Anda di halaman 1dari 5

A. Background Direct Method pertama kali diperkenalkan di Prancis oleh Francois Gouinse setelah abad ke 19.

Sejak Grammar Translation Method sudah tidak efektif lagi untuk digunakan, Direct Method menjadi popular. Direct method memiliki aturan dasar yakni tidak diperbolehkan untuk menerjemahkan target language ke dalam bahasa anak. Menurut Frank, bahasa paling baik diajarkan dengan cara digunakan secara aktif di dalam kelas. Menurutnya, dari pada menggunakan analytical procedures yakni fokus pada aturan-aturan grammar, seorang guru sebaiknya mendorong siswa untuk menggunakan foreign language secara langsung dan spontan di dalam kelas. B. Approach 1. Theory of language Dilihat dari segi theory of language, menjadikan pembelajaran bahasa kedua lebih seperti bahasa pertama. 2. Theory of learning Dilihat dari segi theory of learning, berbicara merupakan starting point. C. Method Tidak menggunakan bahasa siswa melainkan menggunakan target language Setiap hari hanya kosa kata dan kalimat-kalimat yang diajarkan. Kemampuan komunikasi lisan dikembangkan melalui Tanya jawab antara siswa dan guru, kelas intensif. Grammar diajarkan secara induktif
Pembelajaran yang baru diperkenalkan secara lisan

Kosa kata yang baru diajarkan menggunakan isyarat atau gambar


Keterampilan berbicara dan mendengarkan juga diajarkan

Menggunakan pronounciation dan grammar yang benar

D. Procedures 1. Reading Aloud Setiap siswa diberi kesempatan membaca, kemudian guru menggunakan isyarat, gambar, contoh-contoh atau yang lainnya untuk menjelaskan maksud dari apa yang siswa telah baca. 2. Question and Answer Exercise

Latihan ini hanya dilakukan dalam target languge. Siswa-siswa ditanya dan kemudian menjawabnya sehingga mereka juga dapat menerapkan kata-kata baru dan struktur tata bahasa. 3. Getting Students to Self-correct Guru mengoreksi penggunaan grammar yang salah dengan meminta siswa untuk memilih. 4. Conversation Practice Guru memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa dalam target language, yang mana siswa sudah memahami dan bisa menjawabnya dengan benar. Di kelas guru juga memberikan pertanyaan mengenai diri siswa dengan menggunakan struktur tata bahasa tertentu, sehingga siswa juga mampu saling bertanya dengan menggunakan struktur tata bahasa yang sama. 5. Fill in the Blank Exercise Teknik ini sudah dibahas pada Grammar Translation Method, tapi pengaplikasiannya berbeda pada Direct Method. Siswa mengisi bagian yang dikosongkan dengan menggunakan preposisi yang telah dipraktekkan dalam pembelajaran.
6. Dictation

Guru membaca bagian-bagian buku sebanyak tiga kali. Pertama guru membacanya dengan kecepatan normal, sementara siswa hanya mendengarkan. Kedua guru membaca frase demi frase, berhenti sejenak agar siswa dapat menulis apa yang mereka dengar. Ketiga guru membacanya lagi dengan kecepatan normal, dan siswa mengecek pekerjaan mereka. 7. Map Drawing Siswa diberi sebuah peta dengan fitur geografis yang tidak disebutkan namanya. Kemudian guru memberikan petunjuk bagaimana cara memberikan keterangan pada peta tersebut. 8. Paragraph Writing Guru meminta siswa menulis paragraph dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri,
misalnya mengenai fitur geografis Amerika Serikat. Mereka bisa mengerjakannya dengan mengingat dan/atau menggunakan bacaan sebagai contoh.

E. Strength and weakness ofthe method

1. Strength Siswa dan guru seperti partners sehingga siswa tidak menjadi passive learners Metode ini relatif banyak menggunakan berbagai macam alat peraga: apakah video, film, radio kaset, tape recorder, dan berbagai media / alat peraga yang dibuat sendiri sehingga siswa merasa senang dan tertarik Siswa memperoleh pengalaman langsung dan praktis, sekalipun mula-mula kalimat yang diucapkan itu belum dimengerti dan dipahami sepenuhnya Alat ucap atau lidah siswa menjadi terlatih

2. Weakness: Pengajaran dapat menjadi pasif, jika guru tidak dapat memotivasi siswa, bahkan mungkin sekali siswa merasa jenuh dan merasa dongkol karena katakata dan kalimat yang dituturkan gurunya itu tidak pernah dapat dimengerti, karena memang guru hanya menggunakan bahasa asing tanpa diterjemahkan ke dalam bahasa anak. Pada tingkat-tingkat permulaan kelihatannya metode ini terasa sulit diterapkan, karena siswa belum memiliki bahan (perbendaharaan kata) yang sudah dimengerti. Meskipun pada dasarnya metode ini guru tidak boleh menggunakan bahasa sehari-hari dalam menyampaikan bahan pelajaran bahasa asing tapi pada kenyataannya tidak selalu konsisten demikian, guru terpaksa misalnya menerjemahkan kata-kata sulit bahasa asing itu kedalam bahasa anak didik.

References Larsen, D. & Freeman.(1986). Techniques and principles in language teaching.New York: Oxford University Press. Lestari, F. (2011, April 10). Direct method[Personal blog]. Retrieved from http://fidy-lestari.blogspot.com/ Richard, J. C., & Rodgers, T. S. (1986). Approaches and method in language teaching. New York: Cambridge University Press.

TEACHING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE Direct Method

OLEH: SURIANI NIM. 20401110096 SULYANTI


NIM. 20401110095 URWATUL USQA NIM. 2040110101

PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR 2012