Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PASANG SURUT MODUL 2 WORLDTIDE

Oleh : IKA RETNO ARYANTI ROMADONI 26020211130062

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

LEMBAR PENGESAHAN

NO

KETERANGAN

NILAI

1 I.PENDUHULUAN 2 II. TINJAUAN PUSTAKA 3 III. MATERI METODE 4 IV.HASIL DAN PEMBAHASANNYA 5 V.KESIMPULAN 6 DAFTAR PUSTAKA TOTAL

Semarang, 5 Juni 2013 Asisten Praktikan

Mohammad Iqbal P NIM.2602021011028

Ika Retno Aryanti R NIM.26020211130062

Mengetahui, Koordinator Mata Kuliah Pasang Surut

Ir. Warsito Atmodjo, M.si NIP. 19590328198021001

I.PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan Pengetahuan tentang pasang laut sangat diperlukan dalam transportasi perairan, kegiatan di pelabuhan, pembangunan di daerah pesisir pantai, dan lain-lain. Karena sifat pasang laut yang periodik, maka ia dapat diramalkan. Untuk dapat meramalkan pasang laut, diperlukan data amplitudo dan beda fasa dari masingmasing komponen pembangkit pasang laut. Seperti telah disebutkan, komponenkomponen utama pasang surut terdiri dari komponen tengah harian dan harian. Namun demikian, karena interaksinya dengan bentuk (morfologi) pantai, superposisi antar komponen pasang laut utama, dan faktor lainnya akan mengakibatkan terbentuk komponen pasang laut baru. Pada metode sebelumnya, telah dilakukan analisa harmonik komponen pasang surut dengan menggunakan metode Admiralty. Namun metode-metode tersebut memiliki beberapa kelemahan misalnya kesalahan ketika memasukkan rumus ke dalam excel atau kesalahan pembacaaan data. Sehingga mengakibatkan data yang dihasilkan tidak valid dan perlu pengoreksian kembali. Semakin berkembangnya teknologi, para ahli oseanografi berusaha memanfaatkan teknologi untuk menemukan solusi untuk analisa pasang surut dan peramalan pasut. Dengan menggunakan pembangun program Mathlab dibuatlah program Worldtides. Worldtides merupakan program untuk menganalsa dan memprediksi perubahan level air pada fenomena pasang surut. Analisa pasut oleh program dilakukan dengan menggunakan metode reduksi Harmonik Least Square.dan dapat medeteksi sebanyak 35 konstanta pasut. Dengan menggunakan program ini maka didapatkan hasil analisa pasut dan peramalan yang lebih valid dengan kesalahan (error) yang kecil. 1.2 Tujuan 1. Membandingkan metode admiralty dan software matlab

2. Meramalkan tipe pasang surut

II.TINJAUAN PUSTAKA
2.1 MATLAB Matlab merupakan salah satu software yang dikembangkan dalam bidang pengaturan yang dilengkapi Control Toolbox. Toolbox ini dilengkapi dengan berbagai macam fungsi pendukung yang dipergunakan dalam analisis sistem kontrol. Beberapa fungsi pendukung yang sering dipergunakan untuk menganalisis suatu sistem adalah : feedback, step, rlocus, series, dll. Untuk

menganalisis suatu sistem, software hanya memerlukan masukan berupa fungsi alih yang ditulis dalam Transformasi Laplace (kawasan frekuensi) atau matriks ruang keadaan (M.Ali,2004). Matlab merupakan bahasa canggih untuk komputansi teknik. Matlab merupakan integrasi dari komputansi, visualisasi dan pemograman dalam suatu lingkungan yang mudah digunakan, karena permasalahan dan pemecahannya dinyatakan dalam notasi matematika biasa. Kegunaan Matlab secara umum adalah untuk : 1. Pengembangan algoritma matematika dan komputansi 2. Pemodelan,simulasi dan pembuatan prototype dari penerimaan data 3. Analisa Data,eksplorasi dan visualisasi 4. Pengembangan aplikasi berbasis grafik dan 5. pembuatan Graphical User Interface (GUI) Software MATLAB memilki pengaplikasian yang berbeda beda khususnya dalam pengaplikasian yang membutuhkan perhitungan secara matematis. Penting untuk mengetahui bahwa matlab melakukan seluruh perhitungan matematis dalam bentuk matriks. Semua operasi matematika dalam MATLAB adalah operasi matriks. MATLAB dapat menunjukkan hasil perhitungan dalam bentuk grafik dan dapat dirancang sesuai keinginan kita menggunakan GUI yang kita buat sendiri (Denny S,2013).

2.2 Sistem MATLAB 2.2.1 Development Environment Merupakan sekumpulan perangkat dan fasilitas yang membantuanda untuk menggunakan fungsi-fungsi dan file-file MATLAB. Beberapa perangkat ini merupakan sebuah graphical user interfaces (GUI). Termasuk didalamnya adalah MATLAB desktop dan Command Window, command history, sebuah editor dan debugger, dan browsers untuk melihat help, workspace, files, dan search path (Tri Budi Santoso, 2013). 2.2.2 MATLAB Mathematical Function Library Merupakan sekumpulan algoritma komputasi mulai dari fungsi-fungsi dasar sepertri: sum, sin, cos, dan complex arithmetic, sampai dengan fungsi-fungsi yang lebih kompek seperti matrix inverse, matrix eigenvalues, Bessel functions, dan fast Fourier transforms (Tri Budi Santoso, 2013). 2.2.3 MATLAB Languange Merupakan suatu high-level matrix/array language dengan control flow statements, functions, data structures, input/output, dan fitur-fitur objectoriented programming. Ini memungkinkan bagi kita untuk melakukan kedua hal baik "pemrograman dalam lingkup sederhana " untuk mendapatkan hasil yang cepat, dan "pemrograman dalam lingkup yang lebih besar" untuk memperoleh hasil-hasil dan plikasi yang komplek (Tri Budi Santoso, 2013). 2.2.4 Graphic MATLAB memiliki fasilitas untuk menampilkan vector dan matrices sebagai suatu grafik. Didalamnya melibatkan high-level functions (fungsifungsi level tinggi) untuk visualisasi data dua dikensi dan data tiga dimensi, image processing, animation, dan presentation graphics. Ini juga

melibatkan fungsi level rendah yang memungkinkan bagi anda untuk membiasakan diri untuk memunculkan grafik mulai dari benutk yang sederhana sampai dengan tingkatan graphical user interfaces pada aplikasi MATLAB anda (Tri Budi Santoso, 2013). 2.2.5 MATLAB Application Program Interface Merupakan suatu library yang memungkinkan program yang telah anda tulis dalam bahasa C dan Fortran mampu berinterakasi dengan MATLAB. Ini melibatkan fasilitas untuk pemanggilan routines dari MATLAB (dynamic linking), pemanggilan MATLAB sebagai sebuah computational engine, dan untuk membaca dan menuliskan MAT-files. Modul 1 Praktikum Sinyal dan Sistem Dasar-dasar Operasi Matlab (Tri Budi Santoso,2013). 2.3 World Tide World TIDES adalah program computer desktop untuk menganalisa dan memprediksi ketinggian muka pada daerah aliran pasut. Didesain untuk dapat dipergunakan dengan sangat mudah, GUI (Graphical User Interface/Antarmuka Grafis Pengguna)-nya memudahkan untuk menyiapkan dengan cepat pengukuran ketinggian air pada suatu deret waktu ke dalam komponen pasut maupun nonpasutnya menggunakan reduksi harmonic least square pilihan mencapai 35 konstanta pasut. Setelah menyimpan konstanta pasut untuk konstanta yang dipilih selama analisis berlangsung, pengguna dapat melakukan prediksi pasut astronomis, ketinggian muka air yang bervariasi terhadap frekuensi pasut yang diketahui yang dapat dihubungkan dengan interaksi gravitasi antara bumi, bulan, dan matahari (Boon,2004). 1. Tide Analysis (Analisa Pasut) Metode yang digunakan oleh WORLD TIDES untuk menganalisa ketinggian air kurun waktu tertentu yang secara umum diketahui sebagai Analisa Harmonik, Metode Least Square (HAMELS). Ini mencapai laju reduksi yang beragam (deviasi pangkat rata-rata dari rata-rata) dengan

