Anda di halaman 1dari 6

No 1

Diagnosa Keperawatan Nyeri akut sehubungan dengan Tupan: terputusnya kontinuitas

PERENCANAAN Tujuan Intervensi Kaji skala nyeri dan intensitas nyeri Rasional Perubahan lokasi/karakteristik

jaringan Nyeri akut teratasi Tupen : Setelah 7 hari dilakukan

dan intensitas mengindikasikan terjadinya kompliksitas/perbaikan sensorik syaraf

ditandai dengan : Ds : Klien mengeluh nyeri di daerah luka Operasi Do : Klien tampak meringis pada saat bergerak Skala nyeri 4 Nyeri dirasakan setiap saat Nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk T : 110/70 mmHg S ;37,5 C N : 80 x/m

perawatan dengan kriteria : TTV stabil Skala nyeri 0 Klien mengeluh nyeri Lakukan stress managemen teknik tidak Lakukan perawatan

Menurunkan terjadinya distres fisik dan emosi sehubungan dengan penggantian balutan

luka setelah pasien di beri analgetik

Memfokuskan meningkatkan

perhatian relaksasi &

dengan

distraksi

relaksasi,

Menurunkan tegangan otot , meningkatkan kontrol rasa nyeri

guide imagineri pada saat perawatan luka Pantau TTV

Mengetahui pasien

perkembangan

R : 20 x/m

Kolaborasi analgetik Supp

pemberian kaltrofen

Analgetikbekerja pada sistem saraf dengan memblok pusat saraf nyeri

Potensial infeksi sehubungan dengan adanya luka operasi yang ditandai dengan : DS : DO: Terdapat luka operasi 12 cm

Tupan : Infeksi tidak terjadi Tupan : Setelah 5 hari di lakukan perawatan dengan kriteria: Luka operasi kering

Kaji kondisi luka

Untuk mengobservasi apakah sudah terjadi infeksi/ belum

Isolasikan /kelompokan pasien dengan pasien sejenis

Untuk

menurunkan

resiko

kontaminasi

Lakukan cuci tangan sebelum melakukan

Meminimalkan infeksi silang

terjadinya

perawatan luka Lakukan teknik steril pada saraf melakukan perawatan luka Mencegah terpajan pada

organisme infeksius

Periksa perubahan, bau, draninse setiap hari pada luka

Mengidentifikasi penyembuhan luka

adanya dan

memberikan deteksi dini infeksi

Awasi TTV

TTV infeksi

merupakan

indikator

Kolaborasi antibiotik

pemberian sistemik

Untuk mengontrol patogen yang teridentifikasi

cefotaxime 1 gr Kolaborasi pemberian Dapat meningkatkan proses

diet TKTP dan tinggi serat

penyembuhan luka.

Gangguan proses laktasi yang ditandai dengan: DS : Klien mengatakan tidak tahu cara perawatan agar puting susu menonjol DO : Puting susu masuk ke dalam ASI (-) Colostrum (-) BB bayi 2400 gr

Tupan Proses laktasi lancar Tupen: Setelah 2 hari dilakukan tindakan perawatan dengan kriteria : Puting menonjol keluar ASI (+) Colostrum (+) susu

Kaji bentuk puting klien

Untuk gangguan puting

menentukan struktur/

tingkat bentuk

Lakukan dan ajarkan perangsangan puting klien pada

Agar puting terangsang dapat keluar dan melatih kemandirian klien

Lakukan breastcare

perawatan

Untuk melancarkan pengeluaran ASI

Peningkatan pengetahuan perawatan post partum yang ditandai dengan : DO :

Tupan: Pengetahuan klien baik Tupen: Setelah 2 hari dilakukan tindakan keperawatan dengan

Kaji tingkat pendidikan klien Kaji pengetahuan dasar tentang cara perawatan luka SC, perawatan tali

Untuk mengukur sejauh mana tingkat intelektual klien Untuk menentukan intervensi yang tepat untuk klien dalam memberikan pendidikan

DS : -

Pendidikan klien SMP

kriteria : Klien tahu cara

pusat, perawatan payu dara Peragakan penjelasan dan beri

kesehatan

/mengajarkan

perawatan ibu-ibu post partum Mendidik klien agar bisa

Klien mengatakan belum mengetahui cari perawatan luka sc -

perawatan luka sc Klien tahu tentang perawatan tali pusat & payudara

tentang

melakukannya sendiri secara mandiri baik di RS maupun di rumah.

perawatan luka SC & perawatan tali pusat

Klien mengatakan tidak tahu tentang pearawatan tali pusat

Klien mengatakan tidak tahu tentang perawatan payu dara

2.

Keterbatasan ADL s/d nyeri, perawatan post partum ditandai denganDS : klien mengeluh nyeri bertambah jika bergerak DO :

Tupan : Keterbatasan ADL teratasi Tupen : Setelah 2 hari dilakukan tindakan perawatan dengan kriteria :

Kaji tingkat ADL klien

Tuk menentukan sejauhmana bantuan/ketergantungan klien

terhadap bantuan perawat atau keluarga

Keadaan umum lemah Terpasang kateter Terpasang infus di tangan kanan

Nyeri berkurang Kateter & infus tidak terpasang

Bantu ADL klien baik secara pasif Anjurkan ambulasi dini teknik pasca aktif maupun

Tuk memenuhi kenyamanan n hygiene klien agar lebih lanjut tidak terjadi infeksi Mika miki & posisi setengah duduk adalah bentuk mobilisasi yang dianjurkan pd klien post op SC tuk mempercepat

ADL mandiri Klien mandiri mobilisasi

Terdapat luka oprasi 12 cm

oprasi

Nyeri skala 4 ADL dibantu Klien bedrest Kekuatan otot 5 5

Kekuatan normal (5)

otot Kolaborasi pencabutan kateterr n infus jika sudah memungkinkan

pememulihan n involusi uterus Agar klien bisa melakukan

mobilisasi secara mandiri

4 4