Anda di halaman 1dari 51

Kuliah Dasar Telekomunikasi

TEKNIK TRANSMISI
Intan Sari Areni intan@unhas.ac.id

Teknik transmisi adalah suatu cara yang digunakan untuk menyalurkan suatu besaran listrik dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam Teknik Tenaga : Yang disalurkan adalah daya, sehingga transmisi disini lebih berorientasi kepada minimalisasi loss / kehilangan, yang mana lebih mengutamakan efisiensi pengirimannya. Dalam Teknik Komunikasi : Yang disalurkan adalah informasi, sehingga lebih berorientasi pada tingkat pemahaman, yang mengutamakan bentuk sinyalnya.

14.1 SIFAT SALURAN TRANSMISI


Sifat-sifat transmisi dari suatu saluran / media, baik fisis / non fisis dapat diketahui melalui percobaan sebagai berikut :
1 GEN 2 BEBAN

1'

2'

CRO1

CRO2

SIFAT SALURAN TRANSMISI


Redaman / attenuation Waktu tunda / delay time Cacad / distortion Gangguan / disturbance

SIFAT SALURAN TRANSMISI : Redaman


output CRO1 (volt) 15

t (detik)

-15 output CRO2 (volt)

10 0 t (detik)

-10

SIFAT SALURAN TRANSMISI: Waktu Tunda / Delay Time


output CRO1 (volt) 15

t (detik)

-15 output CRO2 (volt)

10 0

t (detik)

-10

SIFAT SALURAN TRANSMISI: Cacad / Distortion

SIFAT SALURAN TRANSMISI: Gangguan / Disturbance

14.2 REDAMAN / ATTENUATION


Sal. transmisi P1 GEN V1 R1 P2 V2 R2

BEBAN

P loss

CRO1

CRO2

14.2 REDAMAN / ATTENUATION


Ukuran dari loss ini dinyatakan dengan redaman (a), yang didefinisikan sebagai berikut: - Sistem Eropa : a = 1/2 Ln (P1/P2) Neper ... (1) - Sistem Amerika : a = log (P1/P2) Bel= 10 log (P1/P2) dBel a = 10 Log (P1/P2) dB ... (2) Dimana 1 neper = 8.686 dB 1 dB = 0.115 Neper

14.2 REDAMAN / ATTENUATION


A Zo(A) Zi(B) B Zo(B) C Zi(C)

Dalam teknik telekomunikasi senantiasa diusahakan agar antar tahapan sistem terjadi kondisi yang match, artinya impendansi antar tahapan adalah sama. Matching pada B terjadi bila Zi (B) = Zo (B)

14.2 REDAMAN / ATTENUATION


Krn : P= V2/R, maka P1 = (V1)2 / R1 P2 = (V2)2 / R2 .. (3) (4)

Untuk mencapai kondisi match maka : R1 = R2, sehingga a = Ln [{(V1)2 / R1)} / {(V2)2 / R2] a = Ln {(V1)2 / (V2)2 } = Ln (V1 / V2)2 a = Ln (V1 / V2) Neper .... a = 20 Log (V1 / V2) dB

(5) (6)

Contoh : Pada ujung awal suatu saluran transmisi dikirimkan daya 150 watt & setelah sampai di ujung akhir daya yang terukur hanyalah 20 watt. Tentukan besar redaman dari saluran transmisi tersebut ? Jawab Diketahui : P1 = 150 watt ; P2 = 30 watt Ditanyakan : a=? Penyelesaian : a = 10 Log (P1 / P2) dB = 10 Log (150 / 30) dB = 10 Log 5 = 10 x 0.6990 = 6.99 dB

14.2 REDAMAN / ATTENUATION


Redaman saluran adalah sebanding dengan panjang saluran / jarak tempuhnya. Sehingga pada komunikasi telepon dibutuhkan suatu batasan redaman bagi jaringan telepon, agar sinyal telepon yang sampai di tujuan masih dengan kefahaman yang memenuhi syarat. Persyaratan Redaman Jaringan telepon berdasarkan Rekomendasi CCITT
A LE TE TE LE B

0,45N 0,15N

0,30N 0,10N

1,30N 0,10N

0,30N 0,15N

0,45N

Ket. :

A, B : pelanggan LE : Lokal Exchange TE : Trunk Exchange

14.2 REDAMAN / ATTENUATION


Redaman maksimum saluran pelanggan = 0.45 Neper Jika jarak pelanggan dari sentral 30 km, maka maksimum redaman saluran adalah 0.15 N/km
Redaman mempengaruhi langsung tingkat kefahaman informasi Pada redaman a = 7 Np, tingkat kefahaman informasi = 0. Kondisi ini digunakan sebagai persyaratan redaman minimum antara pasangan saluran dalam suatu berkas, agar tidak terjadi cakap silang (crosstalk). Gambar berikut memperlihatkan Hubungan tingkat kefahaman & level room noise yang merupakan redaman bagi sinyal dalam berbagai kondisi. Tkt. kefahaman (%)
100

65

a (N) 0 3,3

Ket. :

p q r

: room noise normal : room noise dalam pesawat telepon : room noise dalam kamar bicara telepon

7,0

14.3 PENGUATAN / AMPLIFICATION


Redaman saluran pada transmisi jarak jauh akan semakin besar, sehingga untuk memungkinkan transmisi tetap berlangsung dengan baik perlu adanya tambahan amplifier / penguat. Dengan adanya penguat, maka redaman yang timbul akan dikompensasi oleh penguatan. Gambar berikut memperlihatkan Simbol dari suatu penguatan
Pa P1 V1 R1 P2 V2 R2

Pada penguat P2 > P1, disebabkan adanya tambahan daya sebesar Pa oleh penguat tersebut, dimana : P1, V1, R1 adalah besaran-besaran pada input penguat P2, V2, R2 adalah besaran-besaran pada output penguat

14.3 PENGUATAN / AMPLIFICATION


Ukuran dari tambahan besaran output ini dinyatakan dengan faktor penguatan (k) yang didefinisikan sebagai berikut : Sistem EROPA : k = Ln (P2 /P1) Neper Sistem AMERIKA : k = Log (P2 /P1) Bel Hubungan antara redaman (a) dan penguatan (k) dapat diturunkan sebagai berikut : k = 10 Log (P2 /P1) dB = 10 Log (P1/P2)-1 dB = - 10 Log (P1/P2) dB k = - a

14.3 PENGUATAN / AMPLIFICATION


CONTOH : Bila suatu saluran transmisi terdiri atas 4 potong saluran, dimana masing-masing potongan punya redaman yang dikompensasi oleh penguatan seperti terlihat pada tabel dibawah ini : Potongan Saluran Redaman a (dB) Penguatan k (dB)
AB BC CD DE
A B

15 10 3 2
C D

10 5 16 24
E

600 volt a1 k1 a2 k2 a3 k3

a4 k4

100 watt

Tentukanlah : a. Apakah secara total saluran transmisi tersebut mengalami redaman/penguatan. b. Daya yang terkirim dari ujung awal saluran c. Tegangan pada titik C.

14.3 PENGUATAN / AMPLIFICATION


JAWAB : a. Redaman AE : a (AE) = 30 db Penguatan AE : k (AE) = 55 dB Secara keseluruhan berarti saluran AE mempunyai penguatan sebesar 25 dB. b. k = 10 Log (P2/P1) dB 25 = 10 Log ( 100 / P1) 2.5 = log (100 / P1) 100 / P1 = 316.23 P1 = 316 mwatt c. Redaman AC = 25 dB Penguatan AC = 15 dB Sehingga potongan saluran CE mengalami redaman sebesar 10 dB, sehingga : a = 20 Log { V(A) / V(C) } 10 = 20 Log { 600 / V(C) } 0.5 = log { 600 / V(C) } 600 / V(C) = 3.16 V(C) = 189.75 volt

14.4 LEVEL
Level pada suatu tempat x menunjukkan keadaan listrik pada tempat tersebut. Keadaan listrik disini dimaksudkan sebagai keadaan dari besaran-besaran listrik yang mungkin terukur, yakni daya P, tegangan V, arus I ataupun tahanan R. Dalam pengukuran level terdapat 2 kemungkinan referensi, yaitu : 1. Besaran pada awal sistem / saluran 2. Besaran yang telah ditentukan nilainya

14.4 LEVEL
A B C D E

14.4 LEVEL
LEVEL RELATIF : 1. Level daya relatif 2. Level tahanan relatif 3. Level tegangan relatif 4. Level arus relatif LEVEL ABSOLUT : 1. Level daya absolut 2. Level tahanan absolut 3. Level tegangan absolut 4. Level arus absolut

14.4.1 LEVEL RELATIF


1. Level daya relatif Level daya relatif pada titik C didefinisikan sebagai : Level daya relatif (C) = 10 log { P(C) / P(A) } dB 2. Level tahanan relatif Level tahanan relatif pada titik B didefinisikan sebagai : Level tahanan relatif (B)=20 log {R(B)/R(A) } dB

14.4.1 LEVEL RELATIF


3. Level tegangan relatif Level tegangan relatif pada titik E didefinisikan sebagai : Level teg. relatif (E) = 20log {V(E)/V(A)} dB 4. Level arus relatif Level arus relatif pada titik D didefinisikan sebagai : Level arus relatif (D) = 20 log { I(D) / I(A) } dB

14.4.2 LEVEL ABSOLUT


1. Level daya absolut Sebagai referensi disepakati besaran daya 1 watt atau 1 mWatt sehingga : Level daya absolut pada titik C didefinisikan sebagai : Level daya absolut (C)=10 log {P(C)/1 W} dBW atau = 10 log {P(C)/1 mW) dBm 2. Level tahanan absolut Sebagai referensi disepakati tahanan saluran telepon yang menurut standar adalah 600 Ohm, sehingga : Level tahanan absolut di titik E didefinisikan sebagai : Level tahanan absolut (E) = 20 Log { R(E) / 600 } dB

14.4.2 LEVEL ABSOLUT


3. Level tegangan absolut Pilihan referensi absolut untuk : daya P = 1 mW = 0.001 W dan R = 600 Ohm Karena : P = V2 / R maka V = (P x R)1/2 = (0.001 x 600)1/2 = 0.775 volt Berarti referensi untuk tegangan absolut adalah 0.775 volt, sehingga : Level tegangan absolut (B) = 20 log { V(B) / 0.775 } dB

14.4.2 LEVEL ABSOLUT


4. Level arus absolut Pilihan referensi absolut untuk : daya P = 1 mWatt = 0,001 Watt tahanan R = 600 Ohm tegangan V =: 0.775 volt Karena : P = V.I maka I = P / V = 0.001 / 0.775 = 1.29 mA Berarti referensi untuk arus absolut adalah 1.29 mA, sehingga : Level arus absolut (D)= 20 log {I(D) / 1.29} dB

CONTOH
A B C D E

V(A) = 30V

R(C) = 900 ohm

Tentukan : a. Level daya absolut pada ujung akhir saluran (F), bila hasil pengukuran menunjukkan bahwa daya pada titik tersebut adalah P(F) = 80 Watt b. Level tahanan absolut pada titik C. c. Level tegangan relatif pada titik D bila V(D) = 1800 volt. d. Bila pada titik E diketahui level daya absolut adalah 25 dBW, maka tentukanlah daya pada titik tersebut.

JAWAB:
a. Level daya absolut pada ujung akhir saluran : LP abs. (F) = 10 Log { P(F) / 1 mWatt } = 10 log { 80 / 0.001 } = 10 Log 80.103 = 49.03 dB b. Level tahanan absolut pada titik C adalah : LR abs (C) = 20 log { R(C) / 600 } = 20 log { 900 / 600 } = 20 x 0.176 dB = 3.52 dB. c. Level tegangan relatif pada titik D adalah : LV rel. (D)=20 log { V(D) / V(A) } = 20 log { 1800 / 30 } =20 x 1.778 dB = 35.56 dB d. Daya pada titik E adalah : LV abs (D) = 20 log { V(E) / 1 Watt } 25 = 20 Log { V(E) / 1 } 1,25 = Log V(E) V(E) = 17.78 volt.

14.5 WAKTU TUNDA (DELAY TIME)


Waktu tunda dalam selang pembicaraan:
2to + t1 Pertanyaan A A

B to

Pertanyaan A t1

t (det)

Analisa statistik memberikan hasil sebagai berikut : Untuk manusia normal, nilai t1 kurang lebih 2 detik. Untuk menghindari gangguan pembicaraan karena kecenderungan pengulangan, maka minimal nilai to adalah 0.25 detik.

14.5 WAKTU TUNDA (DELAY TIME)


Tabel 1: Kecenderungan pengulangan n untuk berbagai waktu tunda to
to (detik) 250 300 400 500 600 1000

10

55

85

92

100

n (%)

100

50

200

400

600

800

1000

t (det)

14.6 GESERAN FASA


1 V(t1) 1' 2 V(t2) 2'

Jika : V(t1) = V1 sin (wt + 1) V(t2) = V2 sin (wt + 2) Dimana V(t1), V(t2) = amplituda sinyal sesaat V(t1) V(t2) 1,2 = fasa sinyal 1 2 maka : = 1 - 2 = geseran fasa sinyal Besar dari geseran fasa tergantung kepada : 1. Jarak hubungan / panjang saluran dari pengirim ke penerima 2. Kecepatan perambatan gelombang dalam media 3. Frekuensi kerja dari gelombang

14.7 CACAD / DISTORSI

Cacad Redaman Cacad Fasa Cacad Non Linier

14.7.1 CACAD REDAMAN


Suatu media transmisi dikatakan mempunyai cacad redaman apabila redaman untuk berbagai frekuensi tidak sama besarnya.
f (Hz) f1 f2 f3 . . . fn Sinyal kirim V (volt) b1 b2 b3 . . . bn Sinyal terima V (volt) c1 c2 c3 . . . cn

14.7.1 CACAD REDAMAN


Cacad redaman tidak ada, apabila : b1/c1 = b2/c2 = b3/c3 . . . bn/cn 20 log (b1/c1 ) = 20 log (b2/c2 ) = 20 log ( bn/cn ) a (f1) = a ( f2 ) = a (f3 ) . . . a ( fn ) Cacad redaman ada, apabila : b1/c1 b2/c2 b3/c3 . . . bn/cn 20 log (b1/c1 ) 20 log (b2/c2 ) 20 log (bn/cn) a(f1) a(f2) a(f3) . . . a(fn) dimana : a(fn) = 20 log (bn/cn) = Redaman saluran pada frekuensi fn

14.7.1 CACAD REDAMAN


Kurva redaman untuk berbagai frekuensi pada suatu saluran transmisi.
f2 f3 ... f(hz) fn

f1

a f(hz) f1 a(dB) 10 5 3 f1 f2 f3 ... fn f2 f3 ... fn

(b)

(c) f(hz)

14.7.1 CACAD REDAMAN


Apa pengaruh cacad redaman ini kepada pengiriman informasi ? 1. Cacad redaman dapat menyebabkan perubahan bunyi suatu konsonan / vokal yang dikirim, sehingga akan mengurangi tingkat kefahaman pembicaraan. 2. Untuk menghindari hal tersebut, maka harus ada batasan maksimum dari suatu cacad redaman.

14.7.1 CACAD REDAMAN


Pada gambar (a): spektrum vokal a dengan frekuensi dasar 190 Hz, dan gambar (b) spektrum vokal o dengan frekuensi dasar 200 Hz.
v (volt)

f(hz)
f1 f2 f3 f4

...

fn

v (volt)

(b) f(hz)
f1 f2 f3 f4

...

fn

14.7.1 CACAD REDAMAN


Batasan cacad redaman bagi beberapa transmisi informasi berdasarkan rekomendasi CCITT adalah sebagai berikut : 1. Transmisi Sinyal Telepon
a (Neper) 1,00 0,50 0,25 0,00
300 400 600 800

...

2400

3000

3400

f(hz)

Keterangan : Frekuensi referensi : 800 Hz, Cacad redaman maksimum : a(f) = a(f) a(800Hz) Sebagai contoh dapat dimisalkan, bila redaman pada frekuensi 800 Hz adalah 3,00 Np. Maka : Redaman maksimum untuk frekuensi 350 Hz adalah 4,00 N Redaman maksimum untuk frekuensi 500 Hz adalah 3,50 N Redaman maksimum untuk frekuensi 1000 Hz adalah 3,00 N

14.7.1 CACAD REDAMAN


2. Transmisi Sinyal Musik
a (Neper) 0,50 0,30 0,20 0,00
50 100 200

...

6000

8500

10000

f(hz)

Keterangan : Frekuensi referensi : 800 Hz, Cacad redaman maksimum : a(f) = a(f) a(800Hz) Sebagai contoh dapat dimisalkan, bila redaman pada frekuensi 800 Hz adalah 2,00 Np. Maka : - Redaman maksimum untuk frekuensi 60 Hz adalah 2,50 - Redaman maksimum untuk frekuensi 150 Hz adalah 2,30 - Redaman maksimum untuk frekuensi 4000 Hz adalah 2,00 - Redaman maksimum untuk frekuensi 7000 Hz adalah 2,30

N N N N

14.7.1 CACAD REDAMAN


3. Transmisi Sinyal Musik Kualitas Tinggi
a (Neper) 0,50 0,10 0,00
30 50

...

f(hz)
10000 15000

Keterangan : Frekuensi referansi : 800 Hz Cacad redaman maksimum : a(f) = a(f) a(800Hz) Sebagai contoh dapat dimisalkan, bila redaman pada frekuensi 800Hz adalah 1,00 Np. Maka : - Redaman maksimum untuk frekuensi 35 Hz adalah 1,50 N - Redaman maksimum untuk frekuensi 1000 Hz adalah 1,10 N - Redaman maksimum untuk frekuensi 14 Hz adalah 1,50 N

14.7.2 CACAD FASA


Suatu media transmisi dikatakan mempunyai cacad fasa, apabila kecepatan rambat dari berbagai frekuensi tidak sama besarnya.
f (Hz) Sinyal kirim v (km/det) v1 v2 v3 . . vn Sinyal terima v (km/det) t1 t2 t3 . . tn

f1 f2 f3 . . fn

14.7.2 CACAD FASA


Cacad Fasa tidak ada, apabila: v1 = v2 = v3 = . . . = vn t1 = t2 = t3 = . . . = tn Karena informasi telepon terdiri dari susunan konsonan/vokal yang mempunyai spektrum frekuensi, maka yang lebih berperan tentu adalah : - kecepatan group V(gr) = (dw/dB) - waktu group t(gr) = (db/dw) dimana : w = kecepatan sudut dari gelombang (rad/det) B = beda fasa / satu satuan panjang (rad/km) b = beda fasa antara sinyal kirim dan terima (rad) Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa cacad fasa tidak terjadi bila untuk berbagai-bagai frekuensi berlaku: - kecepatan group v(gr) = konstan - waktu group t(gr) = konstan

14.7.2 CACAD FASA


Cacad Fasa terjadi, apabila: v1 v2 v3 . . . vn t1 t2 t3 . . . tn Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa cacad fasa terjadi bila untuk berbagai-bagai frekuensi berlaku: - kecepatan group v(gr) konstan - waktu group t(gr) konstan

14.7.2 CACAD FASA


Kurva yang menunjukkan tidak terjadinya cacad fasa
B t(gr)

(a)

(b)

Kurva yang menunjukkan terjadinya cacad fasa


B t(gr)

t(gr) 0 (a) w (b) w

14.7.2 CACAD FASA


Untuk membatasi pengaruh cacad fasa pada tingkat kefahaman informasi, maka CCITT telah menetapkan toleransi cacad fasa bagi berbagai bentuk sinyal informasi. Berdasarkan rekomendasi CCITT dapatlah diketahui batasan maksimum dari cacad fasa yang masih dapat diterima dalam transmisinya, yang dinyatakan dengan t(gr), yakni transmisi sinyal : 1. Telepon
t(gr)

t(gr(H t(gr)L

f(hz) 300
800 2600

t(gr)L = t(gr)L t(gr)800 < 50 mdet t(gr)H = t(gr)H t(gr)800 < 25 mdet

14.7.2 CACAD FASA


2. Musik
t(gr)

t(gr(H t(gr)L min f(hz) 50 100 10000

t(gr)L = t(gr)100 t(gr)min < 20 mdet t(gr)L = t(gr)50 t(gr)min < 80 mdet t(gr)H = t(gr)10.000 t(gr)min < 8 mdet

14.7.3 CACAD NON LINIER


Suatu sistem transmisi dikatakan mempunyai cacad non linier apabila pada penerima terdapat getaran-getaran dengan frekuensi yang semula tidak ada pada pengirim. Keadaan ini terjadi disebabkan oleh sifat peralatan yang non linier. Gambar berikut memperlihatkan hubungan input output: (a) linier; (b) non-linier
y y

x (a) (b)

14.8 GANGGUAN / DISTURBANCE


Suatu media/saluran transmisi dikatakan mengalami gangguan apabila pada media/saluran transmisi tersebut muncul sinyal yang bukan fungsi waktu dari sinyal informasi terkirim. Macam gangguan ditinjau dari asalnya 1. Gangguan sendiri : Dalam hal ini tidak ada energi dari luar yang menyebabkan. Contoh : a. Cacad, telah dibicarakan sebelumnya. b. Echo/pantulan yang diakibatkan adanya mismatched

14.8 GANGGUAN / DISTURBANCE


2. Gangguan dari luar : Dalam hal ini sumber gangguan dapat berupa : a. Saluran tenaga listrik, mesin-mesin atau peralatan tenaga listrik lainnya. Gangguan terjadi disebabkan terdapatnya kopling induktif antara saluran tenaga dan saluran telekomunikasi. b. Saluran telekomunikasi lainnya : Kopling yang terjadi antara kedua saluran telakomunikasi akan memungkinkan timbulnya gangguan cakap silang atau cross talk, sehingga pembicaraan pasangan saluran satu, dapat didengar oleh pasangan pembicaraan pada saluran dua, atau sebaliknya. 3. Gelombang radio : Gelombang radio dapat masuk ke saluran bebas, karena saluran bebas / open wire tersebut bisa berlaku sebagai antena penerima. 4. Atmosfir : Charging/kilat pada umumnya dapat mengganggu saluran telekomunikasi.

14.8 GANGGUAN / DISTURBANCE


Akibat dari gangguan tersebut antara lain : 1. Pada musik adalah perusakan 2. Pada telepon dapat menyebabkan : a. Penurunan kefahaman informasi b. Kebocoran rahasia yang mungkin terjadi 3. Pada telegrap menyebabkan perubahan kode yang berakibat kesalahan dari informasi.
Ukuran dari Disturbance : SNR

SELESAI