Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan salah satu faktor penentu dalam proses produksi pertanian.

Oleh karena itu investasi Irigasi menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka penyediaan air untuk pertanian. Dalam memenuhi kebutuhan air untuk berbagai keperluan usaha tani harus diberikan dalam jumlah, waktu, yang tepat, jika tidak maka tanaman akan terganggu pertumbuhannya yang pada gilirannya akan mempengaruhi produksi pertanian. Terganggunya atau rusaknya salah satu bangunanbangunan Irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem yang ada, sehingga mengakibatkan efisiensi dan efektifitas irigasi menjadi menurun. Apabila kondisi ini dibiarkan terus dan tidak segera diatasi, maka akan berdampak terhadap penurunan produksi pertanian yang diharapkan dan berimplikasi negatif terhadap kondisi pendapatan petani dan keadaan sosial, ekonomi di sekitar lokasi. Salah satu daerah pertanian yang mengalami masalah adalah di daerah Bulakmojo Kabupaten Nganjuk yang terletak 7,53 LS dan 111,54 BT secara administrative dan memiliki luas 1211 Ha yang terdiri dari Saluran sekunder Ngrami dan Saluran sekunder Bulakmojo, disebabkan karena banyaknya kerusakan saluran-saluran irigasi yang menyebabkan pengairan pada daerahdaerah Irigasi kurang optimal ini diebabkan adanya pendangkalan pada saluran-saluran yang disebabkan oleh manusia dan umur bangunan itu sendiri dan seiring perkembangan manusia yang menyebabkan kebutuhan air pada daerah-daerah Irigasi semakin banyak,saluran existing tidak dapat memenuhi lagi kebutuhan itu. Oleh karena itu kami membuat tugas akhir ini, dengan tujuan bisa mengatasi masalah pengairan yang ada di daerah-daerah Irigasi di Bulakmojo,sehingga bisa mengoptimalkan 1

pengairan di daerah-daerah irigasi Bulakmojo meningkatkan hasil panen para petani setempat.

dan

I.2. Perumusan Masalah Permasalahan yang timbul dalam sistem irigasi di Bulakmojo Kabupaten Nganjuk adalah: Apakah debit yang ada sekarang ini sudah memenuhi kebutuhan air di area Irigasi Bulakmojo dengan sistem Operasi dan Pemeliharaan yang ada? Bagaimana mengatur pola tanam agar debit yang tersedia mencukupi debit kebutuhan? Berapakah keuntungan yang didapat setelah menggunakan pola tanam rencana jika disbanding dengan pola tanam eksisting? I.3. Batasan Masalah Permasalahan yang akan timbul dalam Pemeliharaan saluran Irigasi di Bulakmojo Kabupaten Nganjuk sangat banyak maka dalam pembahasan tugas akhir ini permasalahan yang kami bahas antara lain: Perhitungan kebutuhan air di area Irigasi Bulakmojo Kabupaten Nganjuk. Perhitungan analisis pola tanam eksisting dan rencana. Perhitungan Benefit Cost Ratio (BCR) rencana dan eksisting. . I.4. Tujuan Dapat menghitung debit kebutuhan air yang dibutuhkan petani setempat. 2

Dapat mengatur pola tanam sesuai dengan debit yang ada. Membandingkan analisa ekonomi rencana dengan analisa ekonomi eksisting.

(Halaman ini sengaja dikosongkan)