Pendahuluan
Sifat universal protein ditentukan adanya ikatan kovalen dan non kovalen.  Terbatas dalam konformasi dan susunan spasial  Kekuatan yg menstabilkan struktur: heliks alfa lembaran beta belokan beta gelung ( loop)

Hubungan erat struktur dg fungsi  Kolagen  Fibroin  Hemoglobin  Mioglobin  Protein katalitik (enzim) .

 Gen bertugas mengkode protein. Mutasi gen terutama pada regioDNA yg mengendalikan ekspressi gen akan terjadi akibat serius Dapat pula terjadi defisiensi ko faktor pd maturasi protein Sidrom Ehlers Danlos. defisiensi ko faktor pd maturasi protein  .Kepentingan biomedis Ribuan protein dalam tubuh melaksanakan bbg fungsi.cacat genetik pada maturasi protein Scorbut .

Sapi gila).Kepentingan biomedis Gangguan pd struktur sekunder.Jakob Encephalophati Spongiformis Bovinum ( peny. Prion peny.tertier peny. disebabkan penimbunan protein tak larut dl fibril amiloid pd lembaran beta protein . Creutzfeldt.

Klassifikasi protein  Berdasarkan kelarutan bentuk fungsi struktur 3 dimensi Dalam biokimia/biologi molekuler dikenal albumin. histon . globulin.

protein pembeku darah  . rasio pj/lb: 4-10 fibrous. rantai polipeptida berpilin. pelindung. berlipat padat. immunoglobulin. enzim. ferritin. struktur. protein glikan P. kolagen. hormon peptida P. mioglobin P. pengatur. rasi > 10 Berdasar fungsi Enzim Protein p enyimpan.Klassifikasi protein Berdasar bentuk globular. DNA.

D. beta Sedimentasi pd ultrasentrifuga khilomokron. E. alfa2.6 lipoprotein alfa 1. VLDL. F  . HDL Immunologi Apoprotein A. C. LDL.Klassifikasi khusus Membedakan protein kompleks bidang medis  Lipoprotein plasma Elektroforesa pd pH 8. B.

Struktur Primer protein Susunan atau urutan asam amino dalam mol protein. tetapi dalam data base elektronik. bisa diakses lewat internet . lokasi ikatan disulfida  Jumlah rangkaian protein yg diketahui sedemikian besar dan terus bertambah dg cepat  Tak bisa dismpan dalam cetakan.

di eksess ke  European Molecular Biology Laboratory and Library (EMBL)  Genetic Sequence Databank (GenBank)  Protein Identification Resource Sequence Database(PIR) . Data base rangkaian protein terus diperbarui.

 . hubungan spasial semua atom terhadap semua atom lain . mengacu pd arsitektur tiga dimensi struktur protein. interaksi hidrofobik)..Struktur sekunder Konfiguasi dan konformasi  Konfiguasi mengatur hbg geometrik diantara sekumpulan atom tertentu. .  Hbg kovalen maupun non-kovalen ( ik hidrogen. ik garam. Interkonversi antara konfigurasional ( konversi D-alanin menjadi L-alanin  Konformasi.

terjadi krn pemutusan ik.Interkonversi Interkonversi antara atom yg membentuk konfigurasi .Kovalen pemutusan dan pembentukan kembali gaya non-kovalen yg menstabilkan konformasi Rotasi bebas duapertiga bagian ikatan kovalen dalam struktur protein akan menghasilkan konformasi yg jauh lebih besar .

Gaya utk kestabilan struktur Bbg gaya menstabilkan struktur protein ikatan hidrofobik ikatan hidrogen interaksi elektrostatik interaksi van der Waals -gaya menarik. attractive force .gaya menolak. repulsive force .

Heliks alfa  Terjadi thd rangka dasar polipeptida  Lebih menonjol putar kanan  Mengandung 4 – 30 ( rerata 12) residu AA  Distabilkan oleh : ikatan hidrogen gaya van der Waals Dapat bersifat amfipatik .

Struktur sekunder .berciri  Konformasi reguler  Konformasi irregular .

Lembaran beta  Dibentuk oleh AA dari regio yang berbeda  Dapat terlipat: paralel anti paralel .

Regio gelungan . loop  Membentuk tapak pengikatan antigen .

Struktur tertier       Merupakan struktur sepersekunder Polipeptida besar mempunyai domain-domain yg berbeda Ikatan elektrostatik menghubungkan residu permukaan Ikatan disulfida utk stabilitas tambahan Interaksi hidrofobik menghubungkan residu interior Kristalografi sunar X utk menentukan struktur tiga dimensi .

Struktur kuatener    Protein oligomerik memp. Rantai polipeptida multipel Tiap rantai polipeptida dsbut protomer atau subunit Ikatan antar subunit distabilkan oleh ikatan hidrogen. ikatan elektrostatik residu permukaan Dimerik. tetramerik .

tersusun dari subunit yg tidak sama. Set subunit lain melakukan pengenalan ligand atau peran regulasi .Struktur kuatener  Homodimer. bila kedua protomer identik  Hetero oligomer. Melaksanakan fungsi yg berbeda  Satu subunit atau set subunit identik dapat berfungsi katalisis.

sodium duodenil sulfat (SDS) H+ dan OH.ringan menghancurkan ik. tapi bukan ikatan peptida. tertier dan kuatener Disebabkan oleh reagen urea. sulfida . elektrostatik. .Denaturasi protein Menghancurkan struktur sekunder. Hidrogen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful