'"EH[,,1il1?

1"^
i ENTERI KEUANGAN

W

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA N O M O R 3 7/ P M K . 0 2| 2 A L 2
a

TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (S) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Pen5rusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2Ol3 1. Peraturan Pemerintah Nomor 9A Tahun 2O1O tentang Penlrusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor I52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57781; 2. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2O1,O; MEMUTUSKAN:

Mengingat

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negaraf Lerrrbaga yang selanjutnya disingkat RKA-K/L, adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian NegaralLembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 2. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-K/L.
//

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2-

3 . Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menJrusun biaya komponen masukan kegiatan. 4 . Standar Biaya Keluaran adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.

5 . Harga Satuan Biaya Masukan adalah nilai suatu barang
yang ditentukan pada waktu tertentu untuk biaya komponen masukan kegiatan. penghitungan

6 . Tarif

Biaya Masukan adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan. biaya yang satuan adalah 7 . Indeks Biaya Masukan masukan gabungan beberapa barang/jasa merupakan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.

8 . Indeks Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang
menghasilkan satu volume keluaran kegiatan. 9 . Total Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang menghasilkan total volume sebuah keluaran kegiatan. yang Mutlak Jawab Tanggung Pernyataan 1 0 . Surat pernyataan adalah SPTJM selanjutnya disingkat pertanggungjawaban Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas penggunaan jenis satuan biaya di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2 Standar Biaya Tahun Anggaran 2OI3 terdiri atas: a. Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2013; dan b. Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3. BAB II STANDARBIAYA MASUKANTAHUNANGGARAN2013 Pasal 3 Anggaran' 2013 (1) Standar Biaya Masukan Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berfungsi sebagai acuan bagi'Kementerian Negara/Lembaga untuk menJrusun biaya koinponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja Tahun Anggaran 2OL3.

r/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3(21 Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3
.a

sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas tertinggi yang besaran biayanya tidak dapat dilampaui dalam penJrusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2013.

(3) Dalam

rangka pelaksanaan anggaran, Standar Masukan Tahun Anggaran 2OI3 berfungsi sebagai : a. batas tertinggi; atau b. estimasi.

Biaya

(4) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3 sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan besaran biaya yang tidak dapat dilampaui.

(5) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3
sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi prinsip ekonomis anggaran dengan memperhatikan pada ketentuan efisiensi, efektifitas, serta mengacu peraturan perundang-undangan. Pasal 4 ( 1 ) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(21Standar

Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 5

Selain Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri Keuangan dapat menyetujui Standar Biaya Masukan lainnya berdasarkan usulan dari Menteri/Pimpinan hal-hal antara lain Lembaga dengan mempertimbangkan sebagai berikut: a. kekhususan satuan biaya yarrg dimiliki Negara/Lembaga; oleh Kementerian tertentu;

b. tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan/atau c. daerah terpencil/daerah perbatasan/pulau terluar.

,/

batas tertinggi dalam Anggaran 2Ol3. Standar Biaya Keluaran berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi anggaran d.' Standar Keluaran Tahun Anggaran 2}rc berfungsi sebagai : a.engan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan. (21Dalam rangka pelaksanaan anggaran. b. (3) standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2Ot3 dapat berupa Indeks Biaya Keluaran atau Total Biaya Keluaran. yarrg jelas dalam d. komponen/tahapan c. referensi untuk: penyusunan RKA-K/L Biaya Tahun 1) penyusunan prakiraan . (21Kriteria keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi Standar Anggaran 2OL3 sebagaimana Biaya Keluaran rahun dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. . mempunyai jenis dan satuan yang jelas dan terukur. mempunyai pencapaian keluaran. bukan merupakan keluaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana. dan/atau Kementerian 2) bahan penghitungaq pagu indikatif Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2OL4. merupakan keluaran kegiatan yang bersifat berulang. dan e. bukan merupakan keluaran dari Komponen Kegiatan 001 dan Komponen Kegiatan 002. Pasal 7 ( 1 ) Dalam rangka perencanaan ar'lggarar:. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4BAB III STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 Pasal 6 ( 1 ) standar 2Ol3 Anggaran Tahun Keluaran Biaya berfungsi b sebagaimana iimaksud dalam Pasal 2 huruf sebagai acuan bagi Kementerian Negara/Lembaga untuk kegiatan dalam RKA-K/L biaya keluaran *"ttfrr"ttt berbasis kinerja Tahun Anggaran 2013.maju.

pegawai negerif non negaraf untuk pejabat (41Penggunaan satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai SPTJM yang ditandatangani oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan dilampiri data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Direktur Jenderal Anggaran. Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5. usulan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan/atau b. Kementerian Keuangan c. Kementerian Negar a f Lembaga menggunakan : a. (21Dalam (3) Satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dikecualikan terhadap satuan biaya fasilitas penghasilan dan menambah pegawai negeri.q. Satuan biaya lain yang tidak termasuk Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran harga satuan biaya dimaksud. Direktorat Jenderal Anggaran Standar Biaya penelaahan atas usulan melakukan Keluaran Tahun Anggaran 2013. Tahun pen5rusunan Standar Biaya Keluaran Anggaran 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (s)Berdasarkan (6) Tata cara penyusunan dan penelaahan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 tercantum dalam Lampiran dari terpisahkan bagian tidak III yang merupakan Peraturan Menteri ini.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5Pasal 8 ( 1 ) Kementerian dan men5rusun Negara/ Lembaga mengusulkan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 kepada Menteri Keuangan c.q. Pasal 9 Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OI3 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. .

AGUS D. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2OI2 NOMOR 287 Salinan sesuai dengan aslinya ENTERIAN ii .W. orang setiap Agar pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia' Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2OL2 MENTERI KEUANGAN. ttd. -. ttd.Jl-ll( KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan' memerintahkan mengetahuinya. *\N. MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal9 Maret 2OL2 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA./.^m.t wffirffi *RW -6BAB IV ftlElffEnl lfl=UANt]AN lNDoNuslA HEPt't.

d. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.890.'AWAB PENGELOLA NEUAIVGAN r. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp1.S miliar s. Rp2. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.d.250. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s. Rp50 miliar j.78O.d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.05O.5 miliar s. Rp25Ojuta c.d. Rps0ojuta d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun PEJABAT PENGUJITAGIHAN &PENANDATANGAN SPM a.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rpl00 miliar l. RplOOjuta b.d.58O. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s.3. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.000 Rp3.TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 20T3 ' LI KIND.d. Rpt0O juta b.0O0 Rp57O. Nilai pagu dana di atas Rp50O juta s. Nilai pagu dana di atas RpS0 miliar s.d.d.d.61O.040.000 Rp3. Rpl miliar e.d.2. RpZS miliar k. Rp250juta c. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.01o. Nilai pagu dana di atas RpZS0 miliar s. Nilai pagu dana s.430.d.00O Rp970.0O0 Rp82o./ . Rp25 miliar i.00O Rp2.d. Rp5O0juta d. Rp2.NESIA ilBffi H*dfllwft . Nilai pagu dana di atas Rp2S miliar s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s. Rp2.00O Rp1.0O0 Rp7OO.d.5 miliar s.d.0O0 RpSr0. Rp10 miliar h. Rpl miliar e. Rp25Ojuta c.620. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.0O0 Rp2.00O . Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Rp5O0 miliar n.O8O.O0O I.d.520. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. RplOOjuta b. Nilai pagu dana di atas RpZS miliar s.000 Rp2. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. npSO mitia.0O0 Rp3.d.000 Rp1.08O.S miliar f. RpTS miliar k.0OO Rp83O.d.0O0 Rpl.O0O Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu dana di atas RplOOjuta s. j.O0O Rp6l0.58O. Nilai pagu dana di'atas Rp250 miliar s.250.d.5 miliar f. Rp75 miliar k.oOO Rp660.000 Rp88O.d.580.58o.d.d.d. Nilai pagu dana di atas RpSOOmiliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.5 miliar f. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun I.d. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s. Rp250 miliar m. Rp25 miliar i.O0O Rp3.O0O Rp930.0O0 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.d. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rploojuta s.0O0 Rp1.0O0 Rp3.580. RpS miliar g.d. Rp5OOjuta d.0OO Rp1.330.d.O0O Rp2. Rp750 miliar o. Rp500 miliar n.d.d.d.O00 Rp48O.d.O0O Rp1.110.d.d. 1. RplO miliar h.0OO Rp99O.d.d. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a.d. Nilai pagu dana s. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.0O0 Rp1.d.Rp7S0 miliar o.9rO. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s. RpSOOmiliar n. Rp400. Rp50 miliar j.850. Rpl triliun Nilai pagu dana di atas Rpl OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp5O0. Nilai pagu dana di atas Rp2.000 Rp3.830. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2.590. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rpl0O miliar s.69O.d. Nilai pagu dana di atas RplO0juta s.d.44O.OO0 Rps. PEJABAT KUASA PENCGUNA ANGGARAN a.0O0 Rp4.O0O Rps. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s. Rp25 miliar i.OO0 Rp2.000 Rp1.O00 Rp4. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.d. Rpl triliun p.O0O Rp2.d.OOO Rp72O. Nilai pagu dana di atas Rp2.o0o Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp50O miliar s.t97t0\Bl'PUB LAMPIRAN I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDARBIAYA MASUKANTAHUN ANGGARAN 2Oi3 YANG BERFUNGSISEBAGAIBATASTERTINGGI PENIINGGUNC . Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Rpl triliun p.00O Rp1. Rp750 miliar o.23o.000 Rp4.OO0 Rp61O.OOO Rp770.d.250. Rp5 miliar g.170. Rp1O0 miliar l. Rp10 miliar h.

d. I.d. 4 . Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.32O. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.000 Rp370.d.000 Rp670.470.000 Rp6rO.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.000 Rp1.000 Rp3.000 Rp640.560.d.000 Rp430. Nilai pagu pengadaan di atas RplO0 juta s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun (41 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340.d.5 miliar s. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp2.000 Rp500.330.000 Rp2.d.d.d.860. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. Nilai pagu pengadaan sampaidengan RplOOjuta b. Rp75 miliar k.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 RpS.d.270. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.000 Rp2. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s.d.d. Rp500 miliar n.000 Per Paket OP OP OP Rp460. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.d. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.d.000 Rp3.OO0 Rp3.d.00O Rp760.'ABAT/PANITIA PENAADAAIiI BARA$G/. RpS miliar g. Nilai pagu pengadaan sampai dengan RplOOjuta b.790. Rp5O0miliar n.580.000 Rp4. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun 2.840.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.5 miliar f.000 Rp2.840. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s.0OO Rp500.000 Rp570.000 Rp1.d. RptO0 miliar I.160. PANITIAPENGADAANBARANG (NON KONSTRUKSD a. RpSO0juta d.000 Rp980.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK t{o lll URAIAN SATUAII (3) BIAYA TA 2OI3 (21 1 . Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Rp25Ojuta c. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.000 Rp420. Rpl miliar e.O90. Rpl triliun p.000 2 HOIiIORARIIIM PE.d.520. Rpsoojuta d. STAF PENCELOLA/BENDAHARA PENGELUARANPEMBANTU/PETUGASPENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI (PPABP) a. RpS0 miliar j.490. RpS miliar g. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.d.5 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50O miliar s. Rp25Omiliar m.d. Rpl miliar e.OO0 Rp1.d.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s./ . BENDAHARA PENGELUARAN a. Rpl0ojuta b.d.2. Rp7S0 miliar o. Rpl0ojuta b.000 Rp1. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.78o. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2. RpS00 miliar n.d.940.O00 Rp1. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s. Rp2.d.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rp5O0 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl0Ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1 .3. RpSOmiliar j. Nilai pagu pengadaan di atas Rps miliar s.550.00O Rp860.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s. Rp75 miliar k.0OO RpSl0. Nilai pagu pengadaan di atas RpSOO futa s.0OO Rp850.000 RDg2O-OOO .000 Rp77O.d.000 Rp1. Rpl triliun p.000 Rp680.000 Rp810.780. Rpl miliar OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rpsl0.5 miliar s.d. Rpl0 miliar h.d.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.000 Rp1.5 miliar f. PANITIA PENGADAANBARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a. Nilai pagu dana di atas RpIOO miliar s.150. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. 5 .5 miliar f.000 Rp2. Rp2S0juta c. Rp2S miliar i. PEJABAT PENGADAANBARANG/JASA 2. Rp10 miliar h.O0O Rp2.120. Rp25 miliar i.030.350.130.580. Nilaipagudana s. Rp500 juta d. Rpl miliar e.090. Rp25O miliar m.000 Rp2.d.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s.d.000 Rp2. Rp250 juta c. Rp500 juta d.d.000 Rp1.000 Rp1. RplO miliar h. Rpl00 miliar l.000 Rp570. RpS miliar g. Rp2S0 miliar m.000 Rp1.d.d. Rp2. Nilaipagudana s.d.120.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2sOjuta s. Rpl triliun p.000 Rp4.d.0OO Rpl.000 Rp2. RpTS miliar k.000 Rp4. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Rp25Ojuta c.450.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s.81o.d.000 Rp310. Rp100 miliar l.d.020. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.'ASA /I'MT LAYAITAN PEIVGADAAIT luLPl 2. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d.

Rpl . b.d. PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN/ PENGADAANBARANG/JASA a.520.000 Rp2.d Rp50O miliar p.d.000 Rp62O. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s.d.000 Rp3. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s. Rp250 iuta e.200. Rp10 miliar Rp10 miliar s.d.000 2. Rp10 miliar j. d.060.5 miliar f.230.370. Rp75 miliar k. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s.890. Rp10 miliar h.d.000 Rp450. RpS miliar Rp5 miliar s. Rp250 miliar Rp25O miliar s. Rpl triliun Rpl triliun SATUI\IT (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP BIAYA TA 2013 t1t e.d.270.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 rniliar s. Rp75 miliar Rp75 miliar s. PEIVTRIMA IIASIL PEIITRJAAN OB OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP oP' OP Rp33O.0O0 Rp60O.d. atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas (41 Rp1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK ilo URAIA.000 Rp4.d. Nilai pagu peke{aan/pengadaan di atas RpS miliar s.d.000 Rp2. n.0O0 Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rp450.OOO Rp1.oO0 000 Rp72O.000 R p l . Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp750 miliar s.0O0 Rp48O.d.370. RpSOmiliar l.d.450. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp100 juta s.000 Rpl. Rp100 juta b.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s.0O0 Rp77O. Rp500 juta f.d.000 Rp3.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s.600.000 Rp2.5 miliar Rp2.d RpSO Nflai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s.OO0 Rp2.d.d.000 Rpl.820.000 Rpl. f.d. j. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 miliar s.210. m.990.000 Rp3.000 Rp5.d.d.000 Rp45O.640.0O0 Rp3.O4O. Rp25 miliar k. Rp50Omiliar Rp50O miliar s.000 Rp2.250. Rp50 miliar Rp50 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s.d. 3 HOITORARII'M PE.d. Rp75 miliar m.000 PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN/PENGADAANBAMNG/JASA 3. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp750 miliar s.d.010. Rp250 juta c.5 miliar s. Rp2. 000 Rp91O.d.d. Rp500 miliar n.100.650. Rp750 miliar o. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s.000 Rp420.960.d.230. RpS miliar i.560.d.d.000 Rp1. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun a. Rp500 juta d.000 Rp2. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun Rp330.000 Rp2.5miliars.OO0 Rp1.d Rpl triliun r.510.000 Rp2. Rp50 miliar j.OO0 Rp4.d. Rploojuta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s. RplOO miliar n.5 miliar h.520. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.2.IT Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLaipagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di QI Rpl miliar s.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s.750./ .'A3AT/PAITITIA 3.d Rp250 miliar o. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.260.d. l.d. g. RplOO miliar Rp10O miliar s.5 miliar s.000 Rp1. Nilaipagupengadaanjasakonsultansi/jasalainnyadiatas Rp2.d.OO0 Rp1.000 Rp520. Nilai pagu peke{aanlpengadaan di atas Rp250 juta s.000 Rp1. Rp25 miliar i.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s.880.OO0 Rp1. Rp5 miliar g. Rpl miliar e. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas RpSOmiliar s. o.450. Rp25 miliar Rp25 miliar s.840. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5O0juta s.OO0 Rp9lO.000 Rp2. Rpl miliar g.O00 . PANITIA PENGADAANJASA (NON KONSTRUKSI) juta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s.d. Rpl00 juta Nilaipagu pengadaan jasalainnya s. Rp2. h.090. i.d Rp750 miliar q. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rpl0 miliar s. c.d. Rp2. p.4. Nilai pagu pekeq'aan/pengadaan di atas Rp50 miliar s. I.000 Rp1.000 Rp3.d.140.000 Rps. Rp100 miliar l.630. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpsoojuta s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rps miliar s. k.91O.d. Rp250 miliar m. Rp750 miliar Rp750 miliar s.

Rp250 miliar m. Nilaipagudana s.280. Rp250juta c. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.00O Rp2.5 miliar s.d.000 Rp600.d.d.030. Rp25 miliar i.000 Rp2.d. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s.d. Rp250 juta c.10O.OOO 'l/ . Ketua/Wakil Ketua e. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Nilaipagudana s. Rpl rniliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 IIOUORARIUM PENGPLOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5. Nilai pagu dana di atas Rp2.000 Rp540. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.0o0 Rp1.170. Rp75 miliar k. Rpl miliar e.72O. Rpl triliun p.62O.d.OOO Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. Rp2.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.oo0 Rp1. RpS miliar g. Rp25 miliar i.000 Rp500.d. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.000 Rp880. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d.0O0 Rp770.d.540. Rp5O0 miliar n.000 Rp3. RpZSOmiliar o.000 4. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d.d.5 miliar s. Rp50 miliar j. Koordinator d. Rp5O0 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.000 yangditetapkanatas OB OB OB OB OB Rp7O0.d. Rpl0 miliar h.000 Rp3.d.d. RplOOjuta b.d.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rp750 miliar o.450.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun {3} OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.d.1 10.490. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.000 Rp1.140.d.000 Rp1.820.d.000 Rp430. PenanggungJawab c.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 4.9ro.000 Rp2.d. Rp750 miliar o. PNBP (21 ATASAN LANGSUNG BENDAHARA a.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. RpZS miliar k.950.000 Rp3.5 miliar f.000 Rp500. ANGGOTA a. Rpl00 miliar l. RpS miliar g.000 Rp2.00O Rp400.56O.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp50ojuta s. Rp5 miliar g.000 Rpl. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Rp25 miliar i.d.820. RpS00 juta d.O00 Rp4. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp25O miliar s.260.260.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d.d. Rp2sojuta c.680.3.d.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp25Ojuta s-d.o00 Rp730.000 Rpl.0O0 Rp6l0.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d.000 Rp570. Rpl00juta b.870. Rp2.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d.370. Pengarah b.1 unitAkuntansiringkatKementerianNegara/tembaga(uApA/Barang) Dasar Keputusan Menteri a. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rpr.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK lto URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 (4) IU 4 HONORARIUM PEI{CELOLA 4.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Rp2S0 miliar m.d. BENDAHARA a.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp66O.d.2.000 RpS10. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. Rpl miliar e.070. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp10O miliar s.260.130.380.760. Rpl0ojuta b.d.000 Rn35O.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp100juta s.d. Rp500 miliar n.000 Rp2.O00 Rp3.000 Rp1.0O0 Rp2.d.000 Rp940. RpZS miliar k. Rp500 juta d.880.d.000 Rp89o.79O. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.000 Rp1.d. RplO miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.S miliar f.000 Rp2.I. Rp50 miliar j.000 Rp3lO. Anssota/Petusas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Rpl triliun p.0o0 Rp7OO. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp7S0 miliar Ld.5 miliar s.000 Rp420. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp5O0juta s.0O0 Rp370.d.500. RpsoOjuta d.d. Nilaipagudana s. Rpl triliun p.000 Rpr.

Pelabat Eselon ItI ke bawah/yang disetarakan Moderator SEJENIS BMN 5. Koordinator peneliti/ perekayasa c.2 Tingkat Pengguna Barang Tingkat Kuasa pengguna Barang PTNELITIAN/PEREKAYASAAN 7.1 6. OB OB OB OB OB OB Rp2. Koordinator c.3 10. Peneliti/perekayasa Muda d. Ketua/Wakil Ketua d. PenanggungJawab c. Petugas Survey f.1 PenanggungJawab 9.1 Honorarium Kelebihan Jam penelitian/perekayasaan a.THAN.5OO.1 Narasumber/pembahas : a' Menteri/pejabat setingkat Menteri/pejabat Negara Lainnva/yang disetarakan b. Koordinator/Ketua d.2 10.4 Rpr. PElfcEMuDI. ptrucAs ll. Koordinator c.l Yang Ditetapkan Oleh presiden a. Wakil Ketua e.0o0 Rp2.2 OJ OJ OJ OJ OJ IIOIIORARIT'M PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN 9.GD/ KEGIATAN 8. Peneliti/Perekayasa pertama Honorarium penunjang penelitian/perekayasaan a. Peneliti/Perekayasa Utama b. Pengolah Data e.2 OB OB OB OB OB OB OB OB 7.1 Satpam dan pengemudi I l'2 Petugas Kebersihan dan pramubakti ROIIANIWAN TIM PILAKSAITA KEGIATAN l3. PenanggungJawab b. Ketua/Wakil Ketua d. DAN 'RAI''BAKTT IO.2 KetualWakil ketua 9. Ketua/Wakil Ketua d. Sekretaris f. Pengarah b.90o. Pembantu peneliti/perekayasa b.O0O Ho![oRARruM SATPAM. Pembantu Lapangan NARASUMBER SETIIIN/IR/ RAKOR/ SOSIALISASI/ DISEMINASI/ I.000.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAp a.al a. Pejabat Eselon ll/yang disetarakan d.3 Sekretaris 9. PenanggungJawab b. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c.000 . PenanggungJawab b.2 OJ OJ OJ OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Responden OH 8.I 10. Peneliti/perekayasa Madya c. Sekretariat peneliti/perekayasaan d. Anggota/Petugas PEI{GURUS/PENYIMPAN 6. Anggota/petugas 5'3 unit Akuntansi Tingkat wilayah (uAPPA/Barang-wlyang ditetapkan atas Dasar sK Eselon I a. Anggota/Petugas 5'4 Unit Akuntansi ringkat Satuan Keq'a (uAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar sI( Eselon II atau unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran/Barar! wuy"t atau Koordinator Unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran WiL]. Koordinator c.4 Anggota PEIfYULUH I{ON PEGAWAI ITEGERI SLTA Sarjana Muda Sarjana Master (S2) KEBER.

000 Rp250.000 Rp400. Sekretaris f.000 Rp690.000 Rp7s0.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 tll (21 13.1 16.000 Rpr80.2 16. Ketua d.2 Yang Ditetapkan oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a.000 Rp7OO.1 ATASAN LANGSUNG PEMECANG KAS/KPA a.000 Rp1.6 Pembuat artikel t6 IIONORARIT'M TIM PEIWI'SI'NAN BT'LETII/MAJALAII 16. Nilai pagu dana s.1 PenanggungJawab 15.0OO Rp750.000 Rp300.000 Rp810.000 Rp460. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.o00 Rp450.d. Rp200 miliar e.000 l5 IIOITORARII'M TIM PEITYUSI'N.0OO Rp750.2 Redaktur 17.000 Rp4rO.0oo Rp300. Pengarah b.5 Web Developer 17. Wakil Ketua e.000 Rp350.3 Penyunting/Editor 15.000 Rp250.7 Penerjemah l8 OB OB OB OB OB Halaman 1500 karakter Rp500.OO0 Rp100. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d.0OO HONORARIIIM PEI{ANGGI'NG} JAWAB PENGELOLA KEUAI{GAIT PADA SATKDR YANG MEIYGELOL^6 AELAITJA PEGAWAI 18.3 Editor 77. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp300. Nilai pagu dana s. Anggoia 13.d Rp25 miliar b.00o Rp850.IUTJURNAL 15.000 Rp1.000 Rp450. Wakil Ketua e.0O0 Rp100.O0O Rp490.4 Desain Gralis & Fotografer 15.000 Rp100.d. Sekretaris f.6 PenanggungJawab Redaktur Penyunting/Editor Desain Gra{is & Fotografer Sekretariat Pembuat artikel Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp400. Rp10Omiliar d.000 Ro570.000 Rp600.d.1 Ketua/Wakil ketua 14. Ketua d.000 Rp250. Ketua d. PenanggungJawab c.d Rp25 miliar b. PenanggungJawab c. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18.0OO Rp22O.OO0 Rp400.000 Rp500.6 Pembuat Artikel 17.O00 Rp4O0. Rp200 miliar e.2 Anggota OB OB Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp250.2 Redaktur 15.000 Rp50o.d. PenanggungJawab c. Rp350.0o0.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a. Nilai pasu dana di atas Ro2O0 miliar OB OB OB OB OB OB OB OB OB oB.1 PenanggungJawab 17.4 16. Pengarah b.000 t 7 IIOITORAnIUM TIM PEITGELOLA WEBSITD 17.00O Rp300. Wakil Ketua e.00O 1Ii / .5 Sekretariat 15. Pengarah b.2s0. Nilai pagu dana di atas RpSOmiliar s.00O Rp650.OO0 Rpl5O. Sekretaris f.000 Rp180.00O t4 ITONORARIT'M SEKRSTARIAT TIM PELAKSANA KTGIATAIT 14.000 Rp350.500.000 Rp15O. RplOO miliar d.000 Rp3Oo.000 Rp100.000 Rp580.3 16.4 WebAdmin I7.000 Rp500.5 16. Anggota (3) OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB (41 Rp1.3 Yang Ditetapkm Oleh Pejabat Eselon I a. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a.d. Rp50 miliar c. Anggota 13. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 Rp330. Rp50 miliar c.

Nilai pagu dana s.OOO c.000 Rp41O.8 Ketua BidanS | 20.o00l RpssO. pendidikan Menengah I ul pemeriksaan hasit Ujian Rp2O. Rp200 miliar e . Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar s.000j Rpsso.000 Nrrskah/Pelqiaran OH ] Rplso.12 21 BIAYA NARASUMBER KEiEIATAN DI LUAR NEGERI ISATUAN 2l.3 Narasumber Kelas C | I 22 D/rN HONORARTUM pEtryELEl\rccARA UJrAr{ lVAr{Asr | 22. Nilai pagu dana di atas Rp25 (41 Rp2OO. Rp400.MENTEBI KEUANGAN REPUBLTK INDONESTA NO flt URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (3) a .l Narasumber Kelas A | 21. SOM Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari. RptOO miliar d .OOO Rp350.tO Anggota l9.l Pengarah t9.5 fim Asistensi | 19.12 Stafpendukung | INTDRIYASIOIVAL .d. Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari BERSKALA INTERflASIONAL Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari RpS50.:::l-ll':mbuatan bahan ujian I Nrtskah/Pela.3 Ketua/Wakil Ketua | 20.l7 Liasion Officer (LOl Stafpendukung 120. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.0OO I il i::::.8 Ketua Bidang | | 19.OO0 Rp150.KTM.000 Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari )iswa/Mata Ujian iiswa/Mata Ujian RpS.0001 Rp4OO.5O0 Mahasiswa/ Mata Ujian trang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian urangl Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian o rang/Mahasiswa Rpl0.6 AnCCotaDelegasi RI | 20.qIoNAL/MITLTILATERALI I l9.2 penanggungJawab | | 19.000 Rp15.OPISEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN I 20.4 Ketua Detegasi | 19.7 Koordinator | 20.9 Sekretaris panitia | tS.OO0 I at strata3 (s3) I Of penguji Disertasi I 22.OO0 Rp400 tl I 20 IHONORARIUM WORKST.000 Rp24O.O00 Rpsso.0o0 Rp340.O00 Rp27O.10 l2o.2 PenanegungJawab I 20.O0O Rp25O.d Rp25 miliar b.d. pendidikan Tinggi I tt Diploma Uillfit/N dan Strata I (St) I pemeriksaan hasil Ujian | "t I Ut pengujiTugas AkhirlSkripsi I Zl Strata 2 (S2) I 4 Pemeriksaan hasil Ujian | Ot penguji Tesis I I I zo. pendidikan Dasar I pemeriksaan hasil Uiian I b.9 Selcetaris | Anggotapaniria 120.6 Anggota Detegasi Rt | 19. pendidikan Menengah I pemeriksaan hasil Ujian I c.5 Tim Asistensi | 20.OOO Rp65O. RpSOmiliar miliar OB OB OB OB OB TIUM SIDANC/KOT{FERTNSI I I | I I I I | | | | | | llD&ArDe/IC.r Pengarah Rp250.2 Honoraium penyelenggara Ujian | a.l pengawas Ujian | b.iaran OH ry .7 Koordinator | 19. pendidikan Dasar I Penyusunan/pembuatan bahan Ujian | 1l .0OO Rp7.O0ol Rps00.0o0 Rp27O.oO0 RpSO0 Rp4 Rp450.1 Vakasi a.d.2 Narasumber Kelas B | 21.3 Ketua/Wakil Ketua 19.l 1 Liasion offcer lt ol | 19.O00 Rp470.000 Rp60O.4 Ketua Delegasi | 20.0O0 Rpl9O. Nilai pagu dana di htas Rpl00 miliar s.

Golongan II c. Golongm I b.3 Golongan IV 24 SATUAIT BIAYA UANG LEMBI'n' 24.000 Rp25.I UANG LEMBUR a.000 Rp300. Golongan IV 2 5 SATUAT| BIAYA UANG SAKI' RAPAT DI DAIAM KAI{TOR DAII UAI'TC MAKAI| LEMBUR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK RplO.000 Rp29.O00 Rpr3.000 Rp30O.OO0 OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH 23 SaTUAN BIAYA UAJIG MAKAII PEGAWAI IIEGERI SIPE (PNSI 23.OO0 Rp280. Golongan III d. PendidikanTinggi 1) Diploma I/IIIIII/Man Strata I (Sr) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (S2) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian SATUAIT (3) BIAYA TA 2013 t1l (41 Naskah/Mata Kuliah Rp2sO.000 OH OH OH Rp25.O00 Rp20.O0O Rpl7.2 UANG MAKAN LEMBUR a.000 Rp29. Golongan IV 24. Golongan I dan II b. Golongan III c.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- NO URAIAIT I2l c.000 Rp27.000 Rp250.OO0 Rp290.1 Golongan I dan II 23.O0O 41.0OO Rp260. / .2 Golongan III 23.000 Rp27.

000 380.000 430. 4. 3 A L I 1 8 . 5. iORONTALO 26.I.000 480. ]ULAWESI SELATAN 24.000 370. IAWA TENGAH 1 5 . ]UMATERA UTARA tIAU KEPULAUAN RIAU ]AMBI ]UMATERA BARAT ]UMATERA SELATAN .O00 370.I. JAKARTA t4. \4ALUKU 3 1 . NUSA TENGGARATIMUR 440. P A P U A 33.OOO 1 0 .000 360. JAWA BARAT 1 3 .IALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAIY BIAYA TA 2013 (1) I (2) q.OOO 480.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -9 - 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PER. ]ULAWESI BARAT 27.CEH (3) OH OH OH OH OH OH (4) 360.000 370. SULAWESI TENGAH 29.000 360. KALIMANTAN BARAT 2l (ALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 22. {USA TENGGARA BARAT 19.000 370.000 370.AMPUNG 3ENGKULU 360.000 430.000 360.O00 370. JULAWESI UTARA 25. 3. PAPUA BARAT 360.000 370. ).ooo 410. ). 7.K.O00 370. SULAWESI TENGGARA 30. 3ANGKA BELITUNG 11.000 360.000 370. YOGYAKARTA 1 6 . KALIMANTAN TIMUR 24. JAWA TIMUR t7.000 580. MALUKU UTARA 32. 9./ .OOO 23. 370:999 430.000 370.OOO 9t_ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 369:999 380. 8. 3ANTEN 12.O00 2. 6.000 530.000 420.OOO .O00 20.000 370.000 420.

000 85.000 -*- tos. KALIMANTAN BARAT .000 140. KALIMANTAN TIMUR -'iq.OOO 110.000 95.000 110.000 io.000 r00. B A L I 1 6 .000 95.ooo 30.000 35.000 .000 30.000 oo._ ]ULAWESI BARAT 27.-ooo 30. rnirrvrnr.K.000 95.OO0 3c.ooo 10. PAPUA - _?e_ lv!4yPqr 20. SUMATERA SELATAN 8.O00 (61 85.000 rg5.O00 sb.000 30.ooo95.oob 100. KALIMANTAN SELATAN 23.000 9s.LDAYftIALFDAY DI DALAM KOTA rupiah) No.ooo 85. MALUKU 3 1 . SULAWESI TENGAH 120.000 170.000 95. IAWA BARAT 1 3 .000 95.000 160.000 30.000 180. iORONTALO _26.O00 95.000 ios.6.OOO ioo.ooo 130.000 120.nArv-rpNcCA2 2 .000 200. 0 0 0 -"--110.000 130.000 10.UANRIAU JAMBI UAT{G HARIAN SATUAN FUUAOARD DI LUAR KOTA +l {3) OH OH OH OH OH -oH OH OH -o iiOH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH -orOH OH OH 120. D.000 50.oiiri 95. ? 30.000 r 15.I.000 95.o00 30.000 110.ooo 100.000 bo.o00 UANG SAKU FULLBOARD EULLDAY/ DI DALAIII HALTDAY DI KOTA DALAII KOTA (51 100. DAN UANG WI.000 105.000 130.000 4.160.000 150. D.s0. PROVINSI 1 T (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPUI.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK SATUAN BIAYA SAKU PAKET UANG IIARIAN PAI{ET FULLBOARD SERTA TULLBOARD DI LUAR KOTA.000 125.000 8s..000 85.000 tooobo r00.000 25.000 150.000 140. \4ALUKU UTARA 32.--z L .000 25. NUSA TENGGAM BAMT 1 9 .000 115.o00 zs.000 50. JAWA TIMUR 17.OOO Cs. NUSA TENGGARA TIMUR 20. BENGKULU 1 0 .000 15.000 30.. SULAWESI UTARA 25.000 110.000 1 1 0 . JAWA TENGAH 1 5 .000 150.ooo s.O00 106.000 reo.o00 20.SUMATEM BARAT 7 .boo 120.000 95.AWESISELATAN 28.ooo r 10. I-AMPUNG 9 . ]ANGI(A BELITUNG 1t.000 10.I.000 140.000 110.ooo 30.ooo roti.000 110. JUI.000 - r40.A. J.obo 95. JAKARTA t4.000 10. 0 0 0 --115. 3ANTEN ! 2 .0d0 15.000 ob.- 85. YOGYAKARTA 1 6 .OOO 130.obo .000 130.000 2.000 r05.000 1 1 0 . 6.000 9s.000 .-PAPUA BARAT ^/ ...

_.. -_ .?.240. .q_ _?LKALIMANTAN TENGAH 3?..-ogq 3Co.3e9:0gq -Zsa.oog .-0-Qq I tisol.0OO 7?o.LoJq. -_qfl.qgc oH' -.og.9q! .000 1.0-q9 .. L-q12.000 -._0:gg0 _ .oqo _ -_i1q.__ | _-"oq.90 l$o0:g0q| _ .0_0_q ..-_1go_=o_gq _-_9!9:o-o*q OH 4.Qgq_.g-0-9.?.Lq.?4q0-0p _ _ _ ._ .ooo -_9-t1_ _1.ooo .9?p.srgri.0.o00 I .420.qQg_ 1:11910_00 I _ _ o H . __ _z9gp_o_0" 4.ooo OH 750.q-qq.ono __1.sgo.q-qo.716.gqq -_..ooo l-_ --47!.oq0 _ ___ -qqq.qoo _ 720.__ _*_J1_u:..000 -.260.Q-00 | 1.OOO I (6) (71 2 3 5 RIAU JAMBI l--?! *-oH BARAT --oH- 6 _Lq9q. .g_09 _ lr4s-?.400.I.ooc l.820.IKALTMANTAN _SELATAN .o-qo_ _ 25q. ---1._-.. _.--9-q9.goq 1..4q0_1q0! .lqo-qQg p.oooI ___3.o_qg 1.gg! _ l.-_l.-00_0_ -o-H66r.000 _95._!-?qq.SI TENGAH _9.ooo . I 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU _x1_ \.0J0 _1.00q 600._qgQ.-o.oqq.000 [-lbTooit .o-qg e!0. ---t5-o._0_q0 _*.000 I 6_qq.72o.-. 580.oso.77o.000 900. OH OH -oH t 4nn nnn OH -oC* I r.q | oH-.obo OH -oH--_1:5l-q:-009_ ..."ooo .000l- I _qel.___ .000 _1.000 .-_1.boo.000 .gg1.ggq 720.?-5_0-.-BARAf-= l-.--+io.-__1. _-Lqqp..lsooob OH --itH -1.o00 __3.0qgjq0_0.000 __.rsz. l:g_. qqg.0q.pge l'_--.gqq iao-ooo I rc0._-q.1?q._0_0( _ q9..000 _.ooo __3.O00 czg.OOO ..ggQ.o OH H .q9q | 1. .0..0!g __L11s-qqg I _ r.-3.qqg ___?99'q0_q 91o.90q.qqg.-ooo 800._ .q99 1.0_0q __1..000| 336. 6 _ Z 9 1 0 0_ g.g.000 I -ess0eql-_zqq.-_i!q.9?9..Qao.768.-1.000 1.__?j1l0_.o00 600._-?.qqq| 3zq. __!.oqq_ -.000l OH -oii _.qgq I -_-oH OH 4.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK BIAYA PENGINAPAN PERTIAL/INAN DINAS DALAM ITEGIERI ru TARIF HOTEL lIO._ ?.q-o_q I OH __q-09!.ooo 460.?1o__og_g_ r.oqo__ _ _ 7sQ._o_oq .QF_o.9_0_0_ 45O.q_0_q0_9.qqq -__-.000| 4.Q99 _.o_o:qgo +oo..ooo . . YOGYAKARTA 16_ _ 1 7.qqq_ l---s3b"ood .io ____ 41o.o r i .qqo zao.Q9q iio.371.-i.ooi 510. -.ibts.3se.o_g! __!z_s.Q99.ooo __q.qq:o_o_o_ . _l:229_:g0g_ l-.ooo .gg_o l-.8lp_. 830.. PROVINSI SATUAN PA'ABAT NEGARA PF^'ABAT ESELON I/II (5) | 3()R PEJABAT ESELOIV IIt/coLoNGAlf -rv I PF^'ABAT ESELOIY IVlcol. .q_q-q 4t2.poo * .qoq .__-2--8_g:O.iz+.000 I OH __4.000 lt-- l- _q -:-_ l3 14 LAMPUNG 9_ BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG t'AN'I'EN JAWA BARAT UAWA T I'NIiATI _ls_D.oNcaN UI GOLONGAIT rlrr (8) (21 {CEH SUMATERA UTARA (3) OH OH (4) 4.000 -_ _ ___45q. .__l.___49_q.500. __ -_-23 IKALIMANTAN TIMUR lsulAwEsr UrARA _?!_ 25 GORONTALo 2.99-0.ooo 400.99.9q0..8r9.000 3go.s?10_0q .:1_1260.ooi_.1g:0_0_g 400.030.920.r4_!q5v_ul4-RA _32 PAPUA 33 PAF-u.!g 360.000 _______q4q._. l 8 NUSA TENGGARA RAR 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2.Jl_O:qgg l.OO0 4 -qnn non 1.ooc .-e?o.4go:gqo i .qgg l--4o8bbo -l}s._.o00 I J2o.1q9.q2g..q00.6*SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN SULAW!.000.QQ( 380.qqql____9_4!.qq_o.q2. .030.0-.___ g.OOO . .g_qq r.!'89:q00 I * .079.o.q99 ".--sgb..q00_ ___.ooo .000.470.?-6qgg_q.oog.350.Qg(__3110.u-!lg | ___.150. 1:l.-4gq.9g2:90_0 _ -___Fsq.030.

318 ?n< 282 28r 27r ?17 414 307 _ _?61 272 _lq_Perancis I 7 Rep. A (iIJL._21r_.nal" Norwegia DWCLlla 504 466 5t2 453 419 4+3 463 464 4LL 416 509 _ . 313 286 Ker4jaan Ingsris EROPA SELATAN ___.l' GOLONGAN (i(.11 431 ------33 352 286 25 Bqsnia Herzegovina 26 27 runanl --_--_-_-'i6 483 457 444 29 rur LLtHal +22 s20 473 379 472 334 353 287 242 372 24r 371 3 1 Serbia _t?s 401 __ ?8? 361 ?12 313 ______. D AMDRIKA UTARA I .24_L 277 . () GOL.Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile r) 527 447 473 404 417 368 _" _ 91q 307 o 4 395 464 5 Columbia Peru _8_ _ 9 Suriname 1 0 Ekuador AMERIKA TENGAH 1 1 Mexico L2 Kuba 1 3 Panama EROPA BARAT Austria 1 5 Belgia 436 415 386 383 398 277 323 347 316 242 287 24r 286 241 222 t21 29r 270 240 237 281 277 295 273 221 9.O7 2s2 242 241 429 4n6. Federasi Jerman-1 8 Belanda 1 9 Swiss EROPA UTARA Denmark Pi"i.___!59587 _ 439 534 420 ?1?__ _ __ ___q.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -12- 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAII DINAS LUAR NEGERI da-lam US$ NO NEGARA GOL. _ !91_ 287 27t 321 _20 2L 22 23 24 _172 453 517 409 465 354 288 432 ?7s _ _____./ .L. !21 318 282 382 282 272 322 28'1 ___._____iff.

_ -q99_ _=___30q 197 277 39 Ilzra _-._____196_ 2to 188 302 ..// .5 ASIA BARAT 56 \zerbaiia 58 59 lral< nrrlanio 498 397 365 406 459 283 254 ---__-. -257207 275 364 20t 196 186 2 2 ? ___=--zqg_ __ ____2_qq 196 6 n K.|u5 361 313 276 292 206 291 201 -_.t-97 215 301 l06 2tL 276 254 r97 207 185 / / .? 334 296 257 276 244 __ __i..0*6297 290 328 AFRIKA BARAT 40 Niseria 4 l 9srlgRal AFRII(A TIMUR Ethiopia 43 Kenva t. Arab Emirat rlr _99_ 67 Saudi Adbi".^ 44 I\f a r{ 45 L d t z a u l L i 46 Zimbabwe 47 rvrvzquut\. 293 267 276 257 270 323 365 224 t97 . -202 287 212 192 161 201 5 1 Mesir 52 53 Tunisia 54 Sudan OD Libya -. 4 GOLONGAIT B GOL._____9_1._ 342 368 _ -_ _**L9? 342 308 308 273 251 247 282 254 2R6 190 191 186 _ !81_ 2ro 189 184 16.__1_q_ -.qq_ 206 t82 19? r67 196 141 285 319 _ ?7. _q_0* 300 247 25I 135 . _ 3q1 361 381 _ 512 387 382 293 _ _.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam US$ NO NEGARA GOL.-?-186 _ . D 426 421 407 416 . C E 33 34 35 36 *33_ Rusia 38 Slovakia EROPA TIMUR Bulsaria wzecn Hongaria Polandia Rumania (s 367 390 320 331 3i3 31 c?c GOL._ _sq6 +29 425 277 __l.-.esultanan Omq4 357 386 358 365 459 _ 353 391 359 _ _2Qq .2 244 263 _ _?q3-___ _ -___1_82 216 212 2t5 211 AFRII(A SELATAN- 48 Namibia 1? AFRIKA UTARA y)*gl].UWart --- 6 1 rJrDanon 62 Qatar _63 64 T\rrki 65 Pst. A (i()L.__.

A GOLONGAN GOL.tJ 385 Bangladesh 76 India 339 352 343 348 351 226 L96 263 77 Pakistan 78 Srilanka 79 ran ASIA TENGAH 80 Uzbekistan 8 1 Kazakhstan ASIA TENGGARA 203 20L 260 173 t67 242 182 t67 202 172 1. 211 201 L96 t96 t96 196 t96 796 2rI 197 202 204 197 r97 229 272 222 276 237 22I 92 93 94 95 96 Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nueini Fiii 439 392 425 385 363 403 246 387 s53 329 27t 221 224 L92 t79 / . D (6) (3) 378 472 519 421 395 (4) (5) 238 320 303 326 238 207 287 262 297 207 206 286 261 296 206 . E Gc|l.66 241 181 166 181 392 456 352 420 287 334 222 224 212 254 333 82 Philipina 83 84 85 86 87 88 89 Singapura Malaysia fhailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam 90 Kamboia 9 L limor Leste ASIA PASIFIK 4L2 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 221 221.Rakyat Cina 70 Hongkong 7 l Iepqag 72 Korea Selatan 73 Korea Utara ASIA SELATAN 74 Mganistan GOL. (J (21 ASIA TIMUR 69 Rep..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4(dalam US$) NO NEGARA GOL.

980 4.240 9_.550 5.320 t6.520 6.L60 3.100 2.060 3.530 7.L70 s8o .220 4.370 1.490 5.330 3.220 1.220 880 2.780 4.400 1.a20 680 r.500 13.810 4.so0 1.sLO 9.500 6.O50 1.760 5.O10 3.640 7.4{o 1.810 6.860 2.770 6.600 2.830 850 3.010 1.810 3.670 2.490 1.200 4.500 9.560 3.010 3.180 4.150 3.890 3.400 5.010 2.340 9.260 t.670 3.080 3.240 .MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA -15- 30 SATUAN BIAYA TrKET PER.O80 LO.730 3.220 3.650 t.060 1.920 10.150 1.510 3./ .220 7.330 12.730 2.810 t.960 1.610 6.900 1.430 (s) 2.920 r.000 5.690 5.91O 7.860 2.310 4.JAKARTA Ekonomi {6) Bislis Bisnis (3) 1.660 4.000 3.450 3.890 3.410 7.800 1.050 4.130 6.204 4.480 3.980 1.160 6.s.440 11.550 5.7tO 2.r20 5.220 8.060 3.310 3.390 12.010 7.820 8.990 3.960 4.690 7.240 Eksekutif (8) Abu Dhabi A.620 9.buia Addis Ababa Alger Amman 2.220 3.610 1.990 10.470 r.520 4.999 2.830 4.520 4.570 4.770 5.310 3.490 1.I30 3.270 4.450 2.800 t 2 Baghdad 1 3 Baku T4 Bangkok 1 5 Beijing L 6 Beirut 1 7 Beograd 1 8 Berlin 1 9 Bern 20 Bogota 2l Brasilia 22 Bratislava 23 Brussel 24 Bucharest 2 5 Budapest 26 Buenos Aires 27 Oairo 28 Canberra 29 Cape Town 30 3aracas 3 1 Chicago 32 Colombo 2.200 4.420 5.350 4.680 1.750 5.910 11.330 3.020 5.140 6.5i0 t.S Begawan - 890 1.240 2.370 10.840 7.530 3.o20 4.500 5.890 3.300 8.360 5. (1) I 2 3 4 D PERWAKILAN QI JAI(ARTA.600 1.800 t.110 5.800 1.890 1.370 2. Ekonomi PERUIAKILAN Eksekutif AI PERUIAKILAN .880 t.150 7.020 5.330 550 630 890 3.440 5.040 6.900 730 1.160 2.0.400 3.330 7.590 5.200 3.770 2.600 1.5rO 2.680 3.820 ftl 4.430 6 7 8 9 10 11 Amsterdam Ankara Antananarivo Astana Athena B.270 10.720 2.700 4.910 3.790 3.770 2.780 7.460 5.OOO 8.60 6.400 920 2.900 3.520 1.600 2.490 3.'ALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGpRT IONE WAYI dalam NO.660 3.660 7.L30 4.470 9.040 5.860 t.720 4.

560 1 . 510 720 610 1.680 4.320 7.620 8.390 1.230 Dili Doha 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Dubai Frankfurt Guangzhou Hamburg Hanoi Harare Havana 3.600 3.tLO 1.560 3.510 --z.9-99 840 i.200 3.060 3.930 2.860 2.160 1.530 5.460 2:9ro 660 890 .LOO 2.420 2.380 2.890 3.100 .300 5.ar9 7. 1 PERWAKILAN QI JAI{ARTA.r80 1. 1 9 0 2.700 7.9-so 7.860 2.100 r.140 3.530 830 750 750 4.240 3.2rO 920 2.270 3.400 3.L20 8.600 6.500 3.180 r .630 640 3.1.440 9.940 2.190 1.430 4.050 5.630 2.500 1.720 13.390 2.rso 3.870 560 360 63 64 65 66 67 68 69 Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles s30 2.oro 2.690 .920 1:.370 810 2.500 1.950 _ _ _ 7 .260 37 38 39 40 4l Darwin Davao Citv Den Haag Dhaka 3.050 7.010 7.530 (41 7.610 {s) 2r.340 2.600 3.150 1.+70 2.100 3.180 7.220 9. 0 2 0 790 1.400 3.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK lq4ralu vuv NO.030 3.r70 5.030 2.O40 9.oso a.650 7.990 2.740 2.0i0 750 _3€99_ 4.260 860 1.290 1.410 52 53 Islamabad 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jeddah Jenewa Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston 7.O00 3.-1.040 3.460 3.630 8.460 3.340 5.820 1.000 5.730 3.JAKARTA Ekonomi (6) Blsnis ffl Eksekutif (8) 10.640 2.630 5.930 3. 0 6 9 ?.100 8.590 t.570 2./ .450 1.600 6.1 .I40 3.390 2.790 1.280 3.980 .900 4.980 1.420 3.360 r.610 4.330 3.270 6.840 3.930 750 1.780 1.520 3.660 3.O20 4.100 2.430 10.2rO 3.660 3.290 1.050 10.180 Ekonomi Bisnis Eksekutif 33 Dakar 34 Damascus 35 36 Dar Es Salaam (3) 5. 0 5 0 880 sso eio 580 340 1 .950 2.* .660 1. 11 0 6.580 1.730 1.430 4.t20 4.700 6.490 4.o29__ 1?e_9 2.800 2.060 2.450 450 2.140 2. PERWAKILAN PERUIAKILAN .060 1.350 1.600 4.420 ro.190 2.560 6.800 2.7lo 4.220 4.530 590 980 3.820 990 L.r7o.720 1.930 3.640 2.080 2.800 5.670 6.240 5.290 4.400 4.500 2.600 r.170 7.690 2.130 3.470 2.490 1.570 2.170 7.920 6..620 Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen 2.500 5.920 8.r20 7.O70 1.210 4iio 3.9r0 370 1 .890 4.190 z.150 1.750 3.100 2.soo 3.080 5.100 5.

8391.310 730 7ro .130 8.820 4.060 6.970 2.750 8.500 4.r 70 3.640 3 .280 5.570 7.180 l:^l.520 _3.050 - 2.1 10 2.370 Port Moresbv Praha Pretoria Pyongyang 3.060 3.L40 70 7l 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Madrid Manama Manila Maputo 3.650 to.630 2.860 5.720 4.670 rr.050 920 3.200 4.890 1.500 3.050 460 520 790 3.920 9.540 7.880 8.430 1.050 6.750 i.290 6.600 6.420 2.020 2.760 3.420 2.670 600 2.470 2.O40 5..980 1.970 3.000 r .610 5.240 6.930.920 3.580 6.490 9.660 2.O20 3:110 1.060 3.r20 4.OOO 4.320 2.320 L2./ .510 J. 11 0 t. (1) PERWAKILAN Bisnls {4) 4.860 3.130 1.O24 7. 11 0 t.L90 3.480 4.030 3.750 2.680 2.20 2. 13. 7.230 3.320 4.700 4.O20 5.040 4.600 4.990 2.120 2.230 LO.250 Perth Phnom Penh to.440 2.940 600 3.580 7.610 5.850 5.480 3.690 Roma San Francisco _10_1 1"02 Sana'a 103 Santiago 104 Sarajevo 1 0 s Seoul 106 Singapura ro0 3.620 10.450 1.260 2.500 10.440 1.950 2.300 3.670 8.340 6.890 2.O20 4.280 1.360 L.590 5.300 11.260 5.990 5.O70 1.n 2.400 4.970 5.290 640 1.s0o 8.71O 2.350 3.650 960 3.370 (71 4. 1 9 0 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 g6 97 98 99 Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbav Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama Citv Paramaribo Paris Penang 700 1.330 2.300 3.350 3. PERUIAKILAN Ekonoml QI dalam U PERWAKILAN JAKARTA Ekonoml (6) Bisnis Eksekutif {8) 8.870 2.280 530 t.980 2.900 6.310 640 1.240 __ _5:059 __-7.890 6.180 2.340 4.340 4.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -17JAI(ARTA.890 2.690 1.540 4 .130 4.230 Eksekutif (3) (sl 7.440 NO.380 6.630 880 3.580 4.8-oo 8.100 1.630 7.640 6.910 9.330 ?'9-99 1.130 3.500 5.180 9.1.030 3.060 8.360 4.830 4.7LO 1.gtO 12.620 7.470 6.aoo 4.900 1.700 860 t40 1.300 5.480 2 3_102 730 1.360 1.520 6.460 4.270 650 1.390 2.610 7.7IO 5.690 7.070 t.t20 1.410 11 .ee9.280 10.540 1.070 8.560 1.450 3.020 6.350 - i.420 4.450 z.500 4.300 3.350 3.900 1.4LO 3.870 3.030 950 3.31O 570 2.500 2.890 1.740 11.380 3.t20 2.050 L.970 Quito Rabat Riyadh 4.370 2.

280 2.200 1.740 700 1.620 2.410 4.440 750 1.100 1.840 740 600 2.800 3.570 " 1.970 2.dCo 1.930 r .800 4.270 4.620 910 3.210 (71 4.900 4.700 3.410 950 3.o70 1.520 2.490 Eksekutif PERWAKILAN .700 3.090 5.2tO t.370 1.9LO 6.610 750 1.000 2.4tO 1.480 t.860 3.650 3.440 900 1.250 4.120 3.330 3.r40 7.590 3.910 7.380 6.320 4.670 Suva Sydney Tashkent lawau Teheran Tokyo Toronto oli 3.970 5.380 t.670 VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington t26 Wina r 2 7 Windhoek t28 Yangoon L29 Za*reb 2.280 t.970 1.870 2.100 6._e-.740 3.580 1.890 2.410 2.810 t.500 4.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA -18U NO.200 800 4.-6J9: 6.930 Bisnis (4) 4. P9RWAKILAN Ekonomi f3) 1.obo 370 2.100 6.180 2.870 2.400 3.990 6.200 -"t.700 1.200 1.204 8.390 3.690 5.680 3.460 1.190 7.500 7.200 5.200 1.370 13.610 2.460 3.810 3.560 // .370 3.160 12.230 3.890 2.980 .790 2.580 1.810 1.100 2.OOO 800 5.000 4.460 1.480 2. I L07 108 109 110 111 LL2 113 LL4 115 116 t17 118 119 120 12T 122 t23 t24 t25 PERWAKILAN JAI{ARTA.420 3.960 t.800 4.204 6.460 (21 Sofia Songkhla Stockholm (s) 8.160 4.t70 1.230 7.190 1.520 5.260 750 3.510 700 2.L90 5.200 4.050 8.340 1.100 5.480 1.500 5.890 6.JAKARTA Ekonomi (6) Bisnis Eksekutif (8) 7.320 950 6.690 4.550 2.250 1.680 1.320 3.750 950 10.

KEUANGAN MEN.TERI INDONESIA REPUBLIK _19_ PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja. e. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya. 2. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. d. Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja. Honorarium Pejabat Pengadaan BaranglJasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang/Jasa melaksanakan untuk pemilihan penyedia barang/jasa penunjukan melalui langsung/pengadaan langsung paket pengadaan untuk barangl pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi 8p10o. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP). menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP.00 (seratus iuta rupiah) untuk paket pensadaan iasa . b. Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan (ULP| Pengadaan Barangl JasalUnit Layanan a. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 1O% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola.00o. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK. c. termasuk PPABP.000. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya bedauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran danfatau beban keda Bendahara Pengeluaran sangat berat.

5. b.00(lima puluh juta rupiah). sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan. Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan oleh Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk melakukan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan. Honorarium Panitia Pengadaan Barang lJasaltJnit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). b. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. pencatatan.O0O. Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a. Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam I (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja. 4. 3. Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan kepada BMN diberikan pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tusas rutin selaku rus .Sllsf.t\f.ts4i'?3ll -24 konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50.A'. Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang.O0O. baik yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi. 6.

Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnyal masyarakat. Koordinator Peneliti/Perekayasa. Terhadap pembantu peneliti/perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Petugas Survey. 1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. Jumlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengums/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang. 7 .2 Honorarium Penunjang Penelitian/ Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa. narasumber dapat . Catatan: Honorarium penelitianlperekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. 8. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyele nggara I masyarakat. Honorarium ketentuan: narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelen ggara. Peneliti/Perekayasa Madya. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan. Peneliti/Perekayasa Muda. Pengolah Data. Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -21 barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/perekayasa. 7. paling banyak 4 (empat) jam sehari. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah melakukan pejabat yang untuk dari berwenang penelitian/perekayasaan.

Jumlah panitia maksimal lOo/o 1O.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK. Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yarrg berwenang. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan Setingkat berdasarkan surat keputusan Presiden/Menteri/Pejabat Menteri/ Pejabat Eselon I/ KPA. Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. Untuk satpam.g diberi tugas kegiatan panitia melaksanakan sebagai untuk seminar/rakor/sosialisasi/diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara I masyarakat. 9. 11. 13. L2. wal meru s tertentu kePada atau "/ . Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. harian perjalanan dinas dan honorarium selaku FGD/ Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ Kegiatan Sejenis Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yar. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. Pengemudi. pengemudi. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan. Honorarium Satpam. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. (sepuluh persen) dari jumlah peserta. c) bersifat temporer.INDONESIA -22- diberikan uang narasumber. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (outpuf)jelas dan terukur. b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja.

18. 15. dan efisien. dan e) dilakukan secara selektif. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara. v/ . Unsur sekretariat adalah pembantu rlmum. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. 16. Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. pelaksana dan yang sejenis. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. efektif. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Tim Penyusunan Buletin/MaJalah Honorarium tim pen5rusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menJrusun dan menerbitkan buletin/majalah. 17. Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang. 14. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim PenSrusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/ Menteri. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri f non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. Honorarium Tim Pengelola Webslte Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola uebsite.

perwira tinggi TNI/Polri. Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. v/ . pegawai negeri Gol IV/C ke atas. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: t hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + t hari setelah kegiatan. 20. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI yang untuk kegiatan workshoplseminar/sosialisasi/sarasehan diselenggarakan di luar negeri. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. ketua dan wakil ketua iembaga negara. Narasumber Kelas B yang pegawai negeri non : Narasumber disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. anggota lembaga negara.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -24- lg Honorarium Sidang/ Konferensi Internasional-KTM. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. Regional/ Multilate ralf SOM {Bilateral/ SOM internasional-KTM. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Senior OJficiaIMeeting (SOM) Pegawai negeri penyelenggara perjalanan dinas. 21. tidak diberi uang harian Berskala kegiatan Workshop/Seminar/Sosialisasi/Sarasehan berskala Honorarium uorkshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara berskala kegiatan workshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional. Honorarium Internasional : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hati setelah kegiatan. sidang/konferensi Honorarium (bilateral/regional/ muliiiateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior offtcial berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. yang pegawai negeri Narasumber Kelas A non : Narasumber disetarakan dengan menteri.

Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNSI Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang berdasarkan jumlah hari masuk kerja. menengah. ujian akhir semester dan ujian akhir.it??Xl"1engan rvlb dan perwira menengah Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. 23. menengah. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. Yakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. 25. b. Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. c. dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1(satu) kali per hari. dan tinggi. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c. dilenekapi de surat i oleh peiabat ne ditan r/ .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESTA -25- Narasumber Kelas C pegawai : Narasumber yang non negeri disetarakan dengan pegawai negeri Gol Ill/c . dan tinggi. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. rapat melibatkan eselon I lainnya b. penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi Honorarium pen5rusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. 22. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. 24. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. ujian tengah semester.

Selama melakukan perjalanan dinas. pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250. Rp130. *rrt"i pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a. 27. bagi peserta yang karena untuk faktor tambahan waktu transnortasi memerlukan . Satuan Biaya Uang Harian PerJalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. Uang saku paket fullboard dan fultdag/halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/ pertemuan paket fullb oard dan fulldag / halfdag di dalam kota. dan uang saku.00 (seratus tiga puluh ribu rupiah).000. dan f. Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian. MENTER!KEUANGAN REPUBLIK. transpor lokal. 26. e. Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran. Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian NegarafLernbaga paling tinggi eselon I. Rp. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat.00 (dua ratus lima puluh ribu dan rupiah). pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara.000. Satuan Biaya Uang Harian Paket Fullboard Saku Paket Fullboard serta FulldaglHalfdag di Luar Kota dan Uang di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor kegiatan paket sebagaimana biaya dimaksud satuan dalam rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b.190.000.INDONESIA -26- setingkat eselon ll/kepala satuan kerja. maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c. menteri serta setingkat menteri).". surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja.

Golongan D Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk peraturan perundangberdasarkan undangan dan pejabat eselon I. duta besar luar biasa berkuasa penuh /kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. . b. kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaanrlya. pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. untuk l(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negerifnon pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. transpor lokal. utusan khusus presiden (special enuog) dan pejabat lainnya yang setara. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. 29. pegawai negeri sipil golongan IIIIc sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara. perwira tinggi TNI/Polri. pegawai negeri sipil golongan lV /c ke atas. Golongan B duta besar. dan uang pengmapan. ketua. Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: a. 24. wakil ketua dan anggota lembaga negara. Golongan A menteri. Golongan C d. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. c. pejabat eselon II. uang saku.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -27 - berangkat/pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku.

tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. b. lit "i untuk satu kali jalan (one taagl. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one wag) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya p"*"*"1 udara perjalanan dinas pindah dan diberikan pembeliar. . anak tiri. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. anak kandung. yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab ia tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri. c. MARTOWARDOIO GIA NIP. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: Undang-Undang ketentuan yang menurut sah a. atau d. atau 3) Klasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D. anak tiri. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai silan sendiri.W. anak kandung perempuan. belum pernah menikah. anak kandung. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM IGUANGAN. dan tidak mempunyai penghasilan sendiri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- egawai Yang melaksanakan perjalanan dinls ke negara Uganda.ng digunakan untuk meiaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. ENTERIAN KEPA AGUSD. MENTERI ttd. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh iima) tahun. 2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negataf pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Neglri y. isteri/suami Perkawinan. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Klasifikasi Firsf diberikan untuk Golongan A. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya. anak tiri perempuan.

O00 33.OOO 4.1 2.000 3s.000 39. Makm Aceh Sumatem Utda Riau Kepulaum Riau Jmbi Sumatera Bilat Sumatera Selatm Lmpung Bengkulu Bagka Belitung Banten Jawa Bdat DKI Jakdta Jawa Tengah Dl Yostaka$a Jawa Timur Bali NusaTenggila Btrat Nusa Tenggila Timur Kalimantm BaRt Ka. KudaDan {srock.2 GolongilldsGotongilIt Golongm lll Peserta/Angkatm Peserta/Angkatm OH BIAYA MAKANAN PENAMBAII DAYA TAHAN TUBUH BIAYA KONSUMSI RAPAT 6.000 7 .li Ormg/Kali Omg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali OranglKali Orilg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali 36.000 45.OOO 11.000 36.li Ormg/Kali O|ug/Kali Omg/Kali Offig/Kali Omg/Kali OHg/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orilg/Kali Orsg/Kali Orsg/KaIi Ormg/Kali Orang/Kali Orsg/Kali Omg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Orang/Ka.545.000 39..OOO 33.000 36.000 2. Makm b.OOO 20.O00 45.HARI PERKANTORAN DI DALAM NEGERI Memiliki sampai dengm 40 Pegawai Memiliki lebih dart 40 Pegawai BIAYA DIIILAT PIMPINAN/STRUKTURAL Diklat Pimpins Tk.000 32.tooNEStA STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI ESTIMASI BIAYA UANG TNANSPOR KECIATAN DALAII{ '(ABUPATEN/KOTA BIAYA KEPERLUAN SEIIARI.000 33.000 34.1 3.O00 37.000 31.000 36.2 Paket/Tahun OT 52.300.125.470.000 36.000 35.I.000 36.000 50.000 38.3 Peserta/Angkatan Peserta/Angkatm Peserta/Angkatm 4. Kudapan {snack) Aceh Sumatera Utsa Riau ormg/Kali orms/Kali 9s.000 1. RAPATBIASA a.000 3 l.000 34.000 37.OO0 33.OOO 22.000 33.261.000 6.000 Ormg/Kali Ormg/Kali l2. 1 RAPAT KOORDINASI TINGKAT MENTERI/ESELON I/SETAM a.000 42.OOO 30.000 36.000 35.000 37.limantm Tengah Kalimstu Selatm Kalimmtm Timur Sulawesi Utila Gorontalo Sulawesi Btrat Sulawesi Selatm Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggila Maiuku Maluku Uttra Papua Papua Barat b. MENTERT kruRrucRru nepuauk'rr.OOO 5.000 36.O00 33. ll Diklat Pimpins Tk.1 4.OO0.2 Orang/Kali Ormg/Kali Orang/Kali Orang/Kali Ormg/Ka."A.000 30.MPIRAN II iBffi -S TEMANG 2013 BIAYATAHUNANGGARAN STANDAR flP1{i{3b}'ruU1?IK INDONESIA .oo0 10.o00 3.230.000 37.2 3. Iv OK I 10. III Diklat Pimptne Tk.

OO0 13. Anggotayang sakit d.OOO 34.000 15.000 11.2 Rayon II d.nglKaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kati Orang/Kali Orang/Kali Orarg/Kali Orang/KaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Kali Orang/Kali BIAYA TA 2013 (4) rs.3 I I I .000 15.3 Rayon III b.l Rayon I b.2 Rayon II b. OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42..000 34.o00 32.000 | 13. Operasi Pasukan termasuk creut kapeJ laut/terbang a.O00 r 1.000 41. Rayon II c.000 17.000 | 11.O00 36.000 20.000 13.2 Rayon II Rayon III ".2 I I I I I I | 7.000 18.000 14.1 Rayon I d.OOO I I r3.OO0 19. Rayon I b.00o I 14.O00 14.000 I I I | I I I I I I | | I | 7.000 11..OOO 30.OO I O l 14..000 27.000 36.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (dalam NO (i Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yograkarta JawaTimur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa TenggaraTimur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 7 URAIAN SATUAN (21 (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kdi Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Ituli Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orc.3 Rayon III e.z r<ayonlr .000 l I 11.000 | 14. Rayon I Drerah Khusus Rayon I b.000 15.000 16.1 Rayon I . Dikma TNI/Polri b.3 d.000 25.000 41.000 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAIIAN MAKANAN 7.OOO 25.000 36.oo0 | 14.t Anggota TNI/POLRI Non Organik a. RayonII Drerah Khusus Rayon II c.l RayonI .000 22. Rayon III Dterah Khusus Rayon III PasienRumah Sakit a.000 32.000| 14.OO0 10.000 17.000 11.2 Rayon II .OOO 30.000 51.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c..000 11.OOO 45. Tahanan AnggotaTNl/Polri .000 36.3 Rayon III c.000 14.O00 12..000 10. Ravon III I I | *1 l"vo"J.000 11.O00 13.000 30.

000 36.OOO 36.000 32.o00 32.000 37.13 7. Rayon I b.000 25.000 36.OOO 27.000 BIAYA KONSI'MSI TAHANAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR 9. Rayon I b. Rayon I b. Rayon III ABKCadangar padaKapal Negara a.OOO 6.000 27.000 17.000 30.11 7.000 30.059.000 30. Rayon III Penjaga Menara Suar (PMS) a. Rayon III RescueTeam a. Rayon III Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a.OO0 8.554.000 34.000 20.000 32.OO0 34.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75KYA Genset 10OKVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 59.9 7. Rayon II c. Rayon II c.000 32. Rayon II c. Rayon III Malasiswa/Siswa Sipil a. Rayon II c. Rayon I b.000 8. Rayon lll Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a.718.12 7.6 9. Rayon II c.16 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a.000 Seruice (VTIS) OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.OOO 5.000 30. Rayon II c.000 482.OOO 546.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 7. Rayon II c.4 9. Rayon I b.000 36. Rayon I b. Rayon I b.000 32.7 9. Rayon I b.7 7 .OOO 30.000 25. Rayon I b.000 36.000 OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.OOO 30.4 7.000 32.000 32.ooo 32.OO0 . Rayon II c. Rayon I b.15 7.14 7.1 9.aOO 30.6 7. Rayon III Petugas Pabrik GasAga untuk Lampu Suar a. Rayon II c.000 36. Rayon III Kelompok Tenaga Kesehatair Kerja Pelayaran a.5 9. Rayon I b. Rayon II c.3 9. Rayon II c.000 41. Rayon III Petugas Pengamatan Laut a.000 30.5 7.OO0 36. Rayon III ABK Aktif pada Kapal Negara a.8 7 . Rayon II c.000 27.000 36. Rayon III Mahasiswa Militer/Semi Militer a. Rayon III Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Trafrc Information a.000 18.OOO 30. Rayon II c. Rayon I b. Rayon III OH OH OH OH OH OH OH OH OH 25.10 7.859.2 9. Rayon I b.000 s74.

.000.000 800.Diploma I dan Diploma III . Dari BahasaJepang c.100.000 1.l lO.O00 I4. Dari Bahasa Mandarin.OOO 1 0 SATUANBIAYATOGAHA(IMDANJAKSA l0.100. Ke Bahasa Mandarin.Diploma III . Belanda d.L4 9.000.000 145.000.Diploma I . dan Diploma lV/Strata 1 a.t\\\\\ .OO0 13.326.000 12.200.000 12.1 DariBahasa Asing ke Indonesia a.000 145.754.oo0 I I i I I I I OT OT OT OT 1 5 ISATUAIT BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI | 15.O00 125. Ke Bahasa Asing Lainnya INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN II|VENTARIS I I I Halaman Halaman Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 125.g 9. III.500.GELAR DALAM NEGERI 14.1 Mesin FotokopiAnalog I f 5.000 LA.000 1.2 10.000 5.16 9.Z tr.500.000 200.000 800.000 145.L5 9.000 1.OOO 20.'v I / .Strata 3 dan Spesialis2 b.000 1 1 SATUANBTAYATOGAMAHASISWA ] L2 SATUAN BIAYA PENER.250. Ke BahasaJepang c.000 16. Jerman e. Dari Bahasa Asing Lainnya Dari Bahasa Indonesia ke Asing a.000 11.o00 1. Biaya Hidup dan Biaya Operasional . Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.225.4 TogaHakimAgung Toga Hakim Konstitusi Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan P4jak TogalaksapadaPengadilanNegeri/Tinggi I I I I I I Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5.LO 9. Uang Buku dan Referensi per tahun .11 9.000.o00 300.000 2.800. Jerman e.000 5.000 3.'EMAIIAN DAN PENGETIKAN 12.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .1 ProgramDiploma I.t/l/.'ENIS .637.rN eR h^ '€r* -.13 9. Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.000 200.340.72 9. Ke Bahasa Prancis.Strata 2 dan Spesialis 1 Strata 3 dan Spesialis 2 OT OT OT OT OT 15.ooo 20.3 70.Strata 2 dan Spesialis 1 .226.589.O00.2 Halaman Halamaa Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 1 3 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN UNTUKPEGAWN BARU Pegawai/Tahun 1 4 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON.343.17 Genset 15OKVA Genset 175 KVA Genset200 KVA Genset 250 KVA Genset275k{.LA7.000 200.IA Genset30O KVA Genset350 KVA Genset450 KVA Genset 5O0 KVA I I I I I I I I I I 10.000 200. Dari Bahasa Prancis.Diploma IV dan Strata 1 b.Diploma IV dan Strata 1 14.oo0 1.OO0. wffi@ KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -4- (daIam tYo t URAIAN SATUAN (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun BIAYATA 20L3 (4) t2l g.000 145.000 19.OO0 2. Belanda d.000 25. Uang Buku dan Referensi per tahun .tesinFotokopi Drgftal 1 6 IHOIVORARIUM NARASUMBER KIIUSUSI IPAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA Bulan/Unit Bulan/Unit OJ I I sEMTNAR/RAKoR/sosrALIsAsr/DrsEMINAsr/FGD/TGGIATAN Iunrur KEGIATAN ISE.750.530.OOO 16.

r 7B A L ] 3 .840.I.430.800. PF^IABAT NEGARA 2 .I. 7 SUMATERA SELATAN 3 . 1 8 NUSA TENGGARA BARAT 3 .880. 2 8 SULAWESI TENGAH 3 .1 Pejabat ru NO.000 29.2 3.OOO 293_4_q:g_0_o 29.750.000 29. 2 9 SULAWESI TENGGARA 3 .380.4lO. 3 0 MALUKU 3 .000 29.510.O00 29.32 PAPUA 3 . 1 2JAWA BARAT 3 . 2 7 SULAWESI SELATAN 3 .O00 29.430.450.730.230. 1 3D.4 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU 3. 2 4 SULAWESI UTARA 3 .26 SULAWESI BARAT un!t/Tahg1 Unit/Tahun Un t/Tahun 2e:21q.K.000 .oqg 29.430. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 29.860.430. 1 6 JAWA TIMUR 29.000 29.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAIiI DAIiI OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17.800. 2 2 KALIMANTAN SELATAN 3 .41o.430. 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 3 .1 3.OO0 29.:090 29.000 29. 1 4 JAWA TENGAH 3 . 6 SUMATERA BARAT Ulit/Tahun Unit/Tahun UnitlTahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .430.090.OOO 29.OOO 3.000 29.0_00 29. 2 1 KALIMANTAN TENGAH UnitlTahul Unit/Tahun Unit/Tahun 29. JAKARTA 3 .3 3. 1 0BANGKA BELITUNG 3 .000 29.4OO 29.230.OOC 3 .OOO 3 .100.-q9_9 29. 8 LAMPUNG 3 .000 29.OOO 3 .190.450. 2 5 GORONTALO 3._56_0-:. PRIABAT ESELON I 3 .5 JAMBI 3 .000 29. PRIABAT ESELON II 38. 1 5 D. 3 1 MALUKU UTARA 3.000 36. PROVINSI SATUAI{ BIAYA TA 2013 (1) (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 1 .880.000 29.000 30.010.O00 30. YOGYAKARTA 3 .000 3 .OOO 29.OOO 29.O00 29.ooo 30. 9 BENGKULU 3 .060.OOO _ UnitlTalun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .340. 11 B A N T E N 29:410. 3 3 PAPUA BARAT Un t/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun Unit/Tahu1_ Unit/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun 2e.340.560. 2 0 KALIMANTAN BARAT 3 .930.

430.000 26.480. 0 0 0 3 4 .000 26.690.450.450.540.580. 6. 5 1 0 . 26 27 28.000 34 150.730.000 93:920.650.O00 3 4 .000 7.380.000 3..OOO 34. 1 1 0 .000 25.000 (s) 3. PROVINSI RODA EMPAT DOUBLE GARDAN (4) RODA DUA 1) t.3 Roda 6 & Boqt 26. 3.570. O O O 3.pqq 2q:199:ooo34:3?_9:qOO 26. 16. 20.000 25.150. (21 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 _ s ! 1lo:o9o 25. 23.000 3 4 . 18.000 94 1_10:000 3:190. 4.290.520.250.530.630.000 3.370..730.730.000 34.020.000 25.450.630.000 3.000 3.540. 5.570. 0 0 0 25.540.920.250.0_0-0 25.O00 34.000 3._000 34.000 3:8q0. 29 30 31 31 33 34.000 3.OO0 26.000 2s.430.000 25.2 Operasional lalam NO.000 3.009 _ es. 2. 10 11 I2 13.000 26.960.020. 0 0 0 3.000 34.OOO 3.OOO 34.000 3.410.240.780.OOO 34.530.000 3.O0O 34.0OO 3.OOO34. 19. 8 9.520. 1 1 0 .000 3.090.540.250.380.ggo 33.380. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO (3) 25. 14.630.000 3.500.4501099341020-.000 33.530.000 34 1 1 0 .I. 0 0 0 25..480.450.340.000 34.000 3.000 25.4O0 34 1 1 0 . 3 1 0 .000 3.24O. (1) Uraian Satuan (3) Unit Biaya TA 2013 (4) (2) 1 Roda 6 2 . 0 0 0 39.530.L90.000 34.OO0 34.880.:oOO 3.000 g:13_g:o_0_0 3.000 216.. 0 0 0 25.200.490.699.3:sqO:O-oO 3.540.0O0 3.680.110.380.000 .000 3:189.000 3:539j0_9_g 3.OO0 34. 0 0 0 25.OOO 25.000 25.470.430..000 . 15.480. np{e 9_{!t}9gq lShanan Kejaksaan 3 .000 34 1 1 0 .000 SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH pur:jtwE_srrENGG{RA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT L7.540.K. 0 0 0 25.OOO 25.000 26.000 No.330.000 3. Speed Boat V'i! Unit 2 1 .000 3.560.480.430.000 g.000 34.000 26.11 0 ._31o.680.570. 0 0 0 25.480.480.qqo.570. JAKARTA JAWA TENGAH D.520.0O0 17. 1 1 0 .000 3 4 .MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- t7.000 34. 27.000 3.000 2 6 .300.630. 1 5 0 .000 25. 22.0O0 _ _ ?s. 17. 24 25.580.OOO 34.99q 26.530.000 3 4 .I.

BANTEN (3) (41 (s) 1 2 . 31.000 17. 2 5 0 .580. D.000 1 7 . BALI 1 8 .000 43. 31.000 17.000 42.6T0 41.860.090.K.OOO 43.7_40.970.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA L7.480.000t0:1-s_o-:goo 43. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT t-/ .000 18.25-0.000 42. RIAU 4 .590.260:ooO 43.650.000 1 8 .000 39.650.040.000 1 8 250. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .OOO 18.000 42.000 38.720.160.OOO 9q'?qo. ACEH 2 . 7 2 0 .000 41.090.390.890.3-q:13-q:gqq 4 1 .930.000 36. BENGKULU 1 0 .860.250.000 43570.590.000 44. 8 6 0 000 43.890. SULAWESI BARAT 43. JAWA BARAT 1 3 . KEPULAUAN RIAU 5.080.000 44.OOO35. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .260.77A.000 _ 1?10q0.080.420 o00 39.930.000 41. 0 0 0 23..870.O0O 9-5.000 37.420-OOO 39j59O:009 43.OOO 18. 0 0 0 34.260.000 17.590.130. NUSA TENGGARA TIMUR 20.OO0 18.OOO 35.000 37.580.000 42. JAWA TENGAH 1 5 .000 17.370.000 _38:720:OO0 18.000 18.OOO 18.000 42.000 38.OOO 39.000 3 6 .550.220.000 1 7 .000 1 7 .250.0O0 18. LAMPUNG 9 . P_.930. BANGKA BELITUNG 11.000 44.OOO L7.000 42.770. 7 7 0oo0 35. SULAWESI TENGGARA 42.040.260.000 42.000 ?7 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 2 9 .000 17. q_ql. JAWA TIMUR 17.O80.320. KALIMANTAN TIMUR 24.130.770.080.740.860.260.O00 36.450.0q.420.720.000 41. 1 3 0 .000 oo0 34.930.000 :17:61O:go0 3_1:1.000 42. 0 0 0 42.930.00"0 .280.4lyEs-l _urARA 2 5 . 6 1 0 .130. 33.000 41.090.420.000 181090:909 37.OOO 18.720.060.000 43. KALIMANTAN SELATAN 42.770.860. PROVINSI F 75Occl (2) I 1 .OOO 18.430.930.r_Y_OGIIKARTA 1 6 .000 30.00O 19. 7 7 0000 35. JAKARTA L 4 .000 T7.130.000 18.000 36. 6 7 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8 .000 18. SUMATERA UTARA 3.0003 7 .940:OOO 17.I.000 12930:oo9 36. KALIMANTAN BARAT 2 t .890.4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJRI dalam ru PJR RODA EMPAT PJR RODA DUA (< 25O CCI PJR RODA DUA NO.080. 0 0 0 17.000 43.130. GORONTALO 2 6 .000 40.130.050.130.000 !?.:oqo 41.9o-q 77.400.900.000 41.000 36. 9 9 0 .ooo 42.000 17.770. 0 0 0 3 8 .400.o90 19:0?01ooo37.

000 .K.000 10.000 10.000 14.000 Lu .000 KAL_IMANTAN TIV_UF SULAWESI UTARA m'?llqhql m'ltahun *'/tahut 900 170 168.000 165. NUSA TENGGARA TIMUR -2o.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI ru GEDUNG BERTINGKAT (4) GEDUNG TIDAI{ BERTINGI{AT HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN I{ANTOR NO.000 13.00c .000 (5) 92.000 154.9 10.OOA L42.OOO A2.000 87.000 173.OOO . JAWA TIMUR 153.000 164.00o 106.000 87.000 MALUKU UTARA 9l P A P U A 33 PAPUABARAT m'Ttahun -27t"h"" 203:0og 138.000 10. SUMATERA SELATAN BENGKULU BANTEN m'/tahun m'Ttahun tn'/tahun -'ltahun r0.000 1-o-'90.000 10. 22 23 24 25.000 T7 BALI 18 NUSA TENGGARA BARAT BARAT 1 9 .000 6 8.000 10.00-9 82.000 84.000 146. JAKARTA L 4 JAWA TENGAH s:l!?l'el m'ltahun m'ltahun 81.000 10.000 i 0 .000 80.000 13.000 10.ooo 188.000 98.000 (6) 10.I. 9 I1 7 .rrt m'ltahurt m'ltahut 1 5 .000 143.000 10.000 96.000 c.I. YOGYAKARTA 1 6 .KALIMANTAN 21. 31 !r:1!sh\r'.000 148.000 146. BANGKA BELITUNG t 2 JAWA BARAT 1 3 .000 243. suLA-wESr m'Ttahun m'Ttahun m'7t"hurt _ p'1-t+uq m'ltahun m'ltahun - rai..000 171.000 10.000 82-:oo_9 84.oo0 _ 87._o!9 10.8.000 148.000 92.000 nf ltanan *'Ttahun *'/tahun *'/tah.000 13.000 10.000 143.000 149.o0o 145.0o9___ _.000 95.000 13.OOO 99.C r44.o00 10.000 10.000 10. 28. ACEH (3) m'ltahun 2 3 A qf lFh]1t m'ltahun m'ltaltun KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT T.000 87.000 153.000 eq:oqo _ 1q.OOO 162.0-90 83.00C r42.0-:900 81.Qq-g i0. 27.OOO 1O.OO.000 154.81:00_g 91. m'ltahun m'/tahun KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 145. D. m:1!4s' mtltahun ls2.00C 10.9J:0oo 97.000 10.000 GORONTALO SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU BSF4r ?6.000 10.000 83:90q 93.000 10.000 10.i9-.O00 157.000 357.000 106. 29 30.000 165. I PROVINSI Satuan t (21 SUMATERA UTARA RIAU 1 . D.000 156.AMPUNG 157.000 10. .000 86.OOC 86:9_0q 82.

000.K.OOO.OOO 20.200. BANTEN 8.000 1O:50_0:O9O 10.OOO 8.400. BANGKA BELITUNG 11. D.000 10.OOO.I.700. 28.ooo 7. 22.INDONESIA SATUAN BIAYA SEIIIA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jamf dalam rupiah NO. PAPUA BARAT .OOO:OOq6.000 7.700.q:_600:_oog 6.000 7. JAWA TENGAH 1 5 .OO0 11.000 7.000 6.500.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK.OO0.000 5 .o00 7.500. D.100. PROVINSI BIAYA TA 20L3 (21 _ {3) 6. BENGKULU 6. MALUKU 3 1 .100.500. .200.I.OOO 15.500.OOO 3 0 .209.800. JAWA BARAT 1 3 . JAKARTA L 4 . 23.ooo* 8. J_414E r_ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN _q. 27. 25. MALUKU UTARA 31.o0o 1_1:000:0o_0 7. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .000 9.o00 7.200.0oo 7.ooo 17.OOO. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KA_LI\{4NT4N rr}lrlR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH 7. 24. 26. PAPUA 3 3 . YOGYAI(ARTA 1 6 .000 10. JAWA TIMUR L7.300.400. KEPULAUAN RIAU 1.500. 29. 1 0 .O00 .000 _ 15_:OOo:OOO 7. BALI 1 8 .300.000 7.600.OOO.000 p_u_LAwESr_ TENGGARA 7. SUMATERA UTARA 3.500. (1) ACEH 2 . 2L. 7.500. NUSA TENGGARA TIMUR 17.000 1 2 .OOO.000 7.ooo_ 11. RIAU 4 . LAMPUNG 9.

PAPUA 3 3 .900.000 3.000 2.000.800.000 1.ooo 760. SULAWESI BARAT 2 7 .000 650.000 2. BANGKA BELITUNG 11.000. JAKARTA t4.700. YOGYAKARTA 16.000 1.800.900.000 -1.700.OO0 730.000 2.q90 2. _1-:7q910_q9 2.I.000 830.OOO 1.00.000 4.LOO.900.700.200.000 710.000 3.o00 2.000 650. KALIMANTAN SELATAN 23.000 2.ioo.800.000 t.s-00.ooo 2.000 3. JAWA TIMUR 1. SULAWESI TENGAH 29. KALIMANTAN TIMUR 24.800.000 3.000 1.ioo.000 640.000 1.000 17. D.000 1.099 3.000 1.000 2.800.000 2.0_ 2.300.600.900.000 3.700.MEN.ooo 3.000 3.600.000 649.ooo 20. NUSA TENGGARA BARAT L9.100. JAWA TENGAH 1 5 .000.000 2 2 ._. SULAWESI UTARA 25.900.000 7i0.000 2.000 9.OO0 680.TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA SEUIA KENDARAAN (per delapan jam) ru NO 1 1 .000 7 9.000 640. D.000 1-800.400.000 650.000 2 3 4.900.K.B A L 1 8 .ooo 2.000 2. MALUKU 3 1 .000 PA_NJP{_ L 2 . GORONTALO 2 6 . PAPUA BARAT _ s.ooo 2.800.000 1.000 _.000 750.400.800.700.000 1.000 640. ACEH PROVINSI RODA 4 RODA 6 / BUS SEDANG RODA 6 / BUS BESAR 710.000 2.000 820.000 1.000 2.000 640.000 760.709.Q_qg 1.ooo 3.000 950. SULAWESI SELATAN 28.000 2.500.700.000 2.I.000 2.800.000 640. 650.00_0 2.900.000 2.000 6s0. SUMATERA UTARA RIAU 2.000.800. JAWA BARAT 1 3 .800.ZOO:090 1.000 1.000 740.000 2. !20.000 740.000 KEPULAUAN RIAU 5 '6 { ly g_r_ _ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN - f.900.000 1:900. NUSA TENGGARA TIMUR - isoo. KALIMANTAN TENGAH .700.9_00 640.800.000 .000.009 2.700.900.000 650.800.100.000 3.900.. MALUKU UTARA 32.100.000 710.800.500.400.lq00.800. KALIMANTAN BARAT 2 L .000 1.000 900.000 1. LAMPUNG BENGKULU 1 0 .ooo 2.000 730. B .e00.000 650.OO0 1.s-oo.000 2:boo:ooo 2.000 3.000 650.000 730. SULAWESI TENGGARA 30.300.500.400.

2.l Unit Unit 21.000.000 345.2.000 349.000 349.2 2 t .20KALIMANTAN BARAT 2 1 .24 SULAWESI UTARA 2 L . YOGYAKARTA 2 1 . 2 ..000. 389:0._099 345.2. 2 . 1 5 f .000 Peiabat Eselon I Peiabat Eselon II 2 1 . 2 .000 350.000. 2 . 9 BENGKULU 2L. 2 .000.2. t 9 \USA TENGGARA TIMUR -U1it.000.2..o00 349.OO0 368.000.CEH 2r.000. 2 SUMATERA UTARA 2L. L 2 'AWA BARAT 2 1 . 1 6 JAWA TIMUR Ugrit Unit Unit Unit Unit Unit _Unit Unit Unit Unit Unit Unit _ 340:900'09q 340. 2 7 SULAWESI SELATAN 2 t . 2 .q9_9 378.22 KALIMANTAN SELATAN 2 1 . 2 9SULAWESI TENGGARA 2 L .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BTAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PN'ABAT dalam NO PROVTNSI SATUAN BIAYA TA 2013 466. 2 8 SULAWESI TENGAH 2 L . 3 1 MALUKU UTARA 21.2.000 366. 2 .-.000. 2 .000.000.000 349.000 366.3 R I A U _u"iI Unit Unit 2 r .OOO 338.000. 1 q. JAKARTA 2 t . 2 .2.26 SULAWESI BARAT 2 t . 4 KEPULAUAN RIAU 2r. Unit Unit Unit Unit 2r.2. 6 SUMATERA BARAT 21.000.LO BANGKA BELITUNG 2 I .000 355.000. 2 . 8 LAMPUNG 2 I .09.000.r7 BALI 2 t .000.000 363.I.000 348. 2 .O00-000 348.000 372. 2 .000 .33 PAPUABARAT Unit Unit Unit Unit 364.2.000. 2 . L TB A N T E N 2 1 . 3 0MALUKU 2 t .000 369.OOO.K.000 353:00. r 8NUSA TENGGARA BARAT 2 t . 2 .000. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 21.2.000.000 349.000. 2 5 GORONTALO 21. 2 .000.000.2.000 . 2 .000 370.000. Unit Unit _. 1 4 'AIil/A TENGAH 2 L 2 .000.000 347.7 SUMATERA SELATAN 2 I . 2 .32 P A P U A 21.0_.5 JAMBI 2 t . 345. 2 .I. 2 L KALIMANTAN TENGAH 21. 2 . 1 3 ).OOO.000.000.000 349.000 362.000.000 376. 2 .000 2L.000 _ Il$r Unit Unit uti! Unit Unit -. 2 .000 348.000.000 350.000.090 355.

000. SUMATERA UTARA 3.O00.000 181. MALUKU UTARA 32.000.000 271.000.000.000 260.355.000 216.000.0o0 170.000 431.000 267.000.000 200.000 180.000 417.OOO.000 i87. KALIMANTAN TIMUR 2 4 .000 437.000.000 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 438. KALIMANTAN SELATAN 23.OOO 418.000.o00 207. YOGYAKARTA 1 6 .K.000.000.000.000 299.000 271.000 441.000 277.OOO 425.000 425.000 445.000.OOA.000.000.000.OOO 3ENGKULU 1 0 . GORONTALO 2 6 .000.000.000 182.000.000. NUSA TENGGARA BARAT i 9 .000.000 422.000.000.000.000.OOO.000 418.000 204.000 272.000. KEPULAUAN RIAU 5.000.000.o00.000. PAPUA BARAT 23 No.000.000.0O0.000 271.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -12- 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (dalam ru NO PROVINSI SATUAN PICKW MINIBVS DOWLD GARDAN 418.AMPUNG 272. D.I. J A M B I 6.000 185.000.000 206.000 271.000. 9.000.000 2 Roda 6 dan/atau Bus Besar Vrl .000. 3ANGKA BELITUNG 11 3ANTEN 1 2 JAWA BARAT 1 3 .000 +. D.000 414.000.000 177. SULAWESI UTARA 25.000 179.000 271.000.OOO 2 .000 214.000 182.000 ACEH Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 181.000 267.000.000 17.000.000.000. .000 270.000 449.000. B A L I 1 8 .000 180.000. SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8.000 210.000 312.000 304.000.000 418.000 275.000 1.000 181.000 418.000.000.000 180.000.000.000.000.000.000. SULAWESI TENGGARA 30.000 418.O00. I I Unit Unit Unit Unit Unit 302.000 202.000 447.000 30B.000 262.000.000 409.000.000 201.000 269. JAKARTA 1 4 .000 414.00o 177.000.000 432.000 435.000 Unit SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASTONAL BUS Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (21 Roda 6 dan/atau Bus Sedang (3) Unit Unit (+l 522.OO0.OOO 420.000.000.000. MALUKU 3 1 .000 298.000 267.OO0 418.000. RIAU 270.000.000.000.000 418. SULAWESI SELATAN 28.000.000 435.000.000. JAWA TENGAH 1 5 .000.000 172.000 262.000 172.000. JAWA TIMUR Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit r77.000.000.000 270.OOO.000 316.000 420.000.000.000. P A P U A 3 3 .000 204.000.000.000.000 181. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .056.OOO.000.000.000.000.00o 407.000.000 218.000.000 418. NUSA TENGGARA TIMUR 20.OOO.000 306.000 302.000.000 181.I.OOO 277.000.000 409.000 187. SULAWESI BARAT 27. KALIMANTAN BARAT 2 r .000.000.000 314.000 271.000 s05.000 208.000.000.000 439.000 414.000.000 181.000.000 300.000. SULAWESI TENGAH 29.000 433.

JAKARTA 1 4 .000.000 35.33.000 . YOGYAKARTA 1 6 . .00-oj_00--o- 5..000.9:q90. Unit 30.000 lAlu{_ -9e-. BANTEN t 2 .000 q0.000.000 ?. KALIMANTAN BARAT 2 L . O O O .000.000 7: 9 8 .000. t3t V-ri!.0o0 _ 3l:OOO:qqo .000. ___ 30. .000 .Ufttl U-ltt .ooo. Unit Unit Unit RIAU KEPULAUAN RIAU 30.099:-0_q0 31.009 32. KALIMANTAN TENGAH 2 2 . MALUKU 32:000. MALUKU UTARA 32.000.000.00O 33.OOO 30.000. 36. GORONTALO 2 6 . O O O .000. NUSA TENGG.0-oo ?9_1q0_o_:0.000 34.000.000 33.000.000.000 3&000. ?8.000. SULAWESI SELATAN 28. SULAWESI BARAT 27.000.000j00_0 29:OOO1OOO 19: uqi!.OOO _-9-0:9.000. BALI .OO9 _3_1.000. SULAWESI TENGGARA 30. D. SULAWESI TENGAH 29.OOO.000.-ooqpqo_ 37.000.00q.ARATIMUR 20.q3:gog:qoq q-s_. PAPUABARAT ..000.o00 _99.oo0 19:NUSA _ 29..000 30.000 34.:OOO.000 36. KALIMANTAN TIMUR 24.000 11.000.___q9_:09q000 35. O O O 33. -__ 31-.000 30.qgo _ -_35.000 33.-ooo 30.oqg:qog 31.0o 29. _3-2:000. _ ?e.000 _ 35.000.OOq.K.000 9"it Unit _ Unjt Unit Unit 3 1 ..OOO.0q0 29.000 ?8:000.O00.00q.000.00_0 3O.000 2 .000 31.92.-_ . J A M B I 6 u$t Unit I-lfr_it Unit Unit 9yl4trERABARAI SUMATERA SELATAN BENGKULU BANGKA BELITUNG 3l:qoq:qq-o 3 1 .000. JAWA BARAT 1 3 .000 _ . _ Unit Unit 3l:090.09_q unit_.000 28.q-o_o_ 34.000 31.000 TENGGARA BARAT L9.090:099 33.OOO.000 23.000_. SUMATERA UTARA 3 4 3 1 . O O O . U-n!t .000. KALIMANTAN SELATAN u41 9ni! uri! Unit Unit Unit Unit Unit _ _ tlnit Unit _.000 -33j0q0:000 34.ooq:qoo -.. SULAWESI UTARA 25._ _rt4!. JAWA TENGAH 1 5 D.000.000.I.OOO 31.qo.ooo _3-0.000.OOO -.000.000..000 29. JAWA TIMUR 17.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1324 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN (dalam NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR t4l LAPANGAN (51 12l I .00{ __ 35.I.000 _ _29:900.000.000 30.000. LAMPUNG 30.000_ 33.

I.000 600.000 24.000 440.O00 390.000 ___q9o:090_ 460.000 650_OOO 1 9 NUSA TDNGGARA TIMUR 20.000 620.000 _460:0_0.000 900.000 450.000 850.000 900.000 650.000 500.'A soPIR/ PTSURUH (6) PAKAIAN KEzuA SATPAM (U \CEFI (2) SUMATERA UTARA (s) 400.000 450.000 850.O00 440. )IUSA TENGGARA BARAT 610.OOO _ 110jp_o_o 44o.Q00 380.000 460.0 460.OOO PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I PAI{AIAII KER.000 550.000 1.000 1.000 500.000 920.000 1.000 660.O00 610.000 450.000 680.000 1. ]ULAWESI SELATAN 24.000 450.000 SUMATERA SELATAN 8 . KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN 22 KALIMANTAN TENGAH SELATAN __-.000 500.O00 610. ]ULAWESI TENGGARA 30.000 440.O00 440.000 600.O00 900.000 850. BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG 1l BANTEN t 2 .000 600. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 590.O00 360. L7 B A L I 1 8 .000 360.000 4s0.000 610.O00 650.200.000 500.000 t"l .000 440.000.qq_o 500.000 900.000 6qg:000 _ 6s0.O00 1qg. PAPUABARAT s90.300.000 500.000 780.OO0 450.000 450.o00 590.000 440.000 650.000 6 1 0 .000 790. JAWA BARAT 13 D.000 1.000 __ *914.0oo 440.000 900.000 520.{WESI UTARA 25.000 sgo.000 _149:9_0_0_ 390.1O_O-:0-0_q 400.000 700.000 390.000 550.000 460.000.000 380.000 500.O00 650.q09 450.000 460.000 390.ssq'.100.OO0 350.000 610.200.000 450. GORONTALO 26.000 450. O O O _* 44_0:qq_q360.000 800.O00 650.000 650.000 340.000 440.000 440.400.000 23 KAL]MANTAN TIMUR 4so.000 500.000 400.000 460.OO0 930.000 1.I.000 530.000 500.000 6so.00o 530-OOO 500.000 390.000 1.o00 650.499900.o00 lo.000 460.000 410.O00 3. J A M B I 6 .000 1.000.000 660.000 800.o00 400.000 850.000 440.000 500.qg-o 400.000 490.000 900.09q 430.000 400. SUMATERA BARAT RIAU 4so.s00.000 610.000 t7l 980.000 450.000 520. ]UI.000 900. SULAWESI BARAT 27.000 970.000 s40.000 8so-ooo 910. 6so.000 JAWA TENGAH D.000 550.000 650.000 390. JAKARTA l4 IJ.000 500.000 950.K.000 _ _ .000 490.000 6sq:q0o _ .OOO 9 .000 660.000 900.O00 360.000 400. YOGYAKARTA JAWA TIMUR 3s0.000 490.000 400.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK -L425 SATUAN BIAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS ISTEL} ITO PROVINSI PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610. ]ULAWESI TENGAH 29.000 6s0. LAMPUNG _ _15o.9-qg 500. I(EPULAUAN 5.000 390.000 s9q.000 500.000 450.O00 380.000 750. R I A U 4 .

ooo 450.000 1.000 260.000 1.000 760.000 240.000 910.000 240:OOO 290.000 330. I I PROVINSI QI ACEH HALFDAY FULLDAY FULT.000 450.000 545.000 .OOO 240.1 Menteri & Setingkat Menteri DI LUAR KANTOR ru NO.000 220.000 910.350.000 930.000 400. 13.O00 250.SOARD 2 3 4.O00 1.000 1.000 910.000 260.116.020.240.000 310.000 500. 30.000 260.000 458.OOO 240.OO0 1.450.I.000 930.000 260.OOO (s) 1.000 800.260.000 1.OOO 18 t9.O00 .000 310.OOO 41s.OOO 240.000 450.OOO 200.OOO 300.q00 432.OOO 400.000 910.000 1.000 310.OOO 350.000 521. L4 260.o00 3i0. 1 6 .300. 29. JAWA TIMUR 17 ?sq.000 380. 23 24 25.000 350.OOO 15.o00 1.000 220.000 350.OOO el 435.OO0 MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 310.OOO 240.000 350. 2L 22.000 270.OOO 800.ooo 930. 26 27 28.032.000 1..ooo 400.000 910.OOO 400.000 930.OOO 425.000 1. 5 6 7 8 9 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D K.000 540.000 370.00o 275.000 .000 240.o00 910. 20. YOGYAKARTA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWES BARAT SULAWES SELATAN SULAWES TENGAH SULAWESI TENGGARA (3) 260.000 450.000 1.000 420.oo0 305:O00_ 482.000 930.O00 450.000 930.000 800.000 300.025.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1526 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN 26.ooo 825.OOO 370.000 350.OOO 350.020. 31 32 33 310.000 960.100. l1 12.000 930.870.O00 372.000 930.160.000 400. JAKARTA JAWA TENGAH D I.040.O00 10.000 400.000 2.120.OO0 350.

000 420.I. YOGYAKARTA 1 6 JAWA TIMUR t7 BALl 1 8 NUSA TENGGARA BARAT t9.000 280.OAO 190.000 730.000 790.000 675.000 LV .000 230.000 262.000 24t. BENGKULU 10. PAPUA BARAT 230.CEH 2 .000 379.OOO 744.000 815.000 335.000 750.OOO 720.000 760.000 645. SULAWESI BARAT 27 SUT.OOO 340.000 230.000 337.000 190.OOO 770.OOO 290.000 210.000 725.000 740.000 190.000 245.000 800.000 690.000 401.OOO 978.000 1.000 fULLDAY TULLBOEND NO.000 690. D.000 336. SUMATERA UTARA 3 RIAU 4 . SUMATERA SELATAN 8 .OOO 280. SULAWESI UTARA 25.16- 26.OOO 740.000 355.O00 A.000 456. GORONTALO 26.000 340. D.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK .I.000 820.000 344. KALIMANTAN TIMUR 24.OO8.000 350.000 181.000 810. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 190.000 210. JAWA BARAT 1 3 .000 190.000 820.000 324.OOO 740. {1} I PROVINSI (21 &l (s) 1.000 30.000 287.000 280.000 600.000 340.000 785.000 190. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33. KEPULAUAN RIAU 5.000.000 200.OOO 270.000 320.000 280.640.000 250.000 700.000 280.OOO 185.000 678.000 190.000 180.2 Pejabat Eselon I & II dalam ru HALFDAY (3) 207. J A M B I 6 . JAWA TENGAH 1 5 .O00 250.000 270.000 280.OOO 350.000 274.000 235.000 740.000 740.000 1. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN TENGAH 22. JAKARTA t4.ooo 300.000 340.OOO 280. SUT-A.000 400.000 390.000 165.000 405.000 188.K.AWESISELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29.000 170.000 840.WESI TENGGARA 400.OOO 200.000 408. KALIMANTAN SELATAN 23.000 320.000 490.000 830.000 640. SUMATERA BARAT 7 .000 335. LAMPUNG 9 . BANGKA BELITUNG 11 BANTE N L 2 .000 210.

NUSA TENGGARA BARAT L 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2 t .000 595.000 640. SUMATERA UTARA 3.000 665.000 295.000 150.000 465.000 176.000 280.000 180.000 _ 140.000 335.000 145.000 200.000 347.000 260.000 505.000 305. YOGYAKARTA 1 6 .000 160.o00 275. JAKARTA L+ JAWA TENGAH 1 5 .000 175.000 329.000 395.000 183.000 336.000 755.O00 t62. 10 11 12. SULAWESI UTARA 25. GORONTALO 26 SULAWESI BARAT 27.000 530.000 251.O00 140.OOO 230.000 550.000 540. 31 32.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -L7- 26.000 535.000 FULLDAY HI 300.O00 180.000 240.000 570. KEPULAUAN RIAU 5.000 479.000 157.I.000 165.O00 iab-.000.000 135.OOO D.OOO 30.OOO FULLBOARD (21 ACEH (s) 650.000 540.O00 235.000 240.000 228.OOO -208.000 160.OOO 9.000 230.000 200.000 630.000 645.000 220.000 433.000 130.000 630.K.I.OOO 2 . KALIMANTAN TENGAH 22 KALIMANTAN SELATAN 23 KALIMANTAN TIMUR 24.000 494.OOO 228.000 277. 8 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG 185.000 445.000 205. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 168.000 T'L . BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT 192.000 162.000 534. RIAU 4 .000 130. 6.000 480.000 498.000 210.000 175.000 157.OOO 256. 33. 13.000 1.000 480.000 185.000 564.000 297.000 330.000 205.000 825.OOO 305.000 576. JAWA TIMUR L7 BALI 1 8 .3 PeJabat Eselon III Kebawah NO. SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 230.000 132.000 705.000 605.ooo 310.000 563. I I PROVINSI HALFDAY (3) i80.000 288.000 665.000 540.000 170.000 240. D.000 132.000 210.000 144.

OOO 5.ozt.ooo 4.OOO 5. 4 7 L 000 4.O16.9B4.139.000 10.599.861.530.342.000 2.O4O 6.O4O 5.466.295.7 Br .000 z.000 2.455.268.000 1.182.OOO 2.583.353.407.000 2.000 4.861.065.000 9.OOO 2.OOO 5.86t.000 5.674.OOO 5 .867. 4 t 2 000 5.4L2.000 15 I6 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAYAPURA JOGJAKARTA KENDAR] KUPANG MAKASSAR MALANG ' 5.000 8.000 3.000 3.000 3.000 2.OOO .664.000 r.000 3.856.995.O00 4.888.000 7.230.000 10.952.568.000 3.824.OOO 6.000 7.OOO 4.OOO t7 1B L9 JAKARTA JAKARTA MAMUJU MANADO MANOKWARI 1.081.519.413.519.000 - s.000 4.OOO 2.824.44O 4 .OOO 2.OOO 2.829.000 2. 11 3 .984.193.252.000 3.824.348.177.808.OOO 4.492.434.000 13.OOO 14.658.ooo PALU PANGKAL PINANG _3q 31 32 33 34 35 36 37 3B 39 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TERNATE TIMIKA AMBON AMBON AMBON AMBON DENPASAR JAYAPURA KENDARI MAKASSAR MANOKWARI 9.000 3.OOO 4.L82.Qqo 4.226.O54.23r .364.316.305.107.797.262.OOO I 7 B 9 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA BATAM BENGKULU BIAK DENPASAR 4A67.695.O." MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .OOO 4.081.161.OOO 5.824.OOO 4.268.000 7.460.000 3.102.O22.OOO 7.O00 5.000 EKONOMI (5) 7.000 7.000 14.000 2.000 3 .000 3.830.OOO 20 2I 22 23 24 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 25 26 27 28 29 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA t6.18- DINAS DALAM NEGERI (PPI 27 SATUANBIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN (dalam ru NO KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) AMBON BALIKPAPAN BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANJARMASIN BISNIS @l (1) 1 2 3 4 5 el JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA 13.OOO 2.252.O00 10 11 T2 13 I4 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA GORONTALO JAMBI 7.065.000 7.00O 2.000 3. 0 0 0 2.001.ooo 7.285.027.487.44+.000 4.000 2.000 7.583.OOO 8.

990.412.760.076.626.OOO 4.14_0.5.OOO t2.803.369._6q_9.4B2.097.279.O00 9.508.000 5.zcg.000 6.000 3.530.OO0 9.000 7.647.o[z.OOO 4.zz.000 1O.000 8.140.445.926.749.246.000 10.257.760.O00 6 . L L 9 oo0 6.150.OO0 10.OOO .O00 to.380.739.OO0 f5) 3.B4O..000 7.g4z.947.O4O 8.OOO BANDAR LAMPUNG PADANG PALANGKARAYA 6.996.5:3_g.648.000 6.ooo g0_0 5:B4q 4.OOO 5_:123.594.BB91OO0 18.ooo 9.664..KASSAR MALANG MANADO BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG MATARAM MEDAN 14.OOO !.445.444.000 5.380.OOO BIAK DENPASAR 1 4 .q:.000 9.744.OOO t5.OOO 4.113.O00 3.000 5.000 5.000 t2.129.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19(dalam NO {1) KOTA ASAL QI SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN 3) PALU SORONG SURABAYA TERNATE BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG BISNIS @l EKONOMI 40 47 42 43 44 45 46 47 4B 49 50 AMBON AMBON AMBON AMBON 6.798.401.760.B_ A_LIKP_APAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN BALIKPAPAN 58 59 BANDA ACEH BANDA ACEH 60 61 BANDA ACEH 62 BANDA ACEH 63 BANDA ACEH 64 BANDAACEH 65 BANDA ACEH 66 BANDAACEH 67 BANDA ACEH 68 69 PALEMBANG TEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN 70 7I 72 73 74 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 10.000 3.OOO BANDA ACEH BANJARMASIN BATAM a.000 3.295.199.000 2.305.000 3.000 18.000 10.00O 6.354.OO0 5.ooo 5.161.167.OOO 4.OOO 10.155.OO0 5.134.O00 4.O0_0 5.835.OOO 10.000 3.445.000 9.354.00O 19.OOO 7p_ 76 77 78 79 BO B1 82 B3 B4 BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JAYAPURA JOGJAKARTA KENDARI BANDARLAMPUNG BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG I\44.445.O00 9.000 8.979.000 BALIKPAPAN 53 54 .o00 5.OOO 15.000 ro. 7 8 L000 7.236.749.000 4.1+9.000 9.000 5.ooo L2.439.568.7r7.493.OOO 7.000 811_6_1.000 11.L29.000 9.487.OOO 4.449.637.o99_ 5l 52 to.ooo 19.193.845.071.504.O00 3.OOO 3.985.O00 12.530.765.000 2.000 8.000 6.316.000 5.813.408.000 L/ .086.OOO _6.000 4..150.000 2.702.OO0 4.000 5.000 9.305.674.OOO BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN 6.

958.O22.931.000 7.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- ru NO 1 KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3 PALEMBANG BISNIS EKONOMI (21 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 85 86 87 BB B9 90 9L BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO AI 4.433.000 -o.AOO 2.000 - JOGJAKARTA _ MAKAS_SAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU - 8.OOO 4.OOO 3.OOO 4.717.936.289.OOO 3.oes.546.396.936. 6 2 6oo0 92 93 94 95 96 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BATAM DENPASAR JAKARTA JAMBI JOGJAKARTA PADANG 3.OOO 2.824.000 2.369.OOO 3.476.000 8.sst.263.iiz.94L.792.OOO r02 103 104 105 106 t07 108 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG PALEMBANG PANGKALPINANG PEKANBARU SEMARANG SOLO 2.097.193.ooo " 6.000 1.385.OOO )ry 115 116 t!_7_ 118 i19 BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN PEKANBARU SEMARANG SOLO 7.663.498.000 5.OOO ir.220.824.OOO 8.957.000 120 L2l r22 r23 r24 BAiAM 125 )2Q r27 t28 BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BANDA ACEH DENPASAR JAYAPURA to.337.zaz.OOO 4.B24.OOO SURABAYA TIMIKA ts.375. .000 4.760.000 5.000 8.049.OOO 5 .000 16.000 4..359.OOO 5.000 97 9B 99 100 101 o.000 .000 3. 4:99910_00_ 6.439.OOO 4.O22.000 2.000 3.696.386.O00 6.ooo 8.599.412.931.SAR JAYAPURA JOGJAKARTA ro.006.000 _ 3_29?:qqo_ 1.Izg._qq0_ 8.000 8.407.000 8.129.gos.OOO 492O:OOO 9.OOO 3.450.000 4.OOO 5.642..686.0OO ro.738.ioo 5.2}b5.482.942.380.027.508.792.-395.i23.578.OO0 /.936.594.268.707.000 3.000 4.316.OOO r29 BATAM PONTIANAK 4.145.000 6.439.000 4.OOO T L 2 BANJARMASIN 1 1 3 BANJARMASIN MEDAN PADANG PALEMBANG 10:516:-00o_ 9.370.583.OOO 0oo ).OOO 3.413.4&. 53:Ooq 7.000 3.OOO 4.000 4.000 10.OOO 6.000 2.+sa.63i.13s.OOO 4.OOO 3.AOO 3.000 Ui -tl .000 4.000 7.525.ooo 4.OOO 9.000 13..701.UUU 2.OOO s_URABAYA TIMIKA 4.647.O06.49B.ooq 5.ooo i0.ooo - D.856.000 SURABAYA TANJUNG PANDAN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN roq BANJARMASIN 1 1 0 BANJARMASIN 1_11 BANJARMASIN BANDA ACEH BATAM BIAK DENPA.723.000 7.749.O22.OOO 9.000 10.ooo 7.ooo 2.ooo 7.000 2.

OOO 6.2.851.000 6.274.00O 8.OOO 2.000 Llt I .O00 7.000 4.781.OOO " 6.108.000 4.B7B.32L.472.690.3110-oo 18.680.477 000 10.O49.600.000 4.OOO 7.11.622 oo0 1 8 .000 16.000 4.000 8.861.OOO.O75.000 11.000 7.OO0 3.925.664.OOO 6.631.OO0 PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR PEKANBARU PONTIANAK JAMBI JAMBI TIMIKA BALIKPAPAN BANJ_ARM_A_qr_N DENPASAR JOGJAKARTA KUPANG MAKASSAR MALANG JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI r64 165 r66 167 JAMBI i 6 8 JAMBI L69 JAMBI 170 JAMBI t71 JAMBI L 7 2 JAMBI 173 JAMBI 1 7 4 JAYAPURA MANADO PALANGKARAYA PONTIANAK .O00 7.OOO 3.O00 7.952.728.OOO 614?F:OOO 6.4OO 6.OOO 4.091.8.72e.O92.424.000 5.659.2.OOO SURABAYA JOGJAKARTA 3.434.873.615.193.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -2r- NO KOTA ASAL am ru SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN {3) SEMARANG BISNIS EKONOMI (1) e 1 3 0 BATAM 1 3 1 BATAM L32 BATAM 1 3 3 BATAM r34 BENGKULU 1 3 5 BIAK 1 3 6 BIAK L37 BIAK l 9 8 BIAK 139 I40 BIAK wl 7.OO0 6.707.OOO 7-.353.733.OOO 4.r82.000 9.738.000 7.621.27B.OOO io.000 11.AOO 4.995.658.733.551.893.407.gb6.OOO DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MATARAM MEDAN 4.O00 1.O00 15.OOO 5.278.OOO 2.541.333.000 9.091.932.615.OOO 4.000 8.OOO 7.O11.4OO 4.42B.476.439.OOO 8.OOO 5.O00 3.OO0 1€4o:Q09_ 10.O00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA TIMIKA JAYAPURA KUPANG MAKASSAR ' 16.OOO 8.498.OOO 3.1 19.4+q.O00 3.915.000 2.OOO 2.ooo 15.000 L5.ooo 3.193.000 7.000 8.000 8.000 2.653.557.000 8.909.O00 9.097.SEMARANG SOLO 8.845.145.O00 9.000 1.648.782.942. 7 i 8 ooo 16.O00 13.OOO 7.952.10B.883.OOO 1.568.589.O00 6.000 9.899.300.140.000 4.129.000 4.O00 8.O9O 3.808.690.390.108.OOO 4.OOO SOLO SURABAYA TIMIKA PALEMBANG BALIKPAPAN BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA 1.57 158 159 160 161 L62 163 BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MEDAN _.000 16.000 4.145.-99O:O09 10.OOO 1.081.OOO T4T r42 r43 114 145 r46 t!7 t48 r49 150 151 L52 153 154 155 156 1.OO0 4.2.000 7.444.888.

O00 B.7_.000 6.000 .OOO 10.OOO 8.000 1.129.ooo 7.108.289.OOO 1BB 189 190 191 193 t94 195 r9_? KENDARI KENDARI JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI PEKANBARU PONTTANAK TIMIKA BANDA ACEH DENPASAR JOGJAKARTA PADANG PALEMBANG 6.LO2.327.193.000 10.615.000 17.000 10.000 5.000 3.322.O87.000 8.482.102.386.840.000 4.OOO 4.OOO 2TB 21.633.000 17.000 7 819.263.000 11.097. 0 0 0 6.000 5. 6 4 8 .027.o00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA DENPASAR MAKASSAR 9.000 5.381.659.054.969.48r .O00 18.519.MENTEBIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -22- dalam ru NO I KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) MANADO MEDAN BISNIS EKONOMI el 22.:q_59j9OO 9.435.000 4 .765.932.893.487.OOO 5.167.OOO 4.182.1.OOO 4.OO4 5.O92.000 2.OOO 2.722.000 185 186 L87 JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG si/22.000 9.o3g.OOO 9._q37:OOO 11 .O00 5.161.000 5.204.786.798.OOO 8.OOO 18.873.536.O22.311.273.000 10.567._000 i5.OOO 10 129.000 8.166.460.000 MAKASSAR 5.776.O00 11.7.108.ooo_ 2.568.000 B.000 5.000 P_9NTIAIIAK e..953.OOO L75 L76 JAYAPURA JAYAPURA t 7 7 JAYAPURA 178 JAYAPURA 179 JAYAPURA 1 8 0 JAYAPURA 1 8 1 JAYAPURA r82 JOGJAKARTA 1 8 3 JOGJAKARTA 184 (5) 11.O00 2.os9.000 4.348.LO9.706.000 3.407.749.000 3.obii 4.000 3.723.166.O00 5.455.000 6.000 7.OOO 12.322.000 3.000 7.466.000 16.525. 3 1i .OOO 4:931.722.OOO 9.000 7.OOO 5.OOO F_Ar4ryr 196 197 KENDARI 1 9 8 KENDARI 799 KENDARI 200 KENDARI 20L KENDARI 202 KUPANG 203 KUPANG 204 KUPANG 205 KUPANG 206 KUPANG g.861.000 5.493:0_0q r0.9 MALANG ro.663.717.103.O00 16.0_0q 5.o0o PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO SURABAYA ?97 208 209 2LO MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR Br4K JAYAPURA KENDARI MANADO TIMIKA BALIKPAPAN 2tr 2L2 2L4 MAKASSAR MALANG ?-r_3 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG 2t5 BA-NDAACPH BANJARMASIN BATAM TQ BI4II JAYAPURA KENDARI 2L7 11.000 5.O00 9.000 ---i.000.380.658.380.000 8.134.000 4.787.327:OO_qLr.770.536.000 9.140.OOO 3.000 16.O00 10.000 14. 0 0 0 6.909.OOO - 3.220.

262.461.460.ooo 10.744.i* -.316.193.000 4.000 233 234 235 236 237 MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM -_PO_l!TTANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMiKA BALIKPAPAN .102.750.552.000 LO.OOO 6.4L7.000 16.OOO 6:396.258.OOO 2.OOO PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH 7.803.246.OOO 12.000 4.990.0O0 MATARAM MATARAM PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH 2.OOO 4.8:000 7.000 9.000 6.718.637 oo0 4.000 15.000 5.000 18.738.615.000 _ {5} 6.000 4.385.0OO MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO 12.000 4.000 9.QOO5.909.000 15.OOO 8.OOO 5.OOO 4.rs3.065.OOO 3.829.OOO .OOO 9.ogg s.134.953.OOO 4.OOO 8.000 14.012.744.000 10.000 4.O00 13.0q0.706.I\\\\- .504.OOO 4.2B4.N*.000 4.AYapuna-* JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 7.000 12.OO1.000 6.OOO MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM 245 246 247 248 249 250 10.000 9.000 5.461.995.145.11.OOO 4.685.925.926.000 5.327.000 6.199.71.000 14.739.55r.OOO 9.OOO 10.OOO 9.000 g:p46.402.958.867 ooo 4.461.OOO 8.765.733.-ooo 7.803.364.167.851.600.311.835.504.7.909.230.OO0 24r 242 243 244 MATARAM MATARAM .888.OOO 4.000 8.000 3.439.000 4.OO0 6.000 10.000 8.574.504.PADANG PALEMBANG PEKANBARU 13.193.546.873.OO0 12.R h e.000 7.466.OO4 3.000 9.2B4.OOO 238 239 240 MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM BATAM BIAK 5.BANDA ACEH BANJARMASIN -' - 12.////I N-ffi-U \W"r[iTg KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -23- dalam ru NO KOTA ASAL QI SATUAN BI AYA TIKET TUJUAN (3) BISNIS I4l EKONOMI 220 221 222 223 224 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 225 226 227 228 229 230 23L 232 PEKANBARU TIMIKA MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MEDAN .OOO 8.937.000 6.O00 to.000 8_.696.O22.000 8.000 11.092.000 9.O55.899.7L7.OOO MATARAM MEDAN 25r 252 253 254 255 256 257 258 259 260 267 262 263 264 2.846.246.407.OOO 4.r72.OOO 2.000 5.000 8.O00 4.000 9 455.32t.000 3.552.974.599.000 7.78L.915.O00 5.546.000 8.000 5.

000 6.739.94L.doo 3.000 3.466.U(JU s.OOO 7.284.979.187.8os.685.OOO - 4.894.097.000 7.305.252.O00 +.739.236.469:009 3.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam rupial NO 1) KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) BATAM BISNIS el PALANGKARAYA rcl B.696.OOO B.000 6.O00 3.268.829.OOO 4.oob 7.845.000 9.?92.118.210.O00 2.OOO 4.OOO 8. O9.000 1..000 3.000 3.000 3...OOO 9..236.000 6.000 12.000 SS.Qo9_ 8.915.OOO 27r 272 273 274 275 276 277 PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG e.252.878.000 12.279.OOO 999 307 308 309 310 311 PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR 6.000 6.000 5.obo 5.9.23|.000 7.760.220.sioo 3.412.OOO 5.OOO ?\? 3i4 315 316 SOLO SURABAYA SURABAYA SURABAYA 3 1 3 SURABAYA MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA .000 6.883.038.O4O 4.000 3.7.829.000 8.O00 278 279 280 287 283 284 PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALU PALU PALU 232 SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG z.262.423.477.744.OOO r.000 7.000 4.{.198.000 6.161.OOO 4.000 10.OOO PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG 7.000 3 915.444.000 1s.000 5.OOO +.878.OOO PANGKALPINANG 29r 298 299 PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA 7.000 9.000 2.OO0 6.829.979.578.]{.000 4.631.466.Ju 4.6 .000 7.300.659.781.060.808.000 4.000 5.ooo 1.578.642.OOO 1 6 .O22.000 .086.OOO 9.653.OOO 8.O00 6.000 3.000 _!4AKASSAF TIMIKA i r.936.94 t.797.337.OOO 5.OOO 5.675.os6.797.262.840. 7 7 1 oo0 9 915.2.8E3.557.O00 - 3.957.326.O00 3 818.000 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 2BB PANGKAL PINANG 289 SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN 290 29L 292 293 294 295 296 PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 1.000 3.733.076.000 4.ogo.OOO 300 301 302 303 304 305 PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG 7.O00 3.765.2gi.O00 3.OOO 3.888.663.936.OOO 4.OOO 5.535.O4O 8.140.000 8.888.000 4.000 ' .626.0O0 3.000 3.514.433.O22.O65.24L.OOO 8.000 4.47.685.000 4.904.s85.706.000 9.4A7.OOO 8.OOO .000 3.000 4.391.OOO 265 266 267 268 269 270 EKONOMI (5) 4.589.091.241".OOO 15.000 3.204.000 6.883.QOU 7.OOO 4.

O00 50.O00 B 9 10 11 L2 13 L4 15 i6 LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK 100.000 115.000 290.000 171.I.OO0 125.ooo 285.000 70.000 60. (1) 1 I PROVINSI QI ACEH SATUAN {3) OK OK OK OK OK OK OK OK BIAYA TA 2013 (41 90.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 2A SATUAN BIAYA TAKSI PEzuALANAN DIIVAS DALAM NEGERI NO.000 48.O00 t7 18 19 20 27 22 23 24 25 26 JAWA TENGAH D.000 125.K.oo0 82.000 170.ooo 110.O00 315.000 60.000 120.000 48./ .OOO 90.000 125.O00 72.O00 110.O00 115.000 110.000 90.000 .000 91.I.000 70. JAKARTA OK OK OK OK OK 80.OOO 2 3 4 5 6 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA SUMATERA BARAT SELATAN 70.000 60.000 90.000 KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33 PAPUA BARAT 125.

24t - 9'2773.399 16.018 2! 874 L 7 325 g.994 ___3.s91 3.237 L7.eir LL.335 23.47L 6.5'5-9? I7 18 19 r7.63sLl.564 7.29r EROPA BARAT 20 2l Vienna Brussels _ 10.749 3.399 9.966 7.468 11.:357 3.702 i.353 12.902 t4.832 15.ii 5.520 10.623 8.089 2.426 11.587 _ _1?.970 5.L78 3.77r 3.240 -9.713 4:!7-7 _ 5.870 .743 9 10 11 L2 13 t4 15 16 A_MERII{A SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERII{A TENGAH Mexico Citv Havana Panama Citv 18.1.76r 1.494 16.269 _ ___ _8j900 '1.727 e_.970 5.L87 6.223 3.1?4 10.809 6.753 New York 14.428 5 6 7 8 _QtJqwa San Fransisco foronto Vancouver Washington ./ .518 - i.487 5.458 8.393 t3.822 L4.750 10.2:266 t2.130 7..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -2629 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PPI dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA (21 AMERII{A UTARA Eksekutif (3) Bisnis 4 Ekonomi q 1 2 3 4 Chicago Houston Los Angeles L2.924 6.040 6.

681 3.464 8.446 14.771. 4.714 6.143 .023 9.9gg 8.le3 5.433 4.794 8.945 7.506 5.856 1'e29 5.773 3.TOJ?4 LO.9L7 10.331 3.393 8.q8q 6.631 3.309 10.9TI 9.041 3.031 5.O49 Oslo EROPA SELATAN 35 36 37 38 39 40 4l Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd t7.333 3.34t 4.537 4.746 4.931 5.L13 s.Moscow 42 PEqPAlI!4gR_ 6.O74 3.92r 6.277 6.370 27 28 29 Amsterdam EROPA UTARA Copglhagen Helsinski Stockholm London 31 32 34 9q 93 9:696 10.73A 3.056 3.383 3.166 5./ .126 6.982 6.033 2.334 ?.839 10.:o-?q 6.O29 7.980 9.350 - Bratislava 43 Bucharest 44 Kiev 4s-.850 5.753 3.778 I4.446 4.331 25 26 rI.767 41774 6.959 4.825 4.158 9.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA dalam U NO t KOTA Eksekutif BIAYA TAHUN 2OL3 Bisnis 4 Ekonomi q 2l Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva 22 23 24 3) 10.355 3.851 5.478 10.206 3.?5*6 4.860 9.541 .153 4.

966 LI.447 +9 50 AFRII{A BARAT Dakkar Abuja 9.599 5.I75 Ly .958 5.706 4.484 7.052 ro.419 6.848 8.777 t2.665 5.282 5.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -28dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA Eksekutif 2 Praque Sofia Warsaw (3) Bisnis 4 Ekonomi 5 46 47 48 8.747 10:6_q0_ 17.000 6.915 5.779 8.808 6.081 9.900 10.733 5.593 9.6L2 3.904 8.551 9.O37 3.820 5.255 7.774 8.555 6.94L 11.473 6.910 6.818 AFRII{A TIMUR 5 1 Addis Ababa Nairobi .72r 4.507 7.552 8.848 7.770 4.24r 14.275 59 60 67 AFRII{A UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat 62 63 64 Tripoli T\rnisia 9.570 7._?2_* 53 Antananarive 54 Dar Es Salaam 55 H_etq{g AFRII{A SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg 7.438 8.536 7.947 11 11B 5.330 6.732 8.748 6'1!9 5.451 3.975 4.524 56 57 58 18.281 3.tr1 4.700 7.

416 _9.966 82 83 84 85 _OS_ete__ To\yo 3:?o4 3.359 4.734 _ 2.f+o 2.727 3.835 L.999 2.148 6.298 2.679 3.- z.700 3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29 dalam BIAYA TAHUN 2OI3 NO I KOTA Eksekutif 2 ASIA BARAT 3 Bisnis 4 Ekonomi (s) 5.233 L.257 1.633 2.962 80 81 Beijing Hongkong 2.66L 8:453 L2.446 6.545 65 66 vteryrqe Baghdad Amman 64oo5.730 2.905 3.43I 4.283 8.595 3.?73 4.785 5.581 2.684 9.623 1.9q9 Uqrryang Seoul ASIA SELATAN 2.O89 7.737 7.675 I.3?s 3.421 3.617 13.737 _qq_ Eebp_sl.475 3.321 3.O28 .205 6.9=9 _2 4.976 5.643 4.510 3:110 3.000 77_ Muscat giyadh ASIA TENGAH _ 7 8 _ Tashkent 79 Astana ASIA TIMUR !3.639 5:390_ 6.703 5.56L 67 68 69 70 7I 72 73 74 75 76 Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah 6:77! 7.343 8.545 3.878 3. __ 87 Teheran _ 6:3oJ 4.216 8.433 7.490 3.920 .449 5.727 3.156 3.745 _ 3.864 1.469 5.

237 2.503 9tL 919 823 I.656 r.633 2.2T2 r.327 92 ASIA TENGGARA Baqdar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi _e_9- 93 94 95 L.235 525 694 585 1.?'8F8 3.195 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu 1 0 0 Kuala Lumpur 1 0 1 Manila IA2 Penang 1 0 3 Pnom Penh 97 98 99 1 r!7 1 155 2.506 6.926 4.150 545 r.833 L.981 673 r.900 3:8_14 2.562 2:4L7 3.77r _ _ 8.318 6.561 J\2 113 _ f_o1!\{qrepby Sydney 5.226 3.689 M_-elbqqryg 10_e___ " 1 1 0 Noumea 111 Perth _ 4.OO9 2.420 1.780 1.158 2.MENTFRIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30dalam U BIAYA TAHUN 2OT3 NO KOTA Eksekutif Bisnis (4 Ekonomi (5 I 2 Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi 3 3 .557 t14 Vanimo __ll_s_wgtti[gJo_q_ _ 2.202 997 r. 11 9 3.627 403 to4 105 106 Singapore Vientiane Yangon ASIA PASIFIK _ ?Q74 I.886 6.558 1.894 1.801 7.677 1.6L4 766 1.757 1.687 .053 L07 108 Canberra Darwin s.063 5.453 918 2.252 4.o92 2.628 r.940 4.482 88 89 90 91 2.9r7 1.501 4.380 3.833 1.333 L.525 5.500 3.O25 1.629 3.740 4.628 2.413 .64L 1.344 2.468 2.427 659 I.034 2.96+ 5.398 4.

2.O3L 3.270 t.319 1.O76 2.L95 ).220 r._ r.1s0 2.690 .270 37 37 37 39 2 a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -31 30 SATUAI{ BIAYA PTNYTLENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 3O.690 2.1.262 18 i9 AMERIKA TENGATI Mexico Citv Havana 1.?.038 _ .150 91 113 79 101 80 r.150 90 77 85 r.9 30 334 254 130 99 2. Houston Los Angeles r.Iamuan (oHl (8) (s) 18 18 18 T9 (71 94 94 94 99 106 94 106 106 94 I 1.307 r.963 4 5 6 8 9 New York (termasuk KJRI New Yorkl Ottawa San Fransisco loronto 89 89 89 94 1.910 - 2?22 28 22 .O22 .52L 3.768 96 153 84 l07 85 95 8l 89 Caracas 20 L6 18 15 17 Paramaribo Santiaso de Chile Quito Lima .I70 L.899 1. Pengamanan Sendiri.839 90 88 84 85 83 79 21 22 23 24 25 26 r.391 1.776 L?7 * _ 9 e 2..270 2. 1.L72 1..509 22 22 23 23 22 28 -.368 ry+t27 L66 127 166 L27 r34 103 101 105 105 99 27 28 29 130 99 " _L9_19 1.799 5.777 1.099 38 47 33 42 33 37 32 35 18 22 16 1.270 I.256 1.420 2.f ATKr Langganan Koran/Mqialah.307 r.985 35 35 L7 2.220 1.947 2.373 3.185 L2 13 T4 15 16 L7 Brazilia Boenos Aires r.220 7.521 2.691 2.690 2.001 1.910 2. NO KOTA ATK (or) (3) I (21 AMERIKA UTARA Ohicago Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf (41 Lampu (buah) Pengamanan Sendiri (oBl (6) Kantong Diplomatik (kgl .657 T6 I6 20 Panama Citv EROPA BARAT Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva Amsterdam _ .478 T.270 20 20 18 2.553 2. Lampu.?.L7O 1.3q 264 259 269 269 254 334 254 254 .836 100 89 __19 _ Fogg!q 11 1.307 42 37 42 42 37 20 18 100 89 100 Vancouver W3lhi11$on AMERII{A SELATAN r.o?? 1.779 3. Kantong Jamuan Diplomatik.509 i0 1.I20 rs2 r29 2.

947 1.232 2.??o L.732 1.?eF 2.ILs r.895 2.220 r.o7o 7.+rasvc 1.978 3.668 1.773 L43 t34 143 13e 148 40 35 35 40 35 ral rr' li r .096 _.690 7.232 2.O82 2.220 1.O29 r32 L23 732 sq D/ Dql Es Qalaee Harare r.082 2.220 r. _ ! 4 8 r.669 2. 23 I9 .962 2.936 r.760 _ 2.220 t.776 2.732 rt7 118 12I I23 84 90 91 _?o 2L 93 95 2.220 Eqo.ere4 Vatican EROPA TIMUR r.270 18 20 20 2.749 3.375 2. 128 i36 5 5 5 5 5 r.966 28r 259 254 26L 3.340 3li 145 156 158 161 165 L77 151 177 22 22 22 26 209 2L5 ro2 L27 2F6 108 36 37 38 39 40 4L 42 43 Zaereb Athens Lisbon Madrid Rome 9.? 2.978 33 34 35 Oslo EROPA SELATAN 2.34r 2.867 t9 47 48 49 50 51 Kig_y -_ Moscow r:229 _ _ _ .19 19 20 1.275 1.220 t7l 150 22 79 _ 79. + ' Bratislava 45 Bucharest r.967 _ 1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -32alam NO KOTA ATK (or) (3) (1) (21 BROPA UTARA Jopenhagen Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan! (4) Lampu (buah) Pengamanan Sendiri Kantong Dlplomatik (oBl (6) (ke) (71 232 2L3 Jamuan (oH) (8) 110 101 99 (s) 24 3t 32 Helsinski Stockholm London 2.910 1.220 _L:22Q r48 145 6 6 2.220 _ L48 148 148 161 __ L.220 L.220 183 Praque Sofia Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar t.220 22 t9 22 L32 113 86 to2 87 r. -2-:_585 3.478 ro2 99 86 + .9?e_ 1.341 .179 L.27L 110 96 95 L17 95 85 i06 85 85 85 93 95 95 103 52 53 n"huie AFRIKA TIMUR Addis Ababa Nairobi {ntananarive I.220 L.73.773 161 158 55 55 53 54 55 2.

557 2._ ?.534 t.690 1.220 Astana Baku ASIA TIMUR 1. .19 46 48 49 i.449 i.398 2.233 ?.I73 2.229 1.250 83 84 85 lashkent 1.464 1.220 .547 1..096 r32 L28 136 60 61 9sse-lqllr Johannesburs Maputo AFRII{A UTARA Alsiers Cairo Khartoum Rabbat Iripoli Iunisia +?8 5 5 2.035 2.SIABARAT 68 69 Manama 1.250 L.220 I-longkong Osaka r.L51 139 140 150 40 35 40 r37 131 +o 40 40 r.372 e?8 1.150 1.962 2.220 I. 4 9 45 46 Abu Dhabi Sanaa Jeddah t..575 2.363 1.220 82 Istanbul Dubai A..220 t.815 L.220 1.547 r.T7O 42r 385 363 399 385 381 399 408 372 376 394 376 399 408 5 5 J r.170 4t2 J 51 70 7l 72 Saghdad Amman Kuwait Beirut Doha r.220 L.150 46 46 1.7L 173 Muscat Riyadh .?41 1.220 138 r32 130 6 6 6 1.493 t.233 le __-.KEUANGAN MENTERI HEPUBLIK INDONESIA 33 alam NO KOTA ATK (orl (3) (1) 58 59 (21 AFRII{A SELATAN Windhoek Langganan Koran/ Mqialah (ekslempar/ bulanf HI Lampu (buah| Pengamanan Sendiri Kantong Diplomatik (oBl (6) (kel (71 t43 Jamuan (oHl (s) o c t8) 40 2.220 381 412 439 q 5 6 _ .O29 L.469 1.805 192 139 148 .220 1.244 1.]97 1.167 2.220 1. !7 49 47 46 44 .450 47 47 51 51 r.220 1.270 1.L70 L.270 r.270 Tolcyo _ 9 ! _ _ -Uglry-g4e 9 1 Seoul 92 Shanshai r.035 +6 44 45 48 48 86 87 88 89 Beijing 1.324 2.170 63 64 65 66 67 t.2L2 1.1o 40 43 62 L.524 2.-\.962 1.574 L9+ 177 L67 183 177 t75 183 51 47 44 48 47 46 r.I2O 1.170 5 5 5 5 5 181 L73 183 t87 - .r70 1.220 346 346 379 379 365 361 346 6 6 6 6 6 6 6 2.055 3.220 140 L47 151 6 6 7 r.220 5 73 74 7S 76 77 78 79 80 B1 Damascus Ankara _9 5 5 5 c 1:515 1.469 t..244 r29 189 A.SIATENGAH 1.270 t.220 r.I7O L.L70 4a _ _.

362 981 1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -34Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf NO KOTA ATK (orl (3) Lampu (buahl Pengamanan Sendiri (oB) (6) Kantong Diplomatik (kg) .480 5 4 4 83 82 83 66 66 _L!_6 Ett4i"e IL7 Tawau ASIA PASIFIK 1 1 8 Canberra 1 1 9 Darwin L20 Melbourne L 2 t Noumea r22 Perth L23 Port Moresbv L_l70 1.220 52 52 50 52 48 49 o L23 t24 t25 Sydney Valimo L.8_0-._22 100 92 1.220 t26 _ L?7 t28 Wellineton Suva Dilli L.22I 60 60 60 't5 1.134 1 .t59 2.170 1.945 1r3. L.170 5 5 5 4)4r 1.221 2.265 97L 75 75 75 73 65 83 83 83 B1 81 66 66 66 _-.i70 I.2:0-89 I. 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 J 1.170 T.t70 I.O _ q 0 t.463 2.7lor.170 1.170 5 J _ 2.917 83 66 69 87 60 62 78 75 74 75 Singapore Vientiane tt4 Yangon 1 1 5 Songkhla L.r20 r.??.480 942 ___1.170 65 60 57 58 89 82 78 79 79 79 81 81 97 98 99 100 Islamabad Karachi New Delhi Mumbai -.t70 r.178 r.Iamuan (oHl {8) (1) (21 ASIA SELATAN Kaboul Ieheran Colombo Dhaka (41 50 46 44 45 45 45 46 46 (sl 6 5 5 5 (71 t.546 2.L7O 1.r.568 2.SIATEITGGARA 101 ro2 103 104 105 106 LO7 108 109 110 111 L12 113 Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi 1.495 1.170 1.350 1..220 t.170 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila 47 47 47 46 46 37 37 37 47 BgrenePnom Penh 1.329 2.227 1.221 - _ .0s2 1.747 Y/ .170 1.220 1.553 93 94 95 96 t. l.220 1.568 642 3.220 r.329 58 58 59 59 A.840 t23 123 123 133 oo 92 _ .160 642 1.220 52 52 52 5() 6 6 o o 2.220 1.90 60 1.170 r.1 5 8 6 6 6 6 llq _82 t2s 92 118 89 L23 TL4 LL7 92 86 88 5 5 _ __.2to t.220 1.170 1.170 1.L79 r.9 8 2.1?o* 37 _ _ .229 L.L70 1._?29 r.220 i.

401 !_r 42 43 Madrid Rome Beograd Vatican 12. .95r 13:9.t42 12.176 I7.q! t3.353 8._ 6 9 1 695 867 609 3:20 309 10 l1 EqC_ota Brazilia Joenos Aires 63 63 A? o 9 9 9 9 9 9 t2 1? 3:7 408 246 264 32s 250 3_50 350 t4 15 l6 lt 93IggqsParamaribo Santiaeo de Chile 72 63 774 616 688 588 645 361 290 ?e_1 qs9.96q 427 806 837 437 790 _ 1.563 72 72 72 72 72 72 tt.973 63 63 -. Sewa Kendaraan..2 Pemeliharaan.408 9.038 790 790 1.9sq 384 3_q-3 387 43 8 l9 IMERII(A TENGATI Mexico Citv Havana 8.\?. Pakaian Soplr/Satpam.563 16. 303 223 245 .9q1 681 9?9 320 a.408 9.776 13.639 7.496 7.434 1? 80 9 9 9 652 638 609 307 300 247 275 275 232 392 383 350 392 383 44 43 .408 8.500 9.9s.353 8.5?e.97 681 767 767 337 961 320 361 361 300 390 300 300 291 300 400 __400_ 400 409 409 431 400 48 5_l 46 51 5l 46 3s9400 _4_61 409 461 461 4rl9 29r 291 350 350 400 .O38 - 7il 960 731 s-tis 764 585 790 l9PgI'hecq4 ielsinski Itockholm L.001 7.309 -t3.793 9.279.r cl 2l 22 23 Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburs Seneva 72 80 ?1 25 13.5.7'90-0 13..434 33 34 3_q 13. 10.q -_9..918 293 300 300 ._ Sttawa 6 Jan Fransisco 7 loronto I Vancouver I iVaqhington $MERIKA SELATAN t3l {61 r0t 409 I rl 46 46 46 8.309 13 I to Amsterdam OROPA UTARA 2l 1D 9 9 9 9 9 1.562 8.692 13.176 73.918 596 585 602 717 352 '242 806 79t 814 969 979 54 50 49 50 60 36 37 11 .:)_ 585 764 c6J 26 27 2a 29 17.441 80 72 80 72 72 80 9 9 9 9 9 9 777 7.O13 3q_ 39 40 _.2 642 895 642 377 287 247 377 247 608 596 619 50 52 52 49 64 49 49 64 49 6_r.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35- 3o.353 9.6s9 13.t47 80 72 80 80 80 9 q 810 745 /rbb 9 9 9 731 753 896 Oslo EROPA SELATAN Saraievo Zagreb thens Lisbon 695 682 702 835 _. Pengadaan tnventaris Kantor._J9s ___ 250 261 350 3s0 418 521 366 46 58 4l 52 41 46 39 370 4L3 324 350 Q-ttitgLima 7.626 13.597 t3..353 80 80 80 9 9 9 681 320 .825 72 72 20 P-egeEe-c-ry EROPA BARAT Vienna -.563 72 I 9 9 9 9 9 9 9 616 667 674 688 702 753 645 753 302 4q3 326 330 337 344 262 26s 275 276 275 295 533 _ 539 550 562 516 602 667 721 729 744 760 41 45 45 46 50 43 q69 Jlo 2e9 _ 6 9 ? at4 698 814 368 50 I ^/ .2tO 7.ondon t4. 1 0 9 12. dan Konsumsl Rapat Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unit/ Tahunl Gedung (m2ltahunf t+l Halaman Pengadaan Inventarls Kantor l^"1 tahunl (51 (orl (6) Pakaian Soptr/ Satpam lstell Sewa Kendaraan (harif Sedan Bus t9l Mobtl Boa Konsumsl Rapat loKl (21 AMERIKAUTARA Shicago 2 Houston 2 Ios Aneeles 4 New York _.176 qq 80 80 72 80 72 9 9 9 o 9 760 745 774 708 695 ?74 _ 731 960 t5L _ _390 293 722 304 722 _ _394 287 642 895 68.

.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK -36Secta Kendaraan Pengadaan Halaman Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unlt/ Tahrrr I Gedung lm2ltahunf Kantor l^tl tahunf 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 9 o lorl 731 638 631 Pakalan Soplr/ Satpam lstell lharil Konsumsi Rapat Sedan Bus Mobll Box loKl 44 45 46 47 48 49 50 }ROPATIMUR 3ratislava fucharest fiev vloscow >raoue 3.tl .275 39_q350 147 469 447 474 444 2rl 275 300 ._ 27t-275 389 354 359 376 359 2SO .496 358 287 372 309 250 275 585 510 791 690 642 845 642 642 49 43 r.--^ 363 300 6s t25 t25 3l 9 9 490 393 419 _. ?so.889 72 72 OJ Kuwait Beirut Doha Damascus \nkara \bu Dhabi 3anaa Jeddah 72 o..367 9 9 63r 688 309 337 5t 2.080 1.t76 1.j 12.277 0. 32s 315 2s9 ?4-2 2s9 251 ztJ -.889 l l33 7? 72 72 72 72 a2 a2 83 84 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 221 ZIJ 350 _s0-o 458 431 474 458 453 474 484 442 191 367 346 380 JO/ 250 2tJ 9.s22 9. 72 72 63 77 7A 79 80 8l Muscat Rivadh Istanbul Dubai o.889 1..522 o.399 tt.2s6 I 1.?71 275 250 250 250 32 33 30 30 32 30 32 33 350 ISIA TENGAH fashkent \stana 10.863 72 80 80 80 88 9 9 9 I ssz 436 +5t) 44_7 441 484 444 397 400 436 436 309 309 339 339 20 20 22 22 .644 10. l33 72 63 OJ 56 57 Dar Es Salaam Harare IFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA 1O.367 so5 +2 52 42 42 42 46 l8.766 o.:3ol 287 244 275 275 ?7s 350 350 350 50 50 150 47 50 46 44 lunisia ASIA BARAT Manama 10.133 72.s00 10.399 l l.766 I 1.910 0. -9sq 300 350 50 4l 51 47 _?_ 9 9 .256 11.234 \buia AFRII(A TIMUR \ddis Ababa {airobi {nfananerivc 72 72 9 9 ssc 346 315 294 JIJ 204 200 275 275 663 650 tcJ 150 43 42 53 54 J5 I 1.863 10.766 I 1.eol 9.905 r0.367 1.154 66 OI 72 63 72 72 72 -?. _F?2 _.l33 t2 o.399 0.990 rku ISIA TIMUR l€ijing :{onskonp fsaka fokyo 63 63 63 9 acJ .?7r 371 407 407 300 300 33 35 U5 _-86 6t ..766 o.350 350 350 350 25 50 50 50 150 150 3qo 389 -.367 4.500 72 72 72 9 9 9 9 304 304 325 259 251 251 ?68 25_t253 27t " 244 236 234 275 275 275 294 350 7to 646 686 8 8 8 8 3s0 233 249 733 62 63 64 OJ {!g!ers Cairo Khartoum Rabbat l nDoll 19. 250 7lo 663 770 663 8 7 8 8 8 7lo 686 304 275 250 264 733 7to 686 733 58 59 60 61 1.s00 72 63 9 9 9 9 9 ^_.032 43 68 69 70 7l 72 73 74 75 76 ]celqeq {mman 11.623 70.9_q 300 350 285 275 225 275 3q0 350 1s0 50 25 50 50 33 34 3l 29 oo 50 50 50 _12= 31 3l 363 3_gg.l OJI _ 309 309 309 397 275 275 9?F 505 JUC lofia ^/arsaw }rdanesf r.133 10.?99 10.154 o..+z.9-.277 o.889 Lt. 9 9 304 308 329 27s_ 250 zrc .407 _27F 300 505 550 6a2 744 AFRIKA BARAT s2 53 f)ekkar \il.

617 4._ 98s 923 923 923 Aq7 26 27 28 72 72 72 4s 4a _gqo 557 569 476 2.500 7._ 138 140 tt2.563 2.359 9. 11 6 2.534 2.2..6t7 4.500 63 7._ fawau TSIA PASIT'IK lanberra Darwin Melboume Noumea Perth Port Moresbv Svdnev Vanimo Wellington Suva Dilli 63 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 I 9 9 9 9 9 s39 2.229 4.423 7.33r 9.O04 63 63 63 t12 113 4 l5 l6 17 Pnom Penh Jingapore y'iengane {anson 9..423 55 1?.443 3 .429 420 829 s63 539 533 539 2.!37 137 112 lt2 -9?7 527 8ll 811 2.585 9.423 4..2.101 24 ZJ 72 72 72 72 72 72 72 72 -9 9 Cs+ 334 9 9 9 9 .592 2.197 8.732 8.600 644 68 600 56 5 49 .534 2.064 2.6!7 8.585 9.907 9.e-.t97 9.500 7.767 29 29 e?q .197 9.437 Gedung lm2ltahunf Ilalaman l^'l tahunl o Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ Satpam Kantor lstell lorl 391 4t9 414 397 397 lharil Sedan Konsumsi Rapat Mobil Box 326 Bus 4t9 4t4 397 397 loKl 2l 2l 20 20 89 Pyongyans 90 91 Seoul Shanehai r0.534 25 25 25 r 0 1 regdql_$ell B_Aeey14! r02 3anokok l03 104 l05 l06 t07 108 l09 110 111 Davao CiW Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumnur Vlanila Penang 4. 662 21 ll8 l9 9.617 7.9q3 2.475 28 26_ 24 25 ZJ _ 194 134 s.737 .. JOI 334 321 9 9 9 I 9 334 321 334 311 318 600 156 600 56 56 .064 2.592 2.617 7.155 26 26 26 25 25 2l 2l 2l 240 240 430 430 662 662 240 301 240 250 314 301 297 301 240 tt2 140 430 539 430 444 662 429 662 __lt? 240 _ 116 146 1 4 0 .585 20 2l 22 23 9.500 7.443 2.443 2. .592 2.617 8.064 26 21 22 27 26 26 26 2l 4sg 430 99?.?.704 . 29_7_ 284 9 9 9 9 9 287 287 247 294 294 198 132 t34 s99 509 JIJ 885 420 743 2.229 8.767 2.592 _ . 63 63 72 72 63 63 9 9 9 321 149 575 _. 2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37 Pemeliharaan Sesa Kendataan NO KOTA Kendaraan dlnas lUntt/ 1o.423 63 63 63 63 63 OJ o 3q1 301 301 294 294 110 140 140 t99 539 g?-."ls 515 137 137 527 527 2.767 .500 )ongkhla 72 63 72 72 63 63 [gq'_q!s__.883 2.58s 9.883 2.22L :-.-2.446 792 792 792 8ll 811 2.229 4. 112 690 467 --.064 2.t64 9.0'64 2.F63 2.585 8. 65 0/ 0 56 575 49 5t) sda 923 997 923 2.592 429 429 8.520 4.-s33.475 2.475 2..905 72 80 72 72 92 Guanezhou ASIA SELATAN I 9 9 387 37t 371 465 460 441 441 322 309 309 93 94 95 Kaboul leheran 96 97 98 99 100 lolombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbay ISIATENGGARA 9.520 4.s85 10..068 2.500 8.679 29 31 29 2A 29 28 29 27 27 .592 2.905 9.

barang cetak. ialah. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupatenlkota jam (tidak pergi pulang memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. b. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/ atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. Untuk yang mengharuskan kegiatan dalam kabupatenlkota menggunakan air maupun atau moda transportasi udara dan memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. dapat diberikan secara at cost. dan Jakarta Selatan. Jakarta Barat. Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. d. Jakarta Utara. Jakarta Timur.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2OT3 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam KabupatenlKota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. c. Catatan : yang a. Satuan Biaya Keperluan Sehari-hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal. dan air minum . terdiri dari alat tulis kantor (ATK). langganan surat kabar/berita wal. alat-alat rumah tangga.

suar. petugas SROP dan VTIS. narapidanaf tahanan. Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yar:g digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. namrln belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai. pasien rumah sakit. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. kelomDoK kelomook tenaga ten kesehatan Kesenatan keri Kefla lv . penlaga menara menara yang bagi biaya biaya suar.000. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. namun belum termasuk perjalanan dinas peserta. keluarga penjaga menara suar. Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Ttrbuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 4O (empat puluh) orang. Sementara itu. dapat mengalokasikan paling banyak Rp52. ABK cadangan pada kapal negara.0O (lima puluh dua juta rupiah) per tahun. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan pejabatlpegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. ABK aktif pada kapal negara. Satuan ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. penyandang masalah kesejahteraan sosial. Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. petugas pengamatan laut.0O0. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapatlpertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon l/setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. petugas pabrik gas aga untuk suar.

Nusa Tenggara Timur. c. Bali. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Maluku Utara. Riau. DI Yograkarta. Jawa Timur. Jawa Tengah. gas disunakan sebasai bahan bakar baei lampu-lampu rnerl. Sumatera Utara. resclte team. g. Gorontalo. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. Maluku. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) f. Kepulauan Riau. II. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. mahasiswa/siswa sipil. dan mahasiswa militer/semi militer. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. d. Rayon II : Aceh. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yar'g terpencil danfata'u sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: Rayon I : DKI Jakarta. Bengkulu. Jawa Barat. Bangka Belitung. Papua. Jambi. Papua Barat. Sulawesi Selatan. Sumatera Barat. Kalimanatan Barat. Kalimantan Tengah. e. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). Lampung. . Sumatera Selatan.Pihak III. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. Rayon III : Sulawesi Tengah. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tenggara. Daerah Khusus Rayon I. Kalimantan Timur. b. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidanaf tal:'anan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. Sulawesi Barat.ara suar.

b. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. Satuan atribut/ perlengkapan. Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. AC Split. mahasiswa/siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. . Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. L 2 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. mahasiswa/siswa militer/semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. Personal Computer/Notebook. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). dan Hakim Pengadilan Pqjak. khususnya meja dan kursi). i. 1 0 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. Printer. mahasiswa Penerbangan. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. 1 1 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi termasuk biaya sudah negeri. Hakim pada pengadilan negeriltinggi. Akademi Migas). serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya untuk Pemeliharaan digunakan Sarana Kantor mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah asli ke dalam bahasa yang diinginkan.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -4r- h. dan BNN. kepolisian. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. meliputi: a.

Diploma III. Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kemampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing.rnjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional. l7 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas a tetap dalam kondisi normal vl/ . pengalokasiannya maksimal IOo/o(sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai. besaran tunjangan tugas belajar merqiuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang T\.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -42- Pembelian 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama danf atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. Diploma IV atau Strata 1 (satu). uang buku dan referensi per tahun. L 6 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khususf untuk Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD / Ke giatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana. L4 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. dan SPTJM. sudah termasuk toner dan biaya perawatan. yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR. RAB.

satuan biayanya menggunakan harga pasar. dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. kursi. termasuk untuk moda transportasi L/ . sound system. Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jaml Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). sosialisasi. b. roda 6 (enam)/bus sedang.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -43- dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. sudah termasuk sewa meja. baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan. 1 8 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud rnenjagalmempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2Yo (d:ua persen). Gedung/bangunan milik negara. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 3O0 (tiga ratus) orang. L 9 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jaml Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat. pertemuan. tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. roda 6 (enam)/bus dan roda 6 (enam)/bus besar. menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost.

25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stelf Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pi:rencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. b. dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stg! . dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus . 23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus 24 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 {Duaf Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif. Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan f atau angkutan antar jemput pegawai. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif. 22 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional danf atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga. c.tahun. Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penvediaannva secara selektif.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu. yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per. Sepanjang diperlukan. 2 L Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II.

Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswaf Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam MahasiswafTaruna diperuntukkan bagi mahasiswaf taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga yang tertentu penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif. e. dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -45- per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai. biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. f. kaos kaki. topi. Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam. Satuan biaya paket kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai. Kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon l/Eselon II. kopel. paling banyak 2 (dua) stel per tahun. b. tali kurt dan peluit. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA. baju PDL. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapatlpertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/ Setingkat Menteri. ikat pinggang. c. Satuan biaya paket kegiatan rapatfpertemuan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalarnf rnenginap. sudah termasuk perlengkapannya (sepatu. Kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. Komponen naket m akomodasi 1 minuman selamat da . d.

Komponen biaya mencakup minuman selamat datang.' sgstem. alat tulis. uang saku dan biaya transportasi dalam kota. ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. standard sound sgstem. Paket Fulldag Satuan biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapatlpertemuan yang dilakuka.)/ / . dan permen). makan 1 (satu) kali (siang).. alokasi pada RKAK/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fuIlboard/fulldag/halfdad. Kegiatan rapatlpertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. mikropon. air minezx ral. Akomodasi paketfullboard diatur sebagai berikut: : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. Kegiatan yang diselenggarakan secara futlboard dapat dilaksanakan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -46- dan kudaPan 2 (dua) kali' ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector. flip chart. uthite board. dan uang harian paket futlboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali. stand. indeks paket pertemuan lfullboard). Dalam hal rapat/pertemuan di luar kantor dilakukan secara bersamasama. 2) Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota. d. mikropon. b.t kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap' ko*pott"n paket mencakup minuman selamat datang.ard. uthite board. dan permen). mikropon. alat tulis. fltp chart. sgstem. Ruang Pertemuan (termasuk screen projector. Satuan bi t. podium. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP| Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberanskatan suatu kota ke bandara kota tuiuan. ruang pertemuan (termasuk screen projector. Besaran uang saku untuk kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor. podium. air mineral. alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost. Catatan : a. baik di dalam kota maupun di iuar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luar kota. b . sound.t di l. makan 1 (satu) kali. dan permen).. podium. hotel untuk seluruh pejabat negaraf pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negaraf pegawai negeri. standard. Paket Halfdag paket kegiatan Satuan biaya paket hatfday disediakan untuk rapatlpertemuan-yang dilaliukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. soind. flip charL uhite board. alat tulis.tu. rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali. air mineral.

Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a. Wakil Menteri Gubernur. b. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon IIlkebawah. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama ialanannya melebihi B (delanan) iam penerbansan {tidak termasuk waktu 29 . satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B. maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yograkarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yograkarta b) Kembali biaya taksi dari hotellpenginapan (Yoryakarta) ke Bandara Adi Sucipto biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PPf Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47 - tiket termasuk biaya asuransi. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. Dalam pelaksanaan anggaran. dan Pejabat Eselon I. c. 2a Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan menuju taksi dari kantor kedudukan tempat bandarafpelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara / pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan dan sebaliknya. Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. b. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A. Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. . Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. serta setingkat Menteri. Catatan: a. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a.

Pengamanan Sendiri. c. berupa: a. Langganan Koran/Majalah. Satuan biaya pemeliharaan gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. f. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar u/ . dapat menggunakan tarif bisnis. Jamuan. 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Penpakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. h. Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. i. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. Kantor/Wisma merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2%o (dua persen). merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yarrg dapat dipertanggungj awabkan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. ballpoinf.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -48- transit). Kantong Diplomatik. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. e. termasuk biaya bahan bakar. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. Pemeliharaan Halaman. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. b. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Duta/Konsul. ATK. Pemeliharaan Kendaraan. Lampu. merupakan satuan bia5ra yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma.

Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan. pengalokasiannya maksimal lOo/o (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staffl dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. j. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Roda 4). pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : Provinsi Provinsi dari Satuan Aceh dari Satuan Sumut biava biava L/ . Bus. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. Sewa Kendaraan Sedan. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaarl dan Operasional Kendaraan Dinas. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. m. dan Box. k. Sewa Kendaraan. Sewa Mesin Fotokopi. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri. Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. Pemeliharaan Sarana Kantor. 1. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. Pengadaan Inventaris. Konsumsi Rapat. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi. Pakaian Sopir/Satpam.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil dan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien.

OT Orang/Tahun e. OR Orang/Responden h. AGUSD. MARTOWARDOJO G NIP. 1 Lli / .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -50- Nias Selatan dari Satuan biava Provinsi Sumbar dari Satuan biava Provinsi Sulut dari Satuan Papua Puncak Java biaya Provinsi dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat Pengertian Istilah: a. OB Orang/Bulan d. OH Orang/Hari c. Oter Orans/Terbitan Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI I(EUANGA\T. OP Orang/Paket f. ttd. OK Orang/Kegiatan g. OJ Orang/Jam b.W.

4/'t- . 2. biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. perencanaan. 3.OZ / 2OI2 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDARBIAYA KELUARANTAHUN ANGGARAN 2013 A. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2OL2 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya baik pada perencanaan. 7. b. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. jasa. Pen5rusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. 6. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. pelaksanaan. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. pelaporan maupun evaluasi. Penyusunan dan Peng4juan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam pen5rusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan yang rincian dibutuhkan tiap alokasi anggaran komponen/tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2OL3 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. pelaksanaan. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. Kernenterian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/ Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. b. 5. misalnya: harga barang. secara tlmum.LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGCARAN 2013 NoMoR 37 lPYIK. 4. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu. pelaporan dan evaluasi. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK, maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun pen5rusunan RAB SBK. b) Dalam hal pen5rusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yar:g digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan, maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungj awabkan. c) Contoh Pen5rusunanSBK, TOR, dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. B. menyimpan (backup)data usulan SBK; 9. membuat rekapitulasi usulan SBK sesuaiFormat 4; 10. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian Negara/Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/ToR; b) RAB; c) data pendukung (backup data)Aplikasi SBK; danf atau d) data pendukung lainnya yang diperlukan. B . Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2AI2. C . Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi SBK, menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran, dan rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran lln/Il bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. mengunggah (upload)ftIe backup data usulan SBK ke seruer; b. meneliti dan menilai usulan keluaran kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan; kegiatan dengan cara menilai

c. meneliti dan menilai komponenltahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan, kesesuaian, dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan; d. meneliti dan menilai penerapan biaya, kewajaran alokasi anggaran, dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa:

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3-

1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung; 2l kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya; 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai; 4l penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/Illlil telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK, maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. 2. Direktorat Anggaran Il[lm bersama Kementerian NegarafLembaga terkait menyepakati hasil penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran); 3. Direktorat Anggaran I/Illm mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke seruer, meneliti, mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan rriembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7; 4. Direktorat Anggaran lll!fi menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran,paling lambat minggu pertama bulan Mei 2OI2; 5. Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran; 6. Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keiuaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan.

D . Dokumen Hasil Penelaahan SBK
Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. Catatan penelaahan SBK, yang mencakup: a. uraian SBK; b. besaran SBK yang ditetapkan; c. penempatan akun; d. catatan; e. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggarant f. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian NegarafLembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran l/il|m. 2. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi Kementerian SBK merupakan tiap-tiap daftar SBK Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur AnggaranIlillUI.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -4-

Format

1

KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon Il/Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume
(l)

(21 (3)
(4)

(s)
(6)

(71 (B) (e)

A.

Latar Belakang 1. Dasar Hukum T\.rgasFungsi/Kebijakan (to) 2. Gambaran UmuP (i1)

B. C.

Penerima ![anfaaf (12) Strategi Pencapaian Keluaran 1. Metode Pelaksanaan(13) 2.Tahapan dan Waktu Pelaksanaan (1a)

D . Waktu Pencapaian Keluar2n (1s) E. Biaya Yang Diperlukan (to) Penanggung jawab
(L7l

(. r.8 ) NIP.................

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5-

PETUNJUKPENGISIAN KAI{/TOR KAK/TOR merupakan. gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang, penerima manfaat, strategi pencapaian, waktu pencapaian, dan biaya yang diperlukan, No (1) (2) (3) (4) Diisi nama unit eselonI.
Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program.

Uraian
Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga.

(s)
(6)

Diisi nama unit eselonII Diisi nama kegiatan. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi

(71 Diisi uraian indikator kinerja kegiatan.
(8) Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. Contoh: 5 peraturan PMI(, 200 orang peserta, 33 laporan LHP.

(e)

( 1 0 ) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. ( 11 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan
volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai.

( 1 2 ) Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan f atau
eksternal Kementerian Negara f Lembaga. Contoh : pegawai, petani, siswa.

( 1 3 ) Diisi dengan cara pelaksanaannya
atau swakelola.

berupa

kontraktual

(14) Diisi dengan komp onenf tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan, termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponenf tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang.

(1s)

Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. alokasi dana yang keluaran kegiatan. RAB yang merupakan rincian dalam pencapaian diperlukan

( 1 6 ) Diisi dengan lampiran

MENTEBI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (r7) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon II I KepaIa satker vertikal). ( 1 8 ) Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan. .

t s g' t. z z 5ro N6' -) oq F) AJ H< o H z -r.ln lo lFl t\] z p) H H Al o z o a) o -l H z H ?frF*iL.a Cs) @ '5 { Fi rr 6' tr Hk cffuo o X X X G T N (/t cr p x { X o d N o H tr N F 0q F) .x zm U. di It 7iK 8 S zz m o a> Ez P@6{Oq+ON o--@ e H o . 6' Dr* EH L x oo fq i P Z oi J r'J0) 5F P) aJ x P g" Fl i. o o !D $ iv)a . H P FJ r.. FF U .^t3 { *J F) F) *l F) N @ r i\ L'J oj P9(DP dX A l H p u.- i0< !lm : z u! a o + d!D u. H <cDFXC!C'dCX It IF' lrt It\) U EF. FX! * . F? 0) i".l p) p 5-e5!9 .G r 0q 0a N 9x H ooo p P P P V J ^ x x .fi1n HeHsI H[il 5x . w-)f6-\ vd H dPHF Hi Hoc qp) F z 0q g) O0) HK PP oop) It 5p w5 H z A) H D @ z H H kti "J o o A) F) E: m p.e.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -8PETUNJUK PENGISIANRINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN rincian RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. Contoh: survey. volume. satuan ukur. Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS).. . bahan. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran ada (optional). Diisi nama Kementerian Negaraf Lernbaga. Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan. No Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. jika ada (oPtional). u-torkshop. (1) (21 (3) (4) Diisi nama unit eselonI Disi nam a pr o gr am hasil re strukturisasi pro gram. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check lisf (V) untuk termasuk biaya pendukung komponen yang (13) (14) (1s) (16) (17) (18) Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahaPantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. kajian.. (s) (6) (7) (8) Diisi nama unit eselon II Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan' Diisi uraian indikator kinerja kegiatan.. Diisi jumlah keluaran (lcuantitatifl suatu kegiatan. jasa profesi.. sosialisasi. pembentuk keluaran kegiatan jika (e) (10) (11) (r2) Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. | ^. komponen biaya. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran.. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. misalnya: 0i 1 Komponen A OI2 KomponenB dst . jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan. perjalanan.

Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (231 (24) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ( 1 e ) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. (20) Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (L7) dan nomor (19). Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. . Diisi dengan alokasi keluaran kesiatan. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. (2s) {26\ (27) (28]' (2e) (30) (31) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat lainnya menggunakan data dukung dipertan ggungj awabkan. (2rl (22]' Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK.

o A) K p) u.i i+ . F o + w Y !) > r1 z z t{l H 't A) A) d z =w i$ 6' ilq 6A) r 2. tq Fix oq d H o o\ qF) nlJ '5 .IEJ lo l4 F) p z A) SI?F'FSFryST 3 o o 'Jl \) zl <l l U Io l o Fll >lo a z FFFH-*Tf.is 6' c r EH pk cSw @ e.E' o-9 flt 7* 5r: E = Ft HF. n a F] I :] uc A) 5 A) 5 t\) z x A) z 'U *i a) oq oc o H j g o o p) pr.z E9s3OO3cE + dD. A) E a N 2 o P..a { .P or' iD 3 d FI cl >l NI >l zl A'. t9 o o o ?4 e A) { p x X o fr o o gq . Z I P I tul rql E >l <l >1 >l >l F:l * HE6 . gr9 il#' 6'9 7p) KOC H!) p) { "J p E tr\ 3 P A) p s) H X . 6 1 F e s E1E s* qr t3 lAt lr+ lo) z 'g Fl o I' n tri 0) o da oq A) FI t'l al *l F1 F I i > xo tf o P f.< ttt m LJ !D' (ne 0) o * a. ?68 ' o> zz mO @> e ri r-I u.

Diisi hasil dari program. bahan. kegiatan. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 0 L L. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga.. Contoh: survei. rincian komponen biaya.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK . satuan ukur. uorkshop.000 siswa. misalnya: 011 KomponenA OL2 Komponen B dst. Diisi dengan memberikan tanda ctrcck list (V) untuk komponen yang termasuk biava utama. sosialisasi. Diisi penjabaran dari komponenf tahapan pelaksanaan kegiatan. Contohnya: orangljarn. kajian.il- PETUNJUK PENGISIAN RINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponenf tahapan. (12) (13) (14) (1s) (16) (r7) . jasa profesi. peserta.. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung. jumlah volume dan indeks biaya keluaran.orangfhart. volume. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat menggunakan lainnya data dukung dip ertan ggun gjawabkan. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. Diisi satuan ukur detil akun. Diisi nama unit eselon II. (s) (6) (71 (8) (e) (10) (11) Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung.. orang/bulan. (21 (3) (4) Diisi nama unit eselon I Diisi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi nama keluaran kegiatan. Contoh: 2. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. m2. km. Diisi volume satuan detil akun. perjalanan.. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. orang. No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan..

Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. suatu (1e) (20) (2Ll (22) (23) (24) Diisi jumlah total biaya seluruh komponenf tahapan. @gian dari total biaya dibagi volume. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. mencakup situasi dan kondisi bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan. Contoh: 2.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLIK (18) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. . Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a I Lembaga. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.0OO siswa. eselon IV dan pelaksana dari (2s) (261 Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. (2e) (30) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. eselon (271 (28) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi keterangan.

.KEUANGAN MENTERI INDONESI. ' (l) (2) (31 Tahun A Unit Eselon I. (4) Surat ....IK ...... .._tJ - Format 4 Lampiran Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBI( Kementerian Ne gara / Lernb aga :...q REPUBT. SBK SBK Total Biaya Keluaran SBK Indeks Biaya Keluaran sBI( A (1r) SBK Total Biava l(eluaran SBK Indeks Biaya Keluaran ...

(15) (16) (r7) . Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan./t . Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi dengan angka 1 (satu). Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan.rekapitulasi usulan SBK. (16). dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab. Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. indeks biaya keluaran yang yang (r2) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. (e) (10) (11) Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan. dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Nomor (15). Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. Diisi nama anggaran. Diisi nomor surat usulan SBK. Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (1) (2J (3) (4) (s) (6) (7) (8) Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman. Diisi NIP pejabatpenandatangar.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4- PETUNJUK PENGISIANREKAPITULASIUSULAN SBK No Uraian Diisi nama surat usulan SBK. Diisi besaran besaran dana diusulkan. Disi tanggal surat usulan SBK.

.........1241 Tanggal .u T A H U NA N G G A R A N : . 1 2 1 1 Penelaah DJA Tanda Tangan 123l Tanggal . . . . (28) Nama/NIP (301 Tanggal (311 Tanda Tangan (321 .. . 3.. 2... 2. . . ..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -15- Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA I(ELUARAN .(271 Penelaah DJA TandaTangan . . Jumiah Catatari: (2sl (18) (le) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1 . Kementerian Negara / Lernbaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (4) (5) (6) (81 (e) (101 SBK (lu Volume (t2l Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (i4l daLam ruDnl No AKUN (15) (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan 1. . Tanggal .1221 Nama/NIP 1. . . .126l.. (291. .. Disetujui Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP .... . .. .. 4. . . . (2s) Tanda Tangan .. . 2.(.

Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. (25) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran @elesaian penelaahan. 2OOotangpeserta. Mator Dtt* ""ttt" *t""n kinerja kegiatan. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK. Contoh: 5 peraturan PMK. 33 laporan LHP' Diisi nama SBK. dari Ditjen . Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara I Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Ne gar a I Lembaga. eselon (1s) (16) (17) (18) (1e) (20) (21) (22) (231 (24r. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. 33 laporan LHP' (t2) (13) (14) Diisi total biava keluaran. (e) (10) ( 11 ) Diisi volume keluaran kegiatan. ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. Diisi nama unit eselon II (s) (6) (7) (8) Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. 200 orang peserta. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN.KEUANGAN MENTEBI INDONESTA REPUBLIK -16- PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi volume keluaran kegiatan. Dt*ffi (21 (3) (4) Disi nama program hasil restrukturisasi program.

Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Kementerian Negar a I Lembaga. yang menyetujui hasil .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. menyetujui menyetujui hasil hasil dari Ditjen hasil (26) (27) (28l' menyetujui (2el (30) (31) (321' Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang peneiaahan dari Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat eselon III penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran.

Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP l27l Penelaah DJA Tanda Tangan . (1s) AKUN (16) Usulan (171 Hasil Penelaahan 2. (28l- Nama/NIP .261 2. (23) I Tanggal l22l Nama/NIP 124l Tanggal (2s) Tanda Tangan .. (30) Tanggal (3U Tanda Tangan (32) .l2el Tanggal . 2. .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -18- Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (l) : TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a I{egiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (3) (41 (51 (6) (71 (81 (e) (10) SBK (l l) Volume {r2l Total Biaya Keluaran (131 Keterangan (14) dalam No ]. . Jumlah Catatan: l20l (18) (1e) Ditelaah Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP T (21) Penelaah DJA Tanda Tangan .|.

Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negar a / Lembaga. Diisi tentang penelaahan. dari Ditjen (2s) . Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a f Lemb aga. eselon IV dan pelaksana dari Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan. eselon IV dan pelaksana dart (24) Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi nama hasil dari program. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. Diisi indeks SBK yang disetujui. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi nama unit eselon II. (s) (6) (7'. hal-hal khusus yang terkait dengan proses (e) (10) ( 11 ) (r2) (13) (14) (1s) (16) (r7l (18) (1e) (20) (2Ll (22) (23) Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian NegaralLembaga.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLTK PETUNJUK PENGISIANCATATANPENELAAHAN USULAN SBI{ SEBAGAI INDEI(S BIAYA I{ELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (21 (3) Diisi nama unit eselon I (41 Disi nama program hasil restrukturisasi program. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari.| (8) Diisi nama indikator kinerja kegiatan. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. Diisi kode dan uraian akun.

Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen hasil (261 (27l. menyetujui (2el (30) (31) pejabat eselon III yang mg. (28) Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari l(ementerian Negar a f Lem.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK No Uraian Diisi tanda Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon penelaahan dari Ditjen Anggaran. III yang menYetujui menyetujui hasil hasil (321 menyetujui hasil .baga. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.t penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA NEPUELIX - zL -

Format 7
Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REI(APITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI
Kementerian negara/lembaga :
(5)

(r) (21 (31

Tahun Anggaran

No

1
I

Unit Eselon I .SBK 2
Eselon J (61 SBK Total Biava Keluaran sBK A t7l

Volume 3

Besaran

Keterangan

4

5

A
I

(8)

(e)

(10)

2
3

SBK B SBK C . dst

B I 2 3

SBK Indeks Biaya Keluaran (11) sBK A SBK B SBK C . dst

(12)

(13)

(14)

II A 1 2 3

Eselon I
SBK Total Biava I(eluaran

SBI{ A SBK B SBK C . dst

B 1 2

SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C .. dst

3

(1s)
(16)

(18)

lrTl

(le) (20)

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK

22-

PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASIUSULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Minas Dtt=t t""gg"l Diisi nomor nota dinas. dinas. ""t" Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga anggaran.
Diisi tahun anggaran berkenaan. dan

Uraian persetujuan SBK.

{2)
(3)
(4)

kode bagian

(s)
(6)

Dtt"t

(71
(8)

Dtt"t SBK T"t"l
@me

""*"

""tt "selon

I dan kode eselon I.

keluaran kegiatan yang disetujui'
anggaran yang diperlukan dalam pencapaian

(e)
(10)

Diisi total alokasi keluaran kegiatan.

informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dtt"t t*"b"h"" Total Biaya Keluaran. contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. ffi Biaya Keluaran Yang disetujui. indeks biaya keluaran yang yang
Diisi dengan angka 1 (satu).

(11)

(r2l
(13)
(14)

Diisi besaran besaran dana disetujui

(1s)
(16)

informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dti"i tr*b"h"" indeks biaya keluaran yang disetujui. contoh: pelatihan 3o orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Dffi Pengusul. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga @at Dit-t NIP P"l"b.t Eselon II Kementerian Negara/Lembaga' Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran Ilillml'

(r7l
(18)

(1e) Diisi Nama Direktur AnggaranIlIJlnl
(20) Mr Anggaranrlrllrrl
Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah telift dari satu halaman, nomor (15), (16), (I71, (18), (19) dan (20) d.iletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pej abat yang bertanggung jawab.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-23'

Format 8 SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB MUTLAI{ . . . . . . .( .1 ) NOMOR:......
(21 (3) (4)
tc,

Kode dan Nama Satuan Kerja Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, satuan menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas oleh

penggunaan Menteri atas.

biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui Standar Biaya Keluaran

Keuangan dalam penyusunan

(SBK) tersebut di

Penghitungan

satuan biaya tersebut telah dilakukan

secara professional,

efisien, efektif, dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

(6)

Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran
(71

tanggal.MENTEHI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -24- TANGGUNG JAWAB MUTLAK PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN No Uraian M (1) (21 (3) ffimakegiatan. . nama Diisi Anggaran. Diisi tempat. Diisi tahun anggaran berkenaan. pejabat Pengguna Anggaran/I(uasa Pengguna (s) (6) (71 (8) Diisi NIP/ NRP. bulan dan tahun. (41 Diisi nama usulan SBK.

H bhi po n -0 .F zg I a trj a 'd t- e (1 \i t{ H= at rv== 9 Z e . 0q 0) f! 5 F-'t F r{/ F €|ord ooo t rtss g.FI X o 6 H 6'q qs o{ aa o d p F iD x u s UC !) gQl >. r a @ a ag gq co oli d= oJ.z r! tH z L-J u w z X .fr N.'-Fd o^x vL -- 3ZZ z H . o9d Fiold "d n L 5S @p. o h n0 o o H0q NP ko DP.'t E p r:4 .

3. 2.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis LainnYa Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya Mahkamah Agung RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: 1. Mencermati keluaran kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun. Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis Lainnya. . Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. b. kegiatan Agung mempunyai Badan Urusan Administrasi Mahkamah Pelaksanaan Pen5rusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung.CONTOH 1 SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNANSBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIKINDONESIA Kementerian NegaraI Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung . Sifat Biava Pengelolaan data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditinekatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama c. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/ tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Asune a.

. h. organisasi dan tata kerja e.ladikan rekomlnd. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan yang 1.P Rp n___r(Pxxx'xxx xxx xxx r:r:-__r__.1--. Pelaporan peniniauan untuk diiadikan rekomendasi 4 . T:::f:. ".. Persiapan bahan-bahan yang berhubungan organisasi dan tata keria dengan Biaya Pendukung Biava Pendukuns Biaya Pendukung Biava Pendukune Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama e . Penelahaan dan pengkaiian organisasi pengadilan f.akan QK' dibentuk l. Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk L Q ' i I .. Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk r' " di. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan yang data pendukung lainnya dapat dipertanggungjawabkan ke Biaya dalam Aplikasi Standar dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk t. Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk meniadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkaj ian ketatalaksanaan peradilan s.asi j. olungKatKan ^ . Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan c reKomenqasr bahan-bahan yang berhubungan dengan d. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27 - d. I Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk diiadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pensadilan k.Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan I r . Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan 1_ ' D. Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA xxx xxx xxx )o(x xxx xxx xxx xxx )c(x :orx r^/ . menjadi rekomendasi g. Rp D* Kp '_ RP Rp Rp n_ K --rD Rp Rp '_ t(P Rp p.

Ree. Menyimp an (backup) d. Membuat rekapitulasi usulan SBK.an Urusan Aclministrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c.q. Menandatangani gsulan dan rekapitulasi usulan SBK.xxx 5 . 7 . Direktur Jenderal Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28Dengan demikian SBK yang d"iusulkan untLrk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi RI Agung Mahkamah Kelembagaan Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx.ata SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. dilengkapi dengan KAK/TOR. 6 . Itl . data pindukung lainnya serta data pendukung (baclatp data) Aplikasi SBK. untuk selanjutnya diajukan olJh fepala Bad.

B . q/ . Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/SEK/07 lIIll2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan. Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penJrusunan rencana dan program. Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta pen)rusunan pembakuan sarana kerja.Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Klasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya Mahkamah Agung RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Indikator Kineda Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume A. anggaran. review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan. Dalam rangka pencapaian hai tersebut diatas perlu dilaksanakan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a). prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan. r Pengadilan Negeri Pandeglang. Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung meliputi peningkatan kelas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA _29 _ CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara I Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Mahkamah Agung .

akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d).Undang51 Undang No. . Strategi Pencapaian Keluaran 1.-ab pada kebenaran dan keadilan masyarakat.Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yar-Lgaaa ai Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di + lingkungan peradilan yang dipertegas oleTrUidang-Uttd.Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. t<epada para apararur p"ru. Terciptanya pembakuan barridalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingku. SO tafrun tentang eera"dilan Agama.ur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembe'ga penegak hukum yang transparan. Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pemekaran wilayah kabupaten/ kota. yaitu. beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum semarang 2) Peradilan Agama : ' Pengadilan agama Muara Bulian ' Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b). Terciptanya Organisasi dan Tata Keda baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. Undang-Undang No' Tahun 2OO9tentang Peradilan Tata Usaha Negara' c).u.t datangi lokasi yJng telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadGn dan pembentukan pengadilan dan dengan melibatkan ri"ngadakan plt gt 4i"tt dan evaluasi dengan "".Pembakuan Ketatalaksanaan diiaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosed. Pengadilan yang akan dibentuk adalah ' Pengadilan Tinggr Agama Kepulauan Riau . .*.J:"'^ MENTERI KEUANGAN .i<hirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan. akuntabel dan berkualitas serta memih. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola.asyarakat *"*p"iot"ft sehingga pada b.iil"n dlbagian tertentu dalam kegiatan review organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan. Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2. Pengadilan Tinggi Agama Denpasar ' Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat ' Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C. diharapkan pelayanan hukum dapat diperluas kesempatan ni. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1. Pengadilan Negeri Rangkas Bitung. 3.ttg No. 49 T-ahun 2OO9.grn Vl"fttamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya. D. dengan L"ru.REPUBLTK')"r.

kg Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan OrganiS-asi Bqdan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi---clan--Tata Laksana. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengddilan--dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan. Ta}:rap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas ke usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan dan Perencanaan Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana. 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan.)Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan peneiaanan-dtrn -pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -31 - 2. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. c) Pembakuan Tata Laksana { -- Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lai4 1. 1 =---====. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi L rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait.3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi rekomedasi untuk disampaikan kepadapimpinan untuk ditindaklanjuti \k"-irrstansi terkait. b) Reuieu Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradiian untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan. Dari banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tataiaksana dilakukan: .

ttl/ . .ilannya untuk Jisampaikan kepada ditindaklanjuti ke instansi terkait' E. 2) Pelaksanaan dari peninjauan su{ah..RI berjumlah Rp***. -'*". F.dilikukan peninjauan' kemudian 3) pelaporan dari loka-t sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dilakukan penghimp.ata dari invetarisir surat usulan yang membentrrk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan' lokasi Y?'g sudah ditetapkan.""*.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK ]NDONESIA masuk hingga 1) Pengeiolaan d. sebagaimana RAB terlampir' Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya."u'" pimpinan untuk dengan jenis perad. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran terus menerus Keluaran kegiatan y"ttg terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai setiap tahun anggaran. Penanggung Jawab NIP. Biaya Yang Dibutuhkan Agung Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah .

d>pH >oEFF P x [t > cD o c P < ljlm LJ ld irr 6' Qru H HX o a H H $H.J n H p H P H p P Fd o FJ P n s) g) o Fl 0q A) p tJ i\ PA) Eli oC') !'F) oE 5F) rnP np xia b rW FI A) H < i'PH HP 0)n P p f' P n o p (l) EflgHF[re*giH :dFTEFE E'FFF< P g.. [ti #B 6 B t il X X X X H H> offi o X X X X t X X { X nP ^. p iJ 0) $h FF ho pp w p Ft (l) d.*' A.PPh' PP. Ep nt H F o PP 5' F ct }U p H nr '(J ts z * .FI F EFfi H HS 6 ii: a L Ep 5 Bn :z o + Hcu p a'l q.E P il UH N 6ts. fi o. p.q ''H A.ta Hphjp 8 H w.rJ /tJ 0) B p q9.. I . l.1 !) p Er P P ij') a hi a* o F.O z oFDX <cDFi xc oB :c b) 'dcx :BO (tl !o t\) ( ts H H n 0q N) i)o H g- 'd'd FgF w.9) i5 g P Ed irr o l-{ Ol UH otr hr 0) p d1 d n1 c X o-Q .ar E -6' fH + B fi H H $ '5 :F P}JH sd gIPq) f F: € ti X X X X il cffuo 5 F.J0)P tqSq Fi B r.| gH 1 X X X X ct X . 5P "E oqF r ' 5P Z o qq p '\ H B .> mc) CD> G!) r< ijP tJ rq FH 5H.rP p.:R oPf F?(r) E@= cx eP g ["x FH.S 0)u.z r ! cm I i X- ' 2.HH <p zfr (J) oc t.!. o?FE tsr'r tsPS tr. F E P. ci F H H 0c E 1 5€ irY6-F) EH ffi$ 6StsK' .t 0) F oq D) H o r-+ u (-- . $ a iE H tu >c IiH. fiK HE.

f o.Y H o A) v.e ats.J o Fl p) a H . F.l FI d: H p t'r) H Fl u 0q tr v) p a o H gq !) gq H '\ p a) H p H p g n H p H oc p !D H A) g F) P 0q X o d1 . l.i H H G td H tr o H H .J. CD DPl EH D)-< rt s? lvp x0q gEU t cr d H 9) H o o a oq X p H a 0c o rd p -. w n1 Ft H }J H fpi!c oa ) F FR ots HH 'U o 13 Ft H H 6.+ fi F' a) o Uc..tI HH H (^) CJI N H N) (Jl N) H t\) t\) Yo" . o c+ n H sl F U F) F) H p H tJ U) P{ H H t' F) (t tu o x n a . d 0) p) 0l F{ € pl k P p tr' Eg o. p Fl w o ltr.H HP Pnl Fg vrd HO 5H HP PH t\) H H t rgE o0)o HHH PPY P. uc 0q o H H tr !l rl z H I A) A) a) Al H p) . p) H p p) ts gq a Pm< g Pni r-]g xzm oc o> zz rn 6) u>> I OJ + >z X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X . !) H P H I o F. n H H o Ltr. H i7r ll H.c4 DF] 4H V) r+ to -o 0i ilo *B$ Fp F)E -. (to t\) H td'd ia o. (h E o Ed n )c o H H H \-.P r+ a (l U Fl E !) P H FJ CJ.o + (. g U' o r+ rf tfP D AIFd '\ i) il. ^tD >'u Fl b) HA aA) H. o p) FO rt o P H - r. 0) fi Fl 5 xH (aH ti @t n1 o H tJ 11_ )v a r+ $ H 0qtr '^lH H H o P p $ H 15.P UP p a F.

|. 'rJ E-i LA.H uv PA FF1 F' n1 HH p H o H P o p p p H o o HH n...= lll m ts4 = I ttl n x= z m (fc 9t mo >L 9.1 P F ! p t\) tv H h-l p. p H H .! F) H gq Fl r+ o r+ P - rt p) o c+ € c'. H tIJ m 0) H !) H 6 I DP h. p p E It o F) H 6 uJ H w p) P - F)H -P t+ o Fl t+ nl X H onr P p td p d Fl nt H a-O u. |J|u. lD H H e.J . 5 n) -0 H D H .ts.H @ '-l (Jl a\ (Jl Ctl N) N) H FU'g oo . o H p) H P pl - gq o I A) v) o H p) F) H H F) p n (/) + 0q H A) H H H p H (h p H P A) p a p H P (l) 0q p) o o H e. H p H rJ H (. p H p (tt . oF) ia(D 01 a p Fl H a+ h-t a n r.F D i-J 11 F ) !) H ru o (/) Fl ul N) N) H KP (y H q.. 4 vt p H g g ct) r : + i'6 r tu o H i! P.1 X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X il X X X il X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X H X X X X X il X x X H X X X X X X X X X X H X t il X X X X X X X X X X il X X X n X X X X .i A )p) 4H P ira lv H P.^J oo -.o w H o 'd tt p f|l p H P r+ o Ft 0q o H FX 'H 6 9-'hr n1 H ! F) H s) F) H P * { JC o 0c H E id H oc H H z H P o H X a o 11 Ft e.l w o o) H 6.J o p) n a p H gq p H r-l !l F r< -t t\ F) H p ol p 2.t.

H H Frl *b I+ gq gs LJ o H ff A) H g . li H !=.iHP PH N) H >'! H! aA vn 4. $ l{ Hr UH OaHti Yts) l:.1 n i. P p) i + o nlH @ iJ- ra -- 0q g .. L '* UM pn U pl F d.(D n E Fr H s) w a) H F) H P . p H H a. e 'o H H z H FO n o H H tr . P H H F*i tr t' nt F) 5F m '(J td Ft H p f1 @ 5 ap{ H H d. nc= o a) A) a+ H p) UFt 'U o o 0) F.!. p 'i a) p) F) r. H Pi o n1 q g) p H .z r-tr X X X t t X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X X Rt X X X X X X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X .: Ol irr \J 0) ol N N) td N) o 0q p 0) H ^tf (rl t\) ts N) lJ HH v^- (/l N) g€ l/\H p t\) (n r+ f-'1 'U H ptsu (no F..N) N) HH t\) N) 6. U p ts! F) o H o o (+ I a X 'o H.t w p H 7i o' H H ar H 15.+ 'l A) pl l< um :z L --l qrd xzm oc o> zz mo CD> .o1 E5 .i .+ (a |. p) iJ o 0q p H p oq H P .. FE w o $ D o) HK iF) rl H P ts: X o Fl a+ H nL oiAA r+ P n1 'lJ a f. o rl (.5. Frl 9) H H F) td H H d 4 p a 7.1 l4Y F) p H I { 0g Fl F) Ft /\ a '\ H 0a p H o H t) orq p . o! p H w PH p.!- s) a H F] p) a p H hd F) H |i g) H H o H 0q.ts.t HH {x xa.1. Ed o r.rd o p Ft H 6 pr 'rJ o H lJ r.

i.2 !/ X il il X r z p "d o F X X X X X X X X ot H 0q H 0c X X X nl k € o oq FI - X X . X ii L'J H Fil H .(J o i H o H 0q p) p H 0) H 0q F) lJ p) c/q I H r) t\) H z m H pl orq iJ tr p z td td rl p H o H o !) T < um L I 0q 0c A) !D wm n vz --. d ^ p w 9l iJ r -l H t- m p c z n H (h F) H td p) FI .1 U r-l F) H x -x zm oc c)> 7z ilt g p .l F) H 0c F) H i) @> .t\) H t-l z H P r+ (u ol F) Fi -'l z 'd H Ul N) o -l Fl n N) *l grl gq F) H P o H nl t tEd Eid 'Oo o iiFA H td o p H HS6 ts:! !l-LJ 15..

-*"**-tt""a) b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2 . Dalam program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Bidang Uelalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Ekonomi. Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah Non-Pemerintah.lumtafr Institusi Pemahaman Pemerintah yang Memiliki Teknis Sektoral dalam Kela Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah Nondan Pemerintah Institusi 24 Pemerintah Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: diusulkan 1. WorksLtop Illeqal Loqqinq in ASEAN a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan . Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan Negeri men3aai SBK.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38- PENYUSUNANSBKINSTITUSIPEMERINTAHDAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMANTEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Kementerian Negara f Lernbaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar NegeriMelalui Kerja Sama AS{AN Diiktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Pemerintah dan Non. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan menentukan sifat fi"yr dalarn-komponen/tahapan sebagai berikut: No Sub Keluaran dan TahaPan-TahaPan ASEAN Perencanaan Sifat Biaya Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung 1 . serta 3. dan 2.

. 5.OOO Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Satuan Institusi Biaya Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp66.OOO Jumlah Institusi Indeks Biava per institusi = Total Biava dibaei 24 Institusi Rp66. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c.792. Membuat rekapitulasi usulan SBK. data pendukung lainnya serta data pendukung (baclatp data)Aplikasi Standar Biaya. dilengkapi dengan RAB. Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmasing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biava Rp1. Menyimp an (backup) data SBK.000 per institusi. 9 . Membuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK).KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -39- 4.000 6 .6O3. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara memasukkan (input/ rincian alokaii anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungiawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar.q. 7 . 8 . Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66. Direktur Jenderal Anggaran.792.7 92.OO8.

o !) (Jl N) . h' U) s) iJ a N al' t\) H N) t\) D) A H H Hp v) a H .H O " Z E9 ' H g FrniFScupE{F 5 9 rd (D H H z FH Fc.8. p orq pc F" F' ."' t H f iglFrFFq t E. rnP B P p> rc iJ 5.n: 0) p) i PF'"$EH $'B ff ?o iH oh't.H> ti9iD tri$H I H P '-[ FF $ il 0q A) O o r+ H o H w tr o o pl F) H o p a H -s Iq a\ p) w D E. KB -. s) H a H F) H o 5 .N) H ts U) H P.q ?74-.J 0) E Pi .r Fl '6 F d H Fi X X X X X X X X X o T EH F Hg t= J o-E X X X X X X ." s Ea$ F{i m el? H r.g 9.FFs p. p o 9) H P :g a Fs $ E rsrs aeB + * [ ff l $ [r g g q€ B.cl. i$ HI F$ '_Fe s-. ts '.E'P.6. 5 HFg "Eq S iJ S F FFSFryFF f tt &ei*'il.z lTt 0) E F F.S ni I r.Hs) p) cD PB g' A' p H l"_ n.> mO < g (l0) tsF HEd k c0) r< '.J 0) F) tJ tD H H $ fl$v-8r.fl o. f F8. e z . H P * 5 d € r^ tE -z cW. 0) H nl H H p z N p) FJ ) p H tH H .r -* h B H.f Ul N .1.8i H g .u. *zui'F 3 ryH HHgHBEBEF: " 9uu PO) natFE'EgFg EE$E H Eio H I= !lm :1 r !gm L_tr XI FX q H 5 6E ' cn> .-* hl (-P Frtr X X X X X X X X X X X X cKcu 'itr6' tr kq tl ci tr FI 9) H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X fi x \ a a -t N o r q- \ .F F p.

tH H P t' p H z s) tp) H H P !D 0) t' !) H. p) H o oi H w o H a a N \o fTl w H v) r+ N) N) H - \o w w o o p) s) P t.u @ r+ a 4 H Ul (tl P ul w N) v) N) r-l p FJ (/) t\) t\) t\) a+ H H F Ol N) N) H \o N) H t\) v) A) H D) 0) H v ul N ln Ul t\) H -. n z U P tH P tJ z o p (h H p U) Fl p @ H p o A) v) P !) p. F N) N) N ts P H ! w o 0) w d o o F) A) 5 H p) FJ w w n1 Ft H \o Fil 8. w F) A) Ft w F] )q H p F) H t0 a 9) g) n) F) H o H w o o A) F) H . (J) a+ \J o H cr € o' . p w p Ft nl H Ft H F) Ft' $ H P )c z t) z P a-\ p H P a ffj n H FD H H z /1 U Ft n H z o Fl p a H H.o H H H Frl F A td OJ N) A (. P H H H P H P P P F) p A) p) AF t. o }{ H rrl p H (Jl Ul I w \) B N) ul ul H N) N) o n1 t\) a r a. p F{ o w p) o z .= P S x= zm a> Fz 9"= rnO X X X X X X il X X X X R H X X X X X X X X n X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X il X x X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il H X X X X X X X X X X H X X X t X X X X X fr X X X X X X X X X X X il X X X X X X x X X X X X X X X X X X X X a X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il . Es) p t w A) Fl g) p H H H H E. p) F) Fri Ed H H N ts \o w o 0) ft n1 t0 a) a) H D H 5..t) o d FJ p (tl 6.1 >i.

. "J p) 0q F) H tz t> IZ N z d .^ o 0q F) - .i €E ?FA E oz €o FZ U Fi \' H o H p 0q H 0c e oq p o o I € lD oP{ o t! b' o (r) { @ N) .P F-i z *< :z u{ ttT !!m a FJ p x= zm (fC rv r p' rtAI m6) @> o> zz ..a .-r! !l Fl .-.J n L.^ o 00 ..z *l oq p. w o n\ H *l pl p p H d. -l (1 l-1 H t'.i a TE ts rE Ctt t\) N) F K n H f1 H \.H r+ o A) L. z L.. H P IJ RK hz vt4 A-H P..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful