Anda di halaman 1dari 15

LABORATORIUM LINGKUNGAN ANALISA PASIR

Disusun oleh : Nevya Rizki Irawan Widi Pradipta Zulfikar Ade Ryane Tamara Chandra Lestari Asih ( 21080110110017 ) ( 21080110130039 ) ( 21080110141009 ) ( 21080110141010 ) ( 21080110141053 )

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO 2011

Kata Pengantar
Puji dan syukur kami ucapakan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas tuntunan-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun sebagai tugas dari mata kuliah Laboratoriu Lingkungan. Dalam makalah ini kami membahas tentang Analisa Pasir. Pasir sendiri merupakan contoh bahan material yang berbentuk butiran. Dalam makalah ini pasir yang kami bahas adalah pasir yang digunakan dalam proses filtrasi. Pokok pembahasannya akan dibahas lebih lanjut dalam makalah ini. Kami menyusun makalah ini dengan urut dan rinci sehingga mempermudah dalam pemahaman materi, dan memiliki ketertarikan untuk mempelajari materi ini lebih lanjut. Sungguh merupakan suatu kebanggaan apabila makalah ini bermanfaat dan terpakai sesuai fungsinya, dan pembaca dapat menngerti dengan jelas apa yang dibahas dalam makalah ini. Segala kritikan dan saran yang membangun, sungguh sangat diharapkan demi memperbaiki pembuatan makalah di kemudian hari.

Semarang, 04 Oktober 2011

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pasir adalah contoh bahan material butiran. Butiran pasir umumnya berukuran antara 0,0625 sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur. Pasir tidak dapat di tumbuhi oleh tanaman, karena rongga-rongganya yang besar-besar. Dalam makalah ini, pasir yang akan dibahas adalah pasir yang digunakan dalam proses filtrasi. Proses filtrasi sendiri merupakan proses pengolahan dengan cara mengalirkan air limbah melewati suatu media filter yang disusun dari bahan-bahan butiran dengan diameter dan tebal tertentu. Media filter yang umum digunakan sebagai filter adalah pasir. Pada bab selanjutnya akan dijelaskan macam-macam pasir serta kriteria media pasir dalam proses filtrasi

BAB II ISI
2.1 Pengertian Pasir
Pasir adalah contoh bahan material butiran. Butiran pasir umumnya berukuran antara 0,0625 sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur. Pasir tidak dapat di tumbuhi oleh tanaman, karena rongga-rongganya yang besar-besar.

2.2 Macam Macam Media Pasir Yang digunakan Dalam Proses Filtrasi
a. Ferrolite

Ferrolite adalah media filter yang digunakan untuk menurunkan/menghilangkan kandungan zat besi (Fe) yang terlalu tinggi dalam air. Kandungan zat besi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan air menjadi kuning bahkan merah dan air berbau menyengat (bau besi). Ferrolite ini dapat dipergunakan untuk media penyaringan air PAM/air sumur bor. Kemasan : zak. Berat : 20 Liter.

b. Pasir Aktif

Pasir Aktif ini berwarna hitam dan direkomendasikan untuk menyaring air sumur bor dan sejenisnya. Masa pemakaian sangat tergantung dari kondisi air, semakin rendah

kualitas air baku maka semakin cepat masa penggantiannya. Namun pada umumnya masa pemakaian adalah 1 tahun. Kemasan : zak. Berat : 25 kg. c. Resin Softener

Resin Softener ini berguna untuk menurunkan kandungan kapur dalam air. Biasa dipergunakan untuk usaha depot air minum isi ulang ataupun lainnya. Penempatan Resin Softener ini didalam housing filter 10. d. Resin Cation & Resin Anion

(Resin Cation (gb.kiri) & Resin Anion (gb.kanan)) Resin Kation biasa dipergunakan untuk industri air minum, baik usaha Air Minum Isi Ulang maupun Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Butiran Resin Kation ini sangat halus sehingga dibutuhkan tabung dengan desain khusus dan berbeda dengan sistem tabung filter air biasa. Satuan : 25 liter/zak Resin Anion biasa dipergunakan untuk industri air minum dan dipadukan dengan Resin Kation yang berguna untuk menurunkan TDS. Penggunaan Resin Anion dan Kation menggunakan instalasi dan aturan khusus. Satuan : 25 liter / zak

e. Pasir Ziolit/zeolit

Pasir Ziolit/zeolit ini berfungsi untuk penyarinagan air dan mampu menambah oksigen dalam air. Pasir Ziolit juga biasa digunakan untuk tambak udang. Karena juga berfungsi untuk menambah oksigen dalam air, pasir ziolit lebih maksimal bekerja jika ditempatkan dalam bak terbuka. Berat : 50 kg. Kemasan : Karung/zak. f. Pasir Mangaan / Manganese Green Sand

Pasir Mangaan ini bewarna merah dan digunakan untuk menurunkan kadar zat besi / logam berat dalam air. Masa pakai 3 s/d 12 bulan (tergantung pemakaian dan kondisi air). Ciri-ciri air berkadar besi tinggi : - Bila air diendapkan semalam makan akan berubah merah/kemerahan - Lantai/dinding yang dilewati air tsb bewarna merah - Air berbau (bangar) Berat : 25 liter / 31 kg. Kemasan : Karung / zak

g. Pasir Silika

Pasir Silika digunakan untuk menyaring lumpur, tanah dan partikel besar / kecil dalam air dan biasa digunakan untuk penyaringan tahap awal. Selain untuk penyaringan air, pasir silika juga biasa dipergunakan untuk pembuatan gelas/kaca, bahan campuran semen, blasting pipa (sand blasting) dan lainnya. Berat : 50 kg/zak. Kemasan : karung / zak. h. Karbon Aktif

Karbon aktif / arang aktif adalah suatu jenis karbon yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Hal ini bisa dicapai dengan mengaktifkan karbon atau arang tsb. Hanya dengan satu gram dari karbon aktif akan didapatkan suatu material yang memiliki luas permukaan kira-kira sebesar 500m2 ( didapat dari pengukuran adsorpsi gas hidrogen) semakin besar luas permukaan semakin besar daya absorpsinya. Karbon aktif banyak digunakan untuk water treatment, gas purifier, dan Proses proses adsorpsi. Karbon aktif dengan iodine number mulai 800 sampai dengan 1000. Ukuran : 825 mesh, 830 mesh, 612 mesh. Atau sesuai permintaan.

2.3 Macam Macam Saringan Pasir


Media filter yang umum digunakan sebagai filter adalah pasir. Menurut kecepatan dan mekanisme pengalirannya, saringan pasir dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Saringan pasir cepat

Filter pasir cepat atau rapid sand filter adalah filter yang mempunyai kecepatan filtrasi berkisar 4 hingga 21 m/jam. Filter ini selalu didahului dengan proses koagulasi-flokulasi dan pengendapan untuk memisahkan padatan tersuspensi. Jika kekeruhan pada influen filter pasir cepat berkisar 5-10 NTU maka efisiensi penurunan kekeruhannya dapat mencapai 90-98%

2.

Saringan pasir lambat

Filter pasir lambat atau slow sand filter adalah filter yang mempunyai kecepatan filtrasi lambatm yaitu sekitar 0,1 hingga 0,4 m/jam. Kecepatan yang lebih lambat ini disebabkan oleh ukuran media pasir yang lebih kecil (effective size=0,15-0,35 mm0.

2.4 Media Filter dan Distribusi Media


Bagian filter yang berperan penting dalam melakukan penyaringan adalah media filter. Media filter dapat tersusun dari pasir silika alami, anthrasit atau pasir garnet. Media ini umumnya memiliki variasi dalam ukuran, bentuk dan komposisi kimia. Pemilihan media filter yang akan digunakan dilakukan dengan analisa ayakan (sieve analysis). Hasil ayakan suatu media filter digambarkan dalam kurva akumulasi distribusi untuk mencari ukuran efektif (effective size) dan keseragaman media yang diinginkan (dinyatakan sebagai uniformity coefficient). Effectife size ( ES) atau ukuran efektif media filter adalah ukuran meida filter bagian atas yang dianggap paling efektif dalam memisahkan kotoran yang besarnya 10% dari total kedalaman lapisan media filter atau 10% dari fraksi berat, ini sering dinyatakan sebagai d10 (diameter paa presentil 10)

Uniformity coefficient (UC) atau koefisien keseragaman adalah angka keseragaman media filter yang dinyatakan dengan perbandingan antara ukuran diameter pada 60% fraksi berat terhadap ukuran efektif. d60 adalah diameter butiran pada presentl 60. Berdasarkan jenis dan jumlah media yang digunakan dalam penyaringan, media filter dikategorikan menjadi: 1. 2. Single media : satu jenis media seperti pasir silika atau dolomit saja. Dual media : digunakan pasir silica dan anthrasit. Filter dual media sering digunakan filter dengan media pasir kwarsa di lapisan bawah dan anthrasit pada lapisan atas 3. Multi media : digunakan pasir silica, anthrasit, dan garnet atau dolomit. Kriteria nilai ukuran efektif dan keseragaman media untuk beberapa jenis dan jumlah media filter dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Karakteristik I. Single media A. Media pasir Kedalaman (mm) ES (mm) UC B. Media anthrasit Kedalaman (mm) ES (mm) UC C. Rate Filtrasi II. Dual Media A. Anthrasit kedalaman (mm) ES (mm) UC B. Pasir kedalaman (mm) ES (mm) UC C. Rate filtrasi III. Multi Media

nilai rentang

tipikal

610-760 0.35-0.70 <1.7 610-760 0.70-0.75 <1.75 1.36-3.40

685 0.6 <1.7 685 0.75 <1.75 2.72

460-610 0.9-1.1 1.6-1.8 150-205 0.45-0.55 1.5-1.7 2.04-5.44

610 1.0 1.7 150 0.5 1.6 3.4

A. Anthrasit kedalaman (mm) ES UC B. Pasir kedalaman ES UC C. Garnet kedalaman ES UC D. Rate Filtrasi

420-530 0.95-1.0 1.55-1.75 150-230 0.45-0.55 1.5-1.65 75-115 0.20-0.35 1.6-2.0 2.72-6.80

460 1.0 <1.75 230 0.50 1.60 75 0.20 <1.6 4.08

Tabel 1.1 Kriteria Perencanaan Media Filter untuk Pengolahan Air Minum Bila suatu stok pasir tidak memenuhi kriteria, maka harus dilakukan pemilihan ukuran hingga memenuhi kriteria tersebut. Perhitungan presentase pasir yang dapat digunakan, pasir yang terlalu kecil, pasir yang terlalu besar dapat dihitung sebagai berikut : Presentase stok pasir yang dapat digunakan: Puse = 2 (Pst60-Pst10) Presentase pasir yang terlalu kecil: Pf = Pst10 0.1 Puse = Pst10 0.2 (Pst60-Pst10) Presentase ukuran pasir yang terlalu besar: Pc = 100 Pf Puse Keterangan : Pst10 adalah presentase pasir stok yang memenuhi ES sesuai kriteria yang diminta Pst60 adalah presentase pasir stok yang memenuhi ES x UC sesuai kriteria yang diminta Setelah dilakukan pemilihan ukuran butiran pasir stok, maka pasir stok dapat digunakan sebagai media filter yang memenuhi kriteria. (3.3) (3.2) (3.1)

2.5 Penggunaan Pasir Sebagai Media Filtrasi Air

Media filter (yang sudah dicuci terlebih dahulu dengan air) dari bagian atas masingmasing casing dengan langkah dan komposisi: 1. Batu gravel hitam ukuran 1cm-1.5 cm kedalam casing dengan ketebalan 5cm. 2. Pasir silica ukuran 2.5mm kedalam casing dengan ketebalan 10cm. 3. Pasir zeolit ukuran 2.5mm kedalam casing dengan ketebalan 15cm. 4. Carbon active ukuran 1.5mm kedalam casing dengan ketebalan 15cm. 5. Dan yang terakhir untuk lapisan media yang paling atas kita tambahkan pasir silica

Ukuran 1 mm kedalaman casing dengan ketebalan 15 cm

BAB III PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Pasir adalah contoh bahan material yang berbentuk butiran berukuran 0,0625 sampai 2 milimeter. Dalam pengolahan limbah pasir sering digunakan dalam proses filtrasi. Ada berbagai macam media pasir yang digunakan dalam proses filtrasi yaitu mulai dari ferrolite, pasir aktif, pasir softener, resin kation dan resin anion, pasir ziolit, pasir mangaan, pasir silika dan karbon aktif. Dari macam jenis pasir tersebut memiliki kegunaan masing masing. Pasir merupakan media filter yang sangat penting dalam proses filtrasi.

4.2 Saran
Dalam melakukan filtrasi lebih baik melihat dulu apa yang dialami oleh limbah atau air, misalnya kekeruhan, bau, warna dll. Karena media filtrasi seperti pasir memiliki macam macam yang beragam dan kegunaan yang berbeda- beda.

DAFTAR PUSTAKA

http://ehsablog.com/saringan-pasir-lambat-dan-pasir-cepat.html http://smk3ae.wordpress.com/2009/01/19/bahan-%E2%80%93-bahan-media-filtrasi-2/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pasir http://www.purewatercare.com/pasir_silika.php?pasir,silika http://www.scribd.com/doc/55944146/Penjernihan-Air-Dengan-Cara