Anda di halaman 1dari 14

Koass Interna

DEFINISI
Komplek gejala berupa sakit di dada atau daerah

sekitarnya yang berulang, yang berhubungan dengan iskemia, atau disfungsi miokard tetapi tidak mengalami nekrosis yang khas.

ETIOLOGI

Ateriosklerosis Spasme arteri koroner Anemia berat Aorta Insufisiensi

FAKTOR RESIKO
Dapat Diubah (dimodifikasi) Diet (hiperlipidemia) Rokok Hipertensi Stress Obesitas Kurang aktifitas Diabetes Mellitus Pemakaian kontrasepsi oral Tidak dapat diubah Usia Jenis Kelamin Ras Herediter Kepribadian tipe A

FAKTOR PENCETUS

Emosi Stress Kerja fisik terlalu berat Hawa terlalu panas dan lembab Terlalu kenyang Banyak merokok

PATOFISIOLOGI

-Aterosklerosis --spase pembuluh darah

Pajanan terhadap dingin Vasokonstriksi pembuluh darah

stress

Latiha n fisik Kebutuhan O2 jantung meningkat

Adrenalin meningkat

Aliran O2 arteri koronaria menurun Jantung kekurangan O2 Iskemia otot jantung Kontraksi miokardium Penurunan curah jantung NYERI DADA Pembentukan asam laktat oleh miokardium Makan makanan berat Aliran O2 meningkat ke mesenterikus

Aliran O2 ke jantung turun

Angina pectoris stabil Gejala keluhan telah timbul > 60 hari Tanpa ada perubahan berat, lama, frekuensi dan faktor presipitasi sakit dada Serangan sakit dada mudah sembuh dengan istirahat atau pemberian nitrat Pada EKG ditemukan depresi segmen ST

Angina pectoris tidak stabil Timbul baru < 60 hari, yang cukup berat dan atau frekuensinya >3x sehari Bentuk makin memberat : frekuensi dan beratnya sakit, faktor presipitasi lebih ringan setelah serangan Angina yang dapat timbul dengan kerja minimal atau bahkan waktu istirahat Angina yang terjadi setelah serangan AMI

Canadian Cardiovascular Society Membagi Angina Pectoris :


Class I aktivitas fisik biasa / sehari-hari tidak menimbulkan angina. Angina timbul pada keadaan fisik berat, cepat, tergesa-gesa, kegiatan fisik lama dalam pekerjaan atau rekreasi Class II Pembatasan ringan kegiatan fisik sehari-hari. Angina timbul apabila jalan atau naik tangga dengan cepat, naik bukit, jalan dengan emosi atau stress, jalan atau naik tangga sesudah makan, udara dingin Class III Pembatasan bermakna dari aktivitas sehari-hari, angina sudah timbul pada jalan mendatar jarak dekat atau naik tangga pada kondisi normal Class IV Aktivitas fisik sehari-hari selalu disertai angina. Angina dapat timbul pada keadaan istirahat

Anamnesis
Rasa sakit berat atau menekan, kadang berupa panas, diremas, ditusuk Lokasinya retrosternal Durasi sakit < 20 menit ( berkisar 1-2 menit atau 5 menit). Jika > 20

menit dicurigai AMI Radiasinya ke leher, dagu, bahu, lengan kiri, terutama permukaan ulnar (sisi medial) lengan dan tangan kiri. Selain itu juga dapat menjalar ke sisi kanan, rahang, epigastrium, dan punggung Keluhan lain : sesak nafas, diaforesis, takit dan lelah Faktor presipitasi : olahraga / kerja, stress, emosi, hawa dingin, makan kenyang, dll Ambang timbul gejala variabel berbeda-beda untuk tiap penderita Timbul dan hilangnya sakit akan bertambah intensitasnya menjadi maksimum dalam beberapa menit, hilang dengan istirahat atau nitrat

Pemeriksaan fisik
Biasanya normal. Yang ditemukan adalah kelainan

jantung yang mendasari Irama gallop S3 saat serangan

PEMERIKSAAN PENUNJANG EKG : saat serangan ada perubahan segmen ST (ST depresi, ST
elevasi, dan T inverted) Lab : CKMB, SGOT, LDH (serial) normal. Akan meningkat pada AMI kimia darah untuk tahu faktor resiko (GDS, kolesterol total, HDL dan LDL kolesterol, trigliserid, asam urat, Lpa (lipoprotein a) Ro thoraks Coronary arteriography Exercise stress test Pharmacological test

Penatalaksanaan
Angina pectoris stabil
Angina pectoris tidak stabil
Terangkan dan beri pengertian tentang penyakitnya Cari dan perbaiki faktor resiko Perbaiki keadaan yang menaikkan kebutuhan O2 jantung Adaptasi terhadap aktivitas Obat : blocker

Rawat inap Bed rest total, tenang Berikan oba sedasi ringan / anxyolitic Posisi duduk Oksigenasi dengan O2 4-6 lt/menit Monitor EKG 24 jam/hari Pasang infus stand by D5% atau NaCl 0.9%

Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai