Anda di halaman 1dari 5

Psikologi Sosial

Edwi Arief Sosiawan, SIP, Msi

1 KULIAH 3

Lanjutan Kemampuan jiwa yang berhubungan dengan pengenalan (kognisi)

Persepsi (perception)
Persepsi merupakan proses yang mengiringi sensasi atau persepsi adalah merupakan tindak lanjut dari sensasi. Stimulus yang diindera (sensasi) oleh manusia akan diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera itu, dan proses ini disebut dengan persepsi. Atau dengan kata lain persepsi adalah proses memberikan makna pada stimuli yang datang pada alat indera, atau hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya perangsang (stimulus). Beda lagi pengertian yang disampaikan oleh Desiderato (1976) persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Perbedaan sensasi dengan persepsi adalah bila sensasi memandang stimulus sebagai satu kesatuan, maka persepsi memilah-milah unsur-unsur yang ada dalam stimulus. Sebagai contoh ; melihat becak yang sedang lewat sebagai suatu kendaraan pada awalnya (sensasi), namun kemudia lamakelamaan dapat dilihat warna catnya, belnya, abang becaknya dan sebagainya (persepsi). Kemampuan manusia dalam mempersepsi sekian stimulus yang mengenai alat indera ditentukan oleh dua filter dalam sensory manusia yaitu : a. Filter perseptual Yaitu keterbatasan fisiologis yang terbentuk dalam diri manusia dan hasil kerjanya tidak dapat dikembalikan seperti semula. Sebagai contoh keterbatasan indera pendengar untuk mendengarkan suara pada jarak fisik tertentu, atau kekurangperhatian terhadap stimulus suara tertentu sehingga tidak menyadari adanya stimulus tersebut. b. Filter perangkat psikologis (psychological sets) Merupakan harapan atau kecenderungan dalam memberi respons. Filter disini merupakan pengalaman atau latar belakang pribadi yang mempengaruhi persepsi. Sebagai contoh orang yang berkepribadian defensif akan menafsirkan dua orang yang sedang berbicara sebagai peristiwa interaksi permusuhan . yaitu : a. Persepsi bersifat selektif Dalam dalil ini diterangkan bahwa objek-objek yang mendapat tekanan dalam persepsi umumnya objek-objek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi. Seperti dalam sensasi bahwa stimulus yang kuat yang mampu diterima oleh indera manusia, maka dalam persepsi manusia cenderung bersifat selektif . Selektivitas disini dipengaruhi oleh n eed (kebutuhan), mental set (kesiapan mental), Mood (suasana emosional),
www.edwias.com edwias@yahoo.com

Untuk hukum atau dalil dalam persepsi dapat dijabarkan dalam 4 dalil

Psikologi Sosial
Edwi Arief Sosiawan, SIP, Msi

KULIAH 3 Cultural (budaya), Bahasa, Kerangka rujukan (bisa pendidikan, status sosial, jenis kelamin) b. Medan perseptual dan kognitif selalu diorganisasikan dan diberi arti . Artinya Individu mengorganisasikan stimuli dengan melihat konteksnya walau stimuli yang diterima tidak lengkap dan biasanya akan diisi dengan interpretasi yang konsisten dengan rangkaian stimuli yang dipersepsi. Sebagai contoh pasti kita akan simpati dengan gadis cantik walaupun tidak setia daripada gadis yang tidak setia walau cantik. Contoh lai jika ada fenomena A dan B yang dikategorikan sebagai berikut : . Cerdas --- rajin --- impulsif --- kritis ---kepala batu --- iri . iri --- kepala batu --- kritis --- impulsif --- rajin --- Cerdas Isi kata gol A dan B sama namun urutan dirubah yang dimulai dengan sifat positif sedang B dimulai dengan sifat negatif maka A akan dianggap lebih baik daripada B c. Sifat-sifat perseptual dan kognitif dari sub struktur pada umumnya ditentukan oleh struktur keseluruhan. Dalil ini menerangkan bahwa jika individu dianggap sebagai anggota kelompok, semua sifat individu yang berkaitan dengan sifat kelompok akan dipengaruhi oleh keanggotaan kelompoknya dengan efek asimilasi atau kontras. Artinya manusia cenderung memandang sifat pribadi sesorang dilihat dari sifat kelompoknya. Contoh jika Si A adalah tokoh preman berpakaian jelek maka ia akan dinilai berpakaian kotor dan lusuh, tetapi jika ia sebagai Kiai maka kan dinilai rapih dan bersih meski pakaiannya sudah jelek d. Objek atau peristiwa yang berdekatan dalam ruang (waktu atau saling menyerupai akan dipersepsi sebagai bagian dari struktur yang sama. Individu cenderung memandang stimuli dari konteksnya, dalam strukturnya dan mencari struktur pada rangkaian stimuli. Struktur tersebut diperoleh dengan jalan mengelompokan berdasarkan kedekatan atau persamaan.

A B

Sebagai contoh ahli biologi akan memandang manusia, sapi, ikan paus sebagi vertebrata (hewan bertulang belakang). Sedang ahli sosial akan memandang sebagai sesuatu yang berbeda.
www.edwias.com edwias@yahoo.com

Psikologi Sosial
Edwi Arief Sosiawan, SIP, Msi

3 KULIAH 3

Penyimpangan dalam persepsi. Melakukan persepsi kadang kala manusia melakukan kesalahan interpretasi atau penyimpangan (ketidaktepatan dalam mempersepsi) suatu stimulus. Ada dua penyimpangan persepsi yaitu : 1. Ilusi ; yaitu salah menafsirkan rangsang, Jadi persepsi tidak sesuai kenyataan. Ilusi bukanlah kelainan dalam jiwa seseorang. Beberapa faktor yang menyebabkan ilusi adalah sebagai berikut : a. Faktor kealaman : ilusi terjadi karena pengaruh alam misal ilusi kaca atau gema (echo) b. Faktor stimulus : stimulus yang mempunyai arti lebih dari satu (ambigu) dapat menimbulkan ilusi stimulus yang tidak dianalisi lebih lanjut akan memberi impresi secara total A B

c. Faktor individu : Faktor ini disebabkan karena adanya kebiasaan dan dapat juga karena adanya kesiapan psikologis (mental set) misal kebiasaan mendengarkan bunyi klakson motor Honda, suatu saat mendengar bunyi yang sama akan dikatakan sebagai bunyi motor Honda padahal bukan. 2. Halusinasi (gambaran khayal) ; adalah sangkaan dari organisme seolaholah melihat, mendengar, padahal objek tidak ada atau individu merasa melakukan persepsi padahal individu tersebut tidak dikenai stimulus, jadi ini merupakan persepsi subjektif dari individu. Contoh orang mabuk kadang melihat sesuatu yang objeknya tidak ada karena terganggu indera dan sensorisnya. Keadaan ini merupakan kondisi yang tidak normal dan umumnya merupakan pertanda bahwa jiwanya telah mengalami gangguan.

Perhatian (attention)
Perhatian sebenaranya merupakan syarat untuk dapat terjadinya persepsi atau langkah awal persiapan akan kesediaan individu melakukan persepsi. Perhatian terjadi ketika kesadaran dominan pada stimuli tertentu atau dengan kata lain keaktifan jiwa yang diarahkan pada sesuatu objek baik di dalam maupun di luar dirinya. Pengertian lain mendifinisikan perhatian sebagai pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada satu atau sekumpulan objek.

www.edwias.com

edwias@yahoo.com

Psikologi Sosial
Edwi Arief Sosiawan, SIP, Msi

KULIAH 3 Secara skematis perhatian dapat diterangkan dalam gambar lingkaran di bawah ini :

1 2

Daerah pertama adalah daerah yang benar-benar diperhatikan atau disadari sepenuhnya, namun disamping daerah pertama terdapat juga hal-hal lain yang samar-samar disadari yang disebut sebagai daerah peralihan ( daerah dua intermediate field). Sedangkan daerah tiga adalah daerah yang sama sekali tidak diperhatikan. Syarat agar perhatian penuh tertuju pada suatu stimulus atau objek, adalah : a. inhibisi : pelarangan atau penyingkiran isi kesadaran yang tidak diperlukan atau menghalangi kesadaran. Contoh jika sedang menghadapi ujian maka singkirkan segala ajakan nonton dan hurahura agar perhatian tetap tertuju pada ujian b. Appersepsi ; pengerahan dengan sengaja semua isi kesadaran termasuk tanggapan, pengertian dan sebagainya yang telah dimiliki dan bersesuaian dengan objek pengertian. Misal belajar tentang agama Hindu maka perlu mengerti tentang barang-barang peninggalan agama hindu seperti candi, arca dan sebaginya c. Adaptasi (penyesuaian diri) ; penyesuaian diri dengan objek atau stimulus. Pembagian macam jenis perhatian / attention, terdiri dari : 1. Involuntary adalah perhatian yang tanpa disengaja/ diluar kehendak. Ini memerlukan sedikit atau tidak usaha pada bagian dari seorang penerima. Suatu stimulus mengganggu kesadaran seseorang yang pada sesungguhnya dia tidaklah menginginkan hal tersebut. Dalam kasus ini, perhatian didapatkan pada basis dari intensitas dari stimulus itu, seperti; suara yang keras / bising, cahaya yang benderang, dsb. 2. Nonvoluntary adalah perhatian yang tidak disengaja. Kadang kadang disebut juga spontaneous attention / perhatian yang secara spontan terjadi bila seorang tertarik terhadap suatu stimulus dan melanjutkan untuk membayar perhatian terhadap stimulus itu karena hal tersebut menarik untuk dirinya. Dalam situasi ini seseorang baik menolak / melawan stimulus namun sekali perhatiannya tertarik, individu itu melanjutkan untuk memberikan perhatiannya, karena stimulus tersebut memiliki suatu keuntungan atau relevansi untuk dirinya. 3. Voluntary
www.edwias.com edwias@yahoo.com

Psikologi Sosial
Edwi Arief Sosiawan, SIP, Msi

KULIAH 3 Perhatian yang disengaja terjadi bila seseorang dengan sengaja/penuh kesadaran mengarahkan perhatian pada objek tertentu. Contoh : Orang yang baru saja membeli suatu produk, seperti automobile akan dengan sengaja memperhatikan pesan pesan tentang mobil untuk menentramkan hati mereka terhadap ketelitian dalam mengambil keputusan membeli mobil tersebut.

Faktor eksternal penarik perhatian Stimuli diperhatikan karena mempunyai sifat-sifat yang menonjol yaitu : a. Gerakan : manusia secara visual tertarik pada objek-objek yang bergerak. Kita tertarik pada display lampu yang berkerlap-kerlip daripada yang bersinar secara monoton b. Intensitas stimulus : manusia akan memperhatikan stimuli yang lebih menonjol, lebih besar dan yang lebih kuat. c. Kebaruan (novelty) : Hal-hal baru atau diluar kebiasaan akan membuat individu tertarik. d. Ulangan dari stimulus : Stimulus yang diulangi akan menarik perhatian dari pada yang tidak. Contoh bunyi klakson yang berulang-ulang akan menarik perhatian e. Kontras ; stimulus yang berbeda atau bertentangan dengan stimulus lainnya akan lebih menarik perhatian. Faktor internal penarik perhatian Perhatian adalah bersifat selektif artinya individu dalam memperhatikan sesuatu berdasar kan juga kehendak yang ada dalam jiwanya. a. faktor biologis adalah faktor berkaitan dengan kebutuhan manusia. Dalam keadaan lapar seluruh pikiran manusia akan tertuju pada makanan. b. Faktor sosiopsikologis yaitu faktor yang dipengaruhi akan kebiasaan, sikap dan kemauan.

www.edwias.com

edwias@yahoo.com