Anda di halaman 1dari 2

Asas Perancangan Arsutektur

RA 091332

Nama : Guntur Satrio Pambudi NRP : 3208100100

Dosen : Pak Joseff

Berikut saya akan sedikit mengulas tentang materi kuliah Asper Rabu tanggal 9 Desember 2009 kemaren tentang Asas Fungsional dalam Arsitektur.

ASAS FUNGSIONAL
Fungsi Peran atau tugas. (kaitannya dengan Arsitektur terhadap manusia dan dunia) Guna Pemanfaatannya. (berkaitan dengan bnagunan itu sendiri demi kepentingan manusia)

Rangkuman. Suatu rancangan dikatakan fungsional jika memenuhi beberapa aspek2 sebgai berikut : 1) Totalitas (menyeluruh) 2) Service (pelayanan) Misalnya dalam hal service/layanan pada perancangan tempat tinggal seorang dosen dengan karyawan parkir. Mungkin kebutuhan akan ruang kedua klien hamper sama. Tapi dalam hal service, dalam artian pemilihan perabot dan furniture atau kelengkapan ruang lainnya akan sangat berbeda. Menyesuiakan dengan kondisi klien. Misalnya saja pada kamar mandi. KM karyawan cukup dengan bak mandi, closet, dan pemakaian air cukup dengan cibuk. Tapi perancangan untuk dosen karena kebutuhan akan service lebih dapat terpenuhi, pemakaian air dapat menggunakan bidet. 3) Time Semakin Berkualitas, maka semakin berumur panjang. Semakin Lifestyle, maka semakin berumur pendek. 4) Value Berate nilai, merujuk pada 3 nilai yaitu : 1) Nilai Dasar

2) Nilai Penting (important) dan 3) Nilai Desire (krentek) 5) Resources 1) Tepat guna dalam hal penggunaan resources. 2) Tepat tempat dalam hal penggunaan resources. Contohnya : Kayu Pondasi untuk di daerah Jawa. Biasanya menggunakan batu kali. Batu kali Pondasi baik tetapi tidak cocok sebagai pondasi di Papua. Karena di daerah Merauke tidak ada batu kali. Resources sebaiknya dikaitkan dengan Asas Value dan Time. 6) Synthesis Berkaitan dengan Totalitas dan Sinthesis. Maksudnya semuanya harus dikaitkan agar dapat melahirkan suatu sintesa. Contoh : m + m = I (???) 7) Iteration Meninjau/melanjutkan kembali sehingga menghasulkan Sintesis. 8) Change Merancang Unik 9) Relationship Hubungan satu dengan yang lain. Disini maksudnya bisa hubungan arsitek dengan klien mataupun masyarakat sekitar. 10) Competencce Totalitas mengharuskan berhadapan dengan banyak hal. Termasuk kompetensi. Keterbatasan kemampuan bukanlah suatu halangan untuk tidak bisa berkembang. Tetapi dengan keterbatasan itu, diharapkan arsitek dapat lebih intens meendalami jenis keahlian di bidangnya itu. Sehingga akhirnya dapat melakukan pekerjaan dengan maksimal, bukan optimal.