Anda di halaman 1dari 59

IX.

PRINSIP PERTELEVISI AN
Sinyal TV terdiri atas : Sinyal audio / suara : (100 15.000) Hz Sinyal Video / gambar : 4,1 MHz Jenis Modulasi : AM / FM Bandwidth : AM 2 fm FM 10 fm Maka : Audio / AM B = 30 KHz Video / FM B = 41 MHz = 41,030 MHz Audio / FM B = 150 KHz Video / AM B = 8,2 MHz = 8,350 MHz Catatan : Audio / FM dan Video 7 MHz Lebar kanal TV = 7 MHz Untuk mencapai efisiensi pemakaian carrier, dilakukan pembagian kanal sesuai rekomendasi CCIR, dalam daerah : - VHF : ( 30 300 ) MHz - UHF : ( 300 3000 ) MHz Sistem pertelevisian di Indonesia menggunakan standard 625 garis. Sehingga bila setiap garis terdiri dari 625 titik, maka berdasarkan perhitungan diperoleh bandwidth : B = x 25 x 625 x 625 = 4,87 MHz. Jumlah garis akan menentukan lebar band dari sinyal videonya. Sinyal sinkronisasi yang berguna untuk mensinkronkan gambar yang dikirimkan dengan gambar yang sampai dipenerima, sehingga kebutuhan lebar bidang frekuensi menjadi lebih besar. Untuk itu bandwidth sinyal video yang disediakan adalah 5 MHz. Kemungkinan adanya saling mengganggu (interferensi) diantara kedua sinyal, maka ditetapkan lebar bidang frekuensi total untuk sistem pertelevisian sebesar 7 MHz. Atau Bandwidth yang yang disediakan untuk 1 kanal TV adalah 7 MHz. Penggunaan kanal TV pada negara-negara maju sudah mencapai jumlah yang cukup besar, sehingga untuk efisiensi pemakaian, maka dibuat peraturan daerah frekuensi (CCIR). Frekuensi yang digunakan untuk gelombang pembawa pada komunikasi TV adalah VHF.
1

Untuk sistem per-TV-an, daerah VHF dibagi atas : - Kanal 1 : ( 43 50 ) MHz - Kanal 2 : ( 54 61 ) MHz - Kanal 3 : ( 61 68 ) MHz - Kanal 4 : ( 174 181 ) MHz - Kanal 5 : ( 181 188 ) MHz - Kanal 6 : ( 188 195 ) MHz - Kanal 7 : ( 195 202 ) MHz - Kanal 8 : ( 202 209 ) MHz - Kanal 9 : ( 209 216 ) MHz - Kanal 10 : ( 216 223 ) MHz - Kanal 11 : ( 223 230 ) MHz - Kanal 12 : ( 230 237 ) MHz Sinyal video dan sinyal audio agak terpisah, agar supaya dapat menghindari kemungkinan terjadinya interferensi diantara kedua sinyal tersebut. Kanal TV :
v carrier video 5,5 MHz 1,0 160 KHz 0,5 frekuensi carrier audio

1,25 174 7 MHz

5,75

6,75

7,00

181

IX.1. PEMANCAR TV
Secara garis besar terdiri atas : - bagian audio - bagian video Bagian audio pada dasarnya sama dengan suatu pemancar radio yang telah dibahas pada bab sebelumnya.

Bagian Video :

Frek. Controlled Oscillator

Carrier Amplifier

Modulated Amplifier

Sideband Filter Diplexer

Transmission Line

TV Camera

Camera Video Amplifier

Mixing dan Monitoring

Video Amplifier

Synchron Signal Generator

Fungsi dari masing-masing blok : * TV Camera : merubah gambar --- besaran listrik (s. video) * Camera Video Ampl : memperkuat sinyal video * Mixing & Monitoring : membandingkan & memilih gambar yang terbaik dari beberapa kemungkinan gambar yang berasal dari kamera. * Video Amplifier : memperkuat sinyal video agar mendapatkan level yang cukup besar untuk dapat memodulasi gelombang pembawa. * Frek. Controlled Osc. : pembangkit gelombang pembawa. * Carrier Amplifier : memperkuat gelombang pembawa. * Mod. Amplifier : memodulasi sinyal video dan gelombang pembawa. * Filter Amplifier : menyaring sinyal output dari mod. Ampl. * Synchron. Signal Gen. : suatu pembangkit sinyal sinkronisasi yang dipakai untuk pengiriman sinyal sehingga gambar dapat diperoleh pada penerima benar-benar sama dengan yang dikirimkan.

IX.2. PENERIMA TV
Secara garis besar terdiri atas : - bagian audio - bagian video

Blok Diagram Suatu Penerima TV :


Loudspeaker Audi Amplifier Audio Detektor Video IF Amplifier Automatic Gain Controller Inter CArrier Audio Ampl Video Detektor Video Amplifier

RF Amplifier

Mixer

Picture Tube

Local Oscillator

Synchronizin g Separator

Vertikal Deflecton Generator Horizontal Deflecton Generator

Vertikal Deflecton Amplifier Horizontal Deflecton Amplifier

High Voltage Amplifier

Damping Tube

Fungsi masing-masing blok : * Automatic Gain Control : mengatur besarnya penguatan RF amplifier * Zynchronizing Seperator : pemisah sinkronisasi vertikal dan horizontal * Inter Carrier Audio Amplifier : memperkuat sinyal pembawa audio Gel. Pembawa yang ditangkap oleh antena dituning atau disaring & diperkuat oleh RF Amplifier. Kemudian frek gel. Pembawa diturunkan dengan bantuan mixer & LO menjadi frekuensi menengah atau intermediate amplifier (IF). Sinyal IF ini kemudian di perkuat oleh video IF amplifier. Sinyal synchronisasi dipisahkan antara vertikal dan horisontal. Sinyal sinkronisasi vertikal diperkuat oleh penguat diferensial vertikal & sinyal ini pula yang mengatur dif. Vertikal dari elektron dalam tabung gambar. Dengan demikian, setiap elektron yang keluar dari video amplifier diatur letaknya atau simpangannya oleh penguat defleksi vertikal & horisontal, sehingga pada layar terbentuk gambar yang sama dengan yang dikirimkan. Sedangkan untuk suara, sinyal video yang masih mengandung sinyal audio dimasukkan kedalam audio detektor & diperkuat oleh audio amplifier dan diteruskan ke loudspeaker. PRINSIP : 1. Output Video detector : - Sinyal video - Sub. Carrier audio / inter carrier audio 2. Inter carrier audio harus diperkuat dulu baru dideteksi --- sinyal audio / suara 3. Gambar pada picture tube ditentukan : - vertical deflection Posisi titik - horizontal deflection - brightness Titik gambar - warna IX.3. TV WARNA Pengertian Warna :
4

* Ahli Kimia : pigmen / bahan yang diperoleh dari campuran berbagai unsur kimia dalam perbandingan tertentu. * Ahli Jiwa : sensasi yang ditimbulkan oleh spektrum gelombang yang diidentifikasi oleh sensor otak si pengamat. * Ahli fisika/Elektro : Respon mata terhadap gelombang elektromagnetik dengan = ( 335 700) milimicron. Ultra violet Ungu Biru Cyanida Hijau Kuning Merah Infra Red ... ... ... (m) 380 470 500 525 575 610 -

Bila warna tersebut disusun sesuai dengan urutan panjang gelombangnya, akan diperoleh spektrum warna (pelangi).

biru

cyanida

hijau
kuning

putih ungu

merah

Warna Dasar Alam (warna primer) : - Merah - Biru - Hijau Warna sekunder diperoleh dari kombinasi warna-warna primer dalam perbandingan tertentu. IX.3.1. TV Berwarna secara Umum TV warna pada prinsipnya tidak berbeda dari TV hitam putih, hanya saja karena ketiga warna primer yang merupakan induk dari semua warna mempunyai panjang gelombang yang berbeda-beda maka setiap warna primer membutuhkan sistem sendiri-sendiri yang akan melaksanakan proses seperti pada TV hitam putih.
5

Secara garis besar, untuk bahagian-bahagian tertentu, TV warna membutuhkan peralatan yang jumlahnya adalah 3 kali lipat dari peralatan yang terdapat pada sistem hitam putih. Objek yang berupa spektrum warna membutuhkan 3 buah kamera yang secara bersama-sama melakukan scanning terhadap objek yang ada, dimana setiap kamera dilengkapi dengan filter optik merah, hijau dan biru yang diletakkan didepan masing-masing lensa. Bila ketiga kamera difokuskan pada potongan gambar warna merah, maka kamera merah akan mempunyai output max. sedangkan output kamera hijau dan biru = 0. Dan bila potongan objek kuning yang di scanning, maka kamera hijau dan merah akan mempunyai output yang kira-kira sama besarnya (tetapi bukan maksimum), sedangkan output kamera biru = 0. Pada bagian penerima, ketiga proyektor yang bekerja sinkron dengan kamera akan menghasilkan cahaya merah, hijau dan biru sesuai dengan sinyal input yang diterima. Jika warna kuning yang discanning oleh kamera, maka proyektor hijau dan merah akan meneruskan cahaya yang akan dihasilkannya ke layar, sedangkan proyektor biru tidak bereaksi, sehingga pada layar terbentuk warna kuning. Potongan warna hitam akan menyebabkan tidak adanya cahaya pada ketiga kamera sehingga dari proyektor juga tidak ada cahaya yang diteruskan ke layar CRT. IX.3.2. Kamera Berwarna Untuk mendapatkan sinkronisasi scanning yang tepat, kamera berwarna yang terdiri dari 3 kamera monochrone (satu warna) dilengkapi dengan cermin pemantul. Sebagian dari cahaya yang telah dipantulkan difokuskan oleh lensa optik jatuh pada cermin, dipantulkan vertikal keatas dan kebawah untuk dibelokkan masuk ke masing-masing filter yang ada dihadapannya. Output dari filter yang berupa cahaya dengan warna & panjang gelombang tertentu selanjutnya diproses seperti hitam putih. IX.3.3. Sinyal Video berwarna Tegangan sinyal video berwarna (EM) terdiri dari : - Tegangan brightness/tingkat terang (EY) - Tegangan chrominance / warna (EC) Sehingga : EM = EY + EC EY ekivalen dengan tegangan sinyal momochrone / non color pada tegngan video hitam putih dimana amplitudonya tergantung pada tingkat terangnya titik yang discanning. EC = EI + EQ Dimana : EI (in phase yakni sephasa) EQ (quadrature yakni berbeda phasa 90)
6

EY, EI & EQ akan membentuk matriks tegangan , yang akan menentukan warna dari titik objek. Persamaan matriksnya adalah : EY = 0.30 ER + 0.59 EG + 0.11 EB EI = 0.60 ER - 0.28 EG - 0.32 EB EQ = 0.21 ER - 0.52 EG + 0.31 EB Dimana : - ER , EG dan EB adalah tegangan output dari kamera merah, hijau dan biru. - EY , EI dan EQ adalah tegangan brightness dan chrominance yang bila disuperposisikan akan membentuk sinyal video berwarna. IX.3.4. Pemancar TV Berwarna
Microphone Frek. Modulated To sound antena

Synchronizi ng Gen. E Color Camera Y Matrix Y Delay Network

Crystal Osc. & Frek. Multiplier

Modulated Amplifier

To Picture Antena

Adder Circuit

I matrix

I Amplifier

I I Balanced Modulator

I LPF

Q Q MAtrix

Q Amplifier

Balnced Modulator

LPF

Chrominan ce Subcarier Gen.

90 phasa shifter

Burst Generator

Pemancar TV Hitam Putih tidak jauh beda dengan pemancar TV berwarna. Kecuali pada bagian video, sinyal brightness EY dab sinyal chrominance yang terdiri dari EI dan EQ, masing-masing diproses secara terpisah sebelum dimodulasikan dan dipancarkan oleh antena.

IX.4. Penerima TV Berwarna Pada bagian video, ketiga komponen tegangan yang membentuk sinyal video berwarna, baru dipisahkan setelah keluar dari pemodulator.

