Anda di halaman 1dari 6

Tugas KD.

IPA 1
Pembuluh darah art6eri, vena, aorta, dan kapiler

Disusun oleh Zainal Arifin K7109219 II C

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

PERBEDAAN PEMBULUH DARAH ARTERI, VENA, AORTA, KAPILER

A. Pembuluh Darah Arteri dan Vena Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagian endotheliumnya. Arteri dan vena terletak bersebelahan. Dinding arteri lebih tebal dari pada dinding vena. Dinding arteri dan vena mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan bagian dalam yang terdiri dari endothelium, lapisan tengah yang terdiri atas otot polos dengan serat elastis dan lapisan paling luar yang terdiri atas jaringan ikat ditambah dengan serat elastis. Cabang terkecil dari arteri dan vena disebut kapiler. Pembuluh kapiler memiliki diameter yang sangat kecil dan hanya memiliki satu lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal. Perbedaan struktur masing-masing pembuluh darah berhubungan dengan perbedaan fungsional masing-masing pembuluh darah tersebut. 1. Pembuluh darah arteri Ciri-cirinya: a. Tempat mengalir darah yang dipompa dari bilik b. Merupakan pembuluh yang liat dan elastis c. Tekanan pembuluh lebih kuat dari pada pembuluh balik d. Memiliki sebuah katup (valvula semilunaris) yang berada tepat di luar jantung e. Pembuluh darah arteri terdiri atas : 1) Aorta ( paling besar ) yaitu pembuluh dari bilik kiri menuju ke seluruh tubuh 2) Arteriol yaitu percabangan arteri

3) Kapiler :

- Diameter lebih kecil dibandingkan arteri dan vena - Dindingnya terdiri atas sebuah lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal

f. Dinding pembuluh arteri terdiri atas 3 lapis yaitu : 1) Lapisan bagian dalam yang terdiri atas Endothelium 2) Lapisan tengah terdiri atas otot polos dengan Serat elastis 3) Lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat Serat elastis g. Letaknya agak tersembunya dari lapisan kulit h. Denyut terasa i. Membawa darah bersih yang banyak mengandung kecuali pada arteri pulmonalis j. Arah aliran keluar dari jantung k.Warna darah lebih merah terang dibandingkan vena

B. Membuluh Balik (Vena) 1. Terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenali 2. Dinding pembuluh lebih tipis dan tidak elastis. 3. Tekanan pembuluh lebih lemah di bandingkan pembuluh nadi 4. Terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semi lunaris) dan menjaga agar darah tak berbalik arah. 5. Terdiri dari :

5.1. Vena cava superior yang bertugas membawa darah dari bagian atas tubuh menuju serambi kanan jantung. 5.2. Vena cava inferior yang bertugas membawa darah dari bagian bawah tubuh ke serambi kanan jantung. 5.3. Vena cava pulmonalis yang bertugas membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri jantung. 6. Letak dekat dengan permukaan kulit 7. Denyut tidak terasa 8. Membawa darah kotor yang mengandung banyak 9. Arah aliran menuju jantung 10. Lebih mudah membeku

C. Aorta Aorta adalah arteri terbesar dalam badan manusia. Bersumber dari bilik kiri jantung dan membawa darah beroksigen kepada semua bagian tubuh dalam peredaran sistemik. 1. Jalur aorta Bagian awal aorta, aorta menaik, muncul keluar dari ventrikel kiri, yang diasingkan oleh katup aorta. Kedua arteri coronaria jantung bercabang dari pangkal aorta, di atas katup aorta.

Aorta kemudian melengkung balik mengelilingi arteri pulmonalis. Tiga pembuluh darah muncul keluar dari arcus aortae ini, yaitu arteri brachiocephalica, arteri carotis communis sinistra, dan arteri subclavia sinistra. Pembuluh-pembuluh ini memasok darah ke kepala dan bagian lengan. Aorta kemudian menuruni badan. Bagian atas diafragma (dalam dada) disebut aorta pars thoracalis dan bagian bawah diafragma (dalam abdomen) disebut aorta pars abdominalis. Saat bergerak ke bawah dinding posterior abdomen, aorta abdomen beredar pada kiri vena cava inferior, bercabang-cabang menjadi saluran darah utama pada perut dan usus, dan juga ginjal. Terdapat banyak bentuk cabang yang dapat diketahui dalam vaskulatur sistem pencernaan. Bentuk yang paling umum ialah cabang aorta membentuk truncus celiacus, arteri mesenterica superior, dan juga arteri mesenterica inferior. Arteri renalis biasanya bercabang dari aorta abdominalis di antara truncus celiacus dan arteri mesenterica superior. Aorta berakhir dengan percabangan 2, yaitu arteri iliaca communis sinistra dan arteri iliaca communis dextra untuk memasok darah ke anggota tubuh bagian bawah dan pelvis. 2. Ciri-ciri Aorta adalah arteri elastis, oleh karenanya maka dapat mengembang. Apabila ventrikel kiri berkontraksi untuk memaksa darah mengalir ke aorta, aorta mengembang. Regangan ini memberikan energi potensial yang akan membantu mempertahankan tekanan darah sewaktu diastole, karena saat itu, aorta akan berkontraksi secara pasif.

D. Pembuluh Darah Kapiler Pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah halus, yang langsung berhubungan dengan jaringan tubuh. Pada pembuluh darah kapiler terdapat hubungan antara pembuluh darah arteri dengan pembuluh darah vena.

Pembuluh darah kapiler (dari bahasa Latin capillaris) ialah pembuluh darah terkecil di tubuh, berdiameter 5-10 m, yang menghubungkan arteriola dan venula, dan memungkinkan pertukaran air, oksigen, karbon dioksida, serta nutrien dan zat kimia sampah antara darah dan jaringan di sekitarnya. Darah mengalir dari jantung ke arteri, yang bercabang dan menyempit ke arteriola, dan kemudian masih bercabang lagi menjadi kapiler. Setelah terjadinya perfusi jaringan, kapiler bergabung dan melebar menjadi vena, yang mengembalikan darah ke jantung. Dinding kapiler adalah endotel selapis tipis sehingga gas dan molekul seperti oksigen, air, protein, dan lemak dapat mengalir melewatinya dengan dipengaruhi oleh gradien osmotik dan hidrostatik. Ibnu an-Nafis adalah tokoh pertama yang menteorikan adanya pembuluh darah kapiler dan teorinya itu dibuktikan oleh Marcello Malpighi. Pembuluh darah kapiler tersusun atas satu lapis sel pipih satu lapisan. Semua jaringan tubuh berhubungan langsung dengan kapiler darah, sehingga proses pertukaran menjadi lebih efisien. Pertukaran material dalam pembuluh darah kapiler ke sel terjadi melalui mekanisme difusi, dan sistem transport aktif. Aliran darah dalam kapiler lebih lambat sehingga memungkinkan proses pertukaran menjadi lebih efektif. Berikut ini adalah jenis peredaran darah kapiler: a) Venule adalah pembuluh darah kapiler dari vena. b) Arteriole adalah pembuluh darah kapiler dari arteri.