Anda di halaman 1dari 35

STATISTIK FERMI - DIRAC

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisika Statistik

DISUSUN OLEH : KELOMPOK VII
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK VII

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK VII

1. 06101011006

2. 06101011020

3. 06101011037

MUHAMMAD FURQON

EVELINA ASTRA PATRIOT

RENY

DOSEN PENGAMPUH:

Drs. IMRON HUSAINI, M.Pd. LENI MARLINA, S.Pd., M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2013

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

KATA PENGANTAR

Dengan menghaturkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt, penyusun telah dapat menyelesaikan makalah Fisika Modern yang berjudul Statistik Fermi - Diractepat waktu. Tujuan utama penyusunan makalah ini adalah selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Fisika Statistik, juga untuk membantu para pembaca khususnya mahasiswa yang nantinya akan menjadi calon pendidik agar lebih mengetahui tentang statistik untuk fungsi distribusi fermi-dirac. Dengan demikian, diharapkan para calon pendidik dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin untuk menyongsong masa depan peserta didiknya sebagai generasi muda yang akan menjadi motor pengerak pembangunan bangsa di masa yang akan datang.

Dalam penyusunan makalah ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengasuh Mata Kuliah Fisika Modern, Bapak Drs. Imron Husaini, M.Pd., Ibu Leni Marlina, S.Pd., M.Si. dan kedua orangtua kami yang senantiasa memberikan dukungan dan nasihatnya, serta teman-teman Pendidikan Fisika Angkatan 2010 yang selalu memberikan dukungan serta semangatnya dalam penyusunan makalah ini. Meskipun telah berusaha dengan segenap kemampuan, namun penyusun menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, segala tegur sapa, kritik, serta saran yang diberikan pembaca akan penyusun terima dengan kelapangan hati guna perbaikan pada masa yang akan datang. Akhir kata, penyusun berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Palembang, Mei 2013

Penyusun

semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Palembang, Mei 2013 Penyusun Fisika Statistik Page
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Palembang, Mei 2013 Penyusun Fisika Statistik Page

Fisika Statistik

Page 2

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

1

KATA PENGANTAR

2

DAFTAR

3

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) BAB I PENDAHULUAN

4

1.1 Latar Belakang

5

1.2 Rumusan Masalah

7

1.3 Tujuan Penulisan

8

1.4 Manfaat Penulisan

8

BAB II ISI

2.1 Distribusi Fermi - Dirac

9

2.2 Konfigurasi Fermion

13

2.3 Energi Fermi

20

2.4 Temperatur Fermi dan Gas Fermi

23

2.5 Contoh Soal beserta Penyelesaiannya

29

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

34

3.2 Saran

34

DAFTAR PUSTAKA

35

29 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 34 3.2 Saran 34 DAFTAR PUSTAKA 35 Fisika Statistik Page
29 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 34 3.2 Saran 34 DAFTAR PUSTAKA 35 Fisika Statistik Page

Fisika Statistik

Page 3

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

 

1.

Identitas Mata Kuliah

 

Mata Kuliah

:

Fisika Statistik

Kode Mata Kuliah/Sks

:

GFI 10349/3 SKS

Fakultas/Jurusan,Prodi

:

FKIP/PMIPA, Prodi Pendidikan Fisika

Semester

:

Genap 2012/2013

Tempat

:

Indralaya

Dosen Pengasuh

:

Drs. Imron Husaini, M.Pd./Leni Marlina, M.Si.

 

2.

Tujuan Mata Kuliah

: Memberikan wawasan kepada mahasiswa untuk memahami tentang statistik fungsi fermi-dirac.

3.

Standar Kompetensi

: Memiliki wawasan dan pengetahuan tentang statistik fungsi fermi-dirac

 

4.

Kompetensi Dasar

:

Memiliki wawasan dan pengetahuan tentang statistik fungsi fermi-dirac

5.

Indikator

:

1. Menjelaskan distribusi energi fermi.

 

2. Menjelaskan konsep temperatur Fermi dan gas elektron

 

6.

Materi Pembelajaran

:

Statistik Fermi Dirac

7.

Kegiatan Pembelajaran

:

Pertemuan Ke-7 (2 x 50 menit)

Kegiatan awal (10 menit)

1. Salam pembuka, mengecek kehadiran mahasiswa.

2. Dosen melakukan tanya jawab mengenai tugas yang diberikan, kelompok yang presentasi harus duduk di depan.

3. Dosen menyampaikan indikator yang harus dicapai mahasiswa.

presentasi harus duduk di depan. 3. Dosen menyampaikan indikator yang harus dicapai mahasiswa. Fisika Statistik Page
presentasi harus duduk di depan. 3. Dosen menyampaikan indikator yang harus dicapai mahasiswa. Fisika Statistik Page

Fisika Statistik

Page 4

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

4. Dosen memberikan arahan tentang tata tertib dalam bertanya dan disikusi

Kegiatan inti (75 menit)

5. Presentasi Kelompok 6

6. Penjelasan Ensambel Mikrokanonik

7. Penjelasan Ensambel Kanonik

8. Penjelasan Aplikasi Pada Suseptibilitas Bahan Magnet

9. Energi Rata Rata Gas Ideal

Penutup (15 menit)

10. Dosen menyampaikan intisari dari isi materi ajar yang dipresentasikan oleh kelompok penyaji.

11. Dosen memberikan catatan perbaikan pada materi ajar dan untuk dijillid oleh

kelompok penyaji.

Penilaian

12. Penilaian Presentasi Kelompok 14.

13. Penulisan Tugas (Lembar Kriteria Tugas).

14. Penilaian Kognitif (Tanya Jawab Antar Kelompok dan Antar Individu)

15. Penilaian Afektif (Lembar Pengamatan)

16. Penilaian Psikomotorik ( Lembar Pengamatan)

17. Alat Yang Digunakan : Laptop, Projektor, Papan Tulis, Alat Tulis

18. Sumber belajar

: Buku-Buku Fisika Universitas dan Fisika Statistik, Mahasiswa, Internet

: Pemrograman Materi Ajar dengan Program Microsoft Power Point dan Microsoft Word

: Teknik Penyajian (Lembar Pengamatan) Penguasaan Materi (Lembar Pengamatan) Penilaian Kognitif (Tes Tertulis, Tes Lisan) Penilaian Afektif (Lembar Pengamatan) Penilaian Psikomotorik (Lembar Pengamatan)

19. Media

20. Penilaian

Afektif (Lembar Pengamatan) Penilaian Psikomotorik (Lembar Pengamatan) 19. Media 20. Penilaian Fisika Statistik Page 5
Afektif (Lembar Pengamatan) Penilaian Psikomotorik (Lembar Pengamatan) 19. Media 20. Penilaian Fisika Statistik Page 5

Fisika Statistik

Page 5

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

21. Sumber Pembelajaran

Internet/E-Book

Kaprodi Pendidikan Fisika

Taufiq, S.Pd., M.Pd.

:

Mengetahui, Dosen Pengasuh I

Drs. Imron Husaini, M.Pd.

Inderalaya, Mei 2013

Dosen Pengasuh II

Leni Marlina, M.Si.

Pengasuh I Drs. Imron Husaini, M.Pd. Inderalaya, Mei 2013 Dosen Pengasuh II Leni Marlina, M.Si. Fisika
Pengasuh I Drs. Imron Husaini, M.Pd. Inderalaya, Mei 2013 Dosen Pengasuh II Leni Marlina, M.Si. Fisika

Fisika Statistik

Page 6

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fisika statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat atau perilaku sistem yang terdiri dari banyak partikel. Generalisasi perilaku partikel merupakan ciri pokok dari pendekatan statistik. Sampai saat ini pendekatan statistik cukup memadai untuk merepresentasikan keadaan sistem dan perilaku partikel penyusunnya. Oleh karena itu perlu disusun cara memahami keadaan suatu sistem dan perilaku partikel pada sistem partikel yang memenuhi hukum-hukum fisika klasik maupun fisika modern.

Pada bagian awal dalam kuliah ini menerangkan tentang dasar-dasar statistik dan fungsi distribusi partikel sebagai pengetahuan dasar dalam memahami penerapan statistik pada sistem partikel. Sistem yang tersusun oleh partikel- partikel tidak identik (terbedakan) dan mematuhi hukum-hukum fisika klasik dapat didekati dengan statistik klasik Maxwell-Boltzmann. Sedangkan pada sistem yang tersusun oleh partikel-partikel identik (tidak terbedakan), hukum- hukum fisika klasik tidak cukup memadai untuk merepresentasikan keadaan sistem dan hanya dapat diterangkan dengan hukum-hukum fisika kuantum. Sistem semacam ini dapat didekati dengan statistik modern, yaitu statistik Fermi-Dirac dan Bose-Einstein. Statistik Fermi-Dirac sangat tepat untuk menerangkan perilaku partikel-partikel identik yang memenuhi larangan Pauli, sedangkan statistik Bose- Einstein sangat tepat untuk menerangkan perilaku partikel-partikel identik yang tidak memenuhi larangan Pauli.

Fisika Statistik ini adalah mata kuliah wajib program studi pendidikan fisika. Materi yang akan disajikan mengacu pada kurikulum dan pengalaman mengajar fisika statistik. Topik-topik yang disajikan dalam pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan hamasiswa dan kurikulum. Materi fisika yang akan disajikan menekankan pada pemahaman konsep dasar dan pengembangannya. Disamping itu akan dibahas juga cara menyajikan materi disertai dengan terapannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada materi-materi yang dianggap sulit untuk diajarkan kepada mahasiswa.

Mengingat begitu pentingnya Fisika Statistik bagi mahasiswa FKIP Fisika, maka mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami materi ajar Fisika Statistik yang meliputi Pengantar Metode Statstik, Karakteristik Makroskopik dan Kesetimbangan, Deskripsi Statistik Sistem Partikel, Entropi dan Temperatur,

Makroskopik dan Kesetimbangan, Deskripsi Statistik Sistem Partikel, Entropi dan Temperatur, Fisika Statistik Page 7
Makroskopik dan Kesetimbangan, Deskripsi Statistik Sistem Partikel, Entropi dan Temperatur, Fisika Statistik Page 7

Fisika Statistik

Page 7

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

Ensambel dan Sistem Interaktif, Statistik Maxwell-Boltzmann, Aplikasi Statistik Maxwell-Boltzmann, Statistik Bose-Einstein, Aplikasi Statistik Bose-Einstein, Statistik Fermi-Dirac, serta Aplikasi Statistik Fermi-Dirac. Dalam hal ini akan membahas mengenai Ensambel dan Sistem Interaktif yang terdiri dari Ensambel Mikrokanonik, Ensambel Kanonik, Aplikasi pada Suseptibilitas Bahan Magnet dan Energi Rata-Rata Gas Ideal.

1.2

Rumusan Masalah Beberapa rumusan masalah dalam makalah ini diantaranya:

1)

Apa definisi Statistik Fermi-Dirac?

2)

Apa definisi tentang energi Fermi ?

3)

Bagaimanakah perumusan temperatur Fermi dan gas elektron?

1.3

Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dalam penyusunan makalah diantaranya:

1)

Penulis dapat menjelaskan tentang statistik Fermi-Dirac

2)

Penulis dapat menjelaskan tantang energi Fermi

3)

Penulis dapat menjelaskan perumusan temperatur Fermi dan gas elektron

1.4

Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1)

Manfaat untuk mahasiswa Penulis melakukan penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para mahasiswa, diantaranya dapat dijadikan sebagai salah satu solusi yang bisa menjembatani permasalahan yang dialami mahasiswa mengenai statistik distribusi Fermi - Dirac sehingga nantinya dapat mengurangi kesalahpahaman dalam penafsiran materi Fisika Statistik.

2)

Manfaat untuk penulis Manfaat untuk penulis yaitu memperluas wawasan dan pengetahuan tentang Fisika Statistik, terutama statistik distribusi fungsi Fermi-Dirac serta sebagai bahan acuan dalam pembuatan makalah selanjutnya.

3)

Manfaat untuk penulis selanjutnya Manfaat penulisan makalah ini untuk penulis selanjutnya adalah dapat

digunakan sebagai contoh dalam pembuatan makalah yang akan datang.

selanjutnya adalah dapat digunakan sebagai contoh dalam pembuatan makalah yang akan datang. Fisika Statistik Page 8
selanjutnya adalah dapat digunakan sebagai contoh dalam pembuatan makalah yang akan datang. Fisika Statistik Page 8

Fisika Statistik

Page 8

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

BAB II

ISI

2.1 DISTRIBUSI FERMI DIRAC Distribusi fermi-Dirac ini adalah distribusi yang mematuhi asas

larangan pauli seperti partikel-partikel berspin pecahan setengah (1/2, 3/2,

dengan fermion, dan

fungsi distribusi yang berlaku bagi sistem fermion ini adalah distribusi Fermi-Dirac :

) contohnya elektron atau nukleon, yang disebut

f E

FD

1

Ae

E

/

kT

1

(1)

untuk distribusi Fermi-Dirac, A sangat bergantung pada T, dan ketergantungannya ini biasanya menghampiri bentuk eksponensial sehingga dapat ditulis sebagai berikut :

A

e

E

F

/ kT

(2)

dengan demikian, fungsi distribusi Fermi-Dirac menjadi

f E

FD

1

e

(

E E

F

) / kT

1

(3)

E F disebut energi Fermi. (Walaupun energi Fermi sendiri bergantung pada suhu, ketergantungannya cukup lemah sehingga E F dapat kita perlakukan sebagai sebuah tetapan).

Marilah kita lihat secara kualitatif perbedaan antara

f

BE

dan

f

FD

pada suhu rendah. Untuk distribusi Bose-Einstein, pada limit T rendah, dengan menganggap sementara A = 1, faktor eksponensial menjadi besar

untuk E yang besar; karena itu,

yang besar. Satu-satunya tingkat energi yang memiliki peluang besar untuk ditempati adalah keadaan yang memiliki E 0 ; karena faktor eksponensial menghampiri 1, sehingga penyebut f menjadi sangat kecil,

. Jadi, bila T kecil, semua partikel dalam

sistem berebut menempati keadaan energi yang terendah. Efek ini dikenal

untuk keadaan dengan energi

f

BE

0

dan dengan demikian

f

BE

 

terendah. Efek ini dikenal untuk keadaan dengan energi f BE  0 dan dengan demikian f
terendah. Efek ini dikenal untuk keadaan dengan energi f BE  0 dan dengan demikian f

Fisika Statistik

Page 9

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

sebagai “pengembunan” (condensation). Kelak akan kita lihat bagaimana efek ini memberikan akibat-akibat tidak terduga yang cukup menarik perhatian. Efek “pengembunan” ini tidak mungkin terjadi pada sistem

T = 0
T = 0

fermion, seperti sistem elektron, karena sebagaimana telah kita ketahui,

elektron-elektron dalam sebuah atom, misalnya tidak semuanya menempati keadaan energi terendah, berapapun rendahnya suhu. Marilah kita lihat bagaimana distribusi Fermi-Dirac mencegah terjadinya hal ini.

Untuk E > E F ,

ceritanya sangat berbeda, karena E E F negatif, sehingga untuk T yang

. Dengan demikian,

probabilitas populasi hanyalah satu fermion per satu keadaan kuantum, sesuai dengan yang disyaratkan oleh asas Pauli. Jadi, pada suhu yang rendah sekalipun, sistem fermion tidak “mengembun” ke tingkat energi yang terendah. Pada

kecil,

Faktor eksponensial dalam penyebut

faktor

e (

E

E

F

) / kT

menuju

f FD

adalah

f

FD

e (

E

1

E

F

) / kT

.

nol, dan

E F E 0 1 f FD
E
F
E
0
1
f FD

Gambar

Pengisian berbagai tingkat energi elektron menurut distribusi Fermi-Dirac pada T = 0

Misalkan suatu assembly tertutup dan mengandung sejumlah

N

fermion yang tak saling berinteraksi, dengan energi total E . Seperti pada pembahasan statistik sebelumnya, konfigurasi assembly dapat dinyatakan

dalam bentuk distribusi sistem pada sejumlah pita energi. Tiap pita

assembly dapat dinyatakan dalam bentuk distribusi sistem pada sejumlah pita energi. Tiap pita Fisika Statistik Page
assembly dapat dinyatakan dalam bentuk distribusi sistem pada sejumlah pita energi. Tiap pita Fisika Statistik Page

Fisika Statistik

Page 10

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

mengandung

sejumlah

g

s

keadaan dengan energi yang

berada dalam

interval

menyatakan jumlah sistem yang dapat ditempatkan pada berbagai nilai s . Karena assemblynya tertutup, maka jumlah total sistem dan energi total haruslah memenuhi syarat

yang

dan

s

s

d

s

. Konfigurasi assembly ditandai oleh nilai

n

s

n

N

n

E

 

s

s

s

s

s

Seperti halnya dengan boson, pertukaran dua fermion tidak akan menghasilkan susunan yang baru karena partikelnya identik (tak dapat

sistem diantara

dibedakan). Selanjutnya jira terdapat

w

s

cara menyusun

n

s

pita energi s

yang memiliki

adalah

W

g

s

keadaan, maka jumlah total konfigurasi

s

w

s

yang tentu saja W tak lain adalah robot konfigurasi. Oleh karena fermion memenuhi larangan Pauli, maka jumlah yang dapat ditempatkan pada suatu keadaan hanya dapat bernilai 0 atau 1. Jika

sejumlah

s keadaan, maka terdapat

n

s

sistem telah ditempatkan dalam

g

g

n

s

s

dari

g

keadaan

s

mengisi adalah

w

s

yang

masih

kosong.

g

s

!

n

s

!

g

s

n

s

!

Maka

banyaknya

cara

Untuk menggambarkan proses pengisian ini, gambar berikut memperlihatkan 3 sistem (digambarkan dengan titik) pada 5 keadaan (digambarkan dengan kotak). Hasil menunjukkan bahwa terdapat 10 cara, nilai ini sesuai jika kita menggunakan rumus 5.3 Bobot konfigurasi secara keseluruhan diperoleh dengan mengalikan masing-masing jumlah susunan yang mungkin, yakni

W

s

g

s

!

n

s

!

g

s

n

s

!

masing-masing jumlah susunan yang mungkin, yakni W   s g s ! n s !
masing-masing jumlah susunan yang mungkin, yakni W   s g s ! n s !

Fisika Statistik

Page 11

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

Oleh karena

Stirling

log W

s

g

s

dan

n

s

cukup besar, maka kita dapat menggunakan pendekatan

g

s

!

log n

s

!

g

s

n

s

!

=

g

s

log g

s

n

s

log n

s

g

n

s

s

log

g

n

s

s

Mengikuti metode sebelumnya, syarat yang harus dipenuhi adalah

s

 

log W

n

s



s

dn

s

0

Nilai yang ada dalam tanda kurung haruslah bernilai nol untuk setiap harga s manapun

Dari persamaan 5.5

log W

n

s



s

0

Nilai

n

s

log W

log

   g

s

n

s

 

 

log

n

   g

s

  

 

n

s

s

 

n

 

s

s

exp

g



n



s

s

s

1

n

s

0

yang bersesuaian dengan konfigurasi yang memiliki peluang terbesar

n

s

g

s

exp



s

1

Persamaan di atas disebut distribusi Fermi-Dirac untuk assembly fermion.

  s   1 Persamaan di atas disebut distribusi Fermi-Dirac untuk assembly fermion. Fisika
  s   1 Persamaan di atas disebut distribusi Fermi-Dirac untuk assembly fermion. Fisika

Fisika Statistik

Page 12

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

Bentuk

1 / exp 



s

secara umum dikenal dengan nama fungsi

Fermi dan umumnya ditulis dalam bentuk

f

 

1

 

exp

F

/ kT

 

1

Persamaan di atas diperoleh dengan melakukan substituís 1 / kT dan

F dalam persamaan di atas disebut energi Fermi. Jika rapat keadaan

dengan energi berada di antara dan d , maka jumlah sistem yang berada dalam interval energi tersebut adalah

F

/ kT

.

n df g d

2.2 KONFIGURASI FERMION Salah satu sifat yang dimiliki fermion adalah terpenuhinya prinsip ekslusi Pauli. Tidak boleh lebih dari satu fermion memiliki keadaan kuantum yang sama. Satu keadaan hanya boleh kosong atau hanya ditempati oleh satu fermion. Konsekuensi dari prinsip eksklusi Pauli adalah jumlah fermion harus lebih sedikit atau sama dengan jumlah keadaan. Ini berbeda dengan sistem klasik atau boson di mana tidak ada pembatasan jumlah partikel yang menempati keadaan tertentu. Berapa pun jumlah keadaan yang tersedia, maka keadaan tersebut dapat menampung partikel klasik maupun boson yang jumlahnya berapa pun. Untuk menurunkan fungsi distribusi Fermi-Dirac kita pun akan memulai dengan membagi keadaan-keadaan atas kelompok-kelopok sebagai berikut :

Kelopok-1 mengandung g 1 keadaan dengan energi rata-rata E 1 Kelopok-2 mengandung g 2 keadaan dengan energi rata-rata E 2 .

.

.

Kelopok-s mengandung g s keadaan dengan energi rata-rata E s

rata-rata E 2 . . . Kelopok-s mengandung g s keadaan dengan energi rata-rata E s
rata-rata E 2 . . . Kelopok-s mengandung g s keadaan dengan energi rata-rata E s

Fisika Statistik

Page 13

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

.

.

.

Kelopok-M mengandung g M keadaan dengan energi rata-rata

Mg ME

Jumlah sistem yang menempati masing-masing keadaan misalkan

n

1 sistem menempati keadaan-1

n

2 sistem menempati keadaan-2

.

.

.

n

s sistem menempati keadaan-s

.

.

.

n

M sistem menempati keadaan-M

Karena satu keadaan maksimum menampung satu sistem maka harus

terpenuhi n 1

Selanjutnya kita akan menentukan berapa cara menyusun n 1 sistem pada g 1

keadaan,

sistem. Kembali kita

menganalogikan keadaan sebagai kursi dan sitem sebagai benda yang akan ditempatkan pada kursi-kursi tersebut, seperti diilustrasikan pada Gbr. 6.1.

kelompok-1. Di sini ada

n 2 sistem pada g 2 keadaan, …, n M sistem pada g M keadaan. Tinjau

g 1 , n 2

g 2 , , n s

g s, n M

g M .

keadaan dan menampung

Tinjau g 1 , n 2 g 2 , … , n s g s ,
Tinjau g 1 , n 2 g 2 , … , n s g s ,

Fisika Statistik

Page 14

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC Gambar : Contoh penyusunan fermion analog dengan penyusunan kursi. Sebagian kursi ditempeli benda

Gambar : Contoh penyusunan fermion analog dengan penyusunan kursi. Sebagian kursi ditempeli benda (keadaan yang diisi fermion) dan sebagian kursi kosong (keadaan yang tidak ditempati fermion).

Untuk menentukan jumlah cara menempatkan benda pada kursi-kursi tersebut, kita tempelkan benda pada kursi-kursi tesebut. Pada satu kursi hanya boleh ditempelkan satu benda. Penempelan ini menjamin bahwa tidak boleh lebih dari satu benda berada pada satu lursi. Akibatnya kita dapatkan :

Ada buah kursi yang ditempeli benda Ada buah kursi yang kosong. Kemudian kita melakukan permutasi semua kursi yang ada baik yang kosong maupun yang ditempeli benda, karena benda sudah menempel pada kursi maka permutasi tidak memungkinkan munculnya satu kursi yang menampung lebih dari satu benda. Jumlah kursi yang dipermutasi adalah kursi sehingga menghasilkan jumlah permutasi sebanyak cara. tetapi, karena buah kursi kosong tidak terbedakan dan buah kursi yang ditempeli benda juga tidak dapat dibedakan maka jumlah permutasi buah kursi harus dibagi dengan

ditempeli benda juga tidak dapat dibedakan maka jumlah permutasi buah kursi harus dibagi dengan Fisika Statistik
ditempeli benda juga tidak dapat dibedakan maka jumlah permutasi buah kursi harus dibagi dengan Fisika Statistik

Fisika Statistik

Page 15

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

permutasi buah kursi kosong, tidak terbedakan dan buah kursi yang ditempeli benda untuk mendapatkan penyusunan yang berbeda. Jadi, jumlah penyusunan yang berbeda hanyalah

(6.1)

pada

Dengan cara yang sama kita dapatkan jumlah cara penyusunan keadaan adalah

sistem

(6.2)

Begitu seterusnya. Akhirnya, jumlah total cara penyusunan secara bersama

sama

sistem pada

keadaan,

sistem pada

keadaan,…,

sistem pada

keadaan adalah

x x … x

Selanjutnya kita perlu menentukan berapa cara membawa sistem dari luar untuk didistribusikan ke dalam keadaan keadaan di dalam assembli. Seperti yang kit bahas pada assembli boson, untuk partikel tak terbedakan jumlah cara tersebut adalah . Akhirnya, jumlah cara penyusunan fermion untuk konfigurasi di atas adalah

atau dalam notasi logaritma

(

umlah total sistem dalam assembli dan energi total assembli masing – masing adalah

logaritma ( umlah total sistem dalam assembli dan energi total assembli masing – masing adalah Fisika
logaritma ( umlah total sistem dalam assembli dan energi total assembli masing – masing adalah Fisika

Fisika Statistik

Page 16

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

dan

ntuk sistem terisolasi di mana tidak terjadi pertukaran partikel

maupun energi antara assembli dan lingkungan maka jumlah partikel selalu konstan dan energi total juga konstan. Dengan demikian bentuk diferensial dari N dan U adalah

(

(

Konfigurasi Maksimum

Konfigurasi dengan probabilitas maksimum diperoleh dengan memaksimalkan atau dengan memperhatikan konstrain pada persamaan (6.5) dan (6.6). Sebelum ke arah itu kita coba sederhanakan pada persamaan

(6.4)

Selanjutnya kita gunakan pendekatan Stirling untuk menyederhanakan faktorial, yaitu

Dengan demikian bentuk

dapat diaproksimasi sebagai berikut.

(

Selanjutnya, ambil diferensial ke dua ruas persamaan (6.7)

dapat diaproksimasi sebagai berikut. ( Selanjutnya, ambil diferensial ke dua ruas persamaan (6.7) Fisika Statistik Page
dapat diaproksimasi sebagai berikut. ( Selanjutnya, ambil diferensial ke dua ruas persamaan (6.7) Fisika Statistik Page

Fisika Statistik

Page 17

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

(

Mari kita hitung satu per satu suku dalam persamaan (6.8)

i.

ii.

iii.

Dari hasil di atas maka bentuk sebagai berikut.

dapat ditulis dalam bentuk lebih sederhana

(

Konfigurasi dengan probabilitas maksimum diperoleh dengan mencari

solusi untuk persamaan

Agar persamaan (6.10) selalu nol untuk variasi terpenuhi

, atau

(

yang sembarang maka harus

Agar persamaan (6.10) selalu nol untuk variasi terpenuhi , atau ( yang sembarang maka harus Fisika
Agar persamaan (6.10) selalu nol untuk variasi terpenuhi , atau ( yang sembarang maka harus Fisika

Fisika Statistik

Page 18

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

yang memberikan ungkapan untuk

sebagai

(

Berlaku juga pada fungsi distribusi fermion bahwa parameter memenuhi . Dengan parameter ini maka kita dapat menulis persamaan (6.11) secara lebih eksplisit sebagai

(

Persamaan (6.12) merupakan bentuk umum fungsi distribusi Fermi-Dirac untuk fermion.

Tabel 1 Fungsi Distribusi Statistik

Tipe Distribusi

Sifat-sifat

 

Fungsi

 

contoh

Maxwell-

Partikel

identik

F

MB

E

A

E kT
E
kT

Semua Gas

Boltzmann

yang

dapat

 

dibedakan

Bose-Einstein

Partikel identik

F

BE

(

E

)

1

E e kT  1
E
e
kT
 1

He cair (spin 0)

yang

tak

dapat

 

Foton (spin 1)

dibedakan

 

berspin bulat

Fermi-Dirac

Partikel

yang

tak

identik

dapat

F

FD

1

 E  E  F kT
E
E
F
kT

Elektron (spin ½)

Proton nertron

dibedakan

 

e

1

berspin

   

tengahan.

½) Proton nertron dibedakan   e  1 berspin     tengahan. Fisika Statistik Page 19
½) Proton nertron dibedakan   e  1 berspin     tengahan. Fisika Statistik Page 19

Fisika Statistik

Page 19

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

2.3 ENERGI FERMI Energi Fermi adalah tingkat energi tertinggi yang ditempati elektron pada suhu T = 0K (pada keadaan dasar). Energi Fermi merupakan suatu kuantitas yang sangat penting dalam sistem fermion (elektron adalah fermion). Fermion adalah sistem partikel dengan fungsi gelombang yang saling bertumpangan, yang memiliki spin setengah bilangan bulat-ganjil

Fermion memenuhi prinsip ekslusi Pauli, dan fungsi

gelombang sistem fermion berubah tanda terhadap pertukaran setiap pasangan partikel. Fungsi gelombang semacam ini disebut antisimetrik. Hanya satu fermion yang diperbolehkan terdapat pada keadaan kuantum tertentu dari sistem tersebut.

a. Sistem dua partikel yang terbedakan Terdapat dua partikel, partikel 1 dan 2, yang berada dalam keadaan a dan keadaan b. Jika kedua partikel tersebut terbedakan, maka terdapat dua kemungkinan terisinya keadaan yang diperoleh oleh fungsi gelombang :

(

).

Untuk fermion, kemungkinan untuk mendapatkan kedua partikel tersebut dalam keadaan yang sama (misal pada keadaan a) adalah:

Jadi, dalam sistem fermion, kehadiran partikel dalam keadaan kuantum tertentu dapat mencegah partikel lain untuk berada dalam keadaan itu ( hal ini terjadi karena untuk fermion berlaku prinsip ekslusi Pauli).

b. Sistem dua partikel tak terbedakan Jika terdapat partikel yang tidak dapat dibedakan, maka posisi masing-

partikel tak terbedakan Jika terdapat partikel yang tidak dapat dibedakan, maka posisi masing- Fisika Statistik Page
partikel tak terbedakan Jika terdapat partikel yang tidak dapat dibedakan, maka posisi masing- Fisika Statistik Page

Fisika Statistik

Page 20

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

masing partikel tidak dapat ditentukan, dan fungsi gelombangnya

harus merupakan kombinasi dari dan , untuk mencerminkan

peluang yang sama.

Untuk fermion, fungsi gelombang anti simetriknya adalah :

Faktor

diperlukan untuk menormalisasi fungsi gelombang tersebut.

Penentuan Besarnya Energi Fermi

fungsi gelombang tersebut. Penentuan Besarnya Energi Fermi Bayangkan sebuah elektron bebas bergerak dalam sebuah sumur

Bayangkan sebuah elektron bebas bergerak dalam sebuah sumur potensial (daerah yang membatasi gerak elektron, dimana daerah tersebut memiliki energi potensial tak hingga ), yang lebarnya L dan kedalamannya . Asumsikan bahwa pada daerah 0 L energi potensialnya sama dengan 0. Jika partikel tidak memiliki energi potensial, maka persamaan eigen valuenya ( P.S ) adalah:

Untuk 1 dimensi Besarnya harga

P.S :

adalah

=

dimana pada elektron bebas: V(x) = 0

=

(1)

Dan solusinya adalah : Asin kx + Bcos kx

= dimana pada elektron bebas: V ( x ) = 0 = (1) Dan solusinya adalah
= dimana pada elektron bebas: V ( x ) = 0 = (1) Dan solusinya adalah

Fisika Statistik

Page 21

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

Agar

=

dengan 0. Untuk x = 0, maka :

= 0 maka besarnya x haruslah sama

= Asin k0 + Bcos k0

s

cos 0 = 1, agar

dan

= 0 maka B = 0

(2)

Jika persamaan (2) disubtitusikan ke dalam persamaan (1), maka didapat:

 

=

 

bila k =

bila k =

k(1)

Karena

=

= 0, maka :

 
 

A sin kL

 
 

sin kL

→ kL

n

 

k =

k(2)

Bila persamaan k(1) disubtitusikan ke dalam persamaan k(2), maka:

persamaan k(1) disubtitusikan ke dalam persamaan k(2), maka: = → L a. Untuk harga n terkecil

=

→ L

a. Untuk harga n terkecil

n = 1L =

Panjang gelombang yang diperoleh kecil (minimum)

b. Untuk harga n terbesar

n = 3L =

panjang gelombang yang diperoleh besar (maksimum)

b. Untuk harga n terbesar n = 3 → L = panjang gelombang yang diperoleh besar
b. Untuk harga n terbesar n = 3 → L = panjang gelombang yang diperoleh besar

Fisika Statistik

Page 22

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

Bila

maka jumlah tingkat energi yang terisi ”penuh” oleh elektron

pada n =

dimana N adalah jumlah elektron dan angka 2 menunjukan spin

elektron (spin up dan spin down), sebesar :

Energi tersebut dinamakan energi Fermi, yaitu tingkat energi tertinggi yang

ditempati elektron pada suhu T = 0K (pada keadaan dasar, yang elektronnya terisi penuh). Jika suhu T = 0K , maka:

1.

Elektron akan mampu bertransisi (loncat) ke tingkat energi yang lebih tinggi.

2.

Sedangkan elektron yang lainnya, pada waktu yang bersamaan, tidak dapat bertransisi ke tingkat energi yang lebih tinggi, hal ini terjadi dikarenakan berlakunya prinsip ekslusi Pauli. Dari persamaan-persamaan diatas, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak gelombang yang terbentuk, maka akan semakin tinggi tingkat energinya.

2.4

TEMPERATUR FERMI DAN GAS FERMI-DIRAC Sebelum membahas lebih jauh perilaku gas yang dibentuk oleh fermion, kita akan menéela fungís Fermi dengan fokus pada energi Fermi

F . Fungsi Fermi pada temperatur mutlak nol ditunjukkan pada gambar

berikut. Ketika temperatur mutlak T 0, suku F 0 / kT

dua nilai yang mungkin.

(i)

Untuk

Untuk

F

F

0

0

 

, F

, F 0 / kT  

0 / kT

dan

(ii)

memiliki

Maka fungsi Fermi dapat memiliki dua harga yakni

untuk

F

0

,

f

1

e

1

0

dan

dua harga yakni untuk    F  0  , f   
dua harga yakni untuk    F  0  , f   

Fisika Statistik

Page 23

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

untuk

F

0

,

f

1



e

1

1

Hal ini menunjukkan bahwa pada temperatur mutlak nol, peluang

terisi sama dengan satu, dengan

kata lain semua keadaan terisi. Sebaliknya bahwa semua keadaan dengan

bahwa keadaan dengan energi

F

0

  F  0  energi kosong. Bentuk fungsi Fermi untuk temperatur mutlak nol
 
F 
0
energi
kosong. Bentuk fungsi Fermi untuk temperatur mutlak
nol ditunjukkan pada gambar berikut.
f 
1
0
F 
0

Sifat fungsi f dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut. Pada

temperatur mutlak nol, fermion menduduki keadaan dengan energi yang paling rendah. Oleh karena hanya satu fermion yang dapat menduduki satu keadaan, maka keadaan dengan energi paling rendah semuanya terisi sampai semua fermion berada dalam tingkatan energi tersebut. Singkatnya dapat dikatakan bahwa tingkatan energi Fermi adalah tingkatan energi tertinggi yang diduduki oleh fermion pada temperatur mutlak nol, keadaan dengan tingkatan energi di atasnya tidak terisi.

bahwa

Nilai

F

0

dapat dicari dari persamaan 5.11 dengan menggunakan syarat

s

n

s

0

n

d

N

dari persamaan 5.11 dengan menggunakan syarat  s n s    0 n 
dari persamaan 5.11 dengan menggunakan syarat  s n s    0 n 

Fisika Statistik

Page 24

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

Oleh karena bentuk fungsi Fermi pada T 0 K, n g untuk

ketika n 0 untuk

F ( 0 ) syarat di atas dapat ditulis menjadi

E

F

( 0 )

0

n

d N

F

( 0 ) ,

Karena fermion merupakan sistem kuantum maka bentuk fungsi rapat keadaan

g dapat diambil dari persamaan 4.12 oleh karena momentum sudut spin

fermion memungkinkan lebih dari satu keadaan untuk setiap tingkatan energi. Dengan penerapan yang lebih luas ini, misalnya dalam kasus elektron, kita dapat

2 1 dan

memandang bahwa bilangan kuantum spin magnetiknya dapat berharga

2 1 . Jadi memungkinkan dua keadaan untuk tiap tingkatan energi

g

V

4

 

2 m

h

2

 

3

2

1

2

dalam sebuah ruang V . Persamaan 5.13b menjadi

F

( 0 )

0

V

F

4

0

 

2 m

h

2

  

3

2

1

2

d

h

2

 

3 N

2 m

8

V

 

2 / 3

N

Secara sederhana kita dapat menghubungkan besaran di atas dengan energi termal

kT dengan mendefenisikan temperatur Fermi

T

F

melalui hubungan

kT

F

F

0

Dalam tabel berikut disajikan nilai

F

0

dan

T

F untuk berbagai gas Fermi-Dirac

; gas fermion yang dibentuk oleh atom isotop Helium

dan juga gas elektron dalam logam alkali lithium dan natrium

3

2

H pada tekanan standar

Helium dan juga gas elektron dalam logam alkali lithium dan natrium 3 2 H pada tekanan
Helium dan juga gas elektron dalam logam alkali lithium dan natrium 3 2 H pada tekanan

Fisika Statistik

Page 25

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

Tabel 1. Energi dan temperatur Fermi

Gas

F

 

0

eV

T ( K

)

Helium

0,94 x 10 -3

10

Gas elektron dlm lithium

 

4,7

54.000

Gas elektron dalam natrium

 

2.1

24.000

Untuk gas molekuler yang mengandung fermion, temperatur Ferminya relatif rendah dibandingkan temperatur kamar normal.

GAS ELEKTRON Dari tabel 1 nampak bahwa untuk gas elektron temperatur Ferminya relatif tinggi, diperkirakan bahwa kenaikan temperatur T dari temperatur mutlak ke nilai di sekitar temperatur kamar hanya akan berpengaruh pada elektron-elektron dengan energi yang dekat dengan energi Fermi. Hal ini ditunjukkan pada gambar berikut

dan nilai fungsi Fermi diberikan untuk berbagai

harga khusus (yang lebih mudah dihitung).

dengan asumís bahwa

kT

 F
F

kT

F

F

kT

F

f

f

f

1

f  f f 1           

e

1

1

1

e

0

1

1

e

1

         e  1  1 1 e

0,73

0,5          e  1  1 1

0,27

         e  1  1 1 e
         e  1  1 1 e

Fisika Statistik

Page 26

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC
f(ε) ε ε F - kT ε F ε F+ kT
f(ε)
ε
ε F - kT
ε F ε F+
kT

Distribusi jumlah elektron ke seluruh tingkatan energi merupakan perkalian antara fungsi distribusi dengan rapat keadaan

n df g d

Bentuk grafik n dapat dilihat pada gambar berikut.

n

g(ε

~ ε 1/2

T = 0
T = 0
pada gambar berikut. n    g(ε ~ ε 1 / 2 T = 0

T > 0

n    g(ε ~ ε 1 / 2 T = 0 T > 0

Sifat-sifat gas elektron pada temperatur mutlak nol dapat dihitung dari

distribusi integral dengan mengambil batas integral dari 0 sampai

energi rata-rata elektron pada T 0 adalah :

sehingga f 1 untuk

n

d

0

0

n

d

F dan f 0 untuk

F

,

F

0

. Contoh

d  F dan f     0 untuk    F ,
d  F dan f     0 untuk    F ,

Fisika Statistik

Page 27

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

0

F ( 0

0

)

g

d

3

0

g

d

5

F

0

nilai g diambil dari persamaan 5.14

Untuk mencari bagaimana perilaku gas elektron apabila temperatur mutlak dinaikkan (di atas nol), maka pertama perlu dicari energi Fermi sebagai fungsi temperatur. Dengan menggunakan persamaan 5.11 serta syarat kekekalan

Maka

0

 

n

0

f

g

d

d

N

N

Oleh karena itu kita hanya perlu mencari nilai energi Fermi sebagai batas atas

integral. Pendekatan yang dapat diambil adalah

Tingkatan energi Fermi sebagai fungsi temperatur dapat dinyatakan

dengan

T

T F .
T
F
.

Untuk

T

F

temperatur dapat dinyatakan dengan T T F . Untuk T F 30.000 K , n i

30.000 K , nilai

F

2

12

 

F

0

T

T

F

 

2

1

2

12

  

T

T

F

  

2

pada temperatur kamar kira-kira sama

dengan 8 x 10 -5 . Energi rata-rata elektron pada temperatur T diperoleh dengan menghitung

nilai integral

0

f

g d

untuk memperoleh

F

0

3

5

  

T

T

F

  

2

2

4

Panas jenis pada volume constan satu mol gas elektron diperoleh dari

2 2  4     Panas jenis pada volume constan satu mol gas
2 2  4     Panas jenis pada volume constan satu mol gas

Fisika Statistik

Page 28

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

Dengan temperatur Fermi

Kira-kira 0,05 R.

T

F

C

v

N

A

2

RT

T

2

T

F

30.000 K
30.000 K

pada temperatur kamar nilai panas jenis

2.5 CONTOH SOAL DAN PENYELESAIANNYA

1. Hitunglah energi Fermi E F dari logam Natrium

Pemecahan :

Karena setiap atom natrium menyumbangkan satu elektron valensi, maka jumlah elektron per satuan volume, N/V, sama dengan jumlah atom natrium per volume. Nilai ini dapat ditentukan dari kerapatan atom natrium dan massa atom natrium :

N

V

E

0

2

2

F

N A

 
 

M

,971

 

/

 

3

6 , 02

10

23

atom

 

/

mol

 

g

cm

 
 

23

, 0

g

/

mol

 

,54

10

22

cm

3

,54

10

28

m

3

 

2

 
2 3
2
3

h

3

N

2

m

8

V

hc

2

3

 

28

3

2 3
2
3

2

2 ,54

10

m

 

2

mc

8

 

 

1240

eV

.

nm

2

   

10

18

2

2

0 ,511

10

6

eV

 

2 , 09

 

m

3

,15

eV

 

Jumlah atom per volume

10

9

m

nm

2

,15 eV   Jumlah atom per volume      10  9 m
,15 eV   Jumlah atom per volume      10  9 m

Fisika Statistik

Page 29

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

2.

Suatu metal mempunyai energi Fermi E F = 4,0 eV dan suhu T = 400 K.

Hitung cacah elektron bebas persatuan energi n(E) untuk (a) E = E F + kT (b) E

= E F kT

Pemecahan :

Untuk

E

E

F

n

E

F

C

2

E

F 1 / 2

C

2

1 / 2 Dari persamaan CE n  E  dE  dE  E
1 / 2
Dari persamaan
CE
n
E
dE
dE
E
E
/
kT
F
e
 1
1
2
E
2
n
E
F
E
F
n
E
E
E
/
kT
F
e
 1
a)
sehingga untuk E = E F + kT
2

E
kT
/
E
1
n
E
2
n
E
kT
F
F
F
F 
e 
E F
 kT  E
/ kT
F
 1
dengan
T
=
kT
1,38
10
23


J
/
K
400
K
1,6
 10
19
E
 4,0
eV
F

1
2
E
 kT
 /
E
2
n
E
n
4,034
eV
F
F
F
e  1
n
4,034
eV
 0,54
n
4,0
eV 
b) untuk E = E F – kT
1
2 (
E
kT
E
2
) /
n
E
F
F
F
n
E
kT
F
1
e
 1
1
2
n
3,966
eV
 2 3,966
/ 4,0
n
4,0
eV
n 
3,966
eV
 1,5
n
4,0
eV 

n

J

E

F

/

eV

E

F

1

1 / 2

400

0,034

eV

K

3. 15 molekul helium

masing-masing menpunyai spin total

pada bidang potensial L x L. Tentukan

a. energi Fermi

b. energi total system

Penyelesaian :

dan berada

bidang potensial L x L. Tentukan a. energi Fermi b. energi total system Penyelesaian : dan
bidang potensial L x L. Tentukan a. energi Fermi b. energi total system Penyelesaian : dan

Fisika Statistik

Page 30

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

a. merupakan contoh fermion karena menmpunyai spin tengahan,

atau

. Tingkat energi diberikan oleh pers.(2.14) untuk L z = L y = L

Setiap titik (m,n) ditempati dua molekul yaknin dengan spin up dan spin- down. 15 berturut menempati dan berenergi sebagai berikut :

N

0

m

n

E/E 0

1

1

1

2

2

1

2

5

3

2

1

5

4

2

2

8

5

1

3

10

6

3

1

10

7

2

3

13

8

3

2

13

Dengan demikian energi Fermi yakni energi tertinggi adalah 13E 0

Salah satu dari keadaan no.7 dan no.8 ditempati satu molekul lainnya dua.

dan

b. Energi total system 15 E = 2(2+5+5+8+10+10+13+13)E 0 + 3 x 13 E 0 = 119 E 0

4. 4,2 x 10 21 elektron berada di dalam kotak bervolume 1 cm 3 . Hitung :

a. Besar vector gelombang Fermi

b. Energi Fermi system

c. Energi dan vector gelombang Fermi jika electron diganti proton.

Penyelesaian :

a. Dari pers.(6.52) diperoleh

Maka

gelombang Fermi jika electron diganti proton. Penyelesaian : a. Dari pers.(6.52) diperoleh Maka Fisika Statistik Page
gelombang Fermi jika electron diganti proton. Penyelesaian : a. Dari pers.(6.52) diperoleh Maka Fisika Statistik Page

Fisika Statistik

Page 31

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

P F =

Dan panjang vector gelombang Fermi

b.

Energi Fermi

 

c.

Bila electron diganti proton massa proton kira-kira 1836 massa electron m p = 1836 m e

5.

System gas electron bebas di dalam logam pad atemperatur nol mempunyai kerapatan N = 10 22 elektron/cm 3 . Tentukan potensial kimia dari electron konduksi di dalam logam tersebut.

Penyelesain :

Dari rapat keadaan

di dalam logam tersebut. Penyelesain : Dari rapat keadaan Maka 6. Bintang neutron Reaksi di dalam

Maka

6. Bintang neutron Reaksi di dalam bintang neutron adalah p + e + Hitung :

,

MeV→n

Maka 6. Bintang neutron Reaksi di dalam bintang neutron adalah p + e + Hitung :
Maka 6. Bintang neutron Reaksi di dalam bintang neutron adalah p + e + Hitung :

Fisika Statistik

Page 32

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

a. Kerapatan minimum electron bebas

b. Kerapatan minimum bintang neutron agar reaksi di atas dapat berlangsung

Penyelesaian :

a. Menggunakan per.(6.7)

Reaksi berlangsung jika

b. Rapat massa minimum bintang neutron

: a. Menggunakan per.(6.7) Reaksi berlangsung jika b. Rapat massa minimum bintang neutron Fisika Statistik Page
: a. Menggunakan per.(6.7) Reaksi berlangsung jika b. Rapat massa minimum bintang neutron Fisika Statistik Page

Fisika Statistik

Page 33

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian-uraian yang telah dijabarkan oleh penulis di atas dapat

disimpulkan bahwa:

1. Elektron atau fermion dalam sebuah atom memiliki tingkatantingkatan

energi yang dapat diserap atau dipancarkan. Elektron ini memenuhi

prinsip eksklusi Pauli, yang menyebutkan bahwa tidak ada elektron yang

memiliki bilangan kuantum yang sama, kehadiran partikel dalam keadaan

kuantum tertentu dapat mencegah partikel lain untuk berada dalam

keadaan itu. Peluang elektron untuk menempati tingkat energi tertentu

(loncat ke tingkat energi tertentu) dapat dinyatakan melalu distribusi

Fermi-Diract, yang memiliki persamaan :

2. Temperatur Fermi pada T = 0 K adalah :

3. Energi Fermi adalah tingkat energi tertinggi yang ditempati elektron pada

suhu T = 0K (pada keadaan dasar). Energi Fermi merupakan suatu

kuantitas yang sangat penting dalam sistem fermion (elektron adalah

fermion).

3.2

Saran

Setelah membahas dan mengkaji tentang statistik Fermi-Dirac ini

adapun beberapa saran yang ingin disampaikan penulis dari pembahasan

materi ini yaitu dengan untuk bisa memahami perkembangan statistik Fermi-

Dirac maka kita harus menggunakan banyak referensi. Sehingga, semakin

banyak referensi yang kita baca, maka pemahaman mengenai materi tersebut

akan semakin bertambah.

banyak referensi yang kita baca, maka pemahaman mengenai materi tersebut akan semakin bertambah. Fisika Statistik Page
banyak referensi yang kita baca, maka pemahaman mengenai materi tersebut akan semakin bertambah. Fisika Statistik Page

Fisika Statistik

Page 34

STATISTIK FERMI-DIRAC
STATISTIK FERMI-DIRAC

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah,

Mikrajuddin.2009.Pengantar

Teknologi Bandung.

Fisika

Statistik.

Bandung

:

Institut

Purwanto, Agus. 2007. Fisika Statistik. Yogyakarta: Gaya Media.

Sudiarta, I Wayan. 2012. Diktat Kuliah Fisika Statistik. Mataram: Universitas

Mataram.

Media. Sudiarta, I Wayan. 2012. Diktat Kuliah Fisika Statistik . Mataram: Universitas Mataram. Fisika Statistik Page
Media. Sudiarta, I Wayan. 2012. Diktat Kuliah Fisika Statistik . Mataram: Universitas Mataram. Fisika Statistik Page

Fisika Statistik

Page 35