Anda di halaman 1dari 63

Rasionalisasi Sistem Kredit Semester UKSW

Peningkatan Proses Pematangan Mahasiswa dan Kualitas Pendidikan Tinggi

Persaingan Global untuk mengembangkan Perekonomian Berbasis Pengetahuan (Knowledge Based Economies)
Kecenderungan global untuk mengembangkan perekonomian berbasis pengetahuan menuntut pengembangan aset pengetahuan nasional agar berdaya saing Keterbatasan upaya untuk mempertahankan dan mengembangkan aset pengetahuan nasional dapat diibaratkan sebagai tindakan genosida terhadap pengetahuan di Indonesia, ketika proses "pembiaran" akan semakin mematikan keyakinan pada kompetensi, kapabilitas dan teknologi lokal Universitas sebagai lembaga yang diandalkan sebaga pusat produksi pengetahuan harus berjuang untuk mempertahankan dan mengembangkan eksistensi serta pengakuan terhadap aset pengetahuan nasional

Universitas= Pusat Produksi Pengetahuan= Academic Excellence Agar universitas dapat menjadi pusat produksi pengetahuan, maka dituntut untuk mengembangkan manajemen mutu pembelajaran dan penelitian secara berkesinambungan untuk mencapai academic excellence Academic excellence mensyaratkan proses pembelajaran yang terus ditingkatkan (continuous quality improvement - CQI) bagi mahasiswa maupun pengajar/akademisi:
CQI Mahasiswa melalui proses belajar mengajar yang mendorong pematangan mahasiswa CQI Dosen melalui proses pengelolaan dan kodifikasi pengetahuan (penelitian dan publikasi)

Universitas= Pusat Produksi Pengetahuan= Academic Excellence


Faktor yang menentukan pencapaian Academic Excellence:
Kualitas Otonomi Akuntabilitas Akreditasi Evaluasi Diri

Rasionalisasi Sistem
Kredit Semester di UKSW Guna Mewujudkan

Academic Excellence Berdasarkan Ketentuan Yang Berlaku

SKS Berdasarkan Ketentuan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 1999 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

Pasal 8 (1) Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan tinggi dimulai pada bulan September. (2) Tahun akademik dibagi dalam minimum 2 (dua) semester yang masing-masing terdiri atas minimum 16 minggu.

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

Ketentuan Umum (KU) 12. Sistem kredit semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

Ketentuan Umum (KU) 13. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

Ketentuan Umum (KU) 14. Satuan kredit semester selanjutnya disingkat SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum, atau 4 jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1 - 2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1 - 2 jam kegiatan mandiri.

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

Pasal 5 (1) Beban studi program sarjana sekurangkurangnya 144 (seratus empat puluh empat) SKS dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) SKS yang dijadwalkan untuk 8 (delapan) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dan 8 (delapan) semester dan selama-lamanya 14 (empat belas) semester setelah pendidikan menengah.

SURAT DIRJEN DIKTI TGL 28 FEBRUARI 2007 KEPADA REKTOR UKSW


1. Kegiatan perkuliahan terdiri dari hanya 2 semester tiap tahun. 2. Masa studi mahasiswa adalah 8 semester. 3. Mahasiswa cerdas menyelesaikan dalam 7 semester. 4. Bukan soal jumlah minggu per semester 5. Yang penting Proses Pematangan.

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Jumlah semester per tahun Jumlah minggu per semester Beban studi minimum mahasiswa per tahun Beban studi minimum mahasiswa per semester Jumlah matakuliah minimum per semester Jumlah jam kegiatan minimum belajar mahasiswa 7. Jadwal kegiatan belajar minimum mahasiswa per semester

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

1. Jumlah semester per tahun adalah minimum 2 (dua). (PP 60 psl 8: 2). Dalam analisis ini digunakan yang minimum, yaitu 2 (dua) semester.

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

2. Jumlah minggu per semester minimum 16 minggu terdiri dari (PP 60 psl 8: 2 & Kepmendiknas 232 KU butir 13): 16 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya termasuk 2 3 minggu kegiatan penilaian. Dalam analisis ini digunakan 16 minggu termasuk 2 minggu penilaian.

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

3. Beban studi mahasiswa sekurang-kurangnya 144 sks dan sebanyak-banyaknya 160 sks ditempuh sekurangnya-kurangnya 8 semester dan selamalamanya 14 semester. (Kepmendiknas 232 psl 5: 1) Dalam analisis ini digunakan yang minimum, yaitu 144 sks dalam waktu 8 semester atau 4 tahun. Beban tiap tahun dengan demikian 144 sks

-----------4 tahun

36 sks per tahun

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

4. Beban studi minimum mahasiswa per semester (PP 60 psl 8: 2 & Kepmendiknas 232 psl 5: 1)

36 sks
--------2 sem =

18 sks/semester

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

5. Jumlah matakuliah minimum per semester kalau 1 matakuliah berbobot 3 sks: 18 sks

--------3 sks

=6

MK/Semester

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

6. Jumlah jam kegiatan minimum belajar mahasiswa kalau 1 sks setara dengan 1 jam kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya + 1 jam kegiatan terstruktur + 1 jam kegiatan mandiri ( 3 jam) (Kepmendiknas 232 KU butir 14) 1 matakuliah: 3 X 3 jam = 1 minggu: 18 sks X 3 jam =

9 jam/MK/Minggu

54 jam/

minggu

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

Kalau dituangkan dalam jadwal kegiatan belajar mahasiswa untuk 6 matakuliah tersebut dalam satu minggu, maka akan diperoleh jadwal dari jam 07.00 16.00 sebagai berikut

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU (18 SKS/Semester)
Kegiatan Terstruktur Kegiatan Mandiri

Minggu Sabtu Jumat Kamis Rabu Selasa Senin

Perkuliahan

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

Apabila mahasiswa cerdas (Surat Dirjen) dapat menyelesaikan dalam 7 semester berarti beban kegiatan belajarnya akan terdiri dari 1 semester X 18 sks = 18 sks 6 semester X 21 sks = 126 sks (+) Total 144 sks.

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

Kalau dituangkan dalam jadwal kegiatan belajar mahasiswa untuk 6 matakuliah dan untuk 7 matakuliah, maka akan diperoleh jadwal sebagai berikut. Untuk 1 semester yang 6 matakuliah sama dengan yang normal. Untuk 6 semester yang 7 matakuliah, mahasiswa akan melakukan kegiatan belajar terdiri dari 3 hari matakuliah 4 sks (Senin, Rabu, Jumat) dan 3 hari matakuliah 3 sks (Selasa, Kamis, Sabtu)

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU (6 mk - 18 SKS/Semester)
Kegiatan Terstruktur Kegiatan Mandiri

Minggu Sabtu Jumat Kamis Rabu Selasa Senin

Perkuliahan

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU (7 mk - 21 SKS/Semester)
Perkuliahan Minggu Sabtu Jumat Kamis Rabu Kegiatan Terstruktur Kegiatan Mandiri

Selasa
Senin

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

Dengan demikian beban studi selama 4 tahun antara mahasiswa yang normal dan cerdas dapat dilihat dalam bagan berikut ini.

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU Beban studi 4 tahun mahasiswa yang normal

Tahun Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV

Semester I Semester II Total SKS/ Tahun 18 18 36 18 18 36 18 18 36 18 18 36 Total 144

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU Beban studi 4 tahun mahasiswa yang cerdas

Tahun Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV

Semester I Semester II Total SKS/ Tahun 18 21 39 21 21 42 21 21 42 21 21 Total 144

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

Masalah dengan konsep SKS ini:

1. Apakah realistik melakukan kegiatan belajar selama 6 hari masing-masing 9 jam (18 sks/sem bagi mahasiswa normal) s/d 12 jam (21 sks/sem bagi mahasiswa cerdas) sehari setiap semester?

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

Masalah dengan konsep SKS ini:

2. Apakah 54 jam* (18 sks/sem) dan 63 jam* (21 sks/sem bagi mahasiswa cerdas) kegiatan belajar seminggu produktif dalam rangka proses pematangan mahasiswa?
* UU Tenaga Kerja hanya mengijinkan seseorang bekerja sampai 37,5 jam per minggu

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

Masalah dengan konsep SKS ini:

3. Apakah masih tersisa waktu bagi mahasiswa melakukan kegiatan pengembangan diri dengan dimensi lifeskills (humaniora seperti seni, budaya, olah raga, wawasan) dan pelayanan sosial?

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

Masalah dengan konsep SKS ini:

4. Apakah ketentuan SKS seperti ini berlaku bagi rata-rata mahasiswa? 5. Apakah mungkin seseorang mengambil 28 sks per semester?

Kekurangan pada Konsep Sistem Kredit Semester saat ini untuk mendukung pencapaian

Academic Excellence

Hambatan Pencapaian Academic Excellence: Perspektif Mahasiswa


Membatasi kematangan penguasaan dan pengembangan pengetahuan yang diperoleh Membatasi kesempatan pematangan mahasiswa melalui kegiatan kemahasiswaan dan peluang penelitian dan berjejaring intra dan antar kampus

Hambatan Pencapaian Academic Excellence: Perspektif Tenaga Akademik dan Lembaga


Tidak memberi keleluasaan untuk meneliti atau mengelola penelitian bersama mahasiswa, sehingga:
Membatasi peluang publikasi Membatasi peluang peningkatan bahan pengajaran

Mengakibatkan dosen mencuri waktu untuk mengerjakan penelitian dan kegiatan konsultansi Membatasi optimalisasi pemanfaatan fasilitas

Sari Permasalahan
Sistem 2 Semester/tahun dengan 18 kredit per semester adalah beban yang tinggi. Beban tinggi ini mengakibatkan kepincangan pada pelaksanaan tri-dharma perguruan tinggi.

Rasionalisasi Pengembangan Sistem Kredit Semester (SKS) yang dilakukan UKSW

PEMAHAMAN UKSW TENTANG KONSEP SISTEM KREDIT SEMESTER BERDASARKAN KETENTUAN YANG BERLAKU

Jumlah 36 sks/pertahun tidak dibagi 2 melainkan dibagi 3 semester.

PEMAHAMAN UKSW TENTANG KONSEP SISTEM KREDIT SEMESTER BERDASARKAN KETENTUAN YANG BERLAKU

1. Beban studi minimum mahasiswa per tahun (Kepmendiknas 232 psl 5: 1) 144 sks

-----------4 tahun

36 sks

PEMAHAMAN UKSW TENTANG KONSEP SISTEM KREDIT SEMESTER BERDASARKAN KETENTUAN YANG BERLAKU

2. Beban studi minimum mahasiswa per semester 36 sks

--------3 sem

12 sks

PEMAHAMAN UKSW TENTANG KONSEP SISTEM KREDIT SEMESTER BERDASARKAN KETENTUAN YANG BERLAKU

3. Jumlah matakuliah minimum per semester kalau 1 matakuliah berbobot 3 sks: 12 sks

--------3 sks

4 matakuliah

PEMAHAMAN UKSW TENTANG KONSEP SISTEM KREDIT SEMESTER BERDASARKAN KETENTUAN YANG BERLAKU

4. Jumlah jam kegiatan minimum belajar mahasiswa kalau 1 sks setara dengan 1 jam tatap muka + 1 jam kegiatan terstruktur + 1 jam kegiatan mandiri ( 3 jam) 12 sks X 3 jam =

36 jam

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

Kalau dituangkan dalam jadwal kegiatan belajar mahasiswa untuk 4 matakuliah tersebut dalam satu minggu, maka akan diperoleh jadwal dari jam 07.00 16.00 sebagai berikut

Perbandingan Beban Kerja Mahasiswa


Apabila 12 kredit dalam satu semester di bagi menjadi 4 matakuliah maka sebaran beban seorang mahasiswa menjadi lebih wajar dan menyisakan hari Jumat dan Sabtu untuk kegiatan pematangan, termasuk seni, olahraga, budaya sosial, penelitian, penilaian dan sebagainya :

Minggu Sabtu Jumat Kamis Rabu Selasa Senin Perkuliahan Kegiatan Terstruktur Kegiatan Mandiri

Kegiatan Pematangan
(pengembangan lifeskills)

KONSEP PROSES BELAJAR MENGAJAR MINIMUM MAHASISWA BERDASARKAN KETENTUAN TENTANG SISTEM KREDIT SEMESTER YANG BERLAKU

Dengan demikian beban studi selama 4 tahun dapat dilihat dalam bagan berikut ini.

Tiga Semester/Tahun
Tahun Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Semester I Semester II Semester III Total SKS/ Tahun 12 12 12 12 Total 12 12 12 12 12 12 12 12 36 36 36 36 144

Perbandingan Beban Kerja Mahasiswa


Jadwal kegiatan mahasiswa dalam sistem dua semester :
Minggu Sabtu Jumat Kamis Rabu Selasa Senin 0 1 2 3 4 5 6 Jam Kuliah Jam Kegiatan Terstruktur Belajar Secara Mandiri 7 8 9 10

Jadwal kegiatan mahasiswa dalam sistem tiga semester :


Minggu Sabtu Jumat Kamis Rabu Selasa Senin 0 1 2 3 4 5 6 Jam Kuliah Jam Kegiatan Terstruktur Belajar Secara Mandiri 7 8 9 10

PEMAHAMAN UKSW TENTANG KONSEP SISTEM KREDIT SEMESTER BERDASARKAN KETENTUAN YANG BERLAKU

1. Beban 4 matakuliah yang lebih sedikit dalam seminggu dan jadwal kerja Senin Kamis yang lebih longgar, masih menyisakan dua hari kerja luang, yaitu Jumat dan Sabtu. 2. Mahasiswa dapat mengembangkan kegiatan belajar yang fleksibel. 3. Waktu luang ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan pengembangan diri dan berbagai kegiatan lifeskills lainnya.

PEMAHAMAN UKSW TENTANG KONSEP SISTEM KREDIT SEMESTER BERDASARKAN KETENTUAN YANG BERLAKU

4. Jumlah jam melakukan kegiatan yang 12 X 3 jam = 36 jam seminggu adalah waktu yang lebih manusiawi.* 5. Peluang proses pematangan lebih mungkin terjadi dengan cara ini. 6. Mahasiswa cerdas, dapat mengambil maksimal 18 sks.
*UU Tenaga Kerja hanya mengijinkan seseorang bekerja sampai 37,5 jam per minggu

MASALAH YANG TIMBUL DENGAN PEMAHAMAN SKS INI

Masalah yang timbul dengan konsep SKS UKSW ini adalah jumlah semester yang dibutuhkan, yaitu 3 semester. Masalahnya, kalau setiap semester terdiri dari minimum 16 minggu sesuai ketentuan.

PEMECAHAN YANG DILAKUKAN


Mengacu pada PP 60 psl 8:

(2) Tahun akademik dibagi dalam minimum 2 (dua) semester yang masing-masing terdiri atas minimum 16 minggu.

PEMECAHAN
Kalau tahun akademik dibagi minimum 2 (dua) semester, maka tiga semester masih dalam batasan minimum 2 (dua) semester.

PEMECAHAN Kalau semester masing-masing terdiri atas minimum 16 minggu, maka semester yang terdiri dari 16 minggu juga masih dalam batasan minimum 16 minggu.

Tahun Akademik: 3 Semester 16 minggu

Sem I

Sem III

Libur

Sem II

Penilaian

Administrasi Akademik Tiga Semester 1. Jadwal kuliah dibuat 1 tahun. 2. Mahasiswa melakukan registrasi untuk tiga semester pada awal tahun. 3. Adjustment dilakukan setiap awal semester berdasar prestasi semester. 4. Bagi mahasiswa cerdas, beban kuliah maksimum 18 sks per semester. 5. Besar kelas dibatasi 40 orang.

Beban Kerja Dosen


1. Dosen memiliki kebebasan mimbar akademik untuk memberi penilaian atas kemampuan mahasiswanya dan caranya. 2. Cara penilaian harus diberitahukan pada awal perkuliahan. 3. Dosen wajib mengajar 2 semester/tahun. 4. Dosen berhak atas 1 semester off/tahun untuk penelitian, publikasi, pengabdian, dsb.

KESIMPULAN
UKSW tidak melanggar ketentuan yang berlaku. UKSW malah berusaha keras melaksanakan ketentuan-ketentuan Sistem Kredit Semester (SKS) yang berlaku secara accountable.

KELEBIHAN KONSEP INI


1. Mahasiswa normal memiliki beban studi yang lebih sedikit, yaitu 4 matakuliah per semester atau per minggu. 2. Dia berkesempatan untuk mengembangkan kreativitas mereka dengan waktu yang agak longgar. 3. Proses pematangan diri lebih mungkin terjadi lewat kreativitas belajar. 4. Ini lebih accountable bagi mahasiswa.

KELEBIHAN KONSEP INI


5. Meningkatkan jaminan kualitas pembelajaran mahasiswa 6. Dari sisi manejerial, jumlah matakuliah yang disajikan setiap semester berkurang. 2 sem: 6 mk X 4 angkatan = 24 mk 3 sem: 4 mk X 4 angkatan = 16 mk. 7. Dampak manejerialnya besar: 1. Kebutuhan dosen berkurang setiap semester. Kalau seorang dosen wajib mengampu paling banyak 2 mk, maka untuk 2 sem dibutuhkan 24: 2 = 12 dosen. 3 sem dibutuhkan 16: 2 = 8 dosen

KELEBIHAN KONSEP INI


2. Kebutuhan ruang juga berkurang setiap semester. 2 sem dibutuhkan 24 ruang kuliah. 3 sem dibuthkan 16 ruang kuliah. 8. Para dosen bisa menggunakan salah satu dari 3 semester untuk melakukan penelitian sebagai semester OFF mengajar, pengganti Sabbatical. Penelitiannya semester itu tidak terganggu dengan kewajiban mengajarnya.

KELEBIHAN KONSEP INI


9. Dosen tetap mengajar 2 semester tiap tahun, tidak berbeda dengan sistem 2 semester. 10. Tidak ada tambahan beban mengajar selain 2 semester per tahun, akan tetapi memperoleh tambahan 1 semester untuk penelitian atau melakukan kegiatan pengabdian lainnya tanpa gangguan. 11. Penelitian dan publikasi diharapkan dapat ditingkatkan.

KELEBIHAN KONSEP INI

12. Kalau jadwal perkuliahan sudah dapat disusun sekaligus untuk setahun, dosen bisa merancang semester OFFnya untuk penelitian dan publikasi atau pengembangan materi pekuliahannya. 13. Dsbnya.

SOSIALISASI KONSEP SISTEM KREDIT SEMESTER UKSW


1. Dilakukan Rektor UKSW ketika Menteri Pendidikan Nasional RI Prof. Malik Fadjar, MA dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Satryo Sumantri Brodjonegoro ke UKSW Salatiga tanggal 18 Januari 2003. 2. Atas pertanyaan Rektor UKSW sesudahnya tentang Realisasi Konsep SKS seperti ini, Dirjen DIKTI menjawab secara lisan, Silakan dilaksanakan asal mahasiswa tidak lulus dalam waktu 2 tahun.

SOSIALISASI KONSEP SISTEM KREDIT SEMESTER UKSW


Dilakukan kemudian oleh Rektor UKSW ketika diminta oleh Direktorat Pembinaan Kelembagaan dan Pemberdayaan Peran Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional sebanyak tiga kali dalam Semiloka Nasional tentang Manejemen Perguruan Tinggi Masa Depan Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa kepada para Rektor PTN dan PTS tahun 2003, 2004, 2005.