Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL PEMBUATAN SABUN PADAT TRANSPARAN AROMA TERAPI

Disusun Oleh: A. Amar Mualimin 5511310002 Ivon Maulana 5511310003 Noviardi Rangga N 5511310008

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG SEMARANG 2012

SABUN PADAT TRANSPARAN AROMA TERAPI

1. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya sabun. Sabun pada umumnya dikenal dalam bentuk batangan. Sabun sudah menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat masa ini. Jika kita mandi tanpa sabun, maka kita akan mersakan sesuatu yang kurang. Sabun juga sangat berperan dalam mengangkat benda asing di kulit kita. Tanpa sabun, maka kita mungkin tidak dapat menikmati makanan yang kita santap dengan tangan yang bersih, karena mencuci tangan tanpa sabun tidaklah efektif untuk menghilangkan sebagian besar benda asing yang ada di tangan kita. Seiring makin beragamnya kebutuhan dan selera konsumen, produk sabun pun kini sangat bervariasi, seperti sabun opaque, sabun cair, dan sabun transparan. Sabun transparan memiliki penampilan yang mewah, berkelas, menarik dan menimbulkan kesan alami yang menyebabkan sabun transparan tersebut dijual dengan harga yang relatif lebih mahal. Pendirian industri sabun transparan merupakan salah satu jenis usaha yang cukup menjanjikan mengingat pasar sabun transparan belum jenuh dan masih terbuka lebar. Oleh karena itu, sabun transparan umumnya ditujukan untuk segmen pasar menengah ke atas, sebagai sabun kecantikan atau perawatan. Sebagai sabun premium, sabun transparan dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Bahan dasar sabun transparan sama dengan sabun padat biasa, yaitu minyak kelapa. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pembuatan sabun transparan tidak lagi menggunakan minyak kelapa, melainkan minyak kelapa murni. Karakteristik minyak kelapa murni yang lebih tahan panas, tidak mudah terdegradasi, mengandung asam lemak jenuh, serta memiliki warna dan aroma yang lebih baik dibanding minyak kelapa, memberikan keunggulan tersendiri pada produk perawatan kulit dan kecantikan. Oleh karena itu, penggunaannya dalam sabun transparan tidak hanya sebagai bahan baku, tetapi juga memberi nilai tambah pada produk.

2. Tujuan a. Membuat sabun transparan aroma terapi dari VCO. b. Meningkatkan nilai estetika sabun. c. Dapat mengolah sumber alam terbarukan (minyak nabati) menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

3. Manfaat a. Terampil dalam membuat sabun. b. Nilai estetika sabun meningkat. c. Mengetahui pengolahan sumber alam terbarukan (minyak nabati) menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

4. Tinjauan Pustaka Sabun adalah salah satu senyawa kimia tertua yang pernah dikenal. Sabun sendiri tidak secara aktual ditemukan, namun berasal dari pengembangan campuran antara senyawa alkali dan lemak/minyak yang biasa disebut dengan proses saponifikasi. Sabun disebut sodium stearat dengan rumus kimia C17H35COONa dan merupakan hidrokarbon rantai panjang dengan rantai 10-20 atom karbon. Dapat digunakan untuk membersihkan karena terdapat gugus senyawa yang bersifat polar, merupakan komponen ionik yang larut dalam air dan tidak larut dalam larutan organik yaitu minyak. Sebagian gugus merupakan molekul yang bersifat nonpolar dan larut dalam minyak tetapi tidak larut dalam air. Sabun termasuk salah satu jenis surfaktan yang terbuat dari minyak atau lemak alami. Surfaktan mempunyai struktur bipolar. Bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian ekor bersifat hidrofobik. Karena sifat inilah sabun mampu mengangkat kotoran (biasanya lemak) dari badan dan pakaian. Selain itu, pada larutan, surfaktan akan menggerombol membentuk misel setelah melewati konsentrasi tertentu. Reaksi pembuatan sabun adalah sebagai berikut:

Lemak dan minyak yang umum digunakan dalam pembuatan sabun adalah trigliserida dengan tiga buah asam lemak yang tidak beraturan bila diesterifikasi dengan gliserol. Masing masing lemak mengandung sejumlah molekul asam lemak dengan rantai karbon panjang antara C12 (asam laurik) hingga C18 (asam stearat) pada lemak jenuh dan begitu juga dengan lemak tak jenuh. Campuran trigliserida diolah menjadi sabun melalui proses saponifikasi dengan larutan natrium hidroksida membebaskan gliserol. Sifat sifat sabun yang dihasilkan ditentukan oleh jumlah dan komposisi dari komponen asam asam lemak yang digunakan. Komposisi asam asam lemak yang sesuai dalam pembuatan sabun dibatasi panjang rantyai dan tingkat kejenuhan. Pada umumnya, panjang rantai yang kurang dari 12 atom karbon dihindari penggunaanya karena dapat membuat iritasi pada kulit, sebaliknya panjang rantai yang lebih dari 18 atom karbon membentuk sabun yang sukar larut dan sulit menimbulkan busa. Terlalu besar bagian asam asam lemak tak jenuh menghasilkan sabun yang mudah teroksidasi bila terkena udara. Beberapa jenis alkali yang umum digunakan dalam proses saponifikasi adalah NaOH, KOH, dan Na2CO3. NaOH, atau yang biasa dikenal dengan soda kaustik dalam industri sabun, merupakan alkali yang paling banyak digunakan

dalam pembuatan sabun keras. KOH banyak digunakan dalam pembuatan sabun cair karena sifatnya yang mudah larut dalam air. Na2CO3 (abu soda/natrium karbonat) merupakan alkali yang murah dan dapat menyabunkan asam lemak, tetapi tidak dapat menyabunkan trigliserida (minyak atau lemak). NaCl merupakan komponen kunci dalam proses pembuatan sabun. Kandungan NaCl pada produk akhir sangat kecil karena kandungan NaCl yang terlalu tinggi di dalam sabun dapat memperkeras struktur sabun. NaCl yang digunakan umumnya berbentuk air garam (brine) atau padatan (kristal). NaCl digunakan untuk memisahkan produk sabun dan gliserin. Gliserin tidak mengalami pengendapan dalam brine karena kelarutannya yang tinggi, sedangkan sabun akan mengendap. NaCl harus bebas dari besi, kalsium, dan magnesium agar diperoleh sabun yang berkualitas. Salah satu bahan tambahan dalam formulasi sabun transparan yang biasa digunakan adalah etanol. Etanol mudah larut dalam air dan lemak sehingga sesuai dengan semua bahan baku sabun transparan. Penggunaan etanol umum dilakukan dalam pembuatan sabun dan dianggap aman bagi kulit. Jumlah etanol yang terlalu sedikit akan menurunkan kejernihan sabun transparan, namun bila jumlahnya terlalu banyak dapat menghasilkan produk yang menyebabkan kulit kering.

5. Cara Kerja a. Alat - pipet ukur - ball filleer - hot plate - magnetic stirrer - gelas arloji - spatula - pin set - pengaduk kaca - labu takar - pipet tetes - cetakan b. Bahan - Minyak - NaOH - NaCl - Etanol - Gula - Gliserin - Surfaktan - Pewangi - Pewarna

c. Komposisi Bahan Komposisi Minyak (VCO) NaOH NaCl Etanol Gula Gliserin Surfaktan Pewangi Pewarna % W/W 20 20,3 0,2 15 11 7 1 secukupnya secukupnya

d. Skema Kerja
Minyak dipanaskan pada suhu 600C selama 15 menit Minyak Panas (+) NaOH diaduk hingga homogen suhu dijaga 700-800C Campuran (+) NaCl diaduk hingga suhu turun menjadi 400C Campuran (+) etanol (+) gula (+) gliserin (+) surfaktan (+) pewangi dan pewarna diaduk hingga homogen Sabun Cair dicetak didiamkan hingga memadat Sabun Transparan

6. Daftar Pustaka Aksar, Abi. 2010. Cara Pembuatan Sabun Transparan. http://abiaksar.blogspot.com/2010/07/cara-pembuatan-sabun-transparan.html. Akses tanggal 7 Oktober 2012 Lehninger. 1982. Dasar-Dasar Biokimia. Jilid 1. Jakarta : Erlangga Priyono, A. 2009. Makalah Pembuatan Sabun. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia. Riau: Universitas Riau. Tim Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. 2011. Teknologi Pengolahan Sabun Transparan Skala Rumah Tangga. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor Tim Dosen Praktikum Peningkatan Kualitas Bahan. 2012. Buku Petunjuk Praktikum Peningkatan Kualitas Bahan. Teknik Kimia UNNES.