Anda di halaman 1dari 11

FILTER FOTOMETRIS

Nama Anggota : Anggi Mayang Sari (1120003) : Fakhri Aljenar Gustiyel Malasari Defri Roshindy Egi Amelia Gustiana Lastini Siagian

I. TUJUAN
Untuk mengetahui prinsip kerja pengukuran fotometer secara fotometris Untuk menentukan konsentrasi larutan contoh (Cx) secara fotometer Mempelajari hubungan sifat serapan variasi konsentrasi komponen pada beberapa jenis sinar Menentukan konsentrasi Fedalam larutan tugas

II. TEORI DASAR


Fotometer merupakan peralatan dasar dilaboratorium klinik untuk mengukur intensitas atau kekuatan cahaya suatu larutan. Sebagian besar laboratorium klinik menggunakan alat ini karena alat ini dapat menentukan kadar suatu bahan didalam cairan tubuh seperti serum atau plasma. Prinsip dasar fotometri adalah pengukuran penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan atau zat warna yang dilewatinya. Beberapa macam fotometer: absorption fotometer, flame-fotometer, fluorometer, nefelometer, atomic spektrofotometer. Sumber Tenaga: Sinar atau cahaya adalah suatu gelombang elektromagnetik sehingga sinar mempunyai pajang gelombang dan intensitas. Macam sinar berdasarkan panjang gelombang: ~ sinar ultraviolet : berupa ladmpu hidrogen dan deterium ~ sinar nyata ~ sinar infra red : lampu filamen tungsten

Sumber radiasi yang ideal untuk mengukur serapan harus menghasilkan spektrum kontinu dengan intensitas yang seragam pada keseluruhan putaran panjang gelombang.Radiasi sinar polikromatik ini harus diubah menjadi radiasi monokromatik. Dua jenis alat yang digunakan untuk mengurangi radiasi polikromatik menjadi monokromatik yaitu penyaring dan monokromator. Penyaring hanya meneruskan radiasi pada daerah panjang gelombang tertentu dan menyerap radiasi dari panjang gelombang yang lain. Monokromator mengurangi radiasi polikromatik menjadi panjang gelombang tunggal dan memindahkan panjang gelombang tersebut menjadi jalur yang

sangat sempit. Kuvet untuk tempat larutan yang akan diperiksa kadar bahan yang terlarut. Setiap detektor menyerap tenaga foton yang mengenai dan mengubah tenaga tersebut untuk dapat diukur secara kuantitatif sebagai arus listrik atau perubahanperubahan panas. Syarat-syarat detektor meliputi sensitifitas tinggi. Waktu respon pendek, stabilitas yang lama, sinyal elektronik yang mudah diperjelas. Prinsip pemeriksaan : Apabila suatu kuvet yang berisi larutan bermwarna dilewati oleh suatu sinar maka sebagian sinar akan tertahan (diabsorbsi) dan sebagian lagi akan diteruskan. Spektrum absorbs tergantung struktur molekulnya. Lebih tinggi konsentrasi zat yang mengabsorbsi akan makin besar intensitas warna larutan terbut selanjutnya makin banyak sinar yang diabsorbsi kemudian secara kunatitas konsentrasi zat dapat ditentukan. Metoda Pemeriksaan : Prinsip metoda pemeriksaan Apakah metoda pemeriksaan sesuai dengan tujuan pemeriksaan, Pemeriksaan dengan sensitivitas yang tinggi : untuk pemeriksaan skrining. Metoda pem. yang baik dan dipilih sebaiknya mempunyai sensitivitas dan spesifitas yang tinggi. Kecepatan hasil pem. misalnya pasien gawat darurat. Rekomendasi resmi dari badan / lembaga yang diakui atau oleh organisasi profesi sangat diharapkan untuk menetapkan metoda pemeriksaan yan memadai. Prinsip lain dalam memilih metoda pemeriksaan: reagen mudah dicari selalu tersedia, tahapan pemeriksaan sederhana dan mudah dikerjakan, merupakan metoda pemeriksaan rujukan yang direkomendasikan, sesuai dengan alat yang ada dilaboratorium. Fotometris adalah suatu metoda analisa berdasarkan pengukuran serapan (relative) sina rmonokromatis tertentu oleh suatu lajur larutan dengan menggunakan detector fotosel. Metoda ini didasarkan atas metoda hukum BEER yang menyatakan bahwa harga penyerapan sinar oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen dari konsentrasi dan tebal sel. A=axbxc A = besaranpenyerapan b = diameter sel a = absorptivity c = konsentrasi Untuk melakukan analisis secara fotometris sinar tampak ada tiga langkah yang dilakukan: 1. Pembentukan warna 2. Pemilihan panjang gelombang 3. Membuat kurva kalibrasi / standar

Pembentukan warna biasanya ada beberapa yang dapat dipergunakan untuk memilih cara mana yang akan dipakai. Zat pembentuk warna harus selektif dan dengan zat-zat asing (pengganggu) tidak membentuk warna yang dapat mengganggu. Panjang gelombang yang dipakai untuk penentuan kuantitatif adalah panjang gelombang dimana terjadi penyerapan warna yang maksimum.Hal ini dapat ditentukan dengan membuat spectrum absorbsinya yaitu antara absorban Vs panjang gelombang.Untuk membuat kurva kalibrasi atau standar agar memenuhi hukum Beer maka perlu diukur absorban dari larutan standar. III. PROSEDUR KERJA a. Alat yang digunakan Kuvet Buret schelbach 50 mL Gelas piala 250 mL Labu ukur 100 mL Labu ukur 25 mL Pipet takar 10 mL Standard an klem Labu semprot Fotometer

Gambar alat : 1. Fotometer


2. Filter

b.

Bahan yang digunakan Ammonium ferisulfat 500 ppm Asam asetat 0,1 N Asam salisilat

c. Cara kerja A. Pembentukanwarna 1. Sediakan 7 buah labu ukur 25 mL dan 1 buah labu ukur 100 mL.Dibuat larutan standar ammonium ferisulfat 25 ppm dengan jala mengambil 5 mL larutan ammonium ferisulfat 500 ppm dengan teliti kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL lalu diencarkan sampai tanda batas dan dihomogenkan. 2. Kedalam masing-masing labu ukur 25 mL dimasukkan larutan ammonium ferisulfat 25 ppm dengan mL larutan ammonium ferisulfat 0 ; 0,5 ; 1,0 ; 2,0 ; 4,0 dan 7,0 ; 10,0 mL.Kedalam masing-masing labu ditambahkan 2 mL asam salisilat dan diencerkan dengan asam asetat 0,1 N sampai tanda batas dan dihomogenkan. 3. Serahkan 1 buah labu ukur 25 mL dan beri etiket nama untuk mendapatkan larutan tugas, tambahkan 2 ml asam salisilat kedalam larutan tugas dan encerkan sampai batas dengan larutan asam asetat 0,1 N

B. Pengukurandenganfotometer 1. Standarisasi alat fotometer dengan menggunakan larutan blanko dan terakan pembacaan blanko ini dengan 100%T dengan menggunakan panjang gelombang 440 nm. 2. Isi kuvet dengan larutan standar dan dibaca %T nya pada panjang gelombang 440 nm. 3. Lakukan juga pengukuran %T deretan larutan standar ini pada panjang gelombang 515 nm dan 585 nm. Dimana pada setiap pertukaran panjang gelombang alat harus distandarisasi dengan menggunakan larutan blanko dan terakan pembacaan blanko ini dengan 100 %T. 4. Diukur %T larutan tugas pada panjang gelombang dimana serapannya maksimum. 5. Dibuat kurva kalibrasi antara absorban dan konsentrasi (Absorban yang diambil baik untuk deretan larutan standar maupun larutan tugas adalah pada panjang gelombang yang serapannya maksimum)

IV. HASIL DAN DISKUSI Warna Filter dan Panjang gelombangnya Filter Hijau Filter Merah Filter Orange Filter Biru Filter Kuning Filter Ungu = 515 nm = 660 nm = 610 nm = 470 nm = 585 nm = 440 nm

Deretan larutan standar ammonium ferisulfat Tabungke mL ammonium ferisulfat mL asamsalisilat mL asamasetat 0,1 N Pengukuran larutan standar [] Fe+++ (ppm) 0 0,5 1,0 2,0 4,0 7,0 10,0 515 nm 0 %T 98 %T 98 %T 92 %T 90 %T 80 %T 84 %T 610 nm 0 %T 98 %T 96 %T 96 %T 90 %T 86 %T 88 %T 660 nm 0 %T 100 %T 98 %T 96 %T 94 %T 98 %T 90 %T I 0 2,0 23,0 II 0,5 2,0 22,5 III 1,0 2,0 22,0 IV 2,0 2,0 21,0 V 4,0 2,0 19,0 VI 7,0 2,0 16,0 VII 10,0 2,0 13,0

a. Panjang gelombang 515 nm Konsentrasi Ammonium FeriSulfat : 0 ppm %T = 0 %T A = log

100 %T

A = log 100/0 A =0

0,5 ppm %T = 98 %T A A = log 100/98 = 0,0087

1 ppm %T = 98 %T A A = log 100/98 = 0,0087

2 ppm %T = 92 %T A A = log 100/92 = 0,0362

4 ppm %T = 90 %T A = log 100/90 A = 0,0451

7 ppm %T = 80 %T A A = log 100/80 = 0,0969

10 ppm %T = 84 %T A A = log 100/84 = 0,0757

b. Panjang gelombang 610 nm Konsentrasi Ammonium FeriSulfat ; 0 ppm %T = 0 %T A A = log 100/0 =0

0,5 ppm %T = 98 %T A A = log 100/98 = 0,0087

1 ppm %T = 96 %T A A = log 100/96 = 0,0177

2 ppm %T = 96 %T A A = log 100/96 = 0,0177

4 ppm %T = 90 %T A A = log 100/90 =0,0457

7 ppm %T = 86 %T A A = log 100/86 = 0,0655

10 ppm %T = 88 %T A A = log 100/88 = 0,0555

c. Panjang gelombang 660 nm KonsentrasiAmoniumFeriSulfat 0 ppm %T = 0 %T A A = log 100/0 =0

0,5 ppm %T = 100 %T A A = log 100/100 =0

1 ppm %T = 98 %T A A = log 100/98 = 0,0087

2 ppm %T = 96 %T A A = log 100/96 = 0,0177

4 ppm %T = 94 %T A A = log 100/94 = 0,0268

7 ppm %T = 98 %T A A = log 100/98 = 0,0555

10 ppm %T = 90 %T A A = log 100/90 = 0,0457

KURVA KALIBRASI STANDART


0.1

0.08

0.06

filter hijau (514nm) filter orange (610 nm)

0.04

Filter merah (660 nm) atau daerah linear

0.02

0 0,5 1,00 2,00 4,00 7,00 10,00

Dari ketiga diatas, dipilih salah satu yang mempunyai absorban maximum untuk dijadikan untuk pengukuran Cx. Absorban maximum diperoleh dari 515 nm,maka : Cx diukur pada 515 nm %T = 88 %T A = log 100/88 A = 0,0555

Perhitungan kadar dari Cx Diketahui :Absorban Cx (y) = 0,0555 y = 0,0079 + 0,0088 x Penyeleseian : Kadar (ppm) dari Larutan tugas (Cx) saya adalah : 0.0555 = 0,0079 + 0,0088 x x= = 5,4091 ppm

Tabel Kurva kalibrasi antara absorban dengan konsentrasi pada 515 nm Fe3+(ppm) Absorban Y = 0,0387 + 0,0088x

0 0 0

0,5 0,0087 0,0080

1,0 0,0087 0,0080

2,0 0,0362 0,0082

4,0 0,0457 0,0083

7,0 0,0969 0,0087

10,0 0,0757 0,0086

Cx 0,0555 -

12

10

8 Konsentrasi (ppm)2 Absorban 4

0 Category 1 Category 2 Category 3 Category 4

V. DISKUSI
Dari Pratikum yang dilakukan didapatkan konsentrasi Cx 5,4091 ppm, ini merupakan konsentrasi yang kurang tepat.Hal ini terjadi karena dalam pembuatan larutan standart yang kurang teliti sehingga mempengaruhi dalam pengukuran panjang gelombang pada alat Fotometer,Jadi juga mempengaruhi pada absorban yang didapatkan. Adapun rendahnya absorban saat menggunakan filter merah dikarenakani warna komplemennya yaitu mendekati ungu dengan kata lain warna larutan merah keunguan. Serapan yang menyimpang terjadi pada konsentrasi 10 ppm di karenakan kesalahan dalam pengisian table isian hasusnya change dengan konsentrasi 7 ppm.

VI. KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilakukandidapatkan : Cx : pada panjang gelombang 515,A = 0,0555 dan konsentrasinya = 5,4091 ppm.

VII. DAFTAR PUSTAKA


Bluedhowie, M, 1983, Petunjuk Praktikum Pengawasan Mutu Hasil Pertanian I, Jakarta :DepartemenPendidikan Dan Kebudayaan. Darmawangsa, Z.A, 1986, Penuntun Praktikum Analisis Instrumental.Jakarta :CV.Grayuna. Khopyor, S.N, 1984, Konsep Dasar Kimia Analisis.Jakarta :Universitas Indonesia.

Cx : Absorban = 0.0555 Konsentrasi = 5,4091 ppm