Anda di halaman 1dari 5

NAMA NIM Tugas Kelas

: M. Nur Khamim Farfash : 091910101098 : Perc. Molding :A

Jenis-jenis Cacat: 1. short shot cacat ini terjadi karena keseluruhan bagian tidak dapat terisi, disebabkan oleh bahan yang membeku terlebih dahulu sebelum semua terisi.

Penyebab: a. Metode kerja - Parameter set belum optimal (temperatur tidak sesuai) Setting temperatur belum sesuai tetapi mesin sudah dijalankan untuk berproduksi, sehingga menyebabkan produk hanya jadi bagian atau meleleh. Bisa karena terlalu panas di mesin atau terlalu dingin di mesin.

2. Sink Mark Sink mark merupakan salah satu jenis cacat yang dapat timbul karena kondisi proses yang berbeda. Cacat ini berupa indentasi pada permukaan benda kerja yang biasanya terjadi akibat adanya perubahan tebal dinding secara signifkan. Contoh perubahan dapat berupa ribs, boses, dan undercuts. Sink mark juga dapat diakibatkan oleh penyusutan dari plastik leleh selama mengalami pendinginan di dalam mold. Untuk mengantisipasinya dapat dilakukan dengan mengalirkan plastik cair secara lebih, menaikkan holding pressure, menaikkan tekanan injeksi, namun cara tersebut dapat berakibat pada kemudahan untuk mengeluarkan benda kerja dan dapat membuat warpage pada bagian yang tipis.

Sink mark banyak dikenal sebagai cacat produk yang membentuk lekukan pada permukaan produk, seperti pada gambar di atas. Cacat ini timbul pada dinding produk yang tebal atau pertemuan antara dinding dan sirip (rib) yang membentuk bagian menebal pada bagian tersebut. Sink mark terjadi selama proses pendinginan jika kontraksi termal (shrinkage) dari plastik tidak dapat dikompensasi pada area tertentu. Jika dinding luar produk tidak cukup stabil, maka selama proses pendinginan akan tertarik ke dalam karena tegangan yang terjadi. Faktor penyebabnya dapat bersumber dari mesin injeksi, parameter proses, material plastik, dan disain geometri produk. Pada dasarnya ketepatan pengaturan parameter proses injeksi akan menentukan kualitas produk yang dihasilkan, baik dari ketepatan dimensi, berat produk, dan bentuk produk secara keseluruhan. Umumnya parameter injeksi tersebut dapat diatur di mesin berdasarkan trial yang dilakukan, akan tetapi ada beberapa para meter tertentu yang 10 harus dicapai terutama yang berhubungan dengan spesifikasi bahan plastik. Penyebab: a. Cetakan - Cooling sistem tidak bagus Sistem pendingin yang ada kurang baik karena masih menggunakan tenaga air dan kadang terjadi kebocoran pada mesin dan dalam penampung air. - Tidak ada rencana pemeliharaan Setiap cetakan yang selasai dipakai biasanya langsung dikembalikan kepada pelanggan. Karena perusahaan tidak membuat cetakan sendiri. Jika pelanggan memesan produk dengan jenis yang sama selalu memakai cetakan yang sudah ada. Biasanya cetakan itu tidak
2

mempunyai perawatan dari pelanggan. Pelanggan yang memiliki cetakan harus lebih memperhatikan perawatan b. cetakannya.Mesin - Perawatan mesin tidak teratur Perawatan mesin dalam perusahaan masih tidak teratur. Hal itu dikarenakan karyawan yang terbatas dan umur mesin yang digunakan sudah tua. c. Metode kerja - Setting mesin terlalu cepat Setting mesin injection terlalu cepat. Seharusnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Biasanya hal itu dilakukan untuk mempercepat hasil produksi. Perusahaan seharusnya mengikuti standar waktu yang ditentukan agar kecacatan yang terjadi tidak terlalu besar. 3. Cracking (retak) Adalah cacat damana produk yang dihasilkan retak. Penyebab: a. Bahan Baku - Biji plastik pecah Dalam melakukan inspeksi karyawan kurang hati-hati memilih bahan baku. Karena pemilihan bahan baku hanya dilakukan dari visual atau penglihatan karyawan. b. Cetakan - Cacat Perusahaan tidak membuat cetakan produk. Tetapi jika pelanggan tidak mempunyai cetakan maka perusahaan dapat membuatkannya dan cetakan tersebut langsung menjadi hak pelanggan setelah dibeli. Cetakan yang biasanya pelanggan punya ketika memesan produk terkadang mempunyai cacat. Cacat yang terjadi pada cetakan biasanya berupa goresan halus, karat dan serbuk besi. Penyebab cacat ada banyak kemungkinan. Salah satunya tidak ada perawatan dari pelanggan terhadap cetakan yang pelanggan punya. c. Mesin - Heater terlalu panas Heater (pemanas) yang terlalu panas tidak baik untuk hasil jadi produksi karena produk akan terjadi retak dan kelebihan bahan. 4. Black spot Adalah cacat dimana terdapao bintik hitam pada produk. Penyebab: a. Bahan Baku - Kemasan bahan baku kurang baik Kemasan yang tidak tertutup dengan baik (seperti sobek) dapat menyebabkan masuknya kotoran (seperti debu).

b. Manusia - Ketidakstabilan emosi Pekerja yang berada dalam kondisi senang, marah, ataupun sedih turut menentukan terjadinya cacat, di mana pekerja yang berada dalam kondisi tidak stabil turut mempengaruhi pekerjaannya. - Kondisi pekerja lemah Kondisi pekerja yang lemah juga turut menentukan cacat ini. Pekerja yang berada dalam kondisi tidak fit akan lebih berpeluang untuk melakukan kesalahan-kesalahan dalam melakukan pekerjaannya terutama dalam mengoperasikan mesin-mesin. c. Metode kerja - Tidak ada pembersihan pada kantung zak material Tidak adanya pembersihan pada kantung zak material dapat menyebabkan terjadinya cacat pada produk. Pembersihan dilakukan agar bahan baku yang dipakai dari dalam kantung zak tidak tercampur dari jenis bahan baku yang brebeda yang dapat menyebabkan black spot (bintik hitam). 5. Discolor (beda warna) Adalah cacat dimana warna yang dihasilkan berbeda atau luntur. Penyebab: a. Bahan Baku - Terlalu lama di gudang Biji plastik terlalu lama di simpan di gudang. Perusahaan harus lebih bisa merencanakan bahan baku yang di pakai agar bahan baku tidak terlalu lama di gudang. b. Manusia - Ketelitian kurang Manusia sebagai subjek dalam melakukan pengoperasian mesin perlu mendapatkan perhatian khusus, karena jika kurang cermat dapat menyebabkan cacat pada produk. c. Metode kerja - Heater bermasalah Heater atau pemanas bermasalah. Masalahnya setting temperatur tidak sesuai dengan standar temperatur yang ditentukan oleh standar mutu produk.

KESIMPULAN

Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab cacat yang dominan adalah: 1. Bahan baku. Karena pemeriksaan bahan baku hanya dilakukan oleh satu karyawan dan hanya memakai panca indra penglihatan (mata). Seharusnya perusahaan dapat mencari alat yang dapat memeriksa bahan baku atau menambah karyawan dalam memeriksa bahan baku. 2. Mesin Karena perawatan dan usia mesin mempengaruhi hasil produksi. Setting mesin yang tidak sesuai standar perusahaan juga dapat mempengaruhi hasil produksi atau dapat menyebabkan cacat produksi. Oleh karena itu perusahaan harus lebih memperhatikan perawatan dan usia mesin.