Anda di halaman 1dari 23

SENYAWA ADRENERGIK Struktur umum:Senyawa adrenergik adalah senyawa yang dapat menghasilkan efek serupa denganrespons akibat rangsangan

pada sistem saraf adrenergik. Disebut juga dengan namaadrenomimetik, perangsang adrenergik, simpatomimetik atau perangsang simpatetik.Sistem saraf adrenergik adalah cabang sistem saraf otonom dan mempunyaineurotransmitter yaitu norepinefrin.Sintesis Epinefrin HOOHCH-CH-NH-R R HO

Efek samping senyawa adrenergik sangat bervariasi:1. Sebagai vasopresor dan bronkodilator dapat menyebabkan sakit kepala, kecemasan,tremor, lemah dan palpitasi.2. Sebagai dekongestan hidung yang digunakan secara local dapat menyebabkan rasa pedih, terbakar atau kekeringan mukosa.3. Sebagai obat mata setempat menyebabkan iritasi, penglihatan kabur, hyperemia danalergi konjungtivitas.4.

Kelebihan dosis dapat menyebabkan kejang, aritmia jantung, dan perdarahan otak,sedang padapenggunaan jangka panjang menimbulkan hipertropi jaringan. Efek adrenomimetik dapat ditimbulkan oleh penggunaan obat-obat berikut:1. Penghambat monoamin oksidase (MAO), dapat menurunkan metabolismenorepinefrin bebas dan menyebabkakn penumpukan norepinefrin di otak dan jaringanlain. Contoh: pargilin dan tranilsipromin.2. Kokain, desipramin, imipramin, klorfeniramin dan klorpromazin, dapat memblok transport aktif dari cairan luar sel ke mobie pool I sitoplasma, menghambat pemasukan norepinefrin pada membran akson presinaptik, sehingga senyawa tetapa ktif.3. Senyawa adrenomimetik, dapat mengaktifkan dan -reseptor.4. Tiramin dan efedrin, dapat mengganti norepinefrin dai mobile pool I sitoplasma,menghasilkan efek simpatomimetik.5. Pirogalol, katekol dan4-metiltropolon, dapat menghambat enzim katekol-o-metiltransferase (COMT). Sistem saraf menghasilkan 2 tipe respons, yaitu:a. Respon -adrenergik, secara umum dapat menimbulkan rangsangan atauvasokonstriksi otot polos, tetapi kemungkinan juga menimbulkan respons penghambatan, seperti relaksasi otot polos usus. b. Respon -adrenergik, secara umum dapat menimbulkan respons penghambatan,seperti relaksasi otot polos dan vasodilatasi otoy rangka, tetapi kemungkinan jugamenimbulkan rangsangan, seperti meningkatkan konstraksi dan kecepatan jantung HUBUNGAN STRUKTUR DAN AKTIVITAS Struktur yang diperlukan untuk memberikan aktivitas agonis pada reseptor adrenergik adalah sebagai berikut :a.

Struktur induk feniletilamin. b. Substituen 3 hidroksi fenolat pada cincin atau yang lebih baik adalah substituen3,4 dihidroksi fenolat pada cincin.c. Gugus -hidroksi alifatik mempunyai stereokimia yang sebidang dengan gugushidroksi fenolat.d. Substituen yang kecil (R=H,CH 3 , atau C 2 H 5 ) dapat dimasukkan dalam atom Ctanpa mempengaruhi aktivitas agonis.e. Atom N paling sedikit mempunyai satu atom hidrogen (R=H atau gugus alkil) Reseptor yang terlibat dalam respon saraf adrenergik adalah reseptor -adrenergik dan reseptor -adrenergik.a. Gugus hidroksi fenolat membantu interaksi obat dengan sisi reseptor -adrenergik melalui ikatan hidrogen atau kekuatan elektrostatik. Hilangnya gugus ini menyebabkan menurunnya aktivitas -adrenergik, tetapi tidak mempengaruhi aktivitas -adrenergik. b. Gugus hidroksi alkohol dalam bentuk isomer (-) dapat mengikat reseptor secaraserasi melalui ikatan hidrogen atau kekuatan elektrostatik. Atom C seri feniletilamin yang dapat membentuk karbokation juga menunjang interaksi obatreseptor.c. Adanya gugus amino juga penting terutama untuk aktivitas -adrenergik, karenadalam bentuk kationik dapat berinteraksi dengan gugus fosfat reseptor yang bersifat anionik. Penggantian gugus amino dengan gugus OCH 3 akanmenghilangkan aktivitas adrenergik.d. Adanya substituen gugus alkil yang besar pada atom N akan meningkatkan afinitas senyawa terhadap -

reseptor dan menurunkan afinitasnya terhadap -reseptor.e. Peran Rstereoselektivitas terlihat lebih besar pada -reseptor. agonis dan -antagonis mempunyai struktur mirip seperti yang terlihat pada struktur isoproterenol, tipe perangsang -adrenergik, dan propanolol, tipe pemblok adrenergik. Molekul senyawa adrenomimetik bersifat lentur dan dapat membentuk konformasi cisdan trans. Penelitian dengan analog dopamin menunjukkan bahwa bentuk konformasitrans yang memanjang berinteraksi lebih baik dengan reseptor dan -adrenergik dibanding bentuk konformasi cis yang tertutup.Hubungan struktur dan aktivitas senyawa -agonis didapatkan bahwa : a. Pemasukan gugus metil pada atom C rangka feniletilamin akan meningkatkan selektivitas terhadap . b. Penghilangan gugus 4-OH dari cincin aromatik, secara drastis meningkatkan selektivitasterhadap 1 -reseptor. c. Penghilangan gugus 3-OH dari cincin aromatik, pada banyak kasus dapat meningkatkanselektivitas terhadapd. Semua turunan imidazolin menunjukkan selektivitas yang lebih baik terhadap 2 reseptor dan aktivitasnya akan lebih besar bila ada substituen pada posisi 2 dan 6 cincin aromatik. Obat adrenergik, yang juga sebagai amin simpatomimetik, mempunyai struktur dasar

-feniletilamin, yang terdiri dari inti aromatis berupa cincin benzen dan bagian alifatis berupa etilamin. Substitusi dapat dilakukan pada cincin benzen maupun pada atom C, atom C , dan gugus amino dari etilamin. 1. Substitusi pada cincin benzen dan pada atom C .a. Amin simpatomimetik dengan substitusi gugus OH pada posisi 3 dan 4 cincin benzen disebut katekolamin (o-dihidroksibenzen disebut katekol). Sebstitusi pada gugus O H yang polar pada cincin benzen atau pada atom C mengurangi kelarutan obat dalam lemak dan memberikan aktivitas untuk bekerja langsung pada reseptor adrenergik di perifer. Karena itu, obatadrenergik yang tidak mempunyai gugus OH pada cincin benzen maupun padaatom C (misalnya amfetamin, metamfetamin) mudah menembus sawar darah otak sehingga menimbulkan efek sentral yang kuat. Disamping itu, obat-obat ini kehilangan aktivitas perifernya yang langsung, sehingga kerjanya praktis hanya secara tidak langsung. b. Katekolamin dengan gugus OH pada C (misalnya epinefrin, norepinefrindan isoprenalin) sukar sekali masuk SSP sehingga efek sentralnya minimal.Obat-obat ini bekerja secara langsung dan menimbulkan efek perifer yangmaksimal 5 . Substitusi yang bersifat levorotatory pada atom C disertai aktivitas perifer yang lebih kuat. Dengan demikian, L-epinefrin dan L-norepinefrin mempunyaiefek perifer > 10 kali lebih kuat daripada isomer dekstonya. b. Substitusi yang bersifat dextrorotatory pada atom C menyebabkan efek sentral yang lebih kuat, misalnya d-amfetamin mempunyai efek sentral lebihkuat daripada L-amfetamin. C.

PENGGOLONGAN BERDASARKAN MEKANISME KERJA Berdasarkan mekanisme kerjanya senyawa adrenergik dibagi menjadi 3 kelompok yaituadrenomimetik yang bekerja langsung, yang bekerja tidak langsung dan yang bekerjacampuran1. Adrenomimetik yang bekerja langsungGolongan ini bekerja secara langsung, yaitu membentuk kompleks dengan reseptor khas. Adrenomimetik yang bekerja langsung mempunyai gambaran struktur sebagai berikut :a. Sistem cincin aromatik yang mempunyai 6 atom. b. Atom N pada rantai samping etilamin yang bermuatan positif pada pH fisiologis.c. Perluasan rantai samping etilamin selalu berorientasi tegak lurus dengan sistemcincin aromatik.d. Gugus hidrofil dan hidrofob pada sisi molekul, sebagai konsekuensi dari gugus -hidroksi berorientasi pada sisi yang sama (cis) dengan gugus meta-hidroksi fenolatcincin aromatik.e. Atom C pada konfigurasi R -mutlak.Struktur umum:Struktur senyawa adrenomimetik yang bekerja langsung: Norepinefrin Epinefrin Fenilefrin MetaraminolIsoproteranol Isoetarin Metaproterenol HOOHCH-CH-NH-R 2 HO R 1

. Substitusi yang bersifat levorotatory pada atom C disertai aktivitas perifer yang lebih kuat. Dengan demikian, L-epinefrin dan L-norepinefrin mempunyaiefek perifer > 10 kali lebih kuat daripada isomer dekstonya. b. Substitusi yang bersifat dextrorotatory pada atom C menyebabkan efek sentral yang lebih kuat, misalnya d-amfetamin mempunyai efek sentral lebihkuat daripada L-amfetamin. C.

PENGGOLONGAN BERDASARKAN MEKANISME KERJA Berdasarkan mekanisme kerjanya senyawa adrenergik dibagi menjadi 3 kelompok yaituadrenomimetik yang bekerja langsung, yang bekerja tidak langsung dan yang bekerjacampuran1. Adrenomimetik yang bekerja langsungGolongan ini bekerja secara langsung, yaitu membentuk kompleks dengan reseptor khas. Adrenomimetik yang bekerja langsung mempunyai gambaran struktur sebagai berikut :a. Sistem cincin aromatik yang mempunyai 6 atom. b. Atom N pada rantai samping etilamin yang bermuatan positif pada pH fisiologis.c. Perluasan rantai samping etilamin selalu berorientasi tegak lurus dengan sistemcincin aromatik.d. Gugus hidrofil dan hidrofob pada sisi molekul, sebagai konsekuensi dari gugus -hidroksi berorientasi pada sisi yang sama (cis) dengan gugus meta-hidroksi fenolatcincin aromatik.e. Atom C pada konfigurasi R -mutlak.Struktur umum:Struktur senyawa adrenomimetik yang bekerja langsung: Norepinefrin Epinefrin Fenilefrin MetaraminolIsoproteranol Isoetarin Metaproterenol HOOHCH-CH-NH-R 2 HO R 1

2. Adrenomimetik yang bekerja tidak langsungKelompok adrenomimetik ini bekerja dengan melepaskan katekolamin, terutamanorepinefrin, dari granul-granul penyimpanan di ujung saraf simpatetik ataumenghambat pemasukan norepinefrin pada membran saraf.Struktur umum:HSA :a. Mempunyai gugus fenil, yang kemungkinan dapat diganti dengan gugus aromatik lain atau gugus alkil dan sikloalkil. b. Tidak mempunyai gugus hidroksi fenolat pada posisi 3 dan 4. Hal ini dapatmeningkatkan absorbsi obat pada pemberian secara oral dan meningkatkan penetrasi obat dalam SSP.c. Gugus hidroksi benzil atau -hidroksialkohol, mungkin ada atau tidak. Obat yangtidak mengandung gugus hidroksi alkohol bersifat kurang polar sehingga lebihmudah menembus sawar darah otak.d. Kemungkinan mengandung gugus metil pada C yang dapat meningkatkan aktivitas pada pemberian secara karena menimbulkan efek halangan ruangterhadap gugus amin. e.

Gugus nitrogen amino kemungkinan amin primer atau sekunder atau dapat pulamerupakan suatu bagian dari cincin heterosiklik.Struktur senyawa adrenomimetik yang bekerja tidak langsung:Efedrin Fenilpropanolamin Amfetamin MetamfetaminFentermin Klorfentermin Mefentermin3. Adrenomimetik yang bekerja campuranAdrenomimetik yang bekera campuran dapat menimbulkan efek melalui pengaktifanadrenoseptor dan melepaskan katekolamin dari tempat penyimpanan ataumenghambat pemasukan katekolamin.Contoh: efedrin, fenilpropanolamin, metaraminol dan oktopamin. Tabel 1. Lokasi adrenoseptor dan respons yang ditimbulkannya Sel, organ dan sistem yangdipengaruhiTipeadrenoseptorRespons yang ditimbulkan Jantung 1 > 2 1 1 1 Meningkatkan automatisitasMeningkatkan kecepata konduksiMeningkatkan ekstabilitasMeningkatkan kekuatan kontraksiSaluran darah 1 2 Kontriksi arteri dan venaDilatasi arteri koroner Dilatasi dari kebanyakan arteriParu 2 > 1 BronkokontriksiBronkodilatasiOtot rangka 2 Meningkatkan kekuatan dan memperpanjangkontraksi dari otot yang berkontraksi cepatMenurunkan kekuatan dan lama kontraksi dariotot yang berkontraksi lambatOtot polos-

UterusMataUsus 2 1 RelaksasiMidriasisRelaksasiSel mast Memperbesar pelapasan mediator anafilaksisMenghambat pelepasan mediator anafilaksisPlatelet 2 , Meningkatkan agregasiMetabolismeGlukoneogenesisGlikogenolisisLipolisis (adiposit putih)Kalorigenesis (adipositcoklat) (hati) 1 (jantung) 2 (otot rangka) 1 1

MeningkatkanMeningkatkanMeningkatkanMeningkatkanMeningkatkanMeningkatkanSekresi hormonGlukogonInsulinParatiroidRenin 2 2 1 MeningkatkanMenghambatMeningkatkanMeningkatkanMeningkatkanPelepas neurotransmitter AsetilkolinNoradrenalin 2 (? 2 )Memudahkan (penghubung saraf otot rangka)Menghambat (simpatetik dari ganglia dan usus)MenghambatMemudahkan D. PENGGOLONGAN BERDASARKAN EFEK FARMAKOLOGIS 1. Vasopresor Vasopresor digunakan untuk pengobatan syok, dengan cara mengembagkan jaringan perfusi. Contoh: dobutamin HCl, isoproterenol HCl, metaraminol bitartrat, fenilefrinHC l dan norepinefrin bitartrat. 2.

Bronkodilator Beberapa senyawa ya ng mengaktikan -reseptor, mempunyai kekhasan tinggi terhadap 2 -reseptor, dapat menyebabkan relaksasi otot polos bronki sehinggadigunakan sebaai bronkodilator. Contoh: albuterol sulfat, terbutalin sulfat,klenbuterol, metaproterenol sulfat, fenoterol HBr, heksoprenalin sulfat, prokaterolHCL, efedrin, pseudoefedrin, epinefrin dan metoksifenamin.3. Dekongestan Senyawa adrenomimetik tertentu dapat merangsang -reseptor pada otot polosvaskular, menyebabkan vasokontriksi arteriola pada mukosa hidung dan mengurangialiran darah pada daerah yang bengkak. Contoh: efedrin HCl, epinefrin, nafazolin HCldan tetrahidrozolin HCl.Beberapa senyawa dapat digunakan setempat sebagai dekongestan mata karenamenimbulkan efek vasokontriksi, midriasis dan menurunkan tekanan dalam mata.Biasanya digunakan untuk mengontrol perdarahan selama operasi mata, pengobatan beberapa penyakit mata dan untuk membuat mata menjadi jernih. Contoh: dipiverin HCl, efedrin sulfat, epinefrin HCl, fenilefrin HCl, nafazolin HCl dan tetrahidrozolinHCl.4. Midriatik Efek midriasis dari senyawa adrenomimetik tibul karena dapat menyebabkan kontraksi otot pelebar pupil mata. Midriatik yang bekerja secara langsung pada -reseptor adalah epinefrin dan fenilefrin, sedangkan metoksiamfetamin bekerja secaratidak langsung dengan melepaskan norepinefrin dari tempat penyimpananintraneuronal. Daftar pustaka Siswandono, Soekardjo, B, 2008, Kimia Medisinal, Jilid 2, Airlangga University Press,Surabaya.Ganiswara, Sulistia G(Ed), 1995, Farmakkologi dan Terapi, Edisi 4, Fakultas Kedokteran UI,Jakarta

Beri Nilai