Anda di halaman 1dari 9

SOAL PPA I 1. Yang bukan pokok-pokok kebijakan APBN di bidang penerimaan negara adalah : a.

Upaya peningkatan tax ratrio b. Penyempurnaan peraturan perpajakan dan law enforcement c. Langkah-langkah reformasi di bidang kepabeanan d. Mengalihkan subsidi secara bertahap menjadi subsidi kepada 3-4 masyarakat yang kurang mampu. Pinjaman luar negeri oleh pemerintah untuk keperluan APBN menurut konsepsi yang baru merupakan elemen untuk : a. Penerimaan Negara b. Pembiayaan c. Menutup Defisit Anggaran 5 d. Menutup Surplus Anggaran Pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai s/d Rp. 10 milyar, dilakukan setelah mendapat persetujuan : a. Menteri/ Kepala LPND b. Menteri Keuangan 6 c. Menteri Koordinator d. Presiden Pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp. 10 milyar s/d Rp. 100 milyar, dilakukan setelah mendapat persetujuan : a. Menteri/ Kepala LPND b. Menteri Keuangan c. Menteri Koordinator d. Presiden 6 Hasil penjualan dan penyewaan barang milik negara, seluruhnya : a. Diakui sebagai penyertaan modal pemerintah b. Dapat digunakan langsuung oleh Departemen/ LPND setelah mendapat persetujuan Presiden c. Disetorkan ke Kas Negara 6 d. Dapat digunakan langsung oleh Departemen/ LPND ybs. Pelaksanaan APBN/D dilakukan dengan sistem giral, artinya : a. Pembayaran atas beban APBN/D melalui Bendahara Umum dengan 7 penernitan SPM Giro Bank/ Pos, tidak boleh dengan SPM Tunai b. Pembayaran kepada suplier/rekanan oleh bendaharawan pengeluaran dengan giro c. Pembayaran atas beban APBN/D oleh bendahara dengan nialai s/d Rp 10 juta boleh dengan tunai dan dengan nilai di atas Rp. 10 juta dengan SPM

2.

3.

4.

5.

6.

Giro d. Penyetoran penerimaan negara/ daerah ke bank persepsi a/n rekening kas negara/ daerah tidak boleh dengan uang tunai 7. Yang disebut pendapatan negara dalam suatu tahun anggaran adalah seluruh ; a. Penerimaan negara yang berasal dari penerimaan perpajakan b. Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) c. Penerimaan hibah dari dalam dan luar negeri d. Semua jawaban a, b, dan c benar

89

8.

Pada dasarnya uang pungutan PNBP wajib disetorkan seluruhnya langsung ke kas negara. Namun ada beberapa pengecualian untuk kegiatan tertentu, yakni : a. Jasa Giro b. Pelestarian sumber daya alam 14 c. Lelang dari hasil barang rampasan d. Hasil Penjualan saham milik negara Salah satu contoh sistem pemungutan PNBP yang dihitung sendiri (self assessment ) oleh wajib bayar, adalah : a. Pemanfaatan/ pelestarian sumber daya alam 14 b. Pemberian hak paten c. Pelayanan pendidikan d. Pelayanan kesehatan

9.

10 Pemerintah Pusat memperoleh bunga dan/ atau jasa giro atas dana yang disimpan pada bank sentral. Tingkat bunga/ jasa giro tersebut ditetapkan oleh : a. Menteri Keuangan b. Gubernur bank sentral c. Kesepakatan Gubernur bank sentarl dengan Menteri Keuangan Ps23 d. Berdasarkan tingkat suku bunga dan/ atau jasa giro yang berlaku umum. 11 Pemerintah Pusat/ Daerah berhak memperoleh bunga dan/ atau jasa giro yang disimpan pada bank umum. Tingkat bunga/ jasa giro tersebut ditetapkan oleh : a. Menteri Keuangan b. Gubernur bank sentral c. Kesepakatan Gubernur bank sentarl dengan Menteri Keuangan d. Berdasarkan tingkat suku bunga dan/ atau jasa giro yang berlaku Ps umum. 24 12 DIPA/ DASK yang dibuat di daerah berlaku sebagai dasar pelaksanaan pengeluaran operasional, setelah mendapat pengesahan dari : a. Kepala Kanwil Departemen/ Kepala Satker Daerah yang bersangkutan b. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan a.n. Menteri Keuangan 25

c. Direktur Jenderal Perbendaharaan d. Menteri/ Ketua lembaga yang bersangkutan 13 Tujuan diberlakukannya Keppres 80/2003 dalam pengadaan barang/ jasa adalah : a. Agar pelaksanaan pengadaan barang/jasa dilakukan secara efesien, efektif. b. Agar pelaksanaan pengadaan barang/jasa dilakukan secara terbuka, bersaing, transaparan. c. Agar pelaksanaan pengadaan barang/jasa dilakukan secara adil/ tidak diskriminatif dan akuntabel d. Semua jawaban a, b dan c benar. 28 14 Memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberikan keuntungan kepada pihak tertentu, merupakan prinsip dasar dalam pengadaan barang/jasa, yang disebut ; a. Terbuka dan bersaing b. Transparan c. Adil/ tidak diskriminatif 28 d. Akuntabel 15 Sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai sasaran yang ditetapkan , merupakan prinsip dasar dalam pengadaan barang/jasa, yang disebut : a. Efektif 28 b. Transparan c. Adil/ tidak diskriminatif d. Akuntabel 16 Semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan barang/jasa, termasuk syarat teknis administrasi pengadaan, tata cara evaluasi dan sebagainya, sifatnya terbuka bagi peserta penyedia barang/jasa yang berminat dan masyarakat luas pada umumnya, merupakan prinsip dasar dalam pengadaan barang/jasa, yang disebut : a. Efektif b. Transparan 28 c. Adil/ tidak diskriminatif d. Akuntabel 17 Kebijakan umum pemerintah dalam pengadaan barang/jasa, antara lain adalah : a. Meningkatkan peran sera usaha kecil termasuk koperasi kecil dan kelompok masyarakat dalam pengadaan barang/jasa, b. Meningkatkan penerimaan negara melalui sektor perpajakan c. Menumbuh kembangkan peran serta usaha nasional d. Jawaban a, b, dan c benar semua 29

18 Pengguna barang/jasa, penyedia barang/jasa, dan para pihak terkait dalam pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintah harus mematuhi prinsip etika pengadaan, antara lain : a. Efektif b. Adil/ tidak diskriminatif c. menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang 30 ditetapkan sesuai dengan kesepakatan para pihak. d. Menumbuh kembangkan peran serta usaha nasional 19 Tidak menerima, tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah, imbalan berupa apa saja kepada siapapun yang patut diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan barang/jasa, termasuk dalam : a. Tujuan pengadaan barang/jasa b.. Kebijakan umum pengadaan barang/jasa c. Etika pengadaan barang/jasa 30 d. Maksud pengadaan barang/jasa 20 Ruang lingkup berlakunya pengadaan barang/jasa berdasarkan Keppres 80/2003, adalah : a. Pengadaan barang/jasa yang pembiayaannya sebagian atau seluruhnya dibebankan ke APBN/D b. Pengadaan barang/jasa yang pembiayaannya sebagian atau seluruhnya dibiayai dari pinjaman/ hibah luar negeri (PHLN), dan tidak bertentangan dengan ketentuan pengadaan barang/jasa dari pemberi PHLN c. Pengadaan barang/jasa BUMN/D yang pembiayaannya sebagian atau seluruhnya dibebankan pada APBN/D d. Jawaban a, b, dan c benar semua 31 21 Memiliki tanggung jawab dan kualifikasi teknis serta manajerial untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya, termasuk dalam : a. Persayaratan dan tugas pokok pengguna barang/jasa 31 b.. Kebijakan umum pengadaan barang/jasa c. Etika pengadaan barang/jasa d. Maksud pengadaan barang/jasa 22 Tugas pokok pengguna barang/jasa, antara lain : a. Memahami keseluruhan pekerjaan yang akan diadakan b. Menetapkan besaran uang muka yang menjadi hak penyedia barang/jasa sesuai ketentuan yang berlaku c. Memiliki integritas moral, disiplin dan tanggung jawab dalam melaksana kan tugas d. Memahami isi dokumen pengadaan/metode dan prosedur pengadaan berdasarkan Keppres No. 80/2003 23 Tugas wewenang, dan tanggung jawab panitia pengadaan barang/jasa, antara

32

lain : a. Memilki sertifikat keahlian pengadaan barang/jas b. Memahami isi dokumen pengadaan/metode dan prosedur pengadaan ber dasarkan Keppres No. 80/2003 c. Menyusun dan menyiapkan HPS d. Tidak mempunyai hubungan keluarga dengan pejabat yang mengangkat dan menetapkannya sebagai panitia pengadaan barang/jasa 24 Pengguna barang/jasa diperbolehkan barang /jasa, sebanyak : : a. 1 orang b. 2 orang c. 3 orang d. 4 orang mengangkat Pejabat pengadaan

34

34

25 Pengadaan barang/jasa pemerintah dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Dengan cara swadana b. Dengan cara barter c. Dengan menggunakan penyedia barang/jasa s. Dengan swasembada 26 Harga Perkiraan Sendiri (HPS) ditetapkan oleh : a. Penyedia barang/jasa pemenang lelang b. Pengguna barang/ jasa c. Panitia atau pejabat pengadaan barang/jasa d. Penyedia barang/jasa peserta lelang 27 Dalam menyusun HPS, panitia boleh memperhitungkan : a. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) b. Biaya tidak terduga c. Biaya lain-lain d. Pajak penghasilan penyedia barang/jasa (PPh) 28 Bagi peserta lelang, perincian nilai HPS, bersifat : a. Terbuka b. Tidak rahasia c. Rahasia d. Dapat dijadikan dasar untuk menggugurkan penawaran 29 Yang tidak boleh diperhitungkan dalam menetapkan HPS adalah : a. Biaya tidak terduga b. PPN c. Harga barang/jasa d. Keuntungan yang wajar 30 Data yang digunakan sebagai dasar penyusunan HPS, antara lain adalah :

35

36

36

36

36

a. Daftar biaya standar yang dikeluarkan oleh agen tunggal b. Daftar biaya standar yang dikeluarkan oleh penyedia barang/jasa c. Daftar harga standar/tarif biaya yang dikeluarkan oleh pengguna barang/jasa d. Perkiraan biaya oleh konsultan/ engineers estimate (EE)

37

31 Proses pascakualifikasi , antara lain meliputi : a. Pengambilan dokumen prakualifikasi b. Pemasukan dokumen prakualifikasi c. Pemasukan dokumen prakualifikasi bersamaan dengan dokumen 38 penawar an, dan terhadap peserta yang diusulkan menjadi pemenang/ cadangan pe menang, dievaluasi dokumen kualifikasinya. d. Pengumuman hasil prakulifikasi 32 Metode pemilihan penyedia barang/ jasa pemborongan/ jasa lainnya, meliputi : a. Pelelangan Umum, Pelelangan Terbatas, Pemilihan Langsung, dan 39Penunjukan Langsung 40 b. Pelelangan Umum, Pelelangan Terbuka, Pemilihan Langsung, dan Penunjukan Langsung c. Pelelangan Umum, Pelelangan Tertutup, Pemilihan Langsung, dan Penunjukan Langsung d. Pelangan Umum, Pelelangan Terbatas, Pelelangan Terbuka, dan Penunjukan Langsung 33 Dalam keadaan tertentu, pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan penunjukan langsung. Yang tidak masuk dalam kriteria keadaan tertentu adalah : a. Penanganan bencana alam b.Pekerjaan yang dirahasiakan menyangkut keamanan negara yang ditetapkan oleh Presiden c. Pekerjaan berskala kecil dengan nilai maksimal Rp. 50 juta d. Pekerjaan dengan teknologi tertentu yang hanya dimiliki oleh agen 40 tunggal 34 Dalam keadaan khusus, pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan penunjukan langsung. Yang tidak masuk dalam kriteria keadaan khusus adalah : a. Pekerjaan berdasarkan tarif resmi yang ditetapkan pemerintah b. Pekerjaan spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang/ jasa, pabrikan, pemegang hak paten. c. Pekerjaan dengan teknologi sederhana 41 d. Merupakan hasil produksi usaha kecil atau koperasi atau pengrajin industri kecil yang mempunyai pasar dan harga yang relatif stabil. 35 Yang bukan metode penyampaian dokumen penawaran, adalah :

a. Metode Satu Sampul b. Metode Dua Sampul c. Metode Satu Tahap d. Metode Dua Tahap

43

36 Dalam hal penyampaian dokumen penawaran pada pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/ jasa lainnya dilakukan dengan menggunakan metode 2 (dua) tahap, maka sampul tertutup I berisi : a. Persyaratan teknis dan harga b. Persyaratan administrasi dan teknis 43 c. Persyaratan administrasi, teknis dan harga d. Harga penawaran 37 Apabila pengadaan barang/jasa berkaitan dengan penggunaan teknologi tinggi, kompleks, dan risiko tinggi. Sebaiknya menggunakan metode penyampaian dokumen : a. Metode Satu Sampul b. Metode Dua Sampul c. Metode Satu Tahap d. Metode Dua Tahap 44 38 Apabila evaluasi penawaran atas pengadaan barang/jasa memperhitungkan keunggulan teknis sepadan dengan harganya, maka sebaiknya menggunakan sistem : a. Sistem Gugur b. Sistem Nilai 48 c. Sistem Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis d. Sistem Evaluasi Teknis dan Harga. 39 Nilai paket pengadaan barang/jasa sebesar Rp. 11 milyar, maka penyedia jasa pemborongan/konstruksi masuk dalam golongan : a. Usaha kecil termasuk koperasi b. Usaha menengah c. Usaha besar 51 d. Perusahaan Asing 40 Nilai paket pengadaan barang/jasa sebesar Rp. 11 milyar, maka penyedia barang/jasa lainnya masuk dalam golongan : a. Usaha kecil termasuk koperasi b. Usaha menengah c. Usaha besar d. Perusahaan Asing 51 41 Yang tidak masuk dalam kriteria bahwa pelelangan dinyatakan gagal adalah : a. Penawaran yang masuk kurang dari 3(tiga) b. Semua penawaran di atas pagu dana yang tersedia

c. Adanya pengaduan dari masyarakat atas terjadinya KKN dalam pelaksanaan lelang d. Calon pemenang urutan 1, 2, dan 3 mengundurkan diri dan tidak bersedia ditunjuk

57

42 Yang tidak termasuk dalam metode pemilihan penyedia jasa konsultansi adalah : a. Seleksi Umum b. Seleksi Terbatas c. Seleksi Langsung d. Pemilihan Langsung 59 43 Dalam evaluasi penawaran pengadaan jasa konsultansi berdasarkan pada nilai kombinasi terbaik penawaran teknis dan biaya terkoreksi dilanjutkan dengan klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya, masuk dalam metode evaluasi : a. Metode evaluasi kualitas b. Metode evaluasi kualitas dan biaya 60 c. Metode evaluasi pagu anggaran d. Metode evaluasi biaya terendah 44 Kontrak pengadaan barang/jasa pemborongan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh konstruksi, peralatan dan jaringan utama maupun penunjang dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan, termasuk jenis kontrak : a. Kontrak Lumpsum b. Kontrak Harga Satuan c. Kotrak Terima Jadi 65 d. Kontrak Persentase 45 Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap dan semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/ jasa, termasuk jenis kontrak : a. Kontrak Lumpsum 64 b. Kontrak Harga Satuan c. Kotrak Terima Jadi d. Kontrak Persentase 46 Kepada penyedia barang/jasa bukan usaha kecil yang terbukti menyalahgunakan fasilitas dan kesempatan yang diperuntukan bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil, maka berdasarkan ketentuan UU No. 9/1999, maka yang bersangkutan dikenakan sanksi sebagai berikut : a. Diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun, b. Pidana denda paling banyak Rp. 2 milyar, c. Jika tindak pidana dilakukan oleh Badan Usaha, maka dikenakan sanksi

pencabutan sementara atau tetap izin usaha oleh instansi yang berwenang d. Jawaban a, b, dan c benar.

82

47 Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk barang adalah : a. Perbandingan antara harga komponen dalam negeri terhadap harga komponen luar negeri b. Perbandingan antara harga barang jadi dikurangi harga komponen 74 luar negeri terhadap harga barang jadi c. Perbandingan antara harga barang jadi terhadap harga jual barang tersebut d. Perbandingan antara penggunaan bahan baku dalam negeri terhadap penggunaan bahan baku luar negeri 48 Apabila suatu pekerjaan harus dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa asing, maka dalam dokumen pengadaan agar disyaratkan : a. Sejauh mungkin seluruh kegiatan dilaksanakan di luar negeri b. Sejauh mungkin seluruh kegiatan dilaksanakan di wilayah Indonesia 74 c. Semua barang harus berasal dari impor d. Harus bekerjasama dengan penyedia barang/jasa asing lainnya. 49 Upaya pendayagunaan produksi dalam negeri pada proses pengadaan barang/ jasa antara lain adalah : a. Dalam mempersiapkan pengadaan barang/jasa, sejauh mungkin digunakan standar internasional untuk menjaga mutu/ kualitas barang/jasa. b. Dalam mempersiapkan pengadaan barang/jasa, sejauh mungkin 71 digunakan standar nasional dan memperhatikan kemampuan atau potensi nasional. c. Dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang berasal dari luar negeri diupayakan penyedia barang/jasa asing sebagai penyedia barang/jasa utama d. Apabila sebagian bahan untuk menghasilkan barang/jasa produksi dalam negeri berasal dari impor, harus dipilih barang/jasa yang komponen impornya paling besar. 50 Dalam rangka perluasan peluang usaha kecil termasuk koperasi kecil, maka instansi yang membindangi usaha kecil di setiap kabupaten/kota, wajib menghimpun : a. Laporan rencana pengadaan barang/jasa instansi pemerintah di wilayahnya b. Menyusun direktori peluang bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil, c. memantau pelaksnaannya berdasarkan pedoman teknis yang membindangi usaha kecil d. Jawaban a, b, dan c benar 81