Anda di halaman 1dari 32

Obesitas

Kelompok 4 Tutor : dr. Dewi Martha Indria

Fisiologis Pengaturan Nafsu Makan

Obesitas
adalah keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan daripada yang diperlukan untuk fungsi tubuh.

Klasifikasi Obesitas
Obesitas secara umum digolongkan menjadi 3 kelompok: 1. Obesitas ringan : kelebihan berat badan 2040% 2. Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100% 3. Obesitas berat : kelebihan berat badan >100%.

Menurut WHO, umumnya Obesitas dapat dibagi atas dua kelompok besar, yaitu Obesitas tipe Android Obesitas tipe Gynoid.

Penyebab
Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor : Faktor Genetik Faktor Lingkungan Faktor psikis. Faktor kesehatan. Faktor Perkembangan Aktivitas fisik.

Manifestasi Klinis
Pertumbuhan berjalan dengan cepat atau pesat disertai adanya ketidakseimbangan antara peningkatan berat badan yang berlebihan dibandingkan dengan tinggi badannya Jaringan bawah kulit menebal sehingga tebal lipatan kulit lebih daripada yang normal

Bentuk pipi lebih tembem, hidung dan mulut tampak relative lebih kecil mungkin disertai dengan bentuk dagunya yang berganda (moon face) Pada dada terjadi pembesaran payudara yang dapat meresahkan bila terjadi pada anak laki-laki Perut membesar menyerupai bandul lonceng, dan kadang disertai garis-gareis putih atau ungu (striae)

Pubertas pada anak laki-laki terjadi pada awal, dan akibatnya pertumbuhan kerangka lebih cepat berakhir sehingga tingginya pada masa dewasa relative lebih pendek Lingkar lengan atas dan paha lebih besar dari normal, tangan relative lebih kecil dan jari-jari bentuknya meruncing Dapat terjadi gangguan psikologis berupa: gangguan emosi, sukar bergaul, senang menyendiri, dan sebagainya

Pada kegemukan yang berat mungkin terjadi gangguan jantung dan paru-paru yang disebut syndrome pickwickian dengan gejala sesak nafas, cyanosis, perbesaran jantung dan kadang-kadang penurunan kesadaran.

Cara Diagnosa
BMI (Body mass index) BMI adalah berat badan seseorang dalam kilogram (kg) dibagi dengan tinggi dalam meter kuadrat (m2). Rumus : BMI = BB(kg)/TB (m)2

Mengukur ratio lingkar pinggangpinggul Untuk menentukan rasio caranya dengan membagi ukuran pinggang dengan ukuran pinggul.

Tabel ratio ukuran lingkar pinggangpanggul:

Skin fold Mengukur lemak tubuh dapat dilakukan dengan pengukuran ketebalan lipatan kulit. Pengukuran dapat dilakukan di 3 hingga 9 tempat yang berbeda di tubuh misalnya di otot trisep, bisep, subscapular, abdominal dan supraspinal. Alat yang digunakan ada caliper.

Pemeriksaan Laboratoris
Gula darah puasa Serum lipid Kreatinin Jika ada resiko diabetes atau sedang menderita diabetes maka dilakukan tes HbA1C dan urinalisis untuk mengetahui protein pada urin Jika terdapat resiko penyakit jantung atau hipertensi maka dilakukan tes EKG

Patofisiologi

Komplikasi
Obesitas meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti: Diabetes tipe 2 (timbul pada masa dewasa) Tekanan darah tinggi (hipertensi) Stroke Serangan jantung (infark miokardium) Gagal jantung

Kanker (jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar) Batu kandung empedu dan batu kandung kemih Gout dan artritis gout Osteoartritis Tidur apneu (kegagalan untuk bernafas secara normal ketika sedang tidur, menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah) Sindroma Pickwickian (obesitas disertai wajah kemerahan, underventilasi dan ngantuk).

Algoritma Terapi Obesitas

Terapi Farmakologi Pada Obesitas

Tatalaksana Non Farmakologi secara Holistik pada Obesitas


Menetapkan target penurunan berat badan Pengaturan diet Dalam pengaturan diet ini perlu diperhatikan tentang 1. Menurunkan berat badan dengan tetap mempertahankan pertumbuhan normal. 2. Diet seimbang dengan komposisi karbohidrat 5060%, lemak 20-30% dengan lemak jenuh < 10% dan protein 15-20% energi total serta kolesterol < 300 mg per hari.

3. Diet tinggi serat, dianjurkan pada anak usia > 2 tahun dengan penghitungan dosis menggunakan rumus: (umur dalam tahun + 5) gram per hari. Mengubah pola hidup/perilaku Terapi intensif Pengaturan aktifitas fisik

Tabel Jenis kegiatan dan jumlah kalori yang dibutuhkan :

Terapi Herbal Pada Obesitas


Teh Rosella (Hibiscus sabdariffa) Extrak rosella yang mengandung Antosianin mampu Mengurangi Peningkatan Bb melalui beberapa mekanisme : efek antihiperglikemi Penurunan kadar kolesterol plasma Inhibisi lipase gastik Stimulasi termogenesis

Inhibisi enzim fatty acid synthase Inhibisi differensiase adiposit melalui reseptor PPAR-gama Kandungan zat aktif HIBISCUS ACID 6-METHYL ESTER mampu menghambat aktifitas alfa amilase menurunkan absorbsi glukosa menurunkan kadar gula darah. Kandungan ASAM HIBISCUS memiliki aktifitas inhibisi sintesis trigliserida menurunkan kadar trigliserida.