RF Amplifier

Mixer

IF Amplifier

Picture Detector

Video Amplifier

Delay Network

LO

Sound Sound Detektor

Automatic GAin Control

Video Amplifier

Loud speaker

LimiterDisri minator Audio Ampl

Amplifier

Chroma BAndpasss Ampli

Syncroniz. Ampl and Separator

Vertikal Sweep

Sweep Yoke

Chroma Demodulat or

Subcarier Oscillator

Burst Gate

Horisomnta l Sweep

High Voltage supply

Color Video Amplifier

Color MAtrix and Amplifier

Picture Tube

X. KOMUNIKASI GELOMBANG MIKRO / MICROWAVE


Daerah frekuensi > 30 MHz, berarti mulai dari frekuensi yang termasuk dalam daerah VHF disebut daerah frekuensi microwave. Sehingga hubungan komunikasi yang menggunakan gelombang pembawa yang berada pada daerah frekuensi ini disebut hubungan microwave. Propagasi dari microwave adalah line of sight karena permukaan bumi merupakan lengkungan bola, sehingga jarak capai dari microwave menjadi sangat terbatas. Bila tinggi antena pengirim serta antena penerima 25 meter, jarak capai maksimum bagi hubungan ini 60 km. Sedangkan untuk jarak lebih besar dari 60 km hubungan komunikasi sudah tidak dapat dilaksanakan lagi, karena daerah tersebut sudah berada dibawah horison bumi. Sehingga untuk hubungan jarak jauh, tergantung pada jarak yang harus dicapai, dibutuhkan sejumlah stasion antara (relay station).
berkas gelombang

A bumi

Gbr. Jarak capai maksimum bagi hub. micro


berkas gelombang

B A bumi C

Gbr. Hubungan microwave untuk jarak > 60 km * Mengapa dipilih hubungan microwave dalam komunikasi antara 2 tempat? * Kenapa tidak memakai transmission line saja? Antara 2 tempat yang tetap, tidak berpindah-pindah, dapat dipakai kabel sebagai media perantara. Tetapi untuk jumlah kanal pembicaraan yang banyak, dibutuhkan sejumlah kabel yang banyak pula, sehingga harganya akan sangat mahal. Sebenarnya dengan sistem multipleks (Time Division Multiplex ataupun Frequency Division Multiplex), dalam satu kabel dapat disalurkan beberapa kanal. Contohnya dengan TDM, 4 kanal pembicaraan dapat disalurkan melalui satu saluran transmisi, karena masing masing kanal dikirimkan dalam waktu yang berbeda-beda. Atau saluran transmisi dipakai bergantian sehingga pembicaraan yang satu tidak mengganggu pembicaraan lainnya. Akan tetapi bila jumlah kanal cukup besar, persyaratan kabel menjadi semakin tinggi sehingga biaya mahal.

kanal 1 2 3 4 5 sal. transmisi

1 2 3 4 5

kanal

Gbr. TDM pada hub. komunikasi yang menggunakan Kabel sebagai media transmisi Pada komunikasi microwave : 1. Untuk jumlah kanal yang banyak investasi lebih murah ( biaya / kanal menjadi relatif rendah ). 2. Untuk jumlah kanal yang sedikit investasi lebih mahal ( biaya / kanal relatif tinggi ). 3. Pemeliharaan lebih mudah karena peralatan hanya terdapat pada bagian pengirim dan penerima saja. 4. Lebih reliable / dapat diandalkan karena tidak dipengaruhi oleh keadaan cuaca, siang atau malam maupun musim. 5. Pertambahan kanal bila telah memenuhi kapasitas maksimum harus dengan mengganti sistem. 6. Tidak dipengaruhi oleh bentuk medan yang memisahkan kedua tempat yang akan mengadakan komunikasi asal persyaratan Line Of Sight. Pada komunikasi yang menggunakan kabel : 1. Untuk jumlah kanal yang banyak investasi lebih mahal ( biaya / kanal menjadi relatif tinggi ). 2. Untuk jumlah kanal yang sedikit investasi lebih murah ( biaya / kanal relatif rendah ). 3. Pemeliharaan lebih sukar, karena ini juga menyangkut pemeliharaan dari saluran transmisi yang terentang antara kedua tempat yang akan mengadakan komunikasi. 4. Kurang reliable bila dibandingkan dengan sistem microwave. 5. Pertambahan kanal dapat dilakukan dengan lebih mudah, hanya dengan menambahkan kabel transmisi, bila kabel cadangan telah penuh. Untuk sistem ini tidak dikenal kapasitas penuh. Terdapat 2 type komunikasi gelombang mikro: 1. Komunikasi satelit ; repeater di ruang angkasa. 2. Komunikasi teresterial ; repeater terletak pada permukaan bumi X.1. KOMUNIKASI SATELIT X.I.1. Sejarah Singkat Satelit Satelit buatan manusia pertama (low earth orbit) didunia adalah peluncuran Sputnik 1, oleh USSR (Soviet Union) pada 4 Oktober 1957. Sebelumnya, tahun 1948, angkatan darat AS telah mentransmisikan sinyal radar ke bulan dan terpantul kembali ke bumi. Hal ini membuktikan bahwa sinyal microwave berdaya rendah dapat ditransmisikan ke luar angkasa dan dapat dideteksi di bumi.
10

Tahun 1954, AL-AS (the U.S. Navy) mentransmisikan pesan-pesan voice (pada carrier microwave) ke bulan dan mendeteksi refleksinya kembali ke bumi. Pada 31 januari 1958, AS meluncurkan satelit pertama mereka, Explorer 1, yang menyajikan informasi awal mengenai kondisi dan lingkungan diluar atmosfer bumi dan menghasilkan penemuan sabuk radiasi Van Allen dan mengorbit bumi lebih dari 58000 kali sebelum memasuki kembali atmosfer bumi via pasifik selatan pada 31 Maret 1970. Pada tahun yang sama, AS mendirikan NASA untuk memfasilitasi perkembangan teknologi angkasa luar dan meluncurkan SCORE ke orbit LEO; SCORE menerima pesan pada 150 MHz, merekamnya dan mentransmisikan kembali ke bumi. Broadcast pertama dari angkasa luar ke bumi adalah pada tanggal 19 Desember 1958, oleh presiden AS Eisenhower menggunakan teknologi SCORE. Tes penting dari satelit potensial untuk komunikasi regional (benua) dari sebuah uplink adalah peluncuran 1960, Echo 1 yang menerima, merefleksikan kembali ke bumi, percakapan tinggi duplex dan berdaya rendah. Perkembangan yang sangat penting dan praktis dalam sejarah komunikasi satelit adalah peluncuran Tiros I oleh NASA, satelit cuaca pertama di dunia diluncurkan pada bulan april, membawa kamera resolusi rendah dan infra merah dan merupakan orbit polar melingkar 600 km Telstar 1, dibangun oleh ATT, merupakan satelit pertama yang didesain untuk mendeteksi microwave, menguatkan sinyalnya dan mentransmisikan kembali ke bumi-teknologi transponder yang digunakan sekarang. Walaupun merupakan satelit LEO tetapi menghubungkan Eropa dan Amerika Utara, siaran live broadcast Elvis Presley pada 10 juli 1962. Telstar I merupaan satelit pertama yang mampu membroadcast sinyal TV dan Elvis merupakan entertainer pertama yang di broadcast via satelit. Satelit komunikasi eksperimen Geo yang pertama meluncur pada tahun 1963, Telstar 2 Dan Syncom 2 (Hugest Aircraft corp) Syncom 3 (geo 1964) menghubungkan olimpiade tokyo ke AS. Pada tahun 1965, Soviet meluncurkan molnya satelit dengan orbit dua belas jam (highly elliptical orbit) solusi yang cerdas bagi penyediaan komunikasi ke latitude utara yang tidak dicapai oleh satelit geo. Pada tahun 1965 satelit Geo internasinal pertama, Intelsat I (early bird), diluncurkan (dibangun dan dikoordinasikan oleh Comsat USA) dan merupakan servis satelit komersial global yang pertama and was the first truly global commercial satelit servise. Pada tahun 1969, Intelsat telah menyelesaikan jaringan geo global yaitu sistem satelit yang meliputi seluruh globe bumi, sebuah pencapaian besar dalam hanya 12 tahun setelah peluncuran Sputnik dengan 3 seri Intelsat, yang diselesaikan dan beroperasi hanya beberapa hari setelah pendaratan bumi pertama, Apollo 11,20 juli 1969 Sebenarnya frekuensi yang dipakai dalam komunikasi satelit adalah daerah frekuensi microwave juga, sehingga komunikasi type ini masih termasuk komunikasi microwave. Hanya lazim disebut komunikasi satelit, sesuai dngan sifatnya yang unik yang memakai satelit sebagai station relay atau stasion antara.
11

Sistem komunikasi satelit menjadi populer di Indonesia semenjak diresmikannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik (S.K.S.D) pada 17 Agustus 1976. Sebenarnya sejak 29 September 1969 Indonesia telah memasuki masa hubungan telekomunikasi melalui satelit, lewat stasiun bumi Jatiluhur dan Satelit Samudra Indonesia. Satelit bergerak diorbitnya mengelilingi bumi, sehingga satelit dapat diumpamakan sebagai partikel yang bergerak, sehingga akan tunduk pada hukum Keppler. Artinya, satelit mungkin bergerak pada orbitnya yang berbentuk ellips, hiperbola maupun parabola atau lingkaran. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh komunikasi satelit adalah bahwa satelit harus mempunyai lintasan yang sinkron, artinya perioda waktu perputaran mengelilingi bumi, agar supaya bila ditinjau dari suatu titik dipermukaan bumi, satelit seolah-olah konstan, tetap, tidak bergerak, sehingga perioda T s dari satelit haruslah 24 jam. Agar satelit dikatakan stasioner terhadap bumi, maka satelit harus mempunyai tinggi orbit h sebesar 35.800 km.

h= 35000 km

Gbr. Kedudukan satelit terhadap bumi Persoalan pokok yang timbul dalam komunikasi satelit adalah : 1. Bagaimana cara meluncurkan satelit sampai pada orbit yang tepat. 2. Waktu transmisi yang menyebabkan adanya delay time serta gema, akan sangat mengganggu, sehingga mungkin tidak dapat digunakan untuk komunikasi dua arah seperti telepon. Persoalan pertama terjawab sewaktu NASA meluncurkan SYNCON II dengan hasil yang meyakinkan pada tahun 1963. Demikian pula dengan persoalan kedua, dapat diatasi oleh peredam gema (echo suppressor) dan terbiasanya pembicaraan-pembicaraan telepon dengan waktu transmisi yang agak panjang.
satelit

bumi

Gambar. Hubungan komunikasi satelit

12

Untuk hubungan satelit, maka persyaratan hubungan line of sight dari hubungan microwave terpenuhi. Terlihat bahwa komunikasi antara dua tempat yang masih dapat melihat satelit, hanya diperlukan satu stasion antara yaitu satelit. Pada gambar terlihat bahwa satelit dipakai sebagai relay untuk hubungan antara stasiun bumi A dan stasiun bumi B. Pada hubungan pembicaraan telepon, komunikasi satelit harus digabungkan dengan komunikasi mikrowave darat, seperti pada gambar dibawah ini.
satelit

berkas gelombang

sentral A hub. microwave

stasiun bumi A hub. satelit

B hub. microwave

Gbr. Hub. Satelit yang digabungkan dengan hub. microwave darat untuk memberikan fasilitas pembicaraan telp. Pembicaraan telepon dapat dilakukan oleh langganan pesawat telepon dari sentral A dengan langganan telepon sentral B. Orbit bumi : Orbit Satelit : 1 tahun 24 jam

Syarat utama : satelit harus geostationer terhadap bumi : Posisi satelit adalah konstan dilihat dari bumi. Eksperimen komunikasi satelit yang pertama adalah merupakan low earth orbit (LEO). Bagi layanan telepone fixed internasional, yang mana terdiri dari trafik-trafik dalam jumlah besar, timbullah keputusan memanfaatkan geostasioner orbit. GEO menjadi standar untuk telekomunikasi komersial setelah diselesaikan kompleksitas peluncuran. Meskipun demikian, GEO tetap memiliki kekurangan: Tidak mencakup latitude bagian utara Sangat mahal untuk diluncurkan Antena yang berukuran sangat besar untuk mencakup area teresterial pada frekuensi terendah Gambar dibawah ini mengilustrasikan komunikasi end-to-end yang dibutuhkan untuk membangun link-link satelit. Seluruh link-link satelit memiliki kesamaan elemen, tanpa memandang orbit yang digunakan dan servis komunikasi yang disediakan.

13

Gambar. Link satelit secara umum Ada 2 hal utama sehubungan dengan link satelit ini: 1. Link frekuensi radio (RF) satelit, yang menghubungkan komunikasi antara transmiter dan receiver dengan menggunakan satelit sebagai repeater. Di dalam penggambaran link satelit, kita mendefinisikan keandalannya dengan C/N . Carrier to noise ratio diukur dalam bandwidth (B) yang merupakan kapabilitas channel dari link satelit. 2. Link antara terminal bumi dengan pengguna. Dalam hubungan ini yang penting adalah bagaimana membangun komunikasi voice,data dan video dengan koneksi simplex atau duplex. Kualitas link baseband ini tergantung pada kecepatan transmisi, error rate, SNR, dan ukuran perfomansi lainnya. Sebagai contoh, link komunikasi yang akan digunakan untuk mentransmisikan informasi account balance haruslah memiliki error rate yang rendah agar efektif. X.1.2. RF Link satelit Satelit komunikasi beroperasi pada jarak line of sight microwave repeater menyediakan servis komunikasi antara beberapa stasiun bumi pada lokasi geografis yang berbeda. PerFomansi dari link satelit dispesifikkan dalam kapasitas kanal. Sebuah kanal adalah link satu arah dari stasiun bumi pengirim ke satelit kemudian ke stasiun bumi penerima. Sebuah sirkit adalah link full-duplex antara 2 stasiun bumi. Setengah sirkit adalah link 2 arah antara stasiun bumi dan satelit saja. Kapasitas kanal ditentukan oleh tipe dan jumlah kanal dan persyaratan performansi dari setiap kanal. Kapasitas kanal dari RF link satelit (dalam kanal / transponder) berhubungan dengan C/N (perbandingan antara carrier yang
14

diterima dari satelit pada downlink dengan total noise dari segala sumber pada stasiun bumi. X.1.3. Stasiun Bumi Ada 3 jenis stasiun bumi yaitu : 1. Stasiun penerima dan pengirim sekaligus. Pada permulaan masa perkembangan satelit, ukuran antena stasiun penerima dan pengirim adalah sekitar 30 m, dengan daya 5 kW. Walaupun masih terdapat stasiun yang demikian, sekarang antena yang lebih kecil-lah yang digunakan, ukuran antena (5-10) m. VSAT (Very Small Aperture Antena) sistem menggunakan antena berukuran (1 2) m dengan daya antara (1 20) kW. 2. Stasiun penerima saja, contohnya penerima TV kabel untuk didistribusikan via kabel, stasiun TVRI (Television receive Only) untuk penerimaan video dari satelit, penerima untuk keperluan navigasi dan lain-lain. 3. Stasiun pengirim saja, contohnya untuk transmisi data-data dan pesan, baik secara real-time maupun store and forward. Performansi dari stasiun bumi dispesifikasikan dengan EIRP (Equivalent Isotropic Radiated Power) dan G/T. EIRP adalah produk dari daya output dari amplifier daya tinggi pada antena dan gain pada antena penerima. G/T adalah perbandingan antara gain antena penerima dengan temperatur noise dari penerima. X.2. KOMUNIKASI TERESTERIAL Komunikasi teresterial adalah komunikasi yang letaknya didarat. Teknologi spesifikasi peralatan : sistem modulasi, gain. Antena, komponen dll.

Teresterial : UHF (Ultra High Frekuensi) SHF (Super High Frekuensi) Performansi : PER (Probability Error) untul digital S/N (untuk analog) Blok diagram sistem radio :
Tx w al a a al w Rx

WT = daya pancar (watt) nT = 10 log (wT / 1 watt) dBW S/N semakin besar berarti mudah dimodulasi S/N semakin kecil berarti menonjol noisenya S/N = 50 dB : pengertiannya sangat baik, derau hampir tidak terdengar
15

S/N = 40 dB : derau terdengar jelas, pengertiannya masih baik S/N = 30 dB : derau terdengar sangat jelas dan sudah mempengaruhi pengertian X.2.1. Perbandingan Sistem Komunikasi Satelit dengan Sistem Komunikasi Microwave Darat Perbandingan disini berdasarkan pada baiknya mutu hubungan yang diperoleh, sesuai dengan rekomendasi dari CCIR. Keuntungan SKSD : 1. Panjang lintasan hampir tidak terpengaruh oleh letak atau jarak stasiunstasiun bumi yang berada dalam daerah jangkauan satelit. Ketidaktergantungan pada jarak ini penting untuk menentukan tarif hubungan. Untuk jarak jauh hal ini menguntungkan. 2. Gangguan yang dialami sinyal lintasan satelit oleh adanya modulasi silang, distorsi amplituda dan phasa, derau thermis dan beberapa faktor lain adalah lebih kecil dibandingkan dengan gel. Microwave darat. 3. Gel. Microwave terdiri dari puluhan bahkan ratusan stasiun pengulang (relay station) sedangkan pada hubungan satelit pengulangan hanya terjadi satu kali, pada satelit itu saja. 4. Pembangunan stasiun-stasiun bumi dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan gelombang mikro darat yang merupakan pembangunan yang berantai. Apabila seluruh SKSD termasuk ruang angkasa (bagian satelitnya) dapat dibangun dalam jangka waktu 2 tahun, maka pembangunan sistem komunikasi mirowave darat yang luas dan panjang akan memakan waktu 5 sampai dengan 10 tahun. 5. Eleksibilitas dalam perubahan maupun penambahan sangat menonjol, karena menyangkut pada penempatan stasiun-stasiun bumi yang diinginkan. 6. Bagi suatu jaringan komunikasi yang luas seperti Indonesia, SKSD secara ekonomis lebih menguntungkan, karena bentuk geografisnya yang berupa pulau-pulau dan jaraknya yang berjauhan. Kerugian dari SKSD : 1. Waktu perambatan yang besar pada sistem satelit, diantara 2 stasiun bumi menimbulkan persoalan dalam penyambungan hubungan telepon dua arah yang harus diperhatikan dalam perencanaan jaringan telepon. 2. Proses peluncuran hingga tercapai orbit terakhir yang geostationer, kadangkadang mengalami kegagalan walaupun jumlah sukses pengorbitan pada tahun-tahun terakhir ini sudah naik sampai (75-90)%.

16

XI.

DASAR SISTEM TELEPON

XI.1. TEKNIK SWITCHING Teknik switching adalah merupakan cara kerja alat sambung di sentral untuk membentuk suatu lintasan pembicaraan. Untuk menghubungkan satu pelanggan dengan pelanggan lainnya, maka sistem telepon dapat dibedakan atas : 1. Sistem Sambungan Tangan (SST) 2. Sistem Sambungan Otomat (SSO) 2.1. Direct Controlled System (DCS) 2.2. Indirect Controlled System (ICS) XI.1.1. Direct Controlled System (DCS)
A EXCHANGE LINE SAL PS GS I GS II FS SAL

EXTENSION / PELANGGAN SENTRAL (PABX)

EXT. / ABONE / PELANGGAN

Keterangan : PS : Pre Selector (tidak membutuhkan digit) Jumlahnya = jumlah abone / pelanggan GS : Grup Selector Jumlahnya tergantung Grade of Service (GOS) FS : Final Selector dikerjakan oleh 2 digit PABX : Private Automatic Branch Exchange PRINSIP : Tahap demi tahap alat sambung dikerjakan langsung oleh digit piringan pilih Proses Penyambungan pada DCS
PS GS I GS I FS

1. Begitu A angkat handset maka PS : - Diduduki (PS digunakan oleh A dalam proses penyambungan) - Melindungi pelanggan A sehingga A tidak dapat lagi dipanggil oleh abone lain. 2. A memutar digit-digit piringan pilih sesuai dengan directory number / nomor pelanggan. 3. PS kerja meneruskan digit I, berarti ada 2 kemungkinan : a. Tidak ada GS I yang bebas, maka pada A dikirim nada sibuk / busy tone, sehingga A harus meletakkan handset.
17

4. 5. 6.

7.

b. Ada GS I yang bebas, maka abone A mendapat nada pilih dan A boleh mendial. GS I kerja meneruskan digit II, berarti ada 2 kemungkinan : a. Ada GS II bebas b. Tidak ada GS II bebas GS II kerja maka FS diduduki dan digerendel FS kerja, mencari jalan keluar untuk sampai di B (FS dikerjakan oleh 2 digit terakhir). Terdapat 2 kemungkinan : a. B dalam keadaan sibuk, maka pada A dikirim nada sibuk dan A harus meletakkan handset. b. B dalam keadaan bebas, maka : - Pada B dikirm nada panggil (ringing tone) - Pada A dikirim nada tunggu (waiting time) Bila B angkat handset, maka terdapat lintasan langsung antara A dan B. - Jumlah PS = jumlah ext. - Jumlah GS ~ (5 10)% jumlah ext, sehingga bila : GS = 10% berarti : - Setiap saat ada 10% ext. yang dapat berbicara - Tingkat pelayanan / GOS = 0,1.

Catatan :

Contoh : Kapasitas sentral 2000 ext, GOS = 0,1 Setiap saat dapat berbicara 200 ext ~ 100 PS Pembicaraan ~ 100 GS XI.1.2. Indirect Controlled System (ICS)
A PS GS I GS II FS SAL

REGISTER DISIMPAN / DIOLAH / DIKIRIM

PRINSIP : Digit dari piringan pilih diterima, disimpan dan dioleh oleh register dimana DN (Digital Number) EN (Equipment Number), selanjutnya EN dibawah kontrol register diterima satu demi satu untuk mengerjakan alat sambung di sentral. Kelebihan ICS dibandingkan DCS : 1. Dapat digunakan untuk sistem dekadis maupun non dekadis. 2. Dapat melakukan koreksi pulsa bila diperlukan. 3. Dapat melakukan inter digit time, waiting time dan routing. Kekurangan ICS dibandingkan dengan DCS : 1. Sistemnya lebih kompleks dan lebih mahal. 2. Penambahan kapasitas harus disertai penambahan register 3. Bila satu register rusak maka sejumlah abone menderita. 4. Life time-nya lebih cepat tercapai.
18

Susunan Hubungan untuk 10 pelanggan (extension)


1 2 3

1 2 3

Penomoran : 1, 2, 3, 9, 0 Dibutuhkan 1 digit Contoh : 1 memanggil 3 Susunan Hubungan untuk 100 pelanggan (extension) Sistem penomoran untuk 100 ext : 31 61 91 32 11 41 71 01 12 42 21 51 81 22 52

1 2 3

1 2 3

62

72 . . . 10

82 . . . 20

92 . . . 30

02 . . . 40

. . . 50

. . . 60

. . . 70

. . . 80

. . . 90

. . . 00

19

11, 12, 13, ..., 10

11 - 10

1 2 3

21 - 20

1 2 3

21, 22, 23, ..., 20

31 - 30

1 2 3 3 31, 32, 33, ..., 30

01 - 00

1 2 3

01, 02, 03, . ., 00

Contoh : 13 memanggil 44 Susunan Hubungan untuk 1000 pelanggan (extension) Sistem penomoran untuk 1000 ext : 111 112 . . . 119 110 121 122 . . . 129 120 . . 211 212 . . . 219 210 221 222 . . . 229 220 . . 311 312 . . . 319 310 321 322 . . . 329 320 . . 411 412 . . . 419 410 421 422 . . . 429 420 . . 511 512 . . . 519 510 521 522 . . . 529 520 . . 611 612 . . . 619 610 621 622 . . . 629 620 . . 711 712 . . . 719 710 721 722 . . . 729 720 . . 811 812 . . . 819 810 821 822 . . . 829 820 . . 911 912 . . . 919 910 921 922 . . . 929 920 . . 011 012 . . . 019 010 021 022 . . . 029 020 . .
20

II

. 101 102 . . . 109 100

. 201 202 . . . 209 200

. 301 302 . . . 309 300

. 401 402 . . . 409 400

. 501 502 . . . 509 500

. 601 602 . . . 609 600

. 701 702 . . . 709 700

. 801 802 . . . 809 800

. 901 902 . . . 909 900

. 001 002 . . . 009 000

I0

1 1 2 3

1 2 3

1 2 3 3

1 2 3

Contoh : 111 memenggil 929

21

XI.2. PESAWAT TELEPON Bahagian penting yang terdapat pada pesawat telepon adalah : 1. Pengirim 2. Penerima 3. Bel 4. Rangkaian anti lokal 5. piringan pilih XI.2.1. Pengirim / Transmitter ( = mikrofon arang ) XI.2.2. Penerima / Receiver ( = speaker ) XI.2.3. Bel PRINSIP KERJA : Keadaan istirahat : Magnet permanen membangkitkan fluks yang simetris melalui kiri dan 3 kanan dengan arah dari atas ke bawah. Misal : Pki = Pka Karena fluks menghasilkan gaya maka : FPki = FPka -- tuas dalam keadaan horisontal Keadaan Kerja : - Ada sinyal AC yg berasal dari sinyal generator disentral. - Misal : - Polaritas kumparan dibuat sedmikian rupa sehingga arus yang mengalir membangkitkan fluks dengan arah berlawanan. - Saat setengah periode (+) : Misal : Alur yang mengalir menyebabkan : Ski searah Pki Ska searah Pka Akibat : tot ki = Pki + Ski tot ka = Pka + Ska Berarti : tot ki > tot ka Sehingga : Ftot ki > Ftot ka -- tuas tertarik ke kiri memukul 7. - Saat setengah periode (-) : Misal : Ski berlawanan Pki Ska berlawanan Pka Akibat : tot ki = Pki - Ski tot ka = Pka - Ska Berarti : tot ka > tot ki Sehingga : Ftot ka > Ftot ki -- tuas tertarik ke kanan memukul bel 6. Bila sinyal generator punya 200 Hz, berarti secara bergantian tuas akan memukul bel 6 dan 7 secara bergantian, masing-masing 200/detik ----- terdengar bunyi bel.
22

XI.2.4. Rangkaian Anti Lokal (RAL) Arus dari mikrofon A akan mengalir menuju speaker B. Arus ini tidak boleh masuk ke spekaer A agar supaya tidak mengganggu pembicaraa. Demikian pula sebaliknya, arus dari mikrofon B diteruskan ke speaker A tapi tidak boleh masuk ke speaker B. Untuk itu dibutuhkan RAL. Fungsi RAL : Untuk mencegah agar A tidak mendengarkan suaranya melalui speakernya sendiri. Bentuk RAL ada 2 yaitu : 1. RAL Sentral Battery 2. RAL Lokal Battery RAL Sentral Battery PRINSIP KERJA : Saat Mengirim : Arus i yang berasal dari mikrofon bercabang menjadi i1 dan i2 dimana i1 = i2 (mengapa ?) Arus i1 dikopelkan oleh L1 dan L3 menjadi i1 Arus i2 dikopelkan oleh L2 dan L3 menjadi i2 Karena : i1 = i2 & L1 = L2 maka i1 = i2 Tetapi karena arah i1 dan i2 berlawanan, maka arus total pada loop II adalah nol. Dengan kata lain : Tidak ada arus mengalir dalam loop II, speaker tidak dilalui arus. --- tidak ada suara yang di dengar. Arus i2 sendiri disalurkan ke saluran transmisi untuk diteruskan ke lawan bicara. Saat Menerima : Arus i yang yang berasal dari lawan bicara, akan bercabang menjadi i1 & i2.
i1 dikopelkan ke L3 oleh L1 menjadi i1 i dikopelkan ke L3 oleh L2 menjadi i

Arus total dalam loop II = i + i1 --- speaker dilalui arus, sehingga ada suara. XI.2.5. Piringan Pilih (Dialing Disc) Piringan pilih merupakan alat pemutus arus DC yang mengalir ke sentral, sehingga terbentuk pulsa. Berapa kali arus tersebut terputus, tergantung (sesuai dengan angka yang diputar pada piringan tersebut. Jadi bila yang diputar angka 3, maka berarti terbentuk 3 pulsa.

23

PRINSIP KERJA Bila seseorang langganan mengangkat handset untuk memutar digit, maka secara otomatis penyambung akan menempati posisi untuk membentuk lintasan tertutup. Dengan memutar piringan pilih DS akan menyebabkan kontak impulse Di bekerja secara terputus-putus. Bila 1 diputar maka Di mengakibatkan terbentuknya 1 impulse.

Bila 3 diputar maka Di mengakibatkan terbentuknya 3 impulse.

Demikian pula bila 0 diputar, akan menghasilkan 10 impulse. Jumlah impulse ini akan dihitung / dicatat disentral dan digunakan untuk mengerjakan wiper dari selektor.

Impulse harus memenuhi 3 unsur standar yaitu : 1. Kecepatan impulse : jumlah impulse / detik. Biasanya 10-20 impuls/detik 2. Nilai tutup : perbandingan waktu dari kontak impuls pada saat membuka / menutup, biasanya 2 : 1

waktu impul = waktu (buka + tutup) = (b + c) detik Contoh : Bila kecepatan putar 10 impuls/detik, maka waktu impuls = 0,1 detik = 100 mdetk Jadi waktu buka = 2/3 x 100 mdetik = 66.7 mdetik Waktu tutup = 1/3 x 100 mdetik = 33.3 mdetik 3. Buka minimum / henti minimum
24

t
DERET IMPULS I

DERET IMPULS 2

P adalah waktu antara 2 deretan impuls, yang disebut henti minimum. P harus punya nilai minimum karena bila terlalu kecil maka deretan impuls diatas dapat berubah pengertian menjadi satu deretan impuls yang jumlahnya 6.

25

XI.3. SISTEM PENOMORAN XI.3.1. Keterbatasan Penomoran tergantung jaringan : a. Terminal : a. Telepon : - Decadic pulsa : 10 karakter (1, 2, , 0) - Dial Tone MF : 12 karaketer (1 s/d 0, #, *) b. Komputer : 101 keypad atau lebih Masalah pemakai telepon set : 1. Keterbatasan dalam hal penomoran (karakter) 2. Perencanaan penomoran di jaringan telekom umum mengacu pada terminal telepon b. Sentral ; diperlukan digit analyzer & routing analyzer (keterbatasan dalam hal digit) XI.3.2. Penentuan dan Pengelompokan pemanggilan (No. Panggil) Ada 2 pilihan : 1. Sistem tertutup ; nomor panggil disuatu negara adalah sama (no. panggil lokal = no. panggil interlokal = no. panggil lain-lain) 2. Sistem terbuka ; no. panggil lokal no. panggil SLJJ. Pada sistem terbuka harus ditentukan cara pemanggilan : a. Lokal Interlokal b. Internasional c. Panggilan lain-lain : STB, akses service dll Perbedaan Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup Sistem Terbuka : 1. digit lokal lebih sedikit. 2. Diperlukan prefix 3. Bagi user interlokal lebih rumit 4. Kesadaran akan tarif Sistem Tertutup : 1. digit lokal = digit interlokal 2. Tidak diperlukan prefix 3. Lokal sama saja dengan interlokal Pemanggilan di RI, USA dan Australia RI: 1. Lokal : - 3 digit sampai dengan 7 digit S1, S2, S3, (S4), (S5), (S6), (S7) - S1 0 - 7 digit hanya boleh di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan 2. SLJJ : 0AB(C) S1 S7 3. Prefix SLJJ : 0 4. Area Code : - 2 digit (Untuk Jkt, Bdg, Srby, Smrg, Medan) - 3 digit : lainnya 5. Sistem : Sistematis
26

USA : 1. Lokal : 2. 3. 4. 5.

selalu 7 digit S1, S2, S3, S4, S5, S6, S7 - S1 1 SLJJ : 1ABC S1 S7 Prefix SLJJ : 1 Area Code : - selalu 3 digit - B 0 atau 1 Sistem : Random selalu 8 digit S1, S2, S3, S4, S5, S6, S7, S8 - S1 1 SLJJ : 1A S1 S8 Prefix SLJJ : 1 Area Code : 2 s/d 9 Sistem : Random -

Australia : 1. Lokal : 2. 3. 4. 5.

Digit A Digit B : menentukan goegrafis disetiap digit AA yang sama Digit C : menentukan geografis disetiap digit A & B yang sama Catatan : 1. Digit A = 0 (untuk SLI) - dari RI ke USA = 00 x 1 ABC S1 S7 Ket : 00 : prefix SLI x : kode operator SLI : 0 (Indosat) 8 (Satelindo) 1 : kode negara USA (bukan kode SLJJ USA) 1ABC S1 S7 : NSN - dari USA ke RI = 11 62 AB(C) S1, S2, S3, (S4), (S5), (S6), (S7) 2. Digit 1 = 1 ; digunakan untuk keperluanpenerangan dll. Mis ; 111 : untuk cuaca 103 : untuk jam dll 3. Digit A = 8 ; merupakan kode akses 082 M1 M7 : panggialn STB analog 081N M1 M6 : panggilan STB digital (N : kode operator) 086XY : komunikasi data khusus : 08611 (x.28) , 08612 (x.32)

27

XII. JARINGAN TELEPON


Jika jumlah pelanggan bertambah maka jumlah saluran yang diperlukan untuk menghubungkan seluruh pelanggan akan bertambah, dan pertambahan ini cukup cepat sesuai rumus :
jumlahsaluran = n( n 1) 2

dimana n = jumlah pelanggan. Misal : untuk 3 pelanggan perlu 3 saluran & untuk 6 pelanggan diperlukan 15 saluran.

Selain jumlah saluran yang bertambah, juga sistem peralatan di tempat pelanggan akan semakin kompleks, karena harus ada suiatu cara untuk menghubungkannya dengan langganan lainnya. Jadi memang sejak semula sudah disadari bahwa dalam suatu jaringan telepon dengan sejumlah pelanggan, diperlukan adanya sentral yang menjadi pusat penghubung.

Keuntungan : - Jumlah saluran (kabel) lebih sedikit - Peralatan di tempat pelanggan bisa lebih sederhana Kerugian : - Kenikmatan dari pelanggan berkurang, karena ada bagian proses perhubungan yang diserahkan ke orang lain - Dibutuhkan sistem signaling, untuk memberitahukan langganan ataupun sentralnya mengenai status, kebutuhan hubungan dll. Jumlah peralatan penyambungan semakin banyak, jika setiap pelanggan harus dapat berhubungan kapan saj dengan setiap pelanggan lainnya (no blocking). Keadaan paling maksimum adalah jika setengah dari jumlah pelanggan pada saat yang sama, sama-sama berbicara dengan pelanggan yang setengahnya lagi. Tetapi secara statistik kejadian ini kecil sekali kemungkinannya, terutama untuk jumlah pelanggan yang semakin besar. Dari segi ekonomisnya, jumlah
28

peralatan penyambungan yang relatif besar akan penyambungan yang akan dibebankan kepada pelanggan.

menaikkan

ongkos

Jumlah peralatan penyambunagn disentarl biasanya dirancang sedemikian rupa sehingga untuk setiap saat hanya dapat melayani persentase yang kecil dari seluruh pelanggan. Hal ini akan mengakibatkan bahwa pada saat tertentu ada pelanggan yang tidak dapat berbicara dengan pelanggan lainnya (blocking). Ukuran sistem jadinya tergantung dari besarnya persentase blocking yang diizinkan. Misalnya 1% yang berarti rata-rata setiap mencoba berhubungan, dari 100 x mencoba rata-rata 1 kali dapat busy tone, karena peralatan-peralatn penghubung di sentral penuh. Dengan jumlah pelanggan yang terus berkembang jaringan telepon-pun ikut berkembang, sehingga untuk lalu lintas yang padat antara beberapa tempat bisa terjadi jaringan telepon yang bermacam-macam, : 1. Sistem jaringan bintang (star network) untuk jaringan lokal (lokal network). 2. Sistem jaringan jala / jaring-jaring (mesh network) untuk hubungan antar sentral.

Umumnya dengan pertambahan pelanggan dan luas daerah dimana mereka bermukim, jaringan berkembang juga sehingga sentral-sentral yang ada terbagi dalam beberapa tingkatan antara lain : 1. Sentral yang dihubungkan langsung dengan pelanggan (sentral lokal) 2. Sentral yang melayani sentral-sentral lain (sentral antara)

Dalam suatu jaringan Nasional yang besar dapat terdiri dari beberapa tingkatan sesuai anjuran CCITT :
Quartier 29

Tertier
Tertier

Sekunder Primer Final trunk group

Lokal

High usage group

Tingkatan-tingkatan sentral yang ada dalam suatu negara ditentukan oleh jumlah telepon dan jumlah sentral-sentral yang harus didirikan serta kepadatan lalu lintas teleponnya. Jika pelanggan yang akan berhubungan dengan pelanggan diluar daerah lokalnya, maka penyambungan harus melalui tingkatan sentral yang lebih tinggi. Semakin jauh harak kedua langganan, semakin banyak tingkatan sentral yang harus dilalui. Tetapi jika lalu lintas antara dua sentral tertentu kukupa tinggi, adakalanya lebih efisien dngan memberi saluran langsung (high usage group). Penentuan kapan dipasang hubungan langsung merupakan trade off antara jumlah peralatan switching yang akan diperlukan dibandingkan terhadap jumlah kabel yang diperlukan untuk transmisi langsung.

XII.1. SUB SISTEM TERMINAL Yang dimaksud dengan terminal dalam sistem telekomunikasi adalah alat/perangkat telekomunikasi yang ditempatkan pada posisi awal/akhir jaringan sistem yang fungsinya untuk mengirim dan menerima informasi.
30

Perangkat terminal tersebut antara lain : pesawat telepon, pesawat teleprinter, facsimile, terminal data, pesawat printer, komputer, studio & penerima radio / televisi dll. XII.1.1. Pesawat telepon Istilah telepon pada mulanya berarti suara dari jarak jauh, sedangkan perangkat telepon pada tahun-tahun belakang ini telah mengalami perubahan bentuk dan sistem, namun prinsip dasarnya sebagai alat pengirim dan penerima suara dari jarak jauh masih tetap sama seperti sebelumnya. XII.1.2. Terminal Telegrap Telagrap berasal dari kata tele yang berarti jarak jauh, dan graph yang berarti gambar atau grafik. Maka secara harfiah, telegrap dapat diartikan sebagai proses penyampaian berita (informasi) berupa gambar atau grafik, tanda, isyarat dalam jarak jauh melalui perangkat telegrap. Sistem telegrap dengan menggunakan pesawat teleprinter ini merupakan penemuan baru di bidang telegrap. Teleprinter atau penulisan jarak jauh ini disebut juga telegrap printing (pencetak telegrap). XII.1.3. Pesawat Facsimile Pesawat telephoto adalah sejenis pesawat kirim dan terima telegrap. Telephoto berarti pengiriman gambar dari jarak jauh. Kini pesawat telephoto lebih dikenal dengan pesawat facsimile. Istilah facsimile mempunyai pengertian yang lebih luas yaitu sejenis pesawat telegrap yang digunakan untuk mengirim dan menerima tulisan, gambar dan dokumen secara elektris. Dimana pesawat facsimile ini dapat diidentikkan dengan mesin photo copy jarak jauh. XII.1.4. Pesawat Terminal Data Pesawat terminal data adalah bagian dari mesin pemroses data yang mampu mengirimkan data digital melalui jaringan komunikasi. Komunikasi data merupakan bentuk khusus penyampaian data dari satu tempat ke tempat lain. Terminal data adalah suatu alat yang mengubah informasi kedalam kumpulan bit yang sesuai untuk dikirim melalui saluran komunikasi digital.

DTE

Saluran Data DTE

Gambar. Jaringan data yang menghubungkan dua terminal DTE

31

Telephone MODEM DTE Telephone MODEM PST N Telephone MODEM DTE DTE

Gambar. Konfigurasi Terminal dalam komunikasi data melalui jaringan telepon (PSTN) XII.1.5. Studio dan Penerima televisi Televisi adalah perangkat yang menggunakan teknologi telekomunikasi. Televisi berarti melihat (gambar) dari jarak jauh. XII.1.6. Terminal Komputer Sebuah komputer yang terhubung dengan jaringan komputer lainnya melalui satu Server Komputer (host computer) dapat pula dianggap sebagai sebuah terminal dalam sistem tersebut.
CONTROL UNIT INPUT ALU OUTPUT

MEMORY

Gambar. Bangun dasar sebuah Komputer. Yang berperan sebagai input adalah keyboard (papan ketik) dan sebagai output adalah monitor dan printer. Control unit berfungsi sebagai pengatur urutan-urutan operasi yang akan dilakukan pada komputer. ALU (Aritmetic Logical Unit) berfungsi sebagai otak dari suatu terminal komputer. Memori digunakan untuk menyimpan informasi yang dimasukkan. XII.2. LAN (LOCAL AREA NETWORK) Komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi umumnya berlangsung dalam daerah yang berdekatan. Komunikasi ini berlaku baik untuk data maupun suara. Dengan bertambahnya pemakaian komputer maka komunikasi yang dahulu didominasi oleh percakapan telepon, sebagian sekarang merupakan komunikasi data yaitu pertukaran informasi antar komputer maupun antara remote terminal dengan komputer pusat (host komputer). Komunikasi data tidak saja mendukung cara berkomunikasi tetapi juga menaikkan produktivitas pekerja kantor dalam melayani teks dan data, selain mendayagunakan sistem yang ada.
32

Kecenderungan kearah otomatisasi kantor dan distributed processing menuntut adanya jaringan yang dirancang khusus untuk komunikasi cepat didalam satu organisasi. Jaringan ini dikenal sebagai LAN. LAN memudahkan penyaluran informasi dari satu tempat ke tempat lain atau ke alat-alat lain didalam lokasi geografi yang tertentu. LAN memungkinkan adanya transmisi dengan kecepatan tinggi. LAN umumnya merupakan jaringan yang terbatas untuk satu organisasi, jaraknya terbatas dan saling dihubungkan dengan teknologi komunikasi yang sama. Karena jaraknya pendek kecepatan yang digunakan dapat lebih tinggi dari pada circuit switched, walaupun perbedaan ini makin berkurang. Beberapa ciri dari LAN : - Jarak antar terminal tidak terlalu jauh. - Pada umumnya LAN tersebut milik satu organisasi. - Umumnya tidak mempergunakan fasilitas jaringan telepon sehingga kecepatan pengiriman data juga tidak tergantung pada jaringan tersebut. - Mempergunakan media kabel yang khusus untuk komunikasi dan biasanya mempunyai kecepatan pengiriman data yang sangat tinggi. (1 MBps sampai 10 MBps). Perkembangan teknologi dewasa ini menyebabkan ciri-ciri dan definisi LAN menjadi agak kabur disebabkan jarak antar pusat dapat mencapai sekitar 50 km tergantung dari jenis teknologi yang dipergunakan. Sekarang juga dapat dilakukan hubungan antar LAN, sehingga jaringan secara keseluruhan dapat merupakan milik berbagai organisasi. XII.2.1. Alasan pemilihan LAN Suatu organisasi dalam bidang niaga (business) memerlukan LAN karena beberapa hal antara lain : a. Menggunakan data base yang sama Supaya informasi yang diperlukan sama dan informasi yang sama dapat diambil oleh siapapun maka diperlukan data base yang dipakai bersama oleh berbagai proses. b. Kemudahan mendapatkan informasi LAN memberikan nilai tambah pada informasi dengan mempercepat distribusi dan aksesibilitasnya. Cara lama dalam melayani informasi ialah dengan cara memo atau surat diatas kertas. Cara ini dapat digantikan dengan penggunaan terminal. c. Bertambahnya penggunaan terminal Terminal makin banyak digunakan karena makin berkembangnya distributed processing misalnya point of sales, inventory control dll. d. Perubahan sifat dan cara komunikasi kantor. Komunikasi merupakan bagian hampir semua komputer. Harga komputer relatif turun tetapi biaya jasa komunikasi mempunyai kecenderungan naik, sehingga penggunaan LAN cukup menarik. e. Pemakain bersama sumber daya (resource sharing) Periferal yang mahal dapat dipakai bersama-sama. f. Fleksibilitas Penambahan terminal maupun fasilitas lain dapat dilakukan dengan mudah.

33

XII.2.2. Kendala Jaringan Telepon Komunikasi data umumnya masih menggunakan jaringan telepon. Kendala jaringan komunikasi data yang bergantung dengan jaringan telepon ini adalah : a. Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hubungan Kalau dalam hubungan telepon waktu ini dapat diabaikan, karena kecil dibandingkan dengan lama percakapan (rata-rata 5 detik dan lama percakapan 120 detik) sedangkan untuk komunikasi data dalam 5 detik itu terminal dapat menyalurkan sejumlah besar data. Akibatnya dibutuhkan cara lain khusus untuk melaksanakan hubungan dan komunikasi antarmesin. b. Sifat lalu lintas data Lalu lintas percakapan telepon bentuknya berbeda dengan data. Lalu lintas data bersifat bursty, terutama jika digunkan untuk otomatisasi kantor seperti electronic mail, filing dsb. Saluran telepon umumnya mempunyai bandwidth yang sempit sehingga kecepatannya tidak tinggi. c. Kebutuhan untuk mencapai berbagai sumber daya pemakai Pemakai (user) harus dapat mencapai berbagai sumber daya secara cepat dan mudah dalam jaringan. Selain itu pemakai harus juga dapat mengakses secara tidak terbatas sumber-sumber yang terpisah secara geografis. Walaupun diketahui kebutuhan akan jaringan lokal ini (LAN), tetapi bentuk yang harus dipakai masih belum ada persesuaian jelas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemilihan : a. Standar dan kesesuaian Masalah yang tidak pernah hilang dalam komunikasi data ialah kesesuaian (compatibility) antara satu mesin dengan mesin lain. Dalam komunikasi data diusahakan adanya protokol standar hingga dapat dicapai kompatibilitas. b. Kesesuaian dengan jaringan luar lainnya LAN dapat juga berinteraksi dengan jaringan luar, misalnya jaringan data, telepon, telex dll sehingga LAN harus dapat melayani protokol yang berlaku pada jaringan luar tersebut. c. Kecepatan LAN umumnya mempunyai kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada PBX yang aplikasi sebenarnya ditujukan untuk komunikasi suara. d. Metode akses Terminal atau komputer yang tersambung pada jaringan harus mempunyai cara untuk memberitahu bahwa ia hendak mengirim data, juga dapat dipanggil untuk menerima data serta tidak boleh mengganggu peralatan lain. e. Media transmisi f. Topologi Pola menghubungkan terminal atau komputer ke jaringan disebut topologi. Topologi berhubungan erat dengan metode akses dan media transmisi. XII.2.3. Bagian-bagian LAN LAN pada dasarnya dapat dibedakan atas : 1. Topologi 2. Teknik penyaluran informasi 3. Media transmisi 4. Metode akses

34

XII.2.3.1. Topologi Topologi adalah cara umum bagaimana pusat atau simpul yang satu dihubungkan dngan yang lain. Jenis topologi yang digunakan adalah : 1. Titik ke titik Setiap terminal atau simpul dihubungkan secara langsung dengan terminal atau simpul yang lain. Setiap simpul mempunyai kedudukan yang sama yang mengakibatkan LAN tidak tergantung pada salah satu simpul. 2. Bus (Multipoint) Setiap simpul dari LAN saling dihubungkan melalui suatu media yang dipergunakan bersama yang umumnya berupa kabel. Keuntungan : Jumlah simpul dapat ditambahkan atau dikurangi tanpa mengganggu operasi yang ada. Kerugian : kalau tingkat lalu lintas tinggi dapat terjadi kongesti. 3. Ring Semua simpul saling dihubungkan dalam bentuk lingkaran (ring). Informasi berjalan dari satu simpul ke simpul lainnya. Keuntungan : - data rate tinggi - dapat melayani lalu lintas yang tinggi - dapat melayani berbagai media transmisi Kerugian : - sangat sukar menambah atau mengurangi simpul - kerusakan pada media transmisi dapat menghentikan seluruh operasi. 4. Star Jalur komunikasi berasal dari satu titik (mode) pusat. Titik pusat mengatur lalu lintas data. Hubungan sangat tergantung pada simpul yang menjadi pusat. Umumnya digunakan melalui jaringan komunikasi suara, sehingga laju datanya terbatas. Topologi ini jarang digunakan pada LAN. 5. Tree Tidak semua simpul mempunyai kedudukan yang sama. kedudukannya lebih tinggi menguasai simpul dibawahnya. Simpul yang

XII.2.3.2. Teknik Penyaluran Sinyal 2. Baseband Umumnya data dikirimkan sebagaimana adanya dalam bentuk pulsa digital ataupun kadang-kadang dibawa oleh signal dengan frekuensi tertentu. Hanya satu sinyal dalam sesaat yang dapat memakai media transmisi, sehingga hanya ada satu kanal komunikasi. Sumber daya dialokasikan secara time sharing atau time division multiplexing. Sistem ini mudah sekali disadap sehingga keamanan jaringan kurang terjamin. Panjang maksimum media transmisi tanpa gangguan hanyalah sekitar 2 km dengan laju alih data sekitar 1 Mbps sampai 10 Mbps. 2. Broadband Mempergunakan radio frekuensi untuk pengiriman data, sehingga data selalu dimodulasi terlebih dulu sebelum dikirimkan. Teknik yang biasa dipergunakan adalah FDM. Lebih baik dari baseband karena jarak yang dicapainya dapat jauh sekali dan dapat mencampur data, gambar (video)
35

maupun suara dalam pengirimannya. Implementasinya lebih sukar dan memerlukan peralatan yang lebih canggih daripada baseband sehingga menjadi lebih mahal. XII.2.3.3. Media Transmisi 1. Twisted pair cable - Paling mudah dipergunakan - Paling murah - Kualitas dan kecepatan pengiriman data tidak terlalu baik - Mudah menimbulkan error pada kecepatan yang tinggi dan jarak yang jauh 2. Kabel coaxial - Paling banyak digunakan sebagai media LAN - Lebih mahal dan lebih sukar penggunaannya - Kualitas sangat baik - Sedikit sekali terjadi error - Kecepatan pengiriman data tidak dibatasi oleh medianya tetapi oleh peralatan yang digunakan untuk pengiriman data. 3. Serat optik - Media untuk LAN yang paling baikk kualitasnya - Harganya relatif mahal - Kecepatan pengiriman data dapat mencapai lebih dari 140 Mbps 4. Gelombang mikro (mikrowave) - Dapat mencapai jarak yang cukup jauh tetapi tergantung pada jaringan gelombang mikro yang telah ada 5. Sinar infra merah - Kecepatan pengiriman data tidak terlampau tinggi - Mudah terpengaruh oleh keadaan disekelilingnya. - Lebih murah daripada gelombang mikro - Lebih rendah kualitasnya XII.2.3.4. Metode Akses 1. CSMA/CD Semua simpul yang hendak berhubungan dengan simpul yang lain berlomba untuk mendapatkan saluran yang dikehendaki. Tiap simpul memantau jaringan akan ada tidaknya transmisi yang akan dilakukan oleh simpul lain. Bila ada simpul yang akan mengirimkan data, simpul yang lain harus menunda keinginan untuk mengirimkan informasinya sampai simpul yang sibuk tadi selesai. Bila ada dua atau lebih simpul yang hendak menggunakan saluran maka akan terjadi gangguan pada informasi (collision) dan secara otomatis akan mengulang usaha mendapatkan saluran tersebut hingga saluran yang dikehendaki didapatkan Cara ini dikenal sebagai LAN Ethernet yang kemudian menjadi standar LAN IEEE 802.3. Kelemahannya adalah jumlah simpul dan laju data terbatas. 2. Token Bus Untuk menentukan hak mengirimkan informasi dapat digunakan cara memberitahukan secara khusus hak ini kepada simpul yang bersangkutan. Hak ini dialihkan menurut urutan atau aturan tertentu dari satu simpul ke simpul yang lain. Informasi yang memberitahukan simpul berikut akan gilirannya disebut token. Tiap simpul dapat memegang token tersebut
36

untuk jangka waktu tertentu saja. Simpul wajib mengirimkan token ini ke simpul berikutnya jika ia tidak mempunyai informasi yang harus dikirimkan. Oleh karena tiap simpul harus menerima dengan benar, mamakai dan melanjutkan token, maka suatu kesalahan (error) dapat mengganggu urutan yang telah diatur. Akibatnya tiap simpul harus dapat melacak dan bangkit dari kesalahan di atas. 3. Token Ring Pada dasarnya terdapat suatu token yang diedarkan kesemua simpul yang ada dalam ring. Setiap pusat akan memeriksa apakah ada data yang ditujukan kepadanya atau tidak. Bial ada maka ia akan mengambil data tersebut dan meneruskan token tersebut ke simpul berikutnya, demikian pula bila hendak mengirimkan data ia akan memasukkan data kedalam token tersebut. Bila token yang telah berisi informasi tersebut telah kembali ke simpul pengirim, simpul ini harus mengembalikannya kembali menjaditoken. Kelemahannya : lebih lambat karena token harus beredar ke semua simpul meskipun tidak semuanya memerlukannya. Standar IEEE 802.5 memberikan spesifikasi token ring mengenai : - Akses Token Token merupakan paket dengan field yang besarnya tiga oktet yang beredar disepanjang ring, sampai ada simpul yang mempunyai informasi yang harus dikirm dengan mengubah satu bit. - Akses ke informasi prioritas Token harus diberi salah satu dari empat prioritas yang mungkin. Informasi yang akan dikirim harus mempunyai prioritas yang sama dengan token yang ada atau lebih tinggi. Informasi yang berprioritas lebih rendah harus menunggu token yang lebih rendah juga. - Waktu akses dan pewaktu token yang hilang Waktu akses digunakan untuk membatasi lamanya simpul boleh mengirimkan informasi secara berturut-turut tanpa mengirimkan token. Pewaktu untuk token yang hilang menunjukkan waktu pengawasan yang digunakan untuk menentukan pengiriman token baru jika simpul yang seharusnya mengirimkannya gagal melakukan ini. 4. TDMA Tiap simpul secara berurutan diberikan giliran waktu untuk melakukan transmisi. Semua simpul akan mengsinkronisasikan waktu gilirannya berdasarkan informasi pewaktu. Informasi dari simpul yang gilirannya tiba akan dikirimkan saat ini. Kalau tidak ada berita yang harus dikirimkan, giliran ini tidak terpakai. Simpul yang hendak mengirimkan data dapat meminta akses pada master. Master akan memberikan waktu giliran tertentu pada simpul ini dan harus menunggu sampai waaktu giliran ini tiba. Waktu tunggu sebuah simpul tergantung dari banyaknya simpul dan lamanya waktu giliran. 5. Polling Sebuah simpul menjadi master yang melakukan polling yaitu ke simpul lain guna memberikan giliran transmisi. Simpul yang mendapatkan akan mengirimkan informasi ke master simpul. Master kemudian akan mengirimkan informasi tersebut ke simpul tujuan atau menyimpannya kalau
37

memang ditujukan padanya. Polling kemudian dilanjutkan ke simpul yang lain. Standar IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) yang dikenal untuk LAN yaitu : 1. IEEE 802.3 CSMA/CD dengan kabel coaxial 50 ohm 2. IEEE 802.4 Token Bus dengan kabel coaxial 75 ohm 3. IEEE 802.5 Token Ring dengan kabel twisted pair 150 ohm. Selain LAN dengan ketentuan balu masih terdapat beberapa macam LAN yang menggunakan ketentuan lain seperti Ethernet, Hyperbus, ARCnet, dll. Untuk perancangan sistem LAN perlu ditentukan dan dipertimbangkan masalah berikut : 1. Keandalan (reliability) Jaringan yang tergantung pada kendali yang dipusatkan lebih mudah terganggu daripada jaringan yang kendalinya terdistribusi. Dalam menghitung keandalan sistem diperlukan ukuran MTBF (Mean Time Before Failre) atau waktu rata-rata sebelum gagal dan MTTR (Mean Time To Repaur) yaitu waktu rata-rata untuk perbaikan. 2. Kemudahan dalam pemeliharaan (maintainability) Kalau terjadi kegagalan sistem , sistem harus dapat beroperasi kembali secepat mungkin. Maintability dan reliability merupakan dua hal yang saling berkaitan. Maintability tidak begitu menonjol bila reliabilitynya tinggi dan sebaliknya. 3. Kecepatan pengalihan data (data transfer) Produktivitas pemakai tergantung pada throughput. Idealnya jaringan tidak boleh memberikan batasan apapun selain dari keterbatasan terminal atau komputer sendiri. 4. Labar band Daerah frekuensi yang dapat diterima media transmisi. Bandwidth merupakan faktor media transmisi dan metode modulasi data. Saluran telepon yang lebar band-nya 300 3800 Hz dapat melalukan arus dengan kecepatan sampai 4800 bps. Kanal suara yang dirancang khusus dapat melalukan sampai 19.2 kbs. 5. Metode akses Akses terminal merupakan kunci dalam menentukan throughput. Bila kapasitas jaringan dilampaui throughput akan menurun. 6. Beban jaringan Semua jaringan peka terhadap beban. Bila beban mendekati beban 100% terjadi penundaan pemberian pelayanan. 7. Laju alih data (data transfer rate) Tidak tergantung pada lebar band, hanya pada elemen rangkaian. 8. Error rate dan metode recovery Saluran data yang tingkat kesalahannya tinggi memperendah throughput karena banyaknya waktu terbuang dalam melacak kesalahan dan bila perlu memperbaikinya. Tingkat kesalahan tergantung pada rancangan saluran dan media transmisinya. 9. Protokol 13. Biaya 10. Kapasitas 14. Fleksibilitas 11. Luas jaringan 12. Hubungan dengan jaringan lain
38

XIII. TEKNIK TRANSMISI


Teknik transmisi adalah suatu cara yang digunakan untuk menyalurkan suatu besaran listrik dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam Teknik Tenaga : Yang disalurkan adalah daya, sehingga transmisi disini lebih berorientasi kepada minimalisasi loss / kehilangan, yang mana lebih mengutamakan efisiensi pengirimannya. Dalam Teknik Komunikasi : Yang disalurkan adalah informasi, sehingga lebih berorientasi pada tingkat pemahaman, yang mengutamakan bentuk sinyalnya. XIII.1. SIFAT SALURAN TRANSMISI Sifat-sifat transmisi dari suatu saluran / media, baik fisis / non fisis dapat diketahui melalui percobaan sebagai berikut :
1 GEN 1' 2' 2 BEBAN

CRO1

CRO2

Gambar : Percobaan untuk mengetahui sifat sifat transmisi saluran Pada ujung awal suatu saluran transmisi (1-1) dipasang sumber / generator sedangkan pada ujung akhirnya (2-2) diberi beban. Bila sinyal pada masing-masing kedua ujung awal dan akhir saluran tersebut dilihat / dibandingkan melalui suatu CRO, maka ternyata terdapat perbedaan bentuk sinyal pada (1-1) dan (2-2), diakibatkan sifat / karakteristik saluran transmisi berikut : 1. Redaman / attenuation 2. Waktu tunda / delay time 3. Cacad / distortion 4. Gangguan / disturbance XIII.1.1. Redaman / Attenuation Gambar dibawah ini memperlihatkan bahwa sinyal output CRO-1 punya bentuk yang sama dengan sinyal output CRO-2, hanya pada CRO-2 terlihat bahwa sinyal punya amplituda yang relatif lebih kecil dibandingkan pada CRO-1. Hal ini disebabkan sifat transmisi saluran yang disebut redaman / attenuation

39

output CRO1 (volt) 15

t (detik)

-15 output CRO2 (volt) 10 0 -10 t (detik)

Gambar : Sinyal yang mengalami redaman XIII.1.2. Waktu tunda / Delay time
output CRO1 (volt) 15

t (detik)

-15 output CRO2 (volt) 10 0 -10 t (detik)

Gambar : Sinyal yang mengalami waktu tunda Dari gambar diatas terlihat nahwa bentuk sinyal output CRO-1 sama dengan bentuk sinyal output CRO-2, tetapi pada CRO-2 terlihat baru muncul setelah selang waktu to detik setelah pemunculan sinyal di CRO-1. Hal ini disebabkan sifat saluran transmisi yang disebut delay time / waktu tunda, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh sinyal dalam rambatannya pada suatu media / saluran transmisi. Delay time ini timbul karena terbatasnya kecepatan rambatan dari sinyal. XIII.1.3. Cacad / Distortion Terlihat nahwa sinyal output CRO-1 punya bentuk yang sedikit berbeda dengan sinyal output CRO-2. Hal ini disebabkan oleh sifat transmisi saluran yang disebut cacad / distortion.
40

output CRO1 (volt) 15

t (detik)

-15 output CRO2 (volt) 15

t (detik)

-15

Gambar : Sinyal yang mengalami cacad / distortion XIII.1.4. Gangguan / Disturbance


output CRO1 (volt) 15

t (detik)

-15 output CRO2 (volt)

10 0 -10 output CRO2 (volt) t (detik) t (detik)

Gambar : Sinyal yang mengalami gangguan Bentuk sinyal output CRO-1 sama dengan bentuk sinyal output CRO-2. Hanya pada CRO-2 sinyal tersebut disertai dengan ripple, yang merupakan sinyal gangguan yang masuk dan menyertai informasi disaat rambatannya sepanjang saluran transmisi. Ripple ini akan tetap muncul pada output CRO-2, walau sinyal input dihilangkan dengan jalan memutus hubungan sumber / generator ke saluran transmisi.

41

Analisa selanjutnya membahas sifat / karakteristik transmisi berikut : 1. Redaman / attenuation, yang berkaitan dengan : penguatan dan level. 2. Waktu tunda 3. cacad / distortion : berdasarkan jenisnya dibedakan atas : cacad redaman, cacad fasa dan cacad non linier 4. Gangguan / disturbance : gangguan dari dalam dan gangguan dari luar. XIII.2. REDAMAN / ATTENUATION Redaman adalah salah satu sifat media transmisi yang menyebabkan menurunnya amplituda sinyal / informasi yang disalurkan melalui media tsb. Penurunan ini sebanding dengan panjang saluran / jarak tempuh dari sinyal
Sal. transmisi P1 GEN V1 R1 P loss P2 V2 R2

BEBAN

CRO1

CRO2

Gambar. Redaman saluran yang menyebabkan penurunan daya Sesuai dengan hukum kekekalan tenaga maka P1 = P2 + Ploss Loss/ kehilangan ini tdk dapat dihindari, sehingga dalam bidang telekomunikasi yang diusahakan adalah untuk meminimalkan pengaruhnya terhadap informasi. Ukuran dari loss ini dinyatakan dengan redaman a, yang didefinisikan sebagai berikut: Sistem Eropa : a = 1/2 Ln (P1/P2) Neper ... (1) Sistem Amerika : a = log (P1/P2) Bel = 10 log (P1/P2) dBel a = 10 Log (P1/P2) dB

...

(2)

Dimana 1 never = 8,686 dB 1 dB = 0,115 Neper


A Zo(A) Zi(B) Zo(B) B C Zi(C)

Gambar. Matching antara potongan saluran Dalam teknik telekomunikasi senantiasa diusahakan agar antar tahapan sistem terjadi kondisi yang match, artinya impendansi antar tahapan adalah sama. Matching pada B terjadi bila ZT (B) = Zb (B)
42

Krn : P= V2/R, maka

P1 = (V1)2 / R1 P2 = (V2)2 / R2

..

(3) (4)

Untuk mencapai kondisi match maka : R1 = R2, sehingga a = Ln [{(V1)2 / R1)} / {(V2)2 / R2] a = Ln {(V1)2 / (V2)2 } = Ln (V1 / V2)2 a = Ln (V1 / V2) Neper .... (5) a = 20 Log (V1 / V2) dB (6) Contoh : Pada ujung awal suatu saluran transmisi dikirimkan daya 150 watt & setelah sampai di ujung akhir daya yang terukur hanyalah 20 watt. Tentukan besar redaman dari saluran transmisi tersebut ? Jawab Dik. : P1 = 150 watt P2 = 30 watt Dit. : a ? Peny : a = 10 Log (P1 / P2) dB = 10 Log (150 / 30) dB = 10 Log 5 = 10 x 0.6990 = 6.99 dB Redaman saluran adalah sebanding dengan panjang saluran / jarak tempuhnya. Sehingga pada komunikasi telepon dibutuhkan suatu batasan redaman bagi jaringan telepon, agar sinyal telepon yang sampai di tujuan masih dengan kefahaman yang memenuhi syarat. 1.
A LE TE TE LE B

0,45N 0,15N

0,30N 0,10N

1,30N 0,10N

0,30N 0,15N

0,45N

Gambar. Persyaratan Redaman Jaringan telepon berdasarkan Rekomendasi CCITT Ket. : A, B : pelanggan LE : Lokal Exchange TE : Trunk Exchange Pada gambar diatas diberikan redaman dari jaringan telepon yang direkomendasikan oleh CCITT. Batasan yang direkomendasikan tersebut senantiasa ditinjau kembali setelah periode tertentu, disesuaikan dengan perkembangan teknologi. 3. Redaman maksimum saluran pelanggan = 0.45 Neper Jika jarak pelanggan dari sentral 30 km, maka maksimum redaman saluran adalah 0.15 N/km

43

4.

Redaman mempengaruhi langsung tingkat kefahaman informasi. Pada redaman a = 7 N, tingkat kefahaman informasi = 0. Kondisi ini digunakan sebagai persyaratan redaman minimum antara pasangan saluran dalamsuatu berkas, agar tidak terjadi cakap silang (cross talk).
Tkt. kefahaman (%)

100

65

a (N) 3,3 7,0

Gambar. Hubungan tingkat kefahaman & level room noise yang merupakan redaman bagi sinyal dalam berbagai kondisi. Ket. : p : q : r : room noise normal room noise dalam pesawat telepon room noise dalam kamar bicara telepon

XIII.3. PENGUATAN / AMPLIFICATION Redaman saluran pada transmisi jarak jauh akan semakin besar, sehingga untuk memungkinkan transmisi tetepa berlangsung dengan baik perlu adanya tambahan amplifier / penguat. Dengan adanya penguat, maka redaman yang timbul akan dikompensasi oleh penguatan.
Pa P1 V1 R1 P2 V2 R2

Gambar. Simbol dari suatu penguatan Pada penguat P2 > P1, disebabkan adanya tambahan daya sebesar Pa oleh penguat tersebut, dimana : P1, V1, R1 adalah besaran-besaran pada input penguat P2, V2, R2 adalah besaran-besaran pada output penguat Ukuran dari tambahan besaran output ini dinyatakan dengan faktor penguatan (k) yang didefinisikan sebagai berikut : Sistem EROPA : Sistem AMERIKA : k = Ln (P2 /P1) Neper k = Log (P2 /P1) Bel

Hubungan anntara redaman (a) dan penguatan (k) dapat diturunkan sebagai berikut :
44

k = 10 Log (P2 /P1) dB = = - 10 Log (P1/P2) dB k = - a CONTOH :

10 Log (P1/P2)-1 dB

Bila suatu saluran transmisi terdiri atas 4 potong saluran, dimana masingmasing potongan punya redaman yang dikompensasi oleh penguatan seperti terlihat pada tabel dibawah ini : Potongan Saluran AB BC CD DE
A 600 volt B

Redaman a (dB) 15 10 3 2
C

Penguatan k (dB) 10 5 16 24
D 100 watt E

a1 k1

a2 k2

a3 k3

a4 k4

Gambar. Konfigurasi potongan saluran transmisi AE Tentukanlah : a. Apakah secara total saluran transmisi tersebut mengalami redaman / penguatan. b. Daya yang terkirim dari ujung awal saluran c. Tegangan pada titik C. JAWAB : a. Redaman AE : a (AE) = 30 db Penguatan AE : k (AE) = 55 dB Secara keseluruhan berarti saluran AE mempunyai penguatan sebesar 25 dB. b. k 25 2,5 100 / P1 P1 = = = = = 10 Log (P2/P1) dB 10 Log ( 100 / P1) Log (100 / P1) 316,228 316 mwatt

c. Redaman AC = 25 dB Penguatan AC = 15 dB Sehingga potongan saluran CE mengalami redaman sebesar 5 dB, sehingga : a = 20 Log { V(A) / V(C) } 10 = 20 Log { 600 / V } 0,5 = Log { 600 / V } 600 / V = 1,778 V = 337,4 volt

45

XIII.4. LEVEL Level pada suatu tempat x menunjukkan keadaan listrik pada tempat tersebut. Keadaan listrik disini dimaksudkan sebagai keadaan dari besaranbesaran listrik yang mungkin terukur, yakni daya P, tegangan V, arus I ataupun tahanan R. Pengukuran tidak lain dari membandingkan besaran yang akan diukur dengan suatu besaran referensi yang telah disepakati. Pada pengukuran level, ketentuan ini juga berlaku dimana besaran listrik yang akan diukur tersebut dibandingkan dengan besaran referensi. Akan tetapi pengukuran level ini sedikit berbeda, karena yang diambil adalah nilai dari logaritmanya. Dalam pengukuran level terdapat 2 kemungkinan referensi, yaitu : 1. Besaran pada awal sistem / saluran 2. Besaran yang telah ditentukan nilainya
A B C D E

Gambar. Saluran transmisi dari sistem telekomunikasi yang akan digunakan dalam pendefinisian level. Mengingat macam dari besaran listrik serta cara pemilihan referensi yang digunakan, maka level liatrik dapat dibedakan atas : LEVEL RELATIF : 1. 2. 3. 4. Level daya relatif Level tahanan relatif Level tegangan relatif Level arus relatif Level daya absolut Level tahanan absolut Level tegangan absolut Level arus absolut

LEVEL ABSOLUT : 1. 2. 3. 4.

XIII.4.1. Level Daya Relatif Level daya relatif pada titik C didefinisikan sebagai : Level daya relatif (C) = 10 Log { P(C) / P(A) } dB XIII.4.2. Level Tahanan Relatif Level tahanan relatif pada titik B didefinisikan sebagai : Level tahanan relatif (B) = 20 Log { R(B) / R(A) } dB
46

XIII.4.3. Level Tegangan Relatif Level tegangan relatif pada titik E didefinisikan sebagai : Level tegangan relatif (E) = 20 Log { V(E) / V(A) } dB XIII.4.4. Level Arus Relatif Level arus relatif pada titik D didefinisikan sebagai : Level arus relatif (D) = 20 Log { I(D) / I(A) } dB XIII.4.5. Level Daya Absolut Sebagai referensi disepakati besaran daya 1 watt atau 1 mWatt sehingga : Level daya absolut pada titik C didefinisikan sebagai : Level daya absolut (C) = 10 Log { P(C) / 1 Watt } dBW atau = 10 Log { P(C) / 1 mWatt) dBm XIII.4.6. Level Tahanan Absolut Sebagai referensi disepakati tahanan saluran telepon yang menurut standar adalah 600 Ohm, sehingga : Level tahanan absolut pada titik E didefinisikan sebagai : Level tahanan absolut (E) = 20 Log { R(E) / 600 } dB XIII.4.7. Level Tegangan Absolut Pilihan referensi absolut untuk : daya P : 1 mWatt = 0,001 Watt tahanan R : 600 Ohm 2 Karena : P = V / R maka V = (P x R)1/2 = (0,001 x 600)1/2 = 0.775 volt Berarti referensi untuk tegangan absolut adalah 0,775 volt, sehingga : Level tegangan absolut pada titik B didefinisikan sebagai : Level tegangan absolut (B) = 20 Log { V(B) / 0,775 } dB XIII.4.8. Level Arus Absolut Pilihan referensi absolut untuk : daya P : 1 mWatt = 0,001 Watt tahana R 600 Ohm tegangan V : 0,775 volt Karena : P = I x.V maka I = P / V = 0,001 / 0,775 = 1,29 mA Berarti referensi untuk arus absolut adalah 1,29 mA, sehingga : Level arus absolut pada titik D didefinisikan sebagai : Level arus absolut (D) = 20 Log { I(D) / 1,29 } dB CONTOH :
A V(A) = 30V B C D E F

R(C) = 900 ohm

Gambar. Analisa level pada suatu saluran transmisi Tentukan : a. Level daya absolut pada ujung akhir saluran (F), bila hasil pengukuran menunjukkan bahwa daya pada titik tersebut adalah P(F) = 80 Watt
47

b. Level tahanan absolut pada titk C. c. Level tegangan relatif pada titik D bila V(D) = 1800 volt. d. Bila pada titik E diketahui level tegangan absolut adalah 25 dBW, maka tentukan tegangan pada titik tersebut. JAWAB a. Level daya absolut pada ujung akhir saluran : LP abs. (F) = 10 Log { P(F) / 1 mWatt } = 10 Log { 80 / 0,001 } = 10 Log 80.000 = 49,03 dB b. Level tahanan absolut pada titik C adalah : LR abs (C) = 20 Log { R(C) / 600 } = 20 Log { 900 / 600 } = 20 x 0,176 dB = 3,52 dB. c. Level tegangan relatif pada titik D adalah : LV rel. (D) = 20 Log { V(D) / V(A) } = 20 Log { 1800 / 30 } = 20 x 1,778 dB = 35,56 dB d. Level tegangan absolut pada titik E adalah : LV abs (D) = 20 Log { V(E) / 1 Watt } 25 = 20 Log { V(E) / 1 } 1,25 = Log V(E) V(E) = 17,78 volt. XIII.5. WAKTU TUNDA / DELAY TIME Waktu tunda adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu sinyal untuk merambat dari suatu tempat ke tujuannya. Pada hubungan jarak dekat, waktu tunda transmisi tidak akan terlalu terasa. Akan tetapi pada jarak jauh, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya sudah kukupa besar, dengan perkataan lain waktu tundanya juga besar, hal mana mungkin akan menyebabkan gangguan terhadap kelancaran pembicaraan. Hal ini disebabkan karena sinyal yang berupa gelombang elektromagnit tersebut mempunyai kecepatan yang tertentu, yang besarnya tergantung pada konstanta / karakteristik dari media rambatnya seperti terlihat pada tabel dibawah ini, dan secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut : V = {1 / {LC) }1/2 dimana : V = kecepatan (km/det) L = induktansi media (H/km) C = kapasitansi media (F/km) Tabel : Kecepatan sinyal dan waktu tunda dari berbagai media transmisi No. 1. 2. 3. Jenis media Udara Kabel Cu untuk 1 KHz Kabel Fe untuk 1 KHz Kecepatan (km/det) 300.000 290.000 140.000 Waktu tunda to setiap Jarak 1000 km (mmdet) 3,30 3,50 7,10
48

2to + t1 Pertanyaan A A

B to

Pertanyaan A t1

t (det)

Gambar. Waktu tunda dalam suatu selang pembicaraan Gambar diatas memperlihatkan waktu yang berlangsung dalam suatu pembicaraan jarak jauh antara A dan B. Pertanyaan yang dikemukakan A akan merambat melalui media transmisi dalam waktu t o detik, sehingga dengan demikian baru akan diterima oleh B, to detik setelah diucapkan A. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, B membutuhkan waktu t 1 detik untuk berpikir, setelah itubaru B mengemukakan jawabannya. Jawaban B tersebut juga membutuhkan waktu to detik untuk merambat dan sampai ditujuan. Dengan demikian setelah bertanya, waktu yang dibutuhkan A untuk menunggu sampai memperoleh jawabannya adalah (2.to + t1) detik. Jika pembicaraan tersebut berlangsung dalam jarak jauh, maka waktu yang dibutuhkan oleh informasi untuk merambat dari A ke B adalah sedemikian rupa, sehingga ada kemungkinan A mengulangi kembali pertanyaannya. Kecenderungan A mengulangi pertanyaannya, disebabkan pemikirannya bahwa kemungkinan B tidak mengerti pertanyaannya atau kurang jelas menerima penyampaiannya, dan justru pada saat tersebut datang jawaban dari B. Keadaan ini tentu akan mengganggu kelancaran pembicaraan. Analisa statistik memberikan hasil sebagai berikut : - Untuk manusia normal, nilai t1 lebih kurang 2 detik. - Untuk menghindari gangguan pembicaraan karena kecenderungan pengulangan, maka minimal nial to adalah 0,25 detik. Kecenderungan besarnya pengulangan tersebut dapat dilihat pada tabel dan gambar dibawah ini. Tabel : Kecenderungan pengulangan n untuk berbagai waktu tunda to to (detik) n
n (%)

250 5

300 10

400 55

500 85

600 92

1000 100

100

50

200

400

600

800

1000

t (det)

49

Gambar. Kurva yang menyatakan hubungan jumlah pengulangan dengan waktu tunda Dari penelitian diatas ternyata bahwa untuk 100 kali pertanyaan, akan terdapat : - 5 kali pengulangan bila to = 250 mmdet - 10 kali pengulangan bila to = 300 mmdet - 55 kali pengulangan bila to = 400 mmdet - 100 kali pengulangan bila to = 1000 mmdet Waktu tunda dari transmisi ini harus mendapat perhatian, terutama untuk hubungan pembicaraan arak jauh dengan transmisi pembicaraan yang menggunakan satu / lebih satelit sebagai stasiun rele. XIII.6. GESERAN FASA
1 V(t1) 1' 2 V(t2) 2'

Gambar. Geseran fasa input-output dialami oleh sinyal Yang merambat dalam saluran transmisi Bila pada terminal 1-1 oleh Transmitter diberikan tegangan V(t 1) berbentuk sinus misalnya, maka tegangan tersebut akan merambat disepanjang saluran transmisi menuju terminal 2-2, sehingga ditujuan tersebut terdapat tegangan V(t2) yang juga berbentuk sinus (dianggap tidak ada cacad). Jika V(t1) = V1 sin (wt + 1) V(t2) = V2 sin (wt + 2) Dimana V(t1), V(t2) = amplituda sinyal sesaat V(t1) V(t2) 1,2 = fassa sinyal 1 2 maka : = 1 - 2 = geseran fasa sinyal Besar dari geseran fasa tergantung kepada : 1. Jarak hubungan / panjang saluran dari pengirim ke penerima 2. Kecepatan perambatan gelombang dalam media 3. Frekuensi kerja dari gelombang XIII.7. CACAD / DISTORSI XIII.7.1. Cacad radaman / Attenuation Distortion Definisi : Suatu media transmisi dikatakan mempunyai cacad redaman apabila redaman untuk berbagai frekuensi tidak sama besarnya. :

50

Sinyal kirim f (hz) v (volt) f1 f2 f3 . fn b1 b2 b3 . bn

Sinyal terima f (hz) v (volt) f1 f2 f3 . fn c1 c2 c3 . cn

Gambar. Cacad redaman yang dialami oleh sinyal Yang merambat dalam saluran transmisi Sinyal dengan berbagai frekuensi f1, f2, f3. Fn dan amplituda b1, b2, b3 .bn, setelah merambat pada saluran transmisi akan sampai ditujuan dengan frekuensi tetap f1, f2, f3 fn, akan tetapi dengan amplituda yang berubah, yakni menjadi c1, c2, c3cn. Maka dikatakan bahwa : * Cacad redaman tidak ada, apabila : b1/c1 = b2/c2 = b3/c3bn/cn 20 Log (b1/c1 ) = 20 Log (b2/c2 ) = .. 20 Log ( bn/cn ) a (f1) = a ( f2 ) = a (f3 ) . A ( fn ) * Cacad redaman ada, apabila : b1/c1 b2/c2 b3/c3 . bn/cn 20 Log (b1/c1 ) 20 Log (b2/c2 ) 20 Log ( bn/cn ) a ( f1 ) a ( f2 ) a ( f3 ) a ( fn ) dimana : a ( fn ) = 20 Log ( bn/cn ) = Redaman saluran pada frekuensi fn Bila redaman untuk berbagai frekuensi ini digambarkan dalam suatu kurva, akan diperoleh gambar sebagai berikut :

f1

f2

f3

...

fn

f(hz)

a f(hz)

(b)

f1 a(dB) 10 5 3 f1

f2

f3

...

fn

(c) f2 f3 ... fn f(hz)

Gambar : Kurva redaman untuk berbagai frekuensi pada Suatu saluran transmisi. a. Tanpa cacad redaman b. Dengan cacad redaman; dinyatakan dalam a
51

c. Dengan cacad redaman; dinyatakan dalam (a)L dan (a)H. Apa pengaruh cacad redaman ini kepada pengiriman informasi ????? Sebagaimana diketahui bahwa informasi pada komunikasi telepon merupakan sinyal suara yang tersusun dari vokal dan konsonan. Setiap vokal atau konsonan mempunyai spektrum frekuensi yang berbeda satu sama lain, baik ditinjau dari frekuensi dasar maupun amplitudanya. Sebagai contoh adalah yang terlihat pada gambar dibawah ini, yaitu spektrum vokal a dengan frekuensi dasar 190 Hz, dan spektrum vokal o dengan frekuensi dasar 200 Hz.
v (volt)

f1

f2

f3

f4

...

f(hz)
fn

v (volt) (b) f(hz)


fn

f1

f2

f3

f4

...

Gambar . a. Spektrum frekuensi dari vokal a b. Spektrum frekuensi dari vokal o Bila : * Untuk vokal a diketahui bahwa : V(a) = amplituda frekuensi dasar dari vokal a V(a)1 = amplituda harmonisa 1 dari vokal a V(a)2 = amplituda harmonisa 2 dari vokal a V(a)3 = amplituda harmonisa 3 dari vokal a . V(a)n = amplituda harmonisa a dari vokal a * Untuk vokal o diketahui bahwa : V(o) = amplituda frekuensi dasar dari vokal o V(o)1 = amplituda harmonisa 1 dari vokal o V(o)2 = amplituda harmonisa 2 dari vokal o V(a)3 = amplituda harmonisa 3 dari vokal o . V(o)n = amplituda harmonisa n dari vokal o Maka : Syarat transmisi yang baik adalah bila : Untuk vokal a : [ V(a) / V(a)1 ] inp = [ V(a) / V(a)1 ] [ V(a) / V(a)2 ] inp = [ V(a) / V(a)2 ] [ V(a) / V(a)3 ] inp = [ V(a) / V(a)3 ] . [ V(a) / V(a)n ] inp = [ V(a) / V(a)n ] atau : 20 Log [ V(a) / V(a)1 ] 20 Log [ V(a) / V(a)2 ] 20 Log [ V(a) / V(a)3 ] . 20 Log [ V(a) / V(a)n ]

out out out out

inp = 20 Log [ V(a) / V(a)1 ] out inp = 20 Log [ V(a) / V(a)2 ] out inp = 20 Log [ V(a) / V(a)3 ] out inp = 20 Log [ V(a) / V(a)n ] out
52

Artinya : Redaman untuk berbagai-bagai harmonisa a adalah sama. Bila : * Untuk vokal o : [ V(o) / V(o)1 ] inp = [ V(o) / V(o)1 ] out [ V(o) / V(o)2 ] inp = [ V(o) / V(o)2 ] out [ V(o) / V(o)3 ] inp = [ V(o) / V(o)3 ] out . [ V(o) / V(o)n ] inp = [ V(o) / V(o)n ] out Atu : 20 Log [ V(o) / V(o)1 ] inp 20 Log [ V(o) / V(o)2 ] inp 20 Log [ V(o) / V(o)3 ] inp . 20 Log [ V(o) / V(o)n ] inp = 20 Log [ V(o) / V(o)1 ] out = 20 Log [ V(o) / V(o)2 ] out = 20 Log [ V(o) / V(o)3 ] out = 20 Log [ V(o) / V(o)n ] out

Artinya :

Redaman untuk berbagai-bagai harmonisa o adalah sama.

Jika transmisi yang berlangsung adalah kurang baik, dimana keadaan yang terjadi mengakibatkan persyaratan diatas berubah sebagai berikut : [ V(a) / V(a)1 ] inp [ V(a) / V(a)1 ] out = [ V(o) / V(o)1 ] [ V(a) / V(a)2 ] inp [ V(a) / V(a)2 ] out = [ V(o) / V(o)2 ] [ V(a) / V(a)3 ] inp [ V(a) / V(a)3 ] out = [ V(o) / V(o)3 ] . [ V(a) / V(a)n ] inp [ V(a) / V(a)n ] out = [ V(o) / V(o)n ] Arti : Harmonisa 1 vokal a diinput = Harmonisa 1 vokal o diinput Harmonisa 2 vokal a diinput = Harmonisa 2 vokal o diinput Harmonisa 3 vokal a diinput = Harmonisa 3 vokal o diinput . Harmonisa n vokal a diinput = Harmonisa n vokal o diinput Dapat dikatakan bahwa, spektrum yang semula dikirim adalah spektrum vokal a, setelah sampai ditujuan ternyata berobah menjadi spektrum vokal o. Dengan perkataan lain, yang semula dikirim adalah bunyi a, setelah sampai ditujuan ternyata berubah menjadi bunyi o.

Maka :

Kesimpulan : 1. Cacad redaman dapat menyebabkan perubahan bunyi suatu konsonan / vokal yang dikirim, sehingga akan mengurangi tingkat kefahaman pembicaraan. 2. Untuk menghindari hal tersebut, maka harus ada batasan maksimum dari suatu cacad redaman. Batasan cacad redaman bagi beberapa transmisi informasi berdasarkan rekomendasi CCITT adalah sebagai berikut : 1. Transmisi Sinyal Telepon

53

a (Neper) 1,00 0,50 0,25 0,00


300

400

600

800

...

2400

3000

3400

f(hz)

Gambar. Batasan cacad redaman bagi transmisi sinyal telepon Keterangan : Frekuensi referensi : 800 Hz, Cacad redaman maksimum : a(f) = a(f) a(800Hz) Sebagai contoh dapat dimisalkan, bila redaman pada frekuensi 800 Hz adalah 3,00 Np. Maka : Redaman maksimum untuk frekuensi 350 Hz adalah 4,00 N Redaman maksimum untuk frekuensi 500 Hz adalah 3,50 N Redaman maksimum untuk frekuensi 1000 Hz adalah 3,00 N Redaman maksimum untuk frekuensi 2500 Hz adalah 3,50 N Redaman maksimum untuk frekuensi 3300 Hz adalah 4,00 N 2. Transmisi Sinyal Musik
a (Neper) 0,50 0,30 0,20 0,00
50

100

200

...

6000

8500

10000

f(hz)

Gambar. Batasan cacad redaman bagi transmisi sinyal musik Keterangan : Frekuensi referensi : 800 Hz, Cacad redaman maksimum : a(f) = a(f) a(800Hz) Sebagai contoh dapat dimisalkan, bila adalah 2,00 Np. Maka : - Redaman maksimum untuk frekuensi - Redaman maksimum untuk frekuensi - Redaman maksimum untuk frekuensi - Redaman maksimum untuk frekuensi - Redaman maksimum untuk frekuensi 3. Transmisi Sinyal Musik Kualitas Tinggi
a (Neper) 0,50 0,10 0,00
30

redaman pada frekuensi 800 Hz 60 150 4000 7000 9000 Hz Hz Hz Hz Hz adalah adalah adalah adalah adalah 2,50 2,30 2,00 2,30 2,50 N N N N N

50

...

10000

15000

f(hz)

Gambar. Batasan cacad redaman bagi transmisi sinyal musik kualitas tinggi Keterangan : Frekuensi referansi : 800 Hz Cacad redaman maksimum : a(f) = a(f) a(800Hz)
54

Sebagai contoh dapat dimisalkan, bila redaman pada frekuensi 800Hz adalah 1,00 Np. Maka : - Redaman maksimum untuk frekuensi 35 Hz adalah 1,50 N - Redaman maksimum untuk frekuensi 1000 Hz adalah 1,10 N - Redaman maksimum untuk frekuensi 14 Hz adalah 1,50 N Apa yang dilakukan bila cacad redaman melebihi batas maksimum ??? Untuk mengatasi besarnya cacad redaman digunakan EQUALIZER, yaitu suatu peralatan yang didisain dengan respon frekuensi sedemikian rupa, sehingga redamannya bersama redaman sistem, secara total akan menjadi konstan. Dapat diartikan bahwa, apabila ditinjau terhadap perubahab frekuensi, maka kurva redaman dari Equalizer tersebut merupakan pencerminan dari kurva redaman dari sistem yang akan dikompensasinya. Akan tetapi meskipun dengan penambahan Equalizer , redaman menjadi konstan, namun secara total redaman tersebut bertambah besar. Untuk mengkompensasinya, setiap Equalizer pada umumnya disertai dengan Amplifier, sehingga susunan lengkap dari sistem yang menggunakan Equalizer adalah seperti terlihat pada gambar dibawah ini
Sistem / saluran Equalizer Amplifier

Gambar. Peralatan tambahan guna menghilangkan cacad redaman dari suatu sistem / saluran. XIII.7.2. Cacad Fasa Definisi : Suatu media transmisi dikatakan empunyai cacad fasa, apabila kecepatan rambat dari berbagai frekuensi tidak sama besarnya. Sinyal kirim f (hz) v (km/det) f1 f2 f3 . fn v1 v2 v3 . vn Sinyal terima f (hz) saat terima f1 f2 f3 . fn t1 t2 t3 . tn

Gambar. Cacad fasa yang dialami oleh sinyal yang merambat Dalam saluran transmisi. Sinyal dengan frekuensi f1, f2, f3..fn dan kecepatan V1, V2, V3..Vn, setelah merambat pada saluran transmisi, akan sampai ditujuan pada saat t1, t2, t3..tn. Maka dikatakan bahwa : Cacad fasa tidak ada, apabila : V1 = V2 = V3 = Vn t1 = t2 = t3 = tn Karena informasi telepon terdiri dari susunan konsonan/vokal yang mempunyai spektrum frekuensi, maka yang lebih berperan tentu adalah :
55

- kecepatan grup V(gr) = (dw/dB) - waktu grup t(gr) = (db/dw) dimana : w = kecepatan sudut dari gelombang (rad/det) B = beda fasa / satu satuan panjang (rad/km) b = beda fasa antara sinyal kirim dan terima (rad) DPL dapat dinyatakan bahwa cacad fasa tidak terjadi bila untuk berbagai frekuensi berlaku sebagai berikut : - kecepatan grup V(gr) = konstan - waktu grup t(gr) = konstan Cacad fasa ada, apabila : V1 V2 V3 .. Vn t1 t2 t3 . tn DPL dapat dinyatakan bahwa cacad fasa akan terjadi bila untuk berbagai frekuensi berlaku sebagai berikut : - kecepatan grup V(gr) konstan - waktu grup t(gr) konstan
B t(gr)

(a)

(b)

Gambar. Kurva yang menunjukkan tidak terjadinya cacad fasa


B t(gr)

t(gr) 0 (a) w (b) w

Gambar. Kurva yang menunjukkan terjadinya cacad fasa Terlihat bahwa grup frekuensi tinggi sampai ditujuan lebih cepat dibandingkan dengan grup frekuensi rendah.
t(gr) t(gr)

t(gr)

Gambar. Kecepatan grup t(gr) yang mempunyai 2 t(gr) Dalam bidang frekuensi, umumnya t(gr) sebagai fungsi w mempunyai 2 macam nilai t(gr), yaitu : - t(gr)L untuk frekuensi rendah - t(gr)H untuk frekuensi tinggi Untuk membatasi pengaruh cacad fasa pada tingkat kefahaman informasi, maka CCITT telah menetapkan toleransi cacad fasa bagi berbagai bentuk sinyal informasi. Berdasarkan rekomendasi CCITT dapatlah diketahui batasan maksimum dari cacad fasa yang masih dapat diterima dalam transmisinya, yang dinyatakan dengan t(gr), yakni transmisi sinyal : 1. Telepon

56

t(gr)

t(gr(H t(gr)L

300

800

2600

f(hz)

Gambar. Batasan cacad redaman untuk sinyal telepon, dimana t(gr)L = t(gr)L t(gr)800 < 50 mdet t(gr)H = t(gr)H t(gr)800 < 25 mdet 2. Musik Normal
t(gr)

t(gr(H t(gr)L min 50 100 10000 f(hz)

Gambar. Batasan cacad redaman untuk sinyal musik normal dimana t(gr)L = t(gr)100 t(gr)min < 20 mdet t(gr)L = t(gr)50 t(gr)min < 80 mdet t(gr)H = t(gr)10.000 t(gr)min < 8 mdet 3. Musik Kualitas Tinggi / High Fidelity Batasan yang direkomendasikan oleh CCITT untuk jenis musik ini adalah : t(gr)L = t(gr)100 - t(gr)min < 20 mdet t(gr)L = t(gr)50 - t(gr)min < 50 mdet t(gr)H = t(gr)15.000 - t(gr)min < 8 mdet XII.7.3. Cacad Non Linier Definisi : Suatu sistem transmisi dikatakan mempunyai cacad non linier apabila pada penerima terdapat getaran-getaran dengan frekuensi yang semula tidak ada pada pengirim. Keadaan ini terjadi disebabkan oleh sifat peralatan yang non linier. Penjelasan : Dua besaran dikatakan mempunyai hubungan linier apabila nilai masingmasing besaran tersebut adalah sebanding, dalam bentuk matematis dinyatakan sbb : y = ax Dua besaran mempunyai hubungan yang tidak linier apabila nilai masingmasing besaran tersebut tidak sebanding, secara matematis dinyatakan sbb : y = ax + bx2 + cx3 + dx4 + . Secara grafis, hubungan linier dan non linier antara y dan x ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
y y

(a)

x (b)

Gambar. Kurva yang menyatakan hubungan input-output (a) linier (b) Non linier
57

Dalam bidang kelistrikan, besaran-besaran yang diukur adalah daya, tekanan, arus dan impedansi / tahanan. Hubungan linier antara besaran-basaran listrik, terdapat pada komponen-komponen linier seperti tahanan R, kapasitor C atau kumparan L. Sedang komponen-komponen non linier antara lain adalah penyearah, transformator, mikrofon arang, loudspeaker. Berikut ini akan diberikan penjelasan lebih jauh dari peralatan / komponen non linier tersebut. XIII.8. DISTURBANCE / GANGGUAN Definisi : Suatu media/saluran transmisi dikatakan mengalami gangguan apabila pada media/saluran transmisi tersebut muncul sinyal yang bukan fungsi waktu dari sinyal informasi terkirim. Penyebab gangguan bisa bersifat elektris/non elektris. Macam gangguan dapat ditinjau dari asal/sumber gangguan maupun dari bentuk sesaatnya. Macam gangguan ditinjau dari asalnya 1. Gangguan sendiri : Dalam hal ini tidak ada energi dari luar yang menyebabkan. Contoh : a. Cacad, telah dibicarakan sebelumnya. b. Echo/pantulan yang diakibatkan adanya mismatched 2. Gangguan dari luar : Dalam hal ini sumber gangguan dapat berupa : a. Saluran tenaga listrik, mesin-mesin atau peralatan tenaga listrik lainnya. Gangguan terjadi disebabkan terdapatnya kopling induktif antara saluran tenaga dan saluran telekomunikasi. b. Saluran telekomunikasi lainnya : Kopling yang terjadi antara kedua saluran telakomunikasi akan memungkinkan timbulnya gangguan cakap silang atau cross talk, sehingga pembicaraan pasangan saluran satu, dapat didengar oleh pasangan pembicaraan pada saluran dua, atau sebaliknya. 3. Gelombang radio : Gelombang radio dapat masuk ke saluran bebas, karena saluran bebas / open wire tersebut bisa berlaku sebagai antena penerima. 4. Atmosfir : Charging/kilat pada umumnya dapat mengganggu saluran telekomunikasi. Macam Gangguan Ditinjau dari Bentuk Seasaatnya 1. Gangguan berbentuk sinus/sinusoidal disturbance 2. Gangguan periodik/periodical disturbance 3. Gangguan periodis besar/periodical peak disturbance 4. Gangguan tak periodis besar/non periodical peak disturbance 5. Gangguan irregulear/irreguler disturbance 6. Gangguan irreguler yang mengandung informasi Akibat dari gangguan tersebut antara lain : 1. Pada musik adalah perusakan
58

2. Pada telepon dapat menyebabkan : a. Penurunan kefahaman informasi b. Kebocoran rahasia yang mungkin terjadi 3. Pada telegrap menyebabkan perubahan kode yang berakibat kesalahan dari informaSsi. Ukuran dari Disturbance S/N = Tegangan sinyal gangguan / tegangan sinyal pengganggu S/N = 20 Log ( tegangan sinyal gangguan / tegangan sinyal pengganggu ) dB S/N = Ln (tegangan sinyal gangguan / tegangan sinyal pengganggu) Neper

59

Anda mungkin juga menyukai