Anda di halaman 1dari 30

Latar Belakang

Rumusan Masalah
Apakah minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix) berpotensi sebagai biolarvasida

1
2

nyamuk Aedes aegypti?

Adakah hubungan antara peningkatan konsentrasi biolarvasida minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dengan meningkatnya jumlah larva nyamuk Aedes aegypti yang mati? Berapakah nilai LC50 (Lethal Concentration) minyak daun jeruk purut sebagai

biolarvasida?

Tujuan
Menentukan adanya potensi dari minyak daun jeruk purut

1
2 3

(Citrus hystrix) sebagai biolarvasida aegypti.


Mengetahui hubungan antara

nyamuk Aedes

peningkatan

konsentrasi

biolarvasida minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dengan meningkatnya jumlah larva nyamuk Aedes aegypti yang mati.

Mengetahui nilai LC50 (Lethal Concentration) minyak daun jeruk purut sebagai biolarvasida.

Tinjauan Pustaka
A. Aedes aegypti
Taksonomi Kingdom Phylum Subphylum Kelas Ordo Sub-ordo Superfamili : Animalia : Arthropoda : Unimaria : Insecta : Diptera : Nematocera : Culicoidea

Famili
Sub-famili Genus Spesies

: Culicidae
: Culicinae : Aedes : Aedes aegypti

B. Jeruk Purut

Taksonomi
Kingdom Divisio Sub Divisio Class : Plantae : Spermathophyta : Angiospermae : Dicotyledoneae

Ordo
Famili Genus Spesies

: Geraniales
: Rutaceae : Citrus : Citrus hystrix

KANDUNGAN DAUN JERUK PURUT


Daun jeruk purut

Alkaloid + Flavonoid

Saponin

Tanin

Steroid Triterpenoid

Sitronelal + Sitronelol

Linalool

Geraniol

Racun pernafasan + racun perut + antikolinesterase

Racun perut

Antifeedant

Menghambat moulting

Racun kontak

Racun pernafasan

Racun pencernaan

Gangguan fungsi
saraf dan pertumbuhan

Penurunan
sekresi enzim pencernaan

Penurunan
konsumsi dan pertumbuhan Mudah trauma

Kehilangan
cairan (dehidrasi)

Alat pernafasan terganggu

Alat pencernaan terganggu

Hipotesis
Minyak daun jeruk purut (Cytrus hystrix) berpotensi sebagai

1 2

biolarvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti.

Terdapat hubungan antara peningkatan konsentrasi biolarvasida minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dengan meningkatnya jumlah larva nyamuk Aedes aegypti yang mati.

K e r a n g k a k o n s e p t u a l

Minyak Daun Jeruk Purut

-Umur larva -Jumlah larva -Ukuran media uji -Lama waktu kontak -Prosedur pemeliharaan -Suhu -Volume larutan larvasida -Kelembaban -System imun -Jenis kelamin

Jumlah Larva Yang Mati

= Variabel bebas = Variabel terkendali = Variabel tak terkendali = Variabel terikat

Metodologi Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan pada uji coba biolarvasida minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix) terhadap larva

Jenis
Penelitian

nyamuk

Aedes

aegypti

adalah

true

eksperimental

laboratorium

Tempat dan Waktu

Tempat penelitian biolarvasida minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix) terhadap larva instar III nyamuk Aedes aegypti dilakukan di Lab. Rekayasa Proses Hasil Pertanian FTP UJ, Lab. Farmasetika F. Farmasi UJ, Lab. Entomologi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

Penelitian

pada bulan September 2012 - Januari 2013.

K (+) K (-)

X (+) X (-)

DK (+) DK (-)

Po

P1 P2 P3 P4 P5

X1
DP 1 X2 X3 DP 2

DP 3
X4 DP 4 X5 DP 5

Sampel
Daun jeruk purut (Citrus hystrix) yang digunakan adalah daun jeruk purut segar berwarna hijau muda hingga hijau tua, permukaannya mengkilat dan berbau khas daun jeruk purut yang diperoleh di Pasar Tanjung.

Sampel penelitian adalah larva instar III nyamuk Aedes aegypti yang berumur 3-4 hari. Larva nyamuk yang digunakan adalah larva nyamuk yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Jumlah Sampel
Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 420 ekor larva instar III nyamuk Aedes aegypti.

Satu kali penelitian menggunakan 140 ekor larva instar III nyamuk Aedes aegypti dengan replikasi sebanyak 3 kali

Satu media uji berisi 20 ekor larva instar III nyamuk Aedes aegypti.

Variabel Penelitian
Variabel Bebas Konsentrasi minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix) yang digunakan
(independent variable)

Jumlah larva nyamuk Aedes aegypti yang mati


Variabel Terikat

(dependent variable)

Perlakuan larva Lamanya waktu kontak Diameter media uji

Variabel Terkendali

Jumlah larutan uji Jumlah larva yang digunakan

Umur larva
Pemberian pellet

Definisi Operasional
Minyak daun jeruk purut diperoleh melalui destilasi sistem air dan uap 1

Bioarvasida minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix) adalah sediaan minyak atsiri hasil dari penyulingan

daun jeruk purut (Citrus hystrix) yang kemudian diencerkan dengan aquades dan etanol 70%

Kontrol negatif adalah etanol 70% dan kontrol positif adalah abate 3

Larva Aedes aegypti dianggap mati dengan kriteria : larva tidak bergerak atau tidak berespon 5 terhadap rangsang

Alat dan Bahan


Alat
o Gelas plastik o Balp red o Pipet ukur

Bahan
o Minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix) o Larva instar III nyamuk Aedes aegypti

o Beaker glass
o Pipet tetes o Timbangan o Alat suling o Stopwatch o Botol kaca gelap o Kassa penutup

o Etanol 70%
o Aquades o Abate

o Pellet

Prosedur Penelitian
Penetasan telur dan pemeliharaan larva hingga menjadi larva instar III (berumur 3-4 hari) Menyiapkan konsentrasi larutan sebanyak 100 ml

Memasukkan larva 20 ekor ke dalam masing-masing media uji

Pengamatan selama 24 jam

Analisis data

Analisa Data
mengetahui LC50 dari minyak daun jeruk purut terhadap larva Metode Analisa Probit nyamuk Aedes aegypti

mengetahui pengaruh konsentrasi minyak daun jeruk purut Uji Chi Square

terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti.

A l u r P e n e l i t i a n

Penetesan Larva Nyamuk Aedes aegypti Pemeliharaan Larva Hingga Berkembang Menjadi Larva Instar III

Destilasi Uap / Penyulingan minyak daun jeruk purut


Randomisasi Sampel Penelitian

Kelompok Kontrol Positif (KP)

Kelompok Kontrol Negatif (KN)

Kelompok Perlakuan (KP) KP1


Larvasida Minyak Daun Jeruk Purut 50 ppm

KP2
Larvasida Minyak Daun Jeruk Purut 100 ppm

KP3
Larvasida Minyak Daun Jeruk Purut 250 ppm

KP4
Larvasida Minyak Daun Jeruk Purut 500 ppm

KP5
Larvasida Minyak Daun Jeruk Purut 1000 ppm

Abate

Etanol 70%

Dimasukkan ke dalam media uji 20 ekor larva nyamuk Aedes aegypti dan pellet yang telah berisi larutan larvasida Pengamatan Selama 24 Jam Menghitung Larva Yang Mati Analisa data

Uji Chi-Square
Hasil analisis menggunakan Chi Square didapatkan

1 2

nilai 0,000 atau p < 0,05

H0 ditolak

Ada hubungan antara pemberian berbagai konsentrasi minyak daun jeruk purut terhadap jumlah larva nyamuk Aedes aegypti yang mati

Perbandingan Mortalitas Larva Berdasarkan Konsentrasi


25

20

Jumlah Larva Mati

15

10

0 K50 ppm 100 ppm 250 ppm 500 ppm 1000 ppm K+

Konsentrasi (ppm)

Uji Probit
Uji untuk menghitung keefektifan konsentrasi minyak daun jeruk menyebabkan larva mati. Nilai LC50 terjadi pada konsentrasi 487,936 ppm. purut yang

Nilai ini menunjukkan konsentrasi 487,936 ppm dari minyak daun jeruk purut
dapat menyebabkan larva mati sebesar 50% dari sampel.

Kesimpulan

1 2 3

Minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix) memiliki efektivitas sebagai biolarvasida terhadap larva instar III nyamuk Aedes aegypti.

Semakin tinggi konsentrasi

minyak daun jeruk

purut maka semakin tinggi mortalitas larva nyamuk

Aedes aegypti.

Nilai LC50 minyak daun jeruk purut sebagai biolarvasida terhadap larva instar III nyamuk Aedes aegypti adalah 487,936 ppm.

Saran
Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui derajat iritatif biolarvasida minyak daun jeruk purut terhadap kulit dan mukosa

manusia

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bentuk sediaan yang lebih dapat diterima pengguna biolarvasida minyak daun jeruk purut ini

Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mencari zat

aktif yang

terkandung dalam minyak daun jeruk purut yang memiliki potensi sebagai
biolarvasida

Demam Berdarah Dengue

Pencegahan

K e r a n g k a T e o r i
Tanin

Penyebab Virus Dengue Vektor Nyamuk Pengendalian Siklus Hidup Vektor (Stadium Larva)

Genetik

Fisik

Kimia

Hayati

Terpadu

Insektisida Nabati
Eksplorasi Tanaman Sebagai Insektisida

Minyak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix)

Steroid Triterpenoid

Sitronelal + Sitronelol

Linalool

Geraniol

Diharapkan Dapat Membunuh Larva Nyamuk Aedes aegypti

= Yang Telah Diteliti = Yang Akan Diteliti

Pembuatan larutan uji


A
Larutan stok 3 liter tdd 150 ml etanol 70% dan 2850 ml aquades

B
Minyak daun jeruk purut konsentrasi 100%

C
Abate

D
Aquades

50 ppm
15 mg B + 300 ml A

100 ppm
30 mg B + 300 ml A

250 ppm
75 mg B + 300 ml A

500 ppm
150 mg B + 300 ml A

1000 ppm
300 mg B + 300 ml A

K (-)
300 ml A

K (+)
30 mg C + 300 ml D

Kelompok Perlakuan

Kelompok Kontrol

Pembuatan pengenceran ini didahului dengan pembuatan larutan stok terlebih dahulu sebanyak 3 liter yang terdiri dari 150 mL etanol 70% dalam 2850 mL aquades kemudian membuat larutan uji sesuai konsentrasi yang dibutuhkan. Konsentrasi 50 ppm terbuat dari 15 mg minyak daun jeruk purut yang dilarutkan ke dalam 300 mL larutan stok, konsentrasi 100 ppm terbuat dari 30 mg minyak daun jeruk purut yang dilarutkan ke dalam 300 mL larutan stok, konsentrasi 250 ppm terbuat dari 75 mg minyak daun jeruk purut yang dilarutkan ke dalam 300 mL larutan stok, konsentrasi 500 ppm terbuat dari 150 mg minyak daun jeruk purut yang dilarutkan ke dalam 300 mL larutan stok, dan untuk konsentrasi 1000 ppm terbuat dari 300 mg minyak daun jeruk purut yang dilarutkan ke dalam 300 mL larutan stok. Kontrol positif menggunakan dosis sesuai dengan aturan pemakaian dari Abate yaitu 10 gram Abate untuk 1 liter air/aquades sehingga dibuat kontrol positif dengan jumlah kecil (sesuai kebutuhan uji penelitian) tetapi dalam hitungan kesetaraan yaitu 30 mg Abate untuk 300 mL aquades, sedangkan untuk kontrol negatifnya mengambil dari larutan stok yang telah dibuat terlebih dulu sebanyak 300 mL.

Hasil pengamatan menunjukkan persentase mortalitas rata-rata masing-masing konsentrasi biolarvasida minyak daun jeruk purut adalah sebagai berikut: konsentrasi 50 ppm adalah 15,3704%, konsentrasi 100 ppm adalah 28,1481%, konsentrasi 250 ppm adalah 42, 5926%, konsentrasi 500 ppm adalah 59,6296% dan konsentrasi 1000 ppm adalah 72,9630%.