Anda di halaman 1dari 6

NAMA NIM PRODI NO.

HP

: GALUH ARIKA ISTIANA : K3310037 : P.KIMIA ( B ) : 085728270159 TUGAS BIOKIMIA

NO. 7 PROTEIN ASAM LEMAK Hubungan antara protein dengan asam lemak yang melalui siklus asam sitrat, dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Gambar di atas melukiskan lintasan metabolism utama dan integrasinya di dalam sel parenkim hati, dengan penekanan khusus pada lokasi intraselnya.

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa asam amino dapat memasuki siklus asam sitrat yang terjadi di mitokondria melalui banyak jalan, diantaranya : 1. Asam amino yang diubah menjadi astil KoA bisa langsung mengalami lipogenesis membentuk asam lemak. 2. Asam amino yang diubah menjadi -ketoglutarat akan memasuki siklus asm sitrat, akan diubah menjadi suksinil KoA, lalu diubah menjadi fumarat, lalu menjadi oksaloasetat(keluar siklus asam sitrat). Kemudian akan diubah menjadi fosfoenol piruvat, lalu diubah lagi menjadi piruvat. Piruvat ini kemudian diubah menjadi Asetil KoA yang kemudian akan mengalami lipogenesis menjadi asam lemak. 3. Asam amino yang diubah menjadi suksinil KoA, akan memasuki siklus asam sitrat, diubah menjadi fumarat, lalu menjadi oksaloasetat(keluar siklus asam sitrat). Kemudian akan diubah menjadi fosfoenol piruvat, lalu diubah lagi menjadi piruvat. Piruvat ini kemudian diubah menjadi Asetil KoA yang kemudian akan mengalami lipogenesis menjadi asam lemak. 4. Asam amino yang diubah menjadi fumarat, akan memasuki siklus asam sitrat, lalu menjadi oksaloasetat (keluar siklus asam sitrat). Kemudian akan diubah menjadi fosfoenol piruvat, lalu diubah lagi menjadi piruvat. Piruvat ini kemudian diubah menjadi Asetil KoA yang kemudian akan mengalami lipogenesis menjadi asam lemak. 5. Asam amino yang langsung duiubah menjadi piruvat(tidak melalui siklus asam sitrat), akan diubah lagi menjadi asetil KoA yang kemudian akan mengalami lipogenesis menjadi asam lemak.

NO. 8 PROTEIN - KARBOHIDRAT Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan protein), tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energi. Tidak seperti karbohidrat dan lipid, asam amino memerlukan pelepasan gugus amin. Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh. Ada 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino, yaitu: 1. Transaminasi Enzim aminotransferase memindahkan amin kepada -ketoglutarat menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat 2. Deaminasi oksidatif Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion amonium

Setelah mengalami pelepasan gugus amin, asam-asam amino dapat memasuki siklus asam sitrat melalui jalur yang beraneka ragam.

Tempat-tempat masuknya asam amino ke dalam sikulus asam sitrat untuk produksi energi Hubungan antara protein dengan karbohidrat dapat dilihat dari gambar di bawah ini :

Dari gambar di atas, kita dapat mengetahui bahwa karbohidrat dapat dihasilkan oleh protein melalui siklus asam sitrat. Semua anggota utama siklus tersebut, mulai dari sitrat sampai oksaloasetat, potensial bersifat glukogenik karena dapat menghailkan produksi netto glukosa di dalam hepar atau ginjal, yaitu organ tubuh dengan perangkat enzim yang lengkap bagi gluconeogenesis. Enzim penting yang memperlancar proses pemindahan netto keluar dari siklus untuk masuk ke dalam lintasan utama gluconeogenesis adalah fosfoenolpiruvatkarboksikinase, yang mengkatalisasi dekarboksilasi oksaloasetat menjadi fosfoenol piruvat sementara GTP bertindak sebagai sumber fosfat energy tinggi. Oksaloasetat + GTP fosfoenolpiruvat + CO2 + GDP

Pemindahan netto ke dalam siklus terjadi sebagai hasil beberapa reaksi yang berbeda. Di antaranya yang paling penting adalah reaksi pembentukan oksaloasetat melalui karboksilasi piruvat yang di katalisasi oleh piruvat karboksilase. Reaksi ini dianggap penting untuk mempertahankan konsentrasi oksaloasetat yang memadai bagi reaksi kondensasi dengan Asetil KoA. Bila terjadi penumpukan Asetil KoA, unsur ini berfungsi sebagai activator alosterik enzim piruvat karboksilase dan dengan demikian menjamin pemasokan oksaloasetat. Laktat, yaitu substrat yang penting untuk gluconeogenesis, memasuki siklus asam sitrat melalui konversi menjadi piruvat dan kemudian oksaloasetat. Reaksi dengan enzim aminotransferase (transaminase) menhhasilkan piruvat dari alanine , oklsaloasetat dari aspartate, dan -ketoglutarat dari glutamate. Karena semua reaksi ini bersifat reversibel, siklus asam sitraty juga berfungsi sebagai sumber kerangka karbon bagi sintesis asam amino nonesensial, misalnya : Aspartate + piruvat Glutamate + piruvat oksaloasetat + alanine -ketoglutarat + alanine

Asam-asam amino lainnya turut membantu gluconeogenesis karena seluruh atau sebagian dari kerangka karbonnya memasuki siklus asam sitrat sesudah deaminasi atau transaminasi. Contoh-contohnya adalah alanine, sistein, glisin, hidroksiprolin, serin, treonin, dan triptofan yang membentuk piruvat ; arginine, histidin, glutamin dan prolin yang membentuk -ketoglutarat lewat glutamate ; isoleusin, metionin, dan valin yang membentuk suksinil KoA; dan tirosin serta fenilanlanin yang membentuk fumarat. Substansi yang membentuk piruvat akan menghadapi pilihan apakah akan mengalami oksidasi lengkap menjadi CO2 bila mengikuti lintasan piruvat dehydrogenase menjadi asetil KoA, ataukah mengikuti lintasan glukoneogenik melalui karboksilasi menjadi oksaloasetat. Secara ringkas, hubungan protein- karbohidrat melalui siklus asam sitrat, sesuai gambar di atas dapat diartikan sebagai berikut : 1. Alanine, sistein, glisin, hidroksiprolin, serin, treonin, dan triptofan membentuk piruvat. Substansi yang membentuk piruvat akan menghadapi pilihan apakah akan mengalami oksidasi lengkap menjadi CO2 bila mengikuti lintasan piruvat dehydrogenase menjadi asetil KoA, ataukah mengikuti lintasan glukoneogenik melalui karboksilasi menjadi oksaloasetat. Bila menjadi asetil KoA akan memasuki siklus asam sitrat, akan menjadi -ketoglutarat, lalu menjadi suksinil KoA, lalu menjadi fumarat, yang kemudian menghasilkan oksaloasetat, dan akan menjadi fosfoenolpiruvat dengan bantuan enzim fosfoenolpiruvat karboksikinase, lalu akan membentuk glukosa (karbohidrat).

Bila menjadi oksaloasetat, akan lagsung diubah menjadi fosfoenolpiruvat dengan bantuan enzim fosfoenolpiruvat karboksikinase, lalu akan membentuk glukosa (karbohidrat). 2. Arginine, histidin, glutamin dan prolin yang membentuk -ketoglutarat lewat glutamate. Lalu akan memasuki siklus asam sitrat, menjadi suksinil KoA, lalu menjadi fumarat, yang kemudian menghasilkan oksaloasetat, dan akan menjadi fosfoenolpiruvat dengan bantuan enzim fosfoenolpiruvat karboksikinase, lalu akan membentuk glukosa (karbohidrat). 3. Isoleusin, metionin, dan valin yang membentuk suksinil KoA, akan memasuki siklus asam sitrat, yang kemudian menghasilkan oksaloasetat, dan akan menjadi fosfoenolpiruvat dengan bantuan enzim fosfoenolpiruvat karboksikinase, lalu akan membentuk glukosa (karbohidrat). 4. tirosin serta fenilanlanin yang membentuk fumarat, akan memasuki siklus asam sitrat, yang kemudian menghasilkan oksaloasetat, dan akan menjadi fosfoenolpiruvat dengan bantuan enzim fosfoenolpiruvat karboksikinase, lalu akan membentuk glukosa (karbohidrat).

Jadi, pada intinya terdapat 4 jalan asam amino memasuki siklus asam sitrat untuk kemudian menmbentuk karbohidrat.