Anda di halaman 1dari 17

PROFESI REKAYASA ARSITEKTUR PORTOFOLIO TUGAS I ALTERNATIF BAHAN BANGUNAN DALAM ARSITEKTUR

NAMA KELOMPOK
Arif fauzi Yazid Raharjo Guntur Satrio P. (3208100080) (3208100085) (3208100100)

JURUSAN ARSITEKTUR FTSP INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 20011

POLYCARBONATE SHEETS CIRI DAN SIFAT


1. Polikarbonat merupakan salah thermoplastic (polycarbonate) satu jenis dari polimer. Sifatnya

mudah dikerjakan (easily worked), dicetak (easily moulded) dan mudah terbentuk dengan panas (easily thermoformed). 2. Polikarbonat yang sering disebut juga sebagai engineering plastic ini merupakan hasil sintesa minyak bumi dan gas. Material ini sudah ditemukan di AS, dan Jerman sejak tahun 1956, baru masuk ke Indonesia sekitar pertengahan 1980-an. 3. Material ini sangat kuat. Bahan ini 250 kali lebih kuat dibandingkan kaca, dan 20 kali lebih kuat dibandingkan akrilik. 4. Polikarbonatpun memiliki sifat transparan yang setara dengan kaca, namun punya kekuatan lebih baik. Selain kuat, polikarbonat juga tahan panas, baru meleleh sampai 2000 derajat celcius. Bila material ini terbakar, lelehannya tidak akan menyebar. 5. polikarbonat tidak getas meskipun terus menerus terkena sinar matahari langsung berbeda dengan fiberglass yang berasal dari serat kaca akan jadi getas (rapuh dan mudah patah) setelah 3 tahun. Jenis-jenis Polycarbonate Structure Sheets 1. Sebagai material bangunan, polikarbonat dibuat dalam bentuk lembaran berukuran 2,1m x 11m. 2. ketebalan dan bentuk yang tersedia cukup beragam. Ada yang berupa lembaran bergelombang, lembaran datar, serta lembaran berongga. 3. Masing-masing jenis itu memiliki ketebalan yang beragam. Untuk polikarbonat yang berupa lembaran bergelombang, ketebalan materialnya hanya 0,8mm. Sedangkan yang berbentuk lembaran datar, ketebalannya 1,1mm.

4. Jenis yang berongga paling beragam, ketebalannya mulai 5mm samapai 16mm. Karena tipis, material ini dapat dilekukkan secara fleksibel. Material inipun sangat ringan, per m2 bobotnya hanya 1,2 kg (Densitas () polikarbonat = 1200 1220 kg/m3).

Twin-wall Polycarbonate sheet Thickness: 3mm/4mm/5mm/6mm/8mm/10mm(from 3mm to 10mm) Width: 700mm/1050mm/2100mm Length: Max.12000mm Color: All Colors

Triple-wall Polycarbonate sheet Thickness: 10mm/12mm/14mm/16mm/18mm/20mm(from 10mm to 20mm) Width: 700mm/1050mm/2100mm Length: Max.12000mm Color: All Colors

Quadruple-wall Polycarbonate sheet Thickness: 6mm/8mm/10mm/12mm(from 6mm to 12mm) Width: 700mm/1050mm/2100mm Length: Max.12000mm Color: All Colors

Frosted Polycarbonate sheet Thickness: 4mm/6mm/8mm/10mm/12mm/14mm/16mm(from 3mm to 20mm) Width: 700mm/1050mm/2100mm Length: Max.12000mm Color: All Colors

Anti-fog Polycarbonate sheet Thickness: 4mm/6mm/8mm/10mm/12mm/14mm/16mm(from 3mm to 20mm) Width: 700mm/1050mm/2100mm Length: Max.12000mm Color: All Colors

Solid Polycarbonate sheet Thickness: 1mm to 15mm Width: Max.2100mm Length: Max.12000mm Color: All Colors

Embossed Polycarbonate sheet Thickness: 1mm to 15mm Width: Max.2100mm Length: Max.12000mm Color: All Colors

Corrugated Polycarbonate sheet Thickness: 0.7mm/1.0mm/1.2mm/1.5mm Width: Max.2100mm Length: Max.12000mm Color: All Colors

Polycarbonate Connecters Thickness: 4mm/6mm/8mm/10mm/16mm Length: Max. 12000mm Color: All colors

APLIKASI DALAM ARSITEKTUR Polikarbonat ini dapat diaplikasikan pada : 1. Furnitur 2. Partisi Interior 3. Penutup Atap/Kanopi 4. Greenhouse 5. Lantai 6. Pintu dan Jendela

Atap pda Kolam renang

Atap pada rumah Kaca

Roofing dan Kerai

Kanopi

REKAYASA STRUKTUR TULANGAN BAMBU DAN TEKNOLOGI BAMBU PLESTER

BAMBU
CIRI DAN SIFAT BAMBU : ANATOMI Kolom bambu terdiri dari 50% parenkim, 40% serat dan 10% penghubung (pembuluh dan sieve tube). Parenkim dan sel penghubung lebih banyak ditemukan pada bagian dalam dari kolom, sedangkan serat pada bagian luar lebih banyak ditemukan. Sedangkan susunan serat pada ruas penghubung antar buku memiliki kecenderungan bertambahh besar dari bawah ke atas sementara parenkim berkurang. SIFAT FISIS DAN MEKANIS Sifat ini penting guna memberikan petunjuk tentang cara pengerjaan maupun sifat barang yang dihasilkan. Beberapa hal yang mempengaruhi sifat fisis dan mekanis adalah umur, posisi ketinggian, diameter, tebal daging bambu, posisi, beban pada ruas, posisi radial dari ruas sampai bagian dalam dan kadar air bambu. Menurut Ghavani (1998), bagian luar batang bambu relatif lebih kedap air bila dibandingkan dengan bagian dalam, serta memiliki kekuatan tarik hampir tiga kalinya bagian dalam. KETAHANAN/KEAWETAN Dari hasil penelitian dari 7 jenis bambu, bambu apel adalah yang paling rentan terhadap serangan bubuk. Kemudian bambu andong, bambu hitam, dan bambu terung. Sedangkan bambu atter dan bambu apus adalah yang paling tahan terhadap serangan bubuk. KEKUATAN Kuat tarik kulit bambu hampir sama dengan kuat tarik baja tulangan bahkan lebih tinggi. Hasil pengujian 3 spesies bambu, Gigantochloa apus Kurz, Gigantochloa Verticillata Munro, dan Dendrocalamus asper Backer kuat tarik kisaran 11802750 Kg/cm (Siswanto, 2000).

APLIKASI DAN CARA PEMBUATAN Ada 2 cara yaitu cara langsung dan dipuntir dlu. Kalau cara langsung bambu langsung digunakan sebagai tulangan lalu dicor, tapi sebelum itu dibendrat dlu. Sedangakan dengan cara dipuntir dlu antara lain sebagai berikut : Bambu dipotong menjadi tiga bagian yaitu pangkal, tengah dan ujung. Masing-masing bagian dibelah memanjang selebar 4 - 5 mm, dari belahan diambil sepertiga dari sisi luarnya atau kurang lebih 3 - 4 mm. Sebuah tulangan bambu pilinan diperlukan dua atau tiga serat dengan cara dipilin. Dalam tahap persiapan dilakukan pengelompokan bahan yang digunakan sesuai dengan proporsi perbandingan, yaitu semen portland : pasir : serbuk gergajian kayu

Tahap Pencetakan pengisian ke dalam cetakan didahului dengan memasukkan rangkaian tulangan bilah bambu dan dijaga agar tidak menempel pada dinding cetakan. Pengisian dukan ke dalam cetakan dilakukan secara bertahap sambil dipadatkan hingga penuh. Kemudian permukaan diratakan dengan jidar untuk memperoleh permukaan yang rata dan halus. Adukan semen, pasir, dan serbuk gergajian dimasukkan ke dalam cetakan dalam dua lapisan, yaitu lapisan pertama diisi dari tinggi cetakan kemudian ditumbuk 16 kali, setelah itu diisi lagi untuk lapis kedua da ditumbuk 16 kali lagi, kemudian diratakan bagian atasnya. HASIL UJI KEKUATAN Kelima benda uji secara umum menunjukkan bahwa keruntuhan balok diawali dengan retak lentur yang terjadi di daerah tangan bentang sepanjang 100 cm. Keruntuhan tidak terjadi pada daerah dengan tulangan geser. Pola retak dan pola runtuh yang terjadi pada benda uji menunjukkan ciri yang mendekati sama. Runtuh lentur ditandai oleh retak-retak tegak lurus dan meningkat

jumlahnya di daerah tulangan tarik pada tengah bentang. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa pada saat terjadi keruntuhan ada sebagian tulangan bambu yang telah putus.

REKAYASA STRUKTUR TULANGAN BAMBU


RUMAH STRUKTUR TULANGAN BAMBU Rumah di Ponorogo ini dirancang khusus dengan segala keterbatasan yang ada diharapkan mampu menjadi solusi alternatif arsitektur di era krisis ekonomi. Meningkatnya harga material konstruksi menjadi kendala untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal yang terus meningkat pula. Luasan bangunan dibuat secukupnya diatas lahan yang cukup luas untuk mengembangkan usaha yang lain, sehingga roda ekonomi terus bisa bergulir. GAMBAR BANGUNAN

GAMBAR DETAIL STRUKTUR


Struktur tulangan bambu Disamping merupakan gambar perletakan kolom struktur tulangan bambu. Rumah ini hanya menggunakan struktur tulangan bambu. Sedangkan untuk dindingnya masih menggunakan sistem batu bata.

Gambar detail Tulangan

Untuk sistem kontruksinya hampir sama dengan sistem konstruksi pada beton bertulang besi atau baja. Yang membedakan adalah posisi besi itu digantikan dengan tulangan bambu.kemudian diikat dengan kawat bendrat dari baja. Lalu dirangkai seperti layaknya konstruksi pada tulangan baja. Kalau sudah baru dicor dan diplester. Selain dari kekuatan cor pada tulangan, sistem ini didukung dengan kekuatan dinding yang terbuat dari batu bata.sehingga sama saling saling mendukung.

Berikut gambar konstruksinya.

Untuk jenis bambu yang cukup baik adalah jenis bambu ori atau petung; ukurannya tentunya berdasarkan hasil hitungan struktur atau kalo mau lebih mudah sebagai patokan sebagai bandingan konversi dari besi adalah 1,3 x nya. Tetapi saya sarankan untuk dihitung struktural shg lebih pas dan tidak ragu; salah satu tipsnya adalah gunakan campuran beton dengan kualitas baik dan cara pengerjaan yg teliti shg minimalisir rongga2 beton yang menyebabkan udara masuk ke spesi beton saat pengecoran; setiap struktur beton pasti mengalami penyusutan dan adanya retak (crack), melainkan dengan adanya retak tersebut diharapkan menjadi batas puncak kekuatan beton sehingga tidak terjadi crack lagi yg merambat; struktur beton bertulang bambu dihitung dan diperkirakan dengan hitungan struktur sampai pada kekuatan ultimate bambu, hingga keroposnya bambu di dalam beton

GAMBAR DESAIN RUMAH

TEKNOLOGI BAMBU PLESTER


Beton merupakan material struktur yang mampu menahan kuat tekan yang begitu kuat namun lemah menahan kuat tarik. Oleh sebab itu, untuk mendukung kekuatannya dari beban yang menimbulkan gaya tarik pada struktur tersebut, maka di dalam beton dipasang baja tulangan yang dirangkai sedemikian rupa. Namun material baja yang merupakan logam semakin lama semakin mahal dan proses produksinya yang membutuhkan teknologi tinggi. Baja yang selama ini dijadikan sebagai tulangan merupakan bahan tambang yang tidak dapat diperbaharui, sehingga keberadaannya suatu saat akan habis. Terkadang tidak semua konstruksi membutuhkan material struktur yang sangat kuat. Konsep Teknologi rumah bambu plester ini merupakan salah satu alternatif konsep rumah murah dengan karakter rumah tembok yang memanfaatkan potensi bambu suatu daerah. Bambu dipakai sebagai bahan dinding dan sekalilgus rangka rumah, yang kemudian diplester untuk mendapatkan tambahan kekuatan dan ekspresi rumah dinding tembok pada umumnya. Konsep konstruksi dinding bambu plester dengan pemakaian bambu sebagai rangka dinding menggantikan kayu. Keseluruhan dinding anyaman sasak dan rangka bambu ini akan diplester sehingga menghasilkan kekuatan yang lebih baik dan ekspresi rumah tembok. Rumah bambu plester dengan beberapa tujuan : Alternatif rumah murah Memanfaatkan potensi bambu Mengurangi resiko kebakaran pada rumah bambu

Menambah keawetan konstruksi bambu dengan pemlesteran Alternatif pengganti bata / batako pada dinding tembok Rumah pengungsi/ shelter penampungan yang dapat dijadikan rumah permanen di kemudian hari dengan pemlesteran

CIRI DAN SIFAT Keunggulan :

Konstruksi rumah murah, mudah dan cepat Kecepatan Konstruksi, sekitar 3 minggu dengan 3 orang tukang Mengurangi resiko kebakaran pada rumah bambu Mengurangi resiko serangan hama perusak kayu (rayap, bubuk dan jamur) Bahan baku mudah di dapat Tidak diperlukan kerapihan anyaman dan sambungan pada bambu karena tertutup plesteran Konstruksi rumah bambu dengan anyaman sasak sudah cukup kuat Konstruksi rumah tahan gempa

Kelemahan : Batang bambu harus yang tua (3-5 tahun) dan telah diawetkan Kerapihan anyaman mempengaruhi ketebalan dinding setelah plesteran Panjang dan ukurannya tidak seragam Sulit dalam penyambungannya pada konstruksi Bambu di identikan dengan kemiskinan Masih terlihat retak-retak pada dinding, jika : - Muai/susut ayaman dan plesteran yang berbeda - Bambu yang dipakai tidak cukup kering - Kualitas pasir plesteran yang jelek - Penurunan tidak merata pada pondasi

EFISIENSI DAN EKONOMIS

Di bawah ini adalah analisa berat dinding per meter persegi (m2) (Sumber : Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan, 1983 : 11-12) Dinding pasangan bata merah setengah batu Dinding pasangan batako tanpa lubang tebal 10 cm Adukan per cm tebal dari semen 250 kg/m2 200 kg/m2 21 kg/m2

Analisa berat dinding per meter persegi (m2) bambu plester Anyaman bambu Plesteran tebal + 4,5 cm (21 kg/m2/cm x 4,5 cm) Total :
Berikut Perbandingan Harga bambu dengan Besi/baja

2 kg/m2 94 kg/m2 96 kg/m2

LANGKAH KERJA Ada 3 langkah utama yaitu : 1. Tahap Persiapan dan pengerjaan 2. Tahap Pemasangan 3. Tahap Finishing

Metode Pengawetan Ada 2 jenis metode pengawetan bambu, yaitu: metode non-kimia dan metode kimia. Metode nonkimia (tradisional) telah digunakan sejak lama di daerah pedesaan, misalnya: curing, pengasapan, pelaburan, perendaman dalam air dan perebusan. Metode pengawetan secara kimia Biasanya menggunakan bahan pengawet. Bahan pengawet yang terkenal adalah CopperChrrome-Arsenic (CCA). Metode kimia relatif mahal tetapi menghasilkan perlindungan yang lebih baik. Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada ketepatan konsentrasi larutan pengawet yang diberikan. Metode kimia misalnya: metode Butt Treatment, metode tangki terbuka, metode Boucherie, dan fumigasi (dengan senyawa metilbromida). Metode ini tidak selalu ekonomis. Metode kimia - dalam skala besar - digunakan secara meluas di India, Taiwan dan Jepang.

1. NON KIMIA Metode nonkimia (tradisional) telah digunakan sejak lama di daerah pedesaan. Kelebihan metode ini yaitu: tidak membutuhkan biaya dan dapat dilakukan sendiri tanpa penggunaan alat-alat khusus. Metode non-kimia, misalnya: curing, pengasapan, pelaburan, perendaman dalam air dan perebusan.

Curing
Mula-mula batang bambu dipotong pada bagian bawah tetapi cabang dan daunnya tetap disisakan. Kemudian, selama waktu tertentu rumpun bambu tersebut disimpan di dalam ruang khusus. Karena proses asimilasi daun masih berlangsung, kandungan pati ruas bambu akan berkurang. Akibatnya, ketahanan bambu terhadap serangan kumbang bubuk meningkat. Tetapi, metode ini tidak berpengaruh terhadap serangan jamur atau rayap.

Pengasapan
Bambu diletakkan di atas rumah perapian (tungku) selama waktu tertentu sampai pengaruh asap menghitamkan batang bambu. Proses pemanasan menyebabkan terurainya senyawa pati dalam jaringan parenkim. Di Jepang, bambu mentah disimpan dalam ruang pemanas pada suhu 120 - 150 oC selama 20 menit. Perlakuan ini cukup efektif untuk mencegah serangan serangga. Efek negatif metode ini adalah kemungkinan terjadinya retak yang dapat mengurangi kekuatan bambu.

Pelaburan
Metode ini lebih ditujukan untuk mendapatkan efek hiasan ketimbang manfaat pengawetannya. Batang bambu untuk konstruksi perumahan dilaburi dengan kapur tohor (Ca[OH]2). Tujuannya untuk memperlambat penyerapan air, sehingga daya tahan bambu terhadap jamur menjadi lebih tinggi. Efektivitas metode ini masih perlu dibuktikan, terutama menyangkut pengaruh senyawa alkali terhadap kekuatan bambu.

Perendaman dalam air


Perendaman bambu dalam air adalah salah satu metode pengawetan tradisional yang sudah dikenal secara luas oleh masyarakat pedesaan. Perendaman menyebabkan penurunan kandungan pati bambu. Bambu mengandung pati relatif tinggi misalnya bambu ampel, sedangkan bambu apus kadar patinya relatif rendah. Tujuan akhir perendaman adalah menekan serangan kumbang bubuk. Metode ini lebih cocok diterapkan pada bambu yang digunakan untuk bahan bangunan. Waktu perendaman yang dianjurkan sebaiknya tidak lebih dari 1 bulan.

Perebusan
Perebusan bambu pada suhu 55-60oC selama 10 menit akan menyebabkan pati mengalami gelatinisasi sempurna, yaitu menjadi amilosa yang larut dalam air (Matangaran, 1987). Perebusan pada 100oC selama 1 jam cukup efektif untuk mengurangi serangan kumbang

bubuk. Metode ini - di samping metode pengasapan - pemanasan dan perebusan dengan air kapur - tidak populer karena kurang efektif. 2. KIMIA Metode pengawetan secara kimia biasanya menggunakan bahan pengawet. Bahan pengawet yang terkenal adalah Copper-Chrrome-Arsenic (CCA). Metode kimia relatif mahal tetapi menghasilkan perlindungan yang lebih baik. Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada ketepatan konsentrasi larutan pengawet yang diberikan. Metode kimia misalnya: metode Butt Treatment, metode tangki terbuka, metode Boucherie, dan fumigasi (dengan senyawa metilbromida).

Metode Butt Treatment


Bagian bawah batang bambu yang baru dipotong diletakkan di dalam tangki yang berisi larutan pengawet. Cabang dan daun pada batang tetap disisakan. Larutan pengawet tersebut akan mengalir ke dalam pembuluh batang karena proses transpirasi daun masih berlangsung. Karena prosesnya memakan waktu yang lama, metode ini hanya tepat diterapkan pada batang bambu yang pendek dan berkadar air tinggi.

Metode Tangki Terbuka


Metode ini termasuk metode yang ekonomis, sederhana serta memberi efek perlindungan yang baik. Metode ini tidak memerlukan teknik instalasi Yang rumit. Batang dengan ukuran tertentu, direndam selama beberapa hari dalam campuran yang terdiri dari air dan larutan bahan pengawet.

Metode Boucherie
Mula-mula bambu dipotong menurut ukuran tertentu. Kemudian, bambu dimasukkan ke dalam mesin Boucherie. Lewat bagian khusus mesin itu, cairan pengawet dengan konsentrasi tertentu dialirkan masuk ke dalam bambu dengan tekanan 0.8 - 1.5 kg/m2. Proses tersebut dianggap selesai bila konsentrasi cairan yang keluar dari bambu sama dengan konsentrasi bahan pengawet di tambang konsentrasi air.

Metode kimia sederhana


Bambu segar yang baru ditebang, didirikan terbalik. Pada ujung bambu bagiaan atas, dimasukkan tabung yang berisi minyak solar. Karena gaya gravitasi, minyak solar ini akan mendesak keluar cairan yang terkandung dalam batang bambu. Proses ini memakan waktu satu minggu.

Berikut merupakan gambar gambar konstruksi pada Dinding Bambu Plester

Konstruksi Dinding Bambu Plester merupakan salah satu alternatif konstruksi yang patut dikembangkan mengingat potensi bambu di Indonesia yang masih sangat besar.