Anda di halaman 1dari 15

TUGAS KELOMPOK ANALISIS KARYA SASTRA ALI AHMAD BAKTSIR Masrahiyah Ha>ru>t Wa Ma>>ru>t

MATA KULIAH SASTRA ISLAM

Dosen Pengampu : Nur Hidayah, Lc., M.A.

disusun oleh : M. ROICHAN FIRDAUS ARIEF NUR RAHMAN AL AZIIZ C1010021 C1010045

JURUSAN SASTRA ARAB FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2013
1

PENDAHULUAN Sastra Islam menurut Said Hawwa adalah seni atau sastra yang berlandaskan kepada akhlak Islam. Sedangkan menurut Ala al Mozayyen sastra Islam muncul sebagai media dakwah, yang di dalamnya terdapat tujuh karakteristik konsistensi, pesan, universal, tegas dan jelas, sesuai dengan realita, optimis, dan menyempurnakan akhlak manusia. Oleh sastrawan Indonesia, Goenawan Mohammad disebutkan, sastra Islam adalah sastra yang mempromosikan sistem kepercayaan atau ajaran Islam; memuji dan mengangkat tokoh-tokoh Islam; mengkritik realitas yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam; mengkritik pemahaman Islam yang dianggap tidak sesuai dengan semangat asli Islam awal, atau paling tidak, sastra yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam (Goenawan Mohammad: 2010). Salah satu rukun iman dalam Islam adalah beriman tentang adanya malaikat. Dari literatur literatur, kita mendapatkan gambaran malaikat sebagai makhluk berpakaian putih bersih, tidak makan, tidak tidur, dan selalu taat kepada Allah. Namun, benarkah para malaikat tak pernah menentang perintah Allah? Benarkah malaikat hanya mengenal kata taat atas segala perintah Allah seperti gambaran dalam ayat ayat Al quran? Benarkah malaikat adalah makhluk Allah berpakaian putih bersih dengan sayap di kedua lengan mereka dana wajah senantiasa menyunggingkan senyum, hingga siapa saja yang melihatnya menjadi gembira? Lalu bagaimana kedudukan mereka? Apakah mereka lebih mulia dari manusia? Ali Ahmad Baktsir seakan ingin merekonstruksi ulang prinsip tentang malaikat melalui karya Masrahiyah Ha>ru>t Wa Ma>>ru>t. Sehingga dalam novel tersebut Ali Ahmad Baktsir menggambarkan sosok malaikat yang bertolak belakang dengan gambaran malaikat yang selama ini diyakini seluruh umat Islam. Bermula dari potongan ayat dari surat Al Baqarah : 102 yakni :


serta Al Baqarah ayat 30-33 yang mengisahkan tentang protesnya malaikat kepada Allah tentang dijadikannya manusia sebagai khalifah di muka bumi. Padahal yang
2

senantiasa bertasbih adalah golongan malaikat, namun Allah justru menjadi manusia yang mana dalam ayat tersebut mereka membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Sehingga dalam karya tersebut Ali Ahmad Baktsir memaparkan kisah malaikat Harut dan Marut yang terjerumus dalam kesesatan dan kemaksiatan. Meski kisah ini banyak dijadikan rujukan dalam meriwayatkan surat Al Baqarah ayat 102, namun sebagian besar ulama tidak mempercayai keabsahannya. Mereka menganggap kisah ini adalah salah satu kisah khurafat Bani Israil atau kisah Israiliyat yang memang banyak digunakan ahli tafsir ketika menafsirkan ayat-ayat Al Quran. Dalam makalah ini, penulis akan menganalisis karya sastra Ali Ahmad Baktsir Masrahiyah Ha>ru>t Wa Ma>>ru>t, bermula dari Biografi Ali Ahmad Baktsir, sinopsis Masrahiyah Ha>ru>t Wa Ma>>ru>t, Unsur unsur intrinsik apa saja yang terkandung? Lalu nilai-nilai Islam apa yang bisa kita ambil sebagai pembelajaran?. Untuk lebih detailnya akan penulis bahas di bab selanjutnya. PEMBAHASAN A. Biografi Ali Ahmad Baktsir () Ali Ahmad Baktsir Al-kindi lahir di Surabaya Indonesia pada tahun 1910 M. Kedua orang tuanya adalah orang arab yang berasal dari Hadramaut. Ayahnya bernama Syeikh Ahmad bin Muhammad Baktsir yang seorang pedagang dan memiliki dua orang istri. Seorang istrinya tinggal di Hadramaut dan seorang istrinya lagi tinggal di Surabaya. Ali Ahamad Baktsir menghabiskan masa kecilnya di Surabaya. Pada usia 8 tahun ia dikirim ayahnya ke Hadramaut untuk belajar ilmu agama dan bahasa Arab mulai dari tingkat kuttab, kemudian melanjutkan ke al-Ma;had ad-Di>ni. Baktsir menjalani masa mudanya di Hadramaut dan menikah pada usia 20 tahun. Pada tahun 1932 istrinya meninggal dunia karena mengidap penyakit kanker. Setelah kematian istri tercintanya, Baktsir meninggalkan Hadramaut dan melakukan perjalanan ke Somalia, Ethiopia, Hejaz, Makkah, Madinah, dan Thaif. Setelah lulus Bakaloreat di kota Siwun, Hadramaut, pada tahun 1934 Baktsir masuk Fakultas Sastra Universitas Fuad I (Sekarang Universitas Kairo) dengan mengambil jurusan Bahasa Inggris dan selesai pada tahun 1939. Kemudian masuk
3

diploma Tarbiyah Li al-Muallimin hngga lulus pada tahun 1940. Tahun 1943, Baktsir menikah dengan wanita Mesir dan secara resmi menjadi warga negara tersebut pada tanggal 22 Agustus 1951. Sejak tahun 1940-1955, Baktsir bekerja sebagai tenaga pengajar di beberapa sekolah menengah. Setelaah itu, dirinya pindah ke kantor kesenian. Kemudian ia bekerja di Departemen Kebudayaan dan Pembinaan Nasional sampai ujung akhir hayatnya. Baktsir memulai dunia kesastrawannya melalui puisi. Ia sudah mampu menggubah puisi disaat umurnya belum genap 13 tahun. Karya-karya Baktsir dilatari oleh bermacam-macam pengalaman dan lawatan yang dilakukan. Selain itu, karyanya didukung dengan bacaan buku warisan sastra arab dan Barat. Karya-karya sastranya meliputi karya dalam prosa dan puisi. Karya prosanya meliputi novel dan naskah drama. Naskah dramanya mengangkat tema-tema sosial, polotik, dan sejarah. Pada tanggal 10 November 1969, Baktsir wafat dan disemayamkan di pemakaman Imam Syafii di Mesir yang juga merupakan makam keluarga istrinya. Karya-karyanya sebagai berikut : A. Karya dalam bentuk Novel ; 1944) ) sebuah karya novel yang pernah memperoleh penghargaan dari as-Sayyidah Qut al-Qulub adDamradasyiyyah pada tahun 1944, 1945) ) sebuah karya novel yang pernah memperoleh penghargaan dari departemen pendidikan pada tahun 1945, 1946) ) sebuah karya novel, 1948) ) sebuah karya novel, 1956) ) sebuah karya novel, 1993) ) sebuah karya novel B. Karya dalam bentuk drama liris ; ,(1934) 1940) ,(1946) )pernah memperoleh penghargaan perlombaan sastra untuk kelompok nasional pada tahun 1940, )

,(1990) ,(1944 .
C. Karya dalam bentuk drama prosa ; ) ,(1945)

,(1946) ,(1946) ,(1945


1947) )pernah memperoleh penghargaan dari Departemen Urusan sosial pada

tahun 1943, ,(1949) ,(1948) 1951)) pernah memperoleh penghargaan dari departemen pendidikan pada tahun 1944, 1951) )pernah memperoleh penghargaan dari Departemen Urusan Sosial pada tahun1950, ,(1952) ,(1951)

,(1953) , , ,(1961) ,(1959) ,(1956) , pernah memperoleh penghargaan dari Dewan Tinggi urusan Seni,
Budaya, dan Ilmu Sosial pada tahun 1960, 1965) ) sebanyak 19 jilid,

,(1963) ,(1962) ,
) ,(1966) , , ) ,(1990) ,(1990) ,(1967 1990). B. Sinopsis Masrahiyyah Ha>rut wa Ma>rut Masrahiyyah Ha>rut wa Ma>rut merupakan salah satu karya dari Ali Ahmad Baktsir, Terbitan Maktabar Misr, Penerjemah (dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia) oleh Hidayah. Dalam karyanya ini Ali Ahmad Baktsir mengangkat tema tentang malaikat yakni Harut dan Marut. Kisah ini menggambarkan sosok malaikat yang bertolak belakang dengan gambaran malaikat yang selama ini diyakini. Kemestiankemestian malaikat diantaranya adalah Malaikat adalah makhluk Allah yang tidak akan pernah membangkang pada segala perintah Allah, Malaikat adalah makhluk Allah yang selalu berdzikir kepada-Nya, Malaikat adalah makhluk Allah yang selalu berbuat kebaikan, Malaikat adalah makhluk Allah yang selalu jujur, Malaikat adalah makhluk Allah yang tidak akan pernah menipu, dan Malaikat adalah makhluk Allah yang tidak akan pernah tidur, makan, dan minum. Masrahiyyah Ha>rut wa Ma>rut ini terdiri dari empat babak atau bagian . Bagian pertama berisi pengenalan tokoh, pemaparan setting, dan pendahuluan cerita. Bagian kedua berisi pemunculan konflik, sedangkan bagian ketiga dan keempat berupa klimak, anti klimaks, dan solusi.

Berikut adalah pemaparan sinopsis dalam Masra>hiyah Ha>ru>t Wa Ma>>ru>t di masing-masing bagian: 1. Bagian I Mana sedang mencari laki-laki untuk dijadikan sebagai hakim di Istana Babilonia. Banyak pemuda yang berdatangan namun ditolak. Mana menyuruh para pengawal untuk menangkap 3 orang pemuda yang pernah mereka lihat di pasar. Setelah dibawa ke istana, Mana terkagum dengan paras dan penampilan 3 orang pemuda tersebut (Harut, Marut, dan Uzrayail). Di tengah dialog tersebut, muncullah Ratu Ellat bergelayut manja dengan suaminya yang bernama Bal. Uzrayail terpesona dengan kecantikan dan kemolekan ratu Ellat. Uzrayail tersadar bahwa dirinya tersebut pada sebuah perasaan aneh yang baru pertama kali dirasakannya. Mengajak Harut dan Marut kembali ke langit. Harut & Marut => bagaimana harga diri para malaikat kalau kita menyerah sebelum melaksanakan perintah Allah. Namun Uzrayail memilih => mengakui bahwa dia tidak mampu menundukkan hasrat dan syahwat. Akhirnya kembali ke langit. Menyerah demi kebaikan jauh lebih baik dibandingkan bertahan dalam kebatilan. Harut dan Marut dilantik menjadi hakim di Negeri Babilonia. Sementara itu, Ratu Ellat dan Bal bercengkerama di taman Babilonia. Bal menginginkan Ellat untuk pindah ke kerajaan Arya dan menyerahkan kekuasaannya kepada Uzza (saudarinya Ellat), namun Ellat menolak. Ratu Ellat ingin dipuji-puji kecantikannya oleh rakyat Babilonia. Menurut Ellat : Kecantikan wajah adalah kemuliaan utama Babilonia. Kemuliaan adalah kecantikan wajah Bal meragukan cinta Ellat.

Bagaimana mungkin ada sisa cinta di hatimu untukku jika tubuhmu menjadi rebutan mata semua laki-laki Babilonia. Ellat + Mana >< Bal + Hermes (Penasehat Ratu Ellat) Di tengah dialog antara Ellat, Bal, dan Mana, tiba-tiba muncullah seorang pemuda tampan, terbias sorot kerifan dan kewibawaan yang bernama Hermes. Hermes protes kepada Ratu Ellat. Mengapa paduka keluar menemui rakyat dengan pakaian seperti telanjang? Paduka tidak malu? Paduka tidak merasa risih? Paduka adalah Ratu Bailonia . Terlalu banyak perempuan Babilonia yang berpakaian telanjang dan berdandan seronok karena mengikuti perilaku Paduka. Sebelumnya Paduka perempuan lugu dan memiliki rasa malu serta sopan santun. Apa yang telah membuat Paduka menjadi seperti ini? Nampak Bal mendukung Hermes sedangkan Mana justru mengejek Hermes dan membujuki Ratu Ellat untuk berpenampilan vulgar. Uzza tiba-tiba datang dengan berpakaian tidak sopan dengan ditemani suaminya bernama Yauq Uzza menantang Ratu Ellat perihal siapa yang lebih cantik bagi rakyat Babilonia Uzza mengundang Ratu Ellat datang ke pestanya. Setelah Uzza & suaminya pergi, Hermes berusaha menasehati Ratu Ellat agar tidak mengikuti kesesatan dan kebobrokan adiknya. Hermes berusaha mengajak Ratu Ellat untuk menyembah Tuhan dan menyingkirkan dewa-dewa. Semua orang terkagum dengan perkataan Hermes seakan menghipnotis.

Pengakuan Harut dan Marut Mana menyodorkan berkas pengangkatan Hakim Harut dan Marut.

Harut dan Marut tidak menerima ajakan Ratu Ellat untuk datang ke pesta Uzza. Ketika menatap kedua hakim tersebut, Hermes merasakan getaran yang bukan berasal dari bumi, tapi langit. Hermes melihat percikan Cahaya Tuhan di wajah kedua hakim tersebut.

Kedua hakim mengaku kepada Hermes tentang jati diri mereka. Hermes menyayangkan mereka berdua karena terus melanjutkan tugas ini

Pesta Bal dan Uzza bermesraan secara sembunyi-sembunyi. Bal merayu dan meminta Uzza agar tidak lagi bersaing dengan Ratu Ellat. Namun usaha itu gagal. Sementara itu, Yauq (suami uzza) minum arak bersama dengan Ratu Ellat hingga putri mabuk berat. Yauq mencoba merayu Ellat namun sang putri menolak. Datanglah Mana berbincang-bincang dengan Ellat. Mana memperlihatkan surat dari Ayah Bal untuk putranya. Intinya agar Bal menundukkan Istrinya (Ellat) atau cerai dan kembali ke kerajaan Arya. Mana membopong Ratu Ellat ke sebuah ruangan Istana. Mana menyuruh Yauq agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berhubungan intim dengan Ellat. Ellat tersadar dan meronta-ronta menolak usaha Yauq akhirnya Bal datang dan menyelamatkan Ellat. 2. Bagian II Harut dan Marut nampak gelisah dan merasa bahwa mereka terbuai oleh kecantikan Ratu Ellat. Bisikan kebaikan dan kesesatan terus bergulir dalam hati Harut dan Marut. Hal ini terbukti melalui percakapan diantara keduanya. Ternyata Harut sudah meneguk madu dunia bersama atasannya yaitu Mana.

Hermes datang lalu terjadi dialog dengan Harut dan Marut terkait hikmah penciptaan manusia dan malaikat. Rahasia penciptaan manusia dengan malaikat. Harut menyodorkan botol kecil kepada Marut. Awalnya Marut menolak, namun Harut berdalih : Arak itu akan membuat jiwamu lebih berani dan lidahmu lebih lancar berbicara akhirnya mereka berdua mabuk. Tamara (gadis mirip dengan Ratu Ellat) datang ke kediaman kedua hakim tersebut hendak menanyakan keputusan tentang perkara gadis tersebut pada mereka berdua. Karena tergoda dan terayu oleh Tamara akhirnya jati diri Harut dan Marut terkuak. Marut mengajak Tamara terbang ke Venus untuk membuktikan bahwa dia adalah malaikat. Ketika Marut hendak memperlakukan Tamara dengan tidak senonoh, maka tiba-tiba wanita tersebut berteriak: BalBal..Tolong aku Bal. Ternyata wanita tersebut adalah Tuan Putri Ellat yang menyamar untuk menyelidiki rahasia dari kedua hakim tersebut. 3. Bagian III Ratu Ellat dan Mana berunding untuk menundukkan kedua hakim Harut dan Marut. Mana mengambilkan arak yang dibuat seratus lima puluh tahun sebelum pembangunan menara Babilonia. Hubungan asmara Ratu Ellat dan Bal mulai goyah bahkan Bal diusir agar kembali ke kerajaan asalnya yaitu Arya. Sehingga nantinya akan menyulut permusuhan di kedua kerajaan. Bal berusaha untuk membujuk Ellat agar hidup penuh perdamaian namun usahanya gagal, lalau keluar ruangan utama dengan pikiran kalut. Ratu Ellat mengundang kedua hakim memasuki kamar tidur ratu. Kedua hakim tersebut disuguhi arak khusus tadi hingga terbuai dan melayanglayang. Tiba-tiba Bal menerobos masuk kamar istrinya dengan kasar berusaha untuk membunuh kedua hakim tersebut namun tidak berhasil, Ratu Ellat membentak Bal agar pergi namun Bal justru ingin menebas istrinya. Ellat lari dan menyuruh kedua hakim tersebut agar membunuh Bal hingga tewas.
9

Harut dan Marut merasa berdosa, namun Ellat kembali mengajaknya berjamu. Akhirnya Harut dan Marut terbujuk dengan rayuan Ellat untuk mengecap madu birahi. Akibatnya kekuatan malaikat mereka hilang; tidak bisa terbang ke langit. Sedangkan Ellat justru mampu terbang ke Venus. Harut dan Marut menengadahkan tangan untuk mohon ampun kepada Allah namun lidah mereka seakan diikat. 4. Bagian IV Penyesalan melanda Harut dan Marut yang dikerangkeng dengan jeruji besi dalam penjara bawah tanah Ellat dan prajuritnya semakin sewenang-wenang membuat kerusakan di langit dan di bumi setelah mendapatkan kekuatan rahasia dari Harut dan Marut. Kerajaan Ariya menuntut balas atas kematian Bal yang dibunuh oleh kedua hakim tersebut. Hermes melihat kedua hakim tersebut ke penjara. Demi nafsu hewani, kalian gadaikan kemurnian perdamaian. Kalian gadaikan kerajaan dan rakyatnya untuk berperang yang hanya menyisakan duka dan nestapa Hermes menyampaikan akibat dari ulah Harut dan Marut. Harut dan Marut bertaubat atas semua yang mereka lakukan. Lalu Uzrayail turun menghampiri keduanya untuk menawarkan dua pilihan (hukuman di dunia atau di akherat) => Akhrinya mereka berdua memilih hukuman di dunia. Kerajaan Babilonia hancur, Ratu Ellat begitu serakah dan sombong hingga akhirnya ia bisa terbang ke Venus namun tak kan pernah bisa kembali lagi. Rakyat babilonia hancur oleh pedang, wabah thoun dan angin topan.

C. Unsur-unsur Intrinsik

10

Unsur-unsur Intrinsik dalam karya sastra Ali Ahmad Baktsir Masrahiyah Ha>ru>t Wa Ma>>ru>t adalah sebagai berikut ini : 1. Judul : Ha>rut wa Ma>rut 2. Tema : Pada drama prosa ini mengangkat tema tentang malaikat dalam karyanya Ha>rut wa Ma>rut (Harut dan Marut) yang mengenal dan merasakan kehidupan sebagai manusia. 3. Alur : Alur dalam drama prosa Ha>rut wa Ma>rut menggunakan alur cerita maju. Hal ini dikarenakan dalam drama prosa ini menceritakan secara runtut dari tahap awal sampai tahap akhir. 4. Plot : a. Tahapan awal : Tahap awal dalam drama prosa ini ditunjukkan dengan proses mana ketika mencari Hakim Kerajaan Babilonia. Hal ini dibuktikan dengan kutipan sebagai berikut :

. . :
Setelah mencari dan mencari, pada akhirnya terpilih Hakim Kerajaan Babilonia yaitu tiga orang laki-laki. Hal ini dibuktikan dengan kutipan sebagai berikut :

...................... :
b. Tahapan Pertengahan Tahap tengah dimulai dengan konflik yakni sikap yang tidak senonoh yang dilakukan Marut kepada Tamara. Hal ini dibuktikan dengan :

! ) ( :
Puncak konflik : Ketika Harut dan Marut membunuh Bal, hal ini dibuktikan dengan :

() : ) ( : ! : ) ( :
Rahasia kekuatan dari Hakim babilonia terkuak oleh Ratu Ellat dan pada akhirnya Ratu Ellat mempunyai kekuatan. hal ini dibuktikan dengan :

. : c. Tahapan akhir

11

Antiklimak dalam cerita ini adalah Harut dan marut menyesal dan bertaubat atas semua yang mereka lakukan. Lalu Uzrayail turun menghampiri keduanya untuk menawarkan dua pilihan (hukuman di dunia atau di akherat) => Akhrinya mereka berdua memilih hukuman di dunia.

: : ! ) : (
Akhir cerita Kerajaan Babilonia hancur, Ratu Ellat begitu serakah dan sombong hingga akhirnya ia bisa terbang ke Venus namun tak kan pernah bisa kembali lagi. Rakyat babilonia hancur oleh pedang, wabah thoun dan angin topan.

: . ! ... : ) ( ! ! : ! : . : !
5. Tokoh : 1) Mana 2) Pengawal/Prajurit 3) Harut 4) Marut 5) Uzrayail 6) Ratu Ellat 7) Bal 8) Hermes 9) Uzza 10) Tamara 6. Latar : 1) di Singgasana istana Babilonia 2) di Taman kerajaan Babilonia 3) di ruang pesta 4) di pojok ruangan dekat sebuah patung 5) Rumah dinas Harut dan Marut 6) Venus
12

7) Kamar Tidur 7. Sudut Pandang : Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam drama prosa ini adalah sudut pandang orang ketiga.hal ini dibuktikan bahwa pengarang selalu menyebut nama-nama tokoh pemeran dalam cerita tersebut, seakan-akan pengarang sangat begitu mengerti mengenai perasaan yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam kisah tersebut serta sangat pandai dalam menempatkan penokohan dalam kisah tersebut. 8. Amanat : Amanat dalam drama prosa ini adalah - Barang siapa yang melakukan kebaikan pastilah akan memperoleh balasannya atau sebaliknya barang siapa yang melakukan keburukan pun pasti akan memperoleh balasannya. - Takdir Allah SWT. yang berlaku atas diri malaikat adalah agar selalu taat, patuh dan tunduk, maka segala sesuatu yang terjadi di luar ketaatan, kepatuhan dan ketundukan menjadi hal-hal yang mustahil dilakukan malaikat. D. Nilai-nilai Islam yang terkandung Sosok Hermes begitu berani dan mempunyai pendirian yang teguh dalam menegakkan kebenaran. Buktinya :

Tanpa berpaling pada Mana dia berujar, Sekarang aku tidak bisa diam lagi. AKu tidak bisa membiarkan semuanya menjadi begini. Perilaku buruk apa yang tengah Paduka lakukan ? Mengapa Paduka keluar menemui orang

13

dengan pakaian seperti telanjang ? Paduka tidak malu? Paduka tidak merasa risih? Benar Hermes. Nasehati dia,Bal menimpali. Ini tradisi pakaian perempuan Babil. Aku Tidak bisa menciptakan tradisi ini. Ujar Ratu Ellat membela diri. Paduka adalah Ratu Babilonia. Terlalu banyak perempuan Babilonia yang berpakaian telanjang dan berdandan seronok karena mengikuti perilaku Paduka. Sebelumnya Paduka perempuan lugu dan memiliki sopan santun. Apa yang telah membuat Paduka berubah seperti ini? Kehati-hatian Uzrayail untuk tidak mendekati lebih jauh terhadap sebuah kemaksiatan dan kesesatan. Bukti :

Aku tahu kita akan celaka kalau tetap bertahan di bumi . Sanggah Uzrayail. Tidak . Demi keagungan Tuhan, aku tidak mau mengingkariNya setalh sekian lama aku menyembah-Nya. Selamat tinggal. Aku akan kembali ke langit sekarang. Nafsu Harut dan Marut menggadaikan perdamaian => memberi pelajaran bahwa kenikmatan sesaat di awal menimbulkan duka, nestapa, dan penyesalan di akhir. Bukti :

Demi nafsu hewani, kalian gadaikan kemurnian perdamaian. Kalian gadaikan kerajaaan dan rakyatnya untuk berperang yang hanya menyisakan duka dan nestapa

14

KESIMPULAN Menurut kami, karya sastra ini merupakan karya sastra yang sangat fenomenal karena mengangkat tema tentang malaikat yakni Harut dan Marut. Kisah ini menggambarkan sosok malaikat yang bertolak belakang dengan gambaran malaikat yang selama ini diyakini. Kemestian-kemestian malaikat diantaranya adalah Malaikat adalah makhluk Allah yang tidak akan pernah membangkang pada segala perintah Allah, Malaikat adalah makhluk Allah yang selalu berdzikir kepada-Nya, Malaikat adalah makhluk Allah yang selalu berbuat kebaikan, Malaikat adalah makhluk Allah yang selalu jujur, Malaikat adalah makhluk Allah yang tidak akan pernah menipu, dan Malaikat adalah makhluk Allah yang tidak akan pernah tidur, makan, dan minum. Karya sastra Ali Ahmad Baktsir Masrahiyah Ha>ru>t Wa Ma>>ru>t termasuk dalam sastra islam karena mengandung beberapa nilai- nilai islam, diantaranya; Sosok Hermes begitu berani dan mempunyai pendirian yang teguh dalam menegakkan kebenaran, Kehati-hatian Uzrayail untuk tidak mendekati lebih jauh terhadap sebuah kemaksiatan dan kesesatan dan Nafsu Harut dan Marut menggadaikan perdamaian => memberi pelajaran bahwa kenikmatan sesaat di awal menimbulkan duka, nestapa, dan penyesalan di akhir. DAFTAR PUSTAKA Baktsir, Ali Ahmad.Harut dan Marut/Ali Ahmad Baktsir.Yogyakarta:Navila.2007

15