Anda di halaman 1dari 23

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR” OLEH : KEL 1 TPL B - MOH ROZI BAPADAL - TARAYA
MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR” OLEH : KEL 1 TPL B - MOH ROZI BAPADAL - TARAYA
MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR” OLEH : KEL 1 TPL B - MOH ROZI BAPADAL - TARAYA

OLEH : KEL 1 TPL B

  • - MOH ROZI BAPADAL

  • - TARAYA BUGIS

  • - SELFIANA

  • - ALFIAN DWIDANA

  • - NINA ALMUNAJAT

AKADEMI TEKNIK INDUSTRI MAKASSAR TENAGA PENYULUH LAPANGAN

2010

1

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

KATA PENGANTAR

Puji dan sukur kita haturkan kehadirat Allah SWT (Tuhan Yang Maha Esa) yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga penulisan karya tulis ini dapat terselesaikan yang berjudul Pencemaran airPenulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak/Ibu pembimbing yang telah mendidik kami, dan kepada teman-teman kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuannya dalam penyelesaian makalah ini. Dan jikalau dalam penulisan karya ini terdapat kekurangan, maka penulis memohon kritikan dari Bapak/Ibu pembimbing yang sifatnya membangun. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa di gunakan sebagai acuan dalam pembelajaran. Wassalam.wr.wb

Makassar,07 Maret 2010

(

Penulis )

2

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

DAFTAR ISI

Cover…………………………………………………………

..

i

Kata Pengantar…………………………………………………

ii

Daftar Isi……………………………………………………….

iii

BAB I

PENDAHULUAN

  • a. Latar Belakang ......................................................................

1

  • b. Tujuan penulisan..………………………………………….

2

  • c. Rumusan masalah..…………………………………………

2

BAB II PEMBAHASAN

  • 1. Definisi Pencemaran air……......………………………..

3

  • 2. Sumber pencemaran air………………………………….

4

  • 3. Dampak pencemaran air

......……………………………..

10

  • 4. Penanggulangan pencemaran air

.......................................

14

BAB III

PENUTUP

  • 1. Kesimpulan ..........................................................................

19

  • 2. Saran.....................................................................................

19

Daftar Pustaka.....................................................................

20

3

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

  • A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN

Air merupakan sumber kehidupan di muka bumi ini, kita semua bergantung pada air. Untuk itu diperlukan air yang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Tapi pada akhir-akhir ini, persoalan penyediaan air yang memenuhi syarat menjadi masalah seluruh umat manusia. Dari segi kualitas dan kuantitas air telah berkurang yang disebabkan oleh pencemaran.

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air. Berdasarkan fakta tersebut, sangat diperlukan pengkajian khusus yang membahas mengenai pencemaran air beserta dampaknya terhadap lingkungan di sekitarnya. Makalah ini membahas mengenai pencemaran air yang ditinjau dari sumber pencemaran, dampak serta penanggulangan pencemaran tersebut. Selain itu juga dijelaskan mengenai indikator pencemaran air dan pengertian pencemaran air. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi bagi

4

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

kita semua, sehingga akan dapat mengurangi pencemaran yang terjadi dan akan didapat air yang aman, bersih dan sehat.

  • B. RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini antara lain :

  • 1. Apakah itu pencemaran air ?

  • 2. Apa saja yang menjadi penyebab pencemaran air ?

  • 3. Bagaimana dampak pencemaran air bagi kehidupan manusia ?

  • 4. Bagaimana cara menanggulangi masalah pencemaran air ?

  • C. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini antara lain, yaitu:

  • 1. Untuk mengetahui dan lebih mengenal tentang pencemaran air serta penyebabnya.

  • 2. Sebagai bahan kajian para mahasiswa mengenai dampak pencemaran terhadap lingkungan

  • 3. sebagai cara untuk mencari berbagai cara untuk menanggulangi dampak pencemaran yang sedang dikaji.

5

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

BAB II PEMBAHASAN

  • A. DEFINISI PENCEMARAN AIR Istilah pencemaran air atau polusi air dapat dipersepsikan berbeda oleh satu orang dengan orang lainnya mengingat banyak pustaka acuan yang merumuskan definisi istilah tersebut, baik dalam kamus atau buku teks ilmiah. Pengertian pencemaran air juga didefinisikan dalam Peraturan Pemerintah, sebagai turunan dari pengertian pencemaran lingkungan hidup yang didefinisikan dalam undang-undang. Dalam praktek operasionalnya, pencemaran lingkungan hidup tidak pernah ditunjukkan secara utuh, melainkan sebagai pencemaraan dari komponen-komponen lingkungan hidup, seperti pencemaran air, pencemaran air laut, pencemaran air tanah dan pencemaran udara. Dengan demikian, definisi pencemaran air mengacu pada definisi lingkungan hidup yang ditetapkan dalam UU tentang lingkungan hidup yaitu UU No. 23/1997. Dalam PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan sebagai : “pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya” (Pasal 1, angka 2).

Pencemaran

berlaku

ada

dari

segi

biologi, kimia dan fisik.

Pencemaran air bukan hannya berlaku di sungai tetapi juga di laut dan

lainya.Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati dan dapat digolongkan menjadi :

  • Pengamatan secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan tingkat kejernihan air (kekeruhan), perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna, bau dan rasa

6

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

Pengamatan

secara

kimiawi,

yaitu pengamatan pencemaran air

berdasarkan zat kimia yang terlarut, perubahan pH. Pengamatan secara biologis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.

Pencemaran air terjadi apabila dalam air terdapat berbagai macam zat atau kondisi (misal Panas) yang dapat menurunkan standar kualitas air yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu. Suatu sumber air dikatakan tercemar tidak hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, akan tetapi apabila air tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu, Sebagai contoh suatu sumber air yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri penyakit masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit tenaga listrik, akan tetapi tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (keperluan air minum, memasak, mandi dan mencuci).

Sedangkan, di dalam wikipedia indonesia di jelaskan bahwa Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Sedangkan menurut wisnu (1999) di dalam bukunya berjudul dampak pencemaran lingkungan mengatkan bahwa air tercemar apabila air tersebut telah menyimpang dari keadaan normalnya. Keadaan normal air masih tergantung pada faktor penentu, yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air. Ukuran air di sebut bersih dan tidak tercemar tidak di tentukan oleh kemurnian air.

7

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

  • B. SUMBER PENCEMARAN AIR

    • 1. Limbah Pemukiman Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik sepertikertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah-sampah ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable). Sampah organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses pembusukannya. Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahaya matahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen. Tentunya anda pernah melihat permukaan air sungai atau danau yang ditutupi buih deterjen. Deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Pada saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen, padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri. Sehingga tetap aktif untuk jangka waktu yang lama. Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau. Fosfat ini merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis. Jika tumbuhan air ini mati, akan terjadi proses pembusukan yang menghabiskan persediaan oksigen dan pengendapan bahan-bahan yang menyebabkan pendangkalan.

8

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

  • 2. Limbah Pertanian Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen. Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya. Pestisida mempunyai sifat relatif tidak larut dalam air, tetapi mudah larut dan cenderung konsentrasinya meningkat dalam lemak dan sel-sel tubuh mahluk hidup disebut Biological Amplification, sehingga apabila masuk dalam rantai makanan konsentrasinya makin tinggi dan yang tertinggi adalah pada konsumen puncak. Contohnya ketika di dalam tubuh ikan kadarnya 6 ppm, di dalam tubuh burung pemakan ikan kadarnya naik menjadi 100 ppm dan akan meningkat terus sampai konsumen puncak.

  • 3. Limbah Industri Limbah industri sangat potensial sebagai penyebab terjadinya pencemaran air. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan beracun. Menurut PP 18 tahun 99 pasal 1, limbah B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup sehingga membahayakan kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk lainnya. Karakteristik limbah B3 adalah korosif/ menyebabkan karat, mudah terbakar dan meledak, bersifat toksik/ beracun dan menyebabkan infeksi/ penyakit. Limbah industri yang berbahaya antara lain yang mengandung logam dan cairan asam. Misalnya limbah yang dihasilkan industri pelapisan logam, yang mengandung tembaga dan

9

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

nikel serta cairan asam sianida, asam borat, asam kromat, asam nitrat dan asam fosfat. Limbah ini bersifat korosif, dapat mematikan tumbuhan dan hewan air. Pada manusia menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, mengganggu pernafasan dan menyebabkan kanker. Logam yang paling berbahaya dari limbah industri adalah merkuri atau yang dikenal juga sebagai air raksa (Hg) atau air perak. Limbah yang mengandung merkurei selain berasal dari industri logam juga berasal dari industri kosmetik, batu baterai, plastik dan sebagainya. Di Jepang antara tahun 1953- 1960, lebih dari 100 orang meninggal atau cacat karena mengkonsumsi ikan yang berasal dari Teluk Minamata. Teluk ini tercemar merkuri yang bearasal dari sebuah pabrik plastik. Senyawa merkuri yang terlarut dalam air masuk melalui rantai makanan, yaitu mula-mula masuk ke dalam tubuh mikroorganisme yang kemudian dimakan yang dikonsumsi manusia. Bila merkuri masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pencernaan, dapat menyebabkan kerusakan akut pada ginjal sedangkan pada anak-anak dapat menyebabkan Pink Disease/ acrodynia, alergi kulit dan kawasaki disease/ mucocutaneous lymph node syndrome.

  • 4. Limbah Pertambangan Limbah pertambangan seperti batubara biasanya tercemar asam sulfat dan senyawa besi, yang dapat mengalir ke luar daerah pertambangan. Air yang mengandung kedua senyawa ini dapat berubah menjadi asam. Bila air yang bersifat asam ini melewati daerah batuan karang/ kapur akan melarutkan senyawa Ca dan Mg dari batuan tersebut. Selanjutnya senyawa Ca dan Mg yang larut terbawa air akan memberi efek terjadinya AIR SADAH, yang tidak bisa digunakan untuk mencuci karena sabun tidak bisa berbuih. Bila dipaksakan akan memboroskan sabun, karena sabun tidak akan berbuih sebelum semua ion Ca dan Mg mengendap. Limbah pertambangan yang bersifat asam bisa menyebabkan korosi dan melarutkan logam-logam sehingga air yang dicemari bersifat racun dan dapat memusnahkan kehidupan akuatik.

10

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

Selain pertambangan batubara, pertambangan lain yang menghasilkan limbah berbahaya adalah pertambangan emas. Pertambangan emas menghasilkan limbah yang mengandung merkuri, yang banyak digunakan penambang emas tradisional atau penambang emas tanpa izin, untuk memproses bijih emas. Para penambang ini umumnya kurang mempedulikan dampak limbah yang mengandung merkuri karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Biasanya mereka membuang dan mengalirkan limbah bekas proses pengolahan pengolahan ke selokan, parit, kolam atau sungai. Merkuri tersebut selanjutnya berubah menjadi metil merkuri karena proses alamiah. Bila senyawa metil merkuri masuk ke dalam tubuh manusiamelalui media air, akan menyebabkan keracunan seperti yang dialami para korban Tragedi Minamata.

Pencemaran air terjadi apabila dalam air terdapat berbagai macam zat atau kondisi (misal Panas) yang dapat menurunkan standar kualitas air yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu. Suatu sumber air dikatakan tercemar tidak hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, akan tetapi apabila air tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu, Sebagai contoh suatu sumber air yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri penyakit masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit tenaga listrik, akan tetapi tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (keperluan air minum, memasak, mandi dan mencuci).

  • 5. Jenis-jenis Bahan Pencemar air Selain dari 4 (empat) sumber pencemar di atas, terdapat pula beberapa bahan yang yang menyebabkan terjadinya pencemaran air. Pada dasarnya Bahan Pencemar Air dapat dikelompokkan menjadi:

a.

Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri

11

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

makanan, sampah industri gula tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan), kotoran manusia dan kotoran hewan, tumbuhtumbuhan dan hewan yang mati. Untuk proses penguraian sampahsampah tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-sampah tersbut terdapat dalam air, maka perairan (sumber air) tersebut akan kekurangan oksigen, ikan-ikan dan organisme dalam air akan mati kekurangan oksigen. Selain itu proses penguraian sampah yang mengandung protein (hewani/nabati) akan menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, sehingga air tidak layak untuk diminum atau untuk mandi. C, H, S, N, + O2 ? CO2 + H2O + H2S + NO + NO2

Senyawa organik

  • b. Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit, yaitu bahan pencemar yang mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit. Bahan pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran hewan/manusia.

  • c. Bahan pencemar senyawa anorganik/mineral misalnya logam-logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timah hitam (pb), tembaga (Cu), garam-garam anorganik. Bahan pencemar berupa logam-logam berat yang masuk ke dalam tubuh biasanya melalui makanan dan dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut.

  • d. Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yaitu senyawa organik berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik, deterjen, serat sintetis, limbah industri dan limbah minyak. Bahan pencemar ini tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme, sehingga akan menggunung dimana-mana dan dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup.

12

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

  • e. Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat, senyawa fosfat dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dengan pesat sehingga menutupi permukaan air. Selain itu akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme dalam air, karena kadar oksigen dan sinar matahari berkurang. Hal ini disebabkan oksigen dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air (kehidupan akuatik) terhalangi dan tidak dapat masuk ke dalam air.

  • f. Bahan pencemar berupa zat radioaktif, dapat menyebabkan penyakit kanker, merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Bahan pencemar ini berasal dari limbah PLTN dan dari percobaan-percobaan nuklir lainnya.

  • g. Bahan pencemar berupa endapan/sedimen seperti tanah dan lumpur akibat erosi pada tepi sungai atau partikulat-partikulat padat/lahar yang disemburkan oleh gunung berapi yang meletus, menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air kurang mampu mengasimilasi sampah.

  • h. Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari limbah pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin. Bahan pencemar panas ini menyebabkan suhu air meningkat tidak sesuai untuk kehidupan akuatik (organisme, ikan dan tanaman dalam air). Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik. Untuk proses penguraian senyawa organik ini memerlukan oksigen, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.

Secara

garis besar bahan pencemar air tersebut

di

atas dapat

dikelompokkan menjadi:

  • 1. Bahan pencemar organik, baik yang dapat mengalami penguraian oleh mikroorganisme maupun yang tidak dapat mengalami penguraian.

13

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

  • 2. Bahan pencemar anorganik, dapat berupa logam-logam berat, mineral (garam-garam anorganik seperti sulfat, fosfat, halogenida, nitrat)

  • 3. Bahan pencemar berupa sedimen/endapan tanah atau lumpur.

  • 4. Bahan pencemar berupa zat radioaktif

  • 5. Bahan pencemar berupa panas

    • C. DAMPAK PENCEMARAN AIR TERHADAP LINGKUNGAN Diantara sekian banyak bahan pencemar air ada yang beracun dan berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Telah kita pelajari bahwa bahan pencemar air antara lain ada yang berupa logam-logam berat seperti arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B), tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng (Zn), ada yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksidaoksida nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang (SO2 dan SO3), H2S, asam sianida (HCN), senyawa/ion klorida, partikulat padat seperti asbes, tanah/lumpur, senyawa hidrokarbon seperti metana, dan heksana. Bahan-bahan pencemar ini terdapat dalam air, ada yang berupa larutan ada pula yang berupa partikulat-partikulat, yang masuk melalui bahan makanan yang terbawa ke dalam pencernaan atau melalui kulit. Bahan pencemar unsur-unsur di atas terdapat dalam air di alam ataupun dalam air limbah. Walaupun unsur-unsur diatas dalam jumlah kecil? sensial/diperlukan dalam makanan hewan maupun tumbuh - tumbuhan, akan tetapi apabila jumlahnya banyak akan bersifat racun, contoh tembaga (Cu), seng (Zn) dan selenium (Se) dan molibdium esensial untuk tanaman tetapi bersifat racun untuk hewan.

14

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

Air merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan di muka bumi terutama bagi manusia. Oleh karena itu apabila air yang akan digunakan mengandung bahan pencemar akan mengganggu kesehatan manusia, menyebabkan keracunan bahkan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian apabila bahan pencemar itu tersebut menumpuk dalam jaringan tubuh manusia.

Bahan pencemar yang menumpuk dalam jaringan organ tubuh dapat meracuni organ tubuh tersebut, sehingga organ tubuh tidak dapat berfungsi lagi dan dapat menyebabkan kesehatan terganggu bahkan dapat sampai meninggal.

Selain bahan pencemar air seperti tersebut di atas ada juga bahan pencemar berupa bibit penyakit (bakteri/virus) misalnya bakteri coli, disentri, kolera, typhus, para typhus, lever, diare dan bermacammacam penyakit kulit. Bahan pencemar ini terbawa air permukaan seperti air sungai dari buangan air rumah tangga, air buangan rumah sakit, yang membawa kotoran manusia atau kotoran hewan.

Untuk lebih jelasnya, dampak yang di timbulkan oleh pencemaran air dapat penulis jelaskan pada pembahasan berikut ini.

1. Dampak Pencemaran Air terhadap Kehidupan Akuatik

Bahan macam makhluk yang hidup dalam air antara lain bermacam-macam ikan, buaya, penyu, katak, mikroorganisme, ganggang, tanaman air dan lumut. Kesemuanya termasuk dalam kehidupan akuatik. Apabila sumber air tempat kehidupan akuatik tercemar, maka siklus makanan dalam air terganggu dan ekosistem air/kehidupan akuatik akan terganggu pula. Misal organisme yang kecil/lemah seperti plankton banyak yang mati karena banyak keracunan bahan tercemar, ikan-ikan kecil pemakan plankton banyak yang mati karena kekurangan makanan, demikian pula ikan-ikan yang lebih besar pemakan ikan-ikan kecil bila kekurangan makanan akan

15

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

mati.

Kehidupan akuatik dapat pula terganggu karena:

  • a. Perairan kekurangan kadar oksigen atau sinar matahari yang disebabkan air menjadi keruh oleh pencemaran tanah/lumpur.

  • b. Permukaan perairan tertutup oleh lapisan bahan pencemar minyak atau busa deterjen, sehingga sinar matahari dan oksigen yang diperlukan untuk kehidupan akuatik tidak dapat menembus permukaan air masuk ke dalam air.

  • c. Berkurang/habisnya kadar oksigen dalam proses pengairan bahan pencemar senyawa organik.

  • d. Permukaan air tertutup oleh tanaman air seperti enceng gondok sebagai bahan pencemar yang tumbuh subur oleh adanya bahan pencemar berupa makanan penyubur tanaman seperti senyawa- senyawa fosfat, nitrat.

  • e. Peningkatan suhu air karena adanya bahan pencemar panas dari industri-industri yang menggunakan air sebagai pendingin, atau sebagai air bangunan dari pembangkit tenaga listrik.

  • 2. Dampak terhadap kualitas air tanah Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini telah dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.

  • 3. Dampak terhadap kesehatan Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain :

    • a. air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen

    • b. air sebagai sarang insekta penyebar penyakit

16

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

  • c. jumlah air yang tersedia tak cukup, sehingga manusia bersangkutan tidak dapat membersihkan diri

  • d. air sebagai media untuk hidup vector penyakit

Ada beberapa penyakit yang masuk dalam katagori water-borne diseases, atau penyakit-penyakit yang dibawa oleh air, yang masih banyak terdapat di daerah daerah. Penyakit-penyakit ini dapat menyebar bila mikroba penyebabnya dapat masuk ke dalam sumber air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan jenis mikroba yang dapat menyebar lewat air antara lain, bakteri, protozoa dan metazoa.

4. Dampak terhadap estetika lingkungan

Dengan semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan. Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika. Selain bau, limbah tersebut juga menyebabkan tempat sekitarnya menjadi licin. Sedangkan limbah detergen atau sabun akan menyebabkan penumpukan busa yang sangat banyak. Inipun dapat mengurangi estetika.

  • D. USAHA PENANGGULANGAN DAMPAK PENCEMARAN AIR Usaha untuk mengurangi dan menanggulangi pencemaran air ada dua macam cara yaitu penanggulangan secara Non-teknis dan secara teknis. Berikut ini penjelasan kedua cara tersebut.

    • 1. Penaggulangan secara Non-teknis

      • a. Penyajian informasi Lingkungan Penyajian informasi lingkungan meupakan gambaran awal tentang

17

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

kegiatan yang akan di usulkan. Pil ini di berikan sebelum analisa mengani dampa lingkungan di laksanakan.secara umum PIL akan memuat tentang :

Kegiatan yang di usulkan

Kondisi lingkungan yang akan di analisa

Dampak yang mungkin terjadi akibat kegiatan yang di usulkan serta tindakan yang di rencakan untuk mengaendalikannya.

  • b. Analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL)

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau biasa di singkat AMDAL yaitu kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/ atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/ atau kegiatan.

Hal penting yang harus di ketahui sebelum melakukan AMDAL adalah rencana kegiatan yang ada serta keadaan lingkungan sebelum ada kegiatan.

  • c. Perencanaan Kawasan kegiatan industri dan teknologi Perencanaan Kawasan kegiatan industri dan teknologi di maksudkan agar jika terjadi pencemaran air dari kegiatan tersebut dapat

    • di pantau dengan mudah dan cepat segingga penanggulangannya dapat

    • di lakukan secara terpadu dan daya dukung alam lingkungan sekitarnya

tetap terjamin bagi kelangsungan hidup manusia.

  • d. Menanamkan perilaku disiplin Kata disiplin memang mudah du ucapkan, namun seringkali sulit untuk di laksanakan karen perilaku displin belum tertanam dengan baik pada semua orang. Begitupula dengan masalah keselmatan dan kesehatan lingkunga. Seringkali terjadi pencemaran lingkungan karena tidak disiplinnya petugas yang menangani kegiatan industri dan

18

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

teknologi . pembungan limbah dari pabrik atau temapt kerja tanpa terlebih dahulu melalui proses pengolahn limbah seringkali di jumpai sebagai kasus utama penyebab terjadinya pencemaran air atau lingkungan.

  • 2. Penaggulangan secara Teknis

    • a. Mengubah proses Apabila dalam suatu proses industri terdapat limbah yang berupa zat-zat kimia, maka akan terjadi pencemaran lingkungan. Keadaan ini harus di hindari yaitu dengan mungubah proses yang ada. Seperti contohnya adalah pada industri pengolahan bahan nuklir, untuk mendapatkan unsur uranium dari batuan uranium di gunakan serangkaian proses yang elibatkan penggunaan zat kimia. Pemakaian zat kimia seringkali menimbulkan masalah pada limbah pembuangannya. Sebagau ganti zat kimia, pada saat ini telah di pikirkan pemakaian bakteri tertentu untuk memecah batuan uranium yang tidak membahayakan lingkungan.

    • b. Mengolah limbah Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air. Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri. Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah

19

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.

Selain dari kedua metode di atas, maka apabila pencemaran air sudah merusak lingkungan seperti banjir genangan, maka hal ini perlu di antisipasi yaitu dengan cara :

  • 1. Dalam merencanakan jalan jalan lingkungan baik itu program pemerintah maupun swadaya masyarakat sebaiknya memilih material jalan yang menyerap air misalnya, penggunaan bahan dari paving blok (blok blok adukan beton yang disusun dengan rongga rongga resapan air disela selanya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan saluran / drainase lingkjungan pembuatannyapun harus bersamaan dengan pembuatan jalan tersebut

  • 2. Apabila di halaman pekarangan rumah kita masih terdapat ruang ruang terbuka, buatlah sumur sumur resapan air hujan sebanyak banyaknya. Fungsi sumur resapan air ini untuk mempercepat air meresap kedalam tanah. Dengan membuat sumur resapan air hujan tersebut, sebenarnya kita dapat memperoleh manfaat seperti berikut:a. Persediaan air bersih dalam tanah disekitar rumah kita cukup baik dan banyakb. Tanah bekas galian sumur dapat dipergunakan untuk menimbun lahan lahan yang rendah atau meninggikan lantai rumahc. Apabila air hujan tidak tertampung dalam sebuah selokan selokan rumah / talang talang rumah, air dapat dialirkan kesumur sumur resapan. Janganlah membuang sampah atau mengeluarkan air limbah rumah tangga (air bekas mandi, cucian dan sebagainya) kedalam sumur resapan air hujan karena bisa mencemarkan kandungan air tanah. Khusus untuk buangan air limbah rumah tangga, buatlah sumur resapan tersendiri

  • 3. Apabila air banjir masuk kerumah mencapai ketinggian 20-50 cm satu satunya jalan adalah meninggikan lantai rumah kita diatas ambang permukaan air banjire. Cara lain adalah membuat tanggul di depan pintu masuk rumah kita.Cara ini sudah umum dilakukan

20

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

orang hanya teknisnya sering kurang terencana secara mendetail

Semua orang tidak menginginkan bencana datang melanda sehingga agar tidak menyesal kemudian, kita harus menerapkan kalimat bijak yang mengatakan ” lebih baik mecegah dari pada mengatasi”,

21

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

  • a. KESIMPULAN

BAB III

PENUTUP

Dari pembahasan di atas dapat penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

  • 1. pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

  • 2. Salah satu sumber yang menyebabkan pencemaran air adalah dari limbah pemukiman, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah pertambangan.

  • 3. Dampak yang di timbulkan oleh pencemaran air sangat mempengaruhi kesehatan manusia, kelangsungan hidup hewan air, kejernihan air tanah dan kerusakan estetika ligkungan secara umumnya.

  • 4. Penanggulangan pencemaran air dapat di lakukan baik secara teknis maupun teknis yang keduanya saling berhubungan. Selain itu kalimat mencegah lebih baik baik dari mengatasi juga harus di tanmakan kepada semua orang.

  • b. SARAN Untuk lebih memahami semua tentang pencemaran air, disarankan para pembaca mencari referensi lain yang berkaitan dengan materi pada makalah ini. Selain itu, diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari dalam menjaga kelestarian lingkungan terutama air beserta penyusun yang ada di dalamnya.

22

Akademi Teknik Industri Makassar

MANAJEMEN LINGKUNGAN “PENCEMARAN AIR”

DAFTAR PUSTAKA

Achmad Lutfi, Pencemaran air 12-03-2009 (di kunjungi 03-032010)

Lina, Warlina.2004. Pencemaran Air: Sumber, Dampak, Dan Penanggulangannya (di akses melalui http://rudyct.com/PPS702-ipb/08234/lina_warlina.pdf (di kunjungi 03-03-2010)

Arya,wisnu.1999. Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi offset. Jogjakarta

23

Akademi Teknik Industri Makassar