Anda di halaman 1dari 12

SOAL SAKD II ( new) 1.

Hak Pemerintah daerah untuk memungut iuran kepada masyarakat karena Hal penyerahan barang/jasa adalah : 3 a Hak Daerah yang dapat dinilai dengan uang b Kewajiban Daerah yang dapat dinilai dengan uang c Segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban tersebut d Semua jawaban a, b, c, benar Semua hak di bawah ini adalah hak yang dilakukan dalam rangka Keuangan Hal Daerah , kecuali : 3-4 a Hak menarik pajak dan retribusi daerah b Hak mengadakan pinjaman c Hak untuk memperoleh bagian laba dari Perusahaan Daerah d Hak memperoleh dana perimbangan dari pusat Yang merupakan sumber keuangan daerah melalui alokasi dana Hal perimbangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, adalah : 4 a Desentralisasi b Dekosentrasi c Tugas pembantuan d Semua jawaban a, b, c, benar Kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang mempunyai tugas PP 58 melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum Ps 5 (4) daerah (BUD), adalah : a Pemegang Kekuasaan Pengelola Keuangan Daerah b Pejabat Pengelola Keuangan Daerah c Bendaharawan Pengeluaran d Bendaharawan Penerimaan Penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagai sub sistem penyelenggara Hal negara, dimaksudkan untuk : 6 a Meningkatkan ketahanan nasional b Meredam disintegrasi bangsa dan negara c Memakmurkan daerah d Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat Dikaitkan dengan kebijakan fiskal pemerintah, fungsi anggaran negara/ Hal daerah menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada 6 tahun yang bersangkutan, adalah : a Fungsi Otorisasi b Fungsi Perencanaan c Fungsi Pengawasan

2.

3.

5.

6.

d 7.

Fungsi Distribusi

Dikaitkan dengan kebijakan fiskal pemerintah, fungsi anggaran negara/ Hal daerah menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan 7 pemerintahan negara/daerah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, adalah : a Fungsi Otorisasi b Fungsi Perencanaan c Fungsi Pengawasan d Fungsi Distribusi Fungsi-fungsi yang lebih efektif apabila dilaksanakan oleh pemerintah Hal pusat, adalah : 7 a Fungsi distribusi dengan stabilisasi b Fungsi distribusi dengan alokasi c Fungsi alokasi dengan stabilisasi d Fungsi alokasi dengan perencanaan Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah adalah : a b c d Bupati/ Walikota Sekretaris Daerah Kepala Daerah Kepala Biro Keuangan Daerah
PP 58 Ps 5

8.

9.

10

Sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2005, yang merupakan penjabaran dari Hal 9 visi, misi dan program kepala daerah terpilih, yang penyusunannnya berpedoman kepada RPJP daerah dengan memperhatikan RPJM Nasional, adalah : a RKPD b Renstra daerah c RPJM daerah d Renstra Terkait dengan soal Nomor 9 di atas, hasil evaluasi disampaikan oleh PP 58 48 gubernur kepada bupati/ walikota selambat-lambatnya : a 10 hari b 7 hari c 3 hari d 15 hari Terkait dengan soal Nomor 10 di atas, apabila gubernur menyatakan hasil evaluasi bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan per UUan yang lebih tinggi, maka sejak diterimanya hasil evaluasi bupati/walikota bersama DPRD menyempurnakan selambat-lambat : a 10 hari b 7 hari PP 58 ps 48

11

12

c d 13

3 hari 15 hari

Menurut PP 58 tahun 2005, pendapatan daerah adalah hak pemerintah Hal daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. Pendapatan 17 daerah dirinci menurut kelompok pendapatan berikut : a Pendapatan asli daerah b Dana perimbangan c Lain-lain pendapatan yang sah d Jawaban a, b, dan c benar Struktur APBD merupakan satu kesatuan yang terdiri dari : a b c d Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Pendapatan Daerah, Pengeluaran Daerah dan Pembiayaan Penerimaan Daerah, Pengeluaran Daerah dan Pembiayaan Penerimaan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan. Hal 23 Hal 17

14

16

Berikut yang bukan pajak provinsi adalah : a b c d Pajak kendaraan bermotor Bea balik nama kendaraan bermotor Pajak galian c Pajak bahan bakar kendaraan bermotor

17

Selisih lebih Penerimaan pembiayaan terhadap pengeluaran pembiayaan Hal disebut : 22 a Kelebihan Anggaran b Surplus Anggaran c Selisih lebih anggaran d Pembiayaan netto Hasil penerimaan dari penjualan asset tetap daerah yang tidak dipisahkan, Hal masuk dalam : 25 a Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah b Dana Perimbangan c Pinjaman Daerah d Penerimaan Pembiayaan Hasil penjualan asset tetap daerah yang dipisahkan , masuk dalam : a b c d Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Dana Perimbangan Pinjaman Daerah Penerimaan Pembiayaan Hal 22

18

19

20

Pencairan dana cadangan, dalam struktur APBD dimasukan pada : a b c d Pendapatan asli daerah Dana bagi hasil bukan pajak Pendapatan lin-lain yang sah Penerimaan pembiayaan

Hal 22

21

Bagian daerah dari PBB, selanjutnya untuk daerah provinsi yang Hal bersangkutan akan menerima : 26 a 64,8 % dari bagian daerah b 16,4% dari bagian daerah c 10 dari bagian daerah d 9 % dari bagian daerah Bagian daerah dari dana bagi hasil dari penerimaan PPh pasal 25 dan pasal Hal 29, dibagi dengan imbangan sebagai berikut : 27 a 20% untuk provinsi dan 80 % untuk kabupaten/kota b 30% untuk provinsi dan 70 % untuk kabupaten/kota c 40% untuk provinsi dan 60 % untuk kabupaten/kota d 50% untuk provinsi dan 50 % untuk kabupaten/kota Yang bukan obyek Retribusi Jasa Usaha, adalah : a b c d Pelayanan Kesehatan Penjualan bibit tanaman Bengkel Kendaraan Penyewaan Asset`yg dimiliki Pemda Hal 26

22

23

24

Bagian Daerah dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dibagi Hal sebagai berikut : 28 a 20% untuk pemerintah pusat dan 80 % untuk pemerintah daerah b 30% untuk pemerintah pusat dan 70 % untuk pemerintah daerah c 40% untuk pemerintah pusat dan 60 % untuk pemerintah daerah d 50% untuk pemerintah pusat dan 50 % untuk pemerintah daerah Yang bukan persyaratan yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah bila PP akan melakukan pinjaman jangka menengah atau jangka panjang, yaitu : 54 ps 12 a Jumlah sisa pinjaman daerah ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik, tidak melebihi 75% jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya b Rasio proyeksi kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman (debt service coverage ratio) paling sedikit 2,5% c Mendapat persetujuan DPRD d DSCR paling sedikit 3%

29

30

Dana yang bersumber dari penerimaan APBN yang dialokasikan kepada Hal Daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan 25 desentralisasi disebut : a Dana bagi hasil pajak dan bukan pajak b Dana perimbangan c Dana alokasi umum d Dana alokasi khusus Dana yang berasal dari APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemetaan Hal kemampuan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan 31 pengeluarannya dalam rangka pelaksanaan desentralisasi, adalah : a Dana bagi hasil pajak dan bukan pajak b Dana alokasi khusus c Dana alokasi umum d Dana perimbangan Kebijakan umum APBD dan prioritas dan plafond anggaran yang telah PP disepakati bersama kepala daerah dan DPRD dituangkan dalam nota 58 kesepakatan, yang ditandatangani oleh : ps 35 a Kepala Daerah b Pemda bersama sama pimpinan DPRD c Pimpinan DPRD d Kepala Daerah bersama sama pimpinan DPRD Berdasarkan nota kesepakatan ( sebagaimana dalam soal 32 di atas ), PP Kepala daerah menerbitkan : 58 ps 35 a Skala prioritas urusan wajib dan urusan pilihan b Urutan program dalam masing-masing urusan c Pedoman penyusunan RKA-SKPD d Plafond anggaran sementara untuk masing-masing program Kepala satuan kerja perangkat daerah dalam menyusun RKA-SKPD tidak PP menggunakan pendekatan : 58 ps 35 a Identifikasi kondisi yang ada b Kerangka pengeluaran jangka menengah daerah c Penganggaran terpadu d Penganggaran berdasarkan prestasi kerja

