Anda di halaman 1dari 2

Saya sedang membaca sebuah buku karangan Adil Abdul Mun’im Abu Abbas berjudul

“Ketika Menikah Menjadi Pilihan”. Di halaman 138 Saya menemukan nasihat Asma binti
Kharijah kepada anak gadisnya yang akan menikah. Membaca ini seolah saya sedang
diberi tips oleh Ibu cara membuat suami cinta pada saya. Namun tentu tidak bisa
dipahami saklek, seperti nasehat untuk tidak membantah perintahnyam tentu ini jika
dan hanya jika perintah tersebut tidak menyalahi aturan Allah SWT.

Asma berkata kepada anak gadisnya,”Wahai putriku, seandainya wasiat boleh


ditinggalkan karena keutamaan suatu etika niscaya aku tidak akan menyampaikan
kepadamu. Tetapi nasehat merupakan peringatan bagi orang yang lengah dan bantuan
bagi orang yang berakal. Seandainya seorang wanita tidak memerlukan pasangan
hidup, niscaya akulah yang paling tidak membutuhkan pasangan hidup, tetapi wanita
itu diciptakan sebagai pasangan pria, dan pria sebagai pasangan wanita.

Wahai Putriku, engkau sekarang telah meninggalkan udara dimana engkau dilahirkan,
dan telah jauh dari tempat tinggal dimana engkau tumbuh besar, menuju dunia yang
engkau belum mengetahuinya, dan mendapatkan seorang teman yang engkau belum pernah
mengenalnya.

Dengan memilikimu, dia akan menjadi raja bagimu maka jadilah engkau hamba sahaya
baginya sehingga dia akan menjadi hamba sahaya bagimu. Peganglah sepuluh perkara
sebagai bekal dan pengingat bagimu.

Pertama dan Kedua,temanilah dia dengan penuh kepuasan, dan pergaulilah dia dengan
senantiasa mendengar dan menaatinya. Karena sesungguhnya dalam kepuasan itu
terdapat ketenangan hati, dan dalam pendengaran serta ketaatan itu terletak ridha
sang Ilahi.

<em>Ketiga dan Keempat, perhatikanlah penciumannya, sehingga dia selalu mencium


bau yang harum dan wangi dari dirimu. Dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia
tidak melihatmu sebagai sesuatu yang buruk. Sesungguhnya celak merupakan sesuatu
yang baik dari segala yang ada, sedangkan minyak wangi merupakan sesuatu yang
paling harum yang dicari setiap orang.

Kelima dan Keenam, perhatikanlah waktu makannya, dan janganlah engkau membuat
kegaduhan pada saat dia sedang tidur. Karena sesungguhnya perihnya lapar membuat
nafsu bergejolak, sedangkan kegaduhan yang mengganggu tidur menyebabkan kemurkaan.

Ketujuh dan Kedelapan, jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat dan
keluarganya. Jagalah harta kekayaannya, karena sesungguhnya harta miliknya
merupakan wujud dari penghormatan yang baik, sedangkan pemeliharaan hubungan
terhadap kerabat dan keluarganya merupakan bentuk pengurusan yang paling baik
terhadap dirinya.

Sedangkan kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau menyebarluaskan rahasianya,


dan janganlah engkau menentang perintahnya. Karena jika engkau menyebarluaskan
rahasianya maka engkau tidak akan selamat dari pengkhianatannya. Dan jika engkau
menentang perintahnya maka engkau telah membangkitkan amarah dalam dadanya.

Selanjutnya, wahai putriku, hindarilah kegembiraan dihadapannya pada saat dia


sedang dalam kesedihan dan kesusahan. Dan janganlah engkau bermuram durja pada
saat dia sedang bahagia. Karena kegembiraan pada saat sedih merupakan kelalaian,
sedangkan kemuraan pada saat bahagia merupakan perbuatan yang mengeruhkan suasana.

Jadilah engkau orang yang paling mengangungkan dirinya, maka dia akan jadi orang
yang paling memuliakanmu. Dan jadilah engkau orang yang paling mendukungnya,
niscaya engkau akan langgeng bersamanya.
Ketahuilah, wahai putriku, engkau tidak akan pernah sampai pada apa yang engkau
cintai darinya sehingga engkau mendahulukan keridhaannya atas keridhaanmu, dan
keinginannya atas keinginanmu terhadap hal yang kamu senangi atau benci.

Jika dirasa nasehat diatas bermanfaat bagi yang membaca, maka bolehlah kalian
salin sebagai pengingat. Namun jika tidak, manfaatkanlah sebagai bahan bacaan yang
menyehatkan.