POLA KERJA TERPADU

DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT IV BADAN DIKLAT PROVINSI JATIM 2011

DESKRIPSI SINGKAT
MATA DIKLAT INI MENJELASKAN TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA SECARA TERPADU. TUJUAN UMUM SETELAH MENGIKUTI PEMBELAJARAN INI, PESERTA DIKLAT MAMPU MEMILIKI PEMAHAMAN TENTANG UNSUR-UNSUR, PRINSIP DAN TEKNIK MENYUSUN RENCANA KERJA SECARA TERPADU.
POLA KERJA TERPADU SEBAGAI ALAT KERJA YANG EFISIEN DAN EFEKTIF DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI PADA UNIT KERJA MASING-2.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
SETELAH MENGIKUTI MAMPU : DIKLAT INI PESERTA
1. Menjelaskan Pengertian Manajeman Dan Fungsi-fungsi Manajemen; 2. Menjelaskan Pengertian Pkt; 3. Menjelaskan Proses Manusiawi Dan Non Manusiawi;

4. Menjelaskan Unsur Dan Prinsip Pkt;
5. Menjelaskan Sasaran; Teknik-2 Memilih Dan Menetapkan

6. Menjelaskan Teknik Memvalidasikan Sasaran;
7. Menjelaskan Teknik Mewujudkan Sasaran;

MANFAAT PEMBELAJARAN PKT PEMAHAMAN TENTANG POLA KERJA TERPADU. BERMANFAAT DALAM MENETAPKAN SASARAN SEBAGAI PENINGKATAN KINERJA SESUAI TUGAS DAN KEWENANGANNYA DAN MENYUSUN RENCANA KEGIATAN GUNA PENINGKATAN KINERJA INSTANSI. .

Unsur Dan Prinsip PKT SUB POKOK BAHASAN Pengertian PKT. Pengertian PKT B.POKOK & SUB POKOK BAHASAN POKOK BAHASAN A. E. D. F. Faktor Manusiawi Dan Non Manusiawi. ……. Sasaran. C. B. A. Kegiatan Mewujudkan Sasaran. . Pokok Kerja.

Rekapitulasi Biaya. K. I. Transparansi. Pengendalian. Uraian Paket Kerja. G. . Komunikasi. Matrik Rincian Kerja. Motivasi Dan Waskat.Sub Pokok Bahasan …… F. Kebersamaan. Penjadwalan. J. Pembagian Tugas Dan Tanggung Jawab. Koordinasi. H.

BIAYA METODE KERJA. MENGGERAKKAN. MESIN DAN WAKTU. . MENGEMBANGKAN TERHADAP SEGALA UPAYA DI DALAM MENGATUR DAN MENDAYAGUNAKAN SUMBER DAYA MANUSIA.PENGERTIAN MANAJEMEN MANAJEMEN MERUPAKAN SERANGKAIAN KEGIATAN MERENCANAKAN. SARANA DAN PRASARANA UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI YANG TELAH DITETAPKAN SERTA EVALUASINYA. UNTUK MENCAPAI SASARAN ORGANISASI DIPERLUKAN SUMBER-SUMBER MANAJEMEN YAITU : MANUSIA. PERLENGKAPAN. MENGORGANISASIKAN.

PENTINGNYA “RENCANA” 1. 2. DAPAT MEMBANTU MEMPERMUDAH BAGI SEORANG PIMPINAN ORGANISASI/PEJABAT STRUKTURAL DALAM RANGKA MEMIMPIN ATAU MENGGERAKKAN DAN MENGARAHKAN PERA TENAGA PELAKSANA DAN TENAGA FUNGSIONAL DI DALAM ORGANISASI UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATANKEGIATAN OPERASIONAL SESUAI DENGAN RENCANA. MEMBANTU …….. .

2. APA SUMBER FASILITAS YANG DAPAT DIGUNAKAN (DANA. SARANA DAN PRASARANA) KAPAN WAKTU PELAKSANAAN RENCANA (PROGRAM KERJA DAN DANA). SASARAN DAN TARGET). APA YANG HARUS DIKERJAKAN/DILAKUKAN. d. e. .Pentingnya ……. BAGAIMANA CARA ATAU METODE KERJANYA UNTUK MELAKSANAKAN RENCANA (SISTEM.. SIAPA SAJA YANG MELAKSANAKAN RENCANAN. MEMBANTU MEPERMUDAH PEJABAT STRUKTURAL DAN PARA PELAKSANA DAN TENAGA FUNGSIONAL UNTUK MENGETAHUI RENCANA KERJA YANG MELIPUTI : a. APA YANG HARUS DICAPAI/DIHASILKAN (TUJUAN. f. b. TEKNIK-2 DLL) c. PROSEDUR.

KETERAMPILAN APARATUR PEMERINTAH DAN MENERAPKAN “POLA KERJA TERPADU” DI SELURUH UNIT KERJA. 3. MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN UNIT TERKAIT. 2. BAIK DALAM ORGANISASI MAUPUN DILUAR ORGANISASI UNTUK MENUNJUKKAN KINERJA UNIT ORGANISASINYA.TUJUAN POLA KERJA TERPADU 1. . MENINGKATKAN PENGETAHUAN. MENGOPERASIONALKAN SISTEM DAN PROSEDUR KERJA YANG BERKAITAN DENGAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN TUGAS POKOK INSTANSI.

5. PELAKSANAAN YANG TEPAT DAN PENGAWASAN YANG KETAT. MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA BAGI INSTANSI YANG MELAKSANAKAN POLA KERJA TERPADU. MENERAPKAN PERENCANAAN YANG MATANG. PENYELE-WENGAN. BUDAYAKAN PKT DI UNIT KERJA MASING- . 6.Tujuan ……… 4. MENGHINDARKAN PENYIMPANGAN. PENYALAHGUNAAN WEWENANG MAUPUN KORUPSI.

WALAUPUN MEMPUNYAI POSISI.PENGERTIAN MANAJEMEN DALAM PKT SUATU PROSES BEKERJASAMA ANTARA ORANGORANG. MENGANDUNG ARTI : HUBUNGAN ANTARA MANAJER DAN STAF YANG BERSIFAT MANUSIAWI SERTA MEREKA MERUPAKAN KESATUAN UNTUK MEWUJUDKAN. PERAN DAN FUNGSI YANG BERBEDA (PENANGGUNG . UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN MENCAPAI SASARAN YANG DITETAPKAN. BAIK DALAM SUATU ORGANISASI ATAU DENGAN ORGANISASI LAIN.

MANAJEMEN SEBAGAI PROSES ANALITIKA DISAMPING PROSES MANUSIAWI MASIH DIPERLUKAN JUGA ADANYA PROSES : “ANALITIKA YANG MENGGUNAKAN LOGIKA” (Karena Bagaimanapun Juga Proses Analitika Merupakan Alat Untuk Menentukan Keberhasilan Suatu Proses Manajemen). 2. . TERDIRI DARI 4 TAHAP SBB. MEMILIH DAN MENGUJI ALTERNATIF. : 1. MENENTUKAN MASALAH. MENCOBA PENYELESAIAN. 3. 4. PENCARIAN ALTERNATIF PEMECAHAN.

PENGERTIAN PKT POLA KERJA TERPADU ADALAH SUATU ALAT KERJA BERUPA PERENCANAAN YANG OPERASIONAL UNTUK MEWUJUDKAN SARANA YANG TELAH DITETAPKAN SECARA BERSAMA ANTARA STAKEHOLDERS (PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT). .

Pokok Kerja. 8. 9. Sasaran. . Manusia Analitika. Kegiatan Mewujudkan Dan 5. Rekapitulasi Biaya. Rincian 6. Matriks Kerja. Sasaran. 7.UNSUR – UNSUR PKT 1. 2. 4. 3. Uraian Paket Kerja. Pengendalian. Penjadwalan.

5.10 – PRINSIP PKT 1. KEBERSAMAAN : DIKERJAKAN BERSAMA-2 ANTARA ATASAN DAN BAWAHAN. TRANSPARANSI : TIAP ORANG DAPAT MELIHAT DAN MENGIKUTI JALANNYA KEGIATAN SEHINGGA DAPAT MENILAI KEBERHASILAN ATAU KEGAGALANNYA. PIMPINAN DAN STAF SERTA ANTARA INSTANSI TERKAIT. KUALITAS DAN KUANTITAS PEKERJAAN. DISIPLIN : DALAM HAL WAKTU PENYELESAIAN. 2. KEPASTIAN : SEMUA HAL YANG TELAH DITUANGKAN DALAM RENCANA PASTI DAPAT DILAKSANAKAN DENGAN TEPAT. 4. 3. PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB : TIDAK TERJADI TUGAS YANG TUMPANG TINDIH SERTA MELAMPAUI .

KOORDINASI: DIPERLUKAN KOORDINASI YANG BAIK AGAR TIDAK TERJADI TUGAS YANG TUMPANG TINDIH SERTA MELAMPAUI KEWENANGAN. 8. MOTIVASI: PELAKSANAAN TUGAS HARUS MEMILIKI SEMANGAT YANG TINGGI UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS SEBAIK-2 NYA. 7.AKUNTABILITAS: SEMUA PROSES PELAKSANAAN PEKERJAAN DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN KEPADA PIMPINAN MAUPUN KEPADA MASYARAKAT. KOMUNIKASI: DIPERLUKAN KOMUNIKASI YANG LANCAR UNTUK MENGETAHUI KEMAJUAN PELAKSANAAN TUGAS MASING-2. 10.Prinsip …… 6. . 9. WASKAT: YANG SESUNGGUHNYA DIAWASI ADALAH PROSES PEKERJAAN SESEORANG DAN DIRINYA SENDIRI.

Mewujudkan Sasaran. Mengendalikan Kegiatan. 5. MERUPAKAN “KERANGKA PIKIR PKT” . 3. . Menetapkan Sasaran. YAITU : 1.PENTAHAPAN PKT SEBAGAI RANGKAIAN PROSES. PKT TERDIRI 5 TAHAPAN. Memvalidasikan Sasaran. Memilih Sasaran. KERANGKA PIKIR PKT 4. 2.

Terdiri Dari : Pohon Masalah – Pohon Sasaran & Pohon Alternatif. Yaitu Analisa Uraian Tugas Dimulai Dari Uraian Tugas Yang Tersedia Pada Setiap Unit Kerja b. Teknik Kedua. Teknik Pertama. .1. MEMILIH SASARAN  ADA DUA CARA YANG BISA DIGUNAKAN YAITU TEKNIK ANALISIS TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI & TEKNIK ANALISIS SITUASI : a. Yaitu Teknik Analisis Situasi Menggunakan Pohon Analisis (Tree Analysis).

DARI TUPOKSI SUATU UNIT ORGANISASI DIANALISIS PENINGKATAN HASIL PELAKSANAAN TUGAS DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN SESEORANG ATAU ORGANISASI. MISI DAN TUPOKSI DARI UNIT ORGANISASI. CONTOH: PERPANJANGAN KTP DI KECAMATAN SELESAI 1 JAM.Teknik Pertama (Analisis Uraian Tugas) MEMILIH SASARAN MELALUI URAIAN TUGAS BERTITIK TOLAK DARI VISI. PERPANJANGAN STNK DI SAMSAT SELESAI 5 .

Teknik Kedua (Analisis Situasi) 1) Memilih Sasaran Melalui Pohon Analisis (Analisis Sebab Akibat). . 2) Pohon Analisis Merupakan Suatu Langkah Pemecahan Masalah Dengan Mencari Sebab Dari Suatu Akibat. Caranya : Analisis Disusun Menyerupai Sebuah Pohon Atau Bagan Organisasi.

MENYUSUN POHON MASALAH (PERNYATAAN NEGATIF). 3. MENYUSUN POHON SASARAN (PERNYATAAN POSITIF).TIGA LANGKAH DALAM MEMILIH SASARAN 1. 2. . MENYUSUN POHON ALTERNATIF.

MENGIDENTIFIKASI & MENGANALISIS MASALAH DAN KEBUTUHAN-2 (Gunakan Pohon Masalah). 3. 2. MENENTUKAN SASARAN-SASARAN YANG HARUS DIWUJUDKAN UNTUK MEMECAHKAN MASLAH ATAU MEMENUHI KEBUTUHAN-2 YANG TELAH DIIDENTIFIKASI (Gunakan Pohon Sasaran).TIGA TAHAP DALAM PROSES POHON ANALISIS 1. MENGEMBANGKAN AKTERNATIF PEMECAHAN ATAU ALTERNATIF RENCANA TINDAKAN UNTUK MEWUJUDKAN SASARAN (Gunakan Pohon .

. Dianalisa Penyebab Masalah Tersebut melalui Curah Pendapat. Diskusikan Dan Tulis Berbagai Alternatif Penyebab Masalah Tersebut Secara Bertahap.POHON MASALAH (Pernyataan Negatif) 1. 2. Sebagai Hasil Analisis Situasi Di Unit Kerja. Dimulai dengan “Masalah Utama”. Lukiskan Dalam Sebuah Bagan Pohon. Pikirkan Apa Akibat Yang Mungkin Timbul Dari Masalah Tersebut. Pohon Masalah adalah : Suatu Teknik Untuk Mengidentifikasikan Semua Masalah Dalam Suatu Situasi Tertentu Dan Memperagakan Informasi Ini Sebagai Rangkaian Hubungan Sebab Akibat. Mulailah Dgn Rumusan Pernyataan Masalah Yang Dihadapi Unit Kerja.

IV .KRITERIA PEMILIHAN MASALAH UTAMA 25    U (Urgency) : kegawatan yaitu besarnya dampak yang timbul terhadap keselamatan jiwa manusia/uang/produksi/harta benda/reputasi baik individu maupun organisasi.09 dibandingkan dengan sebelumnya/keadaan .PMPK Diklatpim Tk. G (Growth) : pertumbuhan yaitu perkiraan bertambah buruknya suatu keadaan Surjadi . S (Seriousness) : mendesaknya yaitu banyaknya waktu tersedia untuk penanganan suatu masalah.

MEMILIH MASALAH UTAMA (Dengan Menggunakan Matriks USG) NO 1 2 3 MASALAH MASALAH I MASALAH II MASALAH III U 5 5 5 S 4 5 4 G 3 5 4 TOTAL 12 15 13 4 MASALAH IV 4 4 3 11 .

1 PENYEBAB MASALAH NO. LAINNYA.POHON MASALAH (Pernyataan Negatif) INFORMASI DIBID.1 ADALAH MASALAH NO. TDK SESUAI • • • • b BELUM TERSEDIANYA BUKU PEDOMAN KEHUMASAN c KURANGNYA KESEMPATAN MENGIKUTI DIKLAT TEKNIS KEHUMASAN d (3) (MS) KURANGNYA MOTIVASI PEG. UNIT-2 KERJA DI LAN DG BAG. BLM MEMAHAMI TUGAS-TUGAS KEHUMASAN b c KURANGNYA DUKUNGAN DARI PIMPINAN OVERLAPING KEGIATAN KEHUMASAN DG BAG. DLM MENGEMBANGKAN DIRI Diskusi-1 MASALAH YANG DIHADAPI (MASALAH UTAMA) ADALAH NO. 1 ADALAH NO. HUMAS BAG. 3 b ( YANG DOMINAN ) AKIBAT MASALAH NO. 4 MPD MSD . Masalah Utama (1) (MU) Sebab (2) d (MP) a PENDIDIKAN FORMAL PEG. HUMAS & PUBLIKASI LAN-RI Akibat (4) (HASIL USG) a KURANGNYA KOORDINASI ANT.BAG. 2 b ( YANG DOMINAN ) PENYEBAB MASALAH NO. 2 b ADALAH MASALAH SPESIFIK NO. ADMINISTRASI NEGARA BELUM DISEBARKAN OLEH LAN-RI SECARA OPTIMAL BLM OPTIMALNYA PELAYANAN KEHUMASAN PADA SUB. HUMAS PEG.

Semua Pernyataan Dari Pohon Masalah Mengandung Pengertian Negatif.POHON SASARAN (Pernyataan Positif) Adalah Teknik Untuk Mengidentifikasikan Sasaran Yang Ingin Diwujudkan Pohon Sasaran Merupakan Rangkaian Sebab Akibat Yang Pernyataannya Merupakan Kebalikan Dari Pernyataan Dari Pohon Masalah. Beberapa Sasaran Itu Dengan Menggunakan Pola Pikir Jika . Sedang Semua Pernyataan Dari Pohon Sasaran Mengandung Pengertian Positif. Susunlah Sasaran Dalam Bentuk Pohon Seperti Pohon Masalah. .Maka.

HUMAS & PUBLIKASI LAN-RI SECARA OPTIMAL Akibat (4) (1) a TERWUJUDNYA KOORDINASI ANT.LB. ADMINISTRASI NEGARA OLEH LAN-RI SECARA OPTIMAL TERWUJUDNYA PELAYANAN KEHUMASAN PADA SUB. UNIT-2 KERJA DI LAN DG BAG.DIK FORMAL SESUAI b TERSEDIANYA BUKU PEDOMAN KEHUMASAN c TERWUJUDNYA KESEMPATAN MENGIKUTI DIKLAT TEKNIS KEHUMASAN d TERWUJUDNYA MOTIVASI PEG. HUMAS TERSEDIANYA PEG YGMEMAHAMI TUGAS-TUGAS KEHUMASAN b c ADANYA DUKUNGAN DARI PIMPINAN d Sebab (2) TDK ADANYA OVERLAPING KEGIATAN KEHUMAS AN DG BAG.BAG. DG. DLM MENGEMBANGKAN DIRI (3) . HUMAS BAG.POHON SASARAN TERWUJUDNYA PENYEBARAN INFORMASI DIBID. a TERSEDIANYA PEG. LAINNYA.

TERSEDIANYA PEG.PEMILIHAN SASARAN SPESIFIK DOMINAN (Dengan Teori Tapisan) TAPISAN ALTERNATIF SASARAN EFEKTIVITA S EFISIEN KEMUDAHA N TOTAL PILIHA N 1. TERWUJUDNYA KESEMPATAN MENGIKUTI DIKLAT TEKNIS KEHUMASAN 4. TERWUJUDNYA MOTIVASI PEG.DIK FORMAL SESUAI 2. . DG.LB. DLM MENGEMBANGKAN DIRI 4 3 3 10 4 SASARAN TERPILIH : Tersedianya Buku Pedoman Kehumasan. TERSEDIANYA BUKU PEDOMAN KEHUMASAN 4 5 4 4 5 3 3 4 5 11 14 12 3 1 2 3.

POHON ALTERNATIF ADALAH TEKNIK UNTUK MENGIDENTIFIKASIKAN ALTERNATIFALTERNATIF PEMECAHAN ATAU TINDAKAN YANG DAPAT DIAMBIL UNTUK MEWUJUDKAN SASARAN TERTENTU DAN MEMPERAGAKAN INFORMASI INI KEDALAM FORMAT YANG SEDERHANA. .

POHON ALTERNATIF (1) TERWUJUDNYA PENYEBARAN INFORMASI DIBID.BAG.PEDOMAN KEHUMASAN DARI BERBAGAI SUMBER (ALTERNATIF PROGRAM KEGIATAN) . HUMAS & PUBLIKASI LAN-RI SECARA OPTIMAL TERSEDIANYA PEG YGMEMAHAMI TUGASTUGAS KEHUMASAN (2) (Sasaran Utama) (SPD) (3) (4) TERSEDIANYA BUKU PEDOMAN KEHUMASAN (SSD) MENYELENGGARAKA N LOKAKARYA PEDOMAN KEHUMASAN MEMBUAT BUKU PEDOMAN KEHUMASAN MENGUMPULKAN INFORMASI TTG. HUMAS BAG. ADMINISTRASI NEGARA OLEH LAN-RI SECARA OPTIMAL TERWUJUDNYA PELAYANAN KEHUMASAN PADA SUB.

MENYELENGGARAKAN LOKA-KARYA PEDOMAN KEHUMASAN B. -2 . MENGUMPULKAN INFORMASI TTG.PEMILIHAN ALTERNATIF (Dengan Teori Tapisan) TAPISAN ALTERNATIF SASARAN KONTRIBUSI BIAYA KELAYAKAN TOTAL PILIHA N A. MEMBUAT BUKU PEDOMAN KEHUMASAN C.PEDOMAN KEHUMASAN DARI BERBAGAI SUMBER 4 4 2 10 3 4 5 3 12 1 3 3 5 11 2 SASARAN TERPILIH : Tersedianya Buku Pedoman Kehumasan Melalui Pembuatan Sebuah Buku Pedoman Diskusi Kehumasan.

2. MENETAPKAN SASARAN

SASARAN TERPILIH DALAM POHON ALTERNATIF MASIH BERSIFAT SASARAN UMUM; DALAM CONTOH : Tersedianya Buku Pedoman Kehumasan Melalui Pembuatan Sebuah Buku Pedoman Kehumasan; SASARAN UMUM harus diubah menjadi SASARAN KHUSUS yang dapat mendorong semua orang terlibat mewujudkannya dan jelas keterikatannya (KOMITMENNYA);

Lanjutan ……

SASARAN KHUSUS Sifatnya Spesifik, Berorientasi Pada Hasil, Terukur Baik Dari Segi Kualitas/Kuantitas Dan Dilaksanakan, Tempatnya Dimana, Berapa Lama, Kapan Dimulai Dan Kapan Berakhir, Berapa Jumlah Biaya (Rp) Yang Diperlukan, Darimana Sumbernya, Unit Mana Yang Akan Bertindak Sebagai Pelaksana, Dan Bila Diperlukan Bekerjasama Dengan Instansi Luar;

Lanjutan ……

SEBUAH SASARAN YANG BAIK UNTUK DIPILIH ADALAH :
 


 

Sasaran Yang Bermanfaat Dan Paling Menguntungkan Bagi Organisasi, Jelas Dan Realistik, Dapat Diukur Dan Diamati Dari Segi Kualitas, Biaya Dan Waktu, Ditetapkan Bersama Atasan Dan Bawahan, Bersama-2 Dengan Unit Lain Yang Setingkat Mendukung Sasaran Dari Unit Yang Setingkat Lebih Tinggi Dan Dinyatakan Dalam Bentuk Selesai.

