Anda di halaman 1dari 31

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Radio merupakan dunia yang tidak asing lagi bagi masyarakat, dari lapisan bawah, menengah, hingga lapisan atas, baik tua maupun muda,semuanya pasti akrab dengan media yang satu ini. Suara penyiar Radio, lagu-lagu, dan informasi akurat dari nara sumber kenamaan, semuanya merupakan sederet kelebihan Radio dimata pendengar setianya. Sebagai salah satu pilihan media hiburan dan informasi ternyata Radio tidak kalah pamor dengan media cetak maupun elektronik. Info kesehatan, teknologi, gaya hidup, info seni dan budaya, berita politik, ekonomi, kriminalitas, agama, bahkan gossip artis bisa di dengar secara gratis selama 24 jam. Radio merupakan media massa yang auditif, yakni dikonsumsi telinga atau pendengaran sehingga isi siarannya bersifat sepintas lalu dan tidak dapat diulang. Pendengar tidak mungkin mengembalikan apa yang sudah dibicarakan dengan penyiar seperti mengembalikan halaman koran atau majalah. Karena bersifat sepintas, informasi yang disampaikan penyiar Radio harus jelas dengan bahasa yang mudah dicerna oleh pendengar.

Identik dengan musik atau lagu sehingga Radio dijadikan media utama dalam memperdengarkan musik atau lagu. Umumnya musik merupakan kekuatan yang dimiliki sebuah stasiun Radio untuk menarik pendengar. Misalnya, sebuah stasiun Radio sengaja memilih format lagu dangdut agar penikmat musik setia itu menjadi pendengar setianya.Radio menciptakan gambar dalam imajinasi pendengar dengan kekuatan kata dan suara. Siaran Radio merupakan seni memainkan imajinasi pendengar melalui kata dan suara yang disebut theatre of mind. Pendengar hanya biasanya membayangkan apa yang dikemukakan termasuk sosok sang penyiar.

1.1.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah perkembangan radio di Dunia termasuk Indonesia? 2. Apa saja peran & fungsi radio saat ini ? 3. Apa saja jenis jenis radio saat ini ?

1.2.

Tujuan & Kegunaan Penulisan

1. Menjelaskan sejarah perkembangan radio di Dunia termasuk Indonesia. 2. Menjelaskan peran & fungsi radio saat ini 3. Menjelaskan jenis radio saat ini

BAB II Pembahasan RADIO

2.1. Sejarah Perkembangan Radio di Dunia Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

Sejarah radio adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio

1. Awal 1800-an secara terpisah Joseph Henry, profesor dari Pinceton University, dan fisikawan Inggris Michael Faraday mengembangkan teori induksi. Percobaan mereka terhadap elektromagnet membuktikan arus listrik di sebatang kawat dapat
3

menimbulkan arus di batang kawat lain, meski keduanya tidak berhubungan. 2. Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya tahun 1864. Fisikawan Inggris James Clerik Maxwell, berteori bahwa arus listrik dapat menciptakan medan magnet dan bahwa gelombang elektromagnet bergerak dengan kecepatan cahaya.

3. Pada 1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia

menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan

penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi.

4. Teori Maxwell itu belakangan dibuktikan kebenarannya oleh percobaan yang dilakukan fisikawan Jerman Heinrich Hertz, tahun 1880. Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen,

memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti

gelombang menemukan

(sekarang bahwa

disebut

gelombang

Hertzian),

dan dapat

persamaan

elektromagnetik

diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.

5. Baru kemudian Guglielmo Marconi pada 1895, berhasil mengirim sinyal komunikasi radio dengan gelombang elektromagnet sejauh , 1,5 km. Tahun 1901, sinyal dari perangkat radio Marconi mampu melintasi Samudera Atlantik dari Inggris ke Newfoundland, Kanada dan dunia inovasi radio mencatat nama Guglielmo Marconi, sebagai penemu radio. Dia lahir di Bologna, Italia, 25 April 1874. Sejak kecil ia sudah tertarik dengan kerja Maxwell, Hertz, Righi, sampai Lodge. Dalam usia 21 tahun, ia membuat laboratorium di rumah ayahnya, di Pontecchio dan mengadakan penelitian soal gelombang radio "Gelombang Hertzian" untuk mengirim sinyal telegraf. Ia sudah berhasil mengirim sinyal telegraf sejauh 2 km. Pada tahun 1896 Guglielmo Marconi mendapat hak paten atas telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Kepala Dinas Pos Inggris, William Preece terkesan akan kemampuan radio ciptaannya di dataran Salisbury dan kemudian menyeberangi Bristol Chanel. Marconi akhirnya mendirikan perusahaan The Wireless Telegraph & Signal Company Limited pada 1897, yang kemudian diubah jadi Marconi's Wireless
5

Telegraph Company Limited. Selanjutnya, pada 1899 Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris lewat Selat Inggris dengan menggunakan osilator Tesla. Dalam dua tahun ia sudah membangun radio antara Prancis Inggris dan Amerika - Inggris. Selama satu dekade hingga 1912 ia mematenkan sejumlah temuan untuk menyempurnakan sistem radio yang diciptakannya. Pada tahun 1909 ia mendapat Nobel bidang fisika. Pada 1914 Marconi dipanggil masuk ke Angkatan Bersenjata Italia. Ia menjadi diplomat Italia ke Amerika 1917. Setelah tidak lagi menjadi bagian pemerintah Italia ia kembali ke laboratorium. Tahun 1935 ia mendemonstrasikan temuan terbarunya yaitu Radar. Pada 20 Juli 1937, Marconi meninggal di Roma. Namun dibalik semua ketenaran Marconi sebagai Penemu Radio, fisikawan kelahiran Kanada Reginald A. Fessenden-lah yang pertama kali mentransmisikan suara manusia via radio ketika pada 1906, ia berbica melalui radio dari Brant Rock, Massachusetts, AS, kepada kapal-kapal di lepas pantai Samudera Atlantik. Sejak itu radio terus berkembang makin sempurna, didukung oleh pelbagai temuan secara bertahap.

6. John Ambrose Fleming pada tahun 1904 menemukan bahwa tabung audion dapat digunakan sebagai receiver nirkabel bagi teknologi radio ini. Para ilmuwan mengembangkan tabung hampa
6

udara yang bisa melacak dan memperkuat sinyal radio. Penemu AS Dr. Lee De Forest mematenkan tabung elektron yang terdiri dari tiga elemen (triode audion) tahun 1907, yang kemudian menjadi elemen penting dalam penerimaan sinyal radio. Tabung Audion yang diberi nama tabung Lee De Forest ini memungkinkan gelombang suara ditransmisikan melalui sistem komunikasi nirkabel. Namun, gelombang yang dipancarkannya masih terlalu lemah.

7. Pada 1912 kemampuan penerimaan ini ditingkatkan lagi oleh Edwin Howard Armstrong yang menemukan penguat gelombang radio/radio amplifier. Alat ini bekerja menangkap sinyal elektromagnetik dari transmisi radio dan memberikan sinyal balik dari tabung. Dengan begitu kekuatan sinyal meningkat sebanyak 20.000 kali perdetik. Suara yang ditangkap juga jauh lebih kuat. Penemuan ini kemudian menjadi sangat penting dalam sistem komunikasi radio karena jauh lebih efisien. Edwin Howard Armstrong, yang menciptakan sirukit superheterodyne 1918. Sirkuit ini punya kemampuan seleksi yang tinggi. Armstrong pula berjasa mengembangkan sistem siaran FM pada 1933 yang dikenal sebagai "Bapak penemu radio FM". Namun hak paten atas amplifier jatuh ke tangan Dr. Lee deforest. Sampai saat ini radio amplifier masih menjadi teknologi inti pada pesawat radio. Amstrong lahir 18 Desember 1890 di New York City, Amerika
7

Serikat (AS). Ketika SMA dia telah mulai mengadakan uji coba dengan membuat tiang antena di depan rumahnya untuk mempelajari teknologi nirkabel yang kala itu sering mengalami gangguan. Dengan cepat ia memahami permasalahan pada alat komunikasi tersebut dan menemukan kelemahan sinyal pada penerima akhir transmisi komunikasi. Amstrong masuk ke Universitas Columbia jurusan teknik. Di universitas itulah ia melanjutkan penelitiannya di bidang nirkabel.

Pada

tahun

ketiga

di

Universitas

Columbia,

Armstrong

memperkenalkan temuannya, berupa penguat gelombang radio pertama (radio amplifier). Armstrong mempelajari cara kerja tabung Lee DeForest dan mendesain ulang dengan mengambil gelombang elektromagnetik yang datang dari sebuah transmisi radio dan dengan cepat memberi sinyal balik melalui tabung. Hanya sesaat kekuatan sinyal akan meningkat sebanyak 20.000 kali/detik. Fenomena ini oleh Armstrong disebut dengan "regenerasi radio", yang merupakan penemuan penting dan perlu saat radio pertama kali ada. Dengan pengembangan ini, para teknisi radio tidak memerlukan 20 ton generator lagi agar stasiun radio mereka mengudara. Desain sirkuit tunggal temuan

Armstrong menjadi kunci kelangsungan gelombang transmiter yang menjadi inti operasional radio. Dan dia lulus sarjana teknik 1913. Atas temuannya tersebut, Armstrong mematenkan ciptaannya dan memberi lisensinya pada Marconi Corporation 1914. Enam tahun kemudian, Westinghouse membeli hak paten Armstrong atas penerima superheterodyne dan memulai kiprahnya menjadi stasiun radio pertama bernama KDKA di Pittsburgh. Radio menjadi sangat populer pada saat itu dan bermunculan terus gelombang radio lainnya. RCA (The Radio Corporation of America) membeli seluruh hak paten radio begitu juga yang lainnya.

Setelah Perang Dunia I usai, Armstrong kembali ke Universitas Columbia dan bekerja sebagai profesor. Tahun 1923 dia menikah dengan Marion MacInnes, sekretaris dari Presiden RCA, David Sarnoff. Pada dekade tersebut dia terlibat dalam perang perusahaan dalam mengendalikan hak paten radio. Hal ini berlanjut sampai awal 1930 dan Armstrong kalah di pengadilan. Dia terus melanjutkan penelitian untuk memecahkan masalah statistik radio. Hanya ada satu solusi agar karyanya yang telah dicuri orang bisa dihargai, yaitu merancang sistem yang sama sekali baru.

Penelitian demi penelitian pun terus dia lakukan untuk lebih menyempurnakan suara radio tersebut. Pada 1933 Amstrong

memperkenalkan sistem radio FM (frequency modulation), yang memberi penerimaan jernih meskipun ada badai dan menawarkan ketepatan suara yang tinggi yang sebelumnya belum ada. Sistem tersebut juga menyediakan sebuah gelombang tunggal membawa dua program radio dengan sekali angkut. Pengembangan ini disebut dengan multiplexing.

Untuk memperkenalkan temuannya pada dunia, pada tahun 1940 Armstrong mendapat izin untuk mendirikan stasiun radio FM pertama yang didirikan di Alpine, New Jersey. Berkat temuannya tersebut 1941, Institut Franklin memberi penghargaan kepada Armstrong berupa medali Franklin yang merupakan salah satu penghargaan tertinggi komunitas ilmuwan. Kekalahannya dalam sengketa selama bertahun-tahun dengan perusahaan yang telah memanfaatkan hak ciptanya, tak berpengaruh terhadap pemberian medali Franklin tersebut. Armstrong harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Sang penemu gelombang radio FM tersebut diketemukan mati bunuh diri di tahun 1954. Istrinya, Marion MacInnes, yang menjadi pewaris hasil temuan Armstrong melanjutkan perjuangan

suaminya bertempur di persidangan dan memenangkan jutaan dolar. Atas kejernihan suara yang dihasilkannya, saluran FM mendominasi sistem radio dan bahkan digunakan untuk

komunikasi oleh Badan Antariksa Nasional Amerika, NASA.

10

Sumber: http://ellasafira.blogspot.com

2.2. Mengulik Peran dan Fungsi Radio Masa Kini Seiring dengan perkembangan teknologi dan kemajuan zaman, peran dan fungsi radio masa telah berubah, selain lebih bersifat komersil peminat/pendengar radio pun berkembang.

Perkembangan program yang disajikan tiap-tiap stasiun radio pun semakin beragam. Walaupun keadaan ini diakibatkan oleh salah satu faktor kehadiran radio swasta, akan tetapi radio pemerintah pun tak mau ketinggalan pangsa pasar. Dahulu Radio sempat

mengalami Masa Golden Age pada Masa Perang Dunia. Fungsi Radio pada masa perang ini lebih kepada informatif dan propaganda.

Radio merupakan salah satu media komunikasi massa. Audiensnya mencakup orang-orang dari berbagai jenis pekerjaan, usia, budaya, tempat, dan kondisi sosial ekonomi yang berbeda. Perhatian mereka terfokus pada hal yang sama yaitu berita atau acara yang disajikan. Karena itu ia bersifat publik dan heterogen. Isinya terbuka bagi semua orang.

11

Sama seperti media komunikasi massa lainnya, radio memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai alat penerangan, pendidikan, mempengaruhi massa, dan hiburan. Berkaitan dengan fungsi hiburan, radio tampil memenuhi kebutuhan afektif - estetis seperti emosi dan pengalaman estetis massa. Kepenatan dan kelelahan pun bisa hilang dengan mendengar acara-acara hiburan yang disiarkan oleh suatu stasiun radio. Hal tersebut lebih menekankan Fungsi Radio Masa kini.

Selain itu Program Musik menjadi salah satu pemancing Khalayak.Musik telah menjadi salah satu unsur yang penting didalam tubuh sebuah stasiun radio dan hal ini tidak hanya dimiliki radio swasta melainkan radio pemerintah pun melakukan hal yang sama. Yang membedakan keduanya hanyalah adalah komposisi musik yang digunakan dan biasanya radio pemerintah lebih sedikit komposisi musiknya. Masyarakat dapat mengetahui info-info mengenai dunia musik serta para pelakon di dunia musik pun memanfaatkan radio sebagai informasi pangsa pasar mereka. Hal tersebut dapat dilihat dari chart-chart musik (tangga lagu) di

dalam sebuah Stasiun Radio. Musik yang di hadirkan pun beragam, hampir seluruh jenis musik ada di setiap program acara di suatu stasiun radio. Hal tersebut berlaku hampir sebagian besar stasiun radio di dunia. Berbeda dengan stasiun radio pemerintah,

12

radio swasta lebih digemari khalayak. Pada umumnya mereka yang masih Remaja.

Selain bersifat komersil melalui iklan-iklan audio (suara) radio menyajikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Tetapi dibalik perkembangan fungsi radio sebagai lapangan pekerjaan.

Efek negatif pun muncul salah satunya adalah maraknya program Radio yang menyuguhkan anekdot-anekdot yang bernuansa pornografi dalam Program acara di Radio dan tampaknya melucuti seksualitas manusia. Program acara tersebut biasanya di suguhkan pada malam hari dan diiringi dengan candaan-candaan yang mengandung unsur Pornografi. Hal tersebut sangat berdampak pada Anak-anak dan remaja adalah pihak yang paling rawan terhadap akibat negatif dari cerita-cerita porno dalam acara tersebut. Daya selektif mereka lemah. Cerita-cerita tersebut dapat merangsang imajinasi seksual mereka. Hal itu pun akan berujung pada praktik seksual yang tidak bertanggung jawab dalam masyarakat. Terlepas dari Peran dan Fungsi Radio sebagai Media Massa, Masyarakat hendaknya lebih selektif dan peduli dengan hal-hal Negatif yang di timbulkan . fungsi-fungsi Radio sebagai Informatif, Educatif tidak boleh serta merta di lupakan atau di

13

hilangkan didalam program Acara pada Stasiun Radio, tidak hanya bersifat Entertine atau Menghibur.

Sumber : http://ptkom.blogspot.com S.M. Siahaan. 1991. Komunikasi : Pemahanman dan Penerapannya. Jakarta : PT. BPK Gunung Mulia 24. 2.3. Perkembangan Radio Radio adalah teknologi pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan gelombang elektromagnetik. Gelombang ini melintas dan merambat melalui udara dan juga merambat melalui ruang angkasa yang hampa udara karena helombang tersebut tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara). Radio sendiri sudah mengalami proses perkembangan yang cukup lama sebelum akhirnya menjadi media komunikasi sekarang ini. Seseorang bernama Dr. Lee De Forest (1873-1961) dari Amerika Serikat merupakan seseorang yang dianggap sebagai pelopor dalam penemuan radio. Radio berhasil diketemukan pada tahun 1916 dan ia pun mendapatkan julukan yaitu The Father of Radio.

Lalu kemudian Gugliermo Marconi yang kemudian terkenal karena penemuan telegraf tanpa kawatnya dan dia telah merintis penemuan

14

teknologi radio sejak tahun 1894. Pada saat itu ia membaca eksperimen dari Heinrich Rudolf Hertz (1857-1894) ahli fisika berkebangsaan jerman. Hertz menemukan suatu gelombang elektromagnetis dari suatu majalah italia. Marconi melakukan eksperimen dengan menggunakan dasar pengetahuan dari penemuan Hertz pada tahun 1895. Melalui eksperimennya ia berhasil menerima sinyal tanpa kawat dalam jarak 1 mil melalui sumbernya. Pada tahun 1896 ia mencoba beberapa eksperimen lain yaitu mengirimkan sinyal dn dapat diterima dalam jarak 8 mil. Penemuan inilah yang lalu dikembangkan oleh Dr. Lee De Forest. Forest juga mengenalkan lampu vakum agar dapat menyiarkan suara yang masuk dan lampu terswebut digunakan pada tahun 1906.

Di bidang teknologi dalam usaha penyempurnaan radio sudah dirintis oleh Prof. E.H. Amstrong dari uniiversitas Colombia yang menciptakan sirkuit superheterodyne 1918. Sirkuit tersebut mempunyai kemampuan seleksi yang tinggi. Ia juga memperkenalkan system FM (frequency modulation) sebagai penyempurnaan dari AM (Amplitude Modulation) pada tahun 1933 yang kemudian dikenal sebagai Bapak Penemu Radio. Namun hak atas amplifier jatuh ke tangan Dr. Lee De Forest. Sampai saat ini amplifier masih menjadi inti teknologi dalam pesawat radio. Dengan adanya sistem baru tersebut ada banyak manfaat yang dapat diperoleh sebgai berikut :

15

Dapat menghilangkan interferensi (gangguan, pencampuran) yang disebabkan oleh cuaca, bintik-bintik marahari, atau alat listrik Dapat menghilangkan interferensi yang disebabkan oleh dua stasiun yang bekerja pada gelombang yang sama. Menghasilkan suara yang lebih baik.

Perkembangan radio di Indonesia sendiri telah mengalami proses yang cukup panjang. Mulai dari zaman kekuasaan Hindia-Belanda lalu zaman kekuasaan Jepang dan zaman Indonesia merdeka. Radio siaran pertama yang telah di ussahakan oleh Hindia-Belanda dikenal dengan nama BRV (Bataviasche Radio Vereenging) di Jakarta pada tanggal 16 juni 1925. Setelah BRV berdiri mulai lah muncul beberapa radio siaran lainnya seperti NIROM (Nederlandsch Indishce Radio Omroep Mij) di Jakarta, Bandung, dan Medan yang mendapat izin oleh pemerintah HindiaBelanda pada tahun 1934 dan berlokasi di Tanjung Priok. Termasuk juga MAVRO (Mataramse Vereenging Voor Radio Omroep) di Yogyakarta.

Di Surakarta berdiri lah SRV (Solossche Radio Vereeniging) pada tanggal 1 april 1933 yang didirikan oleh Mangkunegoro VII dan Sarsito Mangunkusuo. SRV dianggap sebagai pelopor munculnya radio karena diusahakan oleh bangsa Indonesia. Pada tanggal 24 Maret 1937 di dirikanlah PPRK (Persatuan Perkumpulan Radio Ketimuran) di Bandung berkat usaha dari M. Sutarjo Kartohadiku dan Sarsito Mangunkusumo.

16

Alasan didirikan PPRK adalah dengan tujuan berupaya memajukan kesenian dan kebudayaan nasional guna kemajuan masyarakat Indonesia secara Jasmani dan Rohani.

Pada zaman pendudukan Jepang radio ditangani oleh Hoso Kanri Kyoko. Pada saat itu radio sangat lah mengalami kemuduran dan kemunduran tersebut disebabkan karena semua kegiatan radio diarahkan untuk kepentingan militer Jepang saja tetapi pada saat pemerintahan Jepang kesenian dan kebudayaan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Rakyat memiliki kesempatan untuk mengembangkan kebudayaan dan kesenian. Inilah yang menjadikan munculnya para seniman pencipta lagu-lagu Indonesia.

Pada saat masa Indonesia Merdeka perkembangan radio sangatlah pesat. Orang-orang yang berada dalam bidang radio mengganggap penting untuk mengorganisasikan radio siaran. Pada tanggal 11 September 1945 dipimpin oleh Abdurrachman Saleh diadakanlah rapat di Jakarta yang dihadiri oleh 6 pemimpin dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Purwokerto, Semarang, dan Surakarta. Para pemimpin radio tersebut setuju untuk membentuk radio siaran yang bernama Radio Republik Indonesia (RRI). Hasil yang ditetapkan seperti :

17

Tanggal 11 September 1945 ditetapkan sebagai hari lahirnya RRI Semua Yang hadir Menyatukan diri sebagai pegawai RRI Pusat RRI dijakarta yang memiliki cabang RRI yang pertama adalah Jakarta, Bandung, Surakarta, Purwokerto, Semarang ,

Malang, Yogyakarta , dan Surabaya. Abdurrachman Saleh Dipilih sebagai Pemimpin Umum RRI Semboyan RRI Sekali di udara tetap diudara

Pada tahun 1974 stasiun radio swasta niaga bergabung dalam PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia). Lalu pada tahun 1984, Penghargaan dari The Population Institute (Lembaga

Kependuduan) yang berpusat di Washington didapatkan oleh RRI , karena siaran radio sandiwaranya terbaik se- Asia yang berjudul ButirButir Pasir di Laut. Setelah pada akhirnya merdeka siaran Indonesia di luar negeri dikenali dengan nama Voice Of Indonesia (suara Indonesia). RRI kemudian ditunjang oleh MMTC (Multimedia Training Center) yang bertujuan untuk mendidik dan melatih para karyawan. Fungsi radio sejak ditemukan sampai sekarang adalah sebagai bagian dari hiburan, pendidikan, propaganda, dan pembangunan (menyampaikan hasil-hasil dari pembangunan). Sumber : http://komunikasi.us/ Perkembangan Radio written by Delvina Claurincia Mukiat
18

2.4. Macam - Macam Radio Radio internet Penemuan internet mulai merubah transmisi sinyal analog yang digunakan oleh radio konvensional. Radio internet (dikenal juga sebagai web radio, radio streaming dan eradio) bekerja dengan cara mentransmisikan gelombang suara lewat internet. Prinsip kerjanya hampir sama dengan radio konvensional yang gelombang pendek (short wave), yaitu dengan menggunakan medium streaming berupa gelombang yang kontinyu. Sistem kerja ini memungkinkan siaran radio terdengar ke seluruh dunia asalkan pendengar memiliki perangkat internet.

19

Itulah sebabnya banyak kaum ekspatriat yang menggunakan radio internet untuk mengobanti rasa kangen pada negara asalnya. Di Indonesia, umumnya radio internet dikolaborasikan dengan sistem radio analog oleh stasiun radio teresterial untuk memperluas jangkauan siarannya.

Radio satelit Radio satelit mentransmisikan gelombang audio menggunakan sinyal digital. Berbeda dengan sinyal analog yang menggunakan gelombang kontinyu, gelombang suara ditransmisikan melalui sinyal digital yang terdiri atas kode-kode biner 0 dan 1. Sinyal ini ditransmisikan ke daerah jangkauan yang jauh lebih luas karena menggunakan satelit. Hanya saja siaran radio hanya dapat diterima oleh perangkat khusus yang bisa menerjemahkan sinyal terenkripsi.

Siaran radio satelit juga hanya bisa diterima di tempat terbuka dimana antena pada pesawat radio memiliki garis pandang dengan satelit pemancar.

20

Radio satelit hanya bisa bekerja yang tidak memiliki penghalang besar seperti terowongan atau gedung. Oleh karena itu perangkat radio satelit banyak dipromosikan untuk radio mobil. Untuk mendapat transmisi siaran yang baik, perlu dibuat stasiun repeater seperti di Amerika agar kualitas layanan prima.

Perangkat yang mahal (karena menggunakan satelit) membuat sistem ini komersil. Pendengar harus berlangganan untuk dapat mendengarkan siaran radio. Meskipun begitu kualitas suara yang dihasilkan sangat jernih, tidak lagi terdapat noise seperti siaran radio konvensional. Selain itu sebagian besar isi siaran juga bebas iklan dan pendengar memiliki jauh lebih banyak pilihan kanal siaran (lebih dari 120 kanal).

Perusahaan penyedia satelit radio dunia adalah Worldspace yang melayani siaran radio satelit di Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Afrika. Worldspace memiliki tiga satelit yang melayani wilayah berbeda. Di Indonesia, samapai tahun 2002 Worldspace telah bekerja sama dengan RRI, Radio trijaya, Borneo Wave Channel (Masima Group), goindo.com
21

dan Kompas Cyber Media sebagai pengisi konten layanan radio satelit dengan menggunakan satelit Asia Star.

Radio berdefinisi tinggi (HD Radio) Radio yang dikenal juga sebagai radio digital ini bekerja dengan menggabungkan sistem analog dan digital sekaligus. Dengan begitu memungkinkan dua stasiun digital dan analog berbagi frekuensi yang sama. Efisiensi ini membuat banyak konten bisa disiarkan pada posisi yang sama. Kualitas suara yang dihasilkan HD radio sama jernihnya dengan radio satelit, tetapi layanan yang ditawarkan gratis. Namun untuk dapat menerima siaran radio digital pendengar harus memiliki perangkat khusus yang dapat menangkap sinyal digital.

Sumber : http://asalusul.blogspot.com/2012/06/asal-usul-radio

22

2.5. Jenis Radio di Indonesia Radio publik / pemerintah badan radio ini dimiliki dan dikuasai secara tegas oleh pemerintah yang pengelolaannya diserahkan kepada salah satu departemen. Pemerintah Indonesia misalnya, menempatkan RRI pada Departemen Penerangan. RRI dikukuhkan dengan SK Menteri Penerangan RI No.19 tahun 1968. Karena dimiliki dan dikuasi pemerintah, maka radio siaran pemerintah melakukan operasinya dengan menyandang misi pemerintah. Biayanya pun termasuk anggaran belanja pemerintah. Perbedaan RRI dari radio

23

siaran pemerintah pada umumnya, adalah bahwa RRI mencari sumber biaya dari periklanan. Meskipun begitu, pelaksanaannya tetap dibatasi dengan ketentuan yang berlaku dalam hal aktivitas dan penggunaan hasil.

Radio Swasta badan radio ini dimiliki peorangan dan sifatnya komersil. Dengan lisensi pemerintah, biaya untuk kelangsungan hidupnya diperoleh dari periklanan dan pensponsoran acara (sponsored program). Di Amerika Serikat radio siaran swasta mempunyai jaringan yang luas, seperti NBC, CNS, ABC dan MBS. sesuai dengan sistem pemerintahan Amerika Serikat, badan radio siaran tersebut mempunyai kebebasan sepenuhnya dalam arti kata tidak mengenal sensor. Ini tidak berarti bahwa para pengelolanya tidak mengenal tanggung jawab nasoinal dan sosial. Tanggung jawab mereka adalah pada kesadaran sendiri dan hati nurani sendiri yang dengan sendirinya bertanggung jawab secara nasional dan sosial.

Radio Komunitas Radio Komunitas merupakan salah satu media komunikasi massa yang bersifat audio, Istilah radio komunitas sendiri adalah radio yang dibangun secara gotong royong oleh warga suatu komunitas dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia di daerah tersebut. Peralatan radio yang

24

digunakan dalam model radio ini cenderung sederhana dan tidak mahal, ini terkait dengan jangkauan siarannya yang masih terbatas pada wilayah mereka sendiri (Masduki, 2003). Radio komunitas dimiliki, dikelola, diperuntukkan, diinisiatifkan dan didirikan oleh sebuah komunitas. Pelaksana penyiaran (seperti radio) komunitas disebut sebagai lembaga penyiaran komunitas. Radio komunitas juga sering disebut sebagai radio sosial, radio pendidikan, atau radio alternatif. Intinya, radio komunitas adalah dari, oleh, untuk dan tentang komunitas. Radio komunitas di Indonesia mulai berkembang pada tahun 2000. Radio komunitas merupakan buah dari reformasi politik tahun 1998 yang ditandai dengan dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas tunggal

pengendali media di tangan pemerintah. Keberadaan radio komunitas di Indonesia menjadi makin kuat setelah disahkannya Undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran

Radio Berlangganan Lembaga Penyiaran Berlangganan merupakan lembaga penyiaran berbentuk badan hukum Indonesia, yang bidang usahanya hanya menyelenggarakan jasa penyiaran berlangganan dan wajib terlebih dahulu memperoleh izin penyelenggaraan penyiaran berlangganan. Lembaga Penyiaran Berlangganan memancarluaskan atau menyalurkan materi siarannya secara khusus kepada pelanggan melalui radio, televisi, multi-media, atau media informasi lainnya.

25

Sumber : http://zain.staff.ub.ac.id Blog Staff Universitas Brawijaya (Perkembangan & Jenis Radio)

2.6. Kelebihan & Kekurangan Media Radio :

Kelebihan Media Radio : - Jangkauan fleksibel - Cukup serentak - Penetrasi kedaerah rural baik - Penetrasi kalangan bawah/ buta huruf baik

26

- Realtif sangat murah - Produksi materi relatif mudah

Kekurangan Media Radio : - Sulit dikontrol - Frekuensi harus tinggi - Untuk daerah luas perlu banyak stasiun - Segmentasi pendengar sulit - Tak ada gambar

Sumber : http://www.ekotrisna.com/2010/08/kelebihan-dankekurangan-media-radio.html BAB III PENUTUP

KESIMPULAN Radio merupakan media komunikasi yang penting bagi petani. Media ini masih diminati dan informasinya di manfaatkan untuk perkembangan dunia. Secara lebih rinci laporan ini dapat disimpulkan:

27

1. Perilaku pendengar dalam mendengarkan siaran radio yakni frekuensi mendengarkan cukup tinggi, lebih dari lima kali dalam satu minggu dengan waktu mendengarkan rata-rata satu jam, isi siaran dinilai sangat bermanfaat terkait informasi terkini serta dengan berbagai hiburan / entertainment yang disajikan. 2. Faktor lainnya yang mempengaruhi adalah penilaian pendengar terhadap siaran radio baik terhadap isi, format, gaya penyampaian dan keterdedahan terhadap media lain berupa interpersonal, media cetak, dan media TV. 3. Siaran radio dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam mengikuti informasi. Peningkatan pengetahuan secara signifikan dapat terjadi pada segala aspek.

Pesan dan Kesan

Pesan : Sebaiknya guru/dosen dalam memberikan tugas pembuatan makalah alangkah baiknya di sertai dengan silabus pembuatan makalah. Kesan : Terimakasih kepada dosen/guru selama pembuatan makalah ini, dosen/guru dapat menyempatkan waktu untuk bersosialisasi tentang makalah kami.

28

DAFTAR PUSTAKA

Blog Ella Safira : Sejarah Perkembangan Radio Dunia. http://ellasafira.blogspot.com/ S.M. Siahaan. 1991. Komunikasi : Pemahanman dan Penerapannya. Jakarta : PT. BPK Gunung Mulia 24. http://ptkom.blogspot.com/

29

Sawyer, Stacey C. & Williams, Brian K (2001). Using Information Technology. New York : McGraw Hill Company Delvina Claurincia Mukiat : Perkembangan Radio. http://komunikasi.us Blog asal usul : Asal usul radio. http://asalusul.blogspot.com/ Blog Staff Universitas Brawijaya : Perkembangan & Jenis Radio http://zain.staff.ub.ac.id/ Blog Eko Trisna : Kelebihan & Kekurangan Radio. http://ekotrisna.com/

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN : Latar Belakang.1-2 1.1. 1.2. Rumusan masalah2 Tujuan & Kegunaan penulisan2

30

BAB II RADIO : 2.1. Sejarah perkembangan radio di dunia3-10 2.2. Peran & Fungsi radio masa kini11-13 2.3. Perkembangan radio..14-18 2.4. Macam macam radio..19-22 2.5. Jenis radio di Indonesia.23-25 2.6. Kelebihan & kekurangan radio....26 BAB III PENUTUP : Kesimpulan.27 Daftar Pustaka

31