Anda di halaman 1dari 6

Nabi Muhammad Shollallhu alaihi wasallam bersabda, Allah melihat kepada semua

makhluknya pada malam Nishfu Syaban dan Dia mengampuni mereka semua kecuali
orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan. (HR. Thabarani dan Ibnu Hibban).
Bulan Syaban termasuk bulan yang mulia bagi umat Islam karena di bulan Syaban
Allah memberikan keutamaan-keutamaan untuk beribadah dan beramal shalih serta
banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di bulan tersebut.
A. Kemuliaan Bulan Syaban
Bulan Syaban termasuk bulan yang mulia bagi umat Islam karena di bulan Syaban
Allah memberikan keutamaan-keutamaan untuk beribadah dan beramal shalih serta
banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di bulan tersebut.
Firman Allah dalam QS. Ad Dukhan : 3 :
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan
sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan.( Ad Dukhan : 3)
Menafsiri
( malam yang diberkahi) pada ayat tersebut, pengarang Tafsir Al
Jalalain mengatakan :



"













"
428: ) .



)


Yang dimaksud dengan
( pada suatu malam yang diberkahi)
adalah Lailatul Qadar atau malam Nishfu Syaban, pada malam itu Al Quran diturunkan
dari Ummul Kitab di langit ke tujuh ke langit dunia. (Tafsir Al Jalalain : 428)
Sementara Al Alusi dalam Tafsir Al Alusi (Ruhul Maani) mengatakan :
{












{






.

) .









.




110 : 13 )
Yaitu Lailatul Qadar sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Qatadah, Ibnu
Jubair, Mujahid, Ibnu Zaid, dan Al Hasan. Ini adalah pendapat yang diikuti oleh
kebanyakan mufassir dan para dhawahir (tekstualis). Sedangkan Ikrimah dan sejumlah
Ulama mengatakan : Itu adalah malam Nishfusy Syaban dan dinamakan juga Lailatur
Rahmah, Al Lailah Al Mubarakah, Lailatush Shakki, dan Lailatul Baraah. (Ruhul Maani
Lil Imam Syhihabuddin Mahmud bin Abdullah Al Husaini Al Alusi juz 13 hal. 110)
B. Sebagian Peristiwa Penting Di Bulan Syaban
...1). Pelaporan amal manusia dalam setahun kepada Allah (Laporan Amal Tahunan)
Dalam hadits disebutkan bahwa ketika sahabat Usamah bin Zaid t bertanya tentang
puasa di bulan Syaban, maka Nabi bersabda :







:












:


.




,




) .











)
Usamah bin Zaid telah menceritakan kepadaku, ia berkata : Saya bertanya : Ya
Rasulullah saya tidak pernah melihat anda berpuasa pada suatu bulan dari bulan-bulan
yang ada sebagaimana mana anda berpuasa pada bulan Syaban ?, maka beliau
bersabda : Bulan Syaban adalah bulan yang dilupakan kebanyakan manusia karena
bulan yang terletak diantara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Padahal di bulan
Syaban amal semua umat manusia (dalam setahun) dilaporkan kepada Allah Rabbul
Alamin, maka Aku senang (berharap) ketika amalku itu dilaporkan di waktu aku sedang
berpuasa. [Hadits Hasan, diriwayatkan oleh An Nasa'i (2357) dalam Sunan An Nasa'i,
Malik dalam Al Muwaththa' riwayat Muhammad bin Al Hasan (372), Ahmad (21801),
Ibnu Abi Syaibah (9765), Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman (3820), An Nasa'i dalam
Sunan An Nasa'i Al Kubra (2666)]
Diriwayatkan pula dalam hadits yang lain Aisyah
mengatakan :


:
























) .





















)
Dari Aisyah
ia telah berkata : Adalah Rasulullah r jika berpuasa sampai


kami mengatakan tidak pernah berbuka, dan jika sedang tidak berpuasa sampai kami
mengatakan tidak pernah berpuasa. Aku tidak melihat Rasulullah r, menyempurnakan
puasanya satu bulan penuh kecuali puasa di bulan Ramadhan dan aku tidak melihat di
suatu bulan yang paling banyak digunakan oleh Rasulullah r untuk berpuasa kecuali di
bulan Syaban. [HR. Al Bukhari (1868), Muslim (1156), Abu Dawud (2434), Ahmad
(24801), Ibnu Hibban (3648), Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra (8245), An Nasa'i
dalam Sunan An Nasa'i Al Kubra(2660)]
2). Bulan Syaban adalah Bulan Perpindahan Qiblat
Perpindahan qiblat shalat dari menghadap Baitul Maqdis ke Masjidul Haram
(Kabah) adalah hal yang sangat dinanti-nanti oleh Rasulullah r agar segera turun ayat
tentang perpindahan qiblat tersebut, maka setelah 6 bulan Nabi r berada di Madinah
yakni hari Selasa Nifshu Syaban (pertengahan bulan Syaban) turunlah Surat AlBaqarah : 144 :


















:


)

(

Sungguh Kami (Allah) sering melihat wajahmu menengadah ke langit maka sungguh
Kami akan memalingkan kamu ke qiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke
Masjidul Haram, di mana saja kamu berada palingkanlah wajahmu ke arahnya. (QS. Al
Baqarah : 144)(Al Jami Li Ahkam Al Quran Lil Qurthubi, juz 2 hal.150)

3). Bulan Syaban adalah Bulan Shalawat Nabi


Di antara keistimewaan bulan Syaban adalah bulan diturunkannya ayat Shalawat Nabi
yaitu firman Allah :

:



)
















(
Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad).
Hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam
peng hormatan untuk dia. (QS. Al Ahzab : 56) (Tukhfatul Ikhwan Lil Imam Ahmad bin
Hijazi Al Fisyni, hal.74)
C. Keutamaan Malam Nishfu Syaban
Di bulan Syaban terdapat suatu malam yang agung yang berkah dan mulia yakni
malam Nishfu Syaban (malam separo bulan Syaban). Di malam itu Allah membuka
pintu rahmat dan maghfirah untuk semua mahkluk serta... mengabulkan untuk orangorang yang berdoa.
Banyak hadist-hadist Nabi r yang menerangkan tentang kemuliaan malam Nishfu
Syaban antara lain :
Hadits Aisyah ra, yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi :


.








,







:

.










:


,

:

.














.

,











:








.
.
:







:








:







.






.


:






:







)

,



) .

Aisyah
berkata :Rasulullah r masuk mendatangiku lalu beliau meletakkan


kedua pakaiannya, tidak lama kemudian beliau berdiri dan memakainya kembali.
(Melihat hal itu) perasaanku terbakar oleh rasa cemburu yang sangat, aku menyangka
bahwa beliau mendatangi salah satu dari sahabat-sahabatku (istri-istri beliau) yang lain.
Lalu akupun keluar menguntit beliau dari belakang. Ternyata aku menjumpai beliau
berada di pekuburan Baqi (Baqi al Gharqad) sedang memohonkan ampunan bagi
kaum mukminin mukminat dan para syuhada. Aku berkata :Demi Ayah dan Ibuku,
engkau memenuhi hajat kepada Tuhanmu, sedangkan aku mengikuti hajat duniawi.
Akupun kemudian pulang dan masuk ke kamarku dengan nafas terengah-engah. Lalu
Rasulullah r menyusulku, dan beliau berkata : Wahai Aisyah, ada apa dengan nafasmu
?. Aisyah berkata : Demi Ayah dan Ibuku, engkau mendatangiku lalu engkau letakkan
kedua pakaianmu, lalu tidak lama kemudian engkau berdiri dan memakainya kembali.
(Melihat hal itu) perasaanku terbakar oleh rasa cemburu yang sangat, aku menyangka
bahwa engkau mendatangi salah satu dari sahabat-sahabatku (istri-istrimu) yang lain,
sampai aku melihatmu sedang berada di Baqi sedang melakukan apa yang engkau
lakukan. Beliau bersabda : Wahai Aisyah, apakah engkau takut jika Allah dan Rasulnya
berbuat zhalim kepadamu ?. Telah datang kepadaku Jibril as dan berkata : Malam ini
adalah malam Nishfu Syaban, di mana Allah memerdekakan banyak orang dari siksa
neraka, sebanyak bulu-bulu kambing milik Bani Kalb. Di malam ini Allah tidak
memandang kepada orang musyrik, orang yang bermusuhan, orang yang memutus tali
persaudaraan, orang yang suka mencaci maki, orang yang durhaka kepada kedua
orang tuanya, dan orang yang biasa minum khamer. Kemudian beliau meletakkan
kedua pakaiannya dan berkata kepadaku : Wahai Aisyah, apakah engkau
mengizinkanku untuk qiyamullail pada malam ini ?. Aku menjawab ;Ya, demi Ayah dan
Ibuku. Kemudian beliau shalat dan bersujud melewati malam yang panjang, sampai
aku menyangka bahwa beliau telah wafat. Lalu aku bangun mencari beliau dan aku
letakkan tanganku di perut telapak kakinya, ternyata bergerak-gerak. Akupun senang.
Aku mendengar dalam sujudnya beliau berkata : (Ya Allah) aku berlindung dengan

maaf-Mu dari siksa-Mu dan aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dan aku
berlindung kepada-Mu dari-Mu, maha Agung Wajah-Mu, aku tidak membatasi pujian
kepada-Mu, sebagaimana Engkau memuji kepada-Mu sendiri . Ketika pagi tiba aku
menyebut-nyebut doa itu di hadapan beliau. Lalu beliau bersabda:Wahai Aisyah,
engkau telah mempelajarinya?. Aku menjawab :Ya. Beliau bersabda : Pelajarilah
dan ajarkanlah kepada orang lain. Karena Jibril telah mengajarkan kepadaku dan
memerintahkanku untuk mengulang-ulangnya dalam sujud. [HR. Al Baihaqi dan hadits
ini juga diriwayatkan dari jalur periwayatan yang lain, demikian keterangan dalam kitab
Syuabul Iman karya Al Baihaqi (3837)]
Juga hadits yang diriwayatkan Sayyiduna Ali , menceritakan bahwa Rasulullah
bersabda:
t



:

:

.


.








...





(


) .
Dari Ali bin Abi Thalib t telah berkata : Rasulullah r telah bersabda : Ketika datang
malam Nishfu Syaban maka shalatlah pada malamnya dan puasalah pada siang
harinya, sesungguhnya Allah Taala pada malam itu turun (maksudnya Allah
menurunkan rahmat-Nya) ke langit dunia pada saat terbenam matahari sampai fajar,
dan berfirman : Barang siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku kabulkan
permohonannya, dan barang siapa minta ampun maka akan Aku ampuni dosanya, dan
barang siapa yang meminta rezeki maka akan Aku berikan rizki kepadanya. [H.R. Ibnu
Majah (1388)]
Hadist Muadz bin Jabbal , Nabi bersabda :








:








t




:








) .



)
Dari Muadz bin Jabal t, dari Nabi r telah bersabda : Allah melihat (maksudnya
memberi rahmat) kepada semua mahkluknya di malam Nishfu Syaban untuk memberi
ampunan kepada semua mahkluknya, kecuali bagi orang yang musyrik dan orang yang
bermusuhan. [Hadits Shahih diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (5665), Ath Thabrani
dalam Al Mu'jam Al Kabir (215), Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman (3833 & 6628)]
D. Menghidupkan Malam Nishfu Syaban dan Tradisi Bulan Syaban
Dari hadits-hadits tersebut di atas dan banyak hadits-hadits lainnya menunjukkan
bahwa malam Nishfu Syaban adalah malam yang mulia. Penting sekali bagi umat

Islam untuk menghidupkan malam Nishfu Syaban tersebut dengan memperbanyak


beramal shalih seperti : shalat sunat, membaca Al Quran, bersedekah, bertaubat dan
berdoa,
Dalam sebuah atsar yang bersumber dari Abdullah bin Umar, ia berkata :


:

:














t

. ,4 : ,







)


) .

Dari Ibn Umar ia berkata : Ada lima malam yang doa tidak ditolak di dalamnya yaitu :
(1) malam Jumat, (2) malam pertama di bulan Rajab, (3) malam Nishfu Syaban
(malam pertengahan bulan Syaban), (4 dan 5) malam dua hari Raya (malam Idul Fitri
dan malam Idul Adlha). [Mushannaf Abdir Razzaq (7927), juz 4, hal. 317]
Berkaitan dengan keutamaan bulan Syaban ini, al-Imam Ibn Rajab al-Hanbali, murid
terkemuka Syaikh Ibn Qayyim al-Jauziyah, berkata dalam kitab Lathaif al-Maarif
sebagai berikut:

:





)

















).(













/ ) .
Al-Imam Ahmad dan al-Nasai meriwayatkan dari hadits Usamah bin Zaid, yang
berkata: Rasulullah r terkadang berpuasa selama beberapa hari berturut-turut
sehingga kami berkata, beliau tidak sarapan pagi. Beliau juga sarapan pagi selama
beberapa hari sehingga hampir saja beliau tidak berpuasa kecuali dua hari dari Jumat,
apabila dua hari itu menjadi bagian puasanya. Kalau tidak, beliau berpuasa pada dua
hari itu. Nabi r tidak berpuasa pada bulan-bulan yang ada seperti puasa beliau pada
bulan Syaban. Aku berkata kepada Nabi r, Wahai Rasulullah, aku tidak pernah
melihatmu berpuasa pada bulan-bulan sebelumnya seperti puasa Anda pada bulan
Syaban? Nabi menjawab, Bulan Syaban itu, bulan yang dilupakan manusia antara
bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan Syaban itu, bulan di mana amal manusia diangkat
kepada Allah Tuhan semesta alam. Aku ingin, amalku diangkat ketika aku sedang
berpuasa. (Al-Hafizh Ibn Rajab al-Hanbali, Lathaif al-Maarif, hal. 236).