31

32

33

34

35

Penyusunan RKA-SKPD dengan pendekatan prestasi kerja, dilakukan tidak PP berdasarkan : 58 ps 39 a Capaian kinerja, dan indikator kinerja b Analisis standar belanja c Pedoman Standar Pelayanan yang ditetapkan Gubernur d Standar satuan harga dan standar pelayanan minimal Rancangan perda APBD dan rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD yang telah dievaluasi gubernur bagi RAPBD kabupaten/ kota, maupun yang telah dievaluasi Mendagri bagi RAPBD provinsi, ditetapkan oleh kepala daerah yang bersangkutan paling lambat : a 31 Oktober tahun anggaran sebelumnya b 31 Desember tahun anggaran sebelumnya c 30 November tahun anggaran sebelumnya d Awal tahun anggaran tersebut Setelah ditetapkan oleh masing-masing kepala daerah, perda tentang APBD dan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD disampaikan gubernur kepada Mendagri, dan disampaikan oleh bupati/ walikota kepada gubernur selambat-lambatnya : a 3 hari kerja b 4 hari kerja c 6 hari kerja d 7 hari kerja PP 58 ps 53

36

37

PP 58 ps 53

38

Setelah APBD ditetapkan, PPKD memberitahukan kepada semua kepala PP SKPD agar menyusun dan menyampaikan rancangan DPA-SKPD, paling 58 lambat : ps 55 a 3 hari kerja b 4 hari kerja c 6 hari kerja d 7 hari kerja Kepala SKPD menyerahkan rancangan DPA-SKPD yang telah disusunnya PP kepada PPKD, paling lambat : 58 ps 55 a 3 hari kerja b 4 hari kerja c 6 hari kerja d 7 hari kerja

39

67

Pengurusan Umum pada Pelaksanaan APBD disebut juga : a b c d Pengurusan Administrasi Pengurusan Khusus Pengurusan Kebendaharaan Pengurusan Keuangan

Hal 64

68

Pengurusan Khusus pada Pelaksanaan APBD disebut juga : a b c d Pengurusan Administrasi Pengurusan Khusus Pengurusan Kebendaharaan Pengurusan Keuangan

Hal 64

69

Sesuai pasal 2 ayat 2 PP No. 105 Tahun 2000, Kepala Daerah memiliki Hal kewenangan Pengawasan Umum, yang meliputi : 65 a. Otorisator b Ordonator c Otorisator dan Ordonator d Kependaharawanan Demikian pula sesuai ketentuan dalam pasal 2 ayat 2 PP No. 105 Tahun Hal 2000, Kepala Daerah memiliki kewenangan Pengawasan Khusus, yang 65 meliputi : a. Otorisator b Ordonator c Otorisator dan Ordonator d Kebendaharawanan Pejabat yang diberi wewenang menanda tangani SKO ditetapkan Kepala Hal Daerah paling lambat............bulan : 65 a 4 bulan b 3 bulan c 2 bulan d 1 bulan Pejabat yang diberi wewenang menanda tangani SPM ditetapkan Kepala Hal Daerah paling lambat............bulan : 65 a 4 bulan b 3 bulan c 2 bulan d 1 bulan Pejabat yang diberi wewenang menanda tangani ikatan atau perjanjaian Hal dengan pihak ketiga yang mengakibatkan pendapatan dan pengeluaran 65 APBD ditetapkan Kepala Daerah paling lambat............bulan :

70

71

72

73

a b c d 74

4 bulan 3 bulan 2 bulan 1 bulan Hal 66

Pengguna Anggaran, antara lain di bawah ini, kecuali : a b c d Kasir, Penyimpan Uang Pencatat pembukuan Pemimpin Proyek Pembuat dokumen pengeluaran dan penerimaan uang

75

Tugas Bendahara Umum Daerah antara lain di bawah ini, kecuali : a. Menyimpan uang milik daerah di bank-bank yang sehat dan membuka rekening Kas Daerah b Menyusun rekonsiliasi bank antara saldo menurut pembukuan dengan saldo menurut laporan bank c Menyimpan seluruh bukti sah kepemilikan atau sertifikat atas kekayaan Daerah d Menyerahkan bukti asli transaksi kepada Kepala Daerah

Hal 66

76

Pada setiap perangkat Daerah diangkat jabatan di bawah ini, kecuali a b c d Satu orang Pemegang Kas dan Satu orang Pemegang Barang Satu orang Pemegang Kas Satu orang Pemegang barang Kasir Penerima Uang

Hal 67

77

Pada Perangkat Daerah yang bertanggungjawab Atas Pendapatan Asli Hal Daerah, tugas Kasir terdiri dari di bawah ini, kecuali : 67 a Satu orang Pemegang Kas b Satu orang Pemegang barang c Kasir Penerima Uang dan Kasir Penerima Barang d Seorang Pembantu Pemegang Kas Pemegang Kas adalah jabatan fungsional, dan ............ dirangkap dengan Hal jabatan pengelola keuangan daerah lainnya. 67 a Boleh b Bisa d Tidak boleh e Dapat Kapala Satker melakukan pemeriksaan Kas pada Satuan Pemegang Kas Hal minimal : 68 a 4 bulan sekali

78

79

b c d 80

3 bulan sekali 2 bulan sekali 1 bulan sekali

Satuan Pemegang Kas yang menerima Pendapatan Daerah dilarang HAL menggunakan uang yang diterimanya secara langsung untuk membiayai 68 pengeluaran perangkat daerah. Hal ini terkait azas : a Azas bruto b Azas netto c Azas Universalitas d Azas Terbuka Semua kas yang diterima kembali dari pengeluaran yang telah diselesaikan Hal dengan SPM dibukukan sebagai : 69 a Pengurangangan atas Pos Belanja Daerah b Penambahan atas Pos Belanja Daerah c Pos Hutang Perhitungan Pihak Ketiga ( PFK) d Pos PAD jenis lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. Penerimaan kas yang berasal dari hasil penjualan atau ganti rugi pelepasan Hal hak aset daerah dibukukan sebagai : 69 a Pengurangangan atas Pos Belanja Daerah b Penambahan atas Pos Belanja Daerah c Pos Hutang Perhitungan Pihak Ketiga ( PFK) d Pos PAD jenis lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. Penerimaan kas yang berasal dari pungutan atau potongan yang akan disetor Hal kepada pihak ketiga, dibukukan sebagai : 69 a Pengurangangan atas Pos Belanja Daerah b Penambahan atas Pos Belanja Daerah c Pos Hutang Perhitungan Pihak Ketiga ( PFK) d Pos PAD jenis lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. Semua penerimaan kas yang diterima kembali dari pengeluaran yang telah Hal diselesaikan dengan SPM , dibukukan sebagai : 69 a Pengurangangan atas Pos Belanja Daerah b Penambahan atas Pos Belanja Daerah c Pos Hutang Perhitungan Pihak Ketiga ( PFK) d Pos PAD jenis lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. Perubahan APBD dapat terjadi disebabkan : a b c d Terjadi kebutuhan yang mendesak Atas perintah dari Kepala Daerah Atas usulan dari DPRD Karena adanya bencana alam Hal 63

81

82

83

84

85

86

Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah terdiri dari seperti disebut Hal di bawah ini, kecuali : 78 a Laporan Keuangan Pengguna Anggaran b Laporan Triwulanan c Laporan Bulanan d Laporan Akhir Tahun Anggaran Pengeluaran kas dari Kas Daerah baru dapat dibebankan ke APBD setelah Hal Perda APBD disahkan dan ditempatkan dalam Lembaran Daerah, kecuali : 70 a Belanja Administrasi Umum b Belanja Operasi dan Pemeliharaan c Belanja Modal/Pembangunan d Belanja Pegawai Syarat untuk memperoleh pembayaran uang dari Kas Daerah, kecuali : a b c d Harus ada kwitansi Harus ada Surat Keputusan Otorisasi Harus ada Surat Permintaan Pembayaran dari Pengguna Anggaran Harus ada Daftar Perincian Pengguna Anggaran Belanja Hal 70

87

88

89

Dana Cadangan Pemerintah Daerah baru dapat digunakan untuk merealisa Hal sikan program/ kegiatan, kecuali : 72 a. Program/ kegiatan tersebut telah ditetapkan dalam Perda b Apabila Dana Cadangan yang disisihkan telah tercapai c Harus terlebih dahulu dipindahbukukan ke Rekening Kas Daerah d Terjadi kebutuhan yang mendesak PP 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Hal Daerah menetapkaan bahwa Kepala Daerah menyusun Laporan Pertang 76 gungjawaban di bawah ini, kecuali : a Laporan Perhitungan APBD b Laporan Aliran Kas Daerah c Neraca Daerah d Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah Sesuai PP 108 Tahun 2000 tentang Cara Pertanggungjawaban Kepala Hal Daerah, menyebutkan bahwa Pertanggungjwaban Kepala Daerah terdiri di 77 bawah ini, kecuali : a Pertanggung jawaban keuangan atas pelaksanaan Dekonsentrasi b Pertanggungjawaban akhir tahun anggaran c Pertanggungjawaban akhir masa jabatan d Pertanggungjawaban untuk hal tertentu

90

91

10

92

Kepala Daerah menyampaikan rancangan Perda mengenai perhitungan Hal APBD kepada DPRD untuk dimintakan persetujuannya dilampiri dengan 80 berkas di bawah ini, kecuali : a Nota perhitungan APBD b Laporan Aliran Kas Daerah c Neraca Daerah d Laporan Pertanggung jawaban keuangan Tugas Perbantuan Rancangan Perda tentang perhitungan APBD yang telah mendapat persetuju Hal an DPRD, selanjutnya disahkan oleh Kepala Daerah selambat- 81 lambatnya ............ setelah tahun anggaran berakhir. a 4 bulan b 3 bulan c 2 bulan d 1 bulan Dalam Bab II Kinerja Keuangan Daerah sebagaimana tertuang pada Hal Penjelasan Nota Perhitungan APBD berisi antara lain di bawah ini, kecuali : 86 a Arah dan Kebijakan Umum APBD b Maksud dan Tujuan Penyusunan Nota Perhitungan c Rencana Program/ Kegiatan dan Target Kinerja d Pelaksanaan Program/Kegiatan dan Pencapaian Kinerja Dalam Bab III Ringkasanan Realisasi APBD sebagaimana tertuang pada Hal Penjelasan Nota Perhitungan APBD berisi antara lain di bawah ini, kecuali : 88 a Realisasi Pendapatan Daerah b Realisasi Belanja Daerah c Realisasi Pembiayaan d Strategi dan Prioritas APBD Laporan Aliran Kas disajikan dalam kelompok aktivitas di bawah ini, Hal kecuali : 90 a Aktivitas Kas Keluar b Aktivitas Operasi c Aktivitas Investasi d Aktivitas Pembiayaan Sesuai SK Menteri Dalam Negeri No 29 Tahun 2002, Laporan Aliran Kas Hal menggunakan : 90 a Metode Langsung b Metode Tidak langsung c Metode Cash Basis d Metode Accrual Basis Secara teoritis, arti penting Neraca Daerah bagi manajemen pemerintahan Hal daerah, adalah : 94

93

94

95

96

97

98

11

a b c d 99

Memberikan informasi mengenai likuiditas keuangan daerah Memberikan informasi mengenai fleksibilitas keuangan daerah Diharapkan akan terwujud tata pemerintahan yang baik Mengetahui seluruh aset yang dimiliki masyarakat daerah tersebut.

Mengacu ketentuan pasal 19 PP 105 tahun 2000, investasi yang boleh Hal dilakukan oleh Pemerintah Daerah adalah investasi yang : 96 a Berisiko tinggi b Berisiko sedang c Bebas resiko d Kecil resikonya. Bentuk dan format maupun komposisi pos-pos neraca dalam sistem Hal akuntansi keuangan daerah pada prinsipnya adalah sebagaimana di bawah 97 ini, kecuali : a Pengelompokan aset menurut tingkat likuiditasnya, dari yang paling likuid ditempatkan di atas sampai yang likuiditasnya rendah ditempatkan di yang paling bawah. b Pengelompokan kewajiban didasarkan pada jatuh temponya, kewajiban yang segera jatuh tempo ditempatkan pada urutan di atas. Demikian sebaliknya untuk kewajiban yang tidak segera dilunasi. c Pos Dana Cadangan yang sudah ditentukan peruntukannya, dikelompokkan sebagai aset lainnya. d Investasi Jangka Pendek a b c d

10 0

12