Anda di halaman 1dari 9

NAMA NIM KELAS

1.

: Aliyatur Rofiah : 05201011029 : 3A

Jika akseptor KB IUD mengalami nyeri yang sangat 1 minggu setelah di pasang, apa yang anda intervensikan? Tujuan : meredakan/menghilangkan nyeri klien

Kriteria Hasil : a. Klien mengatakan nyeri berkurang b. Klien mampu menggunakan teknik pengendalian nyeri yang efektif c. Klien mengekspresikan peredaan nyeri d. Klien tampak rileks e. Klien dapat istirahat/tidur Intervensi Mandiri: Menjelaskan pemasangan KB IUD Rasional Memberikatahukan kepada merupakan efek bahwa samping nyeri dari

akan pemasangan KB IUD, agar klien

membuat nyeri untuk beberapa tidak cemas/takut hari atau selama beberapa bulan pertama.

Kaji pasien tentang nyeri yang Membantu dalam mengidentifikan dirasakan nyeri) (menggambarkan derajat nyeri dan digunakan untuk pemberian obat

Observasi tanda-tanda fisik yang Untuk

memodifikasi

rencana

mengidentifikasikan nyeri pada perawatan yang akan dilakukan pasien

Bantu klien menemukan posisi Posisi

yang

nyaman

akan

yang nyaman

mempengaruhi kemampuan pasien untuk rileks dan tidur/istirahat

secara efektif

Minta klien untuk menentukan Klien dapat mengendalikan nyeri rencana untuk mengendalikan yang dirasakan nyeri yang bertujuan untuk

mengurangi analgesik

penggunaan

Rencanakan mendistraksi

cara klien

untuk Agar klien tidak berfokus pada misalnya nyeri yang dirasakan

dengan membaca, menonton tv

Motivasi untuk ambulasi dini Meningkatkan relaksasi, membantu dan penggunaan teknik relaksasi untuk memfokuskan perhatian dan dapat meningkatkan kemampuan koping.

Kolaborasi: - Berikan obat yang dianjurkan Untuk mengurangi nyeri oleh dokter misalnya pemberian analgesik

2.

Jelaskan intervensi yang akan anda lakukan terhadap perbaikan masyarakat yang selama ini tidak mau melakukan KB dan merasa tidak membutuhkan KB, bagaimana membangun kesadaran mereka? Tujuan : masyarakat mau melakukan KB

Kriteria Hasil : a. Masyarakat bersedia untuk mengikuti KB b. Masyarakat sadar pentingnya KB

Untuk masyarakat yangtidak mau ber KB atau merasa tidak membutuhkan KB sebaiknya kita melakukan: Wawancara Wawancara adalah penyuluhan yang dilakukan dengan cara mengadakan Tanya jawab dan pengarahan. Dalam wawancara harus ada 2 pihak yaitu pihak pewawancara dan terwawancara. Dimana pewawancara memiliki kendali dalam wawancara Pelaksanaan: Memperkenalkan diri, setelah itu menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan, apa yang diharapkan dari kunjungan tersebut, serta bantuan yang dikehendaki dari anggota keluarga(misalnya meminta agar keluarga menjawab pertanyaanpertanyaan dengan sebenarnya serta memeperhatikan masalah yang akan disampaikan). Menciptakan hubungan dan suasana yang menyenangkan selama proses wawancara. Menjelaskan persoalan dengan kata-kata yang mudah dipahami dan sederhana serta dengan kerendahan hati dan sikap yang bersahabat. Memulai persoalan yang menjadi perhatian terwawancara. Menghubungan pokok pembicaraan dengan hal-hal yang menjadi perhatian terwawancara Mengatakan bahwa diperlukan kerja sama antara penwawancara dengan terwawancara. Memberikan terwawancara kesempatan untuk berbicara dan mendengarkan dengan pebuh perhatian, maka terwawancara akan merasa aman untuk mengatakan apa saja yang sebelum pertanyaan-pertanyaan yang mendalam dilanjutkan. Sebaiknya pewawancara memberikan bimbingan dan arah supayaa terwawancara berbicara lebih banyak. Gunakanlah bahasa yang mudah untuk dimengerti. Menyakinkan bahwa keluarga berencana sangat penting baginya, dan tidak perlu khawatir akan efek samping karena semua itu tidak berbahaya.

Anjurkan dan minta agar bersedia untuk datang ke pelayanan KB untuk memperoleh penjelasan-penjelasan lebih lanjut, serta memilih alat-alat yang cocok dengannya

Tinjau sekali lagi apa yang telah disampaikan sehingga terwawancara mengingat hal-hal yng telah disampaikan. Mengakhiri wawancara dalam waktu yang tidak terlalu lama, dimana terwawancara masih dalam keadaan membutuhkan.

Ceramah Diskusi Ceramah adalah penyuluhan yang dilakukan dengan cara menjelaskan secara lisanyang disertai dengan tanya jawab dalam sebuah kelompok pendengar, serta menggunakan beberapa alat bantu Ciri-ciri: Ada sekelompok pendengar yang sudah disiapkan Ada suatu ide yang akan disampaikan secara lisan Ada tanya jawab antara pendengar dengan penceramah Ada alat peraga yang dipakai

Pelaksanaan: Memperkenalkan diri, setelah itu menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan, serta harapan-harapan Menyampaikan penjelasan secara sistematis mengenai isi ceramah Sampai ceramah dengan suara yang keras yang diselingi dengan humir agar pendengar tidak bosan, serta menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengar Menggunakan alat peraga yang tepat sehingga pendengar mampu menyerap informasi yang diberikan Ciptakan suasanga yang menyenangkan Meberikian kesempatan kepada pendengar untuk bertanya Menjawab setiap pertanyaan secara meyakinkan Tinjau kkembali materi yang telah diberikan

Sarankan kepada pendengar untuk datang ke pelayanan KB Ucapkan terima kasih untuk menyediakan waktu luang

Demonstrasi Demonstrasi adalah suatu cara penyajian informasi atau ide yang dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan bagaimana cara menjelaskan suatu proses. Syarat menjadi demosntrasi: Yakin bahwa pendemonstrasi telah memahami maksud dari demonstrasi yang akan dilakukan, waktu yang tersedia, dan latar belakang kelompok yang akan dihadapi Menentukan, menyiapkan dan menyediakan alat peraga yang menarik untuk menyampaikan penjelasan dan demonstrasi Memahami tujuan demonstrasi adalah agar kelompok yang dihadapi mengerti dan menguasai prosedur yang dijelaskan Semua alat-alat yang diperlukan untuk demostrasi dibawa dengan hati-hati ke ruangan. Pelaksanaan: Menciptakan suasan yang baik Menyajikan demonstrasi dengan cara memberikan ilustrasi Menekankan pada pengertian yang penting agar mudah untuk diingat Menyampaikan penjeasan dengan lengkap Lakukan perumusan, pengulangan dan tanya jawab Pendengar mengulangi kembali apa yang telah didengar da dilihat Mereview pendengar dengan cara memberikan kembali pertanyaan-pertanyaan Koreksi anggota kelompok yang memberikan demonstrasi ulang dan benarkan jika terjadi kesalahan Jika diperlukan pendemonstrasi mengulang kembali penjelasan yang telah disampaikan

Pameran Pameran adalah koleksi material mengenai keluarga berencana yang disusun secara teratur dan menarik untuk dipamerkan dengan maksud untuk membantu orang belajar.

Syarat dalam persiapan pamera: Memiliki tujuan dan tema yng jelas Menyiapkan hal yang diperlukan untuk mengadakan pameran Menentukan tempat yang tepat dan strategis Menyusun pembiayaan yang diperlukan

Pelaksanaan: Membuat kegiatan yang dapat menarik pengunujung Menyediakan pintu masuk dan pintu keluar secara khusus Pemberikan kuesioner yang diserahkan ketika keluar dari pameran. Penjaga harus ramah tamah, selalu menjawab setiap pengunjung Ucapkan terima kasih pada pengunjung yang meninggalkan ruangan dan berkenan untuk datang kembali

3.

Carilah grand program nasional dan jawa timur? Strategi yang ditetapkan untuk melaksanakan kebijakan Bidang KB dan KR adalah: 1. Peningkatan pembinaan dan kesertaan KB jalur pemerintah melalui : a. Penguatan fasilitas pelayanan KB statis di 20.203 Klinik KB milik pemerintah. b. Peningkatan kualitas pelayanan KB. c. Pemberdayaan mitra kerja dalam, penggerakkan, pelayanan dan pembinaan KB. d. Penguatan jaminan ketersediaan kontrasepsi. e. Peningkatan dukungan pembiayaan pelayanan melalui sinergitas sumber daya potensial yang ada.

Kegiatan : a. Mengembangkan grand design, kebijakan, strategi operasional dan materi tentang akses dan kualitas kesertaan KB Jalur Pemerintah. b. Jaminan ketersediaan kontrasepsi. c. Meningkatkan kualitas pelayanan kontrasepsi. d. Penyediaan sarana dan prasarana klinik KB.

e. Meningkatkan jejaring kerjasama dengan mitra kerja dalam rangka pembinaan kesertaan KB jalur pemerintah. f. Mengembangkan pembinaan peningkatan kualitas program bina kesertaan KB jalur pemerintah. g. Meningkatkan monitoring dan evaluasi program bina kesertaan KB jalur pemerintah. 2. Peningkatan pembinaan dan kesertaan KB jalur swasta melalui : a. Penguatan fasilitas pelayanan KB statis di 3.297 klinik KB swasta serta di 70.000 Dokter dan Bidan Praktek Swasta (DBS). b. Peningkatan demand: Upaya meningkatkan komitmen pemangku kepentingan, provider, stakeholder potensial Provinsi dan Kab/Kota c. Peningkatan promosi, sosialisasi dan KIE pelayanan KB mandiri d. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan e. Peningkatan monitoring dan evaluasi Kegiatan: a. Mengembangkan kebijakan, strategi, materi informasi akses dan kualitas (NSPK, Pedoman, Juklak/Juknis, SPM, Mekop) dan peta kerja. b. Meningkatkan jejaring kerjasama dengan mitra kerja dalam rangka pembinaan kesertaan KB jalur swasta. c. Mengembangkan kapasitas tenaga pengelola dan pelayanan KB medis dan non medis di klinik KB pemerintah dan klinik KB swasta yang kompeten. d. Meningkatkan sarana dan prasarana pelatihan medis teknis dan pelayanan KB swasta. e. Meningkatkan jejaring penyediaan alat obat kontrasepsi mandiri. f. Peningkatan monitoring evaluasi dan pembinaan peningkatan kualitas program bina kesertaan KB jalur swasta. 3. Peningkatan pembinaan dan kesertaan KB jalur wilayah dan sasaran khusus melalui : a. Penggarapan KB Kepulauan b. Penggarapan KB Galciltas c. Penggarapan KB Miskin Perkotaan d. Penggarapan KB Pria e. Kerjasama BKKBN dengan mitra kerja

Kegiatan: a. Mengembangkan grand design, kebijakan, strategi, peta kerja dan materi pembinaan kesertaan KB jalur wilayah dan sasaran khusus. b. Meningkatkan jejaring penggarapan KB di wilayah dan sasaran khusus melalui pertemuan, penjajagan, bhaksos, monev dan pelaporan. c. Meningkatkan monitoring dan evaluasi pelaksanaan bina kesertaan KB diwilayah dan sasaran khusus. 4. Peningkatan kualitas promosi dan konseling kesehatan reproduksi melalui: a. Peningkatan akses dan kualitas KB Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran b. Peningkatan promosi penggunaan kondom dual proteksi dan jarum suntik sekali pakai c. Peningkatan promosi pemakaian peningkatan promosi deteksi dini kanker melalui pap smear, IVA dan SADARI d. Peningkatan promosi kembalinya kesuburan pasca penggunaan kontrasepsi e. Peningkatan konseling pencegahan IMS, HIV dan AIDS, deteksi dini kanker alat reproduksi (Pap smear/IVA), kembalinya kesuburan pasca penggunaan kontrasepsi yang terintegrasi dengan pelayanan KB. Kegiatan: a. Perumusan kebijakan, strategi dan materi informasi pembinaan akses dan kualitas kesehatan reproduksi. b. Meningkatkan jejaring kerja sama dengan mitra kerja dalam kegiatan KHIBA dan PMKR. c. Memastikan tersedianya sarana kegiatan KHIBA dan PMKR. d. Meningkatkan kompetensi konseling dan pelayanan bagi tenaga pengelola dan pelaksana program KB PP/PK, program jampersal dan penggunaan kondom dual proteksi, serta pelayanan papsmear/IVA. e. Melaksanakan kegiatan KHIBA dan PMKR (penggerakan, sosialisasi, promosi dan konseling). f. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pembinaan kegiatan KHIBA dan PMKR. Di Propinsi Jawa Timur, strategi pelaksanaan dari Grand Desain Pengendaliaan Kuantita Penduduk, ada 2 yaitu meliputi:

1) Revitalisasi kelembagaan dan program Kependudukan 2) Penyerasian dan Pemanduan program Kependudukan

Sedangakan untuk program pokok dan kegiatan pengendalian kuantitas penduduk yaitu: Pemanduan kebijakan pengendalian penduduk Pengembangan Kerjasama Kependudukan Penelitian dan pengembangan Kependudukan Pendidikan dan pelatihan Kependudukan Peran serta Masyarakat dalam Kependudukan

Dimana masalah KB masuk dalam program pokok Peran serta Masyarakat dalam Kependudukan yang kegiatan meliputi: Pengembangan dan sosialisasi pengendalian penduduk yang meliputi: pengaturan kehamilan (usia ideal menikah, ideal melahirkan, jarak ideal melahirkan. Jumlah ideal melahirkan), penurunan AKB dan AKI, peningkatan Kesadaran dan Akses Pelayanan Kesehatan, peningkatan KB Pria, ASI Eksklusif