Anda di halaman 1dari 6

Ibu Tahu Rahasiaku

Oleh: Puthut EA A. UNSUR INTRINSIK


1. TEMA Tema cerpen Ibu Tahu Rahasiaku adalah kasih orang tua terhadap anaknya jauh melebihi perhatian yang diberikan orang lain. Tema tersebut dapat disimpulkan dari isi cerpen tersebut. Tokoh aku selalu diperhatikan oleh Bido dan begitu pula sebaliknya. Tetapi bantuan yang diberikan Bido terhadap aku tidak dapat melebihi perhatian yang diberikan ibu terhadap tokoh aku tersebut. Tokoh Bido malah hanya menjerumuskan aku ke tindak kejahatan. Pertolongan yang diberikan Bido hanya membuat perilaku aku semakin menyimpang. Tetapi tokoh aku tidak menyadari bahwa yang dibutuhkannya hanya kasih orang tuanya. Tokoh aku berpikir bahwa orang tuanya tidak memperdulikannya. Padahal saat tokoh aku kesal karena kalah dalam suatu pertandingan, ibunya telah mendukung dirinya meski terlihat semu. Kadang kita tidak menyadari bahwa orang tua kita sangat memperhatikan kita. Meski terlihat tidak begitu, namun orang tua selalu memikirkan kita. Orang tua kita akan sangat terluka bila kita berperilaku buruk seperti yang dilakukan tokoh aku. Tokoh aku melakukan tindakan yang jahat yaitu menulis rencana untuk mengganggu Haji Munawir. Kasih yang diberikan orang lain dapat memuahkan hal buruk sedangkan kasih yang diberikan orang tua kepada anaknya tidak begitu. 2. ALUR CERITA Penulis memulai cerita dengan menggambarkan suasaan desa di hari pemakaman Bido saat tokoh aku tiba di desa tersebut. Setelah itu, tokoh aku mengingat masa kecilnya. Tokoh aku mengingat saat ia mengenal Bido. Berikutnya, tokoh aku menceritakan tentak tindakan jahat yang ia lakukan bersama Bido.

Tokoh aku menceritakan bahwa saat ia sudah kuliah dan balik ke kampung saat Lebaran, Bido mendirikan waring kopi dan tempat judi. Setelah itu, Bido menjadi kepala perjudian dan ia tidak pernah tertangkap. Lalu saat Bido mendanai calon gubernur, ternyata calon gubernur itu kalah dan usaha Bido semakin hancur. Akhirnya Bido meninggal dunia. 3. PENOKOHAN Ada beberapa tokoh yang mendukung cerpen Ibu Tahu Rahasiaku. Tokohtokoh tersebut adalah: 1. Aku :Merupakan tokoh utama dalam cerpen ini. Ia merupakan tokoh yang mudah terpengaruh orang lain, cerdik, teledor, setia kawan dan pendendam. Hal-hal tersebut dapat dilihat dari isi cerpen tersebut. Tokoh aku pandai sekali menyusun rencana seperti rencana yang ia buat untuk mengganggu Haji Munawir. Rencana yang ia buat sangat teratur sehingga Haji Munawir tidak menyadari bahwa ia telah dibodohi. Namu ia teledor karena ia menaruh barang sembarangan seperti kertas yang bertuliskan rencana tersebut sehingga ibunya menemukan kertas tersebut. Tokoh aku pun gampang sekali terpengaru orang lain seperti terpengaru Bido sehingga melakukan hal yang buruk. Selain itu, tokoh aku memiliki sifat yang mudah terbakar amarah dan pendendam. Hal ini dapat dilihat saat tokoh aku mengalami kekalahan saat melawan Anton saat lomba catur. Ia sulit melupakan kejadian tersebut dan ingin membalas dendam. Tokoh aku pun memiliki sifat setia kawan. Sata Bido mengalami kesulitan yaitu saat Bido ingin membalas Haji Munawir namun tidak tahu caranya, tokoh aku membantunya. 2. Ibu aku :Merupakan ibu dari tokoh utama. Ibu aku ini adalah ibu yang sangat menyayangi anaknya, bukan orang yang pendendam, dan memiliki daya juang yang tinggi. Sifat-sifat tersebut dapat dilihat dari cerpen Ibu Tahu Rahasiaku ini. Ia sangat menyayangi aku

dan selalu memperhatikannya. Ia tidak ingin aku mengambil jalan yang salah. Hal ini dapat dilihat saat ia tahu bahwa aku melakukan hal yang buruk, ia sangat sedih. Ia pun tidak mau banyak omong dan jika ingin melakukan sesuatu, ibu aku ini menjalaninya tanpa keluar sepatah kata pun. Ibu aku memiliki daya juang yang tinggi. Ia terus berusaha mengeluarkan Bido dari tahanan karen ia percaya bahwa Bido tidak bersalah. Selain itu, ibu aku bukanlah tipe orang yang pendendam. Meski Bido telah membuat anaknya menjadi jahat, ia tetap memaafkan Bido. Buktinya saat Bido meninggal, rumahnya digunakan untuk tahlilan. 3. Bido :Merupakan salah satu tokoh dari cerpen Ibu Tahu Rahasiaku. Bido memiliki sifat yang pendendam, tenang, dan licik. Bido merupakan orang yang pendendam karena ia berusaha untuk membalas dendam terhadap Haji Munawir. Tetapi ia merupakan pribadi yang tenang karena saat para aparat polisi menggeledah tempat perjudian, Bido tenang-tenang saja melihat hal tersebut. Selain itu, Bido merupakan orang yang licik karena ia memakai pakaian aparat polisi ataupun tentara untuk menutupi belangnya. Ketiga tokoh ini mendukung cerita. Apalagi tokoh Bido membuat cerita makin menarik dan mendukung tema. Tema yang diambil sangat tampak terlihat berkat sifat tokoh Bido yang menjerumuskan tokoh aku. Tetapi sifat tokoh aku kurang tergarap dengan baik dan terlihat bahwa tokoh aku tidak memiliki pendirian dan bodoh. Tokoh aku seperti tidak memiliki dasar budi sehingga ia melakukan tindakan yang buruk dengan ringan. Ia menjalankan keingginan Bido dengan gampangnya tanpa melakukan suatu pengelakkan.

4. LATAR / SETTING 4.1. Latar Tempat Cerpen Ibu Tahu Rahasiaku mengambil latar tempat di sebuah kampung. Ini terlihat jelas karena penulis telah menuliskan bahwa kampung merupakan latar dari cerpen ini. Penggambaran latar tempat yang jelas membuat pembaca mudah memahami situas dalam cerita. Pada paragraf ketiga bagian pertama sudah dituliskan bahwa latar tempatnya adalah di kampung. 4.2. Latar Waktu Peristiwa pada cerpen Ibu Tahu Rahasiaku terjadi pada masa sekarang. Hal ini dapat diketahui atau dapat disimpulkan dari cerita tersebut. Pada kenangan tokoh aku semasa kecil, ia mengatakan bahwa saat itu adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa latar waktu pada cerpen ini bukan disaat Indonesia belum merdeka atau bukan di zaman kolonial Belanda. Selain itu pada cerita tersebut, penulis cerpen mengatakan bahwa sudah ada angkot di desa atau kampung. Pada masa sekarang ini, di kampung-kampung sudah ada angkutan sendiri. Ini berarti pengambilan latar waktu cerpen adalah masa sekarang bukan zaman dahulu karena zaman dulu tidak atau belum ada angkutan yang masuk sampai ke kampung-kampung. 5. PESAN / AMANAT Pesan yang hendak diutarakan oleh penulis dalam cerpen Ibu Tahu Rahasiaku adalah: Jangan melakukan tindakan yang buruk. Kita harus selalu berkepala dingin jika mau mengambil tindakkan. Setiap perbuatan kita pasti akan ada akibatnya Jangan suka mendendam terhadap orang lain. Segala yang buruk akan memberikan atau mendatangkan malapetaka. Balaslah kejahatan dengan kebaikan. Hanya orang tualah yang mampu memberikan kasih sayang sejati.

Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, sepandai-pandai menutupi borok pasti akan ketahuan juga.

B. UNSUR EKSTRINSIK
1. PENYAJIAN Penulis Cerpen Ibu Tahu Rahasiaku menyajikan cerita dengan baik sekali. Penulis menggambarkan latar suasana, tempat, dan waktu dengan baik sehingga pembaca cerpen mudah memahami atau mengerti apa yang ingin disampaikan penulis. Selain itu pesan moral yang disampaikan penulis sangat bagus dan mengena pada keadaan masyarakat saat ini. Penulis menimbulkan pesan-pesan tersebut dengan baik dan tidak membuat orang yang membaca sakit hati karena dibawakan secara ringan. Selain itu penulis juga sangat baik dalam menggarap pembagian babak. Babak yang dimaksud adalah babak masa sekarang dengan babak masa lalu tokoh utama. Penulis membagi babak tersebut dengan variatif yaitu timbul tenggelam sehingga pembaca dibawa santai menikmati bacaan. Namun kekurangan dalam cerita adalah penulis belum mampu membuat pembaca gregetan saat membaca cerpen ini. Konflik terasa datar terlebih saat konflik antara tokoh utama cerita dengan ibu kandungnya yang mengetahui kebusukkan tokoh utama. Terasa datar karena kurang tergali dan terlalu singkat. Konflik tersebut terlalu singkat dan seperti angin lalu karena tokoh utama dan ibunya terlihat santai akan hal tersebut. 2. BAHASA Bahasa dalam cerpen Ibu Tahu Rahasiaku mudah dimengerti dan merupakan bahasa baku. Mudah dimengerti karena bahasa yang digunakan penulis tergolong ringan. Selain itu, bahasa yang digunakan sudah tidak asing dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga pembaca dibawa enak oleh penulis. Penulis tidak menggunakan kata-kata yang sulit ataupun kata-kata dari daerah lain sehingga tidak merepotkan pembaca. Penulisan ceritanya pun tidak membuat bingung karena penulis sudah menggunakan pemilihan kata yang tepat.

3. HUBUNGAN DENGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT Cerita cerpen Ibu Tahu Rahasiaku berhubungan erat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Hal tersebut dikarenakan pesan yang disampaikan penulis tepat sekali untuk kita semua. Saat ini banyak anak yang sangat membutuhkan kasih sayang keluarga terlebih dari orang tuanya. Banyak anak yang merasa dicampakkan atau tidak disayangi oleh orang tuanya. Padahal hal tersebut keliru karena di dunia ini tak akan ada orang tua yang tidak menyayangi anak-anaknya kecuali mengalami gangguan jiwa atau mental. Orang tua mencurahkan kasih sayangnya dengan cara yang bisa dibilang tidak dimengerti orang. Kadang orang tua diam karena sayang, marah karena sayang, dll. Namun anak-anak kesepian ini akan mencari alternatif atau jalan lain untuk mendapat kasih sayang. Ada yang positif namun tidak sedikit yang negatif. Contoh alternatif yang negatif adalah menggunakan narkoba atau perbuatan nakal lain yang berdampak buruk. Contoh tersebut sudah banyak terjadi sampai saat ini. Penulis ingin mengutarakan bahwa tindakan tersebut salah dan harus dihentikan karena hanya akan membawa dampak yang buruk.