menambahkan kondisi harmonic dengan spesifikasi frekuensi astronomi menjadi model least square dalam bentuk umum dari tipe yang digunakan untuk perkalian regresi. Sebuah deskripsi singkat dari HAMELS disajikan dalam Appendiks A. untuk sebuah deskripsi yang lengkap pada kwadrat harmoni terakhir metode analisis yang dikerjakan diini (Boon,2004). 2. Tide Prediction (Prediksi Pasut) Pada halaman sebelumnya t dengan rentang WORLD TIDE klik pada Tide Prediction. Ini akan menampilkan kembali pada halaman Prediction ( Appendiks B, gambar 5) dengan keterangan lain pada bagian sudut kanan atas dengan nama tidal yang dipilih dari file yang berjenis .mat yang seharusnya ditampilkan dari analisa Ballyheige dan Chesapeake Bay yang di deskripsikan pada bagiab ke 5. Klik dua kali pada bagian yang lain untuk memulai. Setelah klik dua kali dari file, analisis data (tahun dan Julian day dimulai ) adalah tampilan pada databoks. Jika kamu ingin melihat symbol dari konstituen yang digunakan, klik pada bagian Tidal Constituent pada menu bar diatas. Pilihan selanjutnya adalah mengatur bulan dan tahun dari prediksi yang diinginkan dengan satuan yang diinginkan satuan dapat dibedakan dari data kenaikan air yang dianalisis untuk memperoleh konstanta pasang surut. Tombol lain yang dihidupkan untuk memulai kotak plotan dan memulai sebuah perubahan dari waktu local standart (LST) kedalam waktu local harian (LTD). Ini diasumsikan bahwa LST telah digunakan selama analisa. Penekanan tombol prediksi besar dari bulan dan tahun yang dipilih. akan lebih menetap pada kalender matriks pada bagian kiri dengan Harian, mingguan atau bulanan yang diplotkan telah ditampilkan setelah penekanan tombol yang tepat (Boon,2004).

III.MATERI DAN METODE


3.1. Materi Praktikum pasang surut dilaksanakan pada : Hari,Tanggal Waktu Tempat 3.2. Metode 3.2.1 Pembuatan Data Excel Inputan WORLD TIDE terdiri dari array data ketinggian muka air yang dimasukkan pada lembar kerja pertama dari Microsoft Excel workbook dengan ekstensi file .xls. Hanya ini tipe file yang diijinkan pada listbox direktori file ditampilkan pada pojok atas kanan dari halaman Analisis. Format yang sesuai untuk entri data : 1. Kolom 1 didisi dengan 49 (kode Indonesia untuk Semarang) 2. Kolom 2 Data dalam format bulan-hari-tahun Excel (2/1/2012 00:00) Untuk jam dimulai dari 00:00 dan berakhir pada 23.00 3. Kolom 3 Ketinggian muka air dalam meter(data ketinggian air/100) 3.2.2 Membuka Aplikasi Worldtide 1. Buka program World Tide 2. Sebelumnya siapkan data berupa excel dengan format kolom pertama berupa lokasi data pasut di ambil (49 untuk indonesia), kolom 2 berupa waktu pengambilan data (tanggal dan jam) dan kolom 3 berupa ketinggian muka air (dalam meter). Kemudian simpan data tersebut satu folder dengan world tide : Rabu, 29 Mei 2013 : 16.20 - 19.00 WIB : Ruang E302, Kampus Kelautan UNDIP,Tembalang

3. Browse folder yang berisi data excel dan world tide 4. Klik data excel yang sudah disimpan, klik data-finish

5. Selanjutnya buka worldtide figure 3.2.3 Menggunakan Tide Analize 1. Pada world tide figure, klik Tide Analyze

2. Klik data yang telah diinput, checklist low band periodprogram, checklist 9 komponen pasut (O1,P1,K1,M2,N2,K2,S2,M4,MS4)

3. Klik analyze,maka akan muncul grafik pasang surut

4. Save as grafik dengan format JPEG 5. Hasil perhitungan komponen pasut

3.2.4

Menggunakan aplikasi tide prediction 1. Klik Tide Prediction

2. Klik data yang akan diprediksi, pilih bulan dan tahun prediksi, checklist meters

3. Klik predict maka akan muncul grafik prediksi pasang surut, prediksi pasut per hari dapat dilihat dengan mengeklik tanggal 1-28, W1 adalah prediksi pasang surut pada minggu ke 1, W2 adalah minggu ke 2,W3 adalah minggu ketiga dan W4 adalah w4. Sedangkan M adalah grafik per 1 bulan.

4.2 Pembahasan 4.2.1 Perbandingan hasil admiralty dan matlab Praktikum modul 2 ini adalah analisa dan prediksi pasang surut dengan software matlab didapatkan beberapa grafik. Pada tide analyze didapat dua grafik yang menunjukkan komponen-komponen pasut dalam 1 bulan. Data yang dianalisis adalah data pasang surut bulan Februari tahun 2012. Berdasarkan data admiralty, Nilai F pada saat pengamatan diperoleh 2,8 sehingga tipe pasang surut di perairan Tanjung Mas Semarang adalah pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Hal ini diakibatkan karena nilai Formzal berkisar antara 1,5 < F < 3,00. Pada Perairan tanjung Mas semarang mempunyai nilai F 2,19 dan termasuk tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal.Sama halnya dengan metode admiralty, pada metode perhitungan Matlab meghasilkan hasil yang sama, yaitu bertipe pasut campuran condong ke harian tunggal. Dari perbandingan kedua metode tersebut, hasil yang lebih valid berasal dari metode berdasarkan software Matlab , karena perhitungan terjadi langsung, tanpa adanya perhitungan dari beberapa skema seperti pada metode Admiralty. Kita hanya memasukkan kontanta pasang surut yang dibutuhkan, dan data langsung keluar. Berbeda dengan metode analitik yang harus melalui beberapa skema dalam perhitungannya, yang dimana kemungkinan human error dalam hal ini lebih besar. Dari data per minggu dan per bulan diperoleh data secara keseluruhan, jadi dapat membandingkan antara data pada Metode Admiralty dan Metode menggunakan Worldtide.

4.2.2 Tide Prediction Dari hasil tide prediction didapatkan grafik pasang surut per hari, per minggu dan per bulan. Data yang ingin diramalkan adalah bulan Februari 2015. Dari data per hari diperoleh dua grafik yang bentuknya hampir sama. Hal ini dikarenakan tipe pasang surut pada bulan Februari adalah campuran condong ke harian tunggal.

Dari hasil tide prediction dapat diketahui bahwa rata-rata MSL pasang surut pada bulan Februari 2015 adalah 1 meter.

V.KESIMPULAN
1. Metode pengukuran pasang surut dengan metode admiralty dan world tide menghasilkan tipe pasut yang sama 2. Pengukuran pasut dengan metode matlab(worldtide) lebih akurat daripada dengan admiralty 3. Tipe pasang surut pada februari 2015 diramalkan bertipe campuran condong ke tunggal

DAFTAR PUSTAKA Denny S. Tandi Salu, Ir. Fielman Lisi, MT, Ir. Hans Tumaliang, MT, Lily S. Patras, ST.,MT.2012.Sistem Pengaturan Kecepatan Motor Ac Satu Fasa Dengan Menggunakan Thyristor. Jurusan Teknik Elektro-FT UNSRAT, Manado 95115,

Muhamad Ali.2004.PEMBELAJARAN PERANCANGAN SISTEM KONTROL PID DENGAN SOFTWARE MATLAB. Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Jurnal Edukasi@Elektro Vol. 1, No. 1, Oktober 2004, hlm. 1 8