7. 10 Jakarta. 2001. Jl. Veteran no.000. . dilaksanakan oleh Sub Bagian Humas pada Bagian Humas & Publikasi Biro Umum Lembaga Administrasi Negara RI. selama 4 bulan dari tanggal 1 Juli 2001 s/d 31 Oktober 2001 dengan bisaya sebesar Rp.00 dari Anggaran Rutin TA.Contoh “Sasaran Khusus” : Tersedianya 1 buku Pedoman Kehumasan melalui Pembuatan Buku Pedoman Kehumasan bertempat di LAN-RI.000.

TEMPAT KEGIATANNYA 4. PELAKSANAANNYA (PENANGGUNG GUGAT) 8. SUMBER BIAYANYA. 6. 6. WAKTU 5. 7. KERJASAMANYA (KALAU ADA). BIAYA (BERAPA).SASARAN UMUM DIAMBIL DARI POHON ALTERNATIF KOTAK 4 DARI ATAS (KRITERIA BELUM JELAS) 1. WAKTU 5. PELAKSANAANNYA (PENANGGUNG GUGAT) 8. KERJASAMANYA (KALAU ADA). SUMBER BIAYANYA. . SASARAN KHUSUS PERUBAHAN DARI SASARAN UMUM (KRITERIA SUDAH JELAS) 1. 7. KEGIATANNYA 3. KEGIATANNYA 3. TARGET (HASIL) 2. TEMPAT KEGIATANNYA 4. TARGET (HASIL) 2. BIAYA ( BERAPA).

. 8.Rp YG DIPERLUKAN (dengan biaya sebesar Rp.WAKTU/DURASI (selama 4 bulan dari tanggal 1 Juli 2001 s/d 31 Oktober 2001). 2..000. Dilaksanakan ………DILAKSANAKAN OLEH PENANGGUNG GUGAT (Sub Bagian Humas pada Bagian Humas & Publikasi Biro Umum Lembaga Administrasi Negara RI). 5. 6. 2001). 10 Jakarta). 4. 3.. Biaya ……. Jl. Veteran no.PERUBAHAN SASARAN UMUM KE SASARAN KHUSUS DG “7” ATAU “8” URUTAN PENULISAN KRITERIA 1.LOKASI/TEMPAT KEGIATAN (di LAN-RI. Bekerjasama dengan …….HASILNYA (1 buku Pedoman Kehumasan).SWADAYA/APBN/APBD (dari Anggaran Rutin TA. Tersedianya …. Di ……. 7.000. Selama …. Melalui ……KEGIATANNYA (Pembuatan Buku Pedoman Kehumasan) . KALAU ADA.00 Biaya Berasal dari ……. 7..

dilaksanakan oleh Sub Bagian Conto Humas pada Bagian Humas & Publikasi Biro Umum h Lembaga Administrasi Negara RI. 2001.00 dari Anggaran Rutin TA.000. 10 Jakarta. Veteran no. Jl. .000. selama 4 bulan dari tanggal 1 Juli 2001 s/d 31 Oktober 2001 dengan bisaya sebesar Rp. 7.(CONTOH) SASARAN UMUM Tersedianya Buku Pedoman Kehumasan Melalui Pembuatan Sebuah Buku Pedoman Kehumasan. SASARAN KHUSUS Tersedianya 1 buku Pedoman Kehumasan melalui Pembuatan Buku Pedoman Kehumasan bertempat di LAN-RI.

2) URAIAN PAKET KERJA (PK). b. : c. BAHAN. . ADA 3 (TIGA) INSTRUMEN YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMVALIDASIKAN SASARAN SBB. METODE. MEMVALIDASIKAN SASARAN a. PROSEDUR DAN TENAGA KERJA DINYATAKAN SIAP UNTUK MEWUJUDKAN SASARAN. ORGANISASI. VALIDASI SASARAN MERUPAKAN UPAYA UNTUK MEMBERIKAN JAMINAN BAHWA SUMBER DANA. SASARAN KHUSUS (SASARAN) MERUPAKAN SASARAN TENTATIF YANG HARUS DIVALIDASIKAN MENJADI SASARAN DEFINITIF. 1) MATRIK RINCIAN KERJA (MRK).3.

SASARAN KEGIATAN POKOK KERJA POKOK AKHIR & SUMBER DAYA Conto h ( MRK ) . Sampai Kegiatan Yang Terkecil Yang Dinamakan POKOK AKHIR (PA). Rincian Pokok Kerja (Persiapan – Pelaksanaan & Pengendalian).1) MATRIK RINCIAN KERJA (MRK) MERUPAKAN : Kerangka Yang Menghubungkan Sasaran Dengan Kegiatan Dan Sumber Yang Diperlukan Kegiatan.

.PROSEDUR MEMBUAT RINCIAN KERJA a. Nya “ Yang Menunjukkan Sesuatu Telah Selesai Dimasa Datang. . Dengan Menggunakan Awalan “ Ter …. Sasaran Ditulis Lengkap. Menetapkan Sasaran (dalam bulatan) Adalah “Sasaran Khusus” Yang Telah Dirumuskan Dan Ditetapkan Pada Tahap Penetapan Sasaran.

Adalah Kegiatan Yang Dirumuskan Dalam Sasaran. an“ atau “Pe ….Lanjutan …… a. an” Sebagai Pernyataan Yang Menggambarkan Proses. Menetapkan Kegiatan (dan menempatkan Dalam Kotak 4 Persegi Panjang) yaitu Kegiatan Mewujudkan Sasaran. Kegiatan Menggunakan Awalan “Me …. .

Lanjutan …… c.. Pelaksanaan. - . (untuk setiap pokok kerja sesuai kebutuhan). - Merupakan Kegiatan Terkecil Yang Menghasilkan. Pokok Akhir Ditulis Menggunakan Awalan “ Pe …. terdiri dari : A. Kegiatan Yang Masih Bisa Didelegasikan Pada Orang Lain dan Pokok Akhir Disusun Secara Kronologis Dari Awal Sampai Akhir. An “. B. Pengendalian. d. C. Persiapan. Menetapkan Pokok Kerja. Menetapkan Pokok Akhir.

…… . Ditulis Berdasarkan Jabatan Struktural Maupun Non Struktural. Dan Bertugas Bersama Lainnya Mengerjakan Sebagian Dari Pokok Akhir Dan Bertanggung Jawab Atas Selesainya Pekerjaan Yang Terlibat Langsung Dengan Setiap Penyelesaian Pokok Akhir. Menetapkan Penanggung Jawab. f.Lanjutan …… e.

PK4…s/d PKn. .f. Jumlah ke kanan menunjukkan banyaknya orang yang terlibat dalam penyelesaian Pokok Akhir yang dilaksnakan secara terkoordinasi.    Penamaan Paket Kerja Sesuai Urutan Pokok Akhir. Jumlah angka di bawah pada tiap kolom matriks menunjukkan besar kecilnya tanggung jawab keterlibatan dan peran seseorang dalam upaya mewujudkan sasaran. Paket Kerja (PK) satu Paket Pekerjaan Yang Dinyatakan Dalam Pokok Akhir. PK3. Yang Harus Dikerjakan Secara Terkoordinasikan Oleh Lebih Dari Satu Orang. PK2. Yaitu PK1.

MATRIKS RINCIAN KERJA (MRK) (Penyusunan Buku Pedoman Kehumasan Tahun 2007) Contoh Diskusi3 .

: . Format Paket Kerja (PK) sbb.2) URAIAN PAKET KERJA (UPK) • Paket Kerja merupakan kumpulan pekerjaan yang ada dalam setiap Pokok Akhir dan perlu diuraikan dalam bentuk format Uraian Paket Kerja.

(Keterangan Matriks Paket Kerja)    PK : adalah Paket Kerja yang tercanum dalam Matriks sesuai dengan Pokok Akhir yang terkait. Pokok Akhir : menunjuk pada pokok akhir yang sedang diuraikan. . Penyelesaian : adalah jumlah hari untuk menyelesaiakan Paket Kerja yang sedang dikerjakan dan tanggal mengerjakan PK sampai berakhirnya penyelesaian PK.

Orang Atau Pejabat Yang Ditugasi Harus Dapat Menggambarkan Tentang Apa Saja Yang Dikerjakan-nya Secara Berurutan Dengan Jelas. juga bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain yang ditugasinya. Penanggung Gugat : adalah seseorang yang di samping bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilaksanakan.  . (Dalam setiap Sasaran hanya ada satu orang penanggung jawab). Uraian Kerja : adalah Uraian Tentang Langkah Dan Deskripsi Pekerjaan Untuk Menyelesaikan Paket Kerja.

Biaya Adalah Biaya Yang Diperlukan Untuk Mengerjakan Tiap Pk. Penanggung Jawab Atau Pelaksana Menunjuk Kepada Penanggung Jawab Yang Ada Pada Matrik Untuk melaksanakan Setiap PK. Merupakan Biaya Yang Sesungguhnya Dibutuhkan Oleh Instansi Atau Unit Kerja Untuk Mewujudkan Sasaran. Waktu : Adalah Menunjuk Kepada Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Menyelesaikan Tiap PK.   . Jml Biaya Seluruhnya Harus Sama Dengan Jml Biaya Yang Tertera Pada Sasaran. Jml Biaya Dari Seluruh Pk.

LAN Indrawati Wakimin Kabag Humas & Publikasi 1 hari 1 hari 1 hari - 4 5 6 7 1 hari 1 hari 4 hari 1 hari Rp.PK . .- 8 Menyiapkan Snack 20 org x Agustriani 5 hari Rp. No.Hum as Agustriani Kabag Humas & Publikasi Sekretaris Ut.Subag.16 Mei ’07 No URAIAN KERJA PENANGGUNG JAWAB WAKTU BIAYA 1 2 3 Membuat konsep srt perintah kerja Tim Mengetik surat perintah kerja Tim Memeriksa ketikan & membubuhkan paraf pada hasil final pengetikan SPK Menandatangani SPK Tim Menggandakan & Mengagendakan SPK Menyiapkan dan Menyebarkan Srt pada Pegawai/Pejabat terkait Memimpin Rapat Tim Ka.000. :1 Pokok Akhir : PEMBENTUKAN TIM KERJA Penanggung Gugat : KEPALA SUB BAGIAN HUMAS Penyelesaian : 15 hari / Tgl 1 sd. 25.

000. 15 s/d.- 8 Mberitahukan kbli Ran Kerja pd Tim.000. Kerja kpd Sek.Rp.10.000.Kerja Mengajukan Ran. 26 Mei ’07 No URAIAN KERJA PENANGGUNG JAWAB WAKT U BIAYA 1 2 3 4 5 6 7 Membuat format rancangan program Mengetik konsep Rancangan Menyiapkan bahan penggandaan Mengundang Tim Pengembangan Menyiapkan snack 20 org x rp. Mjadi Ran. :2 Pokok Akhir : PENYUSUNAN RENCANA KERJA Penanggung Gugat : KEPALA SUB BAGIAN HUMAS Penyelesaian : 11 hari / Tgl.Utm LAN Kasubag Humas Alamsyah Alamsyah Kabag Humas& Publikasi agustriani Kasubag Humas Kabag Humas & Publikasi 1 hari 1 hari 2 hari 5 hari 5 hari 3 hari 1 hari Rp. 150. 200.Menyempurnakan Ren. Kasubag 7 hari .PK . No.

500.200.- JUMLAH = Rp.- Rp.000.Rp.REKAPITULASI PA & BIAYA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pokok Akhir Pembentukan Tim Kerja Penyusunan Rencana Kerja Pengajuan Anggaran Pengumpulan bahan referensi Pembahasan materi Pengetikan Draft Pencetakan Pendistribusian Pemantauan Penilaian pelaporan Rp. Rp.000. 1. 350.600. Rp.000. 7.- Rp.000.000. Rp.000. Rp.200.000.000.000.- .000. 1. 225.050.000. 3.100.Rp. Rp. Biaya Rp.75.

Semester Atau Tahun. Triwulan. Jam. . Bulan.  Penjadwalan Dibuat Dalam Format Seperti Berikut: Satuan Waktu Yang Dipilih Dalam Penjadwalan Disesuaikan Dengan Kebutuhan. Hari.3) Penjadualan  Penjadwalan Dibuat Dalam Bentuk Peta Garis (Bar Chart). Minggu. Penjadwalan Menggambarkan Kapan Kegiatan Dimulai Dan Kapan Direncanakan Selesai.

Penjadualan WAKTU POKOK AKHIR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pembentukan Tim Kerja Penyusunan Rencana Kerja Pengajuan Anggaran Pengumpulan Bahan Referensi Pembahasan Materi Pengetikan Draft Pencetakan Pendistribusian Pemantauan Mei Juni TAHUN 2007 Juli Agst Sept Okt Nov 10 Penilaian 11 Pelaporan .

4. Motivasi Merupakan Proses Psikis Yang Mendorong Orang Untuk Melakukan Sesuatu. MEWUJUDKAN SASARAN 1. Sedangkan Kegiatan Akan Berjalan Dengan Baik Kalau Ada Motivasi Dalam Diri Para Pelakunya. SASARAN KHUSUS (Sasaran) Akan Terwujud Kalau Ada Kegiatan Untuk Mewujudkannya. . MOTIVASI (Adalah Kegiatan Mendorong Gairah Kerja Dan Memberikan Semua Kemampuan Bawahan Agar Mau Bekerja Keras Dan Ketrampilannya Untuk Mewujudkan Sasaran Organisasi Secara Berdaya Guna Dan Berhasil Guna). Dapat Berasal Dari Diri Sendiri / Dari Luar Dirinya.

MOTIVE Merupakan Daya Gerak Dari Dalam Yang Mendorong Seseorang Untuk Berbuat Sesuatu. PENGGERAKKAN (Motivating) Merupakan Keseluruhan Proses Pemberian Motif Bekerja Kepada Para Bawahan/Kolega Sehingga Mereka Mau Bekerja Dengan Ikhlas Demi Tercapainya Tujuan Organisasi (Sasaran) Dengan Efisien Dan Efektif.Mewujudkan ……. 2. Penimbul Motif Sehingga Merupakan Proses Yang Mendorong Seseorang Berperilaku Dengan Cara Tertentu. 3. . Motive Merupakan Pembangkit.

Pemuasan . 2. Adanya Kebutuhan Internal. Adanya Pelaksanaan Kebutuhan Organisasi.PROSES MOTIVASI TERJADI KARENA : 1. Adanya Kegiatan Untuk Memuaskan Kebutuhan. 3.

TEORI PENDEKATAN KEBUTUHAN KEBUTUHAN MERUPAKAN PROSES DASAR MOTIVASI DAN KEBUTUHAN MANUSIA TERSUSUN DALAM BENTUK BERJENJANG (BERTINGKAT TINGKAT). .

Kebutuhan Fisik (Physical Needs) 2. Kebutuhan Penghargaan (Esteem Needs) 5. Diri (Self .H.MENURUT A.MASLOW (MOTIVATION AND PERSONALITY) JENJANG KEBUTUHAN MANUSIA : 1. Kebutuhan Perwujudan Actualization Needs). Kebutuhan Keamanan (Safety Needs) 3. Kebutuhan Sosial (Social Needs) 4.

c. . Agarbawahan / anak buah memahami sasaran organisasi. menjamin terwujudnya sasarn organisasi. b. Meningkatkan kemampuan dan semangat kerja.TUJUAN MOTIVASI a. e. d. Mendapatkan dukungan dan bantuan bawahan. Menngkatkan produktivitas kerja.

KOMUNIKASI DUA ARAH YANG SEHAT DAN LANCAR. ADANYA PENGAKUAN YANG TIMBAL BALIK. b. d. KEYAKINAN ATAS PRESTASI YANG DIPEROLEH. MENGIKUTSERTAKAN BAWAHAN. .PRINSIP-PRINSIP DALAM MEMOTIVASI BAWAHAN a. c.

5. PENGENDALIAN Bukanlah Usaha Untuk Mencari Kesalahan Dan Usaha Yang Negatif. Tetapi Harus Mempunyai Unsur Positif (Membina). Yaitu Usaha Untuk Menjaga Dan Mencegah Supaya Jangan Terjadi . PENGENDALIAN Merupakan Pemeriksaan Benar Tidaknya Segala Sesuatu Pekerjaan Artinya Apakah Sesuai Dengan Rencana Yang Sudah Ditentukan. PENGENDALIAN Merupakan Kegiatan Pemimpin Yang Penting Dan Paling Mempengaruhi Bagi Setiap Kegiatan Pemimpin 3. Dengan Perintah Yang Diberikan Dan Dengan Peraturan Yang Berlaku 2. MENGENDALIKAN KEGIATAN (PENGERTIAN) 1.

HASIL KEGIATAN DIUKUR. DIKOREKSI DILAKUKAN BILA ADA PENYIMPANGAN DI WAKTU YANG TEPAT.TUJUAN PENGENDALIAN PENGENDALIAN KEGIATAN BERTUJUAN UNTUK MENJAGA AGAR KEGIATAN BERADA DALAM ARAH PERWUJUDAN SASARAN. AKAN EFEKTIF JIKA STANDAR DAN ATURAN KERJA JELAS. PENGENDALIAN PEKERJAAN DIMULAI DARI AWAL SAMPAI SASARAN TERWUJUD. LAPORAN STATUS SASARAN HENDAKNYA DISAMPAIKAN KEPADA SELURUH ANGGOTA YANG BERKEPENTINGAN. DALAM PENGENDALIAN KEGIATAN. DAN DIHARAPKAN AKAN MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA. .

Menentukan Ada Tidaknya Penyimpangan. Membangun Sistem Balikan. . 2. BAHAN DAN BIAYA. 4. 3. SALAH SATU ASPEK PENTING YANG DAPAT DIKENDALIKAN ADALAH WAKTU.Menetapkan Sasaran Hasil Kerja. WAKTU SANGAT PENTING UNTUK DIKENDALIKAN KARENA 5. Mengambil Tindakan Korektif.Membandingkan Hasil Kerja Nyata Dengan Standar Yang Telah Ditetapkan.LIMA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGENDALIAN KEGIATAN 1. WAKTU SEBAGAI SALAH SATU DIMENSI MANAJEMEN MEMPUNYAI HUBUNGAN ERAT DENGAN SUMBER LAINNYA SEPERTI MANUSIA.

A KEGIATAN YG DIJA. …………………… . Instansi : ……………………………….AN KEMAJUAN I II III IV V VI D PENYIM PANGAN E TNGG. …………………… .DIKAN TARGET B TITIK KONTROL C KEGIATAN & JDWL UKUR.FORMAT LAPORAN PENGENDALIAN KEGIATAN   Periode Laporan : ………………………………. STANDARD KEMAJUAN (SK) REALISASI ( R ) SK R SK R SK R . JWB KOREKSI POKOK AKHIR …………………… .

 .KETERANGAN TABEL LAP.DAL. Penilaian Dan Pelaporan).  KOLOM – A : Berikan Kejadian Yang Dijadikan Target Atau Pokok Akhir. KOLOM – B : Ukuran Yang Digambarkan Sebagai Standar Kemajuan Diambil Dari Bagian Penjadwalan (Sk). Kecuali Tiga Pokok Akhir Pengendalian (Pemantauan. Untuk Setiap Pokok Akhir Diamati Dan Dicatat Realisasinya. Ini Diperoleh Dari Pokok Akhir Yang Ada Pada Matrik Rincian Kerja.

Apabila Terjadi Penyimpangan Perlu Dicatat Berapa Besar. Siapa Penanggung Jawabnya.Keterangan ……  KOLOM – C : Waktu Merupakan Faktor Penting. Dengan Jadwal Tersebut.  KOLOM – D : Penyimpangan Akan Langsung Dapat Ditemukan Dengan Membandingkan Sk Dan R. . Karena Itu Dijadikan Alat Pembanding Antara Kegiatan Yang Dikehendaki Dengan Kegiatan Yang Sesungguhnya Yang Dapat Digambarkan Dalam Jadwal. Apa Dampaknya Dan Bagaimana Cara Mengoreksinya. Mengapa Terjadi Penyimpangan. Sepintas Sudah Kelihatan Pelaksanaan Pekerjaan.

 KOLOM – E : Tanggung Jawab Tindakan Koreksi Menunjukkan Siapa Dan Instansi Mana Yang Bertanggung Jawab Untuk Melakukan Tindak Lanjut (Koreksi) Terhadap Penyimpangan Dengan Mengurangi Seminimal Mungkin Dampak Negatifnya..Keterangan ……. Diskusi4 .

SELAMAT BERPRESTASI .

Lainnya. 5 4 3 12 MASALAH U S G TOTAL 5 5 4 4 3 3 5 4 3 14 12 10 4 . Kurangnya Dukungan Dari Pimpinan Overlaping Kegiatan Kehumasan Dg Bag. Peg. Unit-2 Kerja Di Lan Dg Bag.MEMILIH MASALAH POKOK DOMINAN (Dengan Menggunakan Matriks USG) N O 1 2 3 Kurangnya Koordinasi Ant. Humas. Blm Memahami Tugas-tugas Kehumasan.

Dlm Mengembangkan Diri .MEMILIH MASALAH SPESIFIK DOMINAN (Dengan Menggunakan Matriks USG) NO 1 2 MASALAH Pendidikan Formal Peg. Tdk Sesuai Belum Tersedianya Buku Pedoman Kehumasan Kurangnya Kesempatan Mengikuti Diklat Teknis Kehumasan U 5 4 S 4 5 G 3 4 TOTAL 12 13 3 4 3 4 11 4 4 3 3 10 Kurangnya Motivasi Peg.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful