Anda di halaman 1dari 6

1. Tn. A di bawa ke tempat rehabilitasi oleh keluarganya karena Tn.

A sering cemas, tidak bisa tidur, jalan sempoyongan, banyak bicara dan tertawa, mata merah, dan nyeri. Kejadian tersebut timbul semenjak Tn. A bergaul dengan teman-teman barunya. Saat sampai di tempat rehabilitasi, Tn. A tampak ingin marah dan menunjukkan perilaku yang tidak jelas. Perilaku Tn. A menunjukkan tanda dan gejala dari seseorang yang mempunyai pengaruh a. Kekerasan b. Pergaulan bebas c. Penyalahgunaan obat d. Gangguan jiwa e. Kehilangan

2. Tn. N merupakan salah satu dari pecandu narkoba, hampir setiap ada masalah Tn. N selalu mengambil solusi dengan minum obat-obatan terlarang. Tn. N tidak dapat menunjukkan emosinya secara wajar, mudah cemas, pasif, agresif, dan cenderung depresi. Tn. A beranggapan bahwa dirinya tidak bisa memecahkan masalahnya sendiri dan cenderung melarikan diri. Dari kasus di atas yang menunjukkan faktor internal penyebab seseorang menjadi pecandu narkoba a. Inteligensia b. Faktor Kepribadian c. Usia d. Dorongan Kenikmatan dan Perasaan Ingin Tahu e. Pemecahan Masalah 3. Tn. B sedang pergi dengan mengendarai mobil pada malam hari, pada saat itu juga Tn. B dalam kondisi yang tidak stabil. Sebelumnya Tn. B pernah mengkonsumsi obat-obatan dan over dosis. Tn. B menyetir mobil dengan mabuk, sehingga tidak bisa mengkondisikan perilakunya.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Masalah Psikososial : Penyalahgunaan obat (NAPZA) dan Bunuh Diri

Kasus tersebut perlu dikaji, maka pengkajian yang tepat pada kasus Tn. B adalah a. Kaji situasi kondisi penggunaan zat b. Kaji risiko yang berkaitan dengan penggunaan zat c. Kaji pola penggunaan d. Kaji hal baik/buruk tentang penggunaan zat e. Kaji tentang kondisi bila tidak menggunakan 4. Tn. S merupakan orang yang ramah, mudah bergaul, dan banyak teman. Tn. S tidak pernah memandang apakah temannya itu baik/ buruk. Setelah beberapa hari Tn. S mendapatkan teman, Tn. S diajak untuk menggunakan narkoba. Awalnya Tn. S menolak ajakan temannya, temannya berkata bahwa laki-laki sejati itu harus pernah mencoba narkoba. Dan pada akhirnya Tn. S hanyut dalam ajakan temannya itu, sehingga Tn. S menjadi kecanduan dan tidak bisa menghentikannya. Diagnosa yang dapat diangkat setelah melakukan pengkajian dari kasus Tn. S tersebut adalah... a. Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan b. Perilaku kekerasan/ marah c. Gangguan harga diri : harga diri rendah d. Koping individu tidak efektif : belum mampu mengatasi keinginan menggunakan zat e. Gangguan ketidaknyamanan individu dalam menggunakan obat-obatan

5. Awalnya Tn. P merupakan seorang pecandu NAPZA. Sudah sekitar 2 bulan dirawat di Rumah Sakit karena terdiagnosis gangguan liver. Tn. P tidak merasa bahwa NAPZA akan menggangu dan membuat resiko masalah dalam kesehatannya. Setelah Tn. P sembuh dari penyakitnya, Tn. P mempunyai keinginan untuk kembali menggunakan NAPZA tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi pada kesehatannya. Salah satu contoh intervensi yang dapat dilakukan oleh perawat mengenai kasus diatas adalah a. Membuat jadwal motivasi tanpa mendapat dukungan dari pihak keluarga

Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Masalah Psikososial : Penyalahgunaan obat (NAPZA) dan Bunuh Diri

b. Melatih cara mengendalikan agar tidak berkeinginan untuk kembali memakai NAPZA dengan cara yang tidak signifikan c. Menyuruh langsung berhenti memakai NAPZA d. Mendiskusikan dan melakukan tindakan menghentikan tanpa sepengetahuan klien e. Melatih cara meningkatkan motivasi dan cara mengontrol keinginan dengan berbicara kepada seseorang yang bisa mendukung

6. Ny. Y berusia 45 tahun, suaminya sudah meninggal setelah seminggu hari pernikahannya. Sampai saat ini Ny. Y tidak menginginkan mempunyai suami karena Ny. Y malu akan kondisi penyakitnya yang beberapa hari yang lalu terdiagnosis Ca Ovarium. Ny. Y juga tidak mempunyai anak. Ny. Y sudah tidak mempunyai orang tua, dan Ny. Y tidak mau merepotkan saudaranya untuk tinggal bersama. Sehingga Ny. Y memutuskan untuk hidup sendiri. Lama-kelamaan Ny. Y tidak kuat menerima akan kondisinya tanpa ada seorangpun yang memperhatikan dan merawatnya, sehingga Ny. Y mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dari kasus Ny. Y tersebut, jenis bunuh diri yang dilakukan Ny. Y termasuk jenis a. Bunuh diri egoistik b. Bunuh diri altruistik c. Bunuh diri anomik d. Bunuh diri fatalistik e. Bunuh diri mikro

7. Tn. B berusia 35 tahun, bekerja di sebuah perusahaan swasta bernama PT. Bagindo. Status menikah, tapi belum memiliki anak. Perusahaan tempatnya bekerja mengalami masalah, akibatnya sebagian besar para pekerjanya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk salah satunya Tn. B. Akibatnya kondisi keuangan Tn. B memburuk, sehingga membuat istrinya meminta cerai karena Tn. B tidak bisa memberikan nafkah lagi kepada istrinya. Dan Tn. B pun menjadi putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Masalah Psikososial : Penyalahgunaan obat (NAPZA) dan Bunuh Diri

Di bawah ini yang termasuk percakapan dalam fase kerja untuk melindungi pasien dari percobaan bunuh diri adalah... a. Baiklah, tampaknya B membutuhkan pertolongan segera karena ada keinginan untuk mengakhiri hidup. Saya perlu memeriksa seluruh isi kamar B ini untuk memastikan tidak ada benda-benda yang membahayakan B. Nah B, Karena B tampaknya masih memiliki keinginan yang kuat untuk mengakhiri hidup B, maka saya tidak akan membiarkan B sendiri. b. Bagaimana perasaan B sekarang setelah mengetahui cara mengatasi perasaan ingin bunuh diri?.Coba B sebutkan lagi cara tersebut?.Saya akan menemui B terus sampai keinginan bunuh diri hilang c. Bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang cara menjaga agar B tetap selamat dan tidak melukai dirinya sendiri. Bagaimana kalau disini saja kita berbincang-bincangnya Pak/Bu? Sambil kita awasi terus B. d. Bapak/Ibu, B sedang mengalami putus asa yang berat karena kehilangan pekerjaan dan ditinggal istrinya, sehingga sekarang B selalu ingin mengakhiri hidupnya. Karena kondisi B yang dapat mengakhiri kehidupannya sewaktu-waktu, kita semua perlu mengawasi B terus-menerus. Bapak/Ibu dapat ikut mengawasi ya.. pokoknya kalau dalam kondisi serius seperti ini B tidak boleh ditinggal sendirian sedikitpun e. Bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah mengetahui cara mengatasi perasaan ingin bunuh diri?.Coba Bapak/Ibu sebutkan lagi cara tersebut? Baik mari sama-sama kita temani B, sampai keinginan bunuh dirinya hilang.

8. Seorang klien Tn.Budi 22 tahun datang ke emergensi RS Jiwa cahaya Qolbu. Hasil pengkajian perawat menunjukan T=90/60, N=110x/m, S=36, R=40x/m, sesak dan nyeri dada, tampak perdarahan dari pergelangan tangan, menurut istrinya ia berupaya memotong urat nadinya dengan silet. Tiga bulan sebelumnya klien didiagnosa dengan Carcinoma Pulmo Sinistra. Klien pernah memaksa dokter untuk mengakhiri hidupnya dengan cara menyuntikkan zat mematikan ke dalam tubuhnya. Beberapa hari sebelumnya klien terlihat murung, sedih dan tidak mau bicara. Pagi-pagi ia masuk kamar mandi dengan membawa silet. Kepada istrinya ia mengatakan tetap ingin hidup tetapi di lain Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Masalah Psikososial : Penyalahgunaan obat (NAPZA) dan Bunuh Diri

waktu ia mengatakan lebih baik mati karena sudah tidak tahan merasakan sakit di dadanya. Strategi pertemuan awal yang tepat dilakukan pada pasien resiko bunuh diri di atas adalah... a. 1. Mengidentifikasi pola koping yang biasa diterapkan pasien 2. Menilai pola koping yang biasa dilakukan 3. Mengidentifikasi pola koping yang kontstruktif 4. Mendorong pasien memilih pola koping yang kontstruktif 5. Menganjurkan pasien menerapkan pola koping yang kontstruktif dalam kegiatan Harian b. 1. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat membahayakan pasien 2. Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan pasien 3. Melakukan kontrak Treatment 4. Melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri c. 1. Mengidentifikasi Hal-hal positif yang dimiliki pasien 2. Membantu pasien untuk berpikir positif terhadap diri sendiri 3. Mendorong pasien untuk menghargai diri sendiri sebagai individu yang berharga d. 1. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien 2. Menjelaskan pengertian, tanda, dan gejala resiko bunuh diri, dan jenis perilaku bunuh diri yang dialami pasien beserta proses terjadinya 3. Menjelaskan cara-cara merawat pasien resiko bunuh diri e. 1. Mengidentifikasi masalah yang dialami pasien 2. Melakukan pengendalian 3. Menjelaskan cara pelatihan pencegahan butuh diri

9. Tn D. seorang pria berusia 25 tahun mendapat PHK ( Pemutusan Hubungan Kerja ) dari perusahaannya. Istri yang sangat ia cintai meninggalkannya dan menikah dengan temannya sendiri karena merasa sudah tidak kuat lagi untuk hidup miskin. Anaknya satusatunya pun memilih untuk hidup bersama ibunya. Sejak saat itu Tn. D tampak semakin frustasi. Berulangkali dia berniat untuk mengakhiri hidupnya. Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Masalah Psikososial : Penyalahgunaan obat (NAPZA) dan Bunuh Diri

Faktor predisposisi perilaku bunuh diri yang tepat berdasar kasus di atas adalah.. a. Diagnosa medis b. gangguan jiwa c. Sifat kepribadian d. Lingkungan psikososial e. Riwayat Keluarga 10. Tn. R. seorang laki-laki berusia 17 tahun . Kedua orang tuanya mempunyai sifat over protektif. Sepulang sekolah ia harus pulang ke rumah dan belajar. Jam 21.00 wib dia harus tidur dan sudah mengerjakan tugas sekolahnya. Jam bermain bersama temannya pun dibatasi. Dia tidak boleh bermain basket jika nilainya turun. Karena peraturan yang terlalu ketat dari orang tuanya membuatnya tidak bisa mengeksplorasikan perasaan dan bakatnya. Dia semakin terpuruk dan depresi. Karena merasa sudah tidak tahan lagi dia beberapa kali berusaha untuk mengakhiri hidupnya. Kasus di atas termasuk bunuh diri dalam kategori sosial bunuh diri.. a. Bunuh diri egoistik b. Bunuh diri altruistik c. Bunuh diri anomik d. Bunuh diri fatalistik e. Bunuh diri mikro

Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Masalah Psikososial : Penyalahgunaan obat (NAPZA) dan Bunuh Diri