Anda di halaman 1dari 24

REFLEKSI BULAN PERTAMA

A. Merencanakan pembelajaran 1. Merumuskan indikator Saya merumuskan indikator pada KD 4.2 yaitu 1. Menjelaskan pengertian alkana 2. Menuliskan rumus umum dari alkana 3. Menjelaskan aturan penulisan nama alkana 4. Menjelaskan sifat fisik dan berbagai bentuk isomer dari senyawa alkana 5. Menuliskan reaksi sederhana pada senyawa alkana. 6. Menjelaskan pengertian alkena 7. Menuliskan rumus umum dari alkena 8. Menjelaskan aturan penulisan nama alkena 9. Menjelaskan sifat fisik dan berbagai bentuk isomer dari senyawa alkena 10. Menuliskan reaksi sederhana pada senyawa alkena. 11. Menuliskan rumus umum dari alkuna 12. Menjelaskan aturan penulisan nama alkuna 13. Menjelaskan sifat fisik berbagai bentuk isomer dari senyawa alkuna 14. Menuliskan reaksi sederhana pada senyawa alkuna. Oleh karena itu, saya hanya menjelaskan materi mulai dari indikator 6-14 dengan tujuan yang ingin di capai seperti yang telah di rumuskan diatas, karena materi indikator sebelumnya telah dijelaskan oleh guru pamong saya.

2. Pengorganisasian materi, media, sumber Proses yang saya lakukan dalam mengorganisasi materi, media dan sumber adalah membaca buku dari beberapa referensi untuk membuat

16

bahan ajar agar informasi yang kita berikan kepada siswa lebih jelas dan tepat, demikian juga untuk menghindari dari kesalahan konsep. pada pertemuan pertama ini saya menjelaskan materi Alkena dimana materi ini dikategorikan meteri yang tidak begitu sulit tetapi tidak begitu mudah juga, sehingga perlu beberapa referensi untuk membacanya. Pada materi ini, pemilihan media yang paling tepat adalah Molymood. Hal ini yang membuat murid kurang mengerti, tetapi dengan segenap upaya saya menjelakan nya dengan rinci agar siswa mengerti tentang materi ini. Sumber diambil dari beberapa referensi, dengan begitu materi yang kita ajarkan tidak mengalami kesalahan konsep.

3. Perancangan skenario/langkah pembelajaran Upaya yang Saya lakukan dalam merancang skenario/ langkah pembelajaran adalah merancang langkah langkah pembelajaran dengan sistematis agar proses pembelajaran yang dilakukan berjalan dengan lancar dan indikator nya tercapai serta membangun siswa dengan menciptakan karakter yang baik selama proses pembelajaran berlangsung

4. Melengkapi uraian materi dari berbagai sumber rujukan A. Alkena 1. Rumus umum alkena Alkena adalah senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan tak jenuh, yaitu terdapat ikatan antar atom C rangkap dua. Adanya ikatan rangkap menyebabkan jumlah atom H pada alkena tidak maksimum seperti pada alkana. Rumus umum alkena : CnH2n 2. Tata nama alkena Rantai induk merupakan rantai yang terpanjang dan memiliki ikatan rangkap dua. Nama alkena diberikan sesuai jumlah atom C pada rantai induk dan menggunakan akhiran ena.

17

Atom C pada ikatan rangkap diberi nomor serendah mungkin. nomor atom C yang memiliki ikatan rangkap dua dituliskan di awal nama alkena. Apabila ikatan rangkap dua berjumlah lebih dari satu, penamaanya sesuai dengan banyaknya ikatan rangkap dua tersebut. Misanya alkena dengan 2 ikatan rangkap dua diberi akhiran diena. Nama rantai induk dimulai dengan nomor atom C pertama yang terikat ke ikatan C rangkap diikuti tanda (-) baru nama rantai induk. Ketentuan lain sama seperti penamaan alkana.

B. Alkuna 1. Rumus umum alkuna Alkuna adalah senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan tak jenuh, yaitu adanya iktan antaratom C rangkap tiga. Rumus umum alkuna CnH2n-2. 2. Tata nama Alkuna Rantai induk merupakan rantai yang terpanjang dan memiliki iktan rangkap tiga. Nama alkana diberikan sesuai jumlah atom C pada rantai induk dan menggunakan akhiran una Atom C pada ikatan rangkap diberi nomor serendah mungkin. Nomor atom C yang memiliki ikatan rangkap tiga dituliskan di awal nama alkuna. Apabila ikatan rangkap tiga berjumlah lebih dari satu,

penamaannya sesuai dengan banyaknya ikatan rangkap tiga. Jika terdapat cabang (gugus alkil) pada rantai induk, Ketentuan lain sama seperti penamaan alkana.

18

Sifat-Sifat Hidrokarbon
A. sifat-sifat fisis a. Titik didih dan titik cair Semakin besar massa molekul relatif (makin panjang rantai karbon) dari alkana maupun alkena, makin tinggi titik leleh, titik didih dan massa jenisnya. Pada suhu kamar, C1-C4 berwujud gas, suku-suku berikutnya berwujud cair sedangkan suku-suku tinggi (mulai dari C18H38) berwujud padat. Kecendrungan yang sama juga berlaku bagi alkuna. Diantara suatu alkana dan isomer-isomernya, ternyata isomer bercabang mempunyai titik leleh dan titik didh yang lebih rendah. b. Kelarutan dalam air Semua hidrokarbon sukar larut dalam air. Mereka lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar seperti tetraklorometana (CCl4).

Reaksi-reaksi hidrokarbon
1. Reaksi pembakaran (reaksi oksidasi) Reaksi pembakaran dapat terjadi pada alkana, alkena dan juga alkuna. C3H8 + 5O2 3CO2 + 4H2O 2. Reaksi subtitusi (pergantian)
H H C H H

+ Cl2

C H

Cl

+ HCl

3. Reaksi adasi (penambahan = penjenuhan) Reaksi adai hydrogen


H2C CH 2

H2

CH 3

CH 3

Reaksi Adisi Halogen


H2C CH CH 3

+ Cl 2

CH 2Cl

CHCl

CH 3

19

Reaksi Adisi HCl


H2C CH CH 3

+ HCl

CH2Cl

CHCl

CH 3

Keisomeran
Senyawa yang berbeda tetapi mempunyai rumus molekul sama disebut isomer. Keisomeran terjadi karena senyawa dengan rumus molekul yang sama dapat mempunyai struktur atau konfigurasi yang berbeda.

1. Keisomeran struktur Keisomeran kerangka Keisomeran kerangka adalah keisomeran karena perbedaan kerangka atom karbon diantara senyawa-senyawa dengan rumus molekul yang sama. Contoh:
H3C CH 2 CH 2 CH 2 CH 3

n-pentana

CH 3 H3C C CH 3 CH 3

neopentana

5. Merencanakan alat evaluasi Upaya yang Saya lakukan dalam merencanakan/memilih alat evaluasi adalah memilih alat evaluasi yang tepat. Untuk mengevaluasi apakah mereka mengerti apa yang saya ajarkan dengan memberikan beberapa pertanyaan lisan dan tugas. Pertanyaan lisan ini menunjukan

20

langsung apakah mereka mengerti atau tidak. Sedangkan tugas untuk mendidik mereka belajar mandiri dirumah.

B. Pelaksanaan pembelajaran 1. Mengelola Tugas Rutin, Fasilitas Belajar, dan Waktu Pengalaman saya ketika mengelola tugas rutin adalah tidak begitu rumit, karena siswa dikelas yang saya ajar ( kelas X-5 dan X-6 ) baikbaik sehingga mereka menuruti apa yang saya perintahkan. Mereka pun sangat antusias ketika saya berikan tugas rumah. Pengalaman saya ketika mengelola fasilitas belajar adalah untuk materi yang saya ajarkan saat ini, saya tidak mengalami kesulitan dalam mengelola fasilitas belajar. Fasilitas belajar di MAN 3 Rukoh Banda Aceh sudah cukup mendukung dalam proses pembelajaran. Pengalaman saya ketika mengelola waktu pada saat pertama kali masuk kelas adalah tidak begitu mengalami kesulitan. Hanya saja karena materi yang saya ajarkan sangat banyak, jadi saya tidak banyak membahas soal. Seharusnya membahas soal sangat penting. Upaya yang saya lakukan agar mereka mau belajar di rumah yaitu dengan cara memberikan tugas mengenai notasi sel. Ini salah satu upaya yang saya lakukan karena waktu dalam membahas soal tidak cukup. Pertemuan berikut nya akan saya kelola waktunya semaksimal mungkin.

2. Menerapkan strategi pembelajaran Pengalaman Saya di kelas ketika menerapkan strategi Pembelajaran adalah pada awalnya begitu rumit karena pada kenyataan nya karakter siswa yang berbeda beda itu membuat strategi yang telah kita tetapkan menjadi tidak berguna. Seharusnya strategi pembelajaran yang di gunakan tidak hanya monoton tetapi bisa di variasikan lagi dengan yang strategi lainnya sehingga pengelolaan kelas menjadi baik.

21

3. Berkomunikasi dengan siswa Pengalaman Saya di kelas ketika berkomunikasi dengan siswa yaitu saya merasakan bahwa saya masih sangat canggung untuk berkomunikasi dengan siswa. Hal ini terjadi pada saat pertama kali saya berhadapan dengan siswa dan harus mampu melakukan komunikasi yang baik. Untuk menghindari kecanggungan itu, upaya yang saya lakukan adalah menanyakan beberapa pertanyaan kepada siswa agar hubungan komunikasi antara saya dan siswa menjadi baik dan tidak kaku. Saya juga memperbolehkan siswa untuk bertanya kepada saya agar terjadi timbal balik antara guru dan siswa.

4. Mendemonstrasikan variasi metode mengajar Pada hari pertama saya masuk kelas, saya tidak menggunakan variasi metode mengajar. Saya hanya menggunakan metode ceramah diskusi, dan Tanya jawab. Saya memilih metode ini karena saya menyesuaikan dengan indicator yang harus dicapai. Metode ceramah dan tanyak jawab ini sangat sesuai dengan materi ini. Pada pertemuan berikutnya akan saya variasikan lagi metode mengajarnya.

5. Mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan relevansinya dengan topik dan ketepatan bahan pembelajaran Pengalaman Saya ketika mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan relevansinya dengan topik dan ketepatan bahan pembelajaran yaitu untuk materi ini saya menguasai materinya sehingga relevansi terhadap topic dan ketepatan bahan pembelajaran.

6. Mendorong pembelajaran

dan

menggalakkan

keterlibatan

siswa

dalam

proses

Pengalaman Saya di kelas ketika mendorong dan menggalakkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yaitu memberikan

22

kesempatan kepada mereka untuk bertanya mengenai hal hal yang belum di mengerti kepada saya. Saya sangat bangga dengan kelas X-5 dan X-6, siswa-siswa nya sangat antusias dalam bertanya. Pengalaman saya ketika masuk dikelas X-5 sangat menarik. Dimana pada saat itu jam ke-4 dan ke-5 dan pamong saya ikut observasi saya, biarpun hanya dilihat dari luar. terlihat ada dua siswa yang sangat semangat dalam bertanya. Dengan semangat juga saya menjawab nya, untuk menggalakkan siswasiswa ini untuk belajar sangatlah mudah, karena mereka sangat antusias dalam belajar. 7. Melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar Saya mengevaluasi proses dan hasil belajar dari beberapa pertanyaan saya berikan kepada mereka. Saya bertanya kepada siswa satu per satu, sedikit siswa yang tidak mengerti karena tidak memperhatikan. Tetapi beberapa siswa lainnya sudah mulai menyerap materi yang saya ajarkan. selain itu, saya mengevaluasi dari tugas yang saya berikan kepada mereka, ternyata nilai nilai nya diatas 70. Nilai yang didapatkan ini merunjuk kepada saya agar saya lebih bekerja keras lagi dalam menjadi fasilisator mereka.

8. Menutup pelajaran Ketika saya menutup pelajaran, siswa-siswa memperhatikan saya dan mereka mendengarkan nya. Ketika saya menutup pelajaran, saya memberikan beberapa tugas kepada mereka. Kebiasaan dari siswa itu adalah lupa sehingga upaya yang saya lakukan adalah menulis tugas nya di papan tulis. Sehingga mereka semua melihatnya dan mencatatnya.

23

REFLEKSI BULAN KEDUA

A. Merencanakan Pembelajaran 1. Merumuskan indikator Merumuskan indikator harus sesuai dengan SK dan KD. Penulis terlebih dahulu mempelajari SK, KD, dan kondisi kelas selama masa observasi tindakan kelas. Selanjutnya penulis merumuskan indikator pembelajaran sesuai tuntutan SK dan KD. Untuk pertemuan ini, penulis membuat indikator yang sesuai KD: 1. Menjelaskan komposisi minyak bumi 2. Mendeskripsikan proses pembetukan minyak bumi 3. Menjelaskan komponen utama penyusun minyak bumi 4. Menjelaskan teknik-teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi 5. Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktan 6. Menjelaskan kegunaan fraksi-fraksi minyak bumi 7. Menganalisis lingkungan dampak pembakaran bahan bakar terhadap

2. Pengorganisasian materi, media, sumber Pencapaian pembelajaran yang efektif merupakan kerja keras yang sebenarnya tidak sulit. Saya mempelajari bahan ajar dari berbagai sumber dengan berpedoman tetap pada buku paket/pegangan pembelajaran kelas X dan silabus. Saya tidak 100% mengambil bahan pembelajaran dari buku paket/ pegangan tersebut. Menggali ragam bahan pembelajaran dari berbagai sumber dan merumuskan dalam satu rumusan pembelajaran yang terbaik menurut penulis. Selain itu saya juga merancang media pembelajaran yang menarik untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

24

3. Perancangan skenario/langkah pembelajaran Langkah pembelajaran yang saya terapkan pada pertemuan kali ini yakni dengan menerapkan metode Cooperative Learning. Saya mencoba mengajak siswa untuk berinteraksi aktif dan kreatif dalam kondisi menyenangkan. Saya mencoba bersahabat dengan siswa agar siswa merasa nyaman selama berada di kelas. Tidak mustahil kendala ikut mengiringi proses pembelajaran, siswa terlihat asing dengan metode pembelajaran yang saya terapkan. Mereka sulit beradaptasi. Hal tersebut salah satu penyebabnya mungkin karena faktor kurang terbiasanya siswa dalam kondisi demikian. Melihat kondisi seperti itu, saya berusaha memecahkan persoalan tersebut dengan interaksi yang bersahabat. Alhasil, sedikit demi sedikit suasana kurang bersahabat tersebut mencair dan hilang.

4. Melengkapi uraian materi dari berbagai sumber rujukan Penjabaran materi yang mudah dipahami merupakan sesuatu yang penting. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya mencari bahan rujukan untuk materi pembelajaran dari berbagi sumber, baik dari buku paket, buku-buku yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran, dan media internet yang memiliki materi yang bermutu serta ragam artikel. Saya merangkum materi yang telah terkumpul ke dalam satu paket pembelajaran dengan bahasa yang mudah dipahami siswa.

5. Merencanakan alat evaluasi Untuk merencanakan alat evaluasi pembelajaran, saya terlebih dahulu memperhatikan kondisi kelas, kebutuhan siswa, dan keinginan siswa.

25

Setelah proses tersebut, barulah saya merencanakan alat dan evaluasi pembelajaran yang sesuai dan tepat.

B. Pelaksanaan Pembelajaran 1. Mengelola Tugas Rutin, Fasilitas Belajar, dan Waktu Tugas rutin, fasilitas belajar, dan waktu merupakan tiga komponen penentu keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Dari itu, kegiatan mengelola tugas rutin, fasilitas, dan waktu harus dirancang seefektif/ sebaik mungkin. Mengolah ketiga komponen tersebut bisa dikatakan susah-susah gampang. Karena harus memadukan tiga komponen yang berbeda sehingga menghasilkan pembelajaran. Ada kalanya ketiga hal tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya karena berbagai faktor. Faktor internal dan eksternal merupakan penunjang terlaksananya ketiga hal tersebut. Selaku guru praktik yang sedang mencoba, saya berusaha mengolah ketiga hal tersebut sebaik mungkin. Tentu saja kekurangan terjadi dengan ragam alasan. Hal tersebut bukanlah suatu alasan, kegagalan hanya terjadi jika usaha tidak dilaksanakan.

2. Menerapkan strategi pembelajaran Untuk menerapkan strategi pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah saya susun merupakan hal yang sulit. Merangkum siswa untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran berdasarkan strategi

pembelajaran sangat sulit dilakonkan. Siswa asik dengan kegiatannya masing-masing. Bagi saya, para siswa perlu diayomi, dibimbing, dan diperlakukan layaknya anak sendiri. Dari itu, pelan-pelan penulis berkomunikasi dengan siswa dengan tujuan mereka terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan merasa nyaman.

3. Berkomunikasi dengan siswa Para siswa perlu bimbingan, persahabatan, dan kasih sayang. Itulah

26

hal yang terlintas dibenak saya tatkala bertemu-muka dengan siswa yang mengikuti pembelajaran. Tertatih-tatih penulis mencoba berinteraksi dan menggali potensi siswa. Saya mencoba berkomunikasi awal dengan siswa dengan cara menanyakan pengalaman mereka yang berkenaan dengan materi pembelajaran.

4. Mendemonstrasikan variasi metode mengajar Metode mengajar yang saya terapkan sangat bervariasi. Saya mendemonstrasikan metode pembelajaran ke dalam bebeberapa jenis model dalam sekali tatap muka. Pertemuan kali ini, saya

mendemonstrasikan model diskusi, tanya-jawab, penugasan kelompok, dan refleksi pembelajaran dari siswa.

5. Mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan relevansinya dengan topik dan ketepatan bahan pembelajaran Mendemostrasikan penguasaan mata pembelajaran pada pertemuan kali ini agak sulit. Siswa agak enggan telibat aktif. Namun saya terus mencoba mengaitkan topik dengan kehidupan siswa yang relavan. Hasil akhirnya cukup memuaskan, siswa begitu antusias dan memberikan tanggapan positif. Para siswa hanya perlu diberikan beberapa topik pembahasan yang berkaitan erat dengan kehidupanya sehari-hari agar mereka dapat dengan mudah terlibat dalam proses belajar-mengajar.

6. Mendorong pembelajaran

dan

menggalakkan

keterlibatan

siswa

dalam

proses

Para siswa perlu diberikan motivasi lebih untuk tetap semangat dalam belajar. Salah satu cara memotimasi mereka ialah dengan tetap berinteraksi dengan mereka guna menciptakan rasa nyaman ketika belajar. Oleh karena itu, mencoba bersahabat dengan siswa (dalam konteks

27

yang wajar) untuk menarik minat dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hal tersebut saya lakukan agar siswa merasa nyaman selama proses belajar-mengajar bersama saya.

7. Melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar Melaksanakan evaluasi pembelajaran merupakan hal yang sangat saya nanti-nantikan. Karena dengan hal tersebut penulis dapat memperbaiki teknik dan metode pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Evaluasi pembelajaran yang penulis lakukan adalah dari hasil lembar kerja siswa, keaktifan selama proses pembelajara berlangsung, serta unjuk kerja. Baik itu berupa kerja kelompok maupun individu.

8. Menutup pelajaran Ketika menutup pelajaran, saya mencoba untuk tetap memberikan motivasi dan semangat belajar kepada para siswa. Saya juga mengingatkan siswa untuk tidak lupa mengulang pelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan di malam harinya, bukan mengerjakan tugas di sekolah ketika akan masuk jam pelajaran. Di sini saya mencoba mengubah kebiasaankebiasaan buruk para siswa untuk bisa menjadi siswa yang lebih disiplin dan menghargai waktu.

28

REFLEKSI BULAN KETIGA

A. Merencanakan pembelajaran 1. Merumuskan indikator Untuk merumuskan indikator dengan KD: 4.4 Menjelaskan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dan kehidupan sehari-hari dalam bidang pangan, sandang, papan, perdagangan, seni dan estetika Saya merumuskan indikator pada KD 4.4 yaitu : 1. Mendeskripsikan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang pangan dan perdagangan serta menyebutkan contohcontohnya 2. Mendeskripsikan kegunaan dan komposisin senyawa hidrokarbon dalam bidang sandang dan papan contohnya 3. Mendeskripsikan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang seni dan estetika serta menyebutkan contohcontohnya serta menyebutkan contoh-

2. Pengorganisasian materi, media, sumber Pada pertemua kali ini, penulis merancang pembelajaran dengan mengorganisasikan materi, media, dan sumber belajar menjadi satu komponen pembelajaran. Antara materi, media, dan sumber yang penulis pakai tersebut saling berkaitan satu sama lain.

3. Perancangan skenario/langkah pembelajaran Pembelajaran yang penulis rencanakan pada pertemuan kali ini penulis membagi siswa kedalam beberapa kelompok, membagikan lembar kerja siswa yang berupa gambar kepada setiap kelompok, memberi instruksi kepada setiap kelompok maksud dari diskusi kelompok, kemudian saya memantau kerja siswa dan menuntun setiap

29

kelompok serta meminta setiap perwakilan kelompok mengelompokkan gambar tersebut berdasarkan kegunaannya.

4. Melengkapi uraian materi dari berbagai sumber rujukan Seperti pada pertemuan sebelumnya, uraian materi yang penulis demonstrasikan di depan kelas penulis peroleh dari berbagai sumber rujukan. Namun tidak lepas dari tuntutan SK dan KD. Materi tersebut penulis simpulkan menjadi kesatuan topik yang mudah dipahami oleh siswa.

5. Merencanakan alat evaluasi Upaya yang Saya lakukan dalam merencanakan/memilih alat evaluasi adalah memilih alat evaluasi yang tepat. Sumber yang dirujuk adalah Buku kimia ESIS kelas X dan buku kimia lainnya yang relavan. Bahan yang digunakan yaitu foto copyan soal berupa lembar kerja siswa dan jenis tagihannya adalah test dan non test.

B. Pelaksanaan pembelajaran 1. Mengelola Tugas Rutin, Fasilitas Belajar, dan Waktu Pengolaan tugas rutin, fasilitas belajar, dan waktu sangat tergantung pada minat siswa mengitu pembelajaran. Untuk itu, penulis senantiasa mengelola tugas rutin dan fasilitas belajar sesuai dengan waktu yang tersedia tanpa membebani siswa Artinya, penulis selalu berusaha agar siswa nyaman dengan tugas-tugas dan fasilitas belajar yang ada.

2. Menerapkan strategi pembelajaran Strategi pembelajaran yang penulis terapkan kali ini berupa Terstruktur Dan mandiri. Langkah pembelajaran yang penulis rencanakan pada pertemuan kali ini penulis membagi siswa kedalam beberapa kelompok, membagikan lembar kerja siswa kepada setiap kelompok, kemudian

30

penulis memantau kerja siswa dan menuntun setiap kelompok serta meminta setiap perwakilan kelompok memaparkan hasil kerjanya ke depan.

3. Berkomunikasi dengan siswa Komunikasi bersama siswa secara terstruktur, tidak menggurui, dan apa adanya adalah upaya ampuh menarik menit siswa untuk terlibat dalam pembelajaran. 80% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran jika mereka diperlakukan dengan kasih sayang dan rasa persahabatan yang kental.

4. Mendemonstrasikan variasi metode mengajar Metode yang penulis gunakan terkadang bervariasi, penulis melihat siswa yang tiba-tiba tidak serius atau bosan, maka penulis menggunakan metode yang berbeda.

5. Mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan relevansinya dengan topik dan ketepatan bahan pembelajaran Penulis selalu berusahan menguasai materi pembelajaran sebisa mungkin. Karena mustahil mengajarkan orang lain sesuatu yang tidak kita pahami. Sebelum mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan relevansinya dengan topik dan ketepatan bahan pelajaran, penulis belajar terlebih dahulu materi yang akan diajarkan.

6. Mendorong pembelajaran

dan

menggalakkan

keterlibatan

siswa

dalam

proses

Untuk mendorong ataupun memotivasi siswa, guru memberikan contoh-contoh nyata yang melibatkan nama salah satu siswa yang sedikit agak usil dengan temannya, sehingga siswa dapat membayangkan dengan mudah contoh tersebut. Siswa yang usilpun bisa teratasi. Siswa juga

31

diminta maju kedepan untuk menjawab soal-soal yang saya tulis dipapan tulis, sehingga siswa aktif di dalam kelas.

7. Melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar Dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran, penulis meminta siswa untuk menjawab beberapa pertanyaan kepada siswa, jika pertanyaan itu dapat dijawab dengan benar, berarti pembelajaran pada hari ini berjalan dengan baik.

8. Menutup pelajaran Penutupan pembelajaran berjalan dengan tertib, dan membantu siswa untuk menyimpulkan pembelajaran pada hari ini.

32

Case Study Bulan Pertama

Berawal dari bulan September dimana saya dan kawan-kawan di antar ke sekolah latihan MAN 3 Rukoh Banda Aceh. Pada hari itu saya dan kawan-kawan diantar oleh dosen pembimbing PPL yaitu Bapak Marwan, sesampainya di sekolah MAN 3 Rukoh kami disambut oleh wakil kurikulum yaitu Bapak Djamaluddin Husita. Pada hari perdana itu saya dan kawan-kawan banyak diberi arahan tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan selama PPL di sekolah MAN 3 Rukoh Banda Aceh. Setelah diberikan arahan oleh Bapak Djamaluddin Husita, karena pada pada hari itu bapak kepala sekolah ada halangan, kemudian kami diantar menuju keruang untuk kami istirahat selama PPL berlangsung. Beberapa hari kemudian, kami baru dibagikan Guru pamong oleh Bapak Djamaluddin Husita. Setelah itu, kami masing-masing menjumpai Pamong. Sangat disayangkan pada saat itu Pamong saya tidak berada disekolah karena ada halangan. Keesokan harinya, kami dipersilahkan untuk observasi lapangan dengan berkeliling sekolah untuk melihat-lihat situasi dan kondisi lingkungan MAN 3 Rukoh Banda Aceh. Pada tanggal 4 Maret 2013 tepatnya hari senin saya mulai mengikuti upacara bendera dan setelah itu menjumpai guru pamong yaitu Ibu Rosniar.,disaat itulah saya dapat berbincang-bincang dengan pamong saya. Beliau mengajar kelas XI dan kelas X. Kemudian beliau meminta saya untuk mengajar langsung dikelas X-5 dan X-6 tanpa terlebih dahulu observasi. Saya memberanikan diri untuk mengajar mereka. Saya sangat senang karena mereka menyambut saya dengan semangat untuk mengikuti pelajaran kimia. Tibalah saatnya saya yang masuk dan mengajar di kelas dan tentunnya di damping oleh Ibu Ros sebagai guru pembimbing saya dan memberikan RPP untuk pertemuan hari ini, nah pada saat itu saya merasa grogi dan takut tidak bisa menyampaikan materi dengan baik kepada siswa, namun segala persiapan telah saya lakukan semaksimal mungkin. Pada pertemuan pertama saya mengajar mengenai KD Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan 33

hubungannya dengan sifat senyawa. Untuk KD ini saya menggunakan metode ceramah dan diskusi. Ketika masuk saya memberi salam kepada siswa dan siswa pun menjawab. Kemudian siswa pun mulai penasaran ingin berkenalan dengan saya yang merupakan masih orang asing bagi mereka. Saya pun mulai memperkenalkan diri, yang sebenarnya didalam hati mencoba menyembunyikan rasa grogi yang datang tanpa di undang itu, yah saya juga tidak tau apa saya berhasil menyembunyikan rasa grogi itu atau tidak. Setelah proses perkenalan dengan siswa sudah selesai di lanjutkan dengan basa basi dengan siswa yang ujung-ujungnya saya kaitkan dengan materi pembelajaran hari ini. Kemudian saya memberitahukan materi apa yang akan di pelajari serta memberitahu siswa tujuan pembelajaran. Selanjutnya saya mencoba menggali ingatan siswa mengenai materi sebelumnya yang telah mereka peroleh dari guru . Waktu telah berlalu selama 10 menit namun bagi saya terasa waktu telah berlalu selama 1 jam, sungguh pengalaman pertama yang tak terlupakan. Setelah 10 menit berlalu, saya menjelaskan mengenai Alkena dimulai dari struktur umum sampai ke contoh soal. Mereka sangat antusias dengan penjelasannya, hal tersebut tampak pada beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada saya. dengan segenap pengetahuan yang telah saya peroleh saya berusaha menjawab dan mereka merasa puas dengan jawaban yang saya berikan. Akhirnya saya merasa sangat lega ketika mereka berhenti bertanya. Pengalaman pertama saya masuk kelas sangat berkesan. Setelah semuanya selesai saya pun mencoba memberikan evaluasi kepada siswa dengan menanyakan beberapa soal kepada siswa. Akhirnya perasaan grogi saya pun telah hilang dengan sendirinya. Bel pun telah berbunyi, saya memberitahu materi yang akan dipelajari minggu depan dan menyuruh siswa untuk banyak-banyak membaca mengenai materi yang akan datang. Akhirnya saya pun mengakhiri pembelajaran dengan memberi salam lalu keluar dari kelas. Pembelajaran hari ini sangat menyenangkan, saya sangat berharap agar pertemuan-pertemuan selanjutnya bisa terus lebih baik lagi dan lagi. Amiinn.

34

Case Study Bulan Kedua

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Akhirnya kami sebagai mahasiswa PPL yang berada di MAN 3 Rukoh Banda Aceh memasuki awal bulan april. Pada bulan inilah kami dilepas untuk mengajar mandiri tanpa dibimbing oleh Pamong lagi. Alhamdulillah saya sudah tidak merasa grogi lagi karena sudah terbiasa mengajar dikelas. Selasa Pagi itu saya telah menyiapkan segala atribut untuk mengajar di kelas X-6. Dengan semangat saya berangkat dari kos saya dengan menaiki sepeda motor untuk sampai kesekolah. Sesampai disekolah, terlebih dahulu saya absen dan menyiapkan buku yang saya perlukan untuk masuk ke kelas. Pada hari ini, saya mengajar mereka masih pada KD 4.2 yaitu Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa, tetapi pada pertemuan kali ini tentang materi Alkuna. Saya telah menulis beberapa point penting di kertas plano untuk memudahkan saya menjelaskan materi kepada mereka. Mereka sangat antusias mendengarkan saya menjelaskan. Berbagai pertanyaan yang mereka tanyakan kepada saya, mereka sedikit susah untuk menyerap materi tersebut. Hal ini disebabkan materi ini sukar untuk dimengerti. Oleh karena itu, perlu penjelasan yang berulang-ulang kepada mereka dan memberikan contoh soal agar mereka mengerti. Materi ini perlu sedikit menghapal karena ada beberapa aturan yang perlu di ingat. Untuk melatih soal-soal tersebut, saya memberikan mereka soal dimana mereka harus menyelesikannya saat itu juga. Saya memberikan point lebih yang telah mengumpul 5 tercepat dari teman lainnya. Mereka sangat antusias. Saya sangat senang keadaan ini dimana mereka sibuk untuk menyelasikan soal yang saya berikan. Dengan berbagai ekspresi wajah yang berbeda-beda dalam menyelasikan soal ini, ada yang terlihat bahagia karena menurutnya soal tersebut mudah tetapi ada juga yang mengeluh karena tidak bisa menjawab soal dengan

35

benar sehingga mereka mondar-mandir untuk bertanya dengan saya. Saya sangat senang dengan mereka yang berusaha untuk mencari jawaban dari soal yang saya berikan. Karena waktu 3 jam itu sangat lama, mereka sudah merasa bosan. Mereka meminta saya untuk menceritakan pengalaman saya yang menarik. Saya menolak untuk bercerita, tetapi mereka terus membujuk saya untuk bercerita. Akhirnya saya luluh dan bercerita kepada meraka, tetapi topic yang saya ambil tetap yang berbau kimia yaitu tentang isu yang masih hangatnya yaitu tentang global warming. Semua siswa diam ketika saya menjelaskan apa itu global warming dan sebagian dari mereka juga sudah ada yang tahu. Belpun berbunyi dan saya bergegas keluar dengan mengucapkan salam kepada mereka dengan tidak lupa memberi tugas kepada mereka. Keluar dari kelas X-6, hati saya merasa sangat bahagia. Langkah demi langkah menuju tempat berkumpulnya mahasiswa PPL terasa sangat lama karena saya masih merasakan bahagia, semakin lama saya semakin mampu membawa mereka untuk memiliki kemauan belajar. Alhamdulillah siswa yang saya didik juga sangat baik-baik. Mereka juga sangat menghormati saya walaupun saya hanya sebagai mahasiswa yang sedang praktek di sekolah itu. Hal ini akan sangat saya rindukan ketika kami telah di tarik kembali oleh UPT. PPL karena masa praktek kami telah habis. Tetapi pengalaman praktek ini akan saya ingat karena begitu banyak yang telah kami alami bersama, baik bersama masasiswa PPL, Guru pamong, siswa-siswi, dan staf karyawan MAN 3 Rukoh Banda Aceh. Semua ini merupakan bekal dan ilmu yang telah saya peroleh untuk di bawa ke hari esok dimana saya akan pasti menjalani hal seperti ini ketika saya telah lulus dalam menjalani pendidikan di Universitas Syiah Kuala. Aamiinn.

36

Case StudyBulan Ketiga

Dua bulan telah berlalu semenjak kami di lepaskan ke sekolah latihan tersebut, akhirnya memasuki bulan mei dimana telah tampak kecerahan bagi mahasiswa PPL karena pada awal juni kami akan ditarik kembali oleh UPT. PPL karena kami telah selesai melaksanakan praktek kami di sekolah. berbagai keluh kesah yang kami rasakan semenjak kami berada di sana. Banyak pengalaman yang saya dapatkan, dari bagaimana cara menjaga pergaulan guru terhadap muridnya, berinteraksi dengan guru-guru di sekolah, berinteraksi dengan staf-staf TU, dan berinteraksi dengan mahasiswa PPL. Suka duka kami rasakan bersama. Tertawa bersama untuk melepas rasa lelah yang telah kami alami di sekolah. Berbagai masalah yang kami hadapi karena kecerobohan, ketidakkompakan, dan kemalasan kami. Semua itu membuat kami dewasa dan mengerti bagaimana cara untuk memperbaikinya. Saya sangat beruntung mendapatkan sekolah ini karena semua yang berda di sekolah baik kepala sekolah, guru, staf TU, siswa, penjaga sekolah, dan penjaga kantin sangat ramah. Bulan mei ini merupakan bulan kami untuk di nilai cara mengajar kami walaupun selama ini juga telah di nilai. Hari ini merupakan hari dimana saya akan melaksanakan Ujian PPL yang akan dinilai oleh Guru Pamong saya sendiri. Saya telah konsul dengan beliau mengenai RPP KD 4.4 yang akan saya buat untuk mengajar pada saat ujian. Segala atribut untuk mengajar telah saya siapkan

seperti biasanya, tetapi kali ini lebih ekstra. Saya merasakan lebih tegang dari biasanya. Akhirnya bel jam pelajaran ketiga pun berbunyi dan waktunya saya untuk masuk ke kelas. Seperti biasanya saya membuka dengan mengucapkan salam dan mengabsen siswa. Ketika Ibu Rosniar selaku Guru Pamong saya masuk, saya merasakan deg degan. Hal ini tampak dari materi yang daya jelaskan. Agaknya sedikit rancu materi yang saya ajarkan, entah mengapa konsep yang

37

seharusnya sudah saya ingat menjadi lupa begitu saja. Saya merasa sangat bodoh ketika di depan kelas. Tetapi siswa-siswi membantu saya dengan memberi lelucon dan akhirnya rasa tegang itupun reda. Saya membagi kelompok kepada mereka. Kali ini saya mengguna jigsaw. Setelah saya bagikan kelompok kemudian mereka mengerjakan soal-soal yang saya berikan. Setelah waktu untuk berdiskusi selesai, masing-masing kelompok yang diwakili temannya maju untuk mempresentasikan jawaban yang telah mereka cari dan di komentari oleh temannya. Begitu seterusnya hingga soal selesai dibahas. Akhirnya proses pembelajaran pun selesai dilaksanakan. Saya agak sedikit khawatir dengan nilai yang diberikan oleh beliau, karena ujian kali ini beda dengan saya masuk seperti biasanya. Tetapi juga saya merasa lega karena telah ujian. Oleh karena itu, saya tinggal menyelasikan perangkat dan laporan PPL. Karena itu akan dikumpul pada awal bulan juni ini. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan saya diberikan nilai yang sesuai dengan kemampuan saya. Aaamiinn.

Menyetujui, 2013 Guru Pamong

Banda

Aceh,21

Mei

Mahasiswa Praktikan

Rosniar, S.Pd.,M.Pd NIP : 197011121999052001

Nisfu Sawitri NIM : 0906103040036

Mengetahui : Koordinator Guru Pamong

38

Djamaluddin Husita, S.Pd., M. Si NIP. NIP. 197406121999051001

39