Anda di halaman 1dari 41

INDUSTRI PROSES PT PERTAMINA RU-III

SEJARAH PT PERTAMINA

PT PERTAMINA (PERSERO)
Dalam melaksanakan tugas tersebut, PT PERTAMINA memiliki empat kegiatan utama, yaitu: Eksplorasi dan Produksi Kegiatan ini meliputi pencarian lokasi yang memiliki potensi ketersediaan minyak dan gas bumi, kemungkinan penambangannya, serta proses produksi menjadi bahan baku unit pengolahan Pengolahan Kegiatan ini meliputi proses distilasi, pemurnian, dan reaksi kimia tertentu untuk mengolah crude menjadi produk yang diinginkan seperti premium, solar, kerosin, LPG, dll. Pembekalan dan Pendistribusian Kegiatan pembekalan meliputi impor crude sebagai bahan baku unit pengolahan melalui sistem perpipaan sedangkan kegiatan pendistribusian meliputi pengapalan . Penunjang Contohnya rumah sakit dan penginapan

Sejarah PT PERTAMINA (PERSERO)


Dahulu PT PERTAMINA (PERSERO) memiliki tujuh unit pengolahan akan tetapi Unit Pengolahan I di Pangkalan Brandan yang berkapasitas 5 MBSD berhenti beroperasi pada tahun 2007 karena permasalahan pasokan umpan. Keenam Unit Pengolahan yang masih beroperasi saat ini antara lain: Unit Pengolahan II Dumai-Sei Pakning, Riau dengan kapasitas 170 MBSD Unit Pengolahan III Plaju-Sungai Gerong, Sumatera Selatan dengan kapasitas 126,2 MBSD Unit Pengolahan IV Cilacap, Jawa Tengah dengan kapasitas 348 MBSD Unit Pengolahan V Balikpapan, Kalimantan Timur dengan kapasitas 260 MBSD Unit Pengolahan VI Balongan, Jawa Barat dengan kapasitas 125 MBSD Unit Pengolahan VII Kasim, Papua Barat dengan kapasitas 9,5 MBSD

Peta Refinery Unit PT PERTAMINA di Indonesia

Sejarah PT PERTAMINA RU-III

SEJARAH PT PERTAMINA RU-III PLAJU-SUNGAI GERONG

PT PERTAMINA RU-III
Tugas pokok PERTAMINA Refinery Unit III Plaju / Sungai Gerong sesuai dengan UU No.8 tahun 1971 yaitu: Menyediakan bahan baku bagi perkembangan dan pertumbuhan industri dalam negeri, Karena itu kegiatan PERTAMINA Unit Pengolahan III Plaju / S.Gerong hanya mengolah bahan bakar minyak (BBM) dan non BBM . PERTAMINA RU-III memiliki 2 buah kilang, yaitu : Kilang minyak Plaju, yang berbatasan dengan Sungai Musi di sebelah selatan dan Sungai Komering di sebelah barat Kilang minyak Sungai Gerong, yang terletak di persimpangan Sungai Musi dan Sungai Komering.

PT PERTAMINA RU-III
Visi dan Misi PERTAMINA Refinery Unit III PlajuSungai Gerong Visi Pertamina RU-III Plaju : Menjadi Kilang Minyak dan Petrokimia Nasional Terkemuka di Asia Tenggara Tahun 2015 Misi Pertamina RU-III Plaju : Menghasilkan Produk Minyak dan Petrokimia dengan Kualitas Internasional

PT PERTAMINA RU-III
Tata nilai yang berlaku di Pertamina RU-III Plaju: Clean (Bersih) Competitive (Kompetitif) Confident (Percaya Diri) Customer Focused (Fokus pada Pelanggan) Commercial (Komersial) Capable (Berkemampuan)

LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK


PT PERTAMINA (Persero) RU. III Plaju merupakan salah satu unit proses produksi dalam jajaran direktorat pengolahan yang terletak di Sumatera Selatan. RU. III Plaju ini mempunyai dua buah kilang yaitu: Kilang Minyak Plaju. Kilang Minyak Sungai Gerong. Kilang minyak Plaju terletak di sebelah selatan Sungai Musi dan sebelah barat Sungai Komering, sedangkan kilang minyak Sungai Gerong terletak di persimpangan Sungai Musi dan Sungai Komering.

LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK PLAJU

LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK SG

LUAS WILAYAH KERJA


No 1 2 3 4 5 6 7 Tempat Area Perkantoran Kilang Plaju Area Kilang Sungai Gerong Diklat-SDM Sungai Gerong RDP dan Lap. Golf Bagus Kuning RDP Kenten Lapangan Golf Kenten RDP Plaju, Sungai Gerong dan Ilir Luas (Ha) 229,60 153,90 34,95 51,40 21,20 80,60 349,37

Sumber : Pedoman BPST Angkatan XIV Pertamina, 1999, Palembang

LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK


Lokasi Pertamina RU III memberikan beberapa keuntungan, antara lain : Proses transportasi bahan baku dan produk dapat melalui Sungai Musi dan Sungai Komering Sumber bahan baku relatif dekat, yaitu berasal dari daerah Sumatera, teutama Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) Sumber air pendingin dapat diambil dari Sungai Komering Air hasil proses di kilang dapat dibuang di Sungai Komering dan Sungai Musi

POHON INDUSTRI

POHON INDUSTRI

DATA PRODUK YANG DIHASILKAN


Produk-produkyang dihasilkan Kilang UP III Plaju terbagi dalam kelompok -kelompok sebagai berikut.
Produk BBM Produk Non BBM Produk Khusus Produk Petrokimia

STRUKTUR ORGANISASI

GENERAL MANAGER MANAGER PRODUCTION

CD & GP

PP

UTILITIES

CDL

OM

LAB

STRUKTUR ORGANISASI
Pertamina UP III dipimpin oleh seorang pimpinan utama yang disebut General Manajer (GM) Unit Pengolahan III. GM ini bertanggung jawab atas segala sesuatu dalam UP III Plaju ini dan bertanggung jawab kepada DirekturPengolahan. GM UP III ini membawahi 9 fungsi, yaitu Perencanaan dan Keekonomian, Engineering dan Pengembangan, Keuangan, Kilang, Umum, Sumber Daya Manusia, Jasa dan Sarana Umum, Sistem Informasi dan Komunikasi, dan Lindungan Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

CD&GP (CRUDE DISTILLER AND GAS PLANT)


Pertamina RU-3 memiliki 6 Crude Distiller yaitu Crude Distiller II, III, IV, dan V serta Redistiller I/II. Ke enam unit tersebut terletak di kilang Plaju. Selain itu di unit ini terdapat juga unit Stabilizer C/A/B dan Straight Run Motor Gas Comprowor (SRMGC). Sedangkan pada Gas Plant terdapat unit Butane-Butyline. Motor Gas Compressor (BBMGC), butane Butyline (BB) Distiller, Unit Polyrnerisasi dan unit .Alkilasi.

PP (POLY PROPYLENE)
Kilang PolyPropyline berada di bagian manajer produksi II (bagian Petrokirna) yang bertanggung jawab kepada manajer kilang. Pabrik ini didirikan pada 1993 dan rnulai beroperasi pada 1994. Bahan baku dari pabrik ini berupa raw propane propylene yang diproduksi oleh bagian CD&L, di RFCCU pada bagian fraksi teringan. Sedangkan hasil akhirnya berupa Polypropyline (bahan pembuat plastic) yang disebut sebagai Polytam.

PP (POLY PROPYLENE)
Pabrik. ini mempunyai kapasitas produksi butiran (pellets) Hornopolymer Polypropyline sebesar 45.200 ton/tahun pada basis 7944 jam atau 331 hari operasi per tahunnya. Jenis produk polypropylene yang dihasilakan adalah : Injection Molding Grade Film Grade Yarn Grade Fiber Grade Blow molding Grade

UTILITIES
Seksi Utility ini merupakan bagian yang memonitor dan merekomendasikan pengelolaan semua utilitas yang diperlukan untukk mensupport kegiatan proses produksi di kilang agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Jenis-jenis utilitas yang di produksi oleh Unit UTL UP III adalah: Power Supply untuk kilang dan PLN Water Supply (Air Bersih, Air proses, Air pendingin, Air Demineralis) Steam Supply Udara bertekanan Nitrogen Supply

CDL (CRUDE DISTILLER AND LIGHT ENDS)


Secara garis besar seksi CD&L (Crude Distiller and Light End) memiliki 2 fungsi utarna. yaitu : CD&L berfungsi dalam penyiapan produk BBM dan Petrokimia, khususnya yaitu produk atau bahan dalam bentek setengah jadi. CD&L berfungsi sebagai coordinator mixed gas

OM (OIL MOVEMENT)
Fungsi bagian OM ini adalah sebagai berikut : Sebagai tempat penerimaan bahan mentah produksi BBM dan petrokimia dari Lapangan dan kapal tangker. Pos penyimpanan crude oil dalam tangki tangki.

LABORATORIUM
Produk BBM yang dihasilkan Kilang Musi dipasarkan ke konsumen setelah melalui berbagai tahapan uji kualitas secara ketat dan secara terus menerus di Laboratorium Kilang sesuai spesifikasi standar mutu uji kualitas. Fasilitas Laboratorium Kilang Musi meliputi: Laboratorium BBM Laboratorium Analisa, Gas dan Lindungan Lingkungan Laboratorium Petrokimia Laboratorium Kilang RU-III juga sebagai pusat penelitian dan pengembangan laboratorium. Pada saat ini, laboratorium Kilang RU-III telah menjadi laboratorium terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) mengacu ISO 17025 sejak 5 september 2002.

PROSES PRODUKSI
PT PERTAMINA (Persero) RU-III melakukan pengolahan minyak mentah menjadi produkproduk seperti bahan bakar minyak (BBM), non-bahan bakar minyak (NBM), dan petrokimia. Pada kilang BBM, minyak bumi mengalami dua proses utama, yaitu primary process (distillation, treating, blending) dan secondary process (polymerization, alkylation, utilities).

MINYAK BUMI
Minyak bumi adalah campuran kompleks hidrokarbon ditambah senyawa-senyawa organik dari sulfur, oksigen, nitrogen, dan senyawasenyawa yang mengandung konstituen logam, terutama nikel, besi, dan tembaga. Selain itu, minyak bumi juga berasal dari kata Petroleum yang secara etomologi berarti minyak bebatuan, sebuah bahan organik alamiah yang terutama tersusun atas hidrokarbon dalam bentuk cairan atau gas dalam perangkap geologis . Berdasarkan teori organik, minyak bumi terbentuk dari sisa-sisa tanaman dan hewan yang telah mati jutaan tahun lalu dan terkumpul pada dasar laut. Melalui proses sedimentasi selama jutaan tahun dan disertai tekanan yang sangat besar dan kenaikan temperatur secara terus menerus, minyak bumi dan gas alam akan terbentuk. Minyak bumi terbentuk pada rentang temperatur 100oC-200oC, sedangkan pada temperatur di atas 160oC umumnya yang terbentuk adalah gas alam.

PROSES PRODUKSI
Proses utama pengolahan minyak bumi dan petrokimia di Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong meliputi : Primary Process Secondary Process Treating Blending Produksi Polypropylene

PRIMARY PROCESS
Proses primer merupakan proses pemisahaan komponen-komponen minyak mentah yang dilakukan secara fisik, yaitu dengan cara distilasi pada tekanan atmosferik maupun tekanan vakum. Sebagian dari hasil distilasi ada yang menjadi produk langsung dan sebagian lagi harus melewati tahapan secondary process untuk pengolahan lebih lanjut. Unit operasi yang digunakan pada proses ini adalah Crude Distiller (CD) dan Redistiller bertekanan atmosferik. Unit ini terdiri dari unit CD II, CD III, CD IV, CD V, dan CD VI. Unit Redistiller terdiri dari Redistiller I dan II yang pada awalnya digunakan untuk mengolah slop oil (minyak sisa yang tidak memenuhi standar, off spec). Namun, saat ini redistiller telah tidak beroperasi lagi (idle). Unit lain yang termasuk dalam primary process adalah High Vacuum Unit (distilasi bertekanan vakum), Stabilizer C/A/B, dan BB Distiller (Butane-Butylene Distiller).

SECONDARY PROCESS
Proses sekunder melibatkan terjadinya perubahan struktur kimia dari suatu senyawa fraksi minyak bumi. Proses yang bertujuan untuk mengolah fraksi-fraksi dari hasil proses primer ini meliputi dekomposisi molekul (cracking), kombinasi molekul (polimerisasi dan alkilasi), dan perubahan struktur molekul (reforming). Unit unit yang beroperasi pada proses ini adalah RFCCU (Riser Fluid Catalytic Cracking Unit), Unit Polimerisasi, dan Unit Alkilasi.

TREATING
Proses treating bertujuan untuk menghilangkan senyawa-senyawa yang tidak diinginkan dari produk BBM seperti senyawa belerang dan merkaptan. Proses treating ini dilakukan pada unit CTU (Caustic Treating Unit) dan Doctor Treater (untuk menghilangkan merkaptan).

BLENDING
Proses blending atau pencampuran bertujuan untuk memenuhi spesifikasi produk yang telah ditentukan. Proses pencampuran dilakukan dengan penambahan zat aditif atau dengan pencampuran dua produk atau lebih yang berbeda spesifikasinya. Contoh proses pencampuran adalah pencampuran HOMC (High Octane Mogas Component) dengan nafta untuk menghasilkan bahan bakar premium dengan angka oktan yang memenuhi spesifikasi produk.

PRODUKSI POLYPROPYLENE
Bahan baku kilang polypropylene adalah raw propaneee-propylene dari hasil perengkahan di RFCCU. Proses pengolahannya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pemurnian bahan mentah menggunakan proses adsorpsi, distilasi dan pengeringan, polimerisasi dan peletisasi serbuk polypropylene menjadi bijih plastik.

SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH TERHADAP AMDAL


Proses pengolahan bahan baku menjadi produk tentunya tidak akan terlepas oleh keberadaan limbah. Proses produksi di kilang PT Pertamina refinery unit-III menghasilkan berbagai jenis limbah.

AMDAL
Limbah utama dari kilang Pertamina adalah berupa minyak. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan oil catcher (OC). Prinsip OC adalah memisahkan air dan minyak berdasarkan densitasnya. Air dan minyak yang keluar dari unit CD akan dialirkan melalui OC. Akibat perbedaan densitas, minyak akan membentuk lapisan di atas air, sedangkan air akan berada di bawah minyak. Minyak tersebut diambil dan dikembalikan lagi sebagai campuran umpan, sedangkan air yang berada di bawah akan dibuang ke Sungai Komering atau Sungai Musi. Kilang Plaju memiliki delapan OC dan kilang Sungai Gerong memiliki dua oil separator (OS).

AMDAL

AMDAL
Untuk menganalisa mengenai dampak lingkungan, PT PERTAMINA RU-III menyediakan sarana dan prasarana yang bisa digunakan untuk karyawan maupun lingkungan bermasyarakat. Hal itu diwujudkan dari: Perumahan Karyawan Sarana Kesehatan Sarana Ibadah Sarana Olahraga Sarana Pendidikan Wisma

INFORMASI DETAIL

Data Produk

Minyak Bumi

Peralatan Proses

Limbah

Proses Industri

Lampiran Flow Sheet

INDUSTRI PROSES PT PERTAMINA RU-III


Tim Penyusun: B Derry (2.09.019) Medi Romanza (2.09.021) Lexiana Feby (2.09.002)

Teknik Industri Semester 6 Dosen pembimbing: Bu Meylinda Mulyati, ST., MT.


STT MUSI Palembang