Anda di halaman 1dari 2

5. Penatalaksanaan pada periode Post Natal a.

Mencegah perdarahan berlebih Penyebab perdarahan setelah melahirkan yang paling sering adalah atoni uterus, kegagalan otot rahim untuk berkontraksi dengan kuat. Pada palpasi rahim teraba lunak. Dua intervensi yang paling penting untuk mencegah perdarahan berlebih ialah mempertahankan tonus rahim dan mencegah distensi kandung kemih. Mempertahankan Tonus Rahim Intervensi utama mempertahankan tonua yang baik ialah menstimulasi dengan pijatan yang lembutdi bagian fundus rahim sampai rahim terasa keras. Pijatan pada fundus bisa menyebabkan perdarahan vagina meningkat untuk sementara. Perdarahan ini terlihat sebagai bekuan darah yang keluar dari rahim. Bekuan darah ini bisa didorong keluar. Pemberian pembelajaran sangat penting untuk mempertahankan tonus rahim. Pijat fundus bisa merupakan tindakan yang tidak nyaman. Pemahaman tentang penyebab dan bahaya atoni rahim dan tujuan pemijatan fundus dapat membuat ibu lebih bersedia untuk bekerja sama. Mengajarkan ibu memijat fundus sendiri dapat mempertahankan kendali dan mengurangi rasa cemas. Rahim bisa tetap lunak walaupun sudah dipjat dan bekuan sudah dikeluarkan. Apabila hal ini terjadi, maka penting untuk perawat dan dokter mendampingi pasien. Intervensi yang dapat dilakukan memberikan cairan intra vena dan obat-obatan oksitoksik. Mencegah Distensi Kandung Kemih Kandung kemih yang penuh membuat rahim terdorong ke atas umbilicus ke salah satu sisi abdomen. Keadaan ini mencegah uterus untuk dapat berkontraksi normal. Intervensi perawat difokuskan untuk dapat membantu ibu mengosongkan kandung kemihnya secara spontan segera mungkin. Prioritas utama adalah membantu ibu ke kamar kecil atau berkemih di bedpan jika tidak dapat berjalan. Berikan stimulus yang dapat meningkatkan keinginan berkemih. Apabila tidak berhasil, kateter steril dapat dimasukan untuk mengeluarkan urin. b. Mencegah infeksi Untuk mencegah infeksi, pertahankan lingkungan yang bersih. Supervise penggunaan fasilitas untuk mencegah kontaminasi silang. Tindakan pencegahan secara universal harus dilakukan. Ajarkan ibu membersihkan perineum dari arah depan ke belakang. Ajari juga ibbu untuk mengganti pelapis perineumnya dari arah depan ke belakang sehabis berkemih atau defekasi dan mencuci tangan bersih sebelum dan sesudahnya.

c. Pemenuhan kebutuhan rasa nyaman Lakukan pengkajian dengan melakukan inspeksi dan palpasi untuk menentukan daerah nyeri, TTV, dan skala nyeri untuk menentukan intervensi yang tepat. Intervensi non farmakologi untuk keram menstruasi: kompres hangat, distraksi, relaksasi, dan interaksi dengan bayi untuk mengurangi nyeri akibat epiostomi. Mendorog ibu untuk tidur pada salah satu sisinya, menggunakan bantal saat duduk, kompres ice pack, obat salep, aplikasi panas-kering, sitz bath. Untuk intervensi farmakologi kolaborasikan dengan dokter untuk mendapatkan analgetik. d. Pemenuhan kebutuhan nutrisi ( maaf gy ga nemuuu di bobaak.. )

e. Pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur Dengan cara menggosok-gosok punggung, tindakan lain yang memberikan kenikmatan, dan pemberian obat tidur mungkin diperlukan selama malam pertama. Perawat dapat membantu membatasi kunjungan dan memberikan tempat nyaman. f. Pemenuhan kebutuhan ambulasi Bermanfaat untuk mengurangi insiden tromboembolisme dan mempercepat pemulihan kekuatan ibu. g. Pemenuhan kebutuhan eliminasi Ibu harus berkemih dengan spontan 6-8jam post partum, diharapkan urin yang keluar berjumlah 150 ml. Berikan penjelasan tentang upaya menghindari konstipasi. h. Pemenuhan kebutuhan sex Bahas masalah fisikdan psikologi akibat melahirkan terhadap hubungan sex dan ajarkan bagaimana memulai kembali hubungan sex.

6. Nilai dan keyakinan Budaya pada periode post natal