PENELITIAN-EKSPERIMEN-2005

DESAIN EKSPERIMEN

Prof. Dr. H. Djaali

GARIS BESAR MATERI PERKULIAHAN DESAIN EKSPERIMEN             Konsep penelitian eksperimen Komponen utama penelitian eksperimen Validitas internal penelitian eksperimen Desain (rancangan) eksperimen Analisis Varians Sederhana (satu jalan) Group Within Treatmen Design & analisisnya Treatmen by Level Design & analisisnya Factorial Design 2 faktor & analisisnya Efek utama. efek interaksi & efek sederhana Model fix. model random dan model campuran Factorial design tiga faktor dan analisisnya Analisis kovarians sederhana .

3.KOMPONEN UTAMA 1. 2. 5. Variabel Kriterion Perlakuan Rancangan Monitoring Instrumen . 4.

VARIABEL KRITERION  Masalah Mayor  Tolok Ukur Keberhasilan Perlakuan  Terpengaruh oleh Perlakuan  Dapat diukur atau diamati .

. Rancangan Perlakuan berbasis teori.PERLAKUAN      Perlakuan bertujuan untuk mengubah variabel kriterion kearah yg lebih baik Perlakuan Eksperimen berbeda dengan Perlakuan Pembanding (konsep dan pelaksanaan). Rancangan Perlakuan final dan jelas. Ada dasar teori yang kuat untuk membuat inferensi bahwa Perlakuan Eksperimen lebih efektif dp Perlakuan Pembanding.

Rancangan dapat berbentuk: . dst. Dibuat sedemikian sehingga informasi yang berhubungan atau diperlukan untuk persoalan yang diselidiki dapat diperoleh.True Eksperimen Rancangan Eksperimen terdiri atas: .Kuasi Eksperimen .Pra Eksperimen .Rancangan satu faktor (sederhana) .RANCANGAN     Tata kelola dan tata penempatan perlakuan agar efektifitas perlakuan dapat diuji. ..Rancangan dua faktor .Rancangan tiga faktor.

Mortalitas .Peristiwa (sejarah) .Instrumen .Kontaminasi . Untuk menjamin validitas internal.EfekTesting .Bias oleh seleksi kelompok .VALIDITAS INTERNAL   Mempersoalkan seberapa jauh perubahan variabel kriterion benar-benar adalah akibat perlakuan bukan karena faktor lain. peneliti harus mengontrol faktor-faktor yang mengancam: .Kematangan .Regresi Statistik .

TRUE EKSPERIMEN (Rancangan Satu Faktor)  Randomized Control Group Design R E T1 O1 R K T2 O2  Randomized Pre and Post Test Control Group Design R E O1 T1 O2 R K O3 T2 O4 O1 O3 R R E K T1 T2 O2 O4 .

T1 O5 R K . T2 O6 .TRUE EKSPERIMEN (Rancangan Satu Faktor)  Salomon Four Groups Design R E O1 T1 O2 R K O3 T2 O4 R E .

mis: IQ B1 = IQ Tinggi B2 = IQ Rendah Y = hasil belajar B A1 B1 B2 .TRUE EKSPERIMEN (Rancangan Dua Faktor)  Treatment by Level Design A A2 A = Perlakuan. Ekspositori B = Variebel Moderator. CTL A2 = Met. mis: metode pembelajaran A1 = Met.

A1B1 banding A2B1 .JENIS PENGARUH PERLAKUAN THD Y dlm Treatment by Level Main Effect (Efek Utama)  Efek Utama A: A1 banding A2 Interaction Effect (efek interaksi)  Efek interaksi A x B terhadap Y Simple Effect (Efek Sederhana)  Efek sederhana A: .A1B2 banding A2B2 .

CTL dan yg menggunakan met. apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg menggunakan met. pemb. CTL dan yg menggunakan met. ekspositori?  Apakah ada pengaruh interaksi antara met. pemb. Ekspositori? . Ekspositori?  Untuk siswa dgn IQ rendah. pemb. CTL dan yg menggunakan met. pemb. pemb.PERUMUSAN MASALAH (TbL)  Apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yg menggunakan met. apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg menggunakan met. pemb. dan IQ thp hasil belajar?  Untuk siswa dgn IQ tinggi. pemb.

CTL lebih tinggi dp siswa yg menggunakan met.  Untuk siswa dgn IQ tinggi.HIPOTESIS (TbL)  Hasil belajar siswa yg menggunakan met.pemb. CTL mempunyai hasil belajar lebih tinggi dp yg menggunakan met. yg menggunakan met.  Pengaruh met. Ekspositori. yg menggunakan met.ekspositori. pemb. CTL mempunyai hasil belajar lebih rendah dp yg menggunakan met.pemb.pemb.  Untuk siswa dgn IQ rendah. pemb.pemb. Thd hasil belajar siswa tergantung pada IQ.pemb. . ekspositori.

Ekspositori B = Bentuk Soal Tes Formatif B1 = Uraian B2 = Obyektif Y = hasil belajar Math B A1 B1 B2 . mis: metode pembelajaran A1 = Met.TRUE EKSPERIMEN (Rancangan Dua Faktor)  Factorial Design A A2 A = Perlakuan. CTL A2 = Met.

JENIS PENGARUH PERLAKUAN TERHADAP Y DLM DESAIN FAKTORIAL Main Effect (Efek Utama)   Efek Utama A: A1 banding A2 Efek Utama B: B1 banding B2 Efek interaksi A x B terhadap Y Efek sederhana A: .A1B2 banding A2B2 Efek Sederhana B: .A2B1 banding A2B2 Interaction Effect (efek interaksi)  Simple Effect (Efek Sederhana)   .A1B1 banding A2B1 .A1B1 banding A1B2 .

pemb. pemb. CTL dan met. CTL dan yg menggunakan met. pemb. pemb. apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg menggunakan met. ekspositori?  Apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian dan siswa yg diberi tes formatif bentuk obyektif?  Apakah ada pengaruh interaksi antara met. dan bentuk Tes formatif thp hasil belajar?  Untuk siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian.PERUMUSAN MASALAH (FD)  Apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yg menggunakan met. pemb. Ekspositori? .

pemb. apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg diberi tes formatif bentuk uraian dan yg diberi tes formatif bentuk obyektif? .pemb. ekspositori?  Untuk siswa yg menggunakan met.pemb. CTL. ekspositori.pemb. CTL dan yg menggunakan met. apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg menggunakan met.PERUMUSAN MASALAH (FD) (LANJUTAN)  Untuk siswa yg diberi tes formatif bentuk obyektif. apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg diberi tes formatif bentuk uraian dan yg diberi tes formatif bentuk obyektif?  Untuk siswa yg menggunakan met.

pemb. konvensional  Hasil belajar siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian lebih tinggi dp yg diberi tes formatif bentuk obyektif.pemb.HIPOTESIS (FD)  Hasil belajar siswa yg menggunakan met. dan bentuk tes formatif thd hasil belajar siswa  Untuk siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian.  Terdapat pengaruh interaksi antara met. konvensional . CTL mempunyai hasil belajar lebih tinggi dp yg menggunakan met. CTL lebih tinggi dp yg menggunakan met.pemb. siswa yg menggunakan met.pemb.pemb.

konvensional  Untuk siswa yg menggunakan met. siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian mempunyai hasil belajar lebih rendah dp yg diberi tes formatif bentuk obyektif. konvensional. .pemb.pemb.pemb. CTL.pemb. siswa yg menggunakan met. CTL mempunyai hasil belajar lebih rendah dp yg menggunakan met. siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian mempunyai hasil belajar lebih tinggi dp yg diberi tes formatif bentuk obyektif  Untuk siswa yg menggunakan met.HIPOTESIS (LANJUTAN) (FD)  Untuk siswa yg diberi tes formatif bentuk obyektif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful