P. 1
Buku Orta Depkumham

Buku Orta Depkumham

|Views: 93|Likes:
Dipublikasikan oleh Rias Tanti
Organisasi dan Tata Kerja Kemenkumham RI
Organisasi dan Tata Kerja Kemenkumham RI

More info:

Published by: Rias Tanti on Jun 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB II SUSUNAN ORGANISASI
  • Bagian Kedua Susunan Organisasi
  • Bagian Ketiga Biro Perencanaan
  • Bagian Keempat Biro Kepegawaian
  • Bagian Kelima Biro Keuangan
  • Bagian Keenam Biro Perlengkapan
  • Bagian Kedelapan Biro Umum
  • Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan
  • Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI
  • Bagian Keempat Direktorat Perdata
  • Bagian Kelima Direktorat Pidana
  • Bagian Keenam Direktorat Tata Negara
  • Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional
  • Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi
  • BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN
  • Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi
  • Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik
  • Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan
  • Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi
  • Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban
  • Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika
  • Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian
  • Bagian Kelima Direktorat Paten
  • Bagian Keenam Direktorat Merek
  • Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan
  • Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi
  • Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia
  • Bagian Keempat Inspektorat Kepegawaian
  • Bagian Kelima Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan
  • Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan
  • Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian
  • Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus
  • BAB XI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL
  • Bagian Ketiga Sekretariat Badan
  • Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum
  • Bagian Kelima Pusat Pengembangan Teknis
  • BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
  • BAB XVII TATA KERJA
  • BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL
  • BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS
  • BAB XX KETENTUAN PENUTUP

PERATURAN MENTERI HUKUM & HAK ASASI MANUSIA NOMOR : M.09.PR.

07-10 TAHUN 2007
TANGGAL 20 APRIL 2007

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM

TAHUN 2007

1

DAFTAR ISI
I. : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAM R.I NOMOR: M.09PR.07.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM R.I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM Bagian Kesatu : Kedudukan …………………............................... Bagian Kedua : Tugas …………………………............................ Bagian Ketiga : Fungsi …………………………............................ SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ………….................................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………... Bagian Ketiga : Biro Perencanaan …………….............................. Bagian Keempat : Biro Kepegawaian ……....................................... Bagian Kelima : Biro Keuangan ………......................................... Bagian Keenam : Biro Perlengkapan ……………………………... Bagian Ketujuh : Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri ……… .. Bagian Kedelapan : Biro Umum …………………............................ DIREKTORAT UNDANGAN Bagian Kesatu Bagian Kedua Bagian Ketiga Bagian Keempat Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh Bagian Kedelapan BAB V : JENDERAL : : : : : : : : PERATURAN PERUNDANG01

BAB I

:

03 03 03 03 03 04 04 04 04 09 12 16 19 21 25 25 25 25 28 31 35 37 40 43 43 43 43 46 50 51 53 56 58 58 58 58 61 64 66 69 72 75

BAB II
BAB III

: :

BAB IV

:

Tugas dan Fungsi …………….............................. Susunan Organisasi ……………………………... Sekretariat DITJEN …………………………….. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang… undangan Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang… undangan Direktorat Publikasi, Kerja Sama dan … Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Direktorat Litigasi Perundang-undangan … Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan … Daerah

DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Perdata ……………………………. Bagian Kelima : Direktorat Pidana ……………………………. Bagian Keenam : Direktorat Tata Negara …................................... Bagian Ketujuh : Direktorat Hukum Internasional ……………… Bagian Kedelapan : Direktorat Daktiloskopi ……............................... DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Registrasi dan Statistik ……... Bagian Kelima : Direktorat Bina Perawatan ……... Bagian Keenam : Direktorat Bina Bimbingan ……... Kemasyarakatan Bagian Ketujuh : Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi ….... Bagian Kedelapan : Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban ……... Bagian Kesembilan : Direktorat Bina Khusus Narkotika ……….........

BAB VI

:

i

BAB VII

:

DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………......................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Dokumen Perjalanan, ……............. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Bagian Kelima : Direktorat Izin Tinggal dan Status ……............. Keimigrasian Bagian Keenam : Direktorat Intelijen Keimigrasian ……............. Bagian Ketujuh : Direktorat Penyidikan dan ……............. Penindakan Keimigrasian Bagian Kedelapan : Direktorat Lintas Batas dan Kerja ……………. Sama Luar Negeri Keimigrasian Bagian Kesembilan : Direktorat Sistem Informasi ……………. Keimigrasian DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………........................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN …………………………… Bagian Keempat : Direktorat Hak Cipta, Desain …………… Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Bagian Kelima : Direktorat Paten ……………............................. Bagian Keenam : Direktorat Merek ……………............................. Bagian Ketujuh : Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan …… Bagian Kedelapan : Direktorat Teknologi Informasi ………………... DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Hak Asasi Manusia ……... Bagian Kelima : Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak ……... Asasi Manusia Bagian Keenam : Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan ……... Hak Asasi Manusia Bagian Ketujuh : Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi ……... Manusia Bagian Kedelapan : Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak ….. Asasi Manusia INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………….. Bagian Ketiga : Sekretariat ITJEN …………………………….. Bagian Keempat : Inspektorat Kepegawaian ……....................... Bagian Kelima : Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan …... Bagian Keenam : Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan …... Hak Kekayaan Intelektual Bagian Ketujuh : Inspektorat Pemasyarakatan …........................ Bagian Kedelapan : Inspektorat Keimigrasian ……........................ Bagian Kesembilan : Inspektorat Khusus …………………………….. Bagian Kesepuluh : Kelompok Jabatan Fungsional Auditor ..........

78 78 78 78 81 84 86 89 92 95 99 99 99 99 102

BAB VIII :

BAB IX

:

104 107 109 111 115 115 115 115 118 121 124 126 128 131 131 131 131 135 135 136 137 137 138 139 140 140 140 140 143

BAB X

:

BAB XI

:

BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………............................. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………............................. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan …….. Sistem Hukum Nasional

ii

Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh BAB XII :

: Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum …….. Nasional : Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum .......... Nasional : Pusat Penyuluhan Hukum …………………...

145 147 149 152 152 152 152 155 157 159 161 164 164 164 164 167 169 171 173

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………….. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Sipil dan Politik Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Bagian Keenam : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak Asasi Manusia Yang Berat Bagian Ketujuh : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Kelompok Rentan : BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………... Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat Badan …………………………… Bagian Keempat : Pusat Pengembangan Kepemimpinan ……….. dan Manajemen Bagian Kelima : Pusat Pengembangan Teknis ……….. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional dan ……….. HAM : STAF AHLI

BAB XIII

BAB XIV

BAB XV

: PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………… Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………………………….. : KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL : TATA KERJA

174 174 174 176 176 177 177 177

BAB XVI BAB XVII

BAB XVIII : INSTANSI VERTIKAL
BAB XIX

: UNIT PELAKSANA TEKNIS : KETENTUAN PENUTUP

BAB XX

iii

LAMPIRAN I
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Bagan Susunan Organisasi Menteri Hukum dan HAM Bagan Susunan Organisasi Sekretariat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Imigrasi Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal HAM Bagan Susunan Organisasi Inspektorat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Badan Pembinaan Hukum Nasional Bagan Susunan Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan …………………… …………………… …………………… xvi …………………… …………………… …………………… xxiii xxxi i ii ix

…………………… xxxix …………………… xlvi …………………… liii …………………… lxi …………………… lxvii

…………………… lxxiii ………………… lxxviii

LAMPIRAN II
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 91Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/1841/M.PAN/10/2005 Tanggal 5 Oktober 2005 Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/941/M.PAN/4/2007 Tanggal 16 April 2007

………………..

I

2.

………………..

IX

3.

……………….. ……………….. ………………..

XII XIV XVI

4. 5.

iv

perlu mencabut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M. 4. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 3. Tugas. 3. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 6. dan Tata Kerja Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168. perlu penataan kembali organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3809). b.PAN/4/2007 tanggal 16 April 2007. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 33.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan menetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang baru. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 13. : 1.03-PR-07. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3668). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886).09-PR. Menimbang : a. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3474).10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Susunan Organisasi. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/941/M. 2. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3614). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889). 7. Mengingat 1 . 5.MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M. 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209).07.

25. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). 12. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4045). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 109. 24. Tugas. 18. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4046 ). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.9. 15. Keputusan Presiden Nomor 139 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kantor Pelayanan Fidusia di setiap Ibukota Propinsi di wilayah Negara Republik Indonesia. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2004 tentang Kedudukan. Fungsi. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 8 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 108/1995 tentang Pedoman Perumusan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural di lingkungan Departemen. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 10. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 244. 20. Fungsi. 19. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4131). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 8. 13. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2004 – 2009. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4130). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 243. 23. 21. 22. Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044). 16. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4005 ). 17. 14. 11. 2 . Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya-biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 170.

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. i. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. k. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Inspektorat Jenderal. b. Sekretariat Jenderal. b. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. d. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. h. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. 3 . j. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. TUGAS. Bagian Kedua Tugas Pasal 2 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. g. Staf Ahli. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. dan e.BAB I KEDUDUKAN. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. dan l. Direktorat Jenderal Imigrasi. (2) Departemen dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. kebijakan pelaksanaan. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. f. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyampaian laporan hasil evaluasi. DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Kedudukan Pasal 1 (1) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah unsur pelaksana Pemerintah. c. e. Bagian Ketiga Fungsi Pasal 3 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 . d. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. c. perumusan kebijakan nasional. saran.

rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. c. dan f. penyusunan evaluasi rencana dan laporan Departemen. Biro Umum. pengorganisasian. dan d. e.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. pengumpulan dan pengolahan data perencanaan Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. koordinasi penyusunan rencana dan anggaran. b. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. g. Biro Kepegawaian. Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. b. ketatalaksanaan serta evaluasi dan penyusunan laporan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Biro Perencanaan. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. penyusunan rencana strategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. f. d. Biro Keuangan. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. Departemen lain. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. 4 . Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 8 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. pelaksanaan pembinaan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan. penyusunan program dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. dan h. e. pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit-unit organisasi di lingkungan Departemen. c. pelaksanaan pembinaan organisasi di lingkungan Departemen. dan lembaga lain yang terkait. kementerian Negara. Biro Perlengkapan. c. Pasal 9 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 8.

c. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Sulawesi Selatan. termasuk data terkait gender. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III. Jawa Tengah. perangkat dan jaringan situs. perencanaan. DKI Jakarta. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I. perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. DI. dan d. Sulawesi Utara. Riau. Pasal 14 Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sumatera Selatan. Papua. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. Jambi. Kalimantan Tengah. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Evaluasi dan Laporan. Pasal 13 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. dan d. penyajian informasi termasuk data terkait gender serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. Sumatera Barat. Pasal 11 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data. Sulawesi Tengah. Bengkulu. c. pengoperasian jaringan situs Departemen dan pemeliharaan file.Pasal 10 Biro Perencanaan terdiri atas : a. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Nusa Tenggara Barat. dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Sulawesi Barat. b. b. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Sekretariat Jenderal. Kalimantan Timur. Bagian Penyusunan Program dan Anggaran. Kepulauan Bangka Belitung. penyajian informasi serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. serta perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. penyajian dan pemberian layanan data dan informasi. Maluku dan Maluku Utara. dan f. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. dan Irian Jaya Barat. e. Sumatera Utara. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II. Gorontalo. dan Lampung serta pengoperasian dan pemeliharaan jaringan situs Departemen dan perangkat keras. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Kepulauan Riau. Bagian Ketatalaksanaan. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. c. dan Jawa Timur serta pelaksanaan administrasi surat masuk dan keluar. pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Bagian Organisasi. Sulawesi Tenggara. d. Kalimantan Selatan. Yogyakarta. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Nusa Tenggara Timur. (1) (2) (3) (4) 5 . serta perencanaan. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Banten. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV.

Kepulauan Bangka Belitung. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. c. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pengolahan dan analisis data. dan Lampung. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. program dan anggaran. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV. Jawa Tengah. dan Nusa Tenggara Timur. program dan anggaran. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan pengelolaan. program dan anggaran serta pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Departemen. pengolahan dan analisis data. Bagian Penyusunan Program. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. DKI Jakarta. dan d. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. Sulawesi Tenggara. b. Gorontalo. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I. penyusunan rencana. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. penyusunan rencana. Kalimantan Timur. Yogyakarta. penyusunan rencana strategis. Kalimantan Selatan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Pasal 18 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Sulawesi Utara. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III. DI. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Nusa Tenggara Barat. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat.pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. koordinasi penyusunan perencanaan. pengolahan dan analisis data. d. Jawa Timur dan Bali. Sulawesi Tengah. penyusunan program. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Sekretariat Jenderal. penyusunan rencana. Maluku. (1) (2) (3) (4) 6 . program dan anggaran. pengolahan dan analisis data. program dan anggaran. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. Banten. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. penyusunan rencana stategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. penyusunan rencana. Papua dan Irian Jaya Barat. penyusunan perencanaan. Kalimantan Tengah. Pasal 15 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Bengkulu. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Riau. pengelolaan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II. Sumatera Utara. b. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Pasal 17 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran terdiri atas : a. Kepulauan Riau. dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. c. dan e. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Sulawesi Barat. Sumatera Barat. Sumatera Selatan. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. Jambi. pengolahan dan analisis data. dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Maluku Utara. program dan anggaran.

pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi di lingkungan Departemen. pengevaluasian kelembagaan. Sulawesi Tenggara. Papua. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV. Sulawesi Barat. Maluku. Kepulauan Riau. penelaahan. dan d. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan organisasi. Riau. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Sumatera Barat. Bengkulu. Subbagian Evaluasi dan Laporan III mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. dan Jawa Timur. Pasal 22 Subbagian Evaluasi dan Laporan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Sumatera Utara. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi di lingkungan Departemen. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. c. Subbagian Evaluasi dan Laporan I. dan d. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program Departemen. Subbagian Evaluasi dan Laporan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis.Pasal 19 Bagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penghimpunan dan analisis hasil pemantauan. b. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Bagian Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Selatan. Kalimantan Timur. dan Lampung.I Yogyakarta. 7 . penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Subbagian Evaluasi dan Laporan III. Jawa Tengah. c. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Sumatera Selatan. perumusan tugas. Maluku Utara. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Sulawesi Utara. Sulawesi Tengah. analisa kebutuhan. Jawa Barat. penghimpunan dan analisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana dan program. Kepulauan Bangka Belitung. dan e. d. Pasal 21 Bagian Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan strategis departemen sebagai bahan rencana pembangunan periode berikutnya. (1) (2) (3) (4) Pasal 23 Bagian Organisasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kelembagaan di lingkungan Departemen. Jambi. penyusunan standar. b. Subbagian Evaluasi dan Laporan II. Pasal 24 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. Kalimantan Tengah. Banten. dan Irian Jaya Barat. b. Gorontalo. penyiapan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Departemen. Bagian Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Selatan. D. pelaksanaan evaluasi kinerja hasil pelaksanaan rencana pembangunan departemen periode sebelumnya.

Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja.Pasal 25 Bagian Organisasi terdiri atas : a. Sumatera Barat. perumusan tugas. penelaahan dan penyusunan pembakuan sarana kerja serta pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Subbagian Kelembagaan II. Kalimantan Timur. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Prosedur. analisa jabatan. Papua dan Irian Jaya Barat. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. fungsi dan susunan organisasi. c. Bali. metode kerja. penyusunan standar. perumusan tugas. b. Pasal 30 Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. Pasal 28 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. metode kerja dan penyiapan naskah rancangan peraturan. Maluku. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Nusa Tenggara Timur. Pasal 26 Subbagian Kelembagaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan. Subbagian Kelembagaan I. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Lampung. Maluku Utara. Subbagian Kelembagaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan. Kepulauan Riau. b. analisa kebutuhan. Jambi. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. D. Jawa Barat. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Utara. evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. Pasal 29 Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas : a. dan d.I Yogyakarta. Subbagian Evaluasi Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. penyusunan standar. Kalimantan Barat. fungsi dan susunan organisasi. serta penyiapan naskah rancangan peraturan di bidang tugas Sekretariat Jenderal. analisa kebutuhan. Subbagian Kelembagaan III. Subbagian Pengembangan Sistem. Riau. penyusunan pembakuan sarana kerja dan penyiapan pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Subbagian Kelembagaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan. Sumatera Selatan. Sulawesi Barat. c. Banten. Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara. Subbagian Pengembangan Sistem. analisa kebutuhan. perumusan tugas. sistem dan prosedur administrasi. Kalimantan Tengah. Subbagian Evaluasi Tatalaksana. Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Barat. Jawa Tengah. fungsi dan susunan organisasi. dan Jawa Timur. Kepulauan Bangka Belitung. dan Kalimantan Selatan. dan Metode Kerja. Subbagian Tata Usaha Biro. (1) (2) (3) Pasal 27 Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pembakuan sarana kerja. Prosedur dan Metode Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem dan prosedur administrasi. dan evaluasi ketatalaksanaan serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Gorontalo. dan c. Sumatera Utara. Bengkulu. (1) (2) (3) (4) 8 . dan d. penyusunan standar. penyusunan sistem dan prosedur administrasi. Bagian Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. b.

pengelolaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. e. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. dan d. kartu isteri/suami dan lain-lain sebagainya. 9 . penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. peraturan perundangundangan dan petunjuk kepegawaian. Pasal 32 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengadaan. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Jaminan Sosial. kesejahteraan dan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. Pasal 33 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. alokasi formasi dan pengendalian kepangkatan. c. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. Pasal 36 Bagian Umum Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 35 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. Pensiun dan Disiplin Pegawai. Subbagian Peraturan Perundangan. c. dan e. Bagian Umum Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. serta urusan tata usaha Biro Kepegawaian. koordinasi dan penyusunan rencana formasi. kesejahteraan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. perencanaan dan penyiapan kenaikan pangkat. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangan-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian.undangan. Bagian Umum Kepegawaian. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. Subbagian Tata Usaha Biro. c. penyiapan penyelesaian urusan jaminan hari tua. d. perencanaan dan penyiapan cuti. pengadaan dan perencanaan alokasi formasi pegawai di lingkungan Unit Pusat maupun Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia serta perencanaan pengendalian kenaikan pangkat. dan d. pengadaan dan penempatan. Bagian Pemberhentian.Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 31 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Departemen. Bagian Pengembangan Pegawai. pengendalian kepangkatan. c. peraturan perundangan-undangan dan petunjuk kepegawaian. d. Pasal 34 Bagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. pengendalian kepangkatan. pengadaan dan alokasi formasi. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. b. Pasal 37 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan bahan rencana formasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai. b. pemberhentian dan pensiun pegawai. b. penyusunan rencana dan penyiapan pengembangan pegawai.

b. Subbagian Mutasi III. Pasal 38 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan. penganalisaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan luar negeri dan pengurusan pegawai ke luar negeri dalam kerja sama teknis luar negeri serta pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi di lingkungan Departemen. b. Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri. dan c. Pasal 41 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penganalisaan kebutuhan dan penyusunan kebutuhan pengembangan pegawai serta pemberian piagam penghargaan bagi pegawai yang telah menjalani pensiun. penyiapan pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kepegawaian. penyiapan pengiriman pegawai ke luar negeri. penempatan dan pengembangan pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. kepangkatan. penempatan dan pengembangan. Pasal 40 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. penyiapan penetapan pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil. dan d. pengembangan sistem dan pendidikan dan pelatihan luar negeri. b. dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan bahan seleksi pegawai. piagam Dayaka Rhudika Pengayoman serta pembekalan bagi pegawai yang akan pensiun. kartu isteri/kartu suami. penggajian. c. Pasal 42 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. Subbagian Penyaringan Pegawai. penyiapan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. penyiapan dan penganalisaan kebutuhan pendidikan dan latihan dalam rangka pengembangan pegawai.(3) Subbagian Jaminan Sosial mempunyai tugas melakukan penyelesaian urusan jaminan hari tua/TASPEN. Subbagian Mutasi IV. dan penyiapan permohonan bantuan dana tabungan perumahan. penyiapan penetapan penggajian. Pasal 44 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. 10 . Subbagian Mutasi I. penyiapan penetapan pengangkatan dan kepangkatan pegawai. c. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Penyaringan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. b. (2) Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pengembangan sistem kepegawaian. Subbagian Mutasi II. c. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. dan d. dan d. pengangkatan. Pasal 39 Untuk melaksanakan tugas sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 38. Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai.

Maluku Utara. dan c. golongan IV/b ke atas dan mutasi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. Subagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai. penggajian. Pasal 46 Bagian Pemberhentian.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Kepulauan Riau. Subagian Pemberhentian dan Pensiun II. penggajian. Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian pemberhentian dan penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. Bali. Pensiun dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. Banten. c. penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. penggajian. Papua. (4) Subbagian Mutasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Nusa Tenggara serta Cuti Pegawai. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Unit Pusat. (2) Subbagian Mutasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Jawa. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. penegakan disipilin. Kepulauan Bangka Belitung. b. dan d. 11 . Sulawesi. Pasal 47 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. kepangkatan. Irian Jaya Barat. Pensiunan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan segala sesuatu di bidang pemberhentian dan pemensiunan. Bagian Pemberhentian. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. (1) (2) (3) (4) Pasal 50 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha kepegawaian. Jawa dan Banten. kepangkatan. Kalimantan. Kepulauan Riau. izin perkawinan dan perceraian serta cuti pegawai. Pasal 49 Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Bali. penggajian. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi. Maluku. Maluku. Maluku Utara. penyelesaian permohonan izin perkawinan. Subagian Pemberhentian dan Pensiun I. Kepulauan Bangka Belitung. (3) Subbagian Mutasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. dan Gorontalo. penyiapan pemberhentian dan pensiun pegawai. Pasal 48 Bagian Pemberhentian. b. Nusa Tenggara. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. dan Irian Jaya Barat. Pensiun dan Disiplin Pegawai terdiri atas : a. kepangkatan. Subagian Pemberhentian dan Pensiun III. Papua. dan Kalimantan. Gorontalo. kepangkatan. perceraian dan cuti.

f. pencatatan mutasi kepegawaian. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:r a. Subbagian Penggandaan II. (4) Subbagian Penggandaan II mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. dan mutasi kepegawaian dalam buku mutasi dan kartu mutasi pegawai yang bersangkutan. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan. Pasal 55 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 54. penyusunan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Departemen. pelaksanaan dan pengujian Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) Departemen. c. pencatatan mutasi kepegawaian. penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Jawa dan Banten. pengelolaan arsip kepegawaian secara sistematis serta urusan kartu pegawai (KARPEG). penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Departemen golongan IV seluruh Indonesia dan pengelolaan arsip kepegawaian golongan III sampai golongan IV pada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. koordinasi. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 54 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. Subbagian Tata Naskah II. pengelolaan dan koordinasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. (2) Subbagian Tata Naskah II mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. pembinaan. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Penggandaan I.Pasal 51 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 . pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Departemen. dan d. b. pencatatan segala pemindahan pegawai. 12 . penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen. j. g. b. i. penghimpunan data kepegawaian. d. e. b. Pasal 53 (1) Subbagian Tata Naskah I mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. pelaksanaan penyelesaian kerugian negara. penyusunan daftar urut kepegawaian setiap tahun. h. (3) Subbagian Penggandaan I mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan k. c. Pasal 52 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas : a. pengelolaan penggandaan. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penata usahaan administrasi keuangan Departemen. pengelolaan. pengurusan Kartu Pegawai di lingkungan Unit Pusat serta pengelolaan arsip Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa dari Golongan I sampai dengan Golongan IV. Subbagian Tata Naskah I. c. pelaksanaan pengeluaran keuangan Departemen.

dan d. e. Yogyakarta. Jambi. d. c. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Timur. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. dan f. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar. Pasal 60 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 59 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas : a. c. dan e. DKI Jakarta. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan. Jawa Tengah. D. Maluku Utara. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran.I. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Papua dan Irian Jaya Barat. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. Maluku. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Administrasi Hukum Umum. penyiapan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. 13 . Banten.Pasal 56 Biro Keuangan terdiri atas : a. dan Lampung. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Bengkulu. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sumatera Barat. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Departemen. Kepulauan Riau. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Jawa Timur dan Bali. pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Kalimantan Tengah. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV. (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b. Bagian Pelaksanaan Anggaran. c. Kalimantan Selatan. Pasal 58 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. d. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. penyiapan penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Riau. penyiapan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Sumatera Utara. b. b.

(4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha keuangan. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Subbagian Tata Usaha Keuangan. Subbagian Tata Usaha Biro. (1) (2) (3) (4) Pasal 65 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) mempunyai tugas melaksanakan pengujian Surat Perintah Pembayaran (SPP). 14 . penyiapan bahan penilaian dan penyelesaian kerugian negara. Surat Setoran Bukan Pajak serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. monitoring dan pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. Sulawesi Tengah. dan f. biaya secara terpusat dan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. pengelolaan urusan tata usaha Biro Keuangan. b. penyiapan penyusunan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. c. pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak. Pasal 64 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengelolaan. pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. Sulawesi Barat. Pasal 66 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. Pasal 63 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas : a. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan pembinaan perbendaharaan. penyiapan pembinaan dan penetapan pengelola keuangan. pembinaan perbendaharaan dan pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan perbendaharaan. c. d. Nusa Tenggara Timur. c. e. bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Departemen dan urusan tata usaha Biro Keuangan. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Keuangan. penerbitan Surat Perintah Membayar. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). Subbagian Kerugian Negara. Gorontalo. Subbagian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian dan pemberian pertimbangan serta mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah perbendaharaan dan ganti rugi. dan Nusa Tenggara Barat. Pasal 62 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. dan d. Sulawesi Tenggara. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. b. b. Sulawesi Utara.

Surat Setoran Bukan Pajak. Papua dan Irian Jaya Barat serta pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. DI. pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Maluku. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. dan Lampung serta pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. Jawa Tengah. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. b. Surat Setoran Bukan Pajak. Bengkulu. 15 . pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Jambi. dan g. Yogyakarta. Sulawesi Utara. Kepulauan Riau. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Pasal 67 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar terdiri atas : a. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Gorontalo. Riau. (1) (2) (3) (4) Pasal 69 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pelaksanaan monitoring penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. penyusunan laporan keuangan Departemen serta bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I. Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Maluku Utara. Sulawesi Barat. Perwakilan Imigrasi Luar Negeri. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Kalimantan Selatan. Pasal 68 Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Sulawesi Tengah. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV. Sumatera Barat. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Sulawesi Tenggara. Banten.d. Kalimantan Tengah. f. dan Nusa Tenggara Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Kalimantan Timur. e. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sumatera Selatan. DKI Jakarta. dan d. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. c. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Nusa Tenggara Timur. Jawa Timur dan Bali serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Surat Setoran Bukan Pajak. Sumatera Utara.

Sumatera Barat. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Sumatera Selatan. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. Maluku Utara. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Kalimantan Timur. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. (1) (2) (3) (4) Bagian Keenam Biro Perlengkapan Pasal 73 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perlengkapan di lingkungan Departemen. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV. Sulawesi Tenggara. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. DKI Jakarta. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. dan Nusa Tenggara Barat. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Pasal 72 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Bengkulu. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. pengumpulan. dan e. c. Gorontalo. Sulawesi Barat. Jawa Tengah. d. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. dan d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Nusa Tenggara Timur. dan Lampung. pengumpulan. pengumpulan. 16 . c. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Jambi. penyiapan pembinaan dan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan. pengumpulan. Kalimantan Selatan. DI. b. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan. Sumatera Utara. Jawa Timur dan Bali. penyusunan pelaksanaan anggaran.Pasal 70 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Sulawesi Tengah. Banten. Pasal 74 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Kepulauan Riau. pengumpulan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Riau. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. b. Sulawesi Utara. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . Yogyakarta. Kalimantan Tengah. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Pasal 71 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas : a. Maluku. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Papua dan Irian Jaya Barat.

Pasal 80 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pengadaan perlengkapan Departemen. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perlengkapan. pelaksanaan tender dan penyiapan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. dan f. Pasal 77 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. Bagian Analisa Kebutuhan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pembelian perlengkapan. b. Subbagian Pembakuan. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi : a. c. dan c. e. penelahaan dan penyiapan penilaian harga dan mutu perlengkapan. Pasal 81 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan statistik perlengkapan. Pasal 82 Bagian Pengadaan terdiri atas : a. Bagian Pengadaan. pelaksanaan pengadaan perlengkapan.b. e. Subbagian Tender. pelaksanaan penyimpanan. b. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran. Bagian Analisa Kebutuhan. penganalisaan kebutuhan dan penyusunan pembakuan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 75 Biro Perlengkapan terdiri atas : a. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perelengkapan. Subbagian Pembelian. Subbagian Penyediaan Data. 17 . Pasal 78 Bagian Analisa Kebutuhan terdiri atas : a. c. Pasal 79 (1) Subbagian Penyediaan Data mempunyai tugas melakukan penyediaan data kebutuhan perlengkapan serta penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. Bagian Inventarisasi. dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. d. d. penganalisaan kebutuhan dan penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. dan penyiapan penetapan kebijakan penghapusan. b. b. b. (2) Subbagian Pembakuan mempunyai tugas melakukan penyiapan analisa kebutuhan perlengkapan dan pembakuan perlengkapan. dan c. Pasal 76 Bagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan Departemen. Subbagian Harga dan Mutu. penyaluran dan pemeliharaan perlengkapan. penyediaan data. dan c. Bagian Penghapusan.

pengeluaran serta penyaluran perlengkapan.Pasal 83 (1) Subbagian Harga dan Mutu mempunyai tugas melakukan pengumpulan informasi dan mengikuti perkembangan harga dan mutu sebagian bahan penilaian perlengkapan yang diperlukan. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan. penyiapan pembukuan perlengkapan. b. dan c. b. penelaahan dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. dan c. (2) Subbagian Tender mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tender dan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. (3) Subbagian Statistik dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik dan laporan. Pasal 86 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran terdiri atas : a. Bagian Inventarisasi menyelenggarakan fungsi : a. penyimpanan. Subbagian Pembukuan. Pasal 89 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Pasal 91 (1) Subbagian Pembukuan mempunyai tugas melakukan penyusunan pembukuan arsip induk inventaris. Pasal 90 Bagian Inventarisasi terdiri atas : a. (3) Subbagian Pembelian mempunyai tugas melakukan pembelian perlengkapan berdasarkan hasil penilaian harga dan mutu perlengkapan yang diperlukan Departemen. pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. b. (2) Subbagian Pendataan Inventaris mempunyai tugas melakukan penelaahan. penyusunan statistik dan laporan. 18 . pengolahan data inventaris dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. Subbagian Pergudangan dan Penyaluran. Subbagian Statistik dan Laporan. Subbagian Pemeliharaan. pengeluaran dan penyaluran serta pemeliharaan perlengkapan. (3) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. dan c. b. dan c. penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. Pasal 85 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. penyiapan bahan pedoman penyusunan pengaturan dan penyimpanan. (2) Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan mempunyai tugas melakukan pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. pengaturan inventarisasi serta penyusunan statistik perlengkapan. penerimaan. Pasal 88 Bagian Inventarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman. Subbagian Pendataan Inventaris. penyiapan serta penyusunan rencana penyaluran perlengkapan. Pasal 84 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran mempunyai tugas melaksanakan penerimaan. Pasal 87 (1) Subbagian Pergudangan dan Penyaluran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman.

Pasal 97 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. penyiapan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. b. dan c. Subbagian Penilaian. Bagian Penghapusan menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. Lembaga Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan. dan c. Pasal 98 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. Bagian Ketujuh Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri Pasal 96 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri serta pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. Pasal 93 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Subbagian Perubahan Status Perlengkapan. Bagian Hubungan Luar Negeri. (2) Subbagian Perubahan Status Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. penelitian dan penilaian serta pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan.Pasal 92 Bagian Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman penetapan penghapusan perlengkapan. pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan. 19 . Pasal 99 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan serta kerja sama dengan instansi lain. Bagian Informasi dan Komunikasi. b. c. Subbagian Pelaksanaan Penghapusan. penyiapan penelaahan dan pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. b. Pasal 94 Bagian Penghapusan terdiri atas : a. dan c. (3) Subbagian Pelaksanaan Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. pelaksanaan hubungan dengan kelembagaan Pemerintah. b. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Pasal 95 (1) Subbagian Penilaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

serta penerbitan berkala. (2) Subbagian Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melakukan penghimpunan produk hukum dan peraturan perundang-undangan dari negara lain. b. Pasal 106 (1) Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan penyiapan bahan hubungan kerja sama Badan-badan Internasional dan perwakilan asing yang berada di Indonesia. pengelolaan dan penyajian berita. b. pemberian penerangan dan penerimaan informasi serta kerja sama dengan organisasi masyarakat. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. Subbagian Kerja Sama Antar Negara. dan b. Pasal 108 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. pelaksanaan penyusunan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. dan c. dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. dan c. Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional. Pasal 105 Bagian Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. (2) Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan. dan b.Pasal 100 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Evaluasi. Bagian Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. penerbitan dan penyebaran kuasa hasil penerbitan. pengolahan dan penyajian berita. Pasal 103 Bagian Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan kerja sama dengan Badanbadan Internasional dan antar negara serta penyusunan program evaluasi dan laporan. Bagian Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi : a. dokumentasi dan perpustakaan serta urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. tukar menukar informasi dan pengalaman. pelaksanaan hubungan kerja sama di bidang hukum dengan negara-negara lain (Antar Negara/Pemerintah). Pasal 107 Bagian Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian informasi tentang kegiatan Departemen. Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan. Pasal 102 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. Pasal 104 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Badan-badan Internasional (Organisasi/Lembaga Internasional). Evaluasi. 20 . (3) Subbagian Penyusunan Program. dan Laporan. pendistribusian dan penyebaran bahan hasil penerbitan. Subbagian Penyusunan Program. Pasal 101 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan terdiri atas : a. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan menyelenggaraan fungsi: a. Subbagian Hubungan Kelembagaan.

pelaksanaan urusan keamanan dalam. dan d. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa. Pasal 109 Bagian Informasi dan Komunikasi terdiri atas : a. Bagian Bina Sikap Mental. Pasal 114 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melaksanakan dan menyiapkan pembinaan tata usaha dan kearsipan di lingkungan Departemen. Bagian Pengamanan. c. Pasal 115 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114. e. dan d. d. Bagian Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. c.b. c. pengelolaan kearsipan. Pasal 112 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. c. pelaksanaan pembinaan sikap mental pegawai. dan f. b. b. pelaksanaan kegiatan pers dan media massa. Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. d. b. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Subbagian Tata Usaha Biro. (1) (2) (3) (4) 21 . Bagian Kedelapan Biro Umum Pasal 111 Biro Umum mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Departemen. Bagian Tata Usaha Departemen. Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita. Pasal 113 Biro Umum terdiri atas : a. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan semua bahan dokumentasi serta pengelolaan perpustakaan. Pasal 110 Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita mempunyai tugas melakukan pencarian. penyiapan urusan surat menyurat. pengurusan pengetikan dan penggandaan. Bagian Tata Usaha Pimpinan. pengumpulan bahan informasi yang berasal dari dalam maupun luar Departemen untuk diolah. b. dan e. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. dan c. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. disusun dan disajikan sebagai berita dan penerbitan berkala kegiatan Departemen. pembinaan dan pelaksanaan tata usaha di lingkungan Departemen. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan konfrensi pers dan wawancara serta bahan informasi untuk penerbitan majalah interen dan eksteren. pengelolaan urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. pelaksanaan urusan rumah tangga dan tata usaha Biro Umum. Kelompok Jabatan Fungsional.

Subbagian Arsip. penggandaan dan penjilidan. dan c. Pasal 120 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas : a. c. (1) (2) (3) (4) Pasal 122 Bagian Bina Sikap Mental mempunyai tugas melaksanakan urusan pembinaan rohani. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. Bagian Bina Sikap Mental menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan pembinaan rohani dan sosial pegawai. b. dan d. Subbagian Persuratan.Pasal 116 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Staf Ahli. penyiapan pelaksanan rapat dan acara Pimpinan Departemen. c. pelaksanaan urusan kesehatan. dan d. dan d. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Pasal 119 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. Subbagian Protokol. kesehatan. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Agenda dan Pengiriman mempunyai tugas melakukan pengagendaan dan pengiriman surat. b. c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. pelaksanaan urusan protokol. b. Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan protokol meliputi penerimaan tamu. b. Pasal 123 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 . Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Menteri. pembinaan dan pengelolaan kearsipan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Staf Ahli. (1) (2) (3) (4) Pasal 118 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. Pasal 121 Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri. Pasal 117 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pengurusan pembinaan surat menyurat. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengurusan pengetikan. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. 22 . Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. dan kesejahteraan pegawai lainnya. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Agenda dan Pengiriman.

Subbagian Rohani dan Sosial. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai lainnya. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengurusan penggunaan kendaraan dinas. pelaksanaan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia. Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi. Pasal 131 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. c. dan d. pelaksanaan penerbitan dan pengamanan fisik bangunan dan perlengkapan di lingkungan Departemen. Subbagian Pengamanan Pimpinan.Pasal 124 Bagian Bina Sikap Mental terdiri atas : a. telepon. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. pengurusan penggunaan sarana fisik dan sarana lainnya di Kantor Departemen. dan c. Subbagian Urusan Dalam. pembuatan daftar gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengamanan fisik pimpinan Departemen. pengurusan pengangkutan dan perjalanan dinas. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Pasal 129 Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pemeliharaan sarana fisik dan sarana lainnya. dan d. 23 . (2) Subbagian Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan kesehatan pegawai. Subbagian Kesehatan Pegawai. dan c. Pasal 128 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Pengamanan Lingkungan. Subbagian Gaji. Pasal 126 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. Pasal 125 (1) Subbagian Rohani dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan mental dan rohani serta usaha sosial pegawai. b. Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar gaji. b. pengangkutan pegawai serta administrasi perjalanan dinas. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 127 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. dan c. pengaturan dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Kesejahteraan. listrik. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas. b. air. penggunaan rumah dinas/jabatan di lingkungan Departemen dan penyiapan tempat rapat/pertemuan. Pasal 132 Bagian Pengamanan terdiri atas : a. (1) (2) (3) (4) Pasal 130 Bagian Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan di lingkungan Departemen. c. b. Bagian Pengamanan menyelenggarakan fungsi : a.

24 . (2) Subbagian Pengamanan Lingkungan mempunyai tugas melakukan ketertiban di lingkungan Departemen. (3) Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi mempunyai tugas melakukan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia di lingkungan Departemen.Pasal 133 (1) Subbagian Pengamanan Pimpinan mempunyai tugas melakukan pengamanan fisik Pimpinan Departemen dan tamu penting.

Bagian Keuangan. pengelolaan urusan administrasi keuangan. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. evaluasi. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 136 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a.undangan.undangan. serta Pasal 135 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. Bagian Kepegawaian. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. b. pedoman. d. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan.undangan. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. harmonisasi. d. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. b. c. Direktorat Publikasi. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. kriteria dan prosedur di bidang perancangan. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perancangan. d. b. penyusunan laporan kegiatan peraturan perundang-undangan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang. dan f.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 134 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan perundang. b. litigasi perundangundangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. publikasi. d. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang. 25 . Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan e. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 137 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. perumusan standar. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. c. Direktorat Litigasi Perundang. program dan anggaran. pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan.undangan. pelaksanaan urusan tata usaha. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. publikasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. norma. e. publikasi. c. harmonisasi. harmonisasi. Pasal 138 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. Pasal 139 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. pengelolaan urusan kepegawaian.

(2) Subbagian Mutasi. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. 26 . penyiapan pengelolaan. pengolahan. pendataan. dan penyusunan laporan. kepangkatan.e. Bagian Tata Usaha. Pasal 143 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan f. evaluasi program. program dan anggaran. Pasal 142 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. Pasal 140 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. dan b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. program dan anggaran. Informasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. pengolahan . Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 147 (1) Subbagian Umum Kepegawaian dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. penggajian. penyiapan penyusunan formasi. (2) Subbagian Data. penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi. pengelolaan. program dan anggaran. Pasal 145 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144. Pasal 141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Informasi dan Laporan. b. dan b. dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pemberhentian dan Pensiun. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jabatan Fungsional. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. b. Pasal 144 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Data. Subbagian Mutasi. dan c. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 146 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengolahan.

hubungan masyarakat dan protokol. pengetikan. pembuatan daftar gaji dan pelaksanaan pembayaran gaji pegawai. dan b. Pasal 151 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. dan c. dan b. 27 . serta pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penggandaan dan pengiriman. Pasal 157 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. urusan dalam dan pengamanan. pelaksanaan anggaran. Pasal 155 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 154 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. dan b. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan serta urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. serta pembukuan. serta pembukuan. dan b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.Pasal 148 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 152 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. b. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 153 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. Pasal 156 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan hubungan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pengelolaan urusan rumah tangga. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 150 Bagian Keuangan terdiri atas : a. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 149 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148.

dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 160 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perancangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan.undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. metode. penggandaan. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi. f. pembahasan rancangan undang-undang. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. 28 . Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang. d. pedoman.undangan. penyusunan standar. dan c. pembahasan rancangan undang-undang. Pasal 161 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. pembimbingan teknis di bidang perencanaan. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. dan e. Subbagian Persuratan. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. pengetikan.undangan. pembahasan rancangan undang-undang. b. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Pasal 162 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.Pasal 158 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. c. norma. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. metode.undangan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. pembahasan rancangan undang. b. dan pengiriman.undang. pengevaluasian pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan. Teknik. metode. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. e. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Metode. b. hubungan masyarakat dan protokol. dan g. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 159 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perencanaan. metode. serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 163 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan.

penyiapan evaluasi pelaksanaan dan laporan di bidang penyusunan rencana dan program penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 167 (1) Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. kriteria. dan d. penyiapan penyusunan standar. norma. Pasal 169 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. dan bahasa perundang-undangan. penyiapan evaluasi perancangan peraturan perundang-undangan. pedoman. dan b. bimbingan teknis dan evaluasi di bidang metode dan teknik. dan b. kriteria. 29 . dan d. penyusunan standar. prosedur di bidang pengumpulan dan pengolahan bahan pengkajian dan penyusunan usul prakarsa perancangan peraturan perundangundangan. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode. b. kriteria. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program serta pengumpulan dan pengolahan data penyusunan peraturan perundang-undangan. prosedur di bidang penyusunan rencana dan program. c. prosedur. prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang perencanaan dan pengevaluasian penyusunan peraturan perundang-undangan. pedoman. pedoman. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 166 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas : a. Seksi Penyusunan Rencana dan Program. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. penyusunan standar. penyiapan penyusunan standar. Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan serta penyiapan konsep rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 168 Subdirektorat Metode. pedoman. teknik dan bahasa perundang-undangan. b. teknik. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan laporan pelaksanaan program penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 171 (1) Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang. kriteria. Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 170 Subdirektorat Metode. Pasal 165 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Subdirektorat Metode. norma.Pasal 164 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. c. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Teknik. norma. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. (2) Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang. penyiapan bimbingan teknis peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi : a. serta penyiapan materi perancangan peraturan perundang-undangan.undangan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengembangan metode. penyiapan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan program kegiatan tahunan dan 5 (lima) tahunan. norma.

undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat.undangan berdasarkan kebijakan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. c. Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan. sambutan pemerintah. (2) Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan fasilitasi pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. penyiapan konsep keterangan pemerintah. dan d. kurikulum. pengevaluasian. Pasal 174 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang terdiri atas : a. Pasal 176 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. serta sistem dan metode pendidikan teknis perancang peraturan perundang. Pasal 178 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah dan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah rancangan undang. dan b. c. jawaban pemerintah dan sambutan pemerintah mengenai rancangan undang. jawaban pemerintah. serta pemantauan dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. penyiapan data dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang. Pasal 173 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. jawaban pemerintah. sambutan pemerintah.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. perlengkapan dan akomodasi pembahasan. f.Pasal 172 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan penyiapan bahan pembahasan rancangan undang-undang. pemantauan. d. 30 . pengkoordinasian pendidikan teknis jabatan fungsional perancang peraturan perundang. penyusunan pedoman. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang.undangan. dan b. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a.undangan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. pelaksanaan evaluasi dan laporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. pengelolaan administrasi pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. b. dan penyiapan laporan mengenai jabatan fungsional perancang peraturan perundang-undangan. e. Pasal 175 (1) Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan pembahasan rancangan undang-undang untuk disampaikan kepada Presiden dan penyiapan daftar inventarisasi masalah beserta jawabannya untuk dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. penyiapan penilaian dan pengajuan usul pengangkatan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. b. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang menyelenggarakan fungsi : a. pembimbingan dan pembinaan teknis perancang peraturan perundang-undangan. Pasal 177 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. penyiapan konsep keterangan pemerintah. dan g. dan silabus. penyiapan konsep keterangan pemerintah.

e. dan peraturan perundang-undangan. penyediaan dan penyajian data atau bahan hukum dan peraturan perundang-undangan untuk dipublikasikan. Seksi Perpustakaan Hukum. Pasal 181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180.undangan. pengharmonisasian. perumusan dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian fasilitasi pencarian bahan hukum. dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pendataan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. b. 31 . pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundangundangan. Pasal 182 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan terdiri atas : a. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. b.Pasal 179 (1) Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang. dan g. dan penilaian perancang peraturan perundangundangan. Pasal 183 (1) Seksi Pengelolaan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penginventarisasian. penyiapan pengusulan pengangkatan. dan c. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan penyajian bahan hukum. c. f. buku hukum dan peraturan perundang-undangan. Pasal 185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184. Seksi Pengelolaan Dokumentasi. dan pemantapan konsepsi/ prakarsa rancangan undang-undang dan rancangan peraturan perundang-undangan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektor. d. buku hukum. Bagian Kelima Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Pasal 184 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumentasi dan rancangan peraturan perundang-undangan. perumusan. koordinasi. pembulatan dan pemantapan konsepsi prakarsa Rancangan Undang-Undang. pengharmonisasian. penyediaan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan. pembulatan.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan perancang peraturan perundang-undangan. evaluasi dan analisa pelaksanaan kebijakan harmonisasi peraturan perundang-undangan.undangan. Pasal 180 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengelolaan dokumentasi dan pengelolaan perpustakaan. penghimpunan dan penginventarisasian peraturan perundang-undangan untuk bahan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemantauan perkembangan peraturan perundang-undangan.

kejaksaan. Pasal 187 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan. 32 . Pasal 189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. Hukum dan Keamanan I. pertahanan. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang.undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang politik. kejaksaan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. c. peradilan. Seksi Analisa Bidang Politik. kejaksaan. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang. keamanan. peradilan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang politik. kejaksaan dan peradilan. Pasal 191 (1) Seksi Analisa Bidang Politik. keamanan. pertahanan. pertanahan. luar negeri. b. investasi. Pasal 188 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. luar negeri. hukum dan hak asasi manusia.dalam negeri. e. Pasal 190 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. Hukum dan Keamanan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. luar negeri. pertanahan. keamanan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang dalam negeri. komunikasi dan informasi.dalam negeri. Subbagian Tata Usaha.Pasal 186 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Seksi Analisa Bidang Politik. peradilan. Hukum dan Keamanan. Hukum dan Keamanan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. penyusunan rancangan peraturan perundang. serta hukum dan hak asasi manusia. Hukum dan Keamanan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Hukum dan Keamanan menyelenggarakan fungsi : a. keamanan. d. Hukum dan Keamanan terdiri atas : a. pertanahan. peradilan. pertahanan. pembulatan. dan d. pertahanan. Pasal 192 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. dan f.undangan di bidang politik. pertanahan. kejaksaan. peradilan. luar negeri. dalam negeri. lembaga keuangan bukan bank. dan badan usaha milik negara. Riset dan Teknologi. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat.undangan di bidang politik. keamanan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. dalam negeri. pengharmonisasian. perbankan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. c. pertahanan.dalam negeri. pertanahan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. hukum dan hak asasi manusia. pertanahan. hukum dan hak asasi manusia. kejaksaan. Perdagangan. dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pembulatan dan pemantapan konsepsi / prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. b. keamanan. luar negeri. pertahanan. hukum dan hak asasi manusia. luar negeri. penganalisaan. Hukum dan Keamanan II. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan. (2) Seksi Analisa Bidang Politik. hukum dan hak asasi manusia. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan.

Perdagangan. ketenagakerjaan. kelautan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. perdagangan. komunikasi. usaha kecil dan menengah. perikanan. pertanian. perbankan. pekerjaan umum. perdagangan. perkebunan. dan b. tata ruang. komunikasi. usaha kecil dan menengah. dan badan usaha milik negara. perkebunan.undangan di bidang industri. usaha kecil dan menengah. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. tata ruang. tata ruang. tata ruang. perdagangan. perbankan. investasi dan badan usaha milik negara. dan perhubungan. lembaga keuangan bukan bank. Perdagangan. investasi. Riset dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. pertanian. energi sumber daya mineral. perikanan. riset dan teknologi. koperasi. komunikasi. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan menyelenggarakan fungsi : a. perdagangan. 33 . pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. dan d. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang industri. energi sumber daya mineral. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. dan perhubungan. Pasal 197 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. pertanian. dan badan usaha milik negara. dan badan usaha milik negara. usaha kecil dan menengah. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. investasi. pertanian. riset dan teknologi. Riset dan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. kelautan. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. Pasal 195 (1) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. ketenagakerjaan. pekerjaan umum. (2) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. perkebunan. peternakan. b. dan d. energi sumber daya mineral. koperasi. pertanian. dan perhubungan. pembangunan kawasan tertinggal. dan pembangunan kawasan tertinggal. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. lembaga keuangan bukan bank. pembangunan kawasan tertinggal. penganalisaan. transmigrasi. pembangunan kawasan tertinggal. energi sumber daya mineral. perikanan. investasi.undangan di bidang industri. pengharmonisasian. ketenagakerjaan. kelautan. komunikasi. pekerjaan umum. penganalisaan. perikanan. perbankan. usaha kecil dan menengah. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang keuangan dan perbankan. peternakan. investasi. lembaga keuangan bukan bank. perkebunan. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II. ketenagakerjaan. dan perhubungan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. c. peternakan. transmigrasi. koperasi. koperasi. b. perikanan.Pasal 193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. Pasal 194 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan terdiri atas : a. Pasal 196 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang lembaga keuangan bukan bank. dan badan usaha milik negara. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. kelautan. transmigrasi. pembangunan kawasan tertinggal. pekerjaan umum. ketenagakerjaan. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I. perkebunan. penyusunan rancangan peraturan perundang. riset dan teknologi. riset dan teknologi. perbankan. pekerjaan umum. energi sumber daya mineral. tata ruang. transmigrasi. c. riset dan teknologi. lembaga keuangan bukan bank. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. koperasi. peternakan. pengharmonisasian. perdagangan. peternakan. komunikasi. kelautan. transmigrasi. dan perhubungan.

pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. sosial. pendidikan. usaha kecil dan menengah. Perdagangan. pemberdayaan perempuan. dan pembangunan kawasan tertinggal. Perdagangan. aparatur negara. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan.Pasal 198 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang agama. aparatur negara. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I. dan d. budaya. lingkungan hidup. lingkungan hidup. pekerja umum. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. kelautan. Seksi Analisa Bidang Industri. pendidikan. (2) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. transmigrasi. penganalisaan. pariwisata. dan b. Pasal 203 (1) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pendidikan. perikanan. lingkungan hidup. dan pemberdayaan perempuan. lingkungan hidup. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. sosial. pemuda dan olah raga. pemberdayaan perempuan. kesehatan. sosial. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Riset dan Teknologi II. pemberdayaan perempuan. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II. sosial. aparatur negara. Seksi Analisa Bidang Industri. perumahan rakyat. Perdagangan. Pasal 200 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. perumahan rakyat. riset dan teknologi. c. budaya. energi sumber daya mineral. kesehatan. aparatur negara. kesehatan. lingkungan hidup. pariwisata. pertanian. pemberdayaan perempuan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang kesehatan. pariwisata. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. sosial. ketenagakerjaan. aparatur negara. pengharmonisasian. perhubungan. lingkungan hidup. Riset dan Teknologi I. koperasi. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang agama. pemuda dan olah raga. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang perdagangan. aparatur negara. pendidikan. pariwisata. peternakan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. (2) Seksi Analisa Bidang Industri. Pasal 202 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri atas : a. perumahan rakyat.undangan di bidang agama. perkebunan. Pasal 199 (1) Seksi Analisa Bidang Industri. Pasal 201 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. perumahan rakyat. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pendidikan. 34 . pendidikan. pariwisata. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. budaya. pariwisata. kesehatan. b. budaya. pemuda dan olah raga. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang industri. budaya. komunikasi. Riset dan Teknologi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. tata ruang dan pembangunan kawasan tertinggal. kesehatan. perumahan rakyat. sosial. budaya. Riset dan Teklonogi terdiri atas : a. Perdagangan. dan b. Perdagangan. pemuda dan olah raga. pemberdayaan perempuan. Riset dan Teknologi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. perumahan rakyat. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal.

Subdirektorat Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 208 Subdirektorat Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. Pasal 209 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. pendistribusian. Subbagian Tata Usaha. koordinasi program kerja sama dan publikasi peraturan perundang-undangan dengan negara berkembang dan negara maju. Kelompok Jabatan Fungsional. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Pasal 205 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Publikasi. distribusi dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 204 Direktorat Publikasi. penyusunan. penyiapan dan penerjemahan bahan hukum untuk mendukung kegiatan perancangan dan bahan pertimbangan peraturan perundang-undangan. c. c. penginvetarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan digandakan. pelaksanaan administrasi kerja sama pengembangan tenaga perancang peraturan perundangundangan dan tenaga lain yang terkait. f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. penggandaan. 35 . perumusan dan pembahasan dokumen perjanjian kerja sama dan publikasi peraturan perundangundangan dengan pihak luar negeri. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi dan laporan pemanfaatan kerja sama dan publikasi bahan peraturan perundang-undangan. pendokumentasian. dan i. g. penyiapan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. d. penyelenggaraan sistem informasi peraturan perundang. Pasal 207 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. pengundangan. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. e. h. bersama instansi terkait. b. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan kepada instansi terkait dan masyarakat. b. b. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. d. d.Bagian Keenam Direktorat Publikasi.undangan. Subdirektorat Kerja Sama. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan publikasi. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. percetakan dan penerbitan peraturan perundang-undangan dan dokumen-dokumen hukum. c. Pasal 206 Direktorat Publikasi.undangan baik di tingkat nasional maupun internasional dengan instansi terkait. dan f. dan pendistribusian peraturan perundang-undangan. pengkoordinasian penyelenggaraan kerja sama dan publikasi peraturan perundang.undangan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang publikasi. Direktorat Publikasi. pelaksanaan administrasi. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a.

c. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengundangan peraturan perundangundangan. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan diundangkan. Pasal 210 Subdirektorat Publikasi terdiri atas : a. pendistribusian dan penyebarluasan bahan pendukung peraturan perundang-undangan kepada pihak yang relevan. c. b. pendokumentasian dan pengelolaan berkas peraturan perundangundangan. b. penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan serta publikasi bahan pendukung perancangan peraturan perundang-undangan. berita negara dan tambahan berita negara. pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang. Seksi Penerbitan. penyiapan. instansi pemerintah maupun non pemerintah serta pengevaluasian dan penyiapan laporan pelaksanaan kegiatan. dan b. pengelolaan administrasi lembaran negara.undangan. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 215 Seksi Perencanaan dan Penyelenggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan perencanaan program dan penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan dengan pihak luar negeri. Subdirektorat Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a.e. Pasal 212 Subdirektorat Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengembangan program kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan baik tingkat nasional maupun internasional serta evaluasi dan laporan.undangan. Pasal 216 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang. (2) Seksi Distribusi dan Penyebarluasan mempunyai tugas melakukan pendistribusian. Pasal 217 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216.undangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi pengundangan. dan f. 36 . tambahan lembaran negara. penyusunan rencana kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. dan d. penyusunan pedoman kerja sama dan petunjuk pelaksanaan kerja sama di bidang peraturan perundang. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan publikasi. Pasal 211 (1) Seksi Penerbitan mempunyai tugas melakukan kegiatan penerbitan dan penerjemahan bahan pendukung perancangan dan termasuk peraturan perundang-undangannya. Pasal 214 Subdirektorat Kerja Sama membawahi Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan. Pasal 213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. dan d. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kerja sama. Seksi Distribusi dan Penyebarluasan.

jaringan dan perangkat keras sistem dan pengolahan data. b. Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan Pasal 224 Direktorat Litigasi Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang litigasi perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengelolaan sistem. perencanaan. serta implementasi sistem informasi peraturan perundang-undangan. 37 .Pasal 218 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Prasarana. c. pengelolaan data dan implementasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang litigasi perundangundangan.undangan.undangan dan pengelolaan administrasi lembaran negara. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang. dan Implementasi. dan b. Seksi Dokumentasi. Seksi Sarana. dan b. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 223 (1) Seksi Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisa. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Prasarana. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan sistem informasi peraturan perundangundangan. sarana dan prasarana sistem informasi peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Sarana. perumusan pedoman dan petunjuk pelaksanaan dalam penyusunan atau pembuatan keterangan pemerintah permohonan pengujian undang-undang. Seksi Aplikasi. Pasal 219 (1) Seksi Administrasi Pengundangan mempunyai tugas melakukan penyiapan. Pasal 221 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. tambahan lembaran negara.undangan mempunyai tugas melaksanakan sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. b.undangan yang akan diundangkan. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang-undangan serta penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas. pengelolaan. Seksi Administrasi Pengundangan. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang. dan d. Direktorat Litigasi Perundangundangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 220 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang. pengundangan peraturan perundang. Pasal 225 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. dan Implementasi mempunyai tugas melakukan persiapan. Pasal 222 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. berita negara dan tambahan berita negara.

evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. e. c. perencanaan. dan e. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis. d. pengkoordinasian. Pasal 226 Direktorat Litigasi Perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemeritah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang. 38 . Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama dan koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan b. f. pemantauan. pengumpulan.undang terhadap undang undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyusunan. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 228 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan.c.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 serta pendampingan persidangan di Mahkamah Konstitusi. dan d. penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undangundang dasar negara republik indonesia tahun 1945. persiapan dan penyampaian kelengkapan persidangan serta menerima release. penyusunan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. sinkronisasi dan pemantapan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. pelaksanaan pendampingan atas setiap pengujian undang-undangterhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. b. Pasal 231 (1) Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan. dan h. d. Pasal 229 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pengkajian dan analisis putusan atas permohonan pengujian undang. b. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan. penyiapan dan pengkordinasian dalam rangka pendampingan persidangan atas setiap pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. c. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah dan pendampingan atas pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. jadual persidangan. (2) Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan mempunyai tugas melakukan koordinasi dan monitoring persidangan. penelaahan. g. risalah persidangan dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. Pasal 230 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan terdiri atas : a. pencarian. Pasal 227 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. pemantauan.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas pengujian suatu undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dengan departemen/lembaga pemerintah non departemen terkait. Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan. terdiri atas : a.

Seksi Penyiapan Bahan dan Data. Laporan dan Dokumentasi. b. penyiapan. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi dengan masyarakat.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.Pasal 232 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. evaluasi dan penyiapan dan penyusunan laporan di bidang litigasi perundangundangan. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi antar lembaga penyelenggara negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang fasilitasi bahan dan analisis atas pelaksanaan pengujian undang. evaluasi. 39 . c. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja sama dalam rangka pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang terhadap undang. dan d. dan e. Seksi Analisis.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyelenggaraan dan pengembangan program kerja sama antar lembaga serta koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. Pasal 235 (1) Seksi Penyiapan Bahan dan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. d. c.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan b. (2) Seksi Analisis. b. Pasal 237 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. pengolahan bahan keterangan pemerintah dan pendokumentasian data dalam rangka pelaksanaan pengujian undang. pengolahan dan pendokumentasian bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang. monitoring dan penyusunan laporan direktorat litigasi serta pendokumentasian bahan/data dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. Pasal 238 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga membawahi Seksi Kerja sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat. Pasal 233 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. penyusunan perencanaan. pemantauan. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis menyelenggarakan fungsi : a.undang dasar negara republik indonesia tahun serta melaksanakan analisis dan pendokumentasian bahan dan putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 234 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis terdiri atas : a. penyusunan perencanaan. Laporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan analisis putusan atas permohonan pengujian undang-undang. pemantauan . Pasal 236 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penganalisaan atas bahan dan putusan atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang.

pengumpulan dan penyusunan secara peraturan daerah. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. e. c.Pasal 239 Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama antar lembaga penyelenggara negara dan masyarakat. pelaksanaan pembinaan teknik perancangan peraturan daerah. Pasal 242 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah terdiri atas : a. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data. Kabupaten/Kota. Seksi Pengolahan Data. dan c. penyajian dan pengolahan data peraturan daerah. dan h. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 244 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data peraturan daerah. penyediaan sarana mediasi dan konsultasi dalam perancangan peraturan daerah. Pasal 241 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. Seksi Pengumpulan Data. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 243 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. penelaahan dan perumusan serta pelaporan kegiatan direktorat. analisa. c. d. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah. dan b. dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. pemantauan. Pasal 246 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 245 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. b. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi. b. penyajian dan penyaluran informasi.undangan. e. d. penyiapan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Subbagian Tata Usaha. penyusunan. g. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan. dan f. f. pengumpulan. penyiapan dan pengolahan data serta penyajian dan penyaluran informasi peraturan daerah. 40 . Bagian Kedelapan Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah Pasal 240 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. pengolahan.

dan d. c. Pasal 255 Seksi Bimbingan dan Latihan mempunyai tugas melakukan persiapan bimbingan dan latihan. Kabupaten/Kota serta penyajian dan penyaluran informasi. dan b. dan pelaporan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan jadual dan pelaksanaan bimbingan dan latihan.Pasal 247 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Pasal 249 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. Pasal 251 (1) Seksi Perencanaan dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Pasal 250 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan terdiri atas : a. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 252 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pemberian pembinaan teknik kepada tenaga perancang peraturan perundang-undangan dalam penyusunan dan perancangan peraturan daerah baik di Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. b. dan b. penyusunan. Kabupaten/Kota. Pasal 253 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. 41 . Seksi Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 248 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Pasal 256 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas penyiapan. Kabupaten/Kota. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dalam rangka pelaksanaan atas bimbingan dan latihan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia maupun instansi terkait lainnya. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi perancangan peraturan daerah. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Seksi Perencanaan dan Program. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas bimbingan dan latihan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan analisa dan evaluasi peraturan daerah. pengevaluasian dan penyusunan laporan hasil kegiatan bimbingan dan latihan. Pasal 254 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah membawahi Seksi Bimbingan dan Latihan. sarana mediasi dan konsultasi penyusunan dan perancangan peraturan daerah. koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait serta evaluasi dan penyusunan laporan. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan latihan.

pelaksanaan mediasi dan konsultasi terhadap pihak yang memerlukan. penelaahan. Pasal 258 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi membawahi Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait serta penyusunan evaluasi dan laporan.Pasal 257 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. 42 . pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas mediasi dan konsultasi perancangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. b. dan c. Pasal 259 Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan mediasi dan konsultasi. pemantauan. pengevaluasian dan penyusunan laporan atas kegiatan mediasi dan konsultasi.

Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Keuangan. d. b. Direktorat Tata Negara. pengelolaan urusan kepegawaian. pengelolaan arsip dan dokumentasi. d. dan f. tata negara dan hukum internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perdata. Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI Pasal 262 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdiri atas : a. d. e. Sekretariat Direktorat Jenderal.BAB V DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 260 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Pasal 265 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha. dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang perdata. e. evaluasi. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Perdata. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan e. kriteria dan prosedur di bidang perdata. pidana. Pasal 261 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. c. 43 . b. pidana. tata negara dan hukum internasional. Bagian Kepegawaian. b. perumusan standar. pedoman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. Direktorat Hukum Internasional. tata negara dan hukum internasional. Direktorat Pidana. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pidana. Pasal 264 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263. penyusunan laporan kegiatan administrasi hukum umum. d. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. c. c. program dan anggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 263 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. c. dan f. Direktorat Daktiloskopi.

Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. hubungan masyarakat. Subbagian Evaluasi dan Laporan. program dan anggaran. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. (1) (2) (3) (4) Pasal 270 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 268 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. b. pengelolaan. c. Subbagian Data dan Informasi. pendataan dan pengembangan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pengolahan. protokol. b. Pasal 272 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyajian data dan informasi. Pasal 267 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penyajian data dan informasi. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. dan c. c. dan d. penyajian data dan informasi. dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Hubungan Masyarakat. Subbagian Umum Kepegawaian. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengurusan Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyiapan penyusunan formasi.Pasal 266 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan pengelolaan. evaluasi. program dan anggaran. kepangkatan penggajian. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. b. pengolahan . pengolahan. Pasal 271 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. dan c. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Mutasi dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. dan d. Pasal 273 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. program dan anggaran. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. Pasal 269 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. pemindahan dan mutasi kepegawaian 44 . b.

Subbagian Perlengkapan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. Pasal 281 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 280 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. dan pembayaran gaji pegawai. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. angkutan. Subbagian Rumah Tangga. 45 . perhitungan. Pasal 275 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. dan penyusunan laporan keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan c. Pasal 282 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 276 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 279 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. b. b. Subbagian Perbendaharaan. dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan c.lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. Pasal 278 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 277 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan pembukuan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembuatan daftar gaji. pelaksanaan anggaran. pengelolaan urusan perlengkapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. dan c. Pasal 274 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . Subbagian Perjalanan Dinas. b.

d. Subdirektorat Badan Hukum. dan pendokumentasian badan hukum. Bagian Keempat Direktorat Perdata Pasal 286 Direktorat Perdata mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum perdata sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengurusan pengagendaan dan pengiriman. pemberian pertimbangan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. Direktorat Perdata menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Harta Peninggalan. dan d. c. pemantauan dan evaluasi notaris. pengarsipan. penyiapan rancangan kebijakan. b. penyiapan urusan surat menyurat. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia. b. penggandaan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. e. Pasal 284 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Pasal 285 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subdirektorat Notariat. Pasal 288 Direktorat Perdata terdiri atas : a. dan pengiriman. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pendapat hukum. b. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. penataan. dan d. Pasal 287 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. Subdirektorat Hukum Perdata Umum. legalisasi dan penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. dan g. pemberian pertimbangan. c. pembinaan. pemberian pertimbangan. (1) (2) (3) (4) 46 . f. Subbagian Persuratan.Pasal 283 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. dan f. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia. c. Subbagian Tata Usaha. persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. c. d. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. bimbingan dan pedoman teknis serta pelayanan di bidang hukum perdata. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. e.

pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. pengelolaan arsip. pemberian pendapat hukum (legal opinion). Pasal 295 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. b. b. usaha umum. Pasal 291 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. dan penyelesaian masalah di bidang hukum perorangan. pengelolaan. pertimbangan dan penyelesaian urusan hukum perdata umum serta penyiapan pendapat hukum (legal opinion) baik yang diminta oleh lembaga resmi pemerintah. Subdirektorat Hukum Perdata Umum menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Arsip dan Dokumentasi. dan d. pelaksanaan penelitian akta pendirian. dan d. pelaksanaan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah. Seksi Perubahan Nama. pengecekan. (1) (2) (3) (4) Pasal 294 Subdirektorat Badan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pengurusan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. penyelesaian permohonan pengesahan. dan pengelolaan pengurusan dokumentasi. swasta atau perorangan. pengelolaan arsip dan pengurusan dokumentasi. Seksi Perubahan Nama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan persetujuan perubahan nama orang. Pasal 292 Subdirektorat Hukum Perdata Umum terdiri atas : a. Subdirektorat Badan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. dan c. pengarsipan. pemberian bimbingan.Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. c. Seksi Legalisasi. Pasal 290 Subdirektorat Hukum Perdata Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan di bidang hukum perdata. penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. pemberian legalisasi. Seksi Pendapat Hukum. c. 47 . permohonan persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan tertutup. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan dokumentasi. usaha khusus dan badan hukum sosial. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perseroan tertutup. pemberian bimbingan dan pertimbangan masalah di bidang hukum perdata serta penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum termasuk pemberian pendapat hukum (legal opinion). Pasal 293 Seksi Pendapat Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Seksi Legalisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah pada dokumen yang akan dipergunakan di luar negeri atau dokumen dari luar negeri yang akan dipergunakan di Indonesia. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. pemberian persetujuan. b. penyiapan penyelesaian persetujuan perubahan nama.

48 . b. pemeriksaan kelengkapan dokumen dan memberikan tanda penerimaan sesuai dengan waktu yang sebenarnya. penerbitan. c. pendaftaran. Seksi Penerimaan dan Pemrosesan. dan c. dan d. b. Pasal 299 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. pemberian nomor registrasi. (3) Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. d. Seksi Badan Hukum Sosial. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan pencoretan jaminan fidusia. Pasal 301 (1) Seksi Penerimaan dan Pemrosesan mempunyai tugas melakukan penyiapan akta. pengelolaan arsip dan dokumen. Pasal 297 Seksi Perseroan Tertutup mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan usaha umum dan khusus. Seksi Perseroan Tertutup. pengecekan. pemberian surat keterangan wasiat. Seksi Perseroan Terbuka mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian. Seksi Perseroan Terbuka. dan e. permohonan persetujuan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan publik. meliputi pengolahan. pencatatan dan penyerahan pengganti sertifikat jaminan fidusia. b. Seksi Arsip dan Dokumentasi. pengevaluasian atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia. Seksi Arsip dan Dokumentasi. penyerahan sertifikat jaminan fidusia. pengelolaan arsip dan dokumen. pengelolaan arsip dan dokumen. penyelesaian permohonan pengesahan. c. Pasal 302 Subdirektorat Harta Peninggalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan evaluasi terhadap pendaftaran jaminan fidusia atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. (1) (2) (3) (4) Pasal 298 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan urusan pengesahan. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. pencatatan dan pendaftaran fidusia. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan surat keterangan pencoretan jaminan fidusia. mengeluarkan pengganti sertifikat jaminan fidusia. Seksi Badan Hukum Sosial mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar badan hukum sosial. pengelolaan arsip dan dokumentasi.Pasal 296 Subdirektorat Badan Hukum terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pendaftaran fidusia. pelaksanaan penerimaan. lembaga keuangan dan perseroan dengan fasilitas penanaman modal. pencatatan dan pendistribusian dokumen fidusia serta membuat data base jaminan fidusia secara nasional. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia dan melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. pengecekan. dan pendistribusian berkas permohonan. Seksi Evaluasi dan Laporan. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan. pencatatan. Pasal 300 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan dan penanganan daftar wasiat. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia.

pemantauan. pelaksanaan pengolahan. dan c. Seksi Pengawasan Notaris. Seksi Daftar Wasiat. pengangkatan. penghimpunan. pemberhentian. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta menerima pendaftaran dan penyiapan penerbitan Surat Tanda Terdaftar Kurator dan Pengurus. Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris. pengawasan. b. (3) Seksi Dokumentasi Notariat mempunyai tugas melakukan pengolahan. penyusunan formasi penelitian dan pendaftaran laporan Notaris. penyusunan dan pembuatan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris dan penelitian data formal daftar wasiat serta pemberian surat keterangan wasiat. Pasal 309 (1) Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan teknis. Pasal 306 Subdirektorat Notariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Harta Peninggalan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Daftar Wasiat mempunyai tugas melakukan penyusunan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris. evaluasi temuan. penyajian dan penyimpanan data perkembangan notaris. pengangkatan. pengelolaan dokumentasi Notariat. (2) Seksi Pengawasan Notaris mempunyai tugas melakukan pengawasan rutin atas Notaris. penataan. pengawasan. Seksi Dokumentasi. pemantauan. Seksi Dokumentasi Notariat. 49 . pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengolahan arsip dan dokumentasi. telaahan. Pasal 304 Subdirektorat Harta Peninggalan terdiri atas : a.Pasal 303 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. mengolah dan menindaklanjuti laporan dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta membuat laporan hasil pengawasan. menerima. dan c. Pasal 308 Subdirektorat Notariat terdiri atas : a. pengecekan. pemindahan. pemberhentian. mengevaluasi. penyiapan bahan. b. evaluasi. dan c. pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta penerbitan Surat Tanda Terdaftar sebagai kurator dan pengurus. penataan. Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan. b. dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas. penyiapan rancangan kebijakan. penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan masyarakat tentang perilaku notaris. dan c. Pasal 305 (1) Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan petunjuk teknis. dan evaluasi notaris. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 307 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. b. pembinaan teknis. (3) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi daftar wasiat dan dokumen-dokumen harta peninggalan. penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. meneliti data formal daftar wasiat dan penyiapan bahan penyelesaian permohonan surat keterangan wasiat. pembinaan teknis. Subdirektorat Notariat menyelenggarakan fungsi : a. pemberian cuti notaris. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan. dan dokumentasi Notariat. penunjukan pejabat penampung protokol.

Pasal 314 Subdirektorat Pidana Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan di bidang hukum pidana umum. pertimbangan masalah hukum pidana. dan e. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik. pelaksanaan urusan ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. Seksi Analisa Hukum Pidana. pelaksanaan urusan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pemberian bimbingan dan pelaksanaan teknis di bidang hukum pidana. Seksi Pemantauan dan Evaluasi. Subdirektorat Pidana Umum menyelenggarakan fungsi : a. analisa dan pertimbangan di bidang hukum pidana. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan hukum pidana dan pengelolaan dokumentasi serta data perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. Direktorat Pidana menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan. pemberian pertimbangan mengenai masalah hukum pidana. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. pemantauan dan evaluasi serta pengurusan dokumentasi. dan d. dan c. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi hukum pidana. Subdirektorat Pidana Umum. d.Bagian Kelima Direktorat Pidana Pasal 310 Direktorat Pidana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum pidana berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. bimbingan. Pasal 312 Direktorat Pidana terdiri atas : a. Pasal 315 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. Pasal 311 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. b. c. Pasal 317 (1) Seksi Analisa Hukum Pidana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Subbagian Tata Usaha. pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang hukum pidana. dan b. Pasal 316 Subdirektorat Pidana Umum terdiri atas : a. b. penyiapan rancangan kebijakan. b. pelaksanaan urusan dokumentasi hukum pidana dan pengolahan serta menyajikan data perkembangan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. 50 .

rancangan perjanjian. Pasal 319 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik. pemutasian. Bagian Keenam Direktorat Tata Negara Pasal 326 Direktorat Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang tata negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pemberian pertimbangan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi. pemberian pertimbangan. pembinaan. pemberhentian. dan pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Ekstradisi. Pasal 325 (1) Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemantauan. pengolahan. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. penataan. pemberian pertimbangan. pengangkatan. 51 . pembinaan. Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pengangkatan. dan b.Pasal 318 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pembimbingan. dan b. (2) Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan b. Pasal 322 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 324 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemantauan. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Seksi Dokumentasi. rancangan perjanjian. penyajian data dan pembuatan laporan perkembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pemberian pertimbangan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 323 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 322. bimbingan. pemberian pertimbangan. pemantauan. rancangan perjanjian. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyimpanan. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstadisi. dan b. Pasal 321 (1) Seksi Ekstradisi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. rancangan perjanjian. Pasal 320 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik terdiri atas : a. rancangan perjanjian. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pengangkatan.

Seksi Pendaftaran Partai Politik. penyelesaian proses kewarganegaraan. pengujian dan pemantauan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. dan pengumuman nama di bidang pewarganegaraan. pertimbangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan. Pasal 333 (1) Seksi Analisa dan Pertimbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. c. Pasal 328 Direktorat Tata Negara terdiri atas : a. dan penyelesaian masalah di bidang hukum tata negara.Pasal 327 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. dan penyelenggaraan pendaftaran partai politik. Pasal 330 Subdirektorat Hukum Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. pendapat hukum. c. penelitian. Direktorat Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Dokumentasi. b. Seksi Analisa dan Pertimbangan. Pasal 331 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. Pasal 334 Subdirektorat Pewarganegaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan. Pasal 332 Subdirektorat Hukum Tata Negara terdiri atas : a. pengelolaan dokumentasi di bidang tata negara. pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. Subdirektorat Hukum Tata Negara. (3) Seksi Pendaftaran Partai Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pelaksanaan pendaftaran partai politik serta urusan dokumentasi pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kewarganegaraan. urusan dokumentasi hukum tata negara. Subdirektorat Pewarganegaraan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. b. pemeriksaan. Pasal 335 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. pertimbangan. b. Pasal 329 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. dan d. dan d. b. pendapat hukum. pertimbangan dan pendapat hukum tata negara serta pendaftaran partai politik. Subdirektorat Hukum Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan pelaksanaan pedaftaran partai politik. 52 . pemberian bimbingan. Subbagian Tata Usaha. penyelesaian permohonan pewarganegaraan dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. Subdirektorat Pewarganegaraan. analisa dan pemberian pertimbangan pendapat hukum serta penyelesaian masalah hukum tata negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis.

Pasal 340 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia terdiri atas : a. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum. Seksi Penyelesaian. b. (3) Seksi Pengujian dan Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengujian Formulir Dwi Kewarganegaraan dan bukti-bukti kewarganegaraan lainya serta pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. analisa dan penyelesaian masalah kewarganegaraan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan bukti kewarganegaraan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan c. analisa dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Formulir ex Dwi Kewarganegaraan RI-RRC. (2) Seksi Penyelesaian mempunyai tugas melakukan penyelesaian dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan pewarganegaraan. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan dan pemeliharaan daftar pengujian data perkembangan dan pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. dan c. Pasal 341 (1) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional Pasal 342 Direktorat Hukum Internasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum internasional berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 337 (1) Seksi Analisa Pewarganegaraan mempunyai tugas melakukan analisa dan proses permohonan pewarganegaraan (Naturalisasi) dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan.b. analisa dan proses permohonan pewarganegaraan dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. b. dan c. Pasal 339 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. Pasal 338 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis penilaian pemeriksaan. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus. pemeriksaan. pengumuman nama orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan kewarganegaraan. (2) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. Pasal 336 Subdirektorat Pewarganegaraan terdiri atas : a. pengujian dan pemantauan di bidang bukti kewarganegaraan republik indonesia. Seksi Pengujian dan Pemantauan. penilaian dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. dan b. 53 . Seksi Analisa Pewarganegaraan.

Pasal 345 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. Pasal 348 Subdirektorat Hukum Internasional Umum terdiri atas : a. b. Subdirektorat Hukum Internasional Umum. pemberian bimbingan dan pertimbangan. pendapat hukum. Direktorat Hukum Internasional menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional umum. b. b. (1) (2) (3) (4) 54 . dan penyelesaian masalah hukum internasional umum. Subdirektorat Hukum Internasional Umum menyelenggarakan fungsi : a. d. pemberian bimbingan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. pertimbangan. Pasal 347 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. tanggapan. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara. pelayanan yang meliputi pemberian informasi di bidang hukum internasional. sosialisasi perjanjian. c. Seksi Hukum Humaniter. Pasal 344 Direktorat Hukum Internasional terdiri atas : a. penyelesaian masalah. pertimbangan petunjuk pelaksanaan. hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional. sosialisasi perjanjian dan masalah internasional. penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundang-undangan di bidang hukum humaniter. Seksi Dokumentasi. Pasal 349 Seksi Hukum Humaniter mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. b. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional. c. tanggapan dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional. Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi hukum internasional. Seksi Hukum Lingkungan. Subbagian Tata Usaha. evaluasi. e. dan masalah internasional. dan d. pengembangan di bidang hukum internasional. dan d. penyelesaian masalah pencemaran dan pelestarian lingkungan serta inventarisasi dan sosialisasi. tanggapan. pemantauan. pemberian petunjuk pelaksanaan hukum internasional umum. inventarisasi. pemberian bimbingan. dan c. pemberian bimbingan. pendapat hukum. c. hukum laut. inventarisasi dan pengolahan serta penyajian data perkembangannya. penyelesaian masalah serta penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundangundangan di bidang hukum pidana internasional. Seksi Hukum Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan. pembinaan. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional. dan hukum angkasa. dan f. sosialisasi.Pasal 343 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. pertimbangan dan tanggapan. pemberian bimbingan. Pasal 346 Subdirektorat Hukum Internasional Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pendapat hukum. inventarisasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional umum. pemberian bimbingan dan pertimbangan.

Pasal 350 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. 55 . pemberian bimbingan dan pertimbangan. regional dan bilateral dan pendapat hukum. pemantauan dan evaluasi. sosialisasi. pemantauan dan evaluasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Hukum Laut. pemberian bimbingan. (2) Seksi Hukum Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 352 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional terdiri atas : a. pemantauan. dan b. Pasal 356 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara terdiri atas : a. pertimbangan dan pendapat hukum di bidang hukum laut dan hukum udara. pemantauan dan evaluasi. mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan regional dan multilateral. pemberian bimbingan dan pertimbangan kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. tanggapan. pertimbangan. Pasal 354 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan di bidang hukum mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. pertimbangan. pemantauan. sosialisasi serta penyelesaian masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. penyelesaian masalah. pemantauan dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pemberian bimbingan. b. evaluasi di bidang hukum ekonomi. dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. b. pertimbangan. legal opinion. Seksi Kerja Sama Bilateral. pemantauan dan evaluasi. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 351 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. dan b. tanggapan. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut dan hukum udara. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral. Pasal 353 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 357 (1) Seksi Hukum Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan kelembagaan internasional. regional dan bilateral. pemberian bimbingan. penyebarluasan penyelesaian masalah mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan bilateral. (2) Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 355 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. regional dan bilateral. tanggapan. dan c. Seksi Hukum Udara. dan c. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut multilateral. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan dan tanggapan masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. pemberian bimbingan. pemberian bimbingan dan pertimbangan. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum udara.

(2) Seksi Identifikasi mempunyai tugas melakukan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. Pasal 359 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. dan b. dan b. dan d. c. Pasal 363 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. Pasal 366 Subdirektorat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan data. pengolahan dan penyajian data perkembangan daktiloskopi. Subdirektorat Data dan Informasi. 56 . b. pemantauan. dan d. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberian keterangan mengenai sidik jari seseorang. Pasal 360 Direktorat Daktiloskopi terdiri atas : a. pelaksanaan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan. dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. Subbagian Tata Usaha. pembinaan monitoring. Pasal 361 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. perumusan. Direktorat Daktiloskopi menyelenggarakan fungsi : a.Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi Pasal 358 Direktorat Daktiloskopi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang daktiloskopi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi. Pasal 364 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi terdiri atas : a. Pasal 362 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengidentifikasian berdasarkan sidik jari. c. penyiapan rancangan kebijakan teknis. perumusan slip teraan jari seseorang. Seksi Perumusan. b. Pasal 365 (1) Seksi Perumusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Seksi Identifikasi. perumusan dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan serta melakukan penataan dan pemberian informasi sidik jari. penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang daktiloskopi. urusan dokumentasi serta informasi daktiloskopi dan penyimpanan slip sidik jari. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari dan pengolahan.

57 . perumusan slip sidik jari seseorang yang akan dirumus. Pasal 373 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyajian data perkembangan daktiloskopi dan urusan dokumentasi daktiloskopi serta evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 371 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. serta evaluasi dan penyusunan laporan. evaluasi dan penyusunan laporan. dan b. Pasal 370 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan mempunyai tugas melaksanakan pengolahan. dan b. Pasal 369 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan dan penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan dan identifikasi. Pasal 368 Subdirektorat Data dan Informasi terdiri atas : a. dan penyimpanan slip sidik jari. b. (2) Seksi Arsip Teraan mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari serta evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian dan penyiapan serta pendokumentasian daktiloskopi. melakukan penataan dan pemberian informasi tentang sidik jari. penyajian data perkembangan daktiloskopi. dan c. Seksi Pengumpulan Data. Pasal 372 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan terdiri atas : a. Subdirektorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Penataan dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengolahan dan penataan slip sidik jari serta pemberian informasi slip sidik jari.Pasal 367 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 366. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. pengolahan. penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari. Seksi Penataan dan Informasi. Seksi Arsip Teraan. urusan dokumentasi. Seksi Dokumentasi.

e. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. pelaksanaan kebijakan di bidang bina registrasi dan statistik. d. dan e. dan e. bina latihan kerja dan produksi. c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. bina perawatan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. bina bimbingan kemasyarakatan. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b. d. b.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 374 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasyarakatan. pengelolaan urusan administrasi keuangan. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pengelolaan urusan kepegawaian. bina latihan kerja dan produksi. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. Direktorat Bina Khusus Narkotika. b. Pasal 378 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. bina perawatan. bina bimbingan kemasyarakatan. kriteria dan prosedur di bidang bina registrasi dan statistik. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 376 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. c. program dan anggaran. dan g. Bagian Kepegawaian. penyusunan standar. 58 . norma. f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 379 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Bina Perawatan. c. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. bina perawatan. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 375 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. Sekertariat Direktorat Jenderal. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. b. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. bina latihan kerja dan produksi. penyusunan laporan kegiatan pemasyarakatan. pedoman. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang bina registrasi dan statistik. bina bimbingan kemasyarakatan. evaluasi.

penyajian data dan informasi. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. program dan anggaran. dan c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Umum Kepegawaian.c. pengolahan. Pasal 381 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 380. b. dan c. penyajian data dan informasi. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. f. penghimpunan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. penyiapan pengelolaan. program dan anggaran. penghimpunan peraturan perundang-undangan. Pasal 383 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Keuangan. b. pengelolaan. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 382 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. e. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. program dan anggaran. Pasal 385 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 384. evaluasi dan penyusunan laporan. pengolahan. Bagian Tata Usaha. dan c. Pasal 384 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (3) Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. pengolahan. perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Data dan Informasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. 59 . d. Pasal 380 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. Pasal 386 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. penyajian data dan informasi. b. penghimpunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional.

Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Perlengkapan. dan c. Pasal 389 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388. pelaksanaan urusan pembukuan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Subbagian Rumah Tangga. pengelolaan urusan perlengkapan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Pasal 395 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 391 (1). pengembangan pegawai. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. b. Pasal 390 Bagian Keuangan terdiri atas: a. mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pengangkutan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 394 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas: a. pengelolaan urusan rumah tangga. dan b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penggajian. (2). Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 392 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pemindahan. Pasal 393 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 60 . (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan peyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. b. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.Pasal 387 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan c. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 388 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (3). pendataan. pelaksanaan anggaran. pengurusan Asuransi Kesehatan. kepangkatan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan b.

c. benda sitaan negara. pengetikan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan persuratan. c. penggandaan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi. dan d. dan e. Pasal 401 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. dan e. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. c. penyiapan rancangan kebijakan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. d. Subbagian Persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. Pasal 397 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. Subdirektorat Sidik Jari. b. d. penyiapan rancangan kebijakan.Pasal 396 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik menyelenggarakan fungsi: a. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. b. Pasal 398 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. hubungan masyarakat dan protokol. (1) (2) (3) (4) 61 . benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. b. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 399 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. Pasal 402 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik terdiri atas: a. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. c. penggandaan dan pengiriman. dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang statistik dan dokumentasi tahanan. pengetikan. Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik Pasal 400 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang registrasi dan statistik tahanan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. b. Subdirektorat Registrasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan tahanan.

Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan. pemindahan tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 409 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi klien pemasyarakatan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 405 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. Seksi Penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. Subdirektorat Registrasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi tahanan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 408 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan c. Pasal 407 (1) Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (2) Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan dan pemberian remisi. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. dan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara.Pasal 403 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. pembinaan. b. Pasal 411 (1) Seksi Penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi warga binaan pemasyarakatan. Mutasi Tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang klien pemasyarakatan. dan b. dan b. Pasal 406 Subdirektorat Registrasi terdiri atas: a. 62 . b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. dan c. Pasal 404 Subdirektorat Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Mutasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara. Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan. (3) Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan. Pasal 410 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi terdiri atas: a. mutasi tahanan dan benda sitaan negara. penempatan.

dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Pasal 417 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. Subdirektorat Sidik Jari menyelenggarakan fungsi: a. identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. identifikasi. penempatan. dan b. Seksi Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara serta warga binaan pemasyarakatan. 63 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan. b. Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. Pasal 419 (1) Seksi Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. perumusan. Seksi Perumusan dan Identifikasi. Pasal 415 (1) Seksi Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 416 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. (2) Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. mutasi. dan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 414 Subdirektorat Sidik Jari terdiri atas: a. dan c.(2) Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan b. penyiapan rancangan kebijakan. b. pembebasan narapidana dan anak didik pemasyarakatan serta mutasi dan pengakhiran pembimbingan klien pemasyarakatan. Pasal 413 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. Pasal 418 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi terdiri atas: a. Dokumentasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 412 Subdirektorat Sidik Jari mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan dan perumusan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Dokumentasi Tahanan.

pengelolaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara serta sarana dan evaluasi perawatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. dan d. perlengkapan tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana dan evaluasi perawatan tahanan. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. c. b. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani. dan d. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan dan makanan. 64 . Pasal 425 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi. c. standardisasi dan penetapan gizi serta pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Pasal 423 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. perlengkapan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. c. Direktorat Bina Perawatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan perawatan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 422 Direktorat Bina Perawatan terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan.(2) Seksi Statistik. warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 424 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan d. penyiapan rancangan kebijakan. Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan Pasal 420 Direktorat Bina Perawatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan dan makanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan . Pasal 421 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. Subbagian Tata Usaha. pengembangan pelayanan kesehatan. (3) Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.

Pasal 429 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. (3) Seksi Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Penilaian Jenis dan Mutu. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengendalian Bahan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. Pasal 427 Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan teknis serta pemantauan di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara.Pasal 426 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan terdiri atas: a. Pasal 431 (1) Seksi Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Pemeliharaan. dan c. dan c. c. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Pengendalian Bahan Makanan. pengelolaan sarana serta evaluasi dan pelaporan perawatan tahanan. Pasal 432 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (2) Seksi Penilaian Jenis dan Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi. (1) (2) (3) (4) Pasal 428 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan. Seksi Penghapusan. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan d. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani. 65 . penilaian jenis dan mutu serta penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. pembinaan teknis dan pemantauan di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 430 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara terdiri atas: a.

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang alokasi. Seksi Analisa Kebutuhan. dan c. d. Subdirektorat Pendidikan. dan e. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan e. 66 . pembinaan. d. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. b. Subdirektorat Pembinaan. Pasal 434 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi terdiri atas: a. Seksi Pengelolaan Sarana. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. (2) Seksi Pengelolaan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan.Pasal 433 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Subbagian Tata Usaha. Bagian Keenam Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan Pasal 436 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pelayanan dan penyuluhan. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Evaluasi dan Laporan Pasal 435 (1) Seksi Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang analisa kebutuhan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pembimbingan. pendidikan dan bimbingan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. Pasal 437 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pelaksanaan evaluasi dan laporan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 438 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan perawatan. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. distribusi dan pengendalian sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. dan c.

b. b. Pasal 445 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. dan d. Pasal 442 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. Seksi Pembinaan Mental Rohani. dan d. Pasal 440 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. Seksi Evaluasi dan Laporan.Pasal 439 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. c. Seksi Orientasi dan Observasi. dan d. Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 443 Seksi Bimbingan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang bimbingan hukum. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian. penyiapan rancangan kebijakan. kewarganegaraan. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan. penelitian kemasyarakatan serta evaluasi dan laporan. olah raga dan kesenian serta pembinaan badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pembinaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (1) (2) (3) (4) Pasal 444 Subdirektorat Pembinaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan mental rohani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. 67 . c. Pasal 446 Subdirektorat Pembinaan terdiri atas: a. orientasi dan observasi. c. Seksi Bimbingan Hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum. Seksi Orientasi dan Observasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. bimbingan hukum. dan d. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. Seksi Penelitian Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. Pasal 441 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan. Seksi Penelitian Kemasyarakatan.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang integrasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan.(1) (2) (3) (4) Pasal 447 Seksi Pembinaan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. c. integrasi dan pendayagunaan tim pengamat pemasyarakatan bagi warga binaan pemasyarakatan. Pasal 451 (1) Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pembimbingan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. 68 . Pasal 449 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. Pasal 452 Subdirektorat Pembimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 448 Subdirektorat Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan. dan b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembimbingan klien. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (2) Seksi Pendidikan Luar Sekolah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pendidikan Luar Sekolah. Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan. b. Pasal 453 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. Subdirektorat Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. asimilasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang peran serta badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan b. Pasal 450 Subdirektorat Pendidikan terdiri atas: a. dan d. pendidikan luar sekolah serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.

dan f. Subdirektorat Produksi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendayagunaan tenaga kerja. d. Pasal 460 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Ketrampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan dan latihan keterampilan kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 457 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. b. dan f. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan pelatihan keterampilan kerja. tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan. penyiapan rancangan kebijakan. e. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Klien. Seksi Integrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan di bidang anak pidana dan anak negara.Pasal 454 Subdirektorat Pembimbingan terdiri atas: a. Seksi Integrasi. Seksi Asimilasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana. bimbingan keterampilan dan kerja lingkungan. b. dan d. d. Pasal 455 Seksi Bimbingan Klien mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kemitraan dan pemasaran hasil produksi. produksi dan pendayagunaan tenaga kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran hasil produksi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 458 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi terdiri atas: a. Pasal 459 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. c. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi Pasal 456 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pelatihan keterampilan kerja. c. Seksi Asimilasi. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran. (1) (2) (3) (4) 69 . Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. c. Subbagian Tata Usaha. pengembangan kewirausahaan. Subdirektorat Kegiatan kerja. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan. Subdirektorat Tenaga Kerja. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. anak pidana dan anak negara. e.

Seksi Bimbingan Minat dan Bakat. pertanian dan perkebunan. dan d. Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan. Pasal 462 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan terdiri atas: a. Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa. Seksi Pengembangan Kewirausahaan. (2) Seksi Kegiatan Pertanian dan Perkebunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 463 Seksi Bimbingan Minat dan Bakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. c. b.Pasal 461 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. a. Seksi Bimbingan Keterampilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan . b. c. Pasal 467 (1) Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. (1) (2) (3) (4) Pasal 464 Subdirektorat Kegiatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja industri rumah tangga dan jasa. dan c. Seksi Pengembangan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Seksi Bimbingan Keterampilan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan. Subdirektorat Kegiatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. perikanan dan peternakan. dan d. b. 70 . penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 466 Subdirektorat Kegiatan Kerja terdiri atas. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan. Pasal 465 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464.

penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan produksi. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. dan b.(3) Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. Pasal 470 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. pemasaran serta pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. dan c. serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. b. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. b. Seksi Pembinaan Produksi. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi dan Pengendalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. penyiapan rancangan kebijakan. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi. (3) Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 472 Subdirektorat Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 476 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. Seksi Standardisasi dan Pengendalian. Pasal 473 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. Pasal 474 Subdirektorat Tenaga Kerja terdiri atas: a. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Subdirektorat Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 469 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. 71 . (2) Seksi Pembinaan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang bimbingan produksi. dan b. Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi. Pasal 475 (1) Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Produksi meyelenggarakan fungsi: a. dan c. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Pasal 468 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. Seksi Evaluasi dan Laporan.

dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 478 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran terdiri atas: a. dan e. (2) Seksi Pemasaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan e. Seksi Pemasaran. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. (3) Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. c. Pasal 481 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. penyiapan rancangan kebijakan. b. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda sitaan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Kemitraan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban Pasal 480 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan teknis sarana petugas pengamanan serta pengawasan dan pengendalian keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan. c.Pasal 477 Untuk melaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. Pasal 482 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban terdiri atas: a. dan c. b. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. Subdirektorat Sarana. Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan teknis petugas keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pengawasan dan pengendalian Rumah Tahanan Negara. 72 . Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk-bentuk usaha dan kegiatan. Pasal 479 (1) Seksi Pembinaan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. d. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. d. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi: a.

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan ketertiban Rumah Tahanan Negara.Pasal 483 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 488 Subdirektorat Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana. Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban. Pasal 485 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. dan b. 73 . Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Keamanan dan Ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan dan pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan c. pengelolaan dan pemeliharaan sarana serta pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 490 Subdirektorat Sarana terdiri atas: a. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban. Pasal 487 (1) Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 489 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. Subdirektorat Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis kerja sama di bidang keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. (2) Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 484 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama. Pasal 486 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas: a. b. dan b.

pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan. Pasal 492 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. (3) Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 494 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian terdiri atas: a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 495 (1) Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan c. (2) Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan. dan c. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin dan pemberian bantuan hukum kepada petugas pengamanan. Pasal 493 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 497 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. b. Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan. b. (2) Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan 74 .Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi dan Pengembangaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan serta pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban. pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban serta keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban. penindakan gangguan keamanan dan ketertiban. penyiapan rancangan kebijakan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara.

dan c. Subdirektorat Pelayanaan Sosial. Subbagian Tata Usaha. pelayanan sosial. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kemitraan. 75 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. (2) Seksi Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 502 Direktorat Bina Khusus Narkotika terdiri atas : a. d.b. dan e. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. Seksi Bantuan Hukum. Pasal 504 Subdirektorat Perawatan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. Subdirektorat Perawatan Kesehatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan b. c. Pasal 499 (1) Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan. Subdirektorat Kemitraan. Direktorat Bina Khusus Narkotika menyelenggerakan fungsi : a. perawatan jasmani. Pasal 503 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika Pasal 500 Direktorat Bina Khusus Narkotika mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. Pasal 505 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. Pasal 501 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. Pasal 498 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan terdiri atas: a. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani. perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan e. penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. Subdirektorat Perawatan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan hukum dan kemitraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan sosial bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. c. Subdirektorat Bimbingan Hukum.

Subdirektorat Bimbingan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. b. dan d. dan c. bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 512 Subdirektorat Bimbingan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum. b. (2) Seksi Ketrampilan dan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan keterampilan dan usaha. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang ketrampilan dan usaha. Pasal 508 Subdirektorat Pelayanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. Seksi Perawatan Mental Rohani. 76 . penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya. dan c. (2) Seksi Perawatan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. Subdirektorat Pelayanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 513 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. Seksi Perawatan Jasmani. pembinaan kesadaran hukum. Pasal 507 (1) Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Seni dan Budaya. b. (3) Seksi Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 511 (1) Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan dan bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. c. pembinaan berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan lanjutan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.Pasal 506 Subdirektorat Perawatan Kesehatan terdiri atas : a. keterampilan dan usaha. Seksi Ketrampilan dan Usaha. Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan. (3) Seksi Perawatan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. seni dan budaya. Pasal 509 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. Pasal 510 Subdirektorat Pelayanan Sosial terdiri atas : a. dan c.

Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum. Pasal 516 Subdirektorat Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. (2) Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. b. (3) Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara. b. Pasal 518 Subdirektorat Kemitraan terdiri atas : a. Subdirektorat Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. dan c.Pasal 514 Subdirektorat Bimbingan Hukum terdiri atas : a. kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara. dan c. Pasal 519 (1) Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama intansi pemerintah bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. (2) Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum. Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah. Pasal 517 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. Seksi Monitoring dan Evaluasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. 77 . b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. Seksi Konsultasi Hukum. (3) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi. Pasal 515 (1) Seksi Konsultasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan c.

penyidikan. lintas batas. penyidikan. c. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktorat Dokumen Perjalanan. perumusan standar. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Bagian Kepegawaian. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dan e. izin tinggal dan status. visa dan fasilitas. dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. visa dan fasilitas. dan penindakan. penyusunan laporan kegiatan keimigrasian. b. pengelolaan urusan administrasi keuangan. intelijen. intelijen. d. d. izin tinggal dan status. kriteria dan prosedur di bidang dokumen perjalanan. c.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 520 Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang imigrasi. dan penindakan. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 523 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. norma. Pasal 521 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Imigrasi. 78 . pelaksanaan kebijakan di bidang dokumen perjalanan. hukum. d. pengelolaan urusan kepegawaian. protokoler. izin tinggal dan status. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang dokumen perjalanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pengelolaan dokumentasi dan kepustakaan. pelaksanaan urusan tata usaha. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan fungsi : a. b. intelijen. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. f. program dan anggaran. Pasal 525 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 522 Direktorat Jenderal Imigrasi terdiri atas : a. c. Direktorat Intelijen Keimigrasian. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 524 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. b. visa dan fasilitas. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. penyidikan dan penindakan. dan e. hubungan masyarakat. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. dan g. evaluasi. Sekretariat Direktorat Jenderal.

Pasal 527 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. penataan. penyajian data dan informasi. c. Bagian Hubungan Masyarakat. e. Bagian Keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. program dan anggaran. Pasal 528 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. f. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengkoordinasian rancangan. Litigasi dan Tata Usaha. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. program dan anggaran. penghimpunan peraturan perundang-undangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyusunan. dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. b. pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. perencanaan pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Pengembangan. c. dan c. 79 . penyusunan dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. penyiapan penyusunan formasi. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. dan d. Subbagian Data dan Informasi. penyajian data dan informasi. Pasal 526 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiunan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pasal 529 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. d. Pemberhentian dan Pensiun. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. (1) (2) (3) (4) Pasal 530 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. c. dan d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. program dan anggaran. b. Subbagian Umum Kepegawaian. penyajian data dan informasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 532 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. Pasal 531 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. dan d. b. b.c.

dan penyusunan laporan keuangan. dan d. b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pembakuan dan penghapusan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan laporan pelaksanaan kegiatan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. b. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembukuan. Pasal 537 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. pelaksanaan urusan pembukuan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. kepangkatan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 539 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. penyusunan rencana pengadaan fisik dan pengadaan dokumen keimigrasian. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. pengangkutan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 535 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Rumah Tangga. c. Subbagian Perbendaharaan. pemindahan. penyusunan rencana. dan c. Subbagian Analisa Kebutuhan. perhitungan. pelayanan administrasi Asuransi Kesehatan. perhitungan. mutasi pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. evaluasi. inventarisasi. dan c. penggunaan. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. (3) Subbagian Pengembangan. 80 . Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan pengembangan sumber daya manusia. b. Pasal 540 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a.Pasal 533 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyusunan formasi. Pasal 538 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan c. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 534 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pendataan. Pasal 536 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pelaksanaan anggaran. dan penyusunan laporan keuangan. penggajian. serta pemeliharaan prasarana dan sarana. pelaksanaan urusan dalam. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Pengadaan dan Peralatan.

izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. dan sosialisasi hukum. Dokumentasi dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip. izin masuk. perencanaan teknis di bidang dokumen perjalanan. izin masuk. pengelolaan arsip. pembakuan dan rencana penggunaan. dokumentasi. (1) (2) (3) (4) Bagian Keempat Direktorat Dokumen Perjalanan. visa. Pasal 545 Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat.Pasal 541 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan analisa penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana. b. pelaksanaan pemberian bantuan hukum. Subbagian Litigasi. Litigasi. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. b. pelaksanaan hubungan masyarakat. dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Hubungan Masyarakat. dokumentasi dan perpustakaan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol. d. Pasal 544 Bagian Hubungan Masyarakat. dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan hubungan masyarakat. Visa dan Fasilitas Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang dokumen perjalanan. Subbagian Tata Persuratan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Pengadaan dan Peralatan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pengadaan fisik. Dokumentasi dan Kepustakaan. pendapat hukum dan sosialisasi hukum. dan e. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. dan kepustakaan keimigrasian. visa. Direktorat Dokumen Perjalanan. Litigasi. pengelolaan arsip. izin masuk. dan d. penghapusan. Pasal 542 Bagian Hubungan Masyarakat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumen perjalanan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Pasal 546 Direktorat Dokumen Perjalanan. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. penyimpanan dan pemeliharaan prasarana dan sarana serta pengadaan dan penyimpanan dokumen keimigrasian. pelaksanaan urusan persuratan. c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. visa. c. 81 . Subbagian Tata Persuratan. pengetikan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang dokumen perjalanan. Subbagian Litigasi mempunyai tugas melakukan pemberian bantuan hukum mewakili Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadapi setiap gugatan di pengadilan. Litigasi. pemberian pendapat hukum. visa. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Pasal 543 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. c. izin masuk. Bagian Hubungan Masyarakat. dokumentasi dan perpustakaan. dan Tata Usaha terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal dan protokoler. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. pemberian pendapat dan bantuan hukum serta sosialisasi hukum di bidang keimigrasian. Pasal 547 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. penggandaan dan pendistribusian. pengangkutan.

penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. dan b. dan PLB mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pemberian pelayanan di bidang dokumen perjalanan. Pasal 554 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi WNI dan orang asing yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia. pemberian dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan (Paspor. dan b. 82 . visa. Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan. d. Visa dan Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Subdirektorat Dokumen Perjalanan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 555 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. izin masuk. Pasal 549 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. Subbagian Tata Usaha. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan rancangan kebijakan. SPLP dan PLB) bagi WNI dan orang asing. SPLP. dan e. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi warga negara indonesia (WNI) dan orang asing. e. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. Pasal 548 Direktorat Dokumen Perjalanan. SPLP. b. Pasal 551 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Pasal 550 Subdirektorat Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI. dan PLB. Pasal 552 Subdirektorat Dokumen Perjalanan terdiri atas : a. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Seksi Paspor. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan f. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 553 (1) Seksi Paspor. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian.d. Subdirektorat Dokumen Perjalanan. Subdirektorat Visa.

Pasal 557 (1) Seksi Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 558 Subdirektorat Visa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk.Pasal 556 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI terdiri atas : a. Evaluasi dan Laporan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. pembinaan. izin masuk darurat dan tanda bertolak. Seksi Paspor TKI. penelaahan. evaluasi. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI. izin masuk kembali. c. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Visa menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Visa Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. dan penyusunan laporan pemberian visa. Seksi Visa Kunjungan. Pasal 559 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 558. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan RI yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. Pasal 563 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. Pasal 560 Subdirektorat Visa terdiri atas : a. dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. dan c. (3) Seksi Visa Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Pasal 562 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja keluar negeri bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. pembinaan dan bimbingan teknis. Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak menyelenggarakan fungsi : a. pengevaluasian dan penyusunan laporan serta penyelesaian dan persetujuan visa. Pasal 561 (1) Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan pemberian visa. penelaahan. dan b. Seksi Visa Tinggal Terbatas. pelaksanaan. 83 . pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. penelaahan.

Pasal 571 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. APEC Bussiness Travel Card (ABTC). alih status keimigrasian. dan layanan elektronis keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Fasilitas Wisatawan Asing. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi perjalanan untuk ibadah keagamaan. alih status keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi pemberian fasilitas layanan elektronis keimigrasian. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. dan c. Pasal 569 (1) Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. dan c. Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan. dan b. b. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. b. pengevaluasian fasilitas keimigrasian untuk ibadah keagamaan. penelaahan. Frequent Travel Card (FTC) dan Layanan Elektronis Keimigrasian lainnya). Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian. Pasal 566 Subdirektorat Fasilitas Kemigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian layanan elektronis keimigrasian (Smart Card. Pasal 568 Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang izin tinggal. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan wisatawan asing ke Indonesia.Pasal 564 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan ibadah keagamaan. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. Seksi Izin Masuk. Seksi Izin Bertolak. Pasal 567 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. Bagian Kelima Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Pasal 570 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal. (3) Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. 84 . Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi wisatawan asing ke Indonesia. (2) Seksi Fasilitas Wisatawan Asing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 565 (1) Seksi Izin Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Izin Bertolak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. wisatawan asing.

Seksi Izin Tinggal Kunjungan. Seksi Izin Tinggal Terbatas. Subdirektorat Izin Tinggal. pemeriksaan status kewarganegaraan dan pewarganegaraan serta surat keterangan keimigrasian dan izin tinggal khusus/darurat. d. alih status keimigrasian. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. pemberian pelayanan dan informasi di bidang izin tinggal.c. (1) (2) (3) (4) Pasal 578 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat. Pasal 573 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal berupa izin tinggal kunjungan. Pasal 572 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian terdiri atas: a. Seksi Izin Tinggal Tetap. pembinaan dan bimbingan teknis serta pengaturan pemberian izin tinggal beserta perpanjangannya bagi orang asing pemegang izin tinggal kunjungan. 85 . Pasal 574 Subdirektorat Izin Tinggal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis pemberian persetujuan alih status keimigrasian serta penelaahan. evaluasi dan laporan. izin tinggal terbatas. Subdirektorat Izin Tinggal menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal tetap dan perpanjangannya. Subdirektorat Status Keimigrasian. perencanaan teknis di bidang izin tinggal. dan e. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal khusus/darurat bagi orang asing yang bekerja pada alat apung dan atau instalasi lepas pantai di wilayah perairan Indonesia. izin tinggal terbatas. Pasal 575 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. c. b. dan pemberian izin tinggal dan perpanjanganya bagi orang asing pengungsi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. terdampar. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin tinggal kunjungan dan perpanjangannya. korban bencana alam. alih status keimigrasian. Pasal 577 Seksi Izin Tinggal Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. menunggu proses peradilan dan lain sebagainya. dan d. Pasal 576 Subdirektorat Izin Tinggal terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian izin tinggal terbatas dan perpanjangannya.

b. Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap. Pasal 585 (1) Seksi Status Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas. (2) Seksi Surat Keterangan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. Pasal 583 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian Pasal 586 Direktorat Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang operasi intelijen. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. Seksi Surat Keterangan Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian dan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. penelaahan dan pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. Seksi Evaluasi dan Laporan. Seksi Status Keimigrasian. dan c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. pelaksanaan penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian. dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. Subdirektorat Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. kerja sama dan pelaksanaan kegiatan intelijen keimigrasian serta pengamanan perizinan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyajian produk intelijen. penelaahan. Pasal 581 (1) Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. pembinaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. bimbingan teknis di bidang pemeriksaan dan penetapan status keimigrasian serta persetujuan pemberian surat keterangan keimigrasian. 86 . Subdirektorat Alih Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. dan b. dan c. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. Pasal 584 Subdirektorat Status Keimigrasian terdiri atas : a. b. Pasal 580 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian terdiri atas: a.Pasal 579 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. penyiapan penetapan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. Pasal 582 Subdirektorat Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan. b. dan pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. (2) Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan.

Pasal 594 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan operasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyelidikan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang produksi intelijen keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Barat. Pasal 588 Direktorat Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. c. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian. dan e. pengumpulan. Nusa Tenggara Barat. Pasal 593 (1) Seksi Operasi Intelijen Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Gorontalo. dan b. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pengamanan terhadap perizinan keimigrasian. Nusa Tenggara Timur. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian. Kepulauan Bangka Belitung. dan d. Riau. Pasal 592 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. b. Daerah Istimewa Yogyakarta. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian. Sulawesi Tenggara. Lampung.Pasal 587 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. (2) Seksi Operasi Intelijen Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Jawa Tengah. Kalimantan Timur. Sulawesi Tengah. dan b. pelaksanaan kerja sama di bidang operasi intelijen keimigrasian. Jambi. Pasal 591 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. pengolahan dan penyusuna dan penyajian informasi yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelanggaran keimigrasian. Sulawesi Utara. Maluku Utara. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian. Jawa Barat. Sumatera Selatan. Sulawesi Selatan. Maluku. Sulawesi Barat. Seksi Operasi Intelijen Wilayah II. Kalimantan Barat. d. pelaksanaan penelaahan dan analisa informasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyajian produk intelijen keimigrasian. Kalimantan Tengah. Seksi Operasi Intelijen Wilayah I. Kalimantan Selatan. Kepulauan Riau. Sumatera Utara. pelaksanaan kegiatan kerja sama intelijen dan operasi intelijen keimigrasian. Pasal 589 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Intelijen Keimigrasian. Direktorat Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 590 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengamanan. 87 . Daerah Khusus Ibukota Jakarta. c. Banten. Papua dan Irian Jaya Barat. dan Jawa Timur. Bengkulu.

dan c. dan c. Pasal 597 (1) Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. Pasal 599 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. pengolahan. dan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. (2) Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. b. Pasal 600 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen di dalam negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen lain di dalam negeri. (3) Seksi Produksi Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan perkiraan keadaan. Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian. dan b. Pasal 596 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. 88 . Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pembuatan perkiraan keadaan dan pemberian peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. Pasal 601 (1) Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. Pasal 602 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. Seksi Produksi Intelijen. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen lain baik antar negara maupun dalam negeri. Pasal 598 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen negara lain. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. dan b. b. Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen negara lain. Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara.Pasal 595 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. pelaksanaan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. dan penyiapan kerja sama serta pelaksanaannya. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri.

Pasal 604 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian terdiri atas: a. Pasal 608 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. Seksi Pengamanan Perizinan WNA. penyiapan informasi di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. penindakan terhadap orang asing yang melanggar peraturan keimigrasian di wilayah Negara Republik Indonesia. e. (2) Seksi Pengamanan Perizinan WNA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian.Pasal 603 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Bagian Ketujuh Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Pasal 606 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. bimbingan teknis di bidang pengamanan keimigrasian. pembinaan. dan f. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. penyiapan. dan pelaksanaannya. Pasal 609 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi. e. bimbingan teknis. penyiapan kerja sama antar instansi di bidang pengamanan perizinan WNI. Pasal 607 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. dan b. penyiapan kerja sama antar instansi dalam rangka pengamanan teknis perizinan keimigrasian. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan. Seksi Pengamanan Perizinan WNI. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana 89 . Subdirektorat Penindakan Keimigrasian c. pelaksanaan penyidikan terhadap setiap orang asing yang melanggar undang-undang keimigrasian. b. penyiapan kerja sama antar instansi dan pelaksanaan operasi pengamanan atas keberadaan dan kegiatan orang asing. dan f. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan. d. Pasal 605 (1) Seksi Pengamanan Perizinan WNI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian. Pasal 610 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c.

Sumatera Selatan. pengaturan operasi-operasi rutin maupun khusus sebagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Republik Indonesia. dan c. (3) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan. Lampung. Kepulauan Riau. Kalimantan Tengah. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. b. penyidik pegawai negeri sipil keimigrasian serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jambi. Kalimantan Timur. Bengkulu. Sulawesi Utara. Riau. Nusa Tenggara Barat. Irian Jaya Barat dan Papua. dan c. Jawa Tengah. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. pembinaan. Kalimantan Selatan. Sumatera Barat. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 616 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. dan Jawa Timur.keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan operasi penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Banten. evaluasi dan penyusunan laporan penindakan keimigrasian seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tengah. pemantauan pelaksanaan penyidik keimigrasian dan pembaharuan data Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil keimigrasian. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 90 . Pasal 613 (1) Seksi Penyidikan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . Maluku. Pasal 614 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Penindakan Wilayah II. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi serta evaluasi dan laporan di bidang tindakan keimigrasian atas pelanggaran keimigrasian. dan d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Sumatera Utara. Seksi Evaluasi dan Laporan. Pasal 615 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. Sulawesi Tenggara. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 611 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Maluku Utara. Seksi Penyidikan Wilayah II. Sulawesi Barat. b. Pasal 612 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian terdiri atas : a. Gorontalo. Seksi Penyidikan Wilayah I. b. Kalimantan Barat. (2) Seksi Penyidikan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Kepulauan Bangka Belitung. dan c. Seksi Penindakan Wilayah I. Jawa Barat. c. Sulawesi Selatan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penindakan keimigrasian.

Sulawesi Barat. Kalimantan Selatan. Jambi. Pasal 619 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. dan d. penangkalan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pencegahan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan keluar wilayah Republik Indonesia dan penyebaran informasi pencegahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. pembinaan. Maluku Utara. Gorontalo. Sumatera Barat. Pasal 623 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. dan b. Sulawesi Tengah. penanganan imigran ilegal dan pelaksanaan perlindungan bagi korban kejahatan lintas negara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan penangkalan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan atau penolakan masuk ke wilayah Republilk Indonesia dan penyebaran informasi penangkalan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seksi Pencegahan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi. Pasal 621 (1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. b. Kalimantan Timur. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. Jawa Barat. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi dan deportasi. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan penyebaran informasi di bidang pencegahan. Maluku. Sumatera Selatan. (2) Seksi Penangkalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Sulawesi Selatan. Riau. Pasal 618 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penanganan imigran ilegal. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penindakan keimigrasian. dan penyebaran informasi. Lampung. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan deportasi orang asing. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 622 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Tengah. Kalimantan Barat. Banten. Sumatera Utara. Sulawesi Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Jawa Timur. Nusa Tenggara Barat. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan dan penangkalan. Kepulauan Riau. Kepulauan Bangka Belitung. deportasi. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi menyelenggarakan fungsi : a. Sulawesi Tenggara.Pasal 617 (1) Seksi Penindakan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Penangkalan. dan c. 91 . pembinaan. Bengkulu. (2) Seksi Penindakan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Irian Jaya Barat dan Papua. dan b. dan penangkalan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan korban kejahatan lintas negara. Pasal 620 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan terdiri atas : a. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah.

b. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pasal 628 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian terdiri atas : a. dan e. c. dan f. e. Seksi Detensi Imigrasi. pelaksanaan urusan tata usaha. lintas batas dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. (3) Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. lintas batas. Pasal 629 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. perancangan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pengendalian dan pencegahan imigran gelap dan perlindungan korban kejahatan lintas negara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. b. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. lintas batas. Bagian Kedelapan Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian Pasal 626 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang lintas batas dan kerja sama luar negeri keimigrasian berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara. Pasal 625 (1) Seksi Detensi Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Deportasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan deportasi terhadap setiap orang asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. c. (2) Seksi Deportasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 627 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. perjanjian lintas batas. pemberian pelayanan dan informasi di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pengawasan. d. Subbagian Tata Usaha. b.Pasal 624 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi terdiri atas : a. Subdirektorat Lintas Batas. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai fungsi : a. d. penyiapan kerja sama di bidang keimigrasian dengan negara lain dan organisasi internasional. dan c. lintas batas. 92 . dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian.

Pasal 633 (1) Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. persetujuan. pembinaan. dan b. 93 . dan b. pemberian pas lintas batas. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. Seksi Lintas Batas Malaysia. Pasal 632 Subdirektorat Lintas Batas terdiri atas: a. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2) Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. (2) Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Lintas Batas menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan teknis perundingan. dan b. dan laporan.Pasal 630 Subdirektorat Lintas Batas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 635 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. perundingan. pemberian pas lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Timor Leste dan Papua New Guinea. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea. Pasal 636 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. Pasal 634 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. bimbingan teknis. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. evaluasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan dengan organisasi internasional dan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan non Perserikatan Bangsa-Bangsa. dan Philipina. Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 637 (1) Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan perjanjian lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Malaysia dan Philipina. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang lintas batas tradisional di wilayah perbatasan antar negara Republik Indonesia dengan negara lain berdasarkan peraturan atau perjanjian lintas batas yang berlaku. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 631 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. persetujuan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemberian pas lintas batas dan izin perlintasan tradisional di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain. pembinaan.

persetujuan. Seksi Amerika dan Eropa. Pasal 645 (1) Seksi Asia Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Asia Pasifik dan Afrika.Pasal 638 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Kerja Sama Multilateral. b. dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. Seksi Asia Pasifik dan Afrika. kerja sama keimigrasian antar negara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. pelaksanaan diseminasi informasi keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pasal 640 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarakan fungsi : a. penanggulangan kejahatan. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama multilateral antar negara. 94 . b. Pasal 644 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan terdiri atas : a. b. dan d. persetujuan. pembinaan dan bimbingan teknis kerja sama di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dalam hal repatriasi. Pasal 642 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 641 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. perundingan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelanggaran keimigrasian di bidang ketenagakerjaan dan kepariwisataan. dan b. Pasal 639 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. pembinaan dan bimbingan teknis. pelanggaran keimigrasian yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kepariwisataan. Seksi Penyebaran Informasi. c. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penanggulangan kejahatan. Seksi Kerja Sama Bilateral. dan c. perundingan. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan kerja sama keimigrasian antar negara di bidang keimigrasian termasuk repatriasi. peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi atau pejabat lainnya yang menangani bidang keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis. Pasal 643 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan menyelenggarakan fungsi : a.

penyimpanan dan pengamanan data WNI. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. penyimpanan dan pengamanan data keimigrasian WNI. meliputi pengumpulan. b. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 648 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian terdiri atas : a. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. e. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. lalu lintas WNI-WNA dan WNIWNA di Perwakilan RI. Pasal 651 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. d. Subbagian Tata Usaha. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. pengamanan dan pengkajian sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. perencanaan. pengolahan. Pasal 650 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. WNA. perencanaan. 95 .(2) Seksi Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian Pasal 646 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. pengelolaan data keimigrasian. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi. e. penyimpanan dan pengamanan data WNI. Pasal 649 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. lalu lintas dan perwakilan Republik Indonesia. b. dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Amerika dan Eropa. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyebaran informasi keimigrasian dari deaerah ke perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ke daerah. dan f. pelaksanaan kerja sama di bidang sistem dan pertukaran informasi keimigrasian dalam dan luar negeri. pemantauan. pengembangan. dan g. c. Subdirektorat Perencanaan. pengolahan. pengolahan. f. pengembangan. distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. WNA. dan pemeliharaan serta operasi komunikasi elektronik. Pasal 647 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. (3) Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan registrasi. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Registrasi.

penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. d. penyimpanan dan pengamanan data WNI dan WNA di Perwakilan RI. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 655 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri. b. penyimpanan serta pengamanan data WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian di bidang pendataan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas. dan d. pengolahan. pengolahan. Pasal 653 Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. 96 . Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri. pengembangan. pemantauan dan pemeliharaan komunikasi elektronik. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasioal teknis di bidang pengumpulan. pengolahan. Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri. pengolahan. dan e. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.b. Pasal 652 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. keberadaan dan mutasi statusnya. penyimpanan dan pengamanan data WNA. penyimpanan serta pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. Pasal 656 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri. dan d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan serta pengamanan data WNI sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi dalam negeri. penyimpanan dan pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA di Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan tempat lain yang ditentukan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi luar negeri. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. c. pengolahan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pengolahan. b. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. (1) (2) (3) (4) Pasal 654 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. c. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. dan b. c. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi luar negeri. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran dan pertukaran informasi dalam dan luar negeri serta kerja sama sistem informasi dalam dan luar negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi dalam negeri. penyimpanan serta pengamanan data WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian.

dan d. pengembangan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka koordinasi dan harmonisasi sistem informasi dengan instansi pemerintah dan atau lembaga lain terkait. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 658 Subdirektorat Perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengembangan program SIMKIM. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka harmonisasi antar negara dan atau institusi internasional. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang pengamanan dan pengkajian program aplikasi dalam rangka pelayanan. b. c. Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. b. Pasal 659 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.Pasal 657 (1) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengkajian program SIMKIM. (2) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 661 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi terdiri atas : a. Subdirektorat Registrasi . pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemantuan kualitas dokumen keimigrasian. pengkajian dan pengaman sistem informasi keimigrasian. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang perencanaan dan pemgembangan program aplikasi dan penunjang aplikasi dalam rangka pelayanan. Pasal 662 Subdirektorat Registrasi. dan b. Pasal 663 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penggunaan dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. Subdirektorat Perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian kartu elektronik. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. 97 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 660 Subdirektorat Perencanaan. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan program SIMKIM. (2) Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.

. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian. dokumen imigrasi dan formulir-formulir keimigrasian sesuai perkembangan teknologi dan standar internasional. c.I. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengajuan permintaan dokumen blanko Paspor. dan d. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. Seksi Pemantuan Kualitas Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian terdiri atas: a.Pasal 664 Subdirektorat Registrasi. stiker visa. b. Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian penggunaan blanko dokumen keimigrasian dalam rangka pengamanan dokumen keimigrasian. Pasal 665 Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. PLB. (1) (2) (3) (4) 98 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi untuk penerbitan kartu elektronik berupa Frequent Traveller Card (FTC). formulir dan voucher bank ke bagian perlengkapan dan rumah tangga untuk diregistrasi dan didistribusi atas permintaan pengguna di dalam dan luar negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang analisa dan evaluasi standardisasi desain dan spesifikasi teknis blanko Dokumen Perjalanan R. blanko KITAS/KITAP. SPLP. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . kartu kedatangan/keberangkatan. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik.

Bagian Keuangan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 669 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. 99 . desain industri. c. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Desain Industri. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Direktorat Teknologi Informasi. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. paten. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Hak Cipta. c. Pasal 670 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. merek. Pasal 671 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. b. evaluasi. dan e. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. d. desain industri. program dan anggaran. pengelolaan urusan kepegawaian. e. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. merek. paten. d.. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang hak cipta. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 668 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas : a. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Paten. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha. d. e. merek. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. Direktorat Merek. dan e. penyusunan laporan kegiatan hak kekayaan intelektual. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. dan f. c. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. peten. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. norma. kriteria dan prosedur di bidang Hak cipta. desain industri. perumusan standar. b. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. d. Pasal 667 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 666. Bagian Kepegawaian.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 666 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak kekayaan intelektual. b. pelaksanaan kebijakan di bidang hak cipta. Kelompok Jabatan Fungsional.

b. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. penyajian data dan informasi. program dan anggaran. pemberhentian dan pensiun pegawai serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pemberhentian dan Pensiun. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. program dan anggaran. 100 . Subbagian Hubungan Masyarakat. Pasal 675 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 678 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 674 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pengolahan data. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 676 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengembangan dan pembinaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Mutasi. pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. penyajian data dan informasi. Pasal 677 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. Pasal 679 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. dan c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan bahan penetapan mutasi. kepangkatan. pendataan pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pemberhentian dan pensiun.Pasal 672 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Administrasi Penyidik. evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual serta urusan hubungan masyarakat dan protokol. penggajian. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan d. program dan anggaran. b. pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. dan c. (2) Subbagian Mutasi. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pendataan. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. c. dan c. Pasal 673 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672.

pelaksanaan anggaran. Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pelaksanaan urusan pembukuan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan perlengkapan. 101 . dan c. dan c. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 687 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 683 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Pasal 684 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. b. Pasal 680 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 685 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. pengelolaan urusan rumah tangga. (3) Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. Pasal 688 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 681 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. Subbagian Perlengkapan. Pasal 686 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a.(3) Subbagian Administrasi Penyidik mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. b. dan c. Pasal 682 Bagian Keuangan terdiri atas : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. b.

Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengetikan. Desain Industri. e. g. pelaksanaan bimbingan teknis dan penelusuran dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permintaan pendaftaran. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hak cipta.Pasal 689 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. c. pelaksanan urusan surat menyurat. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. d. administrasi penolakan. Desain Industri. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual. Desain Industri. pelaksanaan pengetikan. c. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. penegakan. penghapusan dan pengumuman di bidang hak cipta. pelaksanaan penerimaan permohonan. c. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. desain industri. desain industri. desain industri. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. dan d. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang hak cipta. penggandaan dan pengiriman. Pasal 691 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. desain industri. Pasal 694 Direktorat Hak Cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. b. Desain Industri. dan d. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pembatalan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pelaksanaan pendaftaran. desain industri. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan h. desain industri. Desain Industri. dan penggandaan. Direktorat Hak Cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 690 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. penyidikan dan penyelesaian sengketa. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan urusan administrasi hak kekayaan intelektual dan pengelolaan dokumen aplikan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Pasal 692 Direktorat Hak Cipta. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pengalihan perubahan. Subdirektorat Desain Industri. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. b. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang hak cipta. litigasi. f. pencatatan lisensi. Bagian Keempat Direktorat Hak Cipta. (1) (2) (3) (4) 102 . desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan administrasi hak kekayaan intelektual. Pasal 693 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Subbagian Persuratan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas dan substantif di bidang hak cipta. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hak cipta.

(2) Seksi Pemeriksaan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan kebenaran dokumen dan pemberitahuan peringatan. d. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Desain Industri. Seksi Pemeriksaan dan Publikasi. dan c. penelusuran dalam menentukan tolak atau daftar atas permohonan pendaftaran di bidang desain produk industri. Pasal 699 (1) Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan aplikasi. Mutasi dan Lisensi. pelaksanaan penyiapan pemberian sertifikat serta persiapan administrasi penolakan. Pasal 698 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. d. pengklasifikasian. pengadministrasian aplikasi serta pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. mutasi dan lisensi serta penyiapan bahan sertifikasi dan pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. pencatatan. dan f. Pasal 696 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan pemeriksaan kelengkapan persyaratan. Seksi Sertifikasi. pelaksanaan pemeriksaan kebenaran dokumen. e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pemeriksaan substantif. pemantauan dan pengendalian permohonan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan. Pasal 700 Subdirektorat Desain Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengendalian. pencatatan lisensi. penghapusan. pelaksanaan penerimaan aplikasi. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Subdirektorat Hak Cipta. alamat. f. pemindahan hak. e. pencatatan pemeriksaan kelengkapan berkas. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir. perubahan nama. Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis. pembatalan. b. Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian sertifikat serta melakukan pencatatan perjanjian lisensi. pemberian salinan resmi dan petikan resmi. pemindahan hak. c.c. melakukan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi serta menerima sanggahan dari masyarakat untuk proses lebih lanjut. (3) Seksi Sertifikasi. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian permohonan. b. Pasal 701 Subdirektorat Hak Cipta. Pasal 697 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Subbagian Tata Usaha. berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. Pasal 695 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. pelaksanaan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi dan penerimaan sanggahan dari masyarakat. pemberian tanda terima dan pengklasifikasian. pemeriksaan substantif. pelaksanaan pemberian pelayanan kebutuhan operasional teknis pemeriksaan. surat menyurat dan pemberitahuan peringatan berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. 103 . perubahan nama dan alamat. pembimbingan teknis. penghapusan dan pembatalan serta petikan resmi. Subdirektorat Pelayanan Hukum. penelusuran dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permohonan hak cipta. penyelesaian permohonan. pemberian tanggal penerimaan.

pengadministrasian permohonan paten dan dokumen pemeriksaan substantif. Direktorat Paten menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemeriksaan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan litigasi dalam sengketa di pengadilan. Seksi Pertimbangan Hukum. Pasal 705 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. penyidikan dan litigasi. pemeriksaan substantif. publikasi 104 . pembimbingan teknis dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar terhadap permohonan hak cipta. b. dan b. penegakan. pelayanan hukum. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang paten. Seksi Hak Cipta. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan litigasi dan penyidikan dalam sengketa di pengadilan. Pasal 710 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 709. Bagian Kelima Direktorat Paten Pasal 709 Direktorat Paten mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang paten berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. Pasal 706 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 705. dan b. Seksi Penyidikan dan Litigasi. dan d. pembinaan dan pemberian bimbingan teknis di bidang paten. pelaksanaan pengelolaan dan pendataan hak cipta. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan penyiapan pengendalian pembimbingan teknis. Pasal 704 (1) Seksi Hak Cipta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelusuran. pelaksanaan penerimaan permohonan paten dan permohonan pemeriksaan substantif. Pasal 707 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a.Pasal 702 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 701. pelaksanaan evaluasi akhir terhadap permohonan pendaftaran hak cipta. c. Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Pasal 708 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Subdirektorat Hak Cipta. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. c. (2) Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penelusuran pemeriksaan substantif dan evaluasi akhir dalam menentukan usulan ditolak atau didaftar atas permohonan desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 703 Subdirektorat Hak Cipta. dan b.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. dan d. dan penyiapan bahan pembuatan sertifikat pemberian paten. pelaksanaan korespondensi dengan pemohon. penelusuran. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. pengalihan paten. Subdirektorat Pelayanan Hukum. b. pemeriksaan administratif. e. pemberian tanggal penerimaan dan penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. c. pelaksanaan pemeriksaan administratif dan substantif. Seksi Sertifikasi. Seksi Permohonan dan Formalitas. Seksi Pelayanan Teknis. Pasal 713 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan paten. d. b. Subdirektorat Pemeriksa Paten I. litigasi. serta pemprosesan dan pengadministrasian permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT) serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. d. penerimaan permohonan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. f. c. pelaksanaan sertifikasi pemberian paten. serta pemrosesan dan pengelolaan urusan administrasi permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT). e. serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif dan melakukan korespondensi dengan Pemohon. b. (2) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. pengelolaan administrasi permohonan paten dan penyiapan bahan sertifikasi dan publikasi. pendapat dan penegakan serta pelayanan hukum.permohonan paten. Kelompok Jabatan Fungsional. dan f. Seksi Publikasi. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. Pasal 711 Direktorat Paten terdiri atas : a. Pasal 714 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. pelaksanaan publikasi paten. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. Pasal 716 (1) Seksi Permohonan dan Formalitas mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan paten. d. Subdirektorat Pemeriksa Paten II. penerimaan permohonan paten. pemberian pertimbangan. dan g. pengklasifikasian. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pemeriksa Paten III. c. dan f. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. pelaksanaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. e. pemantauan pemeliharaan paten. Pasal 715 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pendaftaran lisensi. Subbagian Tata Usaha. mekanik/teknologi umum dan kimia/farmasi/biologi. pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. penyidikan dan administrasi komisi banding paten. permohonan paten dan pengambilan keputusan pemberian atau penolakan paten dalam bidang keahlian elektro/fisika. Pasal 712 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. 105 .

pemantauan. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. b. Seksi Pertimbangan Hukum. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang kimia. Seksi Administrasi Komisi Banding. Pengalihan Hak dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. Pasal 718 Subdirektorat Pemeriksaan Paten II mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. b. Seksi Penyidikan dan Litigasi. penerimaan permohonan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi.(3) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan publikasi permohonan paten dan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum dan penyelesaian sengketa di pengadilan serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. d. pemantauan. farmasi dan biologi. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. penerimaan permintaan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. dan d. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. Pengalihan Hak dan Lisensi. litigasi. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan pembinaan Pemeriksa Paten. dan pembinaan Pemeriksa Paten. c. (1) (2) (3) (4) 106 . Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi komisi banding paten. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. pelaksanaan administrasi komisi banding paten. Pasal 723 Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. c. Seksi Pemeliharaan. administrasi komisi banding paten. diproses. Pasal 720 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. (4) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pembuatan sertifikat paten. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten serta pengalihan hak dan lisensi. dan e. pemantauan. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang elektro dan fisika. Pasal 717 Subdirektorat Pemeriksaan Paten I mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. pelayanan hukum. Pasal 721 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. Pasal 719 Subdirektorat Pemeriksaan Paten III mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. diproses. pelaksanaan penyidikan dan litigasi. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang mekanik dan teknologi umum. Pasal 722 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. diproses. Seksi Pemeliharaan. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. dan pembinaan Pemeriksa Paten. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. penegakan.

pengawasan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administrasi permohonan. penerimaan permohonan. dan d. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis. pengklasifikasian. c.Bagian Keenam Direktorat Merek Pasal 724 Direktorat Merek mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang merek sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pencatatan lisensi. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pemeriksaan persyaratan aplikasi. pengalihan hak. penghapusan dan pembatalan. 107 . pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pemberian kode unsur figuratif. b. pengalihan hak. lisensi. penyiapan bahan untuk pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. lisensi. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 729 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. dan h. pelaksanaan penerimaan aplikasi. petikan. pengklasifikasian. permintaan perpanjangan. pelaksanaan perpanjangan. Pasal 726 Direktorat Merek terdiri atas : a. pelaksanaan pendaftaran. pencatatan lisensi. litigasi dan administrasi komisi banding. c. g. pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. Direktorat Merek menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 728 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan. c. penghapusan dan perubahan. penegakan. mutasi. dan g. perubahan nama dan/atau alamat. perubahan nama dan atau alamat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. mutasi dan pencatatan lisensi. d. Subdirektorat Pelayanan Hukum. perpanjangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan fungsional di bidang merek. e. pemberian tanggal penerimaan (filing date). Pasal 727 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. pembatalan. pengolahan dan pendaftaran merek terkenal serta pemeriksaan substantif. f. Subdirektorat Pemeriksaan. penyidikan. Subdirektorat Indikasi Geografis. pemantauan. pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa. perpanjangan. pengendalian dan pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan persyaratan aplikasi. pemantauan dan pengendalian permohonan merek. f. permohonan indikasi geografis dan indikasi asal. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang merek. pelaksanaan pengumuman dan publikasi merek. pemberian kode unsur konfiguratif. Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian kode unsur figuratif. pelaksanaan klasifikasi kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode unsur figuratif. Pasal 725 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. b. pengalihan hak. pembatalan dan penghapusan. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman. d. e. sertifikasi.

Pasal 737 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan sertifikasi. dan b. Pasal 734 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 733. Seksi Pemeriksaan Formalitas. pemberian kode unsur figuratif dan pemberian tanggal penerimaan (filling date). pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. c. (2) Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan. Pasal 731 (1) Seksi Permohonan mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan. permintaan pendaftaran indikasi geografis. pelaksanaan sertifikasi dan administrasi penolakan. Pasal 738 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 737. pengumuman dan publikasi. pengelolaan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. Seksi Permohonan. Pasal 735 Subdirektorat Indikasi Geografis terdiri atas : a. perpanjangan. evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan pendaftaran indikasi geografis. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan atas permohonan pendaftaran indikasi geografis. pemeriksaan formalitas. Seksi Pelayanan Teknis. Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis. dan b. klasifikasi kelas barang dan/atau jasa. penghapusan. pengendalian. lisensi. Pasal 736 (1) Seksi Pemeriksaan Formalitas mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. Seksi Mutasi dan Lisensi. (2) Seksi Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan perpanjangan. b. penghapusan dan pembatalan. perubahan nama dan / atau alamat.Pasal 730 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. penyiapan bahan untuk pengumuman dan publikasi merek. (3) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan teknis operasional pemeriksaan substantif. dan d. petikan. 108 . Seksi Klasifikasi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan terhadap permohonan pendaftaran merek. Pasal 732 Subdirektorat Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian pemeriksaan substantif. pencatatan pengalihan hak. dan b. (4) Seksi Klasifikasi mempunyai tugas melakukan pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode umum figuratif terhadap permohonan merek. mutasi. Subdirektorat Indikasi Geografis menyelenggarakan fungsi: a. pembatalan dan lisensi. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 733 Subdirektorat Indikasi Geografis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan.

Pasal 740 (1) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan administrasi pendaftaran dan penolakan. Pasal 741 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. dan c. serta pembuatan sertifikat merek. Seksi Administrasi Komisi Banding. Pasal 744 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum di bidang merek. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan b. pemantauan. Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Pasal 745 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum baik litigasi maupun non litigasi. litigasi dan penyidikan serta administrasi komisi banding. dan e. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pertimbangan Hukum . pelaksanaan urusan administrasi komisi banding. pembinaan teknis pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. 109 . pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. penyiapan bahan koordinasi kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi. Pasal 746 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 745. Seksi Sertifikasi. Pasal 742 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741. Seksi Penyidikan dan Litigasi . pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. b. b.Pasal 739 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman terdiri atas : a. Pasal 743 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. Seksi Pengumuman. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. b. penegakan. pelaksanaan litigasi dan penyidikan. c. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Seksi Pengumuman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumuman dan publiksasi merek. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. (3) Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan urusan administrasi komisi banding. d.

Seksi Perpustakaan. Seksi Penyebaran Informasi. pelaksanaan pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. kegiatan Pasal 750 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. penyiapan bahan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. 110 . pengklasifikasian. Pasal 748 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. (1) (2) Pasal 752 Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi dan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pengkajian dan Pengembangan. Seksi Pelatihan. Seksi Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. serta evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. dan d. Subdirektorat Kerja Sama Nasional.Pasal 747 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas : a. b. (3) (4) Pasal 753 Subdirektorat Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi internasional. dan e. penjadualan. pemantauan tindak lanjut penanganan perkara hak kekayaan intelektual dan hasil putusan pengadilan. dan pelayanan bahan pustaka dan informasi hak kekayaan intelektual. pengelolaan perpustakaan dan pelaksanaan pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. pemeliharaan. Seksi Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan mengenai sistem hak kekayaan intelektual dan peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. c. dan d. pelaksanaan kompilasi berbagai peraturan perundang-undangan. d. pemantauan dan evaluasi berbagai kegiatan kerja sama imternasional di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 749 Subdirektorat Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. Pasal 751 Subdirektorat Pengembangan terdiri atas: a. Subdirektorat Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati dalam forum internasional. Subdirektorat Kerja Sama Internasional. dan pemantauan pelaksanaan kegiatan pelatihan di bidang hak kekayaan intelektual. b. c. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama internasional di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 754 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 753. Subdirektorat Pengembangan. b. c. c. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional di bidang hak kekayaan intelektual. b. pelaksanaan kebijakan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. Seksi Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan materi. dan d. masalah dan kasus di bidang hak kekayaan intelektual.

pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan nasional di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. dan c. dan b. Pasal 762 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 761. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama multilateral. b. Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah. Direktorat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati di tingkat nasional. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual.Pasal 755 Subdirektorat Kerja Sama Internasional terdiri atas : a. Pasal 756 (1) Seksi Kerja Sama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama regional. c. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang–undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. dan d. Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah. Pasal 760 (1) Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. 111 . Seksi Kerja Sama Bilateral. Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi Pasal 761 Direktorat Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang teknologi informasi dan pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (2) Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama bilateral. Seksi Kerja Sama Multilateral. Seksi Kerja Sama Regional. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang teknologi informasi. Pasal 758 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 757. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi non Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan sistem teknologi informasi. Pasal 757 Subdirektorat Kerja Sama Nasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi nasional. Pasal 759 Subdirektorat Kerja Sama Nasional terdiri atas : a. b. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Kerja Sama Nasional menyelenggarakan fungsi: a.

b. pemeliharaan dan pengembangan sistem database. d. Pasal 770 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 769. integrasi. 112 . pelaksanaan pemeliharaan perangkat keras. dan f. Pasal 765 Subdirektorat Pengembangan Sistem mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. pelaksanaan evaluasi penggunaan teknologi informasi. d. pelaksanaan manajemen kontrak teknologi informasi. pelaksanaan pendukung sistem teknologi informasi. d. dan b. e. Seksi Administrasi dan Pengembangan Database. Subdirektorat Pengembangan Sistem. Subdirektorat Pendukung Sistem menyelenggarakan fungsi: a. g. e. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pelaksanaan pengembangan sistem aplikasi. pelaksanaan penanganan kapasitas peralatan teknologi informasi. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pengembangan Aplikasi. b. c. Pasal 763 Direktorat Teknologi Informasi terdiri atas : a. pelaksanaan administrasi pengembangan database. analisis serta pemantauan dan pengamanan sistem perangkat lunak. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem aplikasi hak kekayaan intelektual dan pemeliharaan sistem keamanan dan aplikasi. Pasal 766 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. c. pelaksanaan peralatan instalasi dan jaringan. Pasal 768 (1) Seksi Administrasi dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan penyiapan bahan. perangkat keras dan sistem jaringan. dan d. pelaksanaan operasional sistem komputer. Pasal 767 Subdirektorat Pengembangan Sistem terdiri atas : a.c. Subdirektorat Pengembangan Proses. Subdirektorat Pengembangan Sistem menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. pelaksanaan administrasi pengembangan sistem aplikasi. Subdirektorat Pendukung Sistem. Pasal 769 Subdirektorat Pendukung Sistem mempunyai tugas melaksanakan sistem pendukung teknologi informasi. b. Pasal 764 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. pelaksanaan pengembangan database. f. pelaksanaan identifikasi. dan e. Subdirektorat Dokumentasi.

Pasal 772 (1) Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemeliharaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak serta pengelolaan seluruh aset sistem teknologi informasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. Seksi Pengembangan Situs Internet. b. Seksi Dokumentasi Hak Merek. c. Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. penyiapan uji coba dan perubahan sistem. pelaksanaan identifikasi pengembangan proses. dan b. Seksi Administrasi Sistem Jaringan. penyiapan bahan informasi hak kekayaan intelektual di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Pasal 779 Subdirektorat Dokumentasi terdiri atas : a. 113 . Pasal 776 (1) Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan penataan proses kerja Direktorat Jenderal yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi informasi serta penyiapan bahan evaluasi administrasi kontrak dan management outsourcing teknologi informasi dengan pihak ketiga.Pasal 771 Subdirektorat Pendukung Sistem terdiri atas : a. penghimpunan. dan c. dan b. penyiapan implementasi pengembangan proses. Pasal 777 Subdirektorat Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dokumentasi hak kekayaan intelektual. dan d. analisis. (2) Seksi Administrasi Sistem Jaringan mempunyai tugas melakukan integrasi. Pasal 778 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 777. Desain Industri. Subdirektorat Pengembangan Proses menyelenggarakan fungsi : a. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. b. Pasal 775 Subdirektorat Pengembangan Proses terdiri atas : a. b. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. (2) Seksi Pengembangan Situs Internet mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan. Pasal 774 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 773. Subdirektorat Dokumentasi menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Dokumentasi Hak Paten. pemantauan dan pengamanan sistem di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 773 Subdirektorat Pengembangan Proses mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pemantauan dan implementasi pengembangan proses serta identifikasi pengembangan proses yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Seksi Dokumentasi Paten mempunyai tugas melakukan penghimpunan.Pasal 780 (1) Seksi Dokumentasi Hak Cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi paten. (3) Seksi Dokumentasi Merek mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Desain Industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penghimpunan. 114 . inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak cipta. desain industri. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi merek.

Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi. e. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 784 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. kerjasama pemajuan. perumusan standar. Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengelolaan urusan kepegawaian. 115 . dan f. kerjasama pemajuan. b. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. d. b. c. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. kriteria dan peraturan di bidang pembinaan. d. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. Bagian Keuangan. Pasal 782 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781 . Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. penyusunan laporan kegiatan hak asasi manusia. Pasal 786 Sekertariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. c. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. c. b. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 783 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. perlindungan. norma. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. kerja sama pemajuan. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan rencana aksi nasional hak asasi manusia dengan instansi terkait. dan f. c. b. dan sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. dan e. program dan anggaran. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pembinaan. d. perlindungan dan pemenuhan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. perlindungan dan pemenuhan. Bagian Kepegawaian. e. Sekretariat Direktorat Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pedoman. Pasal 785 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784.BAB IX DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas Dan Fungsi Pasal 781 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak asasi manusia.

dan c. pengolahan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. dan d. Pasal 791 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. Bagian Tata Usaha. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penyajian data dan informasi. penyiapan penyusunan formasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyajian data dan informasi serta penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. pengurusan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. program dan anggaran. Pasal 794 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Pasal 792 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791 . b. 116 . pendataan. b. pengumpulan. Pasal 793 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagiaan Data dan Informasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. dan c. pengolahan. administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a.d. Subbagian Mutasi. pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan bahan penetapan mutasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagiaan Umum Kepegawaian. dan c. Pasal 789 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. b. Pasal 790 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 788 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. Subbagian Evaluasi dan Laporan. penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. e. c. program dan anggaran. Bagian Umum. program dan anggaran. Pasal 787 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan f.

b. Bagian Umum Pasal 802 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. kepangkatan. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 795 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 801 Bagian Umum terdiri atas : a. Pasal 797 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan meyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. 117 . Pasal 798 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. b. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 796 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. penggajian. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan rumah tangga dan pengamanan.(2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Perlengkapan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. 799. perhitungan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 800 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal menyelenggarakan fungsi : a. b. pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 799 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga serta administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan c. dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan c. pelaksanaan urusan pembukuan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Perjalanan Dinas. pengelolaan urusan rumah tangga dan pengamanan. dan c.

dan e. Pasal 804 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 803. Pasal 809 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.Pasal 803 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. penyusunan pelaporan pelaksanaan kegiatan. d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. b. e. d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang bina hak asasi manusia. Pasal 805 Bagian Tata Usaha Terdiri atas : a. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. c. Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia Pasal 807 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang bina hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia. Pasal 806 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. Subbagian Tata Usaha. c. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Persuratan. dan f. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia. b. hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Bahan Diseminasi. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. (1) (2) (3) (4) 118 . b. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Pasal 808 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 807. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. dan d. dan d. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia. b. pelaksanaan urusan persuratan. c. penggandaan dan pengiriman surat. pelaksanaan kegiatan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait serta pembinaan alumni dalam institusi hak asasi manusia. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rancangan kebijakan teknis di bidang bina hak asasi manusia. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. pengetikan. serta urusan tata usaha Pimpinan. c.

penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia. Pasal 817 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. c. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah. Pasal 813 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.Pasal 810 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 815 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia serta pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. dan c. dan c. b. Pasal 812 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri. pengkoordinasian dan kerja sama pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait di dalam negeri. pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. Seksi Pendidikan Dalam Negeri. dan d. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia. 119 . b. penyiapan perumusan kebijakan teknis pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah. dan c. Pasal 816 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. b. Pasal 814 (1) Seksi Pendidikan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. (2) Seksi Pendidikan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Seksi Pendidikan Luar Negeri. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan luar negeri. (3) Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang kurikulum pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait serta evaluasi kegiatan. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Pasal 811 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait.

evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dalam negeri dan luar negeri. dan d. c. pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang bahan diseminasi. Pasal 820 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 819. 120 . (3) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. dengan instansi terkait. Seksi Diseminasi Aparatur Negara. (3) Seksi Diseminasi Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk warga masyarakat dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan masyarakat non pemerintah melalui instansi terkait. dan c. Pasal 822 (1) Seksi Diseminasi Aparatur Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk aparatur negara dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. pelaksanaan kegiatan diseminasi hak asasi manusia. perumusan kebijakan teknis dan penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. dan d. c. (2) Seksi Diseminasi Penegak Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk penegak hukum dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. Pasal 823 Subdirektorat Bahan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. Pasal 824 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 823. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang diseminasi hak asasi manusia. penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia. b. Pasal 819 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Subdirektorat Bahan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 821 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Diseminasi Masyarakat. Seksi Diseminasi Penegak Hukum. pengkoordinasian dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia.Pasal 818 (1) Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pembuatan rancangan bahan diseminasi dan pendistribusian. pengkoordinasian. (2) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia non pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait.

dan f. (2) Seksi Bahan Instrumen Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen internasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. Pasal 828 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827 . Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. dan e. b. Seksi Bahan Instrumen Nasional. Pasal 830 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. c. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. Pasal 831 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengembangan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik. Pasal 826 (1) Seksi Bahan Instrumen Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen nasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. b. Sudirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarkan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 829 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. evaluasi pelaksanaan kegiatan. penyiapan pelaksanaan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia. Bagian Kelima Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia Pasal 827 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. e.Pasal 825 Subdirektorat Bahan Diseminasi terdiri atas : a. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama bilateral antar negara untuk pemajuan hak asasi manusia. Seksi Bahan Instrumen Internasional. Pasal 832 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831 . dan 121 . penyiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hak asasi manusia. d. dan c. penyiapan ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. d. b. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. b.Sosial dan Budaya. (3) Seksi Bahan Instrumen Praktis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen praktis hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaan dengan instansi terkait. Seksi Bahan Instrumen Praktis. c.

Pasal 838 (1) Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. b. 122 . Pasal 834 (1) Seksi Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Asia Pasifik. Seksi Kerja Sama Asia Pasifik. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. Pasal 839 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerjasama pemajuan hak sipil dan politik . (3) Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan kerja sama pemajuan hak asasi manusia dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. dan c. (2) Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerjasama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Amerika dan Eropa. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Afrika dan Timur Tengah. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama antar negara. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak sipil dan politik. Pasal 840 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalan Pasal 839. Pasal 837 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. Pasal 835 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia . b. Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 833 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. (2) Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. pelaksanaan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama organisasi internasional. Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional. Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa. dan c. Pasal 836 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa. b. dan c. dan c.c. Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a.

123 . Pasal 847 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. Pasal 845 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak ekonomi. (2) Seksi Kerja Sama Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak politik. sosial dan budaya. ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. Seksi Kerja Sama Hak Politik. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak ekonomi. b. Pasal 849 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 848 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. dan b. dan c. Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional. dan c. Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis ratifikasi terhadap instrumen hak asasi manusia internasional. Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi. Pasal 844 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 843 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. dan b. Sosial dan Budaya terdiri atas: a.Pasal 841 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. (3) Seksi Kerja Sama Hak Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak budaya. sosial dan budaya. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. penyiapan rancangan kebijakan teknis harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. dan b. sosial dan budaya. (2) Seksi Kerja Sama Hak Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sosial. harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. Pasal 842 (1) Seksi Kerja Sama Hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sipil . Pasal 846 (1) Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. b. Seksi Kerja Sama Hak Budaya. sosial dan budaya. Seksi Kerja Sama Hak Sosial. penyiapan rancangan kebijakan pengembangan kerja sama pemajuan hak ekonomi. Seksi Kerja Sama Hak Sipil. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. perempuan. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas. Bagian Keenam Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Pasal 851 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. b. Seksi Hak Sipil dan Politik. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia secara umum. Pasal 853 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pelaksanaan progam kegiatan. dan b. tenaga kerja. tenaga kerja dan kelompok minoritas.Pasal 850 (1) Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan materi ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. d. Pasal 852 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 . (2) Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan koordinasi pelaksanaan kegiatan harmonisasi. c. penyusunan program dan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia secara umum. c. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak menyelenggarakan fungsi : a. c. Seksi Hak Ekonomi. Sosial. b. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak. khususnya bagi anak-anak. Pasal 854 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. dan kelompok minoritas. Pasal 857 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak terdiri atas : a. perempuan. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Pasal 855 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program. dan e. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. 124 . Pasal 856 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855. dan Budaya. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan . Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak. khususnya bagi anak-anak. d. dan d. b. dan e. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja. rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Pasal 858 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan politik bagi anak. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi anak. Pasal 859 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan. Pasal 860 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 859, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak perempuan; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak perempuan; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. Pasal 861 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Pasal 862 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi perempuan. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan teknis serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi perempuan. Pasal 863 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi tenaga kerja. Pasal 864 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak tenaga kerja; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak tenaga kerja; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja. Pasal 865 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Hak Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

125

Pasal 866 (1) Seksi Hak Sipil dan Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi tenaga kerja. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Pasal 867 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi kelompok minoritas. Pasal 868 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak kelompok minoritas; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak kelompok minoritas; c. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas. Pasal 869 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Pasal 870 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi kelompok minoritas. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Bagian ketujuh Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Pasal 871 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 872 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang sistem informasi hak asasi manusia; b. pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan serta penyajian data dan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pembangunan dan pengembangan serta pemeliharaan sistem dan jaringan informasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

126

Pasal 873 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data; b. Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; c. Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 874 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Pasal 875 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penganalisaan serta penyajian data hak asasi manusia. Pasal 876 Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 875 , Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan data hak asasi manusia; b. pengolahan, penganalisaan dan penyajian data hak asasi manusia; c. pelaksanaan dokumen data hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 877 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Seksi Pengumpulan Data; dan b. Seksi Pengolahan Data. Pasal 878 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan data pelanggaran hak asasi manusia serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan dan analisis data serta penyiapan bahan penyajian data pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 879 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis serta pemenuhan, penganalisaan data pengembangan dan pemeliharaan sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia. Pasal 880 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemenuhan dan penganalisaan data hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan program sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pengembangan sistem komunikasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 881 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia.

127

Pasal 882 (1) Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman dan bimbingan teknis analisa program sistem informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman pengembangan dan pemeliharaan peralatan komputer, sarana komputer, sarana komunikasi data hak asasi manusia sebagai satu kesatuan sistem informasi hak asasi manusia serta pengembangan komunikasi data hak asasi manusia serta pemeliharaan otomasi sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 883 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan teknis, penyajian, penerbitan, dokumentasi dan perpustakaan serta pendiseminasian data informasi hak asasi manusia. Pasal 884 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883, Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia; b. penyiapan bahan penyebaran informasi hak asasi manusia; c. pendiseminasian data dan informasi hak asasi manusia; d. pengelolaan dokumentasi sistem informasi hak asasi manusia; dan e. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia. Pasal 885 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 886 (1) Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyebaran serta pendiseminasian informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Kedelapan Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia Pasal 887 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 888 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887, Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyajian data informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pemantauan terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia; d. pelaksanaan evaluasi terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 889 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia; b. Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia;

128

c. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia; d. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 890 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 891 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan hak asasi manusia penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 892 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891, Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data penerapan hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam penerapan hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan penerapan hak asasi manusia pada penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 893 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah; dan b. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha. Pasal 894 (1) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di pemerintah. (2) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di masyarakat dan dunia usaha. Pasal 895 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 896 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895, Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data mengenai permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 897 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia. Pasal 898 (1) Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan hak asasi manusia. (2) Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap diskriminasi hak asasi manusia.

129

pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pra peradilan. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pasca peradilan. Pasal 901 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 906 (1) Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi pemantauan. (2) Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan pemantauan. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. dan d. dan b. Seksi Pasca Peradilan. b. pelaksanaan kegiatan pemantauan proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. 130 . Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia. dan c. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. penerapan. b. pengumpulan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. (2) Seksi Pasca Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. dan b.Pasal 899 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Pasal 900 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. Pasal 904 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Pasal 902 (1) Seksi Pra Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. pengolahan dan penyajian data mengenai proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. Pasal 903 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan pemantauan permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pengolahan dan penyajian data mengenai pemantauan penerapan. c. penerapan. Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan pemantauan penerapan. Pasal 905 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pelaksanaan evaluasi kegiatan pemantauan penerapan. Seksi Pra Peradilan. pengumpulan. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait evaluasi dan pelaporan hak asasi manusia.

dan g. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. b. program dan anggaran. d. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. c. e. pengolahan. keuangan. dan e.BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 907 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Inspektorat Kepegawaian. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan laporan hasil pengawasan. administarsi keuangan. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I. b. evaluasi. c. c. pengumpulan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. program dan anggaran. tata usaha. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 909 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. dan protokol. hubungan masyarakat. Pasal 912 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengelolaan urusan kepegawaian. b. 131 . penyusunan laporan. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II. c. dokumentasi. Pasal 913 Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. f. tata usaha pimpinan. Inspektorat Hukum. Pasal 908 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. dan d. Pasal 911 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat Keimigrasian. d. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. dan d. Inspektorat Pemasyarakatan. Bagian Penyusunan Program. Inspektorat Khusus. evaluasi. penyajian data dan informasi. penyusunan laporan kegiatan pengawasan. b. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 910 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum.

Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Inspektorat Hukum. pengolahan. Kalimantan Timur. Sumatera Utara. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 917 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melaksanakan analisis. Inspektorat Hukum. pengumpulan. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengolahan. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Pasal 920 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. analisis dan evaluasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. dan urusan dokumentasi. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. dan c. dan anggaran pengawasan. Kepulauan Riau. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Jawa Tengah. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penilaian. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penelaahan. program. Sumatera Barat. Kepulauan Bangka Belitung. penilaian. dan c. dan d. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan c. pengolahan. pengujian. program dan anggaran pengawasan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Kalimantan Tengah dan Bali serta Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Data dan Informasi. Kalimantan Selatan. Kalimantan Barat. D.I Yogyakarta. penyiapan bahan evaluasi program dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. pengolahan. pengolahan data. b. Banten. Jambi. pengujian.K. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. b. b. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. penyajian data dan informasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Jawa Barat. penelitian dan penyajian laporan hasil 132 . Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 918 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. c. Riau. pemantauan. Bengkulu. penyusunan dan penyajian bahan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. serta urusan dokumentasi. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Hak Kekayaan Intelektual. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Hak Asasi Manusia.Pasal 914 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. penyiapan evaluasi program kerja dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi : a. Sumatera Selatan. D. Lampung. Inspektorat Hukum. b. Pasal 916 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Inspektorat Hukum. Pasal 915 Bagian Penyusunan Program terdiri atas : a. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Jawa Timur. Pasal 919 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I terdiri atas : a.I Jakarta. penyajian data dan informasi.

Maluku. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Lampung. kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Imigrasi. pengolahan. penilaian. pengolahan. penyusunan dan penyajian bahan laporan kegiatan pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Sumatera Barat. Gorontalo. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM. Inspektorat Keimigrasian. Jawa Tengah. Riau. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II. Sulawesi Utara. (4) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. Maluku. Gorontalo. Nusa Tenggara Timur. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus. pengolahan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Barat. Pasal 923 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II terdiri atas : a. pengolahan. penilaian. Sumatera Selatan. Pasal 921 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melaksanakan analisis. Kepulauan Bangka Belitung.I.pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. pengolahan. dan Inspektorat Khusus. Jawa Timur. Nusa Tenggara Barat.I Jakarta. Sulawesi Tengah. Sumatera Utara. b.I Yogyakarta. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I. Kalimantan Barat. Inspektorat Keimigrasian. D. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah dan unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. Inspektorat Jenderal. penilaian. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Jawa Barat. penilaian. Sulawesi Barat. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Inspektorat Keimigrasian. Kepulauan Riau. Sulawesi Tenggara. dan c. dan d. Kalimantan Selatan. pengolahan. pengujian. Jambi. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Utara. pengujian. Maluku Utara. pengolahan. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Banten.K. Inspektorat Keimigrasian. Bengkulu. dan Inspektorat Khusus. b. dan Inspektorat Khusus. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian. penilaian. Pasal 924 Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Sulawesi Tenggara. analisis dan evaluasi laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan. Kalimantan Timur. Pasal 922 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penilaian. D. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan.I. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Hukum. c. Kalimantan Tengah dan Bali. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keimigrasian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh unit pelaksana teknis imigrasi. Inspektorat Khusus dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Maluku Utara. Sulawesi Tengah. pengujian. penelaahan. pengujian. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. pengujian. (3) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Badan Pembinaan Hukum Nasional. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah serta unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. penelitian dan penyajian laporan hasil (1) (2) (3) (4) 133 . pengujian.

pensiun dan disiplin pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. tata usaha pimpinan. pendataan dan pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Mutasi dan Promosi. Pasal 928 Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. b. Pasal 927 Bagian Umum terdiri atas : a. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penetapan mutasi dan promosi serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. serta hubungan masyarakat dan protokol. administrasi Asuransi Kesehatan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal.pemeriksaan kasus Inspektorat Khusus. Subbagian Tata Usaha. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan tata usaha kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. Pasal 931 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. b. Pasal 926 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 925. pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. dan d. Pasal 925 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan perlengkapan. b. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai. c. c. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan d. Pasal 932 (1) Subbagian Umum. Subbagian Keuangan. administrasi keuangan. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. Kartu Pegawai dan Tabungan Asuransi Pensiun serta penetapan 134 . tata usaha. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. dan c. Subbagian Umum. b. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. c. Kantor Wilayah dan unit pelaksanaan teknis serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. hubungan masyarakat dan protokol serta pemberian informasi hasil pemeriksaan kepada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dan di luar Departemen. Pasal 930 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. (1) (2) (3) (4) Pasal 929 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan d. penyiapan bahan penetapan pemberhentian.

terhadap pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. pengujian. b. 135 . Pasal 938 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. dan perlengkapan di lingkungan Departemen. c. pemindahan. Pasal 936 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. pensiun. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. f. b. e. penggajian. d. Subbagian Tata Usaha. Bagian Kelima Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan Pasal 937 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. perencanaan dan program pengawasan di bidang keuangan dan perlengkapan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengusutan dan penilaian di bidang kepegawaian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. (2) Subbagian Mutasi dan Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. mutasi dan promosi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Pasal 935 Inspektorat Kepegawaian terdiri atas : a. dan penilaian. pelaksanaan pemeriksaan. penghimpunan. pengujian. pengujian. dan b. pengusutan. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan dan program pengawasan di bidang kepegawaian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengusutan dan penilaian di bidang keuangan dan perlengkapan sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan g. kepangkatan. Inspektorat Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Keempat Inspektorat Kepegawaian Pasal 933 Inspektorat Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dan sumber daya manusia di lingkungan Departemen.pemberhentian. Pasal 934 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933.

Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Subbagian Tata Usaha. c. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. b. pelaksanaan pemeriksaan. perencanaan dan program pengawasan di bidang hukum. Inspektorat Hukum. pelaksanaan pemeriksaan. pengusutan. pengujian. hak asasi manusia. dan hak kekayaan intelektual. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual Pasal 941 Inspektorat Hukum. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. penghimpunan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. e. dan g. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. f. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. dan b. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang hukum. 136 . dan hak kekayaan intelektual. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pengujian. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Subbagian Tata Usaha. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. hak asasi manusia. Pasal 942 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. dan b. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. f. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Pasal 939 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. pengusutan dan penilaian di bidang hukum. d. Pasal 943 Inspektorat Hukum. Pasal 940 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan.c. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengujian. hak asasi manusia. Pasal 944 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. dan hak kekayaan intelektual di lingkungan Departemen. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengusutan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penghimpunan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keuangan. dan g. e. perlengkapan. d. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. Bagian Keenam Inspektorat Hukum. dan penilaian di bidang pengelolaan keuangan dan perlengkapan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan.

b. b. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. pengusutan dan penilaian di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. Inspektorat Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pelaksanaan pemeriksaan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. e. Subbagian Tata Usaha. c. perencanaan dan program pengawasan di bidang keimigrasian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Pasal 946 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. Pasal 948 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. pelaksanaan pemeriksaan. dan benda sitaan negara di lingkungan Departemen. pengusutan. tahanan negara. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keimigrasian. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pemasyarakatan. penghimpunan. dan g. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. perencanaan dan program pengawasan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. pengusutan dan penilaian di bidang keimigrasian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengujian. c. dan benda sitaan negara. e. pengujian. 137 . penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. tahanan negara. tahanan negara serta benda sitaan negara sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. f. dan g. d. Pasal 947 Inspektorat Pemasyarakatan terdiri atas : a. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. tahanan negara. Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian Pasal 949 Inspektorat Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian di lingkungan Departemen. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. pengujian. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. penghimpunan. Pasal 950 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. pengujian. Inspektorat Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi : a. dan benda sitaan negara yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal.Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan Pasal 945 Inspektorat Pemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan. d. f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. dan b. pengusutan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Inspektorat Khusus menyelenggarakan fungsi : a. dan b. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. informasi dan laporan. d. penghimpunan. 138 . penyimpangan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. Subbagian Tata Usaha. pengusutan. b. pengusutan dan penilaian di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. pengujian. Pasal 954 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. penindakan terhadap penyelewengan. c. dan penilaian di bidang kasus-kasus penyelewengan. dan masalah-masalah pengaduan. perencanaan dan program pengawasan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pemeriksaan. Pasal 956 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. Pasal 957 Pelaksanaan tugas pemeriksaan pada setiap Inspektorat didasarkan atas dasar perintah dan persetujuan dari Inspektur Jenderal. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan.Pasal 951 Inspektorat Keimigrasian terdiri atas : a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. penyimpangan di lingkungan Departemen. Pasal 952 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. Pasal 958 Unit Pelaksana Teknis Bidang Keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan permasalahan-permasalahan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri akan dilakukan oleh sebuah tim yang ditentukan oleh Inspektur Jenderal. Pasal 955 Inspektorat Khusus terdiri atas : a. f. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri. dan informasi laporan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengaduan. dan b. Subbagian Tata Usaha. pengujian. dan g. Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus Pasal 953 Inspektorat Khusus mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri dalam rangka penertiban.

terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan Jabatan Fungsional lain yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 960 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. (1) (2) (3) (4) (5) (6) 139 . Jenis dan jenjang jabatan fungsional Auditor diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Kelompok jabatan fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Inspektorat bertanggung jawab kepada masing-masing Inspektur.Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Pasal 959 Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal.

penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. perumusan standar. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPHN. Pasal 962 BPHN mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. pengelolaan urusan kepegawaian. b. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. kriteria dan prosedur di bidang pembinaan hukum nasional. Pasal 966 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. perencanaan pembangunan hukum nasional. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan e. pengelolaan urusan administrasi keuangan. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. pelaksanaan urusan tata usaha BPHN. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 965 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPHN. 140 . pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 963 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. koordinasi dan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. Sekretariat Badan. d. dan e. penyusunan laporan kegiatan pembinaan hukum nasional.BAB XI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 961 (1) Badan Pembinaan Hukum Nasional yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPHN. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. dan e. Badan Pembinaan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. c. (2) BPHN dipimpin oleh seorang Kepala. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 964 BPHN terdiri atas : a. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pembinaan hukum nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. b. c. program dan anggaran. evaluasi. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. Pusat Penyuluhan Hukum. perencanaan pembangunan hukum nasional. c. b. pedoman. norma.

program dan anggaran. Pasal 973 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 972. b. Bagian Kepegawaian. d. Bagian Penyusunan Program dan Laporan.Pasal 967 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Pasal 969 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. 141 . pengumpulan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengolahan data. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan BPHN. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Umum Kepegawaian. dan c. Pasal 968 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Tata Usaha. e. c. dan c. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Evaluasi dan Laporan. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. program dan anggaran. evaluasi. Bagian Keuangan. penetapan pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan BPHN. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 972 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan BPHN. b. f. b. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 974 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. b. dan penyusunan laporan BPHN. Pasal 970 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 971 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan BPHN. penyajian data dan informasi. program dan anggaran. penyajian data dan informasi. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Data dan Informasi. dan c. dan c.

Pasal 977 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 976. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. kepangkatan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. 142 . (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. Pasal 981 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. rumah tangga.Pasal 975 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan c. Pasal 976 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPHN. pengelolaan urusan rumah tangga. b. b. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPHN. dan protokol di lingkungan BPHN. Pasal 978 Bagian Keuangan terdiri atas : a. dan c. Pasal 982 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. Pasal 980 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. b. pengelolaan urusan perlengkapan. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan. pendataan dan pengembangan pegawai. Pasal 979 (1) (2) (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. dan c. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pelaksanaan hubungan masyarakat. pelaksanaan anggaran. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. penggajian. b. pelaksanaan urusan pembukuan. dan pembinaan pegawai di lingkungan BPHN. dan c.

Pasal 983 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. dan d. (2) (3) 143 . Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Pasal 988 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan. pengkajian dan pertemuan ilmiah. b. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Bidang Pertemuan Ilmiah. Subbagian Arsip. evaluasi kegiatan. dan c. dan c. penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan. Pasal 985 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. Pasal 990 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional terdiri atas: a. b. Bidang Program. dan pengembangan sistem hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. penyiapan bahan penyusunan program penelitian. Pasal 986 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Pasal 984 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha BPHN. c. pengelolaan arsip. c. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum. pelaksanaan penelitian. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. b. pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas. Pasal 989 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. pengaturan tata naskah persuratan dan ekspedisi. Subbagian Persuratan. dan pelayanan teknis. b. pengelolaan urusan persuratan. penelitian. dan d. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan laporan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Pelayanan Teknis dan Administrasi. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemeliharaan arsip. Pasal 987 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan meliputi penerimaan.

pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil penelitian dan pengkajian hukum.Pasal 991 Bidang Program. Pelayanan Teknis dan Administrasi terdiri atas : a. 144 . Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian. Pasal 997 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum terdiri atas : a. b. Pasal 998 (1) Subbidang Penelitian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penelitian. (3) Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan kerja sama penelitian hukum antar lembaga pusat dan daerah dan persiapan pelaksanaan monitoring hasil penelitian hukum pusat dan daerah. pembuatan abstrak. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Pasal 992 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 991. b. Pasal 999 Bidang Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. pembuatan abstrak. pelaksanaan pelayanan teknis dan administrasi. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. Pasal 995 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. (2) Subbidang Pengkajian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan pengkajian. Subbidang Penelitian Hukum. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administrasi. dan b. rekomendasi hasil penelitian. Pasal 996 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. penyiapan pelaksanaan kerja sama antar lembaga penelitian hukum. Pasal 994 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. dan pengkajian hukum. pelayanan teknis. kerja sama antar lembaga penelitian hukum. laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Pasal 993 Bidang Program. Bidang Program Pelayanan Teknis dan Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pengkajian Hukum. rekomendasi dan kesimpulan hasil penelitian hukum. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil pengkajian hukum. dan b. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. dan c. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan program. Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program. dan c.

perencanaan kerja sama nasional dan internasional di bidang pengembangan hukum. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. dan b. d. dan pemberian pelayanan teknis administratif. Bidang Perencanaan Legislasi. dan c. Bagian Kelima Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional Pasal 1003 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. pelaksanaan pelayanan teknis administratif pada Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. kompendium. dan b. perencanaan dan penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. pemantauan hasil pertemuan ilmiah. Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah. Bidang Program dan Pelayanan Teknis . Pasal 1005 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional terdiri atas: a. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. b. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum. 145 . c. (2) Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan monitoring dan inventarisasi hasil pertemuan ilmiah pusat dan daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan koordinasi program peta permasalahan hukum nasional. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik. analisa-evaluasi peraturan perundang-undangan. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 1000 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional. c. Pasal 1002 (1) Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan pertemuan ilmiah dan pengelolaan hasil pertemuan ilmiah. d. Pasal 1006 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program perencanaan. laporan. Bidang Pertemuan Ilmiah menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1007 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006. evaluasi. Pasal 1004 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. dan e. Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah. b. b. Pasal 1001 Bidang Pertemuan Ilmiah terdiri atas : a. penyiapan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. penyiapan bahan penyusunan program kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. dan e. penyusunan rencana dan program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis. anotasi yurisprudensi dan kompilasi hukum.

Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan program legislasi nasional dan pelaksanaan konsultasi publik program legislasi nasional di daerah. Pasal 1010 Bidang Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengelolaan rencana program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis melalui kerja sama antar lembaga pusat dan daerah. dan b. Pasal 1011 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. Pasal 1015 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. 146 . Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi. Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama hukum di tingkat internasional baik bilateral. Bidang Perencanaan Legislasi menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administratif. dan b. dan b. (2) Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengembangan hukum tidak tertulis. pelaksanaan inventarisasi dan rencana pengembangan hukum tidak tertulis. Pasal 1014 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja sama pengembangan hukum baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. Pasal 1013 (1) Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program legislasi nasional. Pasal 1016 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum terdiri atas : a. Pasal 1009 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana dan program serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis.Pasal 1008 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas: a. Subbidang Pelayanan Teknis. dan b. dan b. Pasal 1012 Bidang Perencanaan Legislasi terdiri atas : a. regional maupun multilateral untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama di tingkat pusat dan daerah untuk perencanaan pembangunan hukum nasional.

Pasal 1020 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik membawahi Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan dalam rangka menunjang pembangunan hukum nasional. b. Pasal 1023 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. Bagian Keenam Pusat Dokumentasi Dan Informasi Hukum Nasional Pasal 1022 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pengelolaan. dan d. Informasi dan Perpustakaan Hukum. pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. e. program. f. Bidang Jaringan Dokumentasi. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan analisis evaluasi peraturan perundangundangan. (2) Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat internasional untuk mendukung pengembangan hukum nasional. Pasal 1024 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional terdiri atas : a. d. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis. Bidang Pengolahan Data Elektronik. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan pengembangan pengelolaan data elektronik. pembinaan dan pengembangan perpustakaan serta pelayanan informasi hukum. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. dan g. Pasal 1021 Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum nasional. pelaksanaan penerbitan dan publikasi hukum. pembinaan dan pengembangan teknis dokumentasi dan informasi hukum. dan pelaksanaan analisis evaluasi. dan b. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. c. pelaksanaan analisis evaluasi dan penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan dokumentasi dan informasi hukum nasional serta pelayanan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. c. program. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 1018 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. 147 . b. Pasal 1019 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018.Pasal 1017 (1) Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat nasional .

dan c. dan c. reproduksi. perawatan dan pengamanan data elektronik. Pasal 1032 (1) Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penyusunan program. secara elektronik serta pelaksanaan kerjasama otomasi hukum. pelaksanaan pemrograman komputer dan jaringan elektronik. Pasal 1031 Bidang Pengolahan Data Elektronik terdiri atas : a. Subbidang Penyusunan Program. jaringan komputer. ekstranet dan internet. (2) Subbidang Penyusunan Program. Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik. b. Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi.Pasal 1025 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. dan b. perawatan data elektronik dan jaringan komputer serta sarana teknologi informasi. Monitoring. pembuatan laporan dan pelayanan teknis. dan pelayanan teknis. penyebarluasan bahan hukum. jaringan elektronik. pemrograman komputer. penyiapan penyusunan program. (2) Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik mempunyai tugas melakukan pembuatan dan pengembangan pemrograman komputer. monitoring kinerja. reproduksi. 148 . monitoring. dan Pelayanan Teknis. pengembangan. Pasal 1030 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1029. dan b. Pasal 1026 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025. data hukum lainnya. Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database. situs jaringan internet. Monitoring dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 1028 (1) Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan. pelaksanaan penerbitan. Pasal 1027 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. Pasal 1029 Bidang Pengolahan Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan pengembangan database peraturan perundang-undangan. Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum. (3) Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi. dan pemeliharaan sarana teknologi informasi. laporan. b. pengamanan. pengolahan. Bidang Pengolahan Data Elektronik menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan dan pelayanan teknis. pelaksanaan pengembangan. penyajian database peraturan perundang-undangan dan bahan data hukum lainnya. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan serta pengembangan database peraturan perundangundangan dan data hukum lainnya secara elektronik dan kerja sama otomasi hukum. dan kerja sama otomasi hukum. penjilidan dan penyebarluasan bahan hukum. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. penjilidan dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya.

pengolahan. Informasi dan Perpustakaan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan pembudayaan kesadaran hukum. Bidang Jaringan Dokumentasi. dan c. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. dan d. (3) Subbidang Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pengembangan kerja sama secara nasional. Informasi dan Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 1035 Bidang Jaringan Dokumentasi. regional dan internasional. Subbidang Perpustakaan Hukum. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. b. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. dan perawatan bahan informasi hukum. Pusat Penyuluhan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. b. Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. pelaksanaan pengumpulan. pemberian bimbingan dan petunjuk pelaksanaan di bidang penyuluhan hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d.Pasal 1033 Bidang Jaringan Dokumentasi. Bidang Program dan Pelayanan Teknis. Pasal 1039 Pusat Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. Pasal 1034 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1033. 149 . penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan serta pelayanan teknis penyuluhan hukum. Pasal 1038 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. c. pengembangan perpustakaan hukum. (2) Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pengelolaan. dan d. pembinaan. c. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengembangan penyuluhan hukum. b. regional dan internasional. c. regional dan internasional. Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum Pasal 1037 Pusat Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan dan pembimbingan penyuluhan hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. Informasi dan Perpustakaan Hukum terdiri atas : a. b. Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum. pengumpulan. evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penyuluhan hukum. Pasal 1036 (1) Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. pelaksanaan pengembangan dan kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. penyiapan. penyiapan perumusan kebijakan.

Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode. (3) Subbidang Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan penyuluhan hukum. penyusunan program pelaksanaan penyuluhan hukum. (2) Subbidang Temu Wicara dan Diskusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi kegiatan temu wicara dan diskusi . laporan kegiatan penyuluhan hukum. c. penyusunan program penyuluhan hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program. pendapat umum dan pengembangan metode di bidang penyuluhan hukum. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan penyusunan laporan pelaksanaan penyuluhan hukum. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. dan pengembangan metode penyuluhan hukum. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan hukum. Subbidang Penyusunan Program. Pasal 1045 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. dan c. Subbidang Pemantauan dan Evaluasi. b. Subbidang Temu Wicara dan Diskusi. pelayanan teknis dan penyusunan laporan kegiatan penyuluhan hukum. pemantauan. temu wicara dan diskusi. pendapat umum. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama. Pasal 1043 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan d. dan c. 150 . koordinasi dan kerja sama. temu wicara dan diskusi. b. evaluasi. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. (3) Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan pengolahan pendapat umum mengenai hukum yang berkembang dan pengembangan metode penyuluhan hukum sesuai dengan kebutuhan dalam masyarakat. Pasal 1047 (1) Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan bimbingan teknis penyuluhan hukum dan koordinasi penyuluhan hukum dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat. Pasal 1041 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. dan pelayanan teknis. bimbingan teknis. b. penyusunan program. Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan. Pasal 1044 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan. Pasal 1046 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. dan b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan hukum. Pasal 1042 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a.Pasal 1040 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis.

Konsultasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan kegiatan pameran. pameran. (2) Subbidang Media Cetak dan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyuluhan hukum melalui media cetak dan elektronik. bantuan hukum. konsultasi dan bantuan hukum. Subbidang Ceramah. media cetak dan elektronik. Pementasan. (3) Subbidang Pameran. Pasal 1050 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum terdiri atas : a. media cetak dan elektronik dalam upaya membentuk budaya hukum masyarakat. temu sadar hukum. dan b.Pasal 1048 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui ceramah. pementasan. Subbidang Pameran. konsultasi hukum. 151 . Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan Temu Sadar Hukum. Pasal 1051 (1) Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui kegiatan ceramah. pameran. Subbidang Media Cetak dan Elektronik. b. Pementasan. Pasal 1049 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1048. Konsultasi dan Bantuan Hukum. konsultasi hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembudayaan kesadaran hukum. diskusi dan temu sadar hukum. temu sadar hukum. dan c. pementasan. pementasan. diskusi. bantuan hukum. pelaksanaan ceramah. diskusi.

Balitbang HAM menyelenggarakan fungsi : a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . dan e. c. b.BAB XII BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1052 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Balitbang HAM. Pasal 1057 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1055 Balitbang HAM terdiri atas : a.hak Ekonomi. penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. 152 . pelaksanaan urusan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1056 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Balitbang HAM. c. pengelolaan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. evaluasi. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pengelolaan urusan kepegawaian. d. c.hak Sipil dan Politik. dan e. Sekretariat Badan. d. Pasal 1053 Balitbang HAM mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. evaluasi pelaksanaan. penyiapan perumusan bahan kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. b. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.hak Kelompok Rentan. program dan anggaran. Sosial dan Budaya. b. dan e. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan program penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. (2) Balitbang HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1054 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1053. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan data dan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. d.

penyiapan penyusunan formasi. b. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. 153 . Pasal 1061 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. kepangkatan. Subbagian Umum Kepegawaian. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan b. Pasal 1065 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Bagian Keuangan. program dan anggaran. pemberhentian dan pensiun. Pasal 1066 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi.Pasal 1058 Sekretariat Badan terdiri atas : a. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 1063 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Balitbang HAM. program dan anggaran. penyiapan bahan penetapan mutasi. penggajian. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. dan b. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. d. Pasal 1062 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. c. evaluasi dan penyusunan laporan Balitbang HAM. e. jabatan struktural. (2) Subbagian Mutasi dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan. dan b. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Kepegawaian. Pasal 1059 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan f. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Data dan Informasi. pemindahan dan mutasi. Kelompok Jabatan Fungsional. administrasi jabatan fungsional. Pasal 1064 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. pengangkatan. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. pendataan. program dan anggaran. Bagian Umum. dan b. Pasal 1060 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. Subbagian Mutasi dan Pensiun. Subbagian Evaluasi dan Laporan.

penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1073 Bagian Umum terdiri atas : a. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. pengangkutan. dan b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengangkutan dan pengamanan di lingkungan Balitbang HAM. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pengamanan dan administrasi perjalanan dinas. penyajian data dan informasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1072 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1071. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. 154 . pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penyajian dan pendistribusian data. pengumpulan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1071 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas. dan c. dan c. tata usaha dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Balitbang HAM. pengolahan. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. dan b. b.Pasal 1067 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Balitbang HAM. pengelolaan dokumentasi di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1070 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. pelaksanaan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan b. pengolahan. pengelolaan urusan ketatausahaan dan pelaksanaan urusan administrasi perjalanan dinas. Pasal 1075 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 1068 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1067. Pasal 1076 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1075. Pasal 1069 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 1074 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan.

e. b. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. koordinasi program. Bidang Penelitian Hak. c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak. pedoman. h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak .hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. penyajian dan pendistribusian data permasalahan hak asasi manusia.hak Sipil dan Politik. g. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. c. pemenuhan.hak sipil dan politik. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. Pasal 1078 (1) Subbagian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. f. Pasal 1082 Bidang Penelitian Hak-hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.Pasal 1077 Bagian Data dan Informasi terdiri atas : a. Pasal 1081 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik. Bidang Penelitian Hak.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. dan b. d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri. Pasal 1080 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. b.Hak Sipil Dan Politik Pasal 1079 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. dan i.hak Sipil dan Politik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang.hak sipil dan politik. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak. Bidang Evaluasi dan Laporan. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. b.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a.hak sipil dan politik. dan d. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. norma.hak sipil dan politik dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. daftar inventarisasi masalah. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. penyusunan rencana.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak.hak sipil dan politik berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. dan 155 .hak sipil dan politik. Pasal 1083 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082.hak sipil dan politik. Bidang Pengembangan Hak. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. d. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak. program penelitian hak. penegakan.hak Sipil dan Politik.hak Sipil dan Politik. penyiapan perumusan standar. Subbagian Data. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. pengolahan.

dan b. inventarisasi. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. (2) Subbidang Penelitian Hak. naskah akedemik. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak sipil dan politik. pelaksanaan analisa. penyusunan rencana dan program pengembangan hak. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.hak sipil.hak Sipil. program dan perumusan rancangan kebijakan.undangan. Pasal 1088 Bidang Pengembangan Hak. pedoman. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak. Subbidang Pengembangan Hak.hak Politik. perumusan rancangan kebijakan.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak.hak Sipil. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. standar. norma. Subbidang Penelitian Hak.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik. penyelenggaraan sosialisasi. Subbidang Pengembangan Hak. norma. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak sipil. perumusan rancangan kebijakan. perumusan rancangan kebijakan.e. c. kriteria dan prosedur. daftar inventarisasi masalah. Pasal 1090 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 1087 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. penyelenggaraan sosialisasi.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. analisa. (2) Subbidang Pengembangan Hak. penyiapan bahan perumusan standar norma.hak sipil dan politik. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak-hak sipil dan politik. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak-hak sipil dan politik. e. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Pasal 1085 (1) Subbidang Penelitian Hak. pelaksanaan kerja sama.undangan. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak.hak Politik. pedoman. dan f. kriteria dan prosedur. standar. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. inventarisasi. d. daftar inventarisasi masalah.hak sipil dan politik. analisa. daftar inventarisasi masalah. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak politik. pedoman. Pasal 1089 (1) Subbidang Pengembangan Hak. 156 .hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan b. Pasal 1084 Bidang Penelitian Hak. b. Subbidang Penelitian Hak. pelaksanaan kerja sama.hak politik.hak sipil dan politik. naskah akedemik. Bidang Pengembangan Hakhak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1086 Bidang Pengembangan Hak.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.

b. sosial dan budaya.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya. Pasal 1095 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. Bidang Pengembangan Hak.hak Ekonomi. c. g. c. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. koordinasi program. dan b. h. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak.hak Sipil dan Politik. f. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. dan e. Bidang Evaluasi dan Laporan. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik.hak Ekonomi.Hak Ekonomi. b. penegakan. daftar inventarisasi masalah. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. d. Sosial Dan Budaya Pasal 1094 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. pemenuhan. Pasal 1093 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.hak ekonomi. b. 157 .hak Ekonomi. dan i.hak Ekonomi. Pasal 1096 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. Kelompok Jabatan Fungsional.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian di bidang penelitian dan pengembangan hak.hak ekonomi. c. Pasal 1092 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a.hak Sipil dan Politik. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. e. Bidang Penelitian Hak.Pasal 1091 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090. dan d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan.hak sipil dan politik. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya. d. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. penyiapan perumusan standar. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. sosial dan budaya berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM.hak Ekonomi. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Subbidang Evaluasi. Subbidang Laporan. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. Sosial dan Budaya. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. norma. pedoman. Bagian Kelima Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak.hak sipil dan politik. Sosial dan Budaya.hak Sipil dan Politik. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia.

program dan rancangan pengembangan hak.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Subbidang Pengembangan Hak. 158 .hak ekonomi. penyiapan bahan perumusan standar.hak Sosial dan Budaya. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang.hak ekonomi. (2) Subbidang Pengembangan Hak. Pasal 1103 Bidang Pengembangan Hak. serta penyusunan program penelitian hak. dan f.Pasal 1097 Bidang Penelitian Hak. sosial dan budaya.hak ekonomi. sosial dan budaya dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. sosial. sosial dan budaya. b. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak ekonomi.hak sosial dan budaya. sosial dan budaya. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerjasama hak asasi manusia.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Bidang Pengembangan Hakhak Ekonomi.hak ekonomi. sosial dan budaya.hak ekonomi. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak.hak Ekonomi.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak.hak Ekonomi. sosial dan budaya. Pasal 1100 (1) Subbidang Penelitian Hak.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. norma. sosial. daftar inventarisasi masalah. Pasal 1098 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. Pasal 1101 Bidang Pengembangan Hak.hak ekonomi. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. dan b. Pasal 1102 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. e. (2) Subbidang Penelitian Hak. Subbidang Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. dan budaya.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. sosial dan budaya. Sosial dan Budaya terdiri atas : a.hak ekonomi. penyusunan program pengembangan hak. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak. c. pedoman.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. dan budaya.hak ekonomi. Bidang Penelitian Hak.hak ekonomi. sosial dan budaya. program dan rancangan kebijakan penelitian hak.hak ekonomi. dan b. d.hak ekonomi. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan kerjasama penelitian hak.hak ekonomi. d. program dan rancangan pengembangan hak. b.hak Ekonomi. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik.hak Ekonomi.hak ekonomi. sosial dan budaya. sosial dan budaya.hak Sosial dan Budaya. Subbidang Penelitian Hak.hak Ekonomi. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak. c.hak Ekonomi. Subbidang Penelitian Hak.hak sosial dan budaya. Pasal 1104 (1) Subbidang Pengembangan Hak. Pasal 1099 Bidang Penelitian Hak. dan e. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak.

koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan atas kasus. Subbidang Laporan. Pasal 1108 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. b.hak ekonomi.hak Ekonomi. dan Budaya. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. sosial dan budaya. d. koordinasi program. b.hak Ekonomi. Pasal 1110 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. sosial dan budaya. penyiapan perumusan standar. d. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. norma. dan b. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. dan f.hak Ekonomi. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak ekonomi. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. i. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. pemenuhan. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Bagian Keenam Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat Pasal 1109 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. c. Sosial. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Sosial dan Budaya. e. f. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam perspektif hak asasi manusia. dan j. 159 .kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. pedoman. Sosial dan Budaya. h. g. daftar inventarisasi masalah. Pasal 1106 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. Sosial dan Budaya. Pasal 1107 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. e. Subbidang Evaluasi. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. penegakan. c. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak asasi manusia yang berat. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi.hak Ekonomi. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat.Pasal 1105 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program.

b. Pasal 1112 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. e. dan b. c. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Evaluasi dan Laporan. daftar inventarisasi masalah. Pasal 1113 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112 . (2) Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak asasi manusia yang berat. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. c. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 1114 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat. 160 . program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan terhadap kemanusiaan. d. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak asasi manusia yang berat. d. c. kriteria dan prosedur pengembangan hak asasi manusia yang berat. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat. Pasal 1115 (1) Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida. dan penyusunan program pengembangan hak asasi manusia yang berat.Pasal 1111 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. dan f. Pasal 1116 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. dan penyusunan program penelitian hak asasi manusia yang berat. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. b. dan b. Pasal 1117 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1116. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak asasi manusia yang berat. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. dan e. Pasal 1118 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan genosida. penyiapan bahan perumusan standar norma. pelaksanaan kerja sama penelitian hak asasi manusia yang berat dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. pedoman. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak asasi manusia yang berat. Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. dan d.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a.

Pasal 1119 (1) Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan genosida. (2) Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 1120 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1121 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1120, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1122 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1123 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan Pasal 1124 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. Pasal 1125 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1124, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; b. penyiapan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan, penegakan, pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia; c. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri;

161

e. koordinasi dan sosialisasi di bidang hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia hakhak kelompok rentan; f. koordinasi program, evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; i. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak- hak kelompok rentan; dan j. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. Pasal 1126 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; b. Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; c. Bidang Evaluasi dan Laporan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1127 Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian, pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program penelitian hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. Pasal 1128 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127, Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri; c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; d. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1129 Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas: a. Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas. Pasal 1130 (1) Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di perempuan dan anak. (2) Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di kelompok minoritas. Pasal 1131 Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program pengembangan hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak

162

Pasal 1132 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131, Bidang Pengembangan Hakhak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; c. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. penyiapan bahan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan hakhak perempuan, anak dan kelompok minoritas; e. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan f. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1133 Bidang Pengembangan Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas. Pasal 1134 (1) Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak perempuan dan anak. (2) Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak kelompok minoritas. Pasal 1135 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-hak Kelompok Rentan. Pasal 1136 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak kelompok rentan; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan. Pasal 1137 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1138 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan.

163

BAB XIII BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1139 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPSDM Hukum dan HAM, adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengembangan sumber daya manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. (2) BPSDM Hukum dan HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1140 BPSDM Hukum dan HAM mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140, BPSDM Hukum dan HAM menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; c. pelaksanaan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; d. koordinasi dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; e. pemberian bimbingan teknis tata penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; f. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; dan g. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1142 BPSDM Hukum dan HAM terdiri atas : a. Sekretariat Badan; b. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen; c. Pusat Pengembangan Teknis; d. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1143 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1144 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143, Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. pelaksanaan dan koordinasi kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia;

164

c. pengelolaan urusan kepegawaian, tata usaha dan administrasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; d. pengelolaan urusan administrasi keuangan; dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1145 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama; b. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1146 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, pengelolaaan data, penyusunan laporan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan serta kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1147 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146, Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi; c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan; d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan; e. penyiapan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh; dan f. penyiapan penyusunan pelaksanaan kerja sama pengembagan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1148 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran; b. Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 1149 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan serta melakukan urusan hubungan masyarakat dan keprotokolan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh serta pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1150 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, administarsi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM.

165

Pasal 1151 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150, Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi, pendataan, dan pengembangan pegawai, penyiapan bahan penetapan mutasi, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengelolaan urusan surat-menyurat, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan pengelolaan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM; dan c. pengelolaan urusan administrasi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1152 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian; b. Subbagian Tata Usaha; dan c. Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1153 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi, pendataan, pengembangan pegawai, pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan, pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia, penyiapan bahan penetapan pengangkatan, kepangkatan, penggajian, pemindahan dan mutasi pegawai, pemberhentian dan pensiun, pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat meliputi penerimaan, pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM. (3) Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan seleksi dan pemanggilan peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1154 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1155 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas; dan c. pelaksanaan urusan pembukuan, perhitungan, dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1156 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan; dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1157 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan, perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.

166

dan f. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. dan c. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Pasal 1162 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. penyiapan penyusunan standar. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1160 Bagian Umum terdiri atas : a. b. Bidang Program. Bidang Penyelenggaraan. b. pedoman. pengelolaan urusan rumah tangga. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen. Pasal 1163 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1162. norma. pengamanan dalam dan pengangkutan. Pasal 1164 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen terdiri atas : a. pengangkutan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1161 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. pengamanan dalam serta pelaksanaan urusan pengangkutan. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. 167 . e. Pasal 1159 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1158. Subbagian Rumah Tangga. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbagian Perpustakaan dan Arsip. c. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. rumah tangga. dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pengelolan urusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan. d. b. (3) Subbagian Perpustakaan dan Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengamanan dalam.Pasal 1158 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. c. dan d. pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM.

Pasal 1167 Bidang Program terdiri atas : a. dan b. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1173 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. penyiapan penyusunan standardisasi. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyusunan Program. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. dan b. metode dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan.Pasal 1165 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pemanggilan tenaga pengajar. jumlah. dan b. dan pengelolaan urusan dokumentasi. kurikulum dan silabus. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Pasal 1168 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1166 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. Pasal 1172 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1171 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. 168 . (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi : a. penjadualan. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. pemanggilan tenaga pengajar. Pasal 1170 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penggandaan. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Subbidang Standardisasi dan Metode. Pasal 1169 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. dan b. kurikulum dan silabus. Subbidang Pengajaran. dan jenis peserta berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku.

Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1179 Pusat Pengembangan Teknis terdiri atas : a. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. e. Pasal 1175 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Teknis Pasal 1177 Pusat Pengembangan Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan teknis berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. 169 . Pusat Pengembangan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Penyelenggaraan. penyiapan penyusunan standar. Bidang Program. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dan pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Teknis. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. norma. dan b. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Subbidang Evaluasi. Pasal 1180 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. d. Pasal 1178 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1177. c.Pasal 1174 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1173. dan f. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. pedoman. Pasal 1176 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. b. dan b. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen serta pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. c. dan d.

penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Subbidang Standardisasi dan Metode. serta pengelolaan urusan dokumentasi. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. pemanggilan tenaga pengajar. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 1187 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. penggandaan. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan penyusunan standardisasi dan metode. Pasal 1189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. dan b. Subbidang Penyusunan Program. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Pasal 1188 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan.Pasal 1181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1180. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. jumlah dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Subbidang Pengajaran. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. Pasal 1183 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. penjadualan. Pasal 1185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. dan b. dan b. 170 . Pasal 1182 Bidang Program terdiri atas : a. kurikulum dan silabus. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1184 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. kurikulum dan silabus. Pasal 1186 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis serta pengelolaan urusan dokumentasi.

Bidang Penyelenggaraan. Pasal 1191 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1194 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Kelompok Jabatan Fungsional. e. dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional Dan Hak Asasi Manusia Pasal 1192 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1196 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. metode. dan b. penyiapan penyusunan standar. c. dan d. penyiapan standardisasi. dan b. Pasal 1195 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. kriteria. b. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis dan pengelolaan urusan dokumentasi. 171 . Bidang Program. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. pedoman. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 1193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1192. b. dan f. c. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. d.Pasal 1190 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a.

penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dan pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1205 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1203 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Pasal 1199 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Subbidang Pengajaran. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. penjadualan. dan pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. 172 . Subbidang Penyusunan Program. dan b. Pasal 1202 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Subbidang Evaluasi. penggandaan. Pasal 1200 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. Pasal 1204 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. dan b. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. jumlah. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. Pasal 1201 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. kurikulum dan silabus. penyiapan. Subbidang Standardisasi dan Metode. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1198 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. dan b. dan b. dan b. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.Pasal 1197 Bidang Program terdiri atas : a. pemanggilan tenaga pengajar. pemanggilan tenaga pengajar. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelatihan. penyusunan kurikulum dan silabus. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penjadualan kegiatan pelatihan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a.

173 . Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Sosial dan Keamanan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah politik. Pasal 1208 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. pemikiran dan pengkajian aspek hukum lingkungan dan pertanahan. Staf Ahli menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1209 (1) Staf Ahli terdiri dari : a. c.Pasal 1206 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. d. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia serta pengelolaan urusan dokumentasi. b. Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan. Staf Ahli Bidang Politik. pemikiran dan pengkajian aspek hak asasi manusia. dan d. (2) Staf Ahli Bidang Politik. Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Direktorat Jenderal. (4) Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah pengembangan budaya hukum. BAB XIV STAF AHLI Pasal 1207 Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahlianya. Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum. pemikiran dan pengkajian aspek ekonomi dan hubungan luar negeri. sosial dan keamanan. Sosial dan Keamanan. Pasal 1210 (1) Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah perekonomian dan hubungan luar negeri. (5) Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pelanggaran hak asasi manusia. c. e. (3) Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah hukum lingkungan dan pertanahan. Badan dan Inspektorat Jenderal. sosial dan keamanan. pemikiran dan pengkajian aspek politik. b.

administrasi keuangan. 174 . penyusunan rencana. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan c. Subbagian Keuangan. serta pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Pusjianbang. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif. pemasyarakatan. dalam Pasal 1215.BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1211 (1) Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Pusjianbang adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengkajian dan pengembangan kebijakan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusjianbang dipimpin oleh seorang Kepala. b. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Pusjianbang menyelenggarakan fungsi : a. c. pelaksanaan pengkajian dan pengembangan serta perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. Bidang Pengkajian dan Pengembangan. keimigrasian. kepegawaian. program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan Pusjianbang. Bagian Umum Pasal 1217 Bagian Umum terdiri atas : a. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 1215 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. keimigrasian. pengelolaan administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 1216 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1214 Pusjianbang terdiri atas : a. d. pengelolaan urusan tata usaha. b. c. Bagian Umum. kepegawaian. Pasal 1212 Pusjianbang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. pengelolaan urusan tata usaha dan kepegawaian. dan d. b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 1213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. pemasyarakatan. Bidang Penyusunan Program dan Laporan.

program dan anggaran serta laporan Pusjianbang. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan c. program dan anggaran di lingkungan Pusjianbang. pelaksanaan kegiatan pengembangan hasil pengkajian kebijakan. pembukuan. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. (2) Subbidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi program dan laporan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pusjianbang. dan d. pembuatan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan. b. b. Pasal 1226 (1) Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan mempunyai tugas melakukan pengkajian melalui pengumpulan. (3) Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan atas hasil pengkajian dan pengembangan kebijakan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan guna mendukung kegiatan pengkajian dan pengembangan. penerimaan. Pasal 1219 Bidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbidang Evaluasi dan Laporan. analisa dan pengembangan kebijakan. Pasal 1220 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219.Pasal 1218 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat. pelaksanaan kegiatan pengkajian kebijakan. pemeliharaan. dan b. c. (2) Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan melalui kegiatan diskusi dan seminar atas hasil pengkajian kebijakan serta perumusan atas hasil pengembangan kebijakan guna dijadikan rekomendasi kepada Pimpinan Departemen. perumusan rekomendasi kebijakan serta pengelolaan urusan perpustakaan dan dokumentasi. Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 1225 Bidang Pengkajian dan Pengembangan terdiri atas : a. penataan kearsipan. (3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 1221 Bidang Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Bidang Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bidang Pengkajian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. perawatan barang inventaris dan pengamanan sarana dan prasarana. Pasal 1223 Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengolahan dan analisa data serta penyajian hasil pengkajian kebijakan. dan kepegawaian di lingkungan Pusjianbang. Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan. program dan anggaran . Pasal 1222 (1) Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. 175 . dan b. Pasal 1224 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. pengelolaan urusan dokumentasi dan perpustakaan.

Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. 176 . Inspektur. Kepala UPT dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Kepala Biro. Kepala Seksi. Kepala Bidang. Kepala Subbagian. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Inspektur Jenderal. Staf Ahli. Direktur Jenderal. Kepala Pusat. Kepala Bagian. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Kepala Subbidang. terdiri atas Jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Kepala Subdirektorat. Sekretaris Direktorat Jenderal. Sekretaris Badan. Direktur. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Departemen serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. (1) (2) (3) (4) (5) (6) BAB XVII TATA KERJA Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Jenderal. Pasal 1230 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1232 Setiap pimpinan satuan organisasi dan pejabat fungsional wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.BAB XVI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1227 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1231 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Kepala Badan. Kelompok Jabatan Fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Biro/Sekretariat Direktorat Jenderal/Direktorat/Sekretariat Badan/Pusat secara administratif bertanggung jawab kepada masing-masing Kepala Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Direktur/Sekretaris Badan/Kepala Pusat. Pasal 1233 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Pasal 1228 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227.

BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL Pasal 1236 (1) Instansi Vertikal Departemen adalah Kantor Wilayah Departemen di Propinsi. Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).07. BAB XX KETENTUAN PENUTUP Pasal 1240 Perubahan atas susunan Organisasi dan Tata Kerja dalam peraturan ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. 177 .Pasal 1234 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 1242 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.03-PR. ditetapkan dengan Peraturan Menteri tersendiri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pasal 1241 Peraturan Menteri Nomor M. Pasal 1239 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuansatuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Tugas dan Fungsi. Pasal 1235 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 1237 Instansi Vertikal di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1238 (1) Di lingkungan Departemen terdapat Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Departemen sesuai dengan kebutuhan. ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pembentukan. (2) Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 April 2007 178 .

I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA STAF AHLI INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA i .09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.

I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERLENGKAPAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ii .07.09-PR.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN LAPORAN BAGIAN ORGANISASI BAGIAN KETATALAKSANAAN Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Evaluasi dan Laporan I Subbagian Evaluasi dan Laporan II Subbagian Evaluasi dan Laporan III Subbagian Evaluasi dan Laporan IV Subbagian Kelembagaan I Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja Subbagian Pengembangan Sistem Prosedur dan Metode Kerja Subbagian Evaluasi Tatalaksana Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Kelembagaan II Subbagian Kelembagaan III iii .

BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN PEMBERHENTIAN. PENSIUN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai Subbagian Peraturan Perundangundangan Subbagian Jaminan Sosial Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai Subbagian Pengembangan Sistem dan Diklat Luar Negeri Subbagian Penyaringan Pegawai Subbagian Mutasi I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai Subbagian Tata Naskah I Subbagian Mutasi II Subbagian Tata Naskah II Subbagian Mutasi III Subbagian Penggandaan I Subbagian Mutasi IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Penggandaan II iv .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN DAN TATA USAHA KEUANGAN BAGIAN PENGUJIAN DAN PENERBITAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN Subbagian Pelaksanaan Anggaran I Subbagian Pelaksanaan Anggaran II Subbagian Pelaksanaan Anggaran III Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM I Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM II Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM III Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM IV Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV Subbagian Tata Usaha Keuangan Subbagian Kerugian Negara Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL v .

BIRO PERLENGKAPAN BAGIAN ANALISA KEBUTUHAN BAGIAN PENGADAAN BAGIAN PENYIMPANAN DAN PENYALURAN BAGIAN INVENTARISASI BAGIAN PENGHAPUSAN Subbagian Penyediaan Data Subbagian Harga dan Mutu Subbagian Pergudangan dan Penyaluran Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan Subbagian Pemeliharaan Subbagian Pembukuan Subbagian Penilaian Subbagian Pembakuan Subbagian Tender Subbagian Pendataan Inventaris Subbagian Perubahan Status P l k Subbagian Pelaksanaan Penghapusan Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pembelian Subbagian Statistik dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vi .

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAGIAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI Subbagian Hubungan Kelembagaan Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Subbagian Kerja Sama BadanBadan Internasional Subbagian Kerja Sama Antar Negara Subbagian Penyusunan Program. Evaluasi dan Laporan Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vii .

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA DEPARTEMEN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN BINA SIKAP MENTAL BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PENGAMANAN Subbagian Persuratan Subbagian Tata Usaha Menteri Subbagian Tata Usaha Sekretariat Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Protokol Subbagian Rohani dan Sosial Subbagian Kesehatan Pegawai Subbagian Kesejahteraan Subbagian Urusan Dalam Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas Subbagian Gaji Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pengamanan Pimpinan Subbagian Pengamanan Lingkungan Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi Subbagian Arsip Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Agenda dan Pengiriman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL viii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT PUBLIKASI.07.09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M. KERJA SAMA DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH ix .

Informasi dan Laporan Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Arsip dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat x .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jafung Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Data.

TEKNIK. DAN PENYIAPAN PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan P d d Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundangundangan SUBDIREKTORAT PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG UNDANG SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN Seksi Penyusunan Rencana dan Program Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-undang Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-undang KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengelolaan Dokumentasi Seksi Perpustakaan Hukum xi .DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI SUBDIREKTORAT METODE.

HUKUM. Perdagangan. Hukum. Riset dan Teknologi I Seksi Analisa Bidang Industri. Riset dan Teknologi II SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II Seksi Analisa Bidang Politik.DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG POLITIK. Perdagangan. dan Keamanan II Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xii . dan Keamanan I Seksi Analisa Bidang Politik. PERDAGANGAN. Hukum. DAN KEAMANAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG INDUSTRI. RISET DAN TEKNOLOGI Seksi Analisa Bidang Industri.

DIREKTORAT PUBLIKASI. DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PUBLIKASI SUBDIREKTORAT KERJA SAMA SUBDIREKTORAT PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Seksi Penerbitan Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan Seksi Administrasi Pengundangan Seksi Aplikasi Seksi Distribusi dan Penyebarluasan Seksi Dokumentasi Seksi Sarana. KERJA SAMA. Prasarana dan Implementasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xiii .

DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIAPAN DAN PENDAMPINGAN PERSIDANGAN SUBDIREKTORAT FASILITASI BAHAN DAN ANALISIS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR LEMBAGA Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan Seksi Penyiapan Bahan dan Data Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat Seksi Analisis. Laporan dan Dokumentasi xiv .

DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN PELAPORAN SUBDIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIK PERANCANGAN PERATURAN DAERAH SUBDIREKTORAT MEDIASI DAN KONSULTASI Seksi Pengumpulan Data 4 Seksi Perencanaan d P Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Bimbingan dan Latihan Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi Seksi Pengolahan Data KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xv .

07.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERDATA DIREKTORAT PIDANA DIREKTORAT TATA NEGARA DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL DIREKTORAT DAKTILOSKOPI xvi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendahara an Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas Subbagian Pengetikan dan P d Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan xvii .

DIREKTORAT PERDATA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM PERDATA UMUM SUBDIREKTORAT BADAN HUKUM SUBDIREKTORAT PENDAFTARAN FIDUSIA SUBDIREKTORAT HARTA PENINGGALAN SUBDIREKTORAT NOTARIAT Seksi Pendapat Hukum Seksi Legalisasi Seksi Perseroan Tertutup Seksi Perseroan Terbuka Seksi Badan Hukum Sosial Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Penerimaan dan Pemrosesan Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan Seksi Daftar Wasiat Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris Seksi Pengawasan Notaris Seksi Dokumentasi Notariat Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Perubahan Nama Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Dokumentasi xviii .

DIREKTORAT PIDANA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PIDANA UMUM SUBDIREKTORAT EKSTRADISI DAN BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK SUBDIREKTORAT PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL Seksi Analisa Hukum Pidana Seksi Ekstradisi Seksi Bimbingan dan Pemantauan PPNS Seksi Pemantauan dan Evaluasi Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik Seksi Dokumentasi xix .

I Seksi Analisa dan Pertimbangan Seksi Analisa Pewarganegaraan Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Khusus Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Seksi Dokumentasi Seksi Penyelesaian Seksi Pendaftaran Partai Politik Seksi Pengujian dan Pemantauan xx .DIREKTORAT TATA NEGARA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM TATA NEGARA SUBDIREKTORAT PEWARGANEGARAAN SUBDIREKTORAT BUKTI KEWARGANEGARAAN R.

DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL UMUM SUBDIREKTORAT HUKUM EKONOMI DAN KELEMBAGAAN INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT HUKUM LAUT DAN HUKUM UDARA Seksi Hukum Humaniter Seksi Hukum Lingkungan Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral Seksi Hukum Laut Seksi Hukum Udara Seksi Dokumentasi xxi .

DIREKTORAT DAKTILOSKOPI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERUMUSAN DAN IDENTIFIKASI SUBDIREKTORAT DATA DAN INFORMASI SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN ARSIP TERAAN Seksi Perumusan Seksi Pengumpulan Data Seksi Penataan dan Informasi Seksi Dokumentasi Seksi Identifikasi Seksi Arsip Teraan xxii .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK DIREKTORAT BINA PERAWATAN DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA xxiii .07.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Perundangundangan d Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Humas dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxiv .

DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT REGISTRASI

SUBDIREKTORAT PENEMPATAN DAN MUTASI

SUBDIREKTORAT SIDIK JARI

SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN DOKUMENTASI

Seksi Registrasi Tahanan dan Basan Seksi Registrasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan

Seksi Penempatan, Mutasi Tahanan dan Basan Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan

Seksi Perumusan dan Identifikasi Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan

Seksi Statistik, Dokumentasi Tahanan dan Basan Seksi Statistik, Dokumentasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan

xxv

DIREKTORAT BINA PERAWATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESEHATAN DAN MAKANAN

SUBDIREKTORAT BASAN DAN BARAN

SUBDIREKTORAT SARANA DAN EVALUASI

Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi Seksi Pengendalian Bahan Makanan

Seksi Pemeliharaan Seksi Penilaian Jenis dan Mutu

Seksi Analisa Kebutuhan Seksi Pengelolaan Sarana Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Penghapusan

xxvi

DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DAN BIMBINGAN

SUBDIREKTORAT PEMBINAAN

SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT PEMBIMBINGAN

Seksi Bimbingan Hukum Seksi Orientasi dan Observasi Seksi Penelitian Kemasyarakatan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Mental Rohani Seksi Pembinaan Kewarganegaraan Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan

Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan Seksi Pendidikan Luar Sekolah

Seksi Bimbingan Klien

Seksi Asimilasi

Seksi Integrasi Seksi Pendayagunaan Kerja TPP

xxvii

DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT BIMBINGAN DAN LATIHAN KETERAMPILAN

SUBDIREKTORAT KEGIATAN KERJA

SUBDIREKTORAT PRODUKSI

SUBDIREKTORAT TENAGA KERJA

SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN PEMASARAN

Seksi Bimbingan Minat dan Bakat Seksi Pengembangan Kewirausahaan Seksi Bimbingan Keterampilan Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan

Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan

Seksi Standardisasi dan Pengendalian Seksi Pembinaan Produksi Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi

Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Kemitraan

Seksi Pemasaran Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan

xxviii

DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN

SUBDIREKTORAT SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TEKNIS PETUGAS PENGAMANAN

Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Kamtib

Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Kamtib Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Kamtib Seksi Evaluasi dan Laporan Kamtib

Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Kamtib Seksi Penindakan Gangguan Kamtib Seksi Keselamatan dan Keamanan Basan dan Baran

Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan Seksi Bantuan Hukum

xxix

DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERAWATAN KESEHATAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT BIMBINGAN HUKUM SUBDIREKTORAT KEMITRAAN Seksi Identifikasi Ketergantung an Seksi Perawatan Jasmani Seksi Perawatan Mental Rohani Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan Seksi Keterampilan dan Usaha Seksi Seni dan Budaya Seksi Konsultasi Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah Seksi Kerja Sama LSM dan Antar Negara Seksi Monitoring dan Evaluasi xxx .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN xxxi .09-PR.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.

Dokumentasi & Kepustakaan Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Subbagian Peraturan Perundangundangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxii . LITIGASI DAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Analisa Kebutuhan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pengembangan.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN HUMAS. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengadaan dan Peralatan Subbagian Litigasi Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Tata Persuratan.

Evaluasi dan Laporan Seksi Visa Kunjungan Seksi Izin Masuk Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI Seksi Izin Bertolak Seksi Fasilitas Wisatawan Asing Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian Seksi Visa Tinggal Terbatas xxxiii .DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN TKI SUBDIREKTORAT VISA SUBDIREKTORAT IZIN MASUK DAN BERTOLAK SUBDIREKTORAT FASILITAS KEIMIGRASIAN Seksi Paspor. dan PLB Seksi Paspor TKI Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. SPLP.

DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT IZIN TINGGAL SUBDIREKTORAT ALIH STATUS KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT STATUS KEIMIGRASIAN Seksi Izin Tinggal Kunjungan Seksi Izin Tinggal Terbatas Seksi Izin Tinggal Tetap Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Status Keimigrasian Seksi Surat Keterangan Keimigrasian Seksi Izin Tinggal Khusus / Darurat xxxiv .

DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT OPERASI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PRODUKSI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENGAMANAN PERIZINAN KEIMIGRASIAN Seksi Operasi Intelijen Wilayah I Seksi Operasi Intelijen Wilayah II Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri Seksi Pengamanan Perizinan WNI Seksi Pengamanan Perizinan WNA Seksi Produksi Intelijen xxxv .

DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIDIKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENINDAKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENANGKALAN SUBDIREKTORAT DETENSI IMIGRASI DAN DEPORTASI Seksi Penyidikan Wilayah I Seksi Penindakan Wilayah I Seksi Pencegahan Seksi Detensi Imigrasi Seksi Penyidikan Wilayah II Seksi Penindakan Wilayah II Seksi Penangkalan Seksi Deportasi Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara Seksi Pembinaan PPNS Imigrasi Seksi Evaluasi dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxvi .

dan Papua New Guinea Seksi Organisasi Internasional PBB Seksi Organisasi Internasional Non PBB Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Asia Pasifik dan Afrika Seksi Amerika dan Eropa Seksi Penyebaran Informasi xxxvii .DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT LINTAS BATAS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN KERJA SAMA KEIMIGRASIAN PERWAKILAN Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina Seksi Lintas Batas Timor Leste.

PENGEMBANGAN DAN PENGAMANAN SISTEM INFORMASI Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi SUBDIREKTORAT REGISTRASI.DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENYEBARAN DAN KERJA SAMA SISTEM INFORMASI Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam N i Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri SUBDIREKTORAT PERENCANAAN. DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN DOKUMEN Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian xxxviii .

I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMISI BANDING SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT HAK CIPTA. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG DIREKTORAT PATEN DIREKTORAT MEREK DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI xxxix .07.09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. DESAIN INDUSTRI.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Administrasi Penyidik Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional Subbagian Administrasi HKI Subbagian Tata Usaha Pimpinan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xl .

DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT DESAIN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HAK CIPTA. DESAIN INDUSTRI. Mutasi dan Lisensi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Hak Cipta Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang xli .DIREKTORAT HAK CIPTA. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis Seksi Pemeriksaan dan Publikasi Seksi Sertifikasi.

Pengalihan Hak dan Lisensi Seksi Publikasi Seksi Sertifikasi xlii .DIREKTORAT PATEN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN I SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN II SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN III SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Formalitas Seksi Pelayanan Teknis Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemeliharaan.

DIREKTORAT MEREK Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERMOHONAN DAN PELAYANAN SUBDIREKTORAT PEMERIKSAAN SUBDIREKTORAT INDIKASI GEOGRAFIS SUBDIREKTORAT SERTIFIKASI DAN PENGUMUMAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan Seksi Pemeriksaan Formalitas Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Seksi Sertifikasi Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding Seksi Mutasi dan Lisensi Seksi Pelayanan Teknis Seksi Klasifikasi Seksi Pengumuman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xliii .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA NASIONAL Seksi Penyebaran Informasi Seksi Pengkajian dan Pengembangan Seksi Kerja Sama Regional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah Seksi Pelatihan Seksi Perpustakaan xliv .

Desain Industri.DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM SUBDIREKTORAT PENDUKUNG SISTEM SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PROSES SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI Seksi Administrasi dan Pengembangan Data Base Seksi Pengembangan Aplikasi Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan Seksi Administrasi Sistem Jaringan Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi I f i Seksi Situs Internet Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Seksi Dokumentasi Hak Paten Seksi Dokumentasi Hak Merek KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlv .

09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA xlvi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.I Nomor : M.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Mutasi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perjalanan Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlvii .

DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN ALUMNI DAN INSTITUSI HAM SUBDIREKTORAT DISEMINASI HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT BAHAN DISEMINASI Seksi Pendidikan Dalam Negeri Seksi Pendidikan Luar Negeri Seksi Kurikulum Pendidikan HAM Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri Seksi Institusi HAM Non Pemerintah Seksi Institusi HAM Pemerintah Seksi Diseminasi Aparatur Negara Seksi Diseminasi Penegak Hukum Seksi Diseminasi Masyarakat Seksi Bahan Instrumen Nasional Seksi Bahan Instrumen Internasional Seksi Bahan Instrumen Praktis xlviii .

DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK SIPIL DAN POLITIK SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK EKONOMI. SOSIAL DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT INSTRUMEN HAM Seksi Kerja Sama Asia Pasifik Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi LSM Internasional Seksi Kerja Sama Hak Sipil Seksi Kerja Sama Hak Politik Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi Seksi Kerja Sama Hak Sosial Seksi Kerja Sama Hak Budaya Seksi Ratifikasi Instrumen HAM Internasional Seksi Harmonisasi Instrumen HAM Nasional xlix .

Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PEREMPUAN SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK TENAGA KERJA SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya l . Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM INFORMASI HAM SUBDIREKTORAT PENDAYAGUNAAN INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Seksi Pengumpulan Data Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi HAM Penerbitan dan Penyebaran Informasi HAM Seksi Seksi Pengolahan Data Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan li .

DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PERMASALAHAN DAN DISKRIMINASI HAM SUBDIREKTORAT PROSES PENEGAKAN HUKUM DAN HAM SUBDIREKTORAT EVALUASI DAN PELAPORAN HAM Seksi Penerapan HAM di Pemerintah Seksi Permasalahan HAM Seksi Pra Peradilan Seksi Evaluasi HAM Seksi Penerapan HAM di Masyarakat dan Dunia Usaha Seksi Diskriminasi HAM Seksi Pasca Peradilan Seksi Pelaporan HAM lii .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN INSPEKTORAT HUKUM.09-PR.07. HAK ASASI MANUSIA DAN HKI PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN INSPEKTORAT KHUSUS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liii .

HAM dan HKI Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan I Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan II Subbagian Analisis LHP Keimigrasian Subbagian Analisis LHP Khusus Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Umum.SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN I BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN II BAGIAN UMUM BAGIAN KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Analisis LHP Kepegawaian I Subbagian Analisis LHP Kepegawaian II Subbagian Analisis LHP Keuangan. Pemberhentian Subbagian Mutasi dan Promosi Subbagian Pengembangan Pegawai KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liv . dan Perlengkapan Subbagian Analisis LHP Hukum.

INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lv .

INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvi .

HAK ASASI MANUSIA DAN HKI Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvii .INSPEKTORAT HUKUM.

PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lviii .

INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lix .

INSPEKTORAT KHUSUS Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lx .

09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL PUSAT PENYULUHAN HUKUM lxi .I Nomor : M.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Arsip Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxii .

PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI BIDANG PENELITIAN DAN PENGKAJIAN HUKUM BIDANG PERTEMUAN ILMIAH Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi Subbidang Penelitian Hukum Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah Subbidang Pengkajian Hukum Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiii .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM.

PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PERENCANAAN LEGISLASI BIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN HUKUM BIDANG ANALISIS EVALUASI DAN PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis Subbidang Kerja sama Nasional Pengembangan Hukum Subbidang Kerja sama Internasional Pengembangan Hukum Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiv .

Monitoring.PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL BIDANG PUBLIKASI HUKUM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK BIDANG JARINGAN DOKUMENTASI. dan Pelayanan Teknis Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Data Base Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Perpustakaan Hukum lxv . INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN HUKUM Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum Subbidang Penyusunan Program.

PUSAT PENYULUHAN HUKUM BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGEMBANGAN PENYULUHAN HUKUM BIDANG PEMBUDAYAAN KESADARAN HUKUM Subbidang Penyusunan Program Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis Subbidang Temu Wicara dan Diskusi Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum Subbidang Media Cetak dan Elektronik Subbidang Pameran. Konsultasi dan Bantuan Hukum Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan Subbidang Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxvi . Pementasan.

SOSIAL DAN BUDAYA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN lxvii .I Nomor : M.09-PR.07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK SIPIL DAN POLITIK PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK EKONOMI.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN DATA DAN INFORMASI Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Subbagian Data Subbagian Mutasi dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas Subbagian Informasi dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan lxviii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENELITIAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Sipil Subbidang Pengembangan Hak-hak Sipil Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Politik Subbidang Pengembangan Hak-hak Politik Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxix .

SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENELITIAN HAK–HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hakhak Ekonomi Subbidang Pengembangan Hak-hak Ekonomi Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hakhak Sosial dan Budaya KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Sosial dan Budaya Subbidang Laporan lxx .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT BIDANG PENELITIAN HAM YANG BERAT BIDANG PENGEMBANGAN HAM YANG BERAT BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Keman siaan Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxi .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN BIDANG PENELITIAN HAK-HAK PEREMPUAN. ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Kelompok Minoritas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas Subbidang Laporan lxxii . ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG PENGEMBANGAN HAKHAK PEREMPUAN.

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.I Nomor : M.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA AKIP AIM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiii .

Laporan dan Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Kerja Sama Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perpustakaan dan Arsip KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiv .SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data.

PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxv .

PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvi .

PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvii .

07.PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BAGIAN UMUM Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan BIDANG PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbidang Evaluasi dan Laporan BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxviii .09 – PR.

Pasal 26 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan. Tugas. FUNGSI. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. fungsi. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. saran. dan tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. TUGAS. d. 2. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. FUNGSI. SUSUNAN ORGANISASI. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. 3. Departemen dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. dipandang perlu menetapkan kedudukan. tugas. SUSUNAN ORGANISASI. kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidangnya.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN. MEMUTUSKAN : : PERATURAN PRESIDEN TENTANG KEDUDUKAN. susunan organisasi. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Departemen menyelenggarakan fungsi : a. BAB III DEPARTEMEN Bagian Pertama Kedudukan. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. TUGAS. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. Menimbang : bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kabinet Indonsia Bersatu dan untuk lebih meningkatkan koordinasi serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan negara yang berdaya guna dan berhasil guna. penyampaian laporan hasil evaluasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. : 1. b. perumusan kebijakan nasional. e. Mengingat Menetapkan I . c. dan Fungsi Pasal 25 (1) (2) Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah.

Departemen Komunikasi dan Informatika. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Pertahanan. b. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. e. Departemen Kesehatan. Bagian Keduapuluh Dua Susunan Organisasi Pasal 69 Departemen terdiri dari : a. 2. Departemen Perdagangan. kebijakan pelaksanaan. c. 17. 20. d. Direktorat Jenderal. 9. 6. c. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Departemen Kehutanan. f. penyampaian laporan hasil evaluasi. 15. Inspektorat Jenderal. Departemen Kelautan dan Perikanan. 12. d. 7. Menteri. perumusan kebijakan nasional. 14. b. II . 4. Sekretariat Jenderal. Departemen Keuangan. e. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. 11. 5. Departemen Perhubungan.Pasal 28 Departemen terdiri dari : 1. Bagian Kelima Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 35 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. saran. Departemen Sosial. 10. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. Badan dan/atau Pusat. Dalam Luar Negeri. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Staf Ahli. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. 19. Departemen Pendidikan Nasional. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Departemen Perindustrian 8. Departemen Pertanian. Departemen Agama. Departemen Dalam Negeri. Departemen Pekerjaan Umum. 18. 13. 3. 16.

koordinasi kegiatan Departemen. d. kriteria. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidangnya. dan Lembaga lain yang terkait. b. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. penyusunan standar. Lembaga Pemerintah Non Departemen. pelaksanakan kebijakan di bidangnya. dan prosedur di bidangnya. Kementerian Negara. d. (2) Biro terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. Subdirektorat terdiri dari 2 (dua) Seksi. Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. Departemen lain. (1) (2) (3) (4) (5) III . penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal.Bagian Keduapuluh Tiga Sekretariat Jenderal Pasal 70 Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. (1) (2) Pasal 71 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. c. Direktorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal dan paling banyak 5 (lima) Direktorat. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. c. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal Pasal 75 Direktorat Jenderal mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidangnya. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. e. norma. Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 76 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75. Pasal 73 (1) Sekretariat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Biro. pedoman. yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. Pasal 77 Jumlah Direktorat Jenderal ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. (3) Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. Bagian Keduapuluh Empat Direktorat Jenderal Pasal 74 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen.

penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Bagian Keduapuluh Enam Badan dan/atau Pusat Pasal 82 Di lingkungan Departemen dapat dibentuk Badan dan/atau Pusat sebagai pelaksana tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup dalam tugas Sekretariat Jenderal dan/atau Direktorat Jenderal dan/atau Inspektorat Jenderal sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. (3) Inspektorat membawahkan Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. keuangan. dan Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbagian.Bagian Keduapuluh Lima Inspektorat Jenderal Pasal 78 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. (2) Badan terdiri dari Sekretariat Badan dan paling banyak 4 (empat) Pusat/Biro. Pasal 81 (1) Inspektorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Jenderal dan paling banyak 4 (empat) Inspektorat. d. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 84 (1) Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. Pasal 79 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. (4) Pusat/Biro terdiri dari kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang/Bagian. dan masing-masing Bidang/Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbidang/Subbagian. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 83 (1) Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. (2) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. (5) Pusat yang tempat kedudukannya tidak satu lokasi dengan tempat kedudukan Sekretariat Badan terdiri dari Subbagian Tata Usaha atau Bagian Tata Usaha yang terdiri dari 2 (dua) Subbagian. pelaksanaan pengawasan kinerja. (3) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. IV . dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang yang masing-masing Bidang terdiri dari 2 (dua) Subbidang. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan hasil pengawasan. b.

(2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.b. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya. Inspektur Jenderal. (3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. V . (3) Bagian Tata Usaha terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. (4) Kepala Bagian. Kepala Pusat. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. (5) Kepala Subbagian. (2) Pembentukan.a. Sekretaris Kementerian Negara. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Sekretaris Jenderal.a. Bagian Keduapuluh Tujuh Staf Ahli Pasal 85 (1) Menteri dapat dibantu oleh paling banyak 5 (lima) Staf Ahli. Direktur. Badan. Bagian Keduapuluh Sembilan Lain-lain Pasal 87 (1) Departemen secara selektif dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administrasi berada di bawah Sekretaris Jenderal. Bagian Keduapuluh Delapan Instansi Vertikal Pasal 86 (1) Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang tidak diserahkan kepada Daerah dapat membentuk instansi vertikal. dan tata laksana instansi vertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden. Kepala Subbidang. Inspektur. (4) Bidang terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbidang.(2) Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang. (3) Kepala Biro. (2) Staf Ahli berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretaris Badan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. DAN PEMBERHENTIAN Pasal 132 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. Kepala Bidang. (5) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas.a. Direktorat Jenderal. susunan organisasi. Asisten Deputi. PENGANGKATAN. Direktur Jenderal. (2) Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. BAB VI ESELON. dan Inspektorat Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal.a. Deputi. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.

Sekretaris Kementerian Negara. BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 137 Pada Kementerian Koordinator. Sekretaris Jenderal. Direktur Jenderal. kearsipan. dan masing-masing Inspektorat terdiri dari Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. VI . (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri yang bersangkutan. Kepala Badan. masing-masing Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. dan Kementerian Negara dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan masing-masing Bidang terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbidang. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia 1) Sekretariat Jenderal terdiri paling banyak 6 (enam) Biro.Pasal 133 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. Pasal 139 Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Politik Luar Negeri. dan masingmasing Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. Departemen dan Kementerian Negara dapat ditetapkan Jabatan Fungsional. Departemen. 3) Direktorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri. b) Pusat paling banyak 4 (empat). Deputi. perlengkapan. BAB VII ADMINISTRASI DAN PEMBIAYAAN Pasal 134 Pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan masing-masing Subdirektorat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Seksi. Justisi. b) Inspektorat paling banyak 6 (enam). Pertahanan. dan persandian diselenggarakan oleh masing-masing Kementerian Koordinator. Inspektur Jenderal. Keamanan. 2) Inspektorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. 4) Badan terdiri dari : a) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. masing-masing Pusat terdiri dari kelompok jabatan fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bidang. Pasal 135 Segala pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas masing-masing Kementerian Koordinator. masing-masing Biro terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. dan Kementerian Negara. jumlah unit organisasinya ditetapkan sebagai berikut : b. dan masing-masing Bagian dapat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. keuangan. Departemen. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. b) Direktorat paling banyak 6 (enam). Moneter dan Fiskal Nasional serta Agama.

Tugas. Fungsi. Departemen. Departemen. VII . dan Kementerian Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Presiden atas Usul Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen. Pasal 144 (1) Rincian tugas. susunan organisasi. fungsi. Susunan Organisasi. Dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan Peraturan Presiden ini. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 146 (2) Sebelum organisasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terbentuk. dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. Kewenangan. Departemen. Pasal 147 (1) Keputusan Menteri yang merupakan pelaksanaan : c. dan tata kerja Kementerian Koordinator. (2) Penyesuaian terhadap Peraturan Presiden ini dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden. pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum dan hak asasi manusia dilakukan oleh perangkat Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. (2) Salinan Peraturan Menteri tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkan. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang operasionalnya dikendalikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sampai dengan ditetapkannya organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Peraturan Presiden ini.Pasal 142 Pejabat Struktural Eselon Ia yang dialih tugaskan pada jabatan staf ahli tetap diberikan Eselon Ia Pasal 143 (1) Unit organisasi dan tugas eselon I pada masing-masing Kementerian Koordinator. (2) Unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada masing-masing Kementerian Koordinator. Pasal 145 Pengecualian terhadap organisasi Kementerian Koordinator.

Kewenangan. Fungsi. ttd. VIII .BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 148 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. Pasal 149 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.H. Nahattands. maka : c. Dinyatakan tidak berlaku. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan Tugas. ttd Lambock V.

i. 4. k. Badan Pembinaan Hukum Nasional. b. 2. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia. Fungsi. Susunan Organisasi. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. e. Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tugas. Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Pasal 14 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. h. dan untuk menjamin terselenggaranya tugas pemerintahan. Tugas. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. d. Fungsi. Staf Ahli. f. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dipandang perlu menetapkan Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 3. Sekretariat Jenderal. g. c. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Inspektorat Jenderal. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. j. Direktorat Jenderal Imigrasi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Mengingat (1) IX . Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Susunan Organisasi. : 1.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. BAB II DEPARTEMEN Bagian Keempat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a.

Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara Koordinator. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 (2) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2004. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. c. b. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. dinyatakan tidak berlaku. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden ini. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2004. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. X .(2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. Badan. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Penyesuaian unit organisasi dan tugas eselon I pada Kementerian Negara Republik Indonesia. Direktorat Jenderal. maka : a. (11) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Keputusan Menteri tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini dinyatakan tetap berlaku. (7) Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perlindungan hak asasi manusia. dan Inspektorat Jenderal.

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet dan Bidang Hukum dan Perundang-undangan. XI . H. Nahattands.Pasal 71 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ttd. Lambock V. DR. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden : a. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. Nomor 63 Tahun 2005. Sekretariat Jenderal. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. : 1. Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Nomor 80 Tahun 2005. 3. Ketentuan Pasal 13 diubah. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. Mengingat XII . Susunan Organisasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Nomor 66 Tahun 2006. d. Tugas. 2. c. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2006.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Diubah sebagai berikut : 1. b. d. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. 4. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. b. c. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Nomor 15 Tahun 2005. Fungsi. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.

(11) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. 2. Direktorat Jenderal. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. i. ttd Lambock V. (2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. Badan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi anusia. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. ttd. Badan Pembinaan Hukum Nasional. h. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. Ketentuan Pasal 14 diubah. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. Direktorat Jenderal Imigrasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. (7) Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknik di bidang hak asasi manusia. j. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 2 Nopember 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. H. k. f. (12) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. dan Inspektorat Jenderal. Staf Ahli. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal.e. g. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. Nahattands. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 14 (1) Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. l. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. DR. Inspektorat Jenderal. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. XIII . Pasal II Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/1841/M. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan HAM atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan HAM. Tembusan Yth. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan HAM dan salinannya disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. 5 Oktober 2005 Kepada Yth.PR.PAN/10/2005 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah Jakarta. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut.: 1. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara.07. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan HAM. disampaikan terima kasih. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penataan organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan HAM. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : M. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XIV .10-26 tanggal 10 Agustus 2005 perihal Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada.

7.Lampiran Surat Men. 4.PAN Nomor : B/1841/M. 5. 8. Kebijakan JUMLAH XV . 3. UNIT ORGANISASI Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Imigrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia Insperktorat Jenderal I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 JUMLAH ESELON II III IV 6 27 96 6 6 7 7 6 6 7 5 5 1 1 63 25 22 29 29 26 25 5 18 17 4 3 230 52 67 92 85 65 68 24 46 35 13 8 651 Badan Pembinaan Hukum Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan 10. 9.PAN/10/2005 Tanggal : 5 Oktober 2005 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM NO 1. 6. Hukum dan Hak Asasi Manusia 11. 2. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Pusat Pengkajian dan Pengembangan 12.

01. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XVI . yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/941/M.06-02 tanggal 5 Januari 2007 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.: 1. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. 16 April 2007 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepada Yth. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : MUM. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. disampaikan terima kasih. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3.PAN/4/2007 Jakarta. Tembusan Yth.

5.PAN/4/2007 Tanggal : 16 April 2007 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NO 1. 4. UNIT ORGANISASI Kepala Badan Sekretariat Badan Kepala Pusat Kepala Bagian Kepala Bidang Kepala Subbagian Kepala Subbidang JUMLAH Ia 1 1 JUMLAH ESELON IIa IIIa IVa 1 3 4 4 9 13 12 18 30 XVII . 2. 6. 3.PAN Nomor : B/941/M.Lampiran Surat Men. 7.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->