Anda di halaman 1dari 19

TUGAS EKONOMI PERENCANAAN

Musrenbang Kelurahan Kedungmundu

Di Susun Oleh: Abdilhaq Fashollatain Jarot Setya Ridha Tama Erfan Satriyo Nugroho Fani firmanto 12020110141001 12020110141030 12020110141043 12020110141050

ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISINIS UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

A. Visi dan Misi 1. Visi

Visi Kelurahan Kedungmundu Menjadi KELURAHAN SIAGA dengan terciptanya pelayanan yang baik, optimal, efektif, dan efisien kepada masyarakat. 2. Misi Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan 5 ( lima ) Misi sebagai berikut : 1. Mewujudkan Sumber daya manusia yang berpengetahuan, berkemampuan dan berkepribadian. 2. Melaksanakan pembinaan lembaga kemasyarakatan. 3. Meningkatkan peran serta dalam pembangunan wilayah. 4. Mewujudkan Sarana Prasarana lingkungan yang memadai. 5. Mewujudkan peningkatan pelayanan publik. B. Kebijakan Daerah Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat dan desa/ Kelurahan Arah Kebijakan Daerah dalam rangka pemberdayaan masyarakat Desa/ Kelurahan diarahkan pada pengembangan pola kerjasama yang sinergis, berkelanjutan, dan semakin memperluas basis dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan wilayah. Prioritas kebijakan yaitu : 1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia dan Masyarakat Kelurahan Kedungmundu yang Berkualitas. Masalah Sumber daya manusia menjadi sorotan dan tumpuhan untuk dapat mewujudkan Semarang setara karena sumber daya manusia mempunyai peran penting dalam mensukseskan pembanguan. Untuk mewujudkan sumber daya manusia dan masyarakat Kelurahan Kedungmundu yang berkualitas, kebijakan diarahkan pada bidang pendidikan ,kesehatan, dan perpustakaan. 2. Mewujudkan Tata Ruang Wilayah dan Infrastruktur yang Berkelanjutan.

Peran infrastruktur penting sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan menjamin adanya pemerataan hasil pembangunan, untuk itu kebijakan Daerah Kelurahan Kedungmundu diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Wilayah Kelurahan Kedungmundu. 3. Mewujudkan Kehidupan Masyarakat Kedungmundu yang Sejahtera

Ukuran kesejahteraan masyarakat adalah, masyarakat bukan lagi menjadi objek pembangunan tapi sebagai pelaku pembangunan. Selain itu, ada kepastian pendapatan untuk bisa memenuhi

kebutuhan primernya. Jika hal itu sudah terwujud, maka kemandirian masyarakat itu sudah terbangun dengan baik. Masyarakat dikatakan memiliki kemandirian, jika mereka ini telah mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain. Kebutuhan primer itu bisa dipenuhi jika masyarakat telah memiliki kepastian pendapatan. Untuk mewujudkan hal tersebut kebijakan daerah diarahkan guna menekan angka pengangguran. C. Kebijakan daerah Dalam Rangka Pemberdayaan Pemerintah desa/ Kelurahan Untuk dapat mewujudkan Visi Menjadi Kelurahan Siaga dengan terciptanya pelayanan yang baik, optimal, efektif, dan efisien kepada masyarakat. Hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Peningkatan Sarana dan Prasarana Pemerintahan Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan diprioritaskan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini diwujudkan dengan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dengan pelayanan satu atap serta menambah sarana yang telah ada, misalnya dengan menggunakan komputerisasi dalam penyelenggaraan pemerintah kelurahan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. 2. Peningkatan Sumber Daya Manusia Aparat Pemerintah Kelurahan Kedungmundu

Perwujudan Sumber Daya Manusia yang diperlukan dalam pemberian pelayanan prima kepada masyarakat diperlukan kualitas yang terdidik, sehat, berbudi pekerti dan berbudaya. Kesemuanya dilakukan melalui program peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan peningkatan pelayanan keagamaan. Peningkataan Sumber Daya Aparat Pemerintah Kelurahan Kedungmundu dengan mengikuti bintek bagi pejabat struktural dan Bintal bagi perangkat kelurahan yang diselenggarakan oleh Kecamatan dan Pemerintah Kota Semarang. D. Eksistensi Institusi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/ Kelurahan 1. 2. 3. 4. 5. 6. LPMK PKK FKK RT RW BKM

E. Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Aparat Yang Menangani Pemberdayaan Masyarakat desa/Kelurahan 1. Kuantitas Sumber Daya Aparat

Jumlah aparat Pemerintah Kelurahan Kedungmundu adalah sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini : No. 1. 2. 3. 4. Kasi Pembangunan 5. Kasi Kesos 6. Staf 2 2 1 1 Jabatan LurahSekretaris Kelurahan Kasi Pemerintahan Kasi Ketentraman Ketertiban Jumlah Aparat 2011 11 1 &1 1

2012 11 1 1 1

2. -

Kualitas Sumber Daya Aparat

Pendidikan Formal

Pendidikan formal yang dimiliki oleh Aparat Pemerintahan Kelurahan Kedungmundu dapat dilihat pada tabel berikut : No. 1.2. 3. 4. 5. 6. 7. Jabatan LurahSekretaris Lurah Kasi Pemerintahan Kasi Pembangunan Kasi Kessos Kasi Trantib Staf Pendidikan S 1S 1 S1 S1 SMA S1 2 SMA

Penguasaan Terhadap Bidang Tugas Penguasaan Wilayah Disiplin Kerja

G. Kebijakan Daerah dalam Pengentasan Kemiskinan Salah satu masalah utama pembangunan di Indonesia saat ini adalah besarnya jumlah penduduk miskin dan pengangguran. Hal ini memerlukan penanganan khusus karena pada hakekatnya tujuan pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serangkaian upaya telah dan terus akan dilakukan oleh pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan yang memiliki trend meningkat sejak Krisis Ekonomi tahun 1998. Upaya yang dilakukan adalah melalui pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian masyarakat. Salah satu kebijakan daerah yang dilaksanakan adalah melalui PNPM yang merupakan kelanjutan dari program P2KP. PNPM adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. PNPM dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan iNovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan. Tujuan umum dari PNPM adalah meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri. Sedangkan tujuan khususnya adalah :

Meningkatnya partisipasi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat miskin, kelompok perempuan, komunitas adat terpencil dan kelompok masyarakat lainnya yang rentan dan sering terpinggirkan ke dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan. Meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat yang mengakar, representatif dan akuntabel. Meningkatnya kapasitas pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin melalui kebijakan, program dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin (pro-poor) Meningkatnya sinergi masyarakat, pemerintah daerah, swasta, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat dan kelompok perduli lainnya untuk mengefektifkan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan. Meningkatnya keberadaan dan kemandirian masyarakat serta kapasitas pemerintah daerah dan kelompok perduli setempat dalam menanggulangi kemiskinan di wilayahnya. Meningkatnya modal sosial masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi sosial dan budaya serta untuk melestarikan kearifan lokal. Meningkatnya inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, informasi dan komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat. pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui komponen program

Rangkaian proses sebagai berikut :

Pengembangan Masyarakat.

Komponen Pengembangan Masyarakat mencakup serangkaian kegiatan untuk membangun kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat yang terdiri dari pemetaan potensi, masalah dan kebutuhan masyarakat, perencanaan partisipatif, pengorganisasian, pemanfaatan sumberdaya, pemantauan dan pemeliharaan hasil-hasil yang telah dicapai. Untuk mendukung rangkaian kegiatan tersebut, disediakan dana pendukung kegiatan pembelajaran masyarakat, pengembangan relawan dan operasional pendampingan masyarakat; dan fasilitator, pengembangan kapasitas, mediasi dan advokasi. Peran fasilitator terutama pada saat awal pemberdayaan, sedangkan relawan masyarakat adalah yang utama sebagai motor penggerak masyarakat di wilayahnya.

Bantuan Langsung Masyarakat

Komponen Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) adalah dana stimulan keswadayaan yang diberikan kepada kelompok masyarakat untuk membiayai sebagian kegiatan yang direncanakan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan terutama masyarakat miskin.

Peningkatan Kapasitas Pemerintahan dan Pelaku Lokal

Komponen Peningkatan Kapasitas Pemerintah dan Pelaku Lokal adalah serangkaian kegiatan yang meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan pelaku lokal/kelompok perduli lainnya agar mampu menciptakan kondisi yang kondusif dan sinergi yang positif bagi masyarakat terutama kelompok miskin dalam menyelenggarakan hidupnya secara layak. Kegiatan terkait dalam komponen ini diantaranya seminar, pelatihan, lokakarya, kunjungan lapangan yang dilakukan secara selektif dan sebagainya.

Bantuan Pengelolaan dan Pengembangan Program

Komponen ini meliputi kegiatan-kegiatan untuk mendukung pemerintah dan berbagai kelompok peduli lainnya dalam pengelolaan kegiatan seperti penyediaan konsultan manajemen, pengendalian mutu, evaluasi dan pengembangan program. Kelurahan Kedungmundu yang terdapat Rumah Tangga Miskin (RTM) sejumlah 61 KK dari jumlah KK seluruhnya 2.633 KK atau 2,2 % , merupakan salah satu yang menerima bantuan dana bergulir melalui program P2KP sejak tahun 2000 dan dilanjutkan dengan PNPM. Untuk mengelolanya, dibentuk Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Masyarakat dapat memanfaatkan dana PNPM untuk membiayai sektor usaha produktif melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang dibentuk berdasarkan kesamaan jenis usaha. Secara langsung maupun tidak langsung, program PNPM telah dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Kelurahan Kedungmundu melalui kegiatan-kegiatan Ekonomi produktif yang mendapatkan modal dari dana PNPM. Selain itu, program PNPM juga dapat

meningkatkan kondisi sarana dan prasarana fisik Kelurahan Kedungmundu, sehingga dapat menunjang kegiatan perekonomian masyarakat. H. Alokasi Anggaran Untuk Program Pengentasan Kemiskinan Alokasi Anggaran Untuk Program Pengentasan Kemiskinan di wilayah Kelurahan Kedungmundu, yaitu dialokasikan ke kegiatan berupa Bantuan ternak dan pinjaman modal tanpa bunga bagi warga miskin di wilayah RW III dan RW V. Selain itu, bantuan dari instansi vertical juga digunakan untuk pelatihan dan perbaikan rumah warga miskin di Kelurahan Kedungmundu. Dalam rangka mewujudkan keberhasilan Program Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Kelurahan Kedungmundu bersama dengan Lembaga mayarakat yang ada turut berpartisipasi membangun wilayah dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada di Kelurahan baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. dan mengajak serta masyarakat turut berperan aktif di dalamnya. Terkait dengan hal tersebut langkah dan upaya yang dilaksanakan untuk terwujudnya program tersebut meliputi berbagai aspek / bidang, antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Bidang Pendidikan Bidang Kesehatan Masyarakat Bidang Ekonomi Masyarakat Bidang Keamanan dan Ketertiban Bidang partisipasi Masyarakat Bidang Pemerintahan Bidang Lembaga Kemasyarakatan Bidang PKK

Di samping itu didukung pula dengan inisiatif dan kreativitas dalam memberdayakan masyarakat dan Pemerintahan Kelurahan. serta dapat mengimplementasikan terhadap Peraturan dan Kebijakan Pemerintahan. Adapun Pemberdayaan Masyarakat tersebut meliputi bidang-bidang sebagai berikut : A. BIDANG PENDIDIKAN

Untuk meningkatkan pengetahuan / pendidikan masyarakat Kelurahan Kedungmundu, telah diadakan berbagai kegiatan antara lain : 1. Rumah Pintar, diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan referensi bacaan khususnya ibu-ibu dan anak-anak. Rumah Pintar di Kelurahan Kedungmundu baru ada 1 (satu) buah di RW. III. Hal ini disebabkan karena taraf Ekonomi Warga Kelurahan Kedungmundu sebagian besar menengah ke atas, sehingga dalam memenuhi informasi bacaan dll untuk anak, diperlukan media dan sarana berupa rumah pintar.

2. PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) Informal, Dikelola masyarakat bekerja sama dengan Ibu-ibu TP. PKK Kelurahan Kedungmundu. PAUD Informal ini berada di RW II). 3. PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) formal, dikelola oleh yayasan dan sudah mendapat binaan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang. PAUD formal di Kelurahan Kedungmundu satu buah, yang tersebar di RW V a. Penduduk buta huruf Usia 15 Tahun ke Atas Kelurahan Kedungmundu merupakan wilayah kelurahan pengembangan perkotaan dimana masyarakatnya mempunyai kesadaran yang tinggi akan arti pentingnya pendidikan, sehingga dari jumlah penduduk usia 15 tahun keatas tidak ada yang buta huruf seperti nampak pada tabel berikut : No Jumlah Penduduk Jumlah Penduduk Usia 15 % Usia 15 Tahun Tahun Keatas yang Buta Huruf Keatas 1.2. 20112012 6.1896.412 00 00 Sumber : Kedungmundu Kelurahan tahun 2011 dan 2012 Hal ini dikarenakan pada saat Kecamatan Tembalang melaksanakan penuntasan 3 Buta ( buta Aksara, buta Bahasa, dan Buta huruf ) pada tahun 2007, Kelurahan Kedungmundu sudah dinyatakan bebas 3 buta sampai saat ini. Analisis Keterangan : Dari jumlah penduduk usia sekolah, semua sudah bersekolah kecuali bagi mereka yang sudah berusia 44 tahun ke atas yang belum pernah mengenyam pendidikan dasar 9 tahun sudah termasuk bukan kategori penduduk 3 buta. Sementara bagi para pendatang baru pada umumnya yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga sifatnya hanya boro dan bukan merupakan penduduk Kelurahan Kedungmundu, karena mereka menetap berpindah-pindah. Dengan demikian, untuk realisasi tuntas 3 buta di Kelurahan Kedungmundu sudah mencapai 100 % atau dengan kata lain Kelurahan Kedungmundu sudah bebas Tiga Buta. b. Wajib Belajar Dasar Sembilan Tahun Pelaksanaan program Wajib Belajar Sembilan tahun di Kelurahan Kedungmundu dari jumlah penduduk usia 7 15 tahun semuanya sudah berhasil tertangani 100 %. Hal ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : Tahun

JUMLAH PENDUDUK USIA 7 15 TAHUN NO 1.2. TAHUN 20112012 JUMLAH 1.9172.179 KELULUSAN 100 %100 %

Sumber : Kedungmundu Kelurahan tahun 2011 dan 2012 Analisis Keterangan : Dari Tabel tersebut di atas terbukti bahwa anak usia 7 15 tahun yang wajib mengenyam pendidikan Dasar 9 tahun sudah banyak peningkatan penyelesaiannya. Karena terjadi peningkatan siswa sebesar 12,02 % dari kurun waktu tahun 2011 - 2012. Begitu juga terkait dengan kesadaran orang tua siswa terhadap kepedulian pendidikan anaknya. Hal ini dapat ;dibuktikan dengan peningkatan kualitas kelulusan dalam kurun waktu tahun 2011 - 2012 sebesar 100 %. c. Prasarana Pendidikan

Di Kelurahan Kedungmundu kebutuhan pendidikan terlayani dengan adanya diprasaran dari pra sekolah ( Play group dan TK ). Di samping itu pula sebelum terlayani di Play Group maupun TK , anak-anak bisa dimasukkan kelompok PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) di wilayahnya masing-masing baik itu PAUD formal maupun PAUD informal di semua Sekolah maupun di wilayah secara merata. Prasarana pendidikan yang ada yaitu : NO 12 3 4 5 6 7 8 9. SARANA/PRASARANAPENDIDIKAN TAHUN 2011 PAUD FormalPAUD Non formal 11 Play Group TK SD / MI Sederajat SLTP / Sederajat SLTA / Sederajat Perguruan Tinggi Lembaga Pendidikan 1 7 2 1 0 2 2 KET

2012 11 1 7 2 1 0 2 3

Lain / Kursus-kursus

Sumber : Kedungmundu Kelurahan tahun 2011 dan 2012 Analisis Keterangan : Tidak adanya Sekolah SLTA di Keluahan Kedungmundu, dikarenakan banyak terdapat SLTA di sekitar Kedungmundu, seperti SMA 15 di Sambiroto, SMA Muhammadiyah di Mrican, SMA 2 di Kelurahan Gemah, dan lain-lain. Jumlah Pendidikan Non formal / kursus-kursus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa Kesadaran warga akan kebutuhan keahlian Pendidikan teknis untuk meningkatkan ketrampilan cukup tinggi. B. BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah Kelurahan Kedungmundu bersama lembaga masyarakat telah mengupayakan kegiatan/gerakan menuju masyarakat sehat yang diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK, Puskesmas, Kader Posyandu, Kader jumantik, PLKB Kecamatan, para ketua RT dan RW serta para tokoh masyarakat yang berprofesi di bidang kesehatan antara lain melalui kegiatan : Kerja bhakti massal tiap minggu pertama setiap bulan di wilayah RW masing-masing, Sosialisasi gerakan Pokjanal DBD ( jentik ) di rumah

Setiap individu sadar sebagai petugas jumantik (juru pemantau dan lingkungannya sendiri. -

Posyandu untuk mengetahui perkembangan kesehatan ( Posyandu Balita, Posyandu Lansia ) Gerakan menanam dengan TOGA.

Menggalakkan dan mensosialiosasikan pemberian ASI ekslusif kepada para ibu yang baru melahirkan sampai anak usia 2 tahun. Pembentukan RW Siaga.

Menyarankan kepada warga masyarakat yang mempunyai balita sebelum usia sekolah untuk bisa dimasukkan dalam kegiatan PAUD setempat. Dari kegiatan kegiatan tersebut di atas dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Angka penderita penyakit Deman Berdarah di Kelurahan Kedungmundu adalah sebagai berikut : Tahun 2011 berjumlah Tahun 2012 berjumlah Analisis Keterangan : Berdasarkan data tersebut bahwa jumlah penderita Demam Berdarah mengalami penurunan, hal ini dipengaruhi beberapa faktor seperti peningkatan kesadaran warga tentang PHBS Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, kemudian juga kegiatan PSN digalakan pada tingkatan RW maupun RT 2. Kematian Bayi : 20 penderita : 18 penderita

Angka Kematian bayi yang tercatat di Kelurahan Kedungmundu pada tahun 2011 maupun tahun 2012 tidak terjadi kematian bayi. Analisis Keterangan Tidak adanya bayi yang meninggal menunjukkan kesehatan ibu selama hamil terjaga demikian pula pada saat persalinan baik ibu maupun balitanya dalam keadaan selamat dan sehat 3. Gizi Balita

Di Kelurahan Kedungmundu jumlah Balita yang meninggal karena bergizi kurang dalam tahun 2011 maupun 2012 tidak ada atau nihil Analisis Keterangan : Dengan adanya pengetahuan ibu dalam merawat balita cukup tinggi khususnya dalam pemberian makanan kepada balita. Terpenuhinya gizi yang baik, oleh karena adanya informasi yang baik pada saat ibu mengikuti kegiatan posyandu. 4. Cakupan Imunisasi

Kegiatan imunisasi balita yang dilaksanakan di setiap Posyandu dan tempat-tempat pelayanan medis telah mencakup semua balita yang ada .

DATA IMUNISASI BALITA TAHUN MACAM IMUNISASI Polio III DPT II BCG 2011 L 21 32 74 2012 L 19 21 28

NO 1. 2. 3.

P 16 26 85

P 24 26 37

Sumber : Kedungmundu Kelurahan tahun 2011 dan 2012 Analisis Keterangan : Semua balita dilakukan imunisasi dan data tersebut menunjukkan peningkatan cakupan imunisasi. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran ibu dalam menjaga kesehatan putra putrinya sangat tinggi. 5. Angka Harapan Hidup dari tahun ke tahun mengalami

Angka harapan hidup warga Kelurahan Kedungmundu peningkatan sebagai berikut :

Tahun 2011 yang meninggal dunia dibawah usia 70 tahun sejumlah 29 orang dan di atas 70 tahun sebesar 15 orang Tahun 2012 yang meinggal dunia di bawah usia 70 tahun sejumlah 21 orang dan di atas 70 tahun sebesar 15 orang. Analisis Keterangan : Berdasarkan data tersebut dapat diketahui adanya kenaikan angka harapan hidup pada usia sebelum 70 tahun, sementara itu setelah usia 70 tahun angka tersebut cenderung tetap. Keadaan ini menunjukkan adanya peningkatan kesehatan di antara warga. Hal ini didukung adanya posyandu lansia dan senam lansia.. Disamping itu ada promosi kesehatan setelah senam dilakukan. 6. Pemenuhan Air Bersih

Di Wilayah Kelurahan Kedungmundu telah terpenuhi kebutuhan air bersih sesuai dengan jumlah rumah tangga dan KK yang ada.

Tahun 2011 rumah tangga yang terpenuhi air bersih dari sumber Air sumur sebanyak 510 KK, sumber air PDAM sebanyak 1024 KK, sumber air lain- lain 700 KK . Tahun 2012 rumah tangga yang terpenuhi air bersih dari sumber air sumur sebanyak 726 KK, sumber air PDAM sebanyak 1279 KK, dan sumber air lain lain 534 KK Analisis Keterangan Semua Rumah tangga yang ada di kelurahan Kedungmundu terlayani air bersih. Berdasarkan data tersebut ada peningkatan penggunaan sumber air bersih penggunaan PDAM demikian juga penggunaan Air sumur. 7, Jumlah Tenaga dan Prasarana Kesehatan

Jumlah tenaga dan prasarana kesehatan yang ada di Kelurahan Kedungmundu antara lain : Dokter praktek Bidan praktek Pijat refleksi Ambulan Siaga Mobil Ambulan Siaga Motor Posyandu Anak Posyandu Lansia Kelompok Jantung Sehat Kelompok Senam Lansia Kelompok Senam RT Apotek dan Toko obat Pengobatan tradisional : 4 Orang : 3 Orang : 5 Orang : 56 buah : 112 buah : 9 buah : 5 buah : 2 buah : 3 buah : 4 buah : 3 buah : 2 buah

Dalam upaya menjaga kesehatan dan kebugaran maka warga memiliki kelompok kelompok kesehatan seperti Kelompok Jantung Sehat, Kelompok Senam Lansia, Kelompok Senam tingkat RT. Posuandu anak berada di semua RW sedangkan Posyandu lansia berada di RW I, VI, dan VIII.

Analisis Keterangan Beragamnya tenaga kesehatan di wilayah Kedungmundu mendukung untuk terpenuhinya pencegahan penyakit atau bila ada warga yang sakit setidak tidaknya cepat mendapat pertolongan. C. BIDANG EKONOMI Dalam rangka mendukung program Walikota Semarang dengan melaksanakan dan mensukseskan di berbagai bidang pembangunan dilakukan dengan langkah pencapaian Kesetaraan melalui: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran Penanganan banjir Penataan tata ruang dan infra struktur Peningkatan pelayanan public Kesetaraan dan keadilan jender Peningkatan penyelenggaraan pendidikan Peningkatan derajat Kesehatan 1.

Program Penanggulan Kemiskinan dan Pengangguran

Diupayakan melalui program pengentasan kemiskinan dari Pemerintah Kota Semarang dengan harapan selama kurun waktu 1 tahun bisa mengentaskan kemiskinan 2,2 % tingkat Kota Semarang. Saat ini Kelurahan Kedungmundu terpilih sebagai Kelurahan percontohan di Kecamatan Tembalang. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran warga untuk dapat meningkatkan kesejahteraan melalui wirausaha. Warga miskin yang ada di Kelurahan Kedungmundu sebanyak 61 KK dari jumlah KK sebanyak 2.633 = 2,2 %. Dari jumlah tersebut diusahakan masuk program Pertanian ternak yang di bantu dari BKM dan member penyuluhan wirausaha untuk dapat meningkatkan kesejahteraan warga, sehingga di harapkan kemiskinan di Kelurahan Kedungmundu Tahun 2013 ini dapat berkurang, 2. Kelembagaan Ekonomi

Berkat dukungan dan bantuan berbagai pihak di Kelurahan Kedungmundu telah muncul berbagai Kelembagaan ekonomi antara lain : BKM P2K

Lembaga Keuangan Mikro dan Koperasi di beberapa berbagi usaha ( Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Masjid Dll.)

Dengan adanya kelembagaan Ekonomi sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di Kelurahan Kedungmundu, Prasarana / Lembaga Perekonomian yang berkembang baik yaitu : Home Industri, sentra pengrajin pembuat tempe, pembuat roti Tanduk, pembuat Sandal dari Limbah Sampah, ternak Lele, ternak Kambing dan lain-lain. Tahun 2011 prasarana ekonomi Toko, Warung dll : 179 buah Tahun 2012 prasarana ekonomi Toko, Warung dll : 201 buah Dari berbagai toko besar atau kecil serta Toko modern. Analisis Keterangan : Dari data tersebut di atas dapat dilihat adanya peningkatan yang sangat segnifikan, Banyaknya warung dan toko karena situasi dan kondisi wilayah karena daerah pengembangan, bahkan cenderung menuju ke perkotaan dan menjadi wilayah pemukiman padat, Ini menunjukkan bahwa roda perekonomian Kelurahan Kedungmundu berjalan dengan baik, 3. Tingkat Kesejahteraan

Tingkat Kesejahteraan Warga Kelurahan Kedungmundu dapat terindikasi dari peningkatan keluarga miskin yang terdata, sebagai berikut : Tahun 2011 jumlah warga miskin Tahun 2012 jumlah warga miskin = 56 KK = 61 KK

Tahun 2011 Jumlah Rawan miskin = 106 KK Tahun 2012 Jumlah Rawan miskin = 140 KK Tahun 2011 Jumlah Keluarga Sejahtera & Sejahtera plus = 2.354 KK Tahun 2012 Jumlah Keluarga Sejahtera & Sejahtera plus = 2.432KK D. BIDANG KEAMANAN DAN KETERTIBAN .

Untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kelurahan Kedungmundu perlu adanya kerjasama antara Pemerintah Kelurahan dengan Babinkamtibmas, Babinsa Lembaga Mayarakat yang ada, seksi keamanan RT, RW, Forum Komunikasi Polisi dan Masyarakat [ FKPM ] serta dukungan semua masyarakat . Dengan kegiatan kegiatannya antara lain :

Mengikut sertakan pelatihan Linmas Mengikut sertakan linmas dalam rangka pelatihan penanggulangan bencana alam dan banjir. Meningkatkan kegiatan Pos kamling/Pam Swakarsa di lingkungan RT/RW.

Meningkatkan Sarana dan prasarana Poskamling di masing-masing RT/RW

Dengan selalu berkomunikasi dan koordinasi dengan semua elemen keamanan yang ada, maka di Kelurahan Kedungmundu dalam kurun waktu tahun 2011 s/d 2012 dalam keadaan aman dan kondusif. 1. Konflik Sara Alhamdulillah, di wilayah Kelurahan Kedungmundu selama kurun waktu tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 tidak pernah terjadi konflik SARA dalam kehidupan bermasyarakat, baik itu konflik antar kelompok, antar etnis maupun konflik yang berbau agama. Analisis /Keterangan Masyarakat Kelurahan Kedungmundu yang terdiri dari bermacam-macam golongan / etnis selama dua tahun terakhir dalam menjalin kehidupan bermasyarakat sangatlah harmonis. Hal ini terbukti dengan tidak pernah terjadi adanya konflik sara di wilayah Kelurahan Kedungmundu. Tingkat kesadaran warga dalam menghormati agama lain maupun kepentingan kelompok yang lain sangat tinggi. Sehingga dengan saling hormat- menghormati antar warga akan tercipta kehidupan yang harmonis. 2. Perkelahian Kasus Perkelahian di Kelurahan Kedungmundu selama tahun 2011 dan 2012 bahkan hingga sekarang tidak ada atau belum pernah terjadi. Analisis / Keterangan : Di Kelurahan Kedungmundu walaupun banyak terdapat sekolahan SMP sampai Perguruan tinggi, tidak pernah terjadi adanya perkelahian ataupun tawuran seperti yang sekarang baru ngetren masalah tawuran pelajar. Ini disebabkan adanya komunikasi timbal balik antara pendidik maupun para murid dan orang tua murid. Sehingga segala permasalahan dapat diselesaikan dengan musyawarah. 3. Pencurian dan Perampokan Kasus pencurian yang terjadi di Kelurahan Kedungmundu selama 2 tahun ini adalah sebagai berikut : - Tahun 2011 = 7 kasus

- Tahun 2012 = 0 kasus Analisis / Keterangan :

Melihat dari kasus pencurian tersebut di atas, adanya penurunan kejadian pencurian di Wilayah Kelurahan Kedungmundu.Ini disebabkan karena adanya pembinaan maupun sosialisasi dari Pemerintah Kelurahan bekerjasama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas serta lembaga Kelurahan terkait tentang pentingnya keamanan lingkungan dengan mengoptimalkan siskamling. 4. Perjudian Kasus perjudian di Kelurahan Kedungmundu yang ditangani Kepolisian selama tahun 2011 dan 2012 adalah sebagai berikut : - tahun 2011 - tahun 2012 = Nihil = Nihil

Analisis / Keterangan Selama tahun 2011 dan 2012 dapat dilihat bahwa kasus perjudian di Kelurahan Kedungmundu tidak ada. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hukum telah meningkat. Di samping itu juga tak lepas dari pembinan dan sosialisasi para penegak hukum yang bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan ataupun instansi terkait, sehingga angka kriminalitas di Kelurahan dapat ditekan. 5. Narkoba Kelurahan Kedungmundu Selama dua tahun terakhir yaitu tahun 2011 dan 2012 tidak ada kasus narkoba atau nihil. Analisis / Keterangan Dalam kasus narkoba khususnya para pemuda sudah menyadari tentang bahaya akibat penyalahgunaan narkoba. Sehingga selama tahun 2011 dan 2012 tidak ada kejadian / kasus masalah narkoba. Kondisi seperti ini disebabkan karena pihak kelurahan dan Babinkamtibmas maupun Babinsa tidak henti-hentinya mensosialisasi masalah bahaya Narkoba terhadap generasi muda. 6. Prostitusi Prostitusi yang sering di identikkan dengan lokalisasi, di Kelurahan Kedungmundu tidak ada kejadian / kasus. Walaupun masih ada tempat-tempat panti pijat maupun salon. Dimana tempattempat tersebut merupakan rawan prostitusi. Tetapi selama tahun 2011 dan 2012 tidak ada kasus maupun laporan dari warga sekitar tempat-tempat tersebut.

Analisis / Keterangan Dalam uraian di atas tidak adanya Kasus prostitusi di kelurahan Kedungmundu ini akibat dari pengendalian ataupun pendataan yang rutin dilakukan oleh Pihak Kelurahan. Sehingga setiap saat dapat memantau dan mengawasi kegiatan panti pijat maupun salon. 7. Pembunuhan Kasus pembunuhan di Kelurahan Kedungmundu selama tahun 2011 dan 2012 tidak ada atau nihil. Analisis / keterangan : Seringnya mengikuti kegiatan pembinaan mental baik di masjid dan tempat-tempat ibadah lain, menyebabkan jiwa dan mental menjadi lebih teruji. dengan mental yang baik akan dapat mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dan menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan sehingga hal hal yang mengarah kepada kejahatan dapat dicegah. Termasuk pembunuhan. 8. Kejahatan Seksual Kejahatan seksual yang terjadi di Kelurahan Kedungmundu selama tahun 2011 dan 2012 tidak ada / nihil. 9. Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga Kekerasan dalam rumah tangga yang lebih di kenal dengan KDRT dalam tahun 2011 dan 2012 di Kelurahan Kedungmundu tidak ada kasus. Analisis / Keterangan Kasus KDRT merupakan salah satu kasus kriminalitas baru yang pada saat ini telah dilindungi dengan UU dan berpayung hukum sehingga pelanggaran terhadap perbuatan ini dapat diancam dengan hukuman. Dengan sering disosialisasikannya KDRT kepada masyarakat menyebabkan kejadian kasus ini tidak ada. 10. Penculikan Kejadian Penculikan di Kelurahan Kedungmundu selama tahun 2011 dan 2012 tidak ada atau belum pernah terjadi. 11. Partisipasi Masyarakat dalam Keamanan Swakarsa Sebagai wujud peran serta masyarakat dalam keamanan dan ketertiban secara swakarsa di lingkungan masing masing adalah partisipasinya dalam kegiatan Siskamling, di Kelurahan

Kedungmundu adanya Kelompok Siskamling dan berdirinya Poskamling yang tersebar di RT RT menjadi bukti kepedulian warga masyarakat yang terdata sebagai berikut : ~ Tahun 2011 jumlah Pos Kamling ~ Tahun 2012 jumlah Pos Kamling Analisis / Keterangan : ~ Jumlah Pos Kamling selama setahun tidak bertambah, ini sudah termasuk cukup bagus, mengingat tidak mudah mendapatkan lahan di RT / RW yang bisa didirikan Pos Kamling, belum menggali dana pembangunannya secara swadaya murni masyarakat, yang biasanya dilaksanakan dengan jimpitan tiap malam sebagai bagian kegiatan Siskamling / Ronda lingkungan dari rumah ke rumah . ~ Meskipun jumlah Pos Kamling yang ada tidak sebanyak jumlah lembaga RT / RW yang ada, namun Siskamling tetap dilaksanakan di setiap lingkungan RT / RW untuk antisipasi gangguan kejahatan yang mungkin terjadi . 12 . Rasio Anggota Hansip / Linmas dengan Jumlah Penduduk Jumlah penduduk yang menjadi Anggota Hansip / Linmas tahun 2011 jumlahnya 35 orang dan tahun 2012 ada peningkatan 20 orang, sehingga menjadi 55 orang, dimana pada kegiatan Pemilu telah membaktikan diri membantu pengamanan pada 25 TPS yang tersebar di 9 RW. Pada kondisi terakhir perlu adanya peremajaan / pengkaderan lagi karena sebagian ada anggota yang pindah, meninggal, non aktif, lanjut usia, beralih kegiatan lain, dsb. Sebagian besar adalah Anggota Hansip lama dengan pengabdian lebih dari 15 tahun yang masih penuh kesetiaan dan dedikasi tinggi untuk ikut berbakti bela negara, dari pengalaman dan ketrampilannya tersebut sebagian telah tersalurkan menjadi Satpam Perumahan / Perusahaan. = 44 buah = 44 buah