantan Tengah. 91 . (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. b. Irian Jaya Barat dan Papua. Sumatera Utara. dan penyebaran informasi. Sumatera Barat. dan penangkalan. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan. Sulawesi Tengah. Pasal 619 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pencegahan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan keluar wilayah Republik Indonesia dan penyebaran informasi pencegahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Gorontalo. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan dan penangkalan. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Barat. pembinaan. pembinaan. deportasi. penanganan imigran ilegal dan pelaksanaan perlindungan bagi korban kejahatan lintas negara. Sumatera Selatan. dan d.

pengendalian dan pencegahan imigran gelap dan perlindungan korban kejahatan lintas negara. perancangan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. lintas batas dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. c. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.Pasal 624 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi terdiri atas : a. b. b. lintas batas. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. Pasal 625 (1) Seksi Detensi Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. (3) Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pengawasan. d. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. lintas batas. Seksi Detensi Imigrasi. Pasal 629 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara. Subbagian Tata Usaha. perjanjian lintas batas. Pasal 628 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian terdiri atas : a. d. b. c. Pasal 627 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. Subdirektorat Lintas Batas. e. 92 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan deportasi terhadap setiap orang asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi . dan c. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. dan e. Seksi Deportasi. lintas batas. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. penyiapan kerja sama di bidang keimigrasian dengan negara lain dan organisasi internasional. dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. pemberian pelayanan dan informasi di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. (2) Seksi Deportasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Bagian Kedelapan Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian Pasal 626 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang lintas batas dan kerja sama luar negeri keimigrasian berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai fungsi : a.

dan Philipina. Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa. 93 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. Pasal 631 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630.Pasal 630 Subdirektorat Lintas Batas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 635 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. Pasal 633 (1) Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. perundingan. Seksi Lintas Batas Malaysia. dan b. dan b. pembinaan. evaluasi. bimbingan teknis perundingan. persetujuan. dan laporan. (2) Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2) Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Lintas Batas menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. persetujuan. pembinaan. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan non Perserikatan Bangsa-Bangsa. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan dengan organisasi internasional dan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemberian pas lintas batas dan izin perlintasan tradisional di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain. bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. dan b. dan pelaksanaan perjanjian lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Malaysia dan Philipina. pemberian pas lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Timor Leste dan Papua New Guinea. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang lintas batas tradisional di wilayah perbatasan antar negara Republik Indonesia dengan negara lain berdasarkan peraturan atau perjanjian lintas batas yang berlaku. pembinaan. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 632 Subdirektorat Lintas Batas terdiri atas: a. Pasal 637 (1) Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 634 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea. Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 636 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. pemberian pas lintas batas.

Seksi Kerja Sama Bilateral. persetujuan. Pasal 642 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. Pasal 639 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama multilateral antar negara. Seksi Penyebaran Informasi. penanggulangan kejahatan. Seksi Kerja Sama Multilateral. 94 . perundingan. pelaksanaan kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan d. b. b. persetujuan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia. pelanggaran keimigrasian di bidang ketenagakerjaan dan kepariwisataan. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan kerja sama keimigrasian antar negara di bidang keimigrasian termasuk repatriasi. dan b. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis. Pasal 645 (1) Seksi Asia Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Asia Pasifik dan Afrika. Pasal 641 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Amerika dan Eropa. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan menyelenggarakan fungsi : a. b. pelanggaran keimigrasian yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kepariwisataan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. Pasal 643 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 644 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis kerja sama di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. pelaksanaan diseminasi informasi keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Seksi Asia Pasifik dan Afrika. pembinaan dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarakan fungsi : a. perundingan. dalam hal repatriasi. kerja sama keimigrasian antar negara. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi atau pejabat lainnya yang menangani bidang keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pasal 640 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. penanggulangan kejahatan.Pasal 638 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. 95 . pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. lalu lintas dan perwakilan Republik Indonesia. e. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Amerika dan Eropa. pengembangan.(2) Seksi Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. e. pemantauan. meliputi pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. WNA. dan f. d. Pasal 651 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pengolahan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. Subdirektorat Perencanaan. pengelolaan data keimigrasian. Pasal 649 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. perencanaan. distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. f. c. WNA. d. Pasal 648 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian terdiri atas : a. pengolahan. pengembangan. penyimpanan dan pengamanan data keimigrasian WNI. pengamanan dan pengkajian sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. Pasal 650 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan dan pengamanan data WNI. Pasal 647 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. Subdirektorat Registrasi. lalu lintas WNI-WNA dan WNIWNA di Perwakilan RI. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian Pasal 646 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. penyimpanan dan pengamanan data WNI. pelaksanaan registrasi. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi. b. Subbagian Tata Usaha. (3) Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan g. dan pemeliharaan serta operasi komunikasi elektronik. perencanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengolahan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyebaran informasi keimigrasian dari deaerah ke perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ke daerah. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. b. pelaksanaan kerja sama di bidang sistem dan pertukaran informasi keimigrasian dalam dan luar negeri.

pengolahan. pengembangan. penyimpanan dan pengamanan data WNA. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasioal teknis di bidang pengumpulan. penyimpanan serta pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri. penyimpanan dan pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA di Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan tempat lain yang ditentukan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi dalam negeri. b. d. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pengolahan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran dan pertukaran informasi dalam dan luar negeri serta kerja sama sistem informasi dalam dan luar negeri. b. Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi luar negeri. Pasal 655 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. dan d. penyimpanan serta pengamanan data WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian di bidang pendataan. c. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pemantauan dan pemeliharaan komunikasi elektronik. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi luar negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. c. penyimpanan serta pengamanan data WNI sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri. (1) (2) (3) (4) Pasal 654 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri. Pasal 652 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. keberadaan dan mutasi statusnya. pengolahan. penyimpanan dan pengamanan data WNI dan WNA di Perwakilan RI. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan e. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. pengolahan. 96 . Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas. dan d. pengolahan.b. pengolahan. Pasal 656 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi dalam negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. pengolahan. penyimpanan serta pengamanan data WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. Pasal 653 Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengembangan program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka harmonisasi antar negara dan atau institusi internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengkajian program SIMKIM. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 658 Subdirektorat Perencanaan. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. Subdirektorat Perencanaan. (2) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian kartu elektronik. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. pengkajian dan pengaman sistem informasi keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengembangan. Subdirektorat Registrasi . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemantuan kualitas dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. dan d. Pasal 662 Subdirektorat Registrasi. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. (2) Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penggunaan dokumen keimigrasian. Pasal 663 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Pasal 660 Subdirektorat Perencanaan. Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi. c. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka koordinasi dan harmonisasi sistem informasi dengan instansi pemerintah dan atau lembaga lain terkait. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian dokumen keimigrasian. 97 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 659 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. Pasal 661 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang perencanaan dan pemgembangan program aplikasi dan penunjang aplikasi dalam rangka pelayanan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan d.Pasal 657 (1) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang pengamanan dan pengkajian program aplikasi dalam rangka pelayanan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

SPLP. Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian. (1) (2) (3) (4) 98 . formulir dan voucher bank ke bagian perlengkapan dan rumah tangga untuk diregistrasi dan didistribusi atas permintaan pengguna di dalam dan luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengajuan permintaan dokumen blanko Paspor. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang analisa dan evaluasi standardisasi desain dan spesifikasi teknis blanko Dokumen Perjalanan R. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. kartu kedatangan/keberangkatan. dan d. Seksi Pemantuan Kualitas Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian terdiri atas: a. blanko KITAS/KITAP. stiker visa. Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi untuk penerbitan kartu elektronik berupa Frequent Traveller Card (FTC). Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan ..Pasal 664 Subdirektorat Registrasi. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian penggunaan blanko dokumen keimigrasian dalam rangka pengamanan dokumen keimigrasian.I. c. dokumen imigrasi dan formulir-formulir keimigrasian sesuai perkembangan teknologi dan standar internasional. b. Pasal 665 Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik. PLB.

Bagian Tata Usaha. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. desain industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. desain industri. 99 . merek. peten. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 666 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak kekayaan intelektual. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. dan f. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. c. Pasal 670 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. kriteria dan prosedur di bidang Hak cipta. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 668 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas : a. dan e. merek. Pasal 671 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang hak cipta. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pedoman. b. dan f. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Hak Cipta. d. Kelompok Jabatan Fungsional. e. pengelolaan urusan kepegawaian. e. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. paten. dan e. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. norma. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. penyusunan laporan kegiatan hak kekayaan intelektual. program dan anggaran. b. Desain Industri. c. perumusan standar.. pelaksanaan kebijakan di bidang hak cipta. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. d. Pasal 667 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 666. evaluasi. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. desain industri. Bagian Kepegawaian. merek. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Direktorat Teknologi Informasi. d. c. b. b. Direktorat Paten. paten. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Merek. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 669 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. d. c.

pemberhentian dan pensiun pegawai serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Hubungan Masyarakat. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Umum Kepegawaian. Subbagian Administrasi Penyidik. Pasal 678 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Subbagian Mutasi. pemberhentian dan pensiun. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan data. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran.Pasal 672 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. 100 . b. program dan anggaran. pengembangan dan pembinaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. Subbagian Evaluasi dan Laporan. pengumpulan dan pengolahan data. b. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pemberhentian dan Pensiun. dan d. penyajian data dan informasi. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Pasal 673 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 677 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Pasal 676 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 675 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (2) Subbagian Mutasi. pendataan pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. program dan anggaran. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya. kepangkatan. penyajian data dan informasi. b. Pasal 679 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual serta urusan hubungan masyarakat dan protokol. dan c. c. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. pendataan. Pasal 674 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. penyiapan bahan penetapan mutasi. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. program dan anggaran. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. penggajian.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. dan c. b. Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional. dan c. Pasal 685 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. Pasal 680 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 681 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. Pasal 686 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. b. 101 . Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 684 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. b. pelaksanaan anggaran. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan pembukuan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Pasal 682 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. dan c. dan c. Pasal 688 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Perlengkapan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 683 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Pasal 687 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga.(3) Subbagian Administrasi Penyidik mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan urusan perlengkapan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.

pelaksanaan penerimaan permohonan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang hak cipta. b. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hak cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan bimbingan teknis dan penelusuran dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permintaan pendaftaran. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang hak cipta. dan d. (1) (2) (3) (4) 102 . dan h. desain industri. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan penggandaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. pengalihan perubahan. pelaksanan urusan surat menyurat. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hak cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 690 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. penghapusan dan pengumuman di bidang hak cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. b. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. e. f. pelaksanaan administrasi hak kekayaan intelektual. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas dan substantif di bidang hak cipta. pelaksanaan pendaftaran. Bagian Keempat Direktorat Hak Cipta. penegakan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengetikan.Pasal 689 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. penyidikan dan penyelesaian sengketa. Desain Industri. desain industri. Desain Industri. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. c. Pasal 693 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. desain industri. desain industri. Pasal 694 Direktorat Hak Cipta. g. pelaksanaan pengetikan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. pembatalan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 691 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. administrasi penolakan. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual. pencatatan lisensi. Direktorat Hak Cipta. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan urusan administrasi hak kekayaan intelektual dan pengelolaan dokumen aplikan. d. Subbagian Persuratan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. penggandaan dan pengiriman. litigasi. Subdirektorat Desain Industri. dan d. desain industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. Desain Industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Desain Industri. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. Desain Industri. b. desain industri. c. c. b. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Pasal 692 Direktorat Hak Cipta.

Subdirektorat Pelayanan Hukum. mutasi dan lisensi serta penyiapan bahan sertifikasi dan pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. perubahan nama. Pasal 696 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan pemeriksaan kelengkapan persyaratan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. penyelesaian permohonan. pemindahan hak. Pasal 697 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. penghapusan dan pembatalan serta petikan resmi. pengadministrasian aplikasi serta pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. e. Pasal 699 (1) Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan aplikasi. c. berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. b. Pasal 695 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian permohonan. Pasal 701 Subdirektorat Hak Cipta. pelaksanaan pemeriksaan kebenaran dokumen. pelaksanaan pemberian pelayanan kebutuhan operasional teknis pemeriksaan. f. melakukan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi serta menerima sanggahan dari masyarakat untuk proses lebih lanjut. pembatalan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan. Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian sertifikat serta melakukan pencatatan perjanjian lisensi. perubahan nama dan alamat. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi dan penerimaan sanggahan dari masyarakat. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. penelusuran dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permohonan hak cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Seksi Pemeriksaan dan Publikasi. pelaksanaan penerimaan aplikasi. 103 . d. pelaksanaan penyiapan pemberian sertifikat serta persiapan administrasi penolakan. pengklasifikasian. pemberian tanggal penerimaan.c. pembimbingan teknis. dan c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. (3) Seksi Sertifikasi. pencatatan pemeriksaan kelengkapan berkas. Seksi Sertifikasi. dan f. b. e. penghapusan. Subdirektorat Hak Cipta. pemberian salinan resmi dan petikan resmi. Desain Industri. alamat. Pasal 700 Subdirektorat Desain Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengendalian. Mutasi dan Lisensi. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir. pemeriksaan substantif. Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis. pemeriksaan substantif. pemantauan dan pengendalian permohonan. Pasal 698 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pencatatan lisensi. surat menyurat dan pemberitahuan peringatan berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. penelusuran dalam menentukan tolak atau daftar atas permohonan pendaftaran di bidang desain produk industri. pemberian tanda terima dan pengklasifikasian. (2) Seksi Pemeriksaan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan kebenaran dokumen dan pemberitahuan peringatan. pencatatan. d. pemindahan hak. Subbagian Tata Usaha.

c. Pasal 708 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. dan b. (2) Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penelusuran pemeriksaan substantif dan evaluasi akhir dalam menentukan usulan ditolak atau didaftar atas permohonan desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. c. pemeriksaan substantif. dan d. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang paten. dan b. Pasal 706 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 705. Seksi Pertimbangan Hukum. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar terhadap permohonan hak cipta. b. pelaksanaan pengelolaan dan pendataan hak cipta. Pasal 704 (1) Seksi Hak Cipta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelusuran. Pasal 703 Subdirektorat Hak Cipta. pelaksanaan penerimaan permohonan paten dan permohonan pemeriksaan substantif. penyidikan dan litigasi. pengadministrasian permohonan paten dan dokumen pemeriksaan substantif. b. Pasal 710 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 709. Pasal 707 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. penegakan. Bagian Kelima Direktorat Paten Pasal 709 Direktorat Paten mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang paten berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan pemeriksaan. pelaksanaan evaluasi akhir terhadap permohonan pendaftaran hak cipta. Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Seksi Hak Cipta. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 705 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pelayanan hukum. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. publikasi 104 . desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan dan penyiapan pengendalian pembimbingan teknis. Seksi Penyidikan dan Litigasi. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a.Pasal 702 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 701. Subdirektorat Hak Cipta. pembinaan dan pemberian bimbingan teknis di bidang paten. Direktorat Paten menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan litigasi dalam sengketa di pengadilan. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan litigasi dan penyidikan dalam sengketa di pengadilan. dan b.

pelaksanaan sertifikasi pemberian paten. c. pelaksanaan publikasi paten. Subdirektorat Pemeriksa Paten II. e. b. permohonan paten dan pengambilan keputusan pemberian atau penolakan paten dalam bidang keahlian elektro/fisika. f. Subdirektorat Pelayanan Hukum. dan penyiapan bahan pembuatan sertifikat pemberian paten. c. Seksi Publikasi. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. dan d. dan f. pengelolaan administrasi permohonan paten dan penyiapan bahan sertifikasi dan publikasi. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. Pasal 713 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan paten. mekanik/teknologi umum dan kimia/farmasi/biologi. penelusuran. penyidikan dan administrasi komisi banding paten. Pasal 711 Direktorat Paten terdiri atas : a. serta pemrosesan dan pengelolaan urusan administrasi permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT). d. serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif dan melakukan korespondensi dengan Pemohon. b. e. Pasal 712 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. Seksi Permohonan dan Formalitas. pendapat dan penegakan serta pelayanan hukum. pemeriksaan administratif. d. Pasal 716 (1) Seksi Permohonan dan Formalitas mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan paten. Seksi Sertifikasi. pendaftaran lisensi. dan g. pemberian tanggal penerimaan dan penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. (2) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. pelaksanaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. Pasal 715 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a.permohonan paten. pengalihan paten. penerimaan permohonan paten. litigasi. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. b. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. Subdirektorat Pemeriksa Paten III. pelaksanaan korespondensi dengan pemohon. serta pemprosesan dan pengadministrasian permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT) serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. pemberian pertimbangan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. penerimaan permohonan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Seksi Pelayanan Teknis. d. pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. Pasal 714 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Subdirektorat Pemeriksa Paten I. 105 . pelaksanaan pemeriksaan administratif dan substantif. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. e. Subbagian Tata Usaha. pemantauan pemeliharaan paten. pengklasifikasian.

farmasi dan biologi. penerimaan permohonan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. b.(3) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan publikasi permohonan paten dan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten serta pengalihan hak dan lisensi. Pasal 723 Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. dan pembinaan Pemeriksa Paten. penegakan. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Pasal 722 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. dan d. Seksi Penyidikan dan Litigasi. b. pelaksanaan administrasi komisi banding paten. pemantauan. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang kimia. Pengalihan Hak dan Lisensi. Pasal 721 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. c. (1) (2) (3) (4) 106 . litigasi. dan e. diproses. Pengalihan Hak dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. administrasi komisi banding paten. (4) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pembuatan sertifikat paten. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang mekanik dan teknologi umum. dan pembinaan Pemeriksa Paten. Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. diproses. dan pembinaan Pemeriksa Paten. Seksi Pemeliharaan. c. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. Pasal 719 Subdirektorat Pemeriksaan Paten III mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. pemantauan. pemantauan. Pasal 718 Subdirektorat Pemeriksaan Paten II mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi komisi banding paten. Pasal 720 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pelayanan hukum. penerimaan permintaan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Administrasi Komisi Banding. Seksi Pemeliharaan. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. Seksi Pertimbangan Hukum. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang elektro dan fisika. diproses. d. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. pelaksanaan penyidikan dan litigasi. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum dan penyelesaian sengketa di pengadilan serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. Pasal 717 Subdirektorat Pemeriksaan Paten I mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten.

Subdirektorat Pelayanan Hukum. pengklasifikasian. Subbagian Tata Usaha. dan d.Bagian Keenam Direktorat Merek Pasal 724 Direktorat Merek mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang merek sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pemantauan dan pengendalian permohonan merek. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang merek. pengklasifikasian. penyiapan bahan untuk pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. c. litigasi dan administrasi komisi banding. penyidikan. pengendalian dan pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan persyaratan aplikasi. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administrasi permohonan. penghapusan dan perubahan. g. Pasal 725 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. sertifikasi. b. lisensi. c. dan g. pengolahan dan pendaftaran merek terkenal serta pemeriksaan substantif. b. pencatatan lisensi. Subdirektorat Indikasi Geografis. dan h. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman. petikan. pemeriksaan persyaratan aplikasi. pengalihan hak. e. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. penerimaan permohonan. pemberian kode unsur figuratif. Pasal 728 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan. mutasi. perubahan nama dan atau alamat. pembatalan. 107 . Pasal 727 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian kode unsur konfiguratif. pemberian kode unsur figuratif. f. pelaksanaan pengumuman dan publikasi merek. penegakan. pelaksanaan pendaftaran. permintaan perpanjangan. pelaksanaan klasifikasi kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode unsur figuratif. Pasal 729 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa. e. pemberian tanggal penerimaan (filing date). d. pembatalan dan penghapusan. pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. pelaksanaan penerimaan aplikasi. Subdirektorat Pemeriksaan. b. perpanjangan. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pencatatan lisensi. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan fungsional di bidang merek. lisensi. c. mutasi dan pencatatan lisensi. Direktorat Merek menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan perpanjangan. pengalihan hak. Pasal 726 Direktorat Merek terdiri atas : a. pengawasan. pemantauan. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis. permohonan indikasi geografis dan indikasi asal. f. perpanjangan. d. perubahan nama dan/atau alamat. penghapusan dan pembatalan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. pengalihan hak.

Pasal 736 (1) Seksi Pemeriksaan Formalitas mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. pelaksanaan sertifikasi dan administrasi penolakan. Pasal 738 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 737. Subdirektorat Indikasi Geografis menyelenggarakan fungsi: a. pembatalan dan lisensi.Pasal 730 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. petikan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. Seksi Pelayanan Teknis. pencatatan pengalihan hak. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan atas permohonan pendaftaran indikasi geografis. pengelolaan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. penghapusan. Seksi Klasifikasi. Seksi Pemeriksaan Formalitas. c. permintaan pendaftaran indikasi geografis. (2) Seksi Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan perpanjangan. Pasal 735 Subdirektorat Indikasi Geografis terdiri atas : a. lisensi. penghapusan dan pembatalan. dan d. Pasal 734 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 733. Pasal 731 (1) Seksi Permohonan mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan. b. perpanjangan. evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan pendaftaran indikasi geografis. (4) Seksi Klasifikasi mempunyai tugas melakukan pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode umum figuratif terhadap permohonan merek. Pasal 732 Subdirektorat Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian pemeriksaan substantif. pengendalian. Seksi Mutasi dan Lisensi. pemberian kode unsur figuratif dan pemberian tanggal penerimaan (filling date). pengumuman dan publikasi. (3) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan teknis operasional pemeriksaan substantif. Seksi Permohonan. klasifikasi kelas barang dan/atau jasa. 108 . (2) Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan. mutasi. pemeriksaan formalitas. Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis. perubahan nama dan / atau alamat. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan terhadap permohonan pendaftaran merek. dan b. dan b. Pasal 733 Subdirektorat Indikasi Geografis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan. Pasal 737 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan sertifikasi. penyiapan bahan untuk pengumuman dan publikasi merek. dan b. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman menyelenggarakan fungsi : a.

Pasal 741 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 743 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. pembinaan teknis pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. (3) Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan urusan administrasi komisi banding. d. penegakan. litigasi dan penyidikan serta administrasi komisi banding. serta pembuatan sertifikat merek.Pasal 739 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman terdiri atas : a. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. b. dan e. c. Pasal 744 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum di bidang merek. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pertimbangan Hukum . Seksi Sertifikasi. Seksi Administrasi Komisi Banding. Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Pasal 745 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. 109 . (2) Seksi Pengumuman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumuman dan publiksasi merek. pelaksanaan litigasi dan penyidikan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 740 (1) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan administrasi pendaftaran dan penolakan. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. Pasal 746 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 745. Seksi Penyidikan dan Litigasi . pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan urusan administrasi komisi banding. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. Seksi Pengumuman. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum baik litigasi maupun non litigasi. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. b. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. penyiapan bahan koordinasi kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi. dan c. dan b. Pasal 742 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741.

c. Subdirektorat Pengembangan. b. pemeliharaan. Subdirektorat Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan kompilasi berbagai peraturan perundang-undangan. Seksi Pelatihan. Subbagian Tata Usaha. dan pelayanan bahan pustaka dan informasi hak kekayaan intelektual. Seksi Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan materi. c. Seksi Perpustakaan. b. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Kerja Sama Nasional. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati dalam forum internasional. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. pemantauan tindak lanjut penanganan perkara hak kekayaan intelektual dan hasil putusan pengadilan. dan d. c. d. masalah dan kasus di bidang hak kekayaan intelektual. b. b.Pasal 747 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas : a. penyiapan bahan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. dan e. Seksi Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penjadualan. Seksi Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan mengenai sistem hak kekayaan intelektual dan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Kerja Sama Internasional. 110 . pemantauan dan evaluasi berbagai kegiatan kerja sama imternasional di bidang hak kekayaan intelektual. c. (3) (4) Pasal 753 Subdirektorat Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi internasional. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama internasional di bidang hak kekayaan intelektual. serta evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. dan pemantauan pelaksanaan kegiatan pelatihan di bidang hak kekayaan intelektual. pengklasifikasian. dan d. (1) (2) Pasal 752 Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi dan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. Seksi Pengkajian dan Pengembangan. pengelolaan perpustakaan dan pelaksanaan pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. Pasal 751 Subdirektorat Pengembangan terdiri atas: a. Pasal 748 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. Seksi Penyebaran Informasi. Pasal 749 Subdirektorat Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. kegiatan Pasal 750 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. Subdirektorat Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. dan d. pelaksanaan kebijakan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. Pasal 754 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 753.

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama bilateral. Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi Pasal 761 Direktorat Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang teknologi informasi dan pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. b. Pasal 760 (1) Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi non Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 759 Subdirektorat Kerja Sama Nasional terdiri atas : a. dan b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang teknologi informasi. Pasal 758 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 757. Pasal 762 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 761. (2) Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. 111 . Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah. Seksi Kerja Sama Bilateral. Pasal 756 (1) Seksi Kerja Sama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama regional. Seksi Kerja Sama Regional. pelaksanaan pengembangan sistem teknologi informasi. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Direktorat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama multilateral. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan nasional di bidang hak kekayaan intelektual.Pasal 755 Subdirektorat Kerja Sama Internasional terdiri atas : a. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati di tingkat nasional. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang–undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 757 Subdirektorat Kerja Sama Nasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi nasional. b. c. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Kerja Sama Nasional menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Seksi Kerja Sama Multilateral. Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah. b.

pelaksanaan administrasi pengembangan database. e. pelaksanaan pengembangan database. f. Pasal 770 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 769. pelaksanaan identifikasi. d. pelaksanaan evaluasi penggunaan teknologi informasi. Subbagian Tata Usaha. dan d. e. Pasal 768 (1) Seksi Administrasi dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan penyiapan bahan. pemeliharaan dan pengembangan sistem database. pelaksanaan pengembangan sistem aplikasi. dan e. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pendukung Sistem menyelenggarakan fungsi: a. d. c. pelaksanaan peralatan instalasi dan jaringan. pelaksanaan pemeliharaan perangkat keras. 112 . pelaksanaan manajemen kontrak teknologi informasi. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. Subdirektorat Pengembangan Proses. pelaksanaan pendukung sistem teknologi informasi. b. integrasi. analisis serta pemantauan dan pengamanan sistem perangkat lunak. Pasal 765 Subdirektorat Pengembangan Sistem mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. dan f. g. pelaksanaan penanganan kapasitas peralatan teknologi informasi. pelaksanaan administrasi pengembangan sistem aplikasi. Subdirektorat Pendukung Sistem. Pasal 769 Subdirektorat Pendukung Sistem mempunyai tugas melaksanakan sistem pendukung teknologi informasi. pelaksanaan operasional sistem komputer. b. Pasal 763 Direktorat Teknologi Informasi terdiri atas : a. Subdirektorat Pengembangan Sistem menyelenggarakan fungsi: a.c. Seksi Pengembangan Aplikasi. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem aplikasi hak kekayaan intelektual dan pemeliharaan sistem keamanan dan aplikasi. perangkat keras dan sistem jaringan. d. Subdirektorat Dokumentasi. Subdirektorat Pengembangan Sistem. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Pasal 764 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. Pasal 767 Subdirektorat Pengembangan Sistem terdiri atas : a. c. dan b. Pasal 766 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. b. Seksi Administrasi dan Pengembangan Database.

(2) Seksi Administrasi Sistem Jaringan mempunyai tugas melakukan integrasi. Pasal 776 (1) Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan penataan proses kerja Direktorat Jenderal yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi informasi serta penyiapan bahan evaluasi administrasi kontrak dan management outsourcing teknologi informasi dengan pihak ketiga. penyiapan implementasi pengembangan proses. penyiapan bahan informasi hak kekayaan intelektual di lingkungan Direktorat Jenderal. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. dan b. penyiapan uji coba dan perubahan sistem. b. Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan. Seksi Administrasi Sistem Jaringan. Pasal 779 Subdirektorat Dokumentasi terdiri atas : a. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. pelaksanaan identifikasi pengembangan proses. b. (2) Seksi Pengembangan Situs Internet mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Pasal 772 (1) Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemeliharaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak serta pengelolaan seluruh aset sistem teknologi informasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Subdirektorat Pengembangan Proses menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Pasal 773 Subdirektorat Pengembangan Proses mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pemantauan dan implementasi pengembangan proses serta identifikasi pengembangan proses yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seksi Dokumentasi Hak Cipta. 113 . Desain Industri. Seksi Pengembangan Situs Internet. Pasal 774 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 773. analisis.Pasal 771 Subdirektorat Pendukung Sistem terdiri atas : a. pemantauan dan pengamanan sistem di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Seksi Dokumentasi Hak Merek. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. dan c. b. Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi. dan d. Subdirektorat Dokumentasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 775 Subdirektorat Pengembangan Proses terdiri atas : a. Pasal 778 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 777. Pasal 777 Subdirektorat Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dokumentasi hak kekayaan intelektual. dan c. Seksi Dokumentasi Hak Paten. c. penghimpunan.

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penghimpunan. 114 . inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi merek. (2) Seksi Dokumentasi Paten mempunyai tugas melakukan penghimpunan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi paten.Pasal 780 (1) Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Desain Industri. (3) Seksi Dokumentasi Merek mempunyai tugas melakukan penghimpunan. desain industri. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak cipta.

penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pembinaan. dan e. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan. dan f. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Pasal 786 Sekertariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. kriteria dan peraturan di bidang pembinaan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 783 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. penyusunan laporan kegiatan hak asasi manusia. kerja sama pemajuan. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kepegawaian. kerjasama pemajuan. dan f. Pasal 782 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781 . 115 . program dan anggaran. e. perlindungan. b. norma. c. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. d. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. perlindungan dan pemenuhan. perlindungan dan pemenuhan.BAB IX DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas Dan Fungsi Pasal 781 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak asasi manusia. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. perumusan standar. pengelolaan urusan kepegawaian. d. b. Pasal 785 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. d. e. c. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan rencana aksi nasional hak asasi manusia dengan instansi terkait. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. pedoman. b. evaluasi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. kerjasama pemajuan. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 784 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. c.

Kelompok Jabatan Fungsional. c. penyiapan bahan penetapan mutasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan penyusunan formasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian data dan informasi serta penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. b. administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagiaan Data dan Informasi. Pasal 787 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. dan d. pengumpulan dan pengolahan data. program dan anggaran. Bagian Tata Usaha. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. pendataan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 793 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. dan c.d. Pasal 794 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 791 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Bagian Umum. 116 . pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 790 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. Pasal 788 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. e. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. b. pengumpulan. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan f. program dan anggaran. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Mutasi. pengurusan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan c. dan c. b. Subbagiaan Umum Kepegawaian. Pasal 792 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791 . program dan anggaran. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. pengolahan. pengolahan. Pasal 789 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a.

dan c. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.(2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. b. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. b. Subbagian Perjalanan Dinas. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. pengelolaan urusan perlengkapan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan pembukuan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan c. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Bagian Keuangan meyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. 117 . kepangkatan. dan c. Pasal 795 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. Pasal 796 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. perhitungan. Pasal 799 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga serta administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pengelolaan urusan rumah tangga dan pengamanan. 799. dan c. Pasal 801 Bagian Umum terdiri atas : a. Subbagian Perlengkapan. Bagian Umum Pasal 802 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan rumah tangga dan pengamanan. penggajian. pelaksanaan anggaran. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 797 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 798 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 800 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Rumah Tangga. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.

Subbagian Arsip dan Dokumentasi. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait serta pembinaan alumni dalam institusi hak asasi manusia. dan f. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan d. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. (1) (2) (3) (4) 118 . b. Pasal 809 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang bina hak asasi manusia. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Pasal 805 Bagian Tata Usaha Terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. dan d. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia. hubungan masyarakat dan protokol. pengetikan. Subbagian Persuratan. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia. c. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia.Pasal 803 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. serta urusan tata usaha Pimpinan. b. penyusunan pelaporan pelaksanaan kegiatan. dan e. Pasal 808 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 807. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. c. c. pelaksanaan urusan persuratan. pelaksanaan kegiatan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. d. Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia Pasal 807 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang bina hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. penyiapan perumusan rancangan kebijakan teknis di bidang bina hak asasi manusia. Pasal 804 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 803. Subdirektorat Bahan Diseminasi. Pasal 806 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. b. Subbagian Tata Usaha. e. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. penggandaan dan pengiriman surat. b.

(3) Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang kurikulum pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait serta evaluasi kegiatan. Pasal 811 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. dan c. c. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. Seksi Pendidikan Dalam Negeri. Pasal 815 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia serta pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. b. dan c. dan d. (2) Seksi Pendidikan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 816 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. dan c. pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait di dalam negeri. Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia. Pasal 812 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Pasal 813 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengkoordinasian dan kerja sama pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. penyiapan perumusan kebijakan teknis pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pendidikan Luar Negeri. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah. 119 . Pasal 814 (1) Seksi Pendidikan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis.Pasal 810 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. Pasal 817 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan luar negeri.

dan c. dan d. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang diseminasi hak asasi manusia. pelaksanaan kegiatan diseminasi hak asasi manusia. c. Seksi Diseminasi Penegak Hukum. perumusan kebijakan teknis dan penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. pembuatan rancangan bahan diseminasi dan pendistribusian. pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. (2) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia non pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang bahan diseminasi. dan d. pengkoordinasian. (3) Seksi Diseminasi Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk warga masyarakat dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan masyarakat non pemerintah melalui instansi terkait. b. Pasal 819 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. Pasal 821 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pengkoordinasian dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. Seksi Diseminasi Masyarakat. dengan instansi terkait. (2) Seksi Diseminasi Penegak Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk penegak hukum dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Subdirektorat Bahan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. b.Pasal 818 (1) Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Seksi Diseminasi Aparatur Negara. penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dalam negeri dan luar negeri. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 820 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 819. Pasal 822 (1) Seksi Diseminasi Aparatur Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk aparatur negara dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 823 Subdirektorat Bahan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. Pasal 824 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 823. c. 120 . (3) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait.

Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik. b. Pasal 832 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831 . Sudirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarkan fungsi : a. b. Pasal 828 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827 .Sosial dan Budaya. c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama bilateral antar negara untuk pemajuan hak asasi manusia. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia. dan 121 . b. penyiapan pelaksanaan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 831 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengembangan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. Seksi Bahan Instrumen Praktis. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 826 (1) Seksi Bahan Instrumen Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen nasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. Seksi Bahan Instrumen Nasional. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. penyiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hak asasi manusia. Seksi Bahan Instrumen Internasional. dan c.Pasal 825 Subdirektorat Bahan Diseminasi terdiri atas : a. b. dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 829 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. (3) Seksi Bahan Instrumen Praktis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen praktis hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaan dengan instansi terkait. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. e. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. c. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. penyiapan ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. (2) Seksi Bahan Instrumen Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen internasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. Pasal 830 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. d. d. evaluasi pelaksanaan kegiatan. Bagian Kelima Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia Pasal 827 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia.

Pasal 840 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalan Pasal 839. Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 833 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. Pasal 837 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. Pasal 835 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia . Pasal 836 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak sipil dan politik. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. b. Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 839 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerjasama pemajuan hak sipil dan politik . Pasal 838 (1) Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. pelaksanaan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. 122 . evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama organisasi internasional. Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa. (2) Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerjasama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Amerika dan Eropa. (3) Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Afrika dan Timur Tengah. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama antar negara. b. (2) Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. b. Pasal 834 (1) Seksi Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Asia Pasifik. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Asia Pasifik. (3) Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan kerja sama pemajuan hak asasi manusia dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi: a.c. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. dan c. b. Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. dan c. dan c. Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional.

Pasal 849 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. sosial dan budaya. dan c. ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. dan b. dan b. Pasal 848 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. Seksi Kerja Sama Hak Politik. sosial dan budaya. harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. Sosial dan Budaya terdiri atas: a. Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional. (2) Seksi Kerja Sama Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak politik. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak ekonomi. b. sosial dan budaya. Pasal 843 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. dan c. Pasal 842 (1) Seksi Kerja Sama Hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sipil . Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi. dan b. sosial dan budaya.Pasal 841 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Hak Sipil. b. Seksi Kerja Sama Hak Sosial. penyiapan rancangan kebijakan teknis ratifikasi terhadap instrumen hak asasi manusia internasional. Pasal 846 (1) Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. Pasal 847 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. (3) Seksi Kerja Sama Hak Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak budaya. 123 . Pasal 844 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. penyiapan rancangan kebijakan pengembangan kerja sama pemajuan hak ekonomi. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak ekonomi. Pasal 845 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional. (2) Seksi Kerja Sama Hak Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sosial. Seksi Kerja Sama Hak Budaya. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi.

penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. dan d. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas. tenaga kerja. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia secara umum. perempuan. perempuan. dan kelompok minoritas. Seksi Hak Sipil dan Politik. c. penyusunan program dan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia secara umum. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. tenaga kerja dan kelompok minoritas. d. c. 124 . b. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. d. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. dan e. khususnya bagi anak-anak. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Seksi Hak Ekonomi. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja. Pasal 857 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak terdiri atas : a. dan e. b. dan Budaya. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan . c. pelaksanaan progam kegiatan. Pasal 854 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. (2) Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan koordinasi pelaksanaan kegiatan harmonisasi. b. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak. Bagian Keenam Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Pasal 851 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 855 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program. rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Subbagian Tata Usaha. Pasal 853 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 852 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 . dan b. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak menyelenggarakan fungsi : a. Sosial. khususnya bagi anak-anak. Pasal 856 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855.Pasal 850 (1) Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan materi ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a.

Pasal 858 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan politik bagi anak. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi anak. Pasal 859 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan. Pasal 860 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 859, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak perempuan; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak perempuan; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. Pasal 861 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Pasal 862 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi perempuan. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan teknis serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi perempuan. Pasal 863 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi tenaga kerja. Pasal 864 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak tenaga kerja; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak tenaga kerja; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja. Pasal 865 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Hak Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

125

Pasal 866 (1) Seksi Hak Sipil dan Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi tenaga kerja. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Pasal 867 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi kelompok minoritas. Pasal 868 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak kelompok minoritas; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak kelompok minoritas; c. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas. Pasal 869 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Pasal 870 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi kelompok minoritas. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Bagian ketujuh Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Pasal 871 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 872 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang sistem informasi hak asasi manusia; b. pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan serta penyajian data dan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pembangunan dan pengembangan serta pemeliharaan sistem dan jaringan informasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

126

Pasal 873 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data; b. Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; c. Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 874 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Pasal 875 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penganalisaan serta penyajian data hak asasi manusia. Pasal 876 Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 875 , Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan data hak asasi manusia; b. pengolahan, penganalisaan dan penyajian data hak asasi manusia; c. pelaksanaan dokumen data hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 877 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Seksi Pengumpulan Data; dan b. Seksi Pengolahan Data. Pasal 878 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan data pelanggaran hak asasi manusia serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan dan analisis data serta penyiapan bahan penyajian data pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 879 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis serta pemenuhan, penganalisaan data pengembangan dan pemeliharaan sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia. Pasal 880 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemenuhan dan penganalisaan data hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan program sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pengembangan sistem komunikasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 881 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia.

127

Pasal 882 (1) Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman dan bimbingan teknis analisa program sistem informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman pengembangan dan pemeliharaan peralatan komputer, sarana komputer, sarana komunikasi data hak asasi manusia sebagai satu kesatuan sistem informasi hak asasi manusia serta pengembangan komunikasi data hak asasi manusia serta pemeliharaan otomasi sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 883 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan teknis, penyajian, penerbitan, dokumentasi dan perpustakaan serta pendiseminasian data informasi hak asasi manusia. Pasal 884 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883, Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia; b. penyiapan bahan penyebaran informasi hak asasi manusia; c. pendiseminasian data dan informasi hak asasi manusia; d. pengelolaan dokumentasi sistem informasi hak asasi manusia; dan e. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia. Pasal 885 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 886 (1) Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyebaran serta pendiseminasian informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Kedelapan Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia Pasal 887 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 888 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887, Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyajian data informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pemantauan terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia; d. pelaksanaan evaluasi terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 889 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia; b. Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia;

128

c. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia; d. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 890 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 891 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan hak asasi manusia penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 892 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891, Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data penerapan hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam penerapan hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan penerapan hak asasi manusia pada penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 893 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah; dan b. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha. Pasal 894 (1) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di pemerintah. (2) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di masyarakat dan dunia usaha. Pasal 895 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 896 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895, Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data mengenai permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 897 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia. Pasal 898 (1) Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan hak asasi manusia. (2) Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap diskriminasi hak asasi manusia.

129

Pasal 903 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan pemantauan permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait evaluasi dan pelaporan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 905 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. b. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pra peradilan. (2) Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan pemantauan. pelaksanaan kegiatan pemantauan proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. dan b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia. Seksi Pasca Peradilan. penyusunan laporan pemantauan penerapan. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pasca peradilan. Pasal 900 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. pengumpulan. 130 . pelaksanaan evaluasi kegiatan pemantauan penerapan. dan d. Seksi Pra Peradilan. Pasal 901 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. (2) Seksi Pasca Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Pasal 902 (1) Seksi Pra Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Pasal 906 (1) Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi pemantauan. pengolahan dan penyajian data mengenai proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. pengumpulan.Pasal 899 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. c. pengolahan dan penyajian data mengenai pemantauan penerapan. b. dan c. dan b. Pasal 904 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. penerapan. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia. penerapan.

Inspektorat Keimigrasian. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. keuangan. c. Inspektorat Hukum. pelaksanaan laporan hasil pengawasan. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 909 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. penyajian data dan informasi. c. Inspektorat Khusus. administarsi keuangan. dan d. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 910 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan kegiatan pengawasan. e. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II. b. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. hubungan masyarakat.BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 907 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. pengelolaan urusan kepegawaian. dan e. Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. b. dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum. Pasal 913 Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Inspektorat Pemasyarakatan. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. program dan anggaran. evaluasi. Bagian Penyusunan Program. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. dan protokol. Pasal 911 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. penyusunan laporan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. d. dan g. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Pasal 908 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. Bagian Kepegawaian. Pasal 912 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. 131 . tata usaha. f. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. pengumpulan. dokumentasi. dan d. b. Inspektorat Kepegawaian. program dan anggaran. pelaksanaan pengawasan kinerja. tata usaha pimpinan. evaluasi. pengolahan.

dan c. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. b. dan c. penyiapan evaluasi program kerja dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Sumatera Utara. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I menyelenggarakan fungsi : a. program dan anggaran pengawasan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. pengolahan. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. b. Kepulauan Bangka Belitung. serta urusan dokumentasi. Jawa Tengah. c. Subbagian Evaluasi dan Laporan. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Lampung. pengolahan. pengujian. Kepulauan Riau.I Jakarta. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. b. dan urusan dokumentasi. Jawa Timur. Jawa Barat. penilaian. Banten. penyajian data dan informasi. penilaian. pengumpulan. Pasal 919 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I terdiri atas : a. dan anggaran pengawasan.Pasal 914 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Jambi. penyusunan dan penyajian bahan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II. Pasal 920 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Inspektorat Hukum. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Kalimantan Barat. Inspektorat Hukum. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I. Sumatera Selatan. Hak Asasi Manusia. b. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. program. Pasal 918 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. analisis dan evaluasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. pengolahan. Kalimantan Selatan. Sumatera Barat. pemantauan.I Yogyakarta. Hak Kekayaan Intelektual. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penelitian dan penyajian laporan hasil 132 . Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Bengkulu. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi : a. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 917 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melaksanakan analisis. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pengolahan data. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Inspektorat Hukum. D.K. dan d. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan. dan c. pengolahan. Kalimantan Timur. pengujian. Pasal 915 Bagian Penyusunan Program terdiri atas : a. Inspektorat Hukum. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Riau. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyajian data dan informasi. penelaahan. D. penyiapan bahan evaluasi program dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Kalimantan Tengah dan Bali serta Sekretariat Jenderal. Pasal 916 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana.

pengujian. (4) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. Inspektorat Keimigrasian. Inspektorat Keimigrasian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian.I. pengujian. Maluku. pengujian. Sulawesi Utara.K. penilaian. c. (3) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Inspektorat Keimigrasian. analisis dan evaluasi laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Sumatera Barat.I Jakarta. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Hukum. Jawa Barat. Kalimantan Tengah dan Bali. pengolahan. Sumatera Utara. Gorontalo. penilaian. pengolahan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II. Sulawesi Barat. kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Imigrasi. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. D. penilaian. Banten. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II menyelenggarakan fungsi : a. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. dan d. Pasal 922 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. Pasal 923 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II terdiri atas : a. Maluku Utara. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah serta unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. Jawa Timur. Badan Pembinaan Hukum Nasional. dan c. penelaahan. pengolahan. Jambi. Kalimantan Timur. pengolahan. pengolahan. Sulawesi Barat. penilaian. Kalimantan Barat. pengujian. Inspektorat Keimigrasian. Inspektorat Jenderal.pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. pengolahan. penyusunan dan penyajian bahan laporan kegiatan pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. penilaian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I. Pasal 924 Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM. pengolahan. Sulawesi Tengah. Sulawesi Utara. b. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keimigrasian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh unit pelaksana teknis imigrasi.I Yogyakarta. Sumatera Selatan.I. Kalimantan Selatan. Riau. Lampung. Nusa Tenggara Timur. penilaian. Maluku. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Kepulauan Riau. Bengkulu. Maluku Utara. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara. Gorontalo. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah dan unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. Pasal 921 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melaksanakan analisis. pengolahan. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. dan Inspektorat Khusus. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penelitian dan penyajian laporan hasil (1) (2) (3) (4) 133 . dan Inspektorat Khusus. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pengujian. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Barat. b. dan Inspektorat Khusus. pengujian. Nusa Tenggara Timur. D. Nusa Tenggara Barat. Jawa Tengah. Inspektorat Khusus dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Sulawesi Tenggara.

Pemberhentian dan Pensiun Pegawai. Pasal 927 Bagian Umum terdiri atas : a. Subbagian Keuangan. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. tata usaha pimpinan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. b. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 930 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. dan c. tata usaha. pengelolaan tata usaha kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penetapan mutasi dan promosi serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. administrasi keuangan. pengelolaan urusan administrasi keuangan. administrasi Asuransi Kesehatan. dan d. Subbagian Tata Usaha. b. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. pensiun dan disiplin pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. (1) (2) (3) (4) Pasal 929 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Mutasi dan Promosi. Pasal 931 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. c. Kantor Wilayah dan unit pelaksanaan teknis serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. dan d. b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. hubungan masyarakat dan protokol serta pemberian informasi hasil pemeriksaan kepada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dan di luar Departemen. Pasal 928 Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. b. Kartu Pegawai dan Tabungan Asuransi Pensiun serta penetapan 134 .pemeriksaan kasus Inspektorat Khusus. hubungan masyarakat dan protokol. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. dan d. Pasal 925 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pendataan dan pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Umum. penyiapan bahan penetapan pemberhentian. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. Pasal 926 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 925. serta hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 932 (1) Subbagian Umum. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal.

dan b. pengujian. penghimpunan. pengusutan dan penilaian di bidang keuangan dan perlengkapan sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perencanaan dan program pengawasan di bidang kepegawaian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. b. pengujian. Pasal 934 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. dan g. c. b. Bagian Keempat Inspektorat Kepegawaian Pasal 933 Inspektorat Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dan sumber daya manusia di lingkungan Departemen. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pelaksanaan pemeriksaan. pengusutan dan penilaian di bidang kepegawaian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan perlengkapan di lingkungan Departemen. mutasi dan promosi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. penggajian. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. perencanaan dan program pengawasan di bidang keuangan dan perlengkapan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengujian. terhadap pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. Inspektorat Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengusutan. f.pemberhentian. e. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kelima Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan Pasal 937 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. Pasal 936 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. pensiun. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. dan penilaian. (2) Subbagian Mutasi dan Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. kepangkatan. Pasal 938 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. 135 . Pasal 935 Inspektorat Kepegawaian terdiri atas : a. pemindahan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. d.

f. penghimpunan. penghimpunan. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Keenam Inspektorat Hukum. Pasal 942 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. pengujian. perlengkapan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi : a. dan hak kekayaan intelektual di lingkungan Departemen. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual Pasal 941 Inspektorat Hukum. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. perencanaan dan program pengawasan di bidang hukum. dan g. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Pasal 939 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. pengusutan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. hak asasi manusia. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 943 Inspektorat Hukum. dan hak kekayaan intelektual. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. d. pengujian. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. Inspektorat Hukum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. f. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. e. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. hak asasi manusia. dan g. pengujian. dan b. dan b. 136 . Subbagian Tata Usaha.c. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. e. dan penilaian di bidang pengelolaan keuangan dan perlengkapan. pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. hak asasi manusia. pelaksanaan pemeriksaan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. pengusutan dan penilaian di bidang hukum. c. dan hak kekayaan intelektual. Subbagian Tata Usaha. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. b. Pasal 944 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. Pasal 940 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang hukum. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keuangan. pengusutan. pelaksanaan pemeriksaan.

pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. pengujian. dan benda sitaan negara di lingkungan Departemen. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. d. penghimpunan. pengusutan. pengujian. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. 137 . dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. d. dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan benda sitaan negara yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. tahanan negara. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pemasyarakatan. dan benda sitaan negara. penghimpunan. c. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. b. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Pasal 946 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945.Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan Pasal 945 Inspektorat Pemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan. pelaksanaan pemeriksaan. dan b. Inspektorat Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi : a. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. perencanaan dan program pengawasan di bidang keimigrasian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian Pasal 949 Inspektorat Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian di lingkungan Departemen. tahanan negara serta benda sitaan negara sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. Pasal 948 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. Pasal 947 Inspektorat Pemasyarakatan terdiri atas : a. pengusutan dan penilaian di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. pengusutan dan penilaian di bidang keimigrasian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tahanan negara. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keimigrasian. b. e. Pasal 950 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pemeriksaan. dan g. perencanaan dan program pengawasan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. tahanan negara. f. e. Inspektorat Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. dan g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. pengujian. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pengujian. pengusutan. f.

dan informasi laporan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pengusutan dan penilaian di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. penghimpunan. perencanaan dan program pengawasan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan b. b. penyimpangan. penindakan terhadap penyelewengan. dan penilaian di bidang kasus-kasus penyelewengan. Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus Pasal 953 Inspektorat Khusus mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri dalam rangka penertiban. informasi dan laporan. Pasal 952 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. penyimpangan di lingkungan Departemen. Pasal 954 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. pengaduan. dan b. Subbagian Tata Usaha. e. Pasal 958 Unit Pelaksana Teknis Bidang Keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan permasalahan-permasalahan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri akan dilakukan oleh sebuah tim yang ditentukan oleh Inspektur Jenderal. Pasal 956 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. d. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. c. Pasal 955 Inspektorat Khusus terdiri atas : a. f. Pasal 957 Pelaksanaan tugas pemeriksaan pada setiap Inspektorat didasarkan atas dasar perintah dan persetujuan dari Inspektur Jenderal. Inspektorat Khusus menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 951 Inspektorat Keimigrasian terdiri atas : a. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. dan g. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pengusutan. pelaksanaan pemeriksaan. 138 . pengujian. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri. dan masalah-masalah pengaduan. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengujian. Subbagian Tata Usaha. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.

Kelompok jabatan fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Inspektorat bertanggung jawab kepada masing-masing Inspektur. (1) (2) (3) (4) (5) (6) 139 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan Jabatan Fungsional lain yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal.Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Pasal 959 Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 960 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. Jenis dan jenjang jabatan fungsional Auditor diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. Pasal 962 BPHN mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. Pasal 966 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 965 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPHN. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. dan e. kriteria dan prosedur di bidang pembinaan hukum nasional.BAB XI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 961 (1) Badan Pembinaan Hukum Nasional yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPHN. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. dan e. c. 140 . perencanaan pembangunan hukum nasional. d. evaluasi. c. koordinasi dan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. Pusat Penyuluhan Hukum. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 964 BPHN terdiri atas : a. b. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pembinaan hukum nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Pasal 963 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. c. pedoman. d. program dan anggaran. penyusunan laporan kegiatan pembinaan hukum nasional. perumusan standar. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. perencanaan pembangunan hukum nasional. b. pengelolaan urusan administrasi keuangan. Badan Pembinaan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. norma. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPHN. Sekretariat Badan. (2) BPHN dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan urusan tata usaha BPHN.

c. d. penetapan pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan BPHN. Subbagian Evaluasi dan Laporan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha. b. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. Pasal 974 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan penyusunan formasi. pengolahan data. Pasal 970 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. b. dan penyusunan laporan BPHN. e. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan BPHN. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan BPHN. dan Kelompok Jabatan Fungsional. program dan anggaran. 141 .Pasal 967 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Pasal 968 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Pasal 971 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. b. Subbagian Umum Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. dan c. Bagian Keuangan. program dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. pengumpulan. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi. program dan anggaran. Bagian Kepegawaian. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. f. Pasal 969 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. penyajian data dan informasi. dan c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. dan c. Pasal 973 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 972. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 972 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan BPHN. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. b.

Pasal 976 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPHN. pelaksanaan hubungan masyarakat. penggajian. pengelolaan urusan perlengkapan. dan pembinaan pegawai di lingkungan BPHN. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 978 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. b. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. dan c. Subbagian Perlengkapan. b. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 977 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 976. pelaksanaan anggaran. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. Pasal 982 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pengelolaan urusan rumah tangga. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. Pasal 980 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPHN. b. pendataan dan pengembangan pegawai. dan c. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Rumah Tangga. dan protokol di lingkungan BPHN. Pasal 979 (1) (2) (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. dan c. dan c. 142 . b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. rumah tangga. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 981 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. kepangkatan. pelaksanaan urusan pembukuan.Pasal 975 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan . pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN.

pengelolaan arsip. pengaturan tata naskah persuratan dan ekspedisi. b. pengelolaan urusan persuratan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum.Pasal 983 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. evaluasi kegiatan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. b. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. dan d. pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas. dan pengembangan sistem hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. Pasal 984 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha BPHN. Pelayanan Teknis dan Administrasi. dan c. dan d. penyiapan bahan penyusunan program penelitian. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan. Subbagian Arsip. dan pelayanan teknis. (2) (3) 143 . Pasal 989 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Program. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. Pasal 985 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Pasal 988 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan. Pasal 987 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan meliputi penerimaan. b. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemeliharaan arsip. penyusunan laporan. Bidang Pertemuan Ilmiah. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Pasal 986 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. dan c. penelitian. penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. pelaksanaan penelitian. Pasal 990 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional terdiri atas: a. c. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Persuratan.

pelaksanaan pelayanan teknis dan administrasi. Pasal 992 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 991. rekomendasi hasil penelitian. (3) Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan kerja sama penelitian hukum antar lembaga pusat dan daerah dan persiapan pelaksanaan monitoring hasil penelitian hukum pusat dan daerah. dan b. dan c. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian. Pasal 996 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. dan b. pelayanan teknis. dan pengkajian hukum. b. laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. b. pembuatan abstrak. rekomendasi dan kesimpulan hasil penelitian hukum.Pasal 991 Bidang Program. Pasal 993 Bidang Program. Pasal 995 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil penelitian dan pengkajian hukum. kerja sama antar lembaga penelitian hukum. Subbidang Penelitian Hukum. Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program. evaluasi. dan c. 144 . Subbidang Pengkajian Hukum. Pelayanan Teknis dan Administrasi terdiri atas : a. Pasal 999 Bidang Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administrasi. Pasal 998 (1) Subbidang Penelitian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penelitian. Pasal 997 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum terdiri atas : a. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil pengkajian hukum. (2) Subbidang Pengkajian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan pengkajian. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan pelaksanaan kerja sama antar lembaga penelitian hukum. penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. pembuatan abstrak. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Pasal 994 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. penyiapan bahan penyusunan program. Bidang Program Pelayanan Teknis dan Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi.

Pasal 1000 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik. penyiapan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. Pasal 1004 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. c. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. laporan. pelaksanaan koordinasi program peta permasalahan hukum nasional. Pasal 1007 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006. dan e. perencanaan kerja sama nasional dan internasional di bidang pengembangan hukum. pelaksanaan pelayanan teknis administratif pada Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. penyusunan rencana dan program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis. Bidang Pertemuan Ilmiah menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan dan penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. Pasal 1005 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional terdiri atas: a. b. (2) Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan monitoring dan inventarisasi hasil pertemuan ilmiah pusat dan daerah. Bidang Program dan Pelayanan Teknis . penyiapan bahan penyusunan program kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional. d. dan pemberian pelayanan teknis administratif. Pasal 1006 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program perencanaan. evaluasi. dan b. Bidang Perencanaan Legislasi. Kelompok Jabatan Fungsional. analisa-evaluasi peraturan perundang-undangan. Pasal 1002 (1) Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan pertemuan ilmiah dan pengelolaan hasil pertemuan ilmiah. c. dan e. b. Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah. 145 . pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. dan b. Pasal 1001 Bidang Pertemuan Ilmiah terdiri atas : a. Bagian Kelima Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional Pasal 1003 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. b. kompendium. anotasi yurisprudensi dan kompilasi hukum. pemantauan hasil pertemuan ilmiah. d. dan c.

Pasal 1011 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. pelaksanaan inventarisasi dan rencana pengembangan hukum tidak tertulis. Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum. dan b. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama di tingkat pusat dan daerah untuk perencanaan pembangunan hukum nasional. (2) Subbidang Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administratif. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama hukum di tingkat internasional baik bilateral. Pasal 1012 Bidang Perencanaan Legislasi terdiri atas : a. Pasal 1009 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana dan program serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. dan b. dan b. dan b. Bidang Perencanaan Legislasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1013 (1) Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program legislasi nasional. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. regional maupun multilateral untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional.Pasal 1008 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas: a. (2) Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengembangan hukum tidak tertulis. Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum. 146 . Pasal 1016 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum terdiri atas : a. Pasal 1015 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. Pasal 1014 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja sama pengembangan hukum baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. Pasal 1010 Bidang Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengelolaan rencana program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis melalui kerja sama antar lembaga pusat dan daerah. pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan program legislasi nasional dan pelaksanaan konsultasi publik program legislasi nasional di daerah. dan b. Subbidang Pelayanan Teknis. Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis. Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi.

program. pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. Pasal 1021 Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pembinaan dan pengembangan teknis dokumentasi dan informasi hukum. b. Pasal 1024 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional terdiri atas : a. b. program. dan d. pelaksanaan penerbitan dan publikasi hukum. c. pembinaan dan pengembangan perpustakaan serta pelayanan informasi hukum. (2) Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat internasional untuk mendukung pengembangan hukum nasional. 147 . Bidang Jaringan Dokumentasi. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 1020 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik membawahi Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan dalam rangka menunjang pembangunan hukum nasional. Pasal 1023 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. Bidang Pengolahan Data Elektronik. Pasal 1018 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan dokumentasi dan informasi hukum nasional serta pelayanan teknis. pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum nasional. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis. c. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan dan pengembangan pengelolaan data elektronik. dan b. Informasi dan Perpustakaan Hukum. d. Bagian Keenam Pusat Dokumentasi Dan Informasi Hukum Nasional Pasal 1022 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pengelolaan. e. pelaksanaan analisis evaluasi dan penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. dan pelaksanaan analisis evaluasi. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan analisis evaluasi peraturan perundangundangan. dan g. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1019 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. f.Pasal 1017 (1) Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat nasional .

pengembangan. perawatan data elektronik dan jaringan komputer serta sarana teknologi informasi. jaringan komputer. Pasal 1031 Bidang Pengolahan Data Elektronik terdiri atas : a. (3) Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi. Pasal 1026 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025. reproduksi. Bidang Pengolahan Data Elektronik menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1027 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. reproduksi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan serta pengembangan database peraturan perundangundangan dan data hukum lainnya secara elektronik dan kerja sama otomasi hukum. laporan. ekstranet dan internet. b. Monitoring. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pembuatan laporan dan pelayanan teknis. penyajian database peraturan perundang-undangan dan bahan data hukum lainnya. (2) Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik mempunyai tugas melakukan pembuatan dan pengembangan pemrograman komputer. pemrograman komputer. perawatan dan pengamanan data elektronik. situs jaringan internet. jaringan elektronik. pengamanan. Monitoring dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dokumentasi dan informasi hukum. Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi. dan b. pelaksanaan pengembangan. dan pelayanan teknis. dan b. Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database. secara elektronik serta pelaksanaan kerjasama otomasi hukum. dan c. penyusunan laporan dan pelayanan teknis. penyiapan penyusunan program. dan pemeliharaan sarana teknologi informasi. penjilidan dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya. (2) Subbidang Penyusunan Program. monitoring. dan kerja sama otomasi hukum. penyusunan program. penyebarluasan bahan hukum. Pasal 1029 Bidang Pengolahan Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan pengembangan database peraturan perundang-undangan. Subbidang Penyusunan Program. b.Pasal 1025 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. pelaksanaan penerbitan. Pasal 1032 (1) Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pengolahan. penjilidan dan penyebarluasan bahan hukum. monitoring kinerja. Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum. Pasal 1030 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1029. Pasal 1028 (1) Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan. dan Pelayanan Teknis. Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik. dan c. data hukum lainnya. 148 . pelaksanaan pemrograman komputer dan jaringan elektronik.

Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum. Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum Pasal 1037 Pusat Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan dan pembimbingan penyuluhan hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. penyiapan. dan d. penyiapan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan dan petunjuk pelaksanaan di bidang penyuluhan hukum. Pasal 1039 Pusat Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. (2) Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan. 149 . pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengembangan penyuluhan hukum. dan pembudayaan kesadaran hukum. pengembangan kerja sama secara nasional. (3) Subbidang Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. b. dan d. Informasi dan Perpustakaan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. regional dan internasional. evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penyuluhan hukum. pelaksanaan pengembangan dan kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan serta pelayanan teknis penyuluhan hukum. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. dan c. dan d. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. Subbidang Perpustakaan Hukum. pengumpulan. pelaksanaan pengumpulan. regional dan internasional. Bidang Program dan Pelayanan Teknis. Pasal 1034 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1033. Bidang Jaringan Dokumentasi. Informasi dan Perpustakaan Hukum terdiri atas : a. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum. Pasal 1038 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. c. Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. Informasi dan Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. dan perawatan bahan informasi hukum. regional dan internasional. pengolahan. Pasal 1036 (1) Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. b. Pusat Penyuluhan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pengembangan perpustakaan hukum. Pasal 1035 Bidang Jaringan Dokumentasi. b. pembinaan. b. c.Pasal 1033 Bidang Jaringan Dokumentasi. c. pengelolaan.

dan c. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pendapat umum. Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode. b. Pasal 1041 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. laporan kegiatan penyuluhan hukum. dan c. Pasal 1043 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan d.Pasal 1040 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. b. Pasal 1047 (1) Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan bimbingan teknis penyuluhan hukum dan koordinasi penyuluhan hukum dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat. pemberian bimbingan. dan pelayanan teknis. dan b. Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama. (3) Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan pengolahan pendapat umum mengenai hukum yang berkembang dan pengembangan metode penyuluhan hukum sesuai dengan kebutuhan dalam masyarakat. c. pemantauan. pendapat umum dan pengembangan metode di bidang penyuluhan hukum. (2) Subbidang Temu Wicara dan Diskusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi kegiatan temu wicara dan diskusi . bimbingan teknis. Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan hukum. temu wicara dan diskusi. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. (3) Subbidang Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan penyuluhan hukum. penyusunan program. penyusunan program penyuluhan hukum. Subbidang Penyusunan Program. Pasal 1046 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. penyusunan program pelaksanaan penyuluhan hukum. menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pemantauan dan Evaluasi. Pasal 1042 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. 150 . penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan hukum. Pasal 1044 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan pengembangan metode penyuluhan hukum. Pasal 1045 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. Subbidang Temu Wicara dan Diskusi. pelayanan teknis dan penyusunan laporan kegiatan penyuluhan hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program. evaluasi. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan penyusunan laporan pelaksanaan penyuluhan hukum. koordinasi dan kerja sama. temu wicara dan diskusi.

pementasan. pameran. Pementasan. pementasan.Pasal 1048 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui ceramah. (3) Subbidang Pameran. dan b. (2) Subbidang Media Cetak dan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyuluhan hukum melalui media cetak dan elektronik. bantuan hukum. Konsultasi dan Bantuan Hukum. dan Temu Sadar Hukum. Subbidang Ceramah. pementasan. pameran. temu sadar hukum. diskusi. konsultasi dan bantuan hukum. diskusi dan temu sadar hukum. Pasal 1051 (1) Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui kegiatan ceramah. dan c. 151 . bantuan hukum. konsultasi hukum. konsultasi hukum. media cetak dan elektronik dalam upaya membentuk budaya hukum masyarakat. Konsultasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan kegiatan pameran. temu sadar hukum. Subbidang Pameran. media cetak dan elektronik. b. Pasal 1049 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1048. Pasal 1050 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembudayaan kesadaran hukum. Pementasan. Subbidang Media Cetak dan Elektronik. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan ceramah. diskusi.

b. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pengelolaan urusan kepegawaian. b. pengelolaan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia.hak Sipil dan Politik. 152 . pelaksanaan koordinasi dan kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. c. dan e. Sekretariat Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. evaluasi. (2) Balitbang HAM dipimpin oleh seorang Kepala. penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. dan e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan program penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. Balitbang HAM menyelenggarakan fungsi : a. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1056 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Balitbang HAM. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1053 Balitbang HAM mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. d. Pasal 1054 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1053.hak Ekonomi. b. Sosial dan Budaya. pengelolaan urusan administrasi keuangan. evaluasi pelaksanaan. d. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana.BAB XII BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1052 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Balitbang HAM. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1057 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. pelaksanaan urusan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balitbang HAM. d. penyiapan perumusan bahan kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. dan e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1055 Balitbang HAM terdiri atas : a. pengelolaan urusan data dan informasi. program dan anggaran.hak Kelompok Rentan. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri.

e. Pasal 1059 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 1066 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Umum Kepegawaian. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. dan f. pendataan. Pasal 1064 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Keuangan. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. program dan anggaran. dan b. b. 153 . (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. dan b. Pasal 1061 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. program dan anggaran. (2) Subbagian Mutasi dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. penyiapan bahan penetapan mutasi. evaluasi dan penyusunan laporan Balitbang HAM. program dan anggaran. Subbagian Evaluasi dan Laporan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 1065 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. d. jabatan struktural. Pasal 1062 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan b. Bagian Data dan Informasi. pemberhentian dan pensiun. dan b. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Balitbang HAM. administrasi jabatan fungsional. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 1063 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Balitbang HAM. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. pengangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Umum. kepangkatan.Pasal 1058 Sekretariat Badan terdiri atas : a. c. Bagian Kepegawaian. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1060 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. pemindahan dan mutasi. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Mutasi dan Pensiun. penggajian. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran.

penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. 154 . Pasal 1076 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1075. tata usaha dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1072 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1071. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran. Pasal 1070 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pengumpulan. dan b.Pasal 1067 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Balitbang HAM. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan dokumentasi di lingkungan Balitbang HAM. dan c. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. penyajian dan pendistribusian data. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. dan b. pengangkutan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. b. b. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pengangkutan dan pengamanan di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1075 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 1071 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 1073 Bagian Umum terdiri atas : a. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. dan b. pengolahan. dan c. Pasal 1068 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1067. Pasal 1069 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 1074 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (2) Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. pengamanan dan administrasi perjalanan dinas. penyajian data dan informasi. pengolahan. pengelolaan urusan ketatausahaan dan pelaksanaan urusan administrasi perjalanan dinas.

Pasal 1081 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. dan b. daftar inventarisasi masalah. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. c.hak sipil dan politik dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak. c. penyiapan perumusan standar. b. Bidang Penelitian Hak. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. koordinasi program. b. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. Bidang Penelitian Hak. b. program penelitian hak. d. e. Pasal 1080 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. f.hak Sipil dan Politik. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. c. d. Pasal 1083 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082. pemenuhan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak sipil dan politik. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. Pasal 1078 (1) Subbagian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyajian dan pendistribusian data permasalahan hak asasi manusia. pengolahan. penegakan.Pasal 1077 Bagian Data dan Informasi terdiri atas : a.hak Sipil dan Politik. penyusunan rencana.hak Sipil dan Politik. dan i. Subbagian Data.hak sipil dan politik. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a.hak sipil dan politik. h.hak Sipil dan Politik. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. dan d. pedoman. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Bidang Evaluasi dan Laporan. norma.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak. g. dan 155 .Hak Sipil Dan Politik Pasal 1079 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang.hak sipil dan politik berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM.hak Sipil dan Politik.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. Bidang Pengembangan Hak. Pasal 1082 Bidang Penelitian Hak-hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.undangan dalam perspektif hak asasi manusia.hak sipil dan politik.

hak sipil dan politik. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak sipil dan politik. Pasal 1089 (1) Subbidang Pengembangan Hak.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. norma. Subbidang Penelitian Hak. penyelenggaraan sosialisasi.hak politik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.hak sipil dan politik. Subbidang Penelitian Hak. penyusunan rencana dan program pengembangan hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. pedoman. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang.undangan. Pasal 1087 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086.hak Politik.hak sipil dan politik. naskah akedemik. pedoman.undangan.hak Politik. pedoman. norma. perumusan rancangan kebijakan. penyelenggaraan sosialisasi. Subbidang Pengembangan Hak. inventarisasi. penyiapan bahan perumusan standar norma. standar. dan b. d. perumusan rancangan kebijakan.hak Sipil. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak.hak sipil dan politik. dan b. Pasal 1085 (1) Subbidang Penelitian Hak. naskah akedemik. perumusan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak-hak sipil dan politik. pelaksanaan kerja sama. Pasal 1084 Bidang Penelitian Hak. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak sipil.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Subbidang Pengembangan Hak. dan f. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak politik. Bidang Pengembangan Hakhak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1086 Bidang Pengembangan Hak. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. inventarisasi.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. daftar inventarisasi masalah.hak Sipil dan Politik. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak. program dan perumusan rancangan kebijakan. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak. daftar inventarisasi masalah. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak. pelaksanaan kerja sama. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. daftar inventarisasi masalah. analisa. standar. kriteria dan prosedur. b. pelaksanaan analisa. (2) Subbidang Pengembangan Hak. Pasal 1088 Bidang Pengembangan Hak. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak-hak sipil dan politik. c. Pasal 1090 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. analisa.hak Sipil. 156 .hak Sipil dan Politik terdiri atas : a.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. kriteria dan prosedur.hak sipil.undangan dalam perspektif hak asasi manusia.e. e. (2) Subbidang Penelitian Hak.

hak Ekonomi. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. c. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. b. sosial dan budaya.hak ekonomi. sosial dan budaya berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian di bidang penelitian dan pengembangan hak. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan.hak sipil dan politik. g. Pasal 1092 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penegakan. b. d. Bidang Penelitian Hak.hak sipil dan politik. e. Pasal 1095 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094. penyiapan perumusan standar. dan b. Pasal 1096 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. dan e. Sosial dan Budaya. 157 . c. dan i. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Sosial Dan Budaya Pasal 1094 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya. b. Bidang Evaluasi dan Laporan.hak Ekonomi. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik.hak Sipil dan Politik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. norma. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.hak ekonomi.hak Ekonomi. pemenuhan.hak Sipil dan Politik. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. dan d. c. Bagian Kelima Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. Subbidang Evaluasi. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi.hak Ekonomi. Subbidang Laporan. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri.hak Ekonomi. daftar inventarisasi masalah. Sosial dan Budaya. Sosial dan Budaya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Kelompok Jabatan Fungsional.hak Ekonomi.hak Sipil dan Politik.Hak Ekonomi. d. h. f. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. Bidang Pengembangan Hak.Pasal 1091 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090. Sosial dan Budaya. Pasal 1093 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. koordinasi program.

hak sosial dan budaya. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. program dan rancangan pengembangan hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.hak ekonomi. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerjasama hak asasi manusia. sosial dan budaya. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak. sosial dan budaya. sosial dan budaya.hak ekonomi. dan budaya. Bidang Penelitian Hak. Pasal 1101 Bidang Pengembangan Hak. Pasal 1102 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. Pasal 1100 (1) Subbidang Penelitian Hak. program dan rancangan pengembangan hak. serta penyusunan program penelitian hak.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.hak ekonomi. sosial dan budaya dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. dan budaya.hak ekonomi. c.hak ekonomi. d.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya terdiri atas : a.hak Ekonomi.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. sosial.hak ekonomi. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak.Pasal 1097 Bidang Penelitian Hak.hak Ekonomi. daftar inventarisasi masalah. dan e. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak. Subbidang Pengembangan Hak.hak ekonomi.hak Ekonomi.hak ekonomi. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Penelitian Hak. b.hak ekonomi. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak. sosial dan budaya. sosial. (2) Subbidang Pengembangan Hak. dan b. sosial dan budaya.hak Ekonomi. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak. Bidang Pengembangan Hakhak Ekonomi. Pasal 1099 Bidang Penelitian Hak.hak Ekonomi. norma. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. Pasal 1104 (1) Subbidang Pengembangan Hak. b. sosial dan budaya. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak. dan f. 158 . kriteria dan prosedur pengembangan hakhak ekonomi. Pasal 1098 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. penyusunan program pengembangan hak. Subbidang Penelitian Hak.hak ekonomi.hak ekonomi. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. sosial dan budaya.hak Ekonomi.hak sosial dan budaya. pedoman. (2) Subbidang Penelitian Hak. penyiapan bahan perumusan standar.hak Sosial dan Budaya. Subbidang Pengembangan Hak. c. sosial dan budaya. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a.hak Sosial dan Budaya. e. sosial dan budaya. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. d. pelaksanaan kerjasama penelitian hak. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak.hak ekonomi. Pasal 1103 Bidang Pengembangan Hak. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. dan b.hak ekonomi.

Sosial dan Budaya. daftar inventarisasi masalah. dan f. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. i. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. Bagian Keenam Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat Pasal 1109 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. c. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan atas kasus. Subbidang Evaluasi. b.hak Ekonomi. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial. Pasal 1107 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. dan Budaya. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. sosial dan budaya. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. pedoman. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam perspektif hak asasi manusia. e.kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. c. e. pemenuhan. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. norma. Pasal 1110 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. koordinasi program. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. 159 . penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak ekonomi.Pasal 1105 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. b. Sosial dan Budaya. dan b. d. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. g. Subbidang Laporan. Sosial dan Budaya. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. h.hak Ekonomi. sosial dan budaya. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. dan j. Pasal 1108 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. penegakan. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia.hak Ekonomi. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik.hak Ekonomi. f. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak asasi manusia yang berat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan standar. Sosial dan Budaya. d.hak ekonomi. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. Pasal 1106 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak.

pelaksanaan kerja sama penelitian hak asasi manusia yang berat dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. Pasal 1116 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak asasi manusia yang berat. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat.Pasal 1111 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. dan b. Pasal 1113 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112 . kriteria dan prosedur pengembangan hak asasi manusia yang berat. pedoman. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak asasi manusia yang berat. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan genosida. Pasal 1112 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. e. b. Pasal 1114 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak asasi manusia yang berat. Bidang Evaluasi dan Laporan. daftar inventarisasi masalah. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. dan penyusunan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. d. Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida. dan penyusunan program penelitian hak asasi manusia yang berat. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat. Pasal 1118 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. 160 . Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak asasi manusia yang berat. dan e. dan b. dan f. c. Pasal 1117 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1116. b. b. dan d. Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida. d.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. c. (2) Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan perumusan standar norma. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 1115 (1) Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik.

Pasal 1119 (1) Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan genosida. (2) Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 1120 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1121 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1120, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1122 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1123 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan Pasal 1124 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. Pasal 1125 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1124, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; b. penyiapan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan, penegakan, pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia; c. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri;

161

e. koordinasi dan sosialisasi di bidang hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia hakhak kelompok rentan; f. koordinasi program, evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; i. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak- hak kelompok rentan; dan j. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. Pasal 1126 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; b. Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; c. Bidang Evaluasi dan Laporan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1127 Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian, pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program penelitian hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. Pasal 1128 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127, Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri; c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; d. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1129 Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas: a. Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas. Pasal 1130 (1) Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di perempuan dan anak. (2) Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di kelompok minoritas. Pasal 1131 Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program pengembangan hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak

162

Pasal 1132 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131, Bidang Pengembangan Hakhak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; c. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. penyiapan bahan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan hakhak perempuan, anak dan kelompok minoritas; e. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan f. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1133 Bidang Pengembangan Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas. Pasal 1134 (1) Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak perempuan dan anak. (2) Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak kelompok minoritas. Pasal 1135 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-hak Kelompok Rentan. Pasal 1136 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak kelompok rentan; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan. Pasal 1137 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1138 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan.

163

BAB XIII BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1139 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPSDM Hukum dan HAM, adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengembangan sumber daya manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. (2) BPSDM Hukum dan HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1140 BPSDM Hukum dan HAM mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140, BPSDM Hukum dan HAM menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; c. pelaksanaan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; d. koordinasi dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; e. pemberian bimbingan teknis tata penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; f. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; dan g. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1142 BPSDM Hukum dan HAM terdiri atas : a. Sekretariat Badan; b. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen; c. Pusat Pengembangan Teknis; d. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1143 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1144 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143, Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. pelaksanaan dan koordinasi kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia;

164

c. pengelolaan urusan kepegawaian, tata usaha dan administrasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; d. pengelolaan urusan administrasi keuangan; dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1145 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama; b. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1146 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, pengelolaaan data, penyusunan laporan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan serta kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1147 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146, Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi; c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan; d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan; e. penyiapan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh; dan f. penyiapan penyusunan pelaksanaan kerja sama pengembagan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1148 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran; b. Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 1149 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan serta melakukan urusan hubungan masyarakat dan keprotokolan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh serta pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1150 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, administarsi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM.

165

Pasal 1151 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150, Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi, pendataan, dan pengembangan pegawai, penyiapan bahan penetapan mutasi, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengelolaan urusan surat-menyurat, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan pengelolaan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM; dan c. pengelolaan urusan administrasi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1152 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian; b. Subbagian Tata Usaha; dan c. Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1153 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi, pendataan, pengembangan pegawai, pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan, pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia, penyiapan bahan penetapan pengangkatan, kepangkatan, penggajian, pemindahan dan mutasi pegawai, pemberhentian dan pensiun, pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat meliputi penerimaan, pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM. (3) Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan seleksi dan pemanggilan peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1154 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1155 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas; dan c. pelaksanaan urusan pembukuan, perhitungan, dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1156 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan; dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1157 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan, perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.

166

b. penyiapan penyusunan standar. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. c. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pengangkutan. pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Perlengkapan. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen. dan c. d. Pasal 1161 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. b. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. e. (3) Subbagian Perpustakaan dan Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. rumah tangga. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. dan c. b. Bidang Penyelenggaraan. perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1163 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1162. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolan urusan perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 1159 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1158. norma. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Pasal 1162 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1160 Bagian Umum terdiri atas : a.Pasal 1158 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. c. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. b. Pasal 1164 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen terdiri atas : a. dan d. Subbagian Rumah Tangga. Bidang Program. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. dan f. 167 . Subbagian Perpustakaan dan Arsip. pengamanan dalam. pedoman. pengamanan dalam serta pelaksanaan urusan pengangkutan. pengamanan dalam dan pengangkutan.

Pasal 1169 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. metode dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Penyusunan Program. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pemanggilan tenaga pengajar. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. pemanggilan tenaga pengajar. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1167 Bidang Program terdiri atas : a. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 1172 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. penggandaan. kurikulum dan silabus. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. dan jenis peserta berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. dan b. dan b. dan b. Subbidang Standardisasi dan Metode. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. penjadualan. kurikulum dan silabus. jumlah. Pasal 1168 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. dan b. Pasal 1170 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. penyiapan penyusunan standardisasi. dan pengelolaan urusan dokumentasi. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. Pasal 1173 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. Pasal 1166 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bidang Program menyelenggarakan fungsi : a. 168 . Pasal 1171 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a.Pasal 1165 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Pengajaran.

Pasal 1180 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. c. dan b. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. pedoman. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dan pengelolaan urusan dokumentasi. dan f. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Teknis. c. Pasal 1179 Pusat Pengembangan Teknis terdiri atas : a.Pasal 1174 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1173. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan standar. Bidang Program. Pusat Pengembangan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Evaluasi. 169 . b. d. dan d. dan b. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Teknis Pasal 1177 Pusat Pengembangan Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan teknis berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1176 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. e. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bidang Penyelenggaraan. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. b. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Pasal 1175 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen serta pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1178 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1177.

Subbidang Pengajaran. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Standardisasi dan Metode. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1183 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis serta pengelolaan urusan dokumentasi. dan b. dan b. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penyusunan Program. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. pemanggilan tenaga pengajar. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. 170 . dan b. penjadualan. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1188 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Pasal 1185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Pasal 1184 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1182 Bidang Program terdiri atas : a. dan b. penggandaan. penyiapan penyusunan standardisasi dan metode. Pasal 1189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. jumlah dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. kurikulum dan silabus. kurikulum dan silabus. dan b. serta pengelolaan urusan dokumentasi.Pasal 1181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1180. serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1187 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. pemanggilan tenaga pengajar. Pasal 1186 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a.

pedoman. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. b. b. dan b. norma. dan f. Pasal 1191 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Bidang Penyelenggaraan. dan b. Pasal 1193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1192. dan d. e. 171 . Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional Dan Hak Asasi Manusia Pasal 1192 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1196 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. penyiapan standardisasi. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis dan pengelolaan urusan dokumentasi. Subbidang Evaluasi. Pasal 1194 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. c. penyiapan penyusunan standar. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. d. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. c.Pasal 1190 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. metode. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1195 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Bidang Program.

172 . penyusunan kurikulum dan silabus. pemanggilan tenaga pengajar. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. Pasal 1205 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1201 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a.Pasal 1197 Bidang Program terdiri atas : a. Subbidang Standardisasi dan Metode. Pasal 1202 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. pemanggilan tenaga pengajar. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Pasal 1204 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Pasal 1203 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. Subbidang Penyusunan Program. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penggandaan. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1198 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. dan b. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dan pengelolaan urusan dokumentasi. dan b. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelatihan. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. kurikulum dan silabus. penjadualan. dan b. Pasal 1199 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Subbidang Pengajaran. penjadualan kegiatan pelatihan. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. dan b. jumlah. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1200 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Subbidang Evaluasi. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan. dan pengelolaan urusan dokumentasi.

173 . (3) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 1209 (1) Staf Ahli terdiri dari : a. b. dan d. dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. c. Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia. (4) Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah pengembangan budaya hukum. c. pemikiran dan pengkajian aspek hak asasi manusia. b. Sosial dan Keamanan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah politik. Pasal 1208 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia serta pengelolaan urusan dokumentasi.Pasal 1206 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1210 (1) Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah perekonomian dan hubungan luar negeri. sosial dan keamanan. Staf Ahli menyelenggarakan fungsi: a. Staf Ahli Bidang Politik. Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri. e. Sosial dan Keamanan. BAB XIV STAF AHLI Pasal 1207 Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahlianya. (5) Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pelanggaran hak asasi manusia. sosial dan keamanan. d. Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Badan dan Inspektorat Jenderal. pemikiran dan pengkajian aspek ekonomi dan hubungan luar negeri. (2) Staf Ahli Bidang Politik. Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum. (3) Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah hukum lingkungan dan pertanahan. pemikiran dan pengkajian aspek politik. pemikiran dan pengkajian aspek hukum lingkungan dan pertanahan. Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.

kepegawaian. pelaksanaan pengkajian dan pengembangan serta perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. pemasyarakatan. Subbagian Keuangan. Pasal 1215 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. administrasi keuangan. program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan Pusjianbang. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan c. (2) Pusjianbang dipimpin oleh seorang Kepala. Pusjianbang menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana. pengelolaan urusan administrasi keuangan. b. pengelolaan urusan tata usaha dan kepegawaian. Bagian Umum. dan d. pengelolaan urusan tata usaha.BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1211 (1) Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Pusjianbang adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengkajian dan pengembangan kebijakan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. dan c. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif. pemasyarakatan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1214 Pusjianbang terdiri atas : a. Pasal 1212 Pusjianbang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 1216 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Umum Pasal 1217 Bagian Umum terdiri atas : a. Pasal 1213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. c. Bidang Pengkajian dan Pengembangan. 174 . pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. keimigrasian. dan e. c. b. Bidang Penyusunan Program dan Laporan. keimigrasian. d. b. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pengelolaan administrasi Jabatan Fungsional. keuangan. dalam Pasal 1215. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Pusjianbang. kepegawaian. b. serta pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional.

b. Pasal 1221 Bidang Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. c. pemeliharaan. (2) Subbidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi program dan laporan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pusjianbang. Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan. (3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan. b. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan kepegawaian di lingkungan Pusjianbang. penataan kearsipan. dan b.Pasal 1218 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat. program dan anggaran di lingkungan Pusjianbang. Pasal 1223 Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran. pengolahan dan analisa data serta penyajian hasil pengkajian kebijakan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan atas hasil pengkajian dan pengembangan kebijakan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan guna mendukung kegiatan pengkajian dan pengembangan. Pasal 1224 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. Pasal 1222 (1) Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 1226 (1) Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan mempunyai tugas melakukan pengkajian melalui pengumpulan. dan d. pelaksanaan kegiatan pengkajian kebijakan. perawatan barang inventaris dan pengamanan sarana dan prasarana. Pasal 1219 Bidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pembuatan perumusan rekomendasi kebijakan. (2) Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan melalui kegiatan diskusi dan seminar atas hasil pengkajian kebijakan serta perumusan atas hasil pengembangan kebijakan guna dijadikan rekomendasi kepada Pimpinan Departemen. program dan anggaran serta laporan Pusjianbang. analisa dan pengembangan kebijakan. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan. Bidang Pengkajian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan rekomendasi kebijakan serta pengelolaan urusan perpustakaan dan dokumentasi. dan b. program dan anggaran . Pasal 1225 Bidang Pengkajian dan Pengembangan terdiri atas : a. pembukuan. pelaksanaan kegiatan pengembangan hasil pengkajian kebijakan. 175 . dan c. pengelolaan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Subbidang Evaluasi dan Laporan. penerimaan. Bidang Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1220 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219.

Kelompok Jabatan Fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Biro/Sekretariat Direktorat Jenderal/Direktorat/Sekretariat Badan/Pusat secara administratif bertanggung jawab kepada masing-masing Kepala Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Direktur/Sekretaris Badan/Kepala Pusat. Pasal 1228 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Kepala Bidang. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (1) (2) (3) (4) (5) (6) BAB XVII TATA KERJA Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Jenderal. Staf Ahli. Pasal 1233 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Kepala Biro. Kepala Seksi. 176 . Kepala Subdirektorat. Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Direktur. Kepala Bagian. Sekretaris Badan. Kepala Badan. Kepala Subbidang. Pasal 1230 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktur Jenderal. Pasal 1232 Setiap pimpinan satuan organisasi dan pejabat fungsional wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Kepala UPT dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Kepala Subbagian. Inspektur Jenderal. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Departemen serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. terdiri atas Jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 1231 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.BAB XVI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1227 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Pusat. Inspektur.

ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1238 (1) Di lingkungan Departemen terdapat Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Departemen sesuai dengan kebutuhan. Pasal 1237 Instansi Vertikal di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini.07. (2) Pembentukan. Tugas dan Fungsi. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuansatuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 177 . Pasal 1242 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 1235 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. (2) Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). BAB XX KETENTUAN PENUTUP Pasal 1240 Perubahan atas susunan Organisasi dan Tata Kerja dalam peraturan ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.03-PR. BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL Pasal 1236 (1) Instansi Vertikal Departemen adalah Kantor Wilayah Departemen di Propinsi. Pasal 1241 Peraturan Menteri Nomor M.Pasal 1234 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 1239 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. ditetapkan dengan Peraturan Menteri tersendiri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 April 2007 178 .

09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA STAF AHLI INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA i .I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.

07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERLENGKAPAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ii .

BIRO PERENCANAAN BAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN LAPORAN BAGIAN ORGANISASI BAGIAN KETATALAKSANAAN Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Evaluasi dan Laporan I Subbagian Evaluasi dan Laporan II Subbagian Evaluasi dan Laporan III Subbagian Evaluasi dan Laporan IV Subbagian Kelembagaan I Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja Subbagian Pengembangan Sistem Prosedur dan Metode Kerja Subbagian Evaluasi Tatalaksana Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Kelembagaan II Subbagian Kelembagaan III iii .

BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN PEMBERHENTIAN. PENSIUN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai Subbagian Peraturan Perundangundangan Subbagian Jaminan Sosial Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai Subbagian Pengembangan Sistem dan Diklat Luar Negeri Subbagian Penyaringan Pegawai Subbagian Mutasi I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai Subbagian Tata Naskah I Subbagian Mutasi II Subbagian Tata Naskah II Subbagian Mutasi III Subbagian Penggandaan I Subbagian Mutasi IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Penggandaan II iv .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN DAN TATA USAHA KEUANGAN BAGIAN PENGUJIAN DAN PENERBITAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN Subbagian Pelaksanaan Anggaran I Subbagian Pelaksanaan Anggaran II Subbagian Pelaksanaan Anggaran III Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM I Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM II Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM III Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM IV Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV Subbagian Tata Usaha Keuangan Subbagian Kerugian Negara Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL v .

BIRO PERLENGKAPAN BAGIAN ANALISA KEBUTUHAN BAGIAN PENGADAAN BAGIAN PENYIMPANAN DAN PENYALURAN BAGIAN INVENTARISASI BAGIAN PENGHAPUSAN Subbagian Penyediaan Data Subbagian Harga dan Mutu Subbagian Pergudangan dan Penyaluran Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan Subbagian Pemeliharaan Subbagian Pembukuan Subbagian Penilaian Subbagian Pembakuan Subbagian Tender Subbagian Pendataan Inventaris Subbagian Perubahan Status P l k Subbagian Pelaksanaan Penghapusan Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pembelian Subbagian Statistik dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vi .

Evaluasi dan Laporan Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vii .BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAGIAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI Subbagian Hubungan Kelembagaan Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Subbagian Kerja Sama BadanBadan Internasional Subbagian Kerja Sama Antar Negara Subbagian Penyusunan Program.

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA DEPARTEMEN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN BINA SIKAP MENTAL BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PENGAMANAN Subbagian Persuratan Subbagian Tata Usaha Menteri Subbagian Tata Usaha Sekretariat Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Protokol Subbagian Rohani dan Sosial Subbagian Kesehatan Pegawai Subbagian Kesejahteraan Subbagian Urusan Dalam Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas Subbagian Gaji Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pengamanan Pimpinan Subbagian Pengamanan Lingkungan Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi Subbagian Arsip Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Agenda dan Pengiriman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL viii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT PUBLIKASI. KERJA SAMA DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH ix .I Nomor : M.09-PR.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Data.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jafung Subbagian Mutasi. Informasi dan Laporan Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Arsip dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat x .

TEKNIK.DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI SUBDIREKTORAT METODE. DAN PENYIAPAN PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan P d d Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundangundangan SUBDIREKTORAT PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG UNDANG SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN Seksi Penyusunan Rencana dan Program Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-undang Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-undang KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengelolaan Dokumentasi Seksi Perpustakaan Hukum xi .

Riset dan Teknologi I Seksi Analisa Bidang Industri. Perdagangan. RISET DAN TEKNOLOGI Seksi Analisa Bidang Industri. Hukum. Hukum. DAN KEAMANAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG INDUSTRI. Riset dan Teknologi II SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II Seksi Analisa Bidang Politik. PERDAGANGAN. dan Keamanan II Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xii . dan Keamanan I Seksi Analisa Bidang Politik.DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG POLITIK. Perdagangan. HUKUM.

DIREKTORAT PUBLIKASI. KERJA SAMA. DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PUBLIKASI SUBDIREKTORAT KERJA SAMA SUBDIREKTORAT PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Seksi Penerbitan Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan Seksi Administrasi Pengundangan Seksi Aplikasi Seksi Distribusi dan Penyebarluasan Seksi Dokumentasi Seksi Sarana. Prasarana dan Implementasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xiii .

DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIAPAN DAN PENDAMPINGAN PERSIDANGAN SUBDIREKTORAT FASILITASI BAHAN DAN ANALISIS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR LEMBAGA Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan Seksi Penyiapan Bahan dan Data Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat Seksi Analisis. Laporan dan Dokumentasi xiv .

DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN PELAPORAN SUBDIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIK PERANCANGAN PERATURAN DAERAH SUBDIREKTORAT MEDIASI DAN KONSULTASI Seksi Pengumpulan Data 4 Seksi Perencanaan d P Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Bimbingan dan Latihan Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi Seksi Pengolahan Data KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xv .

07.09-PR.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERDATA DIREKTORAT PIDANA DIREKTORAT TATA NEGARA DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL DIREKTORAT DAKTILOSKOPI xvi .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendahara an Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas Subbagian Pengetikan dan P d Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan xvii .

DIREKTORAT PERDATA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM PERDATA UMUM SUBDIREKTORAT BADAN HUKUM SUBDIREKTORAT PENDAFTARAN FIDUSIA SUBDIREKTORAT HARTA PENINGGALAN SUBDIREKTORAT NOTARIAT Seksi Pendapat Hukum Seksi Legalisasi Seksi Perseroan Tertutup Seksi Perseroan Terbuka Seksi Badan Hukum Sosial Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Penerimaan dan Pemrosesan Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan Seksi Daftar Wasiat Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris Seksi Pengawasan Notaris Seksi Dokumentasi Notariat Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Perubahan Nama Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Dokumentasi xviii .

DIREKTORAT PIDANA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PIDANA UMUM SUBDIREKTORAT EKSTRADISI DAN BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK SUBDIREKTORAT PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL Seksi Analisa Hukum Pidana Seksi Ekstradisi Seksi Bimbingan dan Pemantauan PPNS Seksi Pemantauan dan Evaluasi Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik Seksi Dokumentasi xix .

I Seksi Analisa dan Pertimbangan Seksi Analisa Pewarganegaraan Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Khusus Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Seksi Dokumentasi Seksi Penyelesaian Seksi Pendaftaran Partai Politik Seksi Pengujian dan Pemantauan xx .DIREKTORAT TATA NEGARA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM TATA NEGARA SUBDIREKTORAT PEWARGANEGARAAN SUBDIREKTORAT BUKTI KEWARGANEGARAAN R.

DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL UMUM SUBDIREKTORAT HUKUM EKONOMI DAN KELEMBAGAAN INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT HUKUM LAUT DAN HUKUM UDARA Seksi Hukum Humaniter Seksi Hukum Lingkungan Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral Seksi Hukum Laut Seksi Hukum Udara Seksi Dokumentasi xxi .

DIREKTORAT DAKTILOSKOPI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERUMUSAN DAN IDENTIFIKASI SUBDIREKTORAT DATA DAN INFORMASI SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN ARSIP TERAAN Seksi Perumusan Seksi Pengumpulan Data Seksi Penataan dan Informasi Seksi Dokumentasi Seksi Identifikasi Seksi Arsip Teraan xxii .

I Nomor : M.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK DIREKTORAT BINA PERAWATAN DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA xxiii .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Perundangundangan d Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Humas dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxiv .

DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT REGISTRASI

SUBDIREKTORAT PENEMPATAN DAN MUTASI

SUBDIREKTORAT SIDIK JARI

SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN DOKUMENTASI

Seksi Registrasi Tahanan dan Basan Seksi Registrasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan

Seksi Penempatan, Mutasi Tahanan dan Basan Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan

Seksi Perumusan dan Identifikasi Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan

Seksi Statistik, Dokumentasi Tahanan dan Basan Seksi Statistik, Dokumentasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan

xxv

DIREKTORAT BINA PERAWATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESEHATAN DAN MAKANAN

SUBDIREKTORAT BASAN DAN BARAN

SUBDIREKTORAT SARANA DAN EVALUASI

Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi Seksi Pengendalian Bahan Makanan

Seksi Pemeliharaan Seksi Penilaian Jenis dan Mutu

Seksi Analisa Kebutuhan Seksi Pengelolaan Sarana Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Penghapusan

xxvi

DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DAN BIMBINGAN

SUBDIREKTORAT PEMBINAAN

SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT PEMBIMBINGAN

Seksi Bimbingan Hukum Seksi Orientasi dan Observasi Seksi Penelitian Kemasyarakatan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Mental Rohani Seksi Pembinaan Kewarganegaraan Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan

Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan Seksi Pendidikan Luar Sekolah

Seksi Bimbingan Klien

Seksi Asimilasi

Seksi Integrasi Seksi Pendayagunaan Kerja TPP

xxvii

DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT BIMBINGAN DAN LATIHAN KETERAMPILAN

SUBDIREKTORAT KEGIATAN KERJA

SUBDIREKTORAT PRODUKSI

SUBDIREKTORAT TENAGA KERJA

SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN PEMASARAN

Seksi Bimbingan Minat dan Bakat Seksi Pengembangan Kewirausahaan Seksi Bimbingan Keterampilan Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan

Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan

Seksi Standardisasi dan Pengendalian Seksi Pembinaan Produksi Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi

Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Kemitraan

Seksi Pemasaran Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan

xxviii

DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN

SUBDIREKTORAT SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TEKNIS PETUGAS PENGAMANAN

Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Kamtib

Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Kamtib Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Kamtib Seksi Evaluasi dan Laporan Kamtib

Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Kamtib Seksi Penindakan Gangguan Kamtib Seksi Keselamatan dan Keamanan Basan dan Baran

Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan Seksi Bantuan Hukum

xxix

DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERAWATAN KESEHATAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT BIMBINGAN HUKUM SUBDIREKTORAT KEMITRAAN Seksi Identifikasi Ketergantung an Seksi Perawatan Jasmani Seksi Perawatan Mental Rohani Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan Seksi Keterampilan dan Usaha Seksi Seni dan Budaya Seksi Konsultasi Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah Seksi Kerja Sama LSM dan Antar Negara Seksi Monitoring dan Evaluasi xxx .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN xxxi .I Nomor : M.07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN.09-PR.

LITIGASI DAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Analisa Kebutuhan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pengembangan.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN HUMAS. Dokumentasi & Kepustakaan Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Subbagian Peraturan Perundangundangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxii . Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengadaan dan Peralatan Subbagian Litigasi Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Tata Persuratan.

Evaluasi dan Laporan Seksi Visa Kunjungan Seksi Izin Masuk Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI Seksi Izin Bertolak Seksi Fasilitas Wisatawan Asing Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian Seksi Visa Tinggal Terbatas xxxiii .DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN TKI SUBDIREKTORAT VISA SUBDIREKTORAT IZIN MASUK DAN BERTOLAK SUBDIREKTORAT FASILITAS KEIMIGRASIAN Seksi Paspor. SPLP. dan PLB Seksi Paspor TKI Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan.

DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT IZIN TINGGAL SUBDIREKTORAT ALIH STATUS KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT STATUS KEIMIGRASIAN Seksi Izin Tinggal Kunjungan Seksi Izin Tinggal Terbatas Seksi Izin Tinggal Tetap Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Status Keimigrasian Seksi Surat Keterangan Keimigrasian Seksi Izin Tinggal Khusus / Darurat xxxiv .

DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT OPERASI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PRODUKSI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENGAMANAN PERIZINAN KEIMIGRASIAN Seksi Operasi Intelijen Wilayah I Seksi Operasi Intelijen Wilayah II Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri Seksi Pengamanan Perizinan WNI Seksi Pengamanan Perizinan WNA Seksi Produksi Intelijen xxxv .

DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIDIKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENINDAKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENANGKALAN SUBDIREKTORAT DETENSI IMIGRASI DAN DEPORTASI Seksi Penyidikan Wilayah I Seksi Penindakan Wilayah I Seksi Pencegahan Seksi Detensi Imigrasi Seksi Penyidikan Wilayah II Seksi Penindakan Wilayah II Seksi Penangkalan Seksi Deportasi Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara Seksi Pembinaan PPNS Imigrasi Seksi Evaluasi dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxvi .

DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT LINTAS BATAS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN KERJA SAMA KEIMIGRASIAN PERWAKILAN Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina Seksi Lintas Batas Timor Leste. dan Papua New Guinea Seksi Organisasi Internasional PBB Seksi Organisasi Internasional Non PBB Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Asia Pasifik dan Afrika Seksi Amerika dan Eropa Seksi Penyebaran Informasi xxxvii .

PENGEMBANGAN DAN PENGAMANAN SISTEM INFORMASI Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi SUBDIREKTORAT REGISTRASI.DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENYEBARAN DAN KERJA SAMA SISTEM INFORMASI Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam N i Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri SUBDIREKTORAT PERENCANAAN. DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN DOKUMEN Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian xxxviii .

09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG DIREKTORAT PATEN DIREKTORAT MEREK DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI xxxix .10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMISI BANDING SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT HAK CIPTA.I Nomor : M.07. DESAIN INDUSTRI.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Administrasi Penyidik Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional Subbagian Administrasi HKI Subbagian Tata Usaha Pimpinan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xl .

DESAIN INDUSTRI. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis Seksi Pemeriksaan dan Publikasi Seksi Sertifikasi. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT DESAIN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HAK CIPTA.DIREKTORAT HAK CIPTA. Mutasi dan Lisensi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Hak Cipta Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang xli .

DIREKTORAT PATEN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN I SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN II SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN III SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Formalitas Seksi Pelayanan Teknis Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemeliharaan. Pengalihan Hak dan Lisensi Seksi Publikasi Seksi Sertifikasi xlii .

DIREKTORAT MEREK Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERMOHONAN DAN PELAYANAN SUBDIREKTORAT PEMERIKSAAN SUBDIREKTORAT INDIKASI GEOGRAFIS SUBDIREKTORAT SERTIFIKASI DAN PENGUMUMAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan Seksi Pemeriksaan Formalitas Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Seksi Sertifikasi Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding Seksi Mutasi dan Lisensi Seksi Pelayanan Teknis Seksi Klasifikasi Seksi Pengumuman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xliii .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA NASIONAL Seksi Penyebaran Informasi Seksi Pengkajian dan Pengembangan Seksi Kerja Sama Regional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah Seksi Pelatihan Seksi Perpustakaan xliv .

Desain Industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Seksi Dokumentasi Hak Paten Seksi Dokumentasi Hak Merek KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlv .DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM SUBDIREKTORAT PENDUKUNG SISTEM SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PROSES SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI Seksi Administrasi dan Pengembangan Data Base Seksi Pengembangan Aplikasi Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan Seksi Administrasi Sistem Jaringan Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi I f i Seksi Situs Internet Seksi Dokumentasi Hak Cipta.

07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA xlvi .09-PR.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Mutasi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perjalanan Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlvii .

DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN ALUMNI DAN INSTITUSI HAM SUBDIREKTORAT DISEMINASI HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT BAHAN DISEMINASI Seksi Pendidikan Dalam Negeri Seksi Pendidikan Luar Negeri Seksi Kurikulum Pendidikan HAM Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri Seksi Institusi HAM Non Pemerintah Seksi Institusi HAM Pemerintah Seksi Diseminasi Aparatur Negara Seksi Diseminasi Penegak Hukum Seksi Diseminasi Masyarakat Seksi Bahan Instrumen Nasional Seksi Bahan Instrumen Internasional Seksi Bahan Instrumen Praktis xlviii .

SOSIAL DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT INSTRUMEN HAM Seksi Kerja Sama Asia Pasifik Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi LSM Internasional Seksi Kerja Sama Hak Sipil Seksi Kerja Sama Hak Politik Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi Seksi Kerja Sama Hak Sosial Seksi Kerja Sama Hak Budaya Seksi Ratifikasi Instrumen HAM Internasional Seksi Harmonisasi Instrumen HAM Nasional xlix .DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK SIPIL DAN POLITIK SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK EKONOMI.

Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya l .DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PEREMPUAN SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK TENAGA KERJA SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM INFORMASI HAM SUBDIREKTORAT PENDAYAGUNAAN INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Seksi Pengumpulan Data Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi HAM Penerbitan dan Penyebaran Informasi HAM Seksi Seksi Pengolahan Data Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan li .

DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PERMASALAHAN DAN DISKRIMINASI HAM SUBDIREKTORAT PROSES PENEGAKAN HUKUM DAN HAM SUBDIREKTORAT EVALUASI DAN PELAPORAN HAM Seksi Penerapan HAM di Pemerintah Seksi Permasalahan HAM Seksi Pra Peradilan Seksi Evaluasi HAM Seksi Penerapan HAM di Masyarakat dan Dunia Usaha Seksi Diskriminasi HAM Seksi Pasca Peradilan Seksi Pelaporan HAM lii .

I Nomor : M. HAK ASASI MANUSIA DAN HKI PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN INSPEKTORAT KHUSUS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liii .09-PR.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN INSPEKTORAT HUKUM.

Pemberhentian Subbagian Mutasi dan Promosi Subbagian Pengembangan Pegawai KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liv . HAM dan HKI Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan I Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan II Subbagian Analisis LHP Keimigrasian Subbagian Analisis LHP Khusus Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Umum.SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN I BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN II BAGIAN UMUM BAGIAN KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Analisis LHP Kepegawaian I Subbagian Analisis LHP Kepegawaian II Subbagian Analisis LHP Keuangan. dan Perlengkapan Subbagian Analisis LHP Hukum.

INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lv .

INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvi .

INSPEKTORAT HUKUM. HAK ASASI MANUSIA DAN HKI Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvii .

PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lviii .

INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lix .

INSPEKTORAT KHUSUS Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lx .

09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL PUSAT PENYULUHAN HUKUM lxi .07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Arsip Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxii .

PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI BIDANG PENELITIAN DAN PENGKAJIAN HUKUM BIDANG PERTEMUAN ILMIAH Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi Subbidang Penelitian Hukum Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah Subbidang Pengkajian Hukum Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiii .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM.

PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PERENCANAAN LEGISLASI BIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN HUKUM BIDANG ANALISIS EVALUASI DAN PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis Subbidang Kerja sama Nasional Pengembangan Hukum Subbidang Kerja sama Internasional Pengembangan Hukum Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiv .

dan Pelayanan Teknis Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Data Base Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Perpustakaan Hukum lxv . Monitoring.PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL BIDANG PUBLIKASI HUKUM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK BIDANG JARINGAN DOKUMENTASI. INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN HUKUM Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum Subbidang Penyusunan Program.

PUSAT PENYULUHAN HUKUM BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGEMBANGAN PENYULUHAN HUKUM BIDANG PEMBUDAYAAN KESADARAN HUKUM Subbidang Penyusunan Program Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis Subbidang Temu Wicara dan Diskusi Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum Subbidang Media Cetak dan Elektronik Subbidang Pameran. Konsultasi dan Bantuan Hukum Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan Subbidang Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxvi . Pementasan.

I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. SOSIAL DAN BUDAYA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN lxvii .07.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK SIPIL DAN POLITIK PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK EKONOMI.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN DATA DAN INFORMASI Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Subbagian Data Subbagian Mutasi dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas Subbagian Informasi dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan lxviii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENELITIAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Sipil Subbidang Pengembangan Hak-hak Sipil Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Politik Subbidang Pengembangan Hak-hak Politik Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxix .

SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENELITIAN HAK–HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hakhak Ekonomi Subbidang Pengembangan Hak-hak Ekonomi Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hakhak Sosial dan Budaya KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Sosial dan Budaya Subbidang Laporan lxx .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT BIDANG PENELITIAN HAM YANG BERAT BIDANG PENGEMBANGAN HAM YANG BERAT BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Keman siaan Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxi .

ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG PENGEMBANGAN HAKHAK PEREMPUAN. ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Kelompok Minoritas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas Subbidang Laporan lxxii .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN BIDANG PENELITIAN HAK-HAK PEREMPUAN.

09-PR.07.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA AKIP AIM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiii .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

Laporan dan Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Kerja Sama Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perpustakaan dan Arsip KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiv .SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data.

PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxv .

PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvi .

PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvii .

09 – PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BAGIAN UMUM Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan BIDANG PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbidang Evaluasi dan Laporan BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxviii .07.PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.

pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. d. susunan organisasi. Tugas. penyampaian laporan hasil evaluasi. dipandang perlu menetapkan kedudukan. Mengingat Menetapkan I . 2. SUSUNAN ORGANISASI. dan tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. perumusan kebijakan nasional. c. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. FUNGSI. b. e. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. BAB III DEPARTEMEN Bagian Pertama Kedudukan. TUGAS.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN. fungsi. FUNGSI. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. 3. Menimbang : bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kabinet Indonsia Bersatu dan untuk lebih meningkatkan koordinasi serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan negara yang berdaya guna dan berhasil guna. : 1. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Departemen menyelenggarakan fungsi : a. tugas. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. TUGAS. saran. Pasal 26 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan. kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidangnya. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. SUSUNAN ORGANISASI. dan Fungsi Pasal 25 (1) (2) Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Departemen dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. MEMUTUSKAN : : PERATURAN PRESIDEN TENTANG KEDUDUKAN.

12. d. 14. Menteri. 13. 11. Direktorat Jenderal. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. 10. Badan dan/atau Pusat. Departemen Kelautan dan Perikanan. Departemen Perdagangan. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. c. penyampaian laporan hasil evaluasi. c. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 3. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Departemen Kehutanan. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. 9. 6. 7. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. 2. saran. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Departemen Pertanian. 20. Bagian Keduapuluh Dua Susunan Organisasi Pasal 69 Departemen terdiri dari : a. Departemen Perindustrian 8. 15. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. kebijakan pelaksanaan. Departemen Pertahanan. Staf Ahli. II . d. Departemen Pekerjaan Umum. 19. 4. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Departemen Keuangan. b. Inspektorat Jenderal. e. Departemen Dalam Negeri. 5. Bagian Kelima Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 35 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Departemen Komunikasi dan Informatika. Departemen Kesehatan. Dalam Luar Negeri. 16. Departemen Perhubungan. 18. f. e. perumusan kebijakan nasional. Sekretariat Jenderal. Departemen Agama. Departemen Sosial.Pasal 28 Departemen terdiri dari : 1. 17. Departemen Pendidikan Nasional. b. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a.

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. e. yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal dan paling banyak 5 (lima) Direktorat. Lembaga Pemerintah Non Departemen. c. (1) (2) (3) (4) (5) III . Pasal 76 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75. pelaksanakan kebijakan di bidangnya. Subdirektorat terdiri dari 2 (dua) Seksi. Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. (2) Biro terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. dan Lembaga lain yang terkait. kriteria. d. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal Pasal 75 Direktorat Jenderal mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidangnya. Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. b. norma.Bagian Keduapuluh Tiga Sekretariat Jenderal Pasal 70 Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Departemen lain. d. Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 77 Jumlah Direktorat Jenderal ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. (3) Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. penyusunan standar. b. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. (1) (2) Pasal 71 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. pedoman. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Kementerian Negara. koordinasi kegiatan Departemen. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidangnya. c. dan prosedur di bidangnya. Pasal 73 (1) Sekretariat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Biro. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Bagian Keduapuluh Empat Direktorat Jenderal Pasal 74 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen.

d. dan Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbagian. dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (3) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Bagian Keduapuluh Enam Badan dan/atau Pusat Pasal 82 Di lingkungan Departemen dapat dibentuk Badan dan/atau Pusat sebagai pelaksana tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup dalam tugas Sekretariat Jenderal dan/atau Direktorat Jenderal dan/atau Inspektorat Jenderal sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.Bagian Keduapuluh Lima Inspektorat Jenderal Pasal 78 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. (3) Inspektorat membawahkan Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. keuangan. Pasal 79 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. (2) Badan terdiri dari Sekretariat Badan dan paling banyak 4 (empat) Pusat/Biro. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. IV . penyusunan laporan hasil pengawasan. dan masing-masing Bidang/Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbidang/Subbagian. Pasal 81 (1) Inspektorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Jenderal dan paling banyak 4 (empat) Inspektorat. dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang yang masing-masing Bidang terdiri dari 2 (dua) Subbidang. (2) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. b. (4) Pusat/Biro terdiri dari kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang/Bagian. pelaksanaan pengawasan kinerja. (5) Pusat yang tempat kedudukannya tidak satu lokasi dengan tempat kedudukan Sekretariat Badan terdiri dari Subbagian Tata Usaha atau Bagian Tata Usaha yang terdiri dari 2 (dua) Subbagian. Pasal 83 (1) Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Pasal 84 (1) Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. c. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79.

Kepala Subbidang. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. dan Inspektorat Jenderal. (3) Kepala Biro. (4) Kepala Bagian. (2) Pembentukan. Asisten Deputi. PENGANGKATAN. Bagian Keduapuluh Sembilan Lain-lain Pasal 87 (1) Departemen secara selektif dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. BAB VI ESELON.(2) Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang. DAN PEMBERHENTIAN Pasal 132 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. Sekretaris Kementerian Negara. Bagian Keduapuluh Delapan Instansi Vertikal Pasal 86 (1) Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang tidak diserahkan kepada Daerah dapat membentuk instansi vertikal. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya. Inspektur Jenderal. Direktur. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administrasi berada di bawah Sekretaris Jenderal. Direktur Jenderal. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (3) Bagian Tata Usaha terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. (5) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Deputi. (5) Kepala Subbagian. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. (2) Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Kepala Bidang. Kepala Pusat. Inspektur. Bagian Keduapuluh Tujuh Staf Ahli Pasal 85 (1) Menteri dapat dibantu oleh paling banyak 5 (lima) Staf Ahli.a.a. (2) Staf Ahli berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. V . Badan.b. Sekretaris Direktorat Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. (4) Bidang terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbidang. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas. susunan organisasi. Direktorat Jenderal. Sekretaris Jenderal. dan tata laksana instansi vertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden. (3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.a.a. Sekretaris Badan.

Sekretaris Kementerian Negara. b) Direktorat paling banyak 6 (enam).Pasal 133 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. perlengkapan. b) Inspektorat paling banyak 6 (enam). Keamanan. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Pertahanan. dan Kementerian Negara. masing-masing Biro terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. keuangan. dan masing-masing Bagian dapat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri. Pasal 139 Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Politik Luar Negeri. 3) Direktorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. BAB VII ADMINISTRASI DAN PEMBIAYAAN Pasal 134 Pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian. Departemen. jumlah unit organisasinya ditetapkan sebagai berikut : b. Pasal 135 Segala pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas masing-masing Kementerian Koordinator. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Kepala Badan. VI . dan Kementerian Negara dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Justisi. b) Pusat paling banyak 4 (empat). Inspektur Jenderal. Deputi. kearsipan. dan masing-masing Bidang terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbidang. dan persandian diselenggarakan oleh masing-masing Kementerian Koordinator. dan masingmasing Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. dan masing-masing Subdirektorat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Seksi. dan masing-masing Inspektorat terdiri dari Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. Sekretaris Jenderal. Departemen. masing-masing Pusat terdiri dari kelompok jabatan fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bidang. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia 1) Sekretariat Jenderal terdiri paling banyak 6 (enam) Biro. Departemen dan Kementerian Negara dapat ditetapkan Jabatan Fungsional. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan. BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 137 Pada Kementerian Koordinator. Moneter dan Fiskal Nasional serta Agama. masing-masing Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri yang bersangkutan. 2) Inspektorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. Direktur Jenderal. 4) Badan terdiri dari : a) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian.

Pasal 147 (1) Keputusan Menteri yang merupakan pelaksanaan : c. Pasal 144 (1) Rincian tugas. Tugas. Dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan Peraturan Presiden ini. fungsi. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Penyesuaian terhadap Peraturan Presiden ini dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden. Susunan Organisasi. (2) Salinan Peraturan Menteri tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkan. (2) Unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada masing-masing Kementerian Koordinator. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 146 (2) Sebelum organisasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terbentuk. susunan organisasi. Kewenangan. VII .Pasal 142 Pejabat Struktural Eselon Ia yang dialih tugaskan pada jabatan staf ahli tetap diberikan Eselon Ia Pasal 143 (1) Unit organisasi dan tugas eselon I pada masing-masing Kementerian Koordinator. yang operasionalnya dikendalikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sampai dengan ditetapkannya organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Peraturan Presiden ini. Departemen. Departemen. Fungsi. Pasal 145 Pengecualian terhadap organisasi Kementerian Koordinator. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen. pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum dan hak asasi manusia dilakukan oleh perangkat Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Departemen. dan tata kerja Kementerian Koordinator. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. dan Kementerian Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Presiden atas Usul Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 148 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. VIII . Fungsi. ttd Lambock V. DR. Kewenangan. Dinyatakan tidak berlaku. ttd. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nahattands.H. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan Tugas. Pasal 149 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. maka : c. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan.

e. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia. Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tugas. Tugas. h. g. BAB II DEPARTEMEN Bagian Keempat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. Fungsi. k. Susunan Organisasi. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. d. : 1. Pasal 14 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. 2. i. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. 3. Sekretariat Jenderal. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Staf Ahli. b. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Direktorat Jenderal Imigrasi. Susunan Organisasi. Mengingat (1) IX . 4. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437).PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. j. c. dan untuk menjamin terselenggaranya tugas pemerintahan. f. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. dipandang perlu menetapkan Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Inspektorat Jenderal. Fungsi.

Penyesuaian unit organisasi dan tugas eselon I pada Kementerian Negara Republik Indonesia. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara Koordinator. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. X . BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Keputusan Menteri tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini dinyatakan tetap berlaku. dinyatakan tidak berlaku. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. b. maka : a. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Badan. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. (11) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. c. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. Direktorat Jenderal. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2004. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia.(2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. (7) Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perlindungan hak asasi manusia. dan Inspektorat Jenderal. dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden ini. Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2004. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 (2) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini.

Lambock V. Nahattands. ttd. DR. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet dan Bidang Hukum dan Perundang-undangan.Pasal 71 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. XI .

Nomor 15 Tahun 2005. Diubah sebagai berikut : 1. Nomor 66 Tahun 2006. Tugas. dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. Susunan Organisasi. d. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. 2. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden : a. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Sekretariat Jenderal. d. 4. b. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2006. c. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ketentuan Pasal 13 diubah. Fungsi. b. : 1. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. c. 3. Nomor 80 Tahun 2005. Mengingat XII . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Nomor 63 Tahun 2005.

ttd. Ketentuan Pasal 14 diubah. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan.e. dan Inspektorat Jenderal. Staf Ahli. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. (11) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. DR. (2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. Inspektorat Jenderal. XIII . (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. h. j. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. i. (12) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. (7) Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknik di bidang hak asasi manusia. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 14 (1) Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. Pasal II Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Direktorat Jenderal Imigrasi. f. g. l. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. Nahattands. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi anusia. Badan. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 2 Nopember 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. k. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Direktorat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. H. 2. ttd Lambock V.

07. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan HAM dan salinannya disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. 5 Oktober 2005 Kepada Yth. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3. disampaikan terima kasih. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur.10-26 tanggal 10 Agustus 2005 perihal Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah.PR. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan HAM atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan HAM. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XIV .PAN/10/2005 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah Jakarta. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan HAM. Tembusan Yth. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/1841/M. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : M.: 1. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penataan organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan HAM.

Hukum dan Hak Asasi Manusia 11. UNIT ORGANISASI Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Imigrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia Insperktorat Jenderal I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 JUMLAH ESELON II III IV 6 27 96 6 6 7 7 6 6 7 5 5 1 1 63 25 22 29 29 26 25 5 18 17 4 3 230 52 67 92 85 65 68 24 46 35 13 8 651 Badan Pembinaan Hukum Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan 10.PAN Nomor : B/1841/M. 2.PAN/10/2005 Tanggal : 5 Oktober 2005 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM NO 1. 8.Lampiran Surat Men. 4. 3. 9. 5. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Pusat Pengkajian dan Pengembangan 12. 7. 6. Kebijakan JUMLAH XV .

yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada.: 1.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/941/M. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. disampaikan terima kasih. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. 16 April 2007 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepada Yth.01.06-02 tanggal 5 Januari 2007 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur.PAN/4/2007 Jakarta. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tembusan Yth. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : MUM. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XVI .

4. 2.PAN/4/2007 Tanggal : 16 April 2007 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NO 1.Lampiran Surat Men. 6. 3. 7. 5. UNIT ORGANISASI Kepala Badan Sekretariat Badan Kepala Pusat Kepala Bagian Kepala Bidang Kepala Subbagian Kepala Subbidang JUMLAH Ia 1 1 JUMLAH ESELON IIa IIIa IVa 1 3 4 4 9 13 12 18 30 XVII .PAN Nomor : B/941/M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful