P. 1
Larutan Dan Konsentrasi.2

Larutan Dan Konsentrasi.2

|Views: 41|Likes:
Dipublikasikan oleh Oiz OvArt
kimia
kimia

More info:

Published by: Oiz OvArt on Jun 27, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

Larutan Dan Konsentrasi Presentation Transcript 1. Kimia dasar Kimia larutan 2.

LARUTAN Campuran zat-zat yang homogen disebut larutan. Suatu larutan mengandung suatu zat terlarut atau lebih dari satu zat pelarut. Suatu larutan dengan jumlah maksimum zat terlarut pada temperatur tertentu disebut larutan jenuh. Banyaknya zat terlarut yang dapat menghasilkan larutan jenuh, dalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan disebut kelarutan. Meskipun larutan dapat mengandung banyak komponen, tetapi yang akan di bahas adalah larutan yang mengandung dua komponen yaitu larutan biner. Komponen dari larutan biner adalah zat terlarut dan pelarut. 3. Zat terlarut Pelarut Contoh Gas Gas Gas Cair Cair Padat Padat Gas Cair Padat Cair Padat Padat Cair Udara, semua campuran gas Karbondioksida dalam air Hidrogen dalam platina Alkohol dalam air Raksa dalam tembaga Perak dalam platina Garam dalam air 4. B. KONSENTRASI LARUTAN Konsentrasi larutan adalah jumlah zat terlarut dalam setiap satuan larutan atau pelarut. Pada umumnya konsentrasi dinyatakan dalam satuan fisik atau satuan kimia. 5. Lambang Nama Definisi Satuan Fisika % W/W % V/V % W/V % mg Persen berat Persen volume Persen berat-volume persen miligram gram zat terlarut x 100 gram larutan ml zat terlarut x 100 ml larutan gram zat terlarut x 100 ml larutan mg zat terlarut x 100 100 ml larutan 6. ppm ppb Satuan Kimia X F M m parts per million parts per billion fraksi mol Formal Molar molal 1 mg zat terlarut 1 L larutan 1 µ g zat terlarut 1 L larutan mol zat terlarut mol zat terlarut + mol pelarut massa rumus zat terlarut liter larutan mol zat terlarut liter larutan mol zat terlarut kg pelarut 7. N m Eq Osm Normal miliekivalen osmolar ekivalen zat terlarut liter larutan seperseribu mol muatan osmols liter larutan 8. 1. Persen Konsentrasi a). Persen berat (% W/W) Persen berat (%W/W) = gram zat terlarut x 100 gram zat terlarut + gram pelarut Persen berat (%W/W) = gram zat terlarut x 100 gram larutan Contoh: 1. Hitung berapa % NaCl yang dibuat dengan melarutkan 20 g NaCl dalam 55 g air. Jawab: % berat NaCl = 20 x 100 20 + 55 = 26,67 % berat 9. 2. Hitung berapa gram NaCl yang terdapat dalam 500 g NaCl 16% berat Jawab: 16 = X x 100 500 X = 16 x 500 100 = 80 g b) Persen volume (%V/V) Persen volume (%V/V) = ml zat terlarut x 100 ml larutan 10. Contoh: 50 ml alkohol dicampur dengan 50 ml air menghasilkan 96,54 ml larutan. Hitung % volume masing-masing komponen. Jawab: % volume alkohol = 50 x 100 = 51,79 % 96,54 % volume air = 50 x 100 = 51,79% 96,54 11. c). Persen berat/volume (%W/V) Persen berat-volume (%W/V) = gram zat terlarut x 100 ml larutan Persen berat sangat bermanfaat dan sering digunakan karena tidak bergantung pada temperatur. 2.

085 liter larutan. (b) ppb aseton = berat aseton x 10 9 Berat air = 8.90 = 0.4875 mol NaCl 18.1750 kg = 0. Jawab: Dalam 3. Hitung kemolaran larutan Mr NaOH = 40 Jawab: Jumlah mol NaOH = 80 g = 2 mol 40 g/mol 17.175 = 0. Konsentrasi = 1.90 g Na 2 SO 4 = 1.997 g/ml = 21. Jawab: (a) ppm aseton = berat aseton x 10 6 Berat air Berat aseton 8. 5.156 mol 32.0 g = 0.90 g Na 2 SO 4 dan 0. Keformalan (F) Keformalan = jumlah massa rumus zat terlarut liter larutan Contoh: Suatu larutan diperoleh dengan melarutkan 1.150 M dengan 5. Hitung kemolalan larutan Mr H 2 SO 4 = 98 Jawab: Berat larutan 200 ml x 1. Contoh: Suatu larutan aseton dalam air mengandung 8.60 mg = 8.5 liter NaCl 0. Jawab: Massa rumus Na 2 SO 4 : 142 1.5 x 0.1653 M 9 6. Kemolalan (m) Kemolalan adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g pelarut.4 x 10 4 g ppm aseton = 8.200 g/ml. Hitung keformalan. Suatu larutan asam sulfat sebanyak 200 ml mempunyai konsentrasi 20% berat dan kerapatannya 1.0134 = 0.0134 berat rumus 142 Keformalan = 0.4 x 10 4 g air = 0.150 = 0.997 g/cm³. Fraksi Mol (X) Fraksi mol A = XA = jumlah mol A jumlah mol semua komponen Fraksi mol zat terlarut = jumlah mol zat terlarut jumlah mol zat terlarut + jumlah mol pelarut 14.490 mol = 2.9625 = 1.5 liter NaCl 0.680 m 20.5 3 kg air = 3000 = 166.6 mol 18 15.4 x 10 4 g air = 402 ppb 3.402 ppm 13. Seorang mahasiswa mencampurkan 3. Hitung konsentrasi larutan tersebut.60 10 -3 g aseton x 10 9 21.Parts Per Million dan Parts Per Billion 1 ppm = 1 mg zat terlarut 1 L larutan 1 ppb = 1 µ g zat terlarut 1 L larutan ppm = berat zat terlarut x 10 6 Berat larutan ppb = berat zat terlarut x 10 9 Berat larutan 12. dengan melarutkan 37 g metil alkohol (CH 3 OH) dalam 1750 g air. 4.5250 + 0.490 mol H 2 SO 4 98 g mol -1 Berat (pelarut) = (240 – 48.192 kg .200 g = 240 g ml Berat H 2 SO 4 (zat terlarut) = 0.20 x 240 = 48. Kemolaran = mol = 2 mol = 2 M L 1 L 2.9625 mol NaCl Jadi dalam 9 liter terdapat 0.175 M dan memperoleh sebanyak 9 liter. Kemolalan (m) = mol zat terlarut kg pelarut Jika m M adalah massa molar (g mol -1 ) Kemolalan (m) = gram zat terlarut m M x kg pelarut 19.0) g = 192 g Kemolalan = 0.4 L x 1000 ml/L x 0.55 m 0. Contoh: 1. 80 g NaOH dilarutkan dalam air kemudian diencerkan menjadi 1 L larutan.60 mg aseton dalam 21.5 liter NaCl 0.156 mol 1.5 liter NaCl 0. 2. Jika kerapatan larutan 0. Hitung kemolalan larutan metil alkohol (Mr = 32).16 F 0.4 L larutan.0 g/mol Kemolalan = 1. Kemolaran (M) Kemolaran (M) = mol zat terlarut Liter larutan Jika m M adalah massa molar (g mol -1 ) maka Kemolaran = gram zat terlarut m M zat terlarut x liter larutan Contoh: 1.4875 = 0. hitung konsentrasi aseton dalam (a) ppm dan (b) ppb.5 x 0.60 x 10 -3 Berat air = 21.0 g H 2 SO 4 Jumlah mol H 2 SO 4 = 48.085 16.175 M terdapat 5. Jawab: Mol zat terlarut = 37 g = 1.60 10 -3 g aseton x 10 6 21.5250 mol NaCl Dalam 5. Fraksi mol pelarut = jumlah mol zat pelarut jumlah mol zat terlarut + jumlah mol pelarut Contoh: Hitung fraksi mol NaCl dan fraksi mol H 2 O dalam larutan 117 g NaCl dalam 3 kg H 2 O Jawab: 117 g NaCl = 117 = 2 mol 58.150 M terdapat 3.

0 % artinya dalam 100 ml larutan terlarut 9.1 g Ca 2+ = 0. KMnO 4 1 M = KMnO 4 5 N FeSO 4 1 M = FeSO 4 1 N CuSO 4 1 M = CuSO 4 1 N H 2 C 2 O 4 1M = H 2 C 2 O 4 2 N KHC 2 O 4 1 M = KHC 2 O 4 2 N Na 2 S 2 O 3 1 M = Na 2 S 2 O 3 1 N 8.30 mol per liter atau dinyatakan dengan 0. Contoh: Berapa gram Natrium sulfat yang diperlukan untuk membuat 20 ml larutan 9. 7.1 g x 1 Eq Ca 2+ = 0. Contoh: Hitung jumlah miliekivalen ion Ca 2+ yang terdapat dalam 100 ml darah 0.+ 2 I . a) Reaksi Asam-Basa HCl 1 M = HCl 1 N H 2 SO 4 1 M = H 2 SO 4 2 N H 2 C 2 O 4 1 M = H 2 C 2 O 4 2 N KHC 2 O 4 1 M = KHC 2 O 4 1 N NaOH 1 M = NaOH 1 N b) Reaksi Pembentukan Kompleks Ni (NH 3 ) 4 2+ + 4CN . keformalan Kenormalan Kemolalan Fraksi mol Tekanan parsial Ppm .75 = 0.+ 5 Fe 2+ + 8 H + = Mn 2+ + 5 Fe 3+ + 4 H 2 O 2 MnO 4 . Beberapa catatan Cara menyatakan konsentrasi yang sering digunakan adalah kemolaran M = kemolaran = mol liter M = mol = milimol liter mililiter Mol = M x liter Milimol = M x mililiter 30.+ 5 H 2 C 2 O 4 + 6 H + = 2 Mn 2+ + 10 CO 2 + 8 H 2 O 2 CuSO 4 + 4 KI = 2 CuI + I 2 + K 2 SO 4 I 2 + 2 S 2 O 3 2. Untuk mmbuat 20 ml diperlukan 20 ml x 9.75 g H 2 SO 4 dalam 1. maka biasanya digunakan miliekivalen (m Eq).21.= 1 mol HCO 3.30 Osm (osmolar).50 22.0 % mg Jawab: 9. Jadi larutan NaS 2 O 4 0. Dalam NaCl 0. Massa molekul H 2 SO 4 = 98 Jawab: Massa ekivalen = 49 Kenormalan = 36. berarti keosmolarannya 0. 10.1% (W/V) Ca2+ Jawab: Ca 2+ 0.0 mg natrium sulfat.0 mg = 1. Osm Tekanan osmotik larutan NaCl 0.Berdasarkan reaksi di atas 24.1 g Ca 2+ 1 Eq Ca 2+ = 20 g 0.50 N 49 x 1.10 M mengandung 0.+ I 23. Larutan 0. Larutan NaS 2 O 4 0.1% (W/V) mengandung 0.10 M dua kali tekanan osmotik glucosa 0. Persen Miligram(% mg) Persen miligram (% mg) = mg zat terlarut x 100%mg 100 ml larutan 25.8 mg natrium sulfat 100 ml 26.10 Osm. Pernyataan Konsentrasi dan Penggunaannya Pernyataan Konsentrasi Penggunaan % berat % volume dan % volume berat Kemolaran.005 Eq Ca2 + 20 g Atau 5 m Eq Ca 2+ 28.10 mol partikel per liter yang menyebabkan tekanan osmotik. Para ahli di bidang kedokteran dan biologi menggunakan keosmolaran untuk menyatakan partikel yang aktif secara osmotik. Satuan yang digunakan adalah ekivalen (Eq) 1 Eq = 1 mol muatan (+ atau -) 1 Eq Na + = 1 mol Na + = 23 g 1 Eq Mg 2+ = ½ mol Mg 2+ = 12 g 1 Eq HCO 3. 29.Ni (CN) 4 2+ + 4NH 3 Ag + + I . Keosmolaran (osmolaritas).1 (W/V) = 0.10 M terdapat 0.10 M yang tidak terurai menjadi ion. b).AgI AgI + 2CN . Ekivalen Dalam kedokteran menyatakan komponen ionik dalam darah dalam muatan ionnya.Ag(CN) 2. 9.20 mol ion per liter.1 g Ca 2+ 100 ml Dalam 100 ml Ca 2+ 0.= 61 g Oleh karena konsentrasi ion dalam darah Sangat encer.5 liter larutan. 1 Eq = 1000 m Eq 27.) per liter larutan.= S 4 O 6 2. Kenormalan (N) Kenormalan = ekivalen zat terlarut liter larutan Kenormalan = gram zat terlarut massa ekivalen x liter larutan Contoh: Hitung kenormalan larutan yang mengandung 36. Satuan Konsentrasi dalam Bidang Kedokteran an Ilmu – Ilmu Biologi a).30 mol ion (ion Na 2+ dan SO 4 2. Berdasarkan reaksi di atas AgNO 3 = 2 KCN = ½ NiSO 4 AgNO 3 1 M = AgNO 3 1 N NiSO 4 1 M = NiSO 4 2 N KCN 2 M = KCN 1 N c) Reaksi Redoks MnO 4 .10 M mempunyai keosmolaran 0.

hukum Dalton. termodinamika. hukum Raoult. termodinamika Sistem gas Larutan yang sangat encer Peristiwa osmosis . larutan elektrolit Sifat koligatif. elektrokimia. daya hantar ekivalen Sifat koligatif.Keosmolaran Kelarutan dan lainnya Beberapa penggunaannya praktis Analisis kuantitatif. analisis kualitatif Analisis volumetri.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->