Anda di halaman 1dari 13

STANDAR METODE SAMPLING ATTRIBUTE INSPECTION

(SINGLE SAMPLING KHUSUS S-3)

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS PT BAYAN BHAFANA INDONESIA


STD /QC/

Tanggal Pengesahan : Dibuat oleh,

Diperiksa oleh,

Disetujui oleh,

Staf QC

Kepala QC

Manager QC

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

1. TUJUAN Standar prosedur ini disusun sebagai panduan untuk memudahkan dalam pengambilan sampel bahan baku dan bahan kemas agar penerapan sistem sampling dapat dilakukan dengan benar sesuai persyaratan yang ditetapkan. 2. RUANG LINGKUP Standar prosedur ini memuat pedoman metode sampling dengan level pemeriksaan khusus S3 normal, diperketat dan diperlonggar dengan rencana sampling tunggal, mulai dari penentuan ukuran lot hingga pemeriksaan untuk menentukan penerimaan atau penolakan lot tersebut. 3. DEFINISI DAN DAFTAR SINGKATAN A. DEFINISI a. Inspeksi Suatu proses untuk mengukur, menguji, mengevaluasi atau membandingkan suatu unit produk terhadap persyaratan atau spesifikasi yang ditentukan. b. Attribute Inspection Jenis inspeksi dimana karakteristik kualitas yang diuji hanya dinyatakan sebagai produk OK atau Not OK. Dengan bahasa statistik, istilah OK ataupun Not OK (NG) dapat dinyatakan sebagai : Conforming dan nonconforming, atau Conforming dan Number of unit nonconformities. c. Sampling Sistem atau metode untuk menarik sebagian populasi yang dapat mewakili keseluruhan populasi atau mengambil sebagian kecil dari suatu lot/batch produk yang dianggap mewakili karakteristik dari lot/batch tersebut. d. Populasi Banyaknya produk yang akan diuji atau seluruh unit produk atau seluruh materi yang menjadi fokus perhatian atau cakupan atau tanggungjawab untuk dinilai. e. Lot atau batch (N) Suatu kelompok produk atau barang yang kualitasnya dianggap seragam, yang dikarenakan oleh kondisi input atau kondisi proses yang sama. f. Sampel (n)

PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

Banyaknya produk yang akan diamati atau sebagian dari populasi yang diambil dengan cara tertentu agar mewakili keseluruhan populasi. g. Single sampling Rencana sampling dimana sejumlah n sampel diambil dari suatu lot. Jika jumlah produk menyimpang lebih kecil atau sama dengan acceptance number (Ac), maka lot diterima. Jika tidak, ditolak. h. Pemeriksaan normal Cara pemeriksaan yang pertama kali dilakukan jika hasil produksi sebelumnya cukup memuaskan atau jika kualitas hasil produksi tak diketahui. i. Pemeriksaan diperketat (Tightened) Merupakan cara pemeriksaan yang dilakukan dengan cara yang lebih ketat dari pemeriksaan normal j. Pemeriksaan diperlonggar (Reduced) Merupakan cara pemeriksaan yang dilakukan dengan cara lebih ringan dari pemeriksaan normal. k. Acceptance Quality Level (AQL) Acceptance Quality Level (AQL) yaitu prosentase maksimum dari produk nonconforming atau nonconformities per unit, yang dapat dianggap sebagai ratarata proses. l. Accepted number (Ac) Bilangan penerimaan, yaitu banyaknya defective maksimum yang ditolelir berada dalam sample (n) yang mengakibatkan lot (N) ditolak m. Rejected number (Re) Defective maksimum dalam sample (n) yang mengakibatkan lot (N) ditolak. B. DAFTAR SINGKATAN a. AQL b. Ac c. Re d. QC e. NG : Acceptance Quality Level : Accepted : Rejected : Quality Control : Not Good

4. PROSEDUR PENENTUAN DAN PEMERIKSAAN SAMPLE PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

FLOWCHART
1.

DESKRIPSI
Bagian gudang menerima kedatangan bahan baku atau bahan kemas dari supplier dan memastikan kesesuaian antara barang dan surat jalan. QC incoming melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen surat jalan (jenis dan jumlah) dan CoA, serta melakukan pemeriksaan kondisi transportasi dan kondisi pengemasan. QC incoming menentukan ukuran lot atau batch. QC incoming menetapkan pemeriksaan. Dalam prosedur ini pemeriksaan telah ditentukan pemeriksaan semua bahan baku dan kemas yaitu level Special 3 (S-3). level level untuk bahan

2.

3. 4.

5.

QC incoming menetapkan rencana sampling yang akan digunakan (tunggal, ganda atau mutiple). Dalam prosedur ini rencana sampling yang digunakan untuk pemeriksaan semua bahan baku dan bahan kemas yaitu tunggal. QC incoming menetapkan rencana pemeriksaan (normal, diperketat atau diperlonggar). Penentuan rencana pemeriksaan untuk awal kedatangan menggunakan rencana pemeriksaan normal dan selanjutnya penentuan dilakukan sesuai dengan acuan switching rule. QC incoming menetapkan nilai AQL. QC incoming melakukan pengambilan sample sesuai metode sampling yang sebelumnya telah ditetapkan. Lakukan pemeriksaan sesuai parameter titik pemeriksaan setiap bahan baku atau bahan kemas. Lalu bandingkan hasil pemeriksaan dengan standar bahan baku atau bahan kemas yang telah ditetapkan. Hasil pemeriksaan dicatat kedalam form pemeriksaan bahan baku atau bahan kemas. Jika hasil pemeriksaan sesuai standar (YES) maka bahan baku atau bahan kemas tersebut diterima dan diberi status release.

6.

7. 8.

9.

10. Jika hasil pemeriksaan tidak sesuai standar (NO) maka bahan baku atau bahan kemas tersebut ditolak dan diberi status reject beserta surat alasan penolakan.

5. SWITCHING RULE A. NORMAL to TIGHTENED PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

Apabila pada normal inspection ditemukan 2 dari 5 lot berturut-turut ditolak, maka inspeksi bisa diubah ke tightened. B. TIGEHTENED to NORMAL Apabila pada kondisi tightened inspection, 5 lot berturut-turut diterima, maka sistem inspeksi dapat beralih ke normal inspection. C. NORMAL to REDUCE a. 10 lot berturut-turut (atau lebih, tergantung angka kualitas yang diizinkan) diterima; dan b. Produksi dalam kondisi stabil; dan c. Telah disetujui oleh personel yang berwenang. D. REDUCE to NORMAL a. Lot atau batch ditolak; atau b. Lot atau batch diterima dalam kondisi tertentu, yaitu: Pada reduced inspection, prosedur sampling dapat dihentikan tanpa keputusan. Bila hal ini terjadi, lot atau batch akan dianggap diterima, tetapi lot atau batch berikutnya akan dimulai pengecekan dengan normal inspection; atau c. Produksi tidak teratur atau sering terlambat; atau d. Pada saat pemeriksaan diperlonggar, jika bilangan penerimaan telah berlebih tetapi bilangan penolakan tidak tercapai, terima lot tetapi selanjutnya lakukan lagi pemeriksaan normal; atau e. Kondisi lain yang menyebabkan kepercayaan bergeser ke normal inspection. E. DISCONTINUATION of INSPECTION Apabila 10 lot berturut-turut dicek dengan tightened inspection (atau jumlah lot lain yang ditentukan oleh personel yang berwenang), inspeksi di bawah pengawasan dapat dihentikan sambil menunggu tindakan perbaikan terhadap kualitas produk. 6. KEPUTUSAN PENERIMAAN A. Bila pada sampel jumlah unit cacat KURANG DARI atau SAMA DENGAN Ac, maka LOT DITERIMA B. Bila pada sampel junlah unit cacat LEBIH DARI atau SAMA DENGAN Re, maka LOT DITOLAK

7. CATATAN A. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sample adalah: a. Saat pertama kali kedatangan barang lakukan pemeriksaan normal PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

b. Sampel mengandung satu atau lebih unit produk yang diambil dari suatu lot/batch dan dipilih secara acak tanpa diketahui kualitasnya. Jumlah unit yang diambil disebut sebagai sample size. c. Apabila memungkinkan, jumlah unit sampel harus dipilih secara proporsi terhadap jumlah lot/batch sesuai kriteria-kriteria rasional. d. Sampel dapat diambil setelah seluruh hasil produksi membentuk satu lot/batch, atau bisa juga diambil selama proses produksi. 8. REFERENSI Military Standar MIL STD-105E, 10 Mei 1989 9. DOKUMEN TERKAIT No. Nomor Dokumen 1. 2. 3. 4. 10. DAFTAR LAMPIRAN Judul Dokumen Standar Penerimaan Bahan Baku .

Lampiran 1. Tabel Pemeriksaan Khusus S-3 Normal (Pemeriksaan Sample Tunggal) Lampiran 2. Tabel Pemeriksaan Khusus S-3 Diperketat (Pemeriksaan Sample Tunggal) Lampiran 3. Tabel Pemeriksaan Khusus S-3 Diperlonggar (Pemeriksaan Sample Tunggal) 11. RIWAYAT DOKUMEN Perubahan No Tanggal Mengeluarkan Bab Bagian Paraf Pengendali Dokumen

No Revisi

Halaman

Uraian Perubahan

Lampiran 1
Dasar Metode Level Pemeriksaan Jenis Pemeriksaan Rencana Sampling : Military Standar 105 E (Tabel K dan L) : Spesial S-3 : Normal : Tunggal

PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

NO . 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

UKURAN LOT (PCS) 2-8 9-15 16-25 26-50 51-90 91-150 151-280 281-500 501-1.200 1.201-3.200 3.201-10.000 10.001-35.000 35.001-150.000 150.001-500.000 500.001

UKURAN SAMPLE (PCS) 2 2 3 3 5 5 8 8 13 13 20 20 32 32 50

KRITIS AQL 1.5 % Ac Re 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 2 1 2 1 2 1 2 3 4

MAYOR AQL 4.0 % Ac Re 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 2 1 2 1 2 1 2 2 3 2 3 3 4 3 4 5 6

MINOR AQL 6.5 % Ac Re 0 1 0 1 0 1 0 1 1 2 1 2 1 2 1 2 2 3 2 3 3 4 3 4 5 6 5 6 7 8

Lampiran 2
Dasar Metode Level Pemeriksaan Jenis Pemeriksaan Rencana Sampling NO . 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. UKURAN LOT (PCS) 2-8 9-15 16-25 26-50 51-90 91-150 151-280 281-500 : Military Standar 105 E (Tabel K dan M) : Spesial S-3 : Diperketat : Tunggal UKURAN SAMPLE (PCS) 2 2 3 3 5 5 8 8 KRITIS AQL Ac 0 0 0 0 0 0 0 0 1.5 % Re 1 1 1 1 1 1 1 1 MAYOR AQL 4.0 % Ac Re 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 MINOR AQL 6.5 % Ac Re 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1

PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

501-1.200 1.201-3.200 3.201-10.000 10.001-35.000 35.001-150.000 150.001-500.000 500.001

13 13 20 20 32 32 50

0 0 0 0 0 0 1

1 1 1 1 1 1 2

0 0 1 1 2 2 3

1 1 2 2 3 3 4

1 1 2 2 3 3 5

2 2 3 3 4 4 6

Lampiran 3
Dasar Metode Level Pemeriksaan Jenis Pemeriksaan Rencana Sampling NO . 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. UKURAN LOT (PCS) 2-8 9-15 16-25 26-50 51-90 91-150 151-280 281-500 501-1.200 1.201-3.200 3.201-10.000 10.001-35.000 35.001-150.000 150.001-500.000 500.001 : Military Standar 105 E (Tabel K dan N) : Spesial S-3 : Diperlonggar : Tunggal UKURAN SAMPLE (PCS) 2 2 2 2 2 2 3 3 5 5 8 8 13 13 20 KRITIS AQL Ac 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1.5 % Re 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 MAYOR AQL 4.0 % Ac Re 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 2 0 2 1 3 1 3 1 4 1 4 2 5 MINOR AQL 6.5 % Ac Re 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 2 0 2 1 3 1 3 1 4 1 4 2 5 2 5 3 6

PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

* Jika bilangan penerimaan telah berlebih tetapi bilangan penolakan tidak tercapai, terima lot tetapi selanjutnya lakukan lagi pemeriksaan normal.

STANDAR METODE SAMPLING Dasar Metode Level Pemeriksaan Jenis Pemeriksaan Rencana Sampling : Military Standar 105 E : Spesial S-3 : Diperlonggar, normal dan diperketat : Tunggal NORMAL SAMPLE AQL 6.5 % Ac Re (PCS) 2 0 1 2 0 1 3 0 1 3 0 1 5 1 2 5 1 2 8 1 2 8 1 2 13 2 3 13 2 3 20 3 4 20 3 4 32 5 6 32 5 6 50 7 8 DIPERLONGGAR SAMPLE AQL 6.5 % Ac Re (PCS) 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 1 3 0 2 3 0 2 5 1 3 5 1 3 8 1 4 8 1 4 13 2 5 13 2 5 20 3 6 DIPERKETAT SAMPLE AQL 6.5 % Ac Re (PCS) 0 2 1 0 2 1 0 3 1 0 3 1 0 5 1 0 5 1 0 8 1 0 8 1 13 1 2 13 1 2 20 2 3 20 2 3 32 3 4 32 3 4 50 5 6

No . 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

UKURAN LOT (PCS) 2-8 9-15 16-25 26-50 51-90 91-150 151-280 281-500 501-1.200 1.201-3.200 3.201-10.000 10.001-35.000 35.001-150.000 150.001-500.000 500.001

Keterangan: Ac = Acceptance number (Bilangan penerimaan) Rc = Rejection number (bilangan penolakan) Saat awal kedatangan bahan baku gunakan level pemeriksaan normal

PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

Apabila pada normal inspection ditemukan 2 dari 5 lot berturut-turut ditolak, maka inspeksi bisa diubah ke tightened. Apabila pada kondisi tightened inspection, 5 lot berturut-turut diterima, maka sistem inspeksi dapat beralih ke normal inspection. Jika bilangan penerimaan telah berlebih tetapi bilangan penolakan tidak tercapai, terima lot tetapi selanjutnya lakukan lagi pemeriksaan normal.

KEPUTUSAN PENERIMAAN 1. Bila pada sampel jumlah unit cacat KURANG DARI atau SAMA DENGAN Ac, maka LOT DITERIMA 2. Bila pada sampel junlah unit cacat LEBIH DARI atau SAMA DENGAN Re, maka LOT DITOLAK

PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

MATRIKS PEMERIKSAAN BAHAN BAKU RAW MATERIAL SARANG BURUNG No Titik Periksa Kondisi Umum Kondisi Transportasi Kelengkapan dokumen Keutuhan kemasan Kelengkapan Label Berat Fisik dan Organoleptik Penampakan Bentuk Kelarutan Warna Aroma Rasa Kimia pH Kadar Air Brix Kemurnian Metode Sampling B

MATRIKS PEMERIKSAAN BAHAN BAKU PACKAGING MATERIAL SARANG BURUNG No Titik Periksa Kondisi Umum Kelengkapan dokumen Keutuhan kemasan Kelengkapan Label Desain Bentuk Dimensi dan Spesifikasi Material Ukuran Metode Sampling A

A B

PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

Lampiran
Dasar Metode Level Pemeriksaan Jenis Pemeriksaan Rencana Sampling NO . 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. UKURAN LOT (PCS) 2-8 9-15 16-25 26-50 51-90 91-150 151-280 281-500 501-1.200 1.201-3.200 3.201-10.000 10.001-35.000 35.001-150.000 150.001-500.000 500.001 : Military Standar 105 E (Tabel K dan L) : Umum Level II : Normal : Tunggal UKURAN SAMPLE (PCS) 2 3 5 8 13 20 32 50 80 125 200 315 500 800 1250 KRITIS AQL 1.5 % Ac Re 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 2 1 2 2 3 3 4 5 6 7 8 10 11 14 15 21 22 21 22 MAYOR AQL 4.0 % Ac Re 0 1 0 1 0 1 1 2 1 2 2 3 3 4 5 6 7 8 10 11 14 15 21 22 21 22 21 22 21 22 MINOR AQL 6.5 % Ac Re 0 1 0 1 1 2 1 2 2 3 3 4 5 6 7 8 10 11 14 15 21 22 21 22 21 22 21 22 21 22

STANDAR METODE SAMPLING Dasar Metode : Military Standar 105 E

PT Bayan Bhafana Indonesia

STANDARD METODE SAMPLING

PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN BAHAN KEMAS


PT Bayan Bhafana Indonesia......

Level Pemeriksaan Jenis Pemeriksaan Rencana Sampling

: Umum Level II : Diperlonggar, normal dan diperketat : Tunggal NORMAL SAMPLE AQL 6.5 % Ac Re (PCS) 2 0 1 3 0 1 5 1 2 8 1 2 13 2 3 20 3 4 32 5 6 50 7 8 80 10 11 125 14 15 200 21 22 315 21 22 500 21 22 800 21 22 1250 21 22 DIPERLONGGAR SAMPLE AQL 6.5 % Ac Re (PCS) 2 0 1 2 0 1 2 0 1 3 0 2 5 1 3 8 1 4 13 2 5 20 3 6 32 5 8 50 7 10 80 10 13 125 10 13 200 10 13 315 10 13 500 10 13 DIPERKETAT SAMPLE AQL 6.5 % Ac Re (PCS) 2 0 1 3 0 1 5 0 1 8 0 1 13 1 2 20 2 3 32 3 4 50 5 6 80 8 9 125 12 13 200 18 19 315 18 19 500 18 19 800 18 19 1250 18 19

No . 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

UKURAN LOT (PCS) 2-8 9-15 16-25 26-50 51-90 91-150 151-280 281-500 501-1.200 1.201-3.200 3.201-10.000 10.001-35.000 35.001-150.000 150.001-500.000 500.001

PT Bayan Bhafana Indonesia