Anda di halaman 1dari 6

Pengertian Kebijakan Kesehatan Kebijakan kesehatan (policy) adalah suatu aturan tertulis hasil keputusan formal organisasi, yang

mengatur nilai dan perilaku seluruh unsur dalam organisasi yang bersifat mengikat untuk mencapai suatu tata nilai baru (United Nations, 1975).

Macam-macam kebijaksanaan: Necessity for a Policy (Policy Needs) Pertimbangkan/tentukan apakah sebuah kebijakan baru dibutuhkan untuk menyampaikan isu atau masalah Pertimbangkan apakah kebijakan yang sudah ada tidak dapat menyampaikan isu atau masalah

Policy Gaps Jika ada: Strategi kebijakan yang tidak jelas untuk mencapai tujuan kebijakan Strategi kebijakan yang tidak sesuai tempatnya Instrumen-instrumen kebijakan yang tidak sama/seimbang

Policy Conflicts Jika ada: Konflik/pertentangan dengan kebijakan-kebijakan lain, dalam hal: Tujuan-tujuan kebijakan Strategi-strategi kebijakan Pelaksanaan-pelaksanaan kebijakan

Bentuk partisipasi dalam kebijakan Menurut (Blondel, 1990) terdiri atas : liberal-democratic egalitarian-authoritarian traditional-inegalitarian populist

authoritarian-inegalitarian.

1. Sistem Demokrasi Liberal Demokrasi liberal ditandai dengan banyaknya jumlah kelompok yang mengambil bagian dalam kebijakan publik. Kebijakan kesehatan dalam demokrasi liberal ditandai dengan keanekaragaman persaingan sektor swasta dan publik. Demokrasi liberal menyediakan banyak saluran untuk keikutsertaan masyarakat, melalui: partai politik, pemilu, interest group, dan media massa yang bebas. Model ini dianut negara-negara Eropa Barat dan Amerika Utara, Jepang dan India dan excommunist negara Eropa Timur dan Afrika Kebijakan kesehatan dalam demokrasi liheral ditandai dengan keaneka ragaman persaingan dari sektor swasta dan publik Negara-negara federal seperti Amerika Serikat mempercayakan seluruhnya pada pasar untuk penyediaan pelayanan kesehatan. hampir

2. Sistem Egalitarian - Authoritarian Banyak dianut oleh negara-negara komunis: Uni Soviet, China, Vietnam, Cuba, Angola, Mozambiq. Massa menuntut untuk lebih diikutsertakan didalam kebijakan pemerintah, mendorong terjadinya revolusi di negara-negara ini di akhir 1980 an dan awal 1990 an. Bagaimanapun, partisipasi massa yang lebih besar mengakibatkan

ketidakstabilan dan mempengaruhi kebijakan. Negara menganut paham persamaan. Kebijakan ketenagakerjaan dikembangkan melalui sistem jaminan sosial yang menjaminpendidikan, kesehatan, perawatan anak dan jaminan hari tua. Struktur masyarakat menjadi lebih birokratis disbanding demokrasi liberal Lebih birokratis dibanding demokrasi liberal Pelayanan kesehatan dibiayai dan disediakan oleh sektor publik/pemerintah karena merupakan diangap hak asasi manusia.

3. Sistem Traditional-Inegalitarian Sangat sedikit dianut di dunia yang modern. Merupakan sistem tradisional: oligarchi atau kerajaan dan menganut

ketidaksamaan/inequality Contoh Saudi Arabia, Nepal Raja sebagai penentu kebijakan tunggal. Tidak ada pemilihan kepemimpinan, hanya sedikit peluang untuk partisipasi massa. Kebijakan kesehatan tergantung pada sektor swasta. Jasa pelayanan kesehatan sebagian besar berada di kota dan relatif kurang berkembang.

4. Rezim Populist Dikenal banyak dari negara-negara Afrika Sistem politik didasarkan di atas pihak yang dominan/tunggal yang sebagian besar merupakan nasionalis. Kepemimpinan cenderung diselaraskan sesuai dengan keinginan penguasa, dan peluang untuk partisipasi masyarakat diatur melalui gerakan massa berhubungan dengan partai politik yang tunggal. Banyak terdapat pada negara di Afrika dan Amerika Selatan, untuk membuktikan perlawanan ke colonial atau penguasa tunggal Pada 1990an kebijakan kesehatan didominasi oleh sektor swasta dan peningkatan sistem pembiayaan pengobatan.

5. Sistem Authoritarian-Inegalitarian Rezim ini dibentuk sebagai reaksi atas rezim demokratis liberal, seperti terjadinya kenaikan fasisme di Eropa di 1930 an, atau di Amerika Latin 1945. Rejim ini sangat otoriter; hak hidup politis dikurangi menjadi minimum, dan bahkan kepercayaan yang tersebar luas di antara penguasa yang politik dapat

dihapuskan dan digantikan oleh administrasi dan manajemen (Blondel, 1990: 32). Banyak negara berkembang mengalami rezim militer dengan dimensi

authoritarianism dengan bermacam-macam penindasan. Pada 1980 an pemerintah militer digantikan dengan pemerintah sipil di Peru, Bolivia, Argentina, Uruguay, Brazil, Guatemala dan El Salvador, tetapi elit militer, dengan para pemimpin bisnis skala besar dan tuan tanah, yang tetap memegang permainan politik (dengan dukungan dan keuangan dari Amerika Serikat).

faktor yang mempengaruhi kebijakan : Sistem politik mempengaruhi partisipasi didalam kebijakan. Ada faktor lain yang mempengaruhi dalam penentuan kebijakan dan implementasinya. Kebijakan publik juga dipengaruhi oleh tekanan internasional, iklim dalam negeri, kekayaan ekonomi, tingkat konflik kesukuan, tradisi sejarah, dan tingkatan melek huruf. Leichter (1979) mengatakan ada 4 faktor yang mempengaruhi kebijakan: faktor situasi, faktor struktural, faktor kultural dan faktor lingkungan.

Faktor situasi seperti peristiwa yang kejam atau perubahan mendadak bisa mempengaruhi kebijakan. Sebagai contoh adalah kebijakan pemerintah menghadapi situasi peperangan, atau kebijakan akibat suatu perubahan radikal di dalam kepemimpinan politis.

Faktor struktural dengan jelas mempengaruhi kebijakan. Tingkat ekonomi dasar dari suatu negara akan mempengaruhi kebijakannya: sebagai contoh, apakah mengutamakan pada sektor agraris atau bergantung pada hasil produksi. Faktor struktural lain yaitu faktor demografis dan sosial. Derajat tingkat urbanisasi mempengaruhi kelayakan dalam menyediakan jasa, sedangkan angka kelahiran dan struktur umur dari populasi mempunyai konsekuensi jangka panjang untuk kebijakan kesehatan. Migrasi dapat mempengaruhi transmisi

Penyakit seperti malaria dan HIV, dan banyak aspek kesehatan lain.

Kultur politis mempengaruhi partisipasi masyarakat dan kepercayaan kepada pemerintah untuk melakukan perubahan. Faktor kultur lain adalah bahasa, agama dan nilai sosial. Faktor lingkungan yang mempengaruhi kebijakan yaitu faktor eksternal dan faktor internasional. Akan meningkatkan saling ketergantungan antar negara. Sebagai contoh yang dapat mempunyai efek pada kebijakan nasional yaitu perjanjian dagang, seperti General Agreement on Tariffs and Trade (GATT), juga bantuan dari IMF.

Pengertian ekonomi kesehatan Ekonomi adalah ilmu untuk membuat pilihan. Sumber daya di alam terbatas, sedang keinginan (wants) manusia tidak terbatas. Demikian juga jumlah dokter, perawat, obat-obatan, tempat tidur untuk perawatan inap, terbatas, sedang permintaan (demand) berbagai sumber daya di sector kesehatan meningkat. Karena itu sumber daya kesehatan harus digunakan dengan efisien dan berkeadilan (equitable). Sebagai sains, ekonomi dibagi dua bagian: ekonomi positif dan normatif. Ekonomi positif mempelajari pengguanaan dan alokasi sumber daya yang efisien.Ekonomi positif mempelajari bagaimana pasar bekerja dan bagaimana intervensi akan mempengaruhi hasil. Ekonomi normative mempelajari penggunaan dan alokasi sumber daya yang keadilan (equity). Ekonomi normative mempelajari apa yang seharusnya diproduksi, sumberdaya apa yang seharusnya digunakan dan bagaimana mendistribusikan barang.

Terdapat banyak definisi ekonomi kesehatan. Salah satunya mendefinsikan ekonomi kesehatan sebagai ilmu yang mempelajari suplai dan demand sumber daya pelayanan kesehatan dan dampak sumber daya pelayanan kesehatan terhadap populasi. Tentu saja definisi hanya merepresentasikan sebagian kecil topik yang dipelajari dalam ekonomi kesehatan. Ekonomi kesehatan perlu dipelajari, karena terdapat hubungan

antara kesehatan dan ekonomi. Kesehatan mempengaruhi kondisi ekonomi, dan sebaliknya ekonomi mempengaruhi kesehatan. Sebagai contoh:

1. Kesehatan yang buruk seorang menyebabkan biaya bagi orang tersebut karena menurunnya kemampuan untuk menikmati hidup, memperoleh penghasilan, atau bekerja dengan efektif. Kesehatan yang lebih baik memungkinkan seorang untuk memenuhi hidup yang lebih produktif. 2. Kesehatan yang buruk individu dapat memberikan dampak dan ancaman bagi orang lain. Sebagai contoh: Seorang yang terinfeksi penyakit infeksi dapat menular ke orang lain. Misalnya, AIDS Kepala rumah tangga pencari nafkah yang tidak sehat atau sakit akan menyebabkan penurunan pendapatan keluarga, makanan dan perumahan yang buruk bagi keluarga Anggota keluarga yang harus membantu merawat anggota keluarga yang sakit akan kehilangan waktu untuk mendapatkan penghasilan dari pekerjaan Pekerja yang memiliki kesehatan buruk akan mengalami menurunan

produktivitas

Jadi pelayanan kesehatan yang lebih baik akan memberikan manfaat bagi individu dan masyarakat keseluruhan jika membawa kesehatan yang lebih baik. Status kesehatan penduduk yang baik meningkatkan produktivitas, meningkatkan pendapatan per kapita